Kamis, 16 Juli 2026

teori gereja 4


percaya pada pernyataan Allah mengenai korban-korban. maka ia

mempersembahkan korban domba yang bertentangan dengan persembahan Kain

yang tak berdarah. Oleh sebab  itu Habel merupakan tipe dari Kristus dalam

hidupnya sebagai gembala, dalam persembahannya, dan dalam kematiannya.

64

c. Adam,  Salah  satu tipe  penting  yang diakui  oleh Kitab  Suci  ialah  Adam.  Adam

yaitu  kepala ciptaan lama. Kristus yaitu  kepala dari ciptaan baru. Ini jelas

dikatakan dalam Roma 5:14, "Sungguhpun demikian maut telah berkuasa dari

zaman Adam sampai kepada zaman Musa juga atas mereka, yang tidak berbuat

dosa dengan cara yang sama seperti  yang telah dibuat  oleh Adam, yang yaitu 

gambaran Dia yang akan datang." Baik Adam maupun Kristus masuk ke dalam

dunia ini melalui tindakan istimewa dari Allah. Keduanya masuk ke dunia tanpa

dosa.  Kedua-duanya mewakili  suatu  kaum.  Dosa Adam dipertentangkan dengan

ketaatan Kristus. Pembicaraan Kitab Suci mengenai pokok ini tidak menimbulkan

keraguraguan sedikitpun atas unsur-unsur utama dari tipe ini (Roma 5:12-21). Kata

"Adam yang pertama"  dan" Adam yang terakhir"  dan perkataan-perkataan  yang

serupa yaitu   dikenakan  kepada  masing-masing  Adam dan  Kristus  (1  Korintus

15:45-47),  Adam sebagai  suami  Hawa juga  merupakan  tipe  Mempelai  laki-laki

dalam hubungan dengan gereja sebagai mempelai perempuan (Efesus 5:22-33).

d. Daud, hubungan sejarah dan nubuat di antara Daud dan Kristus sudah umum

dikenal, namun  hubungan secara typologis dari Daud sering diabaikan. Daud yaitu 

tipe tentang Kristus sebagai seorang yang mula-mula gembala, kemudian menjadi

raja. Daud mengalami panggilan Allah, penolakan oleh saudara-saudaranya,

senantiasa mengalami bahaya dalam hidupnya sebab  ia diurapi sebagai raja, dan

selama tahun-tahun penolakannya ia mengambil isteri dari bangsa kafir, yang

merupakan gambaran gereja. Kemudian ia memerintah atas Israel dengan kuasa

dan kedaulatan penuh. Arti typologis dari peristiwa-peristiwa ini, maupun berbagai

kejadian kecil dalam hidupnya, yaitu  bayang-bayang tentang Kristus.

e. Melkisedek, dalam Kejadian 14 Melkisedek sebagai raja Salem mempersembahkan

roti dan anggur sebagai imam Allah yang maha tinggi dan memberkati Abraham

sesudah Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja. Kitab Suci mencatat bahwa

Abraham memberikan kepada Melkisedek sepersepuluh dari semuanya. Kemudian

di dalam Mazmur 110:4 dinubuatkan bahwa Kristus akan menjadi Imam selama-

lamanya menurut Melkisedek. Kedua bagian kitab ini  dibicarakan lagi  di dalam

Ibrani 5-7 di mana Kristus dinyatakan sebagai Imam sesuai dengan nubuat mazmur

itu. Dengan menggabungkan berbagai unsur yang ditampilkan dalam bagian-

bagian itu, jelas bahwa Kitab Suci menjamin Melkisedek sebagai gambar tentang

Kristus. Nama Melkisedek yaitu  gabungan dari dua kata yang berarti "raja" dan

"kebenaran", yang digabung dengan kata Salem yang berarti "damai," dan nama ini

menyatakan Kristus sebagai imam-rajani yang benar, yang yaitu  raja Salem, yang

memiliki  arti bahwa Kristus yaitu  Raja Damai. Sebagai orang yang

mempersembahkan roti dan anggur, diusulkan artinya sebagai terutama menunjuk

kepada Kristus yang bangkit. Dalam Perjanjian Baru Melkisedek diartikan sebagai

membuktikan kekekalan keimaman Kristus dan keunggulannya atas keimaman

Lewi, didasarkan pada alasan bahwa Lewi membayar perpuluhan kepada

Melkisedek melalui Abraham nenek moyangnya (bd. Ibrani 5:6,10; 6:20; 7:17,21).

f. Musa,  sebagai  salah satu nabi dan pemimpin terbesar  di  Perjanjian  Lama,  tidak

mengherankan bila Musa juga menggambarkan Kristus. Musa meramaikan kepada

umat Israel -- atas dasar wahyu yang diberikan kepadanya oleh TUHAN -- bahwa

seorang Nabi akan datang yang sama seperti dirinya, kepada Siapa mereka harus

mendengarkannya (Ulangan 18: 15 -19). Typologi Musa yaitu  didasarkan

terutama atas pentingnya peristiwa-peristiwa dalam hidupnya, yang

membayangkan kedatangan Kristus. Seperti Kristus, Musa di waktu kanak-kanak

berada dalam bahaya dibunuh, sebab  ia dilahirkan semasa Israel di bawah

65

penindasan Mesir. Oleh pemilihan Allah menurut kehendakNya sendiri, keduanya

dipilih menjadi juruselamat dan pelepas (Keluaran 3:7-10; Kisah Para Rasul 7:25).

Keduanya ditolak oleh saudara-saudaranya (Keluaran 2:11-15; Yohanes 1:11;

Kisah Para  Rasul 7:23-28; 18:5-6).  Semasa  penolakan itu  keduanya melayani

orang kafir dan memperoleh mempelai dari orang kafir, yang menggambarkan

gereja  (Keluaran  2:  16-21;  2  Korintus  11:  2;  Efesus  5:  25-32).  Musa,  sesudah

periode perpisahan dengan saudara-saudaranya selesai, kembali untuk melepaskan

Israel, dan Kristuspun diramalkan akan kembali untuk membebaskan Israel. Pada

kedatangannya yang kedua kali, keduanya diterima oleh Israel (Keluaran 4:19-31;

Roma 11:24-26; Kisah Para Rasul 15:14,17).  Seperti  Kristus,  Musa yaitu  nabi

(Bilangan 34: 1 -2; Yohanes 12: 29; Matius 13: 57; 21: 11; Kisah Para Rasul 3:

22-

23); imam pengantara (Keluaran 32: 31-35; 1 Yohanes 2: 1-2) dan sebagai

pengantara (Keluaran 17:1-6; Ibrani 7:25); dan raja atau pemimpin (Ulangan 33:4-

5;  Yohanes  1.49).  Seperti  Kristus,  Musa  harus  mati  sebelum umat  Israel  dapat

masuk ke tanah perjanjian, yang menggambar kan milik orang Kristen.

Sebagaimana Ishak dan Yusuf, Musa yaitu  contoh yang menyolok dari kebenaran

typologis yang berharga dalam membayangkan kehidupan dan pelayanan Kristus.

Selain dari orang-orang ini , masih ada beberapa orang lagi yang digambarkan

sebagai typology Kristus, yaitu Benyamin, Ishak, Yosua, Yusuf, juga istilah yang

disebut   sebagai  ―Saudara   Penebus‖.   Jika   diambil  keseluruhannya,  typologi

dari orang-orang ini menyatakan bahwa Perjanjian Lama berpusatkan Kristus , dan

memiliki  maksud utama dalam membayangkan pribadi dan pekerjaan Kristus.

Ini yaitu  sumber  renungan  studi yang  berlimpah-limpah,  namun   sayang  sangat

diabaikan.  Juga gambaran typology Kristus bukan hanya orang-orang namun   ada

begitu banyak peristiwa-peristiwa dalam Perjanjian Lama yang merupakan

typology, termasuk lembaga-lembaga dan upacara-upacara yang menggambarkan

Kristus.

G. Ketidakberdosaan Kristus

Di dalam dunia ini,  siapakah yang berani  mengatakan dirinya tidak  berdosa? Semua

orang yang dianggap waras  atau  suci  pun mengakui  diri  mereka  berdosa.  namun   Yesus

berani   berkata   bahwa   Ia   tidak   berdosa,   dalam   Yohanes  8:46 Yesus  berkata:

―Siapakah di  antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? jika  Aku

mengatakan kebenaran,  mengapakah  kamu  tidak  percaya  kepada-Ku‖.  Memang  kalau

berbicara  tentang ketidakberdosaan Kristus, biasanya selalu menunjuk kepada

kemanusiaaNya, tidaklah penting untuk berbicara tentang ketidak berdosaan dari keilahian

Kristus  sebab   sebagai yang ilahi,  Ia  tidak dapat  berdosa dan tidak  melakukan  dosa.49

Ketidakberdosaan Tuhan kita berarti bahwa Ia tidak pernah melakukan apa pun yang tidak

menyenangkan Allah atau melanggar Hukum Taurat yang harus ditaati semasa hidup-Nya

di bumi atau gagal menampakkan kemuliaan Allah dalam masa hidup-Nya (Yoh. 8:29). Itu

termasuk keterbatasan kehidupan-Nya yang tanpa dosa yang mengiringi kemanusiaan-Nya;

contohnya, Ia merasa letih (Yoh. 4:6); Ia merasa lapar (Mat. 4:2; 21:8); Ia merasa haus

(Yos. 19:28); Ia tidur (Mat. 8:24). namun  dalam setiap tahapan hidup-Nya, masa bayi, masa

kanak-kanak, masa remaja, masa dewasa, Ia suci dan tanpa dosa.

