Tampilkan postingan dengan label teologi sistematik 21. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teologi sistematik 21. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Juli 2026

teologi sistematik 21

 


n pada penghakiman 

dalam Wahyu hanya ada satu kelompok. (7) Tidak ada kitab-kitab 

yang disebutkan pada penghakiman bangsa-bangsa; pada pengha­

kiman dalam kitab Wahyu semua kitab dibuka. (8) Hasil keputusan 

pada penghakiman bangsa-bangsa yaitu  dua macam: bagi golong­

an domba ada hidup kekal dan kerajaan Allah, sedangkan bagi 

golongan kambing tersedia hukuman kekal; hasil keputusan peng­

hakiman dalam Wahyu, hanya ada hukuman dicampakkan dalam 

api. (9) Suatu masalah penting yang diadili pada penghakiman 

bangsa-bangsa ialah sikap dan perlakuan terhadap saudara-saudara 

Kristus (bangsa Israel); sedangkan satu-satunya masalah yang 

dihakimi di Wahyu yaitu  kelakuan manusia pada umumnya. Se­

kalipun beberapa pernyataan di atas didasarkan pada kesimpulan 

yang diambil dari apa yang tersirat, adanya begitu banyak perbedaan 

hanya dapat terjadi bila ada dua penghakiman yang berlainan. Oleh 

karena itu, nampak jelas sekali bahwa bangsa-bangsa akan dihakimi 

untuk menentukan apakah mereka berhak memasuki kerajaan seribu 

tahun apa tidak.

F. MEMBEBASKAN DAN MEMBERKATI CIPTAAN

Yesus berbicara tentang suatu penciptaan kembali di masa depan 

saat  para rasul akan duduk di atas takhta dan menghakimi kedua 

Kedatangan Kristus yang Kedua Kali:... 555

belas suku Israel (Matius 19:28). Penguasa utama kerajaan ini di­

sebut sebagai "hamba-Ku Daud" (Yehezkiel 34:23; 37:24; band. 

Yesaya 55:3, 4). Feinberg mengatakan, "Rujukan kepada hamba 

Allah, Daud, dalam ayat-ayat ini hendaknya dipahami sebagai Anak 

Daud yang agung, Tuhan Yesus Kristus."160 Yesaya berbicara ten­

tang masa ini sebagai suatu masa saat  serigala hidup berdamai 

dengan anak domba, dan macan tutul bersahabat dengan anak 

kambing (Yesaya 11:1-9), saat  padang gurun akan berbunga lebat 

dan tanah pasir yang panas akan berubah menjadi kolam air (35:1- 

10). Paulus membicarakannya sebagai pembebasan ciptaan dari 

semua keluhan dan perbudakannya (Roma 8:19-22). Berbagai 

perubahan fisik akan terjadi di bumi (Yesaya 2:2; Yehezkiel 47:1- 

12; Zakharia 14:4-8), dan bumi akan memberikan hasilnya kembali 

(Yehezkiel 34:25, 26). Perlu diperhatikan bahwa penciptaan kem­

bali ini baru akan terjadi saat  "Anak Manusia bersemayam di 

takhta kemuliaan-Nya" (Matius 19:28). Seluruh pasal 11 dari kitab 

Nabi Yesaya juga mengatakan bahwa masa depan yang indah ini 

akan terjadi saat  Anak Isai ada di tengah umat manusia. Hal yang 

sama dapat juga tercakup dalam janji bahwa Kristus "akan me­

nyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk meng­

anugerahkan keselamatan kepada mereka yang menantikan Dia" 

(Ibrani 9:28). Tanah ini terkutuk karena manusia, rumput duri dan 

onak muncul sebagai akibat dosa manusia (Kejadian 3:17-19; band. 

Ibrani 6:8), namun  saat  Kristus datang kembali, Ia akan melenyap­

kan kutukan itu dan memulihkan ciptaan Allah yang bisu sekalipun 

kepada kesempurnaan dan kemuliaannya yang semula.

G. MENDIRIKAN KERAJAANNYA

Pokok ini akan kita bahas secara lebih mendalam dalam kesempatan 

berikutnya, namun beberapa patah kata pada kesempatan ini rasanya 

perlu juga. Seorang bangsawan "berangkat ke sebuah negeri yang 

jauh untuk dinobatkan menjadi raja di situ dan setelah itu baru kem­

bali" (Lukas 19:12). saat  ia kembali, ia akan mendirikan kera- 

jaannya sendiri (15-19). Allah menjanjikan bahwa Daud akan men­

dirikan kerajaan untuk selama-lamanya (II Samuel 7:8-16), dan

160 Feinberg, The Prophecy of Ezekiel, hal. 198.

556 Eskatologi

kemudian memperkuat janji-Nya dengan suatu sumpah (Mazmur 

89:4, 5, 21-38). Pada saat Babilonia merebut Yerusalem, Allah 

memperbaharui janji-Nya kepada umat Israel (Yeremia 33:19-22). 

Malaikat Gabriel mengatakan bahwa Yesus yaitu  pewaris takhta 

Daud (Lukas 1:31-33). Dia yaitu  batu yang terungkit lepas dari 

gunung tanpa perbuatan tangan, yang akan memenuhi seluruh bumi, 

sesudah Ia menghancurkan semua kerajaan di bumi (Daniel 2:44, 

45). Ia akan menerima kerajaan itu dari tangan Bapa dan akhirnya 

mendirikannya (Daniel 7:13, 14). Maka pada saat itulah kerajaan 

dunia ini akan menjadi kerajaan Allah kita bersama Kristus-Nya 

(Wahyu 11:15). Kota Yerusalem akan menjadi ibukota bumi yang 

telah diperbaharui (Yesaya 2:2-4; Mikha 4:1-3). Semua bangsa di 

bumi ini akan berkewajiban untuk beribadah di Yerusalem pada 

hari raya Pondok Daun (Zakharia 14:16-19). Damai sejahtera dan 

kebenaran akan merupakan ciri utama pemerintahan Kristus di bumi 

ini (Yesaya 9:5, 6).

II. SELANG WAKTU ANTARA PENGANGKATAN 

GEREJA DENGAN PENYATAAN 

DIRI KRISTUS

Setelah mempelajari peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan ke­

datangan Kristus di angkasa dan kedatangan-Nya ke bumi, maka 

berikutnya kita perlu membahas dengan singkat periode yang ter­

dapat antara kedua peristiwa ini. Peristiwa ini  dikenal dengan 

masa kesengsaraan. Tentu saja, kita tahu bahwa orang-orang per­

caya harus mengalami banyak sengsara "untuk masuk dalam 

Kerajaan Allah" (Kisah 14:22); akan namun , di samping pengalaman 

ini yang dialami semua orang Kristen pada umumnya, ada  suatu 

masa kesengsaraan yang masih akan datang. Dalam Daniel 12:1 

masa itu disebut sebagai "suatu waktu kesesakan yang besar, seperti 

yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada 

waktu itu"; Matius 24:21 memerikannya sebagai "siksaan yang dah­

syat"; Lukas 21:34 menyebutnya sebagai "hari Tuhan"; Wahyu 3:10 

menyebutnya sebagai "hari pencobaan yang akan datang atas 

seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi"; 

sedangkan dalam Wahyu 7:14 kita membaca tentang orang-orang 

Kedatangan Kristus yang Kedua Kali:... 557

percaya yang telah "keluar dari kesusahan yang besar". Dalam Per­

janjian Lama peristiwa ini  dikenal dengan nama "waktu kesu­

sahan bagi Yakub" (Yeremia 30:7) dan sebagai masa kemurkaan 

Allah terhadap penduduk bumi (Yesaya 24:17-21; 26:20, 21; 34:1- 

3). Bahwa masa kesengsaraan ini akan datang di antara kedua tahap 

kedatangan Kristus kali yang kedua nampak dari suatu penyelidikan 

yang teliti terhadap program masa depan yang ada  dalam 

Alkitab. Masa kesengsaraan ini  akan berakhir saat  Kristus 

kembali dengan kemuliaan (Matius 24:29, 30).

A. LAMANYA MASA KESENGSARAAN

Alkitab samasekali tidak memberitahukan berapa lama masa ke­

sengsaraan ini, sekalipun kita diberi tahu bahwa demi orang-orang 

pilihan masa kesengsaraan ini  akan dipersingkat (Matius 

24:22). Namun, ada  beberapa petunjuk yang menyatakan 

bahwa masa kesengsaraan itu akan berlangsung selama tujuh tahun. 

Apa pun metode yang dipakai untuk menghitung waktu tujuh puluh 

minggu dalam Daniel 9:24-27, jelaslah bahwa masa tujuh puluh 

minggu itu dimulai saat  Nehemia kembali dan membangun kem­

bali tembok dan kota Yerusalem (Nehemia 2:1-8; Daniel 9:25). 

