Kamis, 16 Juli 2026

teori gereja 12

 


dari kata Yunani

‗baptizo‘. Sehingga baptisan dengan cara diselamkan paling cocok dengan makna

istilah itu. Arti baptisan sebagai lambang penyatuan dengan kematian, penguburan

dan kebangkitan Kristus paling baik digambarkan dengan cara selam. Dengan

diselamkan orang yang dibaptis akan merasakan ditenggelamkan yang berarti mati

bersama Kristus, kemudian diangkat dari air yang berarti mengalami kehidupan baru

dalam Kristus.

4) Baptisan Bayi

Dewasa ini ada yang menentang dan yang menyetujui baptisan bayi dan anak-

anak.  Pendapat  dari  kelompok yang menyetujui  baptisan  bayi  dan anak-anak

meliputi:

   Sunat (Kol. 2:11-12): Dalam PL setiap bayi Israel disunat, maka dalam PB

bayi  orang percaya  harus dibaptis.  Upacara  ini  menunjukkan keanggotaan

dalam perjanjian keselamatan dari Allah, jadi tidak perlu iman pribadi.

   Pendapat histori: Gereja mula-mula mempraktikkannya. Namun fakta bahwa

gereja mula-mula melakukan sesuatu tidak dengan sendirinya membenarkan

hal itu.

   Pendapat seisi rumah dibaptis (Kis 11:14; 16:15, 31), tentu termasuk anak-

anak. Kata ‗seisi rumah‘ belum tentu berarti bahwa bayi dibaptiskan, sebab 

mereka yang dibaptis yaitu  mereka yang telah mendengar pemberitaan

Firman Allah (Kis. 10:44) dan percaya (Kis. 16:31,34).

   Baptisan bayi penting untuk menyucikan dosa asal.  Ini  terutama dipegang

oleh Gereja Katolik Roma.

Sedangkan pendapat dari kelompok yang menentang baptisan bayi dan anak-anak

yaitu :

   Baptisan bayi dan anak-anak tidak ada dasarnya secara Alkitabiah. Alkitab

hanya mencatat bahwa Yesus memberkati anak-anak tapi tidak

membaptisnya (Mrk. 10:13-16).

   Alkitab mengajarkan orang harus bertobat dan percaya  Yesus dulu, baru

dibaptiskan (Mat. 3:2-6; 28:19).

   Simbolisme dalam Roma 6:3-6 tidak bisa dilakukan dengan bayi dan anak-

anak.

   Baptisan merupakan upacara yang harus dijalani orang yang hendak masuk

ke dalam suatu kelompok orang percaya, gereja.

   Usia anak tidak pernah disebutkan di  bagian  manapun yang menyebutkan

tentang baptisan seisi rumah. Tapi dikatakan bahwa semua yang dibaptis di

dalam rumah itu menjadi percaya.

   Penyerahan anak kepada Tuhan oleh orang tua mereka merupakan cara yang

lebih dapat dipertanggungjawabkan daripada baptisan bayi.

5) Baptisan Ulang

Hanya ada  satu  contoh dalam Kisah 19:1-5,  orang yang sudah dibaptis  oleh

Yohanes Pembaptis, dibaptis oleh Paulus. Ini menunjukkan perlunya konseling

bagi mereka yang telah dibaptis. Hal ini merupakan pendapat yang menentang

baptisan bayi, sebab  mengapa membaptis bayi jika kemudian, setelah ia secara

pribadi menerima Kristus, ia harus dibaptis kembali?

23

2. Perjamuan Kudus

a. Penetapannya

Sakramen Kristen  kedua ini  diberi  berbagai  nama,  antara  lain:  perjamuan  Tuhan

(1Kor. 11:20), pemecahan roti (Kis. 2:42) yang merupakan suatu istilah untuk suatu

jamuan makan bersama, Perjamuan Kudus yang juga disebut ‗komuni‘, artinya

persekutuan (1Kor. 10:16), dan juga sering disebut ‗ekaristi‘ yang merupakan istilah

Yunani untuk pengucapan syukur sebelum memakan roti dan minum anggur.

Baptisan hanya dilakukan satu kali saja, sedangkan Perjamuan Kudus   dilakukan

terus menerus. Perjamuan Kudus ditetapkan oleh Tuhan Yesus sendiri (Mat 26:26-

28), kemudian dipraktikkan oleh rasul-rasul dalam jemaat mula-mula (Kis. 2:42, 20:

7). Mengenai frekuensi (berapa sering) perjamuan kudus ini harus diadakan, Alkitab

tidak  memberi  peraturan  yang tegas.  Namun sebaliknya selang waktu antara  tiap

perjamuan tidak terlalu dekat, agar jemaat bisa menghayati maknanya.

b. Maknanya

1) Perjamuan Kudus merupakan peringatan akan Kristus.

Yesus   mengatakan   ―…   Perbuatlah   ini   menjadi   peringatan   akan   Aku‖

(1Kor. 11:24). Maksud peringatan dalam ayat ini bukan sekadar peringatan akan

kematian seorang syahid,  namun   peringatan akan Kristus sebagai pribadi  yang

hidup.  Pentinglah bahwa orang-orang percaya abad pertama berkumpul pada

hari pertama  setiap  minggu, yaitu  hari  kebangkitan,  untuk  memecahkan  roti

bersama (Kis.  20:7).  Yesus harus diperingati  sebagai  pribadi  yang hidup dan

senantiasa hadir di antara umat-Nya (Mat. 28:20).

2) Perjamuan Kudus yaitu  tanda Perjanjian Baru.

Tanda  Perjanjian  Baru  ini   yaitu  cawan. Cawan melambangkan  darah

yang dicurahkan oleh Tuhan kita untuk mengesahkan Perjanjian Baru itu. Yesus

mengatakan,    ―Cawan    ini    yaitu     Perjanjian    Baru    oleh    darah-Ku

yang ditumpahkan bagi kamu‖ (Luk. 22:20). Dengan makan dan minum unsur-

unsur Perjamuan Kudus kita diingatkan kembali akan pengampunan sempurna

yang disediakan bagi kita.

3) Perjamuan Kudus mengumumkan kematian Kristus.

Paulus  menulis:  ―Sebab  setiap  kali  kamu  makan  roti  dan  minum  cawan

ini,  kamu  memberitakan  kematian  Tuhan  sampai  Ia datang‖ (1Kor.  11:26).

Pada saat  orang-orang  percaya  berkumpul  sebagai  peringatan  akan  Kristus,

mereka secara aktif mengumumkan kematian Kristus kepada dunia.

4) Perjamuan Kudus yaitu  nubuat mengenai kedatangan Kristus yang kedua kali. 

Upacara ini harus dilaksanakan sampai Kristus datang kembali (1Kor. 11:26).

Upacara ini bukan saja melihat ke belakang namun  juga ke depan kepada 

kedatangan-Nya kembali untuk menjemput umat-Nya (Mat. 26:29).

5) Perjamuan Kudus yaitu  persekutuan dengan Kristus dan dengan umat-Nya.

Ini merupakan saat-saat pribadi saat  orang-orang yang telah ditebus

berkumpul sekeliling Yesus Kristus untuk bersekutu. Meja perjamuan ini

mengingatkan orang-orang yang berbakti.  Kita  duduk pada perjamuan Tuhan

bukan pada perjamuan roh-roh jahat  (1Kor.  10:21). Kristus yaitu   penjamu

yang tidak kelihatan dalam perjamuan itu. Kristus hadir dalam perjamuan itu.

c. Pandangan Mengenai ―Roti‖  dan ―Anggur‖

1) Pandangan Gereja Katolik Roma

Menurut Ajaran Gereja Roma Katolik dalam misa unsur-unsur roti dan anggur

dikuduskan oleh imam, yang menurut peraturan sudah ditahbiskan dalam garis

keturunan dari para rasul. Dengan demikian, menurut pandangan Katolik, roti

23

dan anggur berubah menjadi tubuh dan darah Kristus. Memang rasa dan

bentuknya tetap sama, namun  substansinya atau sarinya tidak lain dari tubuh dan

darah Kristus sebenarnya. Secara teknis ini dikenal dengan nama

‗transubstansiasi‘. Sebagai pengakuan akan hal ini, imam mengangkat hosti

(Latin. ‗hostia‘ artinya kurban persembahan) untuk disembah oleh jemaat.

Mereka yang mengambil  bagian dalam sakramen dikatakan telah dijamu dari

tubuh dan darah Kristus sendiri.

Dasar pandangan ini berasal dari filsuf Yunani, Aristoteles, dan menuruti

kerangka acuan yang gagasannya asing sekali bagi seorang Yahudi seperti

Yesus.  Lagi pula pandangan ini mengaburkan,  bahkan menentang,  penegasan

yang sangat menentukan bahwa satu-satunya kurban pendamaian yang berlaku

sudah dipersembahkan sekali untuk selama-lamanya di Golgota (Ibr. 7:27; 9:12;

10:10). Selanjutnya perkataan bahwa imam mempersembahkan Kristus di

mezbah kedengaran seperti menghina bagi orang yang akrab dengan Alkitab.

