Tampilkan postingan dengan label Allah sang tabib 8. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Allah sang tabib 8. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Juli 2026

Allah sang tabib 8

 


Berbagai penyakit.


Dalam sistem kekebalan tubuh manusia, habbatussauda bekerja

sangat cermat dan spesifik. Dia memiliki senjata khusus untuk

menghancurkan segala macam penyakit. Hasil penelitian

memperlihatkan sesudah  sel paghocytosis menelan kuman-kuman yang

menyerang tubuh, dia membawa bakteri antigenik ke permukaannya.

Kemudian  dia menempel pada sel lymph, untuk mengidentifikasi

susunan mikrobanya secara detil. Lalu memerintahkan masing-masing

sel T-lymphocytes untuk memproduksi antibodi atau sel T-spesific,

khususnya yaitu  antigenik yang juga dibangkitkan untuk berproduksi.

Dinding sel B-lymphocytes memiliki kurang lebih 100 ribu molekul dari

antibodi yang saling bereaksi secara khusus dengan kemampuan yang

tinggi, dan dengan jenis khusus yang ditimbulkan oleh antigenik dalam

mikroba. Antibodi menyatu dengan sel T- lymphocytes, lalu bersama-

sama dengan antigenik melawan mikroba, sehingga mikroba tidak bisa

“bergerak” dan sekaligus dihancurkan.

Dr. Al-Qadhy berkata: “sebab  itu, kami dapat menyimpulkan bahwa

di dalam habbatussauda ada  kesembuhan untuk segala macam

penyakit. sebab  peranannya yang menguatkan dan memperbaiki

sistem kekebalan tubuh.”

The Journal of  American Scientist melaporkan habbatussauda

bermanfaat untuk mengobati banyak penyakit  sebab  ia mengandung

antihistamin (pencegah alahan), antioksidan (pencegah kerusakan sel),

antibiotik (pembunuh kuman), antimycotic (anti jamur) dan bancho-

dilating effect (pengembang saluran pernafasan). Hasil penelitian Dr.

Micheal Tier ra, penulis buku “Planetary Herbalogy” mendapati

habbatussauda mengandung betasitosterol, yaitu bahan yang mujarab

untuk anti kanker.

Pernyataan dan hasil penelitian di atas  tidak berbeda dengan

yang disabdakan Rasulullah Saw hampir 15 abad yang lalu: “Gunakanlah

habbatussauda, sebab  di dalamnya ada  obat untuk segala penyakit,

kecuali mati.” (HR. Bukhari & Muslim).

Hadits yang berasal dari Abu Salamah ra. dari Abu Hurairah ra.,

meneguhkan keyakinan bahwa Rasulullah Saw tidak asal ngomong.


Beliau telah diilhamkan oleh Allah Azza wa Jalla untuk menyampaikan

manfaat habbatussauda kepada seluruh manusia. Dan informasi yang

beliau sampaikan ternyata benar. Banyak sekali manfaat jinten hitam

ini bagi kesehatan manusia, sehingga orang-orang Eropa sering

menyebutnya “the seed of blessing”, bebijian yang mengandung  rahmat.

Orang Mesir pun menyebutnya habat et baraka, bebijian yang diberkati

atau bebijian yang mengandung berkah.

Habbatussauda sudah digunakan di negara-negara Timur Tengah

dan Timur Jauh selama berabad-abad  untuk mengobati penyakit ringan,

termasuk asma, bronkhitis, rematik, meningkatkan produksi susu ibu

hamil, mengobati gangguan pencernaan, membantu menjaga sistem

kekebalan tubuh, meningkatkan kemampuan perncernaan dan

pembuangan, dan melawan infeksi parasit. Mereka juga membuat minyak

dari biji hitam ini yang digunakan untuk mengobati penyakit kulit, seperti

eksim, dan luka radang ser ta mampu mengobati gejala meriang. Dan

Kamus Kedokteran “Larousse” menjelaskan bahwa habbatussauda

berfungsi untuk mengeluarkan angin dari perut, menambahkan gairah

seks, dan melancarkan darah haid.

Kandungan Habbatussauda yang berhasil diketahui yaitu :

monosaccharide glukosa, xylosa, polysaccharide, dan asam lemak tak

jenuh (unsaturated essential fatty acids, EFA). EFA tidak bisa dihasilkan

oleh tubuh kita. Oleh sebab   itu, sumber utamanya yaitu  dari makanan.

Juga ada asam amino yang membentuk protein, karotene yaitu sumber

vitamin A, kalsium, ferum (zat besi), dan sebagainya.

Berikut ini yaitu  penyakit-penyakit yang bisa diupayakan

penyembuhannya dengan mengkonsumsi habbatussauda :

Anti kanker (pencegah kanker).

Antihistamin (pencegah alahan).

Antioksidan (pencegah kerusakan sel).

Antibiotik (pembunuh kuman).

Antimykotik (antikult).

Bancho-dilating effect (pengembang saluran pernafasan).

Mengatasi masalah ginjal, batu ginjal, ginjal bengkak.


Memperlancar keluarnya air seni.

Memperlancar haid.

Melancarkan pengeluaran air susu ibu.

Mengatasi stroke/lumpuh sebelah badan.

Mengeluarkan angin dari perut, mencegah masuk  angin.

Menambah gairah seks.

Mengatasi lemah syahwat dan ejakulasi dini.

Mengatasi masalah kewanitaan (fibroid, menopause, keputihan,

dan sebagainya).

Mengatasi masalah pernafasan (asma, batuk berdahak,

bronchitis).

Mengatasi masalah peredaran darah (anemia, darah tinggi/

rendah).

Mengatasi gangguan mental dan meningkatkan kecerdasan

pikiran.

Mengatasi nyeri tulang dan persendian,  gaout, arthritis, dan

reumatik.

Mengobati kencing manis, alergi, migrain, dan lain-lain

Subhanallah.... Maha Suci Allah, dan benarlah Rasulullah Saw  yang

telah menginformasikan kepada kita bebijian hitam yang sangat ajaib

dan hebat, habbatussauda. Yang sangat bermanfaat bagi kesehatan

manusia. Hanya manusia yang hatinya tertutup oleh kesombongan dan

gengsi yang tidak mau mengakui kebenaran Islam melalui Nabi yang

membawanya, Rasulullah Saw.

Minyak Zaitun

Allah Azza wa Jalla berfirman dalam Al-Qur’an: “... dan sebagian dari

buah-buahan itu kamu makan, dan pohon kayu ke luar dari Thursina

(pohon zaitun), yang menghasilkan minyak, dan menjadi kuah bagi orang-

orang yang makan.” (QS. Al-Mukminuun {23}: 19-20).


Rasulullah Saw dalam sebuah haditsnya bersabda: “Gunakanlah

minyak zaitun dan olesilah dirimu dengannya, sebab dia datang dari

pohon yang diberkati.” (HR. Al-Baihaqi dari Ibnu Umar ra.).

Pohon zaitun disebut sebagai pohon yang diberkati  mengacu pada

firman Allah yang termaktub di dalam Al-Qur’an Surat An-Nuur ayat 35:

“.... Perumpamaan cahaya Allah, yaitu  seperti sebuah lubang yang

tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca

(dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara,

yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya,

(yaitu) pohon zaitun....”

Minyak zaitun, yang dihasilkan dari pohon zaitun, merupakan produk

asli hasil tani di benua Asia Kecil dan penyebarannya berasal dari Iran,

Syria, Palestina, dan Mediterania sejak 6.000 tahun yang lalu. Pohon

zaitun biasanya tumbuh di puncak-puncak bukit, sehingga dia mendapat

sinar matahari yang cukup, baik di waktu pagi maupun sore. Oleh sebab 

itu, pohonnya subur dan buahnya menghasilkan minyak yang baik. Setiap

buah zaitun yang matang mengandung 80 persen air, 15 persen minyak,

1 persen protein, 1 persen karbohidrat, dan 1 persen serat. Untuk

menghasilkan buah dan berproduksi secara penuh, pohon zaitun harus

berumur antara 15 hingga 20 tahun. 

Sejak ribuan tahun silam masyarakat di sekitar Laut Tengah dan

Timur Tengah telah merasakan manfaat buah zaitun, baik untuk makanan

harian atau untuk tujuan kesehatan. Buah zaitun muda yang berwarna

hijau kekuningan, biasanya dijadikan sebagai penyedap rasa atau makan

begitu saja. Sementara zaitun  matang yang berwarna hitam, sering

dijadikan acar atau diperas untuk diambil minyaknya.

Minyak zaitun dari pohon

yang diberkati


Negara penghasil minyak zaitun terbesar saat ini yaitu  Italia dan

Spanyol. Juga Yunani, Tunisia, Maroko, Amerika Serikat, dan Prancis.

Kawasan Mediterania selama ini memang dikenal sebagai gudang buah

dan minyak zaitun. Selama ini penduduk Timur Tengah mengandalkan

zaitun sebagai sumber minyak nabati. Minyak inilah yang menciptakan

rasa khas pada hidangan mereka. Jika diolah menjadi minyak, maka

kandungan asam lemak yang dimiliknya yaitu  asam oleat  (omega 9)

79 persen, asam palmitrat atau asam lemak jenuh 11 persen, asam

linoleat (omega 6) 7 persen, asam stearat 2 persen, dan lain-lain sebesar

1 persen.

Para ahli kesehatan merekomendasikan pemakaian minyak zaitun

untuk mengobati atau mencegah penyakit. Bahkan organisasi-organisasi

kesehatan, termasuk badan PBB untuk urusan kesehatan (WHO),

menyarankan agar masyarakat  yang tinggal di lingkungan yang tingkat

penderita diabetes dan arterioclerosis (penebalan saluran urat darah)-

nya tinggi, agar mengkonsumsi minyak zaitun yang mengandung paling

kurang 30% asam linoleik. Secara khusus, kandungan asam linoleik

yang ada  dalam buah zaitun sangat bermanfaat bagi ibu-ibu yang

tengah menyusui. Di samping memiliki satu peringkat asam linoleik

yang sangat mirip tarafnya dengan ASI, minyak zaitun berfungsi sebagai

sumber nutrisi alami seper ti halnya ASI bila dicampur dengan susu

sapi bebas lemak. Kekurangan asam linoleik dapat mengurangi dan

mengganggu tumbuhkembang bayi dan berpotensi besar menimbulkan

beberapa jenis penyakit kulit.

Tidak hanya itu, unsur klorin yang dikandung minyak zaitun dapat

meningkatkan fungsi liver lebih sempurna, sehingga memfasilitasi tubuh

dalam mengeluarkan bahan-bahan buangan. Zaitun juga  membuat

tubuh menjadi kuat, memanjangkan usia dan menjadi sumber penting

bagi gizi manusia. Unsur-unsur yang ada  dalam minyak zaitun juga

baik untuk serabut ar teri otak dan mengendalikan kolesterol, yaitu

dengan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL, high density

lipoprotein) dalam darah, dan mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL,

low density lipoprotein). Oleh sebab  itu, pemakaian zaitun untuk


memasak sangat dianjurkan.  Zaitun secara alami mengandung

beberapa senyawa tak tersabunkan, seper ti fenol, tokoferol, sterol,

pigmen, dan squalen yang memegang peranan penting dalam kesehatan

manusia, dan triasilgliserol yang sebagian besar di antaranya berupa

asam lemak tidak jenuh tunggal jenis oleat.

Pada 21 April 1997 di Roma, Italia, berkumpul 16 orang pakar

dalam ilmu kedokteran paling tersohor di dunia. Para pakar ini secara

serius membahas soal khasiat minyak zaitun. Dan kemudian

menghasilkan keputusan bersama yang mereka beri tema “Minyak

Zaitun dan Nutrisi Laut Putih Tengah”. Dalam pernyataan tersebut,

mereka menegaskan bahwa mengkonsumsi minyak zaitun  bisa

melindungi tubuh dari serangan penyakit  jantung koroner, kenaikan

kolesterol darah (LDL), kenaikan tekanan darah, ser ta diabetes, dan

obesitas. Di samping itu, minyak zaitun juga berkhasiat untuk mencegah

beberapa jenis penyakit kanker. Zat klorofilnya juga bisa berfungsi

sebagai anti oksidan.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam majalah Lanst  pada 20

Desember 1999 M, menginformasikan keistimewaan negara paling miskin

di Eropa, yaitu Albania yang berpenduduk sebagian besar Muslim. Angka

kematian di sana sangat kecil, di kalangan pria hanya  41 orang dari

setiap 100.000 penduduk, separoh dari keadaan di Britania.  Rupanya

ini sebab  penduduk Albania terbiasa mengkonsumsi minyak zaitun setiap

hari.

Jika diminum, minyak zaitun sangat bermanfaat untuk: menguatkan

kandung empedu, menurunkan asam lambung (segala jenis minyak

jika dikonsumsi mengganggu pencernaan, kecuali minyak zaitun),

mencegah gangguan pencernaan, mengobati penyakit wasir, mengatasi

impotensi, membantu datang bulan yang bermasalah, menghilangkan

racun dalam tubuh, mencegah per tumbuhan sel-sel kanker dan tumor,

menurunkan kadar gula dan kolesterol jahat dalam darah, mencegah

diabetes.

Jika dioleskan, minyak zaitun bermanfaat untuk: menghilangkan

flek dan kerut di wajah, melindungi kulit dari bakteri, mencegah rontoknya


rambut, menghilangkan penyakit kulit, menghaluskan dan melembabkan

kulit, mencegah penuaan dini dan menjaga kebersihan kulit kepala.

Secara umum minyak zaitun sangat berguna untuk:

Mengurangi kadar lemak dalam diet harian.

Menghindari penyakit kardiovaskular dan arteriosclerosis.

Mencegah pembentukan batu empedu (gallstone).

Membantu pembentukan dan mengurangi ulser perut .

Antioksidan dan anti kanker.

Membantu keseimbangan metabolisme tubuh.

Membantu per tumbuhan tulang (khususnya bagi anak-anak).

Mengandung vitamin E.

Kecantikan (kulit dan rambut).

Kestabilan asid lemak.

Mencegah penuaan dini.

Mengobati wasir.

Mengatasi impotensi.

Memperbanyak dan melancarkan ASI.

Dan lain-lain.

Hadits Rasulullah Saw menyatakan: “Sesungguhnya Allah Ta’ala

menurunkan penyakit dan obatnya, dan menjadikan setiap penyakit

pasti ada obatnya. Maka berobatlah kalian, tapi jangan dengan yang

haram.” (HR. Abu Dawud).  Dalam hadist lain mengatakan: “Barangsiapa

menggosok (badannya) dengan minyak zaitun, maka setan tidak akan

mendekatinya.”

Mungkin saja yang dimaksud “setan” oleh Baginda Rasulullah Saw

bukan setan dalam pengertian makhluk ghaib, tapi  semua jenis penyakit

yang berpotensi mengganggu kenyamanan hidup kita. bukankah setan

senang sekali mengganggu manusia? Wallahu a’lam.


Kurma Ajwa

Kalau anda berziarah ke Masjid Nabawi dalam rangka umrah atau

sesudah /sebelum haji, jangan lupa sempatkan diri ke Pasar Kurma. Anda

akan menjumpai puluhan jenis kurma dan produk-produk berbahan

dasar kurma dijual di sini, misalnya kurma al-anbarah, al-khodhrowi,

syaqra’ Mubarak, as-sukkari, al-hulwah, al-burni, ajwa, dan lain-lain.

Struktur tanah di Madinah dianggap paling cocok untuk budi daya kurma,

sehingga Pemerintah Saudi membuat kebijakan menjadikan Madinah

sebagai sentra perkebunan kurma. Oleh sebab  itu, pasokan kurma

melimpah ruah di Kota Nabi ini dan tentu saja harganya relatif  lebih

murah dibanding di kota-kota lain di Arab Saudi.  Dan kurma yang

paling banyak dicari orang-orang yaitu  kurma ajwa atau “kurma Nabi”.

Kurma ajwa yaitu  kurma istimewa. Disebut istimewa sebab  tangan

suci Rasulullah Saw sendiri yang menanam pohonnya di Madinah. Konon

kurma ajwa “tidak mau” tumbuh di tempat lain, di luar Madinah.  Kurma

ini memiliki  rasa yang khas, tidak ter lalu manis, sehingga

meninggalkan sensasi yang nikmat di lidah. Warnanya yang hitam pekat,

dalam ukuran sedang, membuat dia berbeda dari kurma-kurma lainnya.

Dagingnya tebal, bertekstur kuat dan pada guratan-guratannya tampak

wana putih sangat tipis.  Mungkin sebab  rasanya yang lezat, di samping

memiliki sejarah istimewa yang membuatnya disebut “kurma Nabi”,

kurma ajwa menjadi mahal harganya dibanding harga kurma yang lain,

berkisar antara 60-100 riyal Saudi per kilogram. Jauh di atas jenis kurma

lainnya.

Dr. Jabbar An-Nu’aimi dan Dr. Al-Amir Abbas Ja’far, dari sebuah

universitas di Basra, dalam buku mereka, Psiologi, Anatomi dan Morfologi

Pohon Kurma, menyatakan bahwa sesungguhnya kurma mengandung

berbagai unsur penting menurut studi ilmiah. Di  antara kandungan

kurma yaitu : karbohidrat, protein, lemak, asam ( fosphorik, capric,

malat, cerotic, formika, acetik, oksalat, dan kalori), zat besi, tembaga,

seng, belerang, magnesium, mangan, flavonoid, flavonol, flour, antosium,

kalsium, potassium, sodium, klorin, vitamin ( A, B1, B2, B7, C, D), serat

selulosa, pati granul, gula ( glukosa, sukrosa, fruktosa),  dan sebagainya.

Kurma juga mengandung sejenis unsur pengikat rahim yang dapat

membantu persalinan, membantu mencegah pendarahan pasca

persalinan. Unsur tersebut mirip aksitosin. Tidak terbayangkan, dari

gurun yang gersang, ada  buah dengan kekayaan nutrisi seper ti

itu. Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya:

“Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon

itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.” (QS.

Maryam {19}: 25). Melalui Malaikat Jibril as., Allah Azza wa Jalla

memerintahkan Maryam, Ibunda Nabi Isa as, agar mengkonsumsi kurma

sebelum (dan sesudah ) melahirkan Nabi Isa as. Ternyata hikmah yang

terkandung di dalam satu ayat di atas sangat luar biasa. Kita baru

menyadarinya sekarang, sesudah  ilmu pengetahuan telah berkembang

sangat pesat.

Dr. Shobri Al-Qubbani menjelaskan: “Kalau dalam berpuasa kaum

Muslimin mengikuti sunnah Rasulullah Saw yang agung, yaitu berbuka

puasa dengan beberapa butir kurma dan segelas air putih, limun atau

jus jeruk, tentu mereka akan mendapatkan banyak khasiat kesehatan

dari puasa. Dan tentu mereka juga berhasil merealisasikan  apa yang

ada  dalam hadits: ‘Berpuasalah, kalian akan sehat’…”. Beliau juga

mengatakan bahwa ilmu pengetahuan menggelari kurma sebagai biji-

bijian yang kaya dengan zat besi dan sejenisnya. Itu belum termasuk

berbagai khasiat lain yang menjadikannya sebagai makanan sempurna

dalam arti yang sesungguhnya.

Ya, Rasulullah Saw memang pernah bersabda: “Jika salah seorang

di antara kalian berbuka puasa, hendaklah dia berbuka dengan kurma.

Jika tidak ada, cukup dengan air putih, sebab  itu suci.” (HR. Abu Daud

dan At-Tirmidzi).

Di dalam kurma, terkandung potasium yang dikenal sebagai

excellent source sebab  sangat bermanfaat untuk mengatasi dan

mengurangi rasa letih dan lemas. Kurma juga dipercaya sebagai

penyumbang energi paling besar dan menyuplai kalori dalam jumlah


besar. sebab  itu, berbukalah dengan kurma secukupnya, jika terlalu

banyak akan mengurangi nafsu makan.

Sedangkan Ibnu Qayyim–semoga Allah merahmatinya—

menyebutkan khasiat kurma, yaitu: memperkuat lever, melancarkan

buang air, menambah energi, mencegah cacingan, meningkatkan libido,

menyembuhkan sakit tenggorokan, dan sebagainya. Penderita diabetes

mellitus (kencing manis) tidak dianjurkan makan kurma basah atau

kering, kecuali kurma jenis Nagal yang rasanya sedikit pahit. Kurma

jenis ini sangat cocok bagi penderita diabetes.

Selain itu, para ahli gizi dan pakar kesehatan juga menguraikan

kehebatan kurma ajwa dan kurma-kurma pada umumnya, antara lain:

Memperkuat otot dan sel-sel otak.

Memperkuat syaraf  telinga.

Menjaga kelembaban mata.

Memperlambat proses penuaan.

Menambah berat badan anak-anak.

Mencegah anemia.

Menenangkan syaraf, mengusir kegelisahan dan stres.

Mencegah kanker.

Membangkitkan vitalitas tubuh dan meningkatkan libido

Merangsang kerja kelenjar adrenalin

Memperkuat syaraf  limpa

Membersihkan lever dan ginjal

Mengatasi sembelit

Menstabilkan kadar asam dalam darah

Mencegah radang usus

Mencairkan dahak dan mengobati batuk

Mengatasi pusing kepala

Menghilangkan nyeri sendi

Mencegah gagal ginjal

Mengatasi wasir atau ambein

Pencegah penyakit empedu


Mencegah dan mengobati influenza

Mengobati tekanan darah tinggi dan mencegah risiko serangan strok

Mengobati sakit di dada dan paru-paru

Menambah kuantitas ASI

Membantu pembentukan darah dan tulang bagi bayi yang disusui

Menguatkan daya ingat

Menghaluskan kulit

Mengurangi insomnia

Subhanallah…. Dari daerah gurun yang panas dan gersang, muncul

buah yang sangat kaya nutrisi dan berkhasiat luar biasa. Mungkin masih

banyak lagi khasiat kurma ajwa dan kurma pada umumnya, tapi cukuplah

bagi kita mengetahui sebagian saja.

Sekarang kita akan “berkenalan” dengan kurma yang sangat

istimewa yaitu ajwa atau kurma Nabi. Ibnu Abbas ra mengatakan, bahwa

Nabi Saw menyukai jenis kurma yang disebut ‘ajwa’. Penulis buku Thibb

An-Nabi, As-Suyuthi, mengatakan bahwa kurma ajwa merupakan

makanan yang istimewa dan lengkap (nilai gizinya). At-Tirmidzi

mengatakan, bahwa kurma ajwa berasal dari surga, di dalamnya ada 

obat penawar racun. Salah satu hadits dari Saad bin Abi Waqqash ra.

menyatakan: “Barangsiapa  makan 7 butir kurma ajwa di pagi hari,

maka dia tidak akan menderita kezaliman atau terkena sihir selama

sehari penuh.” (HR. Bukhari).

Pernah seorang pemuda merasakan sakit kepala yang luar biasa.

Dia menyangkanya migraine atau vertigo. Tapi saat  diperiksa ke dokter,

tidak ada yang aneh. Seorang rekannya menyarankan agar dia makan

7 butir kurma ajwa yang dihaluskan dengan air zamzam.  “Siapa tahu

kamu kena sihir atau guna-guna.” Kata rekan si pemuda. Dengan

keyakinan penuh pada kebenaran lisan Rasulullah Saw dan keberkahan

kurma Nabi, dia laksanakan saran rekannya itu. Subhanallah

walhamdulillah…. Hanya dalam hitungan menit sakit kepalanya hilang

dan tidak pernah kambuh lagi.


Memang ada juga orang yang meragukan keshahihan hadits

Bukhari tersebut. Dia mengajukan alasan yang sangat “rasional”: Bila

seseorang makan 7 butir kurma ajwa, kemudian dia minum sianida,

cairan pembasmi serangga atau membiarkan dirinya digigit ular kobra,

pasti dia akan mati. Dia menganggap hadits ini tidak masuk akal,

kebohongan yang dibuat-buat. Oleh sebab  itu, katanya, tidak ada

manfaatnya menerima dan mempercayai hadits “takhayul” seperti itu.

Dia bahkan mengatakan siapa saja yang menerima hal ini ke dalam

agamanya maka celakalah dia di hari kemudian.

  

Kurma Ajwa atau kurma Nabi hanya tumbuh di Madinah

Itu yaitu  sebuah artikel yang saya dapat dari internet. Tentu saja

bukan seperti itu pengertiannya. Orang yang baru makan 7 butir kurma

ajwa, tidak per lu secara sengaja membuktikan kebenaran hadits

tersebut dengan cara-cara naif  dan konyol seperti itu. Dia tidak perlu

“menawarkan diri” untuk digigit ular, diguna-guna, atau disihir. Makan

saja kurma ajwa 7 butir dengan harapan mendapatkan keberkahan

dari Allah Azza wa Jalla. Kalau ternyata sesudah  makan kurma ajwa itu

kita masih juga terkena racun, cobalah instrospeksi diri. Barangkali

saja tingkat keimanan kita sedang turun, atau kita terlalu banyak

mengabaikan perintah Allah dan sunnah Rasulullah Saw. Sehingga Allah


tidak melindungi kita dari racun atau musibah lainnya. Jadi, jangan hadits

Rasulullah Saw yang diragukan atau disalahkan, apalagi menuduh

Rasulullah Saw berdusta. Na’udzubillahi min dzalik….

Lagi pula, siapakah kita sehingga “berani” menilai sebuah hadits

yang ada  di Shahih Bukhari  sebagai hadits palsu? Apakah cukup

ilmu kita untuk sampai pada kesimpulan seper ti itu? Imam Bukhari,

dan Imam-Imam hadits yang lain, sangat selektif dalam menilai sebuah

hadits sebelum memastikan bahwa hadits ini shahih, palsu atau lemah.

Mereka mempelajari matan (isi) hadits secara cermat dan hati-hati.

Mereka juga memperhatikan dan menyelidiki para perawi (penyampai

riwayat) hadits, apakah seorang perawi bisa dipercaya, pelupa, atau

pendusta. Dan seterusnya, jadi sangat rumit dan penuh perhitungan.

Lalu, bagaimana dengan kita?

Imam An-Nawawi dengan rendah hati menjelaskan soal

keistimewaan kurma ajwa ini: “Dikhususkannya kurma ajwa Madinah

(sebagai penolak racun) termasuk masalah yang menjadi rahasia Allah.

Kita tidak mengetahui semua hikmah, sehingga harus diimani dan

diyakini keutamaan serta adanya hikmah dalam hal tersebut.”

Rasulullah Saw memang tidak pernah berbicara dengan hawa

nafsunya. Apa yang beliau katakan tidak lain yaitu  wahyu dari Allah.

Jadi tidak mungkin beliau berdusta. Kita bisa sangat mempercayai kata-

kata dokter, dukun atau paranormal tentang khasiat satu tanaman,

padahal bisa jadi kata-kata mereka hanya dugaan saja. Seharusnya

kita tidak perlu menggugat sabda seorang Nabi, yang terbukti seumur

hidupnya tidak pernah berdusta. Sekedar tambahan, telah ditulis lebih

dari 120 buku yang membahas soal kurma ajwa sebagai penangkal

racun dan semua membenarkan hal itu! Maha Benar Allah dan benarlah

lisan Rasul-Nya.

Sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah dan penghormatan kepada

Rasulullah Saw, sebelum makan kurma ajwa sebaiknya kita mengucapkan

basmalah, shalawat kepada Rasulullah Saw, makanlah kurma itu dalam

bilangan ganjil (1, 3, 5, 7, dan seterusnya), masukkan kurma ke mulut


dengan tangan kanan, dan keluarkan dari mulut bijinya ke telapak tangan

kiri. Sedang untuk kurma yang lain, cukup membaca basmalah saja.

Rumah yang di dalamnya Tidak ada  kurma,

maka penghuninya (akan) kelaparan.

(HR. Muslim).

Kisah Hikmah

Dadang terkejut saat  pagi-pagi buta Istrinya membangunkannya.

“Kang, anak kita, si Asep, diare…. badannya panas sekali!” “Cekokin

sama daun jambu aja dulu!” Perintah Dadang. “Tapi semalaman dia

sudah 7 kali buang air….” Istrinya cemas. “Kita bawa ke klinik aja,

Kang!” Istrinya memberi saran.  “Iya, tapi duitnya mana?” Dadang

kelihatan putus asa.

Sesaat  Istri Dadang diam. Mungkin dia menyadari, kalau Suaminya

hanya sopir angkutan kota yang penghasilannya tidak menentu, sehingga

tidak bisa disisihkan buat ditabung. Akhirnya, Dadang terpaksa

membiarkan anaknya buang-buang air sampai matahari terang.

Kondisi Asep sudah mengkhawatirkan. Tubuhnya sudah biru,

wajahnya pucat. Mungkin dia mengalami dehidrasi berat. sebab  didesak

Istrinya, akhirnya Dadang menggendong Asep, membawanya keluar.

Istrinya bergegas mengikuti. Ternyata Dadang tidak membawa Asep ke

klinik, melainkan Habib Ali (bukan nama sebenarnya), yang tinggal tak

jauh dari rumahnya. Tentu saja Istrinya kaget dan protres. Tapi Dadang

meminta Istrinya diam saja…. Waktu itu kebetulan Habib Ali mau pergi.

Dadang datang tepat waktu. sesudah  mengucapkan salam, Dadang

langsung mengutarakan hajatnya: “Bib, tolongin anak saya, Bib…. Dia

buang-buang air terus, badannya panas.” “Antum sudah bawa ke

dokter?” Tanya Habib Ali. “Belum, Bib…. Saya nggak punya…..” “Ya..

ya … ya…. Ana faham!” Habib Ali menghentikan kalimat Dadang.


Habib Ali memegang kening Asep. Mulutnya komat-kamit. Lalu dia

menyuruhnya pembantunya mengambilkan kurma ajwa. Tak lama

kemudian pembantunya datang dengan membawa kurma ajwa di

mangkok kecil. Segera Habib Ali memberikan kurma itu kepada Istri

Dadang. “Ini, antum haluskan kurma ini, 3, 5 atau 7 butir. Kasih air

sedikit. Kasih minum ke anak antum, sedikit-sedikit…. Jangan lupa baca

bismillah!”

Tidak lupa Habib Ali memberi uang kepada Dadang, untuk ke dokter.

Kalau-kalau sakit anaknya berlanjut…. Tapi, sesudah  diberikan ramuan

kurma ajwa itu, anak Dadang mulai tampak segar. Dan malamnya,

Dadang laporan pada Habib Ali kalau anaknya sudah tidak buang-buang

air lagi. Semua keajaiban itu terjadi atas ijin Allah, di samping sebab 

keyakinan dan keikhlasan menerima.

Cekokin = Memasukkan sesuatu ke dalam mulut secara paksa.

Antum = Kamu, anda (bahasa Arab)

Air Zamzam

Salah satu keajaiban dunia yang entah mengapa tidak masuk dalam “7

Keajaiban Dunia” yaitu  Sumur Zamzam. Mungkin sebab  Pemerintah

Saudi Arabia merasa tidak perlu mendaftarkannya sebagai salah satu

keajaiban dunia. Tapi hati orang-orang yang jujur, baik dia Muslim maupun

non Muslim, pasti mengakui bahwa sumur zamzam yaitu  keajaiban

terbesar di dunia, dibanding keajaiban-keajaiban dunia yang lain.

Kita tidak akan berpolemik tentang siapa yang per tama kali

membangun Ka’bah, Nabi Adam as atau Nabi Ibrahim as dan putranya,

Ismail as. Tapi soal sumur zamzam, semua ahli sejarah sepakat bahwa

sumur yang penuh berkah itu berkaitan erat dengan Nabi Ismail as.

dan Bunda Siti Hajar as.

Waktu itu Nabi Ibrahim as. meninggalkan Isterinya, Hajar as dan

putranya yang masih bayi, Ismail as. di tanah yang tandus dan gersang,

yakni di Bakkah atau Pegunungan Paran. Tidak ada manusia seorang


pun di sana, kecuali hanya Ibu dan bayi mungil itu saja. saat  persediaan

air yang mereka bawa sudah habis, Ibu Hajar as. mencari air di Bukit

Shafa. Sayang di sana kering kerontang, tak ada air setetes pun. Ibu

Hajar as. tidak putus asa, beliau berlari ke Bukit Marwah, sebab  dari

kejauhan tampak ada air di sana. Sesampainya di sana, Ibu Hajar as.

harus kecewa, sebab  ternyata di sana tidak ada air sama sekali. Yang

beliau lihat hanya fatamorgana. Sebuah pandangan mata yang menipu

saja. Tangisan putranya terdengar menghiba. Ibu Hajar as tidak tahan.

Beliau kemudian kembali lari ke Bukit Shafa, lalu ke Bukit Marwah dan

seterusnya sampai tujuh kali. Usaha Ibu Hajar as yang pantang menyerah

itu diabadikan oleh syariat Islam dalam ritual ibadah haji, yakni Sa’i,

berlari-lari kecil sebanyak tujuh kali antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah.

saat  rasa haus sudah mencekat di kerongkongan, Ibu Hajar as.

duduk lemas tak berdaya. Beliau hanya bisa tawakal kepada Allah. Beliau

yakin Allah tidak akan menipu Suaminya dan tidak akan menyengsarakan

atau membiarkan  mereka mati kehausan di gurun tandus itu. Tapi dari

kejauhan, Ibu Hajar as. melihat Ismail as. sedang bermain air di

tempatnya ditinggalkan. Beliau juga sempat melihat “seseorang”

menjejakkan kakinya ke tanah sehingga keluarlah mata air yang airnya

dibuat main oleh Ismail as. “Seseorang” itu yaitu  Malaikat Jibril as.

Segera Ibu Hajar as. mendekati Ismail as. saat  beliau menciduk dengan

tangan, air itu keluar makin deras. Lalu Ibu Hajar as membendung air

itu dengan tangannya sambil mengatakannya: “Zummi zummi!”, yang

artinya “Kumpullah! Kumpullah!”  Dari situlah konon diambil nama air

yang keluar dari mata air itu dengan sebutan air zamzam.

Ada catatan menarik yang bisa kita dapatkan di Alkitab, Kitab Suci

saudara-saudara kita yang beragama Kristiani. Yakni di Kitab Kejadian

Pasal 21, ayat 17 sampai 21. Di sana ter tulis dengan jelas: “Allah

mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada

Hagar, kata-Nya kepadanya: ‘Apakah yang engkau susahkan, Hagar?

Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat

ia terbaring. Bangunlah, angkat anak itu, dan bimbinglah ia, sebab Aku

akan membuat ia menjadi bangsa yang besar’. Lalu Allah membuka


mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur, ia pergi mengisi kirbatnya

dengan air, kemudian diberinya anak itu minum. Allah menyertai anak

itu, sehingga ia bertambah besar, ia menetap di padang gurun dan

menjadi seorang pemanah. Maka tinggallah ia di padang gurun

Paran….”

Padang  gurun Paran telah disepati ahli sejarah yaitu  Bakkah

atau Mekah yang berada di Jazirah Arab.

Lalu apakah yang dimaksud “sumur” dalam ayat itu yaitu  sumur

zamzam?  Wallahu a’lam.

Sumur zamzam tetap eksis dan lestari meski sudah berumur ribuan

tahun, dan airnya tidak pernah kering. Padahal dia berada di gurun

tandus, dan airnya terus diambil orang setiap saat. Misalnya di musim

haji… katakanlah jumlah jamaah haji 2 juta orang setiap musim haji,

dan setiap orang membawa 5 liter air saat  pulang kembali ke tanah

air masing-masing. Itu berarti 10 juta liter air zamzam yang dijadikan

oleh-oleh haji. Belum lagi yang diminum setiap detik oleh jamaah Masjidil

Haram dan Masjid Nabawi. Kalau setiap orang minum 1 liter air zamzam

per hari, dan mereka tinggal di Mekah selama 10 hari saja, misalnya.

Maka kita bisa menghitung  1 liter x 2.000.000 x 10 x = 20.000.000 liter.

Ar tinya selama 10 hari di Mekah, jamaah haji telah meminum air

zamzam sebanyak 20 juta liter! Subhanallah….

Dari sumur yang memiliki  kedalaman kurang lebih 30 meter,

dengan diameter berkisar antara 1,46 meter hingga 2,66 meter,

menghasilkan air yang begitu banyak. Hasil penelitian menjelaskan, mata

air zamzam bisa memancarkan air sebanyak 11 sampai 18 liter per

detik. Berarti setiap menit akan dihasilkan 660 sampai 1080 liter air,

dan satu jam dihasilkan 39.600 sampai 64.800 liter air!

Foto-foto satelit menunjukkan, di bawah gurun Arab Saudi terlihat

ada 3 sumber air  (salah satunya Laut Mati atau Laut Merah) yang

berbeda,  yang bersatu menuju ke satu titik di bawah Ka’bah. Mungkin

saja dahulu di sana ada lembah yang dialiri sungai yang saat ini sudah


kering. Atau dapat pula merupakan dataran rendah hasil runtuhan atau

penumpukan hasil pelapukan batuan yang lebih tinggi topografinya.

Di bawah lapisan alluvial Wadi Ibrahim ini ada  setengah meter

(0.5 m) lapisan yang sangat lulus air (permeable). Lapisan yang sangat

lulus air inilah yang merupakan tempat utama keluarnya air-air di sumur

zamzam. Pada kedalaman 17 meter ke bawah, sumur zamzam

menembus lapisan batuan keras berupa batuan beku diorite. Bagian

atas batuan ini ada rekahan yang juga memiliki kandungan air.

Kemudian terlihat pula di bawah gurun air zamzam mengalami proses

penyaringan melalui pori-pori yang sangat unik, menyerap puluhan

mineral dan zat-zat yang dibutuhkan tubuh manusia (baru ditemukan

10 mineral)  dengan konsentrasi yang sangat pas dan tepat. sebab 

banyaknya ion, mineral dan zat yang bermanfaat di dalam air zamzam,

maka dalam botol kemasan air zamzam tidak dicantumkan lagi

kandungan mineralnya.

Pada tahun 1373 H/1953 M dibangun pompa untuk menyedot air

zamzam. Pompa ini menyalurkan air dari sumur ke bak penampungan

air, dan di antaranya juga ke kran-kran yang ada di sekitar sumur

zamzam. Sekarang  penyedotan dilakukan dengan pompa listrik yang

tertanam di bawah tanah (electric submersible pump), dan air yang

disedot mencapai 765 meter kubik per jam. Letak sumur zamzam di

lantai bawah Masjidil Haram, dekat Ka’bah, lurus ke arah Pintu Bani

Shaibah dari Masjid. Sumur itu dilindungi dengan ruang kaca tebal

bundar, yang tampak hanya pipa stainless steel 10 inchi dari pompa

submersible. Kini sumur itu sudah ditutup, untuk menghindari terjadinya

kemusyrikan di sana.

Pemerintah Arab Saudi terus berupaya memelihara sumur

bersejarah ini, agar bisa melayani kebutuhan akan air zamzam jamaah

haji dan umrah.  Oleh sebab  itu, pada tahun 1415 H (1994 M) dibentuk

sebuah badan yang khusus mengurusi sumur zamzam. Badan riset

sumur zamzam ini berada dibawah SGS (Saudi Geological Survey) dan

bertugas:


1. Memonitor, memelihara, dan menjaga jangan sampai sumur ini

kering.

2. Menjaga urban di sekitar Wadi Ibrahim, sebab  bisa mempengaruhi

pengisian air.

3. Mengatur aliran air dari daerah tangkapan air (recharge area).

4. Memelihara pergerakan air tanah dan juga menjaga kualitas melalui

bangunan kontrol.

5. Meng-upgrade pompa dan tangki-tangki penadah air.

6. Mengoptimasikan suplai dan distribusi air.

Sumur zamzam terletak di cekukan bukit batu hitam yang gersang,

di pusat kota Mekah. Curah hujan per tahun hanya 10 cm dan areal

tangkapan airnya hanya 60 km persegi. Sangat sulit dipercaya bisa

menjadi sumber mata air zamzam yang begitu berlimpah, bisa langsung

diminum dan kaya mineral. Kini di Masjidil Haram ada  340 dispenser

untuk laki-laki dan 110 dispenser untuk wanita, di samping itu ada ribuan

termos 10 galon yang tersebar di setiap sudut masjid yang selalu diganti.

Untuk dibawa pulang, di sekitar masjid tersedia kran-kran yang

mengucurkan air zamzam deras sekali. Apalagi kalau nanti renovasi

Masjidil Haram sudah selesai, pasti galon-galon yang tersedia akan

lebih banyak lagi. Begitu juga di Masjid Nabawi di Madinah, yang berjarak

kurang lebih 450 km dari Mekah, air zamzam bisa ditemui di setiap

sudut masjid kapan saja kita mau.

Pemerintah Arab Saudi tidak mengkomersialkan air zamzam.

Semua benar-benar untuk kepentingan tamu-tamu Allah yang berziarah

ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Pada tahu 1979 Raja Fahd,

memerintahkan dilakukan studi terinci mengenai air zam-zam. Kemudian

tahun 1404 H (1984) berdirilah King Fahd Cooled Water Charity Factory,

pabrik khusus untuk mengemas air zamzam 1 liter dalam botol.

50 juta botol air zamzam kemasan dibagikan secara gratis kepada

jamaah haji dan jamaah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di bulan

Ramadhan.  Dan untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan, sterilisasi

dilakukan dengan Ultra Violet. Dan proses higienisasinya  tidak


memakai  proses kimiawi, untuk menghindari perubahan rasa dan

kandungan air ini.

Di tanah gersang dan tandus, ternyata air sekarang ini tidak lagi

menjadi persoalan. Rakyat Arab Saudi ser ta  jamaah haji dan umrah

tidak perlu khawatir tidak kebagian air. Di samping itu, air mineral

berbagai merek juga melimpah dijual dengan harga relatif murah. Setiap

merek selalu mencantumkan kandungan mineral di botol kemasannya.

Berbeda dengan di negara kita, yang curah hujannya tinggi, tapi harga

air mineral mahal dan konsumen tidak diberi tahu mineral apa saja

yang terkandung  di dalam air itu. Di negara kita sering sekali terjadi

kekeringan dan orang kesulitan air, padahal kita dikelingi oleh lautan!

Dalam penelitian ilmiah yang dilakukan di laboratorium di Eropa,

terbukti bahwa air zamzam memang lain. Kandungan airnya berbeda

dengan sumur-sumur yang ada di sekitar Mekah. Kadar Kalsium dan

garam Magnesiumnya lebih tinggi dan berkhasiat untuk menghilangkan

rasa haus dan mengandung efek penyembuhan. Zamzam juga

mengandung  fluorida yang berfungsi memusnahkan kuman-kuman yang

ada  dalam kandungan airnya. Air zamzam mengandung elemen-

elemen alamiah sebesar 2000 mg per liter, biasanya air mineral alamiah

(hard carbonated water) tidak akan lebih dari 260 mg per liter. Elemen-

elemen kimiawi yang terkandung dalam air zamzam dapat

dikelompokkan menjadi dua bagian. Pertama, ion positif,   seperti sodium

(250 mg per liter), kalsium (200 mg per liter), potassium (20 mg per

liter), dan magnesium (50 mg per liter). Kedua, ion negatif, seper ti

sulphur (372 mg per liter), bikarbonat (366 mg per liter), nitrat (273

mg per liter), phosphat (0.25 mg per liter) dan ammoniak (6 mg per

liter).

Kandungan-kandungan elemen-elemen kimiawi inilah yang

menjadikan rasa dari air zamzam sangat khas dan dipercaya dapat

memberikan khasiat khusus. Yang sangat mengherankan di sumur

zamzam  tidak ada lumut sedikitpun, sehingga zamzam selalu bebas

dari kontaminasi kuman. Anehnya lagi, pada saat semua sumur air di

sekitar Mekah kering, sumur zamzam tetap berair.


Para ulama merekomendasikan agar air zamzam dibawa pulang

oleh siapa saja yang mengunjungi Mekah dan Madinah, sebab  air

zamzam itu bisa dijadikan obat untuk penyembuhan suatu penyakit.

Dengan bahasa yang bebas, sebuah hadits Rasulullah Saw

mengisyaratkan hal ini: “Air zamzam berkhasiat seperti niat orang yang

meminumnya. Kalau seseorang minum supaya disembuhkan dari

penyakit, Allah akan menyembuhkannya. Jika seseorang meminumnya

supaya kenyang, Allah akan membuatnya kenyang. Dan bila seseorang

meminumnya untuk menghilangkan dahaganya, maka Allah akan

menghilangkannya.” (HR. Ad-Daruquthni dan Al-Hakim).

Mata air Zamzam dan pompa mesin Sumur Zamzam

Ibnu Arabi mengomentari hadits ini: “Kelebihan ini akan tetap ada

pada air zamzam sampai hari Kiamat bagi orang yang niatnya benar,

tidak mendustakannya dan tidak meminumnya sebab  sekedar ingin

coba-coba. sebab  sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang

tawakal kepada-Nya, dan Dia akan membukakan kesalahan orang yang

sekedar mencoba-coba.”

Dan khasiat air zamzam? Sudah tidak terbilang orang yang sembuh

--atas ijin Allah-- dari penyakit fisik atau penyakit kejiwaan sebab  minum

air zamzam. Dari penyakit ringan sampai penyakit berat, seperti kanker.

Jadi, cukuplah bagi kita meyakini hadits Rasulullah Saw, seperti yang

disarankan oleh Ibnu Arabi. Dan hadits Rasulullah Saw menegaskan,


bahwa sebaik-baik air di permukaan bumi yaitu  air zamzam. Padanya

ada  makanan yang bermanfaat, minuman yang menyegarkan,

penawar dan penyembuh berbagai penyakit.

Sebaiknya kita minum air zamzam dengan menetapkan niat untuk

kebaikan, memegang gelas atau wadah minum dengan tangan kanan,

menghadap Kiblat (ada yang mengatakan sebaiknya sambil berdiri),

dan berdoa:  “Allahumma inni as’aluka ilman naafi’an, wa rizqan waasi’an,

wa syifaa’in min kull i daa’in wa saqamin. Bir rahmatika yaa

arhamarraahimiin.”  Ar tinya: “Ya Allah, aku mohon pada-Mu ilmu

pengetahuan yang bermanfaat, rezeki yang luas dan sembuh dari segala

sakit dan penyakit dengan segala rahmat-Mu, ya Allah, wahai Tuhan

Yang Maha Pengasih dan Penyayang.”

Air zamzam yaitu  air ajaib yang penuh berkah. Maka minumlah

dengan niat mendapatkan berkah dari Allah, baru ser takan niat lain

yang baik yang tidak melanggar syariat.

Kisah Hikmah

Di atas pesawat, dalam perjalanan menunaikan ibadah haji, Faiz minta

tolong pada temannya agar menjitaki kepalanya. Sebab saat itu

migrennya sedang kumat, dan biasanya Faiz memang selalu dijitaki

oleh Istrinya kalau sedang mengalami serangan migren di rumah.

Beberapa calon haji dan pramugari pesawat, tersenyum melihat adegan

Faiz sedang dijitaki temannya.

Migren telah lama menjadi gangguan bagi Faiz, sebab nya bisa

muncul kapan dan di mana saja, tanpa permisi. Termasuk di atas

pesawat, padahal dia sudah minum obat migren andalannya. Pernah

dia konsultasi ke dokter, tapi kata dokter migren memang belum ada

obatnya. Berar ti Faiz harus menunggu dengan sabar, sampai obat

migren ditemukan.

sesudah  keluar dari bandara Jeddah, di satu tempat --entah di mana-

- bus yang ditumpangi rombongan Faiz berhenti. Di sana dia diberi

gelang warna putih bertuliskan huruf  Arab. Dia juga diberi sebotol air


berukuran sedang, yang dia kira air mineral biasa. Ternyata kata Ustadz

pemimbingnya, itu air zamzam.

“Air zamzam ini berkhasiat sesuai dengan niat peminumnya!”, kata

Ustadz sebelum memimpin doa minum air zamzam.

Faiz teringat pada migrennya, yang mungkin saja akan mengganggu

kekhusyukan ibadah hajinya. Oleh sebab  itu, Faiz berniat minum air

zamzam untuk menghilangkan migrennya, “setidaknya” selama dia

berada di dua Tanah Suci, Mekah dan Madinah. Dia juga mohon kepada

Allah agar bisa lama berada dalam keadaan wudhu, sebab  selama ini

dia dikenal beser, alias sering mondar-mandir ke kamar kecil.

Rupanya doa Faiz dikabulkan Allah. Selama di Mekah dan Madinah,

bahkan selama di Arab Saudi, migren tidak pernah mampir di kepala

Faiz. Begitu juga soal kebiasaan buruknya keluar-masuk toilet, hilang

sama sekali. Alhasil, Faiz bisa menjalankan ibadah haji dengan tenang.

Meskipun dia minum air zamzam sebanyak-banyak, dia jarang ke kamar

kecil selama di Masjidil Haram atau Masjid Nabawi.

Tapi sesudah  kembali ke tanah air, migren itu muncul lagi, juga

kebiasaan buruknya sering ke kamar kecil. Faiz jadi teringat pada doanya

yang “memberi syarat” kepada Allah. Waktu dia mohon agar Allah

menghilangkan migrennya, “setidaknya” selama dia berada di dua Tanah

Suci, Mekah dan Madinah. Harusnya dia minta disembuhkan secara

total, tidak perlu mengucapkan kata “setidaknya”. Bukankah Allah Maha

Kuasa berbuat apa saja?

Kalau mengingat itu, Faiz sering tersenyum sendiri sambil

menyesali kebodohannya.

Ruqyah Syar’iyyah

Di atas telah dijelaskan, bahwa Islam memandang sehat secara

menyeluruh, melingkupi seluruh aspek kemanusiaan kita; tubuh, hati,

jiwa, dan ruhani. Dan kita juga telah memaklumi, bahwa penyakit itu

tidak hanya menimpa tubuh dan hati saja, tapi juga bisa menimpa jiwa


dan ruhani kita (Semoga Allah mengampuni saya bila salah beranggapan

bahwa ruhani juga bisa terkena penyakit). Penyakit jiwa masih bisa

ditangani secara medis. Tapi penyakit ruhani umumnya  tidak bisa

didiagnosis, hanya bisa dikenali gejala-gejalanya saja. Oleh sebab  itu,

penanganannya juga berbeda dan khusus, yakni dengan cara-cara non

medis alias secara spiritual.

Kendati masyarakat semakin modern, tapi cara-cara primitif  dan

tak berbudaya masih juga berlaku dalam hal menyelesaikan persoalan

antar manusia. Yang saya  maksud cara-cara primitif  dan tak berbudaya

yaitu  masih digunakannya santet, teluh, dan sihir sebagai media untuk

menyakiti “lawan” berperkara. Masih segar dalam ingatan kita, kasus

yang menimpa seorang Guru Taman Kanak-Kanak di Kalimantan yang

dari tubuhnya keluar puluhan kawat. Dan kawat-kawat itu seper ti akar

pohon yang terus tumbuh dan hidup! Kasus ini sangat menggegerkan

dunia kedokteran modern. Mereka gagap menghadapi peristiwa aneh

ini. Bagaimana “ceritanya” kawat besi bisa tumbuh dari dalam tubuh

manusia? Ada juga seorang laki-laki yang dari mulutnya keluar

kalajengking dan pisau silet! Atau fenomena kesurupan massal yang

sering terjadi belakangan ini.

Mau tidak mau, kedokteran modern harus menoleh pada

“seniornya”, yaitu kedokteran Nabi, dan bekerja sama dengannya.

Kedokteran Nabi memiliki  cara khusus dalam menangani kasus

supranatural seperti ini, dan seringkali berhasil. Metode yang digunakan

yaitu  dengan cara ruqyah syar’iyyah, ruqyah yang tidak bertentangan

dengan akidah Islam.

Ruqyah arti sederhananya yaitu  mengobati penyakit atau keadaan

tertentu dengan doa, seraya memohon perlindungan kepada Allah. Ada

juga yang mengatakan ruqyah berar ti jampi-jampi. Tapi jampi-jampi

sudah terlanjur memiliki  konotasi negatif, berbau klenik dan magis.

Tentu saja ruqyah, apalagi yang syar’iyyah, jauh dari perbuatan-

perbuatan syirik seperti itu.


Oleh sebab  itu, seseorang yang akan meruqyah diberi syarat yang

sangat ketat, yakni:

1. Muslim.

2. Lurus aqidah dan tauhidnya.

3. Saleh, dengan menjaga ibadah dan tingkah laku.

4. Menguasai doa ruqyah dengan pemahaman yang benar.

5. Ikhlas menolong sebab  Allah, bukan sebab  riya atau mengharap

imbalan.

6. Tidak memakai  cara-cara yang diharamkan agama.

7. Hanya memakai  ayat-ayat Al-Qur’an atau doa-doa yang

diajarkan Nabi Saw.

8. memiliki  kekuatan tawakal yang besar.

Begitu juga orang yang mau diruqyah. Dia harus ikhlas dan hanya

menyandarkan kesembuhan kepada Allah (kalau dia dalam keaadan

sadar) dan dalam keadaan berwudhu. Dia harus yakin bahwa yang

menyembuhkan atau menghilang gangguan pada dirinya yaitu  Allah,

bukan kekuatan atau kehebatan si peruqyah.

Ruqyah diperlukan sebab  setiap saat kita tidak hanya berhadapan

dengan makhluk-makhuk Allah yang kasat mata, tapi juga makhluk-

makhuk gaib berupa jin dan setan. Dan kita tahu bahwa setan itu musuh

kita yang nyata dan selalu mencari kesempatan untuk menyelakakan

kita.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah Saw bahkan menyatakan, bahwa

setan itu bisa bersemayam di dalam aliran darah manusia. Atau

mempengaruhi pikiran dan hati manusia, membuatnya menjadi waswas,

gelisah, emosional, lalai dari zikir, malas, dan perubahan prilaku ke

arah yang negatif. Gangguan jin atau setan itu bisa datang sendiri, bisa

juga sebab  dikehendaki oleh seseorang melalui apa yang disebut teluh,

santet, atau sihir.

Sihir yaitu  kesepakatan antara penyihir dengan jin. Penyihir

menyetujui akan melakukan hal-hal yang diharamkan Allah atau hal-

hal yang syirik sebagai kompensasi atas bantuan jin dalam memuluskan


apa yang dimintanya. sebab  jin tidak pernah mau membuat MOU

(memorandum of  understanding) dengan manusia kalau tidak ada

imbalan yang menguntungkannya. Kalau seorang Muslim minta tolong

pada jin, mungkin saja jin itu tidak minta si Muslim keluar dari agamanya.

Tapi cukup lalai dari Allah dan kemudian –inilah jebakannya-- melakukan

hal-hal yang syirik. Menurut Ibnu Qayyim --semoga Allah merahmatinya-

- sihir itu terjadi sebab  pengaruh ruh-ruh jahat (dalam hal ini jin atau

setan), dan reaksi kekuatan alami tubuh terhadapnya.

Tanda-tanda Orang Yang Harus Diruqyah

Ada tanda-tanda fisik yang mudah terlihat, yang mengindikasikan

seseorang terkena serangan sihir atau “ditumpangi” jin. Dan kalau ini

yang terjadi, maka ruqyah perlu dicoba, di samping pengobatan medis.

Kondisi itu yaitu :

Tidak ada gairah, tidak bertenaga, dan malas.

Sulit tidur malam atau sering bangun dengan perasaan cemas.

Rasa pegal di kaki kiri, pergelangan paha kiri, pinggang bagian

belakang, pusing-pusing yang bukan sebab  penyakit fisik, berat di

leher, dan sebagainya.

Emosi sulit atau tidak bisa dikendalikan.

Bisa menangis atau tertawa tiba-tiba, tanpa sebab yang jelas.

Senang menyendiri atau mengurung diri.

Sering lupa dengan cara yang tidak biasa.

Sering dihantui mimpi yang menyeramkan.

Sering meracau (mengigau) saat  tidur.

Tidak betah di rumah.

Berprilaku ganjil dan sejenisnya.

Ayat-ayat Al-Qur’an atau doa-doa Nabi Saw yang dibacakan

peruqyah akan berpengaruh secara signifikan pada orang yang diruqyah.

Biasanya orang ini akan merasa gelisah atau pusing, bergetar, seperti

kesemutan dan seluruh badannya terasa panas saat  mendengar ayat-

ayat Al-Qur’an atau doa-doa Nabi Saw dibacakan. Kalau keadaannya

parah, dia bisa bagai kesurupan, mengamuk, atau pingsan. Itulah


sebabnya, mengapa peruqyah harus seorang yang alim, saleh bertauhid

benar, sebab  dia akan selalu berhadapan dengan kekuatan-kekuatan

jahat yang berasal dari jin dan setan.

Ummul Mukminin, Aisyah ra., pernah mengatakan: “Rasul

meniupkan untuk dirinya Al-Mu’awwidzatain saat menderita sakit

menjelang wafatnya, dan saat  keadaan beliau sudah amat parah, aku

membaca untuknya dan mengusapkan dengan tangan beliau, kiranya

memperoleh berkat surat ini.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Yang dimaksud Al-Mu’awwidzatain yaitu  Surat Al-Falaq dan Surat

An-Naas. Dua surat yang biasa dibaca untuk mohon perlindungan kepada

Allah dari semua kejahatan. Bahkan Rasulullah Saw pernah menyuruh

seorang Sahabat, Uqbah Ibn ‘Amir ra.: “Mohonlah perlindungan dengan

membaca keduanya (Al-Mu’awwidzatain), sebab  tidak ada satupun yang

meminta perlindungan serupa dengannya.”

saat  kita membaca Al-Mu’awwidzatain kita meminta perlindungan

kepada Allah, Tuhan yang menguasai seluruh makhluk dan seluruh

ciptaan-Nya. Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Kuat. Tidak ada satupun

kekuatan di alam raya ini bisa mengalahkannya.

Ayat-ayat Yang Dibaca saat  Meruqyah

Sesungguhnya Al-Qur’an, seperti yang Allah nyatakan, yaitu  asy-syifaa,

obat  atau penawar. Hanya Allah Yang Maha Mengetahui, makna penawar

yang sebenarnya, atau obat dari penyakit apa sajakah dia. “Dan Kami

turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi

orang-orang yang beriman dan Al-Qur’an itu tidaklah menambah kepada

orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. Al-Isra {17}: 82).

Oleh sebab  itu, kita diperintah untuk membaca Al-Qur’an, di

samping sebagai bentuk ketaatan dan mengharap berkah dari kesucian

firman Allah Azza wa Jalla, juga bisa menghindarkan diri kita dari segala

penyakit dan tameng dari gangguan setan. Dalam ayat lain, Allah

berfirman: “Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan, maka


berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi

Maha Mengetahui. sebab  Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa

bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat kepada Allah,

maka saat  itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.” (QS.

Al-A’raaf  {7}: 200-201).

Ayat-ayat yang biasa dibaca saat  ruqyah yaitu :

Surat Al-Fatihah

Surat Al-Ikhlash, Al-Falaq dan An-Naas

Surat Al-Baqarah ayat 1-5, ayat 102, ayat 137, ayat 255 (Ayat Kursi),

ayat 284-286

Surat Al-Imran ayat 1-5, ayat 85, ayat 173-174

Surat Al-An’aam ayat 17

Surat Al-A’raaf  ayat  54-56, ayat 117-119

Surat Yunus ayat 79-82

Surat Al-Israa’ ayat 82

Surat Al-Kahfi ayat 39

Surat Thaahaa ayat 65-69

Surat Al-Mukminuun ayat 115-118

Surat Yaasin ayat 1-9

Surat Ash-Shaffat ayat  1-10

Surat Al-Mukmin (Ghafir) ayat 1-3

Surat Al-Ahqaaf ayat 29-32

Surat Ar-Rahmaan 33-35

Surat Al-Hasyr ayat 21-24

Surat Al-Mulk ayat 1-4

Surat Al-Qalam ayat 51-52

Surat Al-Jin ayat 1-9

Sedangkan doa-doa Rasulullah Saw banyak sekali yang intinya

mohon perlindungan kepada Allah dari segala macam penyakit atau

gangguan setan dan jin.

Untuk menolak serangan setan atau jin (baik dalam bentuk makhluk

halus maupun dalam bentuk benda gaib), sebaiknya kita membentengi

diri dengan selalu:


Membaca isti’adzah (‘Audzubillaahi minasy syaithaanir rajiim).

Membaca Al-Mu’awwidzatain, ayat Kursi dan 3 ayat terakhir Surat

Al-Baqarah.

Banyak berzikir mengingat Allah.

Berwudhu dan shalat.

Semoga Allah selalu melindungi kita dari gangguan setan dan jin.

Sesungguhnya setan itu hanya menyuruh kamu

berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah

apa yang tidak kamu ketahui.

(QS. Al-Baqarah {2}: 169).

Kisah Hikmah

Kunto merasakan ada yang tidak beres pada dirinya. Setiap menjelang

malam, badannya menggigil atau kadang-kadang panas di bagian

punggung, di sekitar leher dan nyeri sendi. Semula dia menyangka typus.

Tapi saat  dia konsultasi ke dokter, dokter mengatakan itu bukan gejala

typus. Semakin hari, semakin timbul banyak keanehan. Misalnya dia

terbangun di malam buta dan diserang rasa gelisah yang luar biasa.

Atau dia mimpi yang seram-seram, kadangkala dia ingin marah-marah

tanpa jelas sebabnya.

Apa yang dia rasakan akhirnya dia ceritakan pada seorang

temannya, Abrar. Abrar menyarankan agar Kunto diruqyah. Kunto

mulanya tidak percaya dengan hal-hal yang berbau klenik. Dia

menyamakan ruqyah dengan pengobatan batin ala paranormal yang

sering dia dapati iklannya di koran atau majalah. Tapi Abrar menjelaskan,

bahwa ruqyah berbeda dengan pengobatan spiritual yang biasa dilakukan

paranormal. Yang meruqyah juga ustadz yang saleh dan lurus tauhidnya.

Akhirnya sesudah  mengendapkan kurang lebih dua pekan, Kunto

memutuskan untuk diruqyah. sebab  perasaannya semakin kacau, dia


makin tidak bisa konsentrasi dalam bekerja, apalagi shalat. Sudah empat

bulan dia tersiksa seperti ini tanpa tahu apa sebabnya.

Dengan diantar Abrar, Kunto menemui seorang ustadz yang tinggal

di pinggir Jakarta. Entah mengapa saat  bersalaman dengan Ustadz

itu, Kunto merasakan panas di sekujur tubuhnya. Dia tambah gelisah

dan kelihatan tidak suka. Saat Ustadz ber tanya basa-basi, Kunto

menjawab ogah-ogahan. Dan saat  Ustadz itu ke masuk ke dalam

sebentar, Kunto menyatakan ingin pulang, tidak jadi diruqyah. Abrar

mulai curiga, dan memastikan temannya memang harus diruqyah.

Proses ruqyah dimulai…. Ustadz dibantu oleh dua orang temannya.

Ayat-ayat Al-Qur’an dibacakan secara bergantian oleh dua teman Ustadz.

Sementara si Ustadz terus menatap tajam ke arah Kunto. Begitu

mendengar ayat-ayat Al-Qur’an, sekujur tubuhnya merasakan panas

kembali. Kepalanya pusing. Tiba-tiba, mata Kunto mendelik, tangannya

mengepal kuat-kuat, lalu dia mendengus dengan napas memburu.

Sekarang dua teman Ustadz memegangi kedua tangannya. Pembacaan

ayat-ayat Al-Qur’an dan doa-doa dilanjutkan oleh Ustadz. Saat itulah

Kunto merasakan perutnya melilit-lilit. Sesuatu yang besar seperti ingin

keluar dari perutnya. Mulutnya terbuka. Payah sekali dia, seper ti mau

muntah tapi tidak bisa-bisa. Tubuhnya mengejang-ngejang. Begitu yang

bisa dilihat oleh Abrar.

sesudah  kurang lebih satu jam, Kunto akhirnya benar-benar muntah

dan pingsan. “Alhamdulillah, akhirnya keluar juga jin yang mengganggu

Pak Kunto…. Biarkan saja, nanti juga siuman”, kata Ustadz.

Hampir setengah jam Kunto pingsan, atau mungkin tertidur. sesudah 

itu dia siuman. Dia melihat sekeliling seperti orang linglung, dan bertanya

pada Abrar di mana mereka. Abrar menjelaskan kalau Kunto habis

diruqyah. Ustadz membantu menjelaskan, katanya Kunto diganggu oleh

jin kafir. Syukur jin itu berhasil diusir atas ijin Allah. Dan sejak diruqyah

itu, kehidupan Kunto kembali normal….


Akhirul Kalam

Islam memandang kesehatan secara menyeluruh. Tidak terbatas

pada sehat fisik saja, tapi juga sehat hati, jiwa, dan ruhani. Rasulullah

Saw telah mencontohkan bagaimana seharusnya kita hidup. Tapi itu

jangan diartikan bahwa hidup sebagai seorang Muslim tidak bebas dan

tidak bisa “improvisasi”, sebab  harus terus mengikuti cara hidup

Rasulullah Saw. Tidak demikian. Sebagai Muslim, kita tetap bisa

beraktivitas sesuka hati kita. Rasulullah Saw hanya memberikan tuntunan

saja, sebab  beliau memang  uswatun hasanah. Manusia yang sengaja

diutus oleh Allah agar menjadi contoh paling sempurna dalam berprilaku

dan menjalani kehidupan. Tidak ada cela sedikitpun dalam diri beliau,

kecuali dalam pandangan mata orang-orang yang di dalam hatinya

ada  kebencian dan permusuhan. Tinggal bagaimana kita

mengejawantahkan prilaku Rasulullah Saw tersebut sesuai dengan jaman

kita hidup.

Betapa Rasulullah Saw benar-benar telah memberi contoh

bagaimana menjaga kesehatan secara umum dan holistik. Dan bila

akhirnya sakit juga, beliau mencontohkan bagaimana cara mencari

penyembuhan, yakni melalui dokter (tabib), pengobatan, dan obat-

obatan. Mengapa Rasulullah Saw  yang begitu teratur agenda hidupnya

masih juga bisa diserang sakit? Kalau sekiranya Rasulullah Saw tidak

pernah sakit, maka kita tidak akan tahu bagaimana cara beliau

menghadapi penyakit atau berobat. Beliau memang manusia yang

sempurna dalam segala aspek kemanusiaannya.

Banyak Sahabat ra. yang datang kepada beliau mengeluhkan sakit

mereka. Dan Rasulullah Saw memberikan resep-resep ajaib yang

mencengangkan dunia medis modern, sebab  sampai sekarang masih

terbukti kemanjurannya. Kita, kaum Muslimin, meyakini bahwa semua

yang beliau katakan bukanlah atas kemauan beliau sendiri, melainkan

dibimbing oleh Allah melalui

 wahyu yang diilhamkan kepada beliau. Oleh

sebab nya tidak mungkin salah. Walaupun ada sebagian obat yang

berdasarkan wahyu ini sangat efektif  menyembuhkan penyakit, tapi tidak


bisa dinalar oleh ilmu, eksperimen laboratorium dan analogi dokter

yang paling hebat sekalipun. Misalnya Rasulullah Saw pernah menyuruh

orang-orang yang datang dan mengeluh sakit kepada beliau untuk

meminum air kencing dan susu unta, yang kemudian terbukti sangat

manjur.

“Setiap penyakit ada obat penawarnya, maka jika obat penawar itu

cocok pada dirinya, maka dengan seijin Allah Azza wa Jalla niscaya dia

akan sembuh.” (HR. Muslim).

“Allah tidak akan menurunkan penyakit, kecuali Allah juga menurunkan

baginya obat penyembuhnya.”  (HR. Bukhari & Muslim).

“Sesungguhnya Allah tidak menjadikan kesembuhanmu itu dengan

sesuatu yang haram.” (Al-Hadits, dari Ummu Salamah ra.).

Tiga hadits Rasulullah Saw yaitu  isyarat yang gamblang bahwa

setiap umat Islam sakit, maka tidak lain baginya kecuali harus berobat.

Datang kepada orang yang dianggap ahli dalam hal pengobatan, yaitu

dokter atau tabib dan tidak berobat dengan hal-hal yang dilarang agama,

barang-barang haram atau mengandung kesyirikan. Hadits itu juga bisa

menjadi dorongan bagi dokter atau tabib bahwa mereka bisa membantu

menyembuhkan berbagai macam penyakit,  dan kalau apa yang mereka

lakukan tepat, maka atas ijin Allah, sembuhlah penyakit pasien yang

ditanganninya. Hadits itu juga menjadi motivasi untuk mereka yang sakit,

bahwa kalau mereka berobat dengan benar, insya Allah penyakit yang

dideritanya akan hilang. Dia akan sembuh dan sehat seperti sedia kala.

Rasulullah Saw juga mengingatkan para dokter dan tabib, agar

menyandarkan usaha penyembuhan yang mereka lakukan hanya kepada

Allah. Mereka hanyalah alat saja, salah satu instrumen dalam sebuah

ikhtiar. Tidak boleh mereka mengklaim sebagai penyembuh. Itu sudah

masuk ke wilayah yang dilarang agama, sebab  bisa melahirkan

kesombongan dan keangkuhan. Rasulullah Saw bersabda: “Allah,

hakekatnya yaitu   Tabib, sedangkan anda (wahai para dokter dan

tabib, pen.) hanyalah seorang pendamping. Tabib yang menyembuhkan

yaitu  Zat yang menciptakannya.” (Al-Hadits).


Begitu juga kepada mereka yang sakit. Tidak boleh sekali-kali

menganggap kesembuhan yang mereka capai sebab  berobat kepada

seorang dokter atau tabib, itu sebab  kehebatan si dokter atau tabib

tempat mereka meminta tolong. Kalau anggapan itu yang terbersit di

hati, maka itu pun sudah termasuk syirik. Kesembuhan hanya datang

dari Allah, sedang jalannya bisa melalui apa saja sekehendak Allah.

sebab  Dia yang menurunkan penyakit dan Dia juga yang menurunkan

penyembuhnya.

Kepada Allah, kita semua berserah diri. Dan kepada-Nya juga kita

semua akan kembali.

Wassalamu ‘alaikum wr. wb.

“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu

pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi

penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan

petunjuk ser ta rahmat bagi orang-orang yang

beriman.”(QS. Yunus {10}: 57).