Tampilkan postingan dengan label Yesus 3. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yesus 3. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Juli 2026

Yesus 3

 


Datang dengan satu pemecahan. 

Ia mengadakan kegiatan olah-

raga, kerajinan tangan, kelas-

kelas untuk anak-anak dan mu-

lai menggunakan waktunya di 

malam hari untuk bersama me-

reka.

Liddell telah berhasil meraih 

ketenaran dan penghargaan pa-

1.  BUKU PEDOMAN POLA HIDUP KRISTEN

da Olimpiade 1924, mempero-

leh medali emas untuk lari 400 

meter. namun  di perkampungan 

yang terkekang itu ia juga me-

nunjukkan dirinya sendiri se-

bagai pemenang dalam perlom-

baan Kekristenan, mendapatkan 

penghargaan dari sebagian be-

sar tawanan dunia.

Apakah yang membuatnya 

begitu istimewa? Anda bisa me-

nemukan rahasianya pada pu-

kul 06.00 setiap pagi. Yaitu pada 

waktu ia berjalan dengan tenang 

melewati teman-teman yang se-

dang tidur, lalu duduk di de-

kat meja, menyalakan lampu ke-

cil untuk menerangi buku catat-

an dan Alkitabnya. Eric Liddell 

mencari rahmat dan kekuatan 

setiap hari dalam firman Tuhan  

yang berlimpah itu.

Alkitab ditulis sebagai pedo-

man bagi umat Kristen. Di si-

tu berisi cerita-cerita mengenai 

orang-orang seperti kita yang 

telah mengalami tantangan yang 

sama yang kita hadapi setiap ha-

ri. Mengenali sifat-sifat pelaku 

Alkitab ini—kegembiraan dan 

penderitaan mereka, kesulitan 

dan kesempatan mereka—akan 

membantu kita menjadi dewasa 

sebagai umat Kristen.

Daud, Pemazmur, menggam-

barkan ketergantungan kita ke-

pada firman Tuhan  setiap ha-

ri dengan membandingkannya 

dengan lampu senter (obor):

“Firman-Mu itu pelita bagi 


kakiku dan terang bagi jalan-

ku” Mazmur 119:105.

Terang yang kita peroleh se-

tiap hari dari Alkitab menjelas-

kan sifat-sifat yang kita perlu-

kan dalam hidup dan prinsip-

prinsip pertumbuhan rohani. Di 

atas segalanya, Alkitab membe-

rikan kepada kita Yesus, Terang 

Dunia. Hidup hanya ada artinya 

jika Yesus menerangi kita.

2.   PERSAHABATAN YANG MENGUBAHKAN

Kristus menginginkan agar 

Alkitab itu benar-benar bisa 

menjadi sebagai surat pribadi 

untuk Anda dari seorang teman 

dekat Anda.

“Aku menyebut kamu saha-

bat, sebab  Aku telah membe-

ritahukan kepada kamu sega-

la sesuatu yang telah Kudengar 

dari Bapa-Ku” Yohanes 15:15.

Yesus menginginkan yang 

terbaik dari Anda. Firman-Nya 

membawa kita masuk ke dalam 

lingkungan yang paling dekat 

dengan Tuhan ; mereka yang Ia 

percayai dan memberikan pe-

tunjuk secara pribadi.

“ Semuanya itu Kukatakan 

kepadamu, supaya kamu ber-

oleh damai sejahtera dalam 

Aku” Yohanes 16:33.

Agar bisa menikmati keda-

maian ini, hubungan yang aman 

bersama Yesus, kita perlu mem-

baca surat-surat yang Ia kirim 

kepada kita. Itulah Alkitab; su-

rat kiriman dari surga. Jangan 

biarkan surat itu tidak dibuka. 

Pekabaran yang mengubahkan 

yang Anda perlukan ada dalam 

firman-Nya.

Berikut ini ada satu kesaksi-

an khusus mengenai pengaruh 

Alkitab: “Saya perlu pertolong-

an dan saya temukan itu dalam 

Yesus. Semua kebutuhan dise-

diakan, jiwaku yang lapar di-

puaskan; bagiku Alkitab yaitu  

wahyu dari Kristus. Saya perca-

ya kepada Yesus sebab  bagiku 

Dia yaitu  Juruselamat yang su-

ci. Saya percaya akan Alkitab ka-

rena saya telah menemukan itu 

sebagai suara Tuhan  kepada ji-

waku” The Ministry of Healing, 

hlm. 461.

3. PEDOMAN HIDUP YANG TERDAPAT DALAM 

ALKITAB DAN SEPULUH HUKUM

Sekilas pandang pada sepu-

luh hukum akan menolong kita 

mengerti mengapa hukum-hu-

kum itu dan Alkitab merupakan 

dasar yang luar biasa bagi suatu 

kehidupan yang benar.

Sepuluh hukum sebenarnya 

terbagi atas dua bagian. Empat 

hukum yang pertama mengurai-

kan hubungan kita dengan Al-

lah, dan enam hukum yang tera-

khir menguraikan hubungan ki-

ta dengan orang lain. Itu terda-

pat dalam Keluaran 20:3-17.

Dua hukum yang pertama 

menekankan hubungan kita de-

ngan Tuhan  dan penyembahan 

kepada-Nya:

I. “Jangan ada padamu Tuhan  

lain di hadapan-Ku”

II. Jangan membuat bagimu 

patung …. Jangan sujud me-

nyembah kepadanya.”

Hukum ke-3 dan ke-4 men-

catat hubungan kita dengan na-

ma Tuhan  dan hari-Nya Yang su-

ci:

III. “Janganlah menyebut nama 

Tuhan, Tuhan mu, dengan sem-

barangan….”

IV.  “Ingatlah dan kuduskanlah 

hari Sabat: enam hari lamanya 

engkau akan bekerja dan mela-

kukan segala pekerjaanmu, te-

tapi hari ketujuh yaitu  hari 

Sabat Tuhan, Tuhan mu;….”

Hukum ke-5 dan ke-7 pelin-

dung ikatan keluarga:

V. “Hormatilah ayah dan ibu-

mu….”

VII. “Jangan berzinah.”

Hukum ke-6, 8, 9, dan 10 me-

lindungi kita dalam hubungan 

sosial:

VI. “Jangan membunuh.”

VIII.  “Jangan mencuri.”

IX. “Jangan mengucapkan sak-

si dusta ….”

X. “Jangan mengingini rumah 

sesamamu, jangan mengigi-

ni isteri sesamamu…atau apa 

pun yang dipunyai sesamamu.”

Sepuluh hukum menerang-

kan hubungan kita kepada Tuhan  

dan kepada sesama manusia. Itu 

yaitu  pedoman bagi suatu pola 

hidup orang Kristen.


4. APAKAH YANG YESUS KATAKAN TENTANG 

SEPULUH HUKUM?

Pada suatu hari sementara 

Yesus mengajar, seorang muda 

yang bersemangat bergegas me-

nemui Dia dan bertanya, “Gu-

ru, perbuatan baik apakah yang 

harus kuperbuat untuk mempe-

roleh hidup yang kekal?” (Mati-

us 19:16). Kristus dapat melihat 

bahwa ia sedang bergumul de-

ngan masalah uang dan menasi-

hatkan dia untuk meninggalkan 

harta miliknya dan “turutilah 

segala perintah Tuhan ” (ayat 17).

Orang muda itu mencoba 

mengelak dari diagnosa Kristus 

atas masalah yang dihadapinya 

dengan bertanya hukum mana-

kah yang Ia mak-

sudkan. Yesus ke-

mudian menye-

butkan beberapa 

dari sepuluh hu-

kum itu (Ayat 18, 

19).

A k h i r n y a , 

“pengusaha mu-

da yang kaya” itu 

berbalik dan per-

g i  jauh dengan 

p er asaan  sed ih 

(ayat 20-22). Se-

cara mental ia bisa mengakui se-

puluh hukum, namun  ia tidak bi-

sa menurut jiwa dari hukum itu 

dengan membuang pola hidup-

nya yang mementingkan diri.

Sepuluh hukum menunjuk-

kan kepada kita batasan-batasan 

di mana suatu hubungan yang 

sehat dengan Tuhan  dan satu sa-

ma lain, dapat bertumbuh. Ye-

sus menekankan bahwa penu-

rutan yaitu  jalan kepada suka-

cita sejati:

“Jikalau kamu MENURUTI 

PERINTAH-KU, kamu akan 

tinggal di dalam kasih-Ku, se-

perti Aku menuruti perintah 

B a p a - K u  d a n 

tinggal di dalam 

kasih-Nya. SE-

M UA N YA  I T U 

K U K A T A K A N 

KEPADAMU, SU-

PAYA sukacita-

Ku ada di dalam 

kamu dan SUKA-

CITAMU MEN-

JA D I  P E N U H ” 

Yohanes  15:10-

11.


