l. Dalam ayat
ini kita juga ketemu nama kota Seleukia, yaitu kota pelabuhan di tepi laut di daerah
Antiokia. Dan Siprus yaitu sebuah pulau yang besar dan penting , kemungkinan besar
penginjilan dimulai dari sini berhubung sebab Siprus adalh kampung halaman Barnabas
(4:36). Jdi mungkin secara alamiah Barnabas ingin menyelamtkan orang-orang sekampung
halamannya terlebih dahulu. Salamis yaitu kota yng terletak dib gin timur Siprus dan juga
merupakan kota terbesar di Siprus. Disini juga banyak orng Yahudi tinggal, oleh sebab itu
disini ada beberapa rumah ibadat. Paulus biasanya memberitkn Injil kepada pertama-tama
orang Yahudi (Roma 1:16); tetpi biasanya Injil justru berakar di kalangan orang bukan
Yahudi yang hadir di rumh-rumah ibadat Yahudi ini . Yohanes yang disebut dalam ayat
ini yaitu Yohanes Markus, kemenakanya Barnabas (Kolose 4:10) Markus membantu kedua
missionaries itu dalam kehidupn sehari-hari sebagai asisten yang mewakili jemaat
Yerusalem dan yng terlibat dalam misi lur negeri.
Ayat 6 memberitahukan bahwa mereka mengelilingi seluruh pulau itu untuk
memberitakan Injil. Mereka tiba di Pafos, yaitu kota yang terletk di bagian barat Siprus,
disana mereka bertemu dengan seorng yang bernama Baryesus (artinya anak keselamatan).
Dia yaitu seorang nabi Palsu, biasanya pada wktu itu disebut sebagai nabi palsu itu sebab
orng itu membut pengakuan yang palsu, dia membut pengakun bhwa dia yaitu nabi
padahal dia yaitu tukang sihir dn tukang ramal.
Ayat 7 menjelaskan bahwa Baryesus ini yaitu seorang kawan (sahabat) dari
Sergius Paulus, dia yaitu gubernur pulau itu (Siprus). Ternyata Sergius Paulus yaitu
orang yang pintar dan dia tidak mau hanya mendengar Baryesus, namun dia juga akhirnya
mengundng Barnabas dan Saulus untuk mendengar Firman Allah.
Ayat 8 memberitahukan bahwa Baryesus yang juga disebut Elimas yang artinya
tukang ramal menghalang-halangi gubernur Sergius untuk percaya. sebab jika gubernur itu
menerima pemberitaan Barnabas dan Saulus maka kedudukannya akan terancam.
Ayat 9 Paulus yaitu nama Romawi yang berarti “kecil”. Pada ayat 9 ini disebut
Penuh dengan Roh oleh sebab itu dia dapat menghardiknya sebab ia penuh dengan Roh
Kudus. Ayat 10, yaitu berisikan kata-kata hardikan yang sangat tajam dari Paulus kepada
Baryesus. Baryesus yaitu nabi palsu yang menjadi keras dengan tipu muslihat dn
kejahatan, maka diperlukan teguran yang keras dari rasul Paulus. Tipu muslihat yaitu sifat
dasar iblis (Yoh 8:44). Ia memakai dusta untuk memutarbalikkan Firman Allah pada waktu
menggoda Hawa di Taman Eden (Kejadian 3:4-5). Tipu muslihat yaitu kaki tangan dan
pelindung kejahatan, oleh sebab itu Baryesus nabi palsu itu disebut Anak Iblis. Selanjutnya
untuk mengomentari kata Musuh segala kebenaran maka kita harus menyadari bahwa guru
kebenaran akan mengajar jalan kebenaran Allah yang ada dalam Kristus, namun guru palsu
akan bertentangan dengannya. Guru palsu akan menentang kebenaran dengan dusta dan
tipu daya.
Kemudian ayat 11, yaitu merupakan kelanjutan dari ayat 10. ayat ini menjelaskan
bahwa Paulus dapat melihat kegerakan kuasa Allah dengan mata rohani sebab dia penuh
dengan Roh Kudus, sebab itu hukuman Allah terjadi tepat seperti perkataannya. Hukuman
terhadap Baryesus lebih ringan dibandingkan yang diterima Ananias dan Safira. Ia menjadi buta
beberapa hari lamanya, hal itu menunjukkan kebajikan Allah yang penuh dengan belas
kasihan meskipun di tengah kemurkaan (Hab 3:2). Hukuman sebab murka Allah ini
ditimpakan kepadanya agar ia bertobat. Ayat 12 menjelaskan bahwa sesudah melihat hal itu
Gubernur Siprus, Sergius Paulus menjadi percaya. Kata percaya pertama kali muncul dalam
perjalanan misi mereka, sebab itu kepercayaan Sergius Paulus yaitu kelangkaan yang
harus di nilai tinggi.
Selanjutnya ayat 13 menjelaskan perjalanan Paulus dan kawan-kawannya
meninggalkan Pafos. Kata Paulus dan kawan-kawannya menunjukkan bahwa kemungkinan
besar yang menjadi pemimpin dalam perjalanan ini yaitu Paulus. Yohanes Markus kembali
ke negerinya sendiri dan meninggalkan tim misi ini; kejadian itu kurang baik bagi mereka.
Kita tidak tahu mengapa Markus melakukan demikian, namun apapun alasannya, Paulus
tidak senang dengan keberangkatannya. Hal-hal yang penting dalam ayat 14-15, yaitu
mengenai informasi tentang Antiokhia di Psidia dan juga tentang Rumah Ibadat. Antiokia di
Pisidia terletak di bgian Timur selatan Frigia di Asia kecil, disebut demikian agar dapat
dibedakan dengan Antiokia di Siria. Menurut catatan sejarah, banyak orang Romawi tinggal
di dalam kota ini dan Raja besar Antiokia di Siria memindahkan 2000 keluarga Yahudi ke
sana. Sistem rumah ibadat dimulai sejak bangsa Yahudi kembali dari twanan Babel. Rumah-
rumah ibadat telah disiapkan dimana-mana, sehingga mudh menginjili di berbgi tempat pada
masa Yesus dan rasul-rasul; itulah pekerjaan persiapan Allah. Liturgy ibadah hari Sabt
Yahudi menghruskan pembacaan dari dua bagian Hukum Taurat dan satu bagian dari kitab
para nabi.
Ayat 16, menjelskan bagaimana cara Paulus memulai kotbahnya, ia memberi
isyarat dengan tanganya supaya para pendengarnya bersungguh-sungguh mendengarkan
kotbahnya. Dia berkata Kamu yang takut akan Allah hal ini mengacu pada orang-orang kafir
yang telah percaya kepada Allah. Ayat 17, kata yang perlu di ingat disini yaitu kat Umat
Israel kata ini menekankan bahwa Allah yaitu satu-satunya Allah yang benar. Kotbah
Paulus ini juga menyatakan dengan tegas bahwa Yesus yaitu Mesias (Kristus) dengan
menguraikan sejarah seperti kotbah Stefanus (7). Iman Kristen bukanlah suatu filsafat atau
ideologi namun yaitu Wahyu Allah yang terus digenapi dalam sejarah. Kemudian kata Telah
memilih nenek moyang kita yaitu cara Paulus untuk menjelaskan kedaulatan Allah, hal ini
yaitu tindakan Allah untuk memilih bukn sebab kebaikan Israel namun murni tergantung
pada Allah. Ayat 18-19, Paulus menjelaskan bahwa meskipun umat Israel sering mencobai
(meragukan) dan menyesali serta mengkhianati Allah (membuat patung emas yang
berbentuk anak sapi), namun Allah tidak membinasakan seluruh bangs itu melainkan
menyelamatkannya; sebab ia hendak menggenapi janji yang diberikan kepada nenek
moyang mereka (Ulangan 9:5-6). Lihat Ulangan 1:31. nama tujuh bangsa tertulis dalam
Ulngan 7:1; Yosua 3:10; Nehemia 9:8. Allah membinasakan mereka bukan sebab
kehendak-Nya yang sembarangan namun sebagai hukuman yang adil atas dosa mereka yang
telah penuh. Lihat Kejadian 15:16. Allah memberi tanah Kanaan kepada umat Israel sebagai
bagian milik pusaka menurut janji yang diberikan kepada Abraham, sebab Allah yaitu
setia (Kejadian 15:17). Empat ratus lima puluh tahun, menurut beberapa komentator Alkitab
bahwa jumlah ini menunjuk kepada keseluruhan tahun umat Israel menderita di negeri Mesir
dan perjalanan di padang gurun serta masa penaklukan suku-suku di Kanaan. Jikalau
demikian umat Israel memerlukan 450 tahun untuk menduduki tanah Kanaan. Seperti
demikian, kadangkala ada janji Allah yang harus melewati banyak waktu untuk di genapi.
