Datang dengan satu pemecahan.
Ia mengadakan kegiatan olah-
raga, kerajinan tangan, kelas-
kelas untuk anak-anak dan mu-
lai menggunakan waktunya di
malam hari untuk bersama me-
reka.
Liddell telah berhasil meraih
ketenaran dan penghargaan pa-
1. BUKU PEDOMAN POLA HIDUP KRISTEN
da Olimpiade 1924, mempero-
leh medali emas untuk lari 400
meter. namun di perkampungan
yang terkekang itu ia juga me-
nunjukkan dirinya sendiri se-
bagai pemenang dalam perlom-
baan Kekristenan, mendapatkan
penghargaan dari sebagian be-
sar tawanan dunia.
Apakah yang membuatnya
begitu istimewa? Anda bisa me-
nemukan rahasianya pada pu-
kul 06.00 setiap pagi. Yaitu pada
waktu ia berjalan dengan tenang
melewati teman-teman yang se-
dang tidur, lalu duduk di de-
kat meja, menyalakan lampu ke-
cil untuk menerangi buku catat-
an dan Alkitabnya. Eric Liddell
mencari rahmat dan kekuatan
setiap hari dalam firman Tuhan
yang berlimpah itu.
Alkitab ditulis sebagai pedo-
man bagi umat Kristen. Di si-
tu berisi cerita-cerita mengenai
orang-orang seperti kita yang
telah mengalami tantangan yang
sama yang kita hadapi setiap ha-
ri. Mengenali sifat-sifat pelaku
Alkitab ini—kegembiraan dan
penderitaan mereka, kesulitan
dan kesempatan mereka—akan
membantu kita menjadi dewasa
sebagai umat Kristen.
Daud, Pemazmur, menggam-
barkan ketergantungan kita ke-
pada firman Tuhan setiap ha-
ri dengan membandingkannya
dengan lampu senter (obor):
“Firman-Mu itu pelita bagi
kakiku dan terang bagi jalan-
ku” Mazmur 119:105.
Terang yang kita peroleh se-
tiap hari dari Alkitab menjelas-
kan sifat-sifat yang kita perlu-
kan dalam hidup dan prinsip-
prinsip pertumbuhan rohani. Di
atas segalanya, Alkitab membe-
rikan kepada kita Yesus, Terang
Dunia. Hidup hanya ada artinya
jika Yesus menerangi kita.
2. PERSAHABATAN YANG MENGUBAHKAN
Kristus menginginkan agar
Alkitab itu benar-benar bisa
menjadi sebagai surat pribadi
untuk Anda dari seorang teman
dekat Anda.
“Aku menyebut kamu saha-
bat, sebab Aku telah membe-
ritahukan kepada kamu sega-
la sesuatu yang telah Kudengar
dari Bapa-Ku” Yohanes 15:15.
Yesus menginginkan yang
terbaik dari Anda. Firman-Nya
membawa kita masuk ke dalam
lingkungan yang paling dekat
dengan Tuhan ; mereka yang Ia
percayai dan memberikan pe-
tunjuk secara pribadi.
“ Semuanya itu Kukatakan
kepadamu, supaya kamu ber-
oleh damai sejahtera dalam
Aku” Yohanes 16:33.
Agar bisa menikmati keda-
maian ini, hubungan yang aman
bersama Yesus, kita perlu mem-
baca surat-surat yang Ia kirim
kepada kita. Itulah Alkitab; su-
rat kiriman dari surga. Jangan
biarkan surat itu tidak dibuka.
Pekabaran yang mengubahkan
yang Anda perlukan ada dalam
firman-Nya.
Berikut ini ada satu kesaksi-
an khusus mengenai pengaruh
Alkitab: “Saya perlu pertolong-
an dan saya temukan itu dalam
Yesus. Semua kebutuhan dise-
diakan, jiwaku yang lapar di-
puaskan; bagiku Alkitab yaitu
wahyu dari Kristus. Saya perca-
ya kepada Yesus sebab bagiku
Dia yaitu Juruselamat yang su-
ci. Saya percaya akan Alkitab ka-
rena saya telah menemukan itu
sebagai suara Tuhan kepada ji-
waku” The Ministry of Healing,
hlm. 461.
3. PEDOMAN HIDUP YANG TERDAPAT DALAM
ALKITAB DAN SEPULUH HUKUM
Sekilas pandang pada sepu-
luh hukum akan menolong kita
mengerti mengapa hukum-hu-
kum itu dan Alkitab merupakan
dasar yang luar biasa bagi suatu
kehidupan yang benar.
Sepuluh hukum sebenarnya
terbagi atas dua bagian. Empat
hukum yang pertama mengurai-
kan hubungan kita dengan Al-
lah, dan enam hukum yang tera-
khir menguraikan hubungan ki-
ta dengan orang lain. Itu terda-
pat dalam Keluaran 20:3-17.
Dua hukum yang pertama
menekankan hubungan kita de-
ngan Tuhan dan penyembahan
kepada-Nya:
I. “Jangan ada padamu Tuhan
lain di hadapan-Ku”
II. Jangan membuat bagimu
patung …. Jangan sujud me-
nyembah kepadanya.”
Hukum ke-3 dan ke-4 men-
catat hubungan kita dengan na-
ma Tuhan dan hari-Nya Yang su-
ci:
III. “Janganlah menyebut nama
Tuhan, Tuhan mu, dengan sem-
barangan….”
IV. “Ingatlah dan kuduskanlah
hari Sabat: enam hari lamanya
engkau akan bekerja dan mela-
kukan segala pekerjaanmu, te-
tapi hari ketujuh yaitu hari
Sabat Tuhan, Tuhan mu;….”
Hukum ke-5 dan ke-7 pelin-
dung ikatan keluarga:
V. “Hormatilah ayah dan ibu-
mu….”
VII. “Jangan berzinah.”
Hukum ke-6, 8, 9, dan 10 me-
lindungi kita dalam hubungan
sosial:
VI. “Jangan membunuh.”
VIII. “Jangan mencuri.”
IX. “Jangan mengucapkan sak-
si dusta ….”
X. “Jangan mengingini rumah
sesamamu, jangan mengigi-
ni isteri sesamamu…atau apa
pun yang dipunyai sesamamu.”
Sepuluh hukum menerang-
kan hubungan kita kepada Tuhan
dan kepada sesama manusia. Itu
yaitu pedoman bagi suatu pola
hidup orang Kristen.
4. APAKAH YANG YESUS KATAKAN TENTANG
SEPULUH HUKUM?
Pada suatu hari sementara
Yesus mengajar, seorang muda
yang bersemangat bergegas me-
nemui Dia dan bertanya, “Gu-
ru, perbuatan baik apakah yang
harus kuperbuat untuk mempe-
roleh hidup yang kekal?” (Mati-
us 19:16). Kristus dapat melihat
bahwa ia sedang bergumul de-
ngan masalah uang dan menasi-
hatkan dia untuk meninggalkan
harta miliknya dan “turutilah
segala perintah Tuhan ” (ayat 17).
Orang muda itu mencoba
mengelak dari diagnosa Kristus
atas masalah yang dihadapinya
dengan bertanya hukum mana-
kah yang Ia mak-
sudkan. Yesus ke-
mudian menye-
butkan beberapa
dari sepuluh hu-
kum itu (Ayat 18,
19).
A k h i r n y a ,
“pengusaha mu-
da yang kaya” itu
berbalik dan per-
g i jauh dengan
p er asaan sed ih
(ayat 20-22). Se-
cara mental ia bisa mengakui se-
puluh hukum, namun ia tidak bi-
sa menurut jiwa dari hukum itu
dengan membuang pola hidup-
nya yang mementingkan diri.
Sepuluh hukum menunjuk-
kan kepada kita batasan-batasan
di mana suatu hubungan yang
sehat dengan Tuhan dan satu sa-
ma lain, dapat bertumbuh. Ye-
sus menekankan bahwa penu-
rutan yaitu jalan kepada suka-
cita sejati:
“Jikalau kamu MENURUTI
PERINTAH-KU, kamu akan
tinggal di dalam kasih-Ku, se-
perti Aku menuruti perintah
B a p a - K u d a n
tinggal di dalam
kasih-Nya. SE-
M UA N YA I T U
K U K A T A K A N
KEPADAMU, SU-
PAYA sukacita-
Ku ada di dalam
kamu dan SUKA-
CITAMU MEN-
JA D I P E N U H ”
Yohanes 15:10-
11.
