Tampilkan postingan dengan label kisah para rasul 8. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah para rasul 8. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Juli 2026

kisah para rasul 8

 


Seorng dokter. Dalam ayat 11-12 kita menemukan nama

kota Samotrake ini yaitu  pulau diantara Troas dan Neapolis.

Selanjutnya ayat 13 menunjukkan bahwa mereka sangat mementingkan doa untuk

keberhasilan  misinya.  Mereka  berusaha  untuk  mendapat  tempat  dimana  mereka  harus

berdoa. Orang-orang pada zaman ini sudah meremehkan doa. Sebab ada banyak hamba

Tuhan Bisnis,  hamba Tuhan seperti  ini  selalu  berusaha mengembangkan kekuasaannya

dalam jemaat dengan tipu daya manusiawi, tidak bekerja dengan doa dan kuasa Roh Kudus.

Para  teolog  bertindak  seolah-olah  bekerj  dengan  teori  saja.  mereka  cenderung  tidak

menyerahkan dirinya dan juga tidak berdoa. Disamping itu jemaat awampun banyak yang

terikat dengan kehidupan manusiawi sehingga tidak mempunyai waktu untuk berdoa. Kami

berbicara kepada perempuan-perempun yang ada berkumpul disitu, ini menunjukkan bahwa

rombongan Paulus tidak menyiayiakan kesempatan untuk memberitakan Injil. Hati mereka

sellu  berkobar  untuk  mencari  jiwa-jiwa  (untuk  menyelamatkan)  sebab   itu  kaki  mereka

senantiasa  berkasutkn  kerelaan  untuk  memberitakan  Injil  damai  sejahtera.  Mereka

memberitakan Injil kepada perempuan-perempuan di tepi sungai yang mereka temui.

Ayat  14,  menceritakan tentang  seorang  yang bernama Lidia.  Dia  yaitu   seorang

yang  sudah  mendengar  pemberitaan  Injil  dri  Paulus.  Dia  yaitu   orang  yang  beribadah

namun sebelumnya dia belum mengerti bahwa Yesus yaitu  Mesias, namun  telah menjadi

orang  yang tkut  akan  Allah  sebab   pemberitaan  orng  Yahudi.  Pada  saat  ia  mendengar

pembritan  Paulus  Tuhan  membuka  hatinya.  Hati  (kardia)  tidak  berarti  otak  namun   yang

disebut hti yaitu  jiwa dan roh. Itu yaitu  inti kepribadian, yaitu sumber kasih dan keputusn.

Htilah yang terbuka oleh Roh Kudus sebab  besar ksih krunia-Nya, liht Efesus 1:18. semua

pertobatan yang benar terjadi sebab  Tuhan membuka hati (Kardia) manusia. Lidia yaitu 

orang pertama bertobat dalam misi Eropa. Lidia menjembatani untuk membangun jemaat

pertama  di  Eropa.  Seorang  perempuan  Samaria  yng  hendak  menimba  air  juga  pernah

menjembtani  pemberitaan Injil  di  daerahnya (Yohanes 4:39-42).  Di  dalam sejarah gereja

pemberitaan Injil sering dimulai dari orang kecil dan akhirnya semakin diperluaskan. Ayat 15,

menceritakan  bahwa Lidia  dan  seisi  rumahnya  dibaptiskan.  Hal  ini  menunjukkan  bahwa

sesudah  pertobatan Lidia, dia membwa keluarganya kepada Tuhan dn diatas iman mereka

kepada Kristus mereka dibaptis. Dalam yat ini juga terliht kerendahan hati dari Lidia dengan

berkata  “Jika  kamu  berpendapat  bahwa  aku  sungguh-sungguh  percaya  kepada  Tuhan,

marilah  menumpang  di  rumahku”  ia  mendesak  agar  rombongan  Paulus  menginap  di

rumahnya sebab  ia sangat berkobar dengan rasa syukur ats keselamatan yang diterima.

Ayat  16-17  memberi  informasi  tentang  seorang  yang  disebut  hamba  perempuan

petenung.  ia  disebut  sebagai  hamba  petenung  sebab   dia  bekerj  atau  melakukan

tenungannya  menurut  perintah  tuan-tuanya  dengan  mendapat  bayaran  yang  tinggi.  Ia

mengikuti Paulus dan seolah-olah dia menguatkan pemberitaan Injil Paulus namun  ternyata

dia yaitu  penyesat. Setanpun mengetahui sebagian kebenaran Allah (Yakobus 2:19). Jika

ia sedikit kebenarn Allah sebenarnya ia bermaksud memakainya untuk tujuan yang jahat,

yaitu memutarblikkan kebenaran. Beberapa penafsir berkata bahwa apa yng dikatakan oleh

perempun petenung itu dengan berkata tentang jalan kepada keselamatan (οδον σωτηριας)

bukan  mengacu  bahwa  jalan  yang  dimaksud  yaitu   satu-satunya,  namun   justru

mengindiksikan bahwa jalan yang dimaksud yaitu  salah satu dri yang lainnya. Jdi dengan

demikian perkataan perempun itu justru membaw orang-orang lebih jauh dri Kristus.

Ayat 18, memberitahukan bahwa perempuan itu melakukan hal yang sama beberapa

hari  lamanya,  namun   sebab   Paulus  tidk  tahan  lagi  akan  gangguan  itu  sehingga  ia

mengharudik roh. Motivasi pertama memerintahkan roh itu keluar dari perempuan ini adalh

krena kemuliaan Injil,  bukan untuk menyelamatkan perempuan itu dari roh ini . Allah

tidk berkehendak Injil di beritakan oleh Iblis sebab  ia akan mengotorinya. Sehingga Paulus

menghardiknya dan menyuruhnya keluar dari perempuan itu. Selanjutnya ayat 19-20 yaitu 

reaksi dari para tuan-tuan perempuan petenung itu, mereka menangkap Paulus dan Silas,

lalu  menyeret  mereka  ke  pasar  dan  untuk  menghafap  penguasa.  Hal  ini  membrikan

gambaran semu orang-orang duniawi yang selalu bertindk hanya demi keuntungn materi.

Mereka tidk dapat memikirkn tentng berkat rohani. Hamba-hamba Tuhan juga akan menjadi

demikian jika ia bersifat duniawi. Kekuatan pertempuran mereka yaitu  tipu muslihat dan

tindakn-tindakan manusiawi,  bukan  doa  dan  kebenaran  serta  kuasa  rohani.  Sebenarnya

tujuan mereka yaitu  keinginan pribadi namun  memanipulasinya dengan mengatakan bahwa

tujuannya adalh kepentingan umum.

Ayat 21, yaitu  sambungan dri perkataan-perkataan hsutan dari tuan-tuan perempun

itu. mereka menyebut diri mereka orang Rum padahal mereka yaitu  orang Yunani. Sifat

mereka ini yaitu  untuk membujuk pemerintahan Romawi. Orng-orang yang sangat duniawi

mudah membujuk penguasa demi keuntungn dirinya sendiri. adat istiadat yang kita…tidak

boleh menerimanya atu menurutinya menunjuk kepada Injil  yang di  britakan Paulus.  Injil

Allah memang tidk dapat dimengerti dan diterima orang-orng duniawi yang belum dilahirkn

kembali (1 Korintus 2:14); akan namun  orang-orang yang sudah lahir baru akan menerimanya

dengan senang hati  dan  menaatinya.  Orng-orang  duniawi  bersemangat  untuk  mengikuti

ajaran yang jahat, sekalipun hal itu ibarat hendak mendaki gunung yang tinggi; namun  untuk

mengikuti Injil, mereka jtuh sebab  tersandung hanya oleh sehelai jerami.

Ayat  22-24,  memberithukn  bahwa  rombongn  Paulus  pada  saat  itu  mengalami

penderitan yng sngat hebat. Penderitaan mereka yaitu  (1) penyiksaan massa yng buas, (2)

pukulan dengan dikoyakkanny pakaiannya tanpa pengdilan, yaitu pengdilan yang tidk sah

dan (3) dipenjarakan, yaitu perlkuan yang sangat kejam. Penderitaan Paulus ini tertulis di

dalam 2 Korintus 11:25 secara sugestif. Ayat 25-26, ini yaitu  pengalaman Paulus dan Silas

di penjara. Mereka berdoa dan menynyikn puji-pujian kepada Allah. Kemudian terjdilh suatu

peristiw yang sungguh dhsyat, dimana sendi-sendi penjara itu goyah dan semu pintu penjara

itu terbuka dan bahkan belenggu mereka semua terlepas. Allah dapat melepaskan mereka

dari  penjara  tanpa  gempa  bumi  akan  tetpi  ia  memakai  gempa  bumi  agar  orang-orang

merasakan kebesaran Allah yng hadiri disitu (Calvin). Ayat 27, menceritakan tentang kepala

penjara yang bernit bunuh diri, sebab  ia menyangka bahwa orang-orng dalam hukuman itu

melarikn diri. Menurut hukum Roma apabila Narapidana melepaskan diri dri penjara maka

penjagannya dihukum akan mati. Didunia ini ada banyak orang yang berniat bunuh diri krena

keputusasaan; akan tetpi dos bunuh diri yaitu  dosa yang dimana tidk ada lagi kesempatn

untuk bertobat. Yesus Kristus datang untuk menyelamatkan orng-orang yang berputus asa,

sebab itu mengapa harus membunuh diri dengan maksud demikian , Paulus mencegahnya

dengan suara nyring. Ayat 28, menunjukkan bahwa Paulus dan Silas yaitu  orng-orng yang

tidk ingin melrikn diri. Penolong mereka yaitu  TUHAN yng menjdikn lngit dan bumi, sebab 

itu untuk ap mereka berniat melarikan diri padahal merek tidak kekurangan sesuatu apapun;

justru  sebaliknya  merekalah  yang  menolong  menyelamtkan  penjaga  dari  tempat

kematiaanya.

