dunia yang tidak nampak. Dunia yang nampak sifatnya „natural‟ dan dunia yang tidak
nampak sifatnya „supra natural. Didalam dunia yang tidak kelihatan (super natural),
Firman Tuhan membukakan ada dua macam kuasa besar yaitu kuasa Iblis bersama -sama
roh - roh setan dan kuasa Roh Kudus (Mat 10 : 1 ; I Timotius 4:1) band Kis 26:18. Untuk
menang melawan simusuh pertama - tama kita harus mengenal siapa dia, apa yang
dilakukannya dan bagaimana ia bekerja.
2. Bentuk-bentuk Okultisme
a. Spiritisme
Spritisme yaitu praktek okultisme yang didasarkan pada keyakinan bahwa orang
mati masih dapat berhubungan dengan yang masih hidup dan sebaliknya. Firman Allah
membuka keadaan manusia yang sudah mati dan yang masih hidup tidak dapat lagi
berhubungan (Luk16:19-31; Pengk. 9:5-6). Beberapa bentuk spritisme:
1) Melalui benda-benda seperti jailangkung, kuda kepang.
2) Melalui bunyi-bunyian seperti roh itu berbicara kepada manusia yang tidak sadar,
dan kadangkala wanita bisa bersuara pria.
3) Melalui dukun-dukun
4) Roh itu menyatakan dirinya langsung.
Di Minahasa dengan opo-opo
Di Sanger Talaud : Adi Tinggi, Pontianak, Inga, Kabanasa.
Di Bali : Leak
Di Aceh : Burung Pitu.
Di Pulau Rote : Ama Kelango, Leowanak.
Di Pulau Kisar : Maumarerehe
Maluku : Tete Youngker, Nenek Luhu
Jawa ( Pantai laut Selatan ) : Nyi Roro Kidul
Jawa Timur : Gendoruwo, Tuyul
Tapanuli Utara : Sisingamangaraja, Boru Sangiang
Karo/ Langkat : Putri Hijau
Kalimantan Barat : Ratu duna alim sakti maya.
Tionghoa : Guan Di (dewa perang), Tin Hau (dewi laut), Guan Yin (dewi
kebahagian), Tu Di (dewa bumi), Lu Tung Pin (pelindung orang sakit), Ho
Hsien Ku (pelindung ibu rumah tangga), Ching Li Chuan (pelindung para
penemu minuman penambah umur), Li Tieh Kuai ( pelindung astrolog dan ahli
sihir).
b. Ilmu Ramal atau Mantik atau Tenung
Ilmu ramal yaitu ilmu yang berusaha untuk mengetahui nasib manusia pada masa
yang akan datang (KPR 16:16, Im 19:31, 20:6;27; Ul 18:11; II Raja 21: 6: 23:24; Yes
8:19; 19:3; II Taw 33:6). Yang termasuk ilmu ramal :
25
1) Astrology
Astrology tidak sama dengan astronomy. Werle (astrolog) menyatakan bahhwa
dalam astrology terjadi semi meramal dan secara sadar ia meninggalkan dasar yang
teguh dari ilmu pengetahuan. Melelui astrology timbullah gangguan yang serius
dalam pshysik manusia, suatu ketakutan menghadapi kehidupan, tekanan dalam
kekacauan pada orang-orang yang halus perasaannya. Astrology melumpuhkan
inisiatif dan pertimbangan sehat, juga membodohkan dan menjadikan manusia
menjadi dangkal kepribadiaannya. Di antara bangsa Romawi sangatlah populer
astrology itu, terutama pada zaman para Kaisar. Pada waktu timbulnya ke Yunanian
(Hellenisme) di asia kecil, Posidonius dari Apamea (terletak di tanah Syria)
memberikan tempat yang amat penting bagi astrology dalam kebudayaan Yunani (
kira-kira 140 sm ). Horoskop yaitu astrology modern atau ilmu nujum modern. Kata
horoskop berasal dari kata Yunani yaitu : Skopos (melihat) dan hora (jam, saat).
Astrology membagi bola langit menjadi 12 lajur, yang disebut rumah. Menurut para
ahli nujum ke 12 rumus ini sangat erat hubungannnya dengan tanda zodiak
(daerah, lingkungan) di langit tempat planet-planet beredar. Para astrolog membagi
zodiak itu menjadi 12 bagian dan masing-masing bagian mem-punyai tandanya
sendiri seperti : Aries (hamal), Taurus (lembu jantan), Gemini (anak kembar),
Cancer (kepiting), Capricorn (kambing jantan), Aguarius (pembawa air), Sagitarius
(archer/ pemanah). Masing-masing tanda mereka anggap mengandung ―daya
gaib‖ sendiri-sendiri.
Astronomy yaitu ilmu perbintangan yang dipakai oleh nakhoda kapal untuk
menentukan arah kapal. Dalam astronomy tidak ditemukan unsur-unsur occultisme.
Menurut Kej 1:14-19, Tuhan menciptakan bulan, bintang dan matahari bukanlah
untuk menentukan nasib manusia tapi menentukan masa-masa tetap, hari dan tahun
juga sebagai penerang di cakrawala.
2) Meramal dengan kartu
pemakaian kartu untuk meramal tersebar di mana-mana walaupun banyak
dilakukan dengan keragu-raguan. Praktek ini hanya merupakan tipu-daya untuk
mencari uang, sugesti. Dan tidak kalah pentingnya meramal dengan kartu
merupakan saluran iblis atau roh-roh jahat untuk mengacaukan hidup manusia.
Bentuk-bentuk ramalan dengan kartu antara lain :
Tarot. Meramal masa dapan/nasib dengan memakai 78 kartu. Yaitu 22 kartu
Mayor Arcana (trump) dan 56 Minor Arcana. Menurut para ahli jaman dulu,
Arcana berarti penuh rahasia, atau rahasia alam.
Ouija Board. Meramal nasib/masa depan dengan 26 huruf abjab dari 0-9 dan
biasanya ada petunjuk sewaktu menjawab pertanyaan pemimpin.
3) Meramal dengan garis tangan ( Palmistry )
Untuk menghindari kekacauan kita harus dapat membedakan istilah :
Chiromancy: ilmu suratan tangan (mengandung occultisme)
Chirology: pengetahuan secara ilmu tentang bentuk dan garis-garis tangan
Graphology: ilmu karakter yaitu mengetahui watak seseorang melelui tulisan
tangan. Jika seorang mau melamar pe-kerjaan dan ia disuruh untuk membuat
lamaran denagn tulisan tangan maka inilah yang disebut graphology.
Palmistry dapat ditelusuri jauh ke belakang ke dunia Romawi kuno. Pikiran-
pikiran astrology yang mula-mula bercampur dengan memakai ramalan dengan tangan.
Di samping empat garis utama (hati, kepala, hidup dan garis nasib), tapak tangan ke
dalam 7 anak buah planet.
4) Meramal dengan bandul dan tongkat sakti.
Banyak yang berusaha untuk membuat pemakaian bandul dan tongkat sakti dapat
diterima secara ilmiah. Pendapat tentang adanya radiasi (pemencar sinar) telah ber-
kembang dan ini ada segi ilmiahnya. namun harus diingat bahwa banyak pertanyaan
yang timbul dari pengetahuan bandul yang me-ngandung kekacauan, kebingungan
dan informasi yang salah dan tidak kena.
Jenis-jenisnya yaitu :
Radiesthesia: Merupakan istilah umum untuk metode ramalan yang
memakai sebuah alat seperti tongkat ramalan atau pendulum. Bentuk lain
dari metode ramalan ini termasuk ―ketuk meja‖, papan Ouija Board,
tulisan otomatis (atau tulisan super sadar) dan menerawang.
Rhabdomancy: Metode ramalan yang memakai sebatang kayu atau tongkat
sebagai mediumnya. Ramalan ini merupakan bentuk terdahulu dari tongkat
ramalan. Ramalan ini terutama digunakan untuk menemukan air, harta karun,
atau zat-zat lain seperti minyak.
5) Meramal dengan bola kristal dan cermin
Istilah ini dikenal dengan crystallomancy, yaitu metode ramalan yang memakai
cara memandangi Kristal seperti batu kuarsa, logam mulia (misalnya kristal beryl)
atau bola Kristal tradisional. Biasanya meramal dengan bola kristal banyak
digunakan oleh kaum Gypsy. Bola Kristal dianggap sebagai suatu alat yang mampu
menampilakn berbagai objek dan peristiwa.
6) Jenis yang lain
Ilmu Rasa
Ilmu rasa berfungsi untuk mengirim dan menerima pikiran manusia. Kita harus
membedakan terlebih dahulu mimpi subjektif dan objektif. Mimpi subjektif
ialah mimpi sebagai akibat keadaan tubuh atau jiwa seseorang. Misalnya jika
orang ini terlalu lelah atau kenyang dan hal itu bisa terbawa dalam mimpi.
Sedangkan mimpi objektif yaitu mimpi yang terlepas dari keadaan tubuh atau
jiwa seseorang. Mimpi objektif muncul tanpa pendahuluan dan pengalaman.
Mimpi objektif dapat dipakai oleh Tuhan maupun iblis. Harus juga dibedakan
antara mimpi dan penglihatan. Mimpi mengesampingkan kesadaran
seseorang/dalam keadaan tidak sadar, namun penglihatan terjadi pada saat
seseorang itu sadar (KPR 16 : 9-10).
Telepati
Telepati salah satu bagian dari ilmu rasa (hyperathesia). Sebagian dari telepati
ialah me-ngirim dan menerima pikiran atau komunikasi pikiran antara dua
orang. Ini merupakan penomena yang belum dapat dijelaskan oleh ahli jiwa
maupun kedokteran.
Magic (Ilmu Sihir)
Magic yaitu ilmu gaib; guna-guna. Ilmu sihir berakar pada suatu kepercayaan
bahwa dalam orang, benda, tempat atau keadaan tertentu mengandung daya
kekuatan (dinamika). Ilmu sihir berbeda dengan hypnose. Hypnose dalam ilmu
kedokteran dipakai untuk menidurkan pasien dengan cara mempengaruhi sistem
urat syaraf seseorang. Kalau hypnose itu menghilangkan kesadaran seseorang
lalu menguasai dan mengendalikan kehendak orang ini maka hal itu telah
masuk hypnose grap dan itulah gejala-gejala ilmu sihir.
Jimat
Jimat yaitu benda yang diberi oleh dukun dan dianggap memiliki kekuatan
atau kesaktian. Ada jimat dalam bentuk benda atau yang kelihatan dan tidak
kelihatan. Misalnya : salib, rosari, tasbi, tanah kuburan atau balok bekas
bongkaran gereja dan lain-lain.
Olah Raga
Dalam bentuk olah raga okultisme dapat ditemukan misalnya olah raga Kung
Fu, Karate, Yoga dll.
c. Akibat dari Okultisme
Hal penting yang harus diingat yaitu bahwa Iblis tidak pernah memberikan sesuatu
dengan gratis, sebab itu keterlibatan sesorang dengan okultisme pasti akan berdampak
bagi dirinya sendiri dan juga bagi keturunannya. Berikut ini yaitu dampak yang
diakibatkan oleh keterlibatan terhadap okultisme:
1) Untuk diri sendiri
Najis dihadapan Allah (Im. 17:7)
Sesat (II Taw. 1-11 )
Susah dalam hidup (Maz. 16;4 )
Menjadi kacau dalam rumah tangganya (Yes. 19:1 )
Mengalami ketakutan waktu menghadapi kematian (Ibr. 2 : 14-15 )
Lemah, sakit dan mati tidak wajar ( I Kor. 10 :19-22 )
Bisa menjadi gila dan bunuh diri (Yer. 50:38 )
Di dalam rohani doanya tidak jawab Tuhan, tidak tertarik pada Firman Tuhan,
sulit mengenal kebenaran dan kalau mati pasti masuk neraka.
2) Bagi keturunan
Terkutuk ( Kel. 20:3-5 )
Kemandulan dan penyakit kematian sebelum waktunya ( Kel. 23:24-26 )
Hidup tidak normal dan cacat ( Kel. 20:4-5
)
3) Mengidentifikasi Keterlibatan dengan Okultisme
Mengalami takut yang berlebihan.
Memiliki keberanian yang tidak normal.
Mudah marah – emosionalnya tinggi.
Keluarganya tidak pernah berbahagia.
Tertutup terhadap firman Tuhan/tidak tertarik kepada perkara-perkara rohani.
Sulit berdoa dengan benar.
Pikirannya tidak normal (tidak waras).
Untuk menolong orang yang mengalami gangguan Iblis perlu diperhatikan
bahwa gangguan Iblis kepada manusia beraneka ragam, sebab itu bentuk penanganan
tidak seragam namun yang menolong haruslah orang yang sudah percaya kepada Yesus,
disini dibutuhkan kepakaan rohani.
Iblis yaitu raja pembohong. Setiap kekuatan, kejayaan dan kesanggupan yang
diberikan akan selalu mendorong manusia kepada kebinasaan. Oleh sebab itu anak
Tuhan harus memiliki sikap terhadap okultisme ini sebagai berikut :
1) Jangan tidak percaya atau tidak mau tahu adanya kuasa kegelapan .
2) Waspada atau siuman dan harus kuat serta memekai senjata rohani
3) Jangan terlibat tapi ikut memerangi kuasa kegelapan (Ef. 6:13-17)
4) Ingat musuh itu :
Bukan imajinasi tapi nyata
Bukan lemah tapi kuat dan licik
Bukan maha hadir
Akhirnya paling tidak ada lima hal yang harus dilakukan bagi orang yang terlibat
okultisme agar bisa bebas dari hal ini yaitu :
1) Dosa okultisme dinyatakan/diakui (Ul 18:9-13)
2) Akibat dari dosa ini (Roma 6:13; Yes 47:13-15)
3) Tuhan Yesus telah menyelesaikan dosa kita di atas kayu salib
4) Berpaling dari dosa/meningggalkan dosa
5) Menerima Tuhan Yesus dalam hidupnya sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi.
XVI. ESKATOLOGI : Pengajaran Tetang Akhir Zaman
A. Pendahuluan
Berbicara tentang ―Kedatangan Kristus Kedua Kali‖ sering dikaitkan dengan
―akhir zaman‖ dalam istilah teologi disebut ―Eskatologi‖. Seperti tentang segala
kebenaran, yang dinyatakan oleh Alkitab, demikian juga tentang eskatologi ada beberapa
macam pandangan. ―Kita hidup dengan iman, bukannya dengan penglihatan‖ hal ini
terang sekali, kalau kita memikirkan eskatologi.