5. PENUNTUN KEPADA HIDUP BAHAGIA

Buku Pengkhotbah yaitu  

satu laporan penelitian Salomo 

akan kebahagiaan. Ia mencatat 

usahanya untuk mendapatkan 

kebahagiaan melalui kekayaan 

dunia: rumah mewah, kebun 

anggur yang lebat, taman yang 

indah serta kebun buah-buahan 

yang lezat. Ia dilayani begitu ba-

nyak dayang-dayang. Ia mene-

mukan dirinya dikelilingi oleh 

semua benda yang diinginkan 

oleh siapa pun. namun  kebaha-

giaan menjauh dari dirinya, la-

lu ia menulis:

“Ketika aku meneliti sega-

la pekerjaan yang telah dilaku-

kan tanganku dan segala usa-

ha yang telah kulakukan untuk 

itu dengan jerih payah, lihat-

lah, segala sesuatu yaitu  ke-

sia-siaan dan usaha menjaring 

angin; memang tidak ada ke-

untungan di bawah matahari” 

Pengkhotbah 2:11.

Lalu Salomo berbalik untuk 

mencari kepelesiran dunia ini 

dengan harapan akan menemu-

kan kebahagiaan. Ia mengguna-

kan anggur, wanita dan nyanyi-

an. Ia menyimpulkan:

“Kesia-siaan atas  kesia-

siaan, …segala sesuatu yaitu  

sia-sia” Pengkhotbah 12:8.

Salomo pernah mencicipi 

dan melihat bahwa Tuhan  itu ba-

ik. Ketika ia membandingkan 

hidupnya pada masa muda yang 

menurut Tuhan  dengan perbu-

ruannya yang serampangan un-

tuk mendapatkan kebahagiaan 

di dalam hal-hal dosa, ia memu-

tuskan:

“Akhir kata dari segala yang 

didengar ialah: takutlah akan 

Tuhan  dan berpeganglah pada 

perintah-perintah-Nya, kare-

na ini yaitu  kewajiban setiap 

orang” Pengkhotbah 12:13.

Salomo merasa ia bisa men-

dapatkan jalan pintas kepada 

kebahagiaan dalam kehidup-

an yang buas. Menjalani ak hir 

hidupnya, ia menjadi seorang 

yang akhirnya mengakui kesa-

lahannya. Untuk menyelamat-

kan orang lain dari kesalahan 

yang sama, ia menulis, 

“…Berbahag ialah orang 

yang berpegang pada hukum” 

Amsal 29:18.


6. SEPULUH HUKUM DAN PENUNTUN PERJANJIAN 

BARU YANG LUAR BIASA

Dalam buku Perjanjian Baru, 

Yakobus menyaksikan:

“Sebab barangsiapa menu-

ruti seluruh hukum itu, namun  

mengabaikan satu bagian dari 

padanya, ia bersalah terhadap 

seluruhnya. Sebab Ia yang me-

ngatakan:  ‘Jangan berzinah’, 

Ia mengatakan juga:  ‘Jangan 

membunuh’.  Jadi jika kamu ti-

dak berzinah namun  membu-

nuh, maka kamu menjadi pe-

langgar hukum juga. Berka-

talah dan berlakulah seperti 

orang-orang yang akan diha-

kimi oleh hukum yang memer-

dekakan orang” Yakobus 2:10-

12.

Charles Surgeon, pengkhot-

bah dari gereja Baptis yang ter-

kenal di abad yang lalu, menya-

takan: “Hukum Tuhan  yaitu  

hukum yang suci—kudus, dari 

surga, sempurna…. Perintahnya 

yang terlalu banyak; tidak 

juga terlalu sedikit, teta-

pi itu sungguh tak terban-

dingkan sebab  kesempur-

naannya terbukti dari ke-

kudusannya.”

John Wesley, seorang 

pendiri gereja Methodist, 

menulis tentang kelesta-

rian hukum itu: “Hukum 

moral terdapat dalam se-

puluh hukum…. Ia (Kris-

tus) tidak menghapuskan-

nya…. Setiap bagian hu-

kum ini harus tetap diber-

lakukan kepada umat ma-

nusia dan di segala zaman” 

Sermons, jilid 1, hlm. 221, 

222.

 

Billy Graham, seorang pen-

ceramah Injil yang paling di-

hormati di dunia, menganggap 

sepuluh hukum itu demikian 

tingginya sehingga ia telah me-

nulis satu buku khusus tentang 

pentingnya hukum itu bagi se-

mua orang Kristen.

Apakah tujuan dari sepuluh 

hukum itu?

“Sebab tidak seorang pun 

yang dapat dibenarkan di ha-

dapan Tuhan  oleh sebab  me-

lakukan hukum Taurat, kare-

na justru oleh hukum Taurat 

orang mengenal dosa” Roma 

3:20. 

Kegunaan hukum itu ialah 

menuntun kita kepada kenya-

taan yang sesungguhnya bahwa 

kita yaitu  orang berdosa yang 

tak berdaya yang memerlukan 

seorang Juruselamat.

“Jadi hukum Taurat ada-

lah penuntun bagi kita sampai 

Kristus datang, supaya kita di-

benarkan sebab  iman” Gala-

tia 3:24.

Yesus yaitu  jawabnya! Se-

kali kita berada di kaki Yesus 

dalam keputusasaan yang mut-

lak, oleh iman kita dapat mene-

rima pengampunan atas dosa-

dosa kita dan kuasa dari pada-

Nya untuk menurut hukum-hu-

kum-Nya.

8.   PENURUTAN ATAS DASAR KASIH KEPADA 

SEPULUH HUKUM

Yesus mengatakan bahwa 

penurutan yaitu  hasil dari 

kasih: “ Jikalau kamu menga-

sihi Aku, kamu akan menuruti 

segala perintah-Ku” Yohanes 

14:15.

Jika kita mengasihi Tuhan , ki-

ta akan menuruti keempat hu-

kum yang pertama yang mene-

rangkan hubungan kita kepa-

da Tuhan ; dan jika kita menga-

sihi sesama manusia, kita akan 

menuruti enam hukum terakhir 

yang menerangkan hubungan 

kita kepada orang lain.

Orang yang menginjak-in-

jak Sepuluh Hukum berbuat 

do-sa:“Setiap orang yang ber-

buat dosa, melanggar juga hu-

kum Tuhan , sebab dosa ialah pe-

langgaran hukum Tuhan ” 1 Yo-

hanes 3:4.

 

namun  bersyukur kepada Al-

lah, kita memiliki seorang Ju-

ruselamat yang datang ke du-

nia ini dan mati, dibangkitkan 

dan sekarang hidup untuk satu 

maksud:

“Dan kamu tahu, bahwa Ia 

telah menyatakan diri-Nya, 

SUPAYA IA MENGHAPUS SE-

GALA DOSA, dan di dalam Dia 

tidak ada dosa” Ayat 5.

Juruselamat kita mengam-

puni dan membuang hidup ki-

ta yang penuh dosa (1 Yohanes 

1:9). Lalu Ia berjanji akan mem-

berikan kasih-Nya untuk men-

gasihi—penangkal yang baik 

atas hidup yang mementingkan 

diri dan dosa:

“Dan pengharapan tidak 

mengecewakan, sebab  kasih 

Tuhan  telah dicurahkan di da-

lam hati kita oleh Roh Kudus 

yang telah dikaruniakan kepa-

da kita” Roma 5:5.

Kita tidak memiliki kesang-

gupan yang dibawa sejak lahir 

untuk memelihara Hukum Al-

lah. Kasih Tuhan , “dicurahkan …. 

Ke dalam hati kita” yaitu  satu-

satunya pengharapan kita.


9.   KASIH KARUNIA Tuhan  DAN PENURUTAN 

PADA HUKUM

Keselamatan yaitu  karunia. 

Kita tidak bisa memperolehnya 

dengan usaha, kita hanya dapat 

menerima itu oleh iman. Kita 

menerima pembenaran (berdi-

ri benar dengan Tuhan ) sebagai 

satu pemberian, hanyalah me-

lalui iman sebab  kasih karu-

nia Tuhan .

“Sebab sebab  KASIH KA-

RUNIA KAMU DISELAMAT-

KAN oleh IMAN; itu bukan ha-

sil usahamu, namun  PEMBERI-

AN Tuhan ” Efesus 2:8.