Ayat 29-30, menceritkan tentang penjaga penjara yang tidak jadi bunuh diri dan dia

tersungkur  di  kaki  Paulus  dan  Silas  dan  bertanya:  “Tuan-tuan,  apakah  yang  harus  aku

perbuat,  supaya  aku  selamat?”  pertayaan  ini  yaitu   pertayaan  yang  hrus  dijawab  oleh

Paulus dan Silas dengan baik, sebab untuk itulh mereka dipanggil sebagai pemberita Injil.

Sehingga  di  ayat  31  Paulus  menjawab  dengn  sangat  baik  dengan  berkata  percayalah

kepada Tuhan Yesus Kristus.  Hanya itu stu-satunya tidak ditmbah dengan peraturn atau

doga gereja, tidk ditambah dengan usaha manusia, namun  hanya percaya saja. Kemudian

sesudah  itu (ayat 32) Paulus dan Silas memberitakn Firman Tuhan kepadanya dan kepada

semua orang yang ada di rumhnya. Pemberitaan ini dilakukan oleh Paulus sebab  dia tidak

mau hnya kepal penjaga penjara itu yang diselamatkan namun  dia juga ingin bahwa anggota

keluarg penjaga penjara itu  juga beroleh selamat.  Selanjutnya ayat  33-34,  menceritakan

bahwa kepala penjara yang telah menjadi percaya itu menyambut mereka dengan ramah.

Menjadi  percaya  kepada  Allah  lebih  berharga  dibandingkan   mempeeoleh  harta  yang  paling

berharga. Ia melayani pemberita-pemberita Injil ini dengan ramah sebab  sukcita yang besar.

Sikap  yang  bersyukur  sebab   dimotivasi  oleh  kesadaran  akn  ksih  Tuhan  yaitu   bukti

pengampunan dosanya.

Kemudian  ayat  35-39,  Paulus  memperingtkan  pembsar-pembesar  kota  tentang

ketidakadilan mereka. Kejadian itu juga menggambarkan situasi yng dibalikkan; sekarang

Paulus dan Silaslah yang mengekang pembesar-pembesar dan pejabat-pejabat kota itu. ia

bertindk demikin agar membuat mereka rendah hati dan membenarkan keadilan Allah. Sutu

hl yang perlu diingat bahwa menurut hukum Roma (Lex Valeria, BC. 509, Lex Porcia, B.C.

248), warga Negara Romawi tidak boleh dipukul atau dipenjarakan tnpa pengadilan, namun

mereka menyiksa Paulus dengan tidak berdasar  hukum. Ayat 40, menjelaskan bahwa

Paulus  dn  Silas  yaitu   orang  kokoh  dalam Iman.  Sehingga  sesudah   mereka  keluar  dri

penjara, mereka malah prig ke rumah Lidia dan menghibur saudara-saudara disana. Kisah

Para rasul 17:1-2. sesudah  dari rumah Lidia Paulus dan Silas dan Timotius berjalan menuju

ke barat melalui jalan raya militer yang dinamakan Via Egnatia. Kenyataan bahwa mereka

Amfipolis  dan  Apolonia  menunjukkan  bahwa  Paulus  memeliki  rencana  yang  pasti  untuk

memberitakan Injil di berbagai kota yang strategis. Tesalonika yaitu  ibukota Makedonia.

Dalam ayat  ini  juga dikatakan  bahwa seperti  biasa  Paulus masuk ke  rumah ibadat  dan

membicarakan  bagian-bagian  dari  kitab suci.  Kemudian  ayat  3  memeberitahukan bahwa

Paulus menjelaskan tentang Mesias yng yaitu  Yesus. Isi kitab PL yaitu  nubuat tentang

kematian dan kebangkitan Kristus.  Rencana Allah yang menyelamtkan umat-Nya yaitu 

kematian-Nya dn kebangkitan-Nya, maka kata harus mempunyai arti kehrusan bagi Allah.

Kematian  dan  kebangkitan-Nya  telah  dinubuatkan  Allah  dan  dikerjkan  oleh  Allah,  itulah

keharusan Allah. Tuhan Yesus juga memaparkan bukti dengan kitab suci bahwa ia harus

mati dan bangkit kembali (Lukas 24:25-27). Ayat 4, memberitahukan tentang hasil dari apa

yang  Paulus  lakukan  di  Bait  Allah  ini ,  dimana  ada  beberapa  orang  Yahudi  yang

percaya  dan  sejumlah  besar  orang-orang  Yunani  yang  takut  akan  Allah  brtobat  sebab 

pelayanan  Paulus  ini.  Kata  perempuan-perempuan  terkemuka  yaitu   lebih  mungkin

menunjuk kepada istri-istri orang terkemuka. Kemudian ayat 5-9, memberitahukan tentang

sebagai akibat dari pemberitaan Injil yng sesuai dengan Firman Allah, banyak orang menjadi

percaya  dan  pada  ayat  5-9  ini  dikatakn  bahwa  sebab   banyak  orang  menjadi  percaya

timbullah penganyiayaan sebab  iri  hati  orang Yahudi.   Hal  yang perlu  diperhatikan dari

gerakan  mereka  yang  menentng  Injil  dalah  jerih  payah  manusiawi  yang  dilakukan  oleh

sebab   tidak  memiliki  kuasa  Allah.  Metode  mereka  yaitu   mengacaukan  (εθορυβουν),

berteriak-teriak  (βοντες),  gelisah  (εταραζαν).  Hal-hal  demikian  yaitu   tindakan  ceroboh

manusia yang lemah. Mereka brtindak bertentngan dengan prinsip tindakan yang damai,

tenang dan berkuasa yng dimiliki orang-orang percaya.

Ayat  10,  memberitahukan bahwa pada malam itu  segera orang-orang percaya di

Tesalonika itu menyuruh Paulus dan Silas berangkat ke Berea. Hal ini mereka turuti sebab 

memang  orang-orang  percaya  tidak  perlu  menahan  atau  menyeret  dirinya  ke  tempat

berbahaya tanpa alasan khusus. Tuhan Yesus berkata, “Apabila mereka menganyiaya kamu

dalam kota yang satu,  larilah ke kota  yang lin”  (Matius 10:23). Ayat  11,  memberithukan

bahwa  orang-orang  Yahudi  di  Berea  lebih  baik  dibandingkan   orang  Yahudi  yang  ada  di

Tesalonika,  sebab  orang Yahudi di  Berea menerima Firman dengan segl  kerelaan hati,

yang berarti sungguh-sungguh tekun. Injil Allah akan datang sebgai hidup bagi orang-orang

yang merindukannya dengan sungguh-sungguh. Orng-orang yang tidak sungguh-sungguh

merindukannya  yaitu   orang-orng  yang  tidak  mengethui  harga  Injil  yang  sangat  mahal;

seperti  anjing dan babi,  tidk ada alas an untuk memberi  Injil  kepadanya (Matius 7:6).

Buku-buku  duniawi  yaitu  dangkal  dan tidk  mengandung kebenaran keselamatan namun 

kebenaran Firman Allah yaitu  dalam dan kebenaran dan kebenaran keselamatannya jelas,

Karen  itu  betapa  bahagia  menerima  orng-orng  yng  menyelidiki  secara  dalam  untuk

mengetahui apakah semuanya itu benar demikian?. Alkitab kan tertutup bagi orng-orng yang

tidk menyelidiki dengan sungguh-sungguh sebab  mereka bukn murid-Nya.

Ayat 12, dijelaskan bahwa banyak orang-orang Yahudi itu yang menjadi percaya dan

bahkan  orng-orang  Yunani  baik  perempuan  dan  laki-laki  juga  banyak  beroleh  selamat.