Oleh sebab itu orang percaya harus selalu sabr dan meninggalkan kebiasaan tergesa-gesa
dalam kehidupan iman kepada Allah.
Dalam ayat 20 ini Paulus melanjutkan kotbahnya, dia mengatakan bahwa Allah
memberi Hakim-hakim kepada umat-Nya. Hakim-hakim yaitu pemimpin yang diplih
oleh Allah. Ayat ini menunjukkan kasih karunia Allah yang khusus yang diberikan kepada
umat pilihan-Nya. Selanjutnya ayat 21, Paulus menjelaskan bagaimana bangsa Israel
meminta seorang Raja. Permintaan bangsa Israel tentang seorang raja yaitu kesalahan
mereka (1 Samuel 8:5,7). Kelakuan mereka jahat, sama seperti menolak pemerintahan Allah
yang baik, dimana Allah sendiri memerintah; sekalipun demikian Allah tetap mengabulkan
permintaan mereka dengan mengangkat raja bagi mereka. Disinilah Daud mendapat
kesempatan untuk menjadi raja. Dari keturunan raja Daud, Kristus lahir agar janji Allah yang
diberikan kepada Yakub digenapi (Kejadian 29:10). Meskipun permintaan bangsa Israel
tentang seorng raja yaitu jahat, namun Allah tidak mmbuang mereka.
Ayat 22, menjelaskan kisah tentang lengsernya Saul dari takhta kerajaan dan Daud
naik takhta. Dalam ayat ini kita menemukan kata Allah menyingkirkan raja Saul sebab
dosanya. Lihat 1Samuel 13:13-14;15:19, 22-23. Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang
yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku yaitu kutipan dari
1Samuel 13:14 dan Mazmur 89:21-22 dan merupakan kesaksian Allah tentang Daud.
Seorang yang berkenan dihati-Ku tidak berarti bahwa ia seorang yang tidak berdosa,
melainkan ia yaitu seorang yang dapat dipakai dengan baik untuk pekerjaan Allah yang
menghendaki melaksanakannya. Perbuatannya mengambil istri Uria dan pembunuhan yang
dilakukannya yaitu dosa yang sangat jahat (2Samuel 11). Hukuman yang diterimannya
sebab dosa itu juga sangat berat. Allah membawannya pada pertobatan dan menjadikannya
selalu merindukan jalan yang benar (1 Raja-raja 1:4; 15:5). Diatas semuannya itu (1) Allah
telah menentukan Daud sebagai lambang Yesus Kristus (Mazmur 16), (2) Allah menggenapi
kehendak-Nya dengan mengirim Kristus ke dunia sebagai keturunan Daud. Allah
melaksanakan seluruh kehendak-Nya yang kudus dengan dua hal ini melalui Daud.
Kehendak Allah tentang Mesias telah siap dengan mengangkat Daud sebagai raja.
Ayat 23, menjelaskan bahwa Allah menggenapi janji-Nya, Dia membangkitkan
Juruselamat dari keturunan Daud. Jadi dengan demikian kedatangan Juruselamat bukan
suatu hal yang terjdi secara kebetulan namun yaitu merupakan perwujudan janji yang telah
di beritakan sebelumnya (Roma 1:2-3); sebab itu sifat kejadian demikian menguatkan iman
kita kepada Allah. Bagaimana mungkin kita tidk dapat percaya kepada hal yang digenapi
tepat menurut janji-Nya. Kristus bukanlah eksistensi yang supernatural seperti pendapat
yang salah dari para teolog Eksistensialisme. Kejadian Kristus yaitu kejadian yang
mengandung nilai historis umum, yang tertulis untuk dapat di baca oleh seluruh umat
manusia agar mereka melihat serta mengalami kebenaran fakta ini. Maksudnya, itu yaitu
kejadian yang secara pasti benar, yang disaksikan oleh masa lampau, yang dialami oleh
masa sekarang dan yang mempunyai pengharapan pada masa depan. Paulus di dalam
paparannya mengenai Kristus, selalu berusaha sedapat mungkin menekankan keterkaitan
Kristus dengan sejarh umum. Ia menjelaskan bahwa Kristus yaitu Yesus yang ada dalam
sejarah. 2 Samuel 7:12, Kristus adalh Keturunan Daud dn Yesaya 11:1 suatu tunas …dari
tunggul Isai, Yehezkiel 34:23, tertulis dengan nama Daud. Juruselamat yaitu penyelamat
yang menyelamatkan umat Allah dari dosa (Matius 1:21).
Ayat 24-25 menjelaskan kebenaran bahwa Yesus yaitu Mesias, tidak hanya
disaksikan oleh nabi-nabi pada zamn dahulu, namun juga disaksikan oleh nabi pada masa
Yesus, yaitu Yohanes pembaptis. Kesksian tentang Yesus mempunyai kepastian yang tidak
terbats oleh masa dn tempat. Paulus menjelaskan riwayat Yesus mulai dengan kesaksian
Yohanes pembaptis, hal itu penuh makna. Baptisan pertobatan Yohanes pembaptis yaitu
mempersiapkan pelayanan Kristus.
Ayat 26, kata Keturunan Abraham yaitu berarti bangsa Yahudi, dan yang takut akan
Allah yaitu orang-orang kafir yang telah percaya. Kemudian kabar keselamatan yaitu Injil
yang di beritakan oleh Yesus Kristus. Kemudian ayat 27 sebenarnya menunjukkan alasan
mengapa mereka yang membunuh Yesus menjtuhkan hukuman mati atas Dia. sebab
mereka tidak mengenal Yesus yang yaitu Mesias yang berada dihadapan mata mereka
dan tidak mengerti kitab para nabi yang dihafalkan setiap hari Sabat. Umumnya manusia
menghina pemimpin yang besar sekalipun jika ia berada di dekatnya; juga semangat untuk
mengagungkan Firman Allahpun akan pudar jikalau sudah menganggap Firman itu hl yang
biasa-biasa saja. hal ini mengkibatkan orang tidak ingin merenungkan maknanya yng benar
dengan sungguh-sungguh. Lihat Lukas 4:24. kecenderungan hati manusia ini timbul sebagai
akibat meninggikan diri sebab digelapi oleh dosa. Allah menubuatkan melalui nabi-nabi
sebab Ia telah mengetahui bahwa penduduk Yerusalem dan pemimpin-pemimpinya tidk
mengakui Mesias dan akhirnya membunuh Dia. Maksudnya keputusn mereka untuk
menjatuhkan hukuman mati atas Yesus juga merupakan kegenapan perkataan nabi-nabi
(Mazmur 2:1-2; Yesaya 53:1-12). Kebenaran inipun dapat menguatkn imn kita.
Ayat 28-30, membukukan kebenaran bahwa kebangkitan dan kematian Yesus Kristus
yaitu kasih karunia Allah yang di berikan kepada manusia; yaitu kasih karuni dimana
manusia membunuh Yesus dan menguburkan mayat-Nya namun Allah membangkitkan-Nya,
agar manusia percaya kepada-Nya sehingga amendapat keselamatan. Selanjutnya ayat 31
mereka yang mengikuti Dia yaitu murid-murid yang pergi bersama-sama Yesus ke
Yerusalem dalam perjalanan terakhir (untuk disalibkan mati). Selanjutnya jika kita
membahas tentang mengapa Yesus menampakkan diri-Nya kepada mereka, sebab tidak
ada orang lain selain mereka (murid-murid yang akrab dengan Yesus) yang dapat
membedakan dan menyadari bahwa Yesus yaitu sama, sebelum mati dan sesudah
bangkit kembali. Bagaimanakah mungkin masyarakat umum dapat menyadari Yesus yang
telah bngkit kembali, sebab sebelum kematian Yesuspun mereka belum mengenalnya.
