Kamis, 16 Juli 2026

kisah para rasul 7

 


l. Dalam ayat

ini  kita  juga  ketemu  nama kota  Seleukia,  yaitu   kota  pelabuhan  di  tepi  laut  di  daerah

Antiokia. Dan Siprus yaitu  sebuah pulau yang besar dan penting ,  kemungkinan besar

penginjilan dimulai  dari  sini berhubung sebab  Siprus adalh kampung halaman Barnabas

(4:36). Jdi mungkin secara alamiah Barnabas ingin menyelamtkan orang-orang sekampung

halamannya terlebih dahulu. Salamis yaitu  kota yng terletak dib gin timur Siprus dan juga

merupakan kota terbesar di Siprus. Disini juga banyak orng Yahudi tinggal, oleh sebab  itu

disini ada beberapa rumah ibadat. Paulus biasanya memberitkn Injil kepada pertama-tama

orang  Yahudi  (Roma 1:16);  tetpi  biasanya  Injil  justru  berakar  di  kalangan  orang  bukan


Yahudi yang hadir di rumh-rumah ibadat Yahudi ini . Yohanes yang disebut dalam ayat

ini yaitu  Yohanes Markus, kemenakanya Barnabas (Kolose 4:10) Markus membantu kedua

missionaries  itu  dalam  kehidupn  sehari-hari  sebagai  asisten  yang  mewakili  jemaat

Yerusalem dan yng terlibat dalam misi lur negeri.

Ayat  6  memberitahukan  bahwa  mereka  mengelilingi  seluruh  pulau  itu  untuk

memberitakan Injil.  Mereka tiba di  Pafos,  yaitu  kota  yang terletk  di  bagian barat  Siprus,

disana mereka bertemu dengan seorng yang bernama Baryesus (artinya anak keselamatan).

Dia yaitu  seorang nabi Palsu, biasanya pada wktu itu disebut sebagai nabi palsu itu sebab 

orng  itu  membut  pengakuan  yang  palsu,  dia  membut  pengakun  bhwa  dia  yaitu   nabi

padahal dia yaitu  tukang sihir dn tukang ramal.

Ayat  7  menjelaskan  bahwa  Baryesus  ini  yaitu   seorang  kawan  (sahabat)  dari

Sergius Paulus,  dia yaitu  gubernur pulau itu  (Siprus).  Ternyata Sergius Paulus yaitu 

orang yang pintar dan dia tidak mau hanya mendengar Baryesus, namun  dia juga akhirnya

mengundng Barnabas dan Saulus untuk mendengar Firman Allah.

Ayat  8  memberitahukan  bahwa  Baryesus  yang  juga  disebut  Elimas  yang  artinya

tukang ramal menghalang-halangi gubernur Sergius untuk percaya. sebab  jika gubernur itu

menerima pemberitaan Barnabas dan Saulus maka kedudukannya akan terancam.

Ayat  9 Paulus yaitu  nama Romawi yang berarti  “kecil”.  Pada ayat  9 ini  disebut

Penuh dengan Roh oleh sebab  itu dia dapat menghardiknya sebab  ia penuh dengan Roh

Kudus. Ayat 10, yaitu  berisikan kata-kata hardikan yang sangat tajam dari Paulus kepada

Baryesus.  Baryesus  yaitu   nabi  palsu  yang  menjadi  keras  dengan  tipu  muslihat  dn

kejahatan, maka diperlukan teguran yang keras dari rasul Paulus. Tipu muslihat yaitu  sifat

dasar iblis (Yoh 8:44). Ia memakai dusta untuk memutarbalikkan Firman Allah pada waktu

menggoda Hawa di Taman Eden (Kejadian 3:4-5). Tipu muslihat yaitu  kaki tangan dan

pelindung kejahatan, oleh sebab  itu Baryesus nabi palsu itu disebut Anak Iblis. Selanjutnya

untuk mengomentari kata Musuh segala kebenaran maka kita harus menyadari bahwa guru

kebenaran akan mengajar jalan kebenaran Allah yang ada dalam Kristus, namun  guru palsu

akan bertentangan dengannya. Guru palsu akan menentang kebenaran dengan dusta dan

tipu daya.

Kemudian ayat 11, yaitu  merupakan kelanjutan dari ayat 10. ayat ini menjelaskan

bahwa Paulus dapat melihat kegerakan kuasa Allah dengan mata rohani sebab dia penuh

dengan Roh Kudus, sebab  itu hukuman Allah terjadi tepat seperti perkataannya. Hukuman

terhadap Baryesus lebih ringan dibandingkan  yang diterima Ananias dan Safira. Ia menjadi buta

beberapa  hari  lamanya,  hal  itu  menunjukkan  kebajikan  Allah  yang  penuh dengan  belas

kasihan  meskipun  di  tengah  kemurkaan  (Hab  3:2).  Hukuman  sebab   murka  Allah  ini

ditimpakan kepadanya agar ia bertobat. Ayat 12 menjelaskan bahwa sesudah  melihat hal itu

Gubernur Siprus, Sergius Paulus menjadi percaya. Kata percaya pertama kali muncul dalam

perjalanan misi  mereka, sebab  itu kepercayaan Sergius Paulus yaitu  kelangkaan yang

harus di nilai tinggi.

Selanjutnya  ayat  13  menjelaskan  perjalanan  Paulus  dan  kawan-kawannya

meninggalkan Pafos. Kata Paulus dan kawan-kawannya menunjukkan bahwa kemungkinan

besar yang menjadi pemimpin dalam perjalanan ini yaitu  Paulus. Yohanes Markus kembali

ke negerinya sendiri dan meninggalkan tim misi ini; kejadian itu kurang baik bagi mereka.

Kita tidak tahu mengapa Markus melakukan demikian, namun apapun alasannya, Paulus

tidak senang dengan keberangkatannya.  Hal-hal  yang penting dalam ayat 14-15,  yaitu 

mengenai informasi tentang Antiokhia di Psidia dan juga tentang Rumah Ibadat. Antiokia di

Pisidia  terletak  di  bgian  Timur  selatan  Frigia  di  Asia  kecil,  disebut  demikian  agar  dapat

dibedakan dengan Antiokia di Siria. Menurut catatan sejarah, banyak orang Romawi tinggal

di dalam kota ini dan Raja besar Antiokia di Siria memindahkan 2000 keluarga Yahudi ke

sana. Sistem rumah ibadat dimulai sejak bangsa Yahudi kembali dari twanan Babel. Rumah-

rumah ibadat telah disiapkan dimana-mana, sehingga mudh menginjili di berbgi tempat pada

masa  Yesus  dan  rasul-rasul;  itulah  pekerjaan  persiapan  Allah.  Liturgy  ibadah  hari  Sabt

Yahudi menghruskan pembacaan dari dua bagian Hukum Taurat dan satu bagian dari kitab

para nabi.

Ayat  16,  menjelskan  bagaimana cara  Paulus  memulai  kotbahnya,  ia  memberi 

isyarat dengan tanganya supaya para pendengarnya bersungguh-sungguh mendengarkan

kotbahnya. Dia berkata Kamu yang takut akan Allah hal ini mengacu pada orang-orang kafir

yang telah percaya kepada Allah. Ayat 17, kata yang perlu di ingat disini yaitu  kat Umat

Israel  kata  ini  menekankan bahwa Allah  yaitu   satu-satunya  Allah  yang  benar.  Kotbah

Paulus ini juga menyatakan dengan tegas bahwa Yesus yaitu  Mesias (Kristus) dengan

menguraikan sejarah seperti kotbah Stefanus (7). Iman Kristen bukanlah suatu filsafat atau

ideologi namun  yaitu  Wahyu Allah yang terus digenapi dalam sejarah. Kemudian kata Telah

memilih nenek moyang kita yaitu  cara Paulus untuk menjelaskan kedaulatan Allah, hal ini

yaitu  tindakan Allah untuk memilih bukn sebab  kebaikan Israel namun  murni tergantung

pada Allah. Ayat 18-19, Paulus menjelaskan bahwa meskipun umat Israel sering mencobai

(meragukan)  dan  menyesali  serta  mengkhianati  Allah  (membuat  patung  emas  yang

berbentuk  anak  sapi),  namun   Allah  tidak  membinasakan  seluruh  bangs  itu  melainkan

menyelamatkannya;  sebab  ia  hendak  menggenapi  janji  yang  diberikan  kepada  nenek

moyang mereka (Ulangan 9:5-6).  Lihat  Ulangan 1:31.  nama tujuh  bangsa  tertulis  dalam

Ulngan  7:1;  Yosua  3:10;  Nehemia  9:8.  Allah  membinasakan  mereka  bukan  sebab 

kehendak-Nya yang sembarangan namun  sebagai hukuman yang adil atas dosa mereka yang

telah penuh. Lihat Kejadian 15:16. Allah memberi tanah Kanaan kepada umat Israel sebagai

bagian milik  pusaka menurut  janji  yang diberikan kepada Abraham, sebab  Allah yaitu 

setia (Kejadian 15:17). Empat ratus lima puluh tahun, menurut beberapa komentator Alkitab

bahwa jumlah ini menunjuk kepada keseluruhan tahun umat Israel menderita di negeri Mesir

dan  perjalanan  di  padang  gurun  serta  masa  penaklukan  suku-suku  di  Kanaan.  Jikalau

demikian  umat  Israel  memerlukan  450  tahun  untuk  menduduki  tanah  Kanaan.  Seperti

demikian, kadangkala ada janji Allah yang harus melewati banyak waktu untuk di genapi.