Orang-orang  yang  merindukan  Firman  Allah  dengan  sungguh-sungguh  tentu  menjadi

percaya. Firman Allah tidak pernah gagal, sebab  itu orang-orang yang menyelidiki Firman

Allah dengan sungguh-sungguh juga tidak akan gagal. Kita telh membahas tentang orang-

orang Tesalonika yang menghsut orang lain untuk menangkap Rasul Paulus seperti di ayat

5-9. jadi ayat 13 ini tidak perlu lagi kita bahas. Ayat 14, sesudah  mereka mendengr berita itu

maka saudara-saudara (orang-orang percaya) segera menunjukkan tindakan mereka yang

tegas  dan  cepat.  Orng-orang  percaya  disitu  cepat  melarikan  Paulus  sebelum  terjadi

penganyiayaan orang Yahudi. Mereka melarikan Paulus ke Panti laut, agar Paulus dapat

pergi sampai ke Atena melalui perjalanan Laut. Silas dan Timotius tetap tinggal disitu untuk

memelihara jemaat yang masih baru itu. Ayat 15, orang-orang yng mengiringi (καθισανοντες)

sampai ke Atena, yaitu  orang-orang yang membwanya dengan selamat. Tugs orang-orang

ini  tidk  hanya  memimpin  Paulus  sampai  ke  tempt  tujunnya  tetpi  juga  melindunginnya.

Didalam  perjalanan  misi,  Paulus  memerlukan  banyak  penolong  seperti  orang-orang  ini.

Pembangunn gereja  Allah membutuhkan kerja  sama,  setiap bagian  anggota akan hidup

benar secara rohani dan gereja yng menjadi  tubuh Kristus juga akan berkembang. Lihat

1Korintus  12:14-27.  Selanjutnya  ayat  16  memberitahukan  bahwa  Paulus  sangat  sedih

sebab  dia melihat bahwa kota itu dipenuhi dengan patung berhala. Kota Atena sejak zaman

dahulu  yaitu   kota  filsafat  dan  patung berhala.  Kata sangat  sedih  (παρωξυνετο)  berarti

marah dan panas. Hati yang demikian mengandung kejengkelan. Kesedihannya yaitu  (1)

kemarahan  tentang  kesiasian  ptung  berhala,  (2)  kejengkelan  tentang  manusia  yang

diciptakan untuk menyembah Allah, namun  jatuh dalam penyembhn berhala.

Kemudian di ayat 17 dikatakan bahwa sebab  kemarahan Paulus maka ia bertukar

pikiran dengang orang-orang Yahudi dn orang-orng yng takut akan Allah di rumh ibadt dan di

psr dn dengan orang-orang yang dijumpainya di situ. Kata sebab  itu yang ada dalam ayat ini

menunjukkan  hati  Paulus  yang  jengkel  (ay  16)  yang  mendorongny  bertukar  pikiran.  Ia

memberitakan Injil kepada berbagi kedudukan sosial. Sikap Paulus dilakukan sesuai dengan

prinsipnya yaitu, Demikianlah bgi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya

aku memenangkan orang-orang Yahudi…bagi orang-orang yang tidak hidup di bawh hukum

Taurat aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku

tidak hidup diluar hukum Allah…supaya aku dapat memenangkan mereka yang tidak hidup

di bawahhukum Taurat (1 Korintus 9:20-21). Ia pergi ke rumah ibadat untuk membawa orang

Yahudi dan pergi ke pasar untuk bertukar pikirn serta memberitakan Injil kepada orang-orang

kafir di Atena. Pasar disini mungkin pasar porselen (κεραμεικοζ). Tempat itu yaitu  pusat

perdagangan  kota  Atena,  biasanya  para  filsuf  mengajar  dan  bertukar  pikiran  di  situ.

Socrates,  Filsuf  yang  terkenal  itu  biasanya  mengajar  di  pasar  pada  saat  dimana  sangt

banyak orang berkumpul; terlebih lagi pembrita Injil, ia harus mencari tempat dimana banyak

orang berkumpul untuk memberitakan Injil tanpa malu. Tuhan Yesus menyuruh kita untuk

memberitakan Injil  kerajaan Allah di  tempat yang terang dn dimana banyak orang dapat

mendengarnya (Matius 10:26-27). Agama Kristen tidk dapat bersembunyi di tempat yang

gelapatau di sudut. Lihat Lukas 12:3.

Ayat 18 pada ayat ini disebut bahwa Paulus berdebat dengan golongan Epikuros dan

Stoa.  Kedua-duanya  yaitu   golongan  Filasafat.  Golongan  epikurus  yaitu   didirikn  oleh

Epicurus (341 BC) dia yaitu  seorang filsuf yang lahir di pulu Samos. Filsafatnya berdsrkn

humanisme  dan  materialisme  yang  bertentangan  dengan  Ketuhanan  dan  cenderung

mengarah pada hedonisme (paham yang dinut orang-orng yng mencri kesenangan semata-

mata). Golongan Stoa didirikan kira-kira tahun 340 BC oleh Zeno yang lhir di Cyrus. Seneca

dn Aurelius yang nantinya menjadi Kristen yaitu  termasuk golongan ini. Dari antara kedua

golongan ini ada yang mengatakan bahwa Paulus yaitu  si Peleter yang merupakan ejekan

yang  setara  dengan seseorang  cerewet.  Yang berkata  bahwa  Paulus  yaitu   pemberita

ajaran dewa-dewa asing. ξενων δαιμονιων yaitu  dewa-dewa Yunani. Menurut hukum pada

masa itu orang yang menyampaikan ajaran dewa-dewa asing harus dihukum mati. Socrates

dihukum mati  Karen tuduhn yang demikian (Zen,  Memm, Plato,  Apol.,  24B).  seorng ahli

mengatakan bahwa Paulus juga masuk dalam keadaan yng sama berbahaya, akan namun  di

dalam  Alkitab  tidak  ada  dasar  yang  membuktikan  hal  itu.  Pemberitaan  Paulus  yang

menyampaikan Tuhan Yesus yang mati dan bangkit dan menjdi pengntra diantra Allah dan

manusia, yaitu  berita yang baru bagi para filsuf di Atena (ayat 19). Injil Allah tidak dapat di

mengerti dengn ilmu pengetahuan dunia, oleh sebab  itu paulus berkata, “Di manakah orang

yang berhikmat? Dimanakah ahli turat? Dimanakah pembnth dari dunia ini? Bukankah Allah

telah membut hikmat dunia ini menjadi kebodohan? (1Korintus 1:20)

Ayat 19-20 memberithukan bahwa mereka membawa Pulus ke sidang Aeropagus

(bukit  dewa Mars)  bukn untuk diadili,  tetpi  untuk di  beri  kesempatan agar  ia  bercermah

tentang kebenaran dengan bebas. Penghuni kota Athena ingin mendengar ajaran yang baru

sebab  keinginan belajar, bukan krena kerindun hati atau kerinduan rohani. Oleh sebab itu

kotbah Paulus kali  ini  tidak begitu berbuah (ay 32). Ayat  21 menceritakan bahwa orang-

oranmg yang ada di kota Atena yaitu  orang-orang yang tergolong sangat sibuk. Kemudian

ayat 22 memberitahukan bahwa Paulus berdiri  di Aeropagus dan memberitakan Injil  atas

permintaan dari beberapa filsuf golongan Stoa dan Epikurian. Dalam ayat ini juga seolah-

olah Paulus memuji mereka dan mengatakan bahwa mereka yaitu  orang yang beribadah.

Paulus  mengatakan  bahwa  mereka  sangat  beribadah  kepada  dewa-dewa.  Sebenarnya

perkataan ini dapat ditafsirkan sebagai animisme. 

Ayat  23  Paulus  melanjutkan  kotbahnya,  dalam  ayat  ini  ada  kalimat  yang  sngat

penting dipelajari, dimana Paulus berkata bahwa dia menjumpai sebuah tulisn di mezabah

penyembahan orang Atena suatu kalimat kepada Allah yang tidak dikenal. Allah yang tidak

di kenal artinya yaitu  Allah yang ajaib atau Allah yang misterius bagi orang Atena itu. lalu

bertolak dari perkataan inilah Paulus menjelaskan atau memperkenalkan Allah yang tidak di

kenal  oleh  orang-orang  Atena  ini .  Secara  implisit  ayat  ini  memberitahukan  bahwa

sekalipun  manusia  berusaha  berpikir  untuk  mengenal  Allah  seperti  para  filsuf  Stoa  dan

Epikurian  ini  mereka  tidak  dapat  mengenalnya  dengan benar.  Manusia  dapat  mengenal

Allah hanya jika Allah menyatakan diri-Nya kepada manusia. Alkitab yaitu  penyataan Allah

maka kita dapat mengenal Allah dri apa yang dikatakan Allah tentang diri-Nya seperti yang

ada dalam Alkitab.