Jelas juga bahwa minggu yang keenam puluh sembilan berakhir 

saat  Mesias disalibkan (Daniel 9:26) dan bahwa terjadi selang 

waktu dalam urutan minggu-minggu itu. Penghancuran seluruh kota 

Yerusalem dan bait suci pada tahun 70 TM, serta berbagai peristiwa 

perang dan penghancuran yang terjadi hingga akhirnya, terletak di 

antara minggu ke-69 dan minggu yang ke-70. Nampaknya sangat 

jelas bagi banyak orang bahwa minggu ke-70 masih berada di masa 

depan dan bahwa minggu ini  yaitu  masa kesengsaraan. Nam­

paknya jelas pula bahwa "satu minggu” dalam kronologi kitab 

Daniel berarti tujuh tahun. Jadi, bila minggu ke-70 itu yaitu  masa 

kesengsaraan, maka kita dapat menganggap masa itu akan berlang­

sung selama tujuh tahun. Selaras dengan anggapan ini, paruhan 

kedua dari masa ini disebut di bagian lain sebagai "satu masa dan 

dua masa dan setengah masa" (Daniel 7:25; 12:7; Wahyu 12:14), 

sebagai "empat puluh dua bulan" (Wahyu 11:2; 13:5), dan sebagai 

seribu dua ratus enam puluh hari (Wahyu 11:3; 12:6; band. Daniel 

12:11, 12). Nampaknya hanya itulah yang dapat dikatakan tentang 

lamanya masa kesengsaraan ini.

558 Eskatologi

B. SIFAT MASA KESENGSARAAN

Alkitab banyak sekali berbicara tentang sifat masa kesengsaraan ini. 

Marilah kita secara singkat membahas beberapa aspek dari masa 

ini 

1. Aspek politik. Berbagai aspek politiknya secara khusus di­

sebut dalam kitab Daniel dan kitab Wahyu. Daniel 2:31-43 

menggambarkan "zaman bangsa-bangsa" (Lukas 21:24), dan dua 

ayat selanjutnya (2:44-45) menggambarkan kerajaan seribu tahun. 

Setelah periode kerajaan Babilonia, Media-Persia, Yunani, dan 

Romawi, bentuk terakhir dari Kerajaan Romawi tampil dengan 

sepuluh rajanya yang bekerja sama. Di Daniel 7:1-28 nubuat yang 

sama muncul dengan gambaran empat binatang. Binatang terakhir, 

yang bertanduk sepuluh, menunjuk kepada bentuk terakhir dari 

Kerajaan Romawi dengan sepuluh rajanya. Wahyu 13:1-10 mem­

berikan nubuat yang sama, kecuali dengan tambahan bahwa ke­

sepuluh tanduk itu sekarang bermahkota, yang menunjukkan bahwa 

masa kekuasaan mereka telah tiba. Dalam Wahyu 17:1-18 binatang 

yang sama ini dikuasai oleh seorang perempuan pelacur, jelaslah 

menunjuk kepada suatu sistem agama tertentu. Wahyu 19:17-21 

menggambarkan akhir kerajaan ini. Dari semua keterangan ini, 

dapat disimpulkan bahwa selama masa kesengsaraan ini dunia akan 

diperintah oleh suatu federasi politik, yang terutama berkembang 

dari Kerajaan Romawi kuno, yang di dalamnya ada  sepuluh 

kerajaan yang bekerja sama. Sifat pemerintahan ini otokratis dan 

menghina Allah. Pada mulanya sistem keagamaan pada masa itu 

akan menguasai pemerintahan, namun setelah jangka waktu tertentu 

kesepuluh raja itu akan menghancurkannya, dan pada saat itulah 

penganiayaan besar akan dimulai terhadap orang-orang percaya 

pada masa itu. Namun, raja beserta dengan antek-anteknya akan 

dihancurkan pada saat Kristus datang kembali, dan kerajaan mereka 

akan tunduk kepada kerajaan yang akan didirikan oleh Kristus.

2. Aspek keagamaan. Aspek keagamaan masa kesengsaraan ini 

dapat dipastikan dari ayat-ayat Alkitab seperti Daniel 11:36-39; 

Yohanes 5:43; II Tesalonika 2:6-12; Wahyu 13:11-18, dan 17:1-17. 

Yesus bernubuat bahwa akan datang seorang atas namanya sendiri 

dan ia akan diterima oleh orang Yahudi. Inilah salah satu dari 

binatang-binatang dalam Wahyu 13:1-18. Istilah "antikristus" mun­

Kedatangan Kristus yang Kedua Kali:... 559

cul sekitar lima kali saja dalam Perjanjian Baru (I Yohanes 2:18, 

22; 4:3; II Yohanes 7), dan karena istilah ini hanya dipakai satu 

atau dua kali untuk pribadi Antikristus, maka lebih baik untuk 

memakai istilah-istilah yang lebih sering dipakai untuk menunjuk 

kepada tokoh-tokoh yang berperan pada akhir zaman. Kita telah 

menunjukkan bahwa dalam Wahyu 17:1-6 binatang bertanduk 

sepuluh itu ditunggangi oleh suatu sistem keagamaan yang palsu. 

Mungkin ini merupakan federasi dari semua orang murtad yang 

akan memasuki masa kesengsaraan. Sebagaimana sudah dikatakan 

sebelumnya, pada awal periode ini, sistem keagamaan palsu ini, 

yaitu si pelacur, akan menguasai pemerintahan. saat  di tengah- 

tengah periode ini  raja memutuskan hubungannya dengan 

orang-orang Yahudi serta melarang persembahan korban sembelih­

an dan korban santapan (Daniel 9:27), kesepuluh raja yang dilam­

bangkan oleh kesepuluh tanduk itu akan membenci si pelacur, tidak 

mengakuinya lagi, dan menghancurkannya (Wahyu 17:16, 17). 

Sejak saat itu, semua akan dituntut untuk menyembah binatang itu 

(Wahyu 13:4-8), dan binatang yang kedua akan memaksa seluruh 

dunia untuk melakukannya (Wahyu 13:11-17). Ia akan memakai 

tipu daya serta mukjizat-mukjizat palsu (II Tesalonika 2:9-12; 

Wahyu 13:13) dan kekerasan (Wahyu 13:7, 15; band. 6:9-11; 20:4), 

serta menganiaya orang-orang yang tidak mau menyembah binatang 

itu atau tidak mau menerima namanya (Wahyu 13:16, 17). Ia akan 

menuntut agar semua orang menerima tanda binatang itu dan tidak 

mengizinkan siapa pun untuk membeli atau menjual kecuali mereka 

menerima tanda ini . Jelaslah bahwa pada hari-hari itu akan 

ada banyak sekali orang yang akan dibantai karena Firman Allah 

dan kesaksian yang mereka pertahankan. Namun dengan kedatang­

an Kristus serta pembinasaan para pemimpin dan bala tentara me­

reka, seluruh sistem keagamaan akhir zaman akan dimusnahkan.

3. Aspek Israel. Allah tidak melupakan umat-Nya; dan bahkan 

sampai saat ini masih ada suatu sisa menurut pilihan kasih karunia 

(Roma 11:1-5). Namun yang lebih dari itu ialah bahwa Allah akan 

menjadikan Israel umat-Nya kembali, "Sebab Allah tidak menyesali 

kasih karunia dan panggilan-Nya" (Roma 11:29). Mustahil untuk 

membahas pokok yang sangat menarik dan penting ini secara men­

dalam; kita hanya dapat memperhatikan fakta-faktanya secara garis 

besar.

560 Eskatologi

Israel akan kembali ke Palestina, namun jelas bahwa mereka akan 

kembali masih dalam keadaan tidak percaya. Baru setelah kembali 

mereka akan bertobat (Yehezkiel 37:1-14). Pada tahun-tahun ter­

akhir ini banyak orang Yahudi berusaha dengan gigih untuk kembali 

ke Palestina. Hal ini akan terus berlangsung sampai raja dari 

kerajaan Roma yang telah bangkit kembali mengadakan suatu per­

janjian dengan mereka untuk waktu tujuh tahun, serta memberi 

kesempatan bagi mereka untuk mempersembahkan kembali korban- 

korban dalam bait suci yang dibangun kembali di Yerusalem. Akan 

namun , raja ini akan mengingkari perjanjiannya pada pertengahan 

minggu itu serta menghentikan semua korban sembelihan dan kor­

ban santapan (Daniel 9:27). Entah pada saat apa dalam periode ini, 

mungkin tepat sebelum paruhan kedua dari minggu ketujuh puluh 

ini, Allah akan memeteraikan seratus empat puluh empat ribu orang 

Israel pada dahi mereka (Wahyu 7:1-8). Hal ini pastilah menunjuk­

kan bahwa mereka telah menerima Kristus sebagai Mesias mereka. 