Oleh sebab  itu orang percaya harus selalu sabr dan meninggalkan kebiasaan tergesa-gesa

dalam kehidupan iman kepada Allah.

Dalam  ayat  20  ini  Paulus  melanjutkan  kotbahnya,  dia  mengatakan  bahwa  Allah

memberi   Hakim-hakim  kepada  umat-Nya.  Hakim-hakim  yaitu   pemimpin  yang  diplih

oleh Allah. Ayat ini menunjukkan kasih karunia Allah yang khusus yang diberikan kepada

umat  pilihan-Nya.  Selanjutnya  ayat  21,  Paulus  menjelaskan  bagaimana  bangsa  Israel

meminta seorang Raja. Permintaan bangsa Israel tentang seorang raja yaitu  kesalahan

mereka (1 Samuel 8:5,7). Kelakuan mereka jahat, sama seperti menolak pemerintahan Allah

yang baik, dimana Allah sendiri memerintah; sekalipun demikian Allah tetap mengabulkan

permintaan  mereka  dengan  mengangkat  raja  bagi  mereka.  Disinilah  Daud  mendapat

kesempatan untuk menjadi raja. Dari keturunan raja Daud, Kristus lahir agar janji Allah yang

diberikan  kepada  Yakub  digenapi  (Kejadian  29:10).  Meskipun  permintaan  bangsa  Israel

tentang seorng raja yaitu  jahat, namun  Allah tidak mmbuang mereka.

Ayat 22, menjelaskan kisah tentang lengsernya Saul dari takhta kerajaan dan Daud

naik  takhta.  Dalam ayat  ini  kita  menemukan kata  Allah  menyingkirkan  raja  Saul  sebab 

dosanya. Lihat 1Samuel 13:13-14;15:19, 22-23. Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang

yang berkenan di  hati-Ku dan yang melakukan segala  kehendak-Ku yaitu  kutipan dari

1Samuel  13:14  dan  Mazmur  89:21-22  dan  merupakan  kesaksian  Allah  tentang  Daud.

Seorang  yang  berkenan  dihati-Ku  tidak  berarti  bahwa  ia  seorang  yang  tidak  berdosa,

melainkan ia yaitu  seorang yang dapat dipakai dengan baik untuk pekerjaan Allah yang

menghendaki melaksanakannya. Perbuatannya mengambil istri Uria dan pembunuhan yang

dilakukannya yaitu  dosa yang sangat jahat  (2Samuel 11). Hukuman yang diterimannya

sebab  dosa itu juga sangat berat. Allah membawannya pada pertobatan dan menjadikannya

selalu merindukan jalan yang benar (1 Raja-raja 1:4; 15:5). Diatas semuannya itu (1) Allah

telah menentukan Daud sebagai lambang Yesus Kristus (Mazmur 16), (2) Allah menggenapi

kehendak-Nya  dengan  mengirim  Kristus  ke  dunia  sebagai  keturunan  Daud.  Allah

melaksanakan  seluruh  kehendak-Nya  yang  kudus  dengan  dua  hal  ini  melalui  Daud.

Kehendak Allah tentang Mesias telah siap dengan mengangkat Daud sebagai raja.

Ayat  23,  menjelaskan  bahwa  Allah  menggenapi  janji-Nya,  Dia  membangkitkan

Juruselamat dari  keturunan Daud.  Jadi  dengan demikian kedatangan Juruselamat  bukan

suatu hal yang terjdi secara kebetulan namun  yaitu  merupakan perwujudan janji yang telah

di beritakan sebelumnya (Roma 1:2-3); sebab  itu sifat kejadian demikian menguatkan iman

kita kepada Allah. Bagaimana mungkin kita tidk dapat percaya kepada hal yang digenapi

tepat  menurut  janji-Nya.  Kristus  bukanlah  eksistensi  yang  supernatural  seperti  pendapat

yang  salah  dari  para  teolog  Eksistensialisme.  Kejadian  Kristus  yaitu   kejadian  yang

mengandung  nilai  historis  umum,  yang  tertulis  untuk  dapat  di  baca  oleh  seluruh  umat

manusia agar mereka melihat serta mengalami kebenaran fakta ini. Maksudnya, itu yaitu 

kejadian yang secara pasti benar, yang disaksikan oleh masa lampau, yang dialami oleh

masa sekarang dan yang mempunyai  pengharapan pada masa depan.  Paulus di  dalam

paparannya mengenai Kristus, selalu berusaha sedapat mungkin menekankan keterkaitan

Kristus dengan sejarh umum. Ia menjelaskan bahwa Kristus yaitu  Yesus yang ada dalam

sejarah. 2 Samuel 7:12, Kristus adalh Keturunan Daud dn Yesaya 11:1 suatu tunas …dari

tunggul Isai, Yehezkiel 34:23, tertulis dengan nama Daud. Juruselamat yaitu  penyelamat

yang menyelamatkan umat Allah dari dosa (Matius 1:21).

Ayat  24-25  menjelaskan  kebenaran  bahwa  Yesus  yaitu   Mesias,  tidak  hanya

disaksikan oleh nabi-nabi pada zamn dahulu, namun  juga disaksikan oleh nabi pada masa

Yesus, yaitu Yohanes pembaptis. Kesksian tentang Yesus mempunyai kepastian yang tidak

terbats oleh masa dn tempat. Paulus menjelaskan riwayat Yesus mulai dengan kesaksian

Yohanes pembaptis, hal itu penuh makna. Baptisan pertobatan Yohanes pembaptis yaitu 

mempersiapkan pelayanan Kristus.

Ayat 26, kata Keturunan Abraham yaitu  berarti bangsa Yahudi, dan yang takut akan

Allah yaitu  orang-orang kafir yang telah percaya. Kemudian kabar keselamatan yaitu  Injil

yang di beritakan oleh Yesus Kristus. Kemudian ayat 27 sebenarnya menunjukkan alasan

mengapa  mereka  yang  membunuh  Yesus  menjtuhkan  hukuman  mati  atas  Dia.  sebab 

mereka tidak mengenal Yesus yang yaitu  Mesias yang berada dihadapan mata mereka

dan tidak mengerti  kitab para nabi yang dihafalkan setiap hari Sabat. Umumnya manusia

menghina pemimpin yang besar sekalipun jika ia berada di dekatnya; juga semangat untuk

mengagungkan Firman Allahpun akan pudar jikalau sudah menganggap Firman itu hl yang

biasa-biasa saja. hal ini mengkibatkan orang tidak ingin merenungkan maknanya yng benar

dengan sungguh-sungguh. Lihat Lukas 4:24. kecenderungan hati manusia ini timbul sebagai

akibat  meninggikan  diri  sebab  digelapi  oleh dosa.  Allah  menubuatkan  melalui  nabi-nabi

sebab  Ia  telah mengetahui  bahwa penduduk Yerusalem dan pemimpin-pemimpinya tidk

mengakui  Mesias  dan  akhirnya  membunuh  Dia.  Maksudnya  keputusn  mereka  untuk

menjatuhkan hukuman mati  atas Yesus juga merupakan kegenapan perkataan nabi-nabi

(Mazmur 2:1-2; Yesaya 53:1-12). Kebenaran inipun dapat menguatkn imn kita.

Ayat 28-30, membukukan kebenaran bahwa kebangkitan dan kematian Yesus Kristus

yaitu   kasih  karunia  Allah  yang  di  berikan  kepada manusia;  yaitu  kasih  karuni  dimana

manusia membunuh Yesus dan menguburkan mayat-Nya namun  Allah membangkitkan-Nya,

agar manusia percaya kepada-Nya sehingga amendapat keselamatan. Selanjutnya ayat 31

mereka  yang  mengikuti  Dia  yaitu   murid-murid  yang  pergi  bersama-sama  Yesus  ke

Yerusalem  dalam  perjalanan  terakhir  (untuk  disalibkan  mati).  Selanjutnya  jika  kita

membahas tentang mengapa Yesus menampakkan diri-Nya kepada mereka, sebab  tidak

ada  orang  lain  selain  mereka  (murid-murid  yang  akrab  dengan  Yesus)  yang  dapat

membedakan  dan  menyadari  bahwa  Yesus  yaitu   sama,  sebelum  mati  dan  sesudah

bangkit kembali. Bagaimanakah mungkin masyarakat umum dapat menyadari Yesus yang

telah  bngkit  kembali,  sebab  sebelum  kematian  Yesuspun  mereka  belum  mengenalnya.