Selanjutnya ayat 24 Paulus mengatakan bahwa Allah pencipta langit dan bumi tidk

diam dalam kuil buatan tangan manusia. Allah yang menciptakan bumi dan segala isinya

yaitu   Allah  yang  menjadikan dri  yng  tidk  ada menjadi  ada,  sebab   itu  pemikiran yang

mengira  bahwa  Allah  dapat  didiamkan  dalam  kuil-kuil  yaitu   bodoh.  Manusia  dapat

menyembah Allah sang pencipta sebagai pencipta melalui iman (Ibrani 11:6). Sng pencipta

membangkitkn iman manusia. Semua mahluk alam semesta tidk dijdikan secara kebetulan,

tentu  ada  yang  menciptkannya,  itulah  kebenaran.  Jikalau  semua  mahluk  alam semesta

dijadikn secara kebetulan, tidak akan ada ilmu pengetahuan tentang alam semesta sebab 

alam semesta itu  tidak mengikuti  hukum alam.  Tidak hanya demikian,  jikalau ada suatu

hukum alam terjadi secara kebetulan, dalam zaman sekarangpun harus ada yang terjadi

demikian, akan namun  pada masa sekarang sama sekali  tidak ada yang terjadi demikian.

Oleh  sebab   itu  menyakini  bahwa  alam  semesta  terjadi  secara  kebetulan  lebih  sulit

mempercayainya dibandingkan   percaya bahwa ada yang menciptakannya.  Kita  mempercayai

kebenarn penciptaan Allah dan kuasa penciptaan-Nya dengan sukacita.  Allah tidak diam

dalam  kuil-kuil  buatan  tangan  manusia,  bukan  hanya  itu  saja  Alkitab  juga  mengatakan

bahkan Allah juga tidk diam di Bait Allah sekalipun itu di bangun menurut petunjuk-Nya (1

Raja-Raja 8:27), hanya Bait Allah merupakan tempat kehadiran nama-Nya yaitu Firman-Nya,

sebab  itu doa orang-orang ditempat itu akan di dengar oleh Allah di surga (1 Raja-Raja

8:28-30,  44-45).  Pemikiran  bahwa  Allah  berada  di  suatu  tempat  tertentu  yaitu   pikiran

penyembahan berhala. Allah memenuhi langit dan bumi sebab  itu Ia berada dekat dan jauh,

Ia berada di dalam alam semesta dan diluar alam semesta (Yeremia 23:23-24), oleh krena



itu percaya kepda-Nya menurut firmn-Nya yaitu  penyembahn kepada-Nya (Yohanes 6:29;

Kisah Para Rasul 17:31).

Dalam ayat 25 ini Paulus menjelaskn bahwa kelakuan orang-orang yang menyembah

berhala yang membawa persembahan ked lm kuil-kuilnya yaitu  sia-sia. Mereka menghibur

diri sendiri dengan mempersembahkn persembahan kepada berhala; akan namun  apa yang

kurang  bagi  Allah  sehingga  Ia  memerlukan  persembahan?  (Mazmur  50:7-15)  malahan

Allahlah yang memberi  hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang. Ini

merupakn  perbandingan  dimana  Allah  buknlah  yang  bergntung  kepada  manusia  namun 

manusialah yang bergantung kepada Allah.  Pada ayat 26 ini  Paulus mengatakan bahwa

Allah menjadikan semua bangsa dn umt manusia dari stu orang saja. Para antropolog juga

tidak memungkiri  bahwa mnusia berasal dari  satu leluhur. Allah juga menentukan musim

atau masa atau zaman-zamanya dan bahkan juga batas-bats kewilayahn bangsa-bangsa itu

(lihat  Ulangan 32:8).  Ayat  27 Paulus mengatakan bahwa Allah melakukan semuanya itu

yaitu   bahwa  Ia  ingin  menyatakan  keberadaan-Nya.  Kemudian  di  ayat  28  Paulus

mengatakan bahwa di  dalam Dia kita  hidup,  kita  bergerak,  kita  ada yang berarti  bahwa

kehidupan, gerakan dan eksistensi manusia hny ada sebab  anugerah Allah; yang dimksud

ialah manusia akan kembali kedalam kesia-siaan jika kuasa Allah tidak menopangnya. Di

dalam  ayat  ini  Paulus  juga  mengutip  perktaan  dari  penyair  sudah  mereka  kenal  yang

mengatakan: Kita ini dari keturunan Allah, dengan mengatakan hal ini Paulus bermaksud

menjelaskan  bahwa  semua  orang  berasal  dari  Allah  dalam  arti  bahwa  mereka  yaitu 

mahluk ciptaan-Nya. Kemudian di  ayat  29 Paulus menjelaskan bhwa sebab  kita yaitu 

berasal dari keturunan Allah berarti kita diciptakan serupa dengan Allah. Benar bahwa Allah

menciptkan manusia  begitu  mulia,  tidak dapat dibandingkan dengan ciptaan lain.  Paulus

memberi pandngan yang demikian agar merek menyadari bahwa sang pencipta tidk boleh

digantikan dengan ciptaan yang diciptakan sedemikian rupa; dengan patung-patung berhala

yang terbut dri emas atau perk atau batu. Paulus memperkenalkan Allah, pemimpin langit dn

bumi dan segal isinya (24-27), agar menegaskan bahwa Allah tidk boleh disamakan dengan

patung-patung buatan tangan manusia. Lihat Mazmur 115:4-8; 135:15-18; Yesaya 40:18-

20,25; 44:12-17; 46:5-7. Kemudian ayat 30-31 Paulus mengatakan bahwa sekarang Allah

memberitakan kepada manusia bahwa semua orang harus bertobat. Kata sekarang berarti

pada  keadaan  sekarang.  Hal  itu  menunjukkan  suatu  hal  yang  baru  dimulai  dimana

sebelumnya masa itu tidak pernah ada. Allah memberitakan dimana-mana semua mereka

harus bertobat dengan kasih krunia-Nya bukan dengan perintah hukum Taurat. Kemudian

dikatakan bahwa Allah telah menetapkan suatu hari dimana Ia akan menghakimi dunia dan

penghukum itu yaitu  Anak Allah yang telah mati dan bangkit itu (Yesus Kristus), Ia yaitu 

manusia sejati yang telah bangkit dari antara orang mati. Jikalau Ia hanya manusia, Ia tidak

dapat  menjadi  penghakim;  akan namun   Ia  yaitu  Anak Allah yang membuktikan diri-Nya

sebagai  penghukum  dengan  kebangkitan-Nya.  Ayat  32-34  memberitahukan  bagaimana

tanggapan orang-orang Atena itu terhadap penjelasan paulus. Beberapa dari orang Atena itu

menertawakan  Paulus  namun   yang  lain  bersedia  mendiskusikannya  lebih  lanjut.  Dengan

demikian berakhirlah pertemun itu dan Paulus pergi meninggalkan mereka. Dia tidak gagal

secara mutlak, sebab beberapa orang laki-laki menggabungkan diri dengan dia dan menjadi

percaya. Salah seorang diantara mereka adalh anggota Aeropagus itu sendiri. tetpi di Aten

hanya sedikit orang yng mu percaya.

Pasal 18:1 memberitahukan bahwa Paulus meninggalkan Atena pergi ke Korintus,

dimana ia menantikan Silas dan Timotius dari Makedonia. Kota Korintus 50 mil jauhnya dari

Atena. Kota itu di hncurkan oleh jenderal L. Mummius untuk membsmi gerakan anti Roma

pada tahun 146 BC dan kehancuran itu dibiarkan berlangsung selama satu abad. Julius

Caesar  kemudian  kembali  membamgun kota  itu  pada tahun  46 BC.  Kota  Aten  terkenal

dengan  patung-patung  berhala  sedang   kota  Korintus  terkenal  dengan  kemerosotan

moral.  Nama  Korintus  berarti  cabul  sehingga  lahirlah  kata  korintiajomi  yang  berarti

percabulan.  Pemberita  Injil  juga  harus  pergi  ke  kota  yang  telah  membusuk  untuk

memberitakan Injil yang dapat menghambat pembusukan.

