dari kata Yunani
‗baptizo‘. Sehingga baptisan dengan cara diselamkan paling cocok dengan makna
istilah itu. Arti baptisan sebagai lambang penyatuan dengan kematian, penguburan
dan kebangkitan Kristus paling baik digambarkan dengan cara selam. Dengan
diselamkan orang yang dibaptis akan merasakan ditenggelamkan yang berarti mati
bersama Kristus, kemudian diangkat dari air yang berarti mengalami kehidupan baru
dalam Kristus.
4) Baptisan Bayi
Dewasa ini ada yang menentang dan yang menyetujui baptisan bayi dan anak-
anak. Pendapat dari kelompok yang menyetujui baptisan bayi dan anak-anak
meliputi:
Sunat (Kol. 2:11-12): Dalam PL setiap bayi Israel disunat, maka dalam PB
bayi orang percaya harus dibaptis. Upacara ini menunjukkan keanggotaan
dalam perjanjian keselamatan dari Allah, jadi tidak perlu iman pribadi.
Pendapat histori: Gereja mula-mula mempraktikkannya. Namun fakta bahwa
gereja mula-mula melakukan sesuatu tidak dengan sendirinya membenarkan
hal itu.
Pendapat seisi rumah dibaptis (Kis 11:14; 16:15, 31), tentu termasuk anak-
anak. Kata ‗seisi rumah‘ belum tentu berarti bahwa bayi dibaptiskan, sebab
mereka yang dibaptis yaitu mereka yang telah mendengar pemberitaan
Firman Allah (Kis. 10:44) dan percaya (Kis. 16:31,34).
Baptisan bayi penting untuk menyucikan dosa asal. Ini terutama dipegang
oleh Gereja Katolik Roma.
Sedangkan pendapat dari kelompok yang menentang baptisan bayi dan anak-anak
yaitu :
Baptisan bayi dan anak-anak tidak ada dasarnya secara Alkitabiah. Alkitab
hanya mencatat bahwa Yesus memberkati anak-anak tapi tidak
membaptisnya (Mrk. 10:13-16).
Alkitab mengajarkan orang harus bertobat dan percaya Yesus dulu, baru
dibaptiskan (Mat. 3:2-6; 28:19).
Simbolisme dalam Roma 6:3-6 tidak bisa dilakukan dengan bayi dan anak-
anak.
Baptisan merupakan upacara yang harus dijalani orang yang hendak masuk
ke dalam suatu kelompok orang percaya, gereja.
Usia anak tidak pernah disebutkan di bagian manapun yang menyebutkan
tentang baptisan seisi rumah. Tapi dikatakan bahwa semua yang dibaptis di
dalam rumah itu menjadi percaya.
Penyerahan anak kepada Tuhan oleh orang tua mereka merupakan cara yang
lebih dapat dipertanggungjawabkan daripada baptisan bayi.
5) Baptisan Ulang
Hanya ada satu contoh dalam Kisah 19:1-5, orang yang sudah dibaptis oleh
Yohanes Pembaptis, dibaptis oleh Paulus. Ini menunjukkan perlunya konseling
bagi mereka yang telah dibaptis. Hal ini merupakan pendapat yang menentang
baptisan bayi, sebab mengapa membaptis bayi jika kemudian, setelah ia secara
pribadi menerima Kristus, ia harus dibaptis kembali?
23
2. Perjamuan Kudus
a. Penetapannya
Sakramen Kristen kedua ini diberi berbagai nama, antara lain: perjamuan Tuhan
(1Kor. 11:20), pemecahan roti (Kis. 2:42) yang merupakan suatu istilah untuk suatu
jamuan makan bersama, Perjamuan Kudus yang juga disebut ‗komuni‘, artinya
persekutuan (1Kor. 10:16), dan juga sering disebut ‗ekaristi‘ yang merupakan istilah
Yunani untuk pengucapan syukur sebelum memakan roti dan minum anggur.
Baptisan hanya dilakukan satu kali saja, sedangkan Perjamuan Kudus dilakukan
terus menerus. Perjamuan Kudus ditetapkan oleh Tuhan Yesus sendiri (Mat 26:26-
28), kemudian dipraktikkan oleh rasul-rasul dalam jemaat mula-mula (Kis. 2:42, 20:
7). Mengenai frekuensi (berapa sering) perjamuan kudus ini harus diadakan, Alkitab
tidak memberi peraturan yang tegas. Namun sebaliknya selang waktu antara tiap
perjamuan tidak terlalu dekat, agar jemaat bisa menghayati maknanya.
b. Maknanya
1) Perjamuan Kudus merupakan peringatan akan Kristus.
Yesus mengatakan ―… Perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku‖
(1Kor. 11:24). Maksud peringatan dalam ayat ini bukan sekadar peringatan akan
kematian seorang syahid, namun peringatan akan Kristus sebagai pribadi yang
hidup. Pentinglah bahwa orang-orang percaya abad pertama berkumpul pada
hari pertama setiap minggu, yaitu hari kebangkitan, untuk memecahkan roti
bersama (Kis. 20:7). Yesus harus diperingati sebagai pribadi yang hidup dan
senantiasa hadir di antara umat-Nya (Mat. 28:20).
2) Perjamuan Kudus yaitu tanda Perjanjian Baru.
Tanda Perjanjian Baru ini yaitu cawan. Cawan melambangkan darah
yang dicurahkan oleh Tuhan kita untuk mengesahkan Perjanjian Baru itu. Yesus
mengatakan, ―Cawan ini yaitu Perjanjian Baru oleh darah-Ku
yang ditumpahkan bagi kamu‖ (Luk. 22:20). Dengan makan dan minum unsur-
unsur Perjamuan Kudus kita diingatkan kembali akan pengampunan sempurna
yang disediakan bagi kita.
3) Perjamuan Kudus mengumumkan kematian Kristus.
Paulus menulis: ―Sebab setiap kali kamu makan roti dan minum cawan
ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang‖ (1Kor. 11:26).
Pada saat orang-orang percaya berkumpul sebagai peringatan akan Kristus,
mereka secara aktif mengumumkan kematian Kristus kepada dunia.
4) Perjamuan Kudus yaitu nubuat mengenai kedatangan Kristus yang kedua kali.
Upacara ini harus dilaksanakan sampai Kristus datang kembali (1Kor. 11:26).
Upacara ini bukan saja melihat ke belakang namun juga ke depan kepada
kedatangan-Nya kembali untuk menjemput umat-Nya (Mat. 26:29).
5) Perjamuan Kudus yaitu persekutuan dengan Kristus dan dengan umat-Nya.
Ini merupakan saat-saat pribadi saat orang-orang yang telah ditebus
berkumpul sekeliling Yesus Kristus untuk bersekutu. Meja perjamuan ini
mengingatkan orang-orang yang berbakti. Kita duduk pada perjamuan Tuhan
bukan pada perjamuan roh-roh jahat (1Kor. 10:21). Kristus yaitu penjamu
yang tidak kelihatan dalam perjamuan itu. Kristus hadir dalam perjamuan itu.
c. Pandangan Mengenai ―Roti‖ dan ―Anggur‖
1) Pandangan Gereja Katolik Roma
Menurut Ajaran Gereja Roma Katolik dalam misa unsur-unsur roti dan anggur
dikuduskan oleh imam, yang menurut peraturan sudah ditahbiskan dalam garis
keturunan dari para rasul. Dengan demikian, menurut pandangan Katolik, roti
23
dan anggur berubah menjadi tubuh dan darah Kristus. Memang rasa dan
bentuknya tetap sama, namun substansinya atau sarinya tidak lain dari tubuh dan
darah Kristus sebenarnya. Secara teknis ini dikenal dengan nama
‗transubstansiasi‘. Sebagai pengakuan akan hal ini, imam mengangkat hosti
(Latin. ‗hostia‘ artinya kurban persembahan) untuk disembah oleh jemaat.
Mereka yang mengambil bagian dalam sakramen dikatakan telah dijamu dari
tubuh dan darah Kristus sendiri.
Dasar pandangan ini berasal dari filsuf Yunani, Aristoteles, dan menuruti
kerangka acuan yang gagasannya asing sekali bagi seorang Yahudi seperti
Yesus. Lagi pula pandangan ini mengaburkan, bahkan menentang, penegasan
yang sangat menentukan bahwa satu-satunya kurban pendamaian yang berlaku
sudah dipersembahkan sekali untuk selama-lamanya di Golgota (Ibr. 7:27; 9:12;
10:10). Selanjutnya perkataan bahwa imam mempersembahkan Kristus di
mezbah kedengaran seperti menghina bagi orang yang akrab dengan Alkitab.