2) Pandangan Gereja Lutheran

Pandangan ini lebih dikenal dengan istilah ‗konsubstansiasi‘, yang merupakan

penolakan Luther terhadap ajaran Katolik. Orang yang mengambil bagian dalam

perjamuan Kudus akan makan dan minum tubuh dan darah Kristus yang

sesungguhnya di dalam, bersama-sama dan di bawah unsur roti dan anggur itu.

Unsur-unsur itu sendiri tetap tidak berubah, namun  hal memakan dan

meminumnya setelah doa pengucapan syukur itu menyampaikan Kristus kepada

orang yang makan, bersama-sama dengan unsur-unsur itu. Hal ini dianggap

sebagai benar-benar makan dan minum dari Kristus. Dengan demikian Kristus

benar-benar hadir dalam perjamuan, dilokalisasi dalam unsur-unsur roti dan

anggur yang tidak berubah sifatnya.

3) Pandangan Zwingli

Menurut  pandangan ini  perjamuan  hanya  bersifat  simbolis,  perjamuan  kudus

hanya merupakan suatu tanda peringatan saja. Sakramen ini mengingatkan

jemaat akan apa yang dilakukan Kristus baginya di kayu salib dan dia diajak

untuk kembali menyerahkan hidupnya kepada Allah dalam terang salib. Kristus

hadir  hanya  dengan  pengertian  bahwa Ia  selalu  hadir  dengan  orang  percaya

melalui Roh Kudus yang mendiami manusia. Pandangan ini menolak kehadiran

jasmani Kristus di dalam unsur-unsur itu.

4) Pandangan Calvin

Pandangan aliran Calvin yaitu  di antara konsubstansiasi dan peringatan. Calvin

mengemukakan bahwa Kristus benar-benar menjadi jamuan, kalau peserta

perjamuan datang dengan iman yang tulus. Kristus seutuhnya daging maupun

roh, yang dijamukan. Namun penekanan jatuh pada segi spiritual dan mistik dari

persekutuan dengan Kristus melalui Roh Kudus. Oleh Roh Kudus, gereja

mengalami persekutuan dalam perjamuan dengan kepala gereja yang

dimuliakan, Tuhannya, dan makan dari-Nya untuk memupuk imannya.

Gereja reformasi menerima pandangan Calvin yang mengajarkan bahwa

walaupun roti dan anggur hanya merupakan lambang, namun secara rohaniah

Kritsus hadir dalam perjamuan kudus. Dalam Perjamuan Kudus, yang kita makan

yaitu  roti dan anggur biasa, namun melalui sakramen ini kita menghayati kehadiran

Kristus di tengah umat-Nya yang memicu  terjadinya persekutuan dengan Dia.

d. Persyaratannya

1) Lahir baru

Orang yang belum bertobat,  belum lahir  baru,  tidak boleh mengambil  bagian

dalam Perjamuan Kudus. Hanya orang yang bertobat dan percaya yang boleh

menerima Perjamuan Kudus (Kis. 2:37-41; Mat. 26:26-28; 1Kor. 11:29).

2) Pengudusan sebelum mengambil bagian

Kita harus menguji diri sebelum mengikuti Perjamuan Kudus (1Kor. 11:27- 32).

Jika ada dosa, maka kita perlu segera mengakui dosa dan minta pengampunan

dari Tuhan, dan memperbaharui komitmen kita di dalam Tuhan.

3) Keanggotaan dalam jemaat

Perjamuan  Tuhan  merupakan  upacara  dilakukan  oleh  jemaat-jemaat Kristus.

Jadi keanggotaan dalam jemaat mendahului pengikutsertaan dalam Perjamuan

Kudus.  Orang percaya yang belum bertobat  sehingga masih terkena tindakan

disiplin tindakan disiplin tertentu dilarang mengikuti Perjamuan Kudus. Orang

percaya yang belum bertobat sehingga masih terkena tindakan disiplin tertentu

dilarang mengikuti perjamuan (1Kor. 5:11-13; 2Tes. 3:6, 22:15).

23

XIV. ANGELOLOGI: Pengajaran Tentang Malaikat

A. Pengertian Malaikat

Ada sejumlah kata yang berbeda, yang digunakan di Alkitab untuk menjelaskan

keberadaan  malaikat.  Pertama  kata   Ibrani ―malak‖  berarti ―utusan‖;   ditujukan pada

utusan  manusia   (1 Raj.   19:2)   atau utusan ilahi (Kej. 28:12). Arti dasar dari kata itu

yaitu  ―ia  yang diutus‖.  Sebagai  utusan  ilahi,  malaikat  yaitu   ―keberadaan  surgawi

yang   ditugaskan   oleh  Allah untuk melaksanakan perintah-perintah tertentu.‖ Kata ini

muncul 103 kali di Perjanjian Lama. Kata Yunani angelos muncul 175 kali di Perjanjian

Baru; namun kata yang ditujukan untuk manusia hanya 6 kali. Kata angelos sama dengan

kata Ibrani malak; kata   itu  juga   berarti  ―utusan  …  yang  berbicara   dan  bertindak

atas   nama   orang  yang mengutus  dia‖.  Kedua  ―Putera  Allah.‖ Malaikat juga disebut

―putera Allah‖, mereka  yaitu  putera   Allah  yang  diciptakanNya  (Ayb.   1:6;   38:7).

Ketiga  ―Tentara  Surgawi‖.  Malaikat juga   disebut  ―tentara‖,  yang  dapat  dimengerti

sebagai   tentara   surgawi   (Kej   32:2;   I   Raj  22:19).   Frasa   ini   digunakan   untuk

menjabarkan   para   malaikat   sebagai   ―tentara   surgawi‖  dan    sebagai   jutaan

keberadaan   surgawi  yang   mengelilingi  Allah   disebut  ―bala   tentara Allah‖. Semua

agama memiliki konsep tentang Malaikat, konsep malaikat menurut Akitab yaitu  maskulin

(laki-laki) dan ini bisa berbeda dengan konsep agama lain.

1. Dalam Perjanjian Lama.

PL  menjelaskan bahwa malaikat sebagai makhluk yang nyata, berwujud, sungguh-

sungguh ada (real), bukan khayalan. Dalam Pentateukh terdapat 34 kali menampakkan

diri secara nyata yang bertugas sebagai pesuruh atau utusan. Contoh:

a. Kej 18 – Abraham bercakap-cakap dengan malaikat.

b. 2 Sam 24:16 – seorang malaikat menjalankan hukuman atas Israel setelah Daud

melakukan sensus/penghitungan penduduk.

c. Yes 6:2 – Serafim dilihat oleh Yesaya.

d. Yeh 10:1-3 – Kerub

e. Dan 9:20-27 – Gabriel

f. Dan 10:13; 12:1 – Mikhael

g. Zakharia 1 – agen-agen Allah

h. Maz 34:7-8; 91:11 – abdi-abdi Allah yang menyembah Dia dan melepaskan

umatNya dari kerugian/ kerusakan atau kejahatan.

2. Dalam Perjanjian Baru.

Para penulis PB menghubungkan malaikat dengan kelahiran, kehidupan dan

kebangkitan serta kenaikan Yesus Kristus ke Surga (Mat 2:19; Mrk 1:13; Luk 2:13;

Yoh 20:12; Kis 1:10-11. Dalam Kis 5:19; 12:5-11 malaikat memberi pertolongan pada

hamba-hamba Allah (membuka pintu penjara). Dalam Kis 8:26; 10:1-7 malaikat Tuhan

memimpin Filipus dan Kornelius dalam pelayanan. Dalam Kis 27:23-25 seorang

malaikat meneguhkan Paulus waktu kapal yang ditumpangi dilanda badai. Dalam surat-

surat Paulus misalnya Gal 3:19; 1 Tim 5:21; Ibr 1:4; 1 Ptr 1:12; Yud 6; banyak

ditemukan pernyataan tentang malaikat dan banyak acuan juga ditemukan di kitab

Wahyu.