Ayat  2  memberithukan  bahwa  Paulus  berjumpa  dengan  seorang  Yahudi  yang

bernama Akwila dan istrinya Priskilia. Seorang penulis yang bernama Suetonius dalam buku

Life of Claudius mengatakan bahwa orang-orang Yahudi berkali-kali terlibat dalam huru-hara

saat  mendengr hasutan mengenai Krestus, sehingga Klaudius terpaksa mengusir mereka

dari Roma pada tahun 49 M. jika berita ini benar itu berarti bahwa pemberitan Injil di bait

Allah yang ada Roma banyak mengalami pertentangn sehingga Cludius mmerintahkan agar

semua orang Yahudi meninggalkan kota itu. tidak jelas apakah Akwila dan Priskilia sudah

menjadi  orang  percaya  sebelum  mereka  meninggalkan  Roma.  sebab   tidak  pernah

disebutkan bahwa Paulus memberitakan Injil  kepada mereka maka kemungkinan mereka

sudah menjadi Kristen di Roma. Dua orang Yahudi ini tiba di Korintus dan membuka usaha

disitu.  Ayat  3  memberitahukan bahwa keadaan Paulus  dan Akwila  dan  Priskila  memiliki

pekerjaan  yang  sama;  jadi  Paulus  begitu  tiba  di  Korintus  tidk  serta  merta  hanya

memberitakan  Injil  namun   juga  bekerj  sebagai  tukang  kemah.  Kemh itu  dibutuhkan  oleh

wisatawan, gembala,  pedagang dn lain-lain.  Ayat 4 memberi  informasi bahwa Paulus

selalu memberitakan Injil di rumah ibadat setiap hari sabat untuk menyakinkan orang-orang

Yahudi dan juga orang-orang Yunani. Kita tahu bahwa orang-orang Yahudi menerima PL

dan senantiasa menunggu Mesias yang dijanjikan dalam kitab PL. jadi  Paulus berusaha

menykinkn orng-orang Yahudi bahwa Mesias yang sedang mereka nanti-nantikan itu yaitu 

Yesus Kristus yang telah mati dan bangkit dan telah naik ke sorga itu. Ayat 5 ini memberi 

analogi  bgi  kita  bahwa sebelum datangnya  Silas  dan  Timotius  betapa  hati  Paulus  ingin

memeliki  waktu  untuk  memberitakan  Injil  lebih  banyak  dn  sesudah   mereka  datang  untuk

membantunya  maka  ia  dapat  memberitakan  Injil  dengan  sepenuhnya.  Paulus  memberi

kesaksian kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesus yaitu  Mesias. 

Selanjutnya  ayat  6  mengatakan  bahwa banyak orang-orang  yang  memusuhi  dan

menghujt  dia,  oleh  sebab   itu  Paulus  mengebaskan  debu  dri  pakaiannya.  Tindakan  itu

yaitu   merupakan  kiasan  yang  berarti  bahwa  ia  tidak  bertanggung  jawab.  Ia  telah

melaksanakan tanggung jawabnya untuk memberitakn Injil  kepada orang Yahudi  dengan

sepenuhnya  namun  orang-orang  Yahudi  itu  tidak  menerima  apa  yang  dia  beritakan,

sekarang ia memutuskan untuk memberitakan Injil kepada yang lain dan jika orang Yahudi

tidak diselamatkan Paulus tidak bertnggung jawab lagi. Seharusnya tindakan seperti inilah

yang  harus  dilakukan  oleh  pemberita  Injil,  seperti  Paulus  saat   meninggalkan  tempat

pelayananya,  ia  yaitu   orang  yang  telah  menuntskan  pelayananya,  akan  namun   hamba

Tuhan yang malas atau yang tidak mampu akan meninggalkan tempat pelayananya dengan

bebn berat  sebab   masih  banyak  tanggung jawab yang  belum dilaksanakannya,  hamba

Tuhan yang berjiwa demikian, sangat menyedihkan.

Kemudian ayat 7 memberitahukan bahwa Paulus keluar dari bait Allah itu lalu datang

kerumah seorang yang bernama Titius Yustus yang rumahnya berdampingan dengan bait

Allah itu. hal ini memberitahukan bahwa meskipun Paulus ditinds oleh orng Yahudi namun  ia

tetap tinggal dekat dengan mereka, disamping rumah ibadat orng Yahudi; sebab walaupun

mereka menindas namun  hasilnya beberapa orang Yahudi menjadi percaya (8) dan masih

ada harapan untuk memenangkan yang lain (9-10) di antara mereka Rasul bertindak sesuai

dengan pimpinan Roh Kudus, Karen itu ia pernah melarikan diri ke tempat yang jauh (9:25)

namun   juga  dapat  tinggal  dekat  dengan  penindasan.  Nama Titius  Yustus  mungkin  nama

orang Roma. Paulus msih tetap akrab dengan Akwila namun  ia meninggalkannya dan pindah

ke rumah Yustus untuk tinggal. Ia bertindak demikian agar dapat bersekutu dengan orang-

orang kafir sambil memberitakan Injil kepada mereka.

Ayat 8 menceritakan tentang Krispud kepala rumah ibadat dan seluruh keluargany

yang menjadi percaya. Peristiwa ini tentu menjadi suatu berita yang sangat menggemparkn.

Krispus  tentu  yaitu   orang  yang  mempunyai  pengaruh  besar  terhadap  orang  Yahudi.

Percaya kepada Tuhan berarti bahwa ia telah memiliki iman yang menyelamatkan. Banyak

dari  orang-orang Korintus yang mendengarkan pemberitaan Paulus menjadi percaya dan

memberi diri di baptis. Sekali lagi ayat ini memberitahukan suatu kondisi sebelum seseorang

di baptis, yaitu dia harus sudh diselamatkan lalu sesudah  itu diatas imanya dia di baptiskan.

Ayat 9 memberitahukan bahwa pada suatu malam Tuhan berkata kepada Paulus jangan

takut, teruslah memberitakan Firman dan jangan diam. Kata jangan takut yaitu  kosa kata

yang bukan berarti melarang untuk takut sesaat sebab  suatu kejadian yang terjadi, namun 

hidup terus menerus tanpa ketakutan. Teruslah memberitakan firman dan jangan diam, ini

yaitu  dorongan kepada Paulus untuk tetap memberitakan Firman tak peduli  orang lain

mendengarknnya atau tidak.

Ayat 10-11 yaitu  sambungan dri apa yang Tuhan katakana dan respon Paulus atas

perkataan Tuhan itu. Tuhan berkata bahwa “Aku” menyertai engkau. Ini yaitu  penegasn

dari Tuhan bahwa Dialah yang menyertai Paulus. Penyertaan ini menjamin bahwa Paulus

harus  memberitakn  Injil  di  Korintus  dan  akan  ada  buah  dari  misinya.  Ayat  12-13

menceritakan penentangan orang-orang Yahudi di Korintus kepada Paulus. Pada saat itu

yang menjadi gubernur Akhaya yaitu  Galio, dia yaitu  kakak dari Seneca, ahli  Filsafat

Stoic. Menurut sejarah ia yaitu  orang lembut dan ramah. Di tembok kuil Delphi di Korintus

terukir  surat  Kaisar  Klaudius,  nama Galio  tercatat  tiga kali  di  dalamnya.  Pada waktu itu


gubernur Akhaya tidak berada dibawah parlemen namun  dibwah pengawasan langsung dari

kaisar. Pada saat itu orang-orang Yahudi bermksud menganyiaya Paulus melalui kekuasaan

Galio, namun  Galio yang baik hati menolak permintaan orang Yahudi ini; seperti demikinlah

janji Tuhan (ay. 10) digenapi. Ada waktunya dimana Allah melindungi hamba-Nya secara

ajaib namun  seringkali Allah memberi perlindungan secara wajar saja. orang-orang Yahudi itu

mengtakan bahwa Paulus mengajarkan tentng beribadah kepada Allah yang bertentangan

dengan hukum Taurat,  perkataan ini  diungkapkan orang Yahudi sebab  kesalahfahaman.

Paulus tidak mmberitakan agama untuk melanggar hukum Taurt. Ia mengajar mereka agar

mereka beribadah kepada Allah dengan Injil yang merupakan kegenapan hukum Taurat.

Ayat 14-16, menjelaskan bahwa Galio memutuskan dengan adil bahwa ia hanya akan

menangani  perkara yang mencelakakan orang lain  atau kelakuan yang jahat  yang tidak

benar. Pelanggaran berarti kelakuan yang mencelakakan orang lain, dan kejahatan berarti

kelakuan yang jahat. Ia juga mengatakan bahwa sebagai hakim di pemerintahan ia tidak

akan mempedulikan persilihan tentang perkataan atau nama hukum agama. namun  kalau hal

itu  yaitu  perselisihan  tentang  perkataan atau nama atau hukum yang berlaku diantara

kamu, maka hendaklah kamu sendiri yng mengurusnya. Secara singkat apa yang dikatakan

oleh Galio ini  yaitu  bahwa jika persoalan agama atau perbedaan ajaran yang diantara

orang Yahudi itu bertentangan maka itu bukanlah urusanya (bukan urusn Galio). Perkataan

itu sama dengan logos dan nama itu mengcu kepada nama Yesus dan hukum itu mengacu

kepada hukum Taurat. Jdi untuk persoalan-persoalan seperti ini biasanya tidk ingin campur

tangan atas hal-hal yang berhubungan dengan hukum Taurat sebab  hal itu berkaitan dengn

agama.

