Kamis, 16 Juli 2026

Yesus 2

 


n” Ima-

mat 4:29. Kesalahan orang ber-

dosa harus dipindahkan kepa-

da hewan yang tak berdosa me-

lalui pengakuan dosa dan mena-

ruh kedua tangan di atas kepala 

hewan korban. Ini melambang-

kan Kristus mengambil alih do-

sa kita di Salib; Seorang yang ti-

dak berdosa “menjadi dosa ka-

rena kita” (2 Korintus 5:21). He-

wan yang dijadikan korban ha-

rus disembelih dan darahnya 

harus mengalir keluar sebab  

itu menunjuk ke depan kepada 

hukuman tertinggi yang Kristus 

akan alami di Salib.

5. MENGAPA DARAH?

“Tanpa penumpahan da-

rah tidak ada pengampunan?” 

(Ibrani 9:22). Apa yang terjadi 

di bait suci Perjanjian Lama me-

nunjuk ke depan kepada upaya 

Kristus yang mulia untuk me-

nyelamatkan. Setelah mati un-

tuk menebus dosa kita, Ia ma-

suk ke dalam bilik yang suci “sa-

tu kali untuk selama-lamanya ke 

dalam tempat yang kudus bukan 

dengan membawa darah domba 

jantan dan darah anak lembu, 

namun  dengan membawa darah-

Nya sendiri. Dan dengan itu Ia 

telah mendapat kelepasan yang 

kekal” (ayat 12). Ketika darah 

Yesus tertumpah di salib untuk 

dosa-dosa kita, “tabir Bait Suci 

terbelah dua dari atas sampai ke 

bawah” (Matius 27:51).

sebab  pengorbanan Kristus 

di atas salib, korban-korban he-

wan tidak diperlukan lagi.

Ketika Yesus mencurahkan 

darah-Nya dari salib, Ia sedang 

menyerahkan hidup-Nya yang 

penuh penurutan secara sem-

purna sebagai ganti atas kega-

galan kita. Ketika Bapa dan Anak 

tercabik oleh perpisahan di Kal-

vari, Bapa memalingkan mu-

ka dengan penderitaan yang sa-

ngat dalam dan Anak-Nya ma-

ti sebab  luka hati yang besar. 

Tuhan  Anak masuk ke dalam se-

jarah dan mengambil bagi diri-

Nya sendiri akibat dosa itu sepe-

nuhnya dan memperagakan be-

tapa tragisnya perbuatan dosa 

itu. Dengan demikian, Ia dapat 

mengampuni orang-orang ber-

dosa tanpa meremehkan dosa. 

“Ia memperdamaikan sega-

la sesuatu dengan diri-Nya, baik 

yang ada di bumi, maupun yang 

ada di sorga, sesudah Ia meng-

adakan pendamaian oleh darah 

salib Kristus” (Kolose 1:20).

6. WAHYU MENGENAI KEHIDUPAN YESUS UNTUK 

MENYELAMATKAN KITA

Apakah pekerjaan Yesus se-

hari-hari di bait suci surga?

“sebab  itu Ia sanggup juga 

menyelamatkan dengan sem-

purna semua orang yang oleh 

Dia datang kepada Tuhan . Se-

bab IA HIDUP SENANTIASA 

UNTUK MENJADI PENGAN-

TARA mereka” Ibrani 7:25.

Sekarang Yesus “hidup” un-

tuk memberikan darah-Nya, 

pengorbanan-Nya, demi kita. 

Sekarang Ia sedang bekerja de-

ngan tekun untuk menyelamat-

kan semua manusia dari benca-

na dosa. Ada yang salah mengira 

bahwa, sebagai Pengantara, Ye-

sus di surga memohon kepada 

Tuhan  yang enggan mengampuni 

kita. Yang sebenarnya ialah, Al-

lah sangat bersukacita meneri-

ma pengorbanan Anak-Nya de-

mi kita.

Sebagai  Imam Besar kita 

di surga, Kristus juga memo-

hon dengan rasa kemanusiaan-

Nya. Ia bekerja untuk meno-

long orang yang masih ragu-

ragu untuk melihat sekali lagi 

kasih karunia itu, untuk meno-

long orang-orang berdosa yang 

putus asa mendapatkan peng-

harapan dalam Injil, dan meno-

long umat percaya menemukan 


kekayaan yang lebih besar dalam 

firman Tuhan  dan lebih berkuasa 

dalam doa. Yesus sedang mem-

bentuk hidup kita agar selaras 

dengan perintah-perintah Al-

lah dan menolong kita mengem-

bangkan tabiat agar tetap teguh 

menghadapi ujian waktu.

Tuhan  menyerahkan hidup-

Nya untuk semua orang yang 

pernah hidup di dunia ini. Dan 

sekarang, sebagai Imam Besar 

atau Pengantara kita “Ia selama-

nya hidup” untuk membimbing 

manusia agar menerima kema-

tian-Nya sebab  dosa mereka. 

Walaupun Ia mendamaikan se-

luruh dunia yang telah jatuh itu 

dengan diri-Nya di atas salib, Ia 

tetap tidak dapat menyelamat-

kan kita kecuali kita menerima 

kasih karunia-

Nya. Manusia 

tidak akan hi-

lang sebab  me-

reka orang ber-

dosa, namun  oleh 

k a ren a  m ere -

ka menolak un-

tuk menerima 

pengampunan 

yang Yesus ta-

warkan.

D o s a  m e -

rusak hubung-

an yang akrab 

y a n g  p e r n a h 

Adam dan Ha-

wa nikmati ber-

sama Tuhan . Te-

tapi Yesus, seba-

gai Anak Dom-

ba Tuhan , mati 

untuk membe-

baskan semua 

umat manusia 

dari dosa dan mengembalikan 

persahabatan yang telah hilang 

itu. Sudahkah Anda menjadi-

kan Dia sebagai Imam Besar, Se-

orang yang pernah hidup, untuk 

memelihara hubungan itu tetap 

akrab dan hangat?

Kematian Kristus sebagai 

korban sesungguhnya unik. Pe-

layanan Kristus di surga tak ter-

bandingkan. Hanya Kristus yang 

membawa Tuhan  dekat di sam-

ping kita. Hanya Kristus yang 

memungkinkan Roh Suci ting-

gal sepenuhnya dalam hati kita. 

Ia mengosongkan diri-Nya agar 

supaya membuat kita penuh. Ia 

layak mendapatkan pengakuan 

yang sama dari kita. Marilah ki-

ta menerima Dia sepenuh hati 

sebagai Juruselamat dan Tuhan 

atas kehidupan kita.

Ya Bapa di surga: Saya berte-

rima kasih kepada-Mu hari ini 

sebab  saya telah menemukan 

perhatian-Mu yang penuh kasih 

padaku secara pribadi. Saya ber-

terima kasih sebab  melalui pe-

layanan Kristus di bait suci sur-

ga, Engkau selalu menunutun hi-

dupku dan hidup umat-Mu di 

mana-mana. Tolonglah saya un-

tuk menyambut sepenuhnya dan 

selengkapnya akan tindakan-Mu 

yang penuh kemurahan untuk 

menyelamatkan saya dan mem-

berikan saya hidup yang lebih 

baik. Dalam nama Yesus, Amin.

 

Bagaimana Menerima Seluruh Pelajaran Seri

Kertas Jawaban

kristus yang selalu ada di mana-mana

Bacalah Pelajaran PENEMUAN BARU seluruhnya, yang

telah Anda terima bersama kertas jawaban ini.

Isilah kertas jawaban di halaman setelah lembaran ini ke-2. 

mudian guntinglah pada bagian yang telah ditentukan.

Tulis nama dan alamat Anda di 3. 

kotak sebelah kiri, mohon tulis-

kan dengan huruf cetak pada baris 

yang tersedia.

Kembalikanlah kertas jawaban ini 4. 

kepada pemberi seri pelajaran ini, 

atau masukkan ke dalam amplop 

kemudian kirim ke Kursus Alki-

tab PENEMUAN BARU ke alamat 

yang terdekat dengan Anda (tertera 

di halaman dalam sampul jilid dari 

seri pelajaran).

Kami akan mengembalikan kertas 5. 

jawaban ini ke alamat yang Anda 

telah tuliskan di kotak sebelah kiri. 

 

KERtAs JAwAbAN—PELAJARAN 12—KRistus yANg sELALu AdA di mANA-mANA

Bacalah kembali penuntun Pelajaran 12 PENEMUAN BARU untuk mendapatkan jawaban 

yang benar. Menemukan jawaban dalam penuntun tersebut akan memantapkan pelajarannya 

ke dalam pikiran Anda. Nomor pada setiap pertanyaan dalam kertas jawaban Anda yaitu  

nomor bagian dalam Pelajaran 12 di mana jawabannya diperoleh.

