Kamis, 16 Juli 2026

teori gereja 13

 


dunia yang tidak  nampak.  Dunia yang nampak sifatnya  „natural‟  dan dunia yang tidak

nampak sifatnya „supra natural. Didalam dunia yang tidak kelihatan (super natural),

Firman Tuhan membukakan ada dua macam kuasa besar yaitu kuasa Iblis bersama -sama

roh - roh setan dan kuasa Roh Kudus (Mat 10 : 1 ; I Timotius 4:1) band Kis 26:18. Untuk

menang melawan simusuh pertama - tama kita harus mengenal siapa dia, apa yang

dilakukannya dan bagaimana ia bekerja.

2. Bentuk-bentuk Okultisme

a. Spiritisme

Spritisme yaitu  praktek okultisme yang didasarkan pada keyakinan bahwa orang

mati masih dapat berhubungan dengan yang masih hidup dan sebaliknya. Firman Allah

membuka keadaan manusia  yang sudah mati  dan yang masih hidup tidak  dapat  lagi

berhubungan (Luk16:19-31; Pengk. 9:5-6). Beberapa bentuk spritisme:

1) Melalui benda-benda seperti jailangkung, kuda kepang.

2) Melalui bunyi-bunyian seperti roh itu berbicara kepada manusia yang tidak sadar,

dan kadangkala wanita bisa bersuara pria.

3) Melalui dukun-dukun

4) Roh itu menyatakan dirinya langsung.

   Di Minahasa dengan opo-opo

   Di Sanger Talaud : Adi Tinggi, Pontianak, Inga, Kabanasa.

   Di Bali : Leak

   Di Aceh : Burung Pitu.

   Di Pulau Rote : Ama Kelango, Leowanak.

   Di Pulau Kisar : Maumarerehe

   Maluku : Tete Youngker, Nenek Luhu

   Jawa ( Pantai laut Selatan ) : Nyi Roro Kidul

   Jawa Timur : Gendoruwo, Tuyul

   Tapanuli Utara : Sisingamangaraja, Boru Sangiang

   Karo/ Langkat : Putri Hijau

   Kalimantan Barat : Ratu duna alim sakti maya.

   Tionghoa : Guan Di (dewa perang), Tin Hau (dewi laut), Guan Yin (dewi

kebahagian), Tu Di  (dewa bumi),  Lu Tung Pin (pelindung orang sakit),  Ho

Hsien Ku (pelindung ibu rumah tangga), Ching Li Chuan (pelindung para

penemu minuman penambah umur), Li Tieh Kuai ( pelindung astrolog dan ahli

sihir).

b. Ilmu Ramal atau Mantik atau Tenung

Ilmu ramal yaitu  ilmu yang berusaha untuk mengetahui nasib manusia pada masa

yang akan datang (KPR 16:16, Im 19:31, 20:6;27; Ul 18:11; II Raja 21: 6: 23:24; Yes

8:19; 19:3; II Taw 33:6). Yang termasuk ilmu ramal :

25

1) Astrology

Astrology tidak sama dengan astronomy. Werle (astrolog) menyatakan bahhwa

dalam astrology terjadi semi meramal dan secara sadar ia meninggalkan dasar yang

teguh  dari  ilmu pengetahuan. Melelui  astrology  timbullah gangguan yang  serius

dalam pshysik manusia, suatu ketakutan menghadapi kehidupan, tekanan dalam

kekacauan pada orang-orang yang halus perasaannya. Astrology melumpuhkan

inisiatif dan pertimbangan sehat, juga membodohkan dan menjadikan manusia

menjadi dangkal kepribadiaannya. Di antara bangsa Romawi sangatlah populer

astrology itu, terutama pada zaman para Kaisar. Pada waktu timbulnya ke Yunanian

(Hellenisme) di asia kecil, Posidonius dari Apamea (terletak di tanah Syria)

memberikan tempat yang amat penting bagi astrology dalam kebudayaan Yunani (

kira-kira 140 sm ). Horoskop yaitu astrology modern atau ilmu nujum modern. Kata

horoskop berasal dari kata Yunani yaitu : Skopos (melihat) dan hora (jam, saat).

Astrology membagi bola langit menjadi 12 lajur, yang disebut rumah. Menurut para

ahli  nujum ke 12 rumus ini   sangat  erat  hubungannnya dengan tanda zodiak

(daerah, lingkungan) di langit tempat planet-planet beredar. Para astrolog membagi

zodiak itu menjadi 12 bagian dan masing-masing bagian mem-punyai tandanya

sendiri seperti : Aries (hamal), Taurus (lembu jantan), Gemini (anak kembar),

Cancer (kepiting), Capricorn (kambing jantan), Aguarius (pembawa air), Sagitarius

(archer/  pemanah).  Masing-masing   tanda   mereka   anggap   mengandung   ―daya

gaib‖ sendiri-sendiri.

Astronomy yaitu ilmu perbintangan yang dipakai oleh nakhoda kapal untuk

menentukan arah kapal. Dalam astronomy tidak ditemukan unsur-unsur occultisme.

Menurut  Kej  1:14-19,  Tuhan menciptakan  bulan,  bintang  dan matahari  bukanlah

untuk menentukan nasib manusia tapi menentukan masa-masa tetap, hari dan tahun

juga sebagai penerang di cakrawala.

2) Meramal dengan kartu

pemakaian  kartu untuk meramal tersebar di mana-mana walaupun banyak

dilakukan dengan keragu-raguan. Praktek ini hanya merupakan tipu-daya untuk

mencari uang, sugesti. Dan tidak kalah pentingnya meramal dengan kartu

merupakan saluran iblis atau roh-roh jahat untuk mengacaukan hidup manusia.

Bentuk-bentuk ramalan dengan kartu antara lain :

   Tarot. Meramal masa dapan/nasib dengan memakai  78 kartu. Yaitu 22 kartu

Mayor Arcana (trump) dan 56 Minor Arcana.  Menurut para ahli  jaman dulu,

Arcana berarti penuh rahasia, atau rahasia alam.

   Ouija  Board.  Meramal nasib/masa depan dengan 26 huruf abjab dari  0-9 dan

biasanya ada petunjuk sewaktu menjawab pertanyaan pemimpin.

3) Meramal dengan garis tangan ( Palmistry )

Untuk menghindari kekacauan kita harus dapat membedakan istilah :

   Chiromancy: ilmu suratan tangan (mengandung occultisme)

   Chirology: pengetahuan secara ilmu tentang bentuk dan garis-garis tangan

   Graphology:  ilmu  karakter  yaitu  mengetahui  watak  seseorang  melelui  tulisan

tangan. Jika seorang mau melamar pe-kerjaan dan ia disuruh untuk membuat

lamaran denagn tulisan tangan maka inilah yang disebut graphology.

Palmistry  dapat  ditelusuri  jauh ke  belakang ke  dunia  Romawi kuno.  Pikiran-

pikiran astrology yang mula-mula bercampur dengan memakai ramalan dengan tangan.

Di samping empat garis utama (hati,  kepala,  hidup dan garis nasib),  tapak tangan ke

dalam 7 anak buah planet.

4) Meramal dengan bandul dan tongkat sakti.

Banyak yang berusaha untuk membuat pemakaian  bandul dan tongkat sakti dapat

diterima secara ilmiah. Pendapat tentang adanya radiasi (pemencar sinar) telah ber-

kembang dan ini ada segi ilmiahnya. namun  harus diingat bahwa banyak pertanyaan

yang timbul dari pengetahuan bandul yang me-ngandung kekacauan, kebingungan

dan informasi yang salah dan tidak kena.

Jenis-jenisnya yaitu :

   Radiesthesia: Merupakan istilah umum untuk metode ramalan yang

memakai  sebuah alat seperti tongkat ramalan atau pendulum. Bentuk lain

dari   metode   ramalan   ini   termasuk  ―ketuk  meja‖,   papan  Ouija   Board,

tulisan otomatis (atau tulisan super sadar) dan menerawang.

   Rhabdomancy: Metode ramalan yang memakai  sebatang kayu atau tongkat

sebagai mediumnya. Ramalan ini merupakan bentuk terdahulu dari tongkat

ramalan.  Ramalan ini terutama digunakan untuk menemukan air,  harta karun,

atau zat-zat lain seperti minyak.

5) Meramal dengan bola kristal dan cermin

Istilah ini dikenal dengan crystallomancy, yaitu metode ramalan yang memakai 

cara memandangi Kristal seperti batu kuarsa, logam mulia (misalnya kristal beryl)

atau bola Kristal tradisional. Biasanya meramal dengan bola kristal banyak

digunakan oleh kaum Gypsy. Bola Kristal dianggap sebagai suatu alat yang mampu

menampilakn berbagai objek dan peristiwa.

6) Jenis yang lain

   Ilmu Rasa

Ilmu rasa berfungsi untuk mengirim dan menerima pikiran manusia. Kita harus

membedakan terlebih dahulu mimpi subjektif  dan objektif. Mimpi subjektif

ialah mimpi sebagai akibat keadaan tubuh atau jiwa seseorang. Misalnya jika

orang ini  terlalu lelah atau kenyang dan hal itu bisa terbawa dalam mimpi.

Sedangkan mimpi objektif yaitu  mimpi yang terlepas dari keadaan tubuh atau

jiwa  seseorang.  Mimpi objektif  muncul  tanpa  pendahuluan  dan  pengalaman.

Mimpi objektif dapat dipakai oleh Tuhan maupun iblis. Harus juga dibedakan

antara mimpi dan penglihatan. Mimpi mengesampingkan kesadaran

seseorang/dalam keadaan tidak sadar, namun  penglihatan terjadi pada saat

seseorang itu sadar (KPR 16 : 9-10).

   Telepati

Telepati salah satu bagian dari ilmu rasa (hyperathesia). Sebagian dari telepati

ialah me-ngirim dan menerima pikiran atau komunikasi pikiran antara dua

orang.  Ini  merupakan  penomena yang belum dapat  dijelaskan  oleh  ahli  jiwa

maupun kedokteran.

   Magic (Ilmu Sihir)

Magic yaitu ilmu gaib; guna-guna. Ilmu sihir berakar pada suatu kepercayaan

bahwa dalam orang, benda, tempat atau  keadaan tertentu mengandung daya

kekuatan (dinamika). Ilmu sihir berbeda dengan hypnose. Hypnose dalam ilmu

kedokteran dipakai untuk menidurkan pasien dengan cara mempengaruhi sistem

urat syaraf seseorang. Kalau hypnose itu menghilangkan kesadaran seseorang

lalu menguasai dan mengendalikan kehendak orang ini  maka hal itu telah

masuk hypnose grap dan itulah gejala-gejala ilmu sihir.

   Jimat

Jimat yaitu  benda yang diberi oleh dukun dan dianggap memiliki  kekuatan

atau kesaktian. Ada jimat dalam bentuk benda atau yang kelihatan dan tidak

kelihatan. Misalnya : salib, rosari, tasbi, tanah kuburan atau balok bekas

bongkaran gereja dan lain-lain.

   Olah Raga

Dalam bentuk olah raga okultisme dapat ditemukan misalnya olah raga Kung

Fu, Karate, Yoga dll.

c. Akibat dari Okultisme

Hal penting yang harus diingat yaitu  bahwa Iblis tidak pernah memberikan sesuatu

dengan gratis, sebab  itu keterlibatan sesorang dengan okultisme pasti akan berdampak

bagi dirinya sendiri dan juga bagi keturunannya. Berikut ini yaitu  dampak yang

diakibatkan oleh keterlibatan terhadap okultisme:

1) Untuk diri sendiri

   Najis dihadapan Allah (Im. 17:7)

   Sesat (II Taw. 1-11 )

   Susah dalam hidup (Maz. 16;4 )

   Menjadi kacau dalam rumah tangganya (Yes. 19:1 )

   Mengalami ketakutan waktu menghadapi kematian (Ibr. 2 : 14-15 )

   Lemah, sakit dan mati tidak wajar ( I Kor. 10 :19-22 )

   Bisa menjadi gila dan bunuh diri (Yer. 50:38 )

   Di dalam rohani doanya tidak jawab Tuhan, tidak tertarik pada Firman Tuhan,

sulit mengenal kebenaran dan kalau mati pasti masuk neraka.

2) Bagi keturunan

   Terkutuk ( Kel. 20:3-5 )

   Kemandulan dan penyakit kematian sebelum waktunya ( Kel. 23:24-26 )

   Hidup tidak normal dan cacat ( Kel. 20:4-5

)

3) Mengidentifikasi Keterlibatan dengan Okultisme

   Mengalami takut yang berlebihan.

   Memiliki keberanian yang tidak normal.

   Mudah marah – emosionalnya tinggi.

   Keluarganya tidak pernah berbahagia.

   Tertutup terhadap firman Tuhan/tidak tertarik kepada perkara-perkara rohani.

   Sulit berdoa dengan benar.

   Pikirannya tidak normal (tidak waras).

Untuk menolong orang yang mengalami gangguan Iblis perlu diperhatikan

bahwa gangguan Iblis kepada manusia beraneka ragam, sebab  itu bentuk penanganan

tidak seragam namun  yang menolong haruslah orang yang sudah percaya kepada Yesus,

disini dibutuhkan kepakaan rohani.

Iblis yaitu  raja pembohong. Setiap kekuatan, kejayaan dan kesanggupan yang

diberikan akan selalu mendorong manusia kepada kebinasaan. Oleh sebab itu anak

Tuhan harus memiliki  sikap terhadap okultisme ini sebagai berikut :

1) Jangan tidak percaya atau tidak mau tahu adanya kuasa kegelapan .

2) Waspada atau siuman dan harus kuat serta memekai senjata rohani

3) Jangan terlibat tapi ikut memerangi kuasa kegelapan (Ef. 6:13-17)

4) Ingat musuh itu :

   Bukan imajinasi tapi nyata

   Bukan lemah tapi kuat dan licik

   Bukan maha hadir

Akhirnya paling tidak ada lima hal yang harus dilakukan bagi orang yang terlibat

okultisme agar bisa bebas dari hal ini  yaitu  :

1) Dosa okultisme dinyatakan/diakui (Ul 18:9-13)

2) Akibat dari dosa ini  (Roma 6:13; Yes 47:13-15)

3) Tuhan Yesus telah menyelesaikan dosa kita di atas kayu salib

4) Berpaling dari dosa/meningggalkan dosa

5) Menerima Tuhan Yesus dalam hidupnya sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi.