Eskatologi yaitu bagian doktrin yang membicarakan pernyataan Alkitab tentang hal-
hal yang terjadi sesudah orang meninggal dan hal-hal yang akan terjadi pada zaman yang
terakhir. Siapakah yang dapat menceritakan hal-hal ini? Tak pernah ada seorangpun yang
kembali dari alam maut. Bukan manusia yang dapat menceritakan hal-hal itu dengan benar,
hanya Allahlah yang dapat memberikan pernyataan tentang hal-hal ini. Alkitab
memberikan penjelasan yang lengkap tentang peristiwa itu. sebab itu hal yang terpenting
dalam mempelajari akhir zaman, hati dan pikiran kita harus diarahkan dan dipusatkan
kepada Allah dan firman-Nya yaitu Alkitab sebagai pedoman dan praktik kehidupan iman
kita.
Pengajaran ini perlu diberikan sebab dalam pelajaran ini ada implikasi yang diharapkan
dari kehidupan orang percaya pada saat ini. Oleh sebab itu mempelajari akhir zaman
sangat penting. Melaluinya orang percaya dapat:
1. Tetap bersukacita di tengah penderitaan (2Kor. 4:17).
2. Menjaga kekudusan hidup selama di dunia ini (1Yoh. 3:3).
3. Menyiapkan kita akan perkara yang akan datang.
4. Selalu ingin mendekatkan diri kepada Tuhan.
5. Memusatkan perhatian kita kepada hal-hal yang berkaitan dengan keabadian.
6. Meyakinkan kebenaran Alkitab.
7. Membuktikan kesetiaan Allah (Tit. 2:11-15)
Kehidupan orang kristen tidak diakhiri pada saat kematian. Kematian hanyalah salah
satu tahapan dalam kehidupan ini. Ada tahapan lain yang telah disediakan oleh Tuhan.
Seandainya maut merupakan akhir dari segala sesuatu, maka sebaiknya ―marilah
kita makan minum, kawin mawin dan bersukaria, sebab besok kita akan mati‖ (1Kor.
15:32). Iman kristen tidak percaya bahwa kematian merupakan kata akhir. Kristus telah
menang atas maut dengan segala sengatnya dan memberikan harapan jaminan kehidupan
yang kekal. Kita sedang menantikan kedatangan Kristus yang kedua kali.
B. Tanda Kedatangan Kristus Kedua
Kita sedang hidup di akhir zaman dan Kristus akan segera datang kembali ke dunia
untuk kedua kalinya. Itu pasti (Yoh. 14:1-3). Tapi tentang saat kedatangan- Nya tak
seorang pun yang tahu, kecuali Bapa di Surga. Itu sebabnya kita tidak usah meramalkan
kapan Yesus datang sebab itu yaitu hal yang sia-sia. Sepanjang sejarah memang banyak
orang yang berusaha meramalkan kedatangan Kristus, seperti yang dilakukan Johan
Heinrich Alsted (teolog Jerman) yang meramalkan Kristus datang kembali tahun 1694,
namun meleset. William Miller (Pendiri Sevent Day Adventist) meramal tanggal 10-10-
1843 Yesus akan datang, tapi salah. Charles Taze Russel (Pendiri Saksi Yehovah) meramal
Yesus datang tahun 1914, tapi keliru dan banyak pengikutnya meninggalkan dia. Pdt. Eko
Pujiono (Indonesia) meramalkan Yesus datang tahun 1988, tapi tidak terjadi. Ramalan
yang menyebutkan Yesus akan datang 28-10-1992 pun tidak terjadi. John Lightfoot (teolog
Inggris abad 17) meramalkan tahun 1996, dengan dasar penciptaan Adam tanggal 23-20-
4004 SM + 6000 tahun = 1996.
Alkitab berkata bahwa malaikat, bahkan Anak pun tidak tahu tentang hari kedatangan-
Nya, tapi banyak orang yang sok tahu. Ini sikap yang keliru. Walaupun demikian kita harus
mengetahui tanda-tanda zaman yang mendahului kedatangan Kristus kedua agar kita siap
setiap saat. Yesus marah kepada orang yang tidak bisa membaca zaman (Mat. 16:1-3). Ada
beberapa tanda zaman yang harus diperhatikan yang merupakan indikasi bahwa Yesus
segera datang kembali, yakni:
1. Pengetahuan Bertambah (Dan. 12:4)
Penemuan alat-alat canggih pada abad ke-20 merupakan salah satu tanda akhir zaman.
Dalam abad ini terjadi lonjakan dalam dunia ilmu pengetahuan. Kini setiap ± 30 menit
ada 1 penemuan baru. Dalam abad ini ditemukan telepon, lampu listrik, gramafon,
radio, televisi, mobil, pesawat udara, komputer, dll. Bulan Juni 1976 Viking I pergi ke
Mars. Waktu tangan elektronis untuk mengeruk tanah Mars rusak, ahli NASA
memperbaikinya dengan gelombang radio dari jarak 300 juta kilometer lebih. Waktu
Apolo 12 rusak di angkasa luar, ahli NASA memperbaikinya dalam waktu 84 menit.
Seorang ahli berkata, ―Tanpa komputer kita butuh waktu 1 juta tahun!‖
2. Kemajuan Transportasi (Dan 12:4 – KJV)
―Even to the time of the end: many shall run to fro‖. Daniel menubuatkan
adanya kemajuan sangat pesat dalam lalu lintas di bumi pada akhir zaman. Nahum 2:4
menubuatkan kereta yang berpacu seperti kilat sebab begitu cepatnya. Tahun 1780 Sir
Isaac Newton meramalkan bahwa pada suatu saat manusia bergerak lebih cepat dari 80
km/jam. Hal ini disanggah Voltaire, tapi kini manusia memiliki alat transportasi yang
dapat bergerak jauh lebih cepat dari 80 km/jam.
Sepanjang peradaban manusia hingga abad ke-19, alat transportasi memakai
hewan, misalnya kuda dan kereta. Tapi tanggal 3-12-1903 Wright bersaudara
melakukan penerbangan perdana di Kitty Hawk, Carolina Utara, Usa. Sejak itu tercatat
kemajuan luar biasa dalam dunia penerbangan hingga ada yang melebihi kecepatan
suara (mis. Concord). Akibatnya banyak orang yang pergi kian kemari sebab alat
transportasi makin cepat itu. Bahkan tahun 1969, Apollo 11 merupakan pesawat ruang
angkasa pertama yang mendarat di bulan. Impian manusia telah menjadi kenyataan!
3. Kemajuan Telekomunikasi
Dulu manusia mengimpikan dikirimnya musik dengan memakai gelombang
magnet listrik melalui luar angkasa dengan kecepatan cahaya. Itu terlaksana dengan
ditemukannya radio bagaikan kilat sambung menyambung sambil meneruskan kata-kata
(Ayub 38:35). Lebih dari itu Alkitab telah menubuatkan penemuan alat yang bisa
meneruskan suara dan gambar ke seluruh dunia. Dalam Wahyu 11:9 dikatakan bahwa
orang dari berbagai bangsa yang dapat melihat mayat 2 saksi Allah di Yerusalem. Ini
yaitu hal yang mustahil bagi orang yang hidup pada abad-abad lampau, tapi dengan
ditemukan televisi, hal itu sangat mungkin. Pada abad ke-21 telekomunikasi
berkembang begitu rupa, dengan alat komunikasi seluler hampir setiap orang bisa
mengirimkan siaran langsung (streaming) kepada orang lain yang berada di tempat yang
jauh.
4. Munculnya Pengejek-Pengejek (2Ptr. 3:3-4)
Alkitab menubuatkan akan datangnya pengolok-olok yang hidup menurut hawa
nafsunya dan tidak percaya akan kedatangan Kristus yang kedua. Opera ―Jesus
Christ Superstar‖ melukiskan Yesus seperti orang tolol, badut yang jelek. Dilukiskan
pula percintaan Yesus dengan eks pelacur, Maria Magdalena, dalam penghinaan yang
luar biasa. Film ―The Love Affair of Jesus‖ melukiskan Yesus sebagai perampok
Bank yang terlibat dalam skandal percintaan. Rock opera ―Hair‖ mementaskan
kemaksiatan dosa Sodom dan Gomora (Homoseks) dan diakhiri dengan adegan,
penyaliban Yesus dengan
wanita-wanita telanjang menari mengelilingi salib. ―The Last Temptation of
Christ‖ (1998) yang disutradai Martin Scorsese menggambarkan Yesus turun dari salib
dan menikahi Maria Magdalena lalu membangun keluarga dan menikmati hari tua.
Lalu pada masa tua setelah sadar dia ditipu Lucifer, Yesus merangkak menuju salib
untuk menebus dosa. Sungguh fakta yang diputarbalikkan. Namun Allah tidak
membiarkan diri-Nya dipermainkan, sebab orang yang menghujatnya akan menemui
kebinasaan (Gal. 6:7-8).
5. Timbulnya Ajaran-Ajaran Sesat (Mat. 24:4-5, 24; 1Tim. 4:1) Semakin banyak ajaran
yang sesat yang berkembang pada akhir aman. Beberapa contoh aliran sesat yang
berkembang dewasa ini, antara lain:
a. Saksi Yehova
Sekte ini didirikan Charles Taze Rusel, yang pernah disidangkan sebab skandal
seks, memanipulasi uang dan penterjemah Alkitab New World padahal dia tidak bisa
bahasa asli Alkitab. Sekte ini mengajarkan bahwa Yesus bukan Allah, tapi makhluk
yang diciptakan (Mikhael), neraka tidak ada, surga sudah penuh untuk 144.000
orang, lembaga gereja berasal dari setan.
b. Mormon atau ―Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir‖.
Sekte ini didirikan Joseph Smith yang mengklaim telah didatangi malaikat Moroni
yang menyuruhnya ke sebuah bukit tempat ditemukannya lempengan emas dengan
tulisan kuno berisi firman Allah yang pada tahun 1830 diterjemahkan dalam bahasa
Inggris menjadi ―The Book of Mormon‖. Padahal lempengan emas itu tidak
pernah ditemukan, dan Joseph Smith tidak bisa bahasa kuno. Sekte ini mengajarkan
perkawinan poligami, seperti nyata dari kehidupan Brigham Young, penerusnya,
yang memiliki 53 orang istri.
c. Unification church
Sekte ini didirikan Sun Myung Moon, si Mesias baru‖. Tahun 1982 dia meresmikan
perkawinan massal 2075 pasang pengantin di Madison Square Gaeden, lalu 6000
pasangan di Seoul, Korea Selatan.
d. People‘s Temple di Guyana
Sekte ini dipimpin Pdt. Jim Jones, yang melakukan bunuh diri massal bulan
November 1978 yang melibatkan 913 orang.
e. Children of God
Sekte ini dipimpin oleh David Brant Berg yang mengajarkan free sex. Dia menyebut
dirinya nabi Allah untuk zaman ini. Menurut dia Allah yaitu kasih, dan kasih itu
yaitu seks. Buah kasih yaitu anak. Allah disebutnya Sexy God. Dia mengajarkan
segala sesuatu yaitu milik bersama sesuai Kis. 2:44, termasuk istri dll. Jelas ini
menyimpang dari firman.
f. Metropolitan Church
Sekte ini didirikan oleh Troy Perry, khusus untuk kaum gay (homoseks). Dia
menikahkan pria dengan pria.
g. Gereja Setan
Gereja Setan didirikan oleh Anton Szandor Lavey, yang ditujukan untuk menyembah
setan, berpusat di California. Mereka memakai istilah gereja, namun seluruh ritual dan
aktivitas yang dilakukan yaitu untuk memuja setan. Paulus mengingatkan, jika orang
yang mengajarkan ajaran yang berbeda dengan Injil sejati, terkutuklah dia (Gal. 1:8).
Jangan kita terseret oleh hal itu (2Yoh. 1:10-11).
6. Munculnya Musik Penyembahan Setan
Dalam Daniel 3:1-7 disebutkan sejenis musik yang dimainkan saat orang menyembah
patung yang didirikan Nebukadnezar. Pada akhir zaman, Antikristus beserta nabi palsu
dan pemain musik yang ditujukan untuk menyembah setan akan dibinasakan (Why.
18:21-22). Ini menunjukkan bahwa pada akhir zaman muncul sejenis musik yang akan
diterima oleh dunia untuk melicinkan jalan bagi penyembahan kepada setan. Kelompok
ACDC (Anti Christ Devil Children) menyanyikan Hell‘s Bell, lonceng neraka telah
berbunyi untuk membawa persembahan bagi Lucifer. Lagu mereka lainnya yaitu :
Highway to Hell. Iron Maiden menyanyikan lagu ―Number of the Beast‖ yakni
666, Beast on the road. Penyanyi lain berkata, ―Heaven is so boring‖, Alice
Cooper dalam lagu ―Muscle of Love‖ memuji kenikmatan sex lewat masturbasi,
sedangkan lagunya ―I Love the dead‖ dan ―Welcome to Nightmare‖ berbicara
tentang necrophilia, yakni stimulasi seks dengan mayat. Paiti smith menyakinkan
tentang lesbianisme dalam lagunya ―Redondo Beach‖. Blue Oyster Cult dalam
lagunya ―Don‘t be afraid to suicide‖ mengajarkan bunuh diri. Group KISS (Kids in
Satan Service) dari arti nama, lambang dan kostum yang dipakai, serta sound dan
liriknya jelas-jelas memuja setan. Jangan sampai kita terkecoh oleh tipu daya si iblis.
7. Perang (Mat 24:8, 7a).
Yesus menyebutkan peperangan sebagai salah satu tanda kedatangan-Nya yang kedua.
Walaupun peperangan telah terjadi di sepanjang sejarah umat manusia, namun
memasuki abad ke-20 peperangan itu tidak hanya bersifat lokal namun global. Dalam
abad ke-20 sudah dua kali perang dunia meletus yakni Perang Dunia I tahun 1914-1918
yang memicu lebih dari 10 juta orang mati, dan Perang Dunia II tahun 1939-1945
memicu lebih dari 54 juta orang mati.
Sebuah lembaga ilmu pengetahuan Norwegia mengatakan bahwa sepanjang sejarah
umat manusia ada 14.531 peperangan besar dan kecil yang menewaskan 3 milyar 640
juta orang, dan biaya yang dihabiskan bisa membuat sabuk emas keliling bumi yang
lebarnya 144 km, dan tebalnya 15 cm! Menurut suatu sumber lain, 50% para saintis di
dunia bekerja di pabrik senjata untuk membuat peralatan yang memusnahkan manusia.
Persenjataan manusia sekarang ini sudah ―over kill‖ dan dapat menghancurkan
bumi sebanyak 20 kali. Bila persenjataan dunia dibagi rata, maka tiap orang kebagian 4
ton TNT. Semua ini merupakan pertanda bahwa kedatangan Kristus sudah di ambang
pintu.
8. Bom Atom
Sejak tahun 1905 para ahli mengerjakan rumus-rumus ilmu pasti tentang kekuatan atom
yang luar biasa (E=mc2). saat Amerika Serikat membom Hirosima dan Nagasaki
pada perang dunia ke-2, dunia menyadari betapa dahsyat kehancuran yang diakibatkan
olehnya. Petrus menubuatkan tentang hari kiamat dengan mangatakan bahwa unsur-
unsur dunia akan lenyap dalam nyala api (2Ptr. 3:10). Tenaga atom ditemukan pada
abad ke-20. Dalam perkembangannya ditemukan lagi bom yang lebih berbahaya.