Sebab itu Yesus tidak perlu menampakkan diri kepada orang banyak. Ia menampakkan diri-
Nya selama beberapa wktu, hal ini menunjukkan bahwa peristiwa itu bukanlah penglihatan
yang terjadi hanya dalam sekejap mata. Penampakan diri Yesus yaitu kejadian yang
terjadi secara historis, yang memberi waktu dn kesempatan yang cukup untuk dilihat dan
diselidiki. Paulus memakai kata beberapa waktu (ημεραζ πλειουζ ) sebab kejadian
penampakan diri Yesus sungguh-sungguh dapat menjadi dasar imanya. Lihat 1:3.
Ayat 32-33 memberitahukan bahwa Yesus menurut Paulus yaitu penggenapan dari
janji Allah dalam Perjanjian Lama; pengharapan akan Mesias yang di berikan kepada para
leluhur telah di genapi dalam Yesus. Dengan membangkitkan Yesus mungkin mengacu
pada penampilan Yesus dalam sejarah. Dengan membangkitkan Yesus mungkin mengacu
kepada penampilan Yesus di dalam sejarah dan bukan kepada kebangkitan-Nya dari antara
orang mati. Sekalipun demikian kebangkitan Yesus juga termasuk dalam penampilan-Nya di
dalam sejarah sebagaimana tampak dalam ayat selanjutnya. Anak-Ku Engkau (Mazmur 2:7)
lebih mengacu pada keberadaan-Nya sebagai Mesias ketimbang kepada keberadaan-Nya
sebagai Tuhan. Sebagian dari kutipan ini juga terdengar pada saat Yesus di baptis (Markus
1:11) dan menunjukkan masuknya Yesus kedalam pelayanan-Nya sebagai Mesias. “Menjadi
Anak” di dalam kerangka berpikir Alkitab merupakan sebuah konsep yang bersegi banyak dn
dapat menunjuk kepada kedudukan-Nya sebagai Mesias tanpa mengurangi kenyataan
mengenai Kristus sebagai Tuhan.
Ayat 34-35, dikutip dari nubuatan Yesaya 55:3 dan Mazmur 16:10. sebab Daud
kemudian meninggal dunia, janji dalam Mazmur 16:10 tidak mungkin mengacu pada dirinya,
namun pstilah mengacu kepada keturunanya yang di janjikan itu. ayat 36-37, kata Daud
melakukan kehendak Allah pada zamannya juga dapat diterjemahkan dengan Daud
melayani zamannya dengan melakukan kehendak Allah. Karier Daud terbatas pada
zamannya sendiri, sebab dia meninggal dunia dan menemui kebinasaan; karier Yesus tidak
dapat dibatasi pada zaman tertentu, melainkan berlangsung pada segala zaman. Kemudian
ada dua kalimat yang penting dalam ayat 38-39, yang pertama yaitu kalimat Oleh sebab
Dialah (δια τουτου) Dia yaitu Yesus yang telah bangkit kembali, hl itu menjelaskan bahwa
Yesus yaitu pengantara. Tidak ada yang lebih malang dibandingkan dosa bagi manusia dan
yang dapat menjadi pengantara untuk pengampunan dosa hanyalah Yesus Kristus. Manusia
sibuk untuk menyalahkan orang lain namun Yesus tidak pernah terlambat untuk mengampuni
dosa orang yang percaya kepada-Nya. Hanya berita Injil yang disampaikan Paulus. Kalimat
yang kedua, Yang tidak dapat kamu peroleh dari hukum Musa, kalimat ini sebenarnya
menjelaskan bahwa manusia tidk akan dapat bebas dari dosa (menjadi benar dihadapan
Allah) dengan kekuatan sendiri. siapa saja yang percaya kepada Yesus Kristus dengan
sungguh-sungguh, mendapat pengampunan atas segala dosa dan dibenarkan oleh-Nya.
Yesus yaitu pengantara mutlak dan Anak Allah, oleh sebab itu ia berkata, “Marilah
kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbebn berat, Aku akan memberi kelegaan
kepadamu” (Matius 11:28).
Ayat 40-41 yaitu merupakn suatu warning yang dikutip dari Habakuk 1:5 yang
menubuatkan tentang serangan tentara Kasdim yang akan meruntuhkan Israel. Orang-orang
mengabaikan peringatan nabi pada waktu itu akhirnya binasa sebagaimana diperingatkan.
Demikian juga orang yang tidak percaya kepada Injil keselamatan yaitu kematian dan
kebangkitan Yesus, pasti akan binasa. Ayat-ayat ini menunjukkan kepada kita bahwa (1)
siapa saja yang tidak menerima Injil yaitu sama dengan orang-orang yang melakukan dosa
menghina Allah. (lihat Ibrani 2:3). (2) Allah pasti akan melaksanakan apa yang telah
direncanakan-Nya setiap hari namun pada waktu yang telah ditentukan, itulah sebabnya
orang-orang yang tidak percaya mengira bahwa tidak ada penghukuman Allah. (3) Biasanya
Allah terlebih dahulu memberitahukan kepada manusia apa yang dilaksanakan-Nya, namun
manusia tidak percaya. Lihat Kejadian 19:14; Lukas 17:27; Yohanes 1:5. Mereka tidak
mempercayai Firman Allah sebab mengasihi dunia. Kemudian ayat 42 yaitu menjelaskan
bahwa para pendengar paulus senang mendengar khotbahnya, oleh sebab itulah Paulus
masih diminta untuk berkotbah pada hari sabat berikutnya. Ada keistimewaan kotbah ini,
dimana isinya menyelesaikan masalah yang kekal yaitu tentang Allah, hidup kekal dan
pengampunan dosa.
Ayat 43, menjelaskan bahwa kotbah Paulus itu sungguh berhasil. Beberapa diantara
pendengarnya akhirnya mengikuti Paulus dan Barnabas sebab ingin mendengar berita Injil.
Didalam ayat ini juga di beritahukan bahwa Paulus dan Barnabas juga menasehati orang-
orang yang mengikuti mereka itu, hal ini sangat penting mengingt bhwa orang-orang itu
yaitu orang yang baru percaya. Selanjutnya pada ayat 44-45, yaitu berita tentang apa
yng terjadi pada sabat sesudah kotbh Paulus. Orang banyak datang berkumpul untuk
mendengar kotbahnya yang selanjutnya. Pada waktu itu rakyat ingin mendengar Firman
Allah namun orang Yahudi menghujat sebab iri hati terhadap Paulus dn Barnabas.
Ayat 46, Paulus menjawab bahwa Tuhanlah yang memerintahkan bahwa Injil harus
diberitakan pertama-tama kepada orang Yahudi agar mereka menerimanya lalu pada
gilirannya dapat memberitakan Injil kepada orng-orang bukan Yahudi. Sekalipun demikian,
sebab orang-orang Yahudi itu ternyata menolak Firman Allah dan sebab nya menilai diri
mereka sendiri sebagai tidak layak untuk hidup yang kekal, maka Paulus sendiri beralih
memberitakan Injil kepada orang-orang bukan Yahudi. Ayat 47 menegaskan tentang
panggilan paulus, dia mengutip nubuatan Yesaya 49:6 yang dikenakan kepada dirinya yang
akan membawa terang kepada orang-orang non Yahudi. Kemudian ayat 48, kit menemukn
kalimat yang mengatakan “Orang yang ditentukan Allah” kata ini sebenarnya bersifat historis.
saat Injil keluar dari kalangan orang Yahudi memasuki dunia orang bukan yahudi, banyak
orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal menerimannya dan percaya. Sekalipun
demikian, ini tidak berarti meremehkan ajaran tentang takdir dalam hidup. inilah salah satu
tema yang muncul berkali-kali di dalam Kisah Para Rasul: Pada setiap langkah yang baru
dan strategis, Injil di tolak oleh orang Yahudi namun diterima oleh orang bukan Yahudi.
