Seorng dokter. Dalam ayat 11-12 kita menemukan nama
kota Samotrake ini yaitu pulau diantara Troas dan Neapolis.
Selanjutnya ayat 13 menunjukkan bahwa mereka sangat mementingkan doa untuk
keberhasilan misinya. Mereka berusaha untuk mendapat tempat dimana mereka harus
berdoa. Orang-orang pada zaman ini sudah meremehkan doa. Sebab ada banyak hamba
Tuhan Bisnis, hamba Tuhan seperti ini selalu berusaha mengembangkan kekuasaannya
dalam jemaat dengan tipu daya manusiawi, tidak bekerja dengan doa dan kuasa Roh Kudus.
Para teolog bertindak seolah-olah bekerj dengan teori saja. mereka cenderung tidak
menyerahkan dirinya dan juga tidak berdoa. Disamping itu jemaat awampun banyak yang
terikat dengan kehidupan manusiawi sehingga tidak mempunyai waktu untuk berdoa. Kami
berbicara kepada perempuan-perempun yang ada berkumpul disitu, ini menunjukkan bahwa
rombongan Paulus tidak menyiayiakan kesempatan untuk memberitakan Injil. Hati mereka
sellu berkobar untuk mencari jiwa-jiwa (untuk menyelamatkan) sebab itu kaki mereka
senantiasa berkasutkn kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera. Mereka
memberitakan Injil kepada perempuan-perempuan di tepi sungai yang mereka temui.
Ayat 14, menceritakan tentang seorang yang bernama Lidia. Dia yaitu seorang
yang sudah mendengar pemberitaan Injil dri Paulus. Dia yaitu orang yang beribadah
namun sebelumnya dia belum mengerti bahwa Yesus yaitu Mesias, namun telah menjadi
orang yang tkut akan Allah sebab pemberitaan orng Yahudi. Pada saat ia mendengar
pembritan Paulus Tuhan membuka hatinya. Hati (kardia) tidak berarti otak namun yang
disebut hti yaitu jiwa dan roh. Itu yaitu inti kepribadian, yaitu sumber kasih dan keputusn.
Htilah yang terbuka oleh Roh Kudus sebab besar ksih krunia-Nya, liht Efesus 1:18. semua
pertobatan yang benar terjadi sebab Tuhan membuka hati (Kardia) manusia. Lidia yaitu
orang pertama bertobat dalam misi Eropa. Lidia menjembatani untuk membangun jemaat
pertama di Eropa. Seorang perempuan Samaria yng hendak menimba air juga pernah
menjembtani pemberitaan Injil di daerahnya (Yohanes 4:39-42). Di dalam sejarah gereja
pemberitaan Injil sering dimulai dari orang kecil dan akhirnya semakin diperluaskan. Ayat 15,
menceritakan bahwa Lidia dan seisi rumahnya dibaptiskan. Hal ini menunjukkan bahwa
sesudah pertobatan Lidia, dia membwa keluarganya kepada Tuhan dn diatas iman mereka
kepada Kristus mereka dibaptis. Dalam yat ini juga terliht kerendahan hati dari Lidia dengan
berkata “Jika kamu berpendapat bahwa aku sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan,
marilah menumpang di rumahku” ia mendesak agar rombongan Paulus menginap di
rumahnya sebab ia sangat berkobar dengan rasa syukur ats keselamatan yang diterima.
Ayat 16-17 memberi informasi tentang seorang yang disebut hamba perempuan
petenung. ia disebut sebagai hamba petenung sebab dia bekerj atau melakukan
tenungannya menurut perintah tuan-tuanya dengan mendapat bayaran yang tinggi. Ia
mengikuti Paulus dan seolah-olah dia menguatkan pemberitaan Injil Paulus namun ternyata
dia yaitu penyesat. Setanpun mengetahui sebagian kebenaran Allah (Yakobus 2:19). Jika
ia sedikit kebenarn Allah sebenarnya ia bermaksud memakainya untuk tujuan yang jahat,
yaitu memutarblikkan kebenaran. Beberapa penafsir berkata bahwa apa yng dikatakan oleh
perempun petenung itu dengan berkata tentang jalan kepada keselamatan (οδον σωτηριας)
bukan mengacu bahwa jalan yang dimaksud yaitu satu-satunya, namun justru
mengindiksikan bahwa jalan yang dimaksud yaitu salah satu dri yang lainnya. Jdi dengan
demikian perkataan perempun itu justru membaw orang-orang lebih jauh dri Kristus.
Ayat 18, memberitahukan bahwa perempuan itu melakukan hal yang sama beberapa
hari lamanya, namun sebab Paulus tidk tahan lagi akan gangguan itu sehingga ia
mengharudik roh. Motivasi pertama memerintahkan roh itu keluar dari perempuan ini adalh
krena kemuliaan Injil, bukan untuk menyelamatkan perempuan itu dari roh ini . Allah
tidk berkehendak Injil di beritakan oleh Iblis sebab ia akan mengotorinya. Sehingga Paulus
menghardiknya dan menyuruhnya keluar dari perempuan itu. Selanjutnya ayat 19-20 yaitu
reaksi dari para tuan-tuan perempuan petenung itu, mereka menangkap Paulus dan Silas,
lalu menyeret mereka ke pasar dan untuk menghafap penguasa. Hal ini membrikan
gambaran semu orang-orang duniawi yang selalu bertindk hanya demi keuntungn materi.
Mereka tidk dapat memikirkn tentng berkat rohani. Hamba-hamba Tuhan juga akan menjadi
demikian jika ia bersifat duniawi. Kekuatan pertempuran mereka yaitu tipu muslihat dan
tindakn-tindakan manusiawi, bukan doa dan kebenaran serta kuasa rohani. Sebenarnya
tujuan mereka yaitu keinginan pribadi namun memanipulasinya dengan mengatakan bahwa
tujuannya adalh kepentingan umum.
Ayat 21, yaitu sambungan dri perkataan-perkataan hsutan dari tuan-tuan perempun
itu. mereka menyebut diri mereka orang Rum padahal mereka yaitu orang Yunani. Sifat
mereka ini yaitu untuk membujuk pemerintahan Romawi. Orng-orang yang sangat duniawi
mudah membujuk penguasa demi keuntungn dirinya sendiri. adat istiadat yang kita…tidak
boleh menerimanya atu menurutinya menunjuk kepada Injil yang di britakan Paulus. Injil
Allah memang tidk dapat dimengerti dan diterima orang-orng duniawi yang belum dilahirkn
kembali (1 Korintus 2:14); akan namun orang-orang yang sudah lahir baru akan menerimanya
dengan senang hati dan menaatinya. Orng-orang duniawi bersemangat untuk mengikuti
ajaran yang jahat, sekalipun hal itu ibarat hendak mendaki gunung yang tinggi; namun untuk
mengikuti Injil, mereka jtuh sebab tersandung hanya oleh sehelai jerami.
Ayat 22-24, memberithukn bahwa rombongn Paulus pada saat itu mengalami
penderitan yng sngat hebat. Penderitaan mereka yaitu (1) penyiksaan massa yng buas, (2)
pukulan dengan dikoyakkanny pakaiannya tanpa pengdilan, yaitu pengdilan yang tidk sah
dan (3) dipenjarakan, yaitu perlkuan yang sangat kejam. Penderitaan Paulus ini tertulis di
dalam 2 Korintus 11:25 secara sugestif. Ayat 25-26, ini yaitu pengalaman Paulus dan Silas
di penjara. Mereka berdoa dan menynyikn puji-pujian kepada Allah. Kemudian terjdilh suatu
peristiw yang sungguh dhsyat, dimana sendi-sendi penjara itu goyah dan semu pintu penjara
itu terbuka dan bahkan belenggu mereka semua terlepas. Allah dapat melepaskan mereka
dari penjara tanpa gempa bumi akan tetpi ia memakai gempa bumi agar orang-orang
merasakan kebesaran Allah yng hadiri disitu (Calvin). Ayat 27, menceritakan tentang kepala
penjara yang bernit bunuh diri, sebab ia menyangka bahwa orang-orng dalam hukuman itu
melarikn diri. Menurut hukum Roma apabila Narapidana melepaskan diri dri penjara maka
penjagannya dihukum akan mati. Didunia ini ada banyak orang yang berniat bunuh diri krena
keputusasaan; akan tetpi dos bunuh diri yaitu dosa yang dimana tidk ada lagi kesempatn
untuk bertobat. Yesus Kristus datang untuk menyelamatkan orng-orang yang berputus asa,
sebab itu mengapa harus membunuh diri dengan maksud demikian , Paulus mencegahnya
dengan suara nyring. Ayat 28, menunjukkan bahwa Paulus dan Silas yaitu orng-orng yang
tidk ingin melrikn diri. Penolong mereka yaitu TUHAN yng menjdikn lngit dan bumi, sebab
itu untuk ap mereka berniat melarikan diri padahal merek tidak kekurangan sesuatu apapun;
justru sebaliknya merekalah yang menolong menyelamtkan penjaga dari tempat
kematiaanya.