Sebab itu Yesus tidak perlu menampakkan diri kepada orang banyak. Ia menampakkan diri-

Nya selama beberapa wktu, hal ini menunjukkan bahwa peristiwa itu bukanlah penglihatan

yang  terjadi  hanya  dalam sekejap  mata.  Penampakan  diri  Yesus  yaitu   kejadian  yang

terjadi secara historis, yang memberi waktu dn kesempatan yang cukup untuk dilihat dan

diselidiki.  Paulus  memakai  kata  beberapa  waktu  (ημεραζ  πλειουζ  )  sebab   kejadian

penampakan diri Yesus sungguh-sungguh dapat menjadi dasar imanya. Lihat 1:3.

Ayat 32-33 memberitahukan bahwa Yesus menurut Paulus yaitu  penggenapan dari

janji Allah dalam Perjanjian Lama; pengharapan akan Mesias yang di berikan kepada para

leluhur  telah  di  genapi  dalam Yesus.  Dengan membangkitkan  Yesus mungkin  mengacu

pada penampilan Yesus dalam sejarah. Dengan membangkitkan Yesus mungkin mengacu

kepada penampilan Yesus di dalam sejarah dan bukan kepada kebangkitan-Nya dari antara

orang mati. Sekalipun demikian kebangkitan Yesus juga termasuk dalam penampilan-Nya di

dalam sejarah sebagaimana tampak dalam ayat selanjutnya. Anak-Ku Engkau (Mazmur 2:7)

lebih mengacu pada keberadaan-Nya sebagai Mesias ketimbang kepada keberadaan-Nya

sebagai Tuhan. Sebagian dari kutipan ini juga terdengar pada saat Yesus di baptis (Markus

1:11) dan menunjukkan masuknya Yesus kedalam pelayanan-Nya sebagai Mesias. “Menjadi

Anak” di dalam kerangka berpikir Alkitab merupakan sebuah konsep yang bersegi banyak dn

dapat  menunjuk  kepada  kedudukan-Nya  sebagai  Mesias  tanpa  mengurangi  kenyataan

mengenai Kristus sebagai Tuhan.

Ayat  34-35,  dikutip  dari  nubuatan  Yesaya  55:3  dan  Mazmur  16:10.  sebab   Daud

kemudian meninggal dunia, janji dalam Mazmur 16:10 tidak mungkin mengacu pada dirinya,

namun   pstilah  mengacu  kepada keturunanya  yang di  janjikan  itu.  ayat  36-37,  kata  Daud

melakukan  kehendak  Allah  pada  zamannya  juga  dapat  diterjemahkan  dengan  Daud

melayani  zamannya  dengan  melakukan  kehendak  Allah.  Karier  Daud  terbatas  pada

zamannya sendiri, sebab dia meninggal dunia dan menemui kebinasaan; karier Yesus tidak

dapat dibatasi pada zaman tertentu, melainkan berlangsung pada segala zaman. Kemudian

ada dua kalimat yang penting dalam ayat 38-39, yang pertama yaitu  kalimat Oleh sebab 

Dialah (δια τουτου) Dia yaitu  Yesus yang telah bangkit kembali, hl itu menjelaskan bahwa

Yesus yaitu  pengantara. Tidak ada yang lebih malang dibandingkan  dosa bagi manusia dan

yang dapat menjadi pengantara untuk pengampunan dosa hanyalah Yesus Kristus. Manusia

sibuk untuk menyalahkan orang lain namun  Yesus tidak pernah terlambat untuk mengampuni

dosa orang yang percaya kepada-Nya. Hanya berita Injil yang disampaikan Paulus. Kalimat

yang  kedua,  Yang  tidak  dapat  kamu  peroleh  dari  hukum Musa,  kalimat  ini  sebenarnya

menjelaskan bahwa manusia tidk akan dapat bebas dari dosa (menjadi benar dihadapan

Allah)  dengan kekuatan sendiri.  siapa  saja  yang  percaya  kepada Yesus Kristus  dengan

sungguh-sungguh,  mendapat  pengampunan atas  segala  dosa  dan  dibenarkan  oleh-Nya.

Yesus  yaitu   pengantara  mutlak  dan  Anak  Allah,  oleh  sebab   itu  ia  berkata,  “Marilah

kepada-Ku,  semua  yang  letih  lesu  dan  berbebn  berat,  Aku  akan  memberi  kelegaan

kepadamu” (Matius 11:28).

Ayat  40-41  yaitu   merupakn  suatu  warning  yang  dikutip  dari  Habakuk 1:5  yang

menubuatkan tentang serangan tentara Kasdim yang akan meruntuhkan Israel. Orang-orang

mengabaikan peringatan nabi pada waktu itu akhirnya binasa sebagaimana diperingatkan.

Demikian  juga  orang  yang  tidak  percaya  kepada  Injil  keselamatan  yaitu  kematian  dan

kebangkitan Yesus, pasti  akan binasa. Ayat-ayat ini menunjukkan kepada kita bahwa (1)

siapa saja yang tidak menerima Injil yaitu  sama dengan orang-orang yang melakukan dosa

menghina  Allah.  (lihat  Ibrani  2:3).  (2)  Allah  pasti  akan  melaksanakan  apa  yang  telah

direncanakan-Nya  setiap  hari  namun   pada  waktu  yang  telah  ditentukan,  itulah  sebabnya

orang-orang yang tidak percaya mengira bahwa tidak ada penghukuman Allah. (3) Biasanya

Allah terlebih dahulu memberitahukan kepada manusia apa yang dilaksanakan-Nya, namun 

manusia  tidak  percaya.  Lihat  Kejadian  19:14;  Lukas  17:27;  Yohanes  1:5.  Mereka  tidak

mempercayai Firman Allah sebab  mengasihi dunia. Kemudian ayat 42 yaitu  menjelaskan

bahwa para pendengar paulus senang mendengar khotbahnya, oleh sebab  itulah Paulus

masih diminta untuk berkotbah pada hari sabat berikutnya. Ada keistimewaan kotbah ini,

dimana  isinya  menyelesaikan  masalah  yang  kekal  yaitu  tentang  Allah,  hidup  kekal  dan

pengampunan dosa.

Ayat 43, menjelaskan bahwa kotbah Paulus itu sungguh berhasil. Beberapa diantara

pendengarnya akhirnya mengikuti Paulus dan Barnabas sebab  ingin mendengar berita Injil.

Didalam ayat ini juga di beritahukan bahwa Paulus dan Barnabas juga menasehati orang-

orang yang mengikuti  mereka itu,  hal  ini  sangat penting mengingt  bhwa orang-orang itu

yaitu  orang yang baru percaya. Selanjutnya pada ayat 44-45, yaitu  berita tentang apa

yng  terjadi  pada  sabat  sesudah   kotbh  Paulus.  Orang  banyak  datang  berkumpul  untuk

mendengar kotbahnya yang selanjutnya.  Pada waktu itu  rakyat  ingin  mendengar Firman

Allah namun  orang Yahudi menghujat sebab  iri hati terhadap Paulus dn Barnabas.

Ayat 46, Paulus menjawab bahwa Tuhanlah yang memerintahkan bahwa Injil harus

diberitakan  pertama-tama  kepada  orang  Yahudi  agar  mereka  menerimanya  lalu  pada

gilirannya dapat memberitakan Injil kepada orng-orang bukan Yahudi. Sekalipun demikian,

sebab  orang-orang Yahudi itu ternyata menolak Firman Allah dan sebab nya menilai diri

mereka sendiri  sebagai tidak layak untuk hidup yang kekal,  maka Paulus sendiri  beralih

memberitakan  Injil  kepada  orang-orang  bukan  Yahudi.  Ayat  47  menegaskan  tentang

panggilan paulus, dia mengutip nubuatan Yesaya 49:6 yang dikenakan kepada dirinya yang

akan membawa terang kepada orang-orang non Yahudi. Kemudian ayat 48, kit menemukn

kalimat yang mengatakan “Orang yang ditentukan Allah” kata ini sebenarnya bersifat historis.

saat  Injil keluar dari kalangan orang Yahudi memasuki dunia orang bukan yahudi, banyak

orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal menerimannya dan percaya. Sekalipun

demikian, ini tidak berarti meremehkan ajaran tentang takdir dalam hidup. inilah salah satu

tema yang muncul berkali-kali di dalam Kisah Para Rasul: Pada setiap langkah yang baru

dan strategis, Injil di tolak oleh orang Yahudi namun diterima oleh orang bukan Yahudi.