5. PENUNTUN KEPADA HIDUP BAHAGIA
Buku Pengkhotbah yaitu
satu laporan penelitian Salomo
akan kebahagiaan. Ia mencatat
usahanya untuk mendapatkan
kebahagiaan melalui kekayaan
dunia: rumah mewah, kebun
anggur yang lebat, taman yang
indah serta kebun buah-buahan
yang lezat. Ia dilayani begitu ba-
nyak dayang-dayang. Ia mene-
mukan dirinya dikelilingi oleh
semua benda yang diinginkan
oleh siapa pun. namun kebaha-
giaan menjauh dari dirinya, la-
lu ia menulis:
“Ketika aku meneliti sega-
la pekerjaan yang telah dilaku-
kan tanganku dan segala usa-
ha yang telah kulakukan untuk
itu dengan jerih payah, lihat-
lah, segala sesuatu yaitu ke-
sia-siaan dan usaha menjaring
angin; memang tidak ada ke-
untungan di bawah matahari”
Pengkhotbah 2:11.
Lalu Salomo berbalik untuk
mencari kepelesiran dunia ini
dengan harapan akan menemu-
kan kebahagiaan. Ia mengguna-
kan anggur, wanita dan nyanyi-
an. Ia menyimpulkan:
“Kesia-siaan atas kesia-
siaan, …segala sesuatu yaitu
sia-sia” Pengkhotbah 12:8.
Salomo pernah mencicipi
dan melihat bahwa Tuhan itu ba-
ik. Ketika ia membandingkan
hidupnya pada masa muda yang
menurut Tuhan dengan perbu-
ruannya yang serampangan un-
tuk mendapatkan kebahagiaan
di dalam hal-hal dosa, ia memu-
tuskan:
“Akhir kata dari segala yang
didengar ialah: takutlah akan
Tuhan dan berpeganglah pada
perintah-perintah-Nya, kare-
na ini yaitu kewajiban setiap
orang” Pengkhotbah 12:13.
Salomo merasa ia bisa men-
dapatkan jalan pintas kepada
kebahagiaan dalam kehidup-
an yang buas. Menjalani ak hir
hidupnya, ia menjadi seorang
yang akhirnya mengakui kesa-
lahannya. Untuk menyelamat-
kan orang lain dari kesalahan
yang sama, ia menulis,
“…Berbahag ialah orang
yang berpegang pada hukum”
Amsal 29:18.
6. SEPULUH HUKUM DAN PENUNTUN PERJANJIAN
BARU YANG LUAR BIASA
Dalam buku Perjanjian Baru,
Yakobus menyaksikan:
“Sebab barangsiapa menu-
ruti seluruh hukum itu, namun
mengabaikan satu bagian dari
padanya, ia bersalah terhadap
seluruhnya. Sebab Ia yang me-
ngatakan: ‘Jangan berzinah’,
Ia mengatakan juga: ‘Jangan
membunuh’. Jadi jika kamu ti-
dak berzinah namun membu-
nuh, maka kamu menjadi pe-
langgar hukum juga. Berka-
talah dan berlakulah seperti
orang-orang yang akan diha-
kimi oleh hukum yang memer-
dekakan orang” Yakobus 2:10-
12.
Charles Surgeon, pengkhot-
bah dari gereja Baptis yang ter-
kenal di abad yang lalu, menya-
takan: “Hukum Tuhan yaitu
hukum yang suci—kudus, dari
surga, sempurna…. Perintahnya
yang terlalu banyak; tidak
juga terlalu sedikit, teta-
pi itu sungguh tak terban-
dingkan sebab kesempur-
naannya terbukti dari ke-
kudusannya.”
John Wesley, seorang
pendiri gereja Methodist,
menulis tentang kelesta-
rian hukum itu: “Hukum
moral terdapat dalam se-
puluh hukum…. Ia (Kris-
tus) tidak menghapuskan-
nya…. Setiap bagian hu-
kum ini harus tetap diber-
lakukan kepada umat ma-
nusia dan di segala zaman”
Sermons, jilid 1, hlm. 221,
222.
Billy Graham, seorang pen-
ceramah Injil yang paling di-
hormati di dunia, menganggap
sepuluh hukum itu demikian
tingginya sehingga ia telah me-
nulis satu buku khusus tentang
pentingnya hukum itu bagi se-
mua orang Kristen.
Apakah tujuan dari sepuluh
hukum itu?
“Sebab tidak seorang pun
yang dapat dibenarkan di ha-
dapan Tuhan oleh sebab me-
lakukan hukum Taurat, kare-
na justru oleh hukum Taurat
orang mengenal dosa” Roma
3:20.
Kegunaan hukum itu ialah
menuntun kita kepada kenya-
taan yang sesungguhnya bahwa
kita yaitu orang berdosa yang
tak berdaya yang memerlukan
seorang Juruselamat.
“Jadi hukum Taurat ada-
lah penuntun bagi kita sampai
Kristus datang, supaya kita di-
benarkan sebab iman” Gala-
tia 3:24.
Yesus yaitu jawabnya! Se-
kali kita berada di kaki Yesus
dalam keputusasaan yang mut-
lak, oleh iman kita dapat mene-
rima pengampunan atas dosa-
dosa kita dan kuasa dari pada-
Nya untuk menurut hukum-hu-
kum-Nya.
8. PENURUTAN ATAS DASAR KASIH KEPADA
SEPULUH HUKUM
Yesus mengatakan bahwa
penurutan yaitu hasil dari
kasih: “ Jikalau kamu menga-
sihi Aku, kamu akan menuruti
segala perintah-Ku” Yohanes
14:15.
Jika kita mengasihi Tuhan , ki-
ta akan menuruti keempat hu-
kum yang pertama yang mene-
rangkan hubungan kita kepa-
da Tuhan ; dan jika kita menga-
sihi sesama manusia, kita akan
menuruti enam hukum terakhir
yang menerangkan hubungan
kita kepada orang lain.
Orang yang menginjak-in-
jak Sepuluh Hukum berbuat
do-sa:“Setiap orang yang ber-
buat dosa, melanggar juga hu-
kum Tuhan , sebab dosa ialah pe-
langgaran hukum Tuhan ” 1 Yo-
hanes 3:4.
namun bersyukur kepada Al-
lah, kita memiliki seorang Ju-
ruselamat yang datang ke du-
nia ini dan mati, dibangkitkan
dan sekarang hidup untuk satu
maksud:
“Dan kamu tahu, bahwa Ia
telah menyatakan diri-Nya,
SUPAYA IA MENGHAPUS SE-
GALA DOSA, dan di dalam Dia
tidak ada dosa” Ayat 5.
Juruselamat kita mengam-
puni dan membuang hidup ki-
ta yang penuh dosa (1 Yohanes
1:9). Lalu Ia berjanji akan mem-
berikan kasih-Nya untuk men-
gasihi—penangkal yang baik
atas hidup yang mementingkan
diri dan dosa:
“Dan pengharapan tidak
mengecewakan, sebab kasih
Tuhan telah dicurahkan di da-
lam hati kita oleh Roh Kudus
yang telah dikaruniakan kepa-
da kita” Roma 5:5.
Kita tidak memiliki kesang-
gupan yang dibawa sejak lahir
untuk memelihara Hukum Al-
lah. Kasih Tuhan , “dicurahkan ….
Ke dalam hati kita” yaitu satu-
satunya pengharapan kita.
9. KASIH KARUNIA Tuhan DAN PENURUTAN
PADA HUKUM
Keselamatan yaitu karunia.
Kita tidak bisa memperolehnya
dengan usaha, kita hanya dapat
menerima itu oleh iman. Kita
menerima pembenaran (berdi-
ri benar dengan Tuhan ) sebagai
satu pemberian, hanyalah me-
lalui iman sebab kasih karu-
nia Tuhan .
“Sebab sebab KASIH KA-
RUNIA KAMU DISELAMAT-
KAN oleh IMAN; itu bukan ha-
sil usahamu, namun PEMBERI-
AN Tuhan ” Efesus 2:8.