Ayat 29-30, menceritkan tentang penjaga penjara yang tidak jadi bunuh diri dan dia
tersungkur di kaki Paulus dan Silas dan bertanya: “Tuan-tuan, apakah yang harus aku
perbuat, supaya aku selamat?” pertayaan ini yaitu pertayaan yang hrus dijawab oleh
Paulus dan Silas dengan baik, sebab untuk itulh mereka dipanggil sebagai pemberita Injil.
Sehingga di ayat 31 Paulus menjawab dengn sangat baik dengan berkata percayalah
kepada Tuhan Yesus Kristus. Hanya itu stu-satunya tidak ditmbah dengan peraturn atau
doga gereja, tidk ditambah dengan usaha manusia, namun hanya percaya saja. Kemudian
sesudah itu (ayat 32) Paulus dan Silas memberitakn Firman Tuhan kepadanya dan kepada
semua orang yang ada di rumhnya. Pemberitaan ini dilakukan oleh Paulus sebab dia tidak
mau hnya kepal penjaga penjara itu yang diselamatkan namun dia juga ingin bahwa anggota
keluarg penjaga penjara itu juga beroleh selamat. Selanjutnya ayat 33-34, menceritakan
bahwa kepala penjara yang telah menjadi percaya itu menyambut mereka dengan ramah.
Menjadi percaya kepada Allah lebih berharga dibandingkan mempeeoleh harta yang paling
berharga. Ia melayani pemberita-pemberita Injil ini dengan ramah sebab sukcita yang besar.
Sikap yang bersyukur sebab dimotivasi oleh kesadaran akn ksih Tuhan yaitu bukti
pengampunan dosanya.
Kemudian ayat 35-39, Paulus memperingtkan pembsar-pembesar kota tentang
ketidakadilan mereka. Kejadian itu juga menggambarkan situasi yng dibalikkan; sekarang
Paulus dan Silaslah yang mengekang pembesar-pembesar dan pejabat-pejabat kota itu. ia
bertindk demikin agar membuat mereka rendah hati dan membenarkan keadilan Allah. Sutu
hl yang perlu diingat bahwa menurut hukum Roma (Lex Valeria, BC. 509, Lex Porcia, B.C.
248), warga Negara Romawi tidak boleh dipukul atau dipenjarakan tnpa pengadilan, namun
mereka menyiksa Paulus dengan tidak berdasar hukum. Ayat 40, menjelaskan bahwa
Paulus dn Silas yaitu orang kokoh dalam Iman. Sehingga sesudah mereka keluar dri
penjara, mereka malah prig ke rumah Lidia dan menghibur saudara-saudara disana. Kisah
Para rasul 17:1-2. sesudah dari rumah Lidia Paulus dan Silas dan Timotius berjalan menuju
ke barat melalui jalan raya militer yang dinamakan Via Egnatia. Kenyataan bahwa mereka
Amfipolis dan Apolonia menunjukkan bahwa Paulus memeliki rencana yang pasti untuk
memberitakan Injil di berbagai kota yang strategis. Tesalonika yaitu ibukota Makedonia.
Dalam ayat ini juga dikatakan bahwa seperti biasa Paulus masuk ke rumah ibadat dan
membicarakan bagian-bagian dari kitab suci. Kemudian ayat 3 memeberitahukan bahwa
Paulus menjelaskan tentang Mesias yng yaitu Yesus. Isi kitab PL yaitu nubuat tentang
kematian dan kebangkitan Kristus. Rencana Allah yang menyelamtkan umat-Nya yaitu
kematian-Nya dn kebangkitan-Nya, maka kata harus mempunyai arti kehrusan bagi Allah.
Kematian dan kebangkitan-Nya telah dinubuatkan Allah dan dikerjkan oleh Allah, itulah
keharusan Allah. Tuhan Yesus juga memaparkan bukti dengan kitab suci bahwa ia harus
mati dan bangkit kembali (Lukas 24:25-27). Ayat 4, memberitahukan tentang hasil dari apa
yang Paulus lakukan di Bait Allah ini , dimana ada beberapa orang Yahudi yang
percaya dan sejumlah besar orang-orang Yunani yang takut akan Allah brtobat sebab
pelayanan Paulus ini. Kata perempuan-perempuan terkemuka yaitu lebih mungkin
menunjuk kepada istri-istri orang terkemuka. Kemudian ayat 5-9, memberitahukan tentang
sebagai akibat dari pemberitaan Injil yng sesuai dengan Firman Allah, banyak orang menjadi
percaya dan pada ayat 5-9 ini dikatakn bahwa sebab banyak orang menjadi percaya
timbullah penganyiayaan sebab iri hati orang Yahudi. Hal yang perlu diperhatikan dari
gerakan mereka yang menentng Injil dalah jerih payah manusiawi yang dilakukan oleh
sebab tidak memiliki kuasa Allah. Metode mereka yaitu mengacaukan (εθορυβουν),
berteriak-teriak (βοντες), gelisah (εταραζαν). Hal-hal demikian yaitu tindakan ceroboh
manusia yang lemah. Mereka brtindak bertentngan dengan prinsip tindakan yang damai,
tenang dan berkuasa yng dimiliki orang-orang percaya.
Ayat 10, memberitahukan bahwa pada malam itu segera orang-orang percaya di
Tesalonika itu menyuruh Paulus dan Silas berangkat ke Berea. Hal ini mereka turuti sebab
memang orang-orang percaya tidak perlu menahan atau menyeret dirinya ke tempat
berbahaya tanpa alasan khusus. Tuhan Yesus berkata, “Apabila mereka menganyiaya kamu
dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lin” (Matius 10:23). Ayat 11, memberithukan
bahwa orang-orang Yahudi di Berea lebih baik dibandingkan orang Yahudi yang ada di
Tesalonika, sebab orang Yahudi di Berea menerima Firman dengan segl kerelaan hati,
yang berarti sungguh-sungguh tekun. Injil Allah akan datang sebgai hidup bagi orang-orang
yang merindukannya dengan sungguh-sungguh. Orng-orang yang tidak sungguh-sungguh
merindukannya yaitu orang-orng yang tidak mengethui harga Injil yang sangat mahal;
seperti anjing dan babi, tidk ada alas an untuk memberi Injil kepadanya (Matius 7:6).
Buku-buku duniawi yaitu dangkal dan tidk mengandung kebenaran keselamatan namun
kebenaran Firman Allah yaitu dalam dan kebenaran dan kebenaran keselamatannya jelas,
Karen itu betapa bahagia menerima orng-orng yng menyelidiki secara dalam untuk
mengetahui apakah semuanya itu benar demikian?. Alkitab kan tertutup bagi orng-orng yang
tidk menyelidiki dengan sungguh-sungguh sebab mereka bukn murid-Nya.
Ayat 12, dijelaskan bahwa banyak orang-orang Yahudi itu yang menjadi percaya dan
bahkan orng-orang Yunani baik perempuan dan laki-laki juga banyak beroleh selamat.