Kita tidak bisa memelihara 

hukum-hukum itu dengan usa-

ha kita sendiri—dengan menco-

banya. Kita tidak dapat meme-

lihara hukum-hukum itu agar 

supaya selamat. namun , bila ki-

ta datang kepada Yesus dalam 

iman, patuh dan diselamatkan, 

kasih-Nya memenuhi hati ki-

ta. Sebagai hasil atas kasih karu-

nia yang suci ini dan penerima-

annya, kita rindu mengikuti Dia 

dan menurut Dia melalui kua-

sa kasih-Nya di dalam hati kita 

(Roma 5:5).

Paulus menekankan kesia-

siaan usaha manusia dan me-

nyatakan bahwa kita bukan di 

bawah hukum sebagai jalan ke-

selamatan, namun  “di bawah ka-

sih karunia.”

“Jadi bagaimana? Apakah 

kita akan berbuat dosa, kare-

na kita tidak berada di bawah 

hukum Taurat, namun  di bawah 

kasih karunia?  Sekali-kali ti-

dak!” Roma 6:15.

Mengapa? Oleh sebab  ha-

ti yang dimotivasi oleh kasih 

menghasilkan suatu kehidup-

an yang menurut yang didasar-

kan atas kasih! (Roma 13:10). 

Mengasihi Kristus ialah menu-

ruti Dia.

“Barangsiapa memegang 

perintah-Ku dan melakukan-

nya, dialah yang mengasihi 

Aku. Dan barangsiapa menga-

sihi Aku, ia akan dikasihi oleh 

Bapa-Ku dan Aku pun akan 

mengasihi dia dan akan me-

nyatakan diri-Ku kepadanya” 

Yohanes 14:21.

Er ic  Liddel l  menyatakan 

bahwa, sekalipun dalam situasi 

lingkungan yang paling buruk, 

orang percaya yang dihubung-

kan dengan kuasa Tuhan  dapat 


menghidupkan suatu kehidup-

an yang menurut dan menye-

nangkan. Liddell menunjuk-

kan kasih karunia yang mena-

wan hati di saat-saat yang mene-

gangkan dan menakutkan. Hu-

bungan kasih antara dia dengan 

Kristus memberdayakan dia de-

ngan Roh Kudus dan menyang-

gupkan Dia untuk memenuhi 

“tuntutan kebenaran akan hu-

kum” (Roma 8:1-4). Hubungan 

kasih dengan Juruselamat yang 

disalibkan dan dibangkitkan da-

pat menghasilkan kualitas hi-

dup seperti itu.

Sudahkan Anda menemu-

kan rahasianya bagi diri Anda 

sendiri? Kasih Yesus bagi Anda 

menyebabkan Dia memberikan 

hidup-Nya untuk dosa Anda.  Ia 

menawarkan untuk member-

dayakan semua hubungan An-

da dengan kasih-Nya dan “me-

lengkapi kamu dengan segala 

yang baik untuk melakukan ke-

hendak-Nya” (Ibrani 13:21).

Apakah sambutan Anda?

 

Bagaimana Menerima Seluruh Pelajaran Seri

Kertas Jawaban

rahasia hidup bahagia

Bacalah Pelajaran PENEMUAN BARU seluruhnya, yang 1. 

telah Anda terima bersama kertas jawaban ini.

Isilah kertas jawaban di halaman setelah lembaran ini ke-2. 

mudian guntinglah pada bagian yang telah ditentukan.

Tulis nama dan alamat Anda di 3. 

kotak sebelah kiri, mohon tulis-

kan dengan huruf cetak pada baris 

yang tersedia.

Kembalikanlah kertas jawaban ini 4. 

kepada pemberi seri pelajaran ini, 

atau masukkan ke dalam amplop 

kemudian kirim ke Kursus Alki-

tab PENEMUAN BARU ke alamat 

yang terdekat dengan Anda (tertera 

di halaman dalam sampul jilid dari 

seri pelajaran).

Kami akan mengembalikan kertas 5. 

jawaban ini ke alamat yang Anda 

telah tuliskan di kotak sebelah kiri. 

 

KERtAs JAwAbAN—PELAJARAN 15—RAhAsiA hiduP bAhAgiA

Bacalah kembali penuntun Pelajaran 15 PENEMUAN BARU ini untuk mendapatkan 

jawaban yang benar. Nomor pada setiap pertanyaan dalam kertas jawaban Anda yaitu  

nomor bagian dalam penuntun Pelajaran 15 di mana jawaban itu diperoleh.

Bacalah kembali bagian dari Pelajaran 15 PENEMUAN BARU lalu jawablah pernyataan 

yang sesuai dengan nomor di sisi kiri, lalu bubuhkan (X) di depan kalimat yang BENAR 

dalam bagian itu.

1.   Alkitab yaitu 

  penuh dengan cerita-cerita orang-orang nyata seperti Anda dan saya.

  seperti surat pribadi dari seorang teman dekat.

2.   Sepuluh Hukum

  menyimpulkan apa yang diajrrkan Alkitab.

  yaitu  dasar dari kehidupan yang benar.

3.   Empat hukum yang pertama menerangkan tentang:

  hubungan kita dengan Tuhan .

  hubungan kita dengan sesama manusia.

4.   Yesus menasihatkan kepada orang muda yang kaya itu

  bahwa sepuluh hukum yaitu  hanya untuk zaman perjanjian lama.

  agar menurut hukum-hukum itu.

5.   Menurut Yesus, sepuluh hukum diberikan

  untuk membatasi kita.

  untuk menolong kita mencapai kehidupan yang berbahagia.

6.   Berdasarkan perjanjian baru, sepuluh hukum

  yaitu  penting.

  sudah ketinggalan zaman.

7, 8    Tujuan dari sepuluh hukum yaitu 

  menunjukkan dosa kita dan memberikan kita tujuan.

  menunjukkan dosa kita dan menunntun kita kepada Yesus yang menyela-

         matkan kita dari dosa.

9, 10   Seorang dapat diselamatkan melalui:

  Anugerah Yesus .   Menurut hukum.

PERTANYAAN DARI HATI KE HATI: Apakah Anda berkeinginan untuk membiarkan 

Yesus menuliskan Hukum Tuhan  di dalam hati Anda?  _

 16 1

P

E

LA

JA

R

A

N

 1

6

rahasia menuju

perhentian surgawi

 162

Baru beberapa tahun lalu ada 

orang meramalkan bahwa 

kita akan mempunyai lebih ba-

nyak waktu luang sehingga ki-

ta tidak tahu lagi bagaimana 

mengisi waktu luang itu. Ada 

beberapa alasan yang masuk 

akal atas ramalan yang meya-

kinkan itu. Di kota-kota besar 

dunia komputer mengubah tu-

gas-tugas yang sebelumnya me-

makan waktu sebulan menja-

di hanya sepersekian detik. Dan 

robot mulai mengerjakan peker-

jaan-pekerjaan yang sangat me-

letihkan di industri-industri be-

rat.

namun   se te lah  komputer 

membanjiri dunia dan peralat-

an otomatis bekerja secara oto-

matis, kita sekarang makin le-

bih terburu-buru dari sebelum-

nya. Zaman ini, manusia terus 

mengejar waktu. Di atas sega-

lanya, keluarga juga kekurang-

an waktu. Para suami dan is-

tri sulit sekali mengatur “waktu 

yang berkualitas” bersama anak-

anak, apa lagi dengan satu sama 

lainnya.

Suatu penelitian di satu ke-

lompok kecil masyarakat me-

nunjukkan bahwa rata-rata wak-

tu per hari yang para bapak gu-

nakan bersama anaknya yang 

paling kecil—37 detik! Keluarga 

sudah kehilangan waktu dan ke-

hilangan jamahan.

Bagaimanakah kita mengu-

rangi kesibukan agar bisa ber-

hubungan akrab lagi?

1. UPAH KEHIDUPAN BERTEGANGAN TINGGI 

Yesus memahami persoalan-

persoalan keluarga yang meng-

alami ketegangan dan Ia mau 

kita mengerti bahwa perhentian 

rohani yaitu  bagian dari: ”kua-

litas hidup.”

“MARILAH KEPADAKU, se-

mua yang letih lesu dan berbe-

ban berat, AKU AKAN MEM-

BERI KELEGAAN KEPADA-

MU. Pikullah kuk yang Kupa-

sang dan BELAJARLAH PA-

DAKU, sebab  Aku lemah lem-

but dan rendah hati dan JIWA-

MU AKAN MENDAPAT KETE-

NANGAN” Matius 11:28, 29.

Alkitab menganjurkan agar 

kita mengalami perhentian se-

perti ini dalam dua cara: datang 

kepada Kristus setiap hari dan 

setiap minggu.