Mungkin pula nubuatan dalam Zakaria 14:12 menunjuk kepada radiasi akibat ledakan
bom penghancur ini merupakan salah satu tanda dari waktu yang sudah singkat.
9. Gempa Bumi (Mat. 24:7, Luk. 21:11)
Menjelang kedatangan Kristus, frekuensi gempa bumi semakin meningkat. Sebelum
abad ke-19 hanya terjadi maksimal 3 gempa besar yang dialami setiap abad. namun pada
abad ke-20 telah tercatat lebih dari 30 kali gempa besar. Gempa 18 April 1906
menghancurkan kota San Fransisco. Tahun 1908, 75.000 orang mati akibat gempa di
Messina, Italia. Tanggal 13 Januari 1920 lebih dari 180.000 orang tewas di Kansu,
Tiongkok. Tahun 1923 sekitar 143.000 orang tewas di Tokyo, bahkan kota itu
mengalami kerusakan yang maha hebat. Juli 1976 di RRC gempa dengan 8,2 skala
Richter menewaskan 800.000 orang. Tanggal 26 Desember 2004 gempa disertai tsunami
melanda Aceh, Indonesia, yang memicu 120.000 orang tewas. Zakharia 14:4
menubuatkan akan terjadi gempa besar yang akan membelah bukit Zaitun bila Kristus
datang kedua kalinya di bumi.
10. Kelaparan
Kekurangan pangan yaitu masalah utama di banyak negara, misalnya di Bangladesh,
Pakistan, Nigeria, Ethiopia, India, Rusia, dll. Dunia akan semakin kacau sebab laju
pertambahan penduduk tidak mungkin diimbangi dengan persediaan bahan pangan.
Sumber-sumber alam makin menipis dan habis sedangkan manusia bertambah banyak.
Kesulitan ini semakin hari semakin memuncak menjelang datangnya Kristus kedua kali.
11. Penyakit Sampar (Luk. 21:11)
Wabah ‗maut hitam‘ ini pernah terjadi pada tahun 1347. Bala sampar ini berasal dari
noda-noda hitam yang muncul disebabkan oleh pendarahan di bawah kulit. Orang yang
pagi hari terjangkit penyakit itu, menjelang siang sudah meninggal. Penyakit inipun
menular dengan cepat sekali. Menjelang berakhirnya Perang Dunia I, semacam virus
influenza ganas telah menyerang dunia dan menewaskan sekitar 12 juta orang. Pada
akhir zaman akan timbul macam-macam penyakit yang aneh dan berbahaya seperti
HIV, Ebola, Anthrax, SARS, flu burung, dll. Ini juga akan terjadi menjelang kedatangan
Kristus yang kedua kali (Why. 6:5-6).
12. Deru dan Gelora Laut
Ini menunjukkan bahwa pada akhir zaman, air laut akan melintasi batasnya. Permukaan
air laut meningkat setiap tahun. Hampir di sepanjang pantai utara Jawa, khususnya
Jakarta, Semarang, Surabaya dan wilayah pesisirnya sudah sering digenangi air laut ini.
Menderunya air laut menunjukkan bahwa masa kedatangan Kristus sudah hampir tiba.
13. Kemerosotan Moral
Kedatangan Kristus didahului oleh kemerosotan moral di seluruh dunia seperti yang
telah terjadi di zaman Nuh dan Lot (Luk. 17:26-30). Zaman itu ditandai dengan
kejahatan di dalam hati manusia (Kej. 6:5) dan dosa seksual seperti homoseks dll (Kej.
19:4-5). Hal semacam itulah yang terjadi sekarang. Kemesuman terjadi di mana-mana,
di Swedia, Belanda, Thailand, Australia dll. Iklan baris, brosur pariwisata menawarkan
seks secara terang-terangan. Bahkan banyak terjadi hal yang menajiskan, seks bebas
merajalela dan aborsi meningkat. Cara aborsi bermacam-macam misalnya: rahim
dimasuki penyedot dan janin yang telah terpotong-potong dimasukkan ke tong sampah,
memakai zat peracun sehingga janin gosong dan keluar sendiri. Orang Hongkong
bisa ke Shen Zen RRC untuk aborsi selama 15 menit.
Kini demi uang orang bisa menyewakan rahim atau menerima titipan sperma dengan
cara inseminasi. Seorang ibu di Afrika Selatan telah menyediakan rahim bagi cucunya.
Kemerosotan moral merupakan tanda akhir zaman. Yang jahat bertambah jahat, namun
yang kudus akan semakin kudus (Why. 11:11).
14. Gereja yang Suam
Yohanes yang menerima wahyu Tuhan di pulau Patmos menerima penyataan gereja
duniawi yang kaya secara jasmani namun ternyata telah kehilangan kekayaan rohani
yang sejati, visi dari Tuhan dan kekudusan-Nya. Gereja ini yaitu gereja yang suam
(Why. 3:15-17). Kemuliaan Tuhan telah hilang dari Gereja-Nya, itulah keadaan Gereja
menjelang kedatangan Yesus yang kedua. namun dalam kitab Wahyu, Tuhan pun
menyatakan ada jemaat yang setia menantikan kedatangan-Nya, itulah Gereja Filadelfia
yang akan dipelihara Tuhan pada masa- masa kesusahan (Why. 3:10-11). sebab itu
baiklah kita bangkit bagi Tuhan di akhir zaman ini, tidak suam namun menyala-nyala
untuk melayani Dia dalam kasih persaudaraan, sementara kita menantikan kedatangan
Kristus yang kedua
15. Kegerakan yang Besar
Alkitab juga menubuatkan akan terjadi kegerakan rohani yang besar sebelum Kristus
datang kembali. Gereja-Nya akan dipulihkan dan Roh Kudus akan berkarya secara luar
biasa (Yl. 2:28-29; Kis. 2:17-19). Orang-orang rindu akan Firman Tuhan dan kuasa Roh
Kudus, sehingga Injil akan diberitakan ke seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua
bangsa (Mat 24:14). Kita sedang hidup dalam waktu yang paling tepat untuk
menantikan penyelesaian rencana Tuhan di bumi ini.
C. Waktu Kedatangan Kristus Kedua
1. Pandangan Tentang Milenium
Kedatangan Kristus kedua kalinya sangat penting sebab penolakan pada
kedatangan-Nya yang pertama. Masalah tentang kedatangan Kristus kedua kalinya
yaitu dengan hubungannya dengan Kerajaan Milenium (1000 tahun). Istilah ini
berasal dari Wahyu 20:2, 7 yang menyatakan bahwa Kristus akan memerintah untuk
seribu tahun dengan ―mereka, yang telah dipenggal kepalanya sebab
kesaksian tentang Yesus‖ (ayat 4). Selama masa itu Iblis diikat (ayat 2). Sesudah
masa itu berlalu, Iblis dilepaskan sebagai pendahuluan konflik terakhir dan dia serta
sekutu- sekutunya ditumbangkan (20:7-10). Kepercayaan akan pemerintahan yang
benar- benar berlangsung selama seribu tahun dikenal sebagai ―mileniumisme‖.
Ada tiga kelompok utama dalam milenium.
a. Postmilenium
Pandangan ini melihat milenium sebagai pemerintahan di dunia selama seribu
tahun dan kedatangan Yesus sesudah (post) kerajaan seribu tahun itu. Kerajaan
seribu tahun sudah ada di dunia saat ini melalui pekerjaan pemberitaan Injil dan
karya penyelamatan Roh Kudus, dimana dunia pada akhirnya dapat dikristenkan
dan akan mengalami masa keemasan, kebenaran, keadilan dan damai yang
menyeluruh. Kemudian Kristus datang dengan segala kemuliaan untuk
memberlakukan tatanan kekal. Kedatangan Kristus akan diikuti oleh
kabangkitan semua orang mati, penghakiman dan kenyataan surga dan neraka
secara penuh/sempurna. Biasanya ―rapture‖ (pengangkatan Gereja)
dan kedatangan Yesus yang kedua kali dinyatakan sama. Kerajaan seribu tahun
akan berupa waktu atau masa yang sedemikian panjang, tidak harus secara tepat
seribu tahun. Bisa jadi lebih dari seribu tahun. Kemungkinan juga bersifat
simbolis atau kiasan saja. Ciri-ciri Postmilenialisme antara lain :
1) Mengakui kuasa Allah dalam menggenapi amanat agung untuk
menyelamatkan dunia.
2) Gereja yaitu alat Allah untuk membawa dan menghadirkan Kerajaan
Seribu Tahun di bumi.
3) Kedatangan Yesus terjadi setelah (pada akhir) masa seribu tahun.
4) Kerajaan seribu tahun permulaannya berangsur-angsur atau mungkin tiba-
tiba. Lamanya tidak harus tepat Seribu Tahun (bisa lebih). Saat itu
merupakan saat damai dan makmur (jasmani dan rohani), semua prinsip
hidup berdasar Kekristenan. namun ada masa kemurtadan dalam waktu
singkat yang diizinkan Allah sebelum kedatangan Yesus kedua. Setan
diikat selama masa Kerajaan Seribu Tahun.
b. Amilenium
Pandangan ini menegaskan bahwa milenium hanya bersifat simbolis dan tidak
ada kerajaan seribu tahun dalam arti harfiah. Ciri umum pandangan ini yaitu
penolakan terhadap pemerintahan Kristus di dunia ini secara literal. Menuru
paham ini, seribu tahun yaitu merupakan suatu ungkapan figuratif yang
melukiskan kehadiran periode ini yang sudah dan sedang berjalan dari masa
kebangkitan Kristus sampai hari kedatangan-Nya yang kedua kali. Pada masa
sekarang Kristus sedang memerintah di atas takhta-Nya secara rohani bersama-
sama roh-roh orang percaya. Kelompok ini juga tidak mempercayai
pengangkatan gereja. Ciri-ciri Amilenialisme antara lain:
1) Kerajaan Seribu Tahun itu tidak ada di bumi, yang ada dalam nas-nas
milenium ialah tentang Gereja. Ada juga yang berpendapat bahwa
penggenapannya pada orang-orang suci di Surga.
2) Perjanjian-perjanjian Tuhan tentang Kerajaan Seribu Tahun telah digenapi
pada Gereja, sedangkan yang belum digenapi tidak dapat digenapi sebab
persyaratannya tidak terpenuhi oleh umat Tuhan.
3) Gereja yaitu penggenapan janji-janji Allah, harus bersifat surgawi dan
rohani.
c. Premilenium
Golongan ini percaya bahwa kembalinya Kristus akan terjadi sebelum
pemerintahan seribu tahun (secara literal seperti dalam Wahyu 20) di dunia ini.
Kerajaan yang penuh kemuliaan, damai dan kebenaran, dimana Kristus akan
memerintah bersama orang-orang percaya. Setelah kerajaan seribu tahun
berakhir barulah tiba masa kekekalan. Pandangan Premilenium ada tiga
kelompok mengenai saat pengangkatan Gereja.
1) Post-tribulasi
Kelompok ini percaya bahwa kedatangan Yesus yang kedua kali dan
pengangkatan geraja merupakan peristiwa yang simultan. sebab itu gereja
akan mengalami kesengsaraan/kesusahan besar (tribulasi).
2) Mid-tribulasi
Kelompok ini meyakini bahwa pengangkatan Gereja akan terjadi di tengah-
tengah kesengsaraan besar.
3) Pre-tribulasi
Pengangkatan Gereja terjadi sebelum masa kesengsaraan besar. Dalam hal
ini kelompok pre-tribulasi membagi peristiwa kedatangan Yesus dalam dua
fase. Fase pertama Kristus datang untuk orang suci-Nya (pengangkatan
Gereja: 1Tes. 4:13-18). Sesudah itu dalam fase kedua Ia akan datang
dengan orang suci-Nya untuk memerintah dalam kerjaaan 1000 tahun. Ciri-
ciri premilenialisme antara lain:
Kerajaan Seribu Tahun terjadi setelah kedatangan Yesus kedua kali.
Kerajaan Teokrasi ini diperintah langsung oleh Yesus sebagai Raja.
Penggenapan janji Allah kepada Abraham (tentang Tanah Perjanjian)
digenapi pada masa ini, juga perjanjian Tuhan kepada Daud.
Gereja bukan Israel rohani, jadi perlu kerajaan 1000 tahun untuk
menggenapi janji Tuhan kepada bangsa Israel.
D. Kedatangan Kristus Kembali Ke Bumi
Kedatangan Kristus kembali ke bumi yaitu saat yang sangat dinanti- nantikan oleh
semua orang saleh, yaitu kenyataan kebenaran Allah bahwa semua ketidakbenaran akan
dilenyapkan sehingga pemerintahan Allah dapat diwujudkan. Itu terjadi saat Kristus datang
kedua kalinya menjejakkan kaki di bumi. Kini mari kita lihat perbandingan antara
kedatangan-Nya yang pertama dan kedua:
26
Kedatangan Kristus ke 1 Kedatangan Kristus ke 2
1 LANGIT TERBUKA (Mat. 3:16,
Why. 4:1). Roh Allah turun
sebagai burung merpati. Jalan
perdamaian dengan Allah terbuka
bagi manusia melalui Yesus, yang
datang untuk menyelamatkan
manusia (Yoh. 3:17)
1 LANGIT TERBUKA (Why.
19:12). Roh Allah turun sebagai api
yang membakar, tak ada yang luput dari
pandangannya. Kristus datang untuk
menghukum orang yang tidak percaya
kepada-Nya. Dia datang sebagai hakim
yang adil (Yes. 11:4).
2 DATANG MENUNGGANGI
SEEKOR KELEDAI (Za. 9:9).
Untuk menolong manusia
tertindas yang berseru
kepadaNya.
2 DATANG MENUNGGANGI SEEKOR
KUDA PUTIH (Why. 19:11). Untuk
memerangi mereka yang menolak
kebenaran/ kesucian.
3 DIBERI MAHKOTA DURI (Mat.
27:29). Duri merupakan kutuk
dosa (Kej. 3:18). Yesus tanggung
kutuk dosa manusia yang percaya
kepada-Nya.
3 DENGAN BANYAK MAHKOTA
DIKEPALANYA (Why. 19:12).
Mahkota yaitu tanda kemenangan-Nya
atas dosa. Untuk melawan orang yang
tetap hidup dalam dosa.
4 DENGAN TUBUH YANG
BERLUMURAN DARAH (Yoh.
19:34). Yesus menebus manusia
dengan darah-Nya.
4 DENGAN PAKAIAN YANG
BERLUMURAN DARAH (Why.
19:13). Darah di sini yaitu darah
Antikristus dan pengikutnya yang
melawan
Kristus.
Kedatangan-Nya yang kedua kali di atas bumi ini diikuti oleh tentara Surga yang juga
menunggang kuda putih dan memakai lenan halus yakni kebenaran dan kesucian (Why.