Kita tidak bisa memelihara
hukum-hukum itu dengan usa-
ha kita sendiri—dengan menco-
banya. Kita tidak dapat meme-
lihara hukum-hukum itu agar
supaya selamat. namun , bila ki-
ta datang kepada Yesus dalam
iman, patuh dan diselamatkan,
kasih-Nya memenuhi hati ki-
ta. Sebagai hasil atas kasih karu-
nia yang suci ini dan penerima-
annya, kita rindu mengikuti Dia
dan menurut Dia melalui kua-
sa kasih-Nya di dalam hati kita
(Roma 5:5).
Paulus menekankan kesia-
siaan usaha manusia dan me-
nyatakan bahwa kita bukan di
bawah hukum sebagai jalan ke-
selamatan, namun “di bawah ka-
sih karunia.”
“Jadi bagaimana? Apakah
kita akan berbuat dosa, kare-
na kita tidak berada di bawah
hukum Taurat, namun di bawah
kasih karunia? Sekali-kali ti-
dak!” Roma 6:15.
Mengapa? Oleh sebab ha-
ti yang dimotivasi oleh kasih
menghasilkan suatu kehidup-
an yang menurut yang didasar-
kan atas kasih! (Roma 13:10).
Mengasihi Kristus ialah menu-
ruti Dia.
“Barangsiapa memegang
perintah-Ku dan melakukan-
nya, dialah yang mengasihi
Aku. Dan barangsiapa menga-
sihi Aku, ia akan dikasihi oleh
Bapa-Ku dan Aku pun akan
mengasihi dia dan akan me-
nyatakan diri-Ku kepadanya”
Yohanes 14:21.
Er ic Liddel l menyatakan
bahwa, sekalipun dalam situasi
lingkungan yang paling buruk,
orang percaya yang dihubung-
kan dengan kuasa Tuhan dapat
menghidupkan suatu kehidup-
an yang menurut dan menye-
nangkan. Liddell menunjuk-
kan kasih karunia yang mena-
wan hati di saat-saat yang mene-
gangkan dan menakutkan. Hu-
bungan kasih antara dia dengan
Kristus memberdayakan dia de-
ngan Roh Kudus dan menyang-
gupkan Dia untuk memenuhi
“tuntutan kebenaran akan hu-
kum” (Roma 8:1-4). Hubungan
kasih dengan Juruselamat yang
disalibkan dan dibangkitkan da-
pat menghasilkan kualitas hi-
dup seperti itu.
Sudahkan Anda menemu-
kan rahasianya bagi diri Anda
sendiri? Kasih Yesus bagi Anda
menyebabkan Dia memberikan
hidup-Nya untuk dosa Anda. Ia
menawarkan untuk member-
dayakan semua hubungan An-
da dengan kasih-Nya dan “me-
lengkapi kamu dengan segala
yang baik untuk melakukan ke-
hendak-Nya” (Ibrani 13:21).
Apakah sambutan Anda?
Bagaimana Menerima Seluruh Pelajaran Seri
Kertas Jawaban
rahasia hidup bahagia
Bacalah Pelajaran PENEMUAN BARU seluruhnya, yang 1.
telah Anda terima bersama kertas jawaban ini.
Isilah kertas jawaban di halaman setelah lembaran ini ke-2.
mudian guntinglah pada bagian yang telah ditentukan.
Tulis nama dan alamat Anda di 3.
kotak sebelah kiri, mohon tulis-
kan dengan huruf cetak pada baris
yang tersedia.
Kembalikanlah kertas jawaban ini 4.
kepada pemberi seri pelajaran ini,
atau masukkan ke dalam amplop
kemudian kirim ke Kursus Alki-
tab PENEMUAN BARU ke alamat
yang terdekat dengan Anda (tertera
di halaman dalam sampul jilid dari
seri pelajaran).
Kami akan mengembalikan kertas 5.
jawaban ini ke alamat yang Anda
telah tuliskan di kotak sebelah kiri.
KERtAs JAwAbAN—PELAJARAN 15—RAhAsiA hiduP bAhAgiA
Bacalah kembali penuntun Pelajaran 15 PENEMUAN BARU ini untuk mendapatkan
jawaban yang benar. Nomor pada setiap pertanyaan dalam kertas jawaban Anda yaitu
nomor bagian dalam penuntun Pelajaran 15 di mana jawaban itu diperoleh.
Bacalah kembali bagian dari Pelajaran 15 PENEMUAN BARU lalu jawablah pernyataan
yang sesuai dengan nomor di sisi kiri, lalu bubuhkan (X) di depan kalimat yang BENAR
dalam bagian itu.
1. Alkitab yaitu
penuh dengan cerita-cerita orang-orang nyata seperti Anda dan saya.
seperti surat pribadi dari seorang teman dekat.
2. Sepuluh Hukum
menyimpulkan apa yang diajrrkan Alkitab.
yaitu dasar dari kehidupan yang benar.
3. Empat hukum yang pertama menerangkan tentang:
hubungan kita dengan Tuhan .
hubungan kita dengan sesama manusia.
4. Yesus menasihatkan kepada orang muda yang kaya itu
bahwa sepuluh hukum yaitu hanya untuk zaman perjanjian lama.
agar menurut hukum-hukum itu.
5. Menurut Yesus, sepuluh hukum diberikan
untuk membatasi kita.
untuk menolong kita mencapai kehidupan yang berbahagia.
6. Berdasarkan perjanjian baru, sepuluh hukum
yaitu penting.
sudah ketinggalan zaman.
7, 8 Tujuan dari sepuluh hukum yaitu
menunjukkan dosa kita dan memberikan kita tujuan.
menunjukkan dosa kita dan menunntun kita kepada Yesus yang menyela-
matkan kita dari dosa.
9, 10 Seorang dapat diselamatkan melalui:
Anugerah Yesus . Menurut hukum.
PERTANYAAN DARI HATI KE HATI: Apakah Anda berkeinginan untuk membiarkan
Yesus menuliskan Hukum Tuhan di dalam hati Anda? _
16 1
P
E
LA
JA
R
A
N
1
6
rahasia menuju
perhentian surgawi
162
Baru beberapa tahun lalu ada
orang meramalkan bahwa
kita akan mempunyai lebih ba-
nyak waktu luang sehingga ki-
ta tidak tahu lagi bagaimana
mengisi waktu luang itu. Ada
beberapa alasan yang masuk
akal atas ramalan yang meya-
kinkan itu. Di kota-kota besar
dunia komputer mengubah tu-
gas-tugas yang sebelumnya me-
makan waktu sebulan menja-
di hanya sepersekian detik. Dan
robot mulai mengerjakan peker-
jaan-pekerjaan yang sangat me-
letihkan di industri-industri be-
rat.
namun se te lah komputer
membanjiri dunia dan peralat-
an otomatis bekerja secara oto-
matis, kita sekarang makin le-
bih terburu-buru dari sebelum-
nya. Zaman ini, manusia terus
mengejar waktu. Di atas sega-
lanya, keluarga juga kekurang-
an waktu. Para suami dan is-
tri sulit sekali mengatur “waktu
yang berkualitas” bersama anak-
anak, apa lagi dengan satu sama
lainnya.
Suatu penelitian di satu ke-
lompok kecil masyarakat me-
nunjukkan bahwa rata-rata wak-
tu per hari yang para bapak gu-
nakan bersama anaknya yang
paling kecil—37 detik! Keluarga
sudah kehilangan waktu dan ke-
hilangan jamahan.
Bagaimanakah kita mengu-
rangi kesibukan agar bisa ber-
hubungan akrab lagi?
1. UPAH KEHIDUPAN BERTEGANGAN TINGGI
Yesus memahami persoalan-
persoalan keluarga yang meng-
alami ketegangan dan Ia mau
kita mengerti bahwa perhentian
rohani yaitu bagian dari: ”kua-
litas hidup.”
“MARILAH KEPADAKU, se-
mua yang letih lesu dan berbe-
ban berat, AKU AKAN MEM-
BERI KELEGAAN KEPADA-
MU. Pikullah kuk yang Kupa-
sang dan BELAJARLAH PA-
DAKU, sebab Aku lemah lem-
but dan rendah hati dan JIWA-
MU AKAN MENDAPAT KETE-
NANGAN” Matius 11:28, 29.
Alkitab menganjurkan agar
kita mengalami perhentian se-
perti ini dalam dua cara: datang
kepada Kristus setiap hari dan
setiap minggu.
16 3
2. BERHUBUNGAN DENGAN YESUS TIAP HARI
Orang banyak selalu men-
dambakan perhatian Yesus. Dan
Kristus memberikan roh keda-
maian dan ketenangan kepa-
da semua yang berada di seki-
tarnya. Bagaimanakah caranya?