XVI. ESKATOLOGI : Pengajaran Tetang Akhir Zaman

A. Pendahuluan

Berbicara   tentang  ―Kedatangan  Kristus   Kedua   Kali‖   sering  dikaitkan  dengan

―akhir  zaman‖  dalam   istilah   teologi   disebut   ―Eskatologi‖.  Seperti   tentang   segala

kebenaran,  yang dinyatakan oleh Alkitab, demikian juga tentang eskatologi ada beberapa

macam pandangan.  ―Kita  hidup  dengan  iman,  bukannya  dengan  penglihatan‖  hal  ini

terang sekali, kalau kita memikirkan eskatologi.

Eskatologi yaitu  bagian doktrin yang membicarakan pernyataan Alkitab tentang hal-

hal yang terjadi sesudah orang meninggal dan hal-hal yang akan terjadi pada zaman yang

terakhir. Siapakah yang dapat menceritakan hal-hal ini? Tak pernah ada seorangpun yang

kembali dari alam maut. Bukan manusia yang dapat menceritakan hal-hal itu dengan benar,

hanya Allahlah yang dapat memberikan pernyataan tentang hal-hal ini. Alkitab

memberikan penjelasan yang lengkap tentang peristiwa itu. sebab  itu hal yang terpenting

dalam mempelajari akhir  zaman,  hati  dan  pikiran  kita  harus diarahkan dan  dipusatkan

kepada Allah dan firman-Nya yaitu Alkitab sebagai pedoman dan praktik kehidupan iman

kita.

Pengajaran ini perlu diberikan sebab  dalam pelajaran ini ada implikasi yang diharapkan

dari  kehidupan orang percaya  pada saat  ini.  Oleh  sebab  itu  mempelajari  akhir  zaman

sangat penting. Melaluinya orang percaya dapat:

1. Tetap bersukacita di tengah penderitaan (2Kor. 4:17).

2. Menjaga kekudusan hidup selama di dunia ini (1Yoh. 3:3).

3. Menyiapkan kita akan perkara yang akan datang.

4. Selalu ingin mendekatkan diri kepada Tuhan.

5. Memusatkan perhatian kita kepada hal-hal yang berkaitan dengan keabadian.

6. Meyakinkan kebenaran Alkitab.

7. Membuktikan kesetiaan Allah (Tit. 2:11-15)

Kehidupan orang kristen tidak diakhiri pada saat kematian. Kematian hanyalah salah

satu tahapan dalam kehidupan ini.  Ada tahapan lain  yang telah  disediakan oleh Tuhan.

Seandainya   maut   merupakan   akhir   dari  segala   sesuatu,  maka   sebaiknya   ―marilah

kita  makan minum,  kawin mawin dan bersukaria,  sebab   besok kita  akan mati‖  (1Kor.

15:32). Iman kristen tidak percaya bahwa kematian merupakan kata akhir. Kristus telah

menang atas maut dengan segala sengatnya dan memberikan harapan jaminan kehidupan

yang kekal. Kita sedang menantikan kedatangan Kristus yang kedua kali.

B. Tanda Kedatangan Kristus Kedua

Kita sedang hidup di akhir  zaman dan Kristus akan segera datang kembali  ke dunia

untuk kedua  kalinya. Itu  pasti (Yoh. 14:1-3). Tapi  tentang saat kedatangan- Nya tak

seorang pun yang tahu, kecuali Bapa di Surga. Itu sebabnya kita tidak usah meramalkan

kapan Yesus datang sebab  itu yaitu  hal yang sia-sia. Sepanjang sejarah memang banyak

orang yang berusaha meramalkan kedatangan Kristus, seperti yang dilakukan Johan

Heinrich  Alsted  (teolog  Jerman)  yang meramalkan  Kristus  datang kembali  tahun 1694,

namun meleset.  William Miller (Pendiri  Sevent Day Adventist)  meramal tanggal 10-10-

1843 Yesus akan datang, tapi salah. Charles Taze Russel (Pendiri Saksi Yehovah) meramal

Yesus datang tahun 1914, tapi keliru dan banyak pengikutnya meninggalkan dia. Pdt. Eko

Pujiono (Indonesia) meramalkan Yesus datang tahun 1988, tapi  tidak terjadi. Ramalan

yang menyebutkan Yesus akan datang 28-10-1992 pun tidak terjadi. John Lightfoot (teolog

Inggris abad 17) meramalkan tahun 1996, dengan dasar penciptaan Adam tanggal 23-20-

4004 SM + 6000 tahun = 1996.

Alkitab berkata bahwa malaikat, bahkan Anak pun tidak tahu tentang hari kedatangan-

Nya, tapi banyak orang yang sok tahu. Ini sikap yang keliru. Walaupun demikian kita harus

mengetahui tanda-tanda zaman yang mendahului kedatangan Kristus kedua agar kita siap

setiap saat. Yesus marah kepada orang yang tidak bisa membaca zaman (Mat. 16:1-3). Ada

beberapa  tanda  zaman  yang  harus  diperhatikan yang  merupakan  indikasi  bahwa Yesus

segera datang kembali, yakni:

1. Pengetahuan Bertambah (Dan. 12:4)

Penemuan alat-alat canggih pada abad ke-20 merupakan salah satu tanda akhir zaman.

Dalam abad ini terjadi lonjakan dalam dunia ilmu pengetahuan. Kini setiap ± 30 menit

ada  1 penemuan baru. Dalam abad ini  ditemukan  telepon,  lampu listrik,  gramafon,

radio, televisi, mobil, pesawat udara, komputer, dll. Bulan Juni 1976 Viking I pergi ke

Mars. Waktu tangan elektronis untuk mengeruk tanah Mars rusak, ahli NASA

memperbaikinya dengan gelombang radio dari  jarak 300 juta  kilometer  lebih.  Waktu

Apolo 12 rusak di angkasa luar, ahli NASA memperbaikinya dalam waktu 84 menit.

Seorang ahli berkata, ―Tanpa komputer  kita butuh waktu 1 juta tahun!‖

2. Kemajuan Transportasi (Dan 12:4 – KJV)

―Even  to  the   time  of  the  end:  many  shall   run  to  fro‖.  Daniel  menubuatkan

adanya kemajuan sangat pesat dalam lalu lintas di bumi pada akhir zaman. Nahum 2:4

menubuatkan kereta yang berpacu seperti kilat sebab  begitu cepatnya. Tahun 1780 Sir

Isaac Newton meramalkan bahwa pada suatu saat manusia bergerak lebih cepat dari 80

km/jam. Hal ini disanggah Voltaire, tapi kini manusia memiliki alat transportasi yang

dapat bergerak jauh lebih cepat dari 80 km/jam.

Sepanjang peradaban manusia hingga abad ke-19, alat transportasi memakai 

hewan, misalnya kuda dan kereta. Tapi tanggal 3-12-1903 Wright bersaudara

melakukan penerbangan perdana di Kitty Hawk, Carolina Utara, Usa. Sejak itu tercatat

kemajuan  luar  biasa  dalam dunia  penerbangan hingga ada yang melebihi  kecepatan

suara (mis. Concord). Akibatnya banyak orang yang pergi kian kemari sebab  alat

transportasi makin cepat itu. Bahkan tahun 1969, Apollo 11 merupakan pesawat ruang

angkasa pertama yang mendarat di bulan. Impian manusia telah menjadi kenyataan!

3. Kemajuan Telekomunikasi

Dulu manusia mengimpikan dikirimnya musik dengan memakai  gelombang

magnet  listrik  melalui  luar  angkasa  dengan kecepatan  cahaya.  Itu  terlaksana  dengan

ditemukannya radio bagaikan kilat sambung menyambung sambil meneruskan kata-kata

(Ayub 38:35). Lebih dari itu Alkitab telah menubuatkan penemuan alat yang bisa

meneruskan suara dan gambar ke seluruh dunia. Dalam Wahyu 11:9 dikatakan bahwa

orang dari berbagai bangsa yang dapat melihat mayat 2 saksi Allah di Yerusalem. Ini

yaitu  hal yang mustahil bagi orang yang hidup pada abad-abad lampau, tapi dengan

ditemukan televisi, hal itu sangat mungkin. Pada abad ke-21 telekomunikasi

berkembang begitu rupa, dengan alat komunikasi seluler hampir setiap orang bisa

mengirimkan siaran langsung (streaming) kepada orang lain yang berada di tempat yang

jauh.

4. Munculnya Pengejek-Pengejek (2Ptr. 3:3-4)

Alkitab menubuatkan akan datangnya pengolok-olok yang hidup menurut hawa

nafsunya  dan   tidak   percaya   akan kedatangan Kristus  yang kedua.   Opera   ―Jesus

Christ  Superstar‖ melukiskan Yesus seperti orang tolol, badut yang jelek. Dilukiskan

pula percintaan Yesus dengan eks pelacur, Maria Magdalena, dalam penghinaan yang

luar biasa.   Film  ―The  Love  Affair   of Jesus‖ melukiskan Yesus sebagai perampok

Bank yang  terlibat   dalam  skandal   percintaan.  Rock   opera   ―Hair‖  mementaskan

kemaksiatan   dosa  Sodom dan Gomora (Homoseks) dan diakhiri dengan adegan,

penyaliban Yesus dengan

wanita-wanita   telanjang   menari   mengelilingi   salib.   ―The   Last   Temptation  of

Christ‖ (1998) yang disutradai Martin Scorsese menggambarkan Yesus turun dari salib

dan menikahi Maria Magdalena lalu membangun keluarga dan menikmati hari tua.

Lalu pada masa tua setelah sadar  dia  ditipu Lucifer,  Yesus merangkak menuju salib

untuk menebus  dosa.  Sungguh  fakta  yang  diputarbalikkan.  Namun  Allah  tidak

membiarkan diri-Nya dipermainkan, sebab orang yang menghujatnya akan menemui

kebinasaan (Gal. 6:7-8).

5. Timbulnya Ajaran-Ajaran Sesat (Mat.  24:4-5, 24; 1Tim. 4:1) Semakin banyak ajaran

yang sesat yang berkembang pada akhir aman. Beberapa contoh aliran sesat yang

berkembang dewasa ini, antara lain:

a. Saksi Yehova

Sekte ini  didirikan Charles  Taze Rusel,  yang pernah disidangkan sebab  skandal

seks, memanipulasi uang dan penterjemah Alkitab New World padahal dia tidak bisa

bahasa asli Alkitab. Sekte ini mengajarkan bahwa Yesus bukan Allah, tapi makhluk

yang  diciptakan (Mikhael),  neraka  tidak ada,  surga  sudah  penuh  untuk 144.000

orang, lembaga gereja berasal dari setan.

b. Mormon atau ―Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir‖.

Sekte ini didirikan Joseph Smith yang mengklaim telah didatangi malaikat Moroni

yang menyuruhnya ke sebuah bukit tempat ditemukannya lempengan emas dengan

tulisan kuno berisi firman Allah yang pada tahun 1830 diterjemahkan dalam bahasa

Inggris  menjadi  ―The  Book  of  Mormon‖.  Padahal lempengan  emas  itu tidak

pernah ditemukan, dan Joseph Smith tidak bisa bahasa kuno. Sekte ini mengajarkan

perkawinan poligami,  seperti  nyata dari  kehidupan Brigham Young,  penerusnya,

yang memiliki 53 orang istri.

c. Unification church

Sekte ini didirikan Sun Myung Moon, si Mesias baru‖. Tahun 1982 dia meresmikan

perkawinan massal 2075 pasang pengantin di Madison Square Gaeden, lalu 6000

pasangan di Seoul, Korea Selatan.

d. People‘s Temple di Guyana

Sekte ini dipimpin Pdt. Jim Jones, yang melakukan bunuh diri massal bulan

November 1978 yang melibatkan 913 orang.

e. Children of God

Sekte ini dipimpin oleh David Brant Berg yang mengajarkan free sex. Dia menyebut

dirinya nabi Allah untuk zaman ini. Menurut dia Allah yaitu  kasih, dan kasih itu

yaitu  seks. Buah kasih yaitu  anak. Allah disebutnya Sexy God. Dia mengajarkan

segala sesuatu yaitu  milik  bersama sesuai Kis. 2:44,  termasuk istri  dll.  Jelas ini

menyimpang dari firman.

f. Metropolitan Church

Sekte ini didirikan oleh Troy Perry, khusus untuk kaum gay (homoseks). Dia

menikahkan pria dengan pria.

g. Gereja Setan

Gereja Setan didirikan oleh Anton Szandor Lavey, yang ditujukan untuk menyembah

setan, berpusat di California. Mereka memakai istilah gereja, namun  seluruh ritual dan

aktivitas yang dilakukan yaitu  untuk memuja setan. Paulus mengingatkan, jika orang

yang mengajarkan ajaran yang berbeda dengan Injil sejati,  terkutuklah dia (Gal. 1:8).

Jangan kita terseret oleh hal itu (2Yoh. 1:10-11).

6. Munculnya Musik Penyembahan Setan

Dalam Daniel 3:1-7 disebutkan sejenis musik yang dimainkan saat orang menyembah

patung yang didirikan Nebukadnezar. Pada akhir zaman, Antikristus beserta nabi palsu

dan  pemain  musik  yang ditujukan  untuk  menyembah  setan  akan  dibinasakan  (Why.

18:21-22). Ini menunjukkan bahwa pada akhir zaman muncul sejenis musik yang akan

diterima oleh dunia untuk melicinkan jalan bagi penyembahan kepada setan. Kelompok

ACDC (Anti  Christ  Devil  Children) menyanyikan  Hell‘s  Bell,  lonceng  neraka  telah

berbunyi untuk membawa persembahan bagi Lucifer. Lagu mereka lainnya yaitu :

Highway  to  Hell.  Iron  Maiden  menyanyikan  lagu  ―Number  of  the  Beast‖  yakni

666,  Beast   on   the   road.  Penyanyi   lain   berkata,   ―Heaven   is  so boring‖, Alice

Cooper  dalam lagu  ―Muscle  of  Love‖  memuji kenikmatan  sex  lewat  masturbasi,

sedangkan  lagunya  ―I Love   the   dead‖   dan  ―Welcome   to  Nightmare‖   berbicara

tentang   necrophilia,   yakni  stimulasi seks dengan mayat. Paiti smith menyakinkan

tentang lesbianisme dalam lagunya   ―Redondo   Beach‖.   Blue   Oyster Cult dalam

lagunya   ―Don‘t be afraid to suicide‖ mengajarkan bunuh diri. Group KISS (Kids in

Satan  Service)  dari  arti  nama,  lambang dan  kostum  yang  dipakai,  serta  sound  dan

liriknya jelas-jelas memuja setan. Jangan sampai kita terkecoh oleh tipu daya si iblis.