Para  ahli  theologia  ortodoks  pada  umumnya setuju  bahwa Yesus Kristus  tak  pernah

melakukan dosa apapun juga. Agaknya ini yaitu  kesimpulan wajar bagi keilahianNya dan

syarat mutlak bagi pekerjaanNya untuk menggantikan orang berdosa di atas kayu salib.

Suatu pertanyaan yang dilontarkan oleh ahli-ahli theologia ortodoks ialah, apakah

66

ketidakberdosaan Kristus ini yaitu  sama dengan ketidak-berdosaan Adam sebelum

67

kejatuhan, atau apakah memiliki suatu ciri khas sebab  adanva tabiat  ilahi. Dengan satu

kalimat, dapatkah Anak Allah dicobai seperti Adam dicobai dan dapatkah Ia berbuat dosa

seperti Adam berbuat dosa? Sedangkan kebanyakan ahli theologia Ortodoks setuju bahwa

Kristus dapat dicobai sebab  adanya tabiat  manusiawi, suatu perselisihan terjadi tentang

pertanyaan apakah dengan dicobai Ia dapat berbuat dosa.

Kesulitan mengenai ketidakberdoasaan Kristus ini sebenarnya dapat ditemukan didalam

kitab  Ibrani  4:15  :  ―Sebab  Imam  Besar  yang  kita  punya, bukanlah imam besar  yang

tidak dapat  turut  mersakan kelemahan-kelemahan  kita,  sebaliknya sama dengan kita,  Ia

telah dicobai  hanya  tidak  berbuat  dosa.‖  jika  Kristus  dicobai  sebagaimana  halnya

dengan kita,  bagaimana  Dia tetap  tidak  berdosa?  Masalahnya menjadi  lebih  besar  pada

waktu kita membaca   Yakobus   1:14-15:   ―namun    tiap-tiap   orang   dicobai   oleh

keinginanya   sendiri, sebab  ia diseret dan dipikat olehnya. Dan jika  keinginan itu telah

dibuahi, ia melahirkan dosa, dan jika  dosa itu matang, ia melahirkan maut. Dalam hal

ini apa yang disampaikan Yakobus dapat berarti bahwa sama seperti manusia biasa Yesus

juga  memiliki keinginan-keinginan  namun   seperti  apa  yang  dijelaskan  oleh  kitab  Ibrani

sekalipun punya banyak keinginan Yesus tidak memiliki keinginan untuk berbuat dosa.

Meskipun kaum konservatif setuju bahwa Kristus tanpa dosa, mereka tidak setuju

dengan pertanyaan apakah Ia dapat atau tidak dapat berbuat dosa. Bahwa Ia tidak berbuat

dosa telah diyakinkan; apakah Ia dapat berbuat dosa, masih diperdebatkan. Konsep bahwa

Ia  tidak  mungkin  berbuat  dosa disebut ―tanpa dosa‖ (non posse peccare). Konsep bahwa

ia  mungkin   dapat,   apakah   ia   melakukannya   atau   tidak,   yaitu    ―tak   bercela‖

(posse   non peccare).  Tentu saja kaum Liberal  berpendapat  bahwa tidak saja Ia dapat

berbuat  dosa namun  Ia juga melakukannya. Yaitu posse non peccare dikombinasikan

dengan keberdosaan. Konsep posse non peccare tidak perlu memasukkan keberdosaan dan

kaum konservatif  tidak memasukkannya.  Ketidakberdosaan Kristus bukan hanya sebuah

teladan bagi umat manusia, namun  merupakan suatu hal yang fundamental dan keharusan

bagi keselamatan  kita.  Dengan  pengertian  bahwa  jika   Kristus  yang  menebus  dosa

seluruh umat manusia bukanlah domba yang tidak bercacat cela, maka bukan saja Ia tidak

dapat menjamin keselamatan seluruh umat manusia melainkan Ia sendiri pun membutuhkan

juruselamat sebab  ia memiliki cela. Dosa yang begitu banyak dan besar yang ditanggung

oleh Yesus Kristus di atas kayu salib menuntut suatu pengorbanan yang sempurna.

Pengorbanan itu harus dilakukan oleh seseorang yang tidak berdosa. Dan sebab  Kristus

memang tidak berdosa maka Ia memang yaitu  juruselamat manusia yang sejati yang telah

menebus dosa umat manusia. Keterangan yang disusun di atas memperlihatkan keyakinan

dalam hampir seluruh Kitab Perjanjian Baru bahwa Yesus tidak berdosa. Luasnya bukti

tentang  keyakinan  ini  meniadakan  pendapat  bahwa kepercayaan  akan  ketidakberdosaan

Yesus merupakan sesuatu yang bertumbuh pada kemudian hari. Keyakinan ini sama sekali

tidak akan bertumbuh jika tidak benar-benar berakar dalam bukti sejarah. Sangat

mengesankan bahwa tidak ada laporan yang bertentangan dengan keyakinan bahwa Yesus

tidak berdosa; hal ini harus diperhitungkan bila menilai pentingnya ajaran ini. Pentingnya

ketidakberdosaan Yesus terletak pada hubungannya dengan inkarnasi. Jika Yesus menjadi

manusia dalam bentuk yang bersih dan bebas dari semua kecenderungan untuk berbuat

dosa, dapatkah Dia dikatakan menjadi manusia seperti manusia-manusia lain? Jawabannya

sebagian terletak dalam pengertian akan karya penyelamatan Kristus. Dalam Perjanjian

Baru tidak dinyatakan bahwa Kristus harus menjadi sama persis dengan manusia dalam

kejatuhannya. Setiap kali Ia disamakan dengan manusia berdosa selalu ditambahkan bahwa

Ia tanpa dosa. Pandangan Perjanjian Baru ialah bahwa Yesus harus menjadi manusia untuk

menyelamatkan manusia, namun  itu tidak berarti bahwa Ia harus terlibat dalam dosa

manusia. Sebagai kesimpulan, kita dapat mencatat bahwa dalam Kitab Suci tidak ada suatu

68

pembahasan mengenai apakah ketidakberdosaan Yesus berarti bahwa Ia tidak dapat

berdosa atau bahwa Ia dapat tidak berdosa. Pertanyaan itu bersifat spekulatif.

Ketidakberdosaan itu lebih tepat dikatakan bahwa kehendak Allah yang sempurna begitu

sama dengan kehendak Yesus yang sempurna sehingga perbuatan atau bahkan keinginan

yang tidak cocok dengan kehedak sempurna itu tak terpikirkan oleh Yesus.

H. Karya Kristus

1. Kelahiran Kristus

Doktrin kelahiran Kristus dari anak dara menyatakan bahwa kelahiran Kristus yaitu 

akibat dari suatu mujizat pada waktu dikandung oleh Maria. Anak dara Maria

mengandung seorang bayi dengan kuasa Roh Kudus, tanpa peran serta dari seorang

bapa. Mujizat kelahiran Kristus menjelaskan kepada kita mengenai natur yang

dimilikiNya. kelahiranNya dari seorang perempuan menunjukkan bahwa Dia yaitu 

benar-benar manusia dan menjadi sama dengan kita. Kemanusiaan Kristus tidaklah

sama dengan kita, sebab kita lahir dengan dosa asal kita, sedangkan Kristus tidaklah

demikian.

Allah telah menciptakan Adam tanpa melalui pria ataupun wanita; kemudia Allah

menciptakan hawa hanya  melalui  pria (tulang  rusku  Adam-Kej.2:21);  lalu  Allah

membuat semua manusia lainnya hadir di dunia ini melalui pria dan wanita; terakhir,

kelahiran Yesus dilakukan oleh Allah melalui wanita.

Kristus memang memiliki hari lahir, namun sungguh hari yang luar biasa sehingga

para malaikat dari surga turun ke dunia untuk memuliakan Allah! (Luk. 2:13-15).

2. Kematian Kristus

Yesus Kristus disalibkan bukan sebab  ketidak berdayaannya menghadapi  orang

yang menangkapnya. Ia mati disalibkan yaitu  atas dasar kerelaan dan inisiatif-Nya

menyerahkan diri. Sebab Ia sendiri tahu bahwa tujuan kedatangan Kristus ke dunia

yaitu  untuk mati di kayu salib. Dan tujuan kematian-Nya yaitu  untuk menebus

seluruh dosa manusia yang percaya kepada-Nya.

Kristus bukanlah kematian yang biasa yang dialami oleh manusia pada umumnya.