19:8). Mereka berperang melawan Antikristus dan pengikutnya (Yud 1:14-15). Kini kita
akan membandingkan perbedaan kedudukan Tuhan Yesus pada masa kedatangan-Nya
kesatu dan kedua.
Kedatangan Kristus ke 1 Kedatangan Kristus ke 2
1 Sebagai HAMBA: Dia ditolak
sebagai nabi = hamba Allah
yang memberitakan kebenaran
(Yoh. 8:40, 45; 7:52). Yesus
yaitu hamba yang taat
sampai mati di
kayu salib.
1 Sebagai HAKIM: Dia diberi
wewenang untuk menghukum sebab
Dialah yang mau menerima-Nya dan
menolak- Nya (Why. 19:11). Hamba
itu
akan menjadi hakim yang adil.
2 Sebagai ANAK MANUSIA:
Dia dianiaya bahkan mati
sebab pengakuanNya sebagai
Allah yang menjadi manusia
(Luk. 9:22)
2 Sebagai ANAK MANUSIA: Dia
menunjukkan diri sebagai
pemenang atas maut dan sebab itu
Dia datang dengan memakai banyak
mahkota
(Why. 19:12)
3 Sebagai ANAK ALLAH
(=ALLAH):
3 Sebagai FIRMAN ALLAH
(=ALLAH). Dia datang untuk
26
26
Dia disalibkan sehingga
mengeluarkan darah sebab
pernyataan-Nya sebagai
Allah (Mat. 26:63-66)
membinasakan mereka yang
melawan firman hingga darah
mengalir (Why. 19:13)
4 Sebagai RAJA: Ia dipermainkan
oleh para tentara Roma dan para
penghulu Yahudi (Matius 27:27-
31)
4 Sebagai RAJA: Ia akan datang
dengan kemurkaan yang besar atas
mereka yang mempermainkan-Nya
(Why. 19:15-16)
Kedatangan Kristus ke dua kalinya juga menunjukkan kemenangan mutlak Kristus atas
Iblis. Hal yang terjadi ialah:
1. Antikristus dan nabi palsu dicampakkan dalam lautan api (Why 19:20). Merekalah
penghuni pertama neraka.
2. Setan dirantai dalam jurang maut 1000 tahun lamanya (Wahyu 20:1-2). Pada akhir
kerajaan 1000 tahun iblis dilemparkan dalam lautan api (Why 20:10).
3. Semua para pengikut Antikristus mati dan rohnya masuk ke dalam maut/ hades,
menunggu dibangkitkan menghadap pengadilan tahta putih yang besar untuk kemudian
dicampakkan dalam neraka, lautan api (gehena) (Wahyu 19:21).
4. Yesus menjadi Raja dalam kerajaan 1000 tahun di bumi (Wahyu 20:4-6).
E. Peristiwa Akhir Zaman
1. Dua Tahap Kedatangan Yesus Yang Kedua Kali
Menurut kesaksian Alkitab, kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua kali
terbagi dalam dua tahap. Bila kita tidak membedakan kedua hal ini kita akan
menjadi bingung sebab dalam Alkitab ada beberapa hal yang nampaknya
bertentangan, misalnya: Dalam Yohanes 14:3 dikatakan bahwa Yesus akan datang
untuk umat-Nya, namun dalam Yudas 14 dikatakan bahwa Ia akan datang dengan
orang-orang kudus-Nya. Selain itu dalam Matius 24:42-44 dikatakan bahwa Ia akan
datang seperti pencuri pada malam hari, sedangkan dalam Wahyu 1:7 dikatakan
bahwa Ia akan datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia. Adapun
sifat kedatangan Yesus tahap pertama yaitu :
a. Tersembunyi (Mat. 24:23, 26). Tidak dilihat oleh semua orang, kecuali oleh
orang percaya yang akan mengalami pengangkatan.
b. Seperti pencuri (1Tes. 5:2). Tidak seorang pun yang mengetahui waktunya
dengan tepat. Pencuri datang pada saat yang tidak kita duga-duga. Hal ini
berbicara tentang kedatangan Yesus yang tiba-tiba dan tidak seorang pun
menyangka hal itu akan terjadi.
c. Suasana saat kedatangan Tuhan tahap ini yaitu suasana damai, aman dan
tenteram (1Tes. 5:3).
d. Tuhan datang di awan-awan (1Tes. 4:16-17). Yesus tidak menjejakkan kaki di
bumi tapi di awan-awan dan setiap orang yang percaya akan diangkat.
e. Untuk sebagian orang, yaitu bagi yang percaya (Mat. 24:38-41).
f. Untuk mengangkat orang kudus-Nya (Luk. 17:34-35).
g. Terjadi sebelum masa kesusahan besar di bawah Antikristus (Mat. 24:14-28;
2Tes. 2:7-8). Antikristus itu baru bisa menyatakan dirinya setelah Gereja Tuhan
diangkat.
h. Ditandai dengan adanya pengharapan bagi orang-orang yang sungguh-sungguh
percaya (Tit. 2:13; 1Yoh. 3:2).
26
26
2. Sedangkan sifat kedatangan Tuhan tahap kedua yaitu :
a. Nyata (Mat. 24:30-31). Semua mata akan melihat Tuhan datang dalam
kemuliaan-Nya (Why. 1:7).
b. Sebagai Raja penuh dengan kemuliaan dan kuasa (Luk. 21:27).
c. Mendarat di bumi, di bukit Zaitun (Zak. 14:4).
d. Dia datang bersama orang kudus-Nya (Yud. 1: 14-15).
e. Terjadi sesudah masa kesusahan besar yaitu pada masa perang Harmagedon
(Mat. 24:29-30; Why. 19:19-21).
f. Disertai dengan penghukuman bagi orang-orang yang tidak percaya pada Yesus
(Luk. 23;30).
g. Kedatangan-Nya ini yaitu untuk mengakhiri masa antikristus di dunia. Ia akan
memerintah dalam kerajaan 1000 tahun yang penuh damai bersama-sama
dengan orang kudusNya (Why. 2:1-6).
Antara kedatangan Kristus tahap I (Pengangkatan) dan tahap II (kedatangan ke
bumi) ada selang waktu selama 7 tahun (Dan. 9:24-27). Alkitab menubuatkan, harus ada
70x7 masa = 490 tahun yang harus terjadi dan digenapi dulu, baru kemudian bangsa
Israel, kota Yerusalem dan dosa mereka akan dikuduskan dan keadilan kekal itu akan
ada. Ini berbicara tentang kerajaan 1000 tahun. Di luar kerajaan 1000 tahun tidak pernah
ada keadilan yang kekal. Sejarah Israel mulai dihitung dari perintah raja Arthasasta
untuk membangun kembali tembok Yerusalem (Neh. 2:1-8).
a. Masa 1 7x7 = 49 tahun (445-396 SM).
Membangun kembali kota Yerusalem.
b. Masa 2 63x7 = 434 tahun (396 SM-32 M).
Berakhir waktu Yesus disalibkan.
c. Masa 3 ½ x 7 =3½ tahun
Masa 4 Antikris membatalkan perjanjian, menghentikan santapan korban
sembelihan dan masa aniaya akan muncul pada saat itu. Kristus datang pada masa
itu.
3½ 3½ 1000 th kekal
| | | | |
sekarang
F. Pengangkatan
1. Peristiwa Pengangkatan
Pengangkatan (1 Kor. 15:51-53; 1Tes. 4:15-19) yaitu hal yang akan dialami oleh
orang yang percaya pada waktu Kristus datang yang kedua. Peristiwa yang terjadi
pada saat pengangkatan yaitu sebagai berikut:
a. Penghulu malaikat berseru.
b. Sangkakala Allah berbunyi.
c. Yesus turun dari surga.
d. Orang yang mati dalam Kristus bangkit. Ini disebut kebangkitan pertama (Luk.
14:13-14; Why. 20:6).
e. Orang yang percaya yang masih hidup, tidak akan mati melainkan diubahkan
dalam sekejap mata mengenakan tubuh kemuliaan. Mereka yang telah
dibangkitkan dan diubahkan diangkat dalam awan menyongsong Tuhan di
angkasa. Jemaat akan diangkat ‗ke atas‘, ke ‗awan-awan‘, maksudnya naik ke
tempat Kristus berada (Kol. 3:1), masuk ke dalam hadirat Allah atau awan
kemuliaan Allah. Dalam Alkitab ada banyak ayat yang menyebutkan tentang
adanya pengangkatan orang-orang percaya, misalnya:
26
f. 1Tes. 4:15-17 . . . kita hidup . . . akan diangkat
g. 1Kor. 15:51-53 . . . kita tidak akan mati semuanya, namun kita semuanya akan
diubah . . .
h. Yoh. 14:1-3 . . . Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempatku.
Jemaat-Nya, yaitu orang percaya yang sudah meninggal, dan orang percaya yang
masih hidup sampai pada saat itu akan diangkat. Tuhan Yesus sebagai mempelai
pria surgawi akan datang untuk menjemput jemaat/ gereja/ orang percaya sebagai
mempelai wanita-Nya. Ini terjadi sebelum murka Allah dicurahkan, sebelum masa
Antikristus. Ini dapat dilihat dari bagian Alkitab sebagai berikut:
a. 1Tes. 1:10 . . . Yesus, yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang.
b. Rm. 5:9 . . . Kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.
c. Kehidupan Henokh, Nuh dan Lot sebagai contoh.
d. Jemaat-Nya tidak disebutkan dalam Wahyu 6-19 (Masa sengsara besar).
Pengangkatan ini berbeda dengan kedatangan Kristus yang kedua kali. Pada waktu
pengangkatan, kita bertemu Yesus di angkasa (1Tes. 4:17). namun pada waktu
Yesus datang kembali, Ia akan datang dengan jemaat-Nya (yang telah diangkat) dan
menjejakkan kaki-Nya di bukit Zaitun (Za. 14:4, 8-9; Yud. 1:14-15; Why. 19:11-
16). Peristiwa yang terjadi pada saat pengangkatan yaitu :
a. Orang mati dalam Kristus dibangkitkan. Ini yang disebut kebangkitan orang
kudus/ benar, yakni kebangkitan pertama (Luk. 14:13-14; Flp. 3:10-11; Why.
20:6).
b. Orang percaya yang masih hidup tidak akan mati melainkan diubah dalam
sekejap mata menjadi tubuh kemuliaan. Sifat tubuh kemuliaan ini sempurna,
antara lain:
1) Tidak terikat pada hukum alam, tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu,
dapat pindah cepat, tembus tembok, dsb.
2) Dapat langsung masuk dalam alam roh yang tak kelihatan sehingga tiba-
tiba lenyap, tak dapat dilihat orang lain yang masih hidup dalam tubuh
jasmani.
3) Pada waktu tubuh jasmani berubah menjadi tubuh kemuliaan, segala
perlengkapan tubuh lama ditinggalkan misalnya: baju, sepatu, gigi palsu,
dll. Bandingkan dengan kebangkitan Yesus (Yoh. 20:6-7).
c. Mereka yang telah dibangkitkan dan diubahkan diangkat dalam awan
menyongsong Tuhan di angkasa. Alkitab telah memberikan contoh orang yang
telah mengalami pengangkatan, yakni Henokh (Kej. 5:24, Ibr. 11:5), Elia (2Raj.
2:11), juga Yesus Kristus (Kis. 1:9). Ini juga akan dialami oleh 2 saksi Allah
dalam Wahyu 11:11-12.
Ciri-ciri khas pada masa pengangkatan, antara lain: kuburan orang percaya di
seluruh dunia akan terbelah, terdapat laporan dari seluruh dunia bahwa semua
barang fana yang dipakainya tertinggal (misalnya: baju, perhiasan, kacamata, gigi
palsu, dll.), orang percaya yang mengendarai mobil, pesawat udara, dsb., tiba-tiba
terangkat lenyap. sebab itu mari kita sungguh-sungguh menjadikan Kristus
sebagai Tuhan, agar kita mengalami pengangkatan dan terluput dari masa aniaya
besar. Sebab Antikristus baru saja menyatakan diri bila gereja telah diangkat (2Tes.
2:6-7). Selanjutnya orang yang telah diangkat akan menghadap takhta pengadilan
Kristus dan masuk dalam pesta kawin Anak Domba.
26
2. Tujuan Pengangkatan
Adapun tujuan pengangkatan yaitu :
a. Allah menerima orang pilihan seperti yang Dia janjikan (Yoh. 14:1-3).
b. Umat pilihan dibawa kepadaNya tak bercacat, sempurna roh, jiwa dan tubuhnya
(1Tes. 5:23; Yud 1:24).
c. Mengadili orang percaya dan memberinya upah/ pahala (2Kor. 5:10).
d. Masuk dalam pesta kawin Anak Domba yang penuh bahagia (Why. 19:6-9).
e. Meluputkan orang percaya dari masa aniaya besar/ Antikristus (2Tes. 2:6, 7).
Bila gereja/ jemaat telah diangkat, Antikristus baru bisa menyatakan dirinya.
3. Persiapan Pengangkatan
Persiapan yang baru diperlukan agar kita diangkat yaitu :
a. Lahir baru, yakni menerima Kristus sebagai Juruselamat sehingga menjadi anak-
anak Allah (Yoh. 1:12; 3:3, 5; 2Kor. 5:17).
b. Penuh dengan Roh Kudus dan menaati pimpinan Roh (Gal. 5:16-25; Ef. 5:18).
c. Hidup kudus, hidup dalam terang, tak bercacat cela dihadapan Allah (Ef. 5:27;
1Tes. 5:23; 1Yoh. 3:2-3).
d. Berjaga-jaga dan berdoa senantiasa dalam menantikan kedatangan-Nya (Mat.
24:44; 25:1-13; Luk. 21:36).
4. Waktu Pengangkatan
Pengangkatan yaitu suatu keadaan dibawa pergi. Kata pengangkatan (Inggris:
rapture) dalam 1 Tesalonika 4:17 berasal dari kata latin rapturo. Kata Yunaninya
harpazo yang berarti ―mengambil‖. Istilah ini yang dipakai untuk
menggambarkan bagaimana Roh Tuhan melarikan Filipus di dekat Gaza dan
membawanya ke Kaisarea (Kis. 8:39) dan untuk menggambarkan pengalaman
Paulus yang diangkat ke surga (2Kor. 12:2-4). Dengan demikian kata itu digunakan
dalam 1 Tesalonika 4:17 untuk menunjukkan pengangkatan orang yang nyata dari
bumi ke surga. Mengenai waktunya ada empat pandangan yaitu: pengangkatan
parsial, pretribulasi, midtribulasi dan postribulasi. Pengangkatan parsial
memerhatikan jangkauan pengangkatan (sebagian atau seluruh orang percaya),
sedangkan ketiga pandangan lainnya memusatkan perhatiannya pada waktu
pengangkatan.
a. Pengangkatan Parsial
Pengangkatan ini mengajarkan bahwa orang percaya yang sedang
―menunggu kembalinya Tuhan yang akan didapati layak terlepas dari masa
kesusahan besar (tribulasi) dengan diambil pada masa pengangkatan ini .