Jumlah ini hanya merupakan suatu sisa dari seluruh Israel, dan 

pemeteraian mereka bertujuan untuk melindungi mereka selama 

hukuman masa kesengsaraan yang masih akan datang. saat  itu 

Iblis akan diusir dari sorga dan ia akan menganiaya Israel. Akan 

namun , bumi akan membantu Israel dengan cara menelan bala tentara 

yang dikirim oleh Iblis untuk mengejar mereka (Yeremia 30:7; 

Daniel 12:1; Wahyu 12). Setelah penghentian persembahan korban, 

binatang itu akan mendirikan sebuah patung di bait suci, yang dalam 

Alkitab disebut sebagai "kekejian yang membinasakan" (Daniel 

12:11; Matius 24:15; Wahyu 13:14, 15; band. II Tesalonika 2:4). 

Kemudian akan terjadi penganiayaan selanjutnya terhadap orang- 

orang Yahudi. Mungkin yang dimaksudkan ialah penganiayaan ter­

hadap orang-orang yang bertobat di bawah pelayanan dua orang 

saksi Allah (Wahyu 11:1-7; 12:17). Dan akhirnya, terjadilah peng­

aniayaan terhadap semua orang Israel di Palestina (Zakharia 12:1-9; 

13:8, 9; 14:1-5). Sungguh menarik untuk memperhatikan bahwa 

penyelamatan Israel akan terjadi pada saat-saat yang paling gelap 

dalam sejarahnya. Kristus akan datang dan orang-orang Yahudi 

akan melihat Dia. saat  itu mereka akan meratapi Dia, mencebur­

kan diri dalam pancaran air untuk membasuh dosa dan kecemaran 

mereka, serta menjadi bangsa yang baru (Zakharia 12:10-13:2). 

Allah akan menyelamatkan semua orang Israel yang selamat dari 

Kedatangan Kristus yang Kedua Kali:... 561

berbagai hukuman ini (Roma 11:25-27).

4. Aspek ekonomi. Aspek ekonomi dari periode ini ada  dalam 

Wahyu 13:16-18 dan 18:1-24. Menjual dan membeli akan diatur 

berdasarkan pemujaan kepada raja. Perdagangan akan dimuliakan 

di atas segala sesuatu, dan sebuah kota pusat perdagangan yang 

besar akan didirikan untuk menunjang maksud itu. Nama yang 

diberikan kepada kota ini  ialah Babel, dan ia akan menjadi 

kota perdagangan terbesar di dunia. Akan namun , Allah akan mem­

perhatikan segenap penderitaan umat-Nya dan Ia akan menghakimi 

kota perdagangan yang besar itu dalam satu jam. Sorga akan ber- 

sukaria saat  Allah menghukum wanita pelacur dan kota 

yang jahat itu (Wahyu 19:1-5).

C. TOKOH UTAMA PERIODE INI

Pribadi dan karya Iblis secara umum sudah kita pelajari; kini tiba 

saatnya untuk memperhatikan secara khusus bagiannya dalam ren­

cana akhir zaman. Iblis ikut berperan dalam pembangkitan kembali 

Kerajaan Roma. Dalam Daniel 7:2, 3 dikatakan bahwa keempat 

angin dari langit akan menggoncangkan laut besar dan sebagai 

akibatnya muncullah empat ekor binatang besar. Wahyu 13:1 me­

nyatakan bahwa naga sedang berdiri di pantai saat  seekor 

binatang keluar dari dalam laut. Naga itulah yang berada di balik 

gerakan untuk suatu federasi dunia, yang mempunyai tujuan yang 

terselubung yaitu melenyapkan iman dari atas muka bumi. Dialah 

yang memberikan kuasa, takhta, dan wibawa yang besar kepada 

binatang itu (Wahyu 13:2-4). Jadi, penguasa ini akan diberi tenaga 

dan diberi kuasa oleh Iblis sendiri, sehingga tidak ada yang mampu 

berperang melawannya. Kembali, pada mulanya Iblis akan meng­

urus segala sesuatu dari langit, namun  pada waktunya ia akan dicam­

pakkan ke bumi (Wahyu 12:7-13; band. Lukas 10:18). Karena me­

ngetahui bahwa waktunya terbatas, ia akan membenci dan meng­

aniaya Israel dengan sangat ganas (Wahyu 12:13-17). Cara-cara 

kerjanya mencakup penipuan, kebohongan, tanda-tanda mukjizat, 

dan api dari langit (II Tesalonika 2:9-11; Wahyu 13:13-15). Ia pun 

akan menetapkan penyembahan kepada Iblis dan roh-roh jahat 

(Wahyu 9:20; 13:4). Bisa jadi penyembahan ini akan berupa se­

562 Eskatologi

macam pemujaan berhala. Dan akhirnya, Iblis akan menghasut raja- 

raja di seluruh muka bumi ini untuk berkumpul guna berperang di 

Harmagedon (Wahyu 16:12-16; 19:11-21). Jadi, kita melihat 

bahwa masa kesengsaraan ini betul-betul merupakan saat pameran 

kuasa kegelapan.

PASAL XLII

Saat Kedatangan-Nya: Pra-Milenial

Yesus mengatakan, "namun  tentang hari atau saat itu tidak seorang 

pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun 

tidak, hanya Bapa saja" (Markus 13:32) dan "Engkau tidak perlu 

mengetahui masa dan waktu yang ditetapkan Bapa sendiri menurut 

kuasa-Nya" (Kisah 1:7). Sekalipun demikian Yesus mengritik orang 

Farisi dan orang Saduki karena mereka tahu bagaimana melihat 

keadaan langit namun tidak dapat membedakan tanda-tanda zaman 

(Matius 16:3). la mendorong mereka untuk belajar dari pohon ara 

yang bila mulai bertunas menandakan bahwa musim panas sudah 

dekat (Matius 24:32, 33). Orang-orang suku Isakhar dipuji karena 

mereka "mempunyai pengertian tentang saat-saat yang baik" (I Ta­

warikh 12:32). Jadi, secara umum orang percaya harus mengetahui 

waktu kedatangan Kristus yang kedua kali, walaupun tidak secara 

khusus. Secara umum kedatangan Tuhan yang kedua kali sudah 

dekat; Ia dapat datang setiap saat (Matius 24:36; 25:13; Markus 

13:32; I Tesalonika 4:16, 17; Titus 2:13). Bila dari semula waktu 

yang tepat dari kedatangan Kristus telah diumumkan, pastilah gereja 

sudah kehilangan semangat untuk terus berjaga-jaga karena tidak 

pasti tentang waktunya kedatangan itu.

Kita tidak akan membahas tanda-tanda kedatangan-Nya, karena 

tanda-tanda ini  lebih berkaitan dengan kedatangan-Nya ke 

bumi dan bukan dengan kedatangan-Nya di angkasa. Namun kita 

akan membahas dua pertanyaan yang sangat penting: apakah Ia 

akan datang sebelum kerajaan seribu tahun? dan apakah Ia akan 

datang sebelum masa kesengsaraan? Sampai pada taraf tertentu 

kedua pertanyaan itu telah terjawab sebelumnya, namun dalam 

kesempatan ini perlu kita menelitinya secara lebih terinci. Dalam

563

564 Eskatologi

bab ini kita akan membahas pertanyaan yang pertama serta menun­

jukkan bahwa kedatangan-Nya yaitu  pra-milenial atau sebelum 

kerajaan seribu tahun.

I. ARTI ISTILAH PRA-MILENIAL

Istilah "milenium" berasal dari bahasa Latin dan berarti seribu 

tahun. Istilah ini memang tidak ada dalam Alkitab, namun istilah 

"seribu tahun" muncul enam kali dalam Wahyu 20:2-7. Istilah Yu­

nani chiliasm sering kali muncul dalam buku-buku teologi dan 

menunjuk kepada ajaran bahwa Kristus akan datang dan mendirikan 

kerajaan di bumi untuk seribu tahun. Kenyataan akan adanya kera­

jaan semacam itu dengan jelas diajarkan dalam Perjanjian Lama, 

namun  kitab Wahyu memberi tahu kita tentang lamanya kerajaan 

itu.

Orang-orang yang percaya bahwa kedatangan Kristus yang kedua 

kali akan terjadi sebelum kerajaan seribu tahun disebut golongan 

"pra-milenarian" atau "pra-milenialis". Golongan "pasca-milenial" 

atau "pasca-milenialis" mengajarkan bahwa Kristus akan datang 

kembali secara kelihatan dan secara pribadi setelah kerajaan seribu 

tahun. Golongan ketiga, golongan "amilenialis" tidak menerima 

adanya kerajaan seribu tahun yang nyata: sebaliknya, mereka meng­

anggap kerajaan seribu tahun ini sebagai keadaan orang percaya 

yang tanpa tubuh kebangkitan ada bersama-sama dengan Tuhan 

sambil menantikan hari kebangkitan, atau sebagai pemerintahan 

Kristus yang bersifat rohani sekarang ini di dalam hati orang-orang 

percaya.