7. Perang (Mat 24:8, 7a).

Yesus menyebutkan peperangan sebagai salah satu tanda kedatangan-Nya yang kedua.

Walaupun peperangan telah terjadi di sepanjang sejarah umat manusia, namun

memasuki abad ke-20 peperangan itu tidak hanya bersifat lokal namun  global. Dalam

abad ke-20 sudah dua kali perang dunia meletus yakni Perang Dunia I tahun 1914-1918

yang memicu  lebih dari 10 juta orang mati, dan Perang Dunia II tahun 1939-1945

memicu  lebih dari 54 juta orang mati.

Sebuah lembaga ilmu pengetahuan Norwegia mengatakan bahwa sepanjang  sejarah

umat manusia ada 14.531 peperangan besar dan kecil yang menewaskan 3 milyar 640

juta orang, dan biaya yang dihabiskan bisa membuat sabuk emas keliling bumi yang

lebarnya 144 km, dan tebalnya 15 cm! Menurut suatu sumber lain, 50% para saintis di

dunia bekerja di pabrik senjata untuk membuat peralatan yang memusnahkan manusia.

Persenjataan  manusia  sekarang  ini   sudah  ―over  kill‖  dan  dapat  menghancurkan

bumi sebanyak 20 kali. Bila persenjataan dunia dibagi rata, maka tiap orang kebagian 4

ton TNT. Semua ini merupakan pertanda bahwa kedatangan Kristus sudah di ambang

pintu.

8. Bom Atom

Sejak tahun 1905 para ahli mengerjakan rumus-rumus ilmu pasti tentang kekuatan atom

yang luar biasa (E=mc2). saat  Amerika Serikat membom Hirosima dan Nagasaki

pada perang dunia ke-2, dunia menyadari betapa dahsyat kehancuran yang diakibatkan

olehnya.  Petrus  menubuatkan  tentang  hari  kiamat  dengan  mangatakan  bahwa unsur-

unsur dunia akan lenyap dalam nyala api (2Ptr. 3:10). Tenaga atom ditemukan pada

abad ke-20. Dalam perkembangannya ditemukan lagi bom yang lebih berbahaya.

Mungkin pula nubuatan dalam Zakaria 14:12 menunjuk kepada radiasi akibat ledakan

bom penghancur ini merupakan salah satu tanda dari waktu yang sudah singkat.

9. Gempa Bumi (Mat. 24:7, Luk. 21:11)

Menjelang  kedatangan  Kristus,  frekuensi  gempa bumi  semakin  meningkat.  Sebelum

abad ke-19 hanya terjadi maksimal 3 gempa besar yang dialami setiap abad. namun  pada

abad ke-20 telah tercatat lebih dari 30 kali gempa besar. Gempa 18 April 1906

menghancurkan kota San Fransisco. Tahun 1908, 75.000 orang mati  akibat gempa di

Messina,  Italia.  Tanggal  13  Januari  1920  lebih  dari  180.000 orang  tewas  di  Kansu,

Tiongkok. Tahun 1923 sekitar 143.000 orang tewas di Tokyo, bahkan kota itu

mengalami  kerusakan yang  maha hebat.  Juli  1976 di  RRC gempa  dengan 8,2  skala

Richter menewaskan 800.000 orang. Tanggal 26 Desember 2004 gempa disertai tsunami

melanda Aceh, Indonesia, yang memicu  120.000 orang tewas. Zakharia 14:4

menubuatkan akan terjadi gempa besar yang akan membelah bukit Zaitun bila Kristus

datang kedua kalinya di bumi.

10. Kelaparan

Kekurangan pangan yaitu  masalah utama di banyak negara, misalnya di Bangladesh,

Pakistan,  Nigeria,  Ethiopia,  India,  Rusia,  dll.  Dunia  akan semakin  kacau sebab  laju

pertambahan penduduk tidak mungkin diimbangi dengan persediaan bahan pangan.

Sumber-sumber alam makin menipis dan habis sedangkan manusia bertambah banyak.

Kesulitan ini semakin hari semakin memuncak menjelang datangnya Kristus kedua kali.

11. Penyakit Sampar (Luk. 21:11)

Wabah ‗maut hitam‘ ini pernah terjadi pada tahun 1347. Bala sampar ini berasal dari

noda-noda hitam yang muncul disebabkan oleh pendarahan di bawah kulit. Orang yang

pagi  hari  terjangkit  penyakit  itu,  menjelang  siang sudah  meninggal.  Penyakit  inipun

menular  dengan cepat  sekali.  Menjelang berakhirnya Perang Dunia I,  semacam virus

influenza ganas telah menyerang dunia dan menewaskan sekitar 12 juta orang. Pada

akhir  zaman akan timbul  macam-macam penyakit yang aneh dan berbahaya seperti

HIV, Ebola, Anthrax, SARS, flu burung, dll. Ini juga akan terjadi menjelang kedatangan

Kristus yang kedua kali (Why. 6:5-6).

12. Deru dan Gelora Laut

Ini menunjukkan bahwa pada akhir zaman, air laut akan melintasi batasnya. Permukaan

air  laut  meningkat  setiap  tahun.  Hampir  di  sepanjang  pantai  utara  Jawa,  khususnya

Jakarta, Semarang, Surabaya dan wilayah pesisirnya sudah sering digenangi air laut ini.

Menderunya air laut menunjukkan bahwa masa kedatangan Kristus sudah hampir tiba.

13. Kemerosotan Moral

Kedatangan Kristus didahului  oleh kemerosotan moral  di seluruh dunia seperti  yang

telah terjadi di zaman Nuh dan Lot (Luk. 17:26-30). Zaman itu ditandai dengan

kejahatan di dalam hati manusia (Kej. 6:5) dan dosa seksual seperti homoseks dll (Kej.

19:4-5). Hal semacam itulah yang terjadi sekarang. Kemesuman terjadi di mana-mana,

di Swedia, Belanda, Thailand, Australia dll. Iklan baris, brosur pariwisata menawarkan

seks  secara  terang-terangan.  Bahkan banyak terjadi  hal  yang menajiskan,  seks  bebas

merajalela dan aborsi meningkat. Cara aborsi bermacam-macam misalnya: rahim

dimasuki penyedot dan janin yang telah terpotong-potong dimasukkan ke tong sampah,

memakai  zat peracun sehingga janin gosong dan keluar sendiri. Orang Hongkong

bisa ke Shen Zen RRC untuk aborsi selama 15 menit.

Kini demi uang orang bisa menyewakan rahim atau menerima titipan sperma dengan

cara inseminasi. Seorang ibu di Afrika Selatan telah menyediakan rahim bagi cucunya.

Kemerosotan moral merupakan tanda akhir zaman. Yang jahat bertambah jahat, namun 

yang kudus akan semakin kudus (Why. 11:11).

14. Gereja yang Suam

Yohanes  yang menerima  wahyu Tuhan di  pulau  Patmos menerima  penyataan  gereja

duniawi yang kaya secara jasmani  namun ternyata  telah  kehilangan kekayaan rohani

yang sejati,  visi dari Tuhan dan kekudusan-Nya. Gereja ini  yaitu  gereja yang suam

(Why. 3:15-17). Kemuliaan Tuhan telah hilang dari Gereja-Nya, itulah keadaan Gereja

menjelang kedatangan Yesus yang kedua. namun  dalam kitab Wahyu, Tuhan pun

menyatakan ada jemaat yang setia menantikan kedatangan-Nya, itulah Gereja Filadelfia

yang akan dipelihara Tuhan pada masa- masa kesusahan (Why. 3:10-11). sebab  itu

baiklah kita bangkit  bagi Tuhan di akhir zaman ini,  tidak suam namun   menyala-nyala

untuk melayani Dia dalam kasih persaudaraan, sementara kita menantikan kedatangan

Kristus yang kedua

15. Kegerakan yang Besar

Alkitab juga menubuatkan akan terjadi kegerakan rohani yang besar sebelum Kristus

datang kembali. Gereja-Nya akan dipulihkan dan Roh Kudus akan berkarya secara luar

biasa (Yl. 2:28-29; Kis. 2:17-19). Orang-orang rindu akan Firman Tuhan dan kuasa Roh

Kudus, sehingga Injil akan diberitakan ke seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua

bangsa (Mat 24:14). Kita sedang hidup dalam waktu yang paling tepat untuk

menantikan penyelesaian rencana Tuhan di bumi ini.

C. Waktu Kedatangan Kristus Kedua

1. Pandangan Tentang Milenium

Kedatangan Kristus kedua kalinya sangat penting sebab  penolakan pada

kedatangan-Nya yang pertama. Masalah tentang kedatangan Kristus kedua kalinya

yaitu   dengan  hubungannya  dengan  Kerajaan  Milenium (1000 tahun).  Istilah  ini

berasal dari Wahyu 20:2, 7 yang menyatakan bahwa Kristus akan memerintah untuk

seribu   tahun   dengan   ―mereka,   yang   telah   dipenggal   kepalanya   sebab 

kesaksian tentang Yesus‖ (ayat 4). Selama masa itu Iblis diikat (ayat 2). Sesudah

masa itu berlalu, Iblis dilepaskan sebagai pendahuluan konflik terakhir dan dia serta

sekutu- sekutunya ditumbangkan (20:7-10).  Kepercayaan akan pemerintahan yang

benar- benar   berlangsung  selama  seribu  tahun  dikenal  sebagai  ―mileniumisme‖.

Ada  tiga kelompok utama dalam milenium.

a. Postmilenium

Pandangan ini melihat milenium sebagai pemerintahan di dunia selama seribu

tahun dan kedatangan Yesus sesudah (post) kerajaan seribu tahun itu. Kerajaan

seribu tahun sudah ada di dunia saat ini melalui pekerjaan pemberitaan Injil dan

karya penyelamatan Roh Kudus, dimana dunia pada akhirnya dapat dikristenkan

dan akan mengalami masa keemasan, kebenaran, keadilan dan damai yang

menyeluruh. Kemudian Kristus datang dengan segala kemuliaan untuk

memberlakukan tatanan kekal. Kedatangan Kristus akan diikuti oleh

kabangkitan semua orang mati,  penghakiman dan kenyataan surga dan neraka

secara    penuh/sempurna.    Biasanya    ―rapture‖    (pengangkatan    Gereja)

dan kedatangan Yesus yang kedua kali dinyatakan sama. Kerajaan seribu tahun

akan berupa waktu atau masa yang sedemikian panjang, tidak harus secara tepat

seribu tahun. Bisa jadi lebih dari seribu tahun. Kemungkinan juga bersifat

simbolis atau kiasan saja. Ciri-ciri Postmilenialisme antara lain :

1) Mengakui kuasa Allah dalam menggenapi amanat agung untuk

menyelamatkan dunia.

2) Gereja yaitu  alat Allah untuk membawa dan menghadirkan Kerajaan

Seribu Tahun di bumi.

3) Kedatangan Yesus terjadi setelah (pada akhir) masa seribu tahun.

4) Kerajaan seribu tahun permulaannya berangsur-angsur atau mungkin tiba-

tiba. Lamanya tidak harus tepat Seribu Tahun (bisa lebih). Saat itu

merupakan saat  damai  dan makmur  (jasmani  dan rohani),  semua prinsip

hidup berdasar  Kekristenan. namun  ada masa kemurtadan dalam waktu

singkat yang diizinkan Allah sebelum kedatangan Yesus kedua. Setan

diikat selama masa Kerajaan Seribu Tahun.

b. Amilenium

Pandangan ini menegaskan bahwa milenium hanya bersifat simbolis dan tidak

ada kerajaan seribu tahun dalam arti harfiah. Ciri umum pandangan ini yaitu 

penolakan terhadap pemerintahan Kristus di dunia ini secara literal. Menuru

paham ini, seribu tahun yaitu  merupakan suatu ungkapan figuratif yang

melukiskan  kehadiran  periode  ini  yang sudah dan sedang berjalan  dari  masa

kebangkitan Kristus sampai hari  kedatangan-Nya yang kedua kali.  Pada masa

sekarang Kristus sedang memerintah di atas takhta-Nya secara rohani bersama-

sama roh-roh orang percaya. Kelompok ini juga tidak mempercayai

pengangkatan gereja. Ciri-ciri Amilenialisme antara lain:

1) Kerajaan Seribu Tahun itu tidak ada di bumi, yang ada dalam nas-nas

milenium ialah tentang Gereja. Ada juga yang berpendapat bahwa

penggenapannya pada orang-orang suci di Surga.

2) Perjanjian-perjanjian Tuhan tentang Kerajaan Seribu Tahun telah digenapi

pada Gereja, sedangkan yang belum digenapi tidak dapat digenapi sebab 

persyaratannya tidak terpenuhi oleh umat Tuhan.

3) Gereja yaitu  penggenapan janji-janji Allah,  harus bersifat surgawi dan

rohani.

c. Premilenium

Golongan ini percaya bahwa kembalinya Kristus akan terjadi sebelum

pemerintahan seribu tahun (secara literal seperti dalam Wahyu 20) di dunia ini.

Kerajaan  yang penuh kemuliaan,  damai  dan kebenaran,  dimana  Kristus  akan

memerintah bersama orang-orang percaya. Setelah kerajaan seribu tahun

berakhir barulah tiba masa kekekalan. Pandangan Premilenium ada tiga

kelompok mengenai saat pengangkatan Gereja.

1) Post-tribulasi

Kelompok ini percaya bahwa kedatangan Yesus yang kedua kali dan

pengangkatan geraja merupakan peristiwa yang simultan. sebab  itu gereja

akan mengalami kesengsaraan/kesusahan besar (tribulasi).

2) Mid-tribulasi

Kelompok ini meyakini bahwa pengangkatan Gereja akan terjadi di tengah-

tengah kesengsaraan besar.

3) Pre-tribulasi

Pengangkatan Gereja terjadi sebelum masa kesengsaraan besar. Dalam hal

ini kelompok pre-tribulasi membagi peristiwa kedatangan Yesus dalam dua

fase. Fase pertama Kristus datang untuk orang suci-Nya (pengangkatan

Gereja: 1Tes. 4:13-18). Sesudah itu dalam fase kedua Ia akan datang

dengan orang suci-Nya untuk memerintah dalam kerjaaan 1000 tahun. Ciri-

ciri premilenialisme antara lain:

   Kerajaan Seribu Tahun terjadi setelah kedatangan Yesus kedua kali.

Kerajaan Teokrasi ini diperintah langsung oleh Yesus sebagai Raja.