Ayat 49, menjelaskan bahwa Firman Allah disiarkan dengan kekuatan-Nya sendiri.

memang pada waktu itu Firman Allah diberitakan dengan sungguh-sungguh, maka kuasa

Firman Allah sendiri  dapt  bekerja  juga dengan nyata.  Selanjutnya ayat  50 menunjukkan

bahwa orang-orang Yahudi bukan hanya menganyiaya Paulus dan Barnabas,  namun   juga

menghasut  orang-orang  lain  untuk  ikut  serta  dalam  penganyiayaan  mereka.  Ayat  51,

disebutkan  bahwa  Paulus  dan  Barnabas  mengebaskan  debu  kaki  mereka  sebagai

peringatan, maksudnya mereka tidak bertanggung jawab atas kebinasaan orang-orang itu.

mereka telah berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menyaksikan Injil,  namun orang-

orang Yahudi tidak percaya dan mengundang sendiri kebiasaannya (Matius 10:14; Markus


6:11; Lukas 9:5). Pasal 13 diakhiri dengan ayat 52 yang mengatakan bahwa murid-murid di

Antiokia penuh dengan sukacita dan dengan Roh Kudus. Murid-murid disini yaitu  orang-

orng yang telah menjadi percaya oleh pemberitaan Injil  Paulus dan Barnabas di Antiokia

Psidia  (14).  Mereka  bersukacita  meskipun  berada  dalam penganyiayaan,  sebab mereka

hanya puas dengan iman percaya kepada Yesus Kristus.

Pasal 14:1, memberitahukan bahwa di Koniumpun Paulus dan Barnabas melakukan

cara yang sama untuk memberitakan Injil.  Cara Paulus memberitakan Injil  selalu terlebih

dahulu  kepada  orang  Yahudi  kemudian  baru  kepada  orang  non-Yahudi.  Paulus  dan

Barnabas mengajar sedimikian rupa (λαλησαι αυτος) artinya dengan begitu kuat jadi cara

mengajar yang begitu kuat. Ayat 2, menunjukkan bahwa yng menolak pemberitaan yaitu 

orang-orang yang tidak percaya yang memberontak. Firman Allah tidak selalu diterima oleh

semua orang, ada waktu dianyiaya; sebab di dunia ini ada orang-orang yang tidk termasuk di

pihak Allah serta ada orang-orang yang menentang Allah sementara waktu dan teorinya

sendiri yang bertentngan. Oleh sebab itu pemberita Injil tidk perlu berkecil hati jika dianyiaya

sebab  pemberitaan Injil. Seorang pemberita Injil yang benar harus menganggap tidak benar

jika tidak ada penganyiayaan. Membuat mereka gusar terhadap saudara-saudara artinya

berlwanan  dengan  saudara-saudara.  Saudara-saudara  itu  yaitu   orang  yang  percaya

kepada Yesus. Orang-orang Ikonium yang bukan orng Yahudi. Di dalam situasi demikian,

orang-orng  percaya  merasa  tidk  dapt  berbuat  apa-apa.  Sangat  sulit  untuk  mencegah

penghasutan yang jahat dengan kekuatan manusia, akan namun  Allah akan menolong orang

percaya yang menanggung penderitaan yng tidk harus dia tanggung (1 Petrus 2:19-20).

Ayat 3, Kata beberapa waktu artinya selama beberapa waktu secukupnya. Mereka

tinggal di Ikonium beberapa waktu (tertunda) sebab ada penganyiayaan dan penderitaan,

bukan sebab  tinggal di tempat itu menyenangkan. Mereka tidak sampai hati meninggalkan

saudara-saudara seiman yang sedang berada di dalam kesulitan. Allah memberi kekuatan

agar  mereka  dapat  memberitakan  Injil  dengan  berani.  Pekerjaan  Allah  akan  semakin

berkembang jika orang-orang percaya menderita sebab n-Nya. Berita tentang kasih karunia-

Nya yaitu  Injil  yang memberi hidup kekal dan pengampunan dosa dengan Cuma-cuma

bagi orang yang percaya kepada Yesus.

Ayat  4,  menjelaskan  bahwa  saat   Injil  diberitakan  ada  kelompok-kelompok  yang

akan nyata, yaitu kelompok yang menerima Injil dan berbalik kepada Allah dan kelompok lain

yang menentang Injil.  Sesudah Adam, nenek moyang yang manusia jatuh di dalam dosa,

perpecahn yng demikian telh dinubuatkan dalam nubuatan tentang Mesias (Kejadian 3:15),

sebab   itu  perpecahn  demikian  bukanlah  kebetulan  terjadi  dan  juga  tidak  perlu  kita

cemaskan.  Sebaliknya  orng-orang  percaya  harus  berdiri  lebih  kokoh  dalam  iman  pada

situasi  demikian.  Orang-orang  Yahudi  berdiri  di  depan  untuk  menentang  Injil  sebagai

kegenapan Firman Yesus, Yang terdahulu akan menjadi yng terakhir (Matius 20:16). Orang-

orang Yahudi pada masa itu yaitu  keturunan mereka yang menerima janji  Mesias yang

diberikan pada masa PL (3:25), meskipun demikian mereka menjadi pelopor untuk menolak

Mesias yang datang untuk menggenapi janji itu.

Ayat 5-7, Di dalam bahasa Yunani sli tidak ada kata kedua rasul itu (αυτους) sebab 

itu harus diterjemahkan dengan mereka. Pada waktu itu orang-orang Yahudi dengan bangsa

lain bekerja sama secara umum untuk menganyiaya. Didalam penganyiayaan ini rombongan

Paulus mengambil  kebijakan untuk  melarikan  diri,  melainkn  hanya  bermksud menghindri

penderitaan. Jika nama baik Injil tidk dicela , ada waktunya dimana orang percaya harus

menghindari  penganyiayaan.  Tidk  harus  masuk  ke  daerah  yang  berbahaya,  sebaliknya

masuk ke daerah yang terbuka untuk memberitakan Injil itu yaitu  hal yang lebih bijaksana.

Ayat  8-10,  menceritakan  peristiwa  penyebuhan  orng  yang  lumpuh  di  Listra.  Kota

Listra masih termasuk daerh Likaionia, sekitar 30 Mil jauhnya dari Ikonium. Disana ada orng

yng lumpuh dari  sejak lahirnya,  dia  mendengar pengajaran Paulus dengan baik.  Paulus

memperhtikan sikapnya dalam mendengarkan Firman Allah. Sikap mendengar Firman Allah

itu  lebih  dibandingkan   mengutamakan  mukjizat,  itulah  sikap  orng  yang  dapat  diselamatkan.

Kemudian  Paulus  berseru  dengan  suara  nyaring,  hal  itu  diperlukan  supaya  para

pendengrnya yang lain focus pada apa yang dia sampaikan. Jadi seruan itu bukan hanya

untuk  menyembuhkan  orang  lumpuh  itu  saja.  Ia  berkata  berdirilah  tegak  kepada  orang

lumpuh  itu  hanya  untuk  menyampaikan  perkataan  Roh  Kudus  yng  berkuasa,  bukan

memerintah dengan kuasa dirinya sendiri. Ayat 11, orang banyak yang melihat mukjizat itu

berkata Dewa-dewa telah turun ke tengah-tengah kita dalam rupa manusia, pemikirn yang

demikian sering dinyatakan dalam dongeng Yunani. Gagasan yang demikian juga termuat

dalam kumpulan sajak Homer. Pemikiran semacam ini yaitu  pemikiran manusia yang telah


jatuh kedalam kesesatan, dimana memberhalakan segala sesuatu dan ingin menyembhnya.

Selanjutnya ayat 12 orang-orang itu mengatakn bahwa Barnabas yaitu  dewa Zeus, sebab 

dia lebih berumur dari Paulus dan lagipula dalam cerita mitos bahwa Zeus mempunyai juru

bicara dan juru bicara Zeus yaitu  Hermes. Oleh sebab  itulah mereka menganggap bahwa

Paulus yaitu  Hermes. Kemudian oleh sebab  peristiw itu (ayat 13) dikatakan bahwa imam

dewa Zeus datang membawa persembahan kepada mereka. Perlakuan ini yaitu  perlakuan

yang mendorong untuk meninggikan dan menyembh mereka sebagai dewa. Per;akuan ini

juga yaitu  sama jahatnya dengan rencana membunuh mereka. 