II. PANDANGAN GEREJA MULA-MULA

Gereja mula-mula pada umumnya berpandangan pra-milenial. Es­

katologi belum disusun secara bersistem pada mulanya, namun 

beberapa naskah kuno yang masih ada dapat dipergunakan untuk 

mendukung kenyataan bahwa selama tiga abad pertama dari gereja, 

pandangan pra-milenialisme dianut di mana-mana. Papias, yang 

meninggal sekitar tahun 155 TM, menulis bahwa "akan ada kerajaan 

seribu tahun setelah kebangkitan dari antara orang mati, saat  

Saat Kedatangan-Nya: Pra-Milenial 565

pemerintahan pribadi Kristus akan didirikan di bumi ini."161 Ia juga 

menulis, "Akan datang hari-hari saat  pohon-pohon anggur akan 

tumbuh dengan subur, masing-masing dengan sepuluh ribu carang, 

dan setiap carang akan memiliki sepuluh ribu ranting, dan dalam 

tiap ranting ada sepuluh ribu tunas, dan di dalam setiap tunas ter­

dapat sepuluh ribu tandan dan pada setiap tandan akan ada sepuluh 

ribu buah anggur, dan bila setiap buah anggur diperas akan meng­

hasilkan sekitar 851 liter air anggur."162 Sekalipun pernyataan ini 

terlalu dilebih-lebihkan, jelas sekali itu menunjukkan kepercayaan 

akan kerajaan seribu tahun. Barnabas, yang menulis sekitar tahun 

100 TM, menyamakan sejarah dunia dengan enam hari penciptaan 

dan satu hari istirahat. Setelah enam hari, yang ditafsirkannya 

sebagai enam ribu tahun, Kristus akan datang kembali dan "meng­

hancurkan masa orang fasik, menghakimi orang yang tidak beriman, 

mengubah matahari, bulan, dan bintang-bintang, dan setelah itu Ia 

akan betul-betul beristirahat pada hari yang ketujuh."163 Barnabas 

selanjutnya mengatakan bahwa hari kedelapan yaitu  permulaan 

suatu dunia yang baru. Yustinus Martir (sekitar 110-165 TM) 

menulis, "Saya dan orang-orang lain, yang merupakan orang Kristen 

berpikiran sehat dalam segala hal, sangat yakin bahwa akan ada 

kebangkitan orang mati, masa seribu tahun di Yerusalem, yang pada 

saat itu akan dibangun, dihiasi, dan diperluas."164 Seorang penga­

rang yang lebih kemudian lagi bernama Tertulianus (sekitar 150- 

225 TM), menyatakan, "Kita mengakui bahwa suatu kerajaan di 

bumi telah dijanjikan kepada kita, sekalipun sebelum kita ke sorga, 

hanya dalam eksistensi yang lain; karena kerajaan ini akan ada 

setelah kebangkitan selama seribu tahun di kota Yerusalem yang 

dibangun oleh Allah sendiri." Selanjutnya ia menulis bahwa setelah 

seribu tahun berlalu "akan terjadi penghancuran dunia dan segala 

sesuatu akan dibakar pada saat penghukuman."165 Sejarawan ter­

kenal, Philip Schaff, mengatakan, "Pokok yang paling menonjol dari 

eskatologi zaman pra-Nicea ialah pandangan chiliasme, atau 

milenarianisme. . . . Paham ini memang bukan merupakan doktrin 

gereja yang masuk dalam pengakuan iman atau bentuk ibadat yang 

161 Papias, Fragment VI.

162 Papias, Fragment TV.

163 Barnabas, The Epistle of Barnabas, Pasal XV.

164 Yustinus Martir, Dialogue with Trypho, Pasal LXXX.

165 Tertulianus, Against Marcion, Kitab III, Pasal XXV.

566 Eskatologi

resmi, namun  merupakan pendapat yang dianut secara luas oleh guru- 

guru Alkitab yang terkenal."1

Sejak abad keempat dan seterusnya, kepercayaan akan kerajaan 

seribu tahun ini makin berkurang. Ada beberapa alasan yang 

menyebabkan kemerosotan kepercayaan ini. (1) Penganiayaan ter­

hadap gereja berakhir saat  Raja Konstantinus bertobat, dan gereja 

mulai melihat masa damai. (2) Ada perubahan dalam penafsiran 

Alkitab, dari cara penafsiran yang harfiah kepada cara penafsiran 

yang alegoris. Nubuat-nubuat tentang kerajaan seribu tahun kini 

diberi arti rohani. (3) Banyak orang kemudian berpendapat bahwa 

terbelenggunya Iblis dan kebangkitan serta pemerintahan orang 

saleh (Wahyu 20:1-4) yaitu  kemenangan pribadi orang-orang per­

caya atas Iblis. Dalam arti itulah, demikian ditafsirkan, orang-orang 

percaya memerintah bersama Kristus dalam kehidupan sekarang ini.

Akan namun , sekalipun ajaran ini makin merosot, di sana sini 

selama berabad-abad terdengar suara-suara yang mendukung pra- 

milenialisme. Doktrin-doktrin eskatologi diabaikan sepanjang abad 

pertengahan (tahun 400 sampai tahun 1000), namun doktrin-doktrin 

ini  diperhatikan kembali setelah terjadi Reformasi. Kaum 

Reformasi, pada umumnya, mengajarkan bahwa gereja dalam arti 

tertentu yaitu  kerajaan yang dinubuatkan, namun mereka meng­

hidupkan kembali doktrin kedatangan Tuhan yang kedua kalinya 

serta kebangkitan. Sekitar abad 17 dan 18, suara pra-milenialisme 

kembali terdengar dengan nyaring.

ada  gerakan untuk kembali kepada pandangan Gereja mula- 

mula. Charles Wesley, Isaac Watts, Bengel, Lange, Godet, Ellicot, 

Trench, Alford, dan banyak tokoh golongan Injili lainnya dari 

generasi yang lalu dan yang sekarang ini telah mendukung pan­

dangan pra-milenial ini. Sepanjang abad yang terakhir pengharapan 

yang penuh bahagia ini diutamakan lagi.

III. BUKTI KEBENARAN DOKTRIN INI

A. CARA DAN SAAT KERAJAAN SERIBU TAHUN DIDIRIKAN

Dengan mengingat sepenuhnya bahwa istilah "kerajaan" sering kali 

dipakai untuk menunjuk kepada pemerintahan rohani Allah dalam

166 Schaff, History of the Christian Church, II, hal. 614. 

Saat Kedatangan-Nya: Pra-Milenial 567

hati manusia, kita juga dapat menemukan banyak ayat yang berbicara mengenai suatu kerajaan di bumi yang bakal datang. Dalam 

arti yang pertama, kerajaan Allah yaitu  kerajaan yang "datang 

tanpa tanda-tanda lahiriah" (Lukas 17:20); namun  kerajaan yang ke­

mudian akan datang dengan tanda-tanda lahiriah. Dalam Daniel 

2:44 diberitahukan bahwa "Allah semesta langit akan mendirikan 

suatu kerajaan yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya". 

Maksudnya, Allah akan mendirikan kerajaan-Nya di atas bumi se­

telah kesepuluh raja itu menerima kuasa sebagai raja bersama-sama 

dengan binatang itu "satu jam lamanya" (Wahyu 17:12-18). Daniel 

7:15-27 menunjukkan bahwa kesepuluh raja ini akan diikuti oleh 

kerajaan yang diberikan "kepada orang-orang kudus umat Yang 

Mahatinggi; pemerintahan mereka yaitu  pemerintahan yang kekal, 

dan segala kekuasaan akan mengabdi dan patuh kepada mereka." 

Dengan kata lain, secara tiba-tiba, pada masa kekuasaan kesepuluh 

raja itu, batu ini, yaitu Kristus, akan meremukkan kaki patung besar 

itu dan menghancurkan semua kerajaan ini  (Daniel 2:34, 44). 

Kristus akan menghukum dan memusnahkan semua kerajaan di 

bumi. Pemusnahan tidak berarti merembes ke dalamnya. Yang di­

maksud bukanlah Injil yang membawa dunia kepada pertobatan. 

Logam patung besar itu tidak diubah menjadi logam yang lebih 

mulia, namun  dihancurkan sampai menjadi debu dan dibawa oleh 

angin seperti sekam di tempat pengirikan pada musim panas, se­

hingga betul-betul musnah tanpa bekas. Batu ini tidak merembes 

ke dalam mereka, namun  akan menggantikan mereka.