 16 3

2. BERHUBUNGAN DENGAN YESUS TIAP HARI 

Orang banyak selalu men-

dambakan perhatian Yesus. Dan 

Kristus memberikan roh keda-

maian dan ketenangan kepa-

da semua yang berada di seki-

tarnya. Bagaimanakah caranya? 

Ia memanfaatkan waktu setiap 

hari berhubungan dengan Ba-

pa-Nya yang di surga. Ia te rus-

menerus bergantung pada Ba-

pa-Nya untuk mendapatkan ke-

kuatan menghadapi tantang-

an-tantangan hidup (Yohanes 

6:57).

Jika kita harus hidup dalam 

suatu kehidupan yang tulus dan 

kokoh seperti Dia, kita harus te-

rus bergantung pada Yesus—bi-

arkanlah firman-Nya dan Roh-

Nya mengisi dan membentuk ki-

ta. Cara terbaik melawan kekua-

tan-kekuatan yang menghan-

curkan kita secara pribadi dan 

merobek-robek kita sebagai sa-

tu keluarga ialah menggunakan 

waktu yang berkualitas bersama 

 164

Kristus. Ia mengatakan:

“TINGGTuhan  DI DALAM 

AKU dan Aku di dalam kamu. 

Sama seperti ranting tidak da-

pat berbuah dari dirinya sen-

diri, kalau ia tidak tinggal pa-

da pokok anggur, demikian ju-

ga kamu tidak berbuah, jika-

lau kamu tidak tinggal di da-

lam Aku. Akulah pokok anggur 

dan kamulah ranting-ranting-

nya. Barangsiapa tinggal di da-

lam Aku dan Aku di dalam dia, 

ia berbuah banyak, sebab DI 

LUAR AKU KAMU TIDAK DA-

PAT BERBUAT APA-APA” Yo-

hanes 15:4, 5.

Satu dari kebutuhan terbe-

sar pada zaman kita ini ialah 

agar orang-orang mencari sum-

ber-sumber rohani yang terse-

dia melalui usaha membentuk 

hubungan dengan Yesus dari ha-

ri ke hari. Satu hal yang sangat 

penting ditekankan mengenai 

hubungan kita dengan Kristus 

ialah mengenai pekerjaan-Nya 

yang sudah selesai di atas sa-

lib. Perhentian yang sebenar-

nya, ketenangan yang sejati, ha-

nya ada oleh sebab  pekerjaan 

agung yang sudah selesai yang 

 16 5

Yesus maksudkan ketika Ia ber-

seru sesaat sebelum kematian-

Nya: “Sudah selesai” (Yohanes 

19:30). Dengan kata lain, peker-

jaan-Nya menebus kita sudah 

selesai.

“Sebab jika demikian Ia ha-

rus berulang-ulang menderita 

sejak dunia ini dijadikan. Te-

tapi sekarang Ia hanya SATU 

KALI SAJA menyatakan diri-

Nya, pada zaman akhir untuk 

MENGHAPUSKAN DOSA oleh 

korban-Nya” Ibrani 9:26.

Ketika Yesus mati, Ia “men-

jauhkan dosa.” Itu sebabkan di-

katakan bahwa orang percaya 

yang telah mengaku dosa-dosa-

nya dapat “beristirahat” dalam 

pekerjaan Kristus yang telah se-

lesai. Kita diterima.

Kesalahan banyak disebab-

kan oleh langkah yang penuh 

rasa takut dalam hidup kita se-

karang. namun  Yesus mengata-

si masalah dosa sekali untuk se-

lama-lamanya di salib. Seruan 

Yesus, “Sudah selesai,” mengu-

kuhkan kepastian akan janji-

Nya bahwa “Aku akan membe-

rikan perhentian kepada kamu.” 

Kristus menyelesai kan pekerja-

an penebusan untuk kita 

di Golgota (Titus 2:14), ke-

mudian Ia beristirahat di kubur 

sepanjang hari Sabat, dan bang-

kit dari kubur hari Minggu pa-

gi sebagai Pemenang atas dosa 

dan kematian. Umat Kristen ti-

dak akan mendapatkan jaminan 

yang lebih besar daripada per-

hentian dalam pekerjaan Kristus 

yang sudah selesai itu.

“sebab  itu marilah kita 

menghadap Tuhan  dengan ha-

ti yang tulus ikhlas dan KE-

YAKINAN IMAN YANG TE-

GUH…. Marilah kita teguh ber-

pegang pada pengakuan ten-

tang pengharapan kita, sebab 

IA YANG MENJANJIKANNYA, 

SETIA” Ibrani 10:22, 23.

Oleh sebab  Dia “yang men-

janjikannya setia,” kita dapat 

masuk ke dalam perhentian ke-

selamatan yang Yesus telah janji-

kan. Keteguhan, kedamaian dan 

perhentian yang kita alami ber-

sama Yesus setiap hari bukanlah 

hasil dari apa pun yang kita bu-

at, namun  oleh apa yang Dia telah 

buat di salib.

Kita mendapatkan perhen-

tian dalam Kristus sebab  ke-

selamatan kita itu pasti. Kepas-

tian itu mendorong kita untuk 

menggunakan waktu bersama 

Kristus setiap hari, membuat 

 166

firman-Nya makanan kita dan 

bernafas dalam atmosfir surga 

melalui doa. Perhentian bersa-

ma Yesus menolong kita meng-

ubah pola hidup yang tertekan 

menjadi suatu kehidupan yang 

damai dan terarah.

3. HUBUNGAN DENGAN YESUS SEKAlI SEmINGGU

Setelah Kristus menjadikan 

dunia dalam enam hari (Kolose 

1:16-17), Ia menyediakan per-

hentian Sabat. Itulah kesempat-

an setiap satu minggu bagi ki-

ta untuk mengembangkan hu-

bungan kita dengan Dia.

“Maka Tuhan  melihat segala 

yang dijadikan-Nya itu, sung-

guh amat baik. Jadilah petang 

dan jadilah pagi, itulah hari 

keenam. Demikianlah disele-

saikan langit dan bumi dan se-

gala isinya. Ketika Tuhan  pa-

da hari ketujuh telah menyele-

saikan pekerjaan yang dibuat-

Nya itu, BERHENTILAH Ia pa-

da hari ketujuh dari segala pe-

 16 7

kerjaan yang telah dibuat-Nya 

itu. Lalu Tuhan  MEMBERKATI 

hari ketujuh itu dan MENGU-

DUSKANNYA, sebab  pada ha-

ri itulah Ia berhenti dari sega-

la pekerjaan penciptaan yang 

telah dibuat-Nya itu” Kejadi-

an 1:31-2:3.

Sebagai Pencipta mereka, Ye-

sus “beristirahat” pada hari Sa-

bat pertama bersama Adam dan 

Hawa, dan Ia “memberkati” ha-

ri Sabat dan “menguduskannya.” 

Tuhan  membuat putaran tujuh 

hari seminggu bukan untuk ke-

untungan Dia, namun  untuk Ad-

am dan Hawa dan untuk kita se-

karang. Oleh sebab  Ia sangat 

memperhatikan manusia yang 

diciptakan-Nya, Ia merencana-

kan agar setiap hari ketujuh, se-

umur hidup mereka, harus dise-

rahkan untuk mencari hadirat 

Tuhan . Tiap Sabat, sebagaimana 

yang dikatakan-Nya, yaitu  sa-

tu hari istirahat jasmani dan pe-

nyegaran rohani. Masuknya do-

sa ke dalam dunia membuat ke-

butuhan akan perhentian Sa-

bat itu malah makin sangat di-

perlukan.

Juruselamat yang sama, yang 

menjanjikan “perhentian” kepa-

da Adam dan Hawa, sekitar dua 

ribu tahun kemudian memberi-

kan hukum itu kepada Musa di 

Bukit Sinai. (1 Korintus 10:1-

4). Yesus memilih untuk mena-

ruh hukum perhentian Sabat te-

pat di tengah-tengah dari Sepu-

luh hukum. Hukum keempat itu 

yaitu :

“INGATLAH DAN KUDUS-

KANLAH HARI SABAT: enam 

hari lamanya engkau akan be-

kerja dan melakukan segala 

pekerjaanmu, namun  hari ke-

tujuh yaitu  hari Sabat TU-

HAN, Tuhan mu; maka jangan 

melakukan sesuatu pekerjaan, 

engkau atau anakmu laki-la-

ki, atau anakmu perempuan, 

atau hambamu laki-laki, atau 

hambamu perempuan, atau he-

wanmu atau orang asing yang 

di tempat kediamanmu. Sebab 

enam hari lamanya TUHAN 

menjadikan langit dan bumi, 

laut dan segala isinya dan Ia 

BERHENTI pada hari ketu-

juh; itulah sebabnya TUHAN 

MEMBERKATI hari Sabat dan 

MENGUDUSKANNYA” Keluar-

an 20:8-11.