Menurut mereka ada beberapa kali waktu pengangkatan.
1) Sebelum masa kesusahan. Ini akan dialami orang Kristen yang dewasa
rohaninya, yaitu mereka yang hidup dalam kepenuhan roh Kudus.
2) Selama masa kesusahan. Orang percaya yang tidak siap untuk
pengangkatan pertama akan diangkat pada periode berikutnya. Hal ini
terlihat dalam Wahyu 7:9, 14; 12:5 (anak manusia disini termasuk orang-
orang percaya yang berjaga- jaga dari perang Harmagedon); dan suatu
pengangkatan yang terakhir pada akhirnya.
3) Sesudah masa kesusahan. Pada akhir masa seribu tahun akan ada
kebangkitan orang-orang percaya yang tidak mengalami kebangkitan yang
pertama, bersama dengan kebangkitan orang-orang yang tidak percaya.
Orang-orang percaya akan memasuki kerajaan yang kekal, meskipun
mungkin mereka tidak mengalami kerajaan seribu tahun. Pendukung
pandangan ini berpegang bahwa keselamatan berdasar anugerah dan
27
bersifat kekal bagi orang percaya, namun yang tidak taat tidak akan
27
mewarisi kerajaan seribu tahun. Mereka juga menekankan kesucian dan
kesalehan hidup, dan berpandangan bahwa yang diangkat yaitu orang
yang dipenuhi Roh Kudus.
Dukungan Alkitabiah yang diyakini oleh pandangan ini antara lain:
Orang percaya harus bertahan dalam penderitaan, baik masa kini
maupun pada masa tribulasi (Luk. 22:18-30; 2Tes. 1:4-5). Ada yang
menganggap api dalam 1 Korintus 3:12-15 sebagai Masa Kesusahan.
Kebangkitan pertama yaitu hadiah bagi orang yang menang saja, jadi
tidak semua orang percaya bisa memperolehnya (Mat. 19:28-29; Why.
21:11; 3:5).
Orang percaya bisa kehilangan hak dan kesempatannya untuk diangkat
sebelum Masa Kerusuhan (1Kor. 6:9-10; Gal. 5:19-21; Ibr. 12:14).
Baptisan Roh Kudus dipandang sebagai pemberi kuasa untuk bersaksi,
maka tidak semua orangpercaya dalam tubuh Kristus, jadi tak harus
diangkat.
Pengangkatan yaitu pahala yang tidak akan diperoleh semua orang
percaya (Mat. 24:40-41; 25:1-13; 1Kor. 9:27; Ibr. 9:24-28).
Beberapa masalah dalam pandangan ini:
Alkitab menyatakan semua orang percaya akan diubahkan, bukan
beberapa (1Kor. 15:51-52).
Baptisan Roh Kudus menempatkan semua orang percaya dalam tubuh
Kristus (1Kor. 12:13), jadi semuanya akan diangkat.
Masa kesusahan bukanlah masa penghukuman bagi gereja tapi bagi
―Yakub‖ yakni bangsa Israel (Yer. 30:7).
Pengangkatan bukan pahala kehidupan saleh, tapi kehidupan saleh
akan diberi pahala mahkota, bukan pengangkatan (2Tim. 4:8).
b. Pengangkatan sebelum masa kesusahan (Pretribulasi).
Pandangan pretibulasi mengajarkan bahwa pengangkatan gereja akan terjadi
sebelum tujuh tahun masa Kesusahan, yaitu sebelum permulaan minggu ketujuh
puluh dari Daniel 9:24-27. Alasannya:
1) Wahyu 3:10 – Orang Percaya dilindungi dari hari kesusahan.
2) 1Tes. 5:1-11. Masa damai (ay. 2-3) terjadi pada awal Masa Kesusahan.
3) Tidak adanya gereja dalam Wahyu 4-19 dimana Masa Kesusahan
dijelaskan secara amat rinci.
c. Pengangkatan di tengah masa kesusahan (Midtribulasi).
Pandangan midtribulasi bahwa pengangkatan gereja akan terjadi pada saat
pertengahan tujuh tahun Masa Kesusahan, yaitu setelah tiga setegah tahun
berlalu. Alasannya:
1) Adanya penekanan nubuat mengenai 3½ tahun sebagai masa penghakiman
yang hebat (Dan. 7:25; 9:27; 12:7, 11; Why. 11:2; 12:6, 14).
2) Masa pengangkatan dalam pelajaran tentang pohon ara (Mat. 24) harus
diawali dengan tanda-tanda seperti penyebaran Injil (Mat. 24:14), munculnya
Pembinasa keji (ay 15), dan penyiksaan umum (ay. 10-27) yang terjadi
selama 3,5 tahun pertama dari tribusi.
3) Sangkakala ketujuh (Why. 10:7) yang dikutip pada pertengahan Masa
Kesusahan, sama dengan sangkakala terakhir dalam 1Kor. 15:52 yang
dikutip pada saat pengangkatan.
27
d. Pengangkatan di akhir masa kesusahan (Postribulasi).
Pandangan postribulasi mengajarkan bahwa pengangkatan gereja dan
kedatangan Kristus kedua merupakan suatu kejadian yang bersamaan, yang
akan terjadi pada akhir Masa Kesusahan saat Kristus kembali. Gereja akan
ada di atas bumi selama Masa Kesusahan. Alasannya:
1) Kata parousia (artinya: datang, tiba, ada), apokalupsis (artinya: penyataan)
dan epiphaneia (artinya: manifestasi) digunakan baik untuk menunjuk saat
pengangkatan dan juga saat kedatangan Kristus yang kedua kali. Jadi kedua
peristiwa itu akan terjadi bersamaan.
2) Gereja tidak disebutkan berada di Surga selama Masa Kesusahan menurut
Wahyu 4-18, berarti berada di dunia. Lagi pula kata ―orang-orang
kudus‖ dalam Wahyu 13:7, 10; 16:6; 18:24 menunjukkan bahwa gereja
secara nyata ada di bumi selama Masa Kesusahan.
3) Nas 2 Tesalonika 1:5-10 ditafsirkan terbaik sebagai pengajaran post-
tribulasionisme.
G. Takhta Pengadilan Kristus
Setelah jemaat diangkat, maka jemaat akan masuk dalam tahta pengadilan Kristus atau
dalam bahasa Yunani disebut bema (2Kor. 5:10; Rm. 14:10). Bema yaitu tempat duduk
hakim dalam pertandingan olahraga, dimana setelah pertandingan selesai para atlet akan
menghadap hakim di bema ini untuk menerima upah, pialah atau mahkota sebagai juara.
Takhta pengadilan Kristus yaitu penghakiman bagi orang percaya setelah pengangkatan,
dimana motivasi dan perbuatan mereka akan diuji oleh Allah untuk menentukan pahala
(bukan keselamatan) yang akan mereka terima sesuai perbuatannya (Mat. 16:27; Rm. 2:6).
1. Maksud Takhta Pengadilan Kristus
Maksud takhta pengadilan Kristus
yaitu :
a. Bukan menentukan apakah seseorang masuk surga atau tidak, sebab hal itu
sudah ditentukan pada saat kita meninggal atau diangkat (berdasar iman kita
apakah kita percaya kepada Yesus sebagai Juruselamat kita atau tidak).
b. Bukan untuk mengadili orang-orang percaya sebab dosanya, sebab dosa orang
percaya telah ditanggung oleh Kristus, jika tidak ada penghukuman lagi (Yoh.
5:24; Rm. 8:1).
c. Untuk menguji pekerjaan/ pelayanan/ kesetiaan orang percaya (1Kor. 3:10-15).
Pada tahta pengadilan Kristus ini orang yang telah selamat akan dinilai
perbuatannya oleh Allah untuk menerima pahala sesuai perbuatannya (Mat.
16:27; Rm. 2:6; Why. 22:12). Keselamatan yaitu anugerah Tuhan, bukan hasil
perbuatan kita (Ef. 2:8), tapi pahala ditentukan dari perbuatan kita setelah kita
diselamatkan.
sebab itu marilah kita giat melayani Dia. Menurut 1 Korintus 3:12-15, semua
pekerjaan kita diuji. Adapun ukuran yang dipakai untuk menilai ialah apakah
seseorang melayani dengan motivasi tulus dan setia (Mat. 25:21; 1Kor. 4:1; 1Tim.
1:12). Pelayanan yang tidak tahan uji yaitu yang didasari oleh motivasi rendah
seperti mengharapkan uang, pujian manusia, sebab iri, dll. Walaupun tetap
menerima keselamatan namun pelayanan yang tidak tahan uji akan memicu
kehilangan upah (2Yoh 1:8), sehingga kita akan menjadi malu (1Yoh. 2:29). Namun
bila kita mengerkajakan hal-hal baik, maka kita akan menerima pahala atau mahkota
dan akan memerintah bersama Yesus dalam kerajaan seribu tahun (Luk. 19:12-27).
27
2. Upah yang Diterima
Sebagian orang akan menerima upahnya sesuai perbuatan di dunia setelah
diselamatkan (Why. 22:12), yakni:
a. MAHKOTA KEHIDUPAN, bagi orang yang tahan uji dan setia mengikut Yesus
sampai akhir hidupnya (Why. 2:10).
b. MAHKOTA KEBENARAN, bagi mereka yang mencintai dan menantikan
kedatangan Kristus (2Tim. 4:8).
c. MAHKOTA AB
ADI, bagi orang yang dapat menguasai diri dalam hidup sehari-
hari (1Kor. 9:25).
d. MAHKOTA SUKACITA, bagi mereka yang bersaksi dan memenangkan banyak
jiwa (1Tes. 2:19; Flp. 4:1).
e. MAHKOTA KEMULIAAN/MAHKOTA KEMEGAHAN, bagi mereka yang
sudah setia memelihara domba-domba Allah/ jemaat (1Ptr. 5:4).
Selain itu kita juga akan diberi tanggung jawab istimewa untuk memerintah bersama
Yesus dalam kerajaan seribu tahun (Luk. 19:12-27; Mat. 25:14-30).
H. Pesta Kawin Anak Domba (Why. 19:6-9)
Selama berada di dunia, jemaat lelah dan berjuang (1Tim. 4:10). Jemaat sering dinista
dan dianiaya sebab nama Kristus (1Ptr. 4:14-16). Itu sebabnya Yesus akan menyambut
jemaat yang menuang dengan pujian dan sukacita (1Kor. 4:5), ―Baik sekali
perbuatanmu, hai hambaKu yang baik!‖ (Mat. 25:21). Ia akan menjemput murid-murid-Nya
yang berjerih lelah ke meja perjamuan. Ia sendiri akan menjamu jemaat-jemaat-Nya.
Sungguh jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58). Jemaat akan menikmati janji Kristus
untuk makan dan minum semeja dengan-Nya (Luk. 22:29-30). sebab kegirangan yang
meluap-luap, maka pertemuan Kristus dengan jemaat-Nya disebut sebagai hari Pesta
Kawin Anak Domba dengan pengantin-Nya. Kini, Yesus, Anak Domba Allah yang telah
dikorbankan untuk menebus dosa manusia, menjadi Raja, dan jemaat yakni umat yang telah
ditebus-Nya sendiri menjadi pengantin-Nya yang telah siap sedia.
1. Fase-fase Pernikahan
Menurut adat pernikahan Yahudi, ada tiga fase pernikahan yaitu:
a. PERJANJIAN PERNIKAHAN. Ini dilakukan oleh kedua orang tua masing-
masing, tatkala para pengantin masih terlalu muda untuk dapat bertanggung
jawab. Biasanya diberikan hadiah nikah (mas kawin) sebagai ikatan pernikahan
itu menjadi sah.
b. UPACARA PERNIKAHAN. Bila pasangan pengantin telah cukup dewasa maka
dilangsungkan upacara pernikahan. Pengantin pria beserta rekan-rekannya
menjemput mempelai perempuan untuk berpesta. Ini juga digambarkan dalam
perumpamaan 10 anak dara dalam Matius 25:1-12.
c. PESTA PERJAMUAN PERNIKAHAN. Ini dilaksanakan bila mempelai wanita
sudah ada di rumah mempelai pria dan saat inilah para tamu hadir. Contohnya
bisa kita lihat dalam Yohanes 2:1-11.
Hubungan jemaat dan Kristus dapat dikiaskan sebagai hubungan suami isteri (Ef.
5:31-32). Hubungan suami-isteri yaitu hubungan yang erat yang dikenal di dunia
dalam bahasa manusia. Dengan demikian pernikahan Kristus dan jemaat- Nya jangan
diartikan secara jasmani tapi secara rohani, yang menujukkan persekutuan yang erat
dan akrab antara Kristus dan jemaat-Nya yang tidak mungkin dipisahkan lagi.
PERJANJIAN PERNIKAHAN diberikan Allah kepada umat-Nya pada saat mereka
ditebus dari dosa, sehingga menjadi umat kepunyaan Allah sendiri (1Ptr.2:9). Allah
meneguhkan perjanjian itu dengan memberikan karunia-karunia rohani bagi jemaat-
27
Nya. Kemudian pada saat Yesus datang di udara untuk menjemput jemaat-Nya yang
terangkat, maka fase kedua terjadi, yaitu UPACARA PERNIKAHAN. Hal ini
dilanjutkan dengan fase terakhir PESTA PERJAMUAN PERNIKAHAN, sang
mempelai wanita sudah menjadi ―istri‖ Anak Domba, sebab pengantin pria
sudah menjemput pengantin wanita.
2. Persiapan Pernikahan
Orang yang ikut perjamuan itu harus mengenakan pakaian pesta. Dalam Wahyu 19:8
disebutkan bahwa mempelai wanita yang masuk dalam persekutuan kekal dengan
Yesus yaitu mereka yang dikarunia pakaian mempelai. Jelas ini yaitu pemberian
Allah. Pakaian mempelai itu yaitu lenan halus yang putih bersih yang berbicara
tentang kebenaran dan kekudusan (2Tes. 2:13-14). Jadi persiapan-persiapan yang
dilakukan pengantin Kristus agar dapat masuk dalam pesta kawin Anak Domba
yaitu :
a. Pengantin itu telah menerima Yesus sebagai Juruselamatnya dan telah diberi atau
dikenakan jubah kebenaran-Nya (Yes. 61:10; 2Kor. 5:21; Flp. 3:9; Why. 3:4- 5):
DIBENARKAN/ JUSTIFIED.
b. Pengantin itu telah bertumbuh dalam pengenalan akan Kristus dan menjadi
serupa dengan Dia (2Kor. 3:18; 2Ptr. 3:18): DISUCIKAN/ SANCTIFIED.
c. Pengantin itu telah diubahkan-Nya dalam tubuh kemuliaan pada saat Yesus
datang untuk jemaat-Nya di awan-awan (1Yoh. 3:2): DIMULIAKAN/
GLORIFIED.