B. Penciptaan Malaikat

Para Malaikat yaitu  mahluk yang di ciptakan (Maz 148:5). Ini berarti bahwa mereka

tidak berkembang dari bentuk kehidupan yang lebih rendah atau yang lebih sederhana. Hal

ini di kuatkan oleh kenyataan bahwa Malaikat-malaikat itu tidak berketurunan (Mat 22:30).

saat  di ciptakan mereka di ciptakan sebagai Malaikat. Secara khusus, malaikat di

ciptakan oleh Kristus (Kol 1:16). Alkitab tidak menyatakan secara pasti kapan malaikat di

ciptakan. Pernyataan tentang penciptaan di Kolose 1:16 menunjuk pada penciptaan

malaikat yang terjadi hanya satu kali; tindakan penciptaan tidak berlangsung terus. sebab 

malaikat tidak mampu untuk beranakcucu, jumlah mereka tidak berubah. Jumlah mereka

dalam   penciptaan   ―beribu-ribu‖   (Ibr   12:22).   Meskipun   istilah   myriads   secara

harafiah  berarti   sepuluh  ribu,   namun  di   sini   berarti   ―ribuan  yang   tidak  terhitung‖

(lihat   juga   Why 5:11).  Pengulangan  beribu-ribu  di  Wahyu  5:11  menyiratkan  jumlah

malaikat yang tidak terhitung. Malaikat – malaikat itu hadir saat  dunia di ciptakan (Ayub

38:7). Jadi tentulah mereka di ciptakan sebelum penciptaan dunia. Keadaan malaikat pada

waktu diciptakan yaitu :

1. Kudus

Pada mulanya Malaikat  itu di ciptakan kudus. Allah menyatakan bahwa ciptaannya

baik (Kej 1:31). Dan memang ia tidak dapat menciptakan dosa. Bahkan setelah dosa

masuk ke dalam dunia, Malaikat Allah yang baik, tidak memberontak kepadaNya, di

sebut kudus (Mark 8:38). Ini yaitu  malaikat-malaikat pilihan (1 Tim 5:21) yang sangat

berbeda dengan malaikat-malaikat jahat yang mengikuti setan dalam

pemberontakannya melawan Allah (Mat 25:41). Di samping di ciptakan kudus, semua

malaikat  di  kelilingi kekudusan. Pencipta mereka penuh kekudusan. Suasana mereka

tinggal dan tempat melayani, sebelum setan jatuh yaitu  ke dalam dosa yaitu  tanpa

cacat dan noda dosa.

2. Makhluk

Para Malaikat yaitu  makhluk dan bukan pencipta namun mereka yaitu  suatu

golongan makhluk yang terpisah dan berbeda, misalnya terpisah dan berbeda dari

manusia (1 Kor 6:3; Ibr 1:14). Sebagai makhluk, kekuasaan, pengetahuan, dan kegiatan

mereka  terbatas  (1Pet.  1:11-12;  Wah 7:1).  Seperti  semua mahluk yang bertanggung

jawab,  para  malaikat  pun akan tunduk kepada pengadilan  (1 Kor.  6:3;  Mat 25:41).

Penciptaan malaikat tertera dalam Kolose 1:16, segala sesuatu telah diciptakan Allah di

Surga dan dibumi. Di Surga ada Allah dan malaikat.

a. Waktu penciptaan sebelum penciptaan dunia. Sebelum bumi diciptakan malaikat

sudah diciptakan (Ayub 38:6,7) Anak Allah yang dimaksud ialah malaikat sebab

pada waktu itu bumi belum diciptakan. Ayat 6 berbicara tentang penciptaan alam

semesta.

b. Keadaan malaikat diciptakan Allah. Kedaaanya suci (Maz 148:2-5). Keadaan suci

ini  bisa  di  lihat  dari  Lucifer  (Yeh  28:11-15)  ―Engkau  Lucifer  tidak  bercela

dalam tingkah lakumu sampai terdapat kecurangan padamu (kejatuhan)‖. Keadaan

Malaikat suci sebab  di ciptakan di sorga.

C. Doktrin Malaikat Dalam Sejarah Gereja

Pada  sepanjang  sejarah  gereja  perhatian  terhadap  doktrin  malaikat  begitu  bervariasi,

kadang-kadang terdapat perhatian yang sungguh-sungguh terhadap doktrin ini namun  pada

waktu lain kepercayaan kepada malaikat dianggap sebagai sisa-sisa dari cara berpikir yang

pra-ilmiah serta tidak kritis. Di abad ke dua para apologet tampaknya telah memberikan

kedudukan hampir  setara  dengan Allah  kepada malaikat.  Pada  zaman bapa-bapa gereja

beberapa  dari  malaikat-malaikat  dianggap baik,  dan beberapa  yang lain  dianggap jahat.

Malaikat yang baik itu dipercaya sebagai pribadi-pribadi yang memiliki  kebebasan

moral, terikat pada pelayanan yang penuh sukacita bagi Allah dan diberi tugas oleh Allah

untuk  melayani  kesejahteraan  manusia.  Menurut  sebagian  bapa-bapa gereja  abad  mula-

mula para malaikat yang baik itu memiliki  tubuh spiritual. Keyakinan umum

mengatakan bahwa semua malaikat itu diciptakan dalam keadaan baik, namun  beberapa dari

mereka menyalahgunakan kebebasan mereka dan telah jatuh di hadapan Allah. Iblis, yang

asal mulanya yaitu  malaikat dengan derajat yang tinggi, dianggap sebagai kepala mereka.

pemicu  kejatuhannya yaitu  sebab  kesombongan dan ambisinya yang berdosa. Sejalan

dengan pendapat umum bahwa malaikat-malaikat yang baik melayani kebutuhan

kesejahteraan  orang-orang percaya,  istilah  khusus  tentang malaikat  penjaga  bagi  gereja-

gereja dan manusia secara individual sangat dipercaya oleh sebagian orang. Berbagai

macam bencana dan kesulitan, seperti sakit penyakit, kecelakaan, dan kerugian sering

dianggap  sebagai  pengaruh  jahat  dari  malaikat-malaikat  yang  jahat. Ide  tentang  hirarki

malaikat telah lama dikemukakan oleh Clement dari Alexandria, namun  sama sekali tidak

dibenarkan untuk menyembah kepada malaikat.

Di abad pertengahan agama Kristen terlibat dalam diskusi yang luas tentang malaikat.

Dorongan utama datang  dari  karya-karya penulis  abad  kelima atau  abad  keenam yang

memiliki  nama samaran Dionisius, anggota Aeropagus yang telah dibuat bertobat oleh

Paulus di Atena (Kis. 17:34). Dionisisus membagi malaikat menjadi tiga golongan yaitu:

(1)  takhta, kerub dan serafim; (2) kekuasaan, kerajaan, dan penguasa; (3)  pemerintah,

penghulu-penghulu malaikat,  dan malaikat.  Tingkat yang pertama dianggap sebagai para

malaikat yang sangat dekat dengan Allah; yang kedua dianggap mendapat pengaruh dari

yang pertama; dan yang  ketiga  dipengaruhi oleh yang  kedua. Agustinus menekankan

bahwa para malaikat yang baik sangat dihargai oleh ketaatan mereka dengan jaminan

kepastian bahwa mereka tidak akan pernah jatuh. Kesombongan tetaplah dianggap sebagai

pemicu  kejatuhan Iblis, namun  pendapat bahwa malaikat-malaikat yang lain jatuh sebagai

akibat nafsu mereka terhadap anak-anak perempuan manusia, kendatipun masih dipercaya

oleh sebagian orang, perlahan-lahan makin menghilang sebab  pengaruh eksegesis  yang

lebih akurat dari Kej 6:2. Suatu pengaruh yang baik dikatakan berasal dari malaikat yang

tidak jatuh, sedangkan malaikat yang jatuh dalam dosa dianggap merongrong hati manusia,

sebagai suatu perangsang untuk menjadi bidat, dan juga para malaikat yang jatuh dalam

dosa itu dianggap membawa penyakit yang mengerikan serta bencana yang lain.

Kecenderungan-kecenderungan politeistik yang masih dibawa oleh orang-orang yang

semula politeis namun  kemudian bertobat menjadi Kristen membawa suatu pengaruh yang

cenderung menyembah kepada malaikat. Penyembahan semacam itu  sangatlah  dikutuk

oleh Konsili Laodekia dalam abad ke-4.

Pemikiran abad  pertengahan yang belakangan sangat tertarik pada  malaikat. namun 

masih  ada sebagian  orang yang cenderung mengasumsikan bahwa malaikat  memiliki 

tubuh spiritual,  namun   kemudian timbul  pendapat  yang mengatakan bahwa malaikat  itu

tidak memiliki  tubuh. Penampakan-penampakan malaikat dijelaskan dengan

mengasumsikan bahwa dalam peristiwa-peristiwa seperti itu para malaikat mengambil

bentuk tubuh jasmani yang sementara untuk tujuan pewahyuan. Beberapa hal pokok

diperdebatkan  di  antara  para  penganut  Skolastik.  Misalnya  bahwa penciptaan  dari  para

malaikat itu dianggap bersamaan dengan penciptaan dunia materi. Sedangkan orang lain

lagi berpendapat bahwa para malaikat itu diciptakan dalam keadaan anugerah, namun 

pendapat yang lebih umum mengatakan bahwa sesungguhnya para malaikat itu hanya

diciptakan dalam suatu keadaan yang sempurna secara natural saja. Meskipun seluruh

penganut  Skolastik  setuju  bahwa pengetahuan yang  dimiliki  para  malaikat  itu  terbatas,

golongan Thomis dan Skotis sangat berbeda pendapat dalam hal natur dari pengetahuan

para malaikat itu. Diakui oleh semuanya bahwa malaikat memperoleh pengetahuan yang

diserapkan  pada  mereka  saat   mereka  diciptakan,  namun   Thomas  Aquinas  menyangkal

pendapat ini, dalam karyanya Summa Contra Gentiles Thomas Aquino berusaha

membuktikan berdasar  akal tentang keberadaan malaikat, sedangakan Duns Scotus

mengatakan  bahwa para  malaikat  memperoleh  pengetahuan  melalui  aktifitas  intelektual

mereka sendiri. Thomas Aquinas percaya bahwa pengetahuan para malaikat yaitu  intuitif

semata-mata, sedangkan Duns Scotus menyebutkan bahwa pengetahuan malaikat itu bisa

23

saja berubah-ubah. Pendapat tentang malaikat penjaga sangat disukai selama Abad

pertengahan.