Tuhan  membentuk hari Sabat 

sebagai satu hari untuk “meng-

ingat” Tuhan “yang menjadikan 

langit dan bumi.” Perhentian Sa-

 168

bat setiap satu minggu menghu-

bungkan kita dengan Pencip-

ta yang memberkati hari itu dan 

mengkhususkannya.

Pada waktu Yesus tinggal di 

atas bumi, Ia me-

manfaatkan setiap 

kesempatan untuk 

memelihara perse-

kutuan-Nya dengan 

Bapa-Nya. Ia men-

dapatkan manfa-

at dari perhentian 

Sabat oleh berbakti 

pada hari Sabat, se-

perti yang Lukas se-

butkan:

“Ia  datang  ke 

Nazaret tempat Ia 

d i b e s a r k a n ,  d a n 

MENURUT KEBIA-

SAANNYA PADA 

H A R I  S A B AT  Ia 

masuk ke  r umah 

ibadat, lalu berdi-

ri hendak memba-

ca dari Alkitab” Lu-

kas 4:16.

Jika Yesus yang 

yaitu  Manusia Ila-

hi perlu beristira-

hat untuk bersama 

Bapa-Nya pada ha-

ri Sabat, maka ki-

ta umat manusia sesungguhnya 

lebih memerlukan itu. Bila Ye-

sus mengenyampingkan ketat-

nya peraturan yang orang Yahu-

di buat pada hari Sabat (Matius 

 16 9

12:1-12) Ia menunjukkan bahwa 

Tuhan  menjadikan itu untuk ke-

baikan umat manusia:

“Lalu kata Yesus kepada me-

reka: ‘Hari Sabat diadakan un-

tuk manusia dan bukan ma-

nusia untuk hari Sabat, jadi 

Anak Manusia yaitu  juga Tu-

han atas hari Sabat’” Markus 

2:27, 28.

Yesus menguta-

makan pentingnya 

Sabat sampai kepa-

da kematian-Nya 

pun. Ia mati pada 

hari Jumat, “hari 

persiapan, dan hari 

Sabat segera mulai” 

(Lukas 23:54). Pada 

saat itu Ia menya-

takan, “Sudah se-

lesai,” yaitu, peker-

jaan-Nya datang ke 

dunia ini dan ma-

ti menggantikan u-

mat manusia sudah 

se le sa i  ( Yohanes 

19:30; 4:34; 5:30). 

Lalu untuk meraya-

kan misi-Nya yang 

sudah selesai, Yesus 

beristirahat di ku-

bur sepanjang ha-

ri Sabat.

S a m a  s e p e r t i 

Kristus menyelesai-

kan pekerjaan pen-

c ip taan-Nya  pa-

da hari keenam la-

 1610

lu beristirahat pada hari ketu-

juh, demikian juga, oleh mati di 

salib, Ia menyelesaikan pekerja-

an penebusan-Nya pada hari ke-

enam lalu beristirahat pada ha-

ri ketujuh.

Pada hari Minggu pagi Yesus 

keluar dari kubur, sebagai Ju-

ruselamat yang menang (Lukas 

24:1-7). Ia telah meminta pa-

ra murid-Nya untuk memeliha-

ra Sabat bersama Dia setelah ke-

bangkitan-Nya. Berbicara me-

ngenai kebinasaan Yerusalem, 

yang terjadi empat puluh tahun 

setelah kematian-Nya, Ia mem-

beritahukan mereka: 

“Berdoalah, supaya wak-

tu kamu melarikan diri itu ja-

ngan jatuh pada musim dingin 

dan jangan pada hari Sabat” 

Matius 24:20.

Juruselamat kita mengingin-

kan murid-murid-Nya dan se-

mua yang bertobat untuk terus 

mempraktikkan semua yang Ia 

telah ajarkan (Yohanes 15:15, 

16). Ia mau mereka menikmati 

perhentian keselamatan dan 

perhentian Sabat. Mereka tidak 

mengecewakan Dia. Murid-mu-

rid terus memelihara Sabat sete-

lah kematian Kristus. (lihat Lu-

kas 23:54-56; Kisah 13:14; 16:13; 

17:2; 18:1-4).

Yohanes kekasih terus me-

melihara hubungannya dengan 

Kristus sekali seminggu, pada 

hari Sabat. Pada tahun-tahun 

terak hir dari kehidupannya, ia 

menulis, “Pada hari Tuhan aku 

dikuasai oleh Roh dan aku men-

dengar dari belakangku suatu 

suara yang nyaring, seperti bu-

nyi sangkakala” (Wahyu 1:10). 

Menurut Yesus, “Hari Tuhan” 

yaitu  hari Sabat, “sebab  Anak 

Manusia yaitu  Tuhan atas hari 

Sabat” (Matius 12:8).

Pada hari Sabat kita meraya-

kan dua tugas terbesar yang Tu-

han sudah selesaikan demi kita: 

menciptakan kita dan menye-

lamatkan kita. Pengalaman Sa-

bat ini akan terus berlanjut di 

surga:

“Sebab sama seperti langit 

yang baru dan bumi yang baru 

yang akan Kujadikan itu, ting-

gal tetap dihadapan-Ku, demi-

kianlah firman TUHAN…. Bu-

lan berganti bulan dan Sabat 

berganti Sabat, maka seluruh 

umat manusia akan datang un-

tuk sujud menyembah di hada-

pan-Ku, firman TUHAN” Yesa-

ya 66:22, 23.

 16 11

4. mANFAAT PERHENTIAN SABAT

Manusia  sekarang sa l ing 

menginjak satu sama lain da-

lam kehidupan mereka yang pe-

nuh rasa takut. Banyak orang se-

dang menghadapi kehancuran. 

Keluarga-keluarga terjerumus 

dalam ketegangan. namun  Tuhan  

memberikan Sabat sebagai sa-

tu cara yang jauh lebih baik un-

tuk menghidupkan kehidupan 

yang baik.

Mari kita memperhatikan be-

berapa manfaat khusus dari per-

hentian Sabat:

(1) Sabat yaitu  peringat-

an akan penciptaan, dan oleh 

memelihara kesuciannya, kita 

membangun satu tugu peringat-

an akan Pencipta kita. Jam-jam-

nya yang suci memberikan ke-

sempatan yang luar biasa un-

tuk berhubungan dengan alam 

di dunia ciptaan Tuhan . Kapan 

Anda atau keluarga Anda terak-

hir kali  meng-

gunakan wak-

tu untuk masuk 

ke  j a lan- ja lan 

sempit di hutan 

yang indah dan 

tenang atau ke 

riakan anak su-

ngai yang ber-

batu? Hari Sabat 

memberikan ki-

ta waktu untuk 

digunakan ber-

sama Yesus dan 

menikmati  se-

d i k i t  ke a j a i b -

an yang Ia telah 

ciptakan untuk 

kita. 

 1612

(2) Pada hari Sabat kita me-

nikmati sukacita perbaktian 

dan persekutuan bersama um-

at Kristen lainnya. Ada man-

faatnya memuji Tuhan  bersama-

sama dengan orang lain dalam 

satu kelompok umat yang ber-

bakti. Sabat memberikan waktu 

khusus bagi kita untuk datang 

bersama-sama sebagai satu tu-

buh jemaat untuk memperkuat 

kembali kadar kerohanian kita.

(3) Sabat memberikan ke-

s e m p a t a n  m e l a k u k a n  p e r-

buatan-perbuatan kebaikan. 

Apakah ada tetangga yang sa-

kit ming gu itu, di mana Anda 

tidak ada waktu untuk menje-

nguknya? Jika seorang sahabat 

memerlukan simpati oleh ka-

rena kematian suaminya, bu-

kankah tekanan hidup sehari-

hari membuat dia membutuh-

kan perhatian Anda yang penuh 

kasih? Yesus menasihatkan: “Ka-

rena itu boleh berbuat baik pada 

hari Sabat” (Matius 12:12).

(4) Sabat yaitu  hari untuk 

memperkokoh ikatan keluar-

ga. Yesus menyuruh, “(pada hari 

Sabat) jangan kamu melakukan 

segala pekerjaanmu” (Keluaran 

20:10). Ia tidak dapat memberi-

kan resep yang lebih baik kepa-

da para ayah pecandu kerja dan 

para ibu yang stres. Sabat yaitu  

tanda STOP besar bagi para ke-

luarga. Berhenti membuat hal-

hal yang paling mendesak me-

ngesampingkan hal yang paling 

penting. Sabat yaitu  satu ha-

ri di mana kita bisa mengganti 

tekanan-tekanan hidup dengan 

doa, kerja dengan tertawa, jad-

wal yang sibuk dengan perenu-

ngan yang tenang. Perhentian 

Sabat memberikan waktu kepa-

da seluruh keluarga untuk ber-

hubungan dengan Kristus dan 

mendapatkan tenaga rohani da-

ri pada-Nya.