2) Pandangan Gereja Lutheran
Pandangan ini lebih dikenal dengan istilah ‗konsubstansiasi‘, yang merupakan
penolakan Luther terhadap ajaran Katolik. Orang yang mengambil bagian dalam
perjamuan Kudus akan makan dan minum tubuh dan darah Kristus yang
sesungguhnya di dalam, bersama-sama dan di bawah unsur roti dan anggur itu.
Unsur-unsur itu sendiri tetap tidak berubah, namun hal memakan dan
meminumnya setelah doa pengucapan syukur itu menyampaikan Kristus kepada
orang yang makan, bersama-sama dengan unsur-unsur itu. Hal ini dianggap
sebagai benar-benar makan dan minum dari Kristus. Dengan demikian Kristus
benar-benar hadir dalam perjamuan, dilokalisasi dalam unsur-unsur roti dan
anggur yang tidak berubah sifatnya.
3) Pandangan Zwingli
Menurut pandangan ini perjamuan hanya bersifat simbolis, perjamuan kudus
hanya merupakan suatu tanda peringatan saja. Sakramen ini mengingatkan
jemaat akan apa yang dilakukan Kristus baginya di kayu salib dan dia diajak
untuk kembali menyerahkan hidupnya kepada Allah dalam terang salib. Kristus
hadir hanya dengan pengertian bahwa Ia selalu hadir dengan orang percaya
melalui Roh Kudus yang mendiami manusia. Pandangan ini menolak kehadiran
jasmani Kristus di dalam unsur-unsur itu.
4) Pandangan Calvin
Pandangan aliran Calvin yaitu di antara konsubstansiasi dan peringatan. Calvin
mengemukakan bahwa Kristus benar-benar menjadi jamuan, kalau peserta
perjamuan datang dengan iman yang tulus. Kristus seutuhnya daging maupun
roh, yang dijamukan. Namun penekanan jatuh pada segi spiritual dan mistik dari
persekutuan dengan Kristus melalui Roh Kudus. Oleh Roh Kudus, gereja
mengalami persekutuan dalam perjamuan dengan kepala gereja yang
dimuliakan, Tuhannya, dan makan dari-Nya untuk memupuk imannya.
Gereja reformasi menerima pandangan Calvin yang mengajarkan bahwa
walaupun roti dan anggur hanya merupakan lambang, namun secara rohaniah
Kritsus hadir dalam perjamuan kudus. Dalam Perjamuan Kudus, yang kita makan
yaitu roti dan anggur biasa, namun melalui sakramen ini kita menghayati kehadiran
Kristus di tengah umat-Nya yang memicu terjadinya persekutuan dengan Dia.
d. Persyaratannya
1) Lahir baru
Orang yang belum bertobat, belum lahir baru, tidak boleh mengambil bagian
dalam Perjamuan Kudus. Hanya orang yang bertobat dan percaya yang boleh
menerima Perjamuan Kudus (Kis. 2:37-41; Mat. 26:26-28; 1Kor. 11:29).
2) Pengudusan sebelum mengambil bagian
Kita harus menguji diri sebelum mengikuti Perjamuan Kudus (1Kor. 11:27- 32).
Jika ada dosa, maka kita perlu segera mengakui dosa dan minta pengampunan
dari Tuhan, dan memperbaharui komitmen kita di dalam Tuhan.
3) Keanggotaan dalam jemaat
Perjamuan Tuhan merupakan upacara dilakukan oleh jemaat-jemaat Kristus.
Jadi keanggotaan dalam jemaat mendahului pengikutsertaan dalam Perjamuan
Kudus. Orang percaya yang belum bertobat sehingga masih terkena tindakan
disiplin tindakan disiplin tertentu dilarang mengikuti Perjamuan Kudus. Orang
percaya yang belum bertobat sehingga masih terkena tindakan disiplin tertentu
dilarang mengikuti perjamuan (1Kor. 5:11-13; 2Tes. 3:6, 22:15).
23
XIV. ANGELOLOGI: Pengajaran Tentang Malaikat
A. Pengertian Malaikat
Ada sejumlah kata yang berbeda, yang digunakan di Alkitab untuk menjelaskan
keberadaan malaikat. Pertama kata Ibrani ―malak‖ berarti ―utusan‖; ditujukan pada
utusan manusia (1 Raj. 19:2) atau utusan ilahi (Kej. 28:12). Arti dasar dari kata itu
yaitu ―ia yang diutus‖. Sebagai utusan ilahi, malaikat yaitu ―keberadaan surgawi
yang ditugaskan oleh Allah untuk melaksanakan perintah-perintah tertentu.‖ Kata ini
muncul 103 kali di Perjanjian Lama. Kata Yunani angelos muncul 175 kali di Perjanjian
Baru; namun kata yang ditujukan untuk manusia hanya 6 kali. Kata angelos sama dengan
kata Ibrani malak; kata itu juga berarti ―utusan … yang berbicara dan bertindak
atas nama orang yang mengutus dia‖. Kedua ―Putera Allah.‖ Malaikat juga disebut
―putera Allah‖, mereka yaitu putera Allah yang diciptakanNya (Ayb. 1:6; 38:7).
Ketiga ―Tentara Surgawi‖. Malaikat juga disebut ―tentara‖, yang dapat dimengerti
sebagai tentara surgawi (Kej 32:2; I Raj 22:19). Frasa ini digunakan untuk
menjabarkan para malaikat sebagai ―tentara surgawi‖ dan sebagai jutaan
keberadaan surgawi yang mengelilingi Allah disebut ―bala tentara Allah‖. Semua
agama memiliki konsep tentang Malaikat, konsep malaikat menurut Akitab yaitu maskulin
(laki-laki) dan ini bisa berbeda dengan konsep agama lain.
1. Dalam Perjanjian Lama.
PL menjelaskan bahwa malaikat sebagai makhluk yang nyata, berwujud, sungguh-
sungguh ada (real), bukan khayalan. Dalam Pentateukh terdapat 34 kali menampakkan
diri secara nyata yang bertugas sebagai pesuruh atau utusan. Contoh:
a. Kej 18 – Abraham bercakap-cakap dengan malaikat.
b. 2 Sam 24:16 – seorang malaikat menjalankan hukuman atas Israel setelah Daud
melakukan sensus/penghitungan penduduk.
c. Yes 6:2 – Serafim dilihat oleh Yesaya.
d. Yeh 10:1-3 – Kerub
e. Dan 9:20-27 – Gabriel
f. Dan 10:13; 12:1 – Mikhael
g. Zakharia 1 – agen-agen Allah
h. Maz 34:7-8; 91:11 – abdi-abdi Allah yang menyembah Dia dan melepaskan
umatNya dari kerugian/ kerusakan atau kejahatan.
2. Dalam Perjanjian Baru.
Para penulis PB menghubungkan malaikat dengan kelahiran, kehidupan dan
kebangkitan serta kenaikan Yesus Kristus ke Surga (Mat 2:19; Mrk 1:13; Luk 2:13;
Yoh 20:12; Kis 1:10-11. Dalam Kis 5:19; 12:5-11 malaikat memberi pertolongan pada
hamba-hamba Allah (membuka pintu penjara). Dalam Kis 8:26; 10:1-7 malaikat Tuhan
memimpin Filipus dan Kornelius dalam pelayanan. Dalam Kis 27:23-25 seorang
malaikat meneguhkan Paulus waktu kapal yang ditumpangi dilanda badai. Dalam surat-
surat Paulus misalnya Gal 3:19; 1 Tim 5:21; Ibr 1:4; 1 Ptr 1:12; Yud 6; banyak
ditemukan pernyataan tentang malaikat dan banyak acuan juga ditemukan di kitab
Wahyu.
