n” Ima-
mat 4:29. Kesalahan orang ber-
dosa harus dipindahkan kepa-
da hewan yang tak berdosa me-
lalui pengakuan dosa dan mena-
ruh kedua tangan di atas kepala
hewan korban. Ini melambang-
kan Kristus mengambil alih do-
sa kita di Salib; Seorang yang ti-
dak berdosa “menjadi dosa ka-
rena kita” (2 Korintus 5:21). He-
wan yang dijadikan korban ha-
rus disembelih dan darahnya
harus mengalir keluar sebab
itu menunjuk ke depan kepada
hukuman tertinggi yang Kristus
akan alami di Salib.
5. MENGAPA DARAH?
“Tanpa penumpahan da-
rah tidak ada pengampunan?”
(Ibrani 9:22). Apa yang terjadi
di bait suci Perjanjian Lama me-
nunjuk ke depan kepada upaya
Kristus yang mulia untuk me-
nyelamatkan. Setelah mati un-
tuk menebus dosa kita, Ia ma-
suk ke dalam bilik yang suci “sa-
tu kali untuk selama-lamanya ke
dalam tempat yang kudus bukan
dengan membawa darah domba
jantan dan darah anak lembu,
namun dengan membawa darah-
Nya sendiri. Dan dengan itu Ia
telah mendapat kelepasan yang
kekal” (ayat 12). Ketika darah
Yesus tertumpah di salib untuk
dosa-dosa kita, “tabir Bait Suci
terbelah dua dari atas sampai ke
bawah” (Matius 27:51).
sebab pengorbanan Kristus
di atas salib, korban-korban he-
wan tidak diperlukan lagi.
Ketika Yesus mencurahkan
darah-Nya dari salib, Ia sedang
menyerahkan hidup-Nya yang
penuh penurutan secara sem-
purna sebagai ganti atas kega-
galan kita. Ketika Bapa dan Anak
tercabik oleh perpisahan di Kal-
vari, Bapa memalingkan mu-
ka dengan penderitaan yang sa-
ngat dalam dan Anak-Nya ma-
ti sebab luka hati yang besar.
Tuhan Anak masuk ke dalam se-
jarah dan mengambil bagi diri-
Nya sendiri akibat dosa itu sepe-
nuhnya dan memperagakan be-
tapa tragisnya perbuatan dosa
itu. Dengan demikian, Ia dapat
mengampuni orang-orang ber-
dosa tanpa meremehkan dosa.
“Ia memperdamaikan sega-
la sesuatu dengan diri-Nya, baik
yang ada di bumi, maupun yang
ada di sorga, sesudah Ia meng-
adakan pendamaian oleh darah
salib Kristus” (Kolose 1:20).
6. WAHYU MENGENAI KEHIDUPAN YESUS UNTUK
MENYELAMATKAN KITA
Apakah pekerjaan Yesus se-
hari-hari di bait suci surga?
“sebab itu Ia sanggup juga
menyelamatkan dengan sem-
purna semua orang yang oleh
Dia datang kepada Tuhan . Se-
bab IA HIDUP SENANTIASA
UNTUK MENJADI PENGAN-
TARA mereka” Ibrani 7:25.
Sekarang Yesus “hidup” un-
tuk memberikan darah-Nya,
pengorbanan-Nya, demi kita.
Sekarang Ia sedang bekerja de-
ngan tekun untuk menyelamat-
kan semua manusia dari benca-
na dosa. Ada yang salah mengira
bahwa, sebagai Pengantara, Ye-
sus di surga memohon kepada
Tuhan yang enggan mengampuni
kita. Yang sebenarnya ialah, Al-
lah sangat bersukacita meneri-
ma pengorbanan Anak-Nya de-
mi kita.
Sebagai Imam Besar kita
di surga, Kristus juga memo-
hon dengan rasa kemanusiaan-
Nya. Ia bekerja untuk meno-
long orang yang masih ragu-
ragu untuk melihat sekali lagi
kasih karunia itu, untuk meno-
long orang-orang berdosa yang
putus asa mendapatkan peng-
harapan dalam Injil, dan meno-
long umat percaya menemukan
kekayaan yang lebih besar dalam
firman Tuhan dan lebih berkuasa
dalam doa. Yesus sedang mem-
bentuk hidup kita agar selaras
dengan perintah-perintah Al-
lah dan menolong kita mengem-
bangkan tabiat agar tetap teguh
menghadapi ujian waktu.
Tuhan menyerahkan hidup-
Nya untuk semua orang yang
pernah hidup di dunia ini. Dan
sekarang, sebagai Imam Besar
atau Pengantara kita “Ia selama-
nya hidup” untuk membimbing
manusia agar menerima kema-
tian-Nya sebab dosa mereka.
Walaupun Ia mendamaikan se-
luruh dunia yang telah jatuh itu
dengan diri-Nya di atas salib, Ia
tetap tidak dapat menyelamat-
kan kita kecuali kita menerima
kasih karunia-
Nya. Manusia
tidak akan hi-
lang sebab me-
reka orang ber-
dosa, namun oleh
k a ren a m ere -
ka menolak un-
tuk menerima
pengampunan
yang Yesus ta-
warkan.
D o s a m e -
rusak hubung-
an yang akrab
y a n g p e r n a h
Adam dan Ha-
wa nikmati ber-
sama Tuhan . Te-
tapi Yesus, seba-
gai Anak Dom-
ba Tuhan , mati
untuk membe-
baskan semua
umat manusia
dari dosa dan mengembalikan
persahabatan yang telah hilang
itu. Sudahkah Anda menjadi-
kan Dia sebagai Imam Besar, Se-
orang yang pernah hidup, untuk
memelihara hubungan itu tetap
akrab dan hangat?
Kematian Kristus sebagai
korban sesungguhnya unik. Pe-
layanan Kristus di surga tak ter-
bandingkan. Hanya Kristus yang
membawa Tuhan dekat di sam-
ping kita. Hanya Kristus yang
memungkinkan Roh Suci ting-
gal sepenuhnya dalam hati kita.
Ia mengosongkan diri-Nya agar
supaya membuat kita penuh. Ia
layak mendapatkan pengakuan
yang sama dari kita. Marilah ki-
ta menerima Dia sepenuh hati
sebagai Juruselamat dan Tuhan
atas kehidupan kita.
Ya Bapa di surga: Saya berte-
rima kasih kepada-Mu hari ini
sebab saya telah menemukan
perhatian-Mu yang penuh kasih
padaku secara pribadi. Saya ber-
terima kasih sebab melalui pe-
layanan Kristus di bait suci sur-
ga, Engkau selalu menunutun hi-
dupku dan hidup umat-Mu di
mana-mana. Tolonglah saya un-
tuk menyambut sepenuhnya dan
selengkapnya akan tindakan-Mu
yang penuh kemurahan untuk
menyelamatkan saya dan mem-
berikan saya hidup yang lebih
baik. Dalam nama Yesus, Amin.
Bagaimana Menerima Seluruh Pelajaran Seri
Kertas Jawaban
kristus yang selalu ada di mana-mana
Bacalah Pelajaran PENEMUAN BARU seluruhnya, yang
telah Anda terima bersama kertas jawaban ini.
Isilah kertas jawaban di halaman setelah lembaran ini ke-2.
mudian guntinglah pada bagian yang telah ditentukan.
Tulis nama dan alamat Anda di 3.
kotak sebelah kiri, mohon tulis-
kan dengan huruf cetak pada baris
yang tersedia.
Kembalikanlah kertas jawaban ini 4.
kepada pemberi seri pelajaran ini,
atau masukkan ke dalam amplop
kemudian kirim ke Kursus Alki-
tab PENEMUAN BARU ke alamat
yang terdekat dengan Anda (tertera
di halaman dalam sampul jilid dari
seri pelajaran).
Kami akan mengembalikan kertas 5.
jawaban ini ke alamat yang Anda
telah tuliskan di kotak sebelah kiri.
KERtAs JAwAbAN—PELAJARAN 12—KRistus yANg sELALu AdA di mANA-mANA
Bacalah kembali penuntun Pelajaran 12 PENEMUAN BARU untuk mendapatkan jawaban
yang benar. Menemukan jawaban dalam penuntun tersebut akan memantapkan pelajarannya
ke dalam pikiran Anda. Nomor pada setiap pertanyaan dalam kertas jawaban Anda yaitu
nomor bagian dalam Pelajaran 12 di mana jawabannya diperoleh.