Orang-orang yang merindukan Firman Allah dengan sungguh-sungguh tentu menjadi
percaya. Firman Allah tidak pernah gagal, sebab itu orang-orang yang menyelidiki Firman
Allah dengan sungguh-sungguh juga tidak akan gagal. Kita telh membahas tentang orang-
orang Tesalonika yang menghsut orang lain untuk menangkap Rasul Paulus seperti di ayat
5-9. jadi ayat 13 ini tidak perlu lagi kita bahas. Ayat 14, sesudah mereka mendengr berita itu
maka saudara-saudara (orang-orang percaya) segera menunjukkan tindakan mereka yang
tegas dan cepat. Orng-orang percaya disitu cepat melarikan Paulus sebelum terjadi
penganyiayaan orang Yahudi. Mereka melarikan Paulus ke Panti laut, agar Paulus dapat
pergi sampai ke Atena melalui perjalanan Laut. Silas dan Timotius tetap tinggal disitu untuk
memelihara jemaat yang masih baru itu. Ayat 15, orang-orang yng mengiringi (καθισανοντες)
sampai ke Atena, yaitu orang-orang yang membwanya dengan selamat. Tugs orang-orang
ini tidk hanya memimpin Paulus sampai ke tempt tujunnya tetpi juga melindunginnya.
Didalam perjalanan misi, Paulus memerlukan banyak penolong seperti orang-orang ini.
Pembangunn gereja Allah membutuhkan kerja sama, setiap bagian anggota akan hidup
benar secara rohani dan gereja yng menjadi tubuh Kristus juga akan berkembang. Lihat
1Korintus 12:14-27. Selanjutnya ayat 16 memberitahukan bahwa Paulus sangat sedih
sebab dia melihat bahwa kota itu dipenuhi dengan patung berhala. Kota Atena sejak zaman
dahulu yaitu kota filsafat dan patung berhala. Kata sangat sedih (παρωξυνετο) berarti
marah dan panas. Hati yang demikian mengandung kejengkelan. Kesedihannya yaitu (1)
kemarahan tentang kesiasian ptung berhala, (2) kejengkelan tentang manusia yang
diciptakan untuk menyembah Allah, namun jatuh dalam penyembhn berhala.
Kemudian di ayat 17 dikatakan bahwa sebab kemarahan Paulus maka ia bertukar
pikiran dengang orang-orang Yahudi dn orang-orng yng takut akan Allah di rumh ibadt dan di
psr dn dengan orang-orang yang dijumpainya di situ. Kata sebab itu yang ada dalam ayat ini
menunjukkan hati Paulus yang jengkel (ay 16) yang mendorongny bertukar pikiran. Ia
memberitakan Injil kepada berbagi kedudukan sosial. Sikap Paulus dilakukan sesuai dengan
prinsipnya yaitu, Demikianlah bgi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya
aku memenangkan orang-orang Yahudi…bagi orang-orang yang tidak hidup di bawh hukum
Taurat aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku
tidak hidup diluar hukum Allah…supaya aku dapat memenangkan mereka yang tidak hidup
di bawahhukum Taurat (1 Korintus 9:20-21). Ia pergi ke rumah ibadat untuk membawa orang
Yahudi dan pergi ke pasar untuk bertukar pikirn serta memberitakan Injil kepada orang-orang
kafir di Atena. Pasar disini mungkin pasar porselen (κεραμεικοζ). Tempat itu yaitu pusat
perdagangan kota Atena, biasanya para filsuf mengajar dan bertukar pikiran di situ.
Socrates, Filsuf yang terkenal itu biasanya mengajar di pasar pada saat dimana sangt
banyak orang berkumpul; terlebih lagi pembrita Injil, ia harus mencari tempat dimana banyak
orang berkumpul untuk memberitakan Injil tanpa malu. Tuhan Yesus menyuruh kita untuk
memberitakan Injil kerajaan Allah di tempat yang terang dn dimana banyak orang dapat
mendengarnya (Matius 10:26-27). Agama Kristen tidk dapat bersembunyi di tempat yang
gelapatau di sudut. Lihat Lukas 12:3.
Ayat 18 pada ayat ini disebut bahwa Paulus berdebat dengan golongan Epikuros dan
Stoa. Kedua-duanya yaitu golongan Filasafat. Golongan epikurus yaitu didirikn oleh
Epicurus (341 BC) dia yaitu seorang filsuf yang lahir di pulu Samos. Filsafatnya berdsrkn
humanisme dan materialisme yang bertentangan dengan Ketuhanan dan cenderung
mengarah pada hedonisme (paham yang dinut orang-orng yng mencri kesenangan semata-
mata). Golongan Stoa didirikan kira-kira tahun 340 BC oleh Zeno yang lhir di Cyrus. Seneca
dn Aurelius yang nantinya menjadi Kristen yaitu termasuk golongan ini. Dari antara kedua
golongan ini ada yang mengatakan bahwa Paulus yaitu si Peleter yang merupakan ejekan
yang setara dengan seseorang cerewet. Yang berkata bahwa Paulus yaitu pemberita
ajaran dewa-dewa asing. ξενων δαιμονιων yaitu dewa-dewa Yunani. Menurut hukum pada
masa itu orang yang menyampaikan ajaran dewa-dewa asing harus dihukum mati. Socrates
dihukum mati Karen tuduhn yang demikian (Zen, Memm, Plato, Apol., 24B). seorng ahli
mengatakan bahwa Paulus juga masuk dalam keadaan yng sama berbahaya, akan namun di
dalam Alkitab tidak ada dasar yang membuktikan hal itu. Pemberitaan Paulus yang
menyampaikan Tuhan Yesus yang mati dan bangkit dan menjdi pengntra diantra Allah dan
manusia, yaitu berita yang baru bagi para filsuf di Atena (ayat 19). Injil Allah tidak dapat di
mengerti dengn ilmu pengetahuan dunia, oleh sebab itu paulus berkata, “Di manakah orang
yang berhikmat? Dimanakah ahli turat? Dimanakah pembnth dari dunia ini? Bukankah Allah
telah membut hikmat dunia ini menjadi kebodohan? (1Korintus 1:20)
Ayat 19-20 memberithukan bahwa mereka membawa Pulus ke sidang Aeropagus
(bukit dewa Mars) bukn untuk diadili, tetpi untuk di beri kesempatan agar ia bercermah
tentang kebenaran dengan bebas. Penghuni kota Athena ingin mendengar ajaran yang baru
sebab keinginan belajar, bukan krena kerindun hati atau kerinduan rohani. Oleh sebab itu
kotbah Paulus kali ini tidak begitu berbuah (ay 32). Ayat 21 menceritakan bahwa orang-
oranmg yang ada di kota Atena yaitu orang-orang yang tergolong sangat sibuk. Kemudian
ayat 22 memberitahukan bahwa Paulus berdiri di Aeropagus dan memberitakan Injil atas
permintaan dari beberapa filsuf golongan Stoa dan Epikurian. Dalam ayat ini juga seolah-
olah Paulus memuji mereka dan mengatakan bahwa mereka yaitu orang yang beribadah.
Paulus mengatakan bahwa mereka sangat beribadah kepada dewa-dewa. Sebenarnya
perkataan ini dapat ditafsirkan sebagai animisme.
Ayat 23 Paulus melanjutkan kotbahnya, dalam ayat ini ada kalimat yang sngat
penting dipelajari, dimana Paulus berkata bahwa dia menjumpai sebuah tulisn di mezabah
penyembahan orang Atena suatu kalimat kepada Allah yang tidak dikenal. Allah yang tidak
di kenal artinya yaitu Allah yang ajaib atau Allah yang misterius bagi orang Atena itu. lalu
bertolak dari perkataan inilah Paulus menjelaskan atau memperkenalkan Allah yang tidak di
kenal oleh orang-orang Atena ini . Secara implisit ayat ini memberitahukan bahwa
sekalipun manusia berusaha berpikir untuk mengenal Allah seperti para filsuf Stoa dan
Epikurian ini mereka tidak dapat mengenalnya dengan benar. Manusia dapat mengenal
Allah hanya jika Allah menyatakan diri-Nya kepada manusia. Alkitab yaitu penyataan Allah
maka kita dapat mengenal Allah dri apa yang dikatakan Allah tentang diri-Nya seperti yang
ada dalam Alkitab.