Ayat 18 menjelaskan bhw sesudah  peritiwa itu (ay 17) Paulus masih tinggl beberapa

hari lagi di Korintus, sesudah  itu baru dia minta diri kepada saudara-sudara disitu, dn berlayar

ke Siria. Priskila dan Akwila menyertai dia, ini di dorong oleh kasih yang dari Kristus. Mereka

bertiga sama-sama mengasihi Kristus oleh sebab itu hubungan mereka bertiga sngt akrab

secra rohani. Paulus bernazar yaitu  lebih mungkin sebagai penyerahan kembali kepada

pelayanan kasih karunia. Kota kengkra yaitu  kota pelabuhan yang terletak 9 mil jauhnya

dari  kota  Korintus.  Pelabuhan itu  ramai  sebab   perdagangan dengan Asia.  Di  Kengkrea

inilah Paulus disebut mencukur rmbutnya.

Ayat 19 menceritakan bahwa setelh sampai di Efesus Paulus meninggalkan Priskila

dn Akwila disitu. Paulus masuk kerumah ibadat dan berbicara dengan orng-orang Yahudi.

Kota Efesus yaitu  kota  yang paling penting di  Asia  kecil,  dimana terdpat  kuil  Artemis.

sesudah  beberap waktu kemudian Paulus datang kembali ke kota itudn 3 thun lamanya ia

tinggal dan memberitkan Injil  (20:31).  Sebelum pergi  ia membirkn Friskila dn Akwila tetp

tinggl di kota Efesus sebab  ia akan kembali.

Ayat 20-21 memberi  gmbaran bahwa kehdiran paulus di Efesus membawa berkt

besar bagi orang-orang percaya disana, sehingga meminta Paulus untuk lebih lama lagi

tinggal disana, namun   ia tidak menurutinya. Dia berkata kepada mereka Aku akan kembli

kepada kamu, jika Allah menghendakinya. Ia sellu ingin melakukan sesuatu hanya menurut

kehendak  Allah;  itulh  kehidupan  orang  percaya  yng  sejati.

Ayat 22-23 ini menjelaskan perjalanan Paulus, dia sampai di Kaisarea dan sesudah  naik ke

darat dan memberi salam kepada jemaat artinya bahwa ia pergi ke jemaat di Yerusalem.

Menjelajahi  seluruh  tanah  Galatia  dan  Frigia  yaitu   permulaan  perjalanan  misi  pertama

tertulis  dalam  fsal  13:4,  dan  keberangkatan  yng  kedua  tertulis  dlam  fasal  15:36.  dlm

perjalanan yang ketiga,  ia  mengajar  dan memimpin agar iman orang-orng percaya lebih

teguh.  Ia  juga mengadakan pertemun-pertemuan untuk PI  yang mendapt banyak jemaat

baru (19:23-41, 21:27-36).

d. Misi Ketiga Asia kecil dan Eropa (18:23 – 21:17)

Paulus kembali ke Asia untuk melakukan apa yang kita namakan perjalanan pemberitaan

Injil  yang ketiga, dengan melewati terlebih dahulu wilayah Frigia – Galatia. Yang telah ia

kunjungi sebelumnya pada saat perjalanan pemberitaan Injil  yang kedua (16:6).  Ayat 24,

menceritakn bahwa seorng yang bernama Apolos dtang dari Aleksandria datang ke Efesus.

Dia yaitu  seorang yang berilmu tinggi dalam hl  kitab syci  dn juga seorang yang pintar

berkotbah. Selanjutnya ayat 25 menjelesakan lebih lnjut bahwa Apolos telah banyak belajar

dan dia mengenal Yesus namun  pengetahuan tentang Yesus belum cukup, namun  ia hanya

mengetahui baptisan Yohanes, yang berarti bahwa ia mengetahui pekerjaan dan kesaksian

Yohanes pembptis yang berhubungan dengan Yesus.


Ayat  26 memberithukn selanjutnya apa yang Apolos lakukan,  dimana dia  dengan

berani rumah ibadat Yahudi di Efesus. Friskila dan Akwila mendengar berita itu, sehingga

mereka membawanya kerumhnya dan keduanya mengajarnya lebih dalam tentang firman

Tuhan.  Disini  kita  melihat  bagaimana kerendahan hati  Apolos,  dia  seorang  yang  sudah

mengjr  rel  diajar  untuk  mendapat  kebenaran  yang  lebih  dalam. Ayat  27 sesudah   Apolos

mengenal  Yesus dengn baik  (26)  akhirnya  dia  dipakai  Allah  untuk  melayani  di  Akhaya.

Selanjutnya di  ayat  28 dikatakan bahwa dia yaitu  orang yang kokoh dan bersemangat

untuk  membantah  orang-orang  yahudi  dimuka  umum  dan  membuktikan  dari  kitab  suci

bahwa Yesus yaitu  Mesias.

Kemudian  Pasal  19:1  ini  menceritakan  tentang  Paulus  di  Efesus,  disana  ia

menjumpai beberapa orang murid yang memiliki sedikit pengetahuan tentang Yesus seprti

yng dimiliki Apolos. Selanjutnya di ayat 2 Paulus bertanya tentang apakah mereka sudah

menerima Roh Kudus atau belum. Pertaanyaan ini sebenarnya diajukan oleh Paulus sebab 

dia ingin mengetahui sejauh mana pengetahuan murid-murid atau orang percaya itu kepada

Yesus.  Pertayaan Paulus itu  secara lengkapnya yaitu :  sudahkah kamu menerima Roh

Kudus saat  (pada saat) kamu percaya ? jawabanya yaitu  bahwa mereka belum pernah

mendengar  tentang  adanya  Roh  Kudus,  sebenarnya  arti  kata  ini  yaitu   bahwa mereka

belum tahu tentang karunia-karunia Roh Kudus (χαρισματα) yang diberikan secara khusus

bagi orang-orang percaya pada masa PB. Calvin berkata: mereka tidak mungkin tidak tahu

tentang Roh Kudus sebab  mereka yaitu  orang-orang Yahudi. Di gereja sering dijumpai

orang-orang yang percaya yang belum memiliki pemahaman yang sempurna seperti mereka

ini;  oleh sebab  itu hamba Tuhan harus memperhatikan jemaatnya agar dapat mengajar

mereka yang masih memiliki pemahaman yang dangkal tentang kebenaran. Paulus bertanya

kepada  orang-orang  di  Efesus  ini  dengan  maksud  hendak  mengajar  mereka.

Pada ayat 3-4 ini Paulus mengajar mereka yang masih memiliki pemahaman yang dangkal

tentang  kebenaran  dengan  cara  Tanya  jawab.  Paulus  menanyakan  baptisan  agr  dapat

memimpin mereka sampai kepada baptisan Roh Kudus.  Jawaban mereka yaitu  bahwa

merek telah menerima baptisan Yohanes Pembaptis, sebab  itu Paulus menjelaskan bahwa

Yohanes Pembaptis telah menyaksikan tentang Yesus agar mereka dipimpin kepada Yesus.

Perkataan Yohanes pembaptis yang menyaksikan tentang Yesus, yang paling penting disini

yaitu  “Yaitu Dia yang datang kemudian dibandingkan ku” (Yohanes 1:27), “Anak Domba Allah

yang menghapus dosa dunia,” “Ia inilah Anak Allah,” dan “Dialah itu yang membaptis dengan

Roh Kudus” (Yohanes 1:29-34). Paulus menjelaskan ini agar mereka percaya kepada Yesus

Kristus dengan sungguh-sungguh.

Ayat  5  membuktikan  bahwa  murid-murid  yaitu   orang-orang  yang  memiliki

kerendahan hati.  Sama seperti  Apolos mereka yaitu  murid-murid yang rendah hati dan

penurut. Pembaptisn dilakukan dalam nama Yesus, ini membedakannya dengan baptisan

Yohanes.sesudah  merek di baptiskan maka pada ayat 6-7 dijelaskan bahwa tatkala Paulus

menumpangkan tangannya pada mereka maka turunlah Roh Kudus keatas mereka. Tentang

penumpangn  tangan  jangan  salah  dimengerti,  jangan  sampai  kita  berpikir  bahwa

penumpangan  tangan  akan  memberi  suatu  karunia  atau  suatu  kuasa  dapat  keluar  dari

tangan  yang  memberi  penumpangan  ini .  Penumpangan  tangan  manusia  tidaklah

memberi karunia rohani, hanya Tuhanlah yang dapat memberi karunia rohani. Dalam ayat ini

juga  dikatakan bahwa “Mereka berkata-kata  dalam bahasa lidah dan bernubuat,”  orang-

orang percaya dapat berbahasa lidah (yang datang dari Roh Kudus) pada waktu pentakosta

di Yerusalem (2:4), kemudian di Kaisarea (10:45-46), dan sekarang di Efesus. Bernubuat

artinya  memberitahu  sebelumnya suatu  hal  yang  akan  terjadi,  namun   juga  berarti  bahwa

mengerti Firman Tuhan secara benar dan mengajar jemaat sehingga membangun gerejan-

Nya (Kisah Para Rasul 11:28; 21:9-11; 1 Korintus 14:3).