Pesta kawin Anak Domba yaitu saat berkumpulnya orang-orang suci dalam tubuh
kemuliaan, bukan tubuh jasmani yang dapat binasa. Pesta ini bukan pesta nasi goreng
atau ayam goreng, tapi suatu pesta rohani yang sangat meriah yang sulit diungkapkan
dalam bahasa manusia yang terbatas. Mereka akan menikmati makanan rohani, yakni
segala perkara tentang rahasia Allah yang heran, sehingga jemaat disiapkan untuk
ikut turun dengan Kristus ke bumi dan memerintah dalam kerajaan 1000 tahun. Pesta
ini penuh sukacita surgawi, pujian dan penyembahan bagi Kristus, Anak Domba
Allah yang telah menjadi Raja untu selama-lamanya. Berbahagialah orang yang
diundang dalam perjamuan kawin anak Domba sebab mereka akan hidup selama-
lamanya dengan Yesus Kristus, sang kekasih hati.
I. Munculnya Antikristus Dan Nabi Palsu
Setelah gereja diangkat, tampilah Antikristus yang akan menjadi penguasa dunia. Nas
1Yoh. 2:18 mengatakan bahwa menjelang akhir zaman ini akan banyak muncul Antikristus
(orang yang memusuhi Kristus, menentang kekristenan, berusaha menghancurkan kitab
Suci, dan berusaha membunuh orang percaya). namun sebagai klimaks dari semuanya akan
muncul seorang Antikristus yang terjadi setelah gereja Tuhan diangkat (2Tes. 2:7-8).
Secara rahasia Antikristus itu sudah mulai bekerja. Di mana-mana ada banyak Antikris
yang sudah muncul namun klimaksnya belum terjadi sebab ada yang menahan yaitu orang
percaya, dimana Roh Kudus yang tinggal di dalam kita belum diangkat. Kita yaitu garam
dan terang dunia yang mencegah pembusukan dan yang menerangi dunia sehingga
kegelapan tidak bisa mencapai klimaks. namun kalau Tuhan sudah datang pada tahap I kita
diangkat dalam awan kemuliaan maka Antikrist itu tidak punya lagi penghalang untuk
melaksanakan kejahatannya.
1. Dua Oknum dalam Wahyu 13
a. Binatang yang Muncul dari dalam Laut (ay. 1-10).
Maksudnya akan muncul seorang manusia sama seperti kita namun memiliki hati
yang kejam seperti seekor binatang. Dia yaitu si pembinasa yang keji
27
(Antikristus = manusia berhati binatang bahkan berhati iblis sebab dikuasai oleh
iblis). Dia akan muncul di dalam lautan. Lautan yang bergelora bicara tentang
kekacauan umat manusia, dari situ akan muncul seorang yang akan memberikan
kedamaian sementara (semu). Ia digelari Alkitab binatang yang muncul dari
dalam laut. Dialah diktaktor dunia yang akan menguasai politik ekonomi dan
agama.
b. Binatang yang Keluar dari dalam Bumi (ay 11-18).
Ini berbicara tentang nabi palsu yang mendukung Antikristus dalam segi agama
dan membawa orang-orang pada kesesatan untuk menyembah Antikristus. Nabi
palsu ini bisa melakukan mujizat dan mengadakan tanda-tanda ajaib. Luarnya
seperti domba yang tak bercacat cela namun nyatanya dia yaitu seekor naga yang
menyamar sebagai anak domba.
2. Dua Tahap Pemerintahan Antikristus
Ada dua tahap pada masa pemerintahan Antikristus (Dan. 9:27):
3½ 3½ 1000 th kekal
| | | | |
sekarang
a. Tahap Pertama (3½ Tahun Pertama)
1) Antikristus akan muncul.
2) Antikristus mengadakan perjanjian 7 th dengan Israel (Dan. 9:27).
3) Diperkirakan Antikristus berasal dari perhimpunan (konfederasi) 10 negara
(Dan. 2:31-35; Why. 13:1): 10 jari patung, 10 tanduk melambangkan 10
negara yang berhimpun bersama.
4) Bait Suci akan dibangun kembali.
5) Akan muncul sistem agama palsu (Why. 17). Ini yaitu gereja yang
kompromi dengan dosa, yang berpusat di sebuah kota besar yang dikelilingi
7 gunung (ay. 9, 18 – Roma).
b. Tahap Kedua (3½ Tahun Kedua)
1) Pemutusan perjanjian dengan Israel (Dan. 9:27).
2) Kehancuran sistem agama palsu.
3) Antikristus akan minta disembah (Why. 13:5).
4) Antikristus akan memberikan cap yaitu tanda ―666‖ pada tangan atau
dahi manusia untuk bisa berbelanja (Why. 13:16-18).
5) Dua pertiga orang Yahudi Palestina akan mati sebab mengalami aniaya
(Za. 13:8-9).
6) Orang yang percaya kepada Yesus akan dibunuh, mereka akan mati syahid
kalau tetap percaya Yesus (Why. 14:13-14).
J. Perang Harmagedon
Pada akhir masa Antikristus akan terjadi perang besar yang disebut Perang Harmagedon
(Why. 16:16). Pada saat perang Harmagedon itulah Yesus sendiri datang menjejakkan kaki
di bukit Zaitun. Dia akan menangkap Antikristus dan Nabi Palsu untuk dihukum dalam
lautan api (neraka). Orang-orang yang memerangi kota Yerusalem akan ditangkap, dibunuh
dan akan ada pengadilan bangsa-bangsa (Yl. 3:2; 12, Mat. 25:31-46). Kalau ada bangsa-
bangsa yang tidak mau menyembah Antikristus dan tetap mendukung umat Allah, mereka
akan ikut dalam kerajaan 1000 tahun. Yang menyembah Antikristus dibinasakan (Why.
27
19:21). Iblis dipenjarakan dalam lubang tanpa atas (jurang maut) 1000 tahun lamanya
(Why. 20:1-3).
K. Kerajaan Seribu Tahun
Setelah kedatangan Kristus yang kedua kali di bumi, mulailah masa kerajaan 1000 tahun
(Why. 20:1-6). Iblis akan dirantai dalam jurang maut. Masa ini merupakan zaman
keemasan atau masa yang terbaik di atas muka bumi. Kristus akan memerintah bersama
orang kudus-Nya 1000 tahun di muka bumi dengan ibukota Yerusalem. Yesus memerintah
seluruh bumi dengan tongkat besi (Why. 19:15). Ini berarti Dia akan segera
menghancurkan kejahatan. Orang yang berdosa langsung dihukum. Kerajaan ini penuh
kebenaran dan damai. Bumi akan dipulihkan. Keadaan dalam Kerajaan Seribu Tahun
antara lain:
1. Alam roh bersih. Penguasa kerajaan angkasa yakni iblis dan setan-setan (Ef. 6:12) sudah
tidak ada. Seluruh bumi merasakan hadirat Tuhan, iblis tidak ada, yang ada hanya
damai sejahtera dan ketentraman. Tidak ada rasa takut, gelisah atau kuatir.
2. Dosa dapat dikatakan secara praktis tidak ada. Suasana kebenaran, keadilan dan hadirat
Tuhan saja yang terasa. Berkat yang dulu hilang waktu dosa masuk ke bumi (Kej 3:17)
sekarang dipulihkan kembali oleh Tuhan Yesus. Bumi dan isinya dibebaskan dari
akibat-akibat dosa oleh pemerintahan Yesus Kristus.
3. Binatang dan tumbuhan seperti di Eden (Yes. 11:6, 9; 19:17-20; 65:25). Domba bermain
dengan serigala. Tidak ada lagi sifat ganas, tidak ada lagi gigitan binatang apa lgi yang
berbisa. Binatang hanya makan buah-buahan, tumbuh- tumbuhan dan rumput (Yes.
39:17-20). Begitu pula tumbuh-tumbuhan kembali seperti semula, tidak ada yang rusak,
berpenyakit atau bantut (Yes. 19:17-20).
4. Tidak ada bencana alam, semuanya subur makmur. Alam dikuasai menurut komando
pemerintahan Kristus.
5. Tidak ada penyakit (Yes. 33:24; 35:5-7), kecuali mereka yang berdosa dihukum oleh
Tuhan dan orang suci-Nya. (Za. 14:17).
6. Pada masa Kerajaan Seribu Tahun ada dua macam manusia:
1) Yang memerintah, yang mengenakan tubuh kemuliaan yang tidak sama dengan
tubuh jasmani sekarang ini (tidak bisa berbuat dosa). Dengan tubuh kemuliaan orang
bisa makan tapi tidak tergantung dari makanan, udara, minuman, kelamin,
menguasai hukum-hukum alam (tembus tembok, bergerak cepat hampir-hampir
tanpa waktu) dan memiliki sifat lain yang penuh kemuliaan dan kuasa.
2) Yang diperintah yaitu manusia dengan tubuh biasa (bisa berdosa). Mereka yaitu
sisa orang Israel (Rm. 11:4-5), sisa orang Kristen dan sisa bangsa lain yang tidak
mau menyembah Antikristus (Za. 14:16; Yes. 2:2-4; Mat. 25:31- 32). Orang-orang
ini tetap hidup dalam tubuh jasmani yang bisa berdosa sebab kerajaan diperintah
oleh Kristus dengan gada besi (Why. 19:15) yang keras. Keadaan orang yang
diperintah, tetap ada:
Perkawinan dan kelahiran (Yes. 11:6-8).
namun usianya menjadi panjang (Yes. 65:20).
Bisa berdosa dan mereka perlu bertobat dan percaya Yesus.
Kematian (Yes. 65:20).
Berbicara dalam satu bahasa saja di seluruh dunia (Zef. 3:9).
Akan ada damai sejahtera, tidak ada peperangan (Yes. 41:8-14; Yer. 32:27).
27
L. Pemberontakan Terakhir (Gog Magog)
Pada akhir kerajaan 1000 tahun, Allah akan memberikan ujian terakhir kepada manusia.
Agar motivasi setiap orang menjadi jelas maka iblis harus dilepaskan lagi untuk menguji
bangsa-bangsa yang pernah menikmati kerajaan Mesias (Why. 20:7-10). Tidak boleh ada
yang mengikut Yesus secara terpaksa, atau melayani-Nya di dalam kekekalan dengan
setengah hati. Maka manusia yang baru diberi kesempatan untuk memilih: Kristus atau
Iblis. Apa yang terjadi? Suatu pemberontakan bangsa-bangsa secara luas (betapa degilnya
hati manusia berdosa). Berduyun-duyun mereka datang mengepung Yerusalem di bawah
pimpinan Gog dan Magog (Why. 20:8-9). Jumlah mereka seperti pasir di laut. Hal ini
menunjukkan bahwa selama seribu tahun itu hati mereka belum diubahkan. Mereka tunduk
kepada Kristus secara lahiriah, namun akhirnya mereka mendurhaka kepada-Nya. Hal ini
menunjukkan betapa perlunya manusia dilahirkan baru. Jumlah mereka yang memberontak
kepada Allah ini sangat banyak seperti pasir di tepi laut. Inilah pemberontakan terakhir.
Perang yang disebut perang Gog dan Magog ini akan diakhiri dengan kemenangan di pihak
Allah. Jawaban Allah kontan: Api turun dari langit dan menghanguskan mereka. Iblis yang
menyesatkan mereka dilemparkan ke dalam lautan api tempat Antikristus dan nabi palsu
sudah berada untuk disiksa siang dan malam sampai selama-lamanya (Why. 19:20; 20:9b-
10).
M.Penghakiman Takhta Putih (Hukuman Terakhir) – Daniel 7:9-10; Wahyu 20:11-15
Sesudah iblis dicampakkan dalam lautan api, dimulailah penghakiman besar yang
terakhir. Langit dan bumi yang sekarag ini akan lenyap (inilah yang disebut kiamat – 2Ptr.
3:10). Lalu orang-orang mati yang tidak percaya Kristus akan bangkit dan dihakimi. Inilah
peristiwa kebangkitan orang-orang yang tidak beriman, yang namanya tidak tertulis dalam
kitab kehidupan. Mereka bangkit menghadap pengadilan tahta putih yang besar untuk
menerima hukuman dan kebinasaan kekal di neraka (Why. 20:11-15). Pengakiman Takhta
Putih yaitu satu dari beberapa pengadilan yang akan terjadi. Ada beberapa pengadilan
yang akan terjadi pada masa yang akan datang, dalam waktu yang berbeda, meliputi:
1. Pengadilan Kristus bagi orang-orang percaya (1Kor. 3:10-15; 2Kor. 5:10). Pengadilan
ini akan terjadi segera setelah pegangkatan gereja. Tempat penghakimannya yaitu
bema (takhta Kristus). Yang diadili yaitu perbuatan orang percaya, dan sebagai
hasilnya yaitu menerima pahala atau kehilangan pahala. Pahala dapat hilang sebab
ketidaksetiaan selama hidup (2Yoh 1:8). Hal kehilangan pahala ini juga dikuatirkan
Paulus (1Kor. 9:24-27).
2. Pengadilan orang-orang Kudus Perjanjian Lama (Dan. 12:1-3). Waktunya yaitu akhir
dari Masa Kesusahan, sebelum kerajaan seribu tahun. Yang menjadi dasar yaitu iman
kepada Allah dan membawa akibat pahala.
3. Pengadilan orang-orang kudus yang mati dalam masa kesusahan (Why. 20:4-6).
Waktunya yaitu pada akhir dari Masa Kesusahan, sebelum kerajaan Seribu Tahun.
Yang menjadi dasar ialah iman dan kesetiaan kepada Yesus. Hasilnya: Memerintah
bersama Kristus dalam kerajaan Seribu Tahun.
4. Pengadilan Israel (Yeh. 20:34-38; Mat. 25:1-30). Yang dimaksudkan di sini yaitu
orang-orang Yahudi yang masih hidup setelah masa kesusahan. Waktunya akhir dari
masa Kesusahan. Tempatnya di padang gurun. Dasarnya yaitu iman kepada Kristus.
Akibatnya orang percaya memasuki Kerajaan Seribu tahun, sedangkan orang durhaka
dibinasakan. Kelompok ini tidak akan diberi tubuh kebangkitan pada saat ini, akan
namun akan masuk ke dalam kerajaan seribu tahun dengan tubuh tanahnya dan akan
menjadi orang tua bayi- bayi dalam kerajaan seribu tahun.
27
5. Pengadilan Bangsa-bangsa (Yl. 3:1-2; Mat. 25:31-46). Yang dimaksud di sini yaitu
orang-orang non Yahudi yang masih hidup setelah masa Kesusahan. Waktu
pengadilannya pada akhir dari Masa Kesusahan. Tempatnya di lembah Yosafat.
Dasarnya ialah iman kepada Kristus yang dibuktikan dengan perbuatan baik yang
dinyatakan kepada bangsa Israel. Akibatnya orang percaya memasuki kerajaan seribu
tahun dan yang lainnya masuk lautan api.