   Penggenapan janji Allah kepada Abraham (tentang Tanah Perjanjian)

digenapi pada masa ini, juga perjanjian Tuhan kepada Daud.

   Gereja bukan Israel rohani, jadi perlu kerajaan 1000 tahun untuk

menggenapi janji Tuhan kepada bangsa Israel.

D. Kedatangan Kristus Kembali Ke Bumi

Kedatangan Kristus  kembali  ke bumi yaitu  saat  yang sangat  dinanti-  nantikan oleh

semua orang saleh,  yaitu kenyataan kebenaran Allah bahwa semua ketidakbenaran akan

dilenyapkan sehingga pemerintahan Allah dapat diwujudkan. Itu terjadi saat Kristus datang

kedua kalinya menjejakkan kaki di bumi. Kini mari kita lihat perbandingan antara

kedatangan-Nya yang pertama dan kedua:

26

Kedatangan Kristus ke 1 Kedatangan Kristus ke 2

1 LANGIT TERBUKA (Mat. 3:16,

Why. 4:1). Roh Allah turun

sebagai burung merpati. Jalan

perdamaian dengan Allah terbuka

bagi manusia melalui Yesus, yang

datang untuk menyelamatkan 

manusia (Yoh. 3:17)

1 LANGIT TERBUKA (Why.

19:12). Roh Allah turun sebagai api

yang membakar, tak ada yang luput dari

pandangannya. Kristus datang untuk

menghukum orang  yang  tidak  percaya

kepada-Nya. Dia datang sebagai hakim

yang adil (Yes. 11:4).

2 DATANG MENUNGGANGI

SEEKOR KELEDAI (Za. 9:9).

Untuk menolong manusia

tertindas yang berseru

kepadaNya.

2 DATANG MENUNGGANGI SEEKOR

KUDA PUTIH (Why. 19:11). Untuk

memerangi mereka yang menolak

kebenaran/ kesucian.

3 DIBERI MAHKOTA DURI (Mat.

27:29). Duri merupakan kutuk

dosa (Kej. 3:18). Yesus tanggung

kutuk dosa manusia yang percaya

kepada-Nya.

3 DENGAN BANYAK MAHKOTA

DIKEPALANYA (Why. 19:12).

Mahkota yaitu  tanda kemenangan-Nya

atas dosa. Untuk melawan orang yang 

tetap hidup dalam dosa.

4 DENGAN TUBUH YANG

BERLUMURAN DARAH (Yoh.

19:34). Yesus menebus manusia

dengan darah-Nya.

4 DENGAN PAKAIAN YANG

BERLUMURAN DARAH (Why.

19:13). Darah di sini yaitu  darah

Antikristus dan pengikutnya yang

melawan

Kristus.

Kedatangan-Nya yang kedua kali di atas bumi ini diikuti oleh tentara Surga yang juga

menunggang kuda putih dan memakai lenan halus yakni kebenaran dan kesucian (Why.

19:8). Mereka berperang melawan Antikristus dan pengikutnya (Yud 1:14-15). Kini kita

akan membandingkan perbedaan kedudukan Tuhan Yesus pada masa kedatangan-Nya

kesatu dan kedua.

Kedatangan Kristus ke 1 Kedatangan Kristus ke 2

1 Sebagai HAMBA: Dia ditolak

sebagai nabi = hamba Allah

yang memberitakan kebenaran

(Yoh. 8:40, 45; 7:52). Yesus

yaitu  hamba yang taat

sampai mati di

kayu salib.

1 Sebagai    HAKIM:    Dia     diberi

wewenang untuk menghukum sebab

Dialah yang mau menerima-Nya dan

menolak- Nya (Why. 19:11). Hamba

itu

akan menjadi hakim yang adil.

2 Sebagai ANAK   MANUSIA:

Dia dianiaya bahkan mati

sebab  pengakuanNya sebagai

Allah yang menjadi manusia

(Luk. 9:22)

2 Sebagai ANAK MANUSIA: Dia

menunjukkan diri sebagai

pemenang atas maut dan sebab  itu

Dia datang dengan memakai banyak

mahkota

(Why. 19:12)

3 Sebagai ANAK ALLAH

(=ALLAH):

3 Sebagai FIRMAN ALLAH

(=ALLAH). Dia datang untuk

26

26

Dia disalibkan sehingga

mengeluarkan darah sebab 

pernyataan-Nya sebagai

Allah (Mat. 26:63-66)

membinasakan mereka yang

melawan firman hingga darah

mengalir (Why. 19:13)

4 Sebagai RAJA: Ia dipermainkan

oleh para tentara Roma dan para

penghulu Yahudi  (Matius  27:27-

31)

4 Sebagai   RAJA:   Ia   akan   datang

dengan kemurkaan yang besar  atas

mereka yang mempermainkan-Nya

(Why. 19:15-16)

Kedatangan Kristus ke dua kalinya juga menunjukkan kemenangan mutlak Kristus atas

Iblis. Hal yang terjadi ialah:

1. Antikristus dan nabi palsu dicampakkan dalam lautan api (Why  19:20). Merekalah

penghuni pertama neraka.

2. Setan  dirantai  dalam jurang  maut 1000  tahun  lamanya (Wahyu  20:1-2).  Pada  akhir

kerajaan 1000 tahun iblis dilemparkan dalam lautan api (Why 20:10).

3. Semua para pengikut Antikristus mati dan rohnya masuk ke dalam maut/ hades,

menunggu dibangkitkan menghadap pengadilan tahta putih yang besar untuk kemudian

dicampakkan dalam neraka, lautan api (gehena) (Wahyu 19:21).

4. Yesus menjadi Raja dalam kerajaan 1000 tahun di bumi (Wahyu 20:4-6).

E. Peristiwa Akhir Zaman

1. Dua Tahap Kedatangan Yesus Yang Kedua Kali

Menurut kesaksian Alkitab, kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua kali

terbagi dalam dua tahap. Bila kita tidak membedakan kedua hal ini kita akan

menjadi bingung sebab dalam Alkitab ada beberapa hal yang nampaknya

bertentangan, misalnya: Dalam Yohanes 14:3 dikatakan bahwa Yesus akan datang

untuk umat-Nya, namun dalam Yudas 14 dikatakan bahwa Ia akan datang dengan

orang-orang kudus-Nya. Selain itu dalam Matius 24:42-44 dikatakan bahwa Ia akan

datang  seperti  pencuri  pada  malam hari,  sedangkan  dalam Wahyu  1:7  dikatakan

bahwa Ia akan datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia. Adapun

sifat kedatangan Yesus tahap pertama yaitu :

a. Tersembunyi  (Mat.  24:23,  26).  Tidak  dilihat  oleh  semua  orang,  kecuali  oleh

orang percaya yang akan mengalami pengangkatan.

b. Seperti pencuri (1Tes. 5:2). Tidak seorang pun yang mengetahui waktunya

dengan tepat. Pencuri datang pada saat yang tidak kita duga-duga. Hal ini

berbicara tentang kedatangan Yesus yang tiba-tiba dan tidak seorang pun

menyangka hal itu akan terjadi.

c. Suasana saat kedatangan Tuhan tahap ini yaitu  suasana damai, aman dan

tenteram (1Tes. 5:3).

d. Tuhan datang di awan-awan (1Tes. 4:16-17). Yesus tidak menjejakkan kaki di

bumi tapi di awan-awan dan setiap orang yang percaya akan diangkat.

e. Untuk sebagian orang, yaitu bagi yang percaya (Mat. 24:38-41).

f. Untuk mengangkat orang kudus-Nya (Luk. 17:34-35).

g. Terjadi  sebelum masa  kesusahan besar  di  bawah Antikristus  (Mat.  24:14-28;

2Tes. 2:7-8). Antikristus itu baru bisa menyatakan dirinya setelah Gereja Tuhan

diangkat.

h. Ditandai dengan adanya pengharapan bagi orang-orang yang sungguh-sungguh

percaya (Tit. 2:13; 1Yoh. 3:2).

26

26

2. Sedangkan sifat kedatangan Tuhan tahap kedua yaitu :

a. Nyata (Mat. 24:30-31). Semua mata akan melihat Tuhan datang dalam

kemuliaan-Nya (Why. 1:7).

b. Sebagai Raja penuh dengan kemuliaan dan kuasa (Luk. 21:27).

c. Mendarat di bumi, di bukit Zaitun (Zak. 14:4).

d. Dia datang bersama orang kudus-Nya (Yud. 1: 14-15).

e. Terjadi sesudah masa kesusahan besar yaitu pada masa perang Harmagedon

(Mat. 24:29-30; Why. 19:19-21).

f. Disertai dengan penghukuman bagi orang-orang yang tidak percaya pada Yesus

(Luk. 23;30).

g. Kedatangan-Nya ini yaitu  untuk mengakhiri masa antikristus di dunia. Ia akan

memerintah dalam kerajaan 1000 tahun yang penuh damai bersama-sama

dengan orang kudusNya (Why. 2:1-6).

Antara kedatangan Kristus tahap I (Pengangkatan) dan tahap II (kedatangan ke

bumi) ada selang waktu selama 7 tahun (Dan. 9:24-27). Alkitab menubuatkan, harus ada

70x7 masa = 490 tahun yang harus terjadi dan digenapi dulu, baru kemudian bangsa

Israel, kota Yerusalem dan dosa mereka akan dikuduskan dan keadilan kekal itu akan

ada. Ini berbicara tentang kerajaan 1000 tahun. Di luar kerajaan 1000 tahun tidak pernah

ada keadilan  yang kekal. Sejarah Israel  mulai  dihitung dari  perintah  raja  Arthasasta

untuk membangun kembali tembok Yerusalem (Neh. 2:1-8).

a.   Masa 1 7x7 = 49 tahun (445-396 SM).

Membangun kembali kota Yerusalem.

b.   Masa 2 63x7 = 434 tahun (396 SM-32 M).

Berakhir waktu Yesus disalibkan.

c.   Masa 3    ½ x 7 =3½ tahun

Masa 4 Antikris membatalkan perjanjian, menghentikan santapan korban

sembelihan dan masa aniaya akan muncul pada saat itu. Kristus datang pada masa

itu.

3½ 3½ 1000 th kekal

| | | | |

sekarang

F. Pengangkatan

1. Peristiwa Pengangkatan

Pengangkatan (1 Kor. 15:51-53; 1Tes. 4:15-19) yaitu  hal yang akan dialami oleh

orang yang percaya pada waktu Kristus datang yang kedua. Peristiwa yang terjadi

pada saat pengangkatan yaitu  sebagai berikut:

a. Penghulu malaikat berseru.

b. Sangkakala Allah berbunyi.

c. Yesus turun dari surga.

d. Orang yang mati dalam Kristus bangkit. Ini disebut kebangkitan pertama (Luk.

14:13-14; Why. 20:6).

e. Orang yang percaya yang masih hidup, tidak akan mati  melainkan diubahkan

dalam sekejap mata mengenakan tubuh kemuliaan. Mereka yang telah

dibangkitkan dan diubahkan diangkat dalam awan menyongsong Tuhan di

angkasa. Jemaat akan diangkat ‗ke atas‘, ke ‗awan-awan‘, maksudnya naik ke

tempat Kristus berada (Kol. 3:1), masuk ke dalam hadirat Allah atau awan

kemuliaan  Allah.  Dalam Alkitab ada banyak ayat  yang menyebutkan tentang

adanya pengangkatan orang-orang percaya, misalnya:

26

f. 1Tes. 4:15-17 . . . kita hidup . . . akan diangkat

g. 1Kor. 15:51-53 . . . kita tidak akan mati semuanya, namun  kita semuanya akan

diubah . . .

h. Yoh. 14:1-3 . . . Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempatku. 

Jemaat-Nya, yaitu orang percaya yang sudah meninggal, dan orang percaya yang

masih hidup sampai pada saat itu akan diangkat. Tuhan Yesus sebagai mempelai 

pria surgawi akan datang untuk menjemput jemaat/ gereja/ orang percaya sebagai

mempelai wanita-Nya. Ini terjadi sebelum murka Allah dicurahkan, sebelum masa 

Antikristus. Ini dapat dilihat dari bagian Alkitab sebagai berikut:

a. 1Tes. 1:10 . . . Yesus, yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang.

b. Rm. 5:9 . . . Kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.

c. Kehidupan Henokh, Nuh dan Lot sebagai contoh.

d. Jemaat-Nya tidak disebutkan dalam Wahyu 6-19 (Masa sengsara besar). 

Pengangkatan ini berbeda dengan kedatangan Kristus yang kedua kali. Pada waktu 

pengangkatan, kita bertemu Yesus di angkasa (1Tes. 4:17). namun  pada waktu 

Yesus datang kembali, Ia akan datang dengan jemaat-Nya (yang telah diangkat) dan

menjejakkan kaki-Nya di bukit Zaitun (Za. 14:4, 8-9; Yud. 1:14-15; Why. 19:11-

16). Peristiwa yang terjadi pada saat pengangkatan yaitu :

a. Orang  mati  dalam Kristus dibangkitkan. Ini yang  disebut  kebangkitan orang

kudus/ benar,  yakni kebangkitan pertama (Luk. 14:13-14; Flp. 3:10-11; Why.

20:6).

b. Orang percaya yang masih hidup tidak akan mati melainkan diubah dalam

sekejap  mata  menjadi  tubuh kemuliaan.  Sifat  tubuh kemuliaan  ini  sempurna,

antara lain:

1) Tidak terikat pada hukum alam, tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu,

dapat pindah cepat, tembus tembok, dsb.

2) Dapat langsung masuk dalam alam roh yang tak kelihatan sehingga tiba-

tiba  lenyap,  tak  dapat  dilihat  orang lain yang  masih  hidup dalam tubuh

jasmani.

3) Pada waktu tubuh jasmani berubah menjadi tubuh kemuliaan, segala

perlengkapan tubuh lama ditinggalkan misalnya: baju, sepatu, gigi palsu,

dll. Bandingkan dengan kebangkitan Yesus (Yoh. 20:6-7).

c. Mereka yang telah dibangkitkan dan diubahkan diangkat dalam awan

menyongsong Tuhan di angkasa. Alkitab telah memberikan contoh orang yang

telah mengalami pengangkatan, yakni Henokh (Kej. 5:24, Ibr. 11:5), Elia (2Raj.

2:11), juga Yesus Kristus (Kis. 1:9). Ini juga akan dialami oleh 2 saksi Allah

dalam Wahyu 11:11-12.