(5) Sabat yaitu  waktu di 

mana Yesus secara khusus da-

tang dekat. Setiap perhubung-

an memerlukan waktu yang ber-

kualitas, dan tidak terkecuali 

hubungan kita dengan Kristus. 

Menyerahkan sehari penuh un-

tuk Kristus setiap minggu ada-

lah cara yang sangat baik untuk 

memelihara persahabatan ki-

ta dengan Dia selalu segar dan 

menyenangkan. Sabat membe-

rikan kepada kita waktu ekstra 

untuk belajar Alkitab dan ber-

doa, waktu ekstra untuk sendi-

rian dengan Kristus di satu tem-

pat yang tenang sambil mende-

 16 13

ngar.

Yesus “memberkati hari ke-

tujuh dan menguduskannya” 

dengan janji akan kehadiran-

Nya (Kejadian 2:3). Anda bisa 

memahami mengapa penting 

memelihara Sabtu, hari ketujuh 

dalam minggu sebagai hari Sa-

bat, sebab  itu yaitu  hari yang 

Kristus khususkan pada waktu 

penciptaan untuk berhubungan 

dengan kita secara khusus.

Ketika Yesus menciptakan 

hari Sabat tampaknya Ia sudah 

memikirkan tentang generasi 

kita sekarang ini. Itulah yang se-

benarnya kita perlukan dalam 

lingkungan yang dipenuhi de-

ngan ketegangan hidup ini; satu 

hari yang benar-benar lepas da-

ri segala sesuatu yang lain. Satu 

hari untuk berbakti kepada Al-

lah, berhubungan kembali de-

ngan ciptaan, dan memusatkan 

perhatian pada hubungan per-

sahabatan, bukan hal-hal lain-

nya.

5. mENIKmATI PERHENTIAN SURGAWI

Kita dapat merangkum se-

mua manfaat dari bergantung 

pada Yesus melalui hubungan 

setiap hari dan setiap minggu 

dalam satu kata—perhentian. 

Kata “Sabat” berasal dari kata 

Ibrani yang berarti berhenti, ja-

di tidak heran Alkitab menye-

butkan hari ketujuh “Sabat hari 

perhentian.” (Imamat 23:3).

“Sebab tentang hari ketujuh 

pernah dikatakan di dalam su-

atu nas: ‘Dan Tuhan  berhenti 

pada hari ketujuh dari segala 

pekerjaan-Nya....’ JADI MASIH 

TERSEDIA SUATU HARI PER-

HENTIAN, HARI KETUJUH, 

BAGI UMAT Tuhan . Sebab ba-

rangsiapa telah masuk ke tem-

pat perhentian-Nya, ia sendi-

ri telah berhenti dari segala pe-

kerjaannya, sama seperti Tuhan  

berhenti dari pekerjaan-Nya. 

sebab  itu baiklah kita berusa-

ha untuk masuk ke dalam per-

hentian itu, supaya jangan se-

orang pun jatuh sebab  meng-

ikuti contoh ketidaktaatan itu 

juga” Ibrani 4:4-11.

Menikmati “perhentian Sa-

bat” memberikan kepada kita 

sekali seminggu untuk menci-

cipi sukacita perhentian yang 

sempurna yang kita akan alami 

 1614

di surga. Perhentian ini bukan 

sekadar tidak ada kegiatan, te-

tapi itu menyangkut rasa aman, 

damai dan sejahtera yang terda-

pat pada akar kehidupan sejati 

yang berkelimpahan. Perhentian 

rohani semacam ini hanya bisa 

dinikmati melalui pengalaman. 

Kesaksian dari mereka yang te-

lah mengalami perhentian ke-

selamatan dan perhentian Sa-

bat yaitu  sama di mana-mana: 

“Jika Anda masuk ke dalam per-

hentian Yesus melalui hubung-

an harian dan mingguan, Anda 

akan menemukan sukacita yang 

besar dalam hidup ini.”

Maukah Anda berterima ka-

sih kepada Yesus atas anugerah 

perhentian-Nya itu? Maukah 

Anda bersyukur kepada-Nya 

atas janji perhenti-

an keselamatan tiap 

hari dalam meng-

h a d a p i  t a n t a n g -

an hidup, dan atas 

janji perhentian Sa-

bat sekali seminggu 

untuk mendekat-

kan hubungan An-

da dengan Dia? Bi-

la Anda belum per-

nah melakukannya, 

maukah Anda me-

nerima keselamatan yang 

Ia menawarkan? Maukah An-

da mengatakan kepada-Nya ke-

inginan Anda untuk memeliha-

ra Sabat sekali seminggu? Mau-

kah Anda mengatakan, “Ya Tu-

han! Saya rindu mendapatkan 

sukacita pada hari yang Engkau 

telah tetapkan.” Buatlah tekad 

itu sekarang juga!

(Anda mungkin bertanya-tan-

ya: Siapakah yang mengubah Sa-

bat dari Sabtu, hari ketujuh da-

lam seminggu, menjadi Minggu, 

hari pertama dalam seminggu? 

Kapankah itu diubah? Apakah 

Tuhan  yang memerintahkan un-

tuk mengubahnya? Pertanyaan-

pertanyaan ini akan dijawab da-

lam pelajaran 21).

 16 15

penemuan Baru

T

u

an

, N

yo

n

ya, Sau

d

ara/i

(L

in

gkari salah

 satu

)

A

lam

at

K

o

ta

K

o

d

e P

o

s

16

Bagaimana menerima Seluruh Pelajaran Seri

Kertas Jawaban

rahasia menuju perhentian surgawi

Bacalah Pelajaran PENEMUAN BARU seluruhnya, yang 1. 

telah Anda terima bersama kertas jawaban ini.

Isilah kertas jawaban di halaman setelah lembaran ini ke-2. 

mudian guntinglah pada bagian yang telah ditentukan.

Tulis nama dan alamat Anda di 3. 

kotak sebelah kiri, mohon tulis-

kan dengan huruf cetak pada baris 

yang tersedia.

Kembalikanlah kertas jawaban ini 4. 

kepada pemberi seri pelajaran ini, 

atau masukkan ke dalam amplop 

kemudian kirim ke Kursus Alki-

tab PENEMUAN BARU ke alamat 

yang terdekat dengan Anda (tertera 

di halaman dalam sampul jilid dari 

seri pelajaran).

Kami akan mengembalikan kertas 5. 

jawaban ini ke alamat yang Anda 

telah tuliskan di kotak sebelah kiri. 

 1616

&

KERtAs JAwAbAN—PELAJARAN 16—RAhAsiA mENuJu PERhENtiAN suRgAwi

Bacalah kembali bagian penuntun Pelajaran 16 PENEMUAN BARU yang ditandai 

dengan nomor di sisi kiri, kemudian berilah tanda silang (X) di depan pertanyaan-

pertanyaan yang BENAR setiap bagian.

1, 2.      Kita dapat menghadapkan tekanan hidup kita tiap hari kepada Yesus.

             Yesus menghadapi tekanan hidup dengan bersandar tiap hari pada Tuhan 

     Bapa.

3.    Hari Sabat pertama kali ditetapkan oleh Kristus.

             Pada saat penciptaan demi istirahat, berkat dan keuntungan kita. 

             Di Gunung Sinai ketika Tuhan  memberikan 10 Perintah kepada bangsa Israel.

       Sesuai dengan tulisan dalam Perjanjian Baru:

             Istirahat sekali seminggu pada hari Sabat memberikan kita waktu untuk digu- 

     na kan bersama dengan Pencipta kita.

             Sudah menjadi kebiasaan Yesus untuk berbakti pada hari Sabat. Yesus menga-

     jarkan bahwa hari Sabat ditetapkan untuk keuntungan kita.

             Sesudah kematian-Nya, Yesus beristirahat di kubur-Nya pada hari Sabat. 

             Yesus mengharapkan murid-murid-Nya memperoleh keuntungan dari peristi-

     rahatan hari Sabat selama tahun-tahun sesudah kebangkitan-Nya. 

             Rasul Yohanes berbakti pada hari Tuhan, yang sesuai dengan ajaran Yesus, 

     yaitu  hari Sabat hari ketujuh.