Bacalah kembali bagian Pelajaran 12 PENEMUAN BARU sesuai dengan nomor pada 

sisi kiri kertas, lalu bubuhkan (X) di depan kalimat-kalimat yang benar pada setiap 

bagian. (Petunjuk: Hanya ada satu kalimat yang salah pada setiap bagian).

1.    Melalui Roh Kudus, Yesus lebih mudah berhubungan dengan kita sekarang dari 

               pada bila Ia tinggal di dunia ini.

       Yesus ada dekat untuk menuntun hidup semua orang yang berkehendak.

       Sebagai Imam Besar, Yesus yaitu  wakil pribadi kita di surga, di sebelah kanan 

               Tuhan .

       sebab  Yesus telah dicobai sebagai seorang Manusia, maka Ia sanggup menolong  

               kita.

       Yesus mati untuk sedikit orang yang terpilih saja.

2.    Bait suci di Perjanjian Lama yaitu  tempat di mana Tuhan  bertemu dengan umat 

               Israel.

       Bait suci Perjanjian Lama sedikit manfaatnya dalam perbaktian.

       Bait suci Perjanjian Lama mengajarkan Injil yang sama dengan yang Perjanjian 

               Baru ajarkan.

3.    Pelayanan yang diadakan dalam bait suci mengajar orang mengenai kematian 

               Kristus bagi dosa-dosa kita dan pelayanan-Nya sebagai Imam Besar kita.

       Pelayanan-pelayanan dalam bait suci tidak ada artinya bagi orang Kristen.

4.    Korban yang dipersembahkan dalam bait suci menunjuk kepada salib.

       Bait suci itu tidak ada gunanya bagi bangsa Israel untuk mendapatkan pengam-

               punan atas dosa.

       Biat suci Israel merupakan pola dari bait suci surgawi.

5.    Bait suci di Yerusalem tetap mempunyai tirainya sejak zaman Kristus.

       Pekerjaan imam dalam bait suci mewakili apa yang Kristus buat untuk kita.

       Sebagai Imam Besar, Yesus sekarang sedang membersihkan kita dari dosa dengan 

               darah-Nya.

PERTANYAAN DARI HATI KE HATI: Sebagai Domba Tuhan , Yesus mati bagi dosa-

dosa kita; sebagai Imam Besar, Yesus membawa kita kepada hubungan yang akrab 

dengan Tuhan . Oleh sebab  apa yang Yesus telah perbuat dan sedang perbuat untuk kita, 

bagaimanakah perasaan Anda tentang Yesus? __

 

dari orang berdosa menjadi

orang saleh yang diampuni


Tak ada sidik jari. Tak ada 

senjata ditemukan. Tak se-

orang pun melihat pembunuh-

nya masuk ke kantor dokter itu. 

Tak seorang pun mendengar bu-

nyi tembakan. namun  Dr. Phil-

lips kedapatan tergeletak di be-

lakang mejanya. Lima peluru te-

lah menembus baju rompinya.

Tampaknya suatu kejahatan 

yang sempurna. Para detektif 

pada mulanya tidak menemu-

kan petunjuk. namun  kemudian 

mereka memperhatikan satu ka-

wat kecil yang tertempel di tem-

pat pinsil di meja Dr. Phillips. 

Kawat ini mengarah pada sa-

tu tape recorder di satu laci me-

ja. Tempat pinsil itu, mereka sa-

dari, ternyata menyembunyikan 

sebuah mikrofon yang diguna-

kan dokter itu untuk merekam 

pembicaraannya dengan para 

pasien yang mendapatkan pe-

nyuluhan dari padanya.

Para penyidik dengan cepat 

memutar tape re-

corder  i tu  dan 

mereka terkejut, 

manakala men-

dengar ulang ke-

jahatan itu yang 

sebenarnya. Se-

orang bernama 

An t h o ny  te l a h 

masuk ke  kan-

tor dan memulai 

perdebatan yang 

memanas dengan 

Dr. Phillips. Tem-

bakan pun terde-

ngar. Pita rekam-

an itu berakhir 

dengan ter iak-

an yang memilu-

kan dari psikolog 

itu, dan tergele-


1. BAGAIMANAKAH ANDA DAPAT MENGHADAPI 

PENGHAKIMAN TANPA RASA TAKUT?

tak mati di atas permadani.

Seluruh rincian peristiwa 

yang mencekam itu terekam. 

Pembunuh itu mengira kejahat-

annya itu akan tetap menjadi ra-

hasia selama-lamanya. Ia begitu 

hati-hati agar tidak meninggal-

kan petunjuk-petunjuk. namun  

pita rekaman menceritakan se-

luruh peristiwa itu. 

Dalam pelajaran ini kita akan 

belajar mengenai hukuman Al-

lah yang terakhir pada waktu 

mana manusia, “…dihakimi me-

nurut perbuatan mereka, berda-

sarkan apa yang ada tertulis di 

dalam kitab-kitab itu” (Wahyu 

20:12). Bagi mereka yang tidak 

menerima Kristus sebagai Juru-

selamat mereka, maka ini ada-

lah kabar buruk. namun  pehu-

kuman itu merupakan kabar ba-

ik yang indah bagi mereka yang 

menemukan ketenangan dalam 

Kristus.

Siapakah yang akan meng-

hakimi dunia ini?

“Bapa tidak menghakimi 

siapa pun, melainkan telah me-

nyerahkan penghakiman itu se-

luruhnya kepada Anak” Yoha-

nes 5:22

Bagaimanakah salib itu mem-

persiapkan Kristus untuk men-

jadi Hakim kita?

“Kristus Yesus telah ditentu-

kan Tuhan  menjadi jalan pen-

damaian sebab  iman, dalam 

darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya 

untuk menunjukkan keadilan-

Nya… supaya nyata, bahwa Ia 

benar dan juga membenarkan 

orang yang percaya kepada Ye-

sus” Roma 3:25-26.

Kematian Kristus di salib se-

bagai pengganti kita menyang-

gupkan Dia bertindak baik se-

bagai seorang Hakim yang adil 

dan juga seorang Pembela yang 

dapat mengampuni orang ber-

dosa yang bertobat. Bila semes-

ta alam yang sedang memper-

hatikan itu mengajukan perta-

nyaan, “Bagaimanakah mung-

kin hakim yang tidak berpihak 

menyatakan orang yang bersa-

lah itu tidak bersalah?” Kristus 

akan menjawab dengan menun-

juk pada luka di tangan-Nya. Ia 

telah menerima hukuman yang 

adil sebab  dosa-dosa kita de-

ngan tubuh-Nya sendiri.

Buku surga menyimpan satu 

catatan hidup setiap orang, dan 

catatan ini digunakan dalam 

penghakiman (Wahyu 20:12). 

Itu yaitu  kabar buruk bagi me-

reka yang membayangkan bah-

wa dosa-dosa dan kejahatan me-

reka tidak akan pernah kembali 

menghantui mereka. namun  ada-

lah suatu kabar baik yang indah 

bagi mereka yang telah dengan 

tulus menerima Kristus sebagai 

Pembela mereka di surga: “…

darah Yesus,… menyucikan ki-

ta dari pada segala dosa”(1 Yo-

hanes 1:7).

Apakah yang Yesus tawarkan 

sebagai ganti hidup kita yang 

penuh dosa?

“Dia (Kristus) yang tidak 

mengenal dosa telah dibuat-

Nya menjadi dosa sebab  ki-

ta, supaya dalam Dia kita di-

benarkan oleh Tuhan ” 2 Korin-

tus 5:21.

Hidup k i ta  yang  berdo -

sa ditukar dengan hidup Kris-

tus yang benar itu. Oleh kare-

na hidup dan kematian Kristus 

yang tanpa dosa itu, Tuhan  dapat 

mengampuni kita dan memper-

lakukan kita seperti tidak per-

nah berdosa.

Kualifikasi apakah yang me-

layakkan Yesus, sebagai Penasi-

hat dan Hakim itu?

2. KRISTUS DATANG TEPAT WAKTU

Pada saat pembaptisan-Nya, 

Yesus diurapi oleh Roh Kudus:

Sesudah dibaptis, Yesus se-

gera keluar dari air dan pada 

waktu itu juga langit terbuka 

dan Ia melihat Roh Tuhan  se-

perti burung merpati turun ke 

atas-Nya, lalu terdengarlah su-

ara dari sorga yang mengata-

kan: ‘Inilah Anak-Ku yang Ku-

kasihi, kepada-Nyalah Aku ber-

kenan’” Matius 3:16, 17.