Ia memanfaatkan waktu setiap
hari berhubungan dengan Ba-
pa-Nya yang di surga. Ia te rus-
menerus bergantung pada Ba-
pa-Nya untuk mendapatkan ke-
kuatan menghadapi tantang-
an-tantangan hidup (Yohanes
6:57).
Jika kita harus hidup dalam
suatu kehidupan yang tulus dan
kokoh seperti Dia, kita harus te-
rus bergantung pada Yesus—bi-
arkanlah firman-Nya dan Roh-
Nya mengisi dan membentuk ki-
ta. Cara terbaik melawan kekua-
tan-kekuatan yang menghan-
curkan kita secara pribadi dan
merobek-robek kita sebagai sa-
tu keluarga ialah menggunakan
waktu yang berkualitas bersama
164
Kristus. Ia mengatakan:
“TINGGTuhan DI DALAM
AKU dan Aku di dalam kamu.
Sama seperti ranting tidak da-
pat berbuah dari dirinya sen-
diri, kalau ia tidak tinggal pa-
da pokok anggur, demikian ju-
ga kamu tidak berbuah, jika-
lau kamu tidak tinggal di da-
lam Aku. Akulah pokok anggur
dan kamulah ranting-ranting-
nya. Barangsiapa tinggal di da-
lam Aku dan Aku di dalam dia,
ia berbuah banyak, sebab DI
LUAR AKU KAMU TIDAK DA-
PAT BERBUAT APA-APA” Yo-
hanes 15:4, 5.
Satu dari kebutuhan terbe-
sar pada zaman kita ini ialah
agar orang-orang mencari sum-
ber-sumber rohani yang terse-
dia melalui usaha membentuk
hubungan dengan Yesus dari ha-
ri ke hari. Satu hal yang sangat
penting ditekankan mengenai
hubungan kita dengan Kristus
ialah mengenai pekerjaan-Nya
yang sudah selesai di atas sa-
lib. Perhentian yang sebenar-
nya, ketenangan yang sejati, ha-
nya ada oleh sebab pekerjaan
agung yang sudah selesai yang
16 5
Yesus maksudkan ketika Ia ber-
seru sesaat sebelum kematian-
Nya: “Sudah selesai” (Yohanes
19:30). Dengan kata lain, peker-
jaan-Nya menebus kita sudah
selesai.
“Sebab jika demikian Ia ha-
rus berulang-ulang menderita
sejak dunia ini dijadikan. Te-
tapi sekarang Ia hanya SATU
KALI SAJA menyatakan diri-
Nya, pada zaman akhir untuk
MENGHAPUSKAN DOSA oleh
korban-Nya” Ibrani 9:26.
Ketika Yesus mati, Ia “men-
jauhkan dosa.” Itu sebabkan di-
katakan bahwa orang percaya
yang telah mengaku dosa-dosa-
nya dapat “beristirahat” dalam
pekerjaan Kristus yang telah se-
lesai. Kita diterima.
Kesalahan banyak disebab-
kan oleh langkah yang penuh
rasa takut dalam hidup kita se-
karang. namun Yesus mengata-
si masalah dosa sekali untuk se-
lama-lamanya di salib. Seruan
Yesus, “Sudah selesai,” mengu-
kuhkan kepastian akan janji-
Nya bahwa “Aku akan membe-
rikan perhentian kepada kamu.”
Kristus menyelesai kan pekerja-
an penebusan untuk kita
di Golgota (Titus 2:14), ke-
mudian Ia beristirahat di kubur
sepanjang hari Sabat, dan bang-
kit dari kubur hari Minggu pa-
gi sebagai Pemenang atas dosa
dan kematian. Umat Kristen ti-
dak akan mendapatkan jaminan
yang lebih besar daripada per-
hentian dalam pekerjaan Kristus
yang sudah selesai itu.
“sebab itu marilah kita
menghadap Tuhan dengan ha-
ti yang tulus ikhlas dan KE-
YAKINAN IMAN YANG TE-
GUH…. Marilah kita teguh ber-
pegang pada pengakuan ten-
tang pengharapan kita, sebab
IA YANG MENJANJIKANNYA,
SETIA” Ibrani 10:22, 23.
Oleh sebab Dia “yang men-
janjikannya setia,” kita dapat
masuk ke dalam perhentian ke-
selamatan yang Yesus telah janji-
kan. Keteguhan, kedamaian dan
perhentian yang kita alami ber-
sama Yesus setiap hari bukanlah
hasil dari apa pun yang kita bu-
at, namun oleh apa yang Dia telah
buat di salib.
Kita mendapatkan perhen-
tian dalam Kristus sebab ke-
selamatan kita itu pasti. Kepas-
tian itu mendorong kita untuk
menggunakan waktu bersama
Kristus setiap hari, membuat
166
firman-Nya makanan kita dan
bernafas dalam atmosfir surga
melalui doa. Perhentian bersa-
ma Yesus menolong kita meng-
ubah pola hidup yang tertekan
menjadi suatu kehidupan yang
damai dan terarah.
3. HUBUNGAN DENGAN YESUS SEKAlI SEmINGGU
Setelah Kristus menjadikan
dunia dalam enam hari (Kolose
1:16-17), Ia menyediakan per-
hentian Sabat. Itulah kesempat-
an setiap satu minggu bagi ki-
ta untuk mengembangkan hu-
bungan kita dengan Dia.
“Maka Tuhan melihat segala
yang dijadikan-Nya itu, sung-
guh amat baik. Jadilah petang
dan jadilah pagi, itulah hari
keenam. Demikianlah disele-
saikan langit dan bumi dan se-
gala isinya. Ketika Tuhan pa-
da hari ketujuh telah menyele-
saikan pekerjaan yang dibuat-
Nya itu, BERHENTILAH Ia pa-
da hari ketujuh dari segala pe-
16 7
kerjaan yang telah dibuat-Nya
itu. Lalu Tuhan MEMBERKATI
hari ketujuh itu dan MENGU-
DUSKANNYA, sebab pada ha-
ri itulah Ia berhenti dari sega-
la pekerjaan penciptaan yang
telah dibuat-Nya itu” Kejadi-
an 1:31-2:3.
Sebagai Pencipta mereka, Ye-
sus “beristirahat” pada hari Sa-
bat pertama bersama Adam dan
Hawa, dan Ia “memberkati” ha-
ri Sabat dan “menguduskannya.”
Tuhan membuat putaran tujuh
hari seminggu bukan untuk ke-
untungan Dia, namun untuk Ad-
am dan Hawa dan untuk kita se-
karang. Oleh sebab Ia sangat
memperhatikan manusia yang
diciptakan-Nya, Ia merencana-
kan agar setiap hari ketujuh, se-
umur hidup mereka, harus dise-
rahkan untuk mencari hadirat
Tuhan . Tiap Sabat, sebagaimana
yang dikatakan-Nya, yaitu sa-
tu hari istirahat jasmani dan pe-
nyegaran rohani. Masuknya do-
sa ke dalam dunia membuat ke-
butuhan akan perhentian Sa-
bat itu malah makin sangat di-
perlukan.
Juruselamat yang sama, yang
menjanjikan “perhentian” kepa-
da Adam dan Hawa, sekitar dua
ribu tahun kemudian memberi-
kan hukum itu kepada Musa di
Bukit Sinai. (1 Korintus 10:1-
4). Yesus memilih untuk mena-
ruh hukum perhentian Sabat te-
pat di tengah-tengah dari Sepu-
luh hukum. Hukum keempat itu
yaitu :
“INGATLAH DAN KUDUS-
KANLAH HARI SABAT: enam
hari lamanya engkau akan be-
kerja dan melakukan segala
pekerjaanmu, namun hari ke-
tujuh yaitu hari Sabat TU-
HAN, Tuhan mu; maka jangan
melakukan sesuatu pekerjaan,
engkau atau anakmu laki-la-
ki, atau anakmu perempuan,
atau hambamu laki-laki, atau
hambamu perempuan, atau he-
wanmu atau orang asing yang
di tempat kediamanmu. Sebab
enam hari lamanya TUHAN
menjadikan langit dan bumi,
laut dan segala isinya dan Ia
BERHENTI pada hari ketu-
juh; itulah sebabnya TUHAN
MEMBERKATI hari Sabat dan
MENGUDUSKANNYA” Keluar-
an 20:8-11.