B. Penciptaan Malaikat
Para Malaikat yaitu mahluk yang di ciptakan (Maz 148:5). Ini berarti bahwa mereka
tidak berkembang dari bentuk kehidupan yang lebih rendah atau yang lebih sederhana. Hal
ini di kuatkan oleh kenyataan bahwa Malaikat-malaikat itu tidak berketurunan (Mat 22:30).
saat di ciptakan mereka di ciptakan sebagai Malaikat. Secara khusus, malaikat di
ciptakan oleh Kristus (Kol 1:16). Alkitab tidak menyatakan secara pasti kapan malaikat di
ciptakan. Pernyataan tentang penciptaan di Kolose 1:16 menunjuk pada penciptaan
malaikat yang terjadi hanya satu kali; tindakan penciptaan tidak berlangsung terus. sebab
malaikat tidak mampu untuk beranakcucu, jumlah mereka tidak berubah. Jumlah mereka
dalam penciptaan ―beribu-ribu‖ (Ibr 12:22). Meskipun istilah myriads secara
harafiah berarti sepuluh ribu, namun di sini berarti ―ribuan yang tidak terhitung‖
(lihat juga Why 5:11). Pengulangan beribu-ribu di Wahyu 5:11 menyiratkan jumlah
malaikat yang tidak terhitung. Malaikat – malaikat itu hadir saat dunia di ciptakan (Ayub
38:7). Jadi tentulah mereka di ciptakan sebelum penciptaan dunia. Keadaan malaikat pada
waktu diciptakan yaitu :
1. Kudus
Pada mulanya Malaikat itu di ciptakan kudus. Allah menyatakan bahwa ciptaannya
baik (Kej 1:31). Dan memang ia tidak dapat menciptakan dosa. Bahkan setelah dosa
masuk ke dalam dunia, Malaikat Allah yang baik, tidak memberontak kepadaNya, di
sebut kudus (Mark 8:38). Ini yaitu malaikat-malaikat pilihan (1 Tim 5:21) yang sangat
berbeda dengan malaikat-malaikat jahat yang mengikuti setan dalam
pemberontakannya melawan Allah (Mat 25:41). Di samping di ciptakan kudus, semua
malaikat di kelilingi kekudusan. Pencipta mereka penuh kekudusan. Suasana mereka
tinggal dan tempat melayani, sebelum setan jatuh yaitu ke dalam dosa yaitu tanpa
cacat dan noda dosa.
2. Makhluk
Para Malaikat yaitu makhluk dan bukan pencipta namun mereka yaitu suatu
golongan makhluk yang terpisah dan berbeda, misalnya terpisah dan berbeda dari
manusia (1 Kor 6:3; Ibr 1:14). Sebagai makhluk, kekuasaan, pengetahuan, dan kegiatan
mereka terbatas (1Pet. 1:11-12; Wah 7:1). Seperti semua mahluk yang bertanggung
jawab, para malaikat pun akan tunduk kepada pengadilan (1 Kor. 6:3; Mat 25:41).
Penciptaan malaikat tertera dalam Kolose 1:16, segala sesuatu telah diciptakan Allah di
Surga dan dibumi. Di Surga ada Allah dan malaikat.
a. Waktu penciptaan sebelum penciptaan dunia. Sebelum bumi diciptakan malaikat
sudah diciptakan (Ayub 38:6,7) Anak Allah yang dimaksud ialah malaikat sebab
pada waktu itu bumi belum diciptakan. Ayat 6 berbicara tentang penciptaan alam
semesta.
b. Keadaan malaikat diciptakan Allah. Kedaaanya suci (Maz 148:2-5). Keadaan suci
ini bisa di lihat dari Lucifer (Yeh 28:11-15) ―Engkau Lucifer tidak bercela
dalam tingkah lakumu sampai terdapat kecurangan padamu (kejatuhan)‖. Keadaan
Malaikat suci sebab di ciptakan di sorga.
C. Doktrin Malaikat Dalam Sejarah Gereja
Pada sepanjang sejarah gereja perhatian terhadap doktrin malaikat begitu bervariasi,
kadang-kadang terdapat perhatian yang sungguh-sungguh terhadap doktrin ini namun pada
waktu lain kepercayaan kepada malaikat dianggap sebagai sisa-sisa dari cara berpikir yang
pra-ilmiah serta tidak kritis. Di abad ke dua para apologet tampaknya telah memberikan
kedudukan hampir setara dengan Allah kepada malaikat. Pada zaman bapa-bapa gereja
beberapa dari malaikat-malaikat dianggap baik, dan beberapa yang lain dianggap jahat.
Malaikat yang baik itu dipercaya sebagai pribadi-pribadi yang memiliki kebebasan
moral, terikat pada pelayanan yang penuh sukacita bagi Allah dan diberi tugas oleh Allah
untuk melayani kesejahteraan manusia. Menurut sebagian bapa-bapa gereja abad mula-
mula para malaikat yang baik itu memiliki tubuh spiritual. Keyakinan umum
mengatakan bahwa semua malaikat itu diciptakan dalam keadaan baik, namun beberapa dari
mereka menyalahgunakan kebebasan mereka dan telah jatuh di hadapan Allah. Iblis, yang
asal mulanya yaitu malaikat dengan derajat yang tinggi, dianggap sebagai kepala mereka.
pemicu kejatuhannya yaitu sebab kesombongan dan ambisinya yang berdosa. Sejalan
dengan pendapat umum bahwa malaikat-malaikat yang baik melayani kebutuhan
kesejahteraan orang-orang percaya, istilah khusus tentang malaikat penjaga bagi gereja-
gereja dan manusia secara individual sangat dipercaya oleh sebagian orang. Berbagai
macam bencana dan kesulitan, seperti sakit penyakit, kecelakaan, dan kerugian sering
dianggap sebagai pengaruh jahat dari malaikat-malaikat yang jahat. Ide tentang hirarki
malaikat telah lama dikemukakan oleh Clement dari Alexandria, namun sama sekali tidak
dibenarkan untuk menyembah kepada malaikat.
Di abad pertengahan agama Kristen terlibat dalam diskusi yang luas tentang malaikat.
Dorongan utama datang dari karya-karya penulis abad kelima atau abad keenam yang
memiliki nama samaran Dionisius, anggota Aeropagus yang telah dibuat bertobat oleh
Paulus di Atena (Kis. 17:34). Dionisisus membagi malaikat menjadi tiga golongan yaitu:
(1) takhta, kerub dan serafim; (2) kekuasaan, kerajaan, dan penguasa; (3) pemerintah,
penghulu-penghulu malaikat, dan malaikat. Tingkat yang pertama dianggap sebagai para
malaikat yang sangat dekat dengan Allah; yang kedua dianggap mendapat pengaruh dari
yang pertama; dan yang ketiga dipengaruhi oleh yang kedua. Agustinus menekankan
bahwa para malaikat yang baik sangat dihargai oleh ketaatan mereka dengan jaminan
kepastian bahwa mereka tidak akan pernah jatuh. Kesombongan tetaplah dianggap sebagai
pemicu kejatuhan Iblis, namun pendapat bahwa malaikat-malaikat yang lain jatuh sebagai
akibat nafsu mereka terhadap anak-anak perempuan manusia, kendatipun masih dipercaya
oleh sebagian orang, perlahan-lahan makin menghilang sebab pengaruh eksegesis yang
lebih akurat dari Kej 6:2. Suatu pengaruh yang baik dikatakan berasal dari malaikat yang
tidak jatuh, sedangkan malaikat yang jatuh dalam dosa dianggap merongrong hati manusia,
sebagai suatu perangsang untuk menjadi bidat, dan juga para malaikat yang jatuh dalam
dosa itu dianggap membawa penyakit yang mengerikan serta bencana yang lain.
Kecenderungan-kecenderungan politeistik yang masih dibawa oleh orang-orang yang
semula politeis namun kemudian bertobat menjadi Kristen membawa suatu pengaruh yang
cenderung menyembah kepada malaikat. Penyembahan semacam itu sangatlah dikutuk
oleh Konsili Laodekia dalam abad ke-4.
Pemikiran abad pertengahan yang belakangan sangat tertarik pada malaikat. namun
masih ada sebagian orang yang cenderung mengasumsikan bahwa malaikat memiliki
tubuh spiritual, namun kemudian timbul pendapat yang mengatakan bahwa malaikat itu
tidak memiliki tubuh. Penampakan-penampakan malaikat dijelaskan dengan
mengasumsikan bahwa dalam peristiwa-peristiwa seperti itu para malaikat mengambil
bentuk tubuh jasmani yang sementara untuk tujuan pewahyuan. Beberapa hal pokok
diperdebatkan di antara para penganut Skolastik. Misalnya bahwa penciptaan dari para
malaikat itu dianggap bersamaan dengan penciptaan dunia materi. Sedangkan orang lain
lagi berpendapat bahwa para malaikat itu diciptakan dalam keadaan anugerah, namun
pendapat yang lebih umum mengatakan bahwa sesungguhnya para malaikat itu hanya
diciptakan dalam suatu keadaan yang sempurna secara natural saja. Meskipun seluruh
penganut Skolastik setuju bahwa pengetahuan yang dimiliki para malaikat itu terbatas,
golongan Thomis dan Skotis sangat berbeda pendapat dalam hal natur dari pengetahuan
para malaikat itu. Diakui oleh semuanya bahwa malaikat memperoleh pengetahuan yang
diserapkan pada mereka saat mereka diciptakan, namun Thomas Aquinas menyangkal
pendapat ini, dalam karyanya Summa Contra Gentiles Thomas Aquino berusaha
membuktikan berdasar akal tentang keberadaan malaikat, sedangakan Duns Scotus
mengatakan bahwa para malaikat memperoleh pengetahuan melalui aktifitas intelektual
mereka sendiri. Thomas Aquinas percaya bahwa pengetahuan para malaikat yaitu intuitif
semata-mata, sedangkan Duns Scotus menyebutkan bahwa pengetahuan malaikat itu bisa
23
saja berubah-ubah. Pendapat tentang malaikat penjaga sangat disukai selama Abad
pertengahan.