Segera setelah pengurapan 

Kristus oleh Roh Kudus pada 

saat pembaptisan-Nya, murid-

murid mengumumkan:

“. . . ‘Kami telah menemukan 

Mesias’ (Kristus)” Yohanes 1:41.

Murid-murid mengetahui 

bahwa kata Ibrani “Mesias” dan 

kata Gerika “Kristus” keduanya 

berarti “Orang yang diurapi.”

Lukas, seorang murid Yesus, 

mencatat waktu pengurapan Ye-

sus sebagai Mesias yaitu pada ta-

hun kelima belas dari Kaisar Ti-

berius (Lukas 3:1, 2). Bagi kita 

itu yaitu  tahun 27 T.M.

Lebih dari 500 tahun sebe-

lum Yesus datang, Nabi Daniel 

meramalkan bahwa Yesus akan 

diurapi sebagai Mesias pada ta-

hun 27 T.M.

“Dari saat firman itu keluar, 

yakni bahwa Yerusalem akan di-

pulihkan dan dibangun kemba-

li, sampai pada kedatangan seo-

rang yang diurapi, . . . ada tujuh 

kali tujuh masa (Bahasa Ibrani: 

Minggu); dan enam puluh dua 

kali tujuh masa (minggu) lama-

nya” Daniel 9:25.

Tujuh minggu dalam enam 

puluh dua minggu menjadi 

enam puluh sembilan minggu 

atau 483 hari (7 x 69 = 483 hari). 

Dalam lambang nubuatan Alki-

tab, kita menghitung satu hari 

sama dengan satu tahun (Yehez-

kiel 4:6; Bilangan 14:34) sehing-

ga 483 hari sama dengan 483 ta-

hun, Daniel meramalkan bahwa 

satu perintah akan dikeluarkan 

untuk membangun dan memu-

lihkan Yerusalem, dan persis 483 

tahun setelah perintah ini, Mesi-

as akan muncul.

Apakah Yesus muncul sebagai 

Mesias pada waktu yang sudah 

ditentukan? Artasasta menge-

luarkan dekrit untuk memba-

ngun Yerusalem pada tahun 457 

S.M. (Ezra 7:7-13; 21-26). Ma-

sa 483 tahun, dengan demiki-

an berakhir pada tahun 27 T.M. 

(457 + Thn. 27 T.M. = 484). Na-

mun, dekrit itu keluar pada ta-

hun 457 dan Kristus diurapi pa-

da tahun 27, yang berarti ked-

ua-keduanya terjadi di tengah-

teng ah tahun, sehingga jangka 

waktu yang tepat ialah 483 ta-

hun).

Persis pada waktu yang di-

tentukan, tahun 27 T.M. Yesus 

muncul dengan pekabaran, “Su-

dah tiba saatnya.” Penggenapan 

yang tepat dari nubuatan Alki-

tab yaitu  penegasan yang me-

yakinkan bahwa Yesus dari Na-

zaret benarlah Mesias, Tuhan  tu-

run ke dunia kita dalam bentuk 

daging manusia.

Berapa lama Yesus menegas-

kan janjinya? “Raja itu akan 

membuat perjanjian itu men-

jadi berat bagi banyak orang 

selama satu kali tujuh masa 

(minggu, Ibrani)” Daniel 9:27, 

bagian pertama.

Bila kita terapkan prinsip ta-

hun hari ini, maka “minggu” ini 

berarti tujuh tahun. Jadi, untuk 

tujuh tahun Yesus—dari tahun 

27 T.M. sampai tahun 34 T.M.—

Yesus akan “menegaskan satu 

korban,” atau janji, yang Ia telah 

buat kepada Adam dan Hawa ti-

dak lama setelah mereka berdo-

sa. Tuhan  mengadakan satu janji 

bahwa Ia akan menyelamatkan 

umat manusia dari dosa melalui 

kematian Seorang yang Ia akan 

utus untuk mati sebab  dosa-

dosa kita (Kejadian 3:15).

Apakah yang akan terjadi di 

tengah-tengah minggu ketu-

juh-puluh itu? “... Pada perte-

ngahan tujuh masa itu ia akan 

menghentikan korban sembe-

lihan dan korban santapan…” 

Daniel 9:27. 

Yesus disalibkan pada tahun 

31 TM, di tengah-tengah ming-

gu.” Pada saat Kristus mati, Al-

lah mencabik “tabir Bait Suci 

terbelah dua dari atas sampai 

ke bawah” (Matius 27:51). Per-

sembahan korban (suatu lam-

bang dari Yesus, “Anak Domba 

Tuhan ”) lepas dari tangan imam. 

Ini menjadi tanda bahwa Tuhan  

tidak ingin lagi manusia mem-

persembahkan korban binatang. 

Menggenapi nubuatan sesuai 

dengan apa yang dikatakan, Ye-

sus, “mengakhiri” segala kebu-

tuhan akan persembahan kor-

ban binatang (Daniel 9:27). Se-

jak kematian Kristus, manusia 

mendapatkan jalan kepada Al-

lah bukan melalui korban bi-

natang dan para imam manu-

sia, namun  melalui Mesias, Anak 

Domba Tuhan  dan Imam Besar 

kita.


3. JAMINAN AKAN DOSA YANG DIAMPUNI

Menurut nubuatan Daniel, 

mengapa Yesus mati?

“Sesudah keenam puluh dua 

kali tujuh masa itu akan di-

singkirkan seorang yang telah 

diurapi, padahal tidak ada sa-

lahnya apa-apa” Daniel 9:26.

Pada kematian-Nya di salib, 

Yesus, “mati, bukan untuk diri-

Nya sendiri.” Ia mati “bukan un-

tuk membayar hukuman untuk 

dosa-Nya sendiri, namun  mem-

bayar hukuman untuk dosa-do-

sa Anda dan saya dan untuk do-

sa-dosa seluruh dunia.”

Bagaimanakah kita mengeta-

hui bahwa Tuhan  telah mengam-

puni semua dosa-dosa kita?

“Yaitu kebenaran Tuhan  ka-

rena iman dalam Yesus Kris-

tus bagi semua orang yang per-

caya. Sebab tidak ada perbe-

daan. sebab  SEMUA ORANG 

TELAH BERBUAT D OSA… 

dan oleh KASIH KARUNIA te-

lah  DIBENARKAN de ng an 

 

cuma-cuma sebab  penebus-

an dalam Kristus Yesus… ka-

rena iman, dalam darah-Nya. 

Hal ini dibuat-Nya untuk me-

nunjukkan keadilan-Nya, kare-

na Ia telah membiarkan dosa-

dosa yang telah terjadi dahulu 

pada masa kesabaran-Nya” Ro-

ma 3:22-25.

Hal-hal yang terutama dalam 

ayat-ayat ini yaitu : Kita “se-

mua telah berdosa,” namun  oleh 

sebab  “kasih karunia” Tuhan , se-

mua “dibenarkan,” yang memi-

liki “iman” dalam kuasa penyu-

cian dari “darah” Kristus. Bila 

kita dibenarkan, Tuhan  menya-

takan kita tidak bersalah, meng-

hapus kesalahan dari dosa-dosa 

masa lalu. Dan Tuhan  menyata-

kan kita benar; “kebenaran Al-

lah datang melalui iman dalam 

Yesus Kristus.”

Kita semua yang lelah oleh 

pergumulan untuk menjadi ba-

ik, untuk memperbaiki diri kita 

sendiri, dapat menemukan per-

hentian sejati melalui peneri-

maan kasih karunia Kristus. Ia 

berjanji, “Marilah kepada-Ku, 

semua yang letih lesu dan ber-

beban berat, Aku akan membe-

ri kelegaan kepadamu” (Mati-

us 11:28). Kita semua yang di-

bebani dengan luka-luka dosa 

masa lalu dan rasa ketidaklayak-

an dan rasa malu yang menya-

kitkan, dapat menemukan ke-

damaian dan kepenuhan dalam 

Kristus.

4. WAKTU PENGHAKIMAN DIMULAI

Di pasal delapan buku Da-

niel, seorang malaikat menun-

jukan kepada nabi itu satu pa-

norama yang indah mengenai 

masa depan. Daniel melihat (1) 

“domba jantan, (2) kambing 

jantan, dan (3) “tanduk lecil” 

yang melambangkan Medo-Per-

sia, Gerika, dan Roma (Daniel 

8:1-2, 20-26).