4.    Memelihara hari Sabat merupakan kesempatan

             untuk menggunakan waktu bersama Yesus, Sang Pencipta yang menjadikan

     Sabat. 

             untuk merasakan kegembiraan tali persahabatan dan perbaktian dengan orang

     lain. 

             untuk berkunjung kepada sahabat yang sedang membutuhkan.

             untuk menguatkan ikatan kekeluargaan dengan memanfaatkan waktu yang 

     berkualitas bersama-sama.

Kami sangat menaruh perhatian terhadap Anda. Apabila Anda ingin memberi tanggapan, 

kami sangat menghargai jawaban Anda terhadap beberapa pertanyaan di bawah ini:

Apakah ini pertama kali Anda mendengar bahwa hari Sabat, hari yang ketujuh dalam 1. 

satu minggu yaitu  hari Sabat? __

Apakah Anda mengetahui orang lain yang juga memelihara hari ketujuh sebagai  2. 

hari Sabat? __

Apakah Anda pernah mengunjungi gereja yang berbakti pada hari Sabat? __3. 

Apakah Anda pernah berpikir untuk memelihara hari Sabat dan merasakan semua 4. 

manfaat dari pemeliharaan hari Sabat? __

Anda mungkin bertanya-tanya mengapa kebanyakkan orang Kristen memelihara hari 

Minggu menjadi hari Sabat, sedangkan Alkitab jelas-jelas mengajarkan hari yang 

ketujuh yaitu  hari Sabat? Bagaimanakah dan sejak kapankah perubahan ini dimulai? 

Pelajaran 21 PENEMUAN BARU akan memberikan jawabannya.

 17 1

P

E

LA

JA

R

A

N

 1

7

rahasia pertumbuhan

melalui bersaksi

 172

Larry sedang menikmati per-

cakapan yang menyenang-

kan, teh Jepang dan kerak na-

si yang nikmat di rumah Tuan 

Komori, ketika tamu-tamu la-

in mulai memegang Alkitab me-

reka masing-masing. Mereka se-

mua memandang kepadanya de-

ngan penuh harap. “Maukah 

Anda izinkan kami belajar seka-

rang?” tanya Komori.

Larry hampir saja menum-

pahkan tehnya. Ia mengira bah-

wa kumpul bersama ini hanya-

lah sekadar bersantai ria. Seka-

rang ia tidak tahu apa yang ha-

rus ia katakan.

Sebenarnya Larry mengajar 

banyak kelas Alkitab di tempat 

kerjanya, di Sekolah Bahasa Ing-

gris di Jepang. namun  semua pe-

lajaran di situ sudah tersusun 

dengan baik. Dengan mudah ia 

bisa memberikan keterangan 

tentang Alkitab. namun  berbica-

ra mengenai Tuhan  secara spon-

tan… itu lain.

Larry sudah mendengar ce-

rita-cerita Alkitab sejak masa ke-

cil. namun  secara pribadi hanya 

kecil artinya bagi kehidupan-

nya. Ia melakukan hal-hal yang 

ia tahu salah di 

hadapan Tuhan . 

Bagaimanakah 

ia  dapat  me-

ngatakan ke-

pada yang la-

in tentang Al-

lah, sedangkan 

ia sendiri tidak 

mengetahui de-

ngan sebenarnya?

Sekarang, se-

mentara duduk di 

kursi sofanya, dike-

lilingi oleh orang-orang 

yang dinanti-nantikan, ia 

hampir saja gagal mencari ka-

ta-kata yang tepat. Pada saat 

 17 3

yang penuh takut, satu ayat ter-

lintas dalam pikirannya menge-

nai Roh Kudus yang membe-

rikan kepadanya kata-kata un-

tuk diucapkan apabila kita ber-

hadapan dengan orang-orang 

untuk memberikan kesaksian 

(Lukas 12:12). Ia berdoa dengan 

sungguh-sungguh memohon 

pertolongan lalu teringat pada 

satu kisah yang sangat lazim ba-

ginya: Anak yang Terhilang.

Sementara ia memahami be-

tapa besar kasih Tuhan  kepada 

mereka yang pergi jauh dari pa-

da-Nya, Larry mendapati diri-

1. YESUS MENANTANG KITA AGAR BERTUMBUH 

MELALUI BERSAKSI

nya berbicara langsung dari ha-

ti. Firman-Nya masuk ke dalam 

hatinya. Untuk pertama kali da-

lam hidupnya Larry menyadari 

betapa besar kasih Tuhan  kepa-

danya.

Malam itu Larry bertelut di 

samping tempat tidurnya dan 

menyerahkan hidupnya kepa-

da Tuhan  yang akhirnya menja-

di nyata baginya. Menyaksikan 

kasih Tuhan  jauh lebih besar ar-

tinya daripada sekadar sesuatu 

yang abstrak. Sekarang, faktalah 

yang memenuhi dirinya.

Murid-murid menggunakan 

waktu tiga setengah tahun me-

nikmati firman dan perbuat-

an Kristus, dan akhirnya me-

nyaksikan sendiri kematian dan 

kebangkitan-Nya. Sesaat sebe-

lum Yesus kembali ke surga, Ia 

menyuruh murid-murid untuk 

menjadi wakil-wakil-Nya:

“namun  KAMU AKAN ME-

NERIMA KUASA Roh Kudus 

turun ke atas kamu, dan KAMU 

AKAN MENJADI SAKSIKU di 

Yerusalem dan di seluruh Yu-

dea dan Samaria dan sampai 

ke ujung bumi” Kisah 1:8.

Pada waktu pengikut-pengi-

kut Kristus memberikan hati 

mereka tanpa syarat kepada-Nya 

pada hari Pentakosta, Kristus, 

yang telah bangkit itu, mengu-

bah hidup mereka melalui kua-

sa Roh. Mereka menjadi saksi-

saksi, bukan hanya kebangkit-

an dan naiknya tubuh Kristus ke 

surga, namun  juga menyaksikan 

 174

kuasa kebangkitan yang telah 

mengubah hidup mereka.

Sebagai umat Kristen, kita 

juga yaitu  saksi-saksi akan ke-

bangkitan Yesus sebab  kita te-

lah mengalami kuasa pemba-

ruan-Nya dalam hidup kita sen-

diri.

namun  Tuhan  yang kaya 

dengan rahmat, oleh sebab  

kasih-Nya yang besar, yang di-

limpahkan-Nya kepada kita, 

TELAH MENGHIDUPKAN KI-

TA BERSAMA-SAMA DENGAN 

KRISTUS, sekalipun KITA TE-

LAH MATI OLEH KESALAH-

AN-KESALAHAN KITA—oleh 

kasih karunia kamu diselamat-

kan—DAN DI DALAM KRIS-

TUS YESUS IA TELAH MEM-

BANGKITKAN KITA juga dan 

memberikan tempat bersama-

sama dengan Dia di sorga, SU-

PAYA pada masa yang akan da-

 17 5

tang IA MENUNJUKKAN KE-

PADA KITA KEKAYAAN KA-

SIH KARUNIA-NYA YANG ME-

LIMPAH-LIMPAH sesuai de-

ngan kebaikan-Nya terhadap 

kita dalam Kristus Yesus“ Efe-

sus 2:4-7.

Kita dihidupkan oleh Kris-

tus, agar kita dapat “menunjuk-

kan kekayaan kasih karunia-Nya 

yang melimpah-limpah.” Dan 

Ia meminta kita untuk memba-

wa kabar baik tentang apa yang 

Ia dapat buat dalam kehidup-

an manusia ke seluruh dunia, 

kemudian berjanji untuk per-

gi bersama kita sementara ki-

ta melakukan hal itu (Matius 

28:19-20).

H.M.S. Richards, pendiri pe-

layanan Radio Suara Nubuat-

an, pernah bersaksi: “Saya telah 

melihat perubahan dalam ha-

ti orang banyak yang telah men-

dengar Injil Kristus. Saya telah 

mengadakan perjalanan ke ne-

geri-negeri di mana nama Al-

lah dan nama Kristus tidak per-

nah dikenal sampai gereja-Nya 

membawa Injil ke sana. Saya te-

lah melihat orang-orang ini ber-

ubah dari kotor menjadi ber-

sih, dari sakit menjadi sehat, da-

ri rasa takut yang terus-menerus 

akan roh-roh jahat menjadi 

gembira dalam kehidupan Kris-

ten. Saya telah melihat perubah-

an status kewanitaan. Saya telah 

melihat rumah-rumah tangga 

Kristen yang benar keluar dari 

kegelapan kekapiran. Di semua 

negeri yang telah saya kunjungi 

saya telah melihat hidup itu ber-

ubah. Saya tahu bahwa, “…In-

jil (Kristus) yaitu  kekuatan Al-

lah yang menyelamatkan...” (Ro-

ma 1:16). Saya tahu bahwa bila-

mana gereja mengabarkan ka-

bar Injil, perubahan akan terjadi 

pada hati manusia dan di rumah 

tangga orang, dan itu tampak 

dalam kehidupan mereka yang 

menyambut himbauannya.