Zaman Reformasi, Calvin menekankan bahwa setan ada di bawah pengawasan Allah
dan bahwa kendati pun Iblis kadang-kadang dipakai sebagai alat Tuhan, Iblis itu tetap
hanya dapat bekerja dalam batasan-batasan yang telah ditentukan. Para teolog Protestan
pada umumnya menganggap Iblis atau setan sebagai keberadaan roh yang murni, walaupun
Zanchius dan Grotius masih masih menyebut mereka memiliki tubuh. Pendapat umum
mengenai karya dari para malaikat yang baik yaitu bahwa karya mereka itu yaitu untuk
melayani para ahli waris keselamatan. Tidak ada kesepakatan umum berkenaan dengan
eksistensi dari malaikat penjaga. Sebagian orang mendukung pendapat ini, sedangkan yang
lain menolaknya, sedangkan kelompok lain menolak untuk memasukkan diri mereka dalam
golongan yang percaya tentang hal ini. Pengakuan iman Belgia menyebutkan dalam bagian
XII yang berkaitan dengan penciptaan sebagai berikut : ―Ia juga menciptakan para
malaikat yang baik, sebagai utusanNya dan untuk melayani orang pilihanNya; sebagian dari
para malaikat itu jatuh dari kemuliaan yang telah diciptakan Tuhan bagi mereka, sehingga
mereka masuk dalam kemurkaan yang kekal; dan oleh anugerah Allah yang lain tetaplah
setia dan tetap dalam keadaan mereka yang mula-mula. Setan dan roh-roh jahat sangatlah
rusak sehingga mereka yaitu musuh Allah dan hal yang tertinggi dari kuasa mereka,
sebagai pembunuh yang menunggu untuk menghancurkan gereja dan para anggotanya, dan
oleh kelicikan mereka untuk menghancurkan semua; dan oleh kejahatan mereka sendiri
mereka masuk ke dalam murka kekal, yang setiap hari menantikan kehancuran mereka
yang mengerikan.‖
Saat ini. Roma Katolik biasa menganggap para malaikat sebagai roh yang murni.
Sebagian orang Protestan seperti Emmons, Ebrard, Kurdtz, Delitzch, dan yang lainnya
masih menganggap bahwa malaikat memiliki tubuh khusus. Akan namun sebagian besar
kaum Protestan masih memiliki pandangan yang berbeda. Swedenborg percaya bahwa
seluruh malaikat aslinya yaitu manusia dan ada dalam bentuk yang memiliki tubuh.
Posisi mereka dalam dunia malaikat tergantung pada hidup mereka saat masih dalam
dunia. Kelompok Rasionalisme abad 18 menyangkali eksistensi malaikat. Sebagian teolog
liberal menganggap perlu untuk mempertahankan pendapat fundamental yang dinyatakan
dalam doktrin tentang malaikat. Para teolog liberal itu melihatnya sebagai pernyataan
simbolik dari semangat melindungi dan pertolongan Allah.
Dalam bagian terakhir abad ke-20 terdapat kehidupan kembali kepercayaan pada
malaikat dalam satu bidang yang agak terbatas yaitu kegiatan malaikat-malaikat yang jahat
dan juga disisi lain para teolog memberi perhatian religius yang luas terhadap malaikat
yang baik.
D. Sifat malaikat
1. Bersifat Pribadi.
Berarti memiliki eksistensi seperti manusia . Yang di maksudkan ialah bahwa
malaikat-malaikat itu memiliki eksistensi seperti manusia, memiliki sifat atau
keadaan seperti manusia. Segi-segi penting dari suatu pribadi meliputi kecerdasan,
perasaan dan kemauan. Hal ini juga di miliki oleh malaikat yang jahat. Contoh:
a. Sama-sama memiliki kecerdasan. (Mat 8:29, 2 Kor 11:13, 1Pet 1:12)
b. Sama- sama memiliki perasaan (Luk 2:13, Yak 2:19, Wah 12:17).
c. Sama-sama memiliki kemauan (Luk 8:28-31; 2 Tim 2:26; Yud 1:6) Oleh
sebab itu mereka dapat di katakan pribadi-pribadi. Kenyataan mereka tidak
punya tubuh jasmani tidaklah mempengaruhi mereka sebagai pribadi-pribadi.
Dalam hal pengetahuan mereka di batasi sebagai makhluk, ini berarti mereka
24
tidak mengetahui segala sesuatu seperti Allah. Namun pengetahuan mereka
melebihi manusia.
Hal ini mungkin di sebabkan oleh tiga alasan:
1) Para malaikat di ciptakan sebagi suatu golongan makhluk yang lebih tinggi dari
pada manusia di alam semesta
2) Para malaikat mempelajari Alkitab lebih cermat dari manusia dan memperoleh
pengetahuan dari Alkitab (Yak 2:19; Wah 12:12)
3) Malaikat–malaikat mendapatkan pengetahuan melalui pengamatan yang lama
terhadap kegiatan–kegiatan manusia. Berbeda dengan manusia, para malaikat
tidak harus mempelajari masa lampau, mereka telah mengalaminya. Oleh sebab
itu, mereka mengetahui bagaimana mahluk lain telah bertindak dan bereaksi
dalam situasi- situasi tertentu dan dapat meramalkan dengan lebih teliti
bagaimana kita bereaksi dalam situasi yang serupa. Pengalaman-pengalaman
dalam umur panjang memberi mereka lebih banyak pengetahuan.
2. Malaikat yaitu roh (Ibr 1:13,14)
Malaikat-malaikat yaitu makhluk-makhluk yang bersifat roh (tidak memiliki tubuh
dan daging). Sering orang membayangkan bahwa malaikat memiliki tubuh yang
ringan dan bisa dilihat. namun pengertian itu salah sebab didalam Alkitab malaikat-
malaikat disebut dengan kata ―pneumata‖ (roh). Biasanya mereka menampakkan
diri sebagai laki-laki. Dalam penglihatan-penglihatan malaikat/ makhluk surgawi
tampak dalam berbagai penampilan yang ―aneh‖ (Wah.10:1-2; Dan. 10:5-7).
Yesaya melihat malaikat bersayap (Yes. 6:2,6; Yeh. 1:5-10). Walau Malaikat yaitu
roh ia juga dapat menampakan diri dalam alam nyata. Ia dapat hidup dalam dua
alam:
a. Alam super natural
b. Alam natural
Kis 12:7- malaikat menampakan diri pada Petrus, juga dalam bagian lain
menampakkan diri kepada Abraham dan Lot.
c. Tidak Kawin atau berkembang biak
Jumlah mereka tidak bertambah banyak. Tidak ada tambahan bayi malaikat
(Mat. 22:30; Mrk 12:25; bnd Kej. 18:1-2; Zakh. 5:9) dan tidak ada kematian
malaikat artinya malaikat bersifat kekal (Luk. 20:36).
d. Mereka yaitu makhluk yang lebih tinggi dari pada manusia (Ibr 2:7-9).
1) Mereka lebih kuat dari manusia, tapi tidak maha kuasa (Maz 103:20; 2 Ptr.
2:11).
2) Mereka lebih tahu dari manusia dalam pengetahuan, tapi tidak maha tahu
(2 Sam. 14:20; Mat. 24:36).
3) Mereka lebih mulia dari manusia, tapi tidak maha hadir (Daniel 9:21-23,
10:10-14).
e. Mereka pada mulanya yaitu makhluk yang suci (Yudas 6) : - segala sesuatu
baik (Kej 1:31); sejumlah tertentu terpilih ( 1 Tim 5:21) dan yang lain berbuat
dosa (2 Ptr 2:4).
24
E. Organisasi Malaikat
Kita tidak dapat mempelajari perihal malaikat di dalam Alkitab tanpa menyadari adanya
tingkatan-tingkatan di antara makhluk surgawi ini. Mereka diorganisasikan menurut
tingkatan kekuasaan dan kemuliaan. Ahli-ahli teologia abad pertengahan menyimpulkan
bahwa malaikat terbagi ke dalam sepuluh tingkat. Kendati kita tidak dapat memastikan,
apakah pembagian tingkatan itu benar, setidak-tidaknya kita dapat yakin bahwa para
malaikat berbeda dalam tingkat kekuasaannya. Beberapa dari mereka memiliki kekuasaan
yang tidak dimiliki oleh yang lainya. Alkitab sendiri menyebutkan kelompok-kelompok
khusus, setidak-tidaknya ada lima posisi utama di antara makhluk-makhluk ini yaitu: tahta
(throne), dominion (kuristetes), kerajaan (archai), berkuasa (eksousiai) dan kekuasaan
(dunameis). Istilah tahta berbicara tentang yang duduk diatasnya, dominion tentang yang
menguasai, kerajaan tentang yang memerintah, berkuasa tentang mereka yang terlibat
bertanggungjawab dalam kerajaan, dan kekuasaan tentang mereka yang melaksanakan
kekuasaan. Alkitab juga berbicara tentang ―majelis‖ dan ―dewan‖ malaikat (Maz.