Apakah bagian keempat dari 

nubuatan itu?

“Kemudian kudengar seo-

rang kudus berbicara, dan seo-

rang kudus lain berkata kepada 

yang berbicara itu: ‘Sampai be-

rapa lama berlaku penglihatan 

ini, yakni korban sehari-hari 

dan kefasikan yang membina-

sakan, tempat kudus yang dise-

rahkan dan bala tentara yang 

diinjak-injak?’ Maka ia menja-


wab: “’Sampai lewat dua ribu 

tiga ratus petang dan pagi, lalu 

tempat kudus itu akan dipulih-

kan dalam keadaan yang wa-

jar’” Daniel 8:13, 14.

Daniel pingsan sebelum ma-

laikat menjelaskan nu-

buatan 2300 dan pasal 

delapan ini ditutup 

tanpa ada penafsir-

annya. namun  setelah 

itu malaikat muncul 

kembali  dan me-

nyatakan:

“… Jadi cam-

k a n l a h  f i r m a n 

itu dan perhati-

kanlah pengli-

hatan itu! Tu-

juh puluh ka-

l i  tujuh ma-

s a  ( m i n g -

gu, Ibrani) 

telah dite-

tapkan (di-

h e n t i k a n , 

Ibrani)  atas 

bangsamu dan 

atas kotamu yang 

kudus, untuk mele-

nyapkan kefasikan, un-

tuk mengakhiri dosa, untuk 

menghapuskan kesalahan, un-

tuk mendatangkan keadilan 

yang kekal, untuk menggenap-

kan penglihatan dan nabi, dan 

untuk mengurapi yang maha 

kudus” Daniel 9:22-24.

Dua ribu tiga ratus hari, ten-

tu saja berarti 2300 tahun, sa-

tu hari melambang-

kan satu tahun 

( Ye h e z k i -

e l  4 : 6 ) . 

T u j u h 

p u l u h 

m i n g -

gu, atau 

490 tahun, 

terdiri dari ba-

gian pertama dari 

j a n g -

ka wak-

tu 2300 tahun. 

Kedua  j ang ka  wak-

tu itu mulai pada tahun 457 

S.M ketika Persia mengeluarkan 

dekrit “untuk membangun dan 

memulihkan kembali Yerusa-


lem.” Mengurangi 490 tahun da-

ri 2300 tahun sisanya ialah 1810. 

Menambah 1810 tahun dengan 

tahun 34 T.M, pada waktu ma-

na 490 tahun itu berakhir, akan 

menjadi tahun 1844 T.M.

5. BAIT SUCI SURGA DIBERSIHKAN—

PENGHAKIMAN

Malaikat mengatakan kepada 

Daniel bahwa pada tahun 1844, 

pada akhir masa 2300 tahun, 

“bait suci itu akan dibersihkan.” 

(Daniel 8:14). namun  apa mak-

sudnya? Sejak tahun 70 T.M, ke-

tika orang Roma menghancur-

kan bait suci di Yerusalem, umat 

Tuhan  tidak lagi memiliki bait 

suci di bumi. Jadi bait suci yang 

harus dibersihkan itu, mulai ta-

hun 1844, pastilah bait suci sur-

ga, sedangkan bait suci dunia 

hanyalah tiruan.

Sekarang apakah arti dari ba-

it suci surga itu dibersihkan? Is-

rael Purba menyebutkan hari 

untuk membersihkan bait su-

ci di dunia, Yom Kippur, seba-

gai Hari Grafirat. Dan memang 

benar, itulah hari penghakiman 

bagi orang Ibrani.

Sebagaimana yang kita da-

pati dalam pelajaran 12, peker-

jaan Kristus demi kita di bait 

suci memiliki dua fase: (1) kor-

ban harian berfokus pada pe-

layanan imam di bilik pertama 

dalam bait suci, bilik yang su-

ci. (2) korban tahunan berpusat 

pada pelayanan Imam Besar di 

bilik kedua, bilik yang mahasu-

ci (Imamat 16).

Dalam bait suci dunia, pada 

waktu orang-orang mengakui 

dosa-dosa mereka tiap-tiap hari, 

darah dari binatang yang disem-

belih dipercikan di sudut mez-

bah, lalu dibawa ke bilik yang 

suci (Imamat 4 dan 6). Jadi, da-

lam bentuk lambang, hari demi 

hari dosa-dosa yang diakui di-

bawa ke bait suci dan diletak-

kan di sana.

Lalu tiap tahun, pada hari 

grafirat, bati suci itu dibersih-

kan dari semua dosa yang diakui 

tahun yang lalu (Imamat 16). 

Sebagai sambutan atas penyu-

cian ini, Imam Besar mengada-

kan korban istimewa yaitu se-

ekor kambing yang terpilih. Ke-

mudian ia membawa darah itu 

ke bilik yang mahasuci dan me-

mercikan darah penyucian ini 

di depan tirai pendamaian un-

tuk menunjukkan bahwa darah 

Yesus, Penebus yang akan da-

tang, akan membayar hukuman 

atas dosa. Imam Besar kemudi-

an secara simbolis memindah-

kan dosa-dosa yang sudah di-

ampuni dari bait suci dan me-

naruhnya di atas kepala kam-

bing yang lain, yang dibawa ke 

padang belantara untuk mati di 

sana (Imamat 16:20-

22).

Up a c a r a  Ta h u n -

an dari Hari Grafirat 

ini membersihkan bait 

suci dari dosa. Orang-

orang menganggap itu 

sebagai hari pengha-

kiman sebab  mere-

ka yang menolak un-

tuk mengakui dosa-

dosa mereka diang-

gap bukan orang be-

nar dan “dibuang da-

ri lingkungan (Tuhan ).” 

(Imamat 23:29).

Apa yang dilaku-

kan Imam Besar seca-

ra simbolis sekali se-

tahun, Yesus melaku-

kannya sekali untuk selamanya 

sebagai Imam Besar kita (Ibra-

ni 9:6-12). Pada hari pengha-

kiman yang agung Ia memin-

dahkan dari bait suci dosa-do-

sa yang sudah diakui oleh se-

mua yang telah menerima Dia 

sebagai Juruselamat. Jika kita te-

lah mengakui dosa-dosa kita, Ia 

akan menghapuskan untuk se-

lama-lamanya catatan dosa-do-

sa kita pada waktu itu. (Kisah 

3:19). Pelayanan ini yaitu  pe-

kerjaan penghakiman yang di-

 13 13

mulai Yesus pada tahun 1844.

Pada tahun 1844, ketika ha-

ri penghakiman Tuhan  mulai di 

surga, satu pekabaran menge-

nai hari penghakiman mulai di-

khotbahkan ke seluruh dunia 

(Wahyu 14:6-7). Pelajaran PE-

NEMUAN BARU yang akan da-

tang berbicara mengenai peka-

baran ini.

6. MENGHADAPI CATATAN HIDUP ANDA PADA 

PENGHAKIMAN

Sejak 1844, Kristus, sebagai 

Hakim, telah memeriksa catat-

an setiap orang yang pernah hi-

dup untuk memastikan siapa-

kah di antara mereka yang se-

lamat bila Yesus datang. Seba-

gai Hakim kita, Yesus “mengha-

pus” semua dosa dari orang be-

nar dari catatan hidup mereka 

di surga (Kisah 3:19).

Bila nama Anda muncul di 

penghakiman, mudahlah meng-

hadapi catatan hidup Anda—JI-

KA Anda telah menerima Kris-

tus sebagai Pengganti Anda. Dan 

bila penghakiman akan orang-

orang benar itu sudah selesai, 

Yesus kembali ke bumi untuk 

memberi upah kepada mereka 

(Wahyu 22:12, 14).

Apakah Anda bersedia bagi 

kedatangan Yesus? Atau adakah 

sesuatu yang Anda sembunyi-

kan dari pada-Nya? Apakah An-

da mempunyai hubungan yang 

terbuka dan jujur dengan Seo-

rang yang berjanji:

“Jika kita mengaku dosa ki-

ta, maka Ia yaitu  setia dan 

adil, sehingga Ia akan meng-

ampuni segala dosa kita dan 

menyucikan kita dari segala 

kejahatan” 1 Yohanes 1:9.

Pengakuan berarti setuju un-

tuk menghadapi dosa-dosa kita, 

menerima pengampunan dari 

Tuhan  dan mengakui kebutuhan 

kita akan kuasa dan kasih karu-

nia-Nya.