Sebab kematian Kristus yaitu  suatu korban. Istilah ini (Korban) bukan berarti

―mangsa‖    dan   bukan   dalam   arti   ―merelakan‖,   namun    korban   Kristus

melalui kematianNya  di  atas  kayu  salib  dihubungkan  dengan  penebusan  dosa.

Istilah  ―peri kematian‖ (sebab  dosa) dalam Roma 8:3, merupakan istilah yang

dipakai untuk

―korban dosa‖.

Apa yang dilakukan oleh Yesus Kristus yaitu  semata-mata oleh sebab  kasihNya

kepada manusia yang berdosa dan bukan sebab  dosaNya, Perjanjian Baru

menekankan fakta bahwa Kristus tidak berdosa. Untuk hal ini, Paulus mengatakan

bahwa  ―Dia  yang tidak mengenal dosa, telah dibuatNya menjadi dosa sebab  kita‖

(2 Kor 5:21).

Secara simultan Kristus sebagai kurban dan Imam. Sebagai Imam Ia menjadi

perantara antara Allah dan manusia, namun Ia juga mengorbankan diriNya sebagai

kurban. Sebagai kurban, Yesus Kristus yaitu  kurban yang tidak bercacat cela,

dimana Ia telah menyerahkan diriNya sebagai persembahan dan kurban yang harum

bagi  Tuhan  demi  manusia  yang  berdosa  ―...telah  menyerahkan  diriNya  untuk

kita sebagai korban dan persembahan yang harum bagi Tuhan‖ (Ef 5:2).

Ada sejumlah teori  tentang pentingnya kematian Kristus. PB menekankan,  bahwa

Kristus mati sebagai kematian subtitusi demi pendosa-pendosa. Kematian-Nya juga

disebut   vicarious,   berarti:  ―satu  sebagai  pengganti  yang  lain‖.   Kata   ganti

69

benda dalam Yesaya  menekankan sifat  substitusi dari kematian Kristus: ―namun  Ia

tertikam

70

oleh sebab  pemberontakan kita. Ia diremukkan oleh sebab  kejahatan kita; ganjaran

yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepada-Nya, dan oleh bilur- 

bilur-Nya  kita  menjadi  sembuh.‖  Tujuan  dari  1  Pet.  2:24  serupa:  ―Ia  sendiri  

telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang 

telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran; Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah 

sembuh.‖ Penting sebab  keadilan Allah yang kudus, dipenuhi seluruhnya melalui 

penebusan dosa-dosa oleh   Kristus. berdasar  ini, Allah 

menyatakan orang berdosa digantikan. Dua kata depan Yunani mengajarkan aspek 

substitusi dari kematian Kristus.

a. Kata   depan   ανηι   -   anti,   diterjemahkan   ―untuk‖,  berarti  ―sebagai  

gantinya‖ mengajarkan substitusi

Mat.   20:28   mengatakan:   ―Sama   seperti   Anak  Manusia   datang  bukan

untuk dilayani  melainkan untuk melayani  dan untuk memberikan nyawa-Nya

(anti) menjadi tebusan bagi banyak orang‖ (Mrk. 10:45). pemakaian  kata anti

dalam Luk.  11:11  menandakan  bahwa  ―sebagai gantinya‖  (substitusi)  yaitu 

arti dasar dari kata depan ini.

b. Kata   depan   kedua,    ςπεπ   -    huper,   berarti   ―di   tempatnya‖   juga

menekankan substitusi

1   Tim.   2:6   menyatakan   bahwa   Kristus   ―yang   telah   menyerahkan   diri-

Nya sebagai tebusan bagi (huper) semua manusia.‖ Gal. 3:13 juga mengajarkan

kebenaran   ini,   ―Kristus  telah   menebus   kita   dari   kutuk   hukum  Taurat

dengan jalan menjadi  kutuk sebab  (huper) kita.‖  Dengan mati  di  kayu salib,

Kristus menyerahkan nyawa-Nya sebagai substitusi seluruh umat manusia (2

Kor. 5:21; 1  Pet.  3:18).  Semua  dosa-dosa  orang  yang  percaya  dibebankan

kepada Kristus, yang menebus melalui kematian-Nya.

3. Kebangkitan Kristus

Kebangkitan   menentukan sahnya   iman   Kristiani –   Paulus  berseru, ―Dan jika

Kristus  tidak  dibangkitkan,  maka  sia-sialah  kepercayaan  kamu  dan  kamu  masib

hidup dalam dosamu‖ (1 Kor. 15:17).

a. Bukti Kebangkitan Kristus

1) Kubur kosong

Jika Kristus tidak bangkit, maka tubuh-Nya telah dicuri seseorang. Jika

musuh-musuh mengambil tubuh, mengapa tidak ada setelah itu? Murid-

murid tidak mungkin mencuri-Nya sebab  tentara Romawi sedang menjaga

kubur dan telah memberikan meterai atas kubur. Kubur yang kosong yaitu 

bukti nyata dari kebangkitan-Nya.

2) Kebangkitannya disaksikan oleh banyak orang. Selama 40 hari sejak

kebangkitan sampai pada kenaikkan-Nya ke surga Tuhan Yesus

menampakkan diri-Nya kepada beberapa orang (Kis 1:3). Orang-orang

ini  antara lain:

   Kepada dua orang yang dalam perjalanan ke Emaus (Luk 24:13-35)

   Murid-murid-Nya (tidak termasuk Thomas) di dalam sebuah ruangan

tertutup di Yerusalem (Yoh 20:19-20)

   Murid-murid-Nya (termasuk Thomas) di tempat yang sama (Yoh 20:26-

28)

   Tujuh orang murid-Nya di pantai danau Tiberias (Yoh 21:1-2)

   Kepada lebih dari lima ratus orang sekaligus (1 Kor 15:6), yakni pada

saat kenaikan-Nya ke surga.

   Maria Magdalena (Yoh 20:11-18)

71

3) Para murid diubahkan dan menjadi berani dan giat memberitakan Injil.

b. Makna kebangkitan kristus:

1) Kebangkitan Kristus menyatakan kemenangan-Nya menghadapi kuasa maut

(kematian).  Kematian yaitu  musuh manusia yang terbesar. Namun musuh

yang  terbesar  ini  terlah  ditaklukkan  oleh  Tuhan  Yesus.  Dengan  demikian

kebangkitan Kristus memberikan perngharapan kepada orang yang percaya

kepada-Nya, sebab Ia berkuasa membangkitkan umat-Nya. Tuhan Yesus

berkata,   ―Akulah  kebangkitan  dan hidup;  barangsiapa  percaya  kepada-

Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan

yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah

engkau akan hal ini?" (Yoh 11:25-26).

2) Kematian seharusnya tidak lagi menjadi sesuatu yang menakutkan bagi orang

yang percaya kepada-Nya. Sebab selain Kristus menyertai kita di dalam

kehidupan ini, ia juga menyertai kita di dalam kematian. Dan pada akhirnya

Ia juga yang membangkitkan kita  dari  kematian.  Seandainya Kristus tidak

dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan Injil dan sia-sialah juga

kepercayaan kita (1Kor 15:14).

3) sebab  kita bersekutu dengan Kristus yang telah bangkit maka segala jerih

payah kita melayani-Nya tidak sia-sia (1 Kor 15:58).

4. Kenaikan Kristus

Peristiwa kenaikan Kristus ke Surga terjadi pada hari yang ke-40 setelah

kebangkitan-Nya.

a. Bukti kenaikan Kristus

Peristiwa ini disaksikan oleh lebih dari 500 orang di bukit Zaitun (1 Kor 15:6).

Kenaikan Kristus dilukiskan dalam Mrk. 16:19, Luk. 24:51, dan Kis. 1:9. Ini

juga disebutkan dalam Kis. 2:33, di mana Petrus mengatakan bahwa bukti

kenaikan Kristus yaitu  fakta bahwa Ia mengirim Roh Kudus, yang disaksikan

oleh begitu banyak orang pada hari Pentakosta. Petrus selanjutnya menekankan

bahwa kenaikan Kristus yaitu  menggenapi Maz. 110:1 di mana Tuhan berkata,

―Duduklah   di   sebelah   kanan-Ku.‖  Paulus  memberi   tekanan   kepada

kebenaran yang  sama   dalam  Efs.   4:8  di   mana  ia   mengatakan  bahwa

Kristus  ―naik   ke tempat tinggi … dan Ia memberikan pemberian-pemberian

kepada  manusia.‖ Kitab  Ibrani  mendorong  orang  yang  percaya  untuk  datang

mendekat  ke tahta kasih   karunia   dengan   percaya   diri   sebab    ―kita

sekarang  memiliki    Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit,

yaitu  Yesus,  Anak  Allah‖  (Ibr. 4:14). Petrus mengatakan bahwa orang yang

percaya diselamatkan melalui permohonan kepada Tuhan yang sudah bangkit

dan naik ke sorga (I Pet. 3:22).

b. Pentingnya Kenaikan Kristus yaitu :

1) Kenaikan  Kristus  ke  surga  menjadi  proklamasi pemerintahan  Kristus. Ia

tidak  hanya menjadi  penguasa  atas  sekelompok orang (murid-murid-Nya),

namun    Ia   juga   berkuasa   atas   seluruh   alam   semesta.   ―Kepada-Ku

telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.‖ (Mat 28:18)

2) Kristus naik ke surga supaya Roh Kudus turun ke dunia.  Roh kudus juga

disebut sebagai Roh Kristus (Rom 8:9). Di dalam wujud Roh maka

kehadirannya  tidak  dibatasi  oleh  ruang dan waktu.  Melalui  kehadiran-Nya

dalam wujud Roh, maka Ia dapat menyertai seluruh umat-Nya kapan saja dan

di mana saja. Setiap orang  dapat berkomunikasi langsung  kepada-Nya di

dalam doa setiap saat dan di segala tempat.