Selanjutnya ayat 14-15, mengatakan bahwa mendengar hal itu Paulus dan Barnabas

mengoyakkan pakaian mereka sambil berseru untuk memberitahukan bahwa mereka yaitu 

manusia biasa yang dipakai Allah untuk memberitakan Injil. Mengoyakkan pakaian yaitu 

tanda  yang  menunjukkan  kekagetan  mereka  dan  ikrar  untuk  tidak  ingin  menerima  .

perbuatan orng-orang Listra ini yaitu  dosa besar sebab  mereka memberhalakan manusia ;

sebab   itu  Paulus  dan  Barnabas menghalanginya.  Rasul  Petrus  juga  pernah  mencegah

penyembahan Kornelius yang berlebihan dengan berkata, “aku hanya manusia saja.” (10:26)

Paulus juga mengatakan bahwa mereka ingin memberitakan Injil  kepada orang-orang itu

supaya  mereka  bertobat.  Ayat  16  ini  yaitu   lanjutan  dari  pernyataan  Paulus  yang

sebelumnya,  kata  “Jalanya  masing-masing  yaitu   kehidupan  orng-orng  kafir  yang

menyembah berhala. Membiarkan artinya Allah membiarkan mereka hidup di dalam dosa,

bukan  membenarkan  mereka  menyembah  berhala.  Kemudian  ayat  17,  memberitahukan

bahwa Allah juga memberi tanda-tanda kepada orang-orng kafir untuk dapat mengenal-Nya.

Itu yaitu  kuasa dan kebjikan yang nyata di dalam alam; sebagai contoh, ia menurunkan

hujan yang menghasilkan pertumbuhan.  Meskipun Allah menyaksikan kuasa-Nya melalui

alam  namun   orang-orng  kafir  tidak  percaya  kepada-Nya  sebaliknya  mereka  menyembah

berhala. Sebelum lahir baru dan percaya kepada Injil Kristus, mereka tidak akan menyadari

tanda-tanda Allah itu (15). Selanjutnya ayat 18, dikatakan bahwa rsul-rsul hampir tidak dapat

mencegah  orang  banyak  itu  untuk  mempersembahkan  korban  kepada  mereka,  hal  itu

membuktikan  bahwa  betapa  besarnya  semangat  mereka  untuk  menyembah Paulus  dan

Barnabas sebagai dewa.

Selanjutnya pada ayat  19 disebutkan bahwa pada waktu yang sama orang-orang

Yahudi  dari  Antiokia  dan  Ikonium  mempropokasi  mereka  dan  supaya  orang-orang  itu

memihak kepada mereka. Lalu mereka melempari  Paulus.  Penganyiayaan orang Yahudi

menjadi  ekstrim.  Mereka datang dari  jauh untuk menganyiaya pemberita  Injil  (Paulus dn

Barnabas) dan membujuk orang banyak untuk memihk mereka. Pemberita-pemberita Injil itu

tentu  menghendaki  agar merekapun bertobat  dan memperoleh keselamatan,  akan namun 

merek  hanya  menginginkan  kematian  pemberita-pemberita  Injil  itu.  disinilah  nampak

perbedaan di  antara  orng  percaya  dan  orang  jahat.  Hati  orang  percaya  selalu  berbelas

kasihan terhadap orang yang belum percaya sehingga hendak membawa mereka kepada

keselamatan, namun  hati orang jahat selalu menginginkn kebinasaan orang lain. 

Selanjutnya ayat 20 memberi  informasi bahwa ternyata sesudah  orang-orang yang

melemparinya mengira bahwa paulus sudah mati dan mereka meninggalkannya, lalu saat 

murid-murid  mengelilinginya  dia  bangkit  lalu  msuk  kedalam  kota,  baru  setelh  keesokn

harinya ia bersama-sama dengan Barnabas ke Derbe. Orang-orang yang mengelilinginya

untuk memakamkan mayatnya. Pada saat itu Paulus bangkit kembali (lihat 2 Timotius 3:11)

ada penafsir mengatakan bahwa pada saat itu Paulus sudah mati namun  kemudian bangkit

kembali. namun  hal itu tidak terlalu jelas, namun bir bagaimanapun bahwa apapun yng terjadi

itu yaitu  suatu mukjizat. Lalu ia masuk ke kota Listra, hal itu menunjukkan sikap Paulus

yang  gagah  yang  tidak  takut  terhadap  penganyiayaan.  Ia  meneruskan  pemberitaan  Injil

dihadapan orng-orang yang membencinya dengan berani. 

Kemudian ayat 21 menjelaskn tentang hasil yng dicapai dri pemberitaan Paulus dan

Barnabas di kota Derbe, dimana diktakan banyak orang yang menjadi murid (banyak orang

yang menjadi percaya). Selanjutnya ayat 22, memberitahukan bahwa di Listra, Ikonium dan

Antiokia Barnabas dan Paulus menguatkan hati murid-murid dan menasehati supaya mereka

mereka  bertekun  dalam  iman  artinya  berpegng  dengn  teguh  dan  sabar  (to  persevere).

Sekalipun akan mengalami banyak sengsara.  Kemudian ayat  23 memberi  penjelasan

bahwa  di  tiap-tiap  jemaat  rasul-rasul  itu  menetapkan  penatua-penatua  agar  mereka

mengatur jemaatnya. Berdoa dan berpuasa yaitu  sutu tindakan yang menunjukkn berdoa

sungguh-sungguh untuk suatu hal  yang penting.  Paulus mementingkan untuk mendirikan

jemaat dimana belum ada jemaat (1 Korintus 9:16). Tidak hanya demikian ia menganggap

jemaat yang telah berdiri juga yaitu  penting. Ia tidk dapat membiarkan jemaat-jemaat itu

begitu saja tanpa pemimpin. Ia mengangkat pentua-penatua dan menyerhkan mereka dan

jemaatnya kepada Tuhan dengan berdoa dan berpuasa. Ayat 24-25 menjelaskan bahwa

Paulus dan Barnabas datang ke Psidia kemudian pergi kea rah Selatan dan akhirnya tiba di

Pamfilia pulau dimana kota Perga berada. Atalia yaitu  pelabuhan yang berada di pantai

Perga. Selanjutnya ayat 26 di katakana bahwa mereka berlayar menuju Antiokia, dimana

mereka dahulu diserahkan menjadi tenaga misi luar negeri, mereka pulang sesudah  mereka

melakukan tugas mereka dengan baik yaitu untuk memberitakan Injil. Selanjutnya ayat 27-

28, menjelaskan bahwa sesudah  mereka tiba di Antiokia, mereka mengumpulkan jemaat dan

mereka menceritakan apa yng telah dilakukan Tuhan lewat perantaraan mereka, dimana

kepada bangsa-bangsa lain anugerah keselamatan juga di curahkan Allah dengan Cuma-

Cuma.

b. Persoalan di Gereja Bukan Yahudi dan Sidang di Yerusalem (15:1-35)

Keberhasiln penginjilan di kalangan bukan Yahudi telah memicu  munculnya persoalan

yang paling penting di gereja mula-mula – yaitu hubungan diantara orng percaya Yahudi dan

bukan Yahudi serta bagaimana orng-orang bukan Yahudi itu dapat diterima sebagai anggota

gereja.  Pada  masa  sebelumnya,  gereja  terdiri  atas  orang-orang  Yahudi,  dan  sebab   itu

penginjilan terhadap orang bukan Yahudi sebagaimana di  tugskan oleh Tuhan kit  belum

diperhitungkan.  Filipus  membawa  Injil  kepada  orang  Samaria,  dan  Petrus,  sesudah

dipersipkan  oleh  Allah,  berhasil  mengatasi  keberatanya  sebagi  orng  Yahudi  lalu

memberitakan  Injil  kepada  Kornelius,  dengan  demikian  ambil  bgian  dalam  persekutuan

penuh  dengan  kalngan  bukan  Yahudi.  Pendirian  gereja  non-Yahudi  di  Antiokia  dan

keberhasilan pemberitaan Injil kepada kalangan non Yahudi di Galatia kini memfokus pada

persoalan yang harus segera diatasi.

Ayat 1, Di gereja Yerusalem ada  golongan yang bersikukuh bahwa jikalau orang-

orang  bukan Yahudi  itu  tidak  disunat  menurut  adat  istiadat  yang  diwariskan  oleh  Musa

mereka tidak mungkin selamat dan diterima sebagai anggota gereja. Sampai sekarang juga

masih  banyak  orang  Kristen  yang  meragukan  bahwa  keselamatan  dapat  dicapai  hanya

sebab   percaya  kepada  Yesus  Kristus.  Sama  seperti  orang-orang  Kristen  Yahudi  yang

menganggap  bahwa  keselamatan  dapat  dicapai  sebab   anugerah  ditambah  dengan

perbuatan sunat dan adat istiadat Musa. Mereka sungguh-sungguh bersalah sebab  tidak

mengakui  bahwa manusia  diselamatkan  hanya  oleh  salib  Kristus  Yesus dan  sebaliknya

mereka menyarankan sunat sebagai syarat keselamatan. Mereka tidak mengetahui bahwa

peraturn sunat telah diakhiri Kristus yang telah menyelesikan tujuan-Nya (Roma 10:4; Filipi

3:3).  Manusia  cenderung  tidak  percaya  atas  kselamatan  yang  sempurna  oleh  sebab 

kematian  Kristus.  Sebaliknya  ingin  menambah  hal  lain  yang  diperbuat  mnusia  di  atas

kematian-Nya untuk memperoleh keselamatan. Pemikiran demikian, yakni berpikir  bahwa

demi keselamatan harus ada suatu usaha manusia diatas kematian Kristus disalib yaitu 

dosa yang menjatuhkan atau merendahkan makna kemtian Kristus di salib.  Orang-orang