Ayat 49, menjelaskan bahwa Firman Allah disiarkan dengan kekuatan-Nya sendiri.
memang pada waktu itu Firman Allah diberitakan dengan sungguh-sungguh, maka kuasa
Firman Allah sendiri dapt bekerja juga dengan nyata. Selanjutnya ayat 50 menunjukkan
bahwa orang-orang Yahudi bukan hanya menganyiaya Paulus dan Barnabas, namun juga
menghasut orang-orang lain untuk ikut serta dalam penganyiayaan mereka. Ayat 51,
disebutkan bahwa Paulus dan Barnabas mengebaskan debu kaki mereka sebagai
peringatan, maksudnya mereka tidak bertanggung jawab atas kebinasaan orang-orang itu.
mereka telah berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menyaksikan Injil, namun orang-
orang Yahudi tidak percaya dan mengundang sendiri kebiasaannya (Matius 10:14; Markus
6:11; Lukas 9:5). Pasal 13 diakhiri dengan ayat 52 yang mengatakan bahwa murid-murid di
Antiokia penuh dengan sukacita dan dengan Roh Kudus. Murid-murid disini yaitu orang-
orng yang telah menjadi percaya oleh pemberitaan Injil Paulus dan Barnabas di Antiokia
Psidia (14). Mereka bersukacita meskipun berada dalam penganyiayaan, sebab mereka
hanya puas dengan iman percaya kepada Yesus Kristus.
Pasal 14:1, memberitahukan bahwa di Koniumpun Paulus dan Barnabas melakukan
cara yang sama untuk memberitakan Injil. Cara Paulus memberitakan Injil selalu terlebih
dahulu kepada orang Yahudi kemudian baru kepada orang non-Yahudi. Paulus dan
Barnabas mengajar sedimikian rupa (λαλησαι αυτος) artinya dengan begitu kuat jadi cara
mengajar yang begitu kuat. Ayat 2, menunjukkan bahwa yng menolak pemberitaan yaitu
orang-orang yang tidak percaya yang memberontak. Firman Allah tidak selalu diterima oleh
semua orang, ada waktu dianyiaya; sebab di dunia ini ada orang-orang yang tidk termasuk di
pihak Allah serta ada orang-orang yang menentang Allah sementara waktu dan teorinya
sendiri yang bertentngan. Oleh sebab itu pemberita Injil tidk perlu berkecil hati jika dianyiaya
sebab pemberitaan Injil. Seorang pemberita Injil yang benar harus menganggap tidak benar
jika tidak ada penganyiayaan. Membuat mereka gusar terhadap saudara-saudara artinya
berlwanan dengan saudara-saudara. Saudara-saudara itu yaitu orang yang percaya
kepada Yesus. Orang-orang Ikonium yang bukan orng Yahudi. Di dalam situasi demikian,
orang-orng percaya merasa tidk dapt berbuat apa-apa. Sangat sulit untuk mencegah
penghasutan yang jahat dengan kekuatan manusia, akan namun Allah akan menolong orang
percaya yang menanggung penderitaan yng tidk harus dia tanggung (1 Petrus 2:19-20).
Ayat 3, Kata beberapa waktu artinya selama beberapa waktu secukupnya. Mereka
tinggal di Ikonium beberapa waktu (tertunda) sebab ada penganyiayaan dan penderitaan,
bukan sebab tinggal di tempat itu menyenangkan. Mereka tidak sampai hati meninggalkan
saudara-saudara seiman yang sedang berada di dalam kesulitan. Allah memberi kekuatan
agar mereka dapat memberitakan Injil dengan berani. Pekerjaan Allah akan semakin
berkembang jika orang-orang percaya menderita sebab n-Nya. Berita tentang kasih karunia-
Nya yaitu Injil yang memberi hidup kekal dan pengampunan dosa dengan Cuma-cuma
bagi orang yang percaya kepada Yesus.
Ayat 4, menjelaskan bahwa saat Injil diberitakan ada kelompok-kelompok yang
akan nyata, yaitu kelompok yang menerima Injil dan berbalik kepada Allah dan kelompok lain
yang menentang Injil. Sesudah Adam, nenek moyang yang manusia jatuh di dalam dosa,
perpecahn yng demikian telh dinubuatkan dalam nubuatan tentang Mesias (Kejadian 3:15),
sebab itu perpecahn demikian bukanlah kebetulan terjadi dan juga tidak perlu kita
cemaskan. Sebaliknya orng-orang percaya harus berdiri lebih kokoh dalam iman pada
situasi demikian. Orang-orang Yahudi berdiri di depan untuk menentang Injil sebagai
kegenapan Firman Yesus, Yang terdahulu akan menjadi yng terakhir (Matius 20:16). Orang-
orang Yahudi pada masa itu yaitu keturunan mereka yang menerima janji Mesias yang
diberikan pada masa PL (3:25), meskipun demikian mereka menjadi pelopor untuk menolak
Mesias yang datang untuk menggenapi janji itu.
Ayat 5-7, Di dalam bahasa Yunani sli tidak ada kata kedua rasul itu (αυτους) sebab
itu harus diterjemahkan dengan mereka. Pada waktu itu orang-orang Yahudi dengan bangsa
lain bekerja sama secara umum untuk menganyiaya. Didalam penganyiayaan ini rombongan
Paulus mengambil kebijakan untuk melarikan diri, melainkn hanya bermksud menghindri
penderitaan. Jika nama baik Injil tidk dicela , ada waktunya dimana orang percaya harus
menghindari penganyiayaan. Tidk harus masuk ke daerah yang berbahaya, sebaliknya
masuk ke daerah yang terbuka untuk memberitakan Injil itu yaitu hal yang lebih bijaksana.
Ayat 8-10, menceritakan peristiwa penyebuhan orng yang lumpuh di Listra. Kota
Listra masih termasuk daerh Likaionia, sekitar 30 Mil jauhnya dari Ikonium. Disana ada orng
yng lumpuh dari sejak lahirnya, dia mendengar pengajaran Paulus dengan baik. Paulus
memperhtikan sikapnya dalam mendengarkan Firman Allah. Sikap mendengar Firman Allah
itu lebih dibandingkan mengutamakan mukjizat, itulah sikap orng yang dapat diselamatkan.
Kemudian Paulus berseru dengan suara nyaring, hal itu diperlukan supaya para
pendengrnya yang lain focus pada apa yang dia sampaikan. Jadi seruan itu bukan hanya
untuk menyembuhkan orang lumpuh itu saja. Ia berkata berdirilah tegak kepada orang
lumpuh itu hanya untuk menyampaikan perkataan Roh Kudus yng berkuasa, bukan
memerintah dengan kuasa dirinya sendiri. Ayat 11, orang banyak yang melihat mukjizat itu
berkata Dewa-dewa telah turun ke tengah-tengah kita dalam rupa manusia, pemikirn yang
demikian sering dinyatakan dalam dongeng Yunani. Gagasan yang demikian juga termuat
dalam kumpulan sajak Homer. Pemikiran semacam ini yaitu pemikiran manusia yang telah
jatuh kedalam kesesatan, dimana memberhalakan segala sesuatu dan ingin menyembhnya.
Selanjutnya ayat 12 orang-orang itu mengatakn bahwa Barnabas yaitu dewa Zeus, sebab
dia lebih berumur dari Paulus dan lagipula dalam cerita mitos bahwa Zeus mempunyai juru
bicara dan juru bicara Zeus yaitu Hermes. Oleh sebab itulah mereka menganggap bahwa
Paulus yaitu Hermes. Kemudian oleh sebab peristiw itu (ayat 13) dikatakan bahwa imam
dewa Zeus datang membawa persembahan kepada mereka. Perlakuan ini yaitu perlakuan
yang mendorong untuk meninggikan dan menyembh mereka sebagai dewa. Per;akuan ini
juga yaitu sama jahatnya dengan rencana membunuh mereka.