72

c. Karya Kristus Sesudah Kenaikan

73

1) Kristus membangun Gereja-Nya

Pembentukan Tubuh – 1 Kor. 12:13 mengatakan bahwa Roh Kudus

membentuk Gereja, Tubuh dari Kristus; namun, Kristus sebagai Kepala dari

Gereja membimbing dan mengawasinya. Kis. 2:47 mengatakan bahwa

Kristus yaitu  yang membuahkan pertambahan dalam Gereja. Ini konsisten

dengan Kis.  1:  1  di  mana Lukas  mengatakan  bahwa Injil  yang ia  karang

menggambarkan pekerjaan yang mulai dilakukan Kristus, dengan

pengandaian bahwa pekerjaan-Nya berlanjut hingga dewasa ini dalam

membangun Gereja.

Pengarahan Tubuh – Kristus tidak saja Kepala jemaat, namun  juga memimpin

jemaat (Kol. 1:18) dengan memberikan bimbingan dan hukum tertinggi (Efs.

5:23-24). Bila kepala manusia membimbing seluruh tubuh fisik, maka

Kristus,  sebagai  Kepala jemaat,  membimbing Gereja  melalui  firman Allah

(Efs. -5:26).

Pemeliharaan  tubuh  –  Jika  orang  memelihara  tubuh  mereka,  maka  Yesus

Kristus yaitu  sumber kehidupan bagi Gereja; Ia yaitu  sarana untuk

merawatnya  menjadi  dewasa  (Efs.  5:29-30).  Kristus  dalam pekerjaan-Nya

saat ini, membawa Tubuh menuju kedewasaan.

Penyucian tubuh – Kristus terlibat dalam penyucian Tubuh. Ia membuahkan

pengudusan bagi orang yang percaya (Efs. 5:25-27). Ini menunjukkan

pengudusan progresif di mana Kristus menyucikan jemaat.

Pemberian-pemberian kepada tubuh – Kristus yaitu  sumber dari pemberian

spiritual; Roh Kudus mengaturnya (Efs. 4:8,11-13). Pemberian dikaruniakan

dengan tujuan seluruh jemaat  dapat ditingkatkan dan diperbanyak dengan

cara ini. Efs.4:11-13 menunjukkan pemberian-pemberian yang diberikan

kepada manusia sehingga Tubuh Kristus, jemaat, dapat tumbuh dewasa.

2) Kristus Berdoa bagi Orang Percaya

Perantaraan  Kristus menjamin keamanan penyelamatan  kita  – Orang yang

percaya, dapat kehilangan penyelamatannya hanya jika Kristus inefektif

dalam peran-Nya sebagai Perantara (Roma 8:34; Ibr. 7:25). Perantaraan

Kristus termasuk:

   Kehadiran-Nya di hadapan Bapa.

   Firman-Nya yang diucapkan (Luk. 22:32; Yoh. 17:6-26).

   Perantaraan-Nya terus-menerus (perhatikan waktu sekarang dari kata

kerja yang dipakai).

Perantaraan Kristus mendamaikan kita dengan persekutuan dalam hal

persekutuan   itu dipecahkan sebab    dosa   –   Kristus  disebut   sebagai

―Pengantara‖  orang   yang   percaya   (Yunani:   παπακληηοζ,   parakletos),

berarti  ―Pengacara, Pembela‖  (1 Yoh.  2:1).  ―Dalam literatur  rabbi, kata  ini

dapat   berarti orang   yang  menawarkan  bantuan  hukum  atau  orang  yang

bertindak sebagai penengah untuk kepentingan  orang  lain  …  kata  ini  tanpa

diragukan  berarti  ―pengantara‖  atau

―dewan pembela‖ dalam konteks  hukum.‖

Kristus menyediakan tempat  di sorga bagi kita (Yoh. 14:1-3) – Dalam

kemuliaan, Kristus menyediakan banyak tempat tinggal di rumah Bapa.

Gambarannya ialah seperti  seorang ayah oriental  yang kaya,  yang menambah

ruangan tambahan ke rumahnya yang sudah besar agar dapat mengakomodasi

anak-anaknya yang sudah berkeluarga. Ada tempat bagi mereka semua.

Kristus menghasilkan buah dalam kehidupan orang yang percaya (Yoh.

74

15:1-7) – Seperti sebuah pokok anggur terikat kepada ranting-rantingnya dan

75

mengambil kehidupan dan perawatan dari ranting-ranting untuk

mempertahankan hidup dan menghasilkan buah, maka orang yang percaya diukir

ke dalam kesatuan spiritual dengan Kristus untuk mendapat perawatan spiritual

dari Kristus. Buah spiritual akan merupakan hasilnya.

d. Pekerjaan Kristus Yang Akan Datang

Pengharapan yang ada dalam Kitab Suci yaitu  restorasi terakhir dari semua hal

di bawah Mesias. Dalam satu tahap kedatangan-Nya akan menggenapi

pengharapan mulia dari gereja, suatu peristiwa kebangkitan dan persatuan

kembali  (1 Kor.  15:51-58;  1  Tes.  4:13-18;  Tit.  2:13);  dalam tahap yang lain

kedatangan-Nya akan menghakimi bangsa-bangsa yang tidak percaya dan setan

(Why. 19:11-21), dan akan menjadi pertolongan bagi bangsa-bangsa-Nya,

Israel, dan pengangkatan pemerintahan millenium (Mi. 5:4; Za. 9: 10).

e. Kedatangan Kristus Yang Kedua kali

Kedatang Kristus yang ke dua  kali terjadi pada akhir jaman. Peristiwa ini

disebut sebagai  hari  kiamat.  Pada kedatangan-Nya yang ke dua ini  Ia datang

sebagai Hakim dan Raja. Sebagai Hakim, Ia mengadili setiap manusia. Ia

menghukum orang-orang yang berdosa. Dan Ia menyelamatkan orang yang

percaya kepada-Nya. Sebagai Raja, Ia memimpin, mengembalakan dan

menyelamatkan umat-Nya.

Firman Tuhan telah  memperingatkan  bahwa kedatang-Nya kedua kali  seperti

kedatangan  seorang pencuri.  Artinya,  tidak  ada  seorangpun yang tahu  waktu

kedatangan-Nya. Kedatangan-Nya terjadi secara tiba-tiba, seperti kilat yang

datang   tanpa   di   sangka-sangka.   ―namun    hari   Tuhan   akan   tiba   seperti

pencuri.  Pada hari  itu  langit  akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat  dan

unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada

di  atasnya akan   hilang   lenyap‖  (2Pet   3:10).   ―sebab    itu   ingatlah,

bagaimana   engkau telah  menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan

bertobatlah! sebab  jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti

pencuri  dan  engkau  tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang

kepadamu.‖ (Wahyu 3:3).

Pada saat kedatangan-Nya ke ke dua kali ini akan terjadi kegentaran besar pada

diri orang-orang berdosa sebab  takut dan tidak tahan menghadapi penghakiman

dan   murka   Allah.   ―Mereka   berkata   kepada   gunung-gunung   dan   kepada

batu-  batu  karang  itu:  "Runtuhlah  menimpa  kami  dan  sembunyikanlah  kami

terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu."

(Wahyu 6:16).

Dan dipihak lain,  terjadi  suka cita  besar pada diri  setiap orang yang percaya

kepada-Nya, sebab  hari penyelamatannya telah tiba;  segala penderitaan telah

berakhir,   dan  hidup penuh damai sejahtera   dengan  Allah selama-lamanya.

―Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan

ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab

segala sesuatu yang lama itu telah berlalu" (Wahyu 21:4).

76

IX. PNEUMATOLOGI : Pengajaran Tentang Roh Kudus

A. Personalitas Roh Kudus

Istilah ini diturunkan dari Yunani kata Pneuma (πνεῦμα), yang menunjukkan "nafas"

atau "Roh"dan secara metaforis menggambarkan makhluk atau pengaruh non-material.

Istilah bahasa Inggris pneumatologi berasal dari dua kata Yunani: πνεῦμα (pneuma,

semangat) dan λόγορ (logo, mengajar tentang). Pneumatologi mencakup studi tentang

pribadi Roh Kudus, dan pekerjaan Roh Kudus.