Kristen  Yahudi  yang  menyarankan  Musa  sebagai  tambahan  yang  harus  dituruti  untuk

keselamatan agaknya berlatar  belakang Farisi,  hal  ini  terlihat  dari  ayat  5.  Mereka orang

Yahudi yang paling kolot.  Golongan ini  juga menganggap bahwa agama Kristen sebagai

suatu  aliran  didalam Yudaisme.  Mereka  tetap  mempertahankan  dan  memelihara  semua

kebiasaan  dan  adat  yang  ada  dalam hukum  Taurat,  dengan  hanya  menambahkan  Injil

tentang kematian dan kebangkitan Yesus selaku Mesias yang dijanjikan. Orang-orang Farisi

yang bertobat bersikeras bahwa orang bukan Yahudi harus juga menjadi orang Yahudi jika

hendak menjadi  Kristen.  Persoalan ini  sudah dimunculkan di  dalam gereja.  Seandainya,

sebab  tampaknya mungkin demikian, Galatia 2:1-10 menguraikan kunjungan saat  terjdi

bencana kelaparan sebagimana di kisahkan dalam Kisah Para Rasul 11:27-30. Maka para

pemimpin  di  Yerusalem  pada  dasarnya  telah  menyetujui  pemberitaan  Injil  oleh  Paulus

kepada kalangan bukan Yahudi dan tidk bersikukuh bahwa orang-orang itu harus disunat.

Petrus menyetujui kebijakan ini; sebab beberapa wktu kemudian, saat  dia tiba di Antiokia,

Petrus menunjukkan bahwa dia sudah memahami pelajaran yang disampaikan kepadanya

melalui  penglihatan,  dan  dengan  leluasa  makan  semeja  dengan  orang  percaya  bukan

Yahudi (Galatia 2:11,12). Kini terdapt dua macam gereja: Gereja Yahudi di Yeruslem dimana

orang Kristen Yahudi bebas melanjutkan kebiasaan menaati hukum Taurat Perjanjian Lama,

namun  selaku orang Yahudi dan bukan selaku orng Kristen; serta gereja orang bukan Yahudi

di Antiokia dimana tidak satupun kewajiban upacara Yahudi dilaksanakan. Petrus menyetujui

kebebasan orang bukan Yahudi dari kewajiban menaati hukum taurat; maka saat  berada di

tengah-tengah orang yng bukan Yahudi, dia mengesmpingkan kebiasaan Yahudinya demi


persekutuan  Kristiani.Golongan  “sayap  kanan”  di  Yerusalem melihat  sesuatu  yang  tidak

disadari oleh Petrus: Yaitu bertumbuhnya gereja orng bukan Yahudi pasti berarti berakhirnya

gereja  Yahudi.  Meningkatnya  hubungan diantara kedua gereja  ini  membuat  orang-orang

Kristen  Yahudi  akhirnya  hrus  mengikuti  teladn  Petrus  dan  mengesampingkan  kebiasan-

kebiasaan  Yahudi  mereka.  sebab   itu  saat   ada  beberapa  orang  datang  dari  kalangn

Yakobus ke Antiokia (Galatia 2:12), mereka menuduh Petrus meninggalkan hukum Taurat

dan mengtakan kepadanya bhwa tindakannya ini  berarti mengakhiri Yudaisme. Petrus

tidak menyadari kemungkinan ini  sebelumnya. sebab  itu dia mengundurkn diri dari

meja persekutuan dengan orang-orang bukan Yahudi untuk merenungkan kembali situasi

itu. tindakannya ini lngsung mengakibatkan keresahan dan perpecahan diantara jemaaat di

Antiokia. Paulus langsung menyadari akibat dari tindakan Petrus ini ; tindakan Petrus

itu pasti mengkibatkan dua gereja yang terpisah – gereja Yahudi dan gereja bukan Yahudi.

Pilihanya ialah orang Kristen Yahudi harus mengesmpingkan kebiasaan Yahudi mereka dan

duduk bersekutu dengan orang Kristen non-Yahudi,  atau orng Kristen non-Yahudi  harus

tunduk pada hukum Musa; Jika tidak demikian gereja akan pecah. Selaku orang Yahudi

Paulus bersedia saja melakukan kebiasaan-kebiasaan Yahudi. Tetpi dia bersikukuh bahwa

saat   orang  Kristen  Yahudi  memasuki  gereja  orang  Kristen  non-Yahudi,  mereka  harus

meninggalkan semua kebiasaan-kebiasaan Yahudi mereka dan bersekutu dengan orang-

orang  bukan  Yahudi.  Pandangan  Paulus  rupanya  berlaku,  namun   kalangan  yahudi  di

Yerusalem tidak puas. Mereka datang ke Antiokia lagi dn menandskan bahwa orang bukan

Yahudi harus disunat jika hendak menjadi orang Kristen.

Ayat  2,  menjelaskan  bahwa Paulus  dan  Barnabas sangat  menentang  pengajaran

Yudaizer itu. Paulus dan Barnabas berpendapt bahwa keselamatn hanya datang oleh salib

Kristus.  Oleh  sebab   itu  terjadilah  perlawanan  dan  perbantahan  sebab   orang-orang

Zionisme menuntut  sunat  sebagai  syarat  untuk  diselamatkan.  Jemaat  Antiokia  mengirim

wakilnya ke Yerusalem agar mengadakan persidangan mengenai soal itu.

Ayat  3,  menjelaskan  bahwa keberangkatan Paulus  dan Barnabas serta  beberapa

orang dari jemaat Antiokia menuju Yerusalem untuk mengadakn pertemuan dengan rasul-

rasul  disana  mengenai  permasalahan  itu.  Paulus  dan  Barnabas  beserta  team  berjalan

melalui daerah Fenesia dan Samaria dan disana mereka menceritakan tentang orang-orang

kafir  yng mendapat keselamatan tanpa sunat. Barangkali  kesempatan yang semacam ini

juga  dipergunakan  untuk  mendengar  tanggapan  dari  jemaat-jemaat  tentang  hl  itu,  dan

ternyata bahwa hal itu menggembirakan hati mereka. Ayat 4-5, menjelaskan bahw gerej di

Yerusalem menymbut delegsi ini  dan mendengarkan kisah tentang keberhasilan gerej

bukan Yahudi di Antiokia dan tentang pemberitaan Injil kepada kalangan bukan Yahudi di

Galatia.  Sesudah itu  keberatan  diajukan  oleh  orng-orng  yng  sudh  bertobat  dari  golongn

Farisi yng bersikukuh bahwa orang bertobat dri golongn bukan Yahudi hrus menjadi orang

Yahudi yng menaati hukum Musa. Keadaan ini mendorong diadakanya sidng resmi antara

rasul-rasul dan penatua-penatua jemaat Yerusalem beserta delegasi dari Antiokia (ayat 6).

Kalau kita  melihat  ayat  selanjutnya (12 dan 22) menunjukkan bahwa seluruh gereja ikut

dalam mengmbil keputusan.

Ayat  7-9  menjelaskan  bahwa  teguran  Paulus  kepada  Petrus  saat   di  Antiokia

(Galatia 2:11) membuhkn hasil.  Jadi  Petrus selaku pemimpin Rasul,  kini kembali  kepada

pndngannya yang ia ambil setelh ia memberitakan Injil kepada Kornelius – yaitu bhwa Allah

telah  menerima orng  bukan Yahudi  hanya  melalui  Iman bukan melalui  sunat  dan adapt

istiadat  yang  diwariskn  oleh  Musa.  Petrus  berkata  bahwa  Kristus  membersihakan  hati

manusia oleh iman, artinya saat  manusia menerima Kristus dengan iman, Kristus menjadi

kebenarannya dan setelh itu Kristus akan bekerja didalam hatinya agar ia dapat hidup suci.