Zaman Reformasi, Calvin menekankan bahwa setan ada   di bawah pengawasan Allah

dan bahwa kendati  pun Iblis kadang-kadang dipakai  sebagai  alat  Tuhan,  Iblis  itu  tetap

hanya dapat  bekerja dalam batasan-batasan yang telah ditentukan.  Para teolog Protestan

pada umumnya menganggap Iblis atau setan sebagai keberadaan roh yang murni, walaupun

Zanchius dan Grotius masih masih menyebut mereka memiliki  tubuh. Pendapat umum

mengenai karya dari para malaikat yang baik yaitu  bahwa karya mereka itu yaitu  untuk

melayani  para  ahli  waris  keselamatan.  Tidak ada  kesepakatan  umum berkenaan dengan

eksistensi dari malaikat penjaga. Sebagian orang mendukung pendapat ini, sedangkan yang

lain menolaknya, sedangkan kelompok lain menolak untuk memasukkan diri mereka dalam

golongan yang percaya tentang hal ini. Pengakuan iman Belgia menyebutkan dalam bagian

XII   yang berkaitan   dengan   penciptaan   sebagai berikut : ―Ia juga   menciptakan para

malaikat yang baik, sebagai utusanNya dan untuk melayani orang pilihanNya; sebagian dari

para malaikat itu jatuh dari kemuliaan yang telah diciptakan Tuhan bagi mereka, sehingga

mereka masuk dalam kemurkaan yang kekal; dan oleh anugerah Allah yang lain tetaplah

setia dan tetap dalam keadaan mereka yang mula-mula. Setan dan roh-roh jahat sangatlah

rusak  sehingga  mereka  yaitu   musuh Allah  dan  hal  yang  tertinggi  dari  kuasa  mereka,

sebagai pembunuh yang menunggu untuk menghancurkan gereja dan para anggotanya, dan

oleh kelicikan mereka untuk menghancurkan semua;  dan oleh  kejahatan  mereka sendiri

mereka masuk ke dalam murka kekal, yang setiap hari menantikan kehancuran mereka

yang mengerikan.‖

Saat ini. Roma Katolik biasa menganggap para malaikat sebagai roh yang murni.

Sebagian  orang  Protestan  seperti  Emmons,  Ebrard,  Kurdtz,  Delitzch,  dan  yang  lainnya

masih menganggap bahwa malaikat memiliki  tubuh khusus. Akan namun  sebagian besar

kaum Protestan masih memiliki  pandangan yang berbeda. Swedenborg percaya bahwa

seluruh malaikat aslinya yaitu  manusia dan ada dalam bentuk yang memiliki  tubuh.

Posisi  mereka dalam dunia malaikat  tergantung pada hidup mereka saat  masih dalam

dunia. Kelompok Rasionalisme abad 18 menyangkali eksistensi malaikat. Sebagian teolog

liberal menganggap perlu untuk mempertahankan pendapat fundamental yang dinyatakan

dalam doktrin tentang malaikat. Para teolog liberal itu melihatnya sebagai pernyataan

simbolik dari semangat melindungi dan pertolongan Allah.

Dalam bagian terakhir abad ke-20 terdapat kehidupan kembali kepercayaan pada

malaikat dalam satu bidang yang agak terbatas yaitu kegiatan malaikat-malaikat yang jahat

dan juga disisi lain para teolog memberi perhatian religius yang luas terhadap malaikat

yang baik.

D. Sifat malaikat

1. Bersifat Pribadi.

Berarti  memiliki   eksistensi  seperti  manusia  .  Yang di  maksudkan ialah  bahwa

malaikat-malaikat itu memiliki  eksistensi seperti manusia, memiliki sifat atau

keadaan seperti manusia. Segi-segi penting dari suatu pribadi meliputi kecerdasan,

perasaan dan kemauan. Hal ini juga di miliki oleh malaikat yang jahat. Contoh:

a. Sama-sama memiliki kecerdasan. (Mat 8:29, 2 Kor 11:13, 1Pet 1:12)

b. Sama- sama memiliki perasaan (Luk 2:13, Yak 2:19, Wah 12:17).

c. Sama-sama memiliki   kemauan (Luk 8:28-31;  2  Tim 2:26;  Yud 1:6)  Oleh

sebab  itu mereka dapat di katakan pribadi-pribadi. Kenyataan mereka tidak

punya  tubuh  jasmani  tidaklah  mempengaruhi  mereka sebagai  pribadi-pribadi.

Dalam hal pengetahuan mereka di batasi sebagai makhluk, ini berarti mereka

24

tidak mengetahui segala sesuatu seperti Allah. Namun pengetahuan mereka

melebihi manusia.

Hal ini mungkin di sebabkan oleh tiga alasan:

1) Para malaikat di ciptakan sebagi suatu golongan makhluk yang lebih tinggi dari

pada manusia di alam semesta

2) Para malaikat mempelajari Alkitab lebih cermat dari manusia dan memperoleh

pengetahuan dari Alkitab (Yak 2:19; Wah 12:12)

3) Malaikat–malaikat mendapatkan pengetahuan melalui pengamatan yang lama

terhadap  kegiatan–kegiatan  manusia.  Berbeda  dengan manusia,  para  malaikat

tidak harus mempelajari masa lampau, mereka telah mengalaminya. Oleh sebab

itu,  mereka  mengetahui  bagaimana  mahluk  lain  telah  bertindak  dan bereaksi

dalam situasi- situasi tertentu dan dapat meramalkan dengan lebih teliti

bagaimana kita  bereaksi dalam  situasi yang  serupa. Pengalaman-pengalaman

dalam umur panjang memberi mereka lebih banyak pengetahuan.

2. Malaikat yaitu  roh (Ibr 1:13,14)

Malaikat-malaikat yaitu  makhluk-makhluk yang bersifat roh (tidak memiliki tubuh

dan  daging).  Sering  orang  membayangkan  bahwa malaikat  memiliki  tubuh  yang

ringan dan bisa dilihat. namun  pengertian itu salah sebab  didalam Alkitab malaikat-

malaikat  disebut  dengan kata  ―pneumata‖  (roh). Biasanya mereka menampakkan

diri  sebagai  laki-laki.  Dalam  penglihatan-penglihatan  malaikat/  makhluk  surgawi

tampak dalam berbagai penampilan   yang   ―aneh‖  (Wah.10:1-2;   Dan.   10:5-7).

Yesaya melihat malaikat bersayap (Yes. 6:2,6; Yeh. 1:5-10). Walau Malaikat yaitu 

roh ia juga dapat menampakan diri dalam alam nyata. Ia dapat hidup dalam dua

alam:

a. Alam super natural

b. Alam natural

Kis 12:7- malaikat menampakan diri pada Petrus, juga dalam bagian lain

menampakkan diri kepada Abraham dan Lot.

c. Tidak Kawin atau berkembang biak

Jumlah  mereka tidak bertambah  banyak. Tidak ada tambahan bayi malaikat

(Mat.  22:30; Mrk 12:25; bnd Kej. 18:1-2; Zakh. 5:9) dan tidak ada kematian

malaikat artinya malaikat bersifat kekal (Luk. 20:36).

d. Mereka yaitu  makhluk yang lebih tinggi dari pada manusia (Ibr 2:7-9).

1) Mereka lebih kuat dari manusia, tapi tidak maha kuasa (Maz 103:20; 2 Ptr.

2:11).

2) Mereka lebih tahu dari manusia dalam pengetahuan, tapi tidak maha tahu 

(2 Sam. 14:20; Mat. 24:36).

3) Mereka lebih mulia dari manusia, tapi tidak maha hadir (Daniel 9:21-23, 

10:10-14).

e. Mereka pada mulanya yaitu  makhluk yang suci (Yudas 6) : - segala sesuatu

baik (Kej 1:31); sejumlah tertentu terpilih ( 1 Tim 5:21) dan yang lain berbuat

dosa (2 Ptr 2:4).