Problem dalam pikirkan banyak orang yaitu  personalitas dapat eksis hanya dalam diri

manusia, sebab  personalitas hanya dapat direlasikan dengan keberadaan yang terbatas

bukan pada yang tidak  terbatas.  sebab   manusia  diciptakan  berdasar  gambar  Allah,

maka masuk akal untuk mengharapkan karakteristik yang mirip antara Allah dan manusia.

sebab    itu  ―yaitu   mungkin     untuk  membentuk  suatu  konsep  personalitas  Ilahi

melalui suatu studi tentang manusia,  membentuk suatu konsep personalitas  Ilahi melalui

suatu  studi tentang  manusia,  sebab   manusia  menusia  diciptakan  dalam  rupa  Allah.

Personalitas secara sederhana dapat dijabarkan sebagai yang memiliki akal budi, emosi dan

kehendak; sebab  itu, dengan mendemonstrasikan bahwa Roh Kudus memiliki akal budi,

emosi dan kehendak,  maka  dapat  terlihat  bahwa  Ia  yaitu   suatu  pribadi  dan  memiliki

personalitas. Roh kudus  kadang-kadang disebut  sebagai ―sesuatu‖  atau sekadar  sebagai

suatu pengaruh namun  suatu pribadi, yang memiliki karakteristik personalitas.

1. Atribut-Nya Mengonfirmasi Personalitas-Nya

Akal   budi.   Roh   Kudus   memiliki  akal  budi  sebab    dikatakan   bahwa   ―Roh

Kudus menyelidiki segala sesuatu‖ (1Kor. 2:10).

a. Pengetahuan. Tidak seorang manusia pun memiliki kesadaran dan pengatahuan

dari pikiran Allah, namun  Roh Kudus memahami pikiran Allah (1Kor. 2:11).

b. Pikiran.  Bahkan  sebagaimana  Roh  Kudus  mengenal  Bapa,  demikian  pula  Bapa

mengenal   pikiran   Roh  Kudus   (Rm.   8:27).   Efesus   4:30   memerintahkan,

―jangan mendukakan Roh Kudus dari Allah.‖ Konteksnya menekankan bahwa Roh

Kudus didukacitakan pada waktu orang percaya berdosa dengan berdusta (ay.25),

merasa marah (ay.26), dengan mencuri atau bermalasan (ay.28) atau mengatakan

kata-kata yang tidak baik (ay.29).

c. Kehendak.  Roh Kudus  memiliki  kehendak,  mengindikasikan  Ia  memiliki  kuasa

yang berdaulat dalam pemilihan dan keputusan

2. Karya-Nya Mengonfirmasi Personalitas-Nya

a. Roh Kudus mengajar (Yoh.14:16).

b. Roh Kudus bersaksi. (Yoh 15:26).

c. Roh Kudus membimbing (Yoh. 16:13).

d. Roh Kudus meyakinkan (Yohanes 16:8).

e. Roh Kudus menjadi pendoa syafaat (Rm. 8:26).

f. Roh Kudus memerintah. (Kisah Para Rasul 13:2).

3. Posisi-Nya Mengonfirmasi Personalitas-Nya

a. Roh Kudus dapat didukakan. Roh Kudus dapat didukakan pada waktu orang

percaya berdosa (Lih. Pembahasan sebelumnya; lih. Yes. 63:10).

b. Roh   Kudus   dapat dihujat. Penghujatan biasanya dipikirkan sebagai sesuatu

melawan Allah Bapa (Lih. Why. 13:6; 16:9).

c. Roh Kudus dapat ditolak.

d. Roh Kudus dapat didustai. (Kis. 5:3).

e. Roh Kudus dapat ditaati. (Kisah Para Rasul 10 )

77

4. SEBUTAN-NYA MENGONFIRMASINYA KEPRIBADIAN-NYA

Kata Yunani untuk Roh Kudus yaitu  pneuma yang yaitu  kata netral.  Setiap kata

ganti yang digunakan untuk menggatikan pneuma sewajarnya yaitu  netral juga.

Namun, para penulis Alkitab tidak mengikuti pola tata bahasa; melainkan,  mereka

menggatikannya dengan kata ganti maskulin yang ditujukan pada Roh Kudus.

Pergantian  tata  bahasa  yang  memiliki  tujuan  ini  menekankan  kepribadian  dari  Roh

Kudus.  Seharusnya tidak  ada alasan untuk mengganti  bentuk netral  pada maskulin

kalau Roh Kudus tidak dipahami sebagai yang berkepribadian.

B. Keilahian Roh Kudus

Keillahian Roh Kudus tidak dapat dipisahkan dari doktrin Trinitas. Suatu penyangkalan

akan salah satu berarti penyangkalan pada yang lainnya, kepercayaan pada Trinitas

mengharuskan suatu kepercayaan pada keillahian Roh Kudus.

1. Sebutan Ilahi Untuk Roh Kudus

Sebutan Roh Allah membuktikan relasi-Nya dengan Bapa dan Putra dan Roh Kudus

dan juga  meneguhkan keillahian-Nya.  ―Pada  saat  Ia  disebut  ―Roh Allah‖  hal itu

berarti  Ia  yaitu   pribadi  Allah  yang  sejati.  1  Korintus 2:11  dengan  jelas

memperlihatkan bahwa sebagaimana manusia dan rohnya yaitu  satu dan merupakan

keberadaan yang sama, demikian pula Allah dan Roh-Nya yaitu  esa ‖

2. Atribut Ilahi Roh Kudus

a. Hidup (Rm. 8:2). Hidup merupakan suatu atribut illahi (Yos. 3:10; Yoh. 1:4; 14:6;

1Tim. 3:15).

b. Mahatahu (1 Kor 2:10-12).

c. Mahakuasa (Ayub 33:4).

d. Mahahadir (Mzm. 139:7-10; Yoh. 14:17).

e. Kekal (Ibr. 9:14).

f. Kekudusan (Mat. 12:32).

g. Kasih (Gal. 5:22).

h. Kebenaran (Yoh. 14:17).

3. Karya Ilahi Dari Roh Kudus

a. Penciptaan (Kej. 1:2). Kejadian 1:2 menunjukkan bahwa Roh Allah turut

memikirkan tentang penciptaan, dan menjadikannya hidup.

b. Kelahiran Kristus  (Mat.  1:20).  Keterlibatan  Roh Kudus dalam kehamilan  Maria

memastikan ketidakberdosaan Kristus sebagai manusia. Kristus dalam keillahian-

Nya yaitu  kekal, namun  Roh Kudus melahirkan natur manusia Kristus yang tanpa

dosa.

c. Inspirasi Kitab Suci (2Ptr. 1:21). Ada suatu analogi antara Roh Kudus melahirkan

kemanusiaan Kristus dan Roh Kudus mensupervisi penulis Kitab Suci;

sebagaimana Roh Kudus terlihat dalam kehamilan Maria, dan menjamin

ketidakberdosaan  kemanusiaan  Kristus,  demikian  pula  Roh Kudus mensupervisi

penulis manusia untuk menjamin ketidakbersalahan Kitab Suci.

d. Regenerasi (Tit. 3:5). Meregenerasikan berarti memberikan kehidupan.

e. Perantara (Rm. 8:26). Kristus yaitu  perantara orang percaya, demikian pula Roh

Kudus.

f. Pengudusan (2Tes. 2:13).

g. Penolong orang-orang kudus (Yoh. 14:16).

4. Prosesi Ilahi Dari Roh Kudus

Relasi Roh Kudus dengan anggota lain di Trinitas diekspresikan dengan istilah prosesi, 

menunjukkan Roh Kudus berasal dari Bapa dan Putra. Ada beberapa indikator yang

78

mengajukan   doktrin   prosesi  dari  Roh  Kudus.  Semua   yang  berbicara   tentang

―Roh Allah‖ menegaskan prosesi Roh Kudus di mana Ia yaitu  Roh yang berasal dari

Bapa dan Putra secara kekal.

C. Representasi Roh Kudus

1. Merpati

Merpati menggambarkan Roh Kudus turun atas Kristus pada saat awal pelayanan-

Nya di muka umum dan sebab  itu menekankan kuasa dari Roh Kudus atas Kristus

dalam pekerjaan-Nya. Merpati itu juga melambangkan kemurnian (lihat. Mat. 10:16)

dan suatu reprentasi dari damai.

2. Jaminan

2 Korintus  1:22 Paulus  mengatakan bahwa  Allah  ―memberikan Roh Kudus  di

dalam hati kita sebagai sebuah jaminan.‖

3. Api

Pada  hari Pentakosta  ―lidah api‖  dibagikan dan tinggal di atas  para Rasul (Kis.

2:3). Api ini juga melambangkan penghakiman Allah (Lih. Im. 10:2).

4. Minyak

Minyak yaitu  tipologi Roh Kudus sebagaimana praktik di PL di mana pengurapan

para imam dan raja-raja merupakan tipologi dari pelayanan Roh Kudus.

5. Meterai

Roh Kudus dilihat sebagai meterai bagi orang percaya (2Kor. 1:22; Ef. 1:13; 4:30).