89:6-8), tentang organisasi mereka untuk peperangan (Why. 12:7), dan tentang seorang raja
yang berkuasa atas belalang-belalang roh jahat (Why. 9:11). Mereka juga diberi klasifikasi
pemerintahan yang menunjukkan organisasi dan penggolongan (Ef. 3:10, malaikat-
malaikat yang baik; dan Ef. 6:12, malaikat-malaikat yang jahat). Dari sini kenyataan ini
jelas bahwa Allah telah mengorganisasikan malaikat baik malaikat pilihan maupun yang
jahat. (Ryre:1991). Jumlah mereka sangat banyak Ibr. 12:22, beribu-ribu, berlaksa-laksa,
beribu ribu laksa (Why 5:11); dalam Mat 18:10 secara tidak langsung menyebutkan jumlah
mereka sama dengan jumlah manusia (?).
1. Penggolongan Malaikat:
a. Penghulu malaikat – hanya satu, yaitu Mikhael (Yud 9; 1 Tes 4:16); - Dalam Daniel
10:13 ada malaikat-malaikat yang berkedudukan tinggi; - Daniel 10:21; 12:1 ada
malaikat pelindung Israel; - Dalam Why 12:7 bala tentara malaikat yang
mengalahkan Setan dan roh-roh jahat.
b. Pemimpin-pemimpin terkemuka (Dan 10:13); - Dalam kitab Henokh (Apokripa),
Mikhael, Gabriel, Rafael, Uriel disebut sebagai 4 (empat)
1) Malaikat yang berkuasa atas api (Why 14:18)
2) Malaikat yang berkuasa atas air (Why 16:5)
3) Malaikat yang berkuasa atas jurang maut (Why 9:11)
4) Malaikat yang berkuasa mengikat setan (Why 20:1-2)
c. Malaikat yang berhubungan dengan pelaksanaan hukuman-hukuman yang akan
datang (Why 8-9, 16)
d. Malaikat-malaikat ketujuh jemaat dalam Why 2-3; Why 1:16,20).
e. Malaikat Yahweh (Christophany) – Kristus menjelma sebelum inkarnasi (PL) dalam
Kej 16:7-12; 21:17-18; 22:11-18; Kel 3:2; Hak 2:1-4; 5:23; 6:11-24; 13:3-22; 2 Sam
24:16; Zak 1:12; 3:1; 12:8).
F. Pelayanan Malaikat
Tidak kurang dari 273 referensi dalam Alkitab berkenaan dengan malaikat sebagian
besar berkaitan dengan aktifitas mereka. Pelayanan mereka kepada Allah mengambil
tempat penting dari pada kegiatan yang berhubungan dengan warga bumi. Para malaikat
yaitu pelayan-pelayan Allah (Ibr 1:14):
1. Dalam hubungannya dengan Allah:
a. Memuji-muji (Maz 148:1-2; Yes 6:3).
b. Menyembah (Ibr 1:6; Why 5:8-13)
c. Bersukacita atas apa yang dikerjakan Allah (Ayb 38:6-7).
24
d. Melayani Allah (Maz 103:20; Why 22:9).
e. Menghadap Allah (Ay 1:6; 2:1).
f. Alat untuk melaksanakan hukuman Allah (Why 7:1; 8:2).
2. Hubungan dengan zaman baru:
a. Ikut memuji Allah saat dunia diciptakan (Ayb 38:6-7).
b. Terlibat dalam memberikan Hukum Taurat (Gal 3:19; Ibr 2:2).
c. Aktif dalam kedatangan Kristus yang pertama (Mat 1:20; 4:11).
d. Aktif selama tahun-tahun permulaan Gereja (Kis 8:26; 10:3,7; 12:11).
e. Akan terlibat di sekitar kedatangan Kristus kedua kali (Mat 25:31; 1 Tes 4:1).
3. Hubungan dengan pelayanan Kristus:
a. Kelahiran Kristus : - nubuatan (Mat 1:20; Luk 1:26-28); - berita (Luk 2:8-15).
b. Selama hidup Kristus: - peringatan supaya Yusuf dan Maria pergi ke Mesir (Mat
2:13-15); - bimbingan supaya kembali ke dari Mesir ke Israel (Mat 2:19-21).
c. Pelayanan: - waktu dicobai (Mat 4:11; - di Getsemani (Luk 22:43).
d. Pembelaan atas Yesus kalau Dia mau saat ditangkap (Mat 26:53).
4. Sesudah kebangkitan:
a. Menggulingkan batu (Mat 28:1-2).
b. Memberitakan kebangkitan Yesus kepada perempuan-perempuan (Mat 28:5-6; Luk
24:5-7).
c. Kenaikan ke Surga (Kis 1:10-11).
5. Hubungan dengan kedatangan Kristus kedua kali:
a. Pengangkatan (1 Tes 4:16).
b. Saat kedatangan kedua kali (Mat 25:31; 2 Tes 1:7).
c. Pengadilan saat hukuman (Mat 13:39-40).
6. Hubungan dengan orang fasik:
a. Memberitahukan hukuman yang akan datang (Kej 19:13; Why 14:6-7; 19:17-18).
b. Memisahkan orang-orang fasik dengan orang benar (Mat 13:39-40).
7. Hubungan dengan Gereja:
a. ―Penonton‖ (1 Kor 4:9b).
b. Menolong orang percaya (Ibr 1:14).
c. Terlibat dalam menyampaikan dan mengungkapkan arti kebenaran yang berfaedah
(Dan 7:15-27; 8:13-26; 9:20-27; Why 1:1; 22:6,8).
d. Permohonan Doa (Kis 12:5-10).
e. Keselamatan/menolong memenangkan orang bagi Kristus (Kis 8:26; 10:3).
f. Memperhatikan orang percaya dalam hal keadaan, pekerjaan, penderitaan (1 Kor
4:9; 11:10; Ef 3:10; 1 Ptr 1:12).
g. Memberi dorongan/membersarkan hati saat bahaya (Kis 27:23-24).
h. Kehadiran pada saat kematian (Luk 16:22)
8. Pelayanan – Pelayanan Khusus
a. Mengumumkan suatu hal yang akan terjadi (Kej. 18:9; Hk. 13:2-24; Luk. 1:13, 30;
2:8-15; Dan. 8:19 dan dalam Kitab Wahyu dinyatakan zaman akhir.
b. Memimpin dan memberi petunjuk (Kej. 24:7,40; 28:12-15; Kel. 14:19 bnd. Kel.
23:20; Bil. 20:16). Petunjuk kepada orang-orang: Yusuf suami maria (Mat. 1:20),
Kornelius agar menemui Petrus (Kis. 10:3-5), Filipus agar meninggalkan Samaria
(Kis. 8:26), menerangkan visi penglihatan (Dan. 7:16; Zakh. 1:9,19; dan Why. 17:7).
c. Menjaga dan melindungi (Kej.32:24; Kel.14:19; Maz. 103:20; 34:7-8).
d. Menolong pada saat genting/kritis (Kej. 32:24; Kel. 3:7; Luk. 22:43; Kis. 5:19).
e. Membantu dalam penghakiman (Mat. 24:31; 25:31; Why. 18:1,24).(Ryrie:1991).
24
XV. Demonologi: Pengajaran Tetang Setan
A. Doktrin Setan
1. Pengertian Setan/Iblis
Setan atau Iblis merupakan suatu pribadi jahat yang memiliki kuasa supranatural
atas kosmos. Menurut sejarahnya, setan (dalam bahasa Latin disebut Lucifer) yaitu
penghulu malaikat yang memberontak kepada Tuhan. Sejak kekal, sebelum Adam dan
Hawa diciptakan, Tuhan memerintah bersama para malaikatnya. Pemberontakan Lucifer
terlihat dari keinginannya untuk menjadi penguasa yang melampaui Tuhan. Hal itu
terungkap dari kata-kata ‖aku hendak‖ seperti dicatat oleh nabi Yesaya (Yes 14:13-14):
aku hendak naik ke langit; aku hendak mendirikan tahtaku mengatasi bintang-bintang;
aku hendak duduk di atas bukit pertemuan jauh di sebelah utara; aku hendak naik
mengatasi ketinggian awan-awan; aku hendak menyamai Yang Mahatinggi.