Ayat  8-9  memberitahukan  bahwa  selama  tiga  bulan  Paulus  di  Efesus  dia  selalu

mengunjungi rumah ibadat dan disitu dia mengajar dengan berani. Dalam pemberitaanya ia

berusaha  menyakinkan  banyak  orang  tentang  kerajaan  Allah  yang  mengacu  kepada

kedatangan  Kristus  yang  kedua  kali  kelak.  Injil  memberitahukan  bahwa  berkat-berkat

kerajaan Allah telah sampai sebelumnya kepada umat manusia yaitu di dalam diri  Yesus

Kristus  sang  Mesias.  Pemberitaan  tentang  kerajaan  Allah  itu  sangat  penting  bagi  orang

Yahudi, sebab  menurut mereka Mesias datang untuk memerintah sebagai Raja. Sebagian

besar orang Yahudi di Efesus menerima apa yang diberitakan oleh Paulus itu: hanya ada

beberapa  orang  yang  tegar  hatinya  yang  tidak  mau  percaya.  Sekalipun  demikian,

sekelompok kecil  orang ini memiliki pengaruh besar terhadap orang banyak itu, sehingga

Paulus meninggalkan rumah ibadat yang membawa murid-muridnya ke sebuah ruang kuliah

milik seorang yang bernama Tiranus. Ada tulisan yang mengatakan bahwa Paulus mengajar

dari jam 11.00 pagi hingga jam 16.00 sore saat  arus perdagangan biasanya agak terhenti.

Paulus membuat tenda dan menjualnya pada pagi hari dan memberitakan Injil pada siang

hari.  Kata  jalan  Tuhan  yaitu   istilah  yang  umum  bagi  kekristenan  pada  waktu  itu.

Ayat 10-12 memberitahukan bahwa selama dua tahun Paulus mengajar secara rutin di ruang

kuliah  Tiranus  sehingga  membuahkan  hasil,  dia  juga  dipakai  Tuhan untuk  mengadakan

mukjizat. Secara lengkap di bawah ini ada dua hal yang perlu kita lihat mengenai tentang

hasil pelayanan Paulus di Efesus:

Ayat 13 Lukas penulis Kisah Para Rasul ini menuliskan suatu peristiwa yang agak

aneh namun  kejadian itu memperlihatkan keefektifitasan pelayanan Paulus di Efesus, dimana

dikatakan sampai-sampai beberapa tukang jampi Yahudi yang berjalan keliling menyebut

nama Tuhan Yesus sebagai bagian dari mantera mereka untuk menyembuhkan penyakit

dan mengusir roh-roh jahat. Menurut sejarahnya memang pada masa itu di Efesus nama

seseorang atau dewa tertentu dianggap memiliki kuasa khusus yang dapat mengendalikan

orang yang bersangkutan jika nama itu digunakan secara benar. Jadi kemungkinan saat 

tukang-tukang jampi melihat Paulus mengadakan mukjizat dalam nama Yesus maka para

tukang  jampi  Yahudi  itu  berusaha  memakai  nama Yesus  di  dalam menjalankan  profesi

mereka.

Ayat  14-16  memberitahukan  tentang  tujuh  anak  kepala  rumah  ibadat  Yahudi  di

Efesus yang bernama Skewa mempraktekkan apa yang juga telah dilakukan oleh tukang-

tukang jampi itu, dimana mereka mencoba mengusir roh jahat dengan memakai perkataan:

“Aku menyumpahi  kamu demi nama Yesus yang diberitakan oleh Paulus.”  Imam kepala

yang dimaksud dalam ayat ini seharusnya diterjemahkan sebagai Imam besar, ia yaitu 

kepala imam dari semua yang tinggal di Efesus. Apa yang dilakukan oleh tujuh anak Skewa

ini  justru mempermalukan diri  mereka sendiri.  melalui  orang yang di  rasuk itu,  roh jahat

berbicara:  Yesus aku kenal  ini  tidak berarti  bahwa roh jahat  itu  mengasihi  atau percaya

kepada Yesus. Roh jahat selalu bertentangan dengan Tuhan Yesus. Roh jahat atau iblis

mengenal atau mengetahui bahwa Yesus yaitu  Anak Allah (Marus 1:24), namun  Yesus tidak

mungkin memakai roh-roh jahat ini sebagai saksi-Nya (Markus 1:25). Sekalipun mereka tahu

tentang  Yesus,  namun   jikalau  mereka  mengatakan  sesuatu  tentang  Dia,  kita  perlu

menyelidikinya sebab perkataan mereka keluar sebab  mereka kadangkala lebih mengenal

keadaan rohani dibandingkan  manusia di dunia ini. Roh jahat itupun berkata Paulus ku ketahui,

namun  kamu siapakah kamu, perkataan roh jahat ini sangat mengancam orang-orang yang

tidak sungguh-sungguh percaya kepada Yesus. Selanjutnya dalam ayat ini juga dikatakan

bahwa anak-anak Skewa itu digagahi, akhirnya mereka lari dengan telanjang, hal ini terjadi

bagi mereka sebab  mereka ingin mencoba memakai kuasa nama Yesus padahal mereka

sendiri bukan orang percaya.

Ayat  17  memberitahukan  bahwa  berita  tentang  peristiwa  diatas  tersebar  kepada

seluruh  penduduk  Efesus  baik  orang  Yahudi  maupun  Yunani,  sehingga  nama  Tuhan

semakin masyur. Selanjutnya di ayat 18-19 memberitahukan bahwa nasib yang dialami tujuh

anak Skewa ini  membuat banyak tukang-tukang jampi yang lain bertobat. Datang dan

mengaku di muka umum, itu berarti bahwa mereka telah meninggalkan praktek sihir mereka

sebab waktu itu orang mempercayai bahwa rahasia-rahasia sihir akan hilang saat  diakui

dihadapn umum. Para tukang-tukang jampi lainya menyerahkan kitab-kitab mereka yang

berisi  mantera-mantera untuk dibakar di  hadapan umum. Sejumlah naskah semacam itu

telah ditemukan. Nilai kitab-kitab itu ditaksir lima puluh ribu uang perak sekarang kira-kira

8500  dolar  Amerika.  Mereka  membakar  kitab-kitanya  sekalipun  itu  sangat  mahal  dan

menyangkut mata pencaharian, namun  mereka melakukan hal itu sebab  mereka mengetahui

bahwa jikalau buku-buku itu tidak di bakar habis, mungkin akan mengakibatkan orang lain

akan kembali berbuat dosa.

Ayat 20 memberitahukan bahwa sebab  pertobatan tukang-tukang jampi  itu maka

makin  tersiarlah  Firman  Tuhan  dan  kuasa  Firman  itupun  semakin  terlihat.  Ayat  21

memberitahukan tentang keinginan hati Paulus untuk pergi ke Yerusalem melalui Makedonia

dan  Akhaya.  Paulus  juga  mengatakan  bahwa  sesudah   dari  Yerusalem  ia  juga  ingin

berkunjung  ke  Roma.  Hal  ini  membuktikan  bahwa  Paulus  yaitu   pelayan  Tuhan  yang

sangat  gigih  dalam melayani,  dia  tidak mengenal  lelah untuk melayani  Tuhan.   Ayat  22

memberi   informasi,  dimana  sebelum  Paulus  memulai  rencananya  untuk  pergi  ke

Yerusalem  melalui  Makedonia  dan  Akhaya  ia  terlebih  dahulu  mengirim  utusannya

(pembantunya)  untuk  mendahului  dia.  Apa  yang  dilakukan  Paulus  ini  bukan  hanya

mempersiapkan kedatangannya, sebab dia tidak perlu disambut dengan meriah oleh jemaat-

jemaat yang didirikannya di Makedonia. namun  tujuan Paulus mengirim Timotius dan Aratus

yaitu   agar  mereka  berdua  dapat  meneguhkan  jemaat  itu,  hal  ini  sama  seperti  tujuan

Paulus mengirim Titus ke jemaat Korintus (2Kor 8:23), Efaproditus ke jemaat Filipi  (Filipi

2:25),  Markus  ke  jemaat  Kolose  (Kolose  4:10)  dan  Timotius  ke  Jemaat  Tesalonika  (1

Tesalonika 3:2) Ayat  23-41 berbicara masalah huru-hara yang dipelopori  oleh Demetrius

seorang pembuat patung dewi Artemis. Dewi Artemis yaitu  dianggap orang-orang Efesus

sebagai anak perempuan dewa Zeus dan patungnya yaitu  turun dari langit, sebutan lain

baginya yaitu  dewi bulan yang memberi kehidupan kepada alam semesta. Patung Artemis

memiliki banyak payudara. 

sesudah  reda keributan yang terjadi di Efesus itu maka pada fasal 20:1-2 dijelaskan

bahwa keinginan hati Paulus untuk mengunjungi Yerusalem melalui Makedonia dan Akhya

menjadi  kenyataan.  Dalam ayat ini  disebut bahwa Paulus minta diri  (berpamitan kepada

Jemaat Efesus) hal ini memberitahukan bahwa Paulus tidak pergi begitu saja, namun  dia juga

mengucapkan kata-kata  perpisahan.  Thayer  mengatakan  bahwa setiap  perpisahan pada

waktu  itu  biasanya  mereka  saling  merangkul  dan  saling  menguatkan  iman.  sesudah   itu

Paulus menjelajah menuju Makedonia. Dia singgah di Yunani.

