Tampilkan postingan dengan label teori gereja 2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teori gereja 2. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Juli 2026

teori gereja 2


T idak saling

bertentangan.

Hasil dari Konsili   Internasional   Inerensi   Alkitab   menyatakan   demikian,

―Sebagai yang diberikan Allah secara utuh dan menyeluruh, Kitab Suci yaitu 

tanpa salah atau kekeliruan dalam seluruh pengajarannya, baik yang

menyatakan tentang tindakan Allah dalam penciptaan, tentang berbagai

peristiwa sejarah dunia, dan tentang nilai sastranya sendiri, maupun dalam

kesaksiannya tentang  anugerah  Allah yang  menyelamatkan dalam  kehidupan

setiap  pribadi.  Jadi  inerensi  berarti,  ―saat   semua  fakta  diketahui,  Alkitab

dalam naskah aslinya dan yang kemudian ditafsirkan dengan benar dinyatakan

seluruhnya benar dalam apapun yang diajarkan, baik menyangkut doktrin,

sejarah, ilmu pengetahuan, geografi, geologi, atau disiplin ilmu lainnya.‖

b. Pentingnya Inerensi. Sangat penting bagi orang Kristen memegang kepercayaan

bahwa Alkitab  seluruhnya yaitu   tidak  keliru  sebab  Alkitab  yaitu   Firman

yang datang dari Allah sendiri, yang yaitu  sempurna dan tidak berdusta. Kalau

tidak mempercayai ketidakkeliruan Alkitab maka kewibawaan Alkitab pun sulit

dipertahankan, sebab  berarti kita tidak dapat mempercayai Allah sepenuhnya.

c. Dasar penerimaan ineransi. Penerimaan inerensi bukan berdasar  akan

kemampuan manusia dalam menilai Alkitab, namun berdasar  keyakinan

bahwa:

1) Allah  yaitu   kebenaran.  Oleh  sebab   itu  segala  sesuatu  yang difirmankan

Allah yaitu  benar.

2) Allah tidak pernah berdusta, jadi apa yang dikatakanNya pasti benar. Ibr

6:18; 2 Tim 2:13

3) Alkitab sendiri menyebut diriNya sempurna (Maz 19:8) murni (Maz 19:9):

tepat (Maz 19:9); benar (Maz 119:43), kekal (Maz 119:89; Mat 24:34).

4) Percaya bahwa Roh Kudus memberikan pengawasan penuh kepada penulis

penulisnya, sehingga penulis-penulis menuliskannya dengan benar, tanpa 

salah.

5) Ukuran   kebenaran Alkitab yaitu  "a-rasional", akal manusia bukanlah 

standard ukuran yang dipakai.

d. Bagaimana kalau tidak ada naskah aslinya? Memang diakui bahwa kita tidak

lagi memiliki naskah aslinya yang ada hanyalah salinan aslinya. Ada 3

macam/kategori dalam hal penyataan tertulis yang asli:

1) Penyataan asli (bukan salinan) yang telah selesai ditulis seluruhnya.

2) Penyataan salinan yang ditulis kembali sesuai dengan aslinya (disebut salinan

asli).

3) Alkitab, secara kanon, merupakan kesatuan organisasi yang tidak dapat

diambil dari konteks keseluruhan isi buku.

e. Teori Inerensi. Ada beberapa macam teori inerensi yang diajukan:

1) Full Inerancy (Ineransi penuh). Alkitab bukanlah kitab ilmiah ataupun

sejarah, oleh sebab  itu tidak dituntut ketepatan yang empiris. Dengan

mengerti konteks dan latar belakang budaya kemungkinan besar ketidak

tepatan belum tentu suatu kesalahan.

2) Absulute Inerancy (Ineransi mutlak). Semua data dalam Alkitab yaitu 

benar, termasuk hal-hal yang menyangkut kebenaran ilmiah dan sejarah.

Kebenaran Alkitab juga seharusnya dapat dibuktikan dari semua sudut

termasuk ilmiah dan sejarah.

3) Limited Inerancy (Ineransi terbatas). Kebenaran Alkitab dapat dibuktikan

hanya  dari  segi  ajaran  doktrinnya  yang berhubungan dengan  keselamatan.

Kalau ada kesalahan data yang lain, tidak apa-apa sebab  itu tidak menjadi

kepentingan Alkitab.

4) Pandangan Reformator.  Pandangan inerensi  Alkitab tidak dapat  dipisahkan

dengan inspirasi. Kalau Firman Allah diberikan oleh Allah maka tidak

mungkin tunduk pada kekeliruan manusia. Memang diakui ada masalah-

masalah dalam Alkitab yang sampai sekarang belum dapat dipecahkan, tapi

hal  itu  belum cukup membuktikan  bahwa Alkitab  bersalah.  Kebenaran  ini

mencakup ajaran (doktrin),  pola hidup (etika), ataupun peristiwa- peristiwa

yang terjadi (sejarah).

3. Kejelasan (Perspicuity)

a. Pengertian/Definisi.  Kejelasan (perspicuity)69 Alkitab diartikan bahwa Alkitab

ditulis sedemikian rupa sehingga jelas maksud pemberitaan dan pengajaranNya,

sehingga dapat dimengerti  oleh setiap orang yang sungguh-sungguh membaca

dan mencari  pertolongan  Tuhan serta  bersedia  melakukan  Firman Tuhan itu.

Namun demikian  kejelasan  tidak  berarti  bahwa semua bagian  Alkitab  akan

dapat  dimengerti  dengan mudah.  Tidak juga berarti  bahwa setiap orang akan

mengertinya dengan benar. Tapi memang betul bahwa untuk mengerti isi

Alkitab dengan benar seseorang harus memiliki persyaratan moral dan rohani

tertentu (1Kor 2:14). Juga dapat terjadi seseorang mengerti lebih jelas dari yang

lain (2Pet 3:16). Jadi yang dimaksud dengan kejelasan yaitu  bahwa kepintaran

yang biasa saja, setiap orang tanpa intervensi seorang hamba Tuhan, bisa

mendapatkan poin utama dari hal-hal yang perlu dia ketahui. Kesulitan manusia

untuk  mengerti/menafsir isi  Alkitab  sering  kali  disebab kan  pikiran manusia

yang dibutakan oleh dosa, bukan sebab  kemampuan intelektual. (1Kor 1:18-

3:4; Ibr 5:14; 2Pet 3:5).

b. Bagaimana kita bisa mengerti atau menafsirkan isi Alkitab secara jelas, benar

dan tepat?

1) Hanya dengan penerangan Roh Kuduslah  manusia  dapat  mengerti  Firman

Tuhan dengan benar dan tepat Efe 3:4, 5; 1Kor 2:12, 13; Yoh 14:26; 16:13-

15; 2 Pet 1:21.

2) memiliki   motivasi  yang  benar,  tidak  untuk kesombongan,  keserakahan,

kepentingan diri sendiri dan tidak sebab  kurang iman (tidak percaya). Luk

24:25; 2Kor 4:3-4.

3) memiliki  pengetahuan dan ketrampilan yang cukup untuk menafsir.

Dengan menerapkan prinsip-prinsip menafsir yang sehat dan

mengembangkannya sebagai ketrampilan maka kita akan dapat menafsir

dengan baik. Alat-alat menafsir juga sangat mempengaruhi dalam

mendapatkan data yang lengkap.

4. Keperluan mutlak (Necessity)

1) Pengertian/Definisi. Keperluan mutlak Alkitab artinya Alkitab diperlukan secara

mutlak untuk mengenal Kristus, agar kita bisa diselamatkan. sebab  hanya

Alkitablah  yang memberitakan kebenaran  "kabar  baik" tentang  Kristus  (Rom

1:16). Penekanan di sini bukanlah keperluan untuk mengenal Allah dalam arti

keberadaan dan sifat-sifat umum Allah, dan hal-hal tentang moralitas (sebab  itu

sudah diberikan Allah dalam Penyataan Umum), namun  secara khusus keperluan

untuk keselamatan, untuk memelihara kehidupan rohani dan untuk mengetahui

kehendak Allah.

2) Bukti-bukti keperluan mutlak Alkitab. Roma 10:13-17: Untuk manusia bisa

diselamatkan, maka ia harus mendengar Firman Injil Yesus Kristus. Kis 4:12:

Tidak ada keselamatan di luar Kristus. 1Tim 2:5-6: Tidak ada Pengantara yang

lain selain Yesus Kristus, untuk menjadi Pendamai antara manusia dengan

Allah.

5. Kecukupan (Sufficiency)

a. Pengertian/Definisi.  Kecukupan Alkitab  diartikan  bahwa Alkitab  berisi  semua

Firman Allah yang dibutuhkan oleh orang percaya untuk keselamatannya dan

untuk hidup di dalam keselamatannya, sehingga tidak diperlukan lagi tambahan

"penyataan" lain di luar Alkitab. Dengan demikian kita percaya bahwa Alkitab

yaitu  cukup sebagai satu- satunya sumber Firman Allah yang diperlukan oleh

manusia untuk selamat dan hidup dalam keselamatannya.

b. Bukti-bukti  kecukupan Alkitab dalam Alkitab 2 Tim 3:15-17 Yak 1:18 1 Pet

1:23 Wah 22:18,19

6. Tidak pernah gagal dalam maksudnya (Efficacy)

a. Pengertian/Definisi. Maksud dan tujuan Alkitab yaitu  memberikan berita

tentang Allah dan rencana keselamatanNya kepada manusia. Dalam

menyampaikan beritanya ini Alkitab tidak pernah gagal mencapai maksudnya,

baik untuk orang yang menerima keselamatan atau pun untuk mereka yang

menolak. Untuk orang yang diselamatkan Firman Allah memberikan damai

sejahtera dan hidup yang kekal, untuk orang yang menolak FirmanNya, Allah

menyatakan keadilanNya dengan menghukum mereka ke dalam nyala api

selama-lamanya.

b. Bukti-bukti dalam Alkitab Yes 55:11 Firman Allah tidak pernah kembali dengan

sia-sia.

7. Kesatuan (Unity)

a. Pengertian/Definisi. Alkitab memiliki  satu kesatuan isi dan berita, yaitu Allah

yg menyatakan diri kepada manusia umat pilihanNya dalam diri Tuhan Yesus

Kristus.

b. Alkitab yaitu  "unik". Kesatuan Alkitab itu menunjukkan bahwa Alkitab yaitu 

lain dari pada kitab-kitab yang lain; sangat unik. Mengapa? Berikut ini yaitu 

daftar yang membuktikan bahwa Alkitab yaitu  sangat unik.

1) Satu-satunya kitab yang ditulis dalam jangka waktu 1600 tahun dan

melibatkan kisah dari 60 generasi.

2) Ditulis oleh  kurang  lebih  40 penulis  dari  berbagai kalangan  (raja, nabi,

nelayan, penulis puisi, orang  kaya, petani, ahli filsafat, negarawan, ahli

politik, gembala, militer, dokter etc.).

3) Ditulis di tempat-tempat yang berbeda (dipenjara, dipandang belantara,

dibukit, diistana, dipulau terpencil etc.).

4) Ditulis  dalam jaman dan waktu, tempat (3 benua) dan keadaan yang

berbeda-beda.

5) Ditulis dalam 3 macam bahasa (Ibrani, Aramaic, Yunani).

6) Buku yang paling jujur menceritakan semua kebaikan dan kejelekan sifat

manusia.

7) Buku yang berisi nubuatan dan yang kebenaran nubuatannya sudah

terbukti.

8) Alkitab juga yaitu  buku yang dapat bertahan melalui waktu,

penganiayaan, kritikan, pengerusakan dll.

9) Alkitab  yaitu  buku  pertama yang  diterjemahkan  berulang-ulang, dalam

jumlah bahasa yang terbanyak,  dan sudah disebarkan ke seluruh penjuru

dunia.

10) memiliki  pengaruh luar biasa, sebab  orang berdosa besarpun dapat

diubahkan menjadi orang yang baik dan berbudi.

I. Iluminasi

sebab  Alkitab dihembusi nafas Allah, maka ia memiliki  dimensi yang berbeda

dibandingkan karya tulis lain.  Dengan demikian orang yang membacanya membutuhkan

bantuan Allah dalam memahaminya (1 Kor. 2:11). Lagi pula, pikiran manusia yang

digelapkan dosa yang terus melekat takkan mampu memahami kebenaran-kebenaran

rohani (1 Kor. 2:14). Jadi karya iluminasi ini penting dalam memampukan manusia

memahami Firman Allah (bdk. Luk. 24:44-45).

1. Pengertian/Definisi

a. Arti etimologis. Kata "iluminasi" berasal dari bahasa Yunani photizo, artinya

"menerangi, memberi penerangan batin" Yoh 1:9; Luk 11:36; 1Kor 4:5; Efe 1:18

b. Definisi. Pekerjaan Roh Kudus yang membantu membukakan pikiran orang percaya

supaya mereka dapat mengerti dan mengaplikasikan Firman Allah itu (Alkitab)

dalam kehidupan mereka. 1Kor 2:14

2. Pentingnya Iluminasi

a. sebab  pikiran dan hati manusia masih ada dalam kegelapan. 1Kor 2:14; Efe

4:17,18

b. Sifat hati manusia yang bebal Yes 6:9-10; Kis 28:26

c. Melawan pekerjaan Setan 2 Kor 4:3-4

d. Pengaruh kuasa kedagingan 1 Kor 3:1-2; Ibr 5:12-14

3. Tujuan iluminasi yaitu  supaya manusia mengenal Allah dengan benar melalui

PenyataanNya,  sehingga manusia  mengerti  akan kehendak Tuhan bagi  manusia  dan

melakukan apa yang berkenan bagi Allah supaya hanya Allah saja yang ditinggikan dan

dimuliakan.

Bisa terjadi munculnya kebingungan antara iluminasi dengan penyataan dan

pengilhaman. Penjelasannya yaitu  demikian, mengacu pada Alkitab, penyataan

berhubungan dengan isinya, pengilhaman berkaitan dengan metode bagaimana isi itu

direkam, dan iluminasi berkaitan dengan makna rekaman ini . Pada saat diselamatkan,

orang percaya didiami Roh Kudus yang kemudian mengambil kebenaran Allah dan

menyatakannya kepada orang percaya (iluminasi - I Kor. 2:9-13). sebab  hanya Allah yang

mengenal hal-hal yang dari Allah, penting bagi Roh Kudus untuk menginstruksikan

manusia. Pekerjaan Roh Kudus ini telah disampaikan oleh Yesus Kristus di kamar loteng

Yerusalem.  Yesus  menyatakan  bahwa Roh Kudus  akan  mengajar  mereka  (Yoh.  14:26),

memimpin mereka kepada seluruh kebenaran (Yoh. 16:13), dan mengungkapkan kebenaran

Allah kepada mereka (Yoh. 16:14, 15). Selanjutnya, Roh Kudus menjamah pikiran (Roma

12:2; Efs. 4:23; Kol. 1:9-10) dan hati atau kemauan (Kisah. 16:14; Efs 1:18).

VII. TEOLOGI PROPER : Pengajaran Tentang Allah

A. Pengertian

Definisi.  Teologi  Proper  yaitu   usaha  ilmiah  untuk  menyelidiki  hal-hal  yang dapat

diketahui mengenai Allah, keberadaan-keberadaanNya, kepribadianNya, sifat-sifatNya,

serta perbuatan-perbuatanNya

B. Problem pengetahuan manusia akan Allah

1. Allah tidak dapat diketahui dan dipahami sepenuhnya, sebab  pikiran manusia tidak

dapat  menjangkau kedalam pengertian  sepenuhnya tentang Allah (Ayub 11:7-11;

Yes 48:18; Yes 55:8-9).

2. Allah dapat dikenal oleh manusia (Yoh. 14:7; 17:3; 1 Yoh 5:20)

C. Ciri-ciri Pengenalan Akan Allah

Pengetahuan akan Allah dapat digolongkan dalam hubungan dengan sumbernya, isinya,

dan maksudnya.

1. Sumbernya:  Allah yaitu  sumber pengenalan  kita  tentang Dia.  Semua kebenaran

yaitu  kebenaran Allah. Jika Allah memperkenalkan dan menyatakan diriNya maka

manusia  dapat  mengenalNya  secara  benar.  Kebenaran  Allah  itu  telah  dinyatakan

melalui Kristus dan para rasul-rasulNya (Yoh.1:18; 14:7). Juga janji Kristus tentang

datangnya Roh Kudus untuk mengungkapkan kebenaran. Agar orang percaya dapat

memahami dan mengenal Allah dengan benar. (Yoh 16:13-15; Kis. 1:8).

2. Isinya:  pengenalan  akan Allah didasarkan pada  fakta-fakta  dan hubungan pribadi

dengan-Nya. Mengetahui fakta-fakta tentang  sesorang  tanpa  mengenalnya secara

pribadi yaitu  terbatas; sebaliknya mengenal seseorang tanpa mengetahu fakta-

faktanya yaitu  dangkal. sebab  itu pengetahuan teologia harus memperdalam

hubungan kita  dengan Dia yang pada giliranya menambah kerinduan kita untuk

lebih mengenal Dia.

3. Maksudnya: (i) menuntun orang untuk memiliki hidup yang kekal (Yoh 17:3; 1 Tim

2:4). (ii) membantu perkembangan pertumbuhan Kristen (2 Ptr. 3:18) dengan

pengetahuan yang bersifat pengajaran (Yoh 7:17; Rm 6:9,16; Ef. 1:18). Dan dengan

pola  hidup yang  berbeda  (Filp.  1:9-10;  2  Ptr  1:5).  (iii)  memperingatkan  tentang

hukuman yang akan datang (Hos 4:6; Ibr. 10:26-27). (iv) menimbulkan

penyembahan yang benar akan Allah (Rm 11:33-36).

D. Prasyarat Pengetahuan Tentang Allah

1. Allahlah yang  mengambil inisiatif untuk menyatakan diriNya sehingga manusia

dapat mengenalNya, tanpa itu tidak ada jalan manusia dapat mengenal Allah.

2. Allah memberikan bahasa untuk berkomunikasi. Allah merencanakan dan

memberikan bahasa kepada manusia pertama (Kej. 1:28-30) supaya manusia dapat

berkomunikasi dengan Dia (Kej. 3:8-13).

3. Allah menciptakan manusia  menurut  gambarNya, sebab  itu  manusia  memiliki 

akal/ intelegensia sehingga dapat mengerti arti dari kata-kata, logika dari kalimat-

kalimat dan ungkapan-ungkapan.

4. Allah memberikan Roh Kudus, kepada orang-orang percaya guna menyatakan

perkara-perkara dari Allah (Yoh 16:13-15;  1 Kor 2:10).

E. Teori-teori Sekuler Tentang Allah

1. Deisme Pandangan yang mengatakan bahwa dunia ini yaitu  mekanisme yang bisa

mengatur dirinya sendiri dan Allah meninggalkannya segera setelah Ia

menciptakannya dan membiarkannya berkembang sendiri.

2. Atheisme Penyangkalan akan kenyataan adanya Allah.

3. Skeptisisme Keraguan kenyataan akan adanya Allah (tidak percaya).

4. Agnostisisme Paham yang menyangkal bahwa Allah itu bisa dikenal/dimengerti.

5. Pantheisme Kepercayaan bahwa "segala sesuatu yaitu  allah", dalam imanensi allah

yaitu  sedemikian rupa dalam ciptaannya sehingga ia tidak mungkin terpisahkan

dari segala ciptaannya itu.

6. Polytheisme Paham yang mengakui ada banyak allah.

7. Monotheisme Paham yang mengakui hanya pada satu Allah

F. Hakekat dan Keberadaan Allah

1. Hakekat.

Hakekat dan Zat praktis sinonim bila dikenakan kepada Allah. Kedua kata ini dapat

diartikan  sebagai  ‗yang melandasi  semua perwujudan keluar‗.  Dengan kata  lain,

hakikat atau zat keduanya yaitu  dasar bagi semua sifat-sifat Allah.

a. Allah itu Roh. Allah merupakan zat namun  bukan zat bendawi melainkan rohani.

Tuhan Yesus mengatakan: ―Allah  itu Roh‖ (Yoh 4:24).  Artinya:

1) Allah itu tidak berbadan dan tidak berwujud (Luk 24:39). Kalau Allah yaitu 

Roh, maka Ia pasti  tidak berbadan dan tidak berwujud. sebab  itu  hukum

kedua dari sepuluh hukum melarang segala jenis patung atau gambaran,

dilandasi oleh keadaan atau hakekat Allah (Kel 20:4). Demikian juga

pelarangan penyembahan berhala (Im 28:1; Ul 16:24). Meskipun demikian,

di dalam Alkitab dijelaskan suatu penggambaran Allah seperti manusia (yang

memiliki alat-alat tubuh). Ini merupakan penggambaran antropmorpisme dan

gambaran-gambaran simbolis yang dipakai untuk membuat Allah nyata dan

juga mengungkapkan berbagai minat, kuasa dan kegiatanNya.

2) Allah itu tidak dapat dilihat. Orang-orang Israel tidak dapat melihat sesuatu

rupa saat  Allah menampakkan diri di gunung Horeb (Kel. 33:20; Yoh 1:18;

1 Tim 1:17). Namun suatu hari nanti, orang-orang yang ditebus akan melihat

Allah (Maz 17:15; 5:8; Ibr. 12:13; Why 22:4). Memang Alkitab juga

menyatakan ada orang-orang tertentu dimana Allah menampakkan diri

kepada mereka, istilah ini disebut dengan theophani, yang merupakan

gambaran kemuliaan Allah biasanya melalui malaikat Tuhan.

b. Allah itu hidup (Yos 3:10; 1 Sam 17:26; Mzm 84:3; I Tim 3: 15; Why 7:2). Jika

Allah  hidup itu  berarti Allah  memiliki perasaan,  kuasa,  dan  kegiatan (Mzm

115:3). Allah juga merupakan sumber dan pemelihara segenap kehidupan yang

ada (Mzm 36:10; Yoh 5:26) dan kemauan (Kej 3:15; Yoh 5:38).

c. Allah itu Pribadi. Ada tiga tanda yang harus dimiliki oleh seorang pribadi:

kesadaran diri,  kemampuan untuk membuat  keputusan sendiri,  dan kesadaran

moral.

2. Keberadaan Allah

a. Bukti Alkitab

Manusia sudah memiliki  kesadaran di dalam dirinya tentang keberadaan

Allah (meskipun hanya samar-samar), namun  menolak kesaksian ini. Tugas

orang Kristen yaitu  menghadapkan orang bukan Kristen dengan Allah, bukan

untuk mempertimbangkan perkiraan bahwa mungkin Allah ada. Orang berdosa

hanya dapat memperoleh pengetahuan sesungguhnya tentang Allah melalui

dilahirkan kembali oleh Roh Kudus pada waktu mereka mendengar Injil. Rom

1:18-32

b. Bentuk penyangkalan akan keberadaan Allah

1) Penyangkalan mutlak (Atheis) Mereka yang menyangkal keberadaan Allah

digolongkan menjadi 2 kategori:

   Atheis teoritis/sejati Orang-orang yang mendasarkan penyangkalannya

kepada Tuhan atas suatu proses pemikiran. 2Ko 4:4, 5, 1Ko 1:21

   Atheis  praktis Orang-orang yang tak bertuhan, yang dalam hidup

sehari-harinya tidak mengindahkan Tuhan. Maz 14:1, Maz 10:4b; Efe

2:12

2) Konsep-konsep kontemporer yang salah

   Allah yang imanen saja

   Allah yang transenden saja

   Allah yang terbatas

   Allah yang tidak berpribadi

   Allah sebagai suatu ide abstrak semata (proyeksi pikiran manusia).

c. Argumentasi rasional tentang keberadaan Allah

1) Kosmologi (sebab-akibat). Pandangan ini yaitu  pernyataan klasik yang

dibuat oleh Thomas Aguinas.

   keberadaan dunia memerlukan oknum tertinggi (tidak terbatas) yang

memicu  keberadaanNya itu.

   Setiap kejadian selalu ada sebabnya, yang juga pada gilirannya

memiliki   sebab dan seterusnya  sampai  pada sebab yang  pertama

yaitu Allah.

2) Teleologi, perluasan dari argumen kosmologis, yang sebenarnya yaitu 

pandangan purba yang masuk ke dunia barat melalui Plato. Digambarkan

dengan analogi  jam yang ditemukan di atas  tanah,  tidak mungkin terjadi

secara kebetulan saja, pasti ada seorang ahli yang pintar yang membuat jam

itu. Begitu pula dengan semesta alam, diciptakan oleh seorang Perencana

Agung.

3) Moral/Antropologis. Imanuel Kant yang mempertahankan argumen ini.

Kesadaran manusia akan adanya kebaikan yang Tertinggi, Allah yaitu 

"landasan" kehidupan moral, sebagai nilai transenden, yang hanya dimiliki

oleh Allah.

4) Ontologi. Pandangan klasik yang diberikan oleh Anselmus, bahwa manusia

memiliki   ide  tentang  adanya  suatu  keberadaan  yang  sempurna  secara

mutlak, maka yang mutlak itu harus ada.

5) Historis/Etnologis. Adanya perasaan tentang yang ilahi yang bersifat

universal dari sifat dasar manusia sehingga mengharuskan akan adanya

keberadaan yang Maha Tinggi.

   Pendekatan yang dilakukan oleh kaum tradisionil => "teosentris".

   Pengaruh schleiermacher => "antroposentris"

   Ada pendekatan lain lagi yang dipakai oleh Ritchl => "kristologis".

Alasan mengapa manusia memakai  pendekatan rasionil untuk

menemukan  kebenaran  tentang Allah Secara  teologis.  Manusia  biarpun sudah

jatuh ke dalam dosa, tetap merupakan makhluk yang diciptakan menurut rupa

dan gambar Allah,  yaitu  dengan akal  budi.  Oleh sebab itu  tidak sepenuhnya

Allah absen dari pikiran manusia sehingga penalaran manusia tentang dunia

29

boleh jadi merupakan jalan kepada Allah. Secara Alkitabiah, Paulus dan Tuhan

Yesus sering berdebat di depan umum yang memberikan pembelaan Injil

terhadap kritik rasional. Petrus dan Paulus sering menyebut  suara hati  orang

kafir  sebagai  tolok ukur sifat  moral  Kristen.  (Kis 19, Kis 17,  1Tim 3:7,  1Pet

3:16).  Secara  penginjilan  Ada  jurang yang  sangat  lebar antara  orang  Kristen

dengan orang yang belum percaya. Oleh sebab  itu sering harus ada jembatan

untuk membantu menghilangkan salah praduga bahwa untuk menjadi Kristen itu

harus  membunuh akal  budi  seseorang.  Secara  historis,  metode  rasional  sering

membantu banyak orang untuk menjadi Kristen.

G. Nama-Nama Allah

1. Nama Allah secara umum. Nama-nama Allah tidak diberikan oleh manusia sebab 

manusia  tidak  mengenal  Allah.  Allah  sendirilah  yang telah  rela  menyatakan  diri

kepada manusia supaya mereka mengenal Allah. Nama-nama Allah diberikan oleh

Allah sendiri sebagai penyataan Diri (nomen editum). Dengan demikian berarti

bahwa nama- nama Allah ini  merupakan manifestasi dari Allah sendiri, baik itu

sebagai penyataan akan sifat-sifat Allah atau hubungannya dengan manusia. Nama-

nama Allah yang dikenal manusia ada dalam banyak kata/ungkapan sebab  Pribadi

Allah tidak mungkin bisa diungkapkan hanya dengan satu nama/ungkapan sebutan

saja.

2. Arti Nama-Nama Allah dalam Alkitab Perjanjian Lama

a. YHWH = Yahweh. Musa yaitu  manusia pertama yang dikaruniai hak istimewa

untuk mengenal nama pribadi Allah. Sebelumnya nama Allah yang dikenal 

yaitu : Allah Abraham, Ishak, Yakub dan lain-lain; kepada Musa Tuhan 

menyatakan diri sebagai YaHWeH = "Aku yaitu  Aku" (Kel 3:15). Dalam 

Bahasa Ibrani: Ehyeh Asher Ehyeh = "Aku akan ada yang Aku ada." atau "Aku 

akan menjadi yang Aku akan menjadi." Nama ini menjadi nama yang 

sakral/agung. Hukum dalam Im 24:26 menjadi sangat ditakuti. sebab  begitu

takutnya orang Israel menyebut nama "YHWH" itu dengan salah maka mereka 

mengganti dengan "Adonai/Elohim" saat  membaca Alkitab orang Yahudi. 

YaHWeH = Nama diri (par exellence) yang hanya dipakai untuk Allah, dalam 

bentuk tunggal dan tak berartikel. Dipakai + 5321 kali dalam Perjanjian Lama.

Arti teologis:

1) Allah itu ada Yer 2:11; Yes 46:1-9; 1Ko 8:4-6.

2) Allah itu untuk kita. Kel 3:12

3) Allah itu tidak berubah Yes 43:10-11; 48:12; Ibr 13:8

4) Allah itu kekal Yes 40:28

5) Allah itu akan ada selamanya Yes 46:13; 56:6-7; 60:3; 2:1-4; Wah 22:3-5;

22:20

Nama-nama gabungan yang dipakai dalam bentuk majemuk

1) YHWH -- Yireh (Kej 22:14) Arti: Tuhan menyediakan

2) YHWH -- Nissi (Kel 17:15) Arti: Tuhan yaitu  panji-panjiku

3) YHWH -- Shalom (Hak 6:24) Arti: Tuhan itu damai sejahtera

4) YHWH -- Sabbaoth (1Sa 1:3) Arti: Tuhan semesta alam

5) YHWH -- Makkaadeshkem (Kel 31:13) Arti: Tuhan yang menguduskan

6) YHWH -- Roi (Maz 23:1) Arti: Tuhan yaitu  gembalaku

7) YHWH -- Tsidkenu (Yer 23:1) Arti: Tuhan yaitu  keadilan kita

8) YHWH -- Shammah (Yeh 48:35) Arti: Tuhan hadir disitu

9) YHWH -- Elohim-Israel (Hak 5:3; Yes 17:6) Arti: Tuhan, Allah Israel.

30

b. Adonai. Adonai berarti "Tuan" dalam bentuk tunggal; seperti yang dipakai

sebagai tuan yang berhak terhadap budak-budak jaman dahulu. Dalam bentuk

jamak sama dengan Elohim. Kata ini menunjukkan suatu otoritas mutlak bahwa

Allahlah yang memiliki Israel/umat-Nya. (Kej. 19:2; 40:1; 1 Sam 1:15)

c. El,  Elohim,  dan Elyon Elohim yaitu  nama jenis  dan berarti  Allah.  Ula 6:4:

"YHWH yaitu  Elohim, YHWH itu Esa."  Elohim (Bentuk tunggal:  "Eloah")

mungkin berasal dari "alah" artinya dilingkupi ketakutan. El dari kata "ul",

artinya kuat dan berkuasa. Elyon diturunkan dari kata "alah" juga, artinya ke

atas atau ditinggikan. Digunakan sebanyak 2570 x dalam PL, dan kira-kira

sebanyak 2310 x dari pemakaian  itu untuk Allah yang benar.

1) Nama ini berhubungan dengan kedaulatan-Nya.   Yes 54:5 menyebut

―Allah seluruh bumi

2) Nama ini berkaitan dengan karya-Nya dalam penciptaan (Kej.1:1; Yes

45:18; Yun 1:9).

3) Nama ini berkaitan dengan penghakimanNya (Maz 50:6; 58:11)

d. Nama-nama gabungan

1) El-Shaddai (Kej 17:1; 28:3; 35:11; Kel 6:3; Maz 91:1-2) Arti: Allah yang

maha kuasa yang sedang berdiri seperti gunung --> kuat, teguh, tidak

goyah.

2) El-Elyon (Kej 14:19) Arti: Allah yang maha tinggi; kedaulatanNya.

3) El-Olam (Kej 21:33, Maz 100:5; 103:17) Arti: Allah yang kekal -- Tidak

berubah

4) El-Roi (Kej 16:13) Arti: Allah yang melihat

3. Arti nama-nama Allah dalam Perjanjian Baru

a. Theos. Bentuk yang setara dengan Elohim dalam PL (dipakai juga untuk allah

orang kafir). Dalam pemakaian PB, Theos memiliki arti:

1) Ia satu-satunya Allah yang benar dan Esa. Mat 23:9; Rom 3:30; 1Kor 8:4,6;

Gal 3:20; 1Tim 2:5

2) Ia unik Yang benar, yang kudus, yang bijaksana. 1Tim 1:17; Yoh 17:3; Wah 

15:4; Rom 16:27; Mat 6:24

3) Ia Transenden Pencipta, pemelihara alam semesta Kis 17:24; Ibr 3:4; Wah

10:6

4) Ia Juruselamat mengutus Anak-Nya menjadi Penebus. 1Tim 1:1; 2:3; 4:10;

Tit 1:3; 2:13; 3:4; Yoh 3:16

5) Kristus dalam beberapa nats PB disebut sebagai Allah (Yoh 1:1,18;Tit

2:13;Rom 9:5)

b. Kurios/Kyrios.  Nama eksplisit  Allah,  seperti  YHWH dalam Perjanjian  Lama,

artinya: "Alfa & Omega"; "Yang dulu ada, Yang sekarang ada dan Yang akan

tetap ada"; "Yang awal dan Yang akhir" (Wah 1:4, 8, 17; 2:8; 21:6; 22:13) arti

kata  ini  menekankan  supremasi  (otoritas) sebagai  Tuan (Yoh 4:11),  Pemilik

(Luk 19:33), Majikan (Kol.3:22) dan juga Suami (1Pet 3:6) atau berhala-berhala

(1Kor 8:5). Dipakai dalam PB sebanyak 717 kali,  kebanyakan terdapat dalam

surat-surat  Paulus (275 kali)  dan Injil  Lukas  (210 kali),  mengingat  keduanya

menulis  kepada orang-orang Gerika. Pada waktu sebutan ini  digunakan untuk

Allah sebagai Kurios, hal ini menekankan pada:

1) Karya-Nya sebagai pencipta

2) Kuasa-Nya yang dinyatakan dalam sejarah

3) Penguasaan-Nya terhadap alam semesta secara adil

31

Berhubungan dengan Allah, maka arti kata ini yaitu  menyatakan kuasa- Nya

dalam sejarah, dalam alam semesta dan kekhalikkan-Nya. Kristus disebut

sebagai  Kurios = Tuhan, juga Rabbi  atau Tuan (Mat 8:6)  Pernyataan Tomas,

"Tuhan dan Allahku" (Yoh 20:28). Yesus disebut dengan kesetaraan Allah

Perjanjian Lama oleh orang-orang Kristen mula-mula.

c. Bapa/Pater. Allah juga disebut dengan nama Bapa dalam PB. Terdapat sebanyak

245 kali dalam PB (dalam PL 15 kali). Hal ini dihubungkan dengan sifat

hubungan antara Allah dan Bangsa Israel. Secara teokratis ini memberikan

penyataan bagaimana Allah berdiri bagi Israel. Dalam PB terdapat dalam 1Kor

8:6, Efe 3:15; Ibr 12:9; Yak 1:18. Dalam pengertian Trinitarian, ungkapan ini

menunjukkan hubungan antara Allah Anak (Yesus) dan Allah Bapa. Dalam hal

ini memberikan pengertian bahwa Allah berdiri bagi orang-orang percaya

sebagai anak-anak rohani-Nya.

H. Atribut-Atribut Allah

1. Istilah "atribut" . Artinya yaitu  "yang melekat" atau "dimiliki."

2. Cara menentukan atribut-atribut Allah

a. Cara causalitas (sebab-akibat) Mencari akibat-akibat yang ada di dunia ini

b. Cara negasi (penyangkalan) Menyingkirkan segala ketidak sempurnaan yang ada

pada ciptaanNya.

c. Cara eminen (meninggikan) Memberikan kesempurnaan pada Allah setinggi- 

tingginya.

d. Cara penyataan (pewahyuan) Sesuai dengan Firman Allah; Hanya Allah yang

berhak memberi penjelasan akan sifat-sifatNya.

3. Pembagian Atribut-atribut Allah

a. Atribut/Sifat-sifat unik (incommunicable-sifat yang tidak dikomunikasikan)

Atribut Allah yang tidak dimiliki oleh mahluk ciptaanNya.

b. Ketidaktergantungan Allah, keberadaan Allah yang tidak tergantung pada

keberadaan lain

c. Ketidakberubahan Allah, Allah tidak berubah dan tetap sama selama-lamanya di

dalam keberadaan  dan kesempurnaanNya.  Demikian  juga  dalam maksud dan

janji-janjiNya.

d. Kekekalan Allah, Allah tidak memiliki  awal dan akhir.

e. Kemahahadiran Allah, Allah tidak memiliki  dimensi bentuk dan tempat

f. Kesatuan Allah. Allah tidak terbagi-bagi dalam bagian-bagian.

4. Atribut-atribut/Sifat-sifat yang tidak unik (communicable-sifat yang

dikomunikasikan) Atribut/sifat-sifat Allah yang juga dimiliki oleh mahluk

ciptaanNya; dalam batas-batas tertentu.

a. Keberadaan Allah - Spiritualitas Allah. Yoh 4:24: Allah yaitu  Roh dan Allah

juga tidak kelihatan.  (artinya:  esensi total  Allah;  dan semua hakekat  spiritual

Allah;)  tidak akan pernah dilihat oleh manusia;  namun demikian Allah masih

memperlihatkan DiriNya kepada kita melalui hal-hal yang kelihatan dan yang

diciptakan.

b. Atribut-atribut Mental/Intelektual

1) Kemahatahuan Allah Allah mengetahui  segala sesuatu tentang diriNya dan

juga segala sesuatu apapun dalam tindakan kekekalan. Allah mengetahui

segala  sesuatu  dan  mengenalnya  secara  sempurna,  mencakup  masa  waktu

lampau ataupun yang akan datang

32

2) Kebijaksanaan Allah Allah selalu memilih tujuan yang terbaik dan cara yang

terbaik untuk mencapai tujuan itu. Rom 16:27; 8:28; Ayub 9:4; 12:13 Maz

104:24; 1Kor 1:18-30.

3) Kebenaran dan kesetiaan Allah Allah yaitu  Yang Benar dan semua

pengetahuan kebenaranNya dan janji-janjiNya yaitu  benar dan menjadi

standard  akhir  dari  kebenaran. Yer  10:10-11; Yoh 17:3 1Yo 5:20; Ayub

37:16

c. Atribut-atribut Moral

1) Kebaikan Allah Allah yaitu  standard akhir/utama dari kebaikan, bahwa

semua hal tentang Dia dan perbuatannya yaitu  baik. Maz 100:5; 106:1-dst;

Maz 107:1-dst. Maz 34:8

2) Kasih Allah Allah dalam kekekalanNya memberikan DiriNya kepada orang

lain. 1Yo 4:8; 4:11; Rom 5:8 Yoh 3:16; 14:31; 17:24

3) Belas kasihan, Kemurahan, Kesabaran Allah Kebaikan Allah terhadap orang-

orang yang menanggung derita,  yang terhukum namun   Allah  sabar  dengan

menahan penghukuman yang seharusnya dijatuhkan sampai waktu yang

ditentukanNya. Kel 34:6; Maz 103:8 2Ko 1:3; Ibr 4:16; 2:17 Mat 5:7; 1Pe

5:10 Rom 2:4; 11:6

4) Kesucian  Allah  Allah  terpisah  dari  dosa  dan hanya Dia yang patut  untuk

disembah. Maz 24:3; Kel 20:11 Ibr 12:10-14; Zak 14:20-21

5) Kedamaian Allah Dalam hakekat DiriNya dan tindakan-tindakanNya Allah

sangat tertib, teratur dan terkontrol. 1Ko 14:33; Rom 8:6; 14:17; Yoh 14:27

6) Keadilan,  Kebenaran Allah Allah selalu bertindak sesuai dengan apa yang

benar dan Ia sendiri menjadi standard kebenaran itu. Ula 32:4; Ayu 40:2, 8;

Rom 9:20-21

7) Kecemburuan Allah Allah senantiasa melindungi kemuliaanNya. 2Ko 11:2;

1Ko 4:7 Yes 48:11; Wah 4:11 h) Kemurkaan Allah Allah membenci dosa.

Kel 32:9-10; Rom 1:18; 2; 5; 9 Efe 2:3; 1Te 1:10

d. Atribut-atribut Tujuan

1) Kebebasan Allah Allah bertindak sesuai dengan kehendakNya yang bebas.

Maz 115:3; Ams 21:1; Dan 4:35

2) Kemahakuasaan Allah Allah dapat melakukan segala sesuatu sesuai dengan

kehendakNya yang suci. Maz 24:8; Yer 32:27; 2Ko 6:18; Wah 1:8

e. Atribut-atribut lain

1) Kesempurnaan Allah Allah secara mutlak memiliki  semua kualitas

kesempurnaan dan tidak ada yang kekurangan dalam semua aspek kualitas

yang baik. Mat 5:48; Maz 18:30; Ula 32:4

2) Kemuliaan Allah Semua refleksi penyataan Allah tentang DiriNya yang

dipancarkan  oleh  semua mahluk  ciptaanNya.  Maz 24:10;  Yes 43:7; Yoh

17:5; Ibr 1:3; Wah 21:23

I. Tritunggal

1. Pengertian/definisi Salah satu doktrin yang paling penting dalam iman Kristen kita.

Definisi: Allah yang esa, yang ada secara kekal sebagai 3 Pribadi yaitu Allah Bapa

dan  Putra  dan  Roh  Kudus, yang masing-masing  pribadi  itu  penuh  sempurna  ke

Allahannya.

2. Bukti-bukti Alkitab Memang istilah Tritunggal tidak muncul dalam Alkitab, namun

demikian, ide dan prinsipnya ada di banyak tempat di Alkitab.

33

a. Perjanjian Lama memberikan penyataan yang tidak lengkap. Kej 1:26; 3:22;

11:7 Maz 45:6-7; 110:1 Yes 63:10; 48:16; 6:8 Mal 3:1-2 Hab 1:7

b. Perjanjian Baru memberikan konsep yang lengkap tentang Tritunggal. Mat 3:16-

17; 28:19 1Ko 12:4-6 2Ko 13:14 1Pe 1:2 Yud 20:21

3. Doktrin Tritunggal Dalam Sejarah

a. Sejak jaman Perjanjian Lama bangsa Yahudi selalu menekankan tentang Ke Esa-

an Allah dan konsep ini dibawa sampai abad-abad pertama masehi.

b. Pada abad 2, Tertulianus memformulasikan doktrin ini; tapi masih banyak

kekurangannya. (belum sempurna). Tertulianus (165M-220M) yaitu  orang

pertama yang menemukan istilah  "Trinity"  (Tritunggal).  Tertulianus  berusaha

untuk memberikan penjelasan yang alkitabiah tentang ajaran Tritunggal, sebab 

pada saat itu di gereja banyak tersebar pengajaran Monarkianisme. Ajaran sesat

Monarkianisme digolongkan menjadi 2:

1) Monarkianisme Dinamis (adoptionisme). Ajarannya: Yesus yaitu  manusia

biasa yang diadopsi oleh Allah dan diberikan kekuatan khusus pada saat Ia

dibaptis.

2) Monarkianisme Modalistis. Ajarannya: Allah yaitu  satu, namun  muncul

(tampil) kepada manusia dalam 3 mode (bentuk), yaitu Allah Bapa, Allah

Anak dan Allah Roh Kudus.

c. Arius (250M-336M) dari Aleksandria menentang ajaran Tritunggal. Ia tidak

setuju akan keAllahan Anak dan Roh Kudus, berdasar  Kol 1:15; Yoh 1:14;

Yoh 3:16. Di Konsili  Nicea (325M) ajaran Arian ini  ditentang habis-habisan

oleh Athanasius, demikian juga di Konsili Konstantinopel (381M). Perdebatan

yang paling utama yaitu  mengenai dua istilah yang dipakai untuk menjelaskan

tentang keAllahan Yesus dan Roh Kudus.

d. Subordinationisme yaitu  ajaran yang juga menyimpang dari Alkitab.  Mereka

mengakui keAllahan Anak dan Roh Kudus, namun  tetap lebih rendah keAllahan

Bapa.

e. Athanasius berjuang hampir 17 tahun untuk mengembalikan doktrin ini kepada

kebenaran Alkitab. Akhirnya dalam Konsili Konstantinopel (381M) Kaisar

Konstantin memihak kepada Athanasius. Athanasius memberikan pandangan

yang  sehat.  Kristus  dilahirkan  dari  Bapa  dan  memiliki   kesetaraan  dengan

Bapa,  tidak  bersubordinasi.  Namun demikian,  Athanasius  belum cukup  puas

sebab  kemenangannya hanyalah sebab  kekuatan kekuasaan Konstantin.

Setelah kaisar Konstantin digantikan oleh penggantinya, ternyata penggantinya

lebih memihak kepada kaum Arian.

f. Pada pertengahan abad 4,  seorang teolog dari  Kapadokia  (Asia Kecil  Timur)

memberikan  doktrin  Tritunggal  yang definitif  dan  mengalahkan  ajaran  aliran

Arianisme dan mempertahankan istilah homoousios.

g. Doktrin Tritunggal yang paling tuntas diformulasikan pada masa Agustinus

(354M-430M).  Ia  menulis  dalam bukunya "De Trinitate".  Allah  Bapa,  Allah

Anak dan Allah Roh Kudus tidak memiliki subordinasi, namun  kesetaraan. Satu

esensi Allah dengan 3 pribadi seperti apa yang diajarkan dalam Akitab.

h. Konsili Toledo (589M) menyelesaikan perdebatan tentang "filioque" (Latin),

yang artinya "dan Anak" berdasar  Yoh 14:26; Yoh 16:7; Yoh 15:26. Istilah

"filioque" ini tidak dicantumkan baik dalam Konsili 325M ataupun Konsili

381M. Baru ditambahkan dalam Sinode Toledo (589M).

i. Sesudah masa Reformasi,  Tokoh-tokoh Reformator, seperti Martin Luther dan

John Calvin tidak menolak doktrin Tritunggal versi Athanasius. Martin Luther

34

berkata bahwa doktrin Tritunggal harus diterima dengan iman, walaupun tidak

bisa dijelaskan  dengan tuntas,  sebab  ada  dalam  Alkitab. Sedangkan Calvin

menulis penjelasan tentang Tritunggal dalam bukunya Institutio.

j. Pandangan modern tentang Tritunggal bervariasi. namun  tidak ada hal yang baru

lagi. Semua kesalahan yang dilakukan oleh teolog-teolog modern sudah pernah

terjadi sebelumnya.

4. Isi doktrin Tritunggal. Memang untuk mengerti secara penuh doktrin ini yaitu  tidak

mungkin. Namun demikian, semua fakta-fakta dalam Alkitab dan kita dapat

menyimpulkan (mengerti kebenarannya) Pengajaran ini. Ada 3 pernyataan penting

dalam definisi Allah Tritunggal:

a. Allah yaitu  3 Pribadi (Bapa, Anak dan Roh Kudus).

Menyatakan bahwa Allah Bapa bukan Allah Anak Allah Anak bukan Allah Roh

Kudus, dan Allah Roh Kudus bukan Allah Bapa. Hal ini dinyatakan jelas dalam

Alkitab (Yoh 1:1-2; 1Yo 2:1; Ibr 7:25; Rom 8:27; Mat 28:19; Yoh 16:7).

Masing-masing pribadi Allah ini memiliki  kepribadian, kehendak, perasaan,

termasuk  juga  Roh Kudus.  Secara jelas dikatakan  Roh Kudus  bukan hanya

kuasa dan kekuatan namun   juga seorang Pribadi.  Jelas kelihatan dalam bahasa

Yunani, kata ganti orang Roh Kudus tidak diberikan gender netral,  kata ganti

orang.  Demikian  juga  kata  "Para kletos"  hanya dipakai  untuk pribadiiorang

(Yoh 14:26; 15:26).

b. Masing-masing Pribadi Allah itu yaitu  Allah yang sempurna.

1) Ke Allahan Bapa tidak terlalu sulit untuk diterima sebab  Alkitab jelas sekali

menyebutnya.

2) Ke Allahan Anak kadang diragukan, tapi bukti-bukti Alkitab jelas

menyebutnya. (Yoh 1:1, 6, 13, 18; Yoh 20:28; Ibr 1, 8; Kol 2:9; Yes 40:3).

Ada atribut-atribut personal tertentu yang dengannya 3 pribadi itu dibedakan:

Bapa - Pencipta Anak - Penebus Roh Kudus - Yang memberi kelahiran baru

3) Ke Allahan Roh Kudus juga disebutkan jelas dalam Alkitab (Mat. 28:19; Kis

5:3-4; 1Ko 3:6; Maz 139:7-8; 1Ko 2:10-1 l; Yoh 3:5- 7).

c. Mereka 3 Pribadi namun  Allah yang Esa; satu esensi

Ketiga Pribadi Allah ini tidak hanya satu dalam tujuan, tapi Mereka juga yaitu 

satu esensi dan satu hakekat. (Kel 6:4-5; 1Ra 8:60; Yes 45:4-6; 1Ti 2:5; Rom

3:30; Zak 2:9).

Kesimpulan:  Seluruh  esensi  yang  tidak  terbagi  dari  Allah,  secara  setara  dan

penuh dimiliki oleh ketiga Pribadi, namun  Ketiganya memiliki  kesatuan

mereka dalam satu esensi.

Subsistensi dan tindakan dari ke 3 Pribadi ditandai oleh satu tingkatan

yang jelas dan tertentu dan tidak saling mendahului.  Allah Putra secara kekal

diperanakkan oleh Bapa, Allah Roh Kudus keluar dari Allah Bapa dan Anak dari

kekekalan. Analogi Tritunggal :

1) Matematik: 1+1+1 = 3 1 x 1 x 1 = 1 ~ x ~ x ~ = ~

2) Alam: air - es – uap; matahari -- sinar – energi; akar - ranting – bantang;

awan -hujan - salju/es ; bunga - bau - warna

3) Psikologis: Intelektual - perasaan - kehendak

4) Jabatan : Bapa - sopir - anak

5) Jiwa - badan - roh.

5. Hubungan antara ketiga Pribadi Tritunggal

Ketiga Pribadi Allah Tritunggal memiliki  perbedaan dalam fungsi utamanya. 

Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memiliki  kesetaraan di dalam keAllahannya

namun  tidak didalam menjalankan fungsinya, sebab  Allah Bapa memegang

pimpinan tertinggi (sesuai dengan nama yang diberikan "Bapa"). Allah Bapa

memberikan ketetapan Allah Allah Anak menjalankan ketetapan Allah Allah Roh

Kudus menjaga dan memelihara akan pelaksanaan ketetapan Allah Dalam hal

keselamatan

a. Allah Bapa merencanakan dan mengirim Allah Anak ke dunia. Yoh 3:16; Gal

4:4; Efe 1:9-10

b. Allah Anak taat kepada Bapa dan melaksanakan penebusan.Yoh 6:38;Ibr 10:5-7

c. Allah Roh Kudus dikirim oleh Allah Bapa dan Anak untuk mengefektifkan

penebusan. Yoh 14:26; Yoh 16:7; Yoh 15:26. Ilustrasi hubungan antara ke tiga

Allah Tritunggal:

6. Pentingnya doktrin Tritunggal dalam iman Kristen

a. Doktrin  Keselamatan  akan mengalami kesulitan besar,  kalau kita  menolak  ke

Allahan Anak dan Roh Kudus

b. Doktrin pembenaran hanya melalui iman akan sulit diterima, kalau kita menolak

keAllahan Yesus dan Roh Kudus.

c. Kalau Yesus bukan Allah yang sejati, maka kita tidak bisa lagi menyembah Dia

seperti apa yang diperintahkan Alkitab.

d. Ketidaktergantungan Allah sulit dipercaya kalau ke tiga Pribadi Tritunggal

bukan Allah yang setara. Allah yang berpribadi membutuhkan pihak yang lain

untuk berhubungan.

7. Pernyataan Doktrinal

Pengakuan Iman Westminster (2.3) berkata: ―Di dalam Allah yang esa, terdapat

tiga Pribadi,  yang yaitu  tiga substansi,  kuasa dan kekekalan; Allah Bapa, Allah

Anak, dan Allah Roh Kudus. Bapa bukan dari apa pun, juga bukan diperanakkan

oleh siapa pun, juga bukan keluar dari apa pun; Anak diperanakkan dari Bapa sejak

kekekalan; Roh Kudus keluar dari Bapa ndan Anak sejak kekekalan.

Di dalam menjelaskan bagian ini, A.A Hodge berkata, ―setelah ditunjukkan

sebelumnya bahwa hanya ada satu Allah yang hidup dan sejati, dan bahwa properti-

propertiNya yang esensial mencakup segala kesempurnaan, bagian ini menyatakan

sebagai penambahan:

a. ―Pertama,   bahwa   Bapa,   Anak, dan Roh   Kududs  sama-sama   Allah   yang

tunggal  itu, dan bahwa esensi ilahi yang  tidak bisa dibagi-bagi dan segala


kesempurnaan

dan prerogatif ilahi, yaitu  kepunyaan masing-masing Pribadi di dalam

pengertian dan derajat yang sama.‖

b. ―Kedua,  bahwa  nama-nama  ini,   Bapa,   Anak,   dan  Roh  Kudus,   bukanlah

nama- nama yang berbeda dari Pribadi yang sama di dalam hubungan-hubungan

yang berbeda, melainkan dari pribadi-pribadi yang berbeda.‖

c. ―Ketiga,  bahwa  ketiga  pribadi  ilahi  ini  dibedakan  antara  yang  satu dengan

yang lainnya dengan properti-properti pribadi yang tertentu dan dinyatakan di

dalam tatanan tertentu dari subtansi dan dari operasi.‖

J. Karya-Karya Allah

1. Ketetapan Allah

a. Pengertian/Definisi. Rencana kekal Allah bahwa dari sebelum dunia dijadikan Ia

telah menetapkan segala sesuatu yang akan terjadi.

b. Sifat Ketetapan Allah

1) Ketetapan Allah itu kekal sifatnya, mencakup masa lampau dan yang akan

datang. Kol 1:5, 18; Efe 1:4; 2Ti 1:9; Efe 3:11; 1Pe 1:20; Tit 1:2

2) Ketetapan Allah itu tunggal Efe 1:11; Rom 8:28

3) Ketetapan itu berdasar  akan Hikmat Allah dan Pengetahuan Allah Efe

3:10-11; Maz 104:24; Ams 3:19; Yer 10:12; Yer 51:15

4) Ketetapan Allah itu pasti akan terjadi/terpenuhi Yes 46:10

5) Ketetapan Allah itu tidak berubah Ayu 23:13-14; Maz 33:11; Yes 46:10;

Yak 1:17; Luk 22:22; Kis 2:23

6) Ketetapan itu tanpa syarat/mutlak Kis 2:23; Efe 2:8; 1Pe 1:2

7) Ketetapan Allah itu bersifat universal untuk semua mahluk Efe 2:10; Kis

2:23; Kej 50:20, Ayu 14:5; Maz 39:4

8) Ketetapan Allah itu kudus Yes 48:11

9) Ketetapan Allah itu bebas Maz 135:6; Efe 1:11; Dan 4:35

10) Ketetapan Allah itu memiliki  tujuan akhir untuk kemuliaan Allah. Bil

14:21; Yes 6:3; Mat 18:7; Kis 2:23

11) Semua ketetapan Allah yang sehubungan dengan dosa yaitu  bersifat

diijinkan (permisif). Rom 8:28

c. Hubungan ketetapan dan kehendak Allah Allah menetapkan segala sesuatu

sesuai dengan kehendak kedaulatanNya.  Kehendak Allah sering dibagi dalam

dua kategori:

1) Kehendak yang dinyatakan (yang tidak tersembunyi) Semua perintah-

perintah Allah yang ada dan diberikan Allah dalam Alkitab.

2) Kehendak Allah yang tidak dinyatakan (tersembunyi) Semua kejadian-

kejadian detail yang akan terjadi dan hal-hal lain yang tidak Tuhan

nyatakan kepada manusia. Ula 29:29

d. Kesulitan-kesulitan menerima Doktrin Ketetapan Allah

1) Bagaimana dengan kehendak bebas manusia? Apa arti kata "bebas"? Allah

tidak  pernah membicarakan  tentang  kebebasan manusia  dalam arti  di  luar

Allah. namun  manusia memiliki  kebebasan dalam memutuskan akan

pilihan dan pilihan itu memberikan konsekuensi tanggung jawab atas apa

yang dilakukannya.  Kej 50:19, 20; Kis 2:23; 4:27-29.

2) Apakah usaha manusia untuk mendapatkan keselamatan tidak

diperhitungkan? Tuhan bekerja melalui tindakan manusia, jadi

bagaimanapun juga manusia harus bertindak, dan tindakan manusia itu

yaitu  tindakan yang berasal dari kehendak manusia sendiri. Dalam hal

keselamatan, manusia tidak tahu akan keputusan keselamatan bagi dirinya.

Fil 2:13; Efe 2:10.

3) Apakah Allah yang menciptakan dosa? Allah mengijinkan dosa terjadi, namun 

Allah tidak melakukan dosa. Namun demikian keberadaan dosa itupun ada

dibawah kuasa kedaulatan  Allah.  Maz 92:15;  Pengk 7:29;  Yak 1:13;  1Yo

1:10.

2. Predestinasi

a. Pengertian/Definisi.  Ketetapan  Allah  sebelum dunia  diciptakan  yang mana  Ia

memilih beberapa orang untuk diselamatkan dan yang lain dibiarkan untuk

binasa.

b. Bukti Alkitab. Alkitab membahas 3 macam "pemilihan":

1) Pemilihan terhadap Israel dalam Perjanjian Lama

2) Pemilihan terhadap orang-orang yang melayani dalam PL

3) Pemilihan terhadap orang-orang secara pribadi untuk diselamatkan.

Pemilihan  yang akan dibicarakan  dalam predestinasi  yaitu   no.  3).  Ayat-ayat

Alkitab yang berbicara tentang "pilihan" Kis 13:48 Rom 8:28-30 Rom 9:11-13

Rom 11:7 Efe 1:12 1Te 1:4-5 2Te 2:13 2Ti 1:9 1Pe 2:9

c. Kesalah pengertian yang sering terjadi

1) Pilihan bukan nasib.

2) Pilihan bukan sebab  perbuatan baik manusia (berkondisi).

3) Pilihan tidak berdasar  akan pengetahuan Allah akan iman kita yang akan

datang.

d. Bagaimana Alkitab menerima doktrin Predistinasi

1) Sebagai penghiburan untuk orang percaya. Rom 8:28

2) Sebagai alasan untuk memuji Tuhan. Efe 1:5-6; 1Tes 1:2,4; 2Tes 2:13

3) Sebagai alasan untuk menginjili. 2Tim 2:10; Kis 18:9-10

4) Kesalah pengertian dari Doktrin Predestinasi (Pilihan)

   Doktrin Pilihan tidak memberikan kesempatan manusia untuk menerima

atau menolak Kristus. Doktrin pilihan menjamin bahwa manusia dengan

kehendak bebasnya dapat memilih, namun  bukan berarti bahwa pilihan itu

betul- betul bebas, sebab  manusia tidak mungkin bebas di luar Allah.

   Doktrin  Pilihan  itu  bukan  betul-betul  pilihan.  Untuk  pilihan  itu  betul-

betul  bebas dari  Allah maka  tidak mungkin  sebab  untuk  hidup saja

manusia harus tergantung pada Tuhan.

   Doktrin pilihan itu membuat manusia seperti robot. Tuhan yang mencipta

manusia dan menentukan apakah manusia dan kemampuannya. -->

tanyakan kepada orang atheis. Mat 23:37; Yoh 8:43-44; Yoh 5:40; Rom

9:20-24.

   Doktrin pilihan itu tidak adil. 2Pe 2:4

   Bagaimana  dengan Ayat  Alkitab  yang mengatakan bahwa Allah  ingin

menyelamatkan semua orang. 1Ti 2:4, 2Pe 3:9.

e. Doktrin  Reprobasi.  Definisi:  Ketetapan kedaulatan  Allah sejak sebelum dunia

dijadikan untuk membiarkan beberapa orang, tidak diselamatkan dan

menghakimi dosa-dosa yang dilakukannya sebagai konsekuensi keadilan Allah.

Yudas 4; Rom 9:17-22; 1Pet 2:8; Mat 11:25, 26; Yeh 33:25,26 ;Yeh 33:11;

Rom 9:1-4

3. Penciptaan

a. Pengertian/Definisi. Orang Kristen percaya akan Doktrin Penciptaan (Teori

Kreasi) berdasar  pada kesaksian Alkitab (Kej 1). Pengetahuan tentang

39

penciptaan  tidak  mungkin  diperoleh  dari  pemikiran  manusia,  sebab   manusia

sendiri yaitu  hasil ciptaan itu. Oleh sebab  itu kalau bukan Allah sendiri yang

menyatakannya (sebagai Pencipta) maka tidak mungkin manusia dapat

mengetahuinya. Definisi: Tindakan bebas Allah dimana Allah menghasilkan

dunia dan semua yang ada di dalamnya (baik materi maupun spiritual), sebagian

tanpa bahan dan sebagian dengan bahan yang natur dasarnya tidak cocok

dengan hasil ciptaan. Ia menciptakan untuk tujuan yang baik yaitu sebagai

pernyataan akan kemuliaan, kekuasaan, kebijaksanaan dan kebaikanNya.

b. Doktrin Penciptaan dalam Sejarah

1) Gereja Mula-mula percaya akan penciptaan sebagai tindakan bebas Allah

dan juga ex-nihilo (diciptakan tanpa bahan). Ajaran ini sangat penting pada

masa itu, sebab  untuk melawan ajaran Gnostik yang percaya bahwa materi

yaitu  sesuatu yang jahat. Namun demikian ada perbedaan pendapat

tentang sekitar istilah 'hari';  apakah sebagai arti  literal  atau suatu periode

tertentu atau satu waktu tunggal yang tidak terbagi.

2) Augustinus: Dari  kekekalan penciptaan ada dalam kehendak Allah. tidak

ada waktu sebelum penciptaan, sebab  dunia dijadikan dengan waktu

(bukan dalam waktu). Penciptaan yaitu  tanpa bahan (ex-nihilo). Hari- hari

dalam penciptaan yaitu  sebuah momen waktu untuk memberikan

kelengkapan pada keterbatasan intelegensi manusia.

3) Pada masa Reformasi Konsep ex-nihilo dipertahankan dengan kuat, sebab 

   suatu tindakan bebas Allah

   diciptakan dalam waktu 6 hari dalam arti harafiah

4) Sesudah Reformasi Pengaruh ilmu pengetahuan dan konsep modern

melahirkan kompromi teologi dengan menganggap bahwa cerita Kej 1

hanyalah cerita mitos/alegoris. Ada jangka waktu putus sesudah Kej 1:1-2

dengan ayat- ayat selanjutnya. Dan satu hari yaitu  waktu yang lama sekali

yaitu jutaan tahun.

c. Bukti Alkitab dan Dasar Teologis Penciptaan

1) Tindakan Allah Tritunggal Keluar dari Bapa, melalui Putra, di dalam Roh

Kudus keberadaan pemikiran hidup 1Ko 8:6 Yoh 1:30 Kej 1:2; Yes 40:12-

13

2) Tindakan bebas Allah yang menunjukkan akan kedaulatanNya. Bukan

merupakan suatu kebutuhan, sebab  Allah sempurna adanya dan tidak

tergantung pada apapun. Dan juga Allah tidak menciptakan alam semesta

dari diriNya sendiri. Keberadaan alam semesta bukanlah perluasan dari

keberadaan Allah,  sebab  alam semesta  yaitu   bebas,  di  luar  Allah.  Efe

1:11; Wah 4:11; Ayu 22:2-3; Kis 17:25

3) Tindakan temporal Allah Kej 1:1 "Pada mulanya...." Waktu diciptakan,

sebelum itu tidak ada waktu. Dunia diciptakan dengan waktu, dan memang

memiliki  permulaan. Maz 90:2; 102:26. Ada beberapa penafsiran yang

berbeda sehubungan dengan arti hari dalam penciptaan:

   1 hari sama dengan waktu 24 jam Kel 20:11

   Periode waktu tertentu (waktu geologis yang sangat panjang) Istilah

lain yang dipakai: - Hari jaman oleh evolusi theistik Allah menciptakan

alam fisik dan kehidupan di atasnya lalu menuntun proses evolusi yang

panjang. - Evolusi Ambang Allah memasuki proses evolusi pada saat-

saat penting tertentu untuk menciptakan sesuatu yang baru - bertahap.

40

   Allah menyatakan tentang penciptaan kepada Musa dalam waktu 6

hari.

   Allah telah menjadikan Adam dewasa pada waktu diciptakan, jadi

mungkin bumi juga sudah berumur pada waktu diciptakan.

Tindakan Penciptaan yang dijadikan tanpa bahan Istilah yang dipakai ex-

nihilo (Latin), artinya "dari yang tidak ada", memang  tidak ada dalam

Alkitab, namun  prinsip dan gagasannya jelas diajarkan oleh Alkitab. Kej

1:1; Maz 33:6, 9; Yoh 1:3; Ibr 11:3; Kis 17:24, 25; Kol 1:16 Wah 4:11; Kis

4:24; 14:15; Rom 4:17; Wah 10:6. Ada 3 perbedaan arti kata kerja

"mencipta" dalam bahasa Ibrani "bara" mencipta, dipakai hanya oleh Allah

"asah" membuat "yatsar"  membentuk. Tindakan yang membuat  ciptaan

dan Allah (Pencipta) memiliki  hubungan yang istimewa. Efe 4:6; Ibr

11:3  Tujuan  akhir  penciptaan  yaitu   untuk  menyaksikan  kebesaran  dan

kemuliaan Allah. Tercakup di dalamnya yaitu  kebahagiaan manusia. Yes

43:7; Wah 4:11; Yer 10:12; Maz 19:1-2

4. Providensi

a. Arti Etimologi (asal kata)

1) "Pronoia" (Yun), artinya pengetahuan awal.

2) "Providentia" (Latin), artinya tindakan kemurahan Allah menyediakan segala

sesuatu yang diperlukan ciptaanNya.

b. Sejarah Doktrin Providensia Allah

1) Bapak-bapak Gereja. Mereka melawan ajaran-ajaran Stoa dan Epikuros

dengan menegakkan pengertian akan kedaulatan Allah dan kasih Allah

2) Bapak Gereja Agustinus: Menekankan pengajaran bahwa Allah memelihara

dan memerintahkan segala sesuatu dalam alam semesta berdasar 

kehendakNya yang berdaulat, bijaksana dan maksud baik.

3) Thomas Aquinas: mengikuti tradisi Augustinus.

c. Para Reformator:

1) Martin Luther percaya akan aspek umum providensia tapi membatasi hanya

pada hal keselamatan saja.

2) Yohanes Calvin: mengikuti Agustinus.

d. Pengertian/Definisi

1) Aktivitas Allah (Pencipta) yang terus menerus oleh rahmatNya dan

kebaikanNya yang melimpah menegakkan ciptaanNya dalam keadaan

teratur,  memimpin  dan memerintahkan  segala  sesuatu  kepada tujuan  yang

telah ditetapkan demi kemuliaanNya.

2) Keterlibatan Allah secara terus menerus dengan semua ciptaanNya

sedemikian rupa sehingga Allah selalu menjaga keberadaan ciptaan dan

memelihara semua sifat-sifat yang dimiliki mereka sebagaimana Allah

menciptakan mereka dan juga bekerja sama dengan semua ciptaanNya dalam

setiap tindakkan dan menuntun serta mengarahkan semua sifat-sifat yang

dimiliki mereka itu sebagaimana seharusnya, dan mengarahkan mereka untuk

memenuhi semua kehendakNya.

e. Unsur-unsur Providensia Allah

1) Preservasi Allah. Allah terus menerus memelihara dan menopang keberadaan

dan kelanjutan semua sifat-sifat yang dimiliki ciptaanNya sebagaimana

mereka diciptakan Ibr 1:3; Kol 1:17; Kis 17:28; Neh 9:6; Maz 104:29

2) Konkurensi. Allah bekerjasama dengan semua ciptaanNya dalam setiap

tindakkannya dan mengarahkan semua sifat-sifat yang dimiliki mereka

sehingga mereka bertindak sebagaimana seharusnya Pemerintahan. Allah

memerintah atas segala sesuatu yang terjadi di dunia supaya segala sesuatu

yang terjadi itu sesuai dengan maksud dan tujuan kehendak Allah. Maz

103:19; Dan 4:34, 35; Ams 16:33

f. Kesalahan konsep tentang providensia Allah

1) Providensia Allah terbatas hanya pada pengetahuan awal.

2) Konsep deistik. Perlindungan Allah sepenuhnya segatif

3) Konsep panteistik. Perlindungan itu yaitu  penciptaan terus-menerus

4) Konsep kerjasama antara Allah dan manusia.

VIII. KRISTOLOGI : Pengajaran Tentang Kristus

A. Siapakah Yesus Kristus

Sepintas Yesus tampak seperti  manusia biasa sebagaimana halnya kita.  Ia dilahirkan

oleh seorang perempuan, dibesarkan di desa, dan berkata-kata dalam bahasa manusia. Ia

tidak memiliki hal yang begitu hebat sehingga kita harus memikirkan Dia sedalam-

dalamnya.  namun   mengapa Ia  sanggup melakukan perkara-perkara ajaib  yang tak dapat

dilakukan manusia biasa? Ia sanggup menyembuhkan penyakit, mengusir Setan,

membangkitkan orang mati, dan banyak hal supranatural. Selain menjadi batu sandungan

bagi banyak orang, kemanusiaan Yesus ini juga menimbulkan daya tarik dan tanda tanya

yang mengagumkan sekaligus memusingkan banyak orang. Siapakah Dia Sebenarnya?

Siapakah Yesus Kristus? Apakah Dia sungguh-sungguh Allah, atau nabi atau manusia

yang bermoral tinggi? Pertanyaan tentang siapa Yesus, bukan lagi merupakan hal yang

baru. Pertanyaan ini merupakan sebuah pertanyaan yang paling kontraversial dalam

sepanjang sejarah manusia. Sejak Yesus lahir ke dunia, hidup dan berkarya serta mati di

kayu salib, bangkit, dan naik ke sorga, sudah banyak pandangan diberikan kepada Yesus.

Banyak diskusi dan seminar yang dilakukan; ribuan bahkan jutaan jilid buku telah

diterbitkan.  Banyak manusia yang tidak peduli  bahkan merendahkan Dia, namun   banyak

juga manusia yang begitu memuliakan, menyembah, dan menyerahkan hidup mereka

kepada Yesus, bahkan rela mati untuk memuliakan Dia. Mengapa demikian?

Kalau diperhatikan dalam seluruh Alkitab, mulai dari Kitab Kejadian 1 sampai dengan

Kitab Wahyu, maka nampak dengan jelas bahwa kehadiran Yesus (Perjanjian Baru) atau

Mesias (Perjanjian Lama) telah memicu  manusia terpecah ke dalam dua kutub yang

tidak mungkin bersatu secara sungguh- sungguh, kecuali dengan kompromi. saat  Yesus

hidup di dunia ini, manusia pada zaman itu, tidak bisa tidak, ditantang untuk menentukan

sikap terhadap diri dan FirmanNya. Ada orang yang percaya dan menerimaNya, sebab  itu

memperoleh hidup yang kekal (Yoh.3:16). Ada juga yang tetap tidak percaya dan

menolakNya, sebab  itu mengalami kebinasaan kekal.

Sesungguhnya,  manusia  pada  zaman  ini  pun mau tidak  mau harus  mengambil  sikap

terhadap Yesus. Mereka tidak boleh bersikap netral dan acuh tak acuh. Mengapa? sebab 

gereja Tuhan, serta orang  -orang  percaya yang setia dan berani senantiasa menentang

mereka dengan firmanNya. sebab  itu mereka harus menentukan pilihan! Mereka harus

percaya dan menerima, atau ragu-ragu dan menolak. Tentu, masing- masing pilihan

memicu  konsekuensi yang bersifat kekal.

Nama Yesus merupakan nama diri dalam bahasa Yunani yang berasal dari kata Ibrani :

Jehoshua atau Joshua (Yos 1:1),  nama ini  berasal  dari akar  kata Yasha (hoshia) yang

artinya menyelamatkan. Kristus yaitu  sebuah nama jabatan yang merupakan terjemahan

Yunani Kristos  dari akar  kata  Ibrani Masyiakh  atau  Mesias  (Al-Masih),  yang artinya

―The Anointed (Yang Diurapi)‖. Yesus disebut Kristus sebab  Dialah yang dipilih Allah

menjadi penyelamat (Juruselamat) dan Tuhan. Akhirnya Kristus juga menjadi nama diri

untuk Yesus.

Kristus merupakan pusat pemberitaan Alkitab dan dasar iman Kristiani. Tanpa Kristus,

Kekristenan tidak memiliki  makna apapun! No Christian without Christ!

B. Permasalahan Kristologi