Petrus  juga  mengatakan  bahwa Tuhan sam sekali  tidak  mengadakan perbedaan antara

orang Yahudi dn non-Yahudi. Hal ini menjelaskan bahwa keselamatan yaitu  hadiah dari

Allah,  bukan  berasal  dari  kebaikan  atau  kebenarn  manusia.  Jadi  jika  ada  orang  yang

memeghkn dirinya sendiri dalm hal keselamatan, ia yaitu  orang yang menganggap darah

Yesus Kristus tidak layak untuk menyelamatkan manusia. Orang yang demikian kelihatannya

beriman tetpi sesungguhnya ia yaitu  orang yang tidk memiliki iman dan menghina darah

Tuhan.  sesudah   Petrus  memberi   penjelasan  yang  sangat  baik  itu,  maka  dia

melanjutknnya pada ayat 10, dengan sebuah pertayaan: “Kalau demikian, mengapa kamu

mau mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk, yang tidak

dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri?” apa rtinya mencobai

Allah dalam hal ini? Orang yang mengatakan bhwa orng percaya juga harus disunat dn

mengikuti hukum Taurat Musa untuk diselamatkan, adalh orng yng melawan Allah yang telah


mengaruniakn  keselamatan  hany  oleh  iman  kepada  Yesus  Kristus.  Maksudnya,  ia

mempersoalkan dan meragukan rencna keselamatan  yang  dikerjakn  Allah  dengan kasih

karunia-Nya. Yesus datang kedunia untuk memikul beban kita (Matius 11:28), jadi  orang

yang ingin memikulkan beban yang berat kepada orang yang percaya kepada-Nya berarti

menentang Dia. dalam ayat ini Petrus juga memberitahukan bahwa kuk itu (hukum taurat)

tidak dapat dipikul oleh nenek moyng mereka dan bahkan mereka sendiri juga tidak. Allah

mengetahui hal itu sehingga Ia mengirimkan Kristus untuk memikul beban itu. itulah tindakan

Allah yang mengenal kelemahan kita.

Selanjutnya ayat 11, Petrus mengatakan bahwa baik orng Yahudi mupun Non-Yahudi

sama-sama  hnya  oleh  sebab   kasih  karunia  di  dalam  Yesus  Kristus.  Bukan  sebab 

melakukan persyaratan  jasmani  atau  peraturan-peraturan  manusia.  sebab   itu  tidak  ada

perbedaan dintara bangsa Yahudi dan bngsa lain dalm keselamatan. ( lihat Roma 3:21-22;

Kolose 3:10-11). Ayat 12 menerngkn bahwa pada waktu itu Barnabas dan Paulus melaporkn

tentang  pekerjaan  Allah  yng  dinyatakan  dalam misi  untuk  orang  kafir.  Lporan  itu  berisi

pengalaman  tentang  orang-orang  kafir  yang  menerima  keselamatan  hanya  oleh  kepada

Yesus. Dalam ayat ini ada kata diamlah seluruh umat itu, biasanya didalam rapat jika orng

yang memberi  sutu tuntn sudh dim setelh mendengar penjelasan itu berarti, bahwa di

menghargai  jawabn  itu  dan  akan  menerima  keputusan  yng  terbaik  apapun  yang  akan

diambil.

Ayat  13-16,  yaitu   merupakan  perkataan  Yakobus  (kemungkinan  besar  saudara

Tuhan Yesus, yang saat itu menduduki jabatan sebgi pemimpin para penatua dan para rasul

di Yerusalem) yang sangat menentukan, dia menyebut tentang pemberitaan Injil Oleh Petrus

kepada Kornelius dn menunjukkan bahwa pemberitaan Injil  kepada orang bukan Yahudi

merupakn bagian dari rencana Allah dengan mengutip Amos 9:11, 12. maksud dari kutipan

ini yaitu  untuk melukiskan dan memberi  dukungan Alkitbiah kepada pemberitaan Injil

kepada orang bukan Yahudi yang dilakukan Petrus. Ayat 15 mengacu kepada pemberitaan

Injil yang dilakukan oleh Petrus kepada Kornelius. Hal itu yakni bahwa sejak semula Allah

menunjukkan rahmat-Nya kepada bangsa-bangsa lain, yaitu dengn memilih suatu umat dari

antara mereka bagi nama-Nya yaitu  sesuai dengan nubuatan Amos. Membngun kembali

pondok Daud yang telah roboh yaitu  berbicara tentang keselamatan sekelompok orang

Yahudi.  Selanjutnya ayat  17-18,  sambungan dari  nubuatan Amos yang memberitahukan

bahwa keselamtan dri orang-orng non-Yahudi sudah dinubuatkn sebelumnya. Oleh sebab 

ayat  19  Yakobus  mengemukakan  pendptnya  bahwa  mereka  tidak  boleh  menimbulkan

kesulitan  bagi  bangsa-bangsa  lain  yang  berbalik  kepada  Kristus.  Artinya  jangan

mensyaratkan sesuatu untuk keselamatan, selain iman kepada Yesus Kristus.

Ayat  20,  menginformasikan  tentang  persoalan  yang  lain,  yaitu  masalah  larangan

supaya jemaat non-Yahudi juga menjuhkan diri dari makanan yang telah dicemrkan berhala-

berhala, supaya menjauhkan diri dari percabulan, dari daging binatang yng mti di cekik dan

dari  darah.  Sebenarnya  ini  semua  tidk  berbicara  tentng  keselamatan,  namun   berbicara

tentang landasn persekutuan antara golongan Kristen yahudi dan golongan Kristen bukan

Yahudi.  Orang bukan Yahudi mempunyai  kebiasaan yang sangat  menjijikkan bagi orang

Yahudi. sebab  itu sebagai itikad baik dan ungkapan sikap Kristiani, orang Kristen bukan

Yahudi  dihimbau  untuk  menjauhkan  diri  dari  hal-hal  yang  akan  mengganggu  saudara-

saudara  seiman  Yahudi.  Yang  dimaksud  dengan  makanan  yang  dicemarkan  berhala  di

dalam 15:29 dijelskan sebagai makanan yang dipersembahkan kepada berhala. Seringkali

daging  yang  dijual  di  pasar  yaitu   bekas  yang  telah  diprsembahkan  kepada  berhala.

Memakan daging semacam itu mengganggu nurani orang Yahudi sebab memberi  kesan

seakan-akan ikut ambil bagian dalam penyembahn berhala ini . Percabulan mungkin

berarti kemesuman secara umum atau pelacurn berkedok agama di kuil. Kemesuman yng

semacam ini merupakan hal yang sedemikian biasa dikalangan orng bukan Yahudi sehingga

perlu memperoleh perhatin khusus. Daging binatang yang mti dicekik yaitu  jenis daging

yng  tidak  tahir  dari  darah.  Daging  semacam  itu  dianggap  sebagai  suatu  kelezatan  di

kalangan  orang  bukan  Yahudi.  Darah  mengacu  kepada  kebiasaan  orang  kafir  untuk

memakan darah. Dua persyaratan terakhir itu berkaitan dengan persyaratan yng sama bagi

orang Yahudi yang menganggap bahwa “nyawa mahluk ada di dalam darahnya” (Imamat

17:11). Keputusan ini disampaikan kepada semua gereja non-Yahudi, bukan sebagai cara

untuk memperoleh keselamatan, namun  sebagai landasan bagi persekutuan gereja antara

orang Yahudi dan non-Yahudi.

Ayat 21, ini sebenarnya yaitu  alas an mengapa orang bukan Yahudi harus menaati

apa  yang  disebutkan  dalam  ayat  20.  adapun  alasannya  yaitu   bahwa  ditiap-tiap  kota

ada  orang Yahudi, dan baik di rumah-rumah ibadat di Palestina maupun di rumah di

rumah-rumah  ibadat  orng  Yahudi  Diaspora  hukum  Musa  di  beritakan  artinya  bahwa

ketentuan-ketentuannya  ditaati  dengan  ketat.  Ayat  22  memberitahukan  bahwa  untuk

menyampaikan keputusn itu Yudas yang disebut Barsabas dan juga satu orang lagi  yng

bernama Silas menemani Paulus dan Barnabas ke Antiokia untuk memberithukan keputusan

sidang  itu.  Yudas  yang  disebut  Barsabas,  rupanya  saudara  dari  Yusuf  yang  bernama

Barsabas (1:23). Silas yaitu  Silwanus yang disebut di dalam 1 Teslonika 1:1; 2Korintus

1:19; 1Petrus 5:12, yang belakangan menjdi rekan seperjalanan Paulus. Kemudian ayat 23,

yaitu  merupakan salam pembuka dari surat tentang hasil sidang itu. sementara ayat 24

memberitahukan bahwa orang Yahudi yang datang ke gereja Antiokia itu, dimana merek

mengatakan untuk diselamatkan harus mengikuti Hukum Taurat sebenarnya bukanlah utusn

dari  gereja  Yerusalem.  Kemudian  ayat  25-28  yaitu   menjelaskan  kembali  tentang

pengutusn Yudas dan Silas untuk membawa surat keputusan itu. sedang  ayat 29, kita

telah  bahas  dalam  ayat  20  hanya  ada  yang  ditambahkan  disini,  dimana  orang  yang

melakukan itu disebut berbuat baik.