Ayat 3 memberitahukan bahwa Paulus tinggal selama tiga bulan di tanah Yunani dan

ia  ingin  ke  Siria  namun akhirnya  di  pergi  ke  Makedonia,  sebab   di  Yunani  orang-orang

Yahudi  bermaksud  membunuh  dia.  Daerah  Yunani  yang  dimaksud  kemungkinan  besar

yaitu  kota Korintus (Akhaya) dan surat Roma kemungkinan besar ditulis disini yang isinya

memberitahukan keinginannya  pergi  ke  Roma sesudah   dari  Yerusalem (Roma 15:22-29).

Sesudah itu ia bermksud berlayar ke Siria (Antiokia) namun  sebab  rancangan orang Yahudi

yang ingin membunuhnya, maka ia mengubah rencana perjalanannya, sehingga ia melewati

Makedonia.

Dalam ayat 4 di sebutkan ada 7 orang yang menyertai Paulus berangkat dari Korintus

(Tanah Yunani). Jika kita melihat Roma 15:25-27; 2Korintus 8; 9) maka tujuan dari ke tujuh

orang  ini   diatas  yaitu   sebagai  orang  yang  membawa  persembahan  dari  jemaat-

jemaat non Yahudi ke Yerusalem. Dalam ayat 5 memberitahukan bahwa ketujuh orang itu

berangkat lebih dahulu ke Troas. Kita tidak tahu mengapa tujuh orang itu berangkat lebih

dahulu ke Troas. Menurut sebuah teori orang-orang Yahudi yang tersebar di manapun harus

selalu mengikuti perayaan hari-hari raya, meskipun sedang berada dalam perjalanan; sebab 

itu Paulus juga bermaksud menyusul mereka ke Troas sesudah mengikuti  perayaan hari

raya (roti tidak beragi).

Ayat  6  kata  kami  dalam  ayat  ini  menunjukkan  bahwa  Lukas,  penulis  kitab  ini

bergabung lagi dengan tim misi Paulus. Di fasal 16:11, 12 dikatakan bahwa Lukas bersama

dengan Paulus dari Troas ke Samotrake selanjutnya ke Neapolis dan kemudian ke Filipi.

sesudah  itu kita melihat penjelasan selanjutnya tentang perjalanan Paulus dari  Filipi  pada

fasal  16:40,  disana dikatakan bahwa kedua rasul  itu  berangkat  (Paulus dan Silas).  Jadi

Lukas tidak ikut bersama Paulus dalam perjalanannya keluar dari Filipi. Maka kemungkinan

besar dia tetap ada disana sebab  tempat itu yaitu  kampung halamannya. namun  dalam

fasal 20:6 ini disebutkan bahwa Lukas kembali mengikuti Paulus dalam misi penginjilannya.

Ayat 7 memberitahukan tentang apa yang Paulus lakukan di Troas pada hari pertama

minggu sesudah  mereka tiba disana. Paulus memimpin perjamuan Tuhan, dia juga berkotbah

dengan cukup panjang sebab  disebut sampai tengah malam. Berkotbah dan melakukan

perjamuan Tuhan yang ada dalam ayat ini yaitu  merupakan petunjuk pertama yang jelas

tentang kebiasaan orang Kristen untuk menghormati hari minggu sebagai hari ibadat. namun 

orang-orang  Kristen  pertama,  sebagai  orang  Yahudi  mungkin  tetap  beribadat  pada  hari

Sabat dan juga pada hari pertama dalam sebuah minggu.

Ayat 8-9 menjelaskan bahwa kebaktian dan perjamuan Tuhan ini  dilakukan di

ruang atas atau tingkat tiga, disana Paulus berkotbah sampai tengah malam. Sebelumnya

lampu sudah disediakan cukup banyak supaya tidak terjadi  hal-hal  yang tidak diiginkan.

namun   Eutikhus  jatuh  dari  lantai  tiga  ini ,  sebab   dia  sudah  tertidur  dan  saat   ia

diangkat dia sudah mati.

Selanjutnya ayat 10 menceritakan bahwa Paulus turun untuk melihat Euthikus dan

dia mendekapnya. Tindakan ini dia lakukan yaitu  sebab  kasihnya kepada anak muda itu.

kemudian ayat 11-12 menceritakan bahwa sesudah  itu Paulus naik kembali ke ruang atas dan

mengadakan  perjamuan;  habis  makan  masih  lama  lagi  ia  berbicara  sampai  fajar

menyingsing. saat  ia berangkat mereka (jemaat itu) mengantarkan Euthikus kerumahnya

dalam keadaan hidup. Itu berarti bahwa mukjizat telah terjadi disaat Paulus mendoakan dan

mendekapnya.


Ayat 13-17 menjelaskan keberangkatan Paulus. Paulus memilih jalan darat sampai

ke  Asos.  Sementara  Lukas  dan  teman-temanya  naik  kapal  mengelilingi  sebuah  tanjung

menuju ke Asos. Di Asos Rasul Paulus naik kapal dan berlayar bersama rombongan itu ke

Metilene,  kota  utama  dari  pulau  Lesbos.  Dari  Metilene  mereka  melanjutkan  pelayaran

mereka  diantara  daratan  utama  dengan  pulau-pulau  Khios  dan  Samos  sampai  tiba  di

Miletus. sebab  Paulus ingin tiba di Yerusalem pada hari raya pentakosta, dia naik kapal dari

Troas  yang  berhenti  di  Miletus  namun   tidak  pergi  ke  Efesus.  Namun  sebab   kapal  yang

dinaikinya berlabuh di Miletus untuk beberapa hari, ada waktu untuk mengirimkan utusan ke

Efesus dan meminta para pemimpin gereja di tempat itu datang ke Miletus untuk sebuah

kunjungan singkat kepadanya.

Ayat  18-35  yaitu   merupakan  khotbah  yang  disampaikan  Paulus  kepada  para

penatua jemaat dari Efesus. Kotbah ini sangat penting sebab  mencerminkn kesederhanaan

gereja mula-mula.  Lukas menyebut pra pemimpin dari  gereja di  Efesus itu penatua atau

presbyter  (ay 17),  sedang  Paulus menyebut  mereka penilik  (ay 28).  Istilah ini  dalam

bahasa  aslinya  yaitu   episcopoi  yang  kemudian  diterjemahkan  dengan  “penilik  jemaat”

(Filipi  1:1;  1Tim3:1,2;  Titus  1:7).  Penatua  mempunyi  latar  belakang  Yahudi,  sedang 

penilik  berlatar belakang Yunani.  Jelas bahwa kedua istilah itu mengacu kepada jabatan

yang sama. Paulus merangkum pelayanan di Efesus dengan mengatakan bahwa dia telah

memberi  kesaksian tentang Injil  kasih  karunia  Allah (ay.  24),  memberitakan kerajaan

Allah (ay 25), yaitu dua ungkapan yang artinya sama dan dapat dipertukartempatkan. Di

dalam bagian ini kerajaan Allah mengacu pada keselamatan, yaitu tentang rangkuman dari

seluruh pemberitaan Paulus di Efesus mengenai berkat-berkat penebusan didalam Kristus

yang dapat dinikmati saat ini.

Paulus pergi ke Yerusalem sebab  dorongan ilahi (sebagai tawanan Roh) dan bukan

hanya menunjuk pada dorongan hati Paulus. Roh Kudus telah menunjukkan kepada Paulus

bahwa  tawanan  dan  penyiksaan  sedang  menantinya.  Kemudian  di  ayat  28  Paulus

menegaskan suatu tugas kepada para penilik jemaat itu supaya mereka menggembalakan

jemaat Allah yang sangat berharga itu. dimana jemaat itu sangat berharga sebab  jemaat itu

ditebus oleh darah Kristus Yesus. Kemudian dalam ayat 29 dan 30 Paulus menubuatkan

bahwa kesulitan akan menimpa gereja di Efesus dari dua sisi: serigala-serigala yang ganas

akan masuk ke dalam jemaat dari luar, dan guru-guru palsu akan muncul dari antara mereka

sendiri  untuk  membuat  para  murid  meninggalkan  kepercayaan  mereka.  Bertumbuhnya

ajaran  sesat  di  Efesus  digambarkan  di  dalam  1Timotius  1:3-7.  di  ayat  33-35  Paulus

mengingatkan  orang-orang  Efesus  bahwa  kebias