Tuhan membentuk hari Sabat
sebagai satu hari untuk “meng-
ingat” Tuhan “yang menjadikan
langit dan bumi.” Perhentian Sa-
168
bat setiap satu minggu menghu-
bungkan kita dengan Pencip-
ta yang memberkati hari itu dan
mengkhususkannya.
Pada waktu Yesus tinggal di
atas bumi, Ia me-
manfaatkan setiap
kesempatan untuk
memelihara perse-
kutuan-Nya dengan
Bapa-Nya. Ia men-
dapatkan manfa-
at dari perhentian
Sabat oleh berbakti
pada hari Sabat, se-
perti yang Lukas se-
butkan:
“Ia datang ke
Nazaret tempat Ia
d i b e s a r k a n , d a n
MENURUT KEBIA-
SAANNYA PADA
H A R I S A B AT Ia
masuk ke r umah
ibadat, lalu berdi-
ri hendak memba-
ca dari Alkitab” Lu-
kas 4:16.
Jika Yesus yang
yaitu Manusia Ila-
hi perlu beristira-
hat untuk bersama
Bapa-Nya pada ha-
ri Sabat, maka ki-
ta umat manusia sesungguhnya
lebih memerlukan itu. Bila Ye-
sus mengenyampingkan ketat-
nya peraturan yang orang Yahu-
di buat pada hari Sabat (Matius
16 9
12:1-12) Ia menunjukkan bahwa
Tuhan menjadikan itu untuk ke-
baikan umat manusia:
“Lalu kata Yesus kepada me-
reka: ‘Hari Sabat diadakan un-
tuk manusia dan bukan ma-
nusia untuk hari Sabat, jadi
Anak Manusia yaitu juga Tu-
han atas hari Sabat’” Markus
2:27, 28.
Yesus menguta-
makan pentingnya
Sabat sampai kepa-
da kematian-Nya
pun. Ia mati pada
hari Jumat, “hari
persiapan, dan hari
Sabat segera mulai”
(Lukas 23:54). Pada
saat itu Ia menya-
takan, “Sudah se-
lesai,” yaitu, peker-
jaan-Nya datang ke
dunia ini dan ma-
ti menggantikan u-
mat manusia sudah
se le sa i ( Yohanes
19:30; 4:34; 5:30).
Lalu untuk meraya-
kan misi-Nya yang
sudah selesai, Yesus
beristirahat di ku-
bur sepanjang ha-
ri Sabat.
S a m a s e p e r t i
Kristus menyelesai-
kan pekerjaan pen-
c ip taan-Nya pa-
da hari keenam la-
1610
lu beristirahat pada hari ketu-
juh, demikian juga, oleh mati di
salib, Ia menyelesaikan pekerja-
an penebusan-Nya pada hari ke-
enam lalu beristirahat pada ha-
ri ketujuh.
Pada hari Minggu pagi Yesus
keluar dari kubur, sebagai Ju-
ruselamat yang menang (Lukas
24:1-7). Ia telah meminta pa-
ra murid-Nya untuk memeliha-
ra Sabat bersama Dia setelah ke-
bangkitan-Nya. Berbicara me-
ngenai kebinasaan Yerusalem,
yang terjadi empat puluh tahun
setelah kematian-Nya, Ia mem-
beritahukan mereka:
“Berdoalah, supaya wak-
tu kamu melarikan diri itu ja-
ngan jatuh pada musim dingin
dan jangan pada hari Sabat”
Matius 24:20.
Juruselamat kita mengingin-
kan murid-murid-Nya dan se-
mua yang bertobat untuk terus
mempraktikkan semua yang Ia
telah ajarkan (Yohanes 15:15,
16). Ia mau mereka menikmati
perhentian keselamatan dan
perhentian Sabat. Mereka tidak
mengecewakan Dia. Murid-mu-
rid terus memelihara Sabat sete-
lah kematian Kristus. (lihat Lu-
kas 23:54-56; Kisah 13:14; 16:13;
17:2; 18:1-4).
Yohanes kekasih terus me-
melihara hubungannya dengan
Kristus sekali seminggu, pada
hari Sabat. Pada tahun-tahun
terak hir dari kehidupannya, ia
menulis, “Pada hari Tuhan aku
dikuasai oleh Roh dan aku men-
dengar dari belakangku suatu
suara yang nyaring, seperti bu-
nyi sangkakala” (Wahyu 1:10).
Menurut Yesus, “Hari Tuhan”
yaitu hari Sabat, “sebab Anak
Manusia yaitu Tuhan atas hari
Sabat” (Matius 12:8).
Pada hari Sabat kita meraya-
kan dua tugas terbesar yang Tu-
han sudah selesaikan demi kita:
menciptakan kita dan menye-
lamatkan kita. Pengalaman Sa-
bat ini akan terus berlanjut di
surga:
“Sebab sama seperti langit
yang baru dan bumi yang baru
yang akan Kujadikan itu, ting-
gal tetap dihadapan-Ku, demi-
kianlah firman TUHAN…. Bu-
lan berganti bulan dan Sabat
berganti Sabat, maka seluruh
umat manusia akan datang un-
tuk sujud menyembah di hada-
pan-Ku, firman TUHAN” Yesa-
ya 66:22, 23.
16 11
4. mANFAAT PERHENTIAN SABAT
Manusia sekarang sa l ing
menginjak satu sama lain da-
lam kehidupan mereka yang pe-
nuh rasa takut. Banyak orang se-
dang menghadapi kehancuran.
Keluarga-keluarga terjerumus
dalam ketegangan. namun Tuhan
memberikan Sabat sebagai sa-
tu cara yang jauh lebih baik un-
tuk menghidupkan kehidupan
yang baik.
Mari kita memperhatikan be-
berapa manfaat khusus dari per-
hentian Sabat:
(1) Sabat yaitu peringat-
an akan penciptaan, dan oleh
memelihara kesuciannya, kita
membangun satu tugu peringat-
an akan Pencipta kita. Jam-jam-
nya yang suci memberikan ke-
sempatan yang luar biasa un-
tuk berhubungan dengan alam
di dunia ciptaan Tuhan . Kapan
Anda atau keluarga Anda terak-
hir kali meng-
gunakan wak-
tu untuk masuk
ke j a lan- ja lan
sempit di hutan
yang indah dan
tenang atau ke
riakan anak su-
ngai yang ber-
batu? Hari Sabat
memberikan ki-
ta waktu untuk
digunakan ber-
sama Yesus dan
menikmati se-
d i k i t ke a j a i b -
an yang Ia telah
ciptakan untuk
kita.
1612
(2) Pada hari Sabat kita me-
nikmati sukacita perbaktian
dan persekutuan bersama um-
at Kristen lainnya. Ada man-
faatnya memuji Tuhan bersama-
sama dengan orang lain dalam
satu kelompok umat yang ber-
bakti. Sabat memberikan waktu
khusus bagi kita untuk datang
bersama-sama sebagai satu tu-
buh jemaat untuk memperkuat
kembali kadar kerohanian kita.
(3) Sabat memberikan ke-
s e m p a t a n m e l a k u k a n p e r-
buatan-perbuatan kebaikan.
Apakah ada tetangga yang sa-
kit ming gu itu, di mana Anda
tidak ada waktu untuk menje-
nguknya? Jika seorang sahabat
memerlukan simpati oleh ka-
rena kematian suaminya, bu-
kankah tekanan hidup sehari-
hari membuat dia membutuh-
kan perhatian Anda yang penuh
kasih? Yesus menasihatkan: “Ka-
rena itu boleh berbuat baik pada
hari Sabat” (Matius 12:12).
(4) Sabat yaitu hari untuk
memperkokoh ikatan keluar-
ga. Yesus menyuruh, “(pada hari
Sabat) jangan kamu melakukan
segala pekerjaanmu” (Keluaran
20:10). Ia tidak dapat memberi-
kan resep yang lebih baik kepa-
da para ayah pecandu kerja dan
para ibu yang stres. Sabat yaitu
tanda STOP besar bagi para ke-
luarga. Berhenti membuat hal-
hal yang paling mendesak me-
ngesampingkan hal yang paling
penting. Sabat yaitu satu ha-
ri di mana kita bisa mengganti
tekanan-tekanan hidup dengan
doa, kerja dengan tertawa, jad-
wal yang sibuk dengan perenu-
ngan yang tenang. Perhentian
Sabat memberikan waktu kepa-
da seluruh keluarga untuk ber-
hubungan dengan Kristus dan
mendapatkan tenaga rohani da-
ri pada-Nya.