Sementar a  mengunjung i 

penjara Postdam, Raja Freder-

ick William I mendengar sejum-

lah permohonan pengampunan. 

Semua narapidana bersumpah 

bahwa hakim yang penuh pra-

sangka, saksi-saksi yang menu-

duh atau penasihat hukum yang 

tidak jujur bertanggung jawab 

atas pemenjaraan mereka. Da-

ri satu sel ke sel lain cerita yang 

sama dari orang bersalah yang 

merasa tidak bersalah ini ber-

lanjut.

namun  di satu sel seorang na-

rapidana yang ada di situ ti-

dak mengatakan apa pun. Kare-

na keheranan, Frederick berse-

loroh, “Saya kira Anda juga ti-

dak bersalah.”

“Tidak, paduka” seorang me-

nyahut, “Saya bersalah dan sa-

ngat patut menerima semua 

ini.”

Raja menoleh kepada peng-

awal dan berseru dengan nya-

ring, “Mari dan lepaskan orang 

hukuman ini dengan segera, se-

belum ia dirusak oleh orang ba-

nyak yang tidak bersalah itu.”

Bagaimanakah kita memper-

siapkan diri untuk penghakim-

an itu? Bagaimanakah kita ber-

sedia untuk kedatangan Kris-

tus? Hanyalah dengan pengaku-

an yang jujur akan kebenaran: 

Saya sangat patut menerima hu-

kuman kematian sebab  dosa-

dosa saya, namun  Seorang yang 

lain telah mengganti tempat sa-

ya dan memberikan kepada saya 

pengampunan yang ajaib itu.

Buatlah pengakuan Anda se-

karang ini juga agar apa pun 

yang terjadi, Anda akan meme-

lihara hubungan Anda dengan 

Kristus dengan sejujur-jujurnya 

dan sepenuh hati. 

 

Bagaimana Menerima Seluruh Pelajaran Seri

Kertas Jawaban

dari orang berdosa menjadi orang saleh yang diampuni

Bacalah Pelajaran PENEMUAN BARU seluruhnya, yang 1. 

telah Anda terima bersama kertas jawaban ini.

Isilah kertas jawaban di halaman setelah lembaran ini ke-2. 

mudian guntinglah pada bagian yang telah ditentukan.

Tulis nama dan alamat Anda di 3. 

kotak sebelah kiri, mohon tulis-

kan dengan huruf cetak pada baris 

yang tersedia.

Kembalikanlah kertas jawaban ini 4. 

kepada pemberi seri pelajaran ini, 

atau masukkan ke dalam amplop 

kemudian kirim ke Kursus Alki-

tab PENEMUAN BARU ke alamat 

yang terdekat dengan Anda (tertera 

di halaman dalam sampul jilid dari 

seri pelajaran).

Kami akan mengembalikan kertas 5. 

jawaban ini ke alamat yang Anda 

telah tuliskan di kotak sebelah kiri. 

 

KERtAs JAwAbAN—PELAJARAN 13—dARi oRANg bERdosA mENJAdi oRANg sALEh yANg diAmPuNi

Bila menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah, Anda boleh membaca kembali penuntun 

Pelajaran 13 PENEMUAN BARU Anda untuk mendapatkan jawaban yang benar. 

Bacalah lagi bagian-bagian dalam Pelajaran 13 PENEMUAN BARU Anda yang sesuai 

dengan nomor di sisi kiri kertas, lalu bubuhkan (X) di depan setiap pernyataan yang 

BENAR. (Petunjuk: Di beberapa bagian semua pernyataan itu benar).

1.   Kematian Kristus di atas salib menyanggupkan Dia

  menjadi hakim yang adil.

  menjadi pembela yang penuh kemurahan.

  menyatakan orang berdosa yang tidak bertobat diampuni.

  menyatakan orang berdosa yang bertobat diampuni.

  mengubah hidup kita yang berdosa dengan hidup-Nya yang Benar.

2.   Pada waktu Yesus dibaptiskan, tahun 27 T.M., Ia

  dinyatakan sebagai Anak Tuhan .

  dinyatakan sebagai Mesias.

  dinyatakan harus datang beberapa tahun kemudian.

  dinyatakan harus datang pada waktunya.

      Tiga setengah tahun kemudian pada tahun 31 T.M.

  Yesus disalibkan sebagai Anak Domba Tuhan .

  Kematian Yesus mengakhiri perlunya korban binatang lagi.

3.   Pembenaran berarti, sebab  iman kita kepada Kristus,

  Ia membersihkan kita dari dosa, dan Tuhan  menyatakan kita tidak ber-

  dosa.

  Ia menutup dosa kita dengan darah-Nya, dan Tuhan  menyatakan kita 

  orang benar.

4, 5.  Pada tahun 1844.

  Hari penghakiman Tuhan  mulai di surga.

   Yesus mulai pekerjaan membersihkan bait suci surga yaitu pekerjaan 

  penghakiman.

6, 7.  PIKIRKANLAH HAL INI: Melalui kematian-Nya di atas salib dan pekerjaan-Nya 

sebagai Hakim, Yesus bisa mengampuni dosa-dosa kita dan menghapus semua catatan 

dosa kita. Hanya ada satu syarat: Kita meminta pengampunan atas dosa-dosa kita dan 

menerima hati yang baru dan roh yang baru dari Yesus. Apakah masalah Anda ada di 

dalam tangan Yesus, Seorang yang mengasihi Anda yang mati mengganti tempat Anda?

 

Rahasia doa

yang dijawab


Anatoli Levitin, seorang pe-

nulis dan sejarahwan ber-

kebangsaan Rusia, bertahun-ta-

hun tinggal di Gulag Siberia di 

tempat mana doa dan permo-

honan kepada Tuhan  sepertinya 

sudah membeku. namun  ia pu-

lang kembali dengan keroha-

nian yang tetap segar. ”Mukji-

zat yang terbesar dari semua-

nya ialah doa,” tulisnya. “Hanya 

dengan kembali secara mental 

kepada Tuhan  maka seketika itu 

juga saya merasa satu kekuat-

an dicurahkan kepada saya da-

ri satu tempat, ke dalam jiwa sa-

ya, ke dalam seluruh kehidup-

an saya. Apakah itu? Dari mana-

kah saya, seorang tua renta yang 

tak berguna, dan bosan hidup 

ini, mendapatkan kekuatan ini, 

yang membarui dan menyela-

matkan saya, serta mengangkat 

saya tinggi ke atas bumi? Itu be-

rasal dari luar diri saya—dan ti-

dak ada kekuatan seperti itu di 

dalam dunia ini yang bisa mela-

wannya?”

Dalam pelajaran ini kita akan 

melihat bagaimana doa bisa me-

nolong kita membangun hu-

bungan yang lebih kuat dengan 

Tuhan  dan membina kehidupan 

Kekristenan yang kokoh.

1. PERCAKAPAN DENGAN Tuhan 

Bagaimanakah kita bisa ya-

kin bahwa Tuhan  mendengar bila 

kita berdoa?

“Dan apabila kamu ber-

seru dan datang untuk BER-

DOA KEPADAKU, maka AKU 

AKAN MENDENGARKAN KA-

MU; apabila kamu mencari 

Aku, kamu akan menemukan 

Aku; apabila kamu menanya-

kan Aku dengan segenap hati” 

Yeremia 29:12, 13.

Jaminan apakah yang Yesus 

berikan bahwa Ia akan mende-

ngar dan menjawab doa kita?

“Oleh sebab  itu Aku berka-

ta kepadamu: Mintalah, maka 

akan diberikan kepadamu; ca-

rilah, maka kamu akan men-

dapat; ketoklah, maka pintu 

akan dibukakan bagimu” Lu-

kas 11:9.

Doa yaitu  percakapan dua 

arah. Itulah yang Yesus janjikan:

“Lihat, Aku berdiri di mu-

ka pintu dan mengetok; jika

lau ada orang yang mendengar 

sua ra-Ku dan membukakan 

pintu, Aku akan masuk men-

dapatkannya dan Aku makan 

bersama-sama dengan dia, dan 

ia bersama-sama dengan Aku” 

Wahyu 3:20.

Mungkinkah kita duduk dan 

makan malam sambil bercakap-

cakap dalam suasana yang me-

nyenangkan bersama Kristus? 

Pertama, oleh memberitahukan 

kepada-Nya segala sesuatu yang 

ada di hati kita dalam doa. Ke-

dua, oleh mendengar dengan 

cermat. Ketika kita bermedita-

si dalam doa, Tuhan  bisa berbica-

ra kepada kita secara langsung. 

Dan sementara kita membaca 

Firman Tuhan  dengan penuh pe-

nyerahan, Tuhan  akan berbica-

ra kepada kita melalui halaman-

halaman Alkitab.

Doa bisa menjadi jalan hidup 

bagi orang Kristen.

“Bersukacitalah senantiasa. 

TETAPLAH BERDOA. Meng-

ucap syukurlah dalam segala 

hal, sebab itulah yang dikehen-

daki Tuhan  di dalam Kristus Ye-

sus bagi kamu” 1 Tesalonika 

5:16-18.

Bagaimanakah kita bisa ber-

doa terus menerus? Haruskah 

kita tetap berlutut selalu atau te-

rus mengulangi kalimat-kalimat 

pujian atau permohonan? Ten-

tu tidak. namun  kita harus hidup 

dalam hubungan yang demiki-

an erat dengan Yesus sehingga 

kita merasa bebas untuk berbi-

cara kepada-Nya kapan pun, di 

mana pun.

“Di tengah jalan yang ra-

mai, di tengah urusan bisnis, ki-

ta bisa menyampaikan permin-

taan kepada Tuhan  dan memo-

hon tuntunan Ilahi …. Kita ha-

rus membuka pintu hati terus-

menerus dan undangan kita na-

ik ke atas memohon agar Yesus 

bisa datang dan tinggal sebagai 

tamu surga dalam jiwa kita” Step 

To Christ hlm. 99.

Salah satu cara terbaik un-

tuk mengembangkan hubung-

an akrab seperti itu ialah bela-

jar bermeditasi sementara ki-

ta berdoa.

“Biarlah renunganku manis 

kedengaran kepada-Nya! Aku 

hendak bersukacita sebab  TU-

HAN” Mazmur 104:34.

Janganlah cepat-cepat lang-

sung kepada satu daftar permo-

honan bila Anda berdoa. Tung-

gu. Dengar. Dengan sedikit pe-

renungan kembali dalam doa bi-

sa menambah hubungan Anda 

dengan Tuhan .

“Mendekatlah kepada Tuhan , 

dan Ia akan mendekat kepada-

mu” Yakobus 4:8.

Lebih dekat kita datang ke-

pada Yesus, akan lebih besar ke-

sanggupan kita untuk menik-

mati kehadiran-Nya. sebab  itu 

tetaplah berbicara dengan Ye-

sus, dan jangan khawatir untuk 

mencari kata-kata yang tepat. 

Berbicaralah dengan jujur dan 

terbuka. Bicarakanlah tentang 

segala sesuatu. Ia telah meng-

alami kesengsaraan sampai ke-

matian agar supaya bisa menja-

di Sahabat akrab Anda.


2. CARA BERDOA

Bila kita mau berdoa, kita bo-

leh mengikuti susunan doa Tu-

han Yesus, model doa yang Yesus 

ajarkan kepada murid-murid-

Nya sebagai jawaban atas per-

mohonan mereka: “Ajarkan ka-

mi berdoa.”

“Bapa kami yang di sorga, 

Dikuduskanlah nama-Mu, da-

tanglah Kerajaan-Mu, jadi-

lah kehendak-Mu di bumi se-

perti di sorga. Berikanlah ka-

mi pada hari ini makanan ka-

mi yang secukupnya dan am-

punilah kami akan kesalahan 

kami, seperti kami juga meng-

ampuni orang yang bersalah 

kepada kami; dan janganlah 

membawa kami ke dalam pen-

cobaan, namun  lepaskanlah ka-

mi dari pada yang jahat. [Ka-

rena Engkaulah yang empunya 

Kerajaan dan kuasa dan kemu-

liaan sampai selama-lamanya. 

Amin]” Matius 6:9-13.

Menurut contoh yang dibe-

rikan Yesus dalam doa-Nya, ki-

ta harus datang kepada Tuhan  se-

laku Bapa surgawi kita. Mohon 

agar kehendak-Nya berlaku da-

lam hati kita sama seperti ke-

hendak-Nya berlaku di seluruh 

surga. Kita mencari Dia untuk 

kebutuhan jasmani kita, untuk 

pengampunan dan untuk sikap 

yang suka mengampuni. Ingat 

bahwa kemampuan kita meno-

lak dosa berasal dari Tuhan . Doa 

Yesus berakhir dengan ungkap-

an rasa syukur.

Pada kesempatan lain Ye-

sus menyuruh murid-murid-

Nya untuk berdoa kepada Ba-

pa “dalam nama-Ku” (Yoha-

nes 16:23)—yaitu, berdoa sela-

ras dengan prinsip-prinsip yang 

diajarkan Yesus. Itu sebabnya 

orang-orang Kristen biasanya 

mengakhiri doa mereka dengan 

kata-kata: “Dalam nama Yesus, 

Amin.” Amin yaitu  kata Ibrani 

yang berarti “Jadilah demikian.”

Meskipun doa Tuhan Yesus 

memberikan pedoman apa yang 

perlu didoakan dan bagaimana 

menyusun doa, komunikasi ki-

ta dengan Tuhan  akan sangat ber-

hasil guna bila diungkapkan se-

cara spontan dan keluar dari lu-

buk hati yang dalam.

Kita boleh berdoa dalam se-

gala hal. Tuhan  mengundang ki-

ta untuk berdoa tentang peng-

ampunan atas dosa-dosa kita 

(1 Yohanes 1:9), meningkatkan 

iman (Markus 9:24, keperluan 

hidup (Matius 6:11), kesembuh-

an dari penderitaan dan penya-

kit (Yakobus 5:15), dan pencu-

rahan Roh (Zakharia 10:1). Ye-

sus meyakinkan kita bahwa ki-

ta dapat menyampaikan semua 

kebutuhan dan masalah kita ke-

pada-Nya; tidak ada yang terlalu 

kecil untuk didoakan.

“ S e r a h k a n l a h  s e g a l a 

kekuatir anmu kepada-Nya, se-

bab Ia yang memelihara kamu” 

1 Petrus 5:7.

Juruselamat kita menaruh 

perhatian atas semua masalah 

hidup kita. Hati-Nya menja-

di hangat jika hati kita datang 

kepada-Nya dalam kasih dan 

iman.

3. DOA PRIBADI

Hampir semua orang mem-

punyai hal-hal yang enggan di-

sampaikan, kepada teman ter-

dekat sekalipun. sebab  itu Al-

lah mengundang kita untuk me-

lepaskan beban kita dalam doa 

pribadi kita: hati ke hati seca-

ra pribadi kepada Tuhan  sendi-

ri. Bukan sebab  Ia memerlu-

kan informasi. Yang Mahakuasa 

itu tahu rasa takut kita yang ter-

sembunyi, motif kita yang ter-

simpan dan dendam yang ter-

pendam lebih daripada diri kita 

sendiri. namun  kita perlu mem-

buka hati kita kepada Seorang 

yang mengetahui kita secara in-

tim dan yang mengasihi kita 

tanpa batas. Penyembuhan bisa 

mulai bila Yesus menjamah lu-

ka-luka kita.

Bila kita berdoa, Yesus, Imam 

Besar kita, ada dekat untuk me-

nolong kita:

“Sebab Imam Besar yang ki-

ta punya, bukanlah imam be-

sar yang tidak dapat turut me-

rasakan kelemahan-kelemah-

an kita, sebaliknya SAMA DE-

NGAN KITA, IA TELAH DICO-

BAI, hanya tidak berbuat dosa. 

Sebab itu marilah kita dengan 

penuh keberanian menghampi-

ri takhta kasih karunia, supaya 

kita menerima rahmat dan me-

nemukan kasih karunia untuk 

mendapat pertolongan kita pa-

da waktunya” Ibrani 4:15, 16.


Apakah Anda merasa takut, 

tertekan dan merasa bersalah? 

Letakkan itu di hadapan Tuhan. 

Ia akan meyediakan segala ke-

butuhan kita.

Haruskah ada tempat khusus 

bagi kita untuk berdoa?

“namun  jika engkau berdoa, 

masuklah ke dalam kamarmu, 

tutuplah pintu dan berdoalah 

kepada Bapamu… akan mem-

balasnya kepadamu” Matius 

6:6.

Sebagai tambahan atas ber-

doa sambil berjalan di jalan, 

bekerja atau menikmati per-

temuan-pertemuan sosial, seti-

ap orang Kristen harus menga-

tur dan menyediakan waktu se-

tiap hari untuk doa perorangan 

dan belajar Alkitab. Buatlah jan-

ji temu Anda dengan Tuhan  pada 

saat yang Anda rasakan paling 

siap dan dapat berkonsentrasi 

dengan sebaik-baiknya.


4. DOA UMUM

Bergabung dengan orang la-

in dalam doa menciptakan sua-

tu ikatan khusus dan mengun-

dang kuasa Tuhan  dengan satu 

cara yang khusus.

“Sebab di mana dua atau 

tiga orang berkumpul dalam 

nama-Ku, di situ Aku ada di 

tengah-tengah mereka” Mati-

us 18:20.

Satu hal yang kita dapat per-

buat sebagai satu keluarga ialah 

mengembangkan satu kehidup-

an berdoa bersama-sama. Tun-

jukkan kepada anak-anak An-

da bahwa kita dapat membawa 

keperluan kita secara langsung 

kepada Tuhan . Mereka akan ter-

tarik mengetahui tentang Tuhan  

pada waktu mereka melihat Dia 

menjawab doa secara rinci da-

lam praktik hidup ini. Jadikan-

lah kebaktian keluarga menjadi 

satu waktu untuk berbagi rasa 

yang santai dan penuh bahagia.

5. TUJUH RAHASIA DOA YANG DIJAWAB

Ketika Musa berdoa, La-

ut Merah terbelah. Ketika Elia 

berdoa, api turun dari langit. 

Ketika Daniel berdoa, seorang 

malaikat mengunci mulut pa-

ra singa yang kelaparan. Alkitab 

memberikan kepada kita banyak 

sekali jawaban doa. Dan Alkitab 

menganjurkan doa sebagai ca-

ra untuk menjamah dan memo-

hon kuasa Tuhan  yang besar itu. 

Yesus berjanji:

“Jika kamu meminta sesua-

tu kepada-Ku dalam nama-Ku, 

Aku akan melakukannya” Yo-

hanes 14:14.

Akan namun  ada doa yang 

tampaknya tak diperhatikan. 

Mengapa? Berikut ini ada tujuh 

prinsip yang akan membantu 

agar doa Anda lebih berhasil:

(1) TeTap berada dekaT 

dengan krisTus.

“JIKALAU KAMU TING-

GAL DI DALAM AKU dan fir-

man-Ku tinggal di dalam ka-

mu, mintalah apa saja yang ka-


mu kehendaki, dan kamu akan 

menerimanya” Yohanes 15:7.

Jika kita menjadikan hu-

bungan kita dengan Tuhan  seba-

gai yang terutama dan terus ber-

hubungan dengan Dia, kita akan 

mendengar dan mencari jawab-

an atas doa kita, yang, kalau ti-

dak demikian, akan berlalu tan-

pa diketahui.

(2) TeTap berharap pada 

Tuhan .

“Dan apa saja yang kamu 

minta dalam doa dengan penuh 

KEPERCAYAAN, kamu akan 

menerimanya” Matius 21:22.

Percaya, atau beriman, ber-

arti kita benar-benar meman-

dang kepada Bapa kita yang di 

surga untuk memberikan kebu-

tuhan kita. Jika Anda mengha-

dapi kesulitan oleh sebab  ku-

rang iman, ingat bahwa Juruse-

lamat Anda mengadakan mukji-

zat bagi seorang yang memohon 

dengan sungguh-sungguh:

“Aku percaya. Tolonglah aku 

yang tidak percaya ini!’” Mar-

kus 9:24.

Pusatkanlah perhatian pa-

da usaha untuk mempraktikkan 

iman yang Anda MILIKI; jangan 

khawatir terhadap iman yang 

Anda TIDAK MILIKI.

(3) dengan Tenang 

berserah kepada 

kehendak Tuhan .

“Dan inilah keberanian per-

caya kita kepada-Nya, yaitu 

bahwa Ia mengabulkan doa ki-

ta, jikalau kita meminta sesua-

tu kepada-Nya MENURUT KE-

HENDAKNYA” 1 Yohanes 5:14.

Ingat  bahwa Al lah ing in 

mengajar dan memberikan kita 

segala sesuatu, melalui doa. Jadi, 

sering kali Ia berkata, “Tidak’; 

sering Ia membelokkan kita ke 

arah yang lain. Doa yaitu  satu 

cara untuk makin menyesuaikan 

diri dengan kehendak Tuhan . Ki-

ta perlu peka atas jawaban Tuhan  

dan belajar daripada-Nya.

Tetap  pada  permohonan 

khusus dan mengetahui apa ha-

silnya yaitu  sesuatu yang sa-

ngat menolong.

Roh Kudus akan menolong 

Anda menuju pada tujuan yang 

pasti: “Dan Tuhan  yang menye-

lidiki hati nurani, mengetahui 

maksud Roh itu, yaitu bahwa 

Ia, sesuai dengan kehendak Al-

lah, berdoa untuk orang-orang 

kudus” (Roma 8:27). 

Ingat bahwa kemau-

an kita akan selalu 

sejalan dengan ke-

hendak Tuhan , jika 

kita bisa melihat se-

perti yang Ia lihat.

(4) Menunggu 

dengan sabar 

di dalaM 

Tuhan .

“AKU SANGAT 

MENANTI-NANTI-

KAN TUHAN; la-

lu Ia menjenguk ke-

padaku dan mende-

ngar teriakku min-

ta tolong” Mazmur 

40:2.

Hal yang teruta-

ma di sini ialah tetap 

menaruh perhat i -

an Anda kepada Al-

lah, tetap menaruh 

perhatian Anda ke-

pada jawaban-Nya. 

Dan jangan memin-

ta dari Tuhan  untuk 

mendapatkan du-

kungan di satu saat, 

lalu di saat berikut-

nya mencoba meng-

hilangkan kesu litan-

kesulitan Anda de-

ngan mencari kepe-

lesiran. Tunggulah 

dengan sabar kepa-

da Tuhan; kita sa-

ngat perlu berdisip-

lin dalam hal ini.

(5) buang seMua 

dosa.

“ S e a n d a i n y a 

ada NIAT JAHAT 

DALAM HATIKU, 

tentulah Tuhan ti-

dak mau mende-

n g a r ”  M a z m u r 

66:18.

Dosa yang dike-

tahui memutuskan 

hubungan dengan 

kuasa Tuhan  di da-

lam kehidupan ki-

ta; itu memisahkan 

kita dari Tuhan  (Ye-

saya 59:1-2). Anda 

tidak bisa tetap da-

lam dosa di satu sisi 

dan mendapatkan 

pertolongan Ilahi 

di sisi lain. Setiap 

masalah akan tera-

tasi melalui penga-

kuan dan pertobat-

an yang tulus. 

Jika kita tidak bersedia mem-

biarkan Tuhan  membebaskan ki-

ta dari pemikiran, kata-kata dan 

perbuatan yang jahat, doa kita 

tidak akan berhasil.

“Atau kamu berdoa juga, 

namun  kamu tidak menerima 

apa-apa, sebab  kamu salah 

berdoa, sebab yang kamu min-

ta itu hendak kamu habiskan 

untuk memuaskan hawa naf-

sumu” Yakobus 4:3.

Tuhan  tidak akan menjawab 

“ya” terhadap doa yang memen-

tingkan diri. Tetaplah membuka 

telinga Anda untuk mendengar 

hukum Tuhan , kehendak Tuhan , 

maka Ia akan tetap membiarkan 

telinga-Nya terbuka untuk men-

dengar permohonan Anda.

“Siapa memalingkan teli-

nganya untuk tidak mende-

ngarkan hukum, juga doanya 

yaitu  kekejian” Amsal 28:9.

(6) rasakan kebuTuhan 

akan Tuhan .

Tuhan  menjawab mereka yang 

memohon kehadiran dan kuasa-

Nya di dalam hidup mereka.

“Berbahagialah orang yang 

lapar dan haus akan kebenar-

an, sebab  mereka akan dipu-

askan” Matius 5:6.

(7) Tekun berdoa.

Yesus menggambarkan per-

lunya untuk terus memohon 

dengan menceritakan kisah se-

orang janda yang tekun berdoa, 

yang terus datang menyampai-

kan permohonannya kepada 

hakim. Akhirnya hakim yang 

merasa disusahkan itu dong-

kol berkata, “sebab  janda ini 

menyusahkan aku, baiklah aku 

membenarkan dia, supaya ja-

ngan terus saja ia datang dan 

akhirnya menyerang aku.” Ka-

ta Tuhan: “Camkanlah apa 

yang dikatakan hakim yang la-

lim itu! Tidakkah Tuhan  akan 

membenarkan orang-orang pi-

lihan-Nya yang siang malam 

berseru kepada-Nya? Dan ada-

kah Ia mengulur-ulur waktu se-

belum menolong mereka?” Lu-

kas 18:5-7.

Kemukakanlah semua ke-

butuhan, harapan dan angan-

angan hati Anda kepada Tuhan . 

Mintalah berkat-berkat terten-

tu, mintalah pertolongan pada 

saat dibutuhkan. Tetaplah men-

cari, tetaplah mendengar, sam-

pai Anda mengetahui sesuatu 

dari jawaban Tuhan .

6. PARA MALAIKAT MELAYANI KEBUTUHAN 

MEREKA YANG BERDOA

Pemazmur bergembira kare-

na melalui pelayanan malaikat 

Tuhan doanya dijawab: 

“Aku telah mencari TUHAN, 

lalu Ia menjawab aku, dan me-

lepaskan aku dari segala ke-

gentaranku…. Orang yang ter-

tindas ini berseru, dan TUHAN 

mendengar; Ia menyelamatkan 

dia dari segala kesesakannya” 

Mazmur 34:5-7.

Bila kita berdoa, Tuhan  meng-

utus para malaikat untuk men-

jawab doa kita (Ibrani 1:14). Se-

tiap orang Kristen mempunyai 

seorang malaikat pengawal yang 

mendampinginya:

“Ingatlah, jangan mengang-

gap rendah seorang dari anak-

anak kecil ini. sebab  Aku “… 

Tuhan sudah dekat! Janganlah 

hendaknya kamu kuatir ten-

tang apa pun juga, namun  nya-

takanlah dalam segala hal ke-

inginanmu kepada Tuhan  da-

lam doa dan permohonan de-

ngan ucapan syukur. Damai se-

jahtera Tuhan , yang melampaui 

segala akal, akan memeliha-

ra hati dan pikiranmu dalam 

Kristus Yesus” Filipi 4:5-7.


7. POLA HIDUP ORANG KRISTEN

Alkitab mencatat satu pola 

hidup orang Kristen yang sejati. 

Menurut Efesus 2:22-24, orang 

Kristen harus “membuang” cara 

hidup yang lama sebagai akibat 

dari “keinginan-keinginan yang 

menipu,” dan “memakai” po-

la hidup baru yang “diciptakan 

untuk menjadi seperti Tuhan .” 

Dalam ayat ini dan dalam pela-

jaran 6 kita dapati bahwa pada 

kelahiran baru kita “diciptakan 

kembali” untuk menjadi orang 

yang berbeda di dalam Kristus. 

Pelajaran ini dan enam pela-

jaran berikutnya, mengemuka-

kan pola hidup orang Kristen; 

di situ dinyatakan rahasia hidup 

orang Kristen yang bahagia. Pe-

lajaran itu akan menolong Anda 

menjalin hubungan yang lebih 

kuat dengan Kristus, yang akan 

menghasilkan pola hidup Kris-

ten yang sejati. sebab  itu, arah-

kanlah pandangan mata Anda 

pada Yesus saja hari ini dan An-

da akan menjadi bagian dari pe-

rayaan kemenangan yang terak-

hir pada waktu Kristus meme-

rintah dalam damai yang sem-

purna.

 

Bagaimana Menerima Seluruh Pelajaran Seri

Kertas Jawaban

rahasia doa yang dijawab

Bacalah Pelajaran PENEMUAN BARU seluruhnya, yang 1. 

telah Anda terima bersama kertas jawaban ini.

Isilah kertas jawaban di halaman setelah lembaran ini ke-2. 

mudian guntinglah pada bagian yang telah ditentukan.

Tulis nama dan alamat Anda di 3. 

kotak sebelah kiri, mohon tulis-

kan dengan huruf cetak pada baris 

yang tersedia.

Kembalikanlah kertas jawaban ini 4. 

kepada pemberi seri pelajaran ini, 

atau masukkan ke dalam amplop 

kemudian kirim ke Kursus Alki-

tab PENEMUAN BARU ke alamat 

yang terdekat dengan Anda (tertera 

di halaman dalam sampul jilid dari 

seri pelajaran).

Kami akan mengembalikan kertas 5. 

jawaban ini ke alamat yang Anda 

telah tuliskan di kotak sebelah kiri. 

 

KERtAs JAwAbAN—PELAJARAN 14—RAhAsiA doA yANg diJAwAb

Bila menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah, Anda boleh membaca kembali penuntun 

Pelajaran 14 PENEMUAN BARU Anda untuk mendapatkan jawaban yang benar.

Bacalah lagi bagian dalam penuntun Pelajaran 14 PENEMUAN BARU sesuai dengan 

nomor di sisi kiri kertas, lalu bubuhkan (X) di depan setiap penyataan yang BENAR 

dalam bagian itu.

1.  Doa

      yaitu  percakapan dua arah dengan Tuhan .

      yaitu  menceritakan kepada Tuhan  apa yang ada di dalam hatimu.

      yaitu  mendengar Tuhan  menjawab doa.

      yaitu  mengadakan hubungan dengan orang-orang suci di gereja.

      yaitu  pengalaman formal (resmi) yang kita adakan tiga kali sehari.

      yaitu  hubungan yang terus-menerus yang kita alami bersama Tuhan .

2.  Kita harus berdoa

      untuk pengampunan dosa.

      untuk kebutuhan Roh Kudus.

      untuk kecurahan Roh Kudus.

      untuk orang sakit agar sembuh.

      untuk meningkatkan iman.

      mengenai segala sesuatu.

      hanya untuk hal-hal yang sangat perlu.

      mengenai hal-hal kecil sekalipun.

Baca lagi bagian dalam PENEMUAN BARU pelajaran 14 sesuai nomor yang ada di sisi 

kiri kertas, jika pernyataan itu BENAR, lingkari huruf (B); jika SALAh, lingkari (S).

3.  B      S  Kita harus berdoa sebab  Tuhan  memerlukan keterangan terbaru tentang kita.

     B      S  Kita harus berdoa sebab  Yesus, Imam Besar kita, bersimpati kepada kita.

4.  B      S  Berdoa bersama orang-orang lain meminta kuasa Tuhan  secara khusus.

     B      S  Doa umum haruslah paling sedikit 30 menit lamanya.

5.  B      S  Doa-doa kita jarang dijawab.

     B      S  Doa kita membuat kita makin lama makin sesuai dengan kehendak Tuhan .

     B      S  Kita harus berdoa, lalu sabar menunggu jawaban Tuhan .

     B      S  Kita harus tekun berdoa sampai kita menerima jawaban dari Tuhan .

6.  B      S  Malaikat-malaikat membantu Tuhan  dalam menjawab doa-doa kita.

Pertanyaan dari hati ke hati: Apakah menjadi keinginan Anda untuk menempatkan 

kehidupan Anda selalu dekat dengan kuasa Ilahi melalui doa?

 

Rahasia hidup

bahagia

 

Pada Tahun 1943 tentara pen-

dudukan Jepang memerin-

tahkan ratusan orang Amerika 

dan Eropa yang menjadi “mu-

suh bangsa” itu masuk ke kemah 

tahanan di Provinsi Shantung, 

China. Di situ mereka harus 

mengalami kebosanan, frusta-

si, berdesak-desakan, serta rasa 

takut berbulan-bulan lamanya. 

Orang-orang mudah tersing-

gung, temperamen memanas. 

Pertengkaran kecil-kecil terjadi 

di mana-mana.

namun  ada seorang yang di-

sebut oleh seorang tawanan se-

bagai, “orang yang paling dibu-

tuhkan, paling dihargai dan pa-

ling disenangi di kemah tahan-

an itu.”—Eric Liddell, seorang 

misi onari dari Skotlandia.

Seorang tuna susila berke-

bangsaan Rusia di dalam kemah 

tahanan kemudian mengingat 

bahwa Liddell yaitu  satu-satu-

nya orang yang pernah berbuat 

sesuatu kepadanya tanpa meng-

harapkan upah dalam bentuk 

apa pun. Ketika ia pertama ka-

li masuk ke dalam kemah tahan-

an, sendiri dan terhina, ia mem-

buat satu rak barang untuk wa-

 

nita ini.

Seorang tawanan yang lain 

menyebutkan, “Ia mempunyai 

cara yang baik dan disertai hu-

mor untuk menenangkan tem-

peramen yang kasar.”

Dalam satu pertemuan para 

tawanan yang beringas, semua 

mengharapkan agar ada seorang 

berbuat sesuatu terhadap anak-

anak muda yang gelisah, yang 

sedang terlibat masalah. Liddell 

d