Selanjutnya ayat 24 Paulus mengatakan bahwa Allah pencipta langit dan bumi tidk
diam dalam kuil buatan tangan manusia. Allah yang menciptakan bumi dan segala isinya
yaitu Allah yang menjadikan dri yng tidk ada menjadi ada, sebab itu pemikiran yang
mengira bahwa Allah dapat didiamkan dalam kuil-kuil yaitu bodoh. Manusia dapat
menyembah Allah sang pencipta sebagai pencipta melalui iman (Ibrani 11:6). Sng pencipta
membangkitkn iman manusia. Semua mahluk alam semesta tidk dijdikan secara kebetulan,
tentu ada yang menciptkannya, itulah kebenaran. Jikalau semua mahluk alam semesta
dijadikn secara kebetulan, tidak akan ada ilmu pengetahuan tentang alam semesta sebab
alam semesta itu tidak mengikuti hukum alam. Tidak hanya demikian, jikalau ada suatu
hukum alam terjadi secara kebetulan, dalam zaman sekarangpun harus ada yang terjadi
demikian, akan namun pada masa sekarang sama sekali tidak ada yang terjadi demikian.
Oleh sebab itu menyakini bahwa alam semesta terjadi secara kebetulan lebih sulit
mempercayainya dibandingkan percaya bahwa ada yang menciptakannya. Kita mempercayai
kebenarn penciptaan Allah dan kuasa penciptaan-Nya dengan sukacita. Allah tidak diam
dalam kuil-kuil buatan tangan manusia, bukan hanya itu saja Alkitab juga mengatakan
bahkan Allah juga tidk diam di Bait Allah sekalipun itu di bangun menurut petunjuk-Nya (1
Raja-Raja 8:27), hanya Bait Allah merupakan tempat kehadiran nama-Nya yaitu Firman-Nya,
sebab itu doa orang-orang ditempat itu akan di dengar oleh Allah di surga (1 Raja-Raja
8:28-30, 44-45). Pemikiran bahwa Allah berada di suatu tempat tertentu yaitu pikiran
penyembahan berhala. Allah memenuhi langit dan bumi sebab itu Ia berada dekat dan jauh,
Ia berada di dalam alam semesta dan diluar alam semesta (Yeremia 23:23-24), oleh krena
itu percaya kepda-Nya menurut firmn-Nya yaitu penyembahn kepada-Nya (Yohanes 6:29;
Kisah Para Rasul 17:31).
Dalam ayat 25 ini Paulus menjelaskn bahwa kelakuan orang-orang yang menyembah
berhala yang membawa persembahan ked lm kuil-kuilnya yaitu sia-sia. Mereka menghibur
diri sendiri dengan mempersembahkn persembahan kepada berhala; akan namun apa yang
kurang bagi Allah sehingga Ia memerlukan persembahan? (Mazmur 50:7-15) malahan
Allahlah yang memberi hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang. Ini
merupakn perbandingan dimana Allah buknlah yang bergntung kepada manusia namun
manusialah yang bergantung kepada Allah. Pada ayat 26 ini Paulus mengatakan bahwa
Allah menjadikan semua bangsa dn umt manusia dari stu orang saja. Para antropolog juga
tidak memungkiri bahwa mnusia berasal dari satu leluhur. Allah juga menentukan musim
atau masa atau zaman-zamanya dan bahkan juga batas-bats kewilayahn bangsa-bangsa itu
(lihat Ulangan 32:8). Ayat 27 Paulus mengatakan bahwa Allah melakukan semuanya itu
yaitu bahwa Ia ingin menyatakan keberadaan-Nya. Kemudian di ayat 28 Paulus
mengatakan bahwa di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada yang berarti bahwa
kehidupan, gerakan dan eksistensi manusia hny ada sebab anugerah Allah; yang dimksud
ialah manusia akan kembali kedalam kesia-siaan jika kuasa Allah tidak menopangnya. Di
dalam ayat ini Paulus juga mengutip perktaan dari penyair sudah mereka kenal yang
mengatakan: Kita ini dari keturunan Allah, dengan mengatakan hal ini Paulus bermaksud
menjelaskan bahwa semua orang berasal dari Allah dalam arti bahwa mereka yaitu
mahluk ciptaan-Nya. Kemudian di ayat 29 Paulus menjelaskan bhwa sebab kita yaitu
berasal dari keturunan Allah berarti kita diciptakan serupa dengan Allah. Benar bahwa Allah
menciptkan manusia begitu mulia, tidak dapat dibandingkan dengan ciptaan lain. Paulus
memberi pandngan yang demikian agar merek menyadari bahwa sang pencipta tidk boleh
digantikan dengan ciptaan yang diciptakan sedemikian rupa; dengan patung-patung berhala
yang terbut dri emas atau perk atau batu. Paulus memperkenalkan Allah, pemimpin langit dn
bumi dan segal isinya (24-27), agar menegaskan bahwa Allah tidk boleh disamakan dengan
patung-patung buatan tangan manusia. Lihat Mazmur 115:4-8; 135:15-18; Yesaya 40:18-
20,25; 44:12-17; 46:5-7. Kemudian ayat 30-31 Paulus mengatakan bahwa sekarang Allah
memberitakan kepada manusia bahwa semua orang harus bertobat. Kata sekarang berarti
pada keadaan sekarang. Hal itu menunjukkan suatu hal yang baru dimulai dimana
sebelumnya masa itu tidak pernah ada. Allah memberitakan dimana-mana semua mereka
harus bertobat dengan kasih krunia-Nya bukan dengan perintah hukum Taurat. Kemudian
dikatakan bahwa Allah telah menetapkan suatu hari dimana Ia akan menghakimi dunia dan
penghukum itu yaitu Anak Allah yang telah mati dan bangkit itu (Yesus Kristus), Ia yaitu
manusia sejati yang telah bangkit dari antara orang mati. Jikalau Ia hanya manusia, Ia tidak
dapat menjadi penghakim; akan namun Ia yaitu Anak Allah yang membuktikan diri-Nya
sebagai penghukum dengan kebangkitan-Nya. Ayat 32-34 memberitahukan bagaimana
tanggapan orang-orang Atena itu terhadap penjelasan paulus. Beberapa dari orang Atena itu
menertawakan Paulus namun yang lain bersedia mendiskusikannya lebih lanjut. Dengan
demikian berakhirlah pertemun itu dan Paulus pergi meninggalkan mereka. Dia tidak gagal
secara mutlak, sebab beberapa orang laki-laki menggabungkan diri dengan dia dan menjadi
percaya. Salah seorang diantara mereka adalh anggota Aeropagus itu sendiri. tetpi di Aten
hanya sedikit orang yng mu percaya.
Pasal 18:1 memberitahukan bahwa Paulus meninggalkan Atena pergi ke Korintus,
dimana ia menantikan Silas dan Timotius dari Makedonia. Kota Korintus 50 mil jauhnya dari
Atena. Kota itu di hncurkan oleh jenderal L. Mummius untuk membsmi gerakan anti Roma
pada tahun 146 BC dan kehancuran itu dibiarkan berlangsung selama satu abad. Julius
Caesar kemudian kembali membamgun kota itu pada tahun 46 BC. Kota Aten terkenal
dengan patung-patung berhala sedang kota Korintus terkenal dengan kemerosotan
moral. Nama Korintus berarti cabul sehingga lahirlah kata korintiajomi yang berarti
percabulan. Pemberita Injil juga harus pergi ke kota yang telah membusuk untuk
memberitakan Injil yang dapat menghambat pembusukan.