(5) Sabat yaitu waktu di
mana Yesus secara khusus da-
tang dekat. Setiap perhubung-
an memerlukan waktu yang ber-
kualitas, dan tidak terkecuali
hubungan kita dengan Kristus.
Menyerahkan sehari penuh un-
tuk Kristus setiap minggu ada-
lah cara yang sangat baik untuk
memelihara persahabatan ki-
ta dengan Dia selalu segar dan
menyenangkan. Sabat membe-
rikan kepada kita waktu ekstra
untuk belajar Alkitab dan ber-
doa, waktu ekstra untuk sendi-
rian dengan Kristus di satu tem-
pat yang tenang sambil mende-
16 13
ngar.
Yesus “memberkati hari ke-
tujuh dan menguduskannya”
dengan janji akan kehadiran-
Nya (Kejadian 2:3). Anda bisa
memahami mengapa penting
memelihara Sabtu, hari ketujuh
dalam minggu sebagai hari Sa-
bat, sebab itu yaitu hari yang
Kristus khususkan pada waktu
penciptaan untuk berhubungan
dengan kita secara khusus.
Ketika Yesus menciptakan
hari Sabat tampaknya Ia sudah
memikirkan tentang generasi
kita sekarang ini. Itulah yang se-
benarnya kita perlukan dalam
lingkungan yang dipenuhi de-
ngan ketegangan hidup ini; satu
hari yang benar-benar lepas da-
ri segala sesuatu yang lain. Satu
hari untuk berbakti kepada Al-
lah, berhubungan kembali de-
ngan ciptaan, dan memusatkan
perhatian pada hubungan per-
sahabatan, bukan hal-hal lain-
nya.
5. mENIKmATI PERHENTIAN SURGAWI
Kita dapat merangkum se-
mua manfaat dari bergantung
pada Yesus melalui hubungan
setiap hari dan setiap minggu
dalam satu kata—perhentian.
Kata “Sabat” berasal dari kata
Ibrani yang berarti berhenti, ja-
di tidak heran Alkitab menye-
butkan hari ketujuh “Sabat hari
perhentian.” (Imamat 23:3).
“Sebab tentang hari ketujuh
pernah dikatakan di dalam su-
atu nas: ‘Dan Tuhan berhenti
pada hari ketujuh dari segala
pekerjaan-Nya....’ JADI MASIH
TERSEDIA SUATU HARI PER-
HENTIAN, HARI KETUJUH,
BAGI UMAT Tuhan . Sebab ba-
rangsiapa telah masuk ke tem-
pat perhentian-Nya, ia sendi-
ri telah berhenti dari segala pe-
kerjaannya, sama seperti Tuhan
berhenti dari pekerjaan-Nya.
sebab itu baiklah kita berusa-
ha untuk masuk ke dalam per-
hentian itu, supaya jangan se-
orang pun jatuh sebab meng-
ikuti contoh ketidaktaatan itu
juga” Ibrani 4:4-11.
Menikmati “perhentian Sa-
bat” memberikan kepada kita
sekali seminggu untuk menci-
cipi sukacita perhentian yang
sempurna yang kita akan alami
1614
di surga. Perhentian ini bukan
sekadar tidak ada kegiatan, te-
tapi itu menyangkut rasa aman,
damai dan sejahtera yang terda-
pat pada akar kehidupan sejati
yang berkelimpahan. Perhentian
rohani semacam ini hanya bisa
dinikmati melalui pengalaman.
Kesaksian dari mereka yang te-
lah mengalami perhentian ke-
selamatan dan perhentian Sa-
bat yaitu sama di mana-mana:
“Jika Anda masuk ke dalam per-
hentian Yesus melalui hubung-
an harian dan mingguan, Anda
akan menemukan sukacita yang
besar dalam hidup ini.”
Maukah Anda berterima ka-
sih kepada Yesus atas anugerah
perhentian-Nya itu? Maukah
Anda bersyukur kepada-Nya
atas janji perhenti-
an keselamatan tiap
hari dalam meng-
h a d a p i t a n t a n g -
an hidup, dan atas
janji perhentian Sa-
bat sekali seminggu
untuk mendekat-
kan hubungan An-
da dengan Dia? Bi-
la Anda belum per-
nah melakukannya,
maukah Anda me-
nerima keselamatan yang
Ia menawarkan? Maukah An-
da mengatakan kepada-Nya ke-
inginan Anda untuk memeliha-
ra Sabat sekali seminggu? Mau-
kah Anda mengatakan, “Ya Tu-
han! Saya rindu mendapatkan
sukacita pada hari yang Engkau
telah tetapkan.” Buatlah tekad
itu sekarang juga!
(Anda mungkin bertanya-tan-
ya: Siapakah yang mengubah Sa-
bat dari Sabtu, hari ketujuh da-
lam seminggu, menjadi Minggu,
hari pertama dalam seminggu?
Kapankah itu diubah? Apakah
Tuhan yang memerintahkan un-
tuk mengubahnya? Pertanyaan-
pertanyaan ini akan dijawab da-
lam pelajaran 21).
16 15
penemuan Baru
T
u
an
, N
yo
n
ya, Sau
d
ara/i
(L
in
gkari salah
satu
)
A
lam
at
K
o
ta
K
o
d
e P
o
s
16
Bagaimana menerima Seluruh Pelajaran Seri
Kertas Jawaban
rahasia menuju perhentian surgawi
Bacalah Pelajaran PENEMUAN BARU seluruhnya, yang 1.
telah Anda terima bersama kertas jawaban ini.
Isilah kertas jawaban di halaman setelah lembaran ini ke-2.
mudian guntinglah pada bagian yang telah ditentukan.
Tulis nama dan alamat Anda di 3.
kotak sebelah kiri, mohon tulis-
kan dengan huruf cetak pada baris
yang tersedia.
Kembalikanlah kertas jawaban ini 4.
kepada pemberi seri pelajaran ini,
atau masukkan ke dalam amplop
kemudian kirim ke Kursus Alki-
tab PENEMUAN BARU ke alamat
yang terdekat dengan Anda (tertera
di halaman dalam sampul jilid dari
seri pelajaran).
Kami akan mengembalikan kertas 5.
jawaban ini ke alamat yang Anda
telah tuliskan di kotak sebelah kiri.
1616
&
KERtAs JAwAbAN—PELAJARAN 16—RAhAsiA mENuJu PERhENtiAN suRgAwi
Bacalah kembali bagian penuntun Pelajaran 16 PENEMUAN BARU yang ditandai
dengan nomor di sisi kiri, kemudian berilah tanda silang (X) di depan pertanyaan-
pertanyaan yang BENAR setiap bagian.
1, 2. Kita dapat menghadapkan tekanan hidup kita tiap hari kepada Yesus.
Yesus menghadapi tekanan hidup dengan bersandar tiap hari pada Tuhan
Bapa.
3. Hari Sabat pertama kali ditetapkan oleh Kristus.
Pada saat penciptaan demi istirahat, berkat dan keuntungan kita.
Di Gunung Sinai ketika Tuhan memberikan 10 Perintah kepada bangsa Israel.
Sesuai dengan tulisan dalam Perjanjian Baru:
Istirahat sekali seminggu pada hari Sabat memberikan kita waktu untuk digu-
na kan bersama dengan Pencipta kita.
Sudah menjadi kebiasaan Yesus untuk berbakti pada hari Sabat. Yesus menga-
jarkan bahwa hari Sabat ditetapkan untuk keuntungan kita.
Sesudah kematian-Nya, Yesus beristirahat di kubur-Nya pada hari Sabat.
Yesus mengharapkan murid-murid-Nya memperoleh keuntungan dari peristi-
rahatan hari Sabat selama tahun-tahun sesudah kebangkitan-Nya.
Rasul Yohanes berbakti pada hari Tuhan, yang sesuai dengan ajaran Yesus,
yaitu hari Sabat hari ketujuh.
4. Memelihara hari Sabat merupakan kesempatan
untuk menggunakan waktu bersama Yesus, Sang Pencipta yang menjadikan
Sabat.
untuk merasakan kegembiraan tali persahabatan dan perbaktian dengan orang
lain.
untuk berkunjung kepada sahabat yang sedang membutuhkan.
untuk menguatkan ikatan kekeluargaan dengan memanfaatkan waktu yang
berkualitas bersama-sama.