Ciri-ciri  khas pada masa pengangkatan,  antara lain: kuburan orang percaya di

seluruh dunia akan terbelah, terdapat laporan dari seluruh dunia bahwa semua

barang fana yang dipakainya tertinggal (misalnya: baju, perhiasan, kacamata, gigi

palsu, dll.), orang percaya yang mengendarai mobil, pesawat udara, dsb., tiba-tiba

terangkat lenyap. sebab  itu mari kita sungguh-sungguh menjadikan Kristus

sebagai Tuhan, agar kita mengalami pengangkatan dan terluput dari  masa aniaya

besar. Sebab Antikristus baru saja menyatakan diri bila gereja telah diangkat (2Tes.

2:6-7). Selanjutnya orang yang telah diangkat akan menghadap takhta pengadilan

Kristus dan masuk dalam pesta kawin Anak Domba.

26

2. Tujuan Pengangkatan

Adapun tujuan pengangkatan yaitu :

a. Allah menerima orang pilihan seperti yang Dia janjikan (Yoh. 14:1-3).

b. Umat pilihan dibawa kepadaNya tak bercacat, sempurna roh, jiwa dan tubuhnya

(1Tes. 5:23; Yud 1:24).

c. Mengadili orang percaya dan memberinya upah/ pahala (2Kor. 5:10).

d. Masuk dalam pesta kawin Anak Domba yang penuh bahagia (Why. 19:6-9).

e. Meluputkan orang percaya dari masa aniaya besar/ Antikristus (2Tes. 2:6, 7).

Bila gereja/ jemaat telah diangkat, Antikristus baru bisa menyatakan dirinya.

3. Persiapan Pengangkatan

Persiapan yang baru diperlukan agar kita diangkat yaitu :

a. Lahir baru, yakni menerima Kristus sebagai Juruselamat sehingga menjadi anak-

anak Allah (Yoh. 1:12; 3:3, 5; 2Kor. 5:17).

b. Penuh dengan Roh Kudus dan menaati pimpinan Roh (Gal. 5:16-25; Ef. 5:18).

c. Hidup kudus, hidup dalam terang, tak bercacat cela dihadapan Allah (Ef. 5:27;

1Tes. 5:23; 1Yoh. 3:2-3).

d. Berjaga-jaga dan berdoa senantiasa dalam menantikan kedatangan-Nya (Mat. 

24:44; 25:1-13; Luk. 21:36).

4. Waktu Pengangkatan

Pengangkatan yaitu  suatu keadaan dibawa pergi. Kata pengangkatan (Inggris:

rapture) dalam 1 Tesalonika 4:17 berasal dari  kata  latin rapturo.  Kata Yunaninya

harpazo   yang   berarti   ―mengambil‖.   Istilah   ini   yang   dipakai   untuk

menggambarkan  bagaimana Roh Tuhan melarikan Filipus di dekat Gaza dan

membawanya ke Kaisarea (Kis.  8:39)  dan  untuk  menggambarkan  pengalaman

Paulus yang diangkat ke surga (2Kor. 12:2-4). Dengan demikian kata itu digunakan

dalam 1 Tesalonika 4:17 untuk menunjukkan pengangkatan orang yang nyata dari

bumi ke surga. Mengenai  waktunya  ada  empat  pandangan  yaitu:  pengangkatan

parsial,  pretribulasi, midtribulasi dan postribulasi. Pengangkatan parsial

memerhatikan jangkauan pengangkatan  (sebagian  atau  seluruh  orang  percaya),

sedangkan  ketiga  pandangan lainnya memusatkan perhatiannya pada waktu

pengangkatan.

a. Pengangkatan Parsial

Pengangkatan   ini   mengajarkan   bahwa   orang   percaya   yang   sedang

―menunggu  kembalinya  Tuhan  yang  akan  didapati  layak  terlepas  dari  masa

kesusahan besar (tribulasi)  dengan diambil  pada masa pengangkatan ini .

Menurut mereka ada beberapa kali waktu pengangkatan.

1) Sebelum masa kesusahan. Ini akan dialami orang Kristen yang dewasa

rohaninya, yaitu mereka yang hidup dalam kepenuhan roh Kudus.

2) Selama masa kesusahan. Orang percaya yang tidak siap untuk

pengangkatan pertama akan diangkat pada periode berikutnya. Hal ini

terlihat dalam Wahyu 7:9, 14; 12:5 (anak manusia disini termasuk orang-

orang percaya yang berjaga- jaga dari perang Harmagedon); dan suatu

pengangkatan yang terakhir pada akhirnya.

3) Sesudah masa kesusahan. Pada akhir masa seribu tahun akan ada

kebangkitan orang-orang percaya yang tidak mengalami kebangkitan yang

pertama, bersama dengan kebangkitan orang-orang yang tidak percaya.

Orang-orang percaya akan memasuki kerajaan yang kekal, meskipun

mungkin mereka tidak mengalami kerajaan seribu tahun. Pendukung

pandangan ini berpegang bahwa keselamatan berdasar  anugerah dan

27

bersifat kekal bagi orang percaya, namun yang tidak taat tidak akan

27

mewarisi  kerajaan seribu  tahun.  Mereka  juga  menekankan  kesucian  dan

kesalehan hidup, dan berpandangan bahwa yang diangkat yaitu   orang

yang dipenuhi Roh Kudus.

Dukungan Alkitabiah yang diyakini oleh pandangan ini antara lain:

   Orang percaya harus bertahan dalam penderitaan, baik masa kini

maupun pada masa tribulasi  (Luk. 22:18-30; 2Tes. 1:4-5). Ada yang

menganggap api dalam 1 Korintus 3:12-15 sebagai Masa Kesusahan.

   Kebangkitan pertama yaitu  hadiah bagi orang yang menang saja, jadi

tidak semua orang percaya bisa memperolehnya (Mat. 19:28-29; Why.

21:11; 3:5).

   Orang percaya bisa kehilangan hak dan kesempatannya untuk diangkat

sebelum Masa Kerusuhan (1Kor. 6:9-10; Gal. 5:19-21; Ibr. 12:14).

   Baptisan Roh Kudus dipandang sebagai pemberi kuasa untuk bersaksi,

maka tidak semua orangpercaya  dalam tubuh Kristus,  jadi  tak harus

diangkat.

   Pengangkatan yaitu  pahala  yang tidak  akan diperoleh semua orang

percaya (Mat. 24:40-41; 25:1-13; 1Kor. 9:27; Ibr. 9:24-28).

Beberapa masalah dalam pandangan ini:

   Alkitab menyatakan semua orang percaya akan diubahkan, bukan 

beberapa (1Kor. 15:51-52).

   Baptisan Roh Kudus menempatkan semua orang percaya dalam tubuh

Kristus (1Kor. 12:13), jadi semuanya akan diangkat.

   Masa kesusahan bukanlah masa penghukuman bagi gereja tapi bagi

―Yakub‖ yakni bangsa Israel (Yer. 30:7).

   Pengangkatan bukan pahala kehidupan saleh, tapi kehidupan saleh 

akan diberi pahala mahkota, bukan pengangkatan (2Tim. 4:8).

b. Pengangkatan sebelum masa kesusahan (Pretribulasi).

Pandangan pretibulasi mengajarkan bahwa pengangkatan gereja akan terjadi

sebelum tujuh tahun masa Kesusahan, yaitu sebelum permulaan minggu ketujuh

puluh dari Daniel 9:24-27. Alasannya:

1) Wahyu 3:10 – Orang Percaya dilindungi dari hari kesusahan.

2) 1Tes. 5:1-11. Masa damai (ay. 2-3) terjadi pada awal Masa Kesusahan.

3) Tidak adanya gereja dalam Wahyu 4-19 dimana Masa Kesusahan

dijelaskan secara amat rinci.

c. Pengangkatan di tengah masa kesusahan (Midtribulasi).

Pandangan midtribulasi bahwa pengangkatan gereja akan terjadi pada saat

pertengahan tujuh tahun Masa Kesusahan, yaitu setelah tiga setegah tahun

berlalu. Alasannya:

1) Adanya penekanan nubuat mengenai 3½ tahun sebagai masa penghakiman

yang hebat (Dan. 7:25; 9:27; 12:7, 11; Why. 11:2; 12:6, 14).

2) Masa pengangkatan dalam pelajaran tentang pohon ara (Mat. 24) harus

diawali dengan tanda-tanda seperti penyebaran Injil (Mat. 24:14), munculnya

Pembinasa keji (ay 15), dan penyiksaan umum (ay. 10-27) yang terjadi

selama 3,5 tahun pertama dari tribusi.

3) Sangkakala ketujuh (Why. 10:7) yang dikutip pada pertengahan Masa

Kesusahan, sama dengan sangkakala terakhir dalam 1Kor. 15:52 yang

dikutip pada saat pengangkatan.

27

d. Pengangkatan di akhir masa kesusahan (Postribulasi).

Pandangan postribulasi mengajarkan bahwa pengangkatan gereja dan

kedatangan  Kristus  kedua  merupakan  suatu  kejadian yang bersamaan,  yang

akan terjadi pada akhir Masa Kesusahan saat  Kristus kembali. Gereja akan

ada di atas bumi selama Masa Kesusahan. Alasannya:

1) Kata parousia (artinya:  datang, tiba,  ada),  apokalupsis (artinya:  penyataan)

dan epiphaneia (artinya:  manifestasi)  digunakan baik untuk menunjuk saat

pengangkatan dan juga saat kedatangan Kristus yang kedua kali. Jadi kedua

peristiwa itu akan terjadi bersamaan.

2) Gereja  tidak disebutkan berada di Surga selama Masa Kesusahan menurut

Wahyu  4-18,   berarti   berada   di   dunia.   Lagi   pula   kata   ―orang-orang

kudus‖  dalam  Wahyu  13:7,  10;  16:6;  18:24  menunjukkan  bahwa  gereja

secara nyata ada di bumi selama Masa Kesusahan.

3) Nas 2 Tesalonika 1:5-10 ditafsirkan terbaik sebagai pengajaran post-

tribulasionisme.

G. Takhta Pengadilan Kristus

Setelah jemaat diangkat, maka jemaat akan masuk dalam tahta pengadilan Kristus atau

dalam bahasa Yunani disebut bema (2Kor. 5:10; Rm. 14:10). Bema yaitu  tempat duduk

hakim dalam pertandingan olahraga, dimana setelah pertandingan selesai para atlet  akan

menghadap hakim di bema ini untuk menerima upah, pialah atau mahkota sebagai juara.

Takhta pengadilan Kristus yaitu  penghakiman bagi orang percaya setelah pengangkatan,

dimana motivasi  dan perbuatan mereka akan diuji  oleh Allah untuk menentukan pahala

(bukan keselamatan) yang akan mereka terima sesuai perbuatannya (Mat. 16:27; Rm. 2:6).

1. Maksud Takhta Pengadilan Kristus

Maksud takhta pengadilan Kristus

yaitu :

a. Bukan  menentukan  apakah  seseorang  masuk  surga  atau  tidak,  sebab  hal  itu

sudah ditentukan pada saat kita meninggal atau diangkat (berdasar  iman kita

apakah kita percaya kepada Yesus sebagai Juruselamat kita atau tidak).

b. Bukan untuk mengadili orang-orang percaya sebab  dosanya, sebab  dosa orang

percaya telah ditanggung oleh Kristus, jika tidak ada penghukuman lagi (Yoh.

5:24; Rm. 8:1).

c. Untuk menguji  pekerjaan/  pelayanan/  kesetiaan orang percaya (1Kor. 3:10-15).

Pada tahta pengadilan Kristus ini orang yang telah selamat akan dinilai

perbuatannya oleh Allah untuk menerima pahala sesuai perbuatannya (Mat.

16:27; Rm. 2:6; Why. 22:12). Keselamatan yaitu  anugerah Tuhan, bukan hasil

perbuatan kita (Ef. 2:8), tapi pahala ditentukan dari  perbuatan kita setelah kita

diselamatkan.

sebab  itu marilah kita giat melayani Dia. Menurut 1 Korintus 3:12-15, semua

pekerjaan kita diuji. Adapun ukuran yang dipakai untuk menilai ialah apakah

seseorang melayani dengan motivasi tulus dan setia (Mat. 25:21; 1Kor. 4:1; 1Tim.

1:12).  Pelayanan yang  tidak  tahan  uji  yaitu   yang didasari  oleh  motivasi  rendah

seperti mengharapkan uang, pujian manusia, sebab  iri, dll. Walaupun tetap

menerima  keselamatan  namun pelayanan  yang tidak  tahan  uji  akan memicu 

kehilangan upah (2Yoh 1:8), sehingga kita akan menjadi malu (1Yoh. 2:29). Namun

bila kita mengerkajakan hal-hal baik, maka kita akan menerima pahala atau mahkota

dan akan memerintah bersama Yesus dalam kerajaan seribu tahun (Luk. 19:12-27).

27

2. Upah yang Diterima

Sebagian   orang akan menerima   upahnya   sesuai perbuatan di dunia setelah 

diselamatkan (Why. 22:12), yakni:

a. MAHKOTA KEHIDUPAN, bagi orang yang tahan uji dan setia mengikut Yesus

sampai akhir hidupnya (Why. 2:10).

b. MAHKOTA KEBENARAN, bagi mereka yang mencintai dan menantikan

kedatangan Kristus (2Tim. 4:8).

c. MAHKOTA AB


ADI, bagi orang yang dapat menguasai diri dalam hidup sehari-

hari (1Kor. 9:25).

d. MAHKOTA SUKACITA, bagi mereka yang bersaksi dan memenangkan banyak

jiwa (1Tes. 2:19; Flp. 4:1).

e. MAHKOTA KEMULIAAN/MAHKOTA KEMEGAHAN, bagi mereka yang

sudah setia memelihara domba-domba Allah/ jemaat (1Ptr. 5:4).

Selain itu kita juga akan diberi tanggung jawab istimewa untuk memerintah bersama

Yesus dalam kerajaan seribu tahun (Luk. 19:12-27; Mat. 25:14-30).

H. Pesta Kawin Anak Domba (Why. 19:6-9)

Selama berada di dunia, jemaat lelah dan berjuang (1Tim. 4:10). Jemaat sering dinista

dan dianiaya sebab  nama Kristus (1Ptr. 4:14-16). Itu sebabnya Yesus akan menyambut

jemaat   yang   menuang   dengan   pujian   dan   sukacita   (1Kor.   4:5),   ―Baik   sekali

perbuatanmu, hai hambaKu yang baik!‖ (Mat. 25:21). Ia akan menjemput murid-murid-Nya

yang  berjerih lelah  ke  meja  perjamuan.  Ia sendiri  akan  menjamu  jemaat-jemaat-Nya.