Tuhan  telah memberikan ke-

pada kita manusia yang lemah 

ini satu peran khusus untuk di-

lakukan dalam pekerjaan yang 

menyenangkan ini, sebab  ber-

saksi yaitu  bagian dari per-

tumbuhan kita. Agar supaya 

iman kita tetap sehat, itu harus 

diungkapkan. Sebagaimana Lar-

ry menemukan itu dengan ca-

ra yang luar biasa, membagikan 

iman menolong kita untuk me-

nikmati itu dengan lebih baik 

dan membuat kita bertumbuh.

 176

2. KITA MENYAKSIKAN KRISTUS MELALUI 

KEHIDUPAN KITA

Seorang pemuda yang dibe-

sarkan di rumah tangga yang ke-

jam pernah berucap: “Saya mem-

perhatikan, teladan yang ditun-

jukkan orangtua saya memberi-

kan kepada saya gambaran yang 

keliru mengenai Tuhan ; saya ti-

dak pernah mnedapatkan con-

toh dari seorang yang jelas-jelas 

mengasihi saya.” Orang-orang 

di sekitar kita sangat membu-

tuhkan seorang yang akan 

memberikan kepada me-

reka gambaran yang se-

hat tentang Tuhan . Mere-

ka membutuhkan seorang 

yang sungguh-sungguh me-

nunjukkan kualitas kesa-

lehan. Seringkali khotbah 

kita yang paling ampuh ha-

nyalah cara kita hidup. Se-

belum seseorang peduli be-

rapa banyak yang Anda ta-

hu, mereka harus tahu be-

tapa besar kepedulian An-

da. Petrus mengajak kita:

“MILIKI CARA HIDUP 

YANG BAIK di tengah-

teng ah bangsa-bangsa bu-

kan Yahudi, SUPAYA . . . 

MEREKA DAPAT MELI-

HATNYA DARI PERBUATAN-

PERBUATANMU YANG BAIK 

DAN MEMULIAKAN Tuhan  

pada hari Ia melawat mereka. 

Sebab untuk itulah kamu di-

panggil, sebab  KRISTUS PUN 

TELAH MENDERITA UNTUK 

KAMU DAN TELAH MENING-

GALKAN TELADAN BAGIMU, 

SUPAYA KAMU MENGIKUTI 

JEJAKNYA” 1 Petrus 2:12, 21.

 17 7

3. KITA MENYAKSIKAN KRISTUS MELALUI CARA 

KITA BERPIKIR

Ketika Iblis menyerang Yesus 

di padang belantara dengan go-

daannya kepada selera, kesom-

bongan dan keangkuhan, Yesus 

berhasil menyerang balik de-

ngan mengutip dari ayat Alkitab 

(Matius 4:4,7,10). Kristus su-

dah siap sebab  Ia telah mengi-

si pikiran-Nya dengan kebenar-

an Alkitab. Di situlah letaknya 

kemenangan atau kekalahan da-

lam peperangan—di dalam pi-

kiran kita. “Sebab seperti orang 

yang membuat perhitungan da-

lam dirinya sendiri demikianlah 

ia. . .” (Amsal 23:7).

Orang Kristen yang bertum-

buh memikirkan hal-hal surga-

wi. Mereka memusatkan per-

hatian pada hal-hal yang sehat 

yang mereka usahakan untuk 

dimiliki.

“Bersukacitalah senantiasa 

dalam Tuhan! Sekali lagi kuka-

takan: Bersukacitalah!

“Hendaklah kebaikan hati-

mu diketahui semua orang. Tu-

han sudah dekat!

“Janganlah hendaknya ka-

mu kuatir tentang apa pun ju-

ga, namun  nyatakanlah dalam 

segala hal keinginanmu kepa-

da Tuhan  DALAM DOA dan per-

mohonan dengan ucapan syu-

kur. Damai sejahtera Tuhan , 

yang melampaui segala akal, 

akan MEMELIHAR A HATI 

DAN PIKIRANMU dalam Kris-

tus Yesus. Jadi akhirnya, sau-

dara-saudara, semua yang BE-

NAR, semua yang MULIA, se-

mua yang ADIL, semua yang 

SUCI, semua yang MANIS, se-

mua yang SEDAP DIDENGAR, 

semua yang disebut KEBAJIK-

AN dan PATUT DIPUJI, pikir-

sebab  “Kristus menderi-

ta” bagi kita di salib, maka ki-

ta mempunyai satu teladan ten-

tang kasih yang penuh pengor-

banan yang dekat dengan kita. 

Kasih itu, yang dihidupkan da-

lam diri kita melalui perbuat-

an kasih kepada orang-orang la-

in, bisa menjadi kekuatan yang 

ampuh untuk membawa orang-

orang yang belum percaya ke 

dalam tangan Kristus.

 178

kanlah semuanya itu. Dan apa 

yang telah kamu pelajari dan 

apa yang telah kamu terima, 

dan apa yang telah kamu de-

ngar dan apa yang telah kamu 

lihat pada-ku, lakukanlah itu. 

Maka Tuhan  sumber damai se-

jahtera akan menyertai kamu. 

Filipi 4:4-9.

Apa yang mengisi pikiran ki-

ta membuat segalanya berbeda. 

Sampah masuk, sampah keluar. 

Firman Tuhan  masuk, hidup Al-

lah keluar.

4. KITA MENYAKSIKAN KRISTUS MELALUI APA 

YANG KITA LIHAT

Sebagai wakil Kristus, orang 

Kristen akan selalu sederhana 

walaupun mengenai bagaimana 

ia berpenampilan, menghindar-

kan semua hal-hal yang ekstrim 

(keterlaluan).

“Demikian juga kamu, hai 

isteri-isteri, tunduklah kepada 

suamimu, supaya jika ada di 

antara mereka yang tidak ta-

at kepada Firman, mereka ju-

ga tanpa perkataan dimenang-

kan oleh kelakuan isterinya, ji-

ka mereka melihat, bagaimana 

murni dan salehnya hidup is-

teri mereka itu. Perhiasanmu 

janganlah secara lahiriah, yai-

tu dengan mengepang-ngepang 

rambut, memakai perhiasan 

emas atau dengan mengenakan 

pakaian yang indah-indah, te-

tapi perhiasanmu ialah manu-

sia batiniah yang tersembunyi 

DENGAN PERHIASAN YANG 

TIDAK BINASA YANG BERA-

SAL DARI ROH YANG LEMAH 

LEMBUT DAN TENTR AM, 

yang sangat berharga di mata 

Tuhan . Sebab demikianlah ca-

ranya perempuan-perempuan 

kudus dahulu berdandan, yai-

tu perempuan-perempuan yang 

menaruh pengharapannya ke-

pada Tuhan ; mereka tunduk ke-

pada suaminya” 1 Petrus 3:1-5.

Kesederhanaan dalam pakai-

an dan perhiasan selalu menan-

dai keserupaan dengan Kristus 

yang sejati. Yang terbaik ialah, 

orang lain akan tertarik kepada 

kita sebagai orang Kristen bu-

kan oleh pernyataan kita ten-

tang pakaian, namun  oleh per-

nyataan kehidupan kita tentang 

Yesus.

 17 9

5. KITA MENYAKSIKAN KRISTUS MELALUI 

PERBUATAN KITA

Sejarahwan Edward Gibbon 

menceritakan bahwa ketika Ga-

lerius merampok perkampung-

an orang Persia, sebuah tas ku-

lit yang mengkilat penuh per-

mata jatuh ke tangan para pa-

sukan perampok. Orang ini de-

ngan hati-hati menjaga tas yang 

berguna itu namun  membuang 

permata-permata yang berhar-

ga itu.

Orang-orang yang bergan-

tung pada hal-hal yang dang-

kal yang dunia bisa berikan—

dan mengabaikan Yesus, Per-

mata yang Mahal Harganya—

yaitu  orang 

yang lebih bu-

ruk dari pa-

sukan peram-

pok itu. Bu-

kan hanya ke-

beruntungan 

itu yang akan 

lepas dari ta-

ngan kita, te-

tap i  kese la -

matan kekal. 

sebab  itu Al-

kitab menga-

markan:

“ Ja n g a n -

lah kamu me-

ng asihi  du-

nia dan apa 

yang ada di 

dalamnya. Ji-

kalau orang 

m e n g a s i h i 

 1710

dunia, maka kasih akan Bapa 

tidak ada di dalam orang itu. 

Sebab semua yang ada di da-

lam dunia, yaitu keinginan da-

ging dan keinginan mata s