24

E. Organisasi Malaikat

Kita tidak dapat mempelajari perihal malaikat di dalam Alkitab tanpa menyadari adanya

tingkatan-tingkatan di antara makhluk surgawi ini. Mereka diorganisasikan menurut

tingkatan  kekuasaan dan kemuliaan.  Ahli-ahli  teologia  abad pertengahan menyimpulkan

bahwa malaikat  terbagi ke dalam sepuluh tingkat.  Kendati  kita  tidak dapat  memastikan,

apakah pembagian tingkatan itu benar, setidak-tidaknya kita dapat yakin bahwa para

malaikat berbeda dalam tingkat kekuasaannya. Beberapa dari mereka memiliki kekuasaan

yang tidak dimiliki  oleh yang lainya.  Alkitab  sendiri  menyebutkan kelompok-kelompok

khusus, setidak-tidaknya ada lima posisi utama di antara makhluk-makhluk ini yaitu: tahta

(throne), dominion (kuristetes), kerajaan (archai), berkuasa (eksousiai) dan kekuasaan

(dunameis). Istilah tahta berbicara tentang yang duduk diatasnya, dominion tentang yang

menguasai, kerajaan tentang yang memerintah, berkuasa tentang mereka yang terlibat

bertanggungjawab dalam kerajaan, dan kekuasaan tentang mereka yang melaksanakan

kekuasaan.  Alkitab   juga   berbicara   tentang  ―majelis‖  dan   ―dewan‖  malaikat   (Maz.

89:6-8), tentang organisasi mereka untuk peperangan (Why. 12:7), dan tentang seorang raja

yang berkuasa atas belalang-belalang roh jahat (Why. 9:11). Mereka juga diberi klasifikasi

pemerintahan yang menunjukkan organisasi dan penggolongan (Ef. 3:10, malaikat-

malaikat yang baik; dan Ef. 6:12, malaikat-malaikat yang jahat). Dari sini kenyataan ini

jelas bahwa Allah telah mengorganisasikan malaikat baik malaikat pilihan maupun yang

jahat. (Ryre:1991). Jumlah mereka sangat banyak Ibr. 12:22, beribu-ribu, berlaksa-laksa,

beribu ribu laksa (Why 5:11); dalam Mat 18:10 secara tidak langsung menyebutkan jumlah

mereka sama dengan jumlah manusia (?).

1. Penggolongan Malaikat:

a. Penghulu malaikat – hanya satu, yaitu Mikhael (Yud 9; 1 Tes 4:16); - Dalam Daniel

10:13 ada malaikat-malaikat  yang berkedudukan tinggi;  -  Daniel  10:21;  12:1 ada

malaikat pelindung Israel; - Dalam Why 12:7 bala tentara malaikat yang

mengalahkan Setan dan roh-roh jahat.

b. Pemimpin-pemimpin  terkemuka  (Dan 10:13);  -  Dalam kitab  Henokh (Apokripa),

Mikhael, Gabriel, Rafael, Uriel disebut sebagai 4 (empat)

1) Malaikat yang berkuasa atas api (Why 14:18)

2) Malaikat yang berkuasa atas air (Why 16:5)

3) Malaikat yang berkuasa atas jurang maut (Why 9:11)

4) Malaikat yang berkuasa mengikat setan (Why 20:1-2)

c. Malaikat yang berhubungan dengan pelaksanaan hukuman-hukuman yang akan 

datang (Why 8-9, 16)

d. Malaikat-malaikat ketujuh jemaat dalam Why 2-3; Why 1:16,20).

e. Malaikat Yahweh (Christophany) – Kristus menjelma sebelum inkarnasi (PL) dalam

Kej 16:7-12; 21:17-18; 22:11-18; Kel 3:2; Hak 2:1-4; 5:23; 6:11-24; 13:3-22; 2 Sam

24:16; Zak 1:12; 3:1; 12:8).

F. Pelayanan Malaikat

Tidak kurang dari 273 referensi dalam Alkitab berkenaan dengan malaikat sebagian

besar berkaitan dengan aktifitas mereka. Pelayanan mereka kepada Allah mengambil

tempat penting dari pada kegiatan yang berhubungan dengan warga bumi. Para malaikat

yaitu  pelayan-pelayan Allah (Ibr 1:14):

1. Dalam hubungannya dengan Allah:

a. Memuji-muji (Maz 148:1-2; Yes 6:3).

b. Menyembah (Ibr 1:6; Why 5:8-13)

c. Bersukacita atas apa yang dikerjakan Allah (Ayb 38:6-7).

24

d. Melayani Allah (Maz 103:20; Why 22:9).

e. Menghadap Allah (Ay 1:6; 2:1).

f. Alat untuk melaksanakan hukuman Allah (Why 7:1; 8:2).

2. Hubungan dengan zaman baru:

a. Ikut memuji Allah saat  dunia diciptakan (Ayb 38:6-7).

b. Terlibat dalam memberikan Hukum Taurat (Gal 3:19; Ibr 2:2).

c. Aktif dalam kedatangan Kristus yang pertama (Mat 1:20; 4:11).

d. Aktif selama tahun-tahun permulaan Gereja (Kis 8:26; 10:3,7; 12:11).

e. Akan terlibat di sekitar kedatangan Kristus kedua kali (Mat 25:31; 1 Tes 4:1).

3. Hubungan dengan pelayanan Kristus:

a. Kelahiran Kristus : - nubuatan (Mat 1:20; Luk 1:26-28); - berita (Luk 2:8-15).

b. Selama hidup Kristus: - peringatan supaya Yusuf dan Maria pergi ke Mesir (Mat 

2:13-15); - bimbingan supaya kembali ke dari Mesir ke Israel (Mat 2:19-21).

c. Pelayanan: - waktu dicobai (Mat 4:11; - di Getsemani (Luk 22:43).

d. Pembelaan atas Yesus kalau Dia mau saat  ditangkap (Mat 26:53).

4. Sesudah kebangkitan:

a. Menggulingkan batu (Mat 28:1-2).

b. Memberitakan kebangkitan Yesus kepada perempuan-perempuan (Mat 28:5-6; Luk

24:5-7).

c. Kenaikan ke Surga (Kis 1:10-11).

5. Hubungan dengan kedatangan Kristus kedua kali:

a. Pengangkatan (1 Tes 4:16).

b. Saat kedatangan kedua kali (Mat 25:31; 2 Tes 1:7).

c. Pengadilan saat hukuman (Mat 13:39-40).

6. Hubungan dengan orang fasik:

a. Memberitahukan hukuman yang akan datang (Kej 19:13; Why 14:6-7; 19:17-18).

b. Memisahkan orang-orang fasik dengan orang benar (Mat 13:39-40).

7. Hubungan dengan Gereja:

a. ―Penonton‖  (1 Kor 4:9b).

b. Menolong orang percaya (Ibr 1:14).

c. Terlibat dalam menyampaikan dan mengungkapkan arti kebenaran yang berfaedah

(Dan 7:15-27; 8:13-26; 9:20-27; Why 1:1; 22:6,8).

d. Permohonan Doa (Kis 12:5-10).

e. Keselamatan/menolong memenangkan orang bagi Kristus (Kis 8:26; 10:3).

f. Memperhatikan orang percaya dalam hal keadaan, pekerjaan, penderitaan (1 Kor

4:9; 11:10; Ef 3:10; 1 Ptr 1:12).

g. Memberi dorongan/membersarkan hati saat bahaya (Kis 27:23-24).

h. Kehadiran pada saat kematian (Luk 16:22)

8. Pelayanan – Pelayanan Khusus

a. Mengumumkan suatu hal yang akan terjadi (Kej. 18:9; Hk. 13:2-24; Luk. 1:13, 30;

2:8-15; Dan. 8:19 dan dalam Kitab Wahyu dinyatakan zaman akhir.

b. Memimpin  dan memberi  petunjuk  (Kej.  24:7,40;  28:12-15;  Kel.  14:19 bnd.  Kel.

23:20; Bil.  20:16). Petunjuk kepada orang-orang: Yusuf suami maria (Mat.  1:20),

Kornelius agar menemui Petrus (Kis. 10:3-5), Filipus agar meninggalkan Samaria

(Kis. 8:26), menerangkan visi penglihatan (Dan. 7:16; Zakh. 1:9,19; dan Why. 17:7).

c. Menjaga dan melindungi (Kej.32:24; Kel.14:19; Maz. 103:20; 34:7-8).

d. Menolong pada saat genting/kritis (Kej. 32:24; Kel. 3:7; Luk. 22:43; Kis. 5:19).

e. Membantu dalam penghakiman (Mat. 24:31; 25:31; Why. 18:1,24).(Ryrie:1991).

24

XV. Demonologi: Pengajaran Tetang Setan

A. Doktrin Setan

1. Pengertian Setan/Iblis

Setan atau Iblis merupakan suatu pribadi jahat yang memiliki kuasa supranatural

atas  kosmos. Menurut  sejarahnya,  setan (dalam bahasa Latin  disebut  Lucifer)  yaitu 

penghulu malaikat yang memberontak kepada Tuhan. Sejak kekal, sebelum Adam dan

Hawa diciptakan, Tuhan memerintah bersama para malaikatnya. Pemberontakan Lucifer

terlihat dari keinginannya untuk menjadi penguasa yang  melampaui Tuhan. Hal itu

terungkap dari kata-kata ‖aku hendak‖ seperti dicatat oleh nabi Yesaya (Yes 14:13-14):

aku hendak naik ke langit; aku hendak mendirikan tahtaku mengatasi bintang-bintang;

aku hendak duduk di atas bukit pertemuan jauh di sebelah utara; aku hendak naik

mengatasi ketinggian awan-awan; aku hendak menyamai Yang Mahatinggi.