Sebelum jatuh dalam dosa pemberontakan, Lucifer memiliki kepribadian yang
sangat luar biasa. Menurut Ryrie (1991), Yehezkiel membandingkan kelebihan raja
Tirus dengan kelebihan Lucifer sebelum kejatuhannya (Yeh 28:12-15). Lucifer memiliki
kesempurnaan hikmat dan keindahan, tempat tinggal yang mulia, kemegahan busana,
fungsi yang hebat, dankesempurnaan integritas yang tak bercela. sebab memberontak,
Tuhan menghukum Lucifer dan melemparkannya ke bumi. Ia jatuh seperti kilat dari
langit (Luk 10:18). Dalam kejatuhannya itu, Lucifer mempengaruhi sepertiga dari
malaikat-malaikat yang lain. sebab itu, dalam keberadaannya kemudian, setan
memiliki kerajaannya sendiri. Setan memiliki sistem pemerintahan yang besar dan
rapi (Ef 6:12). Mereka menjadi kelompok kekuatan besar yang selamanya berseteru
dengan Tuhan dan Kerajaan-Nya.
Malaikat-malaikat jahat biasanya disebut daimones atau daimonia, yang
diterjemahkan Iblis dalam pengertian jamak. namun jika hanya satu disebut diabolos.
Demonologi yaitu studi mengenai Setan/ Iblis serta sifat-sifatnya. Orang-orang
Kristiani saat membicarakan Demonologi, nama "Lucifer" menjadi peran utama.
sebab aliran Kristiani barat biasanya mengikuti tafsir dalam Yesaya 14:12 bahwa ada
penghulu malaikat yang memberontak, ia yaitu "lucifer" yaitu kata latin yang
digunakan St. Jerome pada abad 4 Masehi untuk menerjemahkan kata Ibrani "HEILEL/
HEILEI" Penghulu malaikat yang jahat muncul di Alkitab paling tidak empat puluh
sebutan. Setan/ Iblis yaitu makhluk adikodrati. Namanya menandakan bahwa ia
dianggap sebagai musuh manusia.
Iblis: dalam Yohanes 6:70, Jawab Yesus kepada mereka: "Bukankah Aku sendiri
yang telah memilih kamu yang dua belas ini? Namun seorang di antaramu yaitu Iblis."
(ITB), dalam bahasa Yunaninya tertulis sebagai berikut, απεκπιθη αςηοιρ ο ιηζοςρ οςκ
εγω ςμαρ ηοςρ δωδεκα εξελεξαμην και εξ ςμων ειρ διαβολορ εζηιν (translit: apekrithê
autois ho iêsous ouk egô humas tous dôdeka exelexamên kai ex humôn heis diabolos
{iblis} estin. )
Kata yang diterjemahkan "Iblis" yaitu kata Yunani "διαβολορ – diabolos", berasal
dari kata kerja "διαβαλλω; diaballô", menuduh, memfitnah. Secara harfiah "diabolos"
berarti yang bicara jahat, pemfitnah, yang menuduh dengan tidak benar.
Setan : Matius 4:10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada
tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah
engkau berbakti!" (ITB).
Yang dalam bahasa Yunani dituliskan sebagai berikut, ηοηε λεγει αςηω ο ιηζοςρ
ςπαγε ζαηανα γεγπαπηαι γαπ κςπιον ηον θεον ζος πποζκςνηζειρ και αςηω μονω
λαηπεςζειρ (Translit: tote legei autô ho iêsous hupage satana gegraptai gar kurion ton
theon sou proskunêseis kai autô monô latreuseis ).
24
Setan (Indonesia); satan/ satanas (Yunani); satan (Inggris); shaitan (Arabic); Kata
Ibraninya yaitu "SATAN". Kata Ibrani "SATAN" -- berasal dari kata kerja yang sama
SATAN, harfiah : memusuhi, melawan, menuduh, mendakwa -- secara maknawi berarti
"lawan" atau "musuh", kadang-kadang personifikasi dimengerti sebagai "segala kuasa
nyata yang melawan Allah dan keselamatan manusia". Maka, jelas nama "setan" ini
menandakan bahwa ia dianggap sebagai musuh manusia.
B. Penciptaan dan kejatuhan Setan
Kapankah Setan "tercipta" dan dari manakah makhluk supernatural itu berasal?
Merupakan pertanyaan manusia di segala zaman. Pertanyaan ini muncul sebab
pengalaman manusia bersama kekuatan kosmis ini belum dapat terjawab secara tuntas.
Dalam segala zaman manusia berusaha menjawabnya. Dalam paham Kristiani dan
tradisi Yudaisme, kelahiran Setan dikaitkan dengan asal-usul para malaikat yang tidak
setia pada Allah. Dalam konteks hidup para malaikat itulah persoalan mengenai
"kelahiran" Setan dapat dipahami. Sekalipun malaikat digambarkan sebagai mahluk suci
yang penuh keindahan dan menjadi pelayan Allah yang setia, Alkitab juga bercerita
mengenai kejatuhan malaikat terutama kejatuhan malaikat menjadi Iblis. Rasul Petrus
menyebutkan bahwa Tuhan murka atas malaikat yang jatuh (2 Petrus2:4). Dalam Yudas
1:6 juga diceritakan mengenai malaikat-malaikat yang meninggalkan surga dan jatuh ke
dalam kegelapan. Alkitab berbicara tentang malaikat yang baik dan yang jahat,
sekalipun ditekankan bahwa pada mulanya semua malaikat diciptakan baik dan kudus.
sebab mereka diciptakan dengan memiliki kebebasan untuk memilih, banyak malaikat
ikut dalam pemberontakan Iblis dan meninggalkan kedudukan mereka semula selaku
hamba-hamba Allah, sehingga dengan demikian kehilangan peranan surgawi mereka.
Pastilah, setan-setan dalam Perjanjian Baru yaitu para malaikat yang terjatuh ini.
Mengenai saat kejatuhan malaikat, Alkitab tidak memberi petunjuk, mungkin terjadi
antara ayat Kejadian 1:1-2, namun tidak jelas dikatakan. Yang jelas, Iblis sudah
digambarkan keberadaannya dalam Kejadian pasal 3 saat ia mulai mencobai Adam
dan Hawa. Ada tafsir yang menyebutkan bahwa kejatuhannya digambarkan sebagai
kejatuhan raja Tirus dalam Yehezkiel 28:12-19 (bandingkan dengan "Heilel ben Shakar"
Bintang Timur Putra Fajar dalam Yesaya14:12-14). Setan semula berada dalam
kebenaran lalu jatuh (Yohanes 8:44). Kejatuhannya (Lukas10:18) kelihatannya
bersamaan dengan kejatuhan malaikat (2 Petrus 2:4; Yudas 1:6).
pemicu kejatuhan Iblis terutama yaitu kesombongan (1 Timotius 3:6; Yehezkiel
28:15,17), kesombongan untuk naik tahta bersama malaikat-malaikat yang jatuh (Matius
25:41), dari kedudukannya semula sebagai malaekat terang (2 Korintus11:14).
namun kalau kita setujui bahwa informasi Yeh 28:11-19 dan Yes 14:13-17
menceritakan tentang kejatuhan Malaikat menjadi Iblis yang menentang Allah dengan
keinginan untuk sejajar dengan Allah, ada beberapa kesulitan teologis yang besar
terjadi. Seperti diketahui, para malaikat itu diciptakan Allah sebagai mahkluk yang
sempurna, semua perasaan kasih sayang dalam hati mereka ditujukan kepada Allah;
tugas mereka selalu memuji-muji kemuliaan Allah. Masalahnya sekarang, darimana
keinginan dosa itu muncul pada diri malaikat Allah yang sempurna itu? Ini satu hal yang
lebih sulit lagi, bagaimana dosa bisa masuk ke surga, tempat Allah yang maha kudus
bersemayam?
Untuk menjawab kesulitan ini, sangat perlu rupanya kita mengingat bahwa mahkluk
ciptaan itu pada mulanya memiliki kemampuan posse peccare et posse non peccare,
yaitu suatu kemampuan untuk berbuat dosa atau tidak berbuat dosa. Artinya, makhluk
ciptaan itu diciptakan dalam posisi memiliki kehendak bebas yang otonom (free-will
untuk menentukan arah tindakannya sendiri. Dengan sendirinya kita bisa menarik
kesimpulan, bahwa kejatuhan malaikat disebabkan sebab mereka sendiri dengan
sengaja telah memilih untuk memberontak kepada Allah. Alasan yang paling
memungkinkan mengapa mereka memilih memberontak yaitu kesombongan mereka
ingin sejajar dengar Allah.