Selanjutnya ayat 14-15, mengatakan bahwa mendengar hal itu Paulus dan Barnabas
mengoyakkan pakaian mereka sambil berseru untuk memberitahukan bahwa mereka yaitu
manusia biasa yang dipakai Allah untuk memberitakan Injil. Mengoyakkan pakaian yaitu
tanda yang menunjukkan kekagetan mereka dan ikrar untuk tidak ingin menerima .
perbuatan orng-orang Listra ini yaitu dosa besar sebab mereka memberhalakan manusia ;
sebab itu Paulus dan Barnabas menghalanginya. Rasul Petrus juga pernah mencegah
penyembahan Kornelius yang berlebihan dengan berkata, “aku hanya manusia saja.” (10:26)
Paulus juga mengatakan bahwa mereka ingin memberitakan Injil kepada orang-orang itu
supaya mereka bertobat. Ayat 16 ini yaitu lanjutan dari pernyataan Paulus yang
sebelumnya, kata “Jalanya masing-masing yaitu kehidupan orng-orng kafir yang
menyembah berhala. Membiarkan artinya Allah membiarkan mereka hidup di dalam dosa,
bukan membenarkan mereka menyembah berhala. Kemudian ayat 17, memberitahukan
bahwa Allah juga memberi tanda-tanda kepada orang-orng kafir untuk dapat mengenal-Nya.
Itu yaitu kuasa dan kebjikan yang nyata di dalam alam; sebagai contoh, ia menurunkan
hujan yang menghasilkan pertumbuhan. Meskipun Allah menyaksikan kuasa-Nya melalui
alam namun orang-orng kafir tidak percaya kepada-Nya sebaliknya mereka menyembah
berhala. Sebelum lahir baru dan percaya kepada Injil Kristus, mereka tidak akan menyadari
tanda-tanda Allah itu (15). Selanjutnya ayat 18, dikatakan bahwa rsul-rsul hampir tidak dapat
mencegah orang banyak itu untuk mempersembahkan korban kepada mereka, hal itu
membuktikan bahwa betapa besarnya semangat mereka untuk menyembah Paulus dan
Barnabas sebagai dewa.
Selanjutnya pada ayat 19 disebutkan bahwa pada waktu yang sama orang-orang
Yahudi dari Antiokia dan Ikonium mempropokasi mereka dan supaya orang-orang itu
memihak kepada mereka. Lalu mereka melempari Paulus. Penganyiayaan orang Yahudi
menjadi ekstrim. Mereka datang dari jauh untuk menganyiaya pemberita Injil (Paulus dn
Barnabas) dan membujuk orang banyak untuk memihk mereka. Pemberita-pemberita Injil itu
tentu menghendaki agar merekapun bertobat dan memperoleh keselamatan, akan namun
merek hanya menginginkan kematian pemberita-pemberita Injil itu. disinilah nampak
perbedaan di antara orng percaya dan orang jahat. Hati orang percaya selalu berbelas
kasihan terhadap orang yang belum percaya sehingga hendak membawa mereka kepada
keselamatan, namun hati orang jahat selalu menginginkn kebinasaan orang lain.
Selanjutnya ayat 20 memberi informasi bahwa ternyata sesudah orang-orang yang
melemparinya mengira bahwa paulus sudah mati dan mereka meninggalkannya, lalu saat
murid-murid mengelilinginya dia bangkit lalu msuk kedalam kota, baru setelh keesokn
harinya ia bersama-sama dengan Barnabas ke Derbe. Orang-orang yang mengelilinginya
untuk memakamkan mayatnya. Pada saat itu Paulus bangkit kembali (lihat 2 Timotius 3:11)
ada penafsir mengatakan bahwa pada saat itu Paulus sudah mati namun kemudian bangkit
kembali. namun hal itu tidak terlalu jelas, namun bir bagaimanapun bahwa apapun yng terjadi
itu yaitu suatu mukjizat. Lalu ia masuk ke kota Listra, hal itu menunjukkan sikap Paulus
yang gagah yang tidak takut terhadap penganyiayaan. Ia meneruskan pemberitaan Injil
dihadapan orng-orang yang membencinya dengan berani.
Kemudian ayat 21 menjelaskn tentang hasil yng dicapai dri pemberitaan Paulus dan
Barnabas di kota Derbe, dimana diktakan banyak orang yang menjadi murid (banyak orang
yang menjadi percaya). Selanjutnya ayat 22, memberitahukan bahwa di Listra, Ikonium dan
Antiokia Barnabas dan Paulus menguatkan hati murid-murid dan menasehati supaya mereka
mereka bertekun dalam iman artinya berpegng dengn teguh dan sabar (to persevere).
Sekalipun akan mengalami banyak sengsara. Kemudian ayat 23 memberi penjelasan
bahwa di tiap-tiap jemaat rasul-rasul itu menetapkan penatua-penatua agar mereka
mengatur jemaatnya. Berdoa dan berpuasa yaitu sutu tindakan yang menunjukkn berdoa
sungguh-sungguh untuk suatu hal yang penting. Paulus mementingkan untuk mendirikan
jemaat dimana belum ada jemaat (1 Korintus 9:16). Tidak hanya demikian ia menganggap
jemaat yang telah berdiri juga yaitu penting. Ia tidk dapat membiarkan jemaat-jemaat itu
begitu saja tanpa pemimpin. Ia mengangkat pentua-penatua dan menyerhkan mereka dan
jemaatnya kepada Tuhan dengan berdoa dan berpuasa. Ayat 24-25 menjelaskan bahwa
Paulus dan Barnabas datang ke Psidia kemudian pergi kea rah Selatan dan akhirnya tiba di
Pamfilia pulau dimana kota Perga berada. Atalia yaitu pelabuhan yang berada di pantai
Perga. Selanjutnya ayat 26 di katakana bahwa mereka berlayar menuju Antiokia, dimana
mereka dahulu diserahkan menjadi tenaga misi luar negeri, mereka pulang sesudah mereka
melakukan tugas mereka dengan baik yaitu untuk memberitakan Injil. Selanjutnya ayat 27-
28, menjelaskan bahwa sesudah mereka tiba di Antiokia, mereka mengumpulkan jemaat dan
mereka menceritakan apa yng telah dilakukan Tuhan lewat perantaraan mereka, dimana
kepada bangsa-bangsa lain anugerah keselamatan juga di curahkan Allah dengan Cuma-
Cuma.
b. Persoalan di Gereja Bukan Yahudi dan Sidang di Yerusalem (15:1-35)
Keberhasiln penginjilan di kalangan bukan Yahudi telah memicu munculnya persoalan
yang paling penting di gereja mula-mula – yaitu hubungan diantara orng percaya Yahudi dan
bukan Yahudi serta bagaimana orng-orang bukan Yahudi itu dapat diterima sebagai anggota
gereja. Pada masa sebelumnya, gereja terdiri atas orang-orang Yahudi, dan sebab itu
penginjilan terhadap orang bukan Yahudi sebagaimana di tugskan oleh Tuhan kit belum
diperhitungkan. Filipus membawa Injil kepada orang Samaria, dan Petrus, sesudah
dipersipkan oleh Allah, berhasil mengatasi keberatanya sebagi orng Yahudi lalu
memberitakan Injil kepada Kornelius, dengan demikian ambil bgian dalam persekutuan
penuh dengan kalngan bukan Yahudi. Pendirian gereja non-Yahudi di Antiokia dan
keberhasilan pemberitaan Injil kepada kalangan non Yahudi di Galatia kini memfokus pada
persoalan yang harus segera diatasi.