Sungguh jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58). Jemaat akan menikmati janji Kristus

untuk makan dan minum semeja dengan-Nya (Luk. 22:29-30).  sebab  kegirangan yang

meluap-luap, maka pertemuan Kristus dengan jemaat-Nya disebut sebagai hari Pesta

Kawin Anak Domba dengan pengantin-Nya. Kini, Yesus, Anak Domba Allah yang telah

dikorbankan untuk menebus dosa manusia, menjadi Raja, dan jemaat yakni umat yang telah

ditebus-Nya sendiri menjadi pengantin-Nya yang telah siap sedia.

1. Fase-fase Pernikahan

Menurut adat pernikahan Yahudi, ada tiga fase pernikahan yaitu:

a. PERJANJIAN PERNIKAHAN. Ini dilakukan oleh kedua orang tua masing-

masing, tatkala para pengantin masih terlalu muda untuk dapat bertanggung

jawab. Biasanya diberikan hadiah nikah (mas kawin) sebagai ikatan pernikahan

itu menjadi sah.

b. UPACARA PERNIKAHAN. Bila pasangan pengantin telah cukup dewasa maka

dilangsungkan upacara pernikahan. Pengantin pria beserta rekan-rekannya

menjemput  mempelai  perempuan  untuk berpesta.  Ini  juga  digambarkan  dalam

perumpamaan 10 anak dara dalam Matius 25:1-12.

c. PESTA PERJAMUAN PERNIKAHAN. Ini dilaksanakan bila mempelai wanita

sudah ada di rumah mempelai pria dan saat inilah para tamu hadir. Contohnya

bisa kita lihat dalam Yohanes 2:1-11.

Hubungan jemaat  dan Kristus  dapat  dikiaskan sebagai  hubungan suami  isteri  (Ef.

5:31-32). Hubungan suami-isteri  yaitu  hubungan yang erat yang dikenal di dunia

dalam bahasa manusia. Dengan demikian pernikahan Kristus dan jemaat- Nya jangan

diartikan secara jasmani tapi secara rohani, yang menujukkan persekutuan yang erat

dan akrab antara Kristus dan jemaat-Nya yang tidak mungkin dipisahkan lagi.

PERJANJIAN PERNIKAHAN diberikan Allah kepada umat-Nya pada saat mereka

ditebus dari dosa, sehingga menjadi umat kepunyaan Allah sendiri (1Ptr.2:9). Allah

meneguhkan perjanjian itu dengan memberikan karunia-karunia rohani bagi jemaat-

27

Nya. Kemudian pada saat Yesus datang di udara untuk menjemput jemaat-Nya yang

terangkat, maka fase kedua terjadi, yaitu UPACARA PERNIKAHAN. Hal ini

dilanjutkan dengan fase terakhir PESTA PERJAMUAN PERNIKAHAN, sang

mempelai  wanita   sudah  menjadi  ―istri‖  Anak  Domba,  sebab  pengantin  pria

sudah menjemput pengantin wanita.

2. Persiapan Pernikahan

Orang yang ikut perjamuan itu harus mengenakan pakaian pesta. Dalam Wahyu 19:8

disebutkan  bahwa mempelai  wanita yang  masuk  dalam persekutuan  kekal  dengan

Yesus yaitu  mereka yang dikarunia pakaian mempelai. Jelas ini yaitu  pemberian

Allah.  Pakaian  mempelai  itu  yaitu   lenan halus yang  putih  bersih  yang berbicara

tentang kebenaran dan kekudusan (2Tes. 2:13-14). Jadi persiapan-persiapan yang

dilakukan pengantin Kristus agar dapat masuk dalam pesta kawin Anak Domba

yaitu :

a. Pengantin itu telah menerima Yesus sebagai Juruselamatnya dan telah diberi atau

dikenakan jubah kebenaran-Nya (Yes. 61:10; 2Kor. 5:21; Flp. 3:9; Why. 3:4- 5):

DIBENARKAN/ JUSTIFIED.

b. Pengantin itu telah bertumbuh dalam pengenalan akan Kristus dan menjadi

serupa dengan Dia (2Kor. 3:18; 2Ptr. 3:18): DISUCIKAN/ SANCTIFIED.

c. Pengantin itu telah diubahkan-Nya dalam tubuh kemuliaan pada saat Yesus

datang untuk jemaat-Nya di awan-awan (1Yoh. 3:2): DIMULIAKAN/

GLORIFIED.

Pesta kawin Anak Domba yaitu  saat berkumpulnya orang-orang suci dalam tubuh

kemuliaan, bukan tubuh jasmani yang dapat binasa. Pesta ini bukan pesta nasi goreng

atau ayam goreng, tapi suatu pesta rohani yang sangat meriah yang sulit diungkapkan

dalam bahasa manusia yang terbatas. Mereka akan menikmati makanan rohani, yakni

segala perkara tentang rahasia Allah yang heran, sehingga jemaat disiapkan untuk

ikut turun dengan Kristus ke bumi dan memerintah dalam kerajaan 1000 tahun. Pesta

ini  penuh sukacita surgawi, pujian dan penyembahan bagi Kristus, Anak Domba

Allah yang telah menjadi Raja untu selama-lamanya. Berbahagialah orang yang

diundang dalam perjamuan kawin anak Domba sebab  mereka akan hidup selama-

lamanya dengan Yesus Kristus, sang kekasih hati.

I. Munculnya Antikristus Dan Nabi Palsu

Setelah gereja diangkat, tampilah Antikristus yang akan menjadi penguasa dunia. Nas

1Yoh. 2:18 mengatakan bahwa menjelang akhir zaman ini akan banyak muncul Antikristus

(orang  yang  memusuhi  Kristus,  menentang  kekristenan,  berusaha menghancurkan  kitab

Suci, dan berusaha membunuh orang percaya). namun  sebagai klimaks dari semuanya akan

muncul seorang Antikristus yang terjadi setelah gereja Tuhan diangkat (2Tes. 2:7-8).

Secara rahasia Antikristus itu sudah mulai bekerja.  Di mana-mana ada banyak Antikris

yang sudah muncul namun  klimaksnya belum terjadi sebab  ada yang menahan yaitu orang

percaya, dimana Roh Kudus yang tinggal di dalam kita belum diangkat. Kita yaitu  garam

dan terang dunia yang mencegah pembusukan dan yang menerangi dunia sehingga

kegelapan tidak bisa mencapai klimaks. namun  kalau Tuhan sudah datang pada tahap I kita

diangkat  dalam awan kemuliaan  maka Antikrist  itu  tidak  punya lagi  penghalang  untuk

melaksanakan kejahatannya.

1. Dua Oknum dalam Wahyu 13

a. Binatang yang Muncul dari dalam Laut (ay. 1-10).

Maksudnya akan muncul seorang manusia sama seperti kita namun  memiliki hati

yang kejam seperti seekor binatang. Dia yaitu  si pembinasa yang keji

27

(Antikristus = manusia berhati binatang bahkan berhati iblis sebab  dikuasai oleh

iblis).  Dia akan muncul di dalam lautan.  Lautan yang bergelora bicara tentang

kekacauan umat manusia, dari situ akan muncul seorang yang akan memberikan

kedamaian sementara (semu). Ia digelari Alkitab binatang yang muncul dari

dalam laut.  Dialah  diktaktor  dunia yang  akan menguasai  politik  ekonomi  dan

agama.

b. Binatang yang Keluar dari dalam Bumi (ay 11-18).

Ini berbicara tentang nabi palsu yang mendukung Antikristus dalam segi agama

dan membawa orang-orang pada kesesatan untuk menyembah Antikristus. Nabi

palsu  ini  bisa  melakukan  mujizat  dan mengadakan  tanda-tanda ajaib.  Luarnya

seperti domba yang tak bercacat cela namun  nyatanya dia yaitu  seekor naga yang

menyamar sebagai anak domba.

2. Dua Tahap Pemerintahan Antikristus

Ada dua tahap pada masa pemerintahan Antikristus (Dan. 9:27):

3½ 3½ 1000 th kekal

| | | | |

sekarang

a. Tahap Pertama (3½ Tahun Pertama)

1) Antikristus akan muncul.

2) Antikristus mengadakan perjanjian 7 th dengan Israel (Dan. 9:27).

3) Diperkirakan Antikristus berasal dari  perhimpunan (konfederasi) 10 negara

(Dan. 2:31-35;  Why. 13:1):  10  jari  patung, 10 tanduk  melambangkan 10

negara yang berhimpun bersama.

4) Bait Suci akan dibangun kembali.

5) Akan muncul sistem agama palsu (Why. 17). Ini yaitu  gereja yang

kompromi dengan dosa, yang berpusat di sebuah kota besar yang dikelilingi

7 gunung (ay. 9, 18 – Roma).

b. Tahap Kedua (3½ Tahun Kedua)

1) Pemutusan perjanjian dengan Israel (Dan. 9:27).

2) Kehancuran sistem agama palsu.

3) Antikristus akan minta disembah (Why. 13:5).

4) Antikristus  akan  memberikan  cap  yaitu  tanda  ―666‖  pada  tangan  atau  

dahi manusia untuk bisa berbelanja (Why. 13:16-18).

5) Dua pertiga orang Yahudi Palestina akan mati sebab  mengalami aniaya 

(Za. 13:8-9).

6) Orang yang percaya kepada Yesus akan dibunuh, mereka akan mati syahid

kalau tetap percaya Yesus (Why. 14:13-14).

J. Perang Harmagedon

Pada akhir masa Antikristus akan terjadi perang besar yang disebut Perang Harmagedon

(Why. 16:16). Pada saat perang Harmagedon itulah Yesus sendiri datang menjejakkan kaki

di bukit Zaitun.  Dia akan menangkap Antikristus dan Nabi Palsu untuk dihukum dalam

lautan api (neraka). Orang-orang yang memerangi kota Yerusalem akan ditangkap, dibunuh

dan akan ada pengadilan bangsa-bangsa (Yl. 3:2; 12, Mat. 25:31-46). Kalau ada bangsa-

bangsa yang tidak mau menyembah Antikristus dan tetap mendukung umat Allah, mereka

akan ikut dalam kerajaan 1000 tahun. Yang menyembah Antikristus dibinasakan (Why.

27

19:21). Iblis dipenjarakan dalam lubang tanpa atas (jurang maut) 1000 tahun lamanya 

(Why. 20:1-3).

K. Kerajaan Seribu Tahun

Setelah kedatangan Kristus yang kedua kali di bumi, mulailah masa kerajaan 1000 tahun

(Why. 20:1-6). Iblis akan dirantai dalam jurang maut. Masa ini merupakan zaman

keemasan atau masa yang terbaik di atas muka bumi. Kristus akan memerintah bersama

orang kudus-Nya 1000 tahun di muka bumi dengan ibukota Yerusalem. Yesus memerintah

seluruh bumi dengan tongkat besi (Why. 19:15). Ini berarti Dia akan segera

menghancurkan  kejahatan.  Orang  yang berdosa langsung  dihukum.  Kerajaan  ini  penuh

kebenaran  dan  damai.  Bumi  akan  dipulihkan.  Keadaan  dalam Kerajaan Seribu Tahun

antara lain:

1. Alam roh bersih. Penguasa kerajaan angkasa yakni iblis dan setan-setan (Ef. 6:12) sudah

tidak ada.  Seluruh bumi merasakan hadirat Tuhan,  iblis  tidak ada,  yang ada  hanya

damai sejahtera dan ketentraman. Tidak ada rasa takut, gelisah atau kuatir.

2. Dosa dapat dikatakan secara praktis tidak ada. Suasana kebenaran, keadilan dan hadirat

Tuhan saja yang terasa. Berkat yang dulu hilang waktu dosa masuk ke bumi (Kej 3:17)

sekarang dipulihkan kembali oleh Tuhan Yesus. Bumi dan isinya dibebaskan dari

akibat-akibat dosa oleh pemerintahan Yesus Kristus.

3. Binatang dan tumbuhan seperti di Eden (Yes. 11:6, 9; 19:17-20; 65:25). Domba bermain

dengan serigala. Tidak ada lagi sifat ganas, tidak ada lagi gigitan binatang apa lgi yang

berbisa.  Binatang  hanya makan  buah-buahan,  tumbuh-  tumbuhan  dan  rumput  (Yes.

39:17-20). Begitu pula tumbuh-tumbuhan kembali seperti semula, tidak ada yang rusak,

berpenyakit atau bantut (Yes. 19:17-20).

4. Tidak ada bencana alam, semuanya subur makmur. Alam dikuasai menurut komando

pemerintahan Kristus.

5. Tidak ada penyakit (Yes. 33:24; 35:5-7), kecuali mereka yang berdosa dihukum oleh

Tuhan dan orang suci-Nya. (Za. 14:17).

6. Pada masa Kerajaan Seribu Tahun ada dua macam manusia:

1) Yang  memerintah, yang  mengenakan tubuh  kemuliaan yang  tidak  sama dengan

tubuh jasmani sekarang ini (tidak bisa berbuat dosa). Dengan tubuh kemuliaan orang

bisa makan tapi tidak tergantung dari makanan, udara, minuman, kelamin,

menguasai hukum-hukum alam (tembus tembok, bergerak cepat hampir-hampir

tanpa waktu) dan memiliki sifat lain yang penuh kemuliaan dan kuasa.

2) Yang diperintah yaitu  manusia dengan tubuh biasa (bisa berdosa). Mereka yaitu 

sisa orang Israel (Rm. 11:4-5), sisa orang Kristen dan sisa bangsa lain yang tidak

mau menyembah Antikristus (Za. 14:16; Yes. 2:2-4; Mat. 25:31- 32). Orang-orang

ini tetap hidup dalam tubuh jasmani yang bisa berdosa sebab  kerajaan diperintah

oleh Kristus dengan gada besi (Why. 19:15) yang keras. Keadaan orang yang

diperintah, tetap ada:

   Perkawinan dan kelahiran (Yes. 11:6-8).

   namun  usianya menjadi panjang (Yes. 65:20).

   Bisa berdosa dan mereka perlu bertobat dan percaya Yesus.

   Kematian (Yes. 65:20).

   Berbicara dalam satu bahasa saja di seluruh dunia (Zef. 3:9).

   Akan ada damai sejahtera, tidak ada peperangan (Yes. 41:8-14; Yer. 32:27).

27

L. Pemberontakan Terakhir (Gog Magog)

Pada akhir kerajaan 1000 tahun, Allah akan memberikan ujian terakhir kepada manusia.