Kalau argumen seperti ini bisa diterima, maka tampaknya jelas bagi kita, mengapa
malaikat Tuhan yang sempurna itu tetap bisa jatuh, dan kemudian diusir dari kekudusan
Allah di surga. Potensi dosa rupanya muncul bersamaan sebagai sesuatu yang mengikuti
mahkluk ciptaan. Tapi konsekuensi yang perlu diajukan dalam hal ini, apakah ini berarti
Allah yang menciptakan dosa atau potensi dosa? Harun Hadiwijono dengan tegas
menolak argumen ini. Bagi beliau, tentang asal dosa dan sumber dosa tidak mungkin
diterangkan. Pokok ini merupakan misteri Allah yang tidak mungkin manusia mampu
menyingkapkan secara jelas.
C. Keberadaan Setan
Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru merupakan saksi utama tentang
keberadaan dari setan, eksistensi Iblis diyakini juga berperan dalam dalam Kejadian 3
saat membahas tentang ular, dimana akan dilakukan penghakiman atas setan (Kej.
3:15). Secara khusus setan diceritakan dalam kitab Ayub 2:1 dimana dinyatakan Setan
datang menghadap Allah, dalam kitab lain PL yaitu dalam Yesaya 14:12-17 menunjuk
keadaan setan yang semula dan Yehezkiel 28:11-19 menunjuk kejatuhan raja Tirus yang
merupakan gambaran kejatuhan Lucifer. Kitab 1 Tawarikh, Mazmur dan Zakharia juga
menceritakan keberadaan setan.
Dalam Perjanjian Baru juga banyak disaksikan bahwa setan benar adanya ke
sembilan belas buku dalam PB serta ke-empat Injil juga menyatakan bahwa setan itu
benar benar ada (lihat Mat 4:10; 12:26; Mrk. 1:13; 3:23, 26, 4:15; Luk. 11:18; 22:3;
Yoh. 13:27 dll.). Yesus juga menyatakan tentang Setan, dalam duapuluh sembilan
bagian Injil yang menceitakan tentan setan, duapuluh lima kali yaitu pembicaraan dari
Yesus.
D. Sifat dan Aktivitas Setan
1. Sifat Setan
Setan yaitu ciptaan, ia tidak ada dengan sendirinya, Yeh. 28:11-19 diyakini
berbicara tentang setan, hal ini menunjukkan sekalipun setan yaitu mahkluk yang
perkasa namun ia memiliki keterbatasan sebagai ciptaan. Dan sebagai ciptaan maka
dituntut memberikan pertanggung jawaban kepada penciptanya. Sebagai ciptaan iblis
terbatas oleh ruang dan tidak maha hadir. Mereka hanya bisa berada di suatu tempat
dalam satu waktu. Dia juga terbatas dalam pengetahuan sekalipun dia yaitu mahkluk
intelek dan memiliki pengetahuan yang luas, ia juga memiliki kecerdasan, kekuatan dan
kemampuan yang tinggi dan sekaligus ia sangat licik. namun sekalipun memiliki
kekuasaan ia tidak maha kuasa.
Setan yaitu makhluk roh, mereka yaitu keberadaan yang disebut roh, yaitu yang
tidak memiliki daging dan tubuh (mat. 8:16; Luk. 10:17, 20).
2. Aktivitas Setan
Sebagai sifat pribadi dan sebutan-sebutan yang dimilikinya pekerjaan setan ataupun
Iblis sungguh mengerikan. Ia pembunuh, pembohong (Yoh. 8:44), pemicu dosa dari
mulanya (1 Yoh. 3:8), musuh (1 Pet. 5:8). Adapun aktivitas atau pekerjaan setan
terhadap:
a. Yang berhubungan dengan Orang Kristen
Iblis tidak pernah tinggal diam, dia mau semakin banyak manusia yang menjadi
pengikutnya, maka Iblis menuduh/mendakwa anak-anak Tuhan dihadapan Allah (Ayub
1:6-12; Why.12:10). saat orang Kristen jatuh didalam dosa Iblis mendakwa atau
menuduh supaya ia menjadi gelisah, depresi dan frustasi dengan mengatakan bahwa
Tuhan tidak mengampuni dosanya, terus menerus ia akan dituduh dan tidak layak lagi
mengikut Tuhan. Iblis juga sangat membenci jikalau gereja Tuhan dan pemeberitaan
Injil bertumbuh dan berkembang, segala macam cara akan dilakukan Iblis untuk
mencoba menghempangnya. Iblis juga mencobai manusia melalui persoalan/masalah
khususnya orang-orang yang lemah imannya supaya jatuh dalam dosa (I Taw. 21:1;
Mat. 4:1; Yoh. 13:2 dan I Tes. 3:5). Aktivitas lain yang dilakukan setan yaitu
Merampas firman Allah yang ditaburkan (Matius 13: 19, membelokkan seseorang dari
jalan Tuhan (Matius 16:23), hal ini dilakukanya dengan banyak jalan misalnya dengan
mengadakan mujizat palsu (perbuatan-perbuatan ajaib seperti kesembuhan, kelepasan
dari bencana dll), memakai alam semesta seperti badai, topan, petir, letusan gunung
berapi, gempa bumi dan hal lain untuk mendatangkan bahaya kepada manusia. Iblis juga
bisa mendatangkan penyakit dan menyamar sebagai malaikat terang (2 Kor. 11:14).
b. Yang Berhubungan Dengan Orang Bukan Kristen
Kepada orang bukan Kristen Iblis menggelapkan pikiran mereka terhadap firman
Tuhan supaya mereka tidak mengerti dan menjadi percaya kepada Injil Tuhan (2 Kor.
4:4). Ia juga datang mengambil firman Tuhan yang telah didengar oleh orang supaya
mereka tidak mempercayai apa yang mereka dengar (Luk. 8:12). Iblis juga
menumbuhkan kekuatiran dan konsep hidup lain (Mat. 13:7). Iblis mau supaya manusia
yang belum percaya tetap menjadi pengikutnya, dari jama dulu kala ia terus berusaha
mengelabui dan meyelubungi serta membohongi manusia agar tidak percaya kepada
Allah.
c. Yang Berhubungan Dengan Bangsa-bangsa
Iblis menipu, mengelabui dan menyesatkan (why. 20:3), dan pada akhirnya ia akan
mengumpulkan bangsa-bangsa didunia untuk melakukan pemberontakan terahadap
Kristus. Iblis menipu bangsa-bangsa melalui pengadaan tanda-tanda supaya
mempengaruhi mereka dalam peperangan melawan Mesias yang akan datang kembali
(Why. 16:14).
E. Nama-Nama Setan
Alkitab menyebutkan beberapa nama untuk setan diantaranya yaitu sebagai
berikut:
1. Lucifer (Yes. 12). Nama ini yaitu nama pribadi yang dimiliki iblis sewaktu ia
bekerja dan memiliki kedudukan sebagai malaikat Allah. Arti nama ini yaitu
putra fajar atau bintang timur atau pembawa terang, saat jatuh nama ini tidak
melekat lagi pada diri Iblis. Ia yaitu panglima tertinggi dari semua pasukan
kegelapan.
2. Setan (Ayub 1:6-12; Mat. 4:10). Nama Lucifer setelah jatuh yang artinya
malapetaka, bersal dari bahasa Ibrani „satan‟ dan bahasa Yunani „satanas‟.
3. Iblis (Mat. 4:1; Wah. 12:9,12). Istilah ini berasal dari bahasa Yunani „diabolos‟,
Ingg.: „devil‟ artinya „penuduh‟.
4. Si Jahat (Yoh. 17:15), disebut „si jahat‟ sebab pada hakekatnya ia yaitu sangat
jahat.
5. Naga (Wah. 12:3,7,9; 20:1-2), disebut naga sebab sifatnya sangat ganas.
6. Ular atau Ular Tua (Kej. 3:4,14; Wah.12:9), disebut ular sebab sifatnya yang
sangat licik dan berbelit-belit.
7. Penuduh, Penuduh para saudara (Wah. 12:10)
8. Ilah Dunia (2 Kor. 4:4),yang mengendalikan filsafat atau pandangan hidup manusia
didunia ini.
9. Pembohong atau Bapa Pembohong (Yoh. 8:44), yang bertugas membelokkan
kebenaran.
10. Pembunuh (Yoh. 8:44), yang bertugas memimpin manusia kepada kematian.
11. Roh Jahat (Mat. 12:43), roh yang mempengaruhi manusia untuk melakukan segala
jenis kejahatan.
12. Raja atau Penguasa dunia ini (Yoh. 12:31; 14:30; 16:11), sebab ia memerintah
dengan sistem dunia yang cenderung menyimpang dari sistem pemerintahan yang
benar.
13. Si Musuh (Mat. 13:28,39), yaitu yang menentang pekerjaan Tuhan dan hamba-
hambaNya.