Ayat 2 memberithukan bahwa Paulus berjumpa dengan seorang Yahudi yang
bernama Akwila dan istrinya Priskilia. Seorang penulis yang bernama Suetonius dalam buku
Life of Claudius mengatakan bahwa orang-orang Yahudi berkali-kali terlibat dalam huru-hara
saat mendengr hasutan mengenai Krestus, sehingga Klaudius terpaksa mengusir mereka
dari Roma pada tahun 49 M. jika berita ini benar itu berarti bahwa pemberitan Injil di bait
Allah yang ada Roma banyak mengalami pertentangn sehingga Cludius mmerintahkan agar
semua orang Yahudi meninggalkan kota itu. tidak jelas apakah Akwila dan Priskilia sudah
menjadi orang percaya sebelum mereka meninggalkan Roma. sebab tidak pernah
disebutkan bahwa Paulus memberitakan Injil kepada mereka maka kemungkinan mereka
sudah menjadi Kristen di Roma. Dua orang Yahudi ini tiba di Korintus dan membuka usaha
disitu. Ayat 3 memberitahukan bahwa keadaan Paulus dan Akwila dan Priskila memiliki
pekerjaan yang sama; jadi Paulus begitu tiba di Korintus tidk serta merta hanya
memberitakan Injil namun juga bekerj sebagai tukang kemah. Kemh itu dibutuhkan oleh
wisatawan, gembala, pedagang dn lain-lain. Ayat 4 memberi informasi bahwa Paulus
selalu memberitakan Injil di rumah ibadat setiap hari sabat untuk menyakinkan orang-orang
Yahudi dan juga orang-orang Yunani. Kita tahu bahwa orang-orang Yahudi menerima PL
dan senantiasa menunggu Mesias yang dijanjikan dalam kitab PL. jadi Paulus berusaha
menykinkn orng-orang Yahudi bahwa Mesias yang sedang mereka nanti-nantikan itu yaitu
Yesus Kristus yang telah mati dan bangkit dan telah naik ke sorga itu. Ayat 5 ini memberi
analogi bgi kita bahwa sebelum datangnya Silas dan Timotius betapa hati Paulus ingin
memeliki waktu untuk memberitakan Injil lebih banyak dn sesudah mereka datang untuk
membantunya maka ia dapat memberitakan Injil dengan sepenuhnya. Paulus memberi
kesaksian kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesus yaitu Mesias.
Selanjutnya ayat 6 mengatakan bahwa banyak orang-orang yang memusuhi dan
menghujt dia, oleh sebab itu Paulus mengebaskan debu dri pakaiannya. Tindakan itu
yaitu merupakan kiasan yang berarti bahwa ia tidak bertanggung jawab. Ia telah
melaksanakan tanggung jawabnya untuk memberitakn Injil kepada orang Yahudi dengan
sepenuhnya namun orang-orang Yahudi itu tidak menerima apa yang dia beritakan,
sekarang ia memutuskan untuk memberitakan Injil kepada yang lain dan jika orang Yahudi
tidak diselamatkan Paulus tidak bertnggung jawab lagi. Seharusnya tindakan seperti inilah
yang harus dilakukan oleh pemberita Injil, seperti Paulus saat meninggalkan tempat
pelayananya, ia yaitu orang yang telah menuntskan pelayananya, akan namun hamba
Tuhan yang malas atau yang tidak mampu akan meninggalkan tempat pelayananya dengan
bebn berat sebab masih banyak tanggung jawab yang belum dilaksanakannya, hamba
Tuhan yang berjiwa demikian, sangat menyedihkan.
Kemudian ayat 7 memberitahukan bahwa Paulus keluar dari bait Allah itu lalu datang
kerumah seorang yang bernama Titius Yustus yang rumahnya berdampingan dengan bait
Allah itu. hal ini memberitahukan bahwa meskipun Paulus ditinds oleh orng Yahudi namun ia
tetap tinggal dekat dengan mereka, disamping rumah ibadat orng Yahudi; sebab walaupun
mereka menindas namun hasilnya beberapa orang Yahudi menjadi percaya (8) dan masih
ada harapan untuk memenangkan yang lain (9-10) di antara mereka Rasul bertindak sesuai
dengan pimpinan Roh Kudus, Karen itu ia pernah melarikan diri ke tempat yang jauh (9:25)
namun juga dapat tinggal dekat dengan penindasan. Nama Titius Yustus mungkin nama
orang Roma. Paulus msih tetap akrab dengan Akwila namun ia meninggalkannya dan pindah
ke rumah Yustus untuk tinggal. Ia bertindak demikian agar dapat bersekutu dengan orang-
orang kafir sambil memberitakan Injil kepada mereka.
Ayat 8 menceritakan tentang Krispud kepala rumah ibadat dan seluruh keluargany
yang menjadi percaya. Peristiwa ini tentu menjadi suatu berita yang sangat menggemparkn.
Krispus tentu yaitu orang yang mempunyai pengaruh besar terhadap orang Yahudi.
Percaya kepada Tuhan berarti bahwa ia telah memiliki iman yang menyelamatkan. Banyak
dari orang-orang Korintus yang mendengarkan pemberitaan Paulus menjadi percaya dan
memberi diri di baptis. Sekali lagi ayat ini memberitahukan suatu kondisi sebelum seseorang
di baptis, yaitu dia harus sudh diselamatkan lalu sesudah itu diatas imanya dia di baptiskan.
Ayat 9 memberitahukan bahwa pada suatu malam Tuhan berkata kepada Paulus jangan
takut, teruslah memberitakan Firman dan jangan diam. Kata jangan takut yaitu kosa kata
yang bukan berarti melarang untuk takut sesaat sebab suatu kejadian yang terjadi, namun
hidup terus menerus tanpa ketakutan. Teruslah memberitakan firman dan jangan diam, ini
yaitu dorongan kepada Paulus untuk tetap memberitakan Firman tak peduli orang lain
mendengarknnya atau tidak.
Ayat 10-11 yaitu sambungan dri apa yang Tuhan katakana dan respon Paulus atas
perkataan Tuhan itu. Tuhan berkata bahwa “Aku” menyertai engkau. Ini yaitu penegasn
dari Tuhan bahwa Dialah yang menyertai Paulus. Penyertaan ini menjamin bahwa Paulus
harus memberitakn Injil di Korintus dan akan ada buah dari misinya. Ayat 12-13
menceritakan penentangan orang-orang Yahudi di Korintus kepada Paulus. Pada saat itu
yang menjadi gubernur Akhaya yaitu Galio, dia yaitu kakak dari Seneca, ahli Filsafat
Stoic. Menurut sejarah ia yaitu orang lembut dan ramah. Di tembok kuil Delphi di Korintus
terukir surat Kaisar Klaudius, nama Galio tercatat tiga kali di dalamnya. Pada waktu itu
gubernur Akhaya tidak berada dibawah parlemen namun dibwah pengawasan langsung dari
kaisar. Pada saat itu orang-orang Yahudi bermksud menganyiaya Paulus melalui kekuasaan
Galio, namun Galio yang baik hati menolak permintaan orang Yahudi ini; seperti demikinlah
janji Tuhan (ay. 10) digenapi. Ada waktunya dimana Allah melindungi hamba-Nya secara
ajaib namun seringkali Allah memberi perlindungan secara wajar saja. orang-orang Yahudi itu
mengtakan bahwa Paulus mengajarkan tentng beribadah kepada Allah yang bertentangan
dengan hukum Taurat, perkataan ini diungkapkan orang Yahudi sebab kesalahfahaman.
Paulus tidak mmberitakan agama untuk melanggar hukum Taurt. Ia mengajar mereka agar
mereka beribadah kepada Allah dengan Injil yang merupakan kegenapan hukum Taurat.
Ayat 14-16, menjelaskan bahwa Galio memutuskan dengan adil bahwa ia hanya akan
menangani perkara yang mencelakakan orang lain atau kelakuan yang jahat yang tidak
benar. Pelanggaran berarti kelakuan yang mencelakakan orang lain, dan kejahatan berarti
kelakuan yang jahat. Ia juga mengatakan bahwa sebagai hakim di pemerintahan ia tidak
akan mempedulikan persilihan tentang perkataan atau nama hukum agama. namun kalau hal
itu yaitu perselisihan tentang perkataan atau nama atau hukum yang berlaku diantara
kamu, maka hendaklah kamu sendiri yng mengurusnya. Secara singkat apa yang dikatakan
oleh Galio ini yaitu bahwa jika persoalan agama atau perbedaan ajaran yang diantara
orang Yahudi itu bertentangan maka itu bukanlah urusanya (bukan urusn Galio). Perkataan
itu sama dengan logos dan nama itu mengcu kepada nama Yesus dan hukum itu mengacu
kepada hukum Taurat. Jdi untuk persoalan-persoalan seperti ini biasanya tidk ingin campur
tangan atas hal-hal yang berhubungan dengan hukum Taurat sebab hal itu berkaitan dengn
agama.