Sebelum jatuh dalam dosa pemberontakan, Lucifer memiliki kepribadian yang

sangat  luar biasa.  Menurut  Ryrie (1991),  Yehezkiel  membandingkan  kelebihan  raja

Tirus dengan kelebihan Lucifer sebelum kejatuhannya (Yeh 28:12-15). Lucifer memiliki

kesempurnaan hikmat dan keindahan, tempat  tinggal  yang mulia,  kemegahan busana,

fungsi yang hebat, dankesempurnaan integritas yang tak bercela. sebab  memberontak,

Tuhan menghukum Lucifer  dan melemparkannya ke bumi.  Ia  jatuh seperti  kilat  dari

langit (Luk 10:18). Dalam kejatuhannya itu, Lucifer mempengaruhi sepertiga dari

malaikat-malaikat yang lain. sebab  itu, dalam keberadaannya kemudian, setan

memiliki kerajaannya sendiri.  Setan memiliki  sistem pemerintahan yang besar dan

rapi  (Ef  6:12).  Mereka  menjadi  kelompok  kekuatan  besar  yang selamanya  berseteru

dengan Tuhan dan Kerajaan-Nya.

Malaikat-malaikat jahat biasanya disebut daimones atau daimonia, yang

diterjemahkan Iblis dalam pengertian jamak. namun   jika hanya satu disebut diabolos.

Demonologi yaitu  studi mengenai Setan/ Iblis serta sifat-sifatnya. Orang-orang

Kristiani saat  membicarakan Demonologi, nama "Lucifer" menjadi peran utama.

sebab  aliran Kristiani barat biasanya mengikuti tafsir dalam Yesaya 14:12 bahwa ada

penghulu malaikat yang memberontak, ia yaitu  "lucifer" yaitu kata latin yang

digunakan St. Jerome pada abad 4 Masehi untuk menerjemahkan kata Ibrani "HEILEL/

HEILEI"  Penghulu malaikat  yang jahat  muncul  di  Alkitab  paling  tidak  empat  puluh

sebutan. Setan/ Iblis yaitu  makhluk adikodrati. Namanya menandakan bahwa ia

dianggap sebagai musuh manusia.

Iblis:  dalam Yohanes 6:70,  Jawab Yesus kepada mereka:  "Bukankah Aku sendiri

yang telah memilih kamu yang dua belas ini? Namun seorang di antaramu yaitu  Iblis."

(ITB), dalam bahasa Yunaninya tertulis sebagai berikut, απεκπιθη αςηοιρ ο ιηζοςρ οςκ

εγω ςμαρ ηοςρ δωδεκα εξελεξαμην και εξ ςμων ειρ διαβολορ εζηιν (translit: apekrithê

autois ho iêsous ouk egô humas tous dôdeka exelexamên kai ex humôn heis diabolos

{iblis} estin. )

Kata yang diterjemahkan "Iblis" yaitu  kata Yunani "διαβολορ – diabolos", berasal

dari  kata kerja "διαβαλλω; diaballô",  menuduh, memfitnah.  Secara harfiah "diabolos"

berarti yang bicara jahat, pemfitnah, yang menuduh dengan tidak benar.

Setan : Matius 4:10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada

tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah

engkau berbakti!" (ITB).

Yang dalam bahasa Yunani dituliskan sebagai berikut,  ηοηε λεγει  αςηω ο ιηζοςρ

ςπαγε ζαηανα γεγπαπηαι γαπ κςπιον ηον θεον ζος πποζκςνηζειρ και αςηω μονω

λαηπεςζειρ (Translit: tote legei autô ho iêsous hupage satana gegraptai gar kurion ton

theon sou proskunêseis kai autô monô latreuseis ).

24

Setan (Indonesia);  satan/ satanas (Yunani);  satan (Inggris);  shaitan (Arabic);  Kata

Ibraninya yaitu  "SATAN". Kata Ibrani "SATAN" -- berasal dari kata kerja yang sama

SATAN, harfiah : memusuhi, melawan, menuduh, mendakwa -- secara maknawi berarti

"lawan" atau "musuh", kadang-kadang personifikasi dimengerti  sebagai "segala kuasa

nyata  yang melawan Allah  dan keselamatan  manusia".  Maka,  jelas  nama "setan" ini

menandakan bahwa ia dianggap sebagai musuh manusia.

B. Penciptaan dan kejatuhan Setan

Kapankah Setan "tercipta" dan dari manakah makhluk supernatural itu berasal?

Merupakan pertanyaan manusia di segala zaman. Pertanyaan ini muncul sebab 

pengalaman manusia bersama kekuatan kosmis ini belum dapat terjawab secara tuntas.

Dalam segala zaman manusia berusaha menjawabnya. Dalam paham Kristiani dan

tradisi Yudaisme, kelahiran Setan dikaitkan dengan asal-usul para malaikat yang tidak

setia pada Allah. Dalam konteks hidup para malaikat itulah persoalan mengenai

"kelahiran" Setan dapat dipahami. Sekalipun malaikat digambarkan sebagai mahluk suci

yang penuh keindahan dan menjadi  pelayan Allah yang setia,  Alkitab  juga  bercerita

mengenai kejatuhan malaikat terutama kejatuhan malaikat menjadi Iblis. Rasul Petrus

menyebutkan bahwa Tuhan murka atas malaikat yang jatuh (2 Petrus2:4). Dalam Yudas

1:6 juga diceritakan mengenai malaikat-malaikat yang meninggalkan surga dan jatuh ke

dalam kegelapan. Alkitab berbicara tentang malaikat yang baik dan yang jahat,

sekalipun ditekankan bahwa pada mulanya semua malaikat diciptakan baik dan kudus.

sebab  mereka diciptakan dengan memiliki kebebasan untuk memilih, banyak malaikat

ikut  dalam pemberontakan Iblis  dan meninggalkan kedudukan mereka semula selaku

hamba-hamba Allah,  sehingga dengan demikian kehilangan peranan surgawi mereka.

Pastilah, setan-setan dalam Perjanjian Baru yaitu  para malaikat yang terjatuh ini.

Mengenai saat kejatuhan malaikat, Alkitab tidak memberi petunjuk, mungkin terjadi

antara ayat Kejadian 1:1-2, namun tidak jelas dikatakan. Yang jelas, Iblis sudah

digambarkan keberadaannya dalam Kejadian pasal 3 saat  ia mulai mencobai Adam

dan Hawa. Ada  tafsir yang  menyebutkan  bahwa  kejatuhannya  digambarkan sebagai

kejatuhan raja Tirus dalam Yehezkiel 28:12-19 (bandingkan dengan "Heilel ben Shakar"

Bintang Timur Putra Fajar dalam Yesaya14:12-14). Setan semula berada dalam

kebenaran lalu jatuh (Yohanes 8:44). Kejatuhannya (Lukas10:18) kelihatannya

bersamaan dengan kejatuhan malaikat (2 Petrus 2:4; Yudas 1:6).

pemicu  kejatuhan Iblis terutama yaitu  kesombongan (1 Timotius 3:6; Yehezkiel

28:15,17), kesombongan untuk naik tahta bersama malaikat-malaikat yang jatuh (Matius

25:41), dari kedudukannya semula sebagai malaekat terang (2 Korintus11:14).

namun  kalau kita setujui bahwa informasi Yeh 28:11-19 dan Yes 14:13-17

menceritakan tentang kejatuhan Malaikat menjadi Iblis yang menentang Allah dengan

keinginan untuk sejajar dengan Allah, ada beberapa kesulitan teologis yang besar

terjadi. Seperti diketahui, para  malaikat itu diciptakan Allah sebagai mahkluk yang

sempurna,  semua perasaan kasih  sayang dalam hati  mereka  ditujukan kepada Allah;

tugas mereka selalu memuji-muji kemuliaan Allah. Masalahnya sekarang, darimana

keinginan dosa itu muncul pada diri malaikat Allah yang sempurna itu? Ini satu hal yang

lebih sulit lagi, bagaimana dosa bisa masuk ke surga, tempat Allah yang maha kudus

bersemayam?

Untuk menjawab kesulitan ini, sangat perlu rupanya kita mengingat bahwa mahkluk

ciptaan itu pada mulanya memiliki kemampuan posse peccare et posse non peccare,

yaitu suatu kemampuan untuk berbuat dosa atau tidak berbuat dosa. Artinya, makhluk

ciptaan itu diciptakan dalam posisi memiliki kehendak bebas yang otonom (free-will

untuk menentukan arah tindakannya sendiri. Dengan sendirinya kita bisa menarik

kesimpulan, bahwa kejatuhan malaikat disebabkan sebab  mereka sendiri dengan

sengaja telah memilih untuk memberontak kepada Allah. Alasan yang paling

memungkinkan mengapa mereka memilih memberontak yaitu  kesombongan mereka

ingin sejajar dengar Allah.