Sebuah  meterai  berarti  memastikan  atau  mengeratkan  suatu  batu  dengan  meterai

sebagaimana di Matius 27:66 oleh otoritas Romawi.

6. Air

Air yaitu  suatu tanda dari Roh Kudus yang menunjuk pada hidup kekal (lih. 4:14;

7:37-39). Air menandai suatu penerimaan Roh Kudus (Yeh. 36:25-27; Yoh 7:39).

7. Angin

Angin merupakan presentasi yang paling alamiah dari Roh Kudus sebab  kata Roh

(Yunani pneuma) yang diterjemahkan angin demikian pula roh. Yesus

membandingkan kelahiran oleh Roh Kudus dengan angin (Yoh. 3:8).

D. Roh Kudus Dalam Pewahyuan Dan Inspirasi

1. Defenisi

Wahyu, Dalam kebenarana biblikal wahyu berarti Allah menyatakan kepada

manusia sesuatu yang kalau tidak manusia tidak akan mengetahuinya (Lih. Yeh 2:2;

8:3).   Inspirasi,   Inspirasi   biblikal   dapat   dijelaskan   sebagai   ―pimpinan   Allah

atas  penulis manusia, sehingga dengan memakai  kepribadian mereka masing-

masing. Mereka menyusun dan mencatat  tanpa salah wahyu-Nya kepada manusia

dalam kata-kata penulisan aslinya. Perbedaan wahyu dan inspirasi dapat dinyatakan

sebagai  berikut,  wahyu menunjukkan  pada materi  sedangkan inspirasi  menunjuk

pada metode.

2. Penyalur Wahyu

Nabi-nabi Perjanjian Lama. Berita nabi PL tidak berasal dari dirinya sendiri. Ia

hanya alat di mana melaluinya Allah berbicara kepada orang-orang; ia dipimpin oleh

Roh Kudus untuk menyampaikan beritanya (Lih. Yer. 1:2, 4, 9, 11, 17).Roh Kudus.

Para nabi  di  PL biasanya yaitu   alat  Allah untuk menyatakan diri-Nya dan Roh

Kudus yang memimpin penulis Kitab Suci. 2 Petrus 1:21 mengindikasikan bahwa

Roh Kudus yang membimbing para nabi PL, menjaga kata-kata mereka dari

kesalahan.

79

3. Metode Pewahyuan

a. Secara lisan. Ada sejumlah contoh di mana Allah berbicara secara lisan kepada

mereka orang-orang di PL. Misalnya: Abraham (Kej. 18:13, 17); kepada Musa

(Kel. 19:9: 20:1 dst).

b. Mimpi. Pernyataan melalui mimpi-mimpi kelihatannya model wahyu yang

paling  sedikit,  misalnya:  Allah  berbicara melalui  mimpi  kepada Abimelekh

(Kej. 20:3); Yakub (Kej.31:10-13); Yusuf (Kej. 37:5-9); Nebukadnezar (Dan.

2).

c. Visi.  Visi kelihatannya kategori yang lebih tinggi dari wahyu. Nabi seringkali

menerima visi. Contoh Abraham (Kej. 15:1); Natan (1Taw. 17:15); Yehezkiel

(Yeh. 1:1); Daniel (Dan. 8:1).

d. Theofani. Theofani berasal dari kata Yunani theos (Allah) dan phanein (tampil);

jadi,  suatu  theofani  yaitu   penampilan  Allah. Contoh  theofani  di  PL yaitu 

kepada Abraham (Kej.  18);  kepada Yosua (Yos. 5:14);  kepada Gideon (Hak.

6:22); kepada Daniel (Dan. 6:22).

4. Insipirasi Di Perjanjian Lama

Roh Kudus sendiri yaitu  alat dari semua inspirasi Alkitab. Penulis PL sadar bahwa

Roh Kudus membimbing penulisan mereka (2Sam. 23:2-3).  Ditekankan sebanyak

empat kali dalam bagian ini bahwa Allah berbicara kepada Daud. Kristus

mengajarkan bahwa para penulis PL dibimbing oleh Roh Kudus (Mrk. 12:36).

Dalam mengutip   Mazmur   110, Yesus  menyerukan   bahwa   Daud berkata-kata

―dalam Roh Kudus‖. Yesus mendasari argumentasiNya atas kata-kata Daud sebagai

yang diinspirasikan  oleh  Roh  Kudus.  Para  Rasul  mengajarkan  para  penulis  PL

dibimbing oleh Roh Kudus (Kis. 1:16; 4:24-25;  28:25).

5. Inspirasi Di Perjanjian Baru

Kristus menegaskan inspirasi PB. Kristus memprediksi para rasul akan dijaga

penulisannya, sehingga memampukan mereka untuk menulis tanpa salah, dan

mereka akan mengingat semua yang telah Ia katakan kepada mereka (Yoh. 14:26;

16:14). Roh Kudus membimbing para penulis PB dengan cara sebagai berikut: (1) Ia

menolong para penulis untuk mengingat fakta-fakta dari pengajaran Kristus. (2) Ia

memampukan mereka untuk mengerti secara teologis apa yang mereka tulis. (3) Ia

menjamin kepenuhan penyelesaian seluruh PB. Para penulis PB menyadari bahwa

mereka sedang menulis Kitab Suci. Di 1 Korintus Paulus menegor orang Korintus

atas sejumlah kesalahan ditengah jemaat  dan memberikan kepada mereka koreksi

untuk kesalahan-kesalahan mereka. Ia menutup dengan mengingatkan Korintus

―bahwa   apa   yang  ku  katakan  kepadamu  telah  diperintah  Tuhan‖   (1Kor.

14:37).  Paulus menyadari bahwa ia sedang menulis Firman Tuhan kepada orang

Korintus.

E. Pelayanan Roh Kudus

1. Regenerasi

Yohanes 3 Yesus menjelaskan kelahiran baru (yang melibatkan regenerasi) kepada

Nikodemus, mengingatkan dia bahwa hal-hal itu telah diajarkan di PL dan sebab  itu

ia seharusnya telah mengetahuinya (Yoh. 3:10). Dalam semua itu Yesus

kelihatannya menunjuk pada Yehezkiel 36 sebab  kedua bagian itu melibatkan suatu

diskusi dari air dan Roh. Di Yehezkiel 11:19 dan 36:25-27 menjanjikan Israel suatu

pengalaman regenerasi di Milenium. Allah akan memberikan mereka hati yang baru

dan roh  yang baru  – Ia  akan menempatkan  Roh-Nya di  tengah mereka;  Ia  akan

meregenerasi  mereka.  Meskipun bagian Firman Tuhan ini  berbicara tentang masa

80

yang akan datang, orang-orang percaya di PL juga akan mengalami regenerasi. Di

81

Yehezkiel   18:31   orang-orang   itu   diperintahkan   untuk   ―perbaharuilah   hatimu

dan rohmu‖. Kedua frasa paralel yaitu  Yehezkiel 36:25-27 demikian pula Yohanes

3:5 dan menunjukkan bahwa orang percaya di PL di regenerasi  oleh Roh Kudus

(Lih. Maz. 51:12).

2. Roh Kudus Mendiami Manusia Secara Selektif

Yohanes  14:16-17 Yesus  mengindikasikan  bahwa setelah  Pentakosta,  Roh Kudus

akan memulai suatu pelayanan baru bagi orang-orang percaya yang tidak sama

dengan yang di PL. Penekanan dari bagian itu yaitu  pelayan baru tentang didiami

(kontras dengan Roh Kudus sekadar bersama dengan mereka) dan bersifat

permanen. Janji yang diberikan di PB meliputi  semua orang percaya dan sifatnya

permanen, sedangkan di PL sifatnya selektif dan sementara. (1) Roh Kudus

mendiami  sebagian orang di PL. Roh Kudus mendiami  Yosua (Bil. 27:18),  dan

Daud (1Sam. 16:12-13). (2) Roh Kudus turun atas sebagian orang di PL.

3. Menahan Dosa

Kejadian  6:3  mengindikasikan  pergumulan  atau  penahanan Roh Kudus atas  dosa

terbatas, sebab  manusia menolak untuk menaati pelayanan Roh Kudus dalam

meyakinkan orang. Dalam konteks ini, Allah menghakimi manusia dengan air bah

Nuh.  Bagi  mereka yang  berpegang pada  pengangkatan  pratribulasi,  suatu  paralel

dapat dilihat di PL dan PB.

4. Kemampuan Untuk Melayani

Di PL, Roh Kudus diberikan pada waktu memilih seseorang untuk melaksanakan

tugas tertentu. Kemampuan yang diberikan termasuk: kemampuan untuk

mengerjakan pekerjaan artistik untuk Tabernakel dan Bait Suci, diberikan pada

Bezaleel (Kel. 31:2-5; 35:30-35) dan Hiram (1Raj. 7:14); kemampuan untuk

memimpin bangsa, diberikan kepada Yosua (Bil. 27:16-18), Saul (1 Sam 10:10), dan

Daud (1Sam16:13); kemampuan dalam peperangan, diberikan kepada Otniel (Hak.