Kami sangat menaruh perhatian terhadap Anda. Apabila Anda ingin memberi tanggapan,
kami sangat menghargai jawaban Anda terhadap beberapa pertanyaan di bawah ini:
Apakah ini pertama kali Anda mendengar bahwa hari Sabat, hari yang ketujuh dalam 1.
satu minggu yaitu hari Sabat? __
Apakah Anda mengetahui orang lain yang juga memelihara hari ketujuh sebagai 2.
hari Sabat? __
Apakah Anda pernah mengunjungi gereja yang berbakti pada hari Sabat? __3.
Apakah Anda pernah berpikir untuk memelihara hari Sabat dan merasakan semua 4.
manfaat dari pemeliharaan hari Sabat? __
Anda mungkin bertanya-tanya mengapa kebanyakkan orang Kristen memelihara hari
Minggu menjadi hari Sabat, sedangkan Alkitab jelas-jelas mengajarkan hari yang
ketujuh yaitu hari Sabat? Bagaimanakah dan sejak kapankah perubahan ini dimulai?
Pelajaran 21 PENEMUAN BARU akan memberikan jawabannya.
17 1
P
E
LA
JA
R
A
N
1
7
rahasia pertumbuhan
melalui bersaksi
172
Larry sedang menikmati per-
cakapan yang menyenang-
kan, teh Jepang dan kerak na-
si yang nikmat di rumah Tuan
Komori, ketika tamu-tamu la-
in mulai memegang Alkitab me-
reka masing-masing. Mereka se-
mua memandang kepadanya de-
ngan penuh harap. “Maukah
Anda izinkan kami belajar seka-
rang?” tanya Komori.
Larry hampir saja menum-
pahkan tehnya. Ia mengira bah-
wa kumpul bersama ini hanya-
lah sekadar bersantai ria. Seka-
rang ia tidak tahu apa yang ha-
rus ia katakan.
Sebenarnya Larry mengajar
banyak kelas Alkitab di tempat
kerjanya, di Sekolah Bahasa Ing-
gris di Jepang. namun semua pe-
lajaran di situ sudah tersusun
dengan baik. Dengan mudah ia
bisa memberikan keterangan
tentang Alkitab. namun berbica-
ra mengenai Tuhan secara spon-
tan… itu lain.
Larry sudah mendengar ce-
rita-cerita Alkitab sejak masa ke-
cil. namun secara pribadi hanya
kecil artinya bagi kehidupan-
nya. Ia melakukan hal-hal yang
ia tahu salah di
hadapan Tuhan .
Bagaimanakah
ia dapat me-
ngatakan ke-
pada yang la-
in tentang Al-
lah, sedangkan
ia sendiri tidak
mengetahui de-
ngan sebenarnya?
Sekarang, se-
mentara duduk di
kursi sofanya, dike-
lilingi oleh orang-orang
yang dinanti-nantikan, ia
hampir saja gagal mencari ka-
ta-kata yang tepat. Pada saat
17 3
yang penuh takut, satu ayat ter-
lintas dalam pikirannya menge-
nai Roh Kudus yang membe-
rikan kepadanya kata-kata un-
tuk diucapkan apabila kita ber-
hadapan dengan orang-orang
untuk memberikan kesaksian
(Lukas 12:12). Ia berdoa dengan
sungguh-sungguh memohon
pertolongan lalu teringat pada
satu kisah yang sangat lazim ba-
ginya: Anak yang Terhilang.
Sementara ia memahami be-
tapa besar kasih Tuhan kepada
mereka yang pergi jauh dari pa-
da-Nya, Larry mendapati diri-
1. YESUS MENANTANG KITA AGAR BERTUMBUH
MELALUI BERSAKSI
nya berbicara langsung dari ha-
ti. Firman-Nya masuk ke dalam
hatinya. Untuk pertama kali da-
lam hidupnya Larry menyadari
betapa besar kasih Tuhan kepa-
danya.
Malam itu Larry bertelut di
samping tempat tidurnya dan
menyerahkan hidupnya kepa-
da Tuhan yang akhirnya menja-
di nyata baginya. Menyaksikan
kasih Tuhan jauh lebih besar ar-
tinya daripada sekadar sesuatu
yang abstrak. Sekarang, faktalah
yang memenuhi dirinya.
Murid-murid menggunakan
waktu tiga setengah tahun me-
nikmati firman dan perbuat-
an Kristus, dan akhirnya me-
nyaksikan sendiri kematian dan
kebangkitan-Nya. Sesaat sebe-
lum Yesus kembali ke surga, Ia
menyuruh murid-murid untuk
menjadi wakil-wakil-Nya:
“namun KAMU AKAN ME-
NERIMA KUASA Roh Kudus
turun ke atas kamu, dan KAMU
AKAN MENJADI SAKSIKU di
Yerusalem dan di seluruh Yu-
dea dan Samaria dan sampai
ke ujung bumi” Kisah 1:8.
Pada waktu pengikut-pengi-
kut Kristus memberikan hati
mereka tanpa syarat kepada-Nya
pada hari Pentakosta, Kristus,
yang telah bangkit itu, mengu-
bah hidup mereka melalui kua-
sa Roh. Mereka menjadi saksi-
saksi, bukan hanya kebangkit-
an dan naiknya tubuh Kristus ke
surga, namun juga menyaksikan
174
kuasa kebangkitan yang telah
mengubah hidup mereka.
Sebagai umat Kristen, kita
juga yaitu saksi-saksi akan ke-
bangkitan Yesus sebab kita te-
lah mengalami kuasa pemba-
ruan-Nya dalam hidup kita sen-
diri.
namun Tuhan yang kaya
dengan rahmat, oleh sebab
kasih-Nya yang besar, yang di-
limpahkan-Nya kepada kita,
TELAH MENGHIDUPKAN KI-
TA BERSAMA-SAMA DENGAN
KRISTUS, sekalipun KITA TE-
LAH MATI OLEH KESALAH-
AN-KESALAHAN KITA—oleh
kasih karunia kamu diselamat-
kan—DAN DI DALAM KRIS-
TUS YESUS IA TELAH MEM-
BANGKITKAN KITA juga dan
memberikan tempat bersama-
sama dengan Dia di sorga, SU-
PAYA pada masa yang akan da-
17 5
tang IA MENUNJUKKAN KE-
PADA KITA KEKAYAAN KA-
SIH KARUNIA-NYA YANG ME-
LIMPAH-LIMPAH sesuai de-
ngan kebaikan-Nya terhadap
kita dalam Kristus Yesus“ Efe-
sus 2:4-7.
Kita dihidupkan oleh Kris-
tus, agar kita dapat “menunjuk-
kan kekayaan kasih karunia-Nya
yang melimpah-limpah.” Dan
Ia meminta kita untuk memba-
wa kabar baik tentang apa yang
Ia dapat buat dalam kehidup-
an manusia ke seluruh dunia,
kemudian berjanji untuk per-
gi bersama kita sementara ki-
ta melakukan hal itu (Matius
28:19-20).
H.M.S. Richards, pendiri pe-
layanan Radio Suara Nubuat-
an, pernah bersaksi: “Saya telah
melihat perubahan dalam ha-
ti orang banyak yang telah men-
dengar Injil Kristus. Saya telah
mengadakan perjalanan ke ne-
geri-negeri di mana nama Al-
lah dan nama Kristus tidak per-
nah dikenal sampai gereja-Nya
membawa Injil ke sana. Saya te-
lah melihat orang-orang ini ber-
ubah dari kotor menjadi ber-
sih, dari sakit menjadi sehat, da-
ri rasa takut yang terus-menerus
akan roh-roh jahat menjadi
gembira dalam kehidupan Kris-
ten. Saya telah melihat perubah-
an status kewanitaan. Saya telah
melihat rumah-rumah tangga
Kristen yang benar keluar dari
kegelapan kekapiran. Di semua
negeri yang telah saya kunjungi
saya telah melihat hidup itu ber-
ubah. Saya tahu bahwa, “…In-
jil (Kristus) yaitu kekuatan Al-
lah yang menyelamatkan...” (Ro-
ma 1:16). Saya tahu bahwa bila-
mana gereja mengabarkan ka-
bar Injil, perubahan akan terjadi
pada hati manusia dan di rumah
tangga orang, dan itu tampak
dalam kehidupan mereka yang
menyambut himbauannya.