Bacalah kembali bagian Pelajaran 12 PENEMUAN BARU sesuai dengan nomor pada
sisi kiri kertas, lalu bubuhkan (X) di depan kalimat-kalimat yang benar pada setiap
bagian. (Petunjuk: Hanya ada satu kalimat yang salah pada setiap bagian).
1. Melalui Roh Kudus, Yesus lebih mudah berhubungan dengan kita sekarang dari
pada bila Ia tinggal di dunia ini.
Yesus ada dekat untuk menuntun hidup semua orang yang berkehendak.
Sebagai Imam Besar, Yesus yaitu wakil pribadi kita di surga, di sebelah kanan
Tuhan .
sebab Yesus telah dicobai sebagai seorang Manusia, maka Ia sanggup menolong
kita.
Yesus mati untuk sedikit orang yang terpilih saja.
2. Bait suci di Perjanjian Lama yaitu tempat di mana Tuhan bertemu dengan umat
Israel.
Bait suci Perjanjian Lama sedikit manfaatnya dalam perbaktian.
Bait suci Perjanjian Lama mengajarkan Injil yang sama dengan yang Perjanjian
Baru ajarkan.
3. Pelayanan yang diadakan dalam bait suci mengajar orang mengenai kematian
Kristus bagi dosa-dosa kita dan pelayanan-Nya sebagai Imam Besar kita.
Pelayanan-pelayanan dalam bait suci tidak ada artinya bagi orang Kristen.
4. Korban yang dipersembahkan dalam bait suci menunjuk kepada salib.
Bait suci itu tidak ada gunanya bagi bangsa Israel untuk mendapatkan pengam-
punan atas dosa.
Biat suci Israel merupakan pola dari bait suci surgawi.
5. Bait suci di Yerusalem tetap mempunyai tirainya sejak zaman Kristus.
Pekerjaan imam dalam bait suci mewakili apa yang Kristus buat untuk kita.
Sebagai Imam Besar, Yesus sekarang sedang membersihkan kita dari dosa dengan
darah-Nya.
PERTANYAAN DARI HATI KE HATI: Sebagai Domba Tuhan , Yesus mati bagi dosa-
dosa kita; sebagai Imam Besar, Yesus membawa kita kepada hubungan yang akrab
dengan Tuhan . Oleh sebab apa yang Yesus telah perbuat dan sedang perbuat untuk kita,
bagaimanakah perasaan Anda tentang Yesus? __
dari orang berdosa menjadi
orang saleh yang diampuni
Tak ada sidik jari. Tak ada
senjata ditemukan. Tak se-
orang pun melihat pembunuh-
nya masuk ke kantor dokter itu.
Tak seorang pun mendengar bu-
nyi tembakan. namun Dr. Phil-
lips kedapatan tergeletak di be-
lakang mejanya. Lima peluru te-
lah menembus baju rompinya.
Tampaknya suatu kejahatan
yang sempurna. Para detektif
pada mulanya tidak menemu-
kan petunjuk. namun kemudian
mereka memperhatikan satu ka-
wat kecil yang tertempel di tem-
pat pinsil di meja Dr. Phillips.
Kawat ini mengarah pada sa-
tu tape recorder di satu laci me-
ja. Tempat pinsil itu, mereka sa-
dari, ternyata menyembunyikan
sebuah mikrofon yang diguna-
kan dokter itu untuk merekam
pembicaraannya dengan para
pasien yang mendapatkan pe-
nyuluhan dari padanya.
Para penyidik dengan cepat
memutar tape re-
corder i tu dan
mereka terkejut,
manakala men-
dengar ulang ke-
jahatan itu yang
sebenarnya. Se-
orang bernama
An t h o ny te l a h
masuk ke kan-
tor dan memulai
perdebatan yang
memanas dengan
Dr. Phillips. Tem-
bakan pun terde-
ngar. Pita rekam-
an itu berakhir
dengan ter iak-
an yang memilu-
kan dari psikolog
itu, dan tergele-
1. BAGAIMANAKAH ANDA DAPAT MENGHADAPI
PENGHAKIMAN TANPA RASA TAKUT?
tak mati di atas permadani.
Seluruh rincian peristiwa
yang mencekam itu terekam.
Pembunuh itu mengira kejahat-
annya itu akan tetap menjadi ra-
hasia selama-lamanya. Ia begitu
hati-hati agar tidak meninggal-
kan petunjuk-petunjuk. namun
pita rekaman menceritakan se-
luruh peristiwa itu.
Dalam pelajaran ini kita akan
belajar mengenai hukuman Al-
lah yang terakhir pada waktu
mana manusia, “…dihakimi me-
nurut perbuatan mereka, berda-
sarkan apa yang ada tertulis di
dalam kitab-kitab itu” (Wahyu
20:12). Bagi mereka yang tidak
menerima Kristus sebagai Juru-
selamat mereka, maka ini ada-
lah kabar buruk. namun pehu-
kuman itu merupakan kabar ba-
ik yang indah bagi mereka yang
menemukan ketenangan dalam
Kristus.
Siapakah yang akan meng-
hakimi dunia ini?
“Bapa tidak menghakimi
siapa pun, melainkan telah me-
nyerahkan penghakiman itu se-
luruhnya kepada Anak” Yoha-
nes 5:22
Bagaimanakah salib itu mem-
persiapkan Kristus untuk men-
jadi Hakim kita?
“Kristus Yesus telah ditentu-
kan Tuhan menjadi jalan pen-
damaian sebab iman, dalam
darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya
untuk menunjukkan keadilan-
Nya… supaya nyata, bahwa Ia
benar dan juga membenarkan
orang yang percaya kepada Ye-
sus” Roma 3:25-26.
Kematian Kristus di salib se-
bagai pengganti kita menyang-
gupkan Dia bertindak baik se-
bagai seorang Hakim yang adil
dan juga seorang Pembela yang
dapat mengampuni orang ber-
dosa yang bertobat. Bila semes-
ta alam yang sedang memper-
hatikan itu mengajukan perta-
nyaan, “Bagaimanakah mung-
kin hakim yang tidak berpihak
menyatakan orang yang bersa-
lah itu tidak bersalah?” Kristus
akan menjawab dengan menun-
juk pada luka di tangan-Nya. Ia
telah menerima hukuman yang
adil sebab dosa-dosa kita de-
ngan tubuh-Nya sendiri.
Buku surga menyimpan satu
catatan hidup setiap orang, dan
catatan ini digunakan dalam
penghakiman (Wahyu 20:12).
Itu yaitu kabar buruk bagi me-
reka yang membayangkan bah-
wa dosa-dosa dan kejahatan me-
reka tidak akan pernah kembali
menghantui mereka. namun ada-
lah suatu kabar baik yang indah
bagi mereka yang telah dengan
tulus menerima Kristus sebagai
Pembela mereka di surga: “…
darah Yesus,… menyucikan ki-
ta dari pada segala dosa”(1 Yo-
hanes 1:7).
Apakah yang Yesus tawarkan
sebagai ganti hidup kita yang
penuh dosa?
“Dia (Kristus) yang tidak
mengenal dosa telah dibuat-
Nya menjadi dosa sebab ki-
ta, supaya dalam Dia kita di-
benarkan oleh Tuhan ” 2 Korin-
tus 5:21.
Hidup k i ta yang berdo -
sa ditukar dengan hidup Kris-
tus yang benar itu. Oleh kare-
na hidup dan kematian Kristus
yang tanpa dosa itu, Tuhan dapat
mengampuni kita dan memper-
lakukan kita seperti tidak per-
nah berdosa.
Kualifikasi apakah yang me-
layakkan Yesus, sebagai Penasi-
hat dan Hakim itu?
2. KRISTUS DATANG TEPAT WAKTU
Pada saat pembaptisan-Nya,
Yesus diurapi oleh Roh Kudus:
Sesudah dibaptis, Yesus se-
gera keluar dari air dan pada
waktu itu juga langit terbuka
dan Ia melihat Roh Tuhan se-
perti burung merpati turun ke
atas-Nya, lalu terdengarlah su-
ara dari sorga yang mengata-
kan: ‘Inilah Anak-Ku yang Ku-
kasihi, kepada-Nyalah Aku ber-
kenan’” Matius 3:16, 17.
Segera setelah pengurapan
Kristus oleh Roh Kudus pada
saat pembaptisan-Nya, murid-
murid mengumumkan:
“. . . ‘Kami telah menemukan
Mesias’ (Kristus)” Yohanes 1:41.
Murid-murid mengetahui
bahwa kata Ibrani “Mesias” dan
kata Gerika “Kristus” keduanya
berarti “Orang yang diurapi.”
Lukas, seorang murid Yesus,
mencatat waktu pengurapan Ye-
sus sebagai Mesias yaitu pada ta-
hun kelima belas dari Kaisar Ti-
berius (Lukas 3:1, 2). Bagi kita
itu yaitu tahun 27 T.M.
Lebih dari 500 tahun sebe-
lum Yesus datang, Nabi Daniel
meramalkan bahwa Yesus akan
diurapi sebagai Mesias pada ta-
hun 27 T.M.
“Dari saat firman itu keluar,
yakni bahwa Yerusalem akan di-
pulihkan dan dibangun kemba-
li, sampai pada kedatangan seo-
rang yang diurapi, . . . ada tujuh
kali tujuh masa (Bahasa Ibrani:
Minggu); dan enam puluh dua
kali tujuh masa (minggu) lama-
nya” Daniel 9:25.
Tujuh minggu dalam enam
puluh dua minggu menjadi
enam puluh sembilan minggu
atau 483 hari (7 x 69 = 483 hari).
Dalam lambang nubuatan Alki-
tab, kita menghitung satu hari
sama dengan satu tahun (Yehez-
kiel 4:6; Bilangan 14:34) sehing-
ga 483 hari sama dengan 483 ta-
hun, Daniel meramalkan bahwa
satu perintah akan dikeluarkan
untuk membangun dan memu-
lihkan Yerusalem, dan persis 483
tahun setelah perintah ini, Mesi-
as akan muncul.
Apakah Yesus muncul sebagai
Mesias pada waktu yang sudah
ditentukan? Artasasta menge-
luarkan dekrit untuk memba-
ngun Yerusalem pada tahun 457
S.M. (Ezra 7:7-13; 21-26). Ma-
sa 483 tahun, dengan demiki-
an berakhir pada tahun 27 T.M.
(457 + Thn. 27 T.M. = 484). Na-
mun, dekrit itu keluar pada ta-
hun 457 dan Kristus diurapi pa-
da tahun 27, yang berarti ked-
ua-keduanya terjadi di tengah-
teng ah tahun, sehingga jangka
waktu yang tepat ialah 483 ta-
hun).
Persis pada waktu yang di-
tentukan, tahun 27 T.M. Yesus
muncul dengan pekabaran, “Su-
dah tiba saatnya.” Penggenapan
yang tepat dari nubuatan Alki-
tab yaitu penegasan yang me-
yakinkan bahwa Yesus dari Na-
zaret benarlah Mesias, Tuhan tu-
run ke dunia kita dalam bentuk
daging manusia.
Berapa lama Yesus menegas-
kan janjinya? “Raja itu akan
membuat perjanjian itu men-
jadi berat bagi banyak orang
selama satu kali tujuh masa
(minggu, Ibrani)” Daniel 9:27,
bagian pertama.
Bila kita terapkan prinsip ta-
hun hari ini, maka “minggu” ini
berarti tujuh tahun. Jadi, untuk
tujuh tahun Yesus—dari tahun
27 T.M. sampai tahun 34 T.M.—
Yesus akan “menegaskan satu
korban,” atau janji, yang Ia telah
buat kepada Adam dan Hawa ti-
dak lama setelah mereka berdo-
sa. Tuhan mengadakan satu janji
bahwa Ia akan menyelamatkan
umat manusia dari dosa melalui
kematian Seorang yang Ia akan
utus untuk mati sebab dosa-
dosa kita (Kejadian 3:15).
Apakah yang akan terjadi di
tengah-tengah minggu ketu-
juh-puluh itu? “... Pada perte-
ngahan tujuh masa itu ia akan
menghentikan korban sembe-
lihan dan korban santapan…”
Daniel 9:27.
Yesus disalibkan pada tahun
31 TM, di tengah-tengah ming-
gu.” Pada saat Kristus mati, Al-
lah mencabik “tabir Bait Suci
terbelah dua dari atas sampai
ke bawah” (Matius 27:51). Per-
sembahan korban (suatu lam-
bang dari Yesus, “Anak Domba
Tuhan ”) lepas dari tangan imam.
Ini menjadi tanda bahwa Tuhan
tidak ingin lagi manusia mem-
persembahkan korban binatang.
Menggenapi nubuatan sesuai
dengan apa yang dikatakan, Ye-
sus, “mengakhiri” segala kebu-
tuhan akan persembahan kor-
ban binatang (Daniel 9:27). Se-
jak kematian Kristus, manusia
mendapatkan jalan kepada Al-
lah bukan melalui korban bi-
natang dan para imam manu-
sia, namun melalui Mesias, Anak
Domba Tuhan dan Imam Besar
kita.
3. JAMINAN AKAN DOSA YANG DIAMPUNI
Menurut nubuatan Daniel,
mengapa Yesus mati?
“Sesudah keenam puluh dua
kali tujuh masa itu akan di-
singkirkan seorang yang telah
diurapi, padahal tidak ada sa-
lahnya apa-apa” Daniel 9:26.
Pada kematian-Nya di salib,
Yesus, “mati, bukan untuk diri-
Nya sendiri.” Ia mati “bukan un-
tuk membayar hukuman untuk
dosa-Nya sendiri, namun mem-
bayar hukuman untuk dosa-do-
sa Anda dan saya dan untuk do-
sa-dosa seluruh dunia.”
Bagaimanakah kita mengeta-
hui bahwa Tuhan telah mengam-
puni semua dosa-dosa kita?
“Yaitu kebenaran Tuhan ka-
rena iman dalam Yesus Kris-
tus bagi semua orang yang per-
caya. Sebab tidak ada perbe-
daan. sebab SEMUA ORANG
TELAH BERBUAT D OSA…
dan oleh KASIH KARUNIA te-
lah DIBENARKAN de ng an
cuma-cuma sebab penebus-
an dalam Kristus Yesus… ka-
rena iman, dalam darah-Nya.
Hal ini dibuat-Nya untuk me-
nunjukkan keadilan-Nya, kare-
na Ia telah membiarkan dosa-
dosa yang telah terjadi dahulu
pada masa kesabaran-Nya” Ro-
ma 3:22-25.
Hal-hal yang terutama dalam
ayat-ayat ini yaitu : Kita “se-
mua telah berdosa,” namun oleh
sebab “kasih karunia” Tuhan , se-
mua “dibenarkan,” yang memi-
liki “iman” dalam kuasa penyu-
cian dari “darah” Kristus. Bila
kita dibenarkan, Tuhan menya-
takan kita tidak bersalah, meng-
hapus kesalahan dari dosa-dosa
masa lalu. Dan Tuhan menyata-
kan kita benar; “kebenaran Al-
lah datang melalui iman dalam
Yesus Kristus.”
Kita semua yang lelah oleh
pergumulan untuk menjadi ba-
ik, untuk memperbaiki diri kita
sendiri, dapat menemukan per-
hentian sejati melalui peneri-
maan kasih karunia Kristus. Ia
berjanji, “Marilah kepada-Ku,
semua yang letih lesu dan ber-
beban berat, Aku akan membe-
ri kelegaan kepadamu” (Mati-
us 11:28). Kita semua yang di-
bebani dengan luka-luka dosa
masa lalu dan rasa ketidaklayak-
an dan rasa malu yang menya-
kitkan, dapat menemukan ke-
damaian dan kepenuhan dalam
Kristus.
4. WAKTU PENGHAKIMAN DIMULAI
Di pasal delapan buku Da-
niel, seorang malaikat menun-
jukan kepada nabi itu satu pa-
norama yang indah mengenai
masa depan. Daniel melihat (1)
“domba jantan, (2) kambing
jantan, dan (3) “tanduk lecil”
yang melambangkan Medo-Per-
sia, Gerika, dan Roma (Daniel
8:1-2, 20-26).
Apakah bagian keempat dari
nubuatan itu?
“Kemudian kudengar seo-
rang kudus berbicara, dan seo-
rang kudus lain berkata kepada
yang berbicara itu: ‘Sampai be-
rapa lama berlaku penglihatan
ini, yakni korban sehari-hari
dan kefasikan yang membina-
sakan, tempat kudus yang dise-
rahkan dan bala tentara yang
diinjak-injak?’ Maka ia menja-
wab: “’Sampai lewat dua ribu
tiga ratus petang dan pagi, lalu
tempat kudus itu akan dipulih-
kan dalam keadaan yang wa-
jar’” Daniel 8:13, 14.
Daniel pingsan sebelum ma-
laikat menjelaskan nu-
buatan 2300 dan pasal
delapan ini ditutup
tanpa ada penafsir-
annya. namun setelah
itu malaikat muncul
kembali dan me-
nyatakan:
“… Jadi cam-
k a n l a h f i r m a n
itu dan perhati-
kanlah pengli-
hatan itu! Tu-
juh puluh ka-
l i tujuh ma-
s a ( m i n g -
gu, Ibrani)
telah dite-
tapkan (di-
h e n t i k a n ,
Ibrani) atas
bangsamu dan
atas kotamu yang
kudus, untuk mele-
nyapkan kefasikan, un-
tuk mengakhiri dosa, untuk
menghapuskan kesalahan, un-
tuk mendatangkan keadilan
yang kekal, untuk menggenap-
kan penglihatan dan nabi, dan
untuk mengurapi yang maha
kudus” Daniel 9:22-24.
Dua ribu tiga ratus hari, ten-
tu saja berarti 2300 tahun, sa-
tu hari melambang-
kan satu tahun
( Ye h e z k i -
e l 4 : 6 ) .
T u j u h
p u l u h
m i n g -
gu, atau
490 tahun,
terdiri dari ba-
gian pertama dari
j a n g -
ka wak-
tu 2300 tahun.
Kedua j ang ka wak-
tu itu mulai pada tahun 457
S.M ketika Persia mengeluarkan
dekrit “untuk membangun dan
memulihkan kembali Yerusa-
lem.” Mengurangi 490 tahun da-
ri 2300 tahun sisanya ialah 1810.
Menambah 1810 tahun dengan
tahun 34 T.M, pada waktu ma-
na 490 tahun itu berakhir, akan
menjadi tahun 1844 T.M.
5. BAIT SUCI SURGA DIBERSIHKAN—
PENGHAKIMAN
Malaikat mengatakan kepada
Daniel bahwa pada tahun 1844,
pada akhir masa 2300 tahun,
“bait suci itu akan dibersihkan.”
(Daniel 8:14). namun apa mak-
sudnya? Sejak tahun 70 T.M, ke-
tika orang Roma menghancur-
kan bait suci di Yerusalem, umat
Tuhan tidak lagi memiliki bait
suci di bumi. Jadi bait suci yang
harus dibersihkan itu, mulai ta-
hun 1844, pastilah bait suci sur-
ga, sedangkan bait suci dunia
hanyalah tiruan.
Sekarang apakah arti dari ba-
it suci surga itu dibersihkan? Is-
rael Purba menyebutkan hari
untuk membersihkan bait su-
ci di dunia, Yom Kippur, seba-
gai Hari Grafirat. Dan memang
benar, itulah hari penghakiman
bagi orang Ibrani.
Sebagaimana yang kita da-
pati dalam pelajaran 12, peker-
jaan Kristus demi kita di bait
suci memiliki dua fase: (1) kor-
ban harian berfokus pada pe-
layanan imam di bilik pertama
dalam bait suci, bilik yang su-
ci. (2) korban tahunan berpusat
pada pelayanan Imam Besar di
bilik kedua, bilik yang mahasu-
ci (Imamat 16).
Dalam bait suci dunia, pada
waktu orang-orang mengakui
dosa-dosa mereka tiap-tiap hari,
darah dari binatang yang disem-
belih dipercikan di sudut mez-
bah, lalu dibawa ke bilik yang
suci (Imamat 4 dan 6). Jadi, da-
lam bentuk lambang, hari demi
hari dosa-dosa yang diakui di-
bawa ke bait suci dan diletak-
kan di sana.
Lalu tiap tahun, pada hari
grafirat, bati suci itu dibersih-
kan dari semua dosa yang diakui
tahun yang lalu (Imamat 16).
Sebagai sambutan atas penyu-
cian ini, Imam Besar mengada-
kan korban istimewa yaitu se-
ekor kambing yang terpilih. Ke-
mudian ia membawa darah itu
ke bilik yang mahasuci dan me-
mercikan darah penyucian ini
di depan tirai pendamaian un-
tuk menunjukkan bahwa darah
Yesus, Penebus yang akan da-
tang, akan membayar hukuman
atas dosa. Imam Besar kemudi-
an secara simbolis memindah-
kan dosa-dosa yang sudah di-
ampuni dari bait suci dan me-
naruhnya di atas kepala kam-
bing yang lain, yang dibawa ke
padang belantara untuk mati di
sana (Imamat 16:20-
22).
Up a c a r a Ta h u n -
an dari Hari Grafirat
ini membersihkan bait
suci dari dosa. Orang-
orang menganggap itu
sebagai hari pengha-
kiman sebab mere-
ka yang menolak un-
tuk mengakui dosa-
dosa mereka diang-
gap bukan orang be-
nar dan “dibuang da-
ri lingkungan (Tuhan ).”
(Imamat 23:29).
Apa yang dilaku-
kan Imam Besar seca-
ra simbolis sekali se-
tahun, Yesus melaku-
kannya sekali untuk selamanya
sebagai Imam Besar kita (Ibra-
ni 9:6-12). Pada hari pengha-
kiman yang agung Ia memin-
dahkan dari bait suci dosa-do-
sa yang sudah diakui oleh se-
mua yang telah menerima Dia
sebagai Juruselamat. Jika kita te-
lah mengakui dosa-dosa kita, Ia
akan menghapuskan untuk se-
lama-lamanya catatan dosa-do-
sa kita pada waktu itu. (Kisah
3:19). Pelayanan ini yaitu pe-
kerjaan penghakiman yang di-
13 13
mulai Yesus pada tahun 1844.
Pada tahun 1844, ketika ha-
ri penghakiman Tuhan mulai di
surga, satu pekabaran menge-
nai hari penghakiman mulai di-
khotbahkan ke seluruh dunia
(Wahyu 14:6-7). Pelajaran PE-
NEMUAN BARU yang akan da-
tang berbicara mengenai peka-
baran ini.
6. MENGHADAPI CATATAN HIDUP ANDA PADA
PENGHAKIMAN
Sejak 1844, Kristus, sebagai
Hakim, telah memeriksa catat-
an setiap orang yang pernah hi-
dup untuk memastikan siapa-
kah di antara mereka yang se-
lamat bila Yesus datang. Seba-
gai Hakim kita, Yesus “mengha-
pus” semua dosa dari orang be-
nar dari catatan hidup mereka
di surga (Kisah 3:19).
Bila nama Anda muncul di
penghakiman, mudahlah meng-
hadapi catatan hidup Anda—JI-
KA Anda telah menerima Kris-
tus sebagai Pengganti Anda. Dan
bila penghakiman akan orang-
orang benar itu sudah selesai,
Yesus kembali ke bumi untuk
memberi upah kepada mereka
(Wahyu 22:12, 14).
Apakah Anda bersedia bagi
kedatangan Yesus? Atau adakah
sesuatu yang Anda sembunyi-
kan dari pada-Nya? Apakah An-
da mempunyai hubungan yang
terbuka dan jujur dengan Seo-
rang yang berjanji:
“Jika kita mengaku dosa ki-
ta, maka Ia yaitu setia dan
adil, sehingga Ia akan meng-
ampuni segala dosa kita dan
menyucikan kita dari segala
kejahatan” 1 Yohanes 1:9.
Pengakuan berarti setuju un-
tuk menghadapi dosa-dosa kita,
menerima pengampunan dari
Tuhan dan mengakui kebutuhan
kita akan kuasa dan kasih karu-
nia-Nya.
Sementar a mengunjung i
penjara Postdam, Raja Freder-
ick William I mendengar sejum-
lah permohonan pengampunan.
Semua narapidana bersumpah
bahwa hakim yang penuh pra-
sangka, saksi-saksi yang menu-
duh atau penasihat hukum yang
tidak jujur bertanggung jawab
atas pemenjaraan mereka. Da-
ri satu sel ke sel lain cerita yang
sama dari orang bersalah yang
merasa tidak bersalah ini ber-
lanjut.
namun di satu sel seorang na-
rapidana yang ada di situ ti-
dak mengatakan apa pun. Kare-
na keheranan, Frederick berse-
loroh, “Saya kira Anda juga ti-
dak bersalah.”
“Tidak, paduka” seorang me-
nyahut, “Saya bersalah dan sa-
ngat patut menerima semua
ini.”
Raja menoleh kepada peng-
awal dan berseru dengan nya-
ring, “Mari dan lepaskan orang
hukuman ini dengan segera, se-
belum ia dirusak oleh orang ba-
nyak yang tidak bersalah itu.”
Bagaimanakah kita memper-
siapkan diri untuk penghakim-
an itu? Bagaimanakah kita ber-
sedia untuk kedatangan Kris-
tus? Hanyalah dengan pengaku-
an yang jujur akan kebenaran:
Saya sangat patut menerima hu-
kuman kematian sebab dosa-
dosa saya, namun Seorang yang
lain telah mengganti tempat sa-
ya dan memberikan kepada saya
pengampunan yang ajaib itu.
Buatlah pengakuan Anda se-
karang ini juga agar apa pun
yang terjadi, Anda akan meme-
lihara hubungan Anda dengan
Kristus dengan sejujur-jujurnya
dan sepenuh hati.
Bagaimana Menerima Seluruh Pelajaran Seri
Kertas Jawaban
dari orang berdosa menjadi orang saleh yang diampuni
Bacalah Pelajaran PENEMUAN BARU seluruhnya, yang 1.
telah Anda terima bersama kertas jawaban ini.
Isilah kertas jawaban di halaman setelah lembaran ini ke-2.
mudian guntinglah pada bagian yang telah ditentukan.
Tulis nama dan alamat Anda di 3.
kotak sebelah kiri, mohon tulis-
kan dengan huruf cetak pada baris
yang tersedia.
Kembalikanlah kertas jawaban ini 4.
kepada pemberi seri pelajaran ini,
atau masukkan ke dalam amplop
kemudian kirim ke Kursus Alki-
tab PENEMUAN BARU ke alamat
yang terdekat dengan Anda (tertera
di halaman dalam sampul jilid dari
seri pelajaran).
Kami akan mengembalikan kertas 5.
jawaban ini ke alamat yang Anda
telah tuliskan di kotak sebelah kiri.
KERtAs JAwAbAN—PELAJARAN 13—dARi oRANg bERdosA mENJAdi oRANg sALEh yANg diAmPuNi
Bila menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah, Anda boleh membaca kembali penuntun
Pelajaran 13 PENEMUAN BARU Anda untuk mendapatkan jawaban yang benar.
Bacalah lagi bagian-bagian dalam Pelajaran 13 PENEMUAN BARU Anda yang sesuai
dengan nomor di sisi kiri kertas, lalu bubuhkan (X) di depan setiap pernyataan yang
BENAR. (Petunjuk: Di beberapa bagian semua pernyataan itu benar).
1. Kematian Kristus di atas salib menyanggupkan Dia
menjadi hakim yang adil.
menjadi pembela yang penuh kemurahan.
menyatakan orang berdosa yang tidak bertobat diampuni.
menyatakan orang berdosa yang bertobat diampuni.
mengubah hidup kita yang berdosa dengan hidup-Nya yang Benar.
2. Pada waktu Yesus dibaptiskan, tahun 27 T.M., Ia
dinyatakan sebagai Anak Tuhan .
dinyatakan sebagai Mesias.
dinyatakan harus datang beberapa tahun kemudian.
dinyatakan harus datang pada waktunya.
Tiga setengah tahun kemudian pada tahun 31 T.M.
Yesus disalibkan sebagai Anak Domba Tuhan .
Kematian Yesus mengakhiri perlunya korban binatang lagi.
3. Pembenaran berarti, sebab iman kita kepada Kristus,
Ia membersihkan kita dari dosa, dan Tuhan menyatakan kita tidak ber-
dosa.
Ia menutup dosa kita dengan darah-Nya, dan Tuhan menyatakan kita
orang benar.
4, 5. Pada tahun 1844.
Hari penghakiman Tuhan mulai di surga.
Yesus mulai pekerjaan membersihkan bait suci surga yaitu pekerjaan
penghakiman.
6, 7. PIKIRKANLAH HAL INI: Melalui kematian-Nya di atas salib dan pekerjaan-Nya
sebagai Hakim, Yesus bisa mengampuni dosa-dosa kita dan menghapus semua catatan
dosa kita. Hanya ada satu syarat: Kita meminta pengampunan atas dosa-dosa kita dan
menerima hati yang baru dan roh yang baru dari Yesus. Apakah masalah Anda ada di
dalam tangan Yesus, Seorang yang mengasihi Anda yang mati mengganti tempat Anda?
Rahasia doa
yang dijawab
Anatoli Levitin, seorang pe-
nulis dan sejarahwan ber-
kebangsaan Rusia, bertahun-ta-
hun tinggal di Gulag Siberia di
tempat mana doa dan permo-
honan kepada Tuhan sepertinya
sudah membeku. namun ia pu-
lang kembali dengan keroha-
nian yang tetap segar. ”Mukji-
zat yang terbesar dari semua-
nya ialah doa,” tulisnya. “Hanya
dengan kembali secara mental
kepada Tuhan maka seketika itu
juga saya merasa satu kekuat-
an dicurahkan kepada saya da-
ri satu tempat, ke dalam jiwa sa-
ya, ke dalam seluruh kehidup-
an saya. Apakah itu? Dari mana-
kah saya, seorang tua renta yang
tak berguna, dan bosan hidup
ini, mendapatkan kekuatan ini,
yang membarui dan menyela-
matkan saya, serta mengangkat
saya tinggi ke atas bumi? Itu be-
rasal dari luar diri saya—dan ti-
dak ada kekuatan seperti itu di
dalam dunia ini yang bisa mela-
wannya?”
Dalam pelajaran ini kita akan
melihat bagaimana doa bisa me-
nolong kita membangun hu-
bungan yang lebih kuat dengan
Tuhan dan membina kehidupan
Kekristenan yang kokoh.
1. PERCAKAPAN DENGAN Tuhan
Bagaimanakah kita bisa ya-
kin bahwa Tuhan mendengar bila
kita berdoa?
“Dan apabila kamu ber-
seru dan datang untuk BER-
DOA KEPADAKU, maka AKU
AKAN MENDENGARKAN KA-
MU; apabila kamu mencari
Aku, kamu akan menemukan
Aku; apabila kamu menanya-
kan Aku dengan segenap hati”
Yeremia 29:12, 13.
Jaminan apakah yang Yesus
berikan bahwa Ia akan mende-
ngar dan menjawab doa kita?
“Oleh sebab itu Aku berka-
ta kepadamu: Mintalah, maka
akan diberikan kepadamu; ca-
rilah, maka kamu akan men-
dapat; ketoklah, maka pintu
akan dibukakan bagimu” Lu-
kas 11:9.
Doa yaitu percakapan dua
arah. Itulah yang Yesus janjikan:
“Lihat, Aku berdiri di mu-
ka pintu dan mengetok; jika
lau ada orang yang mendengar
sua ra-Ku dan membukakan
pintu, Aku akan masuk men-
dapatkannya dan Aku makan
bersama-sama dengan dia, dan
ia bersama-sama dengan Aku”
Wahyu 3:20.
Mungkinkah kita duduk dan
makan malam sambil bercakap-
cakap dalam suasana yang me-
nyenangkan bersama Kristus?
Pertama, oleh memberitahukan
kepada-Nya segala sesuatu yang
ada di hati kita dalam doa. Ke-
dua, oleh mendengar dengan
cermat. Ketika kita bermedita-
si dalam doa, Tuhan bisa berbica-
ra kepada kita secara langsung.
Dan sementara kita membaca
Firman Tuhan dengan penuh pe-
nyerahan, Tuhan akan berbica-
ra kepada kita melalui halaman-
halaman Alkitab.
Doa bisa menjadi jalan hidup
bagi orang Kristen.
“Bersukacitalah senantiasa.
TETAPLAH BERDOA. Meng-
ucap syukurlah dalam segala
hal, sebab itulah yang dikehen-
daki Tuhan di dalam Kristus Ye-
sus bagi kamu” 1 Tesalonika
5:16-18.
Bagaimanakah kita bisa ber-
doa terus menerus? Haruskah
kita tetap berlutut selalu atau te-
rus mengulangi kalimat-kalimat
pujian atau permohonan? Ten-
tu tidak. namun kita harus hidup
dalam hubungan yang demiki-
an erat dengan Yesus sehingga
kita merasa bebas untuk berbi-
cara kepada-Nya kapan pun, di
mana pun.
“Di tengah jalan yang ra-
mai, di tengah urusan bisnis, ki-
ta bisa menyampaikan permin-
taan kepada Tuhan dan memo-
hon tuntunan Ilahi …. Kita ha-
rus membuka pintu hati terus-
menerus dan undangan kita na-
ik ke atas memohon agar Yesus
bisa datang dan tinggal sebagai
tamu surga dalam jiwa kita” Step
To Christ hlm. 99.
Salah satu cara terbaik un-
tuk mengembangkan hubung-
an akrab seperti itu ialah bela-
jar bermeditasi sementara ki-
ta berdoa.
“Biarlah renunganku manis
kedengaran kepada-Nya! Aku
hendak bersukacita sebab TU-
HAN” Mazmur 104:34.
Janganlah cepat-cepat lang-
sung kepada satu daftar permo-
honan bila Anda berdoa. Tung-
gu. Dengar. Dengan sedikit pe-
renungan kembali dalam doa bi-
sa menambah hubungan Anda
dengan Tuhan .
“Mendekatlah kepada Tuhan ,
dan Ia akan mendekat kepada-
mu” Yakobus 4:8.
Lebih dekat kita datang ke-
pada Yesus, akan lebih besar ke-
sanggupan kita untuk menik-
mati kehadiran-Nya. sebab itu
tetaplah berbicara dengan Ye-
sus, dan jangan khawatir untuk
mencari kata-kata yang tepat.
Berbicaralah dengan jujur dan
terbuka. Bicarakanlah tentang
segala sesuatu. Ia telah meng-
alami kesengsaraan sampai ke-
matian agar supaya bisa menja-
di Sahabat akrab Anda.
2. CARA BERDOA
Bila kita mau berdoa, kita bo-
leh mengikuti susunan doa Tu-
han Yesus, model doa yang Yesus
ajarkan kepada murid-murid-
Nya sebagai jawaban atas per-
mohonan mereka: “Ajarkan ka-
mi berdoa.”
“Bapa kami yang di sorga,
Dikuduskanlah nama-Mu, da-
tanglah Kerajaan-Mu, jadi-
lah kehendak-Mu di bumi se-
perti di sorga. Berikanlah ka-
mi pada hari ini makanan ka-
mi yang secukupnya dan am-
punilah kami akan kesalahan
kami, seperti kami juga meng-
ampuni orang yang bersalah
kepada kami; dan janganlah
membawa kami ke dalam pen-
cobaan, namun lepaskanlah ka-
mi dari pada yang jahat. [Ka-
rena Engkaulah yang empunya
Kerajaan dan kuasa dan kemu-
liaan sampai selama-lamanya.
Amin]” Matius 6:9-13.
Menurut contoh yang dibe-
rikan Yesus dalam doa-Nya, ki-
ta harus datang kepada Tuhan se-
laku Bapa surgawi kita. Mohon
agar kehendak-Nya berlaku da-
lam hati kita sama seperti ke-
hendak-Nya berlaku di seluruh
surga. Kita mencari Dia untuk
kebutuhan jasmani kita, untuk
pengampunan dan untuk sikap
yang suka mengampuni. Ingat
bahwa kemampuan kita meno-
lak dosa berasal dari Tuhan . Doa
Yesus berakhir dengan ungkap-
an rasa syukur.
Pada kesempatan lain Ye-
sus menyuruh murid-murid-
Nya untuk berdoa kepada Ba-
pa “dalam nama-Ku” (Yoha-
nes 16:23)—yaitu, berdoa sela-
ras dengan prinsip-prinsip yang
diajarkan Yesus. Itu sebabnya
orang-orang Kristen biasanya
mengakhiri doa mereka dengan
kata-kata: “Dalam nama Yesus,
Amin.” Amin yaitu kata Ibrani
yang berarti “Jadilah demikian.”
Meskipun doa Tuhan Yesus
memberikan pedoman apa yang
perlu didoakan dan bagaimana
menyusun doa, komunikasi ki-
ta dengan Tuhan akan sangat ber-
hasil guna bila diungkapkan se-
cara spontan dan keluar dari lu-
buk hati yang dalam.
Kita boleh berdoa dalam se-
gala hal. Tuhan mengundang ki-
ta untuk berdoa tentang peng-
ampunan atas dosa-dosa kita
(1 Yohanes 1:9), meningkatkan
iman (Markus 9:24, keperluan
hidup (Matius 6:11), kesembuh-
an dari penderitaan dan penya-
kit (Yakobus 5:15), dan pencu-
rahan Roh (Zakharia 10:1). Ye-
sus meyakinkan kita bahwa ki-
ta dapat menyampaikan semua
kebutuhan dan masalah kita ke-
pada-Nya; tidak ada yang terlalu
kecil untuk didoakan.
“ S e r a h k a n l a h s e g a l a
kekuatir anmu kepada-Nya, se-
bab Ia yang memelihara kamu”
1 Petrus 5:7.
Juruselamat kita menaruh
perhatian atas semua masalah
hidup kita. Hati-Nya menja-
di hangat jika hati kita datang
kepada-Nya dalam kasih dan
iman.
3. DOA PRIBADI
Hampir semua orang mem-
punyai hal-hal yang enggan di-
sampaikan, kepada teman ter-
dekat sekalipun. sebab itu Al-
lah mengundang kita untuk me-
lepaskan beban kita dalam doa
pribadi kita: hati ke hati seca-
ra pribadi kepada Tuhan sendi-
ri. Bukan sebab Ia memerlu-
kan informasi. Yang Mahakuasa
itu tahu rasa takut kita yang ter-
sembunyi, motif kita yang ter-
simpan dan dendam yang ter-
pendam lebih daripada diri kita
sendiri. namun kita perlu mem-
buka hati kita kepada Seorang
yang mengetahui kita secara in-
tim dan yang mengasihi kita
tanpa batas. Penyembuhan bisa
mulai bila Yesus menjamah lu-
ka-luka kita.
Bila kita berdoa, Yesus, Imam
Besar kita, ada dekat untuk me-
nolong kita:
“Sebab Imam Besar yang ki-
ta punya, bukanlah imam be-
sar yang tidak dapat turut me-
rasakan kelemahan-kelemah-
an kita, sebaliknya SAMA DE-
NGAN KITA, IA TELAH DICO-
BAI, hanya tidak berbuat dosa.
Sebab itu marilah kita dengan
penuh keberanian menghampi-
ri takhta kasih karunia, supaya
kita menerima rahmat dan me-
nemukan kasih karunia untuk
mendapat pertolongan kita pa-
da waktunya” Ibrani 4:15, 16.
Apakah Anda merasa takut,
tertekan dan merasa bersalah?
Letakkan itu di hadapan Tuhan.
Ia akan meyediakan segala ke-
butuhan kita.
Haruskah ada tempat khusus
bagi kita untuk berdoa?
“namun jika engkau berdoa,
masuklah ke dalam kamarmu,
tutuplah pintu dan berdoalah
kepada Bapamu… akan mem-
balasnya kepadamu” Matius
6:6.
Sebagai tambahan atas ber-
doa sambil berjalan di jalan,
bekerja atau menikmati per-
temuan-pertemuan sosial, seti-
ap orang Kristen harus menga-
tur dan menyediakan waktu se-
tiap hari untuk doa perorangan
dan belajar Alkitab. Buatlah jan-
ji temu Anda dengan Tuhan pada
saat yang Anda rasakan paling
siap dan dapat berkonsentrasi
dengan sebaik-baiknya.
4. DOA UMUM
Bergabung dengan orang la-
in dalam doa menciptakan sua-
tu ikatan khusus dan mengun-
dang kuasa Tuhan dengan satu
cara yang khusus.
“Sebab di mana dua atau
tiga orang berkumpul dalam
nama-Ku, di situ Aku ada di
tengah-tengah mereka” Mati-
us 18:20.
Satu hal yang kita dapat per-
buat sebagai satu keluarga ialah
mengembangkan satu kehidup-
an berdoa bersama-sama. Tun-
jukkan kepada anak-anak An-
da bahwa kita dapat membawa
keperluan kita secara langsung
kepada Tuhan . Mereka akan ter-
tarik mengetahui tentang Tuhan
pada waktu mereka melihat Dia
menjawab doa secara rinci da-
lam praktik hidup ini. Jadikan-
lah kebaktian keluarga menjadi
satu waktu untuk berbagi rasa
yang santai dan penuh bahagia.
5. TUJUH RAHASIA DOA YANG DIJAWAB
Ketika Musa berdoa, La-
ut Merah terbelah. Ketika Elia
berdoa, api turun dari langit.
Ketika Daniel berdoa, seorang
malaikat mengunci mulut pa-
ra singa yang kelaparan. Alkitab
memberikan kepada kita banyak
sekali jawaban doa. Dan Alkitab
menganjurkan doa sebagai ca-
ra untuk menjamah dan memo-
hon kuasa Tuhan yang besar itu.
Yesus berjanji:
“Jika kamu meminta sesua-
tu kepada-Ku dalam nama-Ku,
Aku akan melakukannya” Yo-
hanes 14:14.
Akan namun ada doa yang
tampaknya tak diperhatikan.
Mengapa? Berikut ini ada tujuh
prinsip yang akan membantu
agar doa Anda lebih berhasil:
(1) TeTap berada dekaT
dengan krisTus.
“JIKALAU KAMU TING-
GAL DI DALAM AKU dan fir-
man-Ku tinggal di dalam ka-
mu, mintalah apa saja yang ka-
mu kehendaki, dan kamu akan
menerimanya” Yohanes 15:7.
Jika kita menjadikan hu-
bungan kita dengan Tuhan seba-
gai yang terutama dan terus ber-
hubungan dengan Dia, kita akan
mendengar dan mencari jawab-
an atas doa kita, yang, kalau ti-
dak demikian, akan berlalu tan-
pa diketahui.
(2) TeTap berharap pada
Tuhan .
“Dan apa saja yang kamu
minta dalam doa dengan penuh
KEPERCAYAAN, kamu akan
menerimanya” Matius 21:22.
Percaya, atau beriman, ber-
arti kita benar-benar meman-
dang kepada Bapa kita yang di
surga untuk memberikan kebu-
tuhan kita. Jika Anda mengha-
dapi kesulitan oleh sebab ku-
rang iman, ingat bahwa Juruse-
lamat Anda mengadakan mukji-
zat bagi seorang yang memohon
dengan sungguh-sungguh:
“Aku percaya. Tolonglah aku
yang tidak percaya ini!’” Mar-
kus 9:24.
Pusatkanlah perhatian pa-
da usaha untuk mempraktikkan
iman yang Anda MILIKI; jangan
khawatir terhadap iman yang
Anda TIDAK MILIKI.
(3) dengan Tenang
berserah kepada
kehendak Tuhan .
“Dan inilah keberanian per-
caya kita kepada-Nya, yaitu
bahwa Ia mengabulkan doa ki-
ta, jikalau kita meminta sesua-
tu kepada-Nya MENURUT KE-
HENDAKNYA” 1 Yohanes 5:14.
Ingat bahwa Al lah ing in
mengajar dan memberikan kita
segala sesuatu, melalui doa. Jadi,
sering kali Ia berkata, “Tidak’;
sering Ia membelokkan kita ke
arah yang lain. Doa yaitu satu
cara untuk makin menyesuaikan
diri dengan kehendak Tuhan . Ki-
ta perlu peka atas jawaban Tuhan
dan belajar daripada-Nya.
Tetap pada permohonan
khusus dan mengetahui apa ha-
silnya yaitu sesuatu yang sa-
ngat menolong.
Roh Kudus akan menolong
Anda menuju pada tujuan yang
pasti: “Dan Tuhan yang menye-
lidiki hati nurani, mengetahui
maksud Roh itu, yaitu bahwa
Ia, sesuai dengan kehendak Al-
lah, berdoa untuk orang-orang
kudus” (Roma 8:27).
Ingat bahwa kemau-
an kita akan selalu
sejalan dengan ke-
hendak Tuhan , jika
kita bisa melihat se-
perti yang Ia lihat.
(4) Menunggu
dengan sabar
di dalaM
Tuhan .
“AKU SANGAT
MENANTI-NANTI-
KAN TUHAN; la-
lu Ia menjenguk ke-
padaku dan mende-
ngar teriakku min-
ta tolong” Mazmur
40:2.
Hal yang teruta-
ma di sini ialah tetap
menaruh perhat i -
an Anda kepada Al-
lah, tetap menaruh
perhatian Anda ke-
pada jawaban-Nya.
Dan jangan memin-
ta dari Tuhan untuk
mendapatkan du-
kungan di satu saat,
lalu di saat berikut-
nya mencoba meng-
hilangkan kesu litan-
kesulitan Anda de-
ngan mencari kepe-
lesiran. Tunggulah
dengan sabar kepa-
da Tuhan; kita sa-
ngat perlu berdisip-
lin dalam hal ini.
(5) buang seMua
dosa.
“ S e a n d a i n y a
ada NIAT JAHAT
DALAM HATIKU,
tentulah Tuhan ti-
dak mau mende-
n g a r ” M a z m u r
66:18.
Dosa yang dike-
tahui memutuskan
hubungan dengan
kuasa Tuhan di da-
lam kehidupan ki-
ta; itu memisahkan
kita dari Tuhan (Ye-
saya 59:1-2). Anda
tidak bisa tetap da-
lam dosa di satu sisi
dan mendapatkan
pertolongan Ilahi
di sisi lain. Setiap
masalah akan tera-
tasi melalui penga-
kuan dan pertobat-
an yang tulus.
Jika kita tidak bersedia mem-
biarkan Tuhan membebaskan ki-
ta dari pemikiran, kata-kata dan
perbuatan yang jahat, doa kita
tidak akan berhasil.
“Atau kamu berdoa juga,
namun kamu tidak menerima
apa-apa, sebab kamu salah
berdoa, sebab yang kamu min-
ta itu hendak kamu habiskan
untuk memuaskan hawa naf-
sumu” Yakobus 4:3.
Tuhan tidak akan menjawab
“ya” terhadap doa yang memen-
tingkan diri. Tetaplah membuka
telinga Anda untuk mendengar
hukum Tuhan , kehendak Tuhan ,
maka Ia akan tetap membiarkan
telinga-Nya terbuka untuk men-
dengar permohonan Anda.
“Siapa memalingkan teli-
nganya untuk tidak mende-
ngarkan hukum, juga doanya
yaitu kekejian” Amsal 28:9.
(6) rasakan kebuTuhan
akan Tuhan .
Tuhan menjawab mereka yang
memohon kehadiran dan kuasa-
Nya di dalam hidup mereka.
“Berbahagialah orang yang
lapar dan haus akan kebenar-
an, sebab mereka akan dipu-
askan” Matius 5:6.
(7) Tekun berdoa.
Yesus menggambarkan per-
lunya untuk terus memohon
dengan menceritakan kisah se-
orang janda yang tekun berdoa,
yang terus datang menyampai-
kan permohonannya kepada
hakim. Akhirnya hakim yang
merasa disusahkan itu dong-
kol berkata, “sebab janda ini
menyusahkan aku, baiklah aku
membenarkan dia, supaya ja-
ngan terus saja ia datang dan
akhirnya menyerang aku.” Ka-
ta Tuhan: “Camkanlah apa
yang dikatakan hakim yang la-
lim itu! Tidakkah Tuhan akan
membenarkan orang-orang pi-
lihan-Nya yang siang malam
berseru kepada-Nya? Dan ada-
kah Ia mengulur-ulur waktu se-
belum menolong mereka?” Lu-
kas 18:5-7.
Kemukakanlah semua ke-
butuhan, harapan dan angan-
angan hati Anda kepada Tuhan .
Mintalah berkat-berkat terten-
tu, mintalah pertolongan pada
saat dibutuhkan. Tetaplah men-
cari, tetaplah mendengar, sam-
pai Anda mengetahui sesuatu
dari jawaban Tuhan .
6. PARA MALAIKAT MELAYANI KEBUTUHAN
MEREKA YANG BERDOA
Pemazmur bergembira kare-
na melalui pelayanan malaikat
Tuhan doanya dijawab:
“Aku telah mencari TUHAN,
lalu Ia menjawab aku, dan me-
lepaskan aku dari segala ke-
gentaranku…. Orang yang ter-
tindas ini berseru, dan TUHAN
mendengar; Ia menyelamatkan
dia dari segala kesesakannya”
Mazmur 34:5-7.
Bila kita berdoa, Tuhan meng-
utus para malaikat untuk men-
jawab doa kita (Ibrani 1:14). Se-
tiap orang Kristen mempunyai
seorang malaikat pengawal yang
mendampinginya:
“Ingatlah, jangan mengang-
gap rendah seorang dari anak-
anak kecil ini. sebab Aku “…
Tuhan sudah dekat! Janganlah
hendaknya kamu kuatir ten-
tang apa pun juga, namun nya-
takanlah dalam segala hal ke-
inginanmu kepada Tuhan da-
lam doa dan permohonan de-
ngan ucapan syukur. Damai se-
jahtera Tuhan , yang melampaui
segala akal, akan memeliha-
ra hati dan pikiranmu dalam
Kristus Yesus” Filipi 4:5-7.
7. POLA HIDUP ORANG KRISTEN
Alkitab mencatat satu pola
hidup orang Kristen yang sejati.
Menurut Efesus 2:22-24, orang
Kristen harus “membuang” cara
hidup yang lama sebagai akibat
dari “keinginan-keinginan yang
menipu,” dan “memakai” po-
la hidup baru yang “diciptakan
untuk menjadi seperti Tuhan .”
Dalam ayat ini dan dalam pela-
jaran 6 kita dapati bahwa pada
kelahiran baru kita “diciptakan
kembali” untuk menjadi orang
yang berbeda di dalam Kristus.
Pelajaran ini dan enam pela-
jaran berikutnya, mengemuka-
kan pola hidup orang Kristen;
di situ dinyatakan rahasia hidup
orang Kristen yang bahagia. Pe-
lajaran itu akan menolong Anda
menjalin hubungan yang lebih
kuat dengan Kristus, yang akan
menghasilkan pola hidup Kris-
ten yang sejati. sebab itu, arah-
kanlah pandangan mata Anda
pada Yesus saja hari ini dan An-
da akan menjadi bagian dari pe-
rayaan kemenangan yang terak-
hir pada waktu Kristus meme-
rintah dalam damai yang sem-
purna.
Bagaimana Menerima Seluruh Pelajaran Seri
Kertas Jawaban
rahasia doa yang dijawab
Bacalah Pelajaran PENEMUAN BARU seluruhnya, yang 1.
telah Anda terima bersama kertas jawaban ini.
Isilah kertas jawaban di halaman setelah lembaran ini ke-2.
mudian guntinglah pada bagian yang telah ditentukan.
Tulis nama dan alamat Anda di 3.
kotak sebelah kiri, mohon tulis-
kan dengan huruf cetak pada baris
yang tersedia.
Kembalikanlah kertas jawaban ini 4.
kepada pemberi seri pelajaran ini,
atau masukkan ke dalam amplop
kemudian kirim ke Kursus Alki-
tab PENEMUAN BARU ke alamat
yang terdekat dengan Anda (tertera
di halaman dalam sampul jilid dari
seri pelajaran).
Kami akan mengembalikan kertas 5.
jawaban ini ke alamat yang Anda
telah tuliskan di kotak sebelah kiri.
KERtAs JAwAbAN—PELAJARAN 14—RAhAsiA doA yANg diJAwAb
Bila menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah, Anda boleh membaca kembali penuntun
Pelajaran 14 PENEMUAN BARU Anda untuk mendapatkan jawaban yang benar.
Bacalah lagi bagian dalam penuntun Pelajaran 14 PENEMUAN BARU sesuai dengan
nomor di sisi kiri kertas, lalu bubuhkan (X) di depan setiap penyataan yang BENAR
dalam bagian itu.
1. Doa
yaitu percakapan dua arah dengan Tuhan .
yaitu menceritakan kepada Tuhan apa yang ada di dalam hatimu.
yaitu mendengar Tuhan menjawab doa.
yaitu mengadakan hubungan dengan orang-orang suci di gereja.
yaitu pengalaman formal (resmi) yang kita adakan tiga kali sehari.
yaitu hubungan yang terus-menerus yang kita alami bersama Tuhan .
2. Kita harus berdoa
untuk pengampunan dosa.
untuk kebutuhan Roh Kudus.
untuk kecurahan Roh Kudus.
untuk orang sakit agar sembuh.
untuk meningkatkan iman.
mengenai segala sesuatu.
hanya untuk hal-hal yang sangat perlu.
mengenai hal-hal kecil sekalipun.
Baca lagi bagian dalam PENEMUAN BARU pelajaran 14 sesuai nomor yang ada di sisi
kiri kertas, jika pernyataan itu BENAR, lingkari huruf (B); jika SALAh, lingkari (S).
3. B S Kita harus berdoa sebab Tuhan memerlukan keterangan terbaru tentang kita.
B S Kita harus berdoa sebab Yesus, Imam Besar kita, bersimpati kepada kita.
4. B S Berdoa bersama orang-orang lain meminta kuasa Tuhan secara khusus.
B S Doa umum haruslah paling sedikit 30 menit lamanya.
5. B S Doa-doa kita jarang dijawab.
B S Doa kita membuat kita makin lama makin sesuai dengan kehendak Tuhan .
B S Kita harus berdoa, lalu sabar menunggu jawaban Tuhan .
B S Kita harus tekun berdoa sampai kita menerima jawaban dari Tuhan .
6. B S Malaikat-malaikat membantu Tuhan dalam menjawab doa-doa kita.
Pertanyaan dari hati ke hati: Apakah menjadi keinginan Anda untuk menempatkan
kehidupan Anda selalu dekat dengan kuasa Ilahi melalui doa?
Rahasia hidup
bahagia
Pada Tahun 1943 tentara pen-
dudukan Jepang memerin-
tahkan ratusan orang Amerika
dan Eropa yang menjadi “mu-
suh bangsa” itu masuk ke kemah
tahanan di Provinsi Shantung,
China. Di situ mereka harus
mengalami kebosanan, frusta-
si, berdesak-desakan, serta rasa
takut berbulan-bulan lamanya.
Orang-orang mudah tersing-
gung, temperamen memanas.
Pertengkaran kecil-kecil terjadi
di mana-mana.
namun ada seorang yang di-
sebut oleh seorang tawanan se-
bagai, “orang yang paling dibu-
tuhkan, paling dihargai dan pa-
ling disenangi di kemah tahan-
an itu.”—Eric Liddell, seorang
misi onari dari Skotlandia.
Seorang tuna susila berke-
bangsaan Rusia di dalam kemah
tahanan kemudian mengingat
bahwa Liddell yaitu satu-satu-
nya orang yang pernah berbuat
sesuatu kepadanya tanpa meng-
harapkan upah dalam bentuk
apa pun. Ketika ia pertama ka-
li masuk ke dalam kemah tahan-
an, sendiri dan terhina, ia mem-
buat satu rak barang untuk wa-
nita ini.
Seorang tawanan yang lain
menyebutkan, “Ia mempunyai
cara yang baik dan disertai hu-
mor untuk menenangkan tem-
peramen yang kasar.”
Dalam satu pertemuan para
tawanan yang beringas, semua
mengharapkan agar ada seorang
berbuat sesuatu terhadap anak-
anak muda yang gelisah, yang
sedang terlibat masalah. Liddell
d