Ayat 18 menjelaskan bhw sesudah peritiwa itu (ay 17) Paulus masih tinggl beberapa
hari lagi di Korintus, sesudah itu baru dia minta diri kepada saudara-sudara disitu, dn berlayar
ke Siria. Priskila dan Akwila menyertai dia, ini di dorong oleh kasih yang dari Kristus. Mereka
bertiga sama-sama mengasihi Kristus oleh sebab itu hubungan mereka bertiga sngt akrab
secra rohani. Paulus bernazar yaitu lebih mungkin sebagai penyerahan kembali kepada
pelayanan kasih karunia. Kota kengkra yaitu kota pelabuhan yang terletak 9 mil jauhnya
dari kota Korintus. Pelabuhan itu ramai sebab perdagangan dengan Asia. Di Kengkrea
inilah Paulus disebut mencukur rmbutnya.
Ayat 19 menceritakan bahwa setelh sampai di Efesus Paulus meninggalkan Priskila
dn Akwila disitu. Paulus masuk kerumah ibadat dan berbicara dengan orng-orang Yahudi.
Kota Efesus yaitu kota yang paling penting di Asia kecil, dimana terdpat kuil Artemis.
sesudah beberap waktu kemudian Paulus datang kembali ke kota itudn 3 thun lamanya ia
tinggal dan memberitkan Injil (20:31). Sebelum pergi ia membirkn Friskila dn Akwila tetp
tinggl di kota Efesus sebab ia akan kembali.
Ayat 20-21 memberi gmbaran bahwa kehdiran paulus di Efesus membawa berkt
besar bagi orang-orang percaya disana, sehingga meminta Paulus untuk lebih lama lagi
tinggal disana, namun ia tidak menurutinya. Dia berkata kepada mereka Aku akan kembli
kepada kamu, jika Allah menghendakinya. Ia sellu ingin melakukan sesuatu hanya menurut
kehendak Allah; itulh kehidupan orang percaya yng sejati.
Ayat 22-23 ini menjelaskan perjalanan Paulus, dia sampai di Kaisarea dan sesudah naik ke
darat dan memberi salam kepada jemaat artinya bahwa ia pergi ke jemaat di Yerusalem.
Menjelajahi seluruh tanah Galatia dan Frigia yaitu permulaan perjalanan misi pertama
tertulis dalam fsal 13:4, dan keberangkatan yng kedua tertulis dlam fasal 15:36. dlm
perjalanan yang ketiga, ia mengajar dan memimpin agar iman orang-orng percaya lebih
teguh. Ia juga mengadakan pertemun-pertemuan untuk PI yang mendapt banyak jemaat
baru (19:23-41, 21:27-36).
d. Misi Ketiga Asia kecil dan Eropa (18:23 – 21:17)
Paulus kembali ke Asia untuk melakukan apa yang kita namakan perjalanan pemberitaan
Injil yang ketiga, dengan melewati terlebih dahulu wilayah Frigia – Galatia. Yang telah ia
kunjungi sebelumnya pada saat perjalanan pemberitaan Injil yang kedua (16:6). Ayat 24,
menceritakn bahwa seorng yang bernama Apolos dtang dari Aleksandria datang ke Efesus.
Dia yaitu seorang yang berilmu tinggi dalam hl kitab syci dn juga seorang yang pintar
berkotbah. Selanjutnya ayat 25 menjelesakan lebih lnjut bahwa Apolos telah banyak belajar
dan dia mengenal Yesus namun pengetahuan tentang Yesus belum cukup, namun ia hanya
mengetahui baptisan Yohanes, yang berarti bahwa ia mengetahui pekerjaan dan kesaksian
Yohanes pembptis yang berhubungan dengan Yesus.
Ayat 26 memberithukn selanjutnya apa yang Apolos lakukan, dimana dia dengan
berani rumah ibadat Yahudi di Efesus. Friskila dan Akwila mendengar berita itu, sehingga
mereka membawanya kerumhnya dan keduanya mengajarnya lebih dalam tentang firman
Tuhan. Disini kita melihat bagaimana kerendahan hati Apolos, dia seorang yang sudah
mengjr rel diajar untuk mendapat kebenaran yang lebih dalam. Ayat 27 sesudah Apolos
mengenal Yesus dengn baik (26) akhirnya dia dipakai Allah untuk melayani di Akhaya.
Selanjutnya di ayat 28 dikatakan bahwa dia yaitu orang yang kokoh dan bersemangat
untuk membantah orang-orang yahudi dimuka umum dan membuktikan dari kitab suci
bahwa Yesus yaitu Mesias.
Kemudian Pasal 19:1 ini menceritakan tentang Paulus di Efesus, disana ia
menjumpai beberapa orang murid yang memiliki sedikit pengetahuan tentang Yesus seprti
yng dimiliki Apolos. Selanjutnya di ayat 2 Paulus bertanya tentang apakah mereka sudah
menerima Roh Kudus atau belum. Pertaanyaan ini sebenarnya diajukan oleh Paulus sebab
dia ingin mengetahui sejauh mana pengetahuan murid-murid atau orang percaya itu kepada
Yesus. Pertayaan Paulus itu secara lengkapnya yaitu : sudahkah kamu menerima Roh
Kudus saat (pada saat) kamu percaya ? jawabanya yaitu bahwa mereka belum pernah
mendengar tentang adanya Roh Kudus, sebenarnya arti kata ini yaitu bahwa mereka
belum tahu tentang karunia-karunia Roh Kudus (χαρισματα) yang diberikan secara khusus
bagi orang-orang percaya pada masa PB. Calvin berkata: mereka tidak mungkin tidak tahu
tentang Roh Kudus sebab mereka yaitu orang-orang Yahudi. Di gereja sering dijumpai
orang-orang yang percaya yang belum memiliki pemahaman yang sempurna seperti mereka
ini; oleh sebab itu hamba Tuhan harus memperhatikan jemaatnya agar dapat mengajar
mereka yang masih memiliki pemahaman yang dangkal tentang kebenaran. Paulus bertanya
kepada orang-orang di Efesus ini dengan maksud hendak mengajar mereka.
Pada ayat 3-4 ini Paulus mengajar mereka yang masih memiliki pemahaman yang dangkal
tentang kebenaran dengan cara Tanya jawab. Paulus menanyakan baptisan agr dapat
memimpin mereka sampai kepada baptisan Roh Kudus. Jawaban mereka yaitu bahwa
merek telah menerima baptisan Yohanes Pembaptis, sebab itu Paulus menjelaskan bahwa
Yohanes Pembaptis telah menyaksikan tentang Yesus agar mereka dipimpin kepada Yesus.
Perkataan Yohanes pembaptis yang menyaksikan tentang Yesus, yang paling penting disini
yaitu “Yaitu Dia yang datang kemudian dibandingkan ku” (Yohanes 1:27), “Anak Domba Allah
yang menghapus dosa dunia,” “Ia inilah Anak Allah,” dan “Dialah itu yang membaptis dengan
Roh Kudus” (Yohanes 1:29-34). Paulus menjelaskan ini agar mereka percaya kepada Yesus
Kristus dengan sungguh-sungguh.
Ayat 5 membuktikan bahwa murid-murid yaitu orang-orang yang memiliki
kerendahan hati. Sama seperti Apolos mereka yaitu murid-murid yang rendah hati dan
penurut. Pembaptisn dilakukan dalam nama Yesus, ini membedakannya dengan baptisan
Yohanes.sesudah merek di baptiskan maka pada ayat 6-7 dijelaskan bahwa tatkala Paulus
menumpangkan tangannya pada mereka maka turunlah Roh Kudus keatas mereka. Tentang
penumpangn tangan jangan salah dimengerti, jangan sampai kita berpikir bahwa
penumpangan tangan akan memberi suatu karunia atau suatu kuasa dapat keluar dari
tangan yang memberi penumpangan ini . Penumpangan tangan manusia tidaklah
memberi karunia rohani, hanya Tuhanlah yang dapat memberi karunia rohani. Dalam ayat ini
juga dikatakan bahwa “Mereka berkata-kata dalam bahasa lidah dan bernubuat,” orang-
orang percaya dapat berbahasa lidah (yang datang dari Roh Kudus) pada waktu pentakosta
di Yerusalem (2:4), kemudian di Kaisarea (10:45-46), dan sekarang di Efesus. Bernubuat
artinya memberitahu sebelumnya suatu hal yang akan terjadi, namun juga berarti bahwa
mengerti Firman Tuhan secara benar dan mengajar jemaat sehingga membangun gerejan-
Nya (Kisah Para Rasul 11:28; 21:9-11; 1 Korintus 14:3).