6. Pengadilan Setan dan malaikat-malaikatnya yang berdosa (Mat. 25:41; 2Ptr. 2:4; Yud.
1:6; Why. 20:10). Waktunya pada akhir kerajaan seribu tahun dan akibatnya yaitu
dicampakkan ke dalam lautan api.
7. Pengadilan untuk orang mati yang tidak diselamatkan (Why. 20:11-15). Tempatnya di
hadapan Takhta Putih yang Besar. Waktunya pada akhir dari masa seribu tahun. sebab
menolak Kristus, mereka semua dicampakkan ke lautan api.
N. Langit Dan Bumi Baru
Setelah langit dan bumi lama lenyap, muncul langit dan bumi baru yang diciptakan
Tuhan (Mrk. 13:31, 2Ptr. 3:10-13, Why. 21; 22:1-5). Di dalamnya tidak ada yang najis,
semua suci. Allah sendiri akan diam di Yerusalem Baru bersama dengan manusia yang
telah ditebus-Nya. Dosa, penyakit dan air mata tidak ada lagi. Penduduk negeri itu akan
melayani Tuhan sepanjang masa yang kekal (Why. 22:3- 5). Tuhan telah menyediakan
suatu pekerjaan bagi kita masing-masing, dan pekerjaan itu akan dilakukan dengan
sempurna tanpa diganggu oleh si iblis seperti yang terjadi di atas bumi yang lama. Langit
dan bumi baru inilah yang merupakan pengharapan semua orang yang percaya.
O. Kehidupan Setelah Kematian
1. Dua Kebangkitan
Alkitab menjelaskan ada dua macam kebangkitan. Kebangkitan pertama yaitu
kebangkitan orang beriman sebelum berdirinya Kerajaan 1000 tahun untuk
memperoleh hidup; dan kebangkitan kedua yaitukebangkitan orang tidak beriman
sesudah berdirinya Kerajaan 1000 tahun untuk memperoleh hukuman (Dan. 12:2;
Yoh. 5:28-29; Why. 20:4-6, 11-15). Jadi jarak 1000 tahun antara kedua kebangkitan
itu.
a. Kebangkitan Pertama
Ini yaitu kebangkitan dari semua orang benar (Luk. 14:14) yaitu mereka yang
sudah dibenarkan oleh Allah sebab iman (Rm. 3:28). Mereka yaitu orangbenar
yang dibangkitkan dari antara orang mati (Flp. 3:11) dari sejak Adam dan juga
mereka yang diubahkan pada saat kedatangan-Nya (1Kor. 15:51-52) sehingga
mereka memiliki tubuh kebangkitan yang tidak dapat mati (1Kor. 15:53- 54).
Kelompok orang yang mengalami kebangkitan pertama yaitu:
1) Kristus, yang Sulung yang bangkit dari orang mati (Rm. 6, 9; Kol. 1:18).
2) Orang percaya yang mati pada zaman gereja. ini mendahului pengangkatan
(1Kor. 15:51-54; 1Tes. 4:13-17).
3) Orang-orang yang kudus pada zaman PL.
4) Orang-orang yang mati syahid pada Masa Kesusahan, termasuk 144.000 orang
Yahudi, dan kedua saksi Allah (Why. 6:9-11; 7:9-17; 11:7-12; 20:4).
b. Kebangkitan kedua
Ini yaitu kebangkitan dari semua orang jahat/ tidak beriman dari Adam sampai
pada akhir masa Millenium. Waktunya yaitu sesudah Milenium (Why 20:4- 6,
11-15), setelah perang Gog dan Magog. Mereka akan dibangkitkan untuk
dihakimi di pengadilan takhta putih yang besar kemudian dicampakkan ke dalam
27
lautan api, neraka yang kekal (Why. 20:13-14). Inilah yang disebut kematian
kedua.
2. Kebangkitan Tubuh
Orang percaya akan mengalami kebangkitan tubuh. Mengapa kita percaya akan
kebangkitan tubuh? Ada tiga sebab:
a. Tubuh manusia diciptakan Tuhan, merupakan karya tangan-Nya sendiri, yang
sudah ―membentuknya‖ (Kej. 2:27). Tubuh manusia bukan penjara bagi
jiwa yang dihalangi olehnya – sebagaimana diajarkan oleh Plato, melainkan tubuh
yaitu ―pondok kediaman: bagi manusia batiniah (Yes. 38:12; 2Kor. 5:1).
Tubuh yaitu alat ekspresi bagi roh dan jiwa manusia. Roh-roh jahat tidak
memiliki tempat kediaman dan perhatian, oleh sebab itu mereka mencarinya
(Mat. 12:43- 45). Tubuh itu amat berharga. Tanpa tubuh maka manusia
kedapatan telanjang dan tidak terlindung (2Kor. 5:1-3).
b. Tubuh manusia yang diselamatkan sekarang ini sudah dilayakkan untuk menjadi
―rumah Roh Allah‖ (Yoh. 14:23; 1Kor. 3:16). Sekarang ini tubuh manusia
yaitu
―anggota Kristus (1Kor. 6:14) dan patut menjadi ―hamba kebenaran‖ (Rm.
6:19). Tak mungkin Allah melepaskan karya pembaharuan- Nya di dalam diri
manusia yang diselamatkan (Mzm. 138:8).
c. Pemisahan roh/ jiwa dari tubuh pada saat kematian (Pkh. 12:7) yaitu akibat dosa
(Kej. 2:17; 13:19). Tanpa kebangkitan tubuh tertinggalah suatu sisa akibat dosa di
dalam orang tebusan Allah. Manusia diciptakan sebagai tubuh, jiwa dan roh
(1Tes. 5:23). Dalam kebulatan itulah manusia ditebus (1Kor. 6:19-20) dan
diselamatkan. Maka gereja (seperti dicatat dalam Pengakuan Iman Rasuli)
percaya akan kebangkitan tubuh. Gereja tidak menantikan penebusan dari dalam
tubuh (seperti Plato), namun penebusan dan pemuliaan tubuh seperti disaksikan
oleh Paulus (Rm. 8:23).
3. Keadaan Tubuh Kebangktan
Bagaimana keadaan tubuh kita kelak? Tubuh kebangkitan orang percaya akan serupa
dengan tubuh kebangkitan Kristus (Flp. 3:21). Dengan demikian tubuh kebangkitan
itu dapat dilihat, diraba, bertulang dan berdaging (Luk. 24:39-40; Yoh. 20:27-29),
berbeda dengan hantu yang tak bertubuh. Ada lima segi dari tubuh kebangkitan/
kemuliaan, yaitu:
a. Berkesinambungan
Dalam tubuh kebangkitan-Nya Yesus dikenal oleh murid-murid-Nya. Ia
memperlihatkan bekas penderitaan-Nya pada kaki, tangan dan lambung (Luk.
24:40; Yoh. 20:20). Sampai ke dalam kekekalan Yesus tinggal sebagai
―Anak Domba Allah yang tersembelih‘ (Why. 5:6, 9, 12-13). Maka tubuh alamiah
dan tubuh rohaniah berkesinambungan. Rupa dan bentuk (sebagai tubuh)
dipertahankan. Sedangkan bahannya akan berubah. Kesinambungan ini tidak
hanya berlaku untuk kemuliaan, namun juga bagi tubuh mereka yang bangkit
―untuk mengalami kehinaan dan kengerian kekal‖ (Dan. 12:2), yaitu bagi mereka
―yang telah berbuat jahat‖ dan yang ―bangkit untuk dihukum‖ (Yoh. 5;29).
b. Berzat rohaniah
Alam mengajarkan kita, bahwa hidup baru jadi sebab kematian (Yoh. 24:12;
1Kor. 15:36) dan bahwa tanaman yang tumbuh berbeda dengan bijinya. Kepada
tiap biji yang ditaburkan ―Allah memberi suatu tubuh‖ (1Kor. 15:37-38).
Demikian juga dengan manusia. ―Yang ditaburkan yaitu tubuh alamiah,
dan yang dibangkitkan yaitu tubuh rohaniah‖ (1Kor. 15:44). Sebagai keturunan
28
Kristus, yang yaitu ―manusia kedua‖ dan ―Adam yang akhir‖ yang berasal
dari
28
Surga‖ (1Kor. 15:45-48). ―Sama seperti kita telah memakai rupa dari
yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi‖ (1Kor.
15:49). Lebih jauh dari itu zat tubuh rohani sukar dibayangkan. Yang jelas ialah
bahwa tubuh itu bezat rohaniah, berasal dari sorga dan sepenuhnya dikuasai oleh
roh.
c. Berdaulat
Tubuh jasmani terikat oleh materi, ruang dan waktu, sedang tubuh rohani
berdaulat atasnya. Dengan tubuh kebangkitannya jemaat memperoleh suatu
kebebasan yang luar biasa dari materi, ruang dan waktu, sekaligus wewenang
atasnya. Tubuh yang mulia tidak lagi harus makan dan tidur dan tidak dapat
dihalangi oleh pintu yang terkunci atau tembok. Ia tiba-tiba dapat hadir di tempat
dimanapun, sepert Yesus berdiri di tenah-tengah murid-murid-Nya (Yoh. 20:9).
Di dalam tubuh itu jemaat akan melayani Allah ―siang malam‖ tanpa kenal
lelah (Why. 7:15) dan dengannya jemaat dapat ―makan dan minum semeja‖
dengan Kristus dalam KerajaanNya (Mat. 26:29; Luk. 22:30), sama seperti
Yesus pernah
―memakan sepotong ikan goreng di depan mata murid-murid-Nya‖ sebagai
bukti bagi tubuh kemuliaan-Nya (Luk. 24:42-43). Tubuh kebangkitan berdaulat
atas materi. Tubuh itu juga berkuasa atas ruang. Tanpa berjalan jauh Yesus dapat
memperlihatkan diri serentak di berbagai tempat (Luk. 24:33-34). Tubuh
kebangkitan kita dilunturkan oleh waktu. Ia ―tidak dapat mati lagi‖ (Luk.
20:36). Ia akan ―dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa‖ (1Kor.
15:52, 42). Ia kekal abadi, berdaulat atas waktu sepenuhnya.
d. Tidak ditentukan oleh perbedaan kelamin
Berbeda dengan faham agama lain Yesus Kristus menegaskan bahwa
―pada waktu kebangkitan, orang tidak kawin dan tidak dikawinkan‖ (Mat.
22:30). Di
―dunia yang lain itu‖ masalah kawin tidak relevan, sebab mereka hidup
seperti malaikat-malaikat (Luk. 20:35-36). Tubuh rohani tidak ditentukan mutlak
oleh perbedaan kelamin sebagaimana di dalam jemaat sebagai tubuh Kristus
perbedaan antara laki-laki dan perempuan tidak berlaku secara mutlak pula (Gal.
3:28).
e. Bercahaya
Sama seperti wajah Yesus ―bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya
menjadi putih bersinar seperti terang di atas gunung kemuliaan (Mat. 17:2),
demikianlah
―orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari di kerajaan Bapa
mereka‖ (Mat. 13:34). Tubuh kebangkitan melebihi segala idaman manusia. Ia itu
awet muda dan fit selalu, tak terganggu oleh apa pun dan tak tertandingi oleh obat
mujarab manapun dari dunia ini. Tubuh itu yaitu kasih karunia dari bapa di
sorga kepada anak-anak-Nya dan berasal dari surga, berdasar perencanaan
illahi di bentuk dari zat rohaniah dan ―serupa dengan tubuh Kristus yang
mulia‖ (Flp. 3:21).
4. kehidupan setelah kematian
Kematian bukanlah akhir dari segala sesuatu. Bila seseorang mati, ia tidak habis,
tidak hilang atau lenyap tanpa bekas. Alkitab menjelaskan bahwa kematian itu sama
dengan:
a. Tidur (Yoh. 11:11), berarti satu kali akan dibangun kembali (1Tes. 4;14, 16).
Namun ini tidak berarti jiwa itu tidur di alam maut dan tidak merasa apa-apa.
28
Sebab menurut Alkitab orang berdosa merasakan sengsara yang hebat sedangkan
orang beriman mendapatkan kebahagiaan di Firdaus atau pangkuan Abraham.
28
b. Pindah, dari tempat yang fana ke tempat yang baka (Mzm. 103:15-16; 2Kor. 5:1;
Flp. 1;22-23).
c. Pergi ke negeri kekal, tidak kembali lagi ke dunia ini (Ayb. 7:9-10; 16:22).
Alkitab menolak pandangan reinkarnasi yang menyatakan bahwa sesudah
mati, manusia menjelma menjadi orang atau makhluk lain. Orang kafir mengira ada
reinkarnasi (Mat. 14:1-2). Dalam Matius 17:10-13 Yesus mengatakan bahwa
Yohanes Pembaptis yaitu Elia yang akan datang, maksudnya: Yohanes Pembaptis
memiliki kuasa seperti yang dimiliki Elia, namun bukan inkarnasi Elia. Contoh lain:
2Raj. 2:9, Elisa memiliki dua bagian roh Elia, tidak berarti Roh Elia berkembang
biak menjadi dua, lalu inkarnasi dalam Elisa, namun Elisa menerima pengurapan dan
kuasa Roh Kudus seperti yang dimiliki Elia dua kali lipat. Bergitu pula pada akhir
zaman akan ada 2 saksi Allah yang akan datang dengan kuasa Musa dan kuasa Elia
(Why. 11:5-6). Ada beberapa alasan mengapa Alkitab menolak faham reinkarnasi:
1) Maut yaitu musuh terakhir (1Kor. 15:26).
Ini yaitu ―ujian terakhir‖. Allah memberikan kesempatan kepada kita
untuk meraih kesempatan selagi di dunia ini. Kalau kesempatan dalam hidup di
dunia ini diabaikan, di sana sudah terlambat. Kematian yaitu akhir kesempatan
semua itu. Tidak ada harapan lagi bagi orang yang sudah mati (Yes. 38:18; Luk.
16:24- 26). Kalau ada reinkarnasi berarti maut bukan ujian terakhir. Dalam 1
Petrus 3:19-20 dikatakan, Yesus dalam Roh memberitakan Injil kepada roh orang
mati pada zaman Nuh. Sebetulnya Yesus bukan memberitakan Injil keselamatan,
namun memproklamirkan kebenaran Allah sehingga mencelikkan mata orang yang
dihukum tentang keadilan mengapa mereka dihukum, oleh sebab menolak kabar
baik yang disampaikan oleh Nuh, saksi kebenaran itu.
2) Ada kebangkitan bagi semua orang (Yoh. 5:28-29).
Tubuh fana yang lama itulah yang dibangkitkan (Yoh. 20;2-7) masing- masing
dikenali dengan satu kepribadian saja, misalnya Lazarus (Luk. 16:23). Kalau ada
reinkarnasi, maka satu orang akan dikenali di alam baka dalam banyak pribadi-
pribadi. Jelas ini bertentangan dengan pernyataan Allah. Jika Alkitab menyatakan
tidak ada reinkarnasi. Nasib kekal ditentukan oleh hidup yang hanya sekali
sekarang ini. Tidak ada penentuan dalam kehidupan lain.