3:10), Gideon (Hak. 6:34), dan Yefta (Hak. 11:29); dan kekuatan ekstra secara fisik,

diberikan kepada Simson (Hak. 14:19).

5. Relasi Roh Kudus Dengan Kristus

Yesaya bernubuat bahwa Roh Kudus akan tinggal pada Mesias (42:1), dan

memberikan hikmat, kekuatan dan pengatahuan kepada-Nya dalam pelayanan-Nya.

(11:2-3). Narasi Injil terus menerus mencerminkan kuasa dari Roh Kudus atas

Kristus dalam pelayananNya untuk menggenapi nubuat Yesaya. Hal itu berarti

bahwa Kristus tidak memiliki kuasa pada diri-Nya sendiri; Ia juga memiliki kuasa

(Yoh. 10:18). Fakta bahwa Ia melayani dengan kuasa Roh Kudus menekankan

kesatuan dari Trinitas (Lih. Juga Yoh. 5:31-33; 6:29; 8:18; 10:37-38, dll).

6. Kelahiran Dari Anak Dara

a. pemicu . Matius dan Lukas menekankan pelayanan Roh Kudus yang

memicu   kehamilan Maria. Pernyataan  itu  menekankan  asal  mula.  Asal

mula kelahiran Yesus bukan melalui Yusuf melainkan melalui Roh Kudus. Luk.

1:35,    memakai    istilah   ―turun   atas‖   dan   ―menaungi‖   untuk

menjelaskan  pelayanan  dari  Roh  Kudus  dalam  kaitannya  dengan  kehamilan

Maria. Istilah yang  sama  ―turun  atas‖  (Yunani  eperchomai)  digunakan  juga

pada  waktu Roh Kudus turun atas para rasul di hari Pentakosta (Kis.1:8).

b. Akibat-akibatnya

1) Kristus memiliki natur manusia.

Kristus  sebagai  Pribadi sudah  ada  sejak  kekekalan  dalam keillahian-Nya;

namun demikian, natur manusia, natur manusia Kristus berawal dalam

kandungan Maria.

82

2) Natur manusia Kristus tanpa dosa.

Meskipun Kristus memiliki natur manusia yang seutuhnya, namun Ia tanpa

noda dosa. Meskipun Ia lahir dari seorang ibu manusia, kehamilan oleh Roh

Kudus menjamin ketidakberdosaan dari Kristus.

3) Natur manusia Kristus memicu  keterbatasan manusiawi.

Meskipun Kristus  tanpa  dosa,  kelahiran  dari  anak dara  memicu   Ia

memiliki  natur  manusia yang sesungguhnya.  Kristus  lelah  (Yoh.  4:6);  Ia

tidur (Mat.8:24); Ia menangis (Yoh. 11:35).

7. Kehidupan Dan Pelayanan Kristus

a. Roh Kudus mengurapi Kristus.

Lukas 4:18 mengindikasikan Kristus diurapi oleh Roh Kudus, yang

kemungkinan besar  terjadi  pada saat  pembaptisan-Nya saat   itu  Roh Kudus

terlihat turun atas Kristus.

b. Roh Kudus memenuhi Kristus.

Lukas mengindikasikan Yohanes Pembaptis, pembuka jalan, dipenuhi oleh Roh

Kudus pada waktu ia masih dalam kandungan ibunya. Mesias tentu saja

dipenuhi oleh Roh Kudus paling tidak sama dengan apa yang terjadi pada

pembuka   jalan dari Mesias.   Di Lukas 4:1 dikatakan, ―Yesus, yang penuh

dengan Roh Kudus .... lalu dibawa oleh Roh Kudus.‖

8. Kematian Kristus

Bukan hanya Roh Kudus yang berperan dalam pemberadaan kemanusiaan Kristus

serta  pemberian kuasa pada  Kristus dalam pelayanan-Nya  di dunia,  namun Roh

Kudus juga berperan dalam kematian Kristus (Ibr. 9:14). Catatan Alkitab

mengindikasikan‖ setiap pribadi Trinitas memiliki bagian dalam tindakan

kebangkitan yang akbar itu. Kristus dibangkitkan oleh kuasa Allah Bapa (Ef. 1:19-

20; Mzm. 16:10), namun demikian Kristus juga memiliki kuasa untuk

membangkitkan diri-Nya sendiri (Yoh. 10:18). Roh Kudus juga terlibat dalam

mengefektifkan kebangkitan Kristus.

F. Dosa Melawan Roh Kudus

1. Latar Belakang Sejarah

Meskipun Kitab Suci berbicara tentang dosa melawan Roh Kudus sebagai

memadamkan (1Tes. 5:19) dan mendukakan (Ef. 4:30), namun menghujat Roh

Kudus   yang  biasanya   ada   dalam  pikiran  kita   pada   waktu  ―dosa‖  melawan

Roh Kudus disebut. Dalam membahas dosa melawan Roh Kudus (Mat. 12:31-32)

yaitu  penting untuk mempertimbangkan latar belakang sejarah tentang dosa yang

dilakukan. Yesus telah menyatakan diri-Nya sendiri pada bangsa Israel melalui

pengajaran-Nya (Mat. 5-7) dan mukjizat-mukjizat-Nya (Mat.8-10). Dalam konteks

ini Yesus mendeklarasikan penghujatan melawan Roh Kudus tidak akan pernah

diampuni.

2. Penjelasan

Dosa melawan Kristus. Dosa melawan Roh Kudus melibatkan juga dosa melawan

Kristus. Inti persoalannya dinyatakan di Matius 12:24. Para pemimpin agama telah

mendengar Kristus mengajar dan telah melihat mukjizat-mukjizat-Nya, namun 

evaluasi mereka tentang Kristus yaitu  bahwa Ia melakukan mukjizat dengan kuasa

setan. Itu yaitu  dosa mereka melawan Kristus. Dosa melawan Roh Kudus. Orang

yang telah ditaruh Roh-Nya oleh Allah (12:18) telah disebut bekerja melalui kuasa

Setan oleh orang Farisi.

83

G. Baptisan Sebagai Karya Roh Kudus

Defenisi, Baptisan Roh Kudus dapat dijabarkan sebagai pekerjaan di mana Roh Kudus

menempatkan orang percaya ke dalam persekutuan dengan Kristus dan ke dalam

persekutuan dengan orang percaya lain dalam tubuh Kristus (1Kor. 12:13).

1. Baptisan Roh Kudus yaitu  unik bagi zaman gereja.

2. Baptisan Roh Kudus mencakup semua orang percaya pada masa itu.

3. Baptisan Roh Kudus membawa orang percaya ke dalam persekutuan dengan orang

percaya yang lain dalam Tubuh Kristus.

4. Baptisan Roh Kudus membawa ornag percaya ke dalam persekutuan dengan Kristus.

5. Baptisan Roh Kudus bukan suatu pengalaman.

6. Baptisan Roh Kudus dilakukan oleh Roh Kudus.

H. Penyertaan Roh Kudus

1. Fakta Penyertaan

a. Roh Kudus yaitu  suatu karunia.

b. Roh Kudus diberikan pada waktu keselamatan.

c. Orang yang tidak memiliki Roh Kudus yaitu  orang yang tidak percaya.

d. Roh Kudus tinggal dalam ornag percaya yang hidup dalam kedagingan.

e. Roh Kudus tinggal pada diri orang percaya secara permanen.

2. Masalah Berkaitan Dengan Penyertaan/Didiami Oleh Roh Kudus

a. Ada sejumlah teks Alkitab yang membangkitkan masalah dengan pengajaran di

PB tentang pendiaman secara permanen oleh Roh Kudus. Beberapa di antaranya

perlu mendapatkan perhatian khusus.

b. Kisah Para Rasul 5:32.  Petrus tidak mengajarkan sebagai suatu kondisi  untuk

pendiaman Roh Kudus, namun  Petrus  memakai    ―taat‖  sebagai suatu

sinonim untuk percaya.

c. Kisah Para Rasul 8:14-17. Ini yaitu  suatu situasi yang unik selama transisi dari

Hukum Taurat  ke  anugerah dan dari  Israel  ke gereja.  Harus  ada  bukti  yang

terang bahwa orang Samaria juga menerima Roh Kudus sama halnya dengan

orang Yahudi.

I. Pemeteraian Oleh Roh Kudus

1. Defenisi,  Pemeteraian oleh Roh Kudus yaitu  salah satu dari banyak karya Allah

yang ditujukan pada  orang percaya untuk menjamin keselamatannya  (Lih.  2Kor.

1:22;  Ef.  1:13;  4:30).  2 Korintus  1:22 mengatakan Allah  ―memeteraikan tanda

milik- Nya atas kita dan memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan

dari semua yang telah disediakan untuk kita‖.

2. Penjelasan, Ide prinsipil dari meterai yaitu  kepemilikan. Orang percaya

dimeteraikan oleh Roh Kudus untuk menyatakan bahwa orang percaya yaitu  milik

Allah. pemeteraian itu sifatnya permanen, dengan memandang pada glorifikasi

terakhir pada orang percaya (Ef. 4:30). Jadi, pemeteraian itu bukan hanya

menekankan kepemilikan melainkan juga jaminan. Roh Kudus mengabsahkan

bahwa orang percaya secara permanen yaitu  milik Allah.