Ayat 8-9 memberitahukan bahwa selama tiga bulan Paulus di Efesus dia selalu
mengunjungi rumah ibadat dan disitu dia mengajar dengan berani. Dalam pemberitaanya ia
berusaha menyakinkan banyak orang tentang kerajaan Allah yang mengacu kepada
kedatangan Kristus yang kedua kali kelak. Injil memberitahukan bahwa berkat-berkat
kerajaan Allah telah sampai sebelumnya kepada umat manusia yaitu di dalam diri Yesus
Kristus sang Mesias. Pemberitaan tentang kerajaan Allah itu sangat penting bagi orang
Yahudi, sebab menurut mereka Mesias datang untuk memerintah sebagai Raja. Sebagian
besar orang Yahudi di Efesus menerima apa yang diberitakan oleh Paulus itu: hanya ada
beberapa orang yang tegar hatinya yang tidak mau percaya. Sekalipun demikian,
sekelompok kecil orang ini memiliki pengaruh besar terhadap orang banyak itu, sehingga
Paulus meninggalkan rumah ibadat yang membawa murid-muridnya ke sebuah ruang kuliah
milik seorang yang bernama Tiranus. Ada tulisan yang mengatakan bahwa Paulus mengajar
dari jam 11.00 pagi hingga jam 16.00 sore saat arus perdagangan biasanya agak terhenti.
Paulus membuat tenda dan menjualnya pada pagi hari dan memberitakan Injil pada siang
hari. Kata jalan Tuhan yaitu istilah yang umum bagi kekristenan pada waktu itu.
Ayat 10-12 memberitahukan bahwa selama dua tahun Paulus mengajar secara rutin di ruang
kuliah Tiranus sehingga membuahkan hasil, dia juga dipakai Tuhan untuk mengadakan
mukjizat. Secara lengkap di bawah ini ada dua hal yang perlu kita lihat mengenai tentang
hasil pelayanan Paulus di Efesus:
Ayat 13 Lukas penulis Kisah Para Rasul ini menuliskan suatu peristiwa yang agak
aneh namun kejadian itu memperlihatkan keefektifitasan pelayanan Paulus di Efesus, dimana
dikatakan sampai-sampai beberapa tukang jampi Yahudi yang berjalan keliling menyebut
nama Tuhan Yesus sebagai bagian dari mantera mereka untuk menyembuhkan penyakit
dan mengusir roh-roh jahat. Menurut sejarahnya memang pada masa itu di Efesus nama
seseorang atau dewa tertentu dianggap memiliki kuasa khusus yang dapat mengendalikan
orang yang bersangkutan jika nama itu digunakan secara benar. Jadi kemungkinan saat
tukang-tukang jampi melihat Paulus mengadakan mukjizat dalam nama Yesus maka para
tukang jampi Yahudi itu berusaha memakai nama Yesus di dalam menjalankan profesi
mereka.
Ayat 14-16 memberitahukan tentang tujuh anak kepala rumah ibadat Yahudi di
Efesus yang bernama Skewa mempraktekkan apa yang juga telah dilakukan oleh tukang-
tukang jampi itu, dimana mereka mencoba mengusir roh jahat dengan memakai perkataan:
“Aku menyumpahi kamu demi nama Yesus yang diberitakan oleh Paulus.” Imam kepala
yang dimaksud dalam ayat ini seharusnya diterjemahkan sebagai Imam besar, ia yaitu
kepala imam dari semua yang tinggal di Efesus. Apa yang dilakukan oleh tujuh anak Skewa
ini justru mempermalukan diri mereka sendiri. melalui orang yang di rasuk itu, roh jahat
berbicara: Yesus aku kenal ini tidak berarti bahwa roh jahat itu mengasihi atau percaya
kepada Yesus. Roh jahat selalu bertentangan dengan Tuhan Yesus. Roh jahat atau iblis
mengenal atau mengetahui bahwa Yesus yaitu Anak Allah (Marus 1:24), namun Yesus tidak
mungkin memakai roh-roh jahat ini sebagai saksi-Nya (Markus 1:25). Sekalipun mereka tahu
tentang Yesus, namun jikalau mereka mengatakan sesuatu tentang Dia, kita perlu
menyelidikinya sebab perkataan mereka keluar sebab mereka kadangkala lebih mengenal
keadaan rohani dibandingkan manusia di dunia ini. Roh jahat itupun berkata Paulus ku ketahui,
namun kamu siapakah kamu, perkataan roh jahat ini sangat mengancam orang-orang yang
tidak sungguh-sungguh percaya kepada Yesus. Selanjutnya dalam ayat ini juga dikatakan
bahwa anak-anak Skewa itu digagahi, akhirnya mereka lari dengan telanjang, hal ini terjadi
bagi mereka sebab mereka ingin mencoba memakai kuasa nama Yesus padahal mereka
sendiri bukan orang percaya.
Ayat 17 memberitahukan bahwa berita tentang peristiwa diatas tersebar kepada
seluruh penduduk Efesus baik orang Yahudi maupun Yunani, sehingga nama Tuhan
semakin masyur. Selanjutnya di ayat 18-19 memberitahukan bahwa nasib yang dialami tujuh
anak Skewa ini membuat banyak tukang-tukang jampi yang lain bertobat. Datang dan
mengaku di muka umum, itu berarti bahwa mereka telah meninggalkan praktek sihir mereka
sebab waktu itu orang mempercayai bahwa rahasia-rahasia sihir akan hilang saat diakui
dihadapn umum. Para tukang-tukang jampi lainya menyerahkan kitab-kitab mereka yang
berisi mantera-mantera untuk dibakar di hadapan umum. Sejumlah naskah semacam itu
telah ditemukan. Nilai kitab-kitab itu ditaksir lima puluh ribu uang perak sekarang kira-kira
8500 dolar Amerika. Mereka membakar kitab-kitanya sekalipun itu sangat mahal dan
menyangkut mata pencaharian, namun mereka melakukan hal itu sebab mereka mengetahui
bahwa jikalau buku-buku itu tidak di bakar habis, mungkin akan mengakibatkan orang lain
akan kembali berbuat dosa.
Ayat 20 memberitahukan bahwa sebab pertobatan tukang-tukang jampi itu maka
makin tersiarlah Firman Tuhan dan kuasa Firman itupun semakin terlihat. Ayat 21
memberitahukan tentang keinginan hati Paulus untuk pergi ke Yerusalem melalui Makedonia
dan Akhaya. Paulus juga mengatakan bahwa sesudah dari Yerusalem ia juga ingin
berkunjung ke Roma. Hal ini membuktikan bahwa Paulus yaitu pelayan Tuhan yang
sangat gigih dalam melayani, dia tidak mengenal lelah untuk melayani Tuhan. Ayat 22
memberi informasi, dimana sebelum Paulus memulai rencananya untuk pergi ke
Yerusalem melalui Makedonia dan Akhaya ia terlebih dahulu mengirim utusannya
(pembantunya) untuk mendahului dia. Apa yang dilakukan Paulus ini bukan hanya
mempersiapkan kedatangannya, sebab dia tidak perlu disambut dengan meriah oleh jemaat-
jemaat yang didirikannya di Makedonia. namun tujuan Paulus mengirim Timotius dan Aratus
yaitu agar mereka berdua dapat meneguhkan jemaat itu, hal ini sama seperti tujuan
Paulus mengirim Titus ke jemaat Korintus (2Kor 8:23), Efaproditus ke jemaat Filipi (Filipi
2:25), Markus ke jemaat Kolose (Kolose 4:10) dan Timotius ke Jemaat Tesalonika (1
Tesalonika 3:2) Ayat 23-41 berbicara masalah huru-hara yang dipelopori oleh Demetrius
seorang pembuat patung dewi Artemis. Dewi Artemis yaitu dianggap orang-orang Efesus
sebagai anak perempuan dewa Zeus dan patungnya yaitu turun dari langit, sebutan lain
baginya yaitu dewi bulan yang memberi kehidupan kepada alam semesta. Patung Artemis
memiliki banyak payudara.
sesudah reda keributan yang terjadi di Efesus itu maka pada fasal 20:1-2 dijelaskan
bahwa keinginan hati Paulus untuk mengunjungi Yerusalem melalui Makedonia dan Akhya
menjadi kenyataan. Dalam ayat ini disebut bahwa Paulus minta diri (berpamitan kepada
Jemaat Efesus) hal ini memberitahukan bahwa Paulus tidak pergi begitu saja, namun dia juga
mengucapkan kata-kata perpisahan. Thayer mengatakan bahwa setiap perpisahan pada
waktu itu biasanya mereka saling merangkul dan saling menguatkan iman. sesudah itu
Paulus menjelajah menuju Makedonia. Dia singgah di Yunani.