14. Penguasa Iblis (Mark 3:22-26), yang memimpin para Iblis untuk berbuat jahat.
15. Abadon (Wah. 9:11) , yang artinya perusak sebab pekerjaanya mengadakan
kerusakan di dunia dan pemicu kehancuran manusia.
16. Belial (2 Kor. 6:15), artinya tidak berharga sebab semua yang dilakukannya tidak
memiliki nilai kebenaran.
17. Beelzebul (Mat. 12:24), artinya „ilah para lalat‟ sebab menyebarkan kebusukan
yang sangat menjijikkan.
Sebutan lain yang diberikan oleh Alkitab yaitu untuk menyebut bala tentara iblis yaitu:
Malaikat-malaikat Jahat (Maz. 78:49; Mat. 25:41), Pemerintah-pemerintah (rulers or
principalities) (Kol. 2:15) ; Penguasa-penguasa (Kol. 2:15), Roh-roh Penyesat (1 Tim.
4:1), Roh-roh jahat (evil spirits) Ef. 6:12), Legion (Mark. 5:9), Jin-Jin (devils) (Im.
17:7), Roh-roh najis (foul spirits)(Wah. 18:2). Nama-nama dewa, misalnya: Putri Hijau,
Nyi Loro Kidul, dan lain-lain sesuai dengan nama-nama dewa di suatu daerah. Nama-
nama saat setan dipaksa untuk memberikan identitasnya yang sebenarnya maka sering
ia berbohong dengan jalan memberi nama seseorang yang sudah meninggal. Nama yang
disebutnya yaitu nama seseorang yang memiliki pertalian keluarga atau famili
dengan orang yang dirasuki.
F. Organisasi Setan
Kerajaan Iblis yaitu suatu pemerintahan dalam tatanan organisasi yang didirikan oleh
Lucifer di bumi, sebagai perlawanan/pemberontakan terhadap Kerajaan Surga.
Kerajaannya didirikan dibumi lengkap dengan angkatan bersenjata dan palang merahnya.
Dalam menjalankan pemerintahannya Iblis memiliki suatu tatanan organisasi (Efesus 6:12),
dimulai dari raja kegelapan sekaligus panglima perang tertinggi Lucifer, ;Pemerintah-
pemerintah, pemimpin-pemimpin tertinggi dalam suatu kerajaan (malaikat-malaikat yang
jatuh dan menjadi Setan yang disembah sebagai Dewa Matahari, Dewa Bulan, Beelzebul,
Molokh dll); Penguasa-penguasa, makhluk yang menerima kuasa dan menjalankan
kehendak atasannya, roh-roh penyesat, roh-roh jahat, Legion, Jin-jin, dan roh-roh najis.
G. Sikap Orang Kisten Menghadapi Setan
Orang Kristen harus dalam sikap yang benar untuk mengahadapi Setan, orang Kristen
tidak boleh tidak percaya atau tidak mau tahu, orang Kristen harus sadar akan eksistensi
Iblis (2 Kor. 2:11; Ef. 6:10; 1 Pet. 5:8). Ketidak percayaan akan eksistensi Iblis sama
artinya bahwa orang Kristen tidak percaya kepada Tuhan Yesus, sebab Alkitab dan Yesus
juga menyatakan bahwa setan ada (1 Yoh. 2:18-19; 4:3; Ul. 18:10-11). Orang Kristen juga
harus waspada dan siuman (1 Yoh. 5:21; 1 Petr. 5:8-9; Ef. 6:10). saat menghadapi Iblis
orang Kristen jangan takut sebab Roh yang ada pada kita (Roh Kudus) lebih besar atau
lebih berkuasa dari roh apapun di dunia ini (1 Yoh. 4:4) dan sadarlah sekalipun dia sangat
kuat namun dia yaitu macan ompong, kepalanya sudah diremukan dan dia yaitu musuh
yang sudah dikalahkan (Luk. 10:18; Mrk. 16:17; Mat. 28:18), maka kita harus punya
keyakinan bahwa orang percaya dapat mengalahkan mereka (1 Yoh. 5:4), bukan sebab
orang Kristen hebat namun sebab ada jaminan dari Tuhan Yesus (Yoh. 28-30; Rom. 8:37-
39), hal ini membuat orang percaya tidak perlu takut menghadapi Iblis. Setiap orang
percaya juga harus aktif berperang (Ef. 6:11) dengan memakai selengkap senjata Allah (Ef.
6:11-15), namun harus dengan menundukkan dan merendahkan diri kepada Allah (Yak.
4:7). Dalam kehidupan ini kita tidak boleh bersifat netral mau ikut Tuhan Yesus (Mat.
10:20; Yoh. 7:37-39; 1 Kor. 3:16; 6:19) atau mau ikut Iblis (Ef. 2:2; 1 Yoh. 5:19).
H. Okultisme
Penjelasan mengenai okultisme dalam bagian berikut ini secara umum disarikan dari
buku M. Victor Tobing, Menyingkap Strategi Musuh. Medan: Yayasan Penginjilan dan
Penelaahan Alkitab Sumut, 2006. Yang dengan baik menjelaskan bagaimana strategi orang
Percaya dalam menghadapi Iblis khususnya dalam praktek okultisme yang masih akrab
dalam masyarakat, khususnya dalam masyarakat Sumatera Utara.
Sejak dunia dijadikan Iblis telah berusaha merancang dan mengupayakan bagaimana
caranya agar ciptaan Tuhan terutama manusia yang dicipta Allah segambar dengan Dia
(Kej. 1:26) mengalami kehancuran dan ketidak bahagiaan. (Mat. 13:39). Dalam Kejadian 3
si „ular tua‟ itu berusaha menggoda Hawa dengan jalan memutarbalikan kebenaran firman
Allah. Dan sampai sekarang Iblis terus berusaha untuk menghancurkan manusia ciptaan
Allah dan dengan tipu muslihatnya membohongi manusia untuk tidak mempercayai Allah
dan memberontak terhadap Allah.
Alkitab menjelaskan bahwa Iblis berjalan kian kemari menjelajahi dunia untuk melihat
manusia yang akan diterkamnya (Ayub 1:7 ; 1 Petr. 5:8). Inilah pekerjaan dan kegiatan
Iblis sampai dengan sekarang yaitu supaya manusia dipengaruhi menjadi pengikutnya
dengan berbagai macam cara. Tujuan utama dari Iblis dalam melakukan semua itu yaitu
supaya manusia tidak memperoleh keselamatan dan kebahagiaan. Secara rohani, gereja
juga harus menyadari bahwa banyak pribadi orang Kristen sangat rentan dalam kehidupan
berimannya, ada banyak jemaat yang tidak mendasari hidup pribadi dan keluargannya
dengan Firman Tuhan sebab ketidak mengertian akan Firman itu sendiri. Beberapa kasus
yang terjadi dalam masyarakat Batak pada umumnya dikalangan para pelayan gereja ada
yang memakai jimat yang berfungsi untuk memberi wibawa yang diharapkan saat
menyampaikan khotbah kepada jemaat diatas mimbar akan membuat warga jemaat
terpesona. Banyak juga dari warga jemaat yang menyalahgunakan fungsi Alkitab,
seharusnya Alkitab yaitu untuk dibaca dan direnungkan namun digunakan sebagai
penangkal mimpi buruk dan serangan si jahat dengan menempatkanya dibawah bantal
saat tidur. Pemahaman-pemahaman yang salah seperti itu menunjukkan bahwa betapa
pentingnya orang Kristen diperlengkapi dengan pengetahuan yang benar akan strategi Iblis
dalam mengacaukan hidup manusia.
Di banyak daerah yang ada di Sumatera Utara dapat dilihat bahwa kegiatan okultisme
akrab dengan kehidupan banyak orang Kristen, dan juga paling banyak diabaikan dalam
pelayanan Gereja, orang Kristen termasuk para pelayan Gereja juga banyak yang tidak
mengetahui bagaimana menolong orang yang terlibat dengan okultisme, maka di harapkan
pelajaran ini dapat memberikan rangsangan kesadaran untuk melihat pentingnya topik ini.
1. Pengertian Istilah
Istilah okultisme berasal dari kata „occult‟ yang berarti „hidden‟ atau tersembunyi atau
juga gelap, „mysterious‟, „secretive atau bersifat rahasia‟ dan „isme‟ yang berarti „ajaran
atau faham atau pandangan‟. Jadi okultisme yaitu kepercayaan akan kuasa kegelapan.
Pengertian yang kedua yaitu „sesuatu yang berhubungan dengan kekuatan supernatural‟.
Kata ini mengandung makna tentang faham, kepercayaan, pandangan atau ajaran
mengenai sesuatu yang tersembunyi dan sifatnya misterius, supernatural dan magis.
Alkitab membukakan tentang adanya dua jenis dunia yaitu dunia yang nampak dan