Kalau argumen seperti ini bisa diterima, maka tampaknya jelas bagi kita, mengapa

malaikat Tuhan yang sempurna itu tetap bisa jatuh, dan kemudian diusir dari kekudusan

Allah di surga. Potensi dosa rupanya muncul bersamaan sebagai sesuatu yang mengikuti

mahkluk ciptaan. Tapi konsekuensi yang perlu diajukan dalam hal ini, apakah ini berarti

Allah yang menciptakan dosa atau potensi dosa? Harun Hadiwijono dengan tegas

menolak argumen ini. Bagi beliau, tentang asal dosa dan sumber dosa tidak mungkin

diterangkan. Pokok ini merupakan misteri Allah yang tidak mungkin manusia mampu

menyingkapkan secara jelas.

C. Keberadaan Setan

Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru merupakan saksi utama tentang

keberadaan dari setan, eksistensi Iblis diyakini juga berperan dalam dalam Kejadian 3

saat   membahas  tentang ular,  dimana akan dilakukan penghakiman atas  setan  (Kej.

3:15). Secara khusus setan diceritakan dalam kitab Ayub 2:1 dimana dinyatakan Setan

datang menghadap Allah, dalam kitab lain PL yaitu dalam Yesaya 14:12-17 menunjuk

keadaan setan yang semula dan Yehezkiel 28:11-19 menunjuk kejatuhan raja Tirus yang

merupakan gambaran kejatuhan Lucifer. Kitab 1 Tawarikh, Mazmur dan Zakharia juga

menceritakan keberadaan setan.

Dalam Perjanjian Baru juga banyak disaksikan bahwa setan benar adanya ke

sembilan belas buku dalam PB serta ke-empat Injil juga menyatakan bahwa setan itu

benar benar ada (lihat Mat 4:10; 12:26; Mrk. 1:13; 3:23, 26, 4:15; Luk. 11:18; 22:3;

Yoh. 13:27 dll.). Yesus juga menyatakan tentang Setan, dalam duapuluh sembilan

bagian Injil yang menceitakan tentan setan, duapuluh lima kali yaitu  pembicaraan dari

Yesus.

D. Sifat dan Aktivitas Setan

1. Sifat Setan

Setan yaitu  ciptaan, ia tidak ada dengan sendirinya, Yeh. 28:11-19 diyakini

berbicara tentang setan, hal ini menunjukkan sekalipun setan yaitu  mahkluk yang

perkasa  namun ia  memiliki  keterbatasan  sebagai  ciptaan.  Dan  sebagai  ciptaan  maka

dituntut  memberikan pertanggung jawaban kepada penciptanya.  Sebagai  ciptaan  iblis

terbatas oleh ruang dan tidak maha hadir. Mereka hanya bisa berada di suatu tempat

dalam satu waktu. Dia juga terbatas dalam pengetahuan sekalipun dia yaitu  mahkluk

intelek dan memiliki pengetahuan yang luas, ia juga memiliki kecerdasan, kekuatan dan

kemampuan yang tinggi dan sekaligus ia sangat licik. namun  sekalipun memiliki

kekuasaan ia tidak maha kuasa.

Setan yaitu  makhluk roh, mereka yaitu  keberadaan yang disebut roh, yaitu yang

tidak memiliki daging dan tubuh (mat. 8:16; Luk. 10:17, 20).

2. Aktivitas Setan

Sebagai sifat pribadi dan sebutan-sebutan yang dimilikinya pekerjaan setan ataupun

Iblis sungguh mengerikan. Ia pembunuh, pembohong (Yoh. 8:44), pemicu  dosa dari

mulanya (1 Yoh. 3:8), musuh (1 Pet. 5:8). Adapun aktivitas atau pekerjaan setan

terhadap:

a. Yang berhubungan dengan Orang Kristen

Iblis  tidak  pernah tinggal  diam,  dia  mau semakin  banyak manusia  yang menjadi

pengikutnya, maka Iblis menuduh/mendakwa anak-anak Tuhan dihadapan Allah (Ayub

1:6-12; Why.12:10). saat  orang Kristen jatuh didalam dosa Iblis mendakwa atau

menuduh supaya ia  menjadi  gelisah,  depresi  dan  frustasi  dengan mengatakan  bahwa

Tuhan tidak mengampuni dosanya, terus menerus ia akan dituduh dan tidak layak lagi

mengikut Tuhan. Iblis juga sangat membenci jikalau gereja Tuhan dan pemeberitaan

Injil bertumbuh dan berkembang, segala macam cara akan dilakukan Iblis untuk

mencoba  menghempangnya. Iblis  juga  mencobai  manusia  melalui  persoalan/masalah

khususnya orang-orang yang lemah imannya supaya jatuh dalam dosa (I Taw. 21:1;

Mat. 4:1; Yoh. 13:2 dan I Tes. 3:5). Aktivitas lain yang dilakukan setan yaitu 

Merampas firman Allah yang ditaburkan (Matius 13: 19, membelokkan seseorang dari

jalan Tuhan (Matius 16:23), hal ini dilakukanya dengan banyak jalan misalnya dengan

mengadakan  mujizat  palsu  (perbuatan-perbuatan  ajaib  seperti  kesembuhan,  kelepasan

dari  bencana dll),  memakai  alam semesta  seperti  badai,  topan,  petir,  letusan  gunung

berapi, gempa bumi dan hal lain untuk mendatangkan bahaya kepada manusia. Iblis juga

bisa mendatangkan penyakit dan menyamar sebagai malaikat terang (2 Kor. 11:14).

b. Yang Berhubungan Dengan Orang Bukan Kristen

Kepada orang bukan Kristen Iblis  menggelapkan pikiran mereka terhadap firman

Tuhan supaya mereka tidak mengerti dan menjadi percaya kepada Injil Tuhan (2 Kor.

4:4). Ia juga datang mengambil firman Tuhan yang telah didengar oleh orang supaya

mereka tidak mempercayai apa yang mereka dengar (Luk. 8:12). Iblis juga

menumbuhkan kekuatiran dan konsep hidup lain (Mat. 13:7). Iblis mau supaya manusia

yang belum percaya tetap menjadi pengikutnya, dari jama dulu kala ia terus berusaha

mengelabui  dan  meyelubungi  serta  membohongi  manusia  agar  tidak  percaya  kepada

Allah.

c. Yang Berhubungan Dengan Bangsa-bangsa

Iblis menipu, mengelabui dan menyesatkan (why. 20:3), dan pada akhirnya ia akan

mengumpulkan bangsa-bangsa didunia untuk melakukan pemberontakan terahadap

Kristus. Iblis menipu bangsa-bangsa melalui pengadaan tanda-tanda supaya

mempengaruhi mereka dalam peperangan melawan Mesias yang akan datang kembali

(Why. 16:14).

E. Nama-Nama Setan

Alkitab menyebutkan beberapa nama untuk setan diantaranya yaitu  sebagai

berikut:

1. Lucifer  (Yes.  12).  Nama ini  yaitu   nama pribadi  yang dimiliki  iblis  sewaktu  ia

bekerja dan memiliki   kedudukan sebagai malaikat  Allah.  Arti  nama ini yaitu 

putra  fajar  atau  bintang timur  atau  pembawa terang,  saat   jatuh  nama ini  tidak

melekat lagi pada diri Iblis. Ia yaitu  panglima tertinggi dari semua pasukan

kegelapan.

2. Setan (Ayub 1:6-12; Mat. 4:10). Nama Lucifer setelah jatuh yang artinya

malapetaka, bersal dari bahasa Ibrani „satan‟ dan bahasa Yunani „satanas‟.

3. Iblis (Mat. 4:1; Wah. 12:9,12). Istilah ini berasal dari bahasa Yunani „diabolos‟,

Ingg.: „devil‟ artinya „penuduh‟.

4. Si Jahat (Yoh. 17:15), disebut „si jahat‟ sebab  pada hakekatnya ia yaitu  sangat

jahat.

5. Naga (Wah. 12:3,7,9; 20:1-2), disebut naga sebab  sifatnya sangat ganas.

6. Ular atau Ular Tua (Kej. 3:4,14; Wah.12:9), disebut ular sebab  sifatnya yang 

sangat licik dan berbelit-belit.

7. Penuduh, Penuduh para saudara (Wah. 12:10)

8. Ilah Dunia (2 Kor. 4:4),yang mengendalikan filsafat atau pandangan hidup manusia 

didunia ini.

9. Pembohong atau Bapa Pembohong (Yoh. 8:44), yang bertugas membelokkan

kebenaran.

10. Pembunuh (Yoh. 8:44), yang bertugas memimpin manusia kepada kematian.

11. Roh Jahat (Mat. 12:43), roh yang mempengaruhi manusia untuk melakukan segala

jenis kejahatan.

12. Raja  atau  Penguasa  dunia  ini  (Yoh.  12:31;  14:30;  16:11),  sebab   ia  memerintah

dengan sistem dunia yang cenderung menyimpang dari sistem pemerintahan yang

benar.

13. Si Musuh (Mat. 13:28,39), yaitu yang menentang pekerjaan Tuhan dan hamba-

hambaNya.