Alkitab mengajarkan bahwa pada waktu seseorang mati, tubuhnya menjadi tanah
dan rohnya kembali kepada Allah (Pkh. 12:7). Menurut Perjanjian Lama dikatakan roh
orang yang mati pergi ke alam berzakh atau dunia orang mati (Ibrani: Sheol), tempat roh
orang jahat dan benar (Bil. 16:33; 24:19; Mzm. 16:10; 20:4; 139:8). Perjanjian baru
memberikan keterangan lebih jelas bahwa sheol itu dibagi menjadi Hades (alam maut –
Mat. 11:23; 16:18) dan Firdaus (Luk. 23:43) atau ―pangkuan Abraham‖ (Luk.
12:22- 23). Hades yaitu ―neraka yang sekarang‖ sampai pengadilan tahta putih
yang besar dalam Why. 20:11. Sesudah itu ada Gehena, inilah lautan api,
yakni ―neraka yang kekal‖, dimana Antikristus dan nabi palsu masuk 1000 tahun lebih
dahulu (Why. 19:20). Orang-orang yang berada di alam maut sadar, dapat merasakan
dan mengingat apa yang terjadi disekitarnya, apakah itu sukacita dalam Firdaus ataukah
penderitaan dalam Hades (Luk. 16:22- 23).
28
P. Neraka Dan Surga
Alkitab mengajarkan tentang sengsara yang lain selain dari alam maut (Hades) bagi
orang berdosa yakni gehena (lautan api) yakni neraka yang kekal (Mrk. 9:43-48; Why.
20:11-15). Neraka yaitu suatu tempat siksaan bagi orang berdosa, tempat yang dikuasai
iblis, tempat bagi iblis dan malaikat-malaikatnya yang jahat. Keadaan neraka dijelaskan
lebih jauh lagi sebagai berikut: api yang kekal (Mat. 25:41), lobang jurang maut yang tak
terduga dalamnya (Why. 9:2, 11), kegelapan yang paling gelap (Mat. 8:12), tempat siksaan
kekal (Mat. 25:46), murka dan hukuman Allah (Rm. 2:5), kematian yang kedua (Why.
21:8), hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijatuhkan dari hadirat Tuhan (2Tes. 1:9),
dosa yang kekal (Mrk. 3:29), lautan api yang menyala-nyala oleh belerang (Why. 19:20;
20:10, 14-15). Semua orang yang namanya tertulis dalam Kitab kehidupan akan
dilemparkan ke situ (Why. 20:15).
1. Keberadaan Neraka
Dapatkah Allah yang pengasih itu membiarkan manusia masuk neraka?
a. Allah itu kasih (1Yoh. 4:8) namun juga yaitu Allah yang kudus (1Ptr. 1:16) yang
harus menghukumkan dosa.
b. Allah tidak menghendaki manusia binasa. Allah telah menyediakan keselamatan
manusia melalui korban Yesus Kristus di kayu salib Golgota (Rm. 5:6, 8). Jikalau
manusia menolak Juruselamat itu, mereka pergi ke neraka dengan kemauannya
sendiri.
c. Manusia tidak ragu-ragu membawa orang sakit ke rumah sakit, orang jahat ke
penjara atau mayat ke kuburan.
2. Sanggahan terhadap Api Penyucian
Perlu dicatat bahwa Alkitab tidak mengajarkan api penyucian yang dapat mengubah
nasib sesudah kematian. Yang dimaksud api penyucian ialah penderitaan dalam api
sesudah kematian (seperti neraka) yang lamanya sesuai dengan jumlah dosanya, lalu
setelah dosanya habis tertebus, ia boleh masuk surga. Pengajaran ini memberikan
pengajaran palsu, masih ada harapan di seberang kubur. Ini tidak benar! Memang ada
beberapa ayat mengenai api untuk orang beriman (Za. 13:9; Mrk. 9:49; Luk. 12:49-50;
1Ptr. 4:12). Ini berbicara tentang ―api penyucian‖ sekarang di atas muka bumi,
yakni penderitaan yang harus dialami orang Kristen bukan sebab kesalahan sendiri
melainkan menderita sebab kebenaran Kristus, itu seperti api memurnikan iman kita
(1Ptr. 1:7). Dalam cerita tentang Lazarus dan orang kaya di dalam Lukas 16:9-31,
terdapat hal yang pasti yaitu:
a. Tidak ada pengampunan sesudah kematian.
b. Orang kaya itu berdoa supaya siksaannya dikurangi, namun tidak dapat.
c. Orang kaya itu berdosa meminta supaya seseorang diutus kembali ke dunia untuk
memberitahukan bahwa neraka sungguh-sungguh ada dan jangan orang- orang
datang ke sana, namun tidak diijinkan.
Oleh sebab itu selama masih ada kesempatan di dunia, bertobatlah dari segala
dosa dan terimalah Yesus Kristus sebaga Juruselamat dan Tuhan agar kita tidak
mengalami siksaan selamanya dalam api neraka. Lokasi dunia orang mati (Hades) itu
berada di suatu tempat di rahim bumi (Bil. 16:32-33), sedangkan Gehena (lautan api)
tampaknya terletak jauh dari dunia ini, suatu tempat dalam kegelapan yang paling gelap
(Mat. 8:12; 22:13, 25:30; 2Ptr. 2:17).
3. Sifat dan Ciri-ciri Neraka
a. Neraka yaitu tempat api yang tak terpadamkan (Markus 9:43).
b. Neraka yaitu tempat munculnya kenangan dan penyesalah, seperti juga di Hades
(Lukas 16:19-31).
28
c. Neraka yaitu tempat munculnya rasa haus (Lukas 16:19-31).
d. Neraka yaitu tempat kesengsaraan dan penderitaan (Wahyu 14:10-11).
e. Neraka yaitu tempat frustrasi dan kemarahan (Matius 13:42; 24:51).
f. Neraka yaitu tempat pemisahan/ kematian kedua (Wahyu 2:11; 20:6, 14).
g. Neraka yaitu tempat murka ilahi yang mutlak (Wahyu 14:10).
h. Neraka yaitu tempat yang semula dipersiapkan bagi iblis beserta bala tentaranya
(Matius 25:41).
i. Neraka yaitu tempat yang diciptakan untuk ada selamanya/ kekal (Daniel 12:2).
4. Penghuni Neraka
a. Iblis (Why. 20:10).
b. Antikristus (2Tes. 2:8).
c. Nabi palsu (Why. 19:20).
d. Malaikat-malaikat yang jatuh (Mat. 25:41).
e. Semua orang yang belum diselamatkan (Why. 21:8), meliputi orang penakut, tidak
percaya, keji, pembunuh, sundal, tukang sihir, penyembah berhala, pendusta.
5. Arti Kata Neraka
Kata neraka dalam Alkitab bahasa Indonesia diterjemahkan dari beberapa kata Yunani
yang sebenarnya berbeda:
a. Tartarus
Kata ini hanya disebutkan sekali dalam PB, yaitu dalam 2 Petrus 2:4. Yang
dimaksudkan neraka di sini merupakan suatu tempat penjara bagi malaikat yang jatuh.
Mereka inilah yang dimaksudkan dalam surat Yudas 1:6. Harus dibedakan antara roh
jahat yang dibiarkan bebas dan bekerja di dunia saat ini dengan roh jahat yang diikat/
dipenjara di Tartarus.
b. Hades
Kata ini ditemukan 10 kali dalam PB, yaitu Matius 11:23; 16:18; Lukas 10:15; 16:23;
Kisah 2:27, 31 dan Wahyu 1:18; 6:8; 20:13, 14. Keterangan lengkap tentang keadaan
Hades ini kita peroleh dalam Lukas 16:19-31 yang menerangkan tentang Lazaruz, si
miskin dan orang kaya. Dengan jelas pula kita mengetahui bahwa orang itu sengsara di
alam maut (hades). Namun demikian sengsara di alam maut itu (Luk. 16:23) baru
merupakan suatu tempat transisi untuk masuk ke dalam sengsara yang kekal di lautan
api (Why. 20:14).
c. Gehena
Kata ini ditemukan 12 kali dalam PB, yaitu dalam Matius 5:22, 29, 30; 10:28; 18:19;
23:15, 33; Markus 9:43, 45, 47; Lukas 12:5 dan Yakobus 3;6. Enam kali kata ini
dihubungkan dengan api, yang memang merupakan ciri neraka.
Kata ini diambil dari kata Ibrani; ―ge-hinom‖ yang berarti lembah Hinnom. Pada
masa PL, orang Israel pernah memakai lembah ini untuk mempersembahkan anak-
anak mereka kepada berhala Molokh (2Taw. 33:1-6; Yer. 7:31). Belakangan cara orang
kafir itu dihentikan dan orang Yahudi memakai tempat itu untuk membuangsampah,
bangkai binatang dan juga para penjahat yang tidak dikubur. Untuk membakar hal itu
mereka menyalakan api untuk memusnahkannya. Di dalam Wahyu 20:15, gehena itu
dinyatakan sebagai lautan api di mana orang-orang berdosa akan mengalami siksaan
yang kekal selama- lamanya, bersama-sama dengan Antikristus, nabi palsu (Why. 19:20)
dan para malaikat pengikut iblis (Mat. 25:41). Menurut Wahyu 20:14 Hades atau alam
maut itu akan dilemparkan ke dalam Gehena (laut api atau neraka yang kekal). Sesudah
penghakiman dan penghukuman yang dahsyat ini, terbukalah jalan bagi suatu
penciptaan baru yang sempurna yakni langit dan bumi baru.
28
6. Surga
Alkitab mengajarkan dengan jelas bahwa ada satu tempat kebahagiaan yang pasti bagi
setiap orang percaya kepada Kristus, yakni Surga, ―tempat kediaman Allah‖.
Setelah Yesus selesai melakukan karya-Nya di bumi, ia terangkat naik ke Surga (Kis.
1:9-11). Yesus menyebut tempat itu sebagai ―rumah Bapa‖ (Yoh. 14:2). Surga
yaitu tanah yang lebih baik, yaitu suatu tempat yang pasti (Ibr. 11:10, 16). Di tempat
itu kelak kita akan melihat wajah Tuhan Yesus Kristus (Wahyu 22;4). Dalam Wahyu
21:10-27 Yohanes menulis tentang kemuliaan Surga. Tidak ada kesakitan, sengsara dan
air mata ataupun kematian di tempat itu (Why. 7:16; 21:4). namun yang paling indah
dari semuanya itu, yaitu bahwa Yesus Kristus berada di sana dan Dialah yang menjadi
kesukaan yang paling besar bagi tiap orang beriman.
Surga yaitu tempat yang sama sekali tidak terdapat di dalamnya sesuatu yang najis
atau orang yang melakukan kekejian atau dusta. Tempat itu semata-mata suci (Why.
21:27). Segala yang najis tinggal di luar (Why. 22:15). Iblis tidak lagi di situ, oleh
sebab itu semua orang di surga tidak dapat dicobai. Tidak ada lagi kerinduan untuk
berbuat dosa. Ibarat kita akan sempurna, mulia dan penuh sukacita di Surga (Why. 4:8-
12; 6:9-13).
Di surga semua orang saleh akan saling mengenal. Jadi kita akan mengenal Abraham,
Ishak dan Yakub (Mat. 8:11). Kita akan mengenakan tubuh kebangkitan yang berbeda
dengan tubuh kita sekarang (1Kor. 15:41-42). Di surga kita akan melayani Allah dan
Tuhan Yesus sampai selama-lamanya (Why. 22:3; 7:15). Alangkah dahsyatnya
kemuliaan yang Allah sediakan bagi orang yang percaya kepada Yesus Kristus. Ibukota
Surga yaitu Yerusalem Baru, ini berbeda dengan kota Yerusalem di Israel. Ciri-ciri
Yerusalem Baru antara lain:
a. Bentuk kota ini
Kota itu berbentuk empat persegi,panjangnya sama dengan lebarnya panjangnya
dan lebarnya dan tingginya sama (Why. 21:16).
b. Ukuran kota ini
Maka malaikat itu mengukur kota itu dengan tongkat pengukurnya; ternyata
panjangnya 2400 kilometer (Why. 21:16).
c. Penduduk kota ini
1) Malaikat-malaikat yang kudus dan terpilih.
2) Dua puluh empat tua-tua (Why. 4:4).
3) Jemaat.
4) Israel yang diselamatkan.
5) Allah Tritunggal.
d. Fondasi kota ini terdiri dari duabelas lapisan batu fondasi dengan setiap lapisannya
diberi bertatah yang mahal (Why. 21:14).
e. Tembok-tembok kota ini sekitar 72 meter dan terbuat dari permata yaspis (Why.
21:17-18).
f. Pintu gerbang kota ini ada 12, yaitu tiga pintu di setiap sisi. Setiap gerbang terbuat
dari mutiara putih yang kokoh dan indah (Why. 21:12:13).
g. Jalan utama kota ini terbuat dari emas transparan yang murni (Why. 21:21).
h. Tahta yang di dalam kota ini (Why. 22:2).
i. Sungai kehidupan dalam kota ini (Mzm. 46:5; Why. 22:1).
j. Pohon kehidupan dalam kota ini (Why. 22:2).
k. Kegiatan orang-orang yang sudah diselamatkan di kota ini.
1) Surga merupakan tempat sorak-sorai dan nyanyian (Why. 5:9; 14:3; 15:3).
2) Surga akan merupakan tempat persekutuan.
28
3) Surga akan merupakan tempat untuk saling memberikan kesaksian.
4) Surga akan merupakan tempat untuk beribadah dan melayani (Why. 22:3).
5) Surga akan merupakan tempat untuk belajar (1Kor. 13:9:10). Unsur-unsur yang
tidak ada di Surga:
Tidak ada lagi laut (Why. 21:1).
Tidak ada lagi air mata, tidak ada lagi maut, tidak ada lagi dukacita (Why.
21:4).
Tidak ada lagi matahari atau bulan (Why. 21:23).
Tidak ada lagi keadaan tidak aman, tidak ada lagi malam (Why. 21:25).
Tidak ada lagi dosa (Why. 21:27).
Tidak ada lagi penyakit, tidak ada lagi kutukan (Why. 22:2).
Tidak ada lagi rasa haus, atau rasa lapar, atau rasa kepanasan (Why. 7:16).
Unsur-unsur yang terdapat di Surga: Kemuliaan (Yoh. 17:24; Rm. 8:18; Why.
21:23), Kekudusan (Why. 21:27), Keindahan (Mzm. 50:2), Terang Ilahi (Yes.
60:1-3, 19-20), Persatuan (Ef. 1:16), Kesempurnaan (1Kor. 13:10), Sukacita
(Mzm. 16:11) dan Kekekalan (Yoh. 3:15).
28