B. BERKAT-BERKAT YANG BERKAITAN DENGAN KERAJAAN 

YANG AKAN DATANG INI

Kerajaan ini akan membentang dari laut ke laut, mulai dari Sungai 

Efrat hingga ke ujung bumi, dari daerah padang gurun sampai ke 

pulau-pulau (Mazmur 72:6-11). Bangsa-bangsa di atas bumi akan 

mendaki gunung bait Allah yaitu Yerusalem, untuk beribadah 

(Yesaya 2:2-4; Mikha 4:1-3). Bangsa-bangsa yang tidak datang 

untuk berbakti di Yerusalem akan dihukum (Zakharia 14:16-19). 

Kristus akan memerintah, duduk di atas takhta Daud; Ia memerintah 

dengan keadilan dan kebenaran (Yesaya 9:5, 6). Yeremia 23:5, 6 

berbunyi, "Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah fir- 

568 Eskatologi

man Tuhan, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. 

Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan 

melakukan keadilan dan kebenaran di negeri. Dalam zamannya Ye­

huda akan dibebaskan, dan Israel akan hidup dengan tenteram; dan 

inilah nama yang diberikan orang kepadanya: Tuhan-keadilan kita." 

Allah tidak hanya mengulang janji ini , namun  menambahkan 

jaminan ini, "Jika kamu dapat mengingkari perjanjian-Ku dengan 

siang, dan perjanjian-Ku dengan malam, sehingga siang dan malam 

tidak datang lagi pada waktunya, maka juga perjanjian-Ku dengan 

hamba-Ku Daud dapat diingkari, sehingga ia tidak mempunyai anak 

lagi yang memerintah di atas takhtanya; begitu juga perjanjian-Ku 

dengan orang-orang Lewi, yakni imam-imam yang menjadi 

pelayan-Ku" (Yeremia 33:20, 21). Janji ini menunjuk kembali 

kepada perjanjian yang diadakan Allah dengan Daud (II Samuel 

7:8-17), yang dikuatkan dengan sebuah sumpah (Mazmur 89:4, 5, 

20-38). Baik Yehuda maupun Israel akan dipulihkan (Yeremia 23:6, 

7), karena Allah "akan menjanjikan mereka satu bangsa di tanah 

mereka, di atas gunung-gunung Israel, dan satu raja memerintah 

mereka seluruhnya" (Yehezkiel 37:22; band. ayat 24-28). Yesaya 

35 menggambarkan dengan hidup pemugaran alam pada periode 

ini . Berkat-berkat luar biasa ini akan terjadi sesudah kedatang­

an Kristus, dan merupakan berkat kerajaan di bumi. Pada masa itu 

'Tuhan akan menjadi Raja atas seluruh bumi" (Zakharia 14:9).

C. PERBEDAAN ANTARA MENERIMA KERAJAAN ITU DAN 

MERESMIKANNYA

Dengan mengambil peran seorang bangsawan, Kristus dikatakan 

sedang "berangkat ke sebuah negeri yang jauh untuk dinobatkan 

menjadi raja di situ" (Lukas 19:12). Sebagaimana Arkhelaus, pada 

saat Herodes, ayahnya, wafat, harus pergi ke Roma agar kerajaan- 

nya ditetapkan baginya sebelum ia betul-betul memerintah sebagai 

raja, demikianlah Kristus harus kembali ke sorga dulu untuk 

menerima kerajaan itu dari Bapa-Nya (Daniel 7:13, 14). Kerajaan 

ini telah dijanjikan kepada-Nya oleh malaikat Gabriel (Lukas 1:32, 

33), namun tidak boleh dilupakan bahwa Alkitab mengatakan, 

'Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa 

leluhur-Nya." Untuk maksud itulah Ia kembali ke sorga. Akan 

Saat Kedatangan-Nya: Pra-Milenial 569

namun , juga seperti Arkhelaus, Yesus tidak mendirikan takhta-Nya 

di negeri yang jauh itu, namun  Ia kembali ke tempat asal-Nya yang 

telah ditinggalkan tadi dan mendirikan kerajaan-Nya di situ. 

Sekarang Yesus duduk di takhta Bapa-Nya di sorga, bukan di takhta 

Daud (Wahyu 3:21). Saatnya akan tiba Yesus akan duduk di atas 

takhta-Nya sendiri (Matius 19:28; 25:31). Setelah Ia datang dalam 

kemuliaan, Ia akan mengatakan kepada mereka yang berada di 

sebelah kanan-Nya, "Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, 

terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia 

dijadikan" (Matius 25:34).

D. JANJI BAHWA PARA RASUL AKAN MEMERINTAH DUA 

BELAS SUKU ISRAEL

Yesus berkata, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu 

penciptaan kembali, jika  Anak Manusia bersemayam di takhta 

kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga 

di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel" 

(Matius 19:28). Janji ini jelas berkaitan dengan perihal Tuhan ber­

semayam di atas takhta-Nya sendiri, dan Matius 25:31 menunjukkan 

bahwa hal ini akan terjadi pada saat Ia datang kembali dalam 

kemuliaan. Nampaknya inilah yang dimaksudkan dalam Yesaya 

1:26, "Aku akan mengembalikan para hakimmu seperti dahulu, dan 

para penasihatmu seperti semula. Sesudah itu engkau akan disebut­

kan kota keadilan, kota yang setia." Nampaknya janji akan dua belas 

takhta ini melandasi pertanyaan para murid sebelum Tuhan Yesus 

naik ke sorga, 'Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan 

kerajaan bagi Israel?" (Kisah 1:6).

E. JANJI BAHWA ORANG PERCAYA AKAN MEMERINTAH 

BERSAMA KRISTUS

Bukan saja dua belas rasul akan memerintah bersama Kristus saat  

Ia datang kembali, namun  kepada semua orang percaya telah 

dikatakan, "Jika kita bertekun, kita pun akan ikut memerintah de­

ngan Dia" (II Timotius 2:12). Dalam I Korintus 6:2, 3, Paulus de­

ngan terang-terangan bertanya, "Atau tidak tahukah kamu bahwa 

orang-orang kudus akan menghakimi dunia? Dan jika penghakiman

570 Eskatologi

dunia berada dalam tangan kamu, tidakkah kamu sanggup untuk 

mengurus perkara-perkara yang tidak berarti? Tidak tahukah kamu 

bahwa kita akan menghakimi malaikat-malaikat?" Kita membaca 

dalam Wahyu 5:10, "Dan Engkau telah membuat mereka menjadi 

suatu kerajaan dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka 

akan memerintah sebagai raja di bumi." Wahyu 20:4-6 menjelaskan 

bahwa pemerintahan ini akan berlangsung selama seribu tahun.

F. NUBUAT MENGENAI BERBAGAI KEADAAN YANG ADA 

MENJELANG KEDATANGANNYA KEMBALI

Alkitab samasekali tidak menyatakan bahwa dunia akan bertobat 

sebelum Ia kembali, malah menunjukkan yang sebaliknya. saat  

Anak Manusia kembali, keadaan dunia akan seperti pada zaman 

Nuh dan Lot (Lukas 17:26-30). Yesus bertanya, "Akan namun , jika 

Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?" 

(Lukas 18:8). Paulus menulis bahwa pada akhir zaman banyak 

orang akan meninggalkan imannya lalu "mengikuti roh-roh penyesat 

dan ajaran setan-setan" (I Timotius 4:1), dan bahwa "pada hari-hari 

terakhir akan datang masa yang sukar" (II Timotius 3:1). Paulus 

menyatakan bahwa kedatangan Kristus akan tidak terduga 

samasekali (I Tesalonika 5:2, 3) dan bahwa saat itu akan merupakan 

saat penghukuman orang-orang yang tidak beriman (II Tesalonika 

1:7-10; 2:1-12). Petrus menggambarkan orang-orang pada masa itu 

sedang mencemoohkan gagasan kedatangan Kristus kembali (II Pe­

trus 3:3, 4). Alkitab selanjutnya mengajar bahwa pertobatan Israel 

(Zakharia 12:10-13:2; Kisah 15:16) dan pertobatan bangsa yang 

tidak mengenal Allah (Kisah 15:17) akan terjadi pada saat Kristus 

datang. Selama zaman sekarang, yang baik dan yang jahat akan 

tumbuh bersama-sama (Matius 13:24-30, 36-43), namun  pada saat 

kedatangan-Nya pemisahan akan dilaksanakan. Yang jahat akan 

dibinasakan sedangkan yang baik akan masuk ke dalam kerajaan.

G. URUTAN PERISTIWA-PERISTIWA

Urutan peristiwa-peristiwa seperti disampaikan dalam Wahyu 

19:11-20:15 selaras dengan Mazmur 2:3-8, dan yaitu  sebagai beri­

kut: kedatangan Kristus dengan orang saleh-Nya (Wahyu 19:11-16), 

Saat Kedatangan-Nya: Pra-Milenial 571

perang di Harmagedon (17-21), Iblis dibelenggu (20:1-3), 

penobatan orang-orang saleh dari kebangkitan pertama (4-6), Iblis 

dilepaskan setelah seribu tahun (7-9), penghukuman Iblis (10), ke­

bangkitan kedua dan penghakiman di hadapan takhta putih yang 

besar (11-15). Jadi, bila kita mengikuti urutan peristiwa-peristiwa 

yang tercatat dalam bagian ini, kita mau tidak mau berkesimpulan 

bahwa Tuhan datang ke bumi sebelum kerajaan seribu tahun agar 

Ia dapat mendirikannya. Urutan peristiwa-peristiwa yang normal ini 

masuk akal dan memberi dukungan yang jelas terhadap pandangan 

pra-milenialisme.


PASAL XLIII 

Saat Kedatangan-Nya: Sebelum 

Masa Kesengsaraan

Kami telah menunjukkan bahwa Alkitab bernubuat tentang suatu 

masa kesengsaraan, dan sampai sejauh ini telah dianggap bahwa 

masa itu terjadi di antara masa Keangkatan Gereja dan saat keda­

tangan Kristus ke bumi. Kini kita harus membuktikan bahwa ang­

gapan ini  benar. Rabi-rabi Yahudi berpendapat bahwa pe­

riode ini akan terjadi di antara zaman ini dan zaman yang akan 

datang. Westcott mengatakan bahwa para rabi Yahudi ini "pada 

umumnya setuju bahwa peralihan dari satu zaman ke zaman lain 

akan melewati suatu periode penderitaan dan kesedihan yang amat 

sangat, semacam ’sakit saat  akan melahirkan.’"167 Telah ditun­

jukkan bahwa periode penderitaan dan kesedihan yang amat sangat 

ini akan berakhir dengan datangnya Kristus ke bumi. Akan namun , 

apakah periode ini  akan dimulai pada saat Ia datang di udara 

dan orang-orang percaya diangkat ke sorga, atau apakah periode itu 

akan mulai sebelum Ia datang di udara, dan apakah Gereja akan 

mengalami masa kesengsaraan itu?

167 Westcott, Epistle to the Hebrews, hal. 6.

Berbagai jawaban telah diberikan untuk menjawab pertanyaan 

ini. Ada yang mengatakan bahwa Gereja akan mengalami masa 

kesengsaraan ini dan bahwa terangkatnya orang-orang yang telah 

ditebus itu akan langsung diikuti oleh kembalinya mereka bersama 

Kristus. Pandangan ini disebut pandangan pasca-masa kesengsaraan 

atau posttribulationism. Pihak yang lain mengatakan bahwa gereja 

akan mengalami separuh bagian pertama dari masa kesengsaraan

573

574 Eskatologi

dan bahwa pengangkatan orang-orang percaya akan terjadi di te­

ngah-tengah masa itu. Pandangan ini disebut pandangan tengah 

masa kesengsaraan atau midtribulationism. Para penganut pan­

dangan Keangkatan Gereja sebagian mengajarkan bahwa anggota- 

anggota gereja yang tidak rohani akan mengalami masa keseng­

saraan, sedangkan orang percaya yang dewasa secara rohani dan 

yang dipenuhi Roh akan diangkat sebelum terjadi masa 

kesengsaraan. Selain itu, ada beberapa pihak yang lain lagi berpen­

dapat bahwa Yesus akan datang untuk mengangkat Gereja sebelum 

masa kesengsaraan. Dengan kata lain, kedatangan-Nya untuk men­

jemput Gereja akan terjadi sebelum masa kesengsaraan sehingga 

samasekali Gereja tidak akan mengalami masa kesengsaraan. Yang 

mana Yang benar? Tidak perlu kita meneliti tiap-tiap paham salah 

yang disebut di atas. Menyelidiki ajaran yang positif dari Firman 

Allah akan membantu menetapkan mana yang benar. Nampaknya 

bukti-bukti yang ada cenderung mendukung pendapat bahwa Gereja 

tidak akan mengalami masa kesengsaraan. Marilah kita memper­

hatikan sejenak sebagian ajaran Kristen yang mula-mula serta 

kemudian meneliti apa yang diajarkan oleh Alkitab.

I. AJARAN KRISTEN YANG MULA-MULA

Mengingat adanya berbagai ajaran dewasa ini, kegentingan zaman 

kita, dan yang paling penting, karena soal ini berhubungan dengan 

kepercayaan akan kesengsaraan kedatangan Tuhan, maka perlulah 

kita meneliti pokok ini, sekalipun hanya dapat diuraikan dengan 

ringkas.

Sebagaimana sudah disebut tadi, Gereja mula-mula mengharap­

kan kedatangan Kristus terjadi sebelum kerajaan seribu tahun. 

Adakah mereka juga mengajarkan bahwa Kristus akan datang 

sebelum masa kesengsaraan? Kesaksian para Bapa Gereja yang 

mula-mula hampir tidak mengatakan apa-apa tentang masa 

kesengsaraan. Mereka sering berbicara tentang mengalami pen­

deritaan dan siksaan, namun jarang sekali berbicara mengenai suatu 

masa yang akan datang yang disebut masa kesengsaraan. Mungkin 

sekali hal ini disebabkan karena selama abad-abad yang pertama, 

Gereja mengalami banyak penganiayaan sehingga kurang menaruh

Saat Kedatangan-Nya: Sebelum Masa Kesengsaraan 575 

perhatian pada kesengsaraan yang bakal terjadi. Akan namun , ada 

beberapa petunjuk mengenai kepercayaan bahwa mereka menan­

tikan Kristus kembali sebelum masa kesengsaraan. Pertama, suatu 

paragraf yang menarik ada  dalam kitab Gembala Hermas 

(Shepherd of Hermas) yang memberikan beberapa keterangan ten­

tang pokok ini. Hermas menulis bahwa ia melewati seekor binatang 

buas dalam perjalanannya, dan setelah itu bertemu dengan seorang 

gadis yang menyalaminya sambil berkata, "Salam, hai Manusia!" 

Ia membalas salam gadis itu dan berkata, "Salam Nona!" Lalu gadis 

itu bertanya kepadanya, "Adakah sesuatu yang melintas di jalan 

yang kaulalui?" Hermas menjawab, "Saya bertemu dengan seekor 

binatang buas yang begitu besar sehingga ia dapat melahap banyak 

orang, namun  karena kuasa Tuhan dan kemurahan-Nya yang besar, 

saya selamat." Kemudian gadis itu menyatakan, "Nah, apakah kau 

selamat, karena engkau telah menyerahkan kekuatiranmu kepada 

Allah, dan membuka hatimu untuk Tuhan, sambil percaya bahwa 

engkau hanya dapat diselamatkan oleh nama-Nya yang mulia dan 

agung ... engkau telah lolos dari kesengsaraan besar karena imanmu, 

dan karena kau tidak ragu-ragu meskipun di hadapan binatang buas 

seperti itu. Karena itu, pergilah dan ceritakanlah kepada orang-orang 

pilihan Allah segala perbuatan-Nya yang luar biasa, dan katakanlah 

kepada mereka bahwa binatang buas ini melambangkan 

kesengsaraan besar yang akan datang. jika  engkau mempersiap­

kan dirimu, dan bertobat dengan segenap hati, serta berbalik kepada 

Tuhan, maka kalian akan selamat dari kesengsaraan ini , bila 

hatimu bebas dan tak bercela, dan seluruh sisa hidupmu kaupakai 

untuk melayani Tuhan sungguh-sungguh."168 169 Nampaknya kutipan 

itu menunjukkan bahwa ada ajaran yang mengatakan bahwa 

Gereja akan lolos dari masa kesengsaraan besar. Namun pandang­

an ini agak membingungkan karena di tempat lain ia mengatakan, 

"Berbahagialah kamu yang bertahan selama kesengsaraan besar 

yang akan datang."169

168 Shepherd of Hermas, Kitab I, Wahyu IV, Pasal ii.

169 Shepherd of Hennas, Kitab I, Wahyu II, Pasal ii.

Ireneus (sekitar 140-202 TM), nampaknya juga berpendapat 

bahwa Gereja akan diangkat selama masa kesengsaraan, karena ia 

mengatakan,

576 Eskatologi

Oleh karena itu, saat  pada akhirnya Gereja akan diangkat dari keadaan 

ini, dikatakan, "Akan terjadi masa kesusahan seperti yang belum pernah 

terjadi sebelumnya, dan juga tidak akan terjadi lagi." Karena ini merupakan 

ujian terakhir bagi orang-orang yang benar, dan setelah itu, bila mereka 

menang, mereka akan dimahkotai dengan ketidakbinasaan.170

170 Ireneus, Against Heresies, Kitab V, Pasal xxix.

171 Ireneus, Against Heresies, Kitab V, Pasal xxvi, xxx.

Namun, di bagian yang lain, ia iuga mengajarkan bahwa Gereja 

hadir pada hari-hari Antikristus.171 Jadi, sekalipun keyakinan para 

Bapa Gereja tentang masa kesengsaraan ini tidak jelas, dan nam­

paknya ada sedikit kebingungan, setidak-tidaknya hal ini disebut 

juga oleh mereka. Jelaslah bahwa para Bapa Gereja menganggap 

bahwa Tuhan hampir datang. Tuhan telah mengajarkan bahwa 

gereja harus mengharapkan kedatangan-Nya pada setiap saat, dan 

Gereja menantikan kedatangan-Nya akan terjadi pada zaman 

mereka sehingga mengajarkan bahwa kedatangan Kristus secara 

pribadi akan segera terjadi. Hanya para Bapa Gereja dari Alek- 

sandria yang tidak setuju dengan pendapat ini, namun  mereka juga 

menolak doktrin-doktrin fundamental lainnya. Dapat disimpulkan 

bahwa Gereja yang mula-mula hidup dalam suasana menantikan 

kedatangan Tuhan mereka, dan oleh karena itu tidak terlalu me- 

nguatirkan kemungkinan terjadinya kesengsaraan di masa yang akan 

datang. Nampaknya, inilah yang menjadi sebab para Bapa Gereja 

tidak berbicara apa-apa tentang masa kesengsaraan ini.

Selanjutnya, tidaklah aneh bahwa para pemimpin pada Abad- 

abad Pertengahan juga bungkam tentang terjadinya Keangkatan 

Gereja sebelum masa kesengsaraan. Dengan munculnya Konstan- 

tinus dan agama negaranya, gereja mulai mengartikan ayat-ayat 

Alkitab tentang kedatangan kembali Tuhan sebagai suatu alegori 

atau kias. Dan dengan tidak mengakui kerajaan seribu tahun yang 

harfiah, maka masa kesengsaraan itu juga dianggap sebagai kias 

dan tidak dihiraukan samasekali.

Golongan Reformasi kembali kepada doktrin kedatangan Tuhan 

yang kedua kali, namun mereka bukan menekankan perkembangan 

seluk-beluk eskatologi melainkan lebih mengutamakan doktrin 

keselamatan. Akibatnya, hampir tidak ada perkembangan tentang 

doktrin ini dalam sejarah gereja. Bagaimanapun juga, doktrin Kris­

ten dilandaskan pada Alkitab, bukan pada ada atau tidak adanya

Saat Kedatangan-Nya: Sebelum Masa Kesengsaraan 577

perkembangan doktrin dalam generasi-generasi di masa lalu. 

Alkitab haruslah menjadi satu-satunya otoritas dalam soal-soal 

doktrin, dan kita hams kembali kepada Alkitab untuk menentukan 

kebenaran alkitabiah.

II. AJARAN ALKITABIAH

Berbagai penjelasan dari Alkitab dapat diketengahkan sebagai pen­

dukung doktrin kedatangan Tuhan untuk Gereja-Nya sebelum masa 

kesengsaraan besar.

A. SIFAT MINGGU KE-70 DANIEL

Minggu ke-70 Daniel disebut dalam Daniel 9:27. Kita sudah men­

jelaskan bahwa setelah minggu ke-69, Mesias akan disingkirkan. 

"Minggu-minggu" (tujuh puluh kali tujuh masa) ini dimulai dengan 

kembalinya Nehemia (Nehemia 2:4-6; Daniel 9:25, 26) dan 

bagaimanapun kita menghitung waktunya, kita harus memahami 

bahwa saat  kehidupan Yesus di bumi telah dilewatkan selama 

empat atau lima minggu yang terakhir dari ke-69 minggu. Pada 

waktu itu gereja belum ada, namun  Yesus menyatakan bahwa Ia akan 

mendirikan gereja (Matius 16:18). Karena gereja dibentuk oleh bap­

tisan Roh Kudus (Kisah 1:4, 5; 11:16, 17; I Korintus 12:13), kita 

menetapkan tanggal permulaan gereja mulai dari hari Pentakosta. 

Jadi, gereja tidak merupakan bagian dari 69 minggu Daniel. Gereja 

juga tidak termasuk minggu yang ke-70. Daniel diberi tahu bahwa 

seluruh masa 70 minggu itu ditetapkan atas bangsanya dan kota 

sucinya (Daniel 9:24), dan bukan hanya 69 minggu. jika  minggu 

terakhir itu masih akan terjadi, dan sesungguhnya yaitu  masa 

kesengsaraan yang akan datang, maka tidaklah mungkin gereja ada 

di bumi selama minggu terakhir itu, sama seperti tidak ada bukti 

bahwa gereja sudah ada pada bagian terakhir dari ke-69 minggu 

itu. Dengan kata lain, gereja mengisi masa sisipan di antara minggu 

ke-69 dan minggu ke-70, dan tidak merupakan bagian dari periode- 

periode ini . Pendapat ini membantah pandangan pasca-masa 

kesengsaraan dan pandangan tengah masa kesengsaraan. Kedua 

pandangan ini dengan sendirinya memerlukan sedikit tumpang-tin­

dih antara Israel dengan gereja pada minggu yang terakhir.

578 Eskatologi

B. SIFAT SERTA TUJUAN MASA KESENGSARAAN

Sering dikatakan bahwa karena gereja tidak dibebaskan dari peng­

aniayaan sepanjang sejarah gereja, maka tidak ada alasan untuk 

beranggapan bahwa gereja akan luput dari penganiayaan pada masa 

kesengsaraan itu. Namun pendapat semacam ini samasekali salah 

mengerti sifat serta tujuan masa kesengsaraan ini. "Hari pencobaan 

yang akan datang atas seluruh dunia" yaitu  untuk "mencobai 

mereka yang diam di bumi" (Wahyu 3:10). Istilah "mereka yang 

diam di bumi" dipakai lebih dari dua belas kali dalam kitab Wahyu 

dan menunjuk kepada orang-orang yang diam di bumi. Mounce 

menulis bahwa "saat  istilah ini dipergunakan . . . maka yang di­

maksudkan selalu musuh-musuh gereja."172 Inilah orang-orang 

yang telah menyatu dengan dunia ini, yaitu orang-orang yang tidak 

diselamatkan. Periode ini juga merupakan "waktu kesusahan bagi 

Yakub" (Yeremia 30:7). Dalam Yesaya 26:20, 21, Tuhan berbicara 

tentang periode yang sama sambil menyingkapkan sifatnya yang 

benar, "Mari bangsaku, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu 

sesudah engkau masuk, bersembunyilah barang sesaat lamanya, 

sampai amarah itu berlalu. Sebab sesungguhnya, Tuhan mau keluar 

dari tempat-Nya untuk menghukum penduduk bumi karena 

kesalahannya, dan bumi tidak lagi menyembunyikan darah yang ter­

tumpah di atasnya, tidak lagi menutupi orang-orang yang mati ter­

bunuh di sana." Maksudnya, masa kesengsaraan merupakan masa 

saat  Allah akan keluar untuk menghukum dunia yang menolak 

Allah dan menolak Kristus. Penganiayaan-penganiayaan selama 

periode ini hanya merupakan peristiwa-peristiwa tambahan. Para 

penafsir yang beranggapan bahwa kitab Wahyu pada umumnya 

akan digenapi pada masa yang akan datang, berpendapat bahwa 

Wahyu 6-19 berhubungan dengan masa kesengsaraan ini. Ciri-ciri 

utama pasal-pasal ini  yaitu  meterai-meterai, sangkakala- 

sangkakala, serta bokor-bokor yang kesemuanya merupakan hu­

kuman yang berasal dari sorga. Semuanya merupakan pencurahan 

murka Allah ke atas bumi yang terkutuk akibat dosa.

172 Mounce, The Book of Revelation, hal. 120.

saat  Allah siap untuk menghukum Sodom dan Gomora, Ia 

mengeluarkan Lot dan keluarganya dari kota itu terlebih dahulu, 

Abraham berusaha membujuk Allah untuk menyelamatkan kota ter­

Saat Kedatangan-Nya: Sebelum Masa Kesengsaraan 579

sebut bila Ia menemukan sepuluh orang yang benar di dalamnya; 

rupanya Abraham tidak menganggap perlu untuk meminta Allah 

menyingkirkan Lot dari kota itu seandainya Ia tidak menemukan 

sepuluh orang benar. Namun Allah tidak akan "melenyapkan orang 

benar bersama-sama dengan orang fasik" (Kejadian 18:23), karena 

itu Ia membawa Lot keluar sebelum Ia menurunkan hujan belerang 

dan api ke atas kota-kota Lembah Yordan itu (Kejadian 19:12-25). 

Petrus memakai peristiwa ini untuk membuktikan bahwa 'Tuhan 

tahu menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan [istilah 

"pencobaan" yang dipakai sama dengan yang ada di Wahyu 3:10] 

dan tahu menyimpan orang-orang jahat untuk disiksa pada hari 

penghakiman" (II Petrus 2:9). Demikian pula halnya dengan Nuh: 

saat  Allah siap untuk membinasakan bumi dengan air bah, Ia 

membebaskan Nuh dan keluarganya dari musibah ini .

C. PERBEDAAN ANTARA ISRAEL DENGAN GEREJA

Tanpa pembahasan yang panjang lebar tentang aspek ini dalam 

wahyu alkitabiah, kita melihat bahwa gereja dan Israel merupakan 

dua wujud yang berbeda. Kenyataan ini dapat dilihat dari beberapa 

hal. (1) Pada masa lalu Allah terutama berurusan dengan Israel; 

sekarang Ia berurusan dengan gereja. Pada masa yang akan datang 

sekali lagi Ia berhubungan dengan Israel. Roma 11 mengajarkan 

bahwa Israel sebagai suatu bangsa telah dipatahkan supaya bangsa- 

bangsa bukan Yahudi dapat dicangkokkan ke dalam pohon zaitun 

sejati. Pada masa yang akan datang Israel akan dicangkokkan kem­

bali ke dalamnya (lihat Kisah 15:16-18; Roma 15:8-12). (2) Israel 

yaitu  suatu bangsa; gereja yaitu  sekelompok orang yang 

dipanggil keluar dari antara berbagai bangsa. (3) Ketujuh puluh 

minggu Daniel hanya berhubungan dengan Israel (Daniel 9:24), 

sedangkan gereja termasuk dalam jangka waktu antara minggu 

keenam puluh sembilan dengan minggu ketujuh puluh. (4) Kristus 

akan kembali ke Israel untuk mendirikan kerajaan; sedangkan Ia 

akan kembali untuk gereja agar dapat mengangkat gereja untuk 

tinggal bersama-sama dengan Dia. Dan (5) Perjanjian-perjanjian 

yang agung dari Perjanjian Lama dibuat dengan Abraham dan 

keturunannya, Israel (Kejadian 12:1-3; II Samuel 7:11-16; Yeremia 

31:31-34); gereja hanya ikut menikmati berkat-berkat rohaninya dan 

580 Eskatologi

belum menikmati berkat-berkat jasmaninya (Roma 4:11; I Korintus 

11:25; II Korintus 3:6; Ibrani 10:16, 17). Penggenapan fisik yang 

harfiah dari perjanjian-perjanjian ini  baru akan terjadi pada 

zaman kerajaan seribu tahun. Perbedaan-perbedaan di atas dan per­

bedaan-perbedaan lainnya lagi di antara gereja dengan Israel 

menunjukkan bahwa Allah mempunyai program yang berbeda 

untuk masing-masing. Program Allah di bumi untuk gereja akan 

berakhir saat  kita diangkat ke udara bersama-sama dengan Dia. 

Peristiwa ini akan menandakan permulaan hubungan baru Allah 

dengan Israel, sebagaimana halnya penolakan Israel pada zaman 

Perjanjian Baru menandakan permulaan umat Allah yang baru yang 

dinamakan Gereja, yaitu tubuh Kristus.

D. TUGAS PELAYANAN ROH KUDUS SEBAGAI PENAHAN

Paulus menulis bahwa rahasia kedurhakaan sudah mulai bekerja 

pada zamannya, namun karena "apa yang menahan dia" dan "yang 

menahannya" itu masih ada maka si pendurhaka itu belum lagi 

menyatakan dirinya (II Tesalonika 2:3-7). Akan namun , Paulus 

menambahkan bahwa yang menahannya itu akan disingkirkan dan 

pada waktu itulah si pendurhaka akan menyatakan dirinya (ayat 7, 

8). Sebagaimana Roh Kudus pada zaman sebelum air bah "berban­

tah-bantah" dengan manusia (Kejadian 6:3, Terj. Lama), demikian 

pula sekarang ini Ia berjuang menahan perkembangan penuh kedur­

hakaan. Akan namun , sebagaimana pada zaman dahulu Roh Kudus 

berhenti berbantah-bantah dengan manusia, maka sekali lagi Ia akan 

berhenti menahan mereka. Hal ini akan dilakukan-Nya saat  Ia 

disingkirkan. Roh Kudus memiliki tugas khusus untuk membentuk 

dan mendiami gereja Kristus. Ia datang untuk tujuan ini  pada 

hari Pentakosta dan Ia akan melaksanakan pekerjaan itu sampai 

gereja telah selesai dibentuk. Setelah itu, dalam arti kata terbatas, 

Roh Kudus akan ditarik bersama dengan gereja. Karena Roh Kudus 

itu mahahadir, maka penarikan diri itu lebih banyak menyangkut 

penarikan pelayanan-Nya dan bukan pribadi-Nya. Tidaklah sulit 

untuk mengerti bahwa bila campur tangan Roh Kudus ditarik, 

kefasikan akan berkembang dengan pesat dan si pendurhaka akan 

muncul di tengah-tengah manusia. Gereja merupakan alat yang 

dipakai oleh Roh Kudus untuk menahan berkembangnya kejahatan.

Saat Kedatangan-Nya: Sebelum Masa Kesengsaraan 581

saat  terjadi Keangkatan Gereja, tidak ada satu orang percaya pun 

yang tinggal, dan pelayanan Roh Kudus untuk menahan perkem­

bangan kejahatan akan berhenti.

E. PERLU JARAK WAKTU ANTARA KEANGKATAN GEREJA 

DAN PENYATAAN DIRI KRISTUS

Golongan pasca-masa kesengsaraan pada umumnya berpandangan 

bahwa orang-orang yang telah diselamatkan akan diangkat untuk 

bertemu dengan Kristus saat  Ia turun dari sorga, namun  mereka 

akan segera kembali ke bumi bersama-sama Tuhan. Mereka me­

nolak adanya jarak waktu tertentu di antara kedatangan Kristus di 

udara dan kedatangan-Nya ke bumi.173 Namun, penelitian yang cer­

mat akan Alkitab menunjukkan bahwa di antara kedua peristiwa 

kedatangan ini  ada paling sedikit dua hal yang harus terjadi: 

penghakiman orang-orang percaya dan Perjamuan Kawin Anak 

Domba. Paulus menulis, "Sebab kita semua hams menghadap takhta 

pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut 

diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, 

baik ataupun jahat" (II Korintus 5:10; band. Yohanes 5:22; Roma 

14:10). Orang percaya akan dihakimi untuk mengetahui dengan 

pasti apakah ia layak atau tidak untuk menerima pahala, dan bila 

ia layak menerima pahala, berapa besarnya pahala ini  (I Korin­

tus 3:12-15). Jelas bahwa Tuhan akan memanggil para hamba-Nya 

agar di bawah empat mata Ia dapat menilai pekerjaan mereka 

(Lukas 19:15; II Korintus 5:10). Hal ini memang perlu karena saat  

orang-orang percaya kembali ke bumi bersama-sama dengan Kris­

tus, mereka dengan segera mengambil bagian dalam memerintah 

bumi (Wahyu 2:26; 19:14, 19; 20:4). Semua ini jelas. Selain dari 

takhta penghakiman Kristus juga ada Perjamuan Kawin Anak 

Domba Allah. Wahyu 19:1-10 menyatakan bahwa peristiwa itu ter­

jadi di sorga; dalam ayat 11 sorga terbuka dan nampaklah Kristus 

dan orang-orang saleh-Nya turun ke bumi. Perjamuan Kawin di­

sebut dalam ayat 7-9, karena itu terjadi di sorga. saat  Tuhan 

Yesus kembali ke bumi bersama dengan pengantin-Nya, pasti ada 

173 Suatu penelitian yang bagus sekali tentang paham pasca-masa kesengsaraan dapat 

ditemukan dalam The Church and the Tribulation oleh Robert Gundry, seorang 

yang terkemuka dalam aliran pasca-masa kesengsaraan.

582 Eskatologi

perayaan di bumi dan juga dengan semua orang tebusan dari segala 

abad. Kedua peristiwa ini, penghakiman orang percaya dan Per­

jamuan Kawin Anak Domba Allah, hams terjadi sebelum Kristus 

datang untuk mendirikan kerajaan-Nya. Jelas sekali, peristiwa-peris­

tiwa ini tidak membutuhkan tujuh tahun penuh, namun membutuh­

kan jangka waktu tertentu.

Di samping kegiatan-kegiatan yang terjadi di sorga, di atas bumi 

pun terjadi berbagai perkembangan sebagai persiapan untuk 

kerajaan seribu tahun. Allah akan mempersiapkan sekelompok 

o