Tuhan telah memberikan ke-
pada kita manusia yang lemah
ini satu peran khusus untuk di-
lakukan dalam pekerjaan yang
menyenangkan ini, sebab ber-
saksi yaitu bagian dari per-
tumbuhan kita. Agar supaya
iman kita tetap sehat, itu harus
diungkapkan. Sebagaimana Lar-
ry menemukan itu dengan ca-
ra yang luar biasa, membagikan
iman menolong kita untuk me-
nikmati itu dengan lebih baik
dan membuat kita bertumbuh.
176
2. KITA MENYAKSIKAN KRISTUS MELALUI
KEHIDUPAN KITA
Seorang pemuda yang dibe-
sarkan di rumah tangga yang ke-
jam pernah berucap: “Saya mem-
perhatikan, teladan yang ditun-
jukkan orangtua saya memberi-
kan kepada saya gambaran yang
keliru mengenai Tuhan ; saya ti-
dak pernah mnedapatkan con-
toh dari seorang yang jelas-jelas
mengasihi saya.” Orang-orang
di sekitar kita sangat membu-
tuhkan seorang yang akan
memberikan kepada me-
reka gambaran yang se-
hat tentang Tuhan . Mere-
ka membutuhkan seorang
yang sungguh-sungguh me-
nunjukkan kualitas kesa-
lehan. Seringkali khotbah
kita yang paling ampuh ha-
nyalah cara kita hidup. Se-
belum seseorang peduli be-
rapa banyak yang Anda ta-
hu, mereka harus tahu be-
tapa besar kepedulian An-
da. Petrus mengajak kita:
“MILIKI CARA HIDUP
YANG BAIK di tengah-
teng ah bangsa-bangsa bu-
kan Yahudi, SUPAYA . . .
MEREKA DAPAT MELI-
HATNYA DARI PERBUATAN-
PERBUATANMU YANG BAIK
DAN MEMULIAKAN Tuhan
pada hari Ia melawat mereka.
Sebab untuk itulah kamu di-
panggil, sebab KRISTUS PUN
TELAH MENDERITA UNTUK
KAMU DAN TELAH MENING-
GALKAN TELADAN BAGIMU,
SUPAYA KAMU MENGIKUTI
JEJAKNYA” 1 Petrus 2:12, 21.
17 7
3. KITA MENYAKSIKAN KRISTUS MELALUI CARA
KITA BERPIKIR
Ketika Iblis menyerang Yesus
di padang belantara dengan go-
daannya kepada selera, kesom-
bongan dan keangkuhan, Yesus
berhasil menyerang balik de-
ngan mengutip dari ayat Alkitab
(Matius 4:4,7,10). Kristus su-
dah siap sebab Ia telah mengi-
si pikiran-Nya dengan kebenar-
an Alkitab. Di situlah letaknya
kemenangan atau kekalahan da-
lam peperangan—di dalam pi-
kiran kita. “Sebab seperti orang
yang membuat perhitungan da-
lam dirinya sendiri demikianlah
ia. . .” (Amsal 23:7).
Orang Kristen yang bertum-
buh memikirkan hal-hal surga-
wi. Mereka memusatkan per-
hatian pada hal-hal yang sehat
yang mereka usahakan untuk
dimiliki.
“Bersukacitalah senantiasa
dalam Tuhan! Sekali lagi kuka-
takan: Bersukacitalah!
“Hendaklah kebaikan hati-
mu diketahui semua orang. Tu-
han sudah dekat!
“Janganlah hendaknya ka-
mu kuatir tentang apa pun ju-
ga, namun nyatakanlah dalam
segala hal keinginanmu kepa-
da Tuhan DALAM DOA dan per-
mohonan dengan ucapan syu-
kur. Damai sejahtera Tuhan ,
yang melampaui segala akal,
akan MEMELIHAR A HATI
DAN PIKIRANMU dalam Kris-
tus Yesus. Jadi akhirnya, sau-
dara-saudara, semua yang BE-
NAR, semua yang MULIA, se-
mua yang ADIL, semua yang
SUCI, semua yang MANIS, se-
mua yang SEDAP DIDENGAR,
semua yang disebut KEBAJIK-
AN dan PATUT DIPUJI, pikir-
sebab “Kristus menderi-
ta” bagi kita di salib, maka ki-
ta mempunyai satu teladan ten-
tang kasih yang penuh pengor-
banan yang dekat dengan kita.
Kasih itu, yang dihidupkan da-
lam diri kita melalui perbuat-
an kasih kepada orang-orang la-
in, bisa menjadi kekuatan yang
ampuh untuk membawa orang-
orang yang belum percaya ke
dalam tangan Kristus.
178
kanlah semuanya itu. Dan apa
yang telah kamu pelajari dan
apa yang telah kamu terima,
dan apa yang telah kamu de-
ngar dan apa yang telah kamu
lihat pada-ku, lakukanlah itu.
Maka Tuhan sumber damai se-
jahtera akan menyertai kamu.
Filipi 4:4-9.
Apa yang mengisi pikiran ki-
ta membuat segalanya berbeda.
Sampah masuk, sampah keluar.
Firman Tuhan masuk, hidup Al-
lah keluar.
4. KITA MENYAKSIKAN KRISTUS MELALUI APA
YANG KITA LIHAT
Sebagai wakil Kristus, orang
Kristen akan selalu sederhana
walaupun mengenai bagaimana
ia berpenampilan, menghindar-
kan semua hal-hal yang ekstrim
(keterlaluan).
“Demikian juga kamu, hai
isteri-isteri, tunduklah kepada
suamimu, supaya jika ada di
antara mereka yang tidak ta-
at kepada Firman, mereka ju-
ga tanpa perkataan dimenang-
kan oleh kelakuan isterinya, ji-
ka mereka melihat, bagaimana
murni dan salehnya hidup is-
teri mereka itu. Perhiasanmu
janganlah secara lahiriah, yai-
tu dengan mengepang-ngepang
rambut, memakai perhiasan
emas atau dengan mengenakan
pakaian yang indah-indah, te-
tapi perhiasanmu ialah manu-
sia batiniah yang tersembunyi
DENGAN PERHIASAN YANG
TIDAK BINASA YANG BERA-
SAL DARI ROH YANG LEMAH
LEMBUT DAN TENTR AM,
yang sangat berharga di mata
Tuhan . Sebab demikianlah ca-
ranya perempuan-perempuan
kudus dahulu berdandan, yai-
tu perempuan-perempuan yang
menaruh pengharapannya ke-
pada Tuhan ; mereka tunduk ke-
pada suaminya” 1 Petrus 3:1-5.
Kesederhanaan dalam pakai-
an dan perhiasan selalu menan-
dai keserupaan dengan Kristus
yang sejati. Yang terbaik ialah,
orang lain akan tertarik kepada
kita sebagai orang Kristen bu-
kan oleh pernyataan kita ten-
tang pakaian, namun oleh per-
nyataan kehidupan kita tentang
Yesus.
17 9
5. KITA MENYAKSIKAN KRISTUS MELALUI
PERBUATAN KITA
Sejarahwan Edward Gibbon
menceritakan bahwa ketika Ga-
lerius merampok perkampung-
an orang Persia, sebuah tas ku-
lit yang mengkilat penuh per-
mata jatuh ke tangan para pa-
sukan perampok. Orang ini de-
ngan hati-hati menjaga tas yang
berguna itu namun membuang
permata-permata yang berhar-
ga itu.
Orang-orang yang bergan-
tung pada hal-hal yang dang-
kal yang dunia bisa berikan—
dan mengabaikan Yesus, Per-
mata yang Mahal Harganya—
yaitu orang
yang lebih bu-
ruk dari pa-
sukan peram-
pok itu. Bu-
kan hanya ke-
beruntungan
itu yang akan
lepas dari ta-
ngan kita, te-
tap i kese la -
matan kekal.
sebab itu Al-
kitab menga-
markan:
“ Ja n g a n -
lah kamu me-
ng asihi du-
nia dan apa
yang ada di
dalamnya. Ji-
kalau orang
m e n g a s i h i
1710
dunia, maka kasih akan Bapa
tidak ada di dalam orang itu.
Sebab semua yang ada di da-
lam dunia, yaitu keinginan da-
ging dan keinginan mata s