Agar motivasi setiap orang menjadi jelas maka iblis harus dilepaskan lagi untuk menguji

bangsa-bangsa yang pernah menikmati kerajaan Mesias (Why. 20:7-10). Tidak boleh ada

yang mengikut Yesus secara terpaksa, atau melayani-Nya di dalam kekekalan dengan

setengah hati.  Maka manusia yang baru diberi  kesempatan untuk memilih:  Kristus atau

Iblis. Apa yang terjadi? Suatu pemberontakan bangsa-bangsa secara luas (betapa degilnya

hati manusia berdosa). Berduyun-duyun mereka datang mengepung Yerusalem di bawah

pimpinan  Gog dan Magog (Why.  20:8-9).  Jumlah mereka  seperti  pasir  di  laut.  Hal  ini

menunjukkan bahwa selama seribu tahun itu hati mereka belum diubahkan. Mereka tunduk

kepada Kristus secara lahiriah,  namun   akhirnya mereka mendurhaka kepada-Nya. Hal ini

menunjukkan betapa perlunya manusia dilahirkan baru. Jumlah mereka yang memberontak

kepada Allah ini sangat banyak seperti  pasir di tepi laut. Inilah pemberontakan terakhir.

Perang yang disebut perang Gog dan Magog ini akan diakhiri dengan kemenangan di pihak

Allah. Jawaban Allah kontan: Api turun dari langit dan menghanguskan mereka. Iblis yang

menyesatkan mereka dilemparkan ke dalam lautan api tempat Antikristus dan nabi palsu

sudah berada untuk disiksa siang dan malam sampai selama-lamanya (Why. 19:20; 20:9b-

10).

M.Penghakiman Takhta Putih (Hukuman Terakhir) – Daniel 7:9-10; Wahyu 20:11-15

Sesudah iblis dicampakkan dalam lautan api, dimulailah penghakiman besar yang

terakhir. Langit dan bumi yang sekarag ini akan lenyap (inilah yang disebut kiamat – 2Ptr.

3:10). Lalu orang-orang mati yang tidak percaya Kristus akan bangkit dan dihakimi. Inilah

peristiwa kebangkitan orang-orang yang tidak beriman, yang namanya tidak tertulis dalam

kitab kehidupan. Mereka bangkit menghadap pengadilan tahta putih yang besar untuk

menerima hukuman dan kebinasaan kekal di neraka (Why. 20:11-15). Pengakiman Takhta

Putih yaitu  satu dari beberapa pengadilan yang akan terjadi. Ada beberapa pengadilan

yang akan terjadi pada masa yang akan datang, dalam waktu yang berbeda, meliputi:

1. Pengadilan Kristus bagi orang-orang percaya (1Kor. 3:10-15; 2Kor. 5:10). Pengadilan

ini  akan  terjadi  segera setelah  pegangkatan gereja.  Tempat  penghakimannya yaitu 

bema (takhta Kristus). Yang diadili yaitu  perbuatan orang percaya, dan sebagai

hasilnya yaitu  menerima pahala atau kehilangan pahala.  Pahala dapat  hilang sebab 

ketidaksetiaan  selama  hidup (2Yoh 1:8).  Hal  kehilangan  pahala  ini  juga  dikuatirkan

Paulus (1Kor. 9:24-27).

2. Pengadilan orang-orang Kudus Perjanjian Lama (Dan. 12:1-3). Waktunya yaitu  akhir

dari Masa Kesusahan, sebelum kerajaan seribu tahun. Yang menjadi dasar yaitu  iman

kepada Allah dan membawa akibat pahala.

3. Pengadilan orang-orang kudus yang mati dalam masa kesusahan (Why. 20:4-6).

Waktunya yaitu   pada  akhir  dari  Masa Kesusahan,  sebelum kerajaan  Seribu  Tahun.

Yang  menjadi  dasar  ialah  iman  dan  kesetiaan  kepada  Yesus.  Hasilnya: Memerintah

bersama Kristus dalam kerajaan Seribu Tahun.

4. Pengadilan Israel (Yeh. 20:34-38; Mat. 25:1-30).  Yang  dimaksudkan di  sini yaitu 

orang-orang Yahudi yang masih hidup setelah masa kesusahan.  Waktunya akhir  dari

masa Kesusahan. Tempatnya di padang gurun. Dasarnya yaitu  iman kepada Kristus.

Akibatnya orang percaya memasuki Kerajaan Seribu tahun, sedangkan orang durhaka

dibinasakan.  Kelompok ini  tidak  akan diberi  tubuh kebangkitan  pada saat  ini,  akan

namun   akan masuk ke dalam kerajaan  seribu  tahun dengan tubuh tanahnya dan akan

menjadi orang tua bayi- bayi dalam kerajaan seribu tahun.

27

5. Pengadilan Bangsa-bangsa (Yl.  3:1-2; Mat.  25:31-46).  Yang dimaksud di sini  yaitu 

orang-orang non Yahudi yang masih hidup setelah masa Kesusahan. Waktu

pengadilannya pada akhir dari Masa Kesusahan. Tempatnya di lembah Yosafat.

Dasarnya ialah iman kepada Kristus yang dibuktikan dengan perbuatan baik yang

dinyatakan kepada bangsa Israel. Akibatnya orang percaya memasuki kerajaan seribu

tahun dan yang lainnya masuk lautan api.

6. Pengadilan Setan dan malaikat-malaikatnya yang berdosa (Mat. 25:41; 2Ptr. 2:4; Yud.

1:6;  Why.  20:10).  Waktunya pada akhir  kerajaan  seribu  tahun dan akibatnya  yaitu 

dicampakkan ke dalam lautan api.

7. Pengadilan untuk orang mati yang tidak diselamatkan (Why. 20:11-15). Tempatnya di

hadapan Takhta Putih yang Besar. Waktunya pada akhir dari masa seribu tahun. sebab 

menolak Kristus, mereka semua dicampakkan ke lautan api.

N. Langit Dan Bumi Baru

Setelah  langit  dan bumi  lama lenyap,  muncul  langit  dan  bumi  baru yang diciptakan

Tuhan (Mrk. 13:31, 2Ptr. 3:10-13, Why. 21; 22:1-5). Di dalamnya tidak ada yang najis,

semua suci. Allah sendiri akan diam di Yerusalem Baru bersama dengan manusia yang

telah ditebus-Nya. Dosa, penyakit dan air mata tidak ada lagi. Penduduk negeri itu akan

melayani  Tuhan sepanjang masa yang kekal  (Why. 22:3- 5). Tuhan telah menyediakan

suatu pekerjaan bagi kita masing-masing, dan pekerjaan itu akan dilakukan dengan

sempurna tanpa diganggu oleh si iblis seperti yang terjadi di atas bumi yang lama. Langit

dan bumi baru inilah yang merupakan pengharapan semua orang yang percaya.

O. Kehidupan Setelah Kematian

1. Dua Kebangkitan

Alkitab menjelaskan ada dua macam kebangkitan. Kebangkitan pertama yaitu

kebangkitan orang beriman sebelum berdirinya Kerajaan 1000 tahun untuk

memperoleh  hidup; dan kebangkitan  kedua yaitukebangkitan  orang tidak beriman

sesudah berdirinya Kerajaan 1000 tahun untuk memperoleh hukuman (Dan. 12:2;

Yoh. 5:28-29; Why. 20:4-6, 11-15). Jadi jarak 1000 tahun antara kedua kebangkitan

itu.

a. Kebangkitan Pertama

Ini yaitu  kebangkitan dari semua orang benar (Luk. 14:14) yaitu mereka yang

sudah dibenarkan oleh Allah sebab iman (Rm. 3:28). Mereka yaitu  orangbenar

yang dibangkitkan dari antara orang mati (Flp. 3:11) dari sejak Adam dan juga

mereka  yang  diubahkan  pada  saat  kedatangan-Nya  (1Kor.  15:51-52)  sehingga

mereka  memiliki  tubuh kebangkitan  yang tidak  dapat  mati  (1Kor.  15:53-  54).

Kelompok orang yang mengalami kebangkitan pertama yaitu:

1) Kristus, yang Sulung yang bangkit dari orang mati (Rm. 6, 9; Kol. 1:18).

2) Orang percaya yang mati pada zaman gereja. ini mendahului pengangkatan

(1Kor. 15:51-54; 1Tes. 4:13-17).

3) Orang-orang yang kudus pada zaman PL.

4) Orang-orang yang mati syahid pada Masa Kesusahan, termasuk 144.000 orang

Yahudi, dan kedua saksi Allah (Why. 6:9-11; 7:9-17; 11:7-12; 20:4).

b. Kebangkitan kedua

Ini yaitu  kebangkitan dari semua orang jahat/ tidak beriman dari Adam sampai

pada akhir masa Millenium. Waktunya yaitu  sesudah Milenium (Why 20:4- 6,

11-15), setelah perang Gog dan Magog. Mereka akan dibangkitkan untuk

dihakimi di pengadilan takhta putih yang besar kemudian dicampakkan ke dalam

27

lautan  api,  neraka yang  kekal  (Why.  20:13-14).  Inilah  yang  disebut  kematian

kedua.

2. Kebangkitan Tubuh

Orang percaya akan mengalami kebangkitan tubuh. Mengapa kita percaya akan

kebangkitan tubuh? Ada tiga sebab:

a. Tubuh  manusia  diciptakan  Tuhan,  merupakan  karya  tangan-Nya  sendiri,  yang

sudah   ―membentuknya‖   (Kej.   2:27).   Tubuh  manusia   bukan  penjara   bagi

jiwa yang dihalangi olehnya – sebagaimana diajarkan oleh Plato, melainkan tubuh

yaitu   ―pondok  kediaman:  bagi  manusia  batiniah  (Yes.  38:12;  2Kor.  5:1).

Tubuh  yaitu   alat  ekspresi  bagi  roh  dan  jiwa  manusia.  Roh-roh  jahat  tidak

memiliki tempat  kediaman  dan  perhatian,  oleh  sebab   itu  mereka  mencarinya

(Mat.  12:43- 45). Tubuh  itu  amat  berharga.  Tanpa  tubuh  maka  manusia

kedapatan telanjang dan tidak terlindung (2Kor. 5:1-3).

b. Tubuh manusia yang diselamatkan sekarang ini sudah dilayakkan untuk menjadi

―rumah Roh Allah‖  (Yoh.   14:23;   1Kor.   3:16).   Sekarang ini tubuh manusia

yaitu 

―anggota  Kristus  (1Kor.  6:14)  dan patut  menjadi ―hamba  kebenaran‖  (Rm.

6:19).  Tak mungkin Allah melepaskan karya pembaharuan-  Nya di  dalam diri

manusia yang diselamatkan (Mzm. 138:8).

c. Pemisahan roh/ jiwa dari tubuh pada saat kematian (Pkh. 12:7) yaitu  akibat dosa

(Kej. 2:17; 13:19). Tanpa kebangkitan tubuh tertinggalah suatu sisa akibat dosa di

dalam orang  tebusan Allah.  Manusia diciptakan  sebagai tubuh, jiwa dan  roh

(1Tes. 5:23). Dalam kebulatan itulah manusia ditebus (1Kor. 6:19-20) dan

diselamatkan. Maka gereja (seperti dicatat dalam Pengakuan Iman Rasuli)

percaya akan kebangkitan tubuh. Gereja tidak menantikan penebusan dari dalam

tubuh (seperti  Plato),  namun   penebusan dan pemuliaan  tubuh seperti  disaksikan

oleh Paulus (Rm. 8:23).

3. Keadaan Tubuh Kebangktan

Bagaimana keadaan tubuh kita kelak? Tubuh kebangkitan orang percaya akan serupa

dengan tubuh kebangkitan Kristus (Flp. 3:21). Dengan demikian tubuh kebangkitan

itu dapat dilihat,  diraba, bertulang dan berdaging (Luk. 24:39-40; Yoh. 20:27-29),

berbeda dengan hantu  yang tak bertubuh.  Ada lima segi  dari  tubuh kebangkitan/

kemuliaan, yaitu:

a. Berkesinambungan

Dalam tubuh kebangkitan-Nya Yesus dikenal oleh murid-murid-Nya. Ia

memperlihatkan  bekas penderitaan-Nya  pada  kaki,  tangan  dan  lambung  (Luk.

24:40;   Yoh.   20:20).   Sampai   ke   dalam  kekekalan   Yesus  tinggal   sebagai

―Anak Domba Allah yang tersembelih‘ (Why. 5:6, 9, 12-13). Maka tubuh alamiah

dan tubuh rohaniah berkesinambungan. Rupa dan bentuk (sebagai tubuh)

dipertahankan. Sedangkan bahannya akan berubah. Kesinambungan ini tidak

hanya berlaku untuk kemuliaan, namun  juga bagi tubuh mereka yang bangkit

―untuk  mengalami  kehinaan dan kengerian kekal‖  (Dan.  12:2), yaitu bagi mereka

―yang telah berbuat jahat‖ dan yang ―bangkit  untuk dihukum‖  (Yoh. 5;29).

b. Berzat rohaniah

Alam mengajarkan kita,  bahwa hidup baru jadi  sebab  kematian  (Yoh.  24:12;

1Kor. 15:36) dan bahwa tanaman yang tumbuh berbeda dengan bijinya. Kepada

tiap biji  yang ditaburkan  ―Allah  memberi suatu tubuh‖  (1Kor. 15:37-38).

Demikian  juga   dengan  manusia.   ―Yang  ditaburkan  yaitu   tubuh  alamiah,

dan yang dibangkitkan yaitu  tubuh rohaniah‖ (1Kor. 15:44). Sebagai keturunan

28

Kristus,  yang yaitu  ―manusia  kedua‖  dan ―Adam yang akhir‖  yang berasal

dari

28

Surga‖   (1Kor.   15:45-48).   ―Sama   seperti  kita   telah   memakai  rupa   dari

yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi‖ (1Kor.

15:49). Lebih jauh dari itu zat tubuh rohani sukar dibayangkan. Yang jelas ialah

bahwa tubuh itu bezat rohaniah, berasal dari sorga dan sepenuhnya dikuasai oleh

roh.

c. Berdaulat

Tubuh jasmani terikat oleh materi, ruang dan waktu, sedang tubuh rohani

berdaulat atasnya. Dengan tubuh kebangkitannya jemaat memperoleh suatu

kebebasan yang luar  biasa dari  materi,  ruang dan waktu,  sekaligus  wewenang

atasnya.  Tubuh yang mulia  tidak  lagi  harus  makan dan tidur  dan tidak  dapat

dihalangi oleh pintu yang terkunci atau tembok. Ia tiba-tiba dapat hadir di tempat

dimanapun, sepert Yesus berdiri di tenah-tengah murid-murid-Nya (Yoh. 20:9).