Ayat 3 memberitahukan bahwa Paulus tinggal selama tiga bulan di tanah Yunani dan
ia ingin ke Siria namun akhirnya di pergi ke Makedonia, sebab di Yunani orang-orang
Yahudi bermaksud membunuh dia. Daerah Yunani yang dimaksud kemungkinan besar
yaitu kota Korintus (Akhaya) dan surat Roma kemungkinan besar ditulis disini yang isinya
memberitahukan keinginannya pergi ke Roma sesudah dari Yerusalem (Roma 15:22-29).
Sesudah itu ia bermksud berlayar ke Siria (Antiokia) namun sebab rancangan orang Yahudi
yang ingin membunuhnya, maka ia mengubah rencana perjalanannya, sehingga ia melewati
Makedonia.
Dalam ayat 4 di sebutkan ada 7 orang yang menyertai Paulus berangkat dari Korintus
(Tanah Yunani). Jika kita melihat Roma 15:25-27; 2Korintus 8; 9) maka tujuan dari ke tujuh
orang ini diatas yaitu sebagai orang yang membawa persembahan dari jemaat-
jemaat non Yahudi ke Yerusalem. Dalam ayat 5 memberitahukan bahwa ketujuh orang itu
berangkat lebih dahulu ke Troas. Kita tidak tahu mengapa tujuh orang itu berangkat lebih
dahulu ke Troas. Menurut sebuah teori orang-orang Yahudi yang tersebar di manapun harus
selalu mengikuti perayaan hari-hari raya, meskipun sedang berada dalam perjalanan; sebab
itu Paulus juga bermaksud menyusul mereka ke Troas sesudah mengikuti perayaan hari
raya (roti tidak beragi).
Ayat 6 kata kami dalam ayat ini menunjukkan bahwa Lukas, penulis kitab ini
bergabung lagi dengan tim misi Paulus. Di fasal 16:11, 12 dikatakan bahwa Lukas bersama
dengan Paulus dari Troas ke Samotrake selanjutnya ke Neapolis dan kemudian ke Filipi.
sesudah itu kita melihat penjelasan selanjutnya tentang perjalanan Paulus dari Filipi pada
fasal 16:40, disana dikatakan bahwa kedua rasul itu berangkat (Paulus dan Silas). Jadi
Lukas tidak ikut bersama Paulus dalam perjalanannya keluar dari Filipi. Maka kemungkinan
besar dia tetap ada disana sebab tempat itu yaitu kampung halamannya. namun dalam
fasal 20:6 ini disebutkan bahwa Lukas kembali mengikuti Paulus dalam misi penginjilannya.
Ayat 7 memberitahukan tentang apa yang Paulus lakukan di Troas pada hari pertama
minggu sesudah mereka tiba disana. Paulus memimpin perjamuan Tuhan, dia juga berkotbah
dengan cukup panjang sebab disebut sampai tengah malam. Berkotbah dan melakukan
perjamuan Tuhan yang ada dalam ayat ini yaitu merupakan petunjuk pertama yang jelas
tentang kebiasaan orang Kristen untuk menghormati hari minggu sebagai hari ibadat. namun
orang-orang Kristen pertama, sebagai orang Yahudi mungkin tetap beribadat pada hari
Sabat dan juga pada hari pertama dalam sebuah minggu.
Ayat 8-9 menjelaskan bahwa kebaktian dan perjamuan Tuhan ini dilakukan di
ruang atas atau tingkat tiga, disana Paulus berkotbah sampai tengah malam. Sebelumnya
lampu sudah disediakan cukup banyak supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diiginkan.
namun Eutikhus jatuh dari lantai tiga ini , sebab dia sudah tertidur dan saat ia
diangkat dia sudah mati.
Selanjutnya ayat 10 menceritakan bahwa Paulus turun untuk melihat Euthikus dan
dia mendekapnya. Tindakan ini dia lakukan yaitu sebab kasihnya kepada anak muda itu.
kemudian ayat 11-12 menceritakan bahwa sesudah itu Paulus naik kembali ke ruang atas dan
mengadakan perjamuan; habis makan masih lama lagi ia berbicara sampai fajar
menyingsing. saat ia berangkat mereka (jemaat itu) mengantarkan Euthikus kerumahnya
dalam keadaan hidup. Itu berarti bahwa mukjizat telah terjadi disaat Paulus mendoakan dan
mendekapnya.
Ayat 13-17 menjelaskan keberangkatan Paulus. Paulus memilih jalan darat sampai
ke Asos. Sementara Lukas dan teman-temanya naik kapal mengelilingi sebuah tanjung
menuju ke Asos. Di Asos Rasul Paulus naik kapal dan berlayar bersama rombongan itu ke
Metilene, kota utama dari pulau Lesbos. Dari Metilene mereka melanjutkan pelayaran
mereka diantara daratan utama dengan pulau-pulau Khios dan Samos sampai tiba di
Miletus. sebab Paulus ingin tiba di Yerusalem pada hari raya pentakosta, dia naik kapal dari
Troas yang berhenti di Miletus namun tidak pergi ke Efesus. Namun sebab kapal yang
dinaikinya berlabuh di Miletus untuk beberapa hari, ada waktu untuk mengirimkan utusan ke
Efesus dan meminta para pemimpin gereja di tempat itu datang ke Miletus untuk sebuah
kunjungan singkat kepadanya.
Ayat 18-35 yaitu merupakan khotbah yang disampaikan Paulus kepada para
penatua jemaat dari Efesus. Kotbah ini sangat penting sebab mencerminkn kesederhanaan
gereja mula-mula. Lukas menyebut pra pemimpin dari gereja di Efesus itu penatua atau
presbyter (ay 17), sedang Paulus menyebut mereka penilik (ay 28). Istilah ini dalam
bahasa aslinya yaitu episcopoi yang kemudian diterjemahkan dengan “penilik jemaat”
(Filipi 1:1; 1Tim3:1,2; Titus 1:7). Penatua mempunyi latar belakang Yahudi, sedang
penilik berlatar belakang Yunani. Jelas bahwa kedua istilah itu mengacu kepada jabatan
yang sama. Paulus merangkum pelayanan di Efesus dengan mengatakan bahwa dia telah
memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah (ay. 24), memberitakan kerajaan
Allah (ay 25), yaitu dua ungkapan yang artinya sama dan dapat dipertukartempatkan. Di
dalam bagian ini kerajaan Allah mengacu pada keselamatan, yaitu tentang rangkuman dari
seluruh pemberitaan Paulus di Efesus mengenai berkat-berkat penebusan didalam Kristus
yang dapat dinikmati saat ini.
Paulus pergi ke Yerusalem sebab dorongan ilahi (sebagai tawanan Roh) dan bukan
hanya menunjuk pada dorongan hati Paulus. Roh Kudus telah menunjukkan kepada Paulus
bahwa tawanan dan penyiksaan sedang menantinya. Kemudian di ayat 28 Paulus
menegaskan suatu tugas kepada para penilik jemaat itu supaya mereka menggembalakan
jemaat Allah yang sangat berharga itu. dimana jemaat itu sangat berharga sebab jemaat itu
ditebus oleh darah Kristus Yesus. Kemudian dalam ayat 29 dan 30 Paulus menubuatkan
bahwa kesulitan akan menimpa gereja di Efesus dari dua sisi: serigala-serigala yang ganas
akan masuk ke dalam jemaat dari luar, dan guru-guru palsu akan muncul dari antara mereka
sendiri untuk membuat para murid meninggalkan kepercayaan mereka. Bertumbuhnya
ajaran sesat di Efesus digambarkan di dalam 1Timotius 1:3-7. di ayat 33-35 Paulus
mengingatkan orang-orang Efesus bahwa kebias