14. Penguasa Iblis (Mark 3:22-26), yang memimpin para Iblis untuk berbuat jahat.

15. Abadon (Wah. 9:11) , yang artinya perusak sebab  pekerjaanya mengadakan

kerusakan di dunia dan pemicu  kehancuran manusia.

16. Belial (2 Kor. 6:15), artinya tidak berharga sebab  semua yang dilakukannya tidak

memiliki nilai kebenaran.

17. Beelzebul (Mat. 12:24), artinya „ilah para lalat‟ sebab  menyebarkan kebusukan

yang sangat menjijikkan.

Sebutan lain yang diberikan oleh Alkitab yaitu  untuk menyebut bala tentara iblis yaitu:

Malaikat-malaikat Jahat  (Maz.  78:49;  Mat.  25:41),  Pemerintah-pemerintah  (rulers  or

principalities) (Kol. 2:15) ; Penguasa-penguasa (Kol. 2:15), Roh-roh Penyesat (1 Tim.

4:1),  Roh-roh jahat  (evil  spirits)  Ef.  6:12),  Legion (Mark.  5:9),  Jin-Jin (devils) (Im.

17:7), Roh-roh najis (foul spirits)(Wah. 18:2). Nama-nama dewa, misalnya: Putri Hijau,

Nyi Loro Kidul, dan lain-lain sesuai dengan nama-nama dewa di suatu daerah. Nama-

nama saat  setan dipaksa untuk memberikan identitasnya yang sebenarnya maka sering

ia berbohong dengan jalan memberi nama seseorang yang sudah meninggal. Nama yang

disebutnya yaitu  nama seseorang yang memiliki  pertalian keluarga atau famili

dengan orang yang dirasuki.

F. Organisasi Setan

Kerajaan Iblis yaitu  suatu pemerintahan dalam tatanan organisasi yang didirikan oleh

Lucifer di bumi, sebagai perlawanan/pemberontakan terhadap Kerajaan Surga.

Kerajaannya didirikan dibumi lengkap dengan angkatan bersenjata dan palang merahnya.

Dalam menjalankan pemerintahannya Iblis memiliki suatu tatanan organisasi (Efesus 6:12),

dimulai dari raja kegelapan sekaligus panglima perang tertinggi Lucifer, ;Pemerintah-

pemerintah,  pemimpin-pemimpin tertinggi dalam suatu kerajaan (malaikat-malaikat yang

jatuh dan menjadi Setan yang disembah sebagai Dewa Matahari, Dewa Bulan, Beelzebul,

Molokh dll); Penguasa-penguasa, makhluk yang menerima kuasa dan menjalankan

kehendak atasannya, roh-roh penyesat, roh-roh jahat, Legion, Jin-jin, dan roh-roh najis.

G. Sikap Orang Kisten Menghadapi Setan

Orang Kristen harus dalam sikap yang benar untuk mengahadapi Setan, orang Kristen

tidak boleh tidak percaya atau tidak mau tahu, orang Kristen harus sadar akan eksistensi

Iblis  (2 Kor.  2:11;  Ef.  6:10;  1 Pet.  5:8). Ketidak percayaan akan eksistensi  Iblis  sama

artinya bahwa orang Kristen tidak percaya kepada Tuhan Yesus, sebab  Alkitab dan Yesus

juga menyatakan bahwa setan ada (1 Yoh. 2:18-19; 4:3; Ul. 18:10-11). Orang Kristen juga

harus waspada dan siuman (1 Yoh. 5:21; 1 Petr. 5:8-9; Ef. 6:10). saat  menghadapi Iblis

orang Kristen jangan takut sebab  Roh yang ada pada kita (Roh Kudus) lebih besar atau

lebih berkuasa dari roh apapun di dunia ini (1 Yoh. 4:4) dan sadarlah sekalipun dia sangat

kuat namun  dia yaitu  macan ompong, kepalanya sudah diremukan dan dia yaitu  musuh

yang sudah dikalahkan (Luk. 10:18; Mrk. 16:17; Mat. 28:18), maka kita harus punya

keyakinan bahwa orang percaya dapat mengalahkan mereka (1 Yoh. 5:4), bukan sebab 

orang Kristen hebat namun sebab  ada jaminan dari Tuhan Yesus (Yoh. 28-30; Rom. 8:37-

39),  hal ini membuat orang  percaya tidak perlu takut menghadapi Iblis. Setiap orang

percaya juga harus aktif berperang (Ef. 6:11) dengan memakai selengkap senjata Allah (Ef.

6:11-15), namun   harus dengan menundukkan dan merendahkan diri  kepada Allah (Yak.

4:7).  Dalam kehidupan ini kita  tidak boleh bersifat  netral  mau ikut  Tuhan Yesus (Mat.

10:20; Yoh. 7:37-39; 1 Kor. 3:16; 6:19) atau mau ikut Iblis (Ef. 2:2; 1 Yoh. 5:19).

H. Okultisme

Penjelasan mengenai  okultisme dalam bagian berikut ini  secara umum disarikan dari

buku M. Victor  Tobing, Menyingkap Strategi  Musuh. Medan:  Yayasan Penginjilan dan

Penelaahan Alkitab Sumut, 2006. Yang dengan baik menjelaskan bagaimana strategi orang

Percaya  dalam menghadapi  Iblis  khususnya dalam praktek okultisme yang masih akrab

dalam masyarakat, khususnya dalam masyarakat Sumatera Utara.

Sejak dunia  dijadikan Iblis  telah  berusaha merancang  dan mengupayakan bagaimana

caranya agar ciptaan Tuhan terutama manusia yang dicipta  Allah segambar dengan Dia

(Kej. 1:26) mengalami kehancuran dan ketidak bahagiaan. (Mat. 13:39). Dalam Kejadian 3

si „ular tua‟ itu berusaha menggoda Hawa dengan jalan memutarbalikan kebenaran firman

Allah.  Dan sampai sekarang Iblis terus berusaha untuk menghancurkan manusia ciptaan

Allah dan dengan tipu muslihatnya membohongi manusia untuk tidak mempercayai Allah

dan memberontak terhadap Allah.

Alkitab menjelaskan bahwa Iblis berjalan kian kemari menjelajahi dunia untuk melihat

manusia yang akan diterkamnya (Ayub 1:7 ; 1 Petr. 5:8). Inilah pekerjaan dan kegiatan

Iblis sampai dengan sekarang yaitu supaya manusia dipengaruhi menjadi pengikutnya

dengan berbagai macam cara. Tujuan utama dari Iblis dalam melakukan semua itu yaitu 

supaya manusia tidak memperoleh keselamatan dan kebahagiaan. Secara rohani, gereja

juga harus menyadari bahwa banyak pribadi orang Kristen sangat rentan dalam kehidupan

berimannya, ada  banyak jemaat yang  tidak mendasari hidup  pribadi dan  keluargannya

dengan Firman Tuhan sebab  ketidak mengertian akan Firman itu sendiri. Beberapa kasus

yang terjadi dalam masyarakat Batak pada umumnya dikalangan para pelayan gereja ada

yang memakai jimat yang berfungsi untuk memberi wibawa yang diharapkan saat 

menyampaikan khotbah kepada jemaat diatas mimbar akan membuat warga jemaat

terpesona. Banyak juga dari warga jemaat yang menyalahgunakan fungsi Alkitab,

seharusnya Alkitab yaitu  untuk dibaca dan direnungkan namun  digunakan sebagai

penangkal mimpi buruk dan serangan  si jahat dengan  menempatkanya dibawah  bantal

saat  tidur.  Pemahaman-pemahaman yang salah seperti  itu menunjukkan bahwa betapa

pentingnya orang Kristen diperlengkapi dengan pengetahuan yang benar akan strategi Iblis

dalam mengacaukan hidup manusia.

Di banyak daerah yang ada di Sumatera Utara dapat dilihat bahwa kegiatan okultisme

akrab dengan kehidupan banyak orang Kristen, dan juga paling banyak diabaikan dalam

pelayanan  Gereja,  orang Kristen  termasuk para pelayan Gereja  juga  banyak yang tidak

mengetahui bagaimana menolong orang yang terlibat dengan okultisme, maka di harapkan

pelajaran ini dapat memberikan rangsangan kesadaran untuk melihat pentingnya topik ini.

1. Pengertian Istilah

Istilah okultisme berasal dari kata „occult‟ yang berarti „hidden‟ atau tersembunyi atau


juga gelap, „mysterious‟, „secretive atau bersifat rahasia‟ dan „isme‟ yang berarti „ajaran

atau faham atau pandangan‟.  Jadi okultisme yaitu  kepercayaan akan kuasa kegelapan.

Pengertian yang kedua yaitu  „sesuatu yang berhubungan dengan kekuatan supernatural‟.

Kata ini  mengandung makna tentang faham, kepercayaan, pandangan atau ajaran

mengenai sesuatu yang tersembunyi dan sifatnya misterius, supernatural dan magis.

Alkitab  membukakan tentang adanya dua jenis  dunia yaitu  dunia  yang nampak dan