Di  dalam  tubuh  itu  jemaat  akan melayani Allah  ―siang malam‖  tanpa  kenal

lelah (Why.  7:15)  dan  dengannya  jemaat  dapat  ―makan  dan  minum  semeja‖

dengan  Kristus dalam KerajaanNya (Mat. 26:29; Luk. 22:30), sama seperti

Yesus pernah

―memakan  sepotong  ikan  goreng  di  depan  mata  murid-murid-Nya‖  sebagai

bukti bagi tubuh kemuliaan-Nya (Luk. 24:42-43). Tubuh kebangkitan berdaulat

atas materi. Tubuh itu juga berkuasa atas ruang. Tanpa berjalan jauh Yesus dapat

memperlihatkan diri serentak di berbagai tempat (Luk. 24:33-34). Tubuh

kebangkitan  kita  dilunturkan  oleh  waktu.   Ia   ―tidak dapat   mati lagi‖  (Luk.

20:36). Ia  akan  ―dibangkitkan  dalam keadaan  yang tidak  dapat binasa‖ (1Kor.

15:52, 42). Ia kekal abadi, berdaulat atas waktu sepenuhnya.

d. Tidak ditentukan oleh perbedaan kelamin

Berbeda   dengan  faham  agama   lain  Yesus   Kristus   menegaskan  bahwa

―pada  waktu kebangkitan, orang tidak kawin dan tidak dikawinkan‖ (Mat.

22:30). Di

―dunia  yang  lain  itu‖  masalah  kawin  tidak  relevan,  sebab  mereka  hidup

seperti malaikat-malaikat (Luk. 20:35-36). Tubuh rohani tidak ditentukan mutlak

oleh perbedaan kelamin sebagaimana di dalam jemaat sebagai tubuh Kristus

perbedaan antara laki-laki dan perempuan tidak berlaku secara mutlak pula (Gal.

3:28).

e. Bercahaya

Sama   seperti wajah   Yesus  ―bercahaya   seperti matahari dan pakaian-Nya

menjadi  putih bersinar seperti terang di atas gunung kemuliaan (Mat. 17:2),

demikianlah

―orang-orang   benar   akan   bercahaya   seperti   matahari   di   kerajaan   Bapa

mereka‖ (Mat. 13:34). Tubuh kebangkitan melebihi segala idaman manusia. Ia itu

awet muda dan fit selalu, tak terganggu oleh apa pun dan tak tertandingi oleh obat

mujarab manapun dari  dunia ini. Tubuh itu yaitu  kasih karunia dari  bapa di

sorga kepada anak-anak-Nya dan berasal dari  surga,  berdasar  perencanaan

illahi  di  bentuk  dari   zat  rohaniah  dan  ―serupa  dengan  tubuh Kristus  yang

mulia‖ (Flp. 3:21).

4. kehidupan setelah kematian

Kematian bukanlah akhir  dari  segala sesuatu.  Bila seseorang mati,  ia tidak habis,

tidak hilang atau lenyap tanpa bekas. Alkitab menjelaskan bahwa kematian itu sama

dengan:

a. Tidur  (Yoh. 11:11),  berarti  satu kali  akan dibangun kembali  (1Tes.  4;14,  16).

Namun ini tidak berarti jiwa itu tidur di alam maut dan tidak merasa apa-apa.

28

Sebab menurut Alkitab orang berdosa merasakan sengsara yang hebat sedangkan

orang beriman mendapatkan kebahagiaan di Firdaus atau pangkuan Abraham.

28

b. Pindah, dari tempat yang fana ke tempat yang baka (Mzm. 103:15-16; 2Kor. 5:1;

Flp. 1;22-23).

c. Pergi ke negeri kekal, tidak kembali lagi ke dunia ini (Ayb. 7:9-10; 16:22).

Alkitab menolak pandangan reinkarnasi yang menyatakan bahwa sesudah

mati, manusia menjelma menjadi orang atau makhluk lain. Orang kafir mengira ada

reinkarnasi (Mat. 14:1-2). Dalam Matius 17:10-13 Yesus mengatakan bahwa

Yohanes Pembaptis yaitu  Elia yang akan datang, maksudnya: Yohanes Pembaptis

memiliki  kuasa seperti yang dimiliki Elia, namun  bukan inkarnasi Elia. Contoh lain:

2Raj. 2:9, Elisa memiliki  dua bagian roh Elia, tidak berarti Roh Elia berkembang

biak menjadi dua, lalu inkarnasi dalam Elisa, namun  Elisa menerima pengurapan dan

kuasa Roh Kudus seperti yang dimiliki Elia dua kali lipat. Bergitu pula pada akhir

zaman akan ada 2 saksi Allah yang akan datang dengan kuasa Musa dan kuasa Elia

(Why. 11:5-6). Ada beberapa alasan mengapa Alkitab menolak faham reinkarnasi:

1) Maut yaitu  musuh terakhir (1Kor. 15:26).

Ini  yaitu    ―ujian  terakhir‖.   Allah  memberikan  kesempatan  kepada   kita

untuk meraih kesempatan selagi di dunia ini. Kalau kesempatan dalam hidup di

dunia ini diabaikan, di sana sudah terlambat. Kematian yaitu  akhir kesempatan

semua itu. Tidak ada harapan lagi bagi orang yang sudah mati (Yes. 38:18; Luk.

16:24- 26).  Kalau ada reinkarnasi  berarti  maut  bukan ujian  terakhir.  Dalam 1

Petrus 3:19-20 dikatakan, Yesus dalam Roh memberitakan Injil kepada roh orang

mati pada zaman Nuh. Sebetulnya Yesus bukan memberitakan Injil keselamatan,

namun  memproklamirkan kebenaran Allah sehingga mencelikkan mata orang yang

dihukum tentang keadilan mengapa mereka dihukum, oleh sebab  menolak kabar

baik yang disampaikan oleh Nuh, saksi kebenaran itu.

2) Ada kebangkitan bagi semua orang (Yoh. 5:28-29).

Tubuh fana yang lama itulah yang dibangkitkan (Yoh. 20;2-7) masing- masing

dikenali dengan satu kepribadian saja, misalnya Lazarus (Luk. 16:23). Kalau ada

reinkarnasi, maka satu orang akan dikenali di alam baka dalam banyak pribadi-

pribadi. Jelas ini bertentangan dengan pernyataan Allah. Jika Alkitab menyatakan

tidak ada reinkarnasi. Nasib kekal ditentukan oleh hidup yang hanya sekali

sekarang ini. Tidak ada penentuan dalam kehidupan lain.

Alkitab mengajarkan bahwa pada waktu seseorang mati, tubuhnya menjadi tanah

dan rohnya kembali kepada Allah (Pkh. 12:7). Menurut Perjanjian Lama dikatakan roh

orang yang mati pergi ke alam berzakh atau dunia orang mati (Ibrani: Sheol), tempat roh

orang jahat  dan benar (Bil.  16:33;  24:19; Mzm. 16:10; 20:4;  139:8).  Perjanjian  baru

memberikan keterangan lebih jelas bahwa sheol itu dibagi menjadi Hades (alam maut –

Mat.   11:23;   16:18)  dan  Firdaus  (Luk.   23:43)  atau  ―pangkuan  Abraham‖  (Luk.

12:22- 23).  Hades  yaitu   ―neraka  yang  sekarang‖  sampai  pengadilan  tahta  putih

yang  besar  dalam   Why.   20:11.   Sesudah  itu   ada   Gehena,   inilah  lautan  api,

yakni  ―neraka   yang kekal‖, dimana Antikristus dan nabi palsu masuk 1000 tahun lebih

dahulu (Why. 19:20). Orang-orang yang berada di alam maut sadar, dapat merasakan

dan mengingat apa yang terjadi disekitarnya, apakah itu sukacita dalam Firdaus ataukah

penderitaan dalam Hades (Luk. 16:22- 23).

28

P. Neraka Dan Surga

Alkitab  mengajarkan  tentang  sengsara yang lain  selain  dari  alam maut  (Hades)  bagi

orang berdosa yakni gehena (lautan api)  yakni neraka yang kekal  (Mrk. 9:43-48; Why.

20:11-15). Neraka yaitu  suatu tempat siksaan bagi orang berdosa, tempat yang dikuasai

iblis,  tempat  bagi  iblis  dan malaikat-malaikatnya yang jahat.  Keadaan neraka dijelaskan

lebih jauh lagi sebagai berikut: api yang kekal (Mat. 25:41), lobang jurang maut yang tak

terduga dalamnya (Why. 9:2, 11), kegelapan yang paling gelap (Mat. 8:12), tempat siksaan

kekal  (Mat.  25:46),  murka dan hukuman Allah (Rm. 2:5),  kematian  yang kedua (Why.

21:8),  hukuman kebinasaan selama-lamanya,  dijatuhkan dari  hadirat Tuhan (2Tes. 1:9),

dosa yang kekal (Mrk. 3:29), lautan api yang menyala-nyala oleh belerang (Why. 19:20;

20:10, 14-15). Semua orang yang namanya tertulis dalam Kitab kehidupan akan

dilemparkan ke situ (Why. 20:15).

1. Keberadaan Neraka

Dapatkah Allah yang pengasih itu membiarkan manusia masuk neraka?

a. Allah itu kasih (1Yoh. 4:8) namun  juga yaitu  Allah yang kudus (1Ptr. 1:16) yang

harus menghukumkan dosa.

b. Allah tidak menghendaki  manusia  binasa. Allah  telah  menyediakan  keselamatan

manusia melalui korban Yesus Kristus di kayu salib Golgota (Rm. 5:6, 8). Jikalau

manusia menolak Juruselamat itu, mereka pergi ke neraka dengan kemauannya

sendiri.

c. Manusia tidak ragu-ragu membawa orang sakit ke rumah sakit, orang jahat ke

penjara atau mayat ke kuburan.

2. Sanggahan terhadap Api Penyucian

Perlu dicatat  bahwa Alkitab tidak mengajarkan api penyucian yang dapat mengubah

nasib  sesudah kematian.  Yang dimaksud api  penyucian  ialah  penderitaan  dalam api

sesudah kematian (seperti  neraka) yang lamanya sesuai dengan jumlah dosanya, lalu

setelah dosanya habis tertebus, ia boleh masuk surga. Pengajaran ini memberikan

pengajaran palsu, masih ada harapan di seberang kubur. Ini tidak benar! Memang ada

beberapa ayat mengenai api untuk orang beriman (Za. 13:9; Mrk. 9:49; Luk. 12:49-50;

1Ptr.  4:12).  Ini  berbicara  tentang  ―api  penyucian‖  sekarang  di  atas  muka  bumi,

yakni penderitaan yang harus dialami orang Kristen bukan sebab  kesalahan sendiri

melainkan menderita sebab  kebenaran Kristus, itu seperti api memurnikan iman kita

(1Ptr.  1:7).  Dalam cerita  tentang  Lazarus  dan  orang kaya di  dalam Lukas  16:9-31,

terdapat hal yang pasti yaitu:

a. Tidak ada pengampunan sesudah kematian.

b. Orang kaya itu berdoa supaya siksaannya dikurangi, namun  tidak dapat.

c. Orang kaya itu berdosa meminta supaya seseorang diutus kembali ke dunia untuk

memberitahukan bahwa neraka sungguh-sungguh ada dan jangan orang- orang

datang ke sana, namun  tidak diijinkan.

Oleh sebab  itu selama masih ada kesempatan di dunia, bertobatlah dari segala

dosa dan terimalah Yesus Kristus sebaga Juruselamat dan Tuhan agar kita tidak

mengalami siksaan selamanya dalam api neraka. Lokasi dunia orang mati (Hades) itu

berada di suatu tempat di rahim bumi (Bil. 16:32-33), sedangkan Gehena (lautan api)

tampaknya terletak jauh dari dunia ini, suatu tempat dalam kegelapan yang paling gelap

(Mat. 8:12; 22:13, 25:30; 2Ptr. 2:17).

3. Sifat dan Ciri-ciri Neraka

a. Neraka yaitu  tempat api yang tak terpadamkan (Markus 9:43).

b. Neraka yaitu  tempat munculnya kenangan dan penyesalah, seperti juga di Hades

(Lukas 16:19-31).

28

c. Neraka yaitu  tempat munculnya rasa haus (Lukas 16:19-31).

d. Neraka yaitu  tempat kesengsaraan dan penderitaan (Wahyu 14:10-11).

e. Neraka yaitu  tempat frustrasi dan kemarahan (Matius 13:42; 24:51).

f. Neraka yaitu  tempat pemisahan/ kematian kedua (Wahyu 2:11; 20:6, 14).

g. Neraka yaitu  tempat murka ilahi yang mutlak (Wahyu 14:10).

h. Neraka yaitu  tempat yang semula dipersiapkan bagi iblis beserta bala tentaranya 

(Matius 25:41).

i. Neraka yaitu  tempat yang diciptakan untuk ada selamanya/ kekal (Daniel 12:2).

4. Penghuni Neraka

a. Iblis (Why. 20:10).

b. Antikristus (2Tes. 2:8).

c. Nabi palsu (Why. 19:20).

d. Malaikat-malaikat yang jatuh (Mat. 25:41).

e. Semua orang yang belum diselamatkan (Why. 21:8), meliputi orang penakut, tidak

percaya, keji, pembunuh, sundal, tukang sihir, penyembah berhala, pendusta.

5. Arti Kata Neraka

Kata neraka dalam Alkitab bahasa Indonesia diterjemahkan dari beberapa kata Yunani 

yang sebenarnya berbeda:

a. Tartarus

Kata ini hanya disebutkan sekali dalam PB, yaitu dalam 2 Petrus 2:4. Yang

dimaksudkan neraka di sini merupakan suatu tempat penjara bagi malaikat yang jatuh.

Mereka inilah yang dimaksudkan dalam surat Yudas 1:6. Harus dibedakan antara roh

jahat yang dibiarkan bebas dan bekerja di dunia saat ini dengan roh jahat yang diikat/

dipenjara di Tartarus.

b. Hades

Kata ini ditemukan 10 kali dalam PB, yaitu Matius 11:23; 16:18; Lukas 10:15; 16:23;

Kisah 2:27, 31 dan Wahyu 1:18; 6:8; 20:13, 14. Keterangan lengkap tentang keadaan

Hades ini  kita peroleh dalam Lukas 16:19-31 