J. Karunia-Karunia Roh Kudus

Ada dua kata Yunani yang secara umum digunakan untuk menjabarkan karunia-karunia

rohani.   Pertama   yaitu    pneumatikos,   artinya   ―hal-hal  rohani‖   atau   ―sesuatu

yang dikaitkan dengan Roh Kudus‖. Kata ini menekankan natur rohani dan asal-usul

dari karunia Roh; mereka bukan bakat alamiah namun  berasal dari Roh Kudus.

84

Mereka

85

secara supranatural diberikan kepada orang percaya oleh Roh Kudus (1Kor. 12:11).

Kata lain yang sering digunakan untuk mengidentifikasi karunia rohani yaitu  charisma

artinya  ―pemberikan  berdasar   anugerah‖.  Kata  charisma  menekankan  bahwa

satu  karunia rohani yaitu  pemberian berdasar  anugerah Allah; hal itu bukan

perkembangan kemampuan secara alamiah melainkan suatu pemberian yang

dilimpahkan kepada orang percaya (1Kor. 12:4).

1. Penjelasan Dari Karunia-Karunia

Dua konsep tercakup dalam karunia-karunia rohani. Pertama, karunia rohani pada

seseorang yaitu  perlengkapan dari Allah bagi pelayanan rohani secara individu

(1Kor. 12:11). Kedua, suatu karunia rohani bagi gereja yaitu  di mana secara unik

seseorang diperlengkapi bagi pendidikan dan pendewasaan gereja (Ef. 4:11-13).

2. Deskripsi Karunia-Karunia Rohani

a. Rasul  (Ef.  4:11).  Kata  rasul  berasal  dari  apo  yang  berarti  ―dari‖,  dan

stello yang  berarti  ―mengutus‖.  Jadi,  seorang  rasul  yaitu   seseorang  yang

―diutus dari‖.

b. Nabi (Roma 12:6). Karunia bernubuat disebutkan di Roma 12:6, 1 Korintus

12:10 dan Efesus 4:11. Seorang rasul menerima informasinya melalui wahyu

secara langsung dari Allah, Seorang nabi menerima wahyu secara langsung

dari Allah mengajar ornag-orang untuk mendidik, menasehati, dan menghibur

mereka (1Kor. 14:3).

c. Mukjizat  (1Kor.  12:10).  Karunia  mukjizat  (1Kor.12:10,  28)  yaitu   karunia

yang   lebih   luas  dari   karunia   menyembuhkan.   Kata   mukjizat   berarti

―kuasa‖ atau ―suatu karya dari kuasa‖.

d. Kesembuhan (1Kor. 12:9). Kata yang digunakan yaitu  bentuk jamak (Yunani

iamaton,    ―kesembuhan-kesembuhan‖)    dalam    1    Korintus    12:9.

Karunia kesembuhan melibatkan kemampuan seseorang untuk menyembuhkan

orang lain dari segala bentuk penyakit.

e. Karunia bahasa lidah (1Kor. 12:28). Bahasa lidah merupakan bagian dari masa

mukjizat Kristus dan para rasul dan itu dibutuhkan, bersamaan dengan karunia

mukjizat, sebagai tanda keotentikan dari rasul-rasul (2Kor. 12:12).

f.Penafsiran bahasa lidah (1Kor. 12:10). Karunia menafsirkan bahasa lidah

meliputi kemampuan supranatural dari seseorang dalam jemaat untuk

menafsirkan bahasa asing yang dikatakan oleh seseorang yang memiliki

karunia bahasa lidah.  Bahasa itu  akan diterjemahkan ke dalam bahasa yang

dimengerti oleh orang-orang yang hadir.

g. Penginjilan (Ef. 4:11). Kata euanggelistas ditulis dalam bahasa Inggris sebagai

evangelists,  yang berarti ―seseorang yang memproklamasikan  kabar baik‖.

h. Pendeta-Pengajar  (Ef.  4:11).  Pernyataan  di  Efesus  4:11  memaksudkan  satu

karunia, bukan dua karunia. Kata pendeta (Yunani poinenas) secara harafiah

berarti ―gembala‖  dan digunakan  hanya di sini   sebagai satu karunia.

i. Pengajar (Rm. 12:7; 1Kor. 12:28). Seorang pendeta juga yaitu  seorang

pengajar, namun  seorang pengajar tidak harus seorang pendeta.

j. Melayani (Rm 12:7). Kata Melayani (Yunani diakonia) yaitu  kata umum untuk

melayani orang lain.

k. Menolong (1Kor. 12:28). Kata Menolong (Yunani antilempsis) menunjuk pada

―perbuatan   yang   berguna,   membantu.   Arti   dasar   kata   itu   yaitu 

melakukan sesuatu bagi orang lain‖.

l. Iman (1Kor. 12:9). Sementara semua orang percaya memiliki iman yang

menyelamatkan (Ef. 2:8) dan harus memperlihatkan iman itu untuk membuat

86

mereka tetap dalam perjalanan spiritual mereka (Ibr. 11), karunia iman

dimiliki hanya oleh sebagian orang percaya.

m. Menasihati   (Rm   12:8).   Kata   Menasihati   (Yunani   paraklon)   berarti

―dipanggil untuk berjalan disamping seseorang untuk menolong‖. Bentuk kata

benda ini digunakan Roh Kudus sebagai penolong orang percaya (Yoh. 14:16,

26).

n. Membedakan Roh (1Kor. 12:10). Mereka yang memiliki karunia ini diberikan

kemampuan supranatural  untuk  menentukan apakah wahyu itu  berasal dari

Allah atau wahyu itu palsu.

o. Murah hati (Rm. 12:8). Memperlihatkan kemurahan (Yunani eleon) berarti

―merasa    iba,    memperlihatkan    belas   kasihan‖.    Karunia    itu

memperlihatkan  kemurahan yang berkaitan dengan memperlihatkan belas

kasihan dan menolong orang miskin, sakit, susah dan menderita.

p. Memberi   (Rm.   12:8).    Kata   memberi   (Yunani   metadidous)   berarti

―berbagi  dengan seseorang‖,  jadi  karunia  memberi  yaitu  kemampuan yang

tidakbiasa dan kerelaan untuk berbagi materi dengan orang lain.

q. Memimpin (Rm. 12:8; 1Kor. 12:28). Kata ini dari kata Yunani kata

prohistimi,   yang   berarti   ―berdiri   atas‖,   jadi,   memimpin,   memerintah

atau membimbing. Kata itu digunakan bagi seorang penatua di 1 Tesalonika

5:12 dan 1 Timotius 5:17.

r.Hikmat   (1Kor.   12:8).   Karunia   hikmat   ―merupakan   seluruh   sistem

kebenaran  yang dinyatakan. Seseorang yang memiliki  karunia hikmat

memiliki kapasitas  untuk  kebenaran  yang  dinyatakan  oleh  Allah  dan

menyajikan  pada jemaat  Allah.  sebab   karunia  ini  berkaitan  dengan

penerimaan dan pemberian wahyu langsung dari Allah, maka karunia itu telah

berhenti bersamaan dengan selesainya kanon Kitab Suci.

s.Pengetahuan (1Kor. 12:8). Karunia pengetahuan muncul berkaitan erat dengan

karunia hikmat dan menunjuk pada kemampuan secara tepat untuk mengerti

kebenaran-kebenaran yang dinyatakan kepada para rasul dan nabi. Karunia ini

berhubungan dengan karunia dasar dari bernubuat dan mengajar, yang

berkaitan dengan mengkomunikasikan wahyu langsung Allah kepada para

rasul dan nabi (lihat 1Kor. 12:28).

K. Pemenuhan Oleh Roh Kudus

1. Defenisi,   Arti   dari   ―dipenuhi‖   (Yunani  plerousthe)   yaitu    ―penguasaan‖.

Roh  Allah  yang  menyertai  yaitu   Pribadi  yang  harus  secara  terus  menerus

mengontrol dan mendominasi kehidupan orang percaya.

2. Penjelasan, Pemenuhan oleh Roh Kudus harus terjadi sebab  dua alasan.

a. Esensial untuk kedewasaan orang percaya (1Kor. 3:1-3).

b. Essensial untuk pelayanan orang percaya     (Kis. 4:31; 9:17, 20).

3. Kondisi-Kondisi\

Ada beberapa perintah yang berhubungan dengan pemenuhan orang percaya oleh

Roh Kudus.

a. Jangan mendukakan Roh Kudus (Ef. 4:30).

b. Jangan memadamkan Roh Kudus (1Tes. 5:19).

c. Berjalan dalam Roh (Gal. 5:16).

Hasilnya

Akibat dari dipenuhi oleh Roh Kudus akan menghasilkan buah-buah Roh. Sebagai

kontras  dengan  perbuatan-perbuatan  daging  yang  dihasilkan  berdasar   berjalan

dalam   dag