Ayat 1, Di gereja Yerusalem ada golongan yang bersikukuh bahwa jikalau orang-
orang bukan Yahudi itu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa
mereka tidak mungkin selamat dan diterima sebagai anggota gereja. Sampai sekarang juga
masih banyak orang Kristen yang meragukan bahwa keselamatan dapat dicapai hanya
sebab percaya kepada Yesus Kristus. Sama seperti orang-orang Kristen Yahudi yang
menganggap bahwa keselamatan dapat dicapai sebab anugerah ditambah dengan
perbuatan sunat dan adat istiadat Musa. Mereka sungguh-sungguh bersalah sebab tidak
mengakui bahwa manusia diselamatkan hanya oleh salib Kristus Yesus dan sebaliknya
mereka menyarankan sunat sebagai syarat keselamatan. Mereka tidak mengetahui bahwa
peraturn sunat telah diakhiri Kristus yang telah menyelesikan tujuan-Nya (Roma 10:4; Filipi
3:3). Manusia cenderung tidak percaya atas kselamatan yang sempurna oleh sebab
kematian Kristus. Sebaliknya ingin menambah hal lain yang diperbuat mnusia di atas
kematian-Nya untuk memperoleh keselamatan. Pemikiran demikian, yakni berpikir bahwa
demi keselamatan harus ada suatu usaha manusia diatas kematian Kristus disalib yaitu
dosa yang menjatuhkan atau merendahkan makna kemtian Kristus di salib. Orang-orang
Kristen Yahudi yang menyarankan Musa sebagai tambahan yang harus dituruti untuk
keselamatan agaknya berlatar belakang Farisi, hal ini terlihat dari ayat 5. Mereka orang
Yahudi yang paling kolot. Golongan ini juga menganggap bahwa agama Kristen sebagai
suatu aliran didalam Yudaisme. Mereka tetap mempertahankan dan memelihara semua
kebiasaan dan adat yang ada dalam hukum Taurat, dengan hanya menambahkan Injil
tentang kematian dan kebangkitan Yesus selaku Mesias yang dijanjikan. Orang-orang Farisi
yang bertobat bersikeras bahwa orang bukan Yahudi harus juga menjadi orang Yahudi jika
hendak menjadi Kristen. Persoalan ini sudah dimunculkan di dalam gereja. Seandainya,
sebab tampaknya mungkin demikian, Galatia 2:1-10 menguraikan kunjungan saat terjdi
bencana kelaparan sebagimana di kisahkan dalam Kisah Para Rasul 11:27-30. Maka para
pemimpin di Yerusalem pada dasarnya telah menyetujui pemberitaan Injil oleh Paulus
kepada kalangan bukan Yahudi dan tidk bersikukuh bahwa orang-orang itu harus disunat.
Petrus menyetujui kebijakan ini; sebab beberapa wktu kemudian, saat dia tiba di Antiokia,
Petrus menunjukkan bahwa dia sudah memahami pelajaran yang disampaikan kepadanya
melalui penglihatan, dan dengan leluasa makan semeja dengan orang percaya bukan
Yahudi (Galatia 2:11,12). Kini terdapt dua macam gereja: Gereja Yahudi di Yeruslem dimana
orang Kristen Yahudi bebas melanjutkan kebiasaan menaati hukum Taurat Perjanjian Lama,
namun selaku orang Yahudi dan bukan selaku orng Kristen; serta gereja orang bukan Yahudi
di Antiokia dimana tidak satupun kewajiban upacara Yahudi dilaksanakan. Petrus menyetujui
kebebasan orang bukan Yahudi dari kewajiban menaati hukum taurat; maka saat berada di
tengah-tengah orang yng bukan Yahudi, dia mengesmpingkan kebiasaan Yahudinya demi
persekutuan Kristiani.Golongan “sayap kanan” di Yerusalem melihat sesuatu yang tidak
disadari oleh Petrus: Yaitu bertumbuhnya gereja orng bukan Yahudi pasti berarti berakhirnya
gereja Yahudi. Meningkatnya hubungan diantara kedua gereja ini membuat orang-orang
Kristen Yahudi akhirnya hrus mengikuti teladn Petrus dan mengesampingkan kebiasan-
kebiasaan Yahudi mereka. sebab itu saat ada beberapa orang datang dari kalangn
Yakobus ke Antiokia (Galatia 2:12), mereka menuduh Petrus meninggalkan hukum Taurat
dan mengtakan kepadanya bhwa tindakannya ini berarti mengakhiri Yudaisme. Petrus
tidak menyadari kemungkinan ini sebelumnya. sebab itu dia mengundurkn diri dari
meja persekutuan dengan orang-orang bukan Yahudi untuk merenungkan kembali situasi
itu. tindakannya ini lngsung mengakibatkan keresahan dan perpecahan diantara jemaaat di
Antiokia. Paulus langsung menyadari akibat dari tindakan Petrus ini ; tindakan Petrus
itu pasti mengkibatkan dua gereja yang terpisah – gereja Yahudi dan gereja bukan Yahudi.
Pilihanya ialah orang Kristen Yahudi harus mengesmpingkan kebiasaan Yahudi mereka dan
duduk bersekutu dengan orang Kristen non-Yahudi, atau orng Kristen non-Yahudi harus
tunduk pada hukum Musa; Jika tidak demikian gereja akan pecah. Selaku orang Yahudi
Paulus bersedia saja melakukan kebiasaan-kebiasaan Yahudi. Tetpi dia bersikukuh bahwa
saat orang Kristen Yahudi memasuki gereja orang Kristen non-Yahudi, mereka harus
meninggalkan semua kebiasaan-kebiasaan Yahudi mereka dan bersekutu dengan orang-
orang bukan Yahudi. Pandangan Paulus rupanya berlaku, namun kalangan yahudi di
Yerusalem tidak puas. Mereka datang ke Antiokia lagi dn menandskan bahwa orang bukan
Yahudi harus disunat jika hendak menjadi orang Kristen.
Ayat 2, menjelaskan bahwa Paulus dan Barnabas sangat menentang pengajaran
Yudaizer itu. Paulus dan Barnabas berpendapt bahwa keselamatn hanya datang oleh salib
Kristus. Oleh sebab itu terjadilah perlawanan dan perbantahan sebab orang-orang
Zionisme menuntut sunat sebagai syarat untuk diselamatkan. Jemaat Antiokia mengirim
wakilnya ke Yerusalem agar mengadakan persidangan mengenai soal itu.
Ayat 3, menjelaskan bahwa keberangkatan Paulus dan Barnabas serta beberapa
orang dari jemaat Antiokia menuju Yerusalem untuk mengadakn pertemuan dengan rasul-
rasul disana mengenai permasalahan itu. Paulus dan Barnabas beserta team berjalan
melalui daerah Fenesia dan Samaria dan disana mereka menceritakan tentang orang-orang
kafir yng mendapat keselamatan tanpa sunat. Barangkali kesempatan yang semacam ini
juga dipergunakan untuk mendengar tanggapan dari jemaat-jemaat tentang hl itu, dan
ternyata bahwa hal itu menggembirakan hati mereka. Ayat 4-5, menjelaskan bahw gerej di
Yerusalem menymbut delegsi ini dan mendengarkan kisah tentang keberhasilan gerej
bukan Yahudi di Antiokia dan tentang pemberitaan Injil kepada kalangan bukan Yahudi di
Galatia. Sesudah itu keberatan diajukan oleh orng-orng yng sudh bertobat dari golongn
Farisi yng bersikukuh bahwa orang bertobat dri golongn bukan Yahudi hrus menjadi orang
Yahudi yng menaati hukum Musa. Keadaan ini mendorong diadakanya sidng resmi antara
rasul-rasul dan penatua-penatua jemaat Yerusalem beserta delegasi dari Antiokia (ayat 6).
Kalau kita melihat ayat selanjutnya (12 dan 22) menunjukkan bahwa seluruh gereja ikut
dalam mengmbil keputusan.
Ayat 7-9 menjelaskan bahwa teguran Paulus kepada Petrus saat di Antiokia
(Galatia 2:11) membuhkn hasil. Jadi Petrus selaku pemimpin Rasul, kini kembali kepada
pndngannya yang ia ambil setelh ia memberitakan Injil kepada Kornelius – yaitu bhwa Allah
telah menerima orng bukan Yahudi hanya melalui Iman bukan melalui sunat dan adapt
istiadat yang diwariskn oleh Musa. Petrus berkata bahwa Kristus membersihakan hati
manusia oleh iman, artinya saat manusia menerima Kristus dengan iman, Kristus menjadi
kebenarannya dan setelh itu Kristus akan bekerja didalam hatinya agar ia dapat hidup suci.
Petrus juga mengatakan bahwa Tuhan sam sekali tidak mengadakan perbedaan antara
orang Yahudi dn non-Yahudi. Hal ini menjelaskan bahwa keselamatan yaitu hadiah dari
Allah, bukan berasal dari kebaikan atau kebenarn manusia. Jadi jika ada orang yang
memeghkn dirinya sendiri dalm hal keselamatan, ia yaitu orang yang menganggap darah
Yesus Kristus tidak layak untuk menyelamatkan manusia. Orang yang demikian kelihatannya
beriman tetpi sesungguhnya ia yaitu orang yang tidk memiliki iman dan menghina darah
Tuhan. sesudah Petrus memberi penjelasan yang sangat baik itu, maka dia
melanjutknnya pada ayat 10, dengan sebuah pertayaan: “Kalau demikian, mengapa kamu
mau mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk, yang tidak
dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri?” apa rtinya mencobai
Allah dalam hal ini? Orang yang mengatakan bhwa orng percaya juga harus disunat dn
mengikuti hukum Taurat Musa untuk diselamatkan, adalh orng yng melawan Allah yang telah
mengaruniakn keselamatan hany oleh iman kepada Yesus Kristus. Maksudnya, ia
mempersoalkan dan meragukan rencna keselamatan yang dikerjakn Allah dengan kasih
karunia-Nya. Yesus datang kedunia untuk memikul beban kita (Matius 11:28), jadi orang
yang ingin memikulkan beban yang berat kepada orang yang percaya kepada-Nya berarti
menentang Dia. dalam ayat ini Petrus juga memberitahukan bahwa kuk itu (hukum taurat)
tidak dapat dipikul oleh nenek moyng mereka dan bahkan mereka sendiri juga tidak. Allah
mengetahui hal itu sehingga Ia mengirimkan Kristus untuk memikul beban itu. itulah tindakan
Allah yang mengenal kelemahan kita.
Selanjutnya ayat 11, Petrus mengatakan bahwa baik orng Yahudi mupun Non-Yahudi
sama-sama hnya oleh sebab kasih karunia di dalam Yesus Kristus. Bukan sebab
melakukan persyaratan jasmani atau peraturan-peraturan manusia. sebab itu tidak ada
perbedaan dintara bangsa Yahudi dan bngsa lain dalm keselamatan. ( lihat Roma 3:21-22;
Kolose 3:10-11). Ayat 12 menerngkn bahwa pada waktu itu Barnabas dan Paulus melaporkn
tentang pekerjaan Allah yng dinyatakan dalam misi untuk orang kafir. Lporan itu berisi
pengalaman tentang orang-orang kafir yang menerima keselamatan hanya oleh kepada
Yesus. Dalam ayat ini ada kata diamlah seluruh umat itu, biasanya didalam rapat jika orng
yang memberi sutu tuntn sudh dim setelh mendengar penjelasan itu berarti, bahwa di
menghargai jawabn itu dan akan menerima keputusan yng terbaik apapun yang akan
diambil.
Ayat 13-16, yaitu merupakan perkataan Yakobus (kemungkinan besar saudara
Tuhan Yesus, yang saat itu menduduki jabatan sebgi pemimpin para penatua dan para rasul
di Yerusalem) yang sangat menentukan, dia menyebut tentang pemberitaan Injil Oleh Petrus
kepada Kornelius dn menunjukkan bahwa pemberitaan Injil kepada orang bukan Yahudi
merupakn bagian dari rencana Allah dengan mengutip Amos 9:11, 12. maksud dari kutipan
ini yaitu untuk melukiskan dan memberi dukungan Alkitbiah kepada pemberitaan Injil
kepada orang bukan Yahudi yang dilakukan Petrus. Ayat 15 mengacu kepada pemberitaan
Injil yang dilakukan oleh Petrus kepada Kornelius. Hal itu yakni bahwa sejak semula Allah
menunjukkan rahmat-Nya kepada bangsa-bangsa lain, yaitu dengn memilih suatu umat dari
antara mereka bagi nama-Nya yaitu sesuai dengan nubuatan Amos. Membngun kembali
pondok Daud yang telah roboh yaitu berbicara tentang keselamatan sekelompok orang
Yahudi. Selanjutnya ayat 17-18, sambungan dari nubuatan Amos yang memberitahukan
bahwa keselamtan dri orang-orng non-Yahudi sudah dinubuatkn sebelumnya. Oleh sebab
ayat 19 Yakobus mengemukakan pendptnya bahwa mereka tidak boleh menimbulkan
kesulitan bagi bangsa-bangsa lain yang berbalik kepada Kristus. Artinya jangan
mensyaratkan sesuatu untuk keselamatan, selain iman kepada Yesus Kristus.
Ayat 20, menginformasikan tentang persoalan yang lain, yaitu masalah larangan
supaya jemaat non-Yahudi juga menjuhkan diri dari makanan yang telah dicemrkan berhala-
berhala, supaya menjauhkan diri dari percabulan, dari daging binatang yng mti di cekik dan
dari darah. Sebenarnya ini semua tidk berbicara tentng keselamatan, namun berbicara
tentang landasn persekutuan antara golongan Kristen yahudi dan golongan Kristen bukan
Yahudi. Orang bukan Yahudi mempunyai kebiasaan yang sangat menjijikkan bagi orang
Yahudi. sebab itu sebagai itikad baik dan ungkapan sikap Kristiani, orang Kristen bukan
Yahudi dihimbau untuk menjauhkan diri dari hal-hal yang akan mengganggu saudara-
saudara seiman Yahudi. Yang dimaksud dengan makanan yang dicemarkan berhala di
dalam 15:29 dijelskan sebagai makanan yang dipersembahkan kepada berhala. Seringkali
daging yang dijual di pasar yaitu bekas yang telah diprsembahkan kepada berhala.
Memakan daging semacam itu mengganggu nurani orang Yahudi sebab memberi kesan
seakan-akan ikut ambil bagian dalam penyembahn berhala ini . Percabulan mungkin
berarti kemesuman secara umum atau pelacurn berkedok agama di kuil. Kemesuman yng
semacam ini merupakan hal yang sedemikian biasa dikalangan orng bukan Yahudi sehingga
perlu memperoleh perhatin khusus. Daging binatang yang mti dicekik yaitu jenis daging
yng tidak tahir dari darah. Daging semacam itu dianggap sebagai suatu kelezatan di
kalangan orang bukan Yahudi. Darah mengacu kepada kebiasaan orang kafir untuk
memakan darah. Dua persyaratan terakhir itu berkaitan dengan persyaratan yng sama bagi
orang Yahudi yang menganggap bahwa “nyawa mahluk ada di dalam darahnya” (Imamat
17:11). Keputusan ini disampaikan kepada semua gereja non-Yahudi, bukan sebagai cara
untuk memperoleh keselamatan, namun sebagai landasan bagi persekutuan gereja antara
orang Yahudi dan non-Yahudi.
Ayat 21, ini sebenarnya yaitu alas an mengapa orang bukan Yahudi harus menaati
apa yang disebutkan dalam ayat 20. adapun alasannya yaitu bahwa ditiap-tiap kota
ada orang Yahudi, dan baik di rumah-rumah ibadat di Palestina maupun di rumah di
rumah-rumah ibadat orng Yahudi Diaspora hukum Musa di beritakan artinya bahwa
ketentuan-ketentuannya ditaati dengan ketat. Ayat 22 memberitahukan bahwa untuk
menyampaikan keputusn itu Yudas yang disebut Barsabas dan juga satu orang lagi yng
bernama Silas menemani Paulus dan Barnabas ke Antiokia untuk memberithukan keputusan
sidang itu. Yudas yang disebut Barsabas, rupanya saudara dari Yusuf yang bernama
Barsabas (1:23). Silas yaitu Silwanus yang disebut di dalam 1 Teslonika 1:1; 2Korintus
1:19; 1Petrus 5:12, yang belakangan menjdi rekan seperjalanan Paulus. Kemudian ayat 23,
yaitu merupakan salam pembuka dari surat tentang hasil sidang itu. sementara ayat 24
memberitahukan bahwa orang Yahudi yang datang ke gereja Antiokia itu, dimana merek
mengatakan untuk diselamatkan harus mengikuti Hukum Taurat sebenarnya bukanlah utusn
dari gereja Yerusalem. Kemudian ayat 25-28 yaitu menjelaskan kembali tentang
pengutusn Yudas dan Silas untuk membawa surat keputusan itu. sedang ayat 29, kita
telah bahas dalam ayat 20 hanya ada yang ditambahkan disini, dimana orang yang
melakukan itu disebut berbuat baik.
Ayat 30, memberi informsi tentang Yudas dan Silas berangkat ke Antiokia dan
setelh sampai disana (ayat 31-35) mereka membaca surat itu dan jemaat disana sangat
bersukacita atasnya, itu berarti bahwa suart yang dikirim itu berhasil memechkn persoalan
yang ada. Beberapa waktu lamanya keduanya dan bahkan Paulus dan Barnabas juga ada
disana untuk mengajar dn melayani di gereja Antiokia itu.
c. Misi kedua, Asia kecil dan Eropa (15:36 – 18:22)
Pasal 15:36-41, Lukas menuliskan tentang persiapan perjalanan penginjilan atau Misi yang
kedua. Sesudah jngka waktu yang tidak disebutkan, Paulus berniat mengunjungi kembali
dan memperkuat gereja-gereja yang sudah berdiri. Waktu itulah sayangnya terjadi
perbedaan pendapat diantara Paulus dan Barnabas. Barnabas ingin membawa Yohanes
Markus yang pernah menyertai mereka dalam perjlanan pemberitaan Injil yang pertama,
namun meninggalkan mereka saat di dataran Asia kecil dan kembali ke Antiokia. Paulus
menganggap tindakan ini sebagai bukti yang begitu nyata tentang ketidk mantapan sehingga
ia menolak keinginn Barnabas. Akibatnya yaitu perpisahan diantara Paulus dengan
Barnabas. Barnabas membawa Markus berlayar ke Siprus untuk mengunjungi gereja-gereja
yng didirikan pada perjalanan PI yang pertama. Paulus membawa Silas. Paulus
mengadakan perjalanan bukan melalui laut, namun melalui jalan darat menuju ke Galatia. Kita
tidak mengetahui apa-apa mengenai pendirin gereja-gereja di Siria dan Kilikia, namun 15:23
kita mengethui bahwa di sana memang ada gereja. Mungkin gereja-gereja itu merupakn hsil
pelayanan Paulus sebelum dibawa ke Antiokia.
Kisah Para Rasul 16:1, memberitahukan bahwa Paulus pergi ke Derbe dan ke Listra.
Disana dia memilihi Timotius, yang rupanya bertobat pada waktu PI yang pertama, untuk
menjadi rekan seperjalanan dan salah satu pendampingnya yang paling di percaya. Kepada
Timotius inilah Paulus menjelang akhir hidupnya menulis dua dari surat-suratnya yang
terakhir. Timotius yaitu keturunan campuran: ayahnya yaitu seorang Yunani sedang
ibunya yaitu seorng Yahudi. Ibunya psti juga termasuk orang percaya kepada Kristus
saat Paulus mengunjungi Listra pada PI yang pertama. Dari 2 Timotius 1:5 kita mengetahui
bahwa ibunya Eunike yaitu seorang wanita yang saleh.
Kemudian ayat 2, menginformasikan tentang integrits dari Timotius, dia di kenal baik
oleh jemaat di Listra dan Ikonium. Lalu selanjutnya ayat 3, sebab Timotius hanya separuh
Yahudi, maka agar dia dapat menjdi rekn seperjalanan yang dapat diterima oleh kalangan
Yahudi yang akan mereka layani, Paulus menyuntkan dia. sekalipun pemuda itu telh didik
oleh ibunya di dalam imn sesuai dengan PL (2Timotius3:15). Orang Yahudi memandang dia
sebagai anak orng Yahudi sebab agama yng dianutnya. Sebagi orng yng mengaku
penganut agama Yahudi namun tetap merupakan orng bukan Yahudi yang tidak disunat,
Timotius akn merupakan sandungan bagi orang-orang yahudi yang dijumpai Paulus di
berbagai kota dn kepada siapa Paulus memberitakan Injil pertama kali. Paulus menyunti
Timotius yaitu sebagai tindkan penyesuaian dan bukn krena prinsip religius. Tidak ada
pertentangan dengan ketegasn Paulus untuk menyunat Titus (Galatia 2:3); sebb Titus
yaitu sepenuhnya orng bukn Yahudi, sehingga sama sekali tidk ada alas an budaya untuk
menyunatknnya. Dengan demikian Timotius di sunat bukan sebagai orng Kristen namun
melainkan sebagai orang Yahudi. Tindakan ini merupakan penerapan dri prinsip yang
dikemukakan rasul Paulus di dalam 1Korintus 9:20, Demikianlah bagi orng Yahudi aku
menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkn orang-orang Yahudi. Bagi orang-
orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah
hukum Taurat…supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum
Taurat.” Jika tidk menyngkut prinsip yng hakiki, Paulus memakai prinsip penyesuaian. Ayat 4
memberitahukan bahwa Paulus dn Silas menympaikan keputusn-keputusn sidang
Yerusalem kepada seluruh jemaat yang mereka kunjungi (bukan Yahudi) dan bahkan Paulus
meminta agar setiap jemaat menurutinya. Ini membuktikan bahwa Paulus berusaha agar ada
perdamaian diantara jemaat-jemaat. Selanjutnya ayat 5, menunjukkan bahwa jemaat-jemaat
pada waktu itu berkembang dalam kwalitasny dan jug kwantitasnya. Kemudian dalam ayat 6
dan 7 disebut bahwa mereka melintasi Frigia dan tanah Galatia namun Roh kudus mencegah
mereka memberitakan Injil di Asia. Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil
dio Asia, bukan sebab Allah ingin membiarkan suku-suku Asia, namun perlu untuk
memberitakan Injil di Eropa lebih dahulu menurut urutan waktu bgi misi dunia. Rombongan
Paulus yang telah menyerahkan diri untuk misi menaati bimbingan dan perintah Roh Kudus
yng demikian. Tidak ada catatan mengenai cara Roh Kudus yang membimbing Paulus disini
namun kita tidak perlu menduga tentangnya. Setibanya di Misia merek mencob masuk ke
derah Bitinia, namun Roh Yesus tidak mengizinkn mereka. Roh Yesus ini yaitu roh yang
dikirim Yesus. Lihat Roma 8:9; Galatia 4:6; Filipi 1:19; 1Petrus 1:1. dengan ayat ini kita dapat
mengetahui bahwa pimpinan aktifitas misi pada waktu itu yaitu Roh Kudus. Hal itu terjadi
sesuai dengan perkataan Yesus (Yohanes 14:16-17,26; 15:26; 16:13). Ironside berkata
bahwa salah satu berkat khusus yng didapati hamba-hamba Allah yaitu bimbingan Roh
Kudus. Misia yaitu kota yang terletak di bgian barat Asia kecil dan Bitinia terletak di bagian
timur pntai Misia. Pencegahan Roh Kudus untuk memasuki daerah Bitinia bukan berarti
Allah menolak orang-orang Bitinia. Menurut surat Pliny, gubernur Bitinia pada tahun 70 AD.
Yang dikirim kepada kaisar Trajan, ada banyak orng Kristen pada masa pemerintahan Pliny.
Jikalau demikian, sesudah Paulus tidk dapt memasuki daerah itu meskipun sebenarnya ia
mau (53 AD), Injil telh diberitakn di daerah itu. waktu dn tempat diwujudkannya pekerjaan
Allah mempunyai urutn di dalam kehendak-Nya.
Ayat 8-9, Troas yaitu merupakan kota penyebarangan untuk sampai ke Makedonia.
Disana tampak kepada Paulus suatu penglihatan, dimana orang Makedonia sedang
meminta tolong dengan berseru “…menyeberanglah kemari dn tolonglah kami!” ini
menunjukkn bahwa mereka menunggu pemberitaan Injil bagi keselamatan mereka.
Permohonan ini yaitu contoh dari semua seruan yang sama dari manusia. Manusia tidak
dapat memperoleh pertolongan selain melalui keselamatan dari Injil Kristus. Hanya
pertolongan keselamatan dari Allah yang merupakan pertolongan yang benar. Filsafat ilmu
pengetahuan politik dan lain-lain yang menjanjikan pertolongan bagi manusia tidak dapat
memberi hidup kekal sebab semuanya itu sebenarnya tidak dapat menolong. Hal-hal
ini diatas seperti tali yang telah membusuk yang dilemparkan kepada orang yang
tenggelam di air untuk menyelamatkanya ke darat. Ayat 10, ayat memberitahukan tindakan
Paulus dan teamnya sesudah mendapat penglihatan itu. kata kami membuktikan bahwa
penulis Kisah Para Rasul ini ikut bersma-sama mereka yang sedang melakukan perjalanan
misi. Orang ini yaitu dokter Lukas, sebb dalam kitab ini istilah medis sering dipakai, dan
Lukas kawn sekerja Paulus dalah s