Ayat 30, memberi  informsi tentang Yudas dan Silas berangkat ke Antiokia dan

setelh sampai disana (ayat  31-35) mereka membaca surat  itu dan jemaat disana sangat

bersukacita atasnya, itu berarti bahwa suart yang dikirim itu berhasil memechkn persoalan

yang ada. Beberapa waktu lamanya keduanya dan bahkan Paulus dan Barnabas juga ada

disana untuk mengajar dn melayani di gereja Antiokia itu.

c. Misi kedua, Asia kecil dan Eropa (15:36 – 18:22) 

Pasal 15:36-41, Lukas menuliskan tentang persiapan perjalanan penginjilan atau Misi yang

kedua. Sesudah jngka waktu yang tidak disebutkan, Paulus berniat mengunjungi kembali

dan  memperkuat  gereja-gereja  yang  sudah  berdiri.  Waktu  itulah  sayangnya  terjadi

perbedaan pendapat diantara Paulus dan Barnabas.  Barnabas ingin membawa Yohanes

Markus yang pernah menyertai  mereka dalam perjlanan pemberitaan Injil  yang pertama,

namun  meninggalkan mereka saat  di dataran Asia kecil  dan kembali ke Antiokia. Paulus

menganggap tindakan ini sebagai bukti yang begitu nyata tentang ketidk mantapan sehingga

ia  menolak  keinginn  Barnabas.  Akibatnya  yaitu   perpisahan  diantara  Paulus  dengan

Barnabas. Barnabas membawa Markus berlayar ke Siprus untuk mengunjungi gereja-gereja

yng  didirikan  pada  perjalanan  PI  yang  pertama.  Paulus  membawa  Silas.  Paulus

mengadakan perjalanan bukan melalui laut, namun  melalui jalan darat menuju ke Galatia. Kita

tidak mengetahui apa-apa mengenai pendirin gereja-gereja di Siria dan Kilikia, namun  15:23

kita mengethui bahwa di sana memang ada gereja. Mungkin gereja-gereja itu merupakn hsil

pelayanan Paulus sebelum dibawa ke Antiokia.

Kisah Para Rasul 16:1, memberitahukan bahwa Paulus pergi ke Derbe dan ke Listra.

Disana dia memilihi Timotius, yang rupanya bertobat pada waktu PI yang pertama, untuk

menjadi rekan seperjalanan dan salah satu pendampingnya yang paling di percaya. Kepada

Timotius  inilah  Paulus  menjelang  akhir  hidupnya  menulis  dua  dari  surat-suratnya  yang

terakhir. Timotius yaitu  keturunan campuran: ayahnya yaitu  seorang Yunani sedang 

ibunya  yaitu   seorng  Yahudi.  Ibunya  psti  juga  termasuk orang  percaya  kepada  Kristus

saat  Paulus mengunjungi Listra pada PI yang pertama. Dari 2 Timotius 1:5 kita mengetahui

bahwa ibunya Eunike yaitu  seorang wanita yang saleh.

Kemudian ayat 2, menginformasikan tentang integrits dari Timotius, dia di kenal baik

oleh jemaat di Listra dan Ikonium. Lalu selanjutnya ayat 3, sebab  Timotius hanya separuh

Yahudi, maka agar dia dapat menjdi rekn seperjalanan yang dapat diterima oleh kalangan

Yahudi yang akan mereka layani, Paulus menyuntkan dia. sekalipun pemuda itu telh didik

oleh ibunya di dalam imn sesuai dengan PL (2Timotius3:15). Orang Yahudi memandang dia

sebagai  anak  orng  Yahudi  sebab   agama  yng  dianutnya.  Sebagi  orng  yng  mengaku

penganut  agama Yahudi  namun   tetap merupakan orng bukan Yahudi  yang  tidak  disunat,

Timotius  akn  merupakan  sandungan  bagi  orang-orang  yahudi  yang  dijumpai  Paulus  di

berbagai kota dn kepada siapa Paulus memberitakan Injil  pertama kali.  Paulus menyunti

Timotius yaitu  sebagai tindkan penyesuaian dan bukn krena prinsip religius.  Tidak ada

pertentangan  dengan  ketegasn  Paulus  untuk  menyunat  Titus  (Galatia  2:3);  sebb  Titus

yaitu  sepenuhnya orng bukn Yahudi, sehingga sama sekali tidk ada alas an budaya untuk

menyunatknnya.  Dengan  demikian  Timotius  di  sunat  bukan  sebagai  orng  Kristen  namun 

melainkan  sebagai  orang  Yahudi.  Tindakan  ini  merupakan  penerapan  dri  prinsip  yang

dikemukakan  rasul  Paulus  di  dalam 1Korintus  9:20,  Demikianlah  bagi  orng  Yahudi  aku

menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkn orang-orang Yahudi. Bagi orang-


orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah

hukum  Taurat…supaya  aku  dapat  memenangkan  mereka  yang  hidup  di  bawah  hukum

Taurat.” Jika tidk menyngkut prinsip yng hakiki, Paulus memakai prinsip penyesuaian. Ayat 4

memberitahukan  bahwa  Paulus  dn  Silas  menympaikan  keputusn-keputusn  sidang

Yerusalem kepada seluruh jemaat yang mereka kunjungi (bukan Yahudi) dan bahkan Paulus

meminta agar setiap jemaat menurutinya. Ini membuktikan bahwa Paulus berusaha agar ada

perdamaian diantara jemaat-jemaat. Selanjutnya ayat 5, menunjukkan bahwa jemaat-jemaat

pada waktu itu berkembang dalam kwalitasny dan jug kwantitasnya. Kemudian dalam ayat 6

dan 7 disebut bahwa mereka melintasi Frigia dan tanah Galatia namun  Roh kudus mencegah

mereka memberitakan Injil di Asia. Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil

dio  Asia,  bukan  sebab   Allah  ingin  membiarkan  suku-suku  Asia,  namun   perlu  untuk

memberitakan Injil di Eropa lebih dahulu menurut urutan waktu bgi misi dunia. Rombongan

Paulus yang telah menyerahkan diri untuk misi menaati bimbingan dan perintah Roh Kudus

yng demikian. Tidak ada catatan mengenai cara Roh Kudus yang membimbing Paulus disini

namun  kita tidak perlu menduga tentangnya. Setibanya di Misia merek mencob masuk ke

derah Bitinia, namun  Roh Yesus tidak mengizinkn mereka. Roh Yesus ini yaitu  roh yang

dikirim Yesus. Lihat Roma 8:9; Galatia 4:6; Filipi 1:19; 1Petrus 1:1. dengan ayat ini kita dapat

mengetahui bahwa pimpinan aktifitas misi pada waktu itu yaitu  Roh Kudus. Hal itu terjadi

sesuai  dengan  perkataan  Yesus  (Yohanes  14:16-17,26;  15:26;  16:13).  Ironside  berkata

bahwa salah satu berkat khusus yng didapati hamba-hamba Allah yaitu  bimbingan Roh

Kudus. Misia yaitu  kota yang terletak di bgian barat Asia kecil dan Bitinia terletak di bagian

timur  pntai  Misia.  Pencegahan Roh Kudus untuk memasuki  daerah Bitinia  bukan berarti

Allah menolak orang-orang Bitinia. Menurut surat Pliny, gubernur Bitinia pada tahun 70 AD.

Yang dikirim kepada kaisar Trajan, ada banyak orng Kristen pada masa pemerintahan Pliny.

Jikalau demikian, sesudah  Paulus tidk dapt memasuki daerah itu meskipun sebenarnya ia

mau (53 AD), Injil telh diberitakn di daerah itu. waktu dn tempat diwujudkannya pekerjaan

Allah mempunyai urutn di dalam kehendak-Nya.

Ayat 8-9, Troas yaitu  merupakan kota penyebarangan untuk sampai ke Makedonia.

Disana  tampak  kepada  Paulus  suatu  penglihatan,  dimana  orang  Makedonia  sedang

meminta  tolong  dengan  berseru  “…menyeberanglah  kemari  dn  tolonglah  kami!”  ini

menunjukkn  bahwa  mereka  menunggu  pemberitaan  Injil  bagi  keselamatan  mereka.

Permohonan ini yaitu  contoh dari semua seruan yang sama dari manusia. Manusia tidak

dapat  memperoleh  pertolongan  selain  melalui  keselamatan  dari  Injil  Kristus.  Hanya

pertolongan keselamatan dari Allah yang merupakan pertolongan yang benar. Filsafat ilmu

pengetahuan politik dan lain-lain yang menjanjikan pertolongan bagi manusia tidak dapat

memberi  hidup kekal sebab  semuanya itu sebenarnya tidak dapat menolong. Hal-hal

ini   diatas  seperti  tali  yang  telah  membusuk  yang  dilemparkan  kepada orang  yang

tenggelam di air untuk menyelamatkanya ke darat. Ayat 10, ayat memberitahukan tindakan

Paulus  dan  teamnya  sesudah   mendapat  penglihatan  itu.  kata  kami  membuktikan  bahwa

penulis Kisah Para Rasul ini ikut bersma-sama mereka yang sedang melakukan perjalanan

misi. Orang ini yaitu  dokter Lukas, sebb dalam kitab ini istilah medis sering dipakai, dan

Lukas kawn sekerja Paulus dalah s