Berbagai penyakit.
Dalam sistem kekebalan tubuh manusia, habbatussauda bekerja
sangat cermat dan spesifik. Dia memiliki senjata khusus untuk
menghancurkan segala macam penyakit. Hasil penelitian
memperlihatkan sesudah sel paghocytosis menelan kuman-kuman yang
menyerang tubuh, dia membawa bakteri antigenik ke permukaannya.
Kemudian dia menempel pada sel lymph, untuk mengidentifikasi
susunan mikrobanya secara detil. Lalu memerintahkan masing-masing
sel T-lymphocytes untuk memproduksi antibodi atau sel T-spesific,
khususnya yaitu antigenik yang juga dibangkitkan untuk berproduksi.
Dinding sel B-lymphocytes memiliki kurang lebih 100 ribu molekul dari
antibodi yang saling bereaksi secara khusus dengan kemampuan yang
tinggi, dan dengan jenis khusus yang ditimbulkan oleh antigenik dalam
mikroba. Antibodi menyatu dengan sel T- lymphocytes, lalu bersama-
sama dengan antigenik melawan mikroba, sehingga mikroba tidak bisa
“bergerak” dan sekaligus dihancurkan.
Dr. Al-Qadhy berkata: “sebab itu, kami dapat menyimpulkan bahwa
di dalam habbatussauda ada kesembuhan untuk segala macam
penyakit. sebab peranannya yang menguatkan dan memperbaiki
sistem kekebalan tubuh.”
The Journal of American Scientist melaporkan habbatussauda
bermanfaat untuk mengobati banyak penyakit sebab ia mengandung
antihistamin (pencegah alahan), antioksidan (pencegah kerusakan sel),
antibiotik (pembunuh kuman), antimycotic (anti jamur) dan bancho-
dilating effect (pengembang saluran pernafasan). Hasil penelitian Dr.
Micheal Tier ra, penulis buku “Planetary Herbalogy” mendapati
habbatussauda mengandung betasitosterol, yaitu bahan yang mujarab
untuk anti kanker.
Pernyataan dan hasil penelitian di atas tidak berbeda dengan
yang disabdakan Rasulullah Saw hampir 15 abad yang lalu: “Gunakanlah
habbatussauda, sebab di dalamnya ada obat untuk segala penyakit,
kecuali mati.” (HR. Bukhari & Muslim).
Hadits yang berasal dari Abu Salamah ra. dari Abu Hurairah ra.,
meneguhkan keyakinan bahwa Rasulullah Saw tidak asal ngomong.
Beliau telah diilhamkan oleh Allah Azza wa Jalla untuk menyampaikan
manfaat habbatussauda kepada seluruh manusia. Dan informasi yang
beliau sampaikan ternyata benar. Banyak sekali manfaat jinten hitam
ini bagi kesehatan manusia, sehingga orang-orang Eropa sering
menyebutnya “the seed of blessing”, bebijian yang mengandung rahmat.
Orang Mesir pun menyebutnya habat et baraka, bebijian yang diberkati
atau bebijian yang mengandung berkah.
Habbatussauda sudah digunakan di negara-negara Timur Tengah
dan Timur Jauh selama berabad-abad untuk mengobati penyakit ringan,
termasuk asma, bronkhitis, rematik, meningkatkan produksi susu ibu
hamil, mengobati gangguan pencernaan, membantu menjaga sistem
kekebalan tubuh, meningkatkan kemampuan perncernaan dan
pembuangan, dan melawan infeksi parasit. Mereka juga membuat minyak
dari biji hitam ini yang digunakan untuk mengobati penyakit kulit, seperti
eksim, dan luka radang ser ta mampu mengobati gejala meriang. Dan
Kamus Kedokteran “Larousse” menjelaskan bahwa habbatussauda
berfungsi untuk mengeluarkan angin dari perut, menambahkan gairah
seks, dan melancarkan darah haid.
Kandungan Habbatussauda yang berhasil diketahui yaitu :
monosaccharide glukosa, xylosa, polysaccharide, dan asam lemak tak
jenuh (unsaturated essential fatty acids, EFA). EFA tidak bisa dihasilkan
oleh tubuh kita. Oleh sebab itu, sumber utamanya yaitu dari makanan.
Juga ada asam amino yang membentuk protein, karotene yaitu sumber
vitamin A, kalsium, ferum (zat besi), dan sebagainya.
Berikut ini yaitu penyakit-penyakit yang bisa diupayakan
penyembuhannya dengan mengkonsumsi habbatussauda :
Anti kanker (pencegah kanker).
Antihistamin (pencegah alahan).
Antioksidan (pencegah kerusakan sel).
Antibiotik (pembunuh kuman).
Antimykotik (antikult).
Bancho-dilating effect (pengembang saluran pernafasan).
Mengatasi masalah ginjal, batu ginjal, ginjal bengkak.
Memperlancar keluarnya air seni.
Memperlancar haid.
Melancarkan pengeluaran air susu ibu.
Mengatasi stroke/lumpuh sebelah badan.
Mengeluarkan angin dari perut, mencegah masuk angin.
Menambah gairah seks.
Mengatasi lemah syahwat dan ejakulasi dini.
Mengatasi masalah kewanitaan (fibroid, menopause, keputihan,
dan sebagainya).
Mengatasi masalah pernafasan (asma, batuk berdahak,
bronchitis).
Mengatasi masalah peredaran darah (anemia, darah tinggi/
rendah).
Mengatasi gangguan mental dan meningkatkan kecerdasan
pikiran.
Mengatasi nyeri tulang dan persendian, gaout, arthritis, dan
reumatik.
Mengobati kencing manis, alergi, migrain, dan lain-lain
Subhanallah.... Maha Suci Allah, dan benarlah Rasulullah Saw yang
telah menginformasikan kepada kita bebijian hitam yang sangat ajaib
dan hebat, habbatussauda. Yang sangat bermanfaat bagi kesehatan
manusia. Hanya manusia yang hatinya tertutup oleh kesombongan dan
gengsi yang tidak mau mengakui kebenaran Islam melalui Nabi yang
membawanya, Rasulullah Saw.
Minyak Zaitun
Allah Azza wa Jalla berfirman dalam Al-Qur’an: “... dan sebagian dari
buah-buahan itu kamu makan, dan pohon kayu ke luar dari Thursina
(pohon zaitun), yang menghasilkan minyak, dan menjadi kuah bagi orang-
orang yang makan.” (QS. Al-Mukminuun {23}: 19-20).
Rasulullah Saw dalam sebuah haditsnya bersabda: “Gunakanlah
minyak zaitun dan olesilah dirimu dengannya, sebab dia datang dari
pohon yang diberkati.” (HR. Al-Baihaqi dari Ibnu Umar ra.).
Pohon zaitun disebut sebagai pohon yang diberkati mengacu pada
firman Allah yang termaktub di dalam Al-Qur’an Surat An-Nuur ayat 35:
“.... Perumpamaan cahaya Allah, yaitu seperti sebuah lubang yang
tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca
(dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara,
yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya,
(yaitu) pohon zaitun....”
Minyak zaitun, yang dihasilkan dari pohon zaitun, merupakan produk
asli hasil tani di benua Asia Kecil dan penyebarannya berasal dari Iran,
Syria, Palestina, dan Mediterania sejak 6.000 tahun yang lalu. Pohon
zaitun biasanya tumbuh di puncak-puncak bukit, sehingga dia mendapat
sinar matahari yang cukup, baik di waktu pagi maupun sore. Oleh sebab
itu, pohonnya subur dan buahnya menghasilkan minyak yang baik. Setiap
buah zaitun yang matang mengandung 80 persen air, 15 persen minyak,
1 persen protein, 1 persen karbohidrat, dan 1 persen serat. Untuk
menghasilkan buah dan berproduksi secara penuh, pohon zaitun harus
berumur antara 15 hingga 20 tahun.
Sejak ribuan tahun silam masyarakat di sekitar Laut Tengah dan
Timur Tengah telah merasakan manfaat buah zaitun, baik untuk makanan
harian atau untuk tujuan kesehatan. Buah zaitun muda yang berwarna
hijau kekuningan, biasanya dijadikan sebagai penyedap rasa atau makan
begitu saja. Sementara zaitun matang yang berwarna hitam, sering
dijadikan acar atau diperas untuk diambil minyaknya.
Minyak zaitun dari pohon
yang diberkati
Negara penghasil minyak zaitun terbesar saat ini yaitu Italia dan
Spanyol. Juga Yunani, Tunisia, Maroko, Amerika Serikat, dan Prancis.
Kawasan Mediterania selama ini memang dikenal sebagai gudang buah
dan minyak zaitun. Selama ini penduduk Timur Tengah mengandalkan
zaitun sebagai sumber minyak nabati. Minyak inilah yang menciptakan
rasa khas pada hidangan mereka. Jika diolah menjadi minyak, maka
kandungan asam lemak yang dimiliknya yaitu asam oleat (omega 9)
79 persen, asam palmitrat atau asam lemak jenuh 11 persen, asam
linoleat (omega 6) 7 persen, asam stearat 2 persen, dan lain-lain sebesar
1 persen.
Para ahli kesehatan merekomendasikan pemakaian minyak zaitun
untuk mengobati atau mencegah penyakit. Bahkan organisasi-organisasi
kesehatan, termasuk badan PBB untuk urusan kesehatan (WHO),
menyarankan agar masyarakat yang tinggal di lingkungan yang tingkat
penderita diabetes dan arterioclerosis (penebalan saluran urat darah)-
nya tinggi, agar mengkonsumsi minyak zaitun yang mengandung paling
kurang 30% asam linoleik. Secara khusus, kandungan asam linoleik
yang ada dalam buah zaitun sangat bermanfaat bagi ibu-ibu yang
tengah menyusui. Di samping memiliki satu peringkat asam linoleik
yang sangat mirip tarafnya dengan ASI, minyak zaitun berfungsi sebagai
sumber nutrisi alami seper ti halnya ASI bila dicampur dengan susu
sapi bebas lemak. Kekurangan asam linoleik dapat mengurangi dan
mengganggu tumbuhkembang bayi dan berpotensi besar menimbulkan
beberapa jenis penyakit kulit.
Tidak hanya itu, unsur klorin yang dikandung minyak zaitun dapat
meningkatkan fungsi liver lebih sempurna, sehingga memfasilitasi tubuh
dalam mengeluarkan bahan-bahan buangan. Zaitun juga membuat
tubuh menjadi kuat, memanjangkan usia dan menjadi sumber penting
bagi gizi manusia. Unsur-unsur yang ada dalam minyak zaitun juga
baik untuk serabut ar teri otak dan mengendalikan kolesterol, yaitu
dengan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL, high density
lipoprotein) dalam darah, dan mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL,
low density lipoprotein). Oleh sebab itu, pemakaian zaitun untuk
memasak sangat dianjurkan. Zaitun secara alami mengandung
beberapa senyawa tak tersabunkan, seper ti fenol, tokoferol, sterol,
pigmen, dan squalen yang memegang peranan penting dalam kesehatan
manusia, dan triasilgliserol yang sebagian besar di antaranya berupa
asam lemak tidak jenuh tunggal jenis oleat.
Pada 21 April 1997 di Roma, Italia, berkumpul 16 orang pakar
dalam ilmu kedokteran paling tersohor di dunia. Para pakar ini secara
serius membahas soal khasiat minyak zaitun. Dan kemudian
menghasilkan keputusan bersama yang mereka beri tema “Minyak
Zaitun dan Nutrisi Laut Putih Tengah”. Dalam pernyataan tersebut,
mereka menegaskan bahwa mengkonsumsi minyak zaitun bisa
melindungi tubuh dari serangan penyakit jantung koroner, kenaikan
kolesterol darah (LDL), kenaikan tekanan darah, ser ta diabetes, dan
obesitas. Di samping itu, minyak zaitun juga berkhasiat untuk mencegah
beberapa jenis penyakit kanker. Zat klorofilnya juga bisa berfungsi
sebagai anti oksidan.
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam majalah Lanst pada 20
Desember 1999 M, menginformasikan keistimewaan negara paling miskin
di Eropa, yaitu Albania yang berpenduduk sebagian besar Muslim. Angka
kematian di sana sangat kecil, di kalangan pria hanya 41 orang dari
setiap 100.000 penduduk, separoh dari keadaan di Britania. Rupanya
ini sebab penduduk Albania terbiasa mengkonsumsi minyak zaitun setiap
hari.
Jika diminum, minyak zaitun sangat bermanfaat untuk: menguatkan
kandung empedu, menurunkan asam lambung (segala jenis minyak
jika dikonsumsi mengganggu pencernaan, kecuali minyak zaitun),
mencegah gangguan pencernaan, mengobati penyakit wasir, mengatasi
impotensi, membantu datang bulan yang bermasalah, menghilangkan
racun dalam tubuh, mencegah per tumbuhan sel-sel kanker dan tumor,
menurunkan kadar gula dan kolesterol jahat dalam darah, mencegah
diabetes.
Jika dioleskan, minyak zaitun bermanfaat untuk: menghilangkan
flek dan kerut di wajah, melindungi kulit dari bakteri, mencegah rontoknya
rambut, menghilangkan penyakit kulit, menghaluskan dan melembabkan
kulit, mencegah penuaan dini dan menjaga kebersihan kulit kepala.
Secara umum minyak zaitun sangat berguna untuk:
Mengurangi kadar lemak dalam diet harian.
Menghindari penyakit kardiovaskular dan arteriosclerosis.
Mencegah pembentukan batu empedu (gallstone).
Membantu pembentukan dan mengurangi ulser perut .
Antioksidan dan anti kanker.
Membantu keseimbangan metabolisme tubuh.
Membantu per tumbuhan tulang (khususnya bagi anak-anak).
Mengandung vitamin E.
Kecantikan (kulit dan rambut).
Kestabilan asid lemak.
Mencegah penuaan dini.
Mengobati wasir.
Mengatasi impotensi.
Memperbanyak dan melancarkan ASI.
Dan lain-lain.
Hadits Rasulullah Saw menyatakan: “Sesungguhnya Allah Ta’ala
menurunkan penyakit dan obatnya, dan menjadikan setiap penyakit
pasti ada obatnya. Maka berobatlah kalian, tapi jangan dengan yang
haram.” (HR. Abu Dawud). Dalam hadist lain mengatakan: “Barangsiapa
menggosok (badannya) dengan minyak zaitun, maka setan tidak akan
mendekatinya.”
Mungkin saja yang dimaksud “setan” oleh Baginda Rasulullah Saw
bukan setan dalam pengertian makhluk ghaib, tapi semua jenis penyakit
yang berpotensi mengganggu kenyamanan hidup kita. bukankah setan
senang sekali mengganggu manusia? Wallahu a’lam.
Kurma Ajwa
Kalau anda berziarah ke Masjid Nabawi dalam rangka umrah atau
sesudah /sebelum haji, jangan lupa sempatkan diri ke Pasar Kurma. Anda
akan menjumpai puluhan jenis kurma dan produk-produk berbahan
dasar kurma dijual di sini, misalnya kurma al-anbarah, al-khodhrowi,
syaqra’ Mubarak, as-sukkari, al-hulwah, al-burni, ajwa, dan lain-lain.
Struktur tanah di Madinah dianggap paling cocok untuk budi daya kurma,
sehingga Pemerintah Saudi membuat kebijakan menjadikan Madinah
sebagai sentra perkebunan kurma. Oleh sebab itu, pasokan kurma
melimpah ruah di Kota Nabi ini dan tentu saja harganya relatif lebih
murah dibanding di kota-kota lain di Arab Saudi. Dan kurma yang
paling banyak dicari orang-orang yaitu kurma ajwa atau “kurma Nabi”.
Kurma ajwa yaitu kurma istimewa. Disebut istimewa sebab tangan
suci Rasulullah Saw sendiri yang menanam pohonnya di Madinah. Konon
kurma ajwa “tidak mau” tumbuh di tempat lain, di luar Madinah. Kurma
ini memiliki rasa yang khas, tidak ter lalu manis, sehingga
meninggalkan sensasi yang nikmat di lidah. Warnanya yang hitam pekat,
dalam ukuran sedang, membuat dia berbeda dari kurma-kurma lainnya.
Dagingnya tebal, bertekstur kuat dan pada guratan-guratannya tampak
wana putih sangat tipis. Mungkin sebab rasanya yang lezat, di samping
memiliki sejarah istimewa yang membuatnya disebut “kurma Nabi”,
kurma ajwa menjadi mahal harganya dibanding harga kurma yang lain,
berkisar antara 60-100 riyal Saudi per kilogram. Jauh di atas jenis kurma
lainnya.
Dr. Jabbar An-Nu’aimi dan Dr. Al-Amir Abbas Ja’far, dari sebuah
universitas di Basra, dalam buku mereka, Psiologi, Anatomi dan Morfologi
Pohon Kurma, menyatakan bahwa sesungguhnya kurma mengandung
berbagai unsur penting menurut studi ilmiah. Di antara kandungan
kurma yaitu : karbohidrat, protein, lemak, asam ( fosphorik, capric,
malat, cerotic, formika, acetik, oksalat, dan kalori), zat besi, tembaga,
seng, belerang, magnesium, mangan, flavonoid, flavonol, flour, antosium,
kalsium, potassium, sodium, klorin, vitamin ( A, B1, B2, B7, C, D), serat
selulosa, pati granul, gula ( glukosa, sukrosa, fruktosa), dan sebagainya.
Kurma juga mengandung sejenis unsur pengikat rahim yang dapat
membantu persalinan, membantu mencegah pendarahan pasca
persalinan. Unsur tersebut mirip aksitosin. Tidak terbayangkan, dari
gurun yang gersang, ada buah dengan kekayaan nutrisi seper ti
itu. Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya:
“Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon
itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.” (QS.
Maryam {19}: 25). Melalui Malaikat Jibril as., Allah Azza wa Jalla
memerintahkan Maryam, Ibunda Nabi Isa as, agar mengkonsumsi kurma
sebelum (dan sesudah ) melahirkan Nabi Isa as. Ternyata hikmah yang
terkandung di dalam satu ayat di atas sangat luar biasa. Kita baru
menyadarinya sekarang, sesudah ilmu pengetahuan telah berkembang
sangat pesat.
Dr. Shobri Al-Qubbani menjelaskan: “Kalau dalam berpuasa kaum
Muslimin mengikuti sunnah Rasulullah Saw yang agung, yaitu berbuka
puasa dengan beberapa butir kurma dan segelas air putih, limun atau
jus jeruk, tentu mereka akan mendapatkan banyak khasiat kesehatan
dari puasa. Dan tentu mereka juga berhasil merealisasikan apa yang
ada dalam hadits: ‘Berpuasalah, kalian akan sehat’…”. Beliau juga
mengatakan bahwa ilmu pengetahuan menggelari kurma sebagai biji-
bijian yang kaya dengan zat besi dan sejenisnya. Itu belum termasuk
berbagai khasiat lain yang menjadikannya sebagai makanan sempurna
dalam arti yang sesungguhnya.
Ya, Rasulullah Saw memang pernah bersabda: “Jika salah seorang
di antara kalian berbuka puasa, hendaklah dia berbuka dengan kurma.
Jika tidak ada, cukup dengan air putih, sebab itu suci.” (HR. Abu Daud
dan At-Tirmidzi).
Di dalam kurma, terkandung potasium yang dikenal sebagai
excellent source sebab sangat bermanfaat untuk mengatasi dan
mengurangi rasa letih dan lemas. Kurma juga dipercaya sebagai
penyumbang energi paling besar dan menyuplai kalori dalam jumlah
besar. sebab itu, berbukalah dengan kurma secukupnya, jika terlalu
banyak akan mengurangi nafsu makan.
Sedangkan Ibnu Qayyim–semoga Allah merahmatinya—
menyebutkan khasiat kurma, yaitu: memperkuat lever, melancarkan
buang air, menambah energi, mencegah cacingan, meningkatkan libido,
menyembuhkan sakit tenggorokan, dan sebagainya. Penderita diabetes
mellitus (kencing manis) tidak dianjurkan makan kurma basah atau
kering, kecuali kurma jenis Nagal yang rasanya sedikit pahit. Kurma
jenis ini sangat cocok bagi penderita diabetes.
Selain itu, para ahli gizi dan pakar kesehatan juga menguraikan
kehebatan kurma ajwa dan kurma-kurma pada umumnya, antara lain:
Memperkuat otot dan sel-sel otak.
Memperkuat syaraf telinga.
Menjaga kelembaban mata.
Memperlambat proses penuaan.
Menambah berat badan anak-anak.
Mencegah anemia.
Menenangkan syaraf, mengusir kegelisahan dan stres.
Mencegah kanker.
Membangkitkan vitalitas tubuh dan meningkatkan libido
Merangsang kerja kelenjar adrenalin
Memperkuat syaraf limpa
Membersihkan lever dan ginjal
Mengatasi sembelit
Menstabilkan kadar asam dalam darah
Mencegah radang usus
Mencairkan dahak dan mengobati batuk
Mengatasi pusing kepala
Menghilangkan nyeri sendi
Mencegah gagal ginjal
Mengatasi wasir atau ambein
Pencegah penyakit empedu
Mencegah dan mengobati influenza
Mengobati tekanan darah tinggi dan mencegah risiko serangan strok
Mengobati sakit di dada dan paru-paru
Menambah kuantitas ASI
Membantu pembentukan darah dan tulang bagi bayi yang disusui
Menguatkan daya ingat
Menghaluskan kulit
Mengurangi insomnia
Subhanallah…. Dari daerah gurun yang panas dan gersang, muncul
buah yang sangat kaya nutrisi dan berkhasiat luar biasa. Mungkin masih
banyak lagi khasiat kurma ajwa dan kurma pada umumnya, tapi cukuplah
bagi kita mengetahui sebagian saja.
Sekarang kita akan “berkenalan” dengan kurma yang sangat
istimewa yaitu ajwa atau kurma Nabi. Ibnu Abbas ra mengatakan, bahwa
Nabi Saw menyukai jenis kurma yang disebut ‘ajwa’. Penulis buku Thibb
An-Nabi, As-Suyuthi, mengatakan bahwa kurma ajwa merupakan
makanan yang istimewa dan lengkap (nilai gizinya). At-Tirmidzi
mengatakan, bahwa kurma ajwa berasal dari surga, di dalamnya ada
obat penawar racun. Salah satu hadits dari Saad bin Abi Waqqash ra.
menyatakan: “Barangsiapa makan 7 butir kurma ajwa di pagi hari,
maka dia tidak akan menderita kezaliman atau terkena sihir selama
sehari penuh.” (HR. Bukhari).
Pernah seorang pemuda merasakan sakit kepala yang luar biasa.
Dia menyangkanya migraine atau vertigo. Tapi saat diperiksa ke dokter,
tidak ada yang aneh. Seorang rekannya menyarankan agar dia makan
7 butir kurma ajwa yang dihaluskan dengan air zamzam. “Siapa tahu
kamu kena sihir atau guna-guna.” Kata rekan si pemuda. Dengan
keyakinan penuh pada kebenaran lisan Rasulullah Saw dan keberkahan
kurma Nabi, dia laksanakan saran rekannya itu. Subhanallah
walhamdulillah…. Hanya dalam hitungan menit sakit kepalanya hilang
dan tidak pernah kambuh lagi.
Memang ada juga orang yang meragukan keshahihan hadits
Bukhari tersebut. Dia mengajukan alasan yang sangat “rasional”: Bila
seseorang makan 7 butir kurma ajwa, kemudian dia minum sianida,
cairan pembasmi serangga atau membiarkan dirinya digigit ular kobra,
pasti dia akan mati. Dia menganggap hadits ini tidak masuk akal,
kebohongan yang dibuat-buat. Oleh sebab itu, katanya, tidak ada
manfaatnya menerima dan mempercayai hadits “takhayul” seperti itu.
Dia bahkan mengatakan siapa saja yang menerima hal ini ke dalam
agamanya maka celakalah dia di hari kemudian.
Kurma Ajwa atau kurma Nabi hanya tumbuh di Madinah
Itu yaitu sebuah artikel yang saya dapat dari internet. Tentu saja
bukan seperti itu pengertiannya. Orang yang baru makan 7 butir kurma
ajwa, tidak per lu secara sengaja membuktikan kebenaran hadits
tersebut dengan cara-cara naif dan konyol seperti itu. Dia tidak perlu
“menawarkan diri” untuk digigit ular, diguna-guna, atau disihir. Makan
saja kurma ajwa 7 butir dengan harapan mendapatkan keberkahan
dari Allah Azza wa Jalla. Kalau ternyata sesudah makan kurma ajwa itu
kita masih juga terkena racun, cobalah instrospeksi diri. Barangkali
saja tingkat keimanan kita sedang turun, atau kita terlalu banyak
mengabaikan perintah Allah dan sunnah Rasulullah Saw. Sehingga Allah
tidak melindungi kita dari racun atau musibah lainnya. Jadi, jangan hadits
Rasulullah Saw yang diragukan atau disalahkan, apalagi menuduh
Rasulullah Saw berdusta. Na’udzubillahi min dzalik….
Lagi pula, siapakah kita sehingga “berani” menilai sebuah hadits
yang ada di Shahih Bukhari sebagai hadits palsu? Apakah cukup
ilmu kita untuk sampai pada kesimpulan seper ti itu? Imam Bukhari,
dan Imam-Imam hadits yang lain, sangat selektif dalam menilai sebuah
hadits sebelum memastikan bahwa hadits ini shahih, palsu atau lemah.
Mereka mempelajari matan (isi) hadits secara cermat dan hati-hati.
Mereka juga memperhatikan dan menyelidiki para perawi (penyampai
riwayat) hadits, apakah seorang perawi bisa dipercaya, pelupa, atau
pendusta. Dan seterusnya, jadi sangat rumit dan penuh perhitungan.
Lalu, bagaimana dengan kita?
Imam An-Nawawi dengan rendah hati menjelaskan soal
keistimewaan kurma ajwa ini: “Dikhususkannya kurma ajwa Madinah
(sebagai penolak racun) termasuk masalah yang menjadi rahasia Allah.
Kita tidak mengetahui semua hikmah, sehingga harus diimani dan
diyakini keutamaan serta adanya hikmah dalam hal tersebut.”
Rasulullah Saw memang tidak pernah berbicara dengan hawa
nafsunya. Apa yang beliau katakan tidak lain yaitu wahyu dari Allah.
Jadi tidak mungkin beliau berdusta. Kita bisa sangat mempercayai kata-
kata dokter, dukun atau paranormal tentang khasiat satu tanaman,
padahal bisa jadi kata-kata mereka hanya dugaan saja. Seharusnya
kita tidak perlu menggugat sabda seorang Nabi, yang terbukti seumur
hidupnya tidak pernah berdusta. Sekedar tambahan, telah ditulis lebih
dari 120 buku yang membahas soal kurma ajwa sebagai penangkal
racun dan semua membenarkan hal itu! Maha Benar Allah dan benarlah
lisan Rasul-Nya.
Sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah dan penghormatan kepada
Rasulullah Saw, sebelum makan kurma ajwa sebaiknya kita mengucapkan
basmalah, shalawat kepada Rasulullah Saw, makanlah kurma itu dalam
bilangan ganjil (1, 3, 5, 7, dan seterusnya), masukkan kurma ke mulut
dengan tangan kanan, dan keluarkan dari mulut bijinya ke telapak tangan
kiri. Sedang untuk kurma yang lain, cukup membaca basmalah saja.
Rumah yang di dalamnya Tidak ada kurma,
maka penghuninya (akan) kelaparan.
(HR. Muslim).
Kisah Hikmah
Dadang terkejut saat pagi-pagi buta Istrinya membangunkannya.
“Kang, anak kita, si Asep, diare…. badannya panas sekali!” “Cekokin
sama daun jambu aja dulu!” Perintah Dadang. “Tapi semalaman dia
sudah 7 kali buang air….” Istrinya cemas. “Kita bawa ke klinik aja,
Kang!” Istrinya memberi saran. “Iya, tapi duitnya mana?” Dadang
kelihatan putus asa.
Sesaat Istri Dadang diam. Mungkin dia menyadari, kalau Suaminya
hanya sopir angkutan kota yang penghasilannya tidak menentu, sehingga
tidak bisa disisihkan buat ditabung. Akhirnya, Dadang terpaksa
membiarkan anaknya buang-buang air sampai matahari terang.
Kondisi Asep sudah mengkhawatirkan. Tubuhnya sudah biru,
wajahnya pucat. Mungkin dia mengalami dehidrasi berat. sebab didesak
Istrinya, akhirnya Dadang menggendong Asep, membawanya keluar.
Istrinya bergegas mengikuti. Ternyata Dadang tidak membawa Asep ke
klinik, melainkan Habib Ali (bukan nama sebenarnya), yang tinggal tak
jauh dari rumahnya. Tentu saja Istrinya kaget dan protres. Tapi Dadang
meminta Istrinya diam saja…. Waktu itu kebetulan Habib Ali mau pergi.
Dadang datang tepat waktu. sesudah mengucapkan salam, Dadang
langsung mengutarakan hajatnya: “Bib, tolongin anak saya, Bib…. Dia
buang-buang air terus, badannya panas.” “Antum sudah bawa ke
dokter?” Tanya Habib Ali. “Belum, Bib…. Saya nggak punya…..” “Ya..
ya … ya…. Ana faham!” Habib Ali menghentikan kalimat Dadang.
Habib Ali memegang kening Asep. Mulutnya komat-kamit. Lalu dia
menyuruhnya pembantunya mengambilkan kurma ajwa. Tak lama
kemudian pembantunya datang dengan membawa kurma ajwa di
mangkok kecil. Segera Habib Ali memberikan kurma itu kepada Istri
Dadang. “Ini, antum haluskan kurma ini, 3, 5 atau 7 butir. Kasih air
sedikit. Kasih minum ke anak antum, sedikit-sedikit…. Jangan lupa baca
bismillah!”
Tidak lupa Habib Ali memberi uang kepada Dadang, untuk ke dokter.
Kalau-kalau sakit anaknya berlanjut…. Tapi, sesudah diberikan ramuan
kurma ajwa itu, anak Dadang mulai tampak segar. Dan malamnya,
Dadang laporan pada Habib Ali kalau anaknya sudah tidak buang-buang
air lagi. Semua keajaiban itu terjadi atas ijin Allah, di samping sebab
keyakinan dan keikhlasan menerima.
Cekokin = Memasukkan sesuatu ke dalam mulut secara paksa.
Antum = Kamu, anda (bahasa Arab)
Air Zamzam
Salah satu keajaiban dunia yang entah mengapa tidak masuk dalam “7
Keajaiban Dunia” yaitu Sumur Zamzam. Mungkin sebab Pemerintah
Saudi Arabia merasa tidak perlu mendaftarkannya sebagai salah satu
keajaiban dunia. Tapi hati orang-orang yang jujur, baik dia Muslim maupun
non Muslim, pasti mengakui bahwa sumur zamzam yaitu keajaiban
terbesar di dunia, dibanding keajaiban-keajaiban dunia yang lain.
Kita tidak akan berpolemik tentang siapa yang per tama kali
membangun Ka’bah, Nabi Adam as atau Nabi Ibrahim as dan putranya,
Ismail as. Tapi soal sumur zamzam, semua ahli sejarah sepakat bahwa
sumur yang penuh berkah itu berkaitan erat dengan Nabi Ismail as.
dan Bunda Siti Hajar as.
Waktu itu Nabi Ibrahim as. meninggalkan Isterinya, Hajar as dan
putranya yang masih bayi, Ismail as. di tanah yang tandus dan gersang,
yakni di Bakkah atau Pegunungan Paran. Tidak ada manusia seorang
pun di sana, kecuali hanya Ibu dan bayi mungil itu saja. saat persediaan
air yang mereka bawa sudah habis, Ibu Hajar as. mencari air di Bukit
Shafa. Sayang di sana kering kerontang, tak ada air setetes pun. Ibu
Hajar as. tidak putus asa, beliau berlari ke Bukit Marwah, sebab dari
kejauhan tampak ada air di sana. Sesampainya di sana, Ibu Hajar as.
harus kecewa, sebab ternyata di sana tidak ada air sama sekali. Yang
beliau lihat hanya fatamorgana. Sebuah pandangan mata yang menipu
saja. Tangisan putranya terdengar menghiba. Ibu Hajar as tidak tahan.
Beliau kemudian kembali lari ke Bukit Shafa, lalu ke Bukit Marwah dan
seterusnya sampai tujuh kali. Usaha Ibu Hajar as yang pantang menyerah
itu diabadikan oleh syariat Islam dalam ritual ibadah haji, yakni Sa’i,
berlari-lari kecil sebanyak tujuh kali antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah.
saat rasa haus sudah mencekat di kerongkongan, Ibu Hajar as.
duduk lemas tak berdaya. Beliau hanya bisa tawakal kepada Allah. Beliau
yakin Allah tidak akan menipu Suaminya dan tidak akan menyengsarakan
atau membiarkan mereka mati kehausan di gurun tandus itu. Tapi dari
kejauhan, Ibu Hajar as. melihat Ismail as. sedang bermain air di
tempatnya ditinggalkan. Beliau juga sempat melihat “seseorang”
menjejakkan kakinya ke tanah sehingga keluarlah mata air yang airnya
dibuat main oleh Ismail as. “Seseorang” itu yaitu Malaikat Jibril as.
Segera Ibu Hajar as. mendekati Ismail as. saat beliau menciduk dengan
tangan, air itu keluar makin deras. Lalu Ibu Hajar as membendung air
itu dengan tangannya sambil mengatakannya: “Zummi zummi!”, yang
artinya “Kumpullah! Kumpullah!” Dari situlah konon diambil nama air
yang keluar dari mata air itu dengan sebutan air zamzam.
Ada catatan menarik yang bisa kita dapatkan di Alkitab, Kitab Suci
saudara-saudara kita yang beragama Kristiani. Yakni di Kitab Kejadian
Pasal 21, ayat 17 sampai 21. Di sana ter tulis dengan jelas: “Allah
mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada
Hagar, kata-Nya kepadanya: ‘Apakah yang engkau susahkan, Hagar?
Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat
ia terbaring. Bangunlah, angkat anak itu, dan bimbinglah ia, sebab Aku
akan membuat ia menjadi bangsa yang besar’. Lalu Allah membuka
mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur, ia pergi mengisi kirbatnya
dengan air, kemudian diberinya anak itu minum. Allah menyertai anak
itu, sehingga ia bertambah besar, ia menetap di padang gurun dan
menjadi seorang pemanah. Maka tinggallah ia di padang gurun
Paran….”
Padang gurun Paran telah disepati ahli sejarah yaitu Bakkah
atau Mekah yang berada di Jazirah Arab.
Lalu apakah yang dimaksud “sumur” dalam ayat itu yaitu sumur
zamzam? Wallahu a’lam.
Sumur zamzam tetap eksis dan lestari meski sudah berumur ribuan
tahun, dan airnya tidak pernah kering. Padahal dia berada di gurun
tandus, dan airnya terus diambil orang setiap saat. Misalnya di musim
haji… katakanlah jumlah jamaah haji 2 juta orang setiap musim haji,
dan setiap orang membawa 5 liter air saat pulang kembali ke tanah
air masing-masing. Itu berarti 10 juta liter air zamzam yang dijadikan
oleh-oleh haji. Belum lagi yang diminum setiap detik oleh jamaah Masjidil
Haram dan Masjid Nabawi. Kalau setiap orang minum 1 liter air zamzam
per hari, dan mereka tinggal di Mekah selama 10 hari saja, misalnya.
Maka kita bisa menghitung 1 liter x 2.000.000 x 10 x = 20.000.000 liter.
Ar tinya selama 10 hari di Mekah, jamaah haji telah meminum air
zamzam sebanyak 20 juta liter! Subhanallah….
Dari sumur yang memiliki kedalaman kurang lebih 30 meter,
dengan diameter berkisar antara 1,46 meter hingga 2,66 meter,
menghasilkan air yang begitu banyak. Hasil penelitian menjelaskan, mata
air zamzam bisa memancarkan air sebanyak 11 sampai 18 liter per
detik. Berarti setiap menit akan dihasilkan 660 sampai 1080 liter air,
dan satu jam dihasilkan 39.600 sampai 64.800 liter air!
Foto-foto satelit menunjukkan, di bawah gurun Arab Saudi terlihat
ada 3 sumber air (salah satunya Laut Mati atau Laut Merah) yang
berbeda, yang bersatu menuju ke satu titik di bawah Ka’bah. Mungkin
saja dahulu di sana ada lembah yang dialiri sungai yang saat ini sudah
kering. Atau dapat pula merupakan dataran rendah hasil runtuhan atau
penumpukan hasil pelapukan batuan yang lebih tinggi topografinya.
Di bawah lapisan alluvial Wadi Ibrahim ini ada setengah meter
(0.5 m) lapisan yang sangat lulus air (permeable). Lapisan yang sangat
lulus air inilah yang merupakan tempat utama keluarnya air-air di sumur
zamzam. Pada kedalaman 17 meter ke bawah, sumur zamzam
menembus lapisan batuan keras berupa batuan beku diorite. Bagian
atas batuan ini ada rekahan yang juga memiliki kandungan air.
Kemudian terlihat pula di bawah gurun air zamzam mengalami proses
penyaringan melalui pori-pori yang sangat unik, menyerap puluhan
mineral dan zat-zat yang dibutuhkan tubuh manusia (baru ditemukan
10 mineral) dengan konsentrasi yang sangat pas dan tepat. sebab
banyaknya ion, mineral dan zat yang bermanfaat di dalam air zamzam,
maka dalam botol kemasan air zamzam tidak dicantumkan lagi
kandungan mineralnya.
Pada tahun 1373 H/1953 M dibangun pompa untuk menyedot air
zamzam. Pompa ini menyalurkan air dari sumur ke bak penampungan
air, dan di antaranya juga ke kran-kran yang ada di sekitar sumur
zamzam. Sekarang penyedotan dilakukan dengan pompa listrik yang
tertanam di bawah tanah (electric submersible pump), dan air yang
disedot mencapai 765 meter kubik per jam. Letak sumur zamzam di
lantai bawah Masjidil Haram, dekat Ka’bah, lurus ke arah Pintu Bani
Shaibah dari Masjid. Sumur itu dilindungi dengan ruang kaca tebal
bundar, yang tampak hanya pipa stainless steel 10 inchi dari pompa
submersible. Kini sumur itu sudah ditutup, untuk menghindari terjadinya
kemusyrikan di sana.
Pemerintah Arab Saudi terus berupaya memelihara sumur
bersejarah ini, agar bisa melayani kebutuhan akan air zamzam jamaah
haji dan umrah. Oleh sebab itu, pada tahun 1415 H (1994 M) dibentuk
sebuah badan yang khusus mengurusi sumur zamzam. Badan riset
sumur zamzam ini berada dibawah SGS (Saudi Geological Survey) dan
bertugas:
1. Memonitor, memelihara, dan menjaga jangan sampai sumur ini
kering.
2. Menjaga urban di sekitar Wadi Ibrahim, sebab bisa mempengaruhi
pengisian air.
3. Mengatur aliran air dari daerah tangkapan air (recharge area).
4. Memelihara pergerakan air tanah dan juga menjaga kualitas melalui
bangunan kontrol.
5. Meng-upgrade pompa dan tangki-tangki penadah air.
6. Mengoptimasikan suplai dan distribusi air.
Sumur zamzam terletak di cekukan bukit batu hitam yang gersang,
di pusat kota Mekah. Curah hujan per tahun hanya 10 cm dan areal
tangkapan airnya hanya 60 km persegi. Sangat sulit dipercaya bisa
menjadi sumber mata air zamzam yang begitu berlimpah, bisa langsung
diminum dan kaya mineral. Kini di Masjidil Haram ada 340 dispenser
untuk laki-laki dan 110 dispenser untuk wanita, di samping itu ada ribuan
termos 10 galon yang tersebar di setiap sudut masjid yang selalu diganti.
Untuk dibawa pulang, di sekitar masjid tersedia kran-kran yang
mengucurkan air zamzam deras sekali. Apalagi kalau nanti renovasi
Masjidil Haram sudah selesai, pasti galon-galon yang tersedia akan
lebih banyak lagi. Begitu juga di Masjid Nabawi di Madinah, yang berjarak
kurang lebih 450 km dari Mekah, air zamzam bisa ditemui di setiap
sudut masjid kapan saja kita mau.
Pemerintah Arab Saudi tidak mengkomersialkan air zamzam.
Semua benar-benar untuk kepentingan tamu-tamu Allah yang berziarah
ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Pada tahu 1979 Raja Fahd,
memerintahkan dilakukan studi terinci mengenai air zam-zam. Kemudian
tahun 1404 H (1984) berdirilah King Fahd Cooled Water Charity Factory,
pabrik khusus untuk mengemas air zamzam 1 liter dalam botol.
50 juta botol air zamzam kemasan dibagikan secara gratis kepada
jamaah haji dan jamaah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di bulan
Ramadhan. Dan untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan, sterilisasi
dilakukan dengan Ultra Violet. Dan proses higienisasinya tidak
memakai proses kimiawi, untuk menghindari perubahan rasa dan
kandungan air ini.
Di tanah gersang dan tandus, ternyata air sekarang ini tidak lagi
menjadi persoalan. Rakyat Arab Saudi ser ta jamaah haji dan umrah
tidak perlu khawatir tidak kebagian air. Di samping itu, air mineral
berbagai merek juga melimpah dijual dengan harga relatif murah. Setiap
merek selalu mencantumkan kandungan mineral di botol kemasannya.
Berbeda dengan di negara kita, yang curah hujannya tinggi, tapi harga
air mineral mahal dan konsumen tidak diberi tahu mineral apa saja
yang terkandung di dalam air itu. Di negara kita sering sekali terjadi
kekeringan dan orang kesulitan air, padahal kita dikelingi oleh lautan!
Dalam penelitian ilmiah yang dilakukan di laboratorium di Eropa,
terbukti bahwa air zamzam memang lain. Kandungan airnya berbeda
dengan sumur-sumur yang ada di sekitar Mekah. Kadar Kalsium dan
garam Magnesiumnya lebih tinggi dan berkhasiat untuk menghilangkan
rasa haus dan mengandung efek penyembuhan. Zamzam juga
mengandung fluorida yang berfungsi memusnahkan kuman-kuman yang
ada dalam kandungan airnya. Air zamzam mengandung elemen-
elemen alamiah sebesar 2000 mg per liter, biasanya air mineral alamiah
(hard carbonated water) tidak akan lebih dari 260 mg per liter. Elemen-
elemen kimiawi yang terkandung dalam air zamzam dapat
dikelompokkan menjadi dua bagian. Pertama, ion positif, seperti sodium
(250 mg per liter), kalsium (200 mg per liter), potassium (20 mg per
liter), dan magnesium (50 mg per liter). Kedua, ion negatif, seper ti
sulphur (372 mg per liter), bikarbonat (366 mg per liter), nitrat (273
mg per liter), phosphat (0.25 mg per liter) dan ammoniak (6 mg per
liter).
Kandungan-kandungan elemen-elemen kimiawi inilah yang
menjadikan rasa dari air zamzam sangat khas dan dipercaya dapat
memberikan khasiat khusus. Yang sangat mengherankan di sumur
zamzam tidak ada lumut sedikitpun, sehingga zamzam selalu bebas
dari kontaminasi kuman. Anehnya lagi, pada saat semua sumur air di
sekitar Mekah kering, sumur zamzam tetap berair.
Para ulama merekomendasikan agar air zamzam dibawa pulang
oleh siapa saja yang mengunjungi Mekah dan Madinah, sebab air
zamzam itu bisa dijadikan obat untuk penyembuhan suatu penyakit.
Dengan bahasa yang bebas, sebuah hadits Rasulullah Saw
mengisyaratkan hal ini: “Air zamzam berkhasiat seperti niat orang yang
meminumnya. Kalau seseorang minum supaya disembuhkan dari
penyakit, Allah akan menyembuhkannya. Jika seseorang meminumnya
supaya kenyang, Allah akan membuatnya kenyang. Dan bila seseorang
meminumnya untuk menghilangkan dahaganya, maka Allah akan
menghilangkannya.” (HR. Ad-Daruquthni dan Al-Hakim).
Mata air Zamzam dan pompa mesin Sumur Zamzam
Ibnu Arabi mengomentari hadits ini: “Kelebihan ini akan tetap ada
pada air zamzam sampai hari Kiamat bagi orang yang niatnya benar,
tidak mendustakannya dan tidak meminumnya sebab sekedar ingin
coba-coba. sebab sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang
tawakal kepada-Nya, dan Dia akan membukakan kesalahan orang yang
sekedar mencoba-coba.”
Dan khasiat air zamzam? Sudah tidak terbilang orang yang sembuh
--atas ijin Allah-- dari penyakit fisik atau penyakit kejiwaan sebab minum
air zamzam. Dari penyakit ringan sampai penyakit berat, seperti kanker.
Jadi, cukuplah bagi kita meyakini hadits Rasulullah Saw, seperti yang
disarankan oleh Ibnu Arabi. Dan hadits Rasulullah Saw menegaskan,
bahwa sebaik-baik air di permukaan bumi yaitu air zamzam. Padanya
ada makanan yang bermanfaat, minuman yang menyegarkan,
penawar dan penyembuh berbagai penyakit.
Sebaiknya kita minum air zamzam dengan menetapkan niat untuk
kebaikan, memegang gelas atau wadah minum dengan tangan kanan,
menghadap Kiblat (ada yang mengatakan sebaiknya sambil berdiri),
dan berdoa: “Allahumma inni as’aluka ilman naafi’an, wa rizqan waasi’an,
wa syifaa’in min kull i daa’in wa saqamin. Bir rahmatika yaa
arhamarraahimiin.” Ar tinya: “Ya Allah, aku mohon pada-Mu ilmu
pengetahuan yang bermanfaat, rezeki yang luas dan sembuh dari segala
sakit dan penyakit dengan segala rahmat-Mu, ya Allah, wahai Tuhan
Yang Maha Pengasih dan Penyayang.”
Air zamzam yaitu air ajaib yang penuh berkah. Maka minumlah
dengan niat mendapatkan berkah dari Allah, baru ser takan niat lain
yang baik yang tidak melanggar syariat.
Kisah Hikmah
Di atas pesawat, dalam perjalanan menunaikan ibadah haji, Faiz minta
tolong pada temannya agar menjitaki kepalanya. Sebab saat itu
migrennya sedang kumat, dan biasanya Faiz memang selalu dijitaki
oleh Istrinya kalau sedang mengalami serangan migren di rumah.
Beberapa calon haji dan pramugari pesawat, tersenyum melihat adegan
Faiz sedang dijitaki temannya.
Migren telah lama menjadi gangguan bagi Faiz, sebab nya bisa
muncul kapan dan di mana saja, tanpa permisi. Termasuk di atas
pesawat, padahal dia sudah minum obat migren andalannya. Pernah
dia konsultasi ke dokter, tapi kata dokter migren memang belum ada
obatnya. Berar ti Faiz harus menunggu dengan sabar, sampai obat
migren ditemukan.
sesudah keluar dari bandara Jeddah, di satu tempat --entah di mana-
- bus yang ditumpangi rombongan Faiz berhenti. Di sana dia diberi
gelang warna putih bertuliskan huruf Arab. Dia juga diberi sebotol air
berukuran sedang, yang dia kira air mineral biasa. Ternyata kata Ustadz
pemimbingnya, itu air zamzam.
“Air zamzam ini berkhasiat sesuai dengan niat peminumnya!”, kata
Ustadz sebelum memimpin doa minum air zamzam.
Faiz teringat pada migrennya, yang mungkin saja akan mengganggu
kekhusyukan ibadah hajinya. Oleh sebab itu, Faiz berniat minum air
zamzam untuk menghilangkan migrennya, “setidaknya” selama dia
berada di dua Tanah Suci, Mekah dan Madinah. Dia juga mohon kepada
Allah agar bisa lama berada dalam keadaan wudhu, sebab selama ini
dia dikenal beser, alias sering mondar-mandir ke kamar kecil.
Rupanya doa Faiz dikabulkan Allah. Selama di Mekah dan Madinah,
bahkan selama di Arab Saudi, migren tidak pernah mampir di kepala
Faiz. Begitu juga soal kebiasaan buruknya keluar-masuk toilet, hilang
sama sekali. Alhasil, Faiz bisa menjalankan ibadah haji dengan tenang.
Meskipun dia minum air zamzam sebanyak-banyak, dia jarang ke kamar
kecil selama di Masjidil Haram atau Masjid Nabawi.
Tapi sesudah kembali ke tanah air, migren itu muncul lagi, juga
kebiasaan buruknya sering ke kamar kecil. Faiz jadi teringat pada doanya
yang “memberi syarat” kepada Allah. Waktu dia mohon agar Allah
menghilangkan migrennya, “setidaknya” selama dia berada di dua Tanah
Suci, Mekah dan Madinah. Harusnya dia minta disembuhkan secara
total, tidak perlu mengucapkan kata “setidaknya”. Bukankah Allah Maha
Kuasa berbuat apa saja?
Kalau mengingat itu, Faiz sering tersenyum sendiri sambil
menyesali kebodohannya.
Ruqyah Syar’iyyah
Di atas telah dijelaskan, bahwa Islam memandang sehat secara
menyeluruh, melingkupi seluruh aspek kemanusiaan kita; tubuh, hati,
jiwa, dan ruhani. Dan kita juga telah memaklumi, bahwa penyakit itu
tidak hanya menimpa tubuh dan hati saja, tapi juga bisa menimpa jiwa
dan ruhani kita (Semoga Allah mengampuni saya bila salah beranggapan
bahwa ruhani juga bisa terkena penyakit). Penyakit jiwa masih bisa
ditangani secara medis. Tapi penyakit ruhani umumnya tidak bisa
didiagnosis, hanya bisa dikenali gejala-gejalanya saja. Oleh sebab itu,
penanganannya juga berbeda dan khusus, yakni dengan cara-cara non
medis alias secara spiritual.
Kendati masyarakat semakin modern, tapi cara-cara primitif dan
tak berbudaya masih juga berlaku dalam hal menyelesaikan persoalan
antar manusia. Yang saya maksud cara-cara primitif dan tak berbudaya
yaitu masih digunakannya santet, teluh, dan sihir sebagai media untuk
menyakiti “lawan” berperkara. Masih segar dalam ingatan kita, kasus
yang menimpa seorang Guru Taman Kanak-Kanak di Kalimantan yang
dari tubuhnya keluar puluhan kawat. Dan kawat-kawat itu seper ti akar
pohon yang terus tumbuh dan hidup! Kasus ini sangat menggegerkan
dunia kedokteran modern. Mereka gagap menghadapi peristiwa aneh
ini. Bagaimana “ceritanya” kawat besi bisa tumbuh dari dalam tubuh
manusia? Ada juga seorang laki-laki yang dari mulutnya keluar
kalajengking dan pisau silet! Atau fenomena kesurupan massal yang
sering terjadi belakangan ini.
Mau tidak mau, kedokteran modern harus menoleh pada
“seniornya”, yaitu kedokteran Nabi, dan bekerja sama dengannya.
Kedokteran Nabi memiliki cara khusus dalam menangani kasus
supranatural seperti ini, dan seringkali berhasil. Metode yang digunakan
yaitu dengan cara ruqyah syar’iyyah, ruqyah yang tidak bertentangan
dengan akidah Islam.
Ruqyah arti sederhananya yaitu mengobati penyakit atau keadaan
tertentu dengan doa, seraya memohon perlindungan kepada Allah. Ada
juga yang mengatakan ruqyah berar ti jampi-jampi. Tapi jampi-jampi
sudah terlanjur memiliki konotasi negatif, berbau klenik dan magis.
Tentu saja ruqyah, apalagi yang syar’iyyah, jauh dari perbuatan-
perbuatan syirik seperti itu.
Oleh sebab itu, seseorang yang akan meruqyah diberi syarat yang
sangat ketat, yakni:
1. Muslim.
2. Lurus aqidah dan tauhidnya.
3. Saleh, dengan menjaga ibadah dan tingkah laku.
4. Menguasai doa ruqyah dengan pemahaman yang benar.
5. Ikhlas menolong sebab Allah, bukan sebab riya atau mengharap
imbalan.
6. Tidak memakai cara-cara yang diharamkan agama.
7. Hanya memakai ayat-ayat Al-Qur’an atau doa-doa yang
diajarkan Nabi Saw.
8. memiliki kekuatan tawakal yang besar.
Begitu juga orang yang mau diruqyah. Dia harus ikhlas dan hanya
menyandarkan kesembuhan kepada Allah (kalau dia dalam keaadan
sadar) dan dalam keadaan berwudhu. Dia harus yakin bahwa yang
menyembuhkan atau menghilang gangguan pada dirinya yaitu Allah,
bukan kekuatan atau kehebatan si peruqyah.
Ruqyah diperlukan sebab setiap saat kita tidak hanya berhadapan
dengan makhluk-makhuk Allah yang kasat mata, tapi juga makhluk-
makhuk gaib berupa jin dan setan. Dan kita tahu bahwa setan itu musuh
kita yang nyata dan selalu mencari kesempatan untuk menyelakakan
kita.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah Saw bahkan menyatakan, bahwa
setan itu bisa bersemayam di dalam aliran darah manusia. Atau
mempengaruhi pikiran dan hati manusia, membuatnya menjadi waswas,
gelisah, emosional, lalai dari zikir, malas, dan perubahan prilaku ke
arah yang negatif. Gangguan jin atau setan itu bisa datang sendiri, bisa
juga sebab dikehendaki oleh seseorang melalui apa yang disebut teluh,
santet, atau sihir.
Sihir yaitu kesepakatan antara penyihir dengan jin. Penyihir
menyetujui akan melakukan hal-hal yang diharamkan Allah atau hal-
hal yang syirik sebagai kompensasi atas bantuan jin dalam memuluskan
apa yang dimintanya. sebab jin tidak pernah mau membuat MOU
(memorandum of understanding) dengan manusia kalau tidak ada
imbalan yang menguntungkannya. Kalau seorang Muslim minta tolong
pada jin, mungkin saja jin itu tidak minta si Muslim keluar dari agamanya.
Tapi cukup lalai dari Allah dan kemudian –inilah jebakannya-- melakukan
hal-hal yang syirik. Menurut Ibnu Qayyim --semoga Allah merahmatinya-
- sihir itu terjadi sebab pengaruh ruh-ruh jahat (dalam hal ini jin atau
setan), dan reaksi kekuatan alami tubuh terhadapnya.
Tanda-tanda Orang Yang Harus Diruqyah
Ada tanda-tanda fisik yang mudah terlihat, yang mengindikasikan
seseorang terkena serangan sihir atau “ditumpangi” jin. Dan kalau ini
yang terjadi, maka ruqyah perlu dicoba, di samping pengobatan medis.
Kondisi itu yaitu :
Tidak ada gairah, tidak bertenaga, dan malas.
Sulit tidur malam atau sering bangun dengan perasaan cemas.
Rasa pegal di kaki kiri, pergelangan paha kiri, pinggang bagian
belakang, pusing-pusing yang bukan sebab penyakit fisik, berat di
leher, dan sebagainya.
Emosi sulit atau tidak bisa dikendalikan.
Bisa menangis atau tertawa tiba-tiba, tanpa sebab yang jelas.
Senang menyendiri atau mengurung diri.
Sering lupa dengan cara yang tidak biasa.
Sering dihantui mimpi yang menyeramkan.
Sering meracau (mengigau) saat tidur.
Tidak betah di rumah.
Berprilaku ganjil dan sejenisnya.
Ayat-ayat Al-Qur’an atau doa-doa Nabi Saw yang dibacakan
peruqyah akan berpengaruh secara signifikan pada orang yang diruqyah.
Biasanya orang ini akan merasa gelisah atau pusing, bergetar, seperti
kesemutan dan seluruh badannya terasa panas saat mendengar ayat-
ayat Al-Qur’an atau doa-doa Nabi Saw dibacakan. Kalau keadaannya
parah, dia bisa bagai kesurupan, mengamuk, atau pingsan. Itulah
sebabnya, mengapa peruqyah harus seorang yang alim, saleh bertauhid
benar, sebab dia akan selalu berhadapan dengan kekuatan-kekuatan
jahat yang berasal dari jin dan setan.
Ummul Mukminin, Aisyah ra., pernah mengatakan: “Rasul
meniupkan untuk dirinya Al-Mu’awwidzatain saat menderita sakit
menjelang wafatnya, dan saat keadaan beliau sudah amat parah, aku
membaca untuknya dan mengusapkan dengan tangan beliau, kiranya
memperoleh berkat surat ini.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Yang dimaksud Al-Mu’awwidzatain yaitu Surat Al-Falaq dan Surat
An-Naas. Dua surat yang biasa dibaca untuk mohon perlindungan kepada
Allah dari semua kejahatan. Bahkan Rasulullah Saw pernah menyuruh
seorang Sahabat, Uqbah Ibn ‘Amir ra.: “Mohonlah perlindungan dengan
membaca keduanya (Al-Mu’awwidzatain), sebab tidak ada satupun yang
meminta perlindungan serupa dengannya.”
saat kita membaca Al-Mu’awwidzatain kita meminta perlindungan
kepada Allah, Tuhan yang menguasai seluruh makhluk dan seluruh
ciptaan-Nya. Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Kuat. Tidak ada satupun
kekuatan di alam raya ini bisa mengalahkannya.
Ayat-ayat Yang Dibaca saat Meruqyah
Sesungguhnya Al-Qur’an, seperti yang Allah nyatakan, yaitu asy-syifaa,
obat atau penawar. Hanya Allah Yang Maha Mengetahui, makna penawar
yang sebenarnya, atau obat dari penyakit apa sajakah dia. “Dan Kami
turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi
orang-orang yang beriman dan Al-Qur’an itu tidaklah menambah kepada
orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. Al-Isra {17}: 82).
Oleh sebab itu, kita diperintah untuk membaca Al-Qur’an, di
samping sebagai bentuk ketaatan dan mengharap berkah dari kesucian
firman Allah Azza wa Jalla, juga bisa menghindarkan diri kita dari segala
penyakit dan tameng dari gangguan setan. Dalam ayat lain, Allah
berfirman: “Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan, maka
berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi
Maha Mengetahui. sebab Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa
bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat kepada Allah,
maka saat itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.” (QS.
Al-A’raaf {7}: 200-201).
Ayat-ayat yang biasa dibaca saat ruqyah yaitu :
Surat Al-Fatihah
Surat Al-Ikhlash, Al-Falaq dan An-Naas
Surat Al-Baqarah ayat 1-5, ayat 102, ayat 137, ayat 255 (Ayat Kursi),
ayat 284-286
Surat Al-Imran ayat 1-5, ayat 85, ayat 173-174
Surat Al-An’aam ayat 17
Surat Al-A’raaf ayat 54-56, ayat 117-119
Surat Yunus ayat 79-82
Surat Al-Israa’ ayat 82
Surat Al-Kahfi ayat 39
Surat Thaahaa ayat 65-69
Surat Al-Mukminuun ayat 115-118
Surat Yaasin ayat 1-9
Surat Ash-Shaffat ayat 1-10
Surat Al-Mukmin (Ghafir) ayat 1-3
Surat Al-Ahqaaf ayat 29-32
Surat Ar-Rahmaan 33-35
Surat Al-Hasyr ayat 21-24
Surat Al-Mulk ayat 1-4
Surat Al-Qalam ayat 51-52
Surat Al-Jin ayat 1-9
Sedangkan doa-doa Rasulullah Saw banyak sekali yang intinya
mohon perlindungan kepada Allah dari segala macam penyakit atau
gangguan setan dan jin.
Untuk menolak serangan setan atau jin (baik dalam bentuk makhluk
halus maupun dalam bentuk benda gaib), sebaiknya kita membentengi
diri dengan selalu:
Membaca isti’adzah (‘Audzubillaahi minasy syaithaanir rajiim).
Membaca Al-Mu’awwidzatain, ayat Kursi dan 3 ayat terakhir Surat
Al-Baqarah.
Banyak berzikir mengingat Allah.
Berwudhu dan shalat.
Semoga Allah selalu melindungi kita dari gangguan setan dan jin.
Sesungguhnya setan itu hanya menyuruh kamu
berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah
apa yang tidak kamu ketahui.
(QS. Al-Baqarah {2}: 169).
Kisah Hikmah
Kunto merasakan ada yang tidak beres pada dirinya. Setiap menjelang
malam, badannya menggigil atau kadang-kadang panas di bagian
punggung, di sekitar leher dan nyeri sendi. Semula dia menyangka typus.
Tapi saat dia konsultasi ke dokter, dokter mengatakan itu bukan gejala
typus. Semakin hari, semakin timbul banyak keanehan. Misalnya dia
terbangun di malam buta dan diserang rasa gelisah yang luar biasa.
Atau dia mimpi yang seram-seram, kadangkala dia ingin marah-marah
tanpa jelas sebabnya.
Apa yang dia rasakan akhirnya dia ceritakan pada seorang
temannya, Abrar. Abrar menyarankan agar Kunto diruqyah. Kunto
mulanya tidak percaya dengan hal-hal yang berbau klenik. Dia
menyamakan ruqyah dengan pengobatan batin ala paranormal yang
sering dia dapati iklannya di koran atau majalah. Tapi Abrar menjelaskan,
bahwa ruqyah berbeda dengan pengobatan spiritual yang biasa dilakukan
paranormal. Yang meruqyah juga ustadz yang saleh dan lurus tauhidnya.
Akhirnya sesudah mengendapkan kurang lebih dua pekan, Kunto
memutuskan untuk diruqyah. sebab perasaannya semakin kacau, dia
makin tidak bisa konsentrasi dalam bekerja, apalagi shalat. Sudah empat
bulan dia tersiksa seperti ini tanpa tahu apa sebabnya.
Dengan diantar Abrar, Kunto menemui seorang ustadz yang tinggal
di pinggir Jakarta. Entah mengapa saat bersalaman dengan Ustadz
itu, Kunto merasakan panas di sekujur tubuhnya. Dia tambah gelisah
dan kelihatan tidak suka. Saat Ustadz ber tanya basa-basi, Kunto
menjawab ogah-ogahan. Dan saat Ustadz itu ke masuk ke dalam
sebentar, Kunto menyatakan ingin pulang, tidak jadi diruqyah. Abrar
mulai curiga, dan memastikan temannya memang harus diruqyah.
Proses ruqyah dimulai…. Ustadz dibantu oleh dua orang temannya.
Ayat-ayat Al-Qur’an dibacakan secara bergantian oleh dua teman Ustadz.
Sementara si Ustadz terus menatap tajam ke arah Kunto. Begitu
mendengar ayat-ayat Al-Qur’an, sekujur tubuhnya merasakan panas
kembali. Kepalanya pusing. Tiba-tiba, mata Kunto mendelik, tangannya
mengepal kuat-kuat, lalu dia mendengus dengan napas memburu.
Sekarang dua teman Ustadz memegangi kedua tangannya. Pembacaan
ayat-ayat Al-Qur’an dan doa-doa dilanjutkan oleh Ustadz. Saat itulah
Kunto merasakan perutnya melilit-lilit. Sesuatu yang besar seperti ingin
keluar dari perutnya. Mulutnya terbuka. Payah sekali dia, seper ti mau
muntah tapi tidak bisa-bisa. Tubuhnya mengejang-ngejang. Begitu yang
bisa dilihat oleh Abrar.
sesudah kurang lebih satu jam, Kunto akhirnya benar-benar muntah
dan pingsan. “Alhamdulillah, akhirnya keluar juga jin yang mengganggu
Pak Kunto…. Biarkan saja, nanti juga siuman”, kata Ustadz.
Hampir setengah jam Kunto pingsan, atau mungkin tertidur. sesudah
itu dia siuman. Dia melihat sekeliling seperti orang linglung, dan bertanya
pada Abrar di mana mereka. Abrar menjelaskan kalau Kunto habis
diruqyah. Ustadz membantu menjelaskan, katanya Kunto diganggu oleh
jin kafir. Syukur jin itu berhasil diusir atas ijin Allah. Dan sejak diruqyah
itu, kehidupan Kunto kembali normal….
Akhirul Kalam
Islam memandang kesehatan secara menyeluruh. Tidak terbatas
pada sehat fisik saja, tapi juga sehat hati, jiwa, dan ruhani. Rasulullah
Saw telah mencontohkan bagaimana seharusnya kita hidup. Tapi itu
jangan diartikan bahwa hidup sebagai seorang Muslim tidak bebas dan
tidak bisa “improvisasi”, sebab harus terus mengikuti cara hidup
Rasulullah Saw. Tidak demikian. Sebagai Muslim, kita tetap bisa
beraktivitas sesuka hati kita. Rasulullah Saw hanya memberikan tuntunan
saja, sebab beliau memang uswatun hasanah. Manusia yang sengaja
diutus oleh Allah agar menjadi contoh paling sempurna dalam berprilaku
dan menjalani kehidupan. Tidak ada cela sedikitpun dalam diri beliau,
kecuali dalam pandangan mata orang-orang yang di dalam hatinya
ada kebencian dan permusuhan. Tinggal bagaimana kita
mengejawantahkan prilaku Rasulullah Saw tersebut sesuai dengan jaman
kita hidup.
Betapa Rasulullah Saw benar-benar telah memberi contoh
bagaimana menjaga kesehatan secara umum dan holistik. Dan bila
akhirnya sakit juga, beliau mencontohkan bagaimana cara mencari
penyembuhan, yakni melalui dokter (tabib), pengobatan, dan obat-
obatan. Mengapa Rasulullah Saw yang begitu teratur agenda hidupnya
masih juga bisa diserang sakit? Kalau sekiranya Rasulullah Saw tidak
pernah sakit, maka kita tidak akan tahu bagaimana cara beliau
menghadapi penyakit atau berobat. Beliau memang manusia yang
sempurna dalam segala aspek kemanusiaannya.
Banyak Sahabat ra. yang datang kepada beliau mengeluhkan sakit
mereka. Dan Rasulullah Saw memberikan resep-resep ajaib yang
mencengangkan dunia medis modern, sebab sampai sekarang masih
terbukti kemanjurannya. Kita, kaum Muslimin, meyakini bahwa semua
yang beliau katakan bukanlah atas kemauan beliau sendiri, melainkan
dibimbing oleh Allah melalui
wahyu yang diilhamkan kepada beliau. Oleh
sebab nya tidak mungkin salah. Walaupun ada sebagian obat yang
berdasarkan wahyu ini sangat efektif menyembuhkan penyakit, tapi tidak
bisa dinalar oleh ilmu, eksperimen laboratorium dan analogi dokter
yang paling hebat sekalipun. Misalnya Rasulullah Saw pernah menyuruh
orang-orang yang datang dan mengeluh sakit kepada beliau untuk
meminum air kencing dan susu unta, yang kemudian terbukti sangat
manjur.
“Setiap penyakit ada obat penawarnya, maka jika obat penawar itu
cocok pada dirinya, maka dengan seijin Allah Azza wa Jalla niscaya dia
akan sembuh.” (HR. Muslim).
“Allah tidak akan menurunkan penyakit, kecuali Allah juga menurunkan
baginya obat penyembuhnya.” (HR. Bukhari & Muslim).
“Sesungguhnya Allah tidak menjadikan kesembuhanmu itu dengan
sesuatu yang haram.” (Al-Hadits, dari Ummu Salamah ra.).
Tiga hadits Rasulullah Saw yaitu isyarat yang gamblang bahwa
setiap umat Islam sakit, maka tidak lain baginya kecuali harus berobat.
Datang kepada orang yang dianggap ahli dalam hal pengobatan, yaitu
dokter atau tabib dan tidak berobat dengan hal-hal yang dilarang agama,
barang-barang haram atau mengandung kesyirikan. Hadits itu juga bisa
menjadi dorongan bagi dokter atau tabib bahwa mereka bisa membantu
menyembuhkan berbagai macam penyakit, dan kalau apa yang mereka
lakukan tepat, maka atas ijin Allah, sembuhlah penyakit pasien yang
ditanganninya. Hadits itu juga menjadi motivasi untuk mereka yang sakit,
bahwa kalau mereka berobat dengan benar, insya Allah penyakit yang
dideritanya akan hilang. Dia akan sembuh dan sehat seperti sedia kala.
Rasulullah Saw juga mengingatkan para dokter dan tabib, agar
menyandarkan usaha penyembuhan yang mereka lakukan hanya kepada
Allah. Mereka hanyalah alat saja, salah satu instrumen dalam sebuah
ikhtiar. Tidak boleh mereka mengklaim sebagai penyembuh. Itu sudah
masuk ke wilayah yang dilarang agama, sebab bisa melahirkan
kesombongan dan keangkuhan. Rasulullah Saw bersabda: “Allah,
hakekatnya yaitu Tabib, sedangkan anda (wahai para dokter dan
tabib, pen.) hanyalah seorang pendamping. Tabib yang menyembuhkan
yaitu Zat yang menciptakannya.” (Al-Hadits).
Begitu juga kepada mereka yang sakit. Tidak boleh sekali-kali
menganggap kesembuhan yang mereka capai sebab berobat kepada
seorang dokter atau tabib, itu sebab kehebatan si dokter atau tabib
tempat mereka meminta tolong. Kalau anggapan itu yang terbersit di
hati, maka itu pun sudah termasuk syirik. Kesembuhan hanya datang
dari Allah, sedang jalannya bisa melalui apa saja sekehendak Allah.
sebab Dia yang menurunkan penyakit dan Dia juga yang menurunkan
penyembuhnya.
Kepada Allah, kita semua berserah diri. Dan kepada-Nya juga kita
semua akan kembali.
Wassalamu ‘alaikum wr. wb.
“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu
pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi
penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan
petunjuk ser ta rahmat bagi orang-orang yang
beriman.”(QS. Yunus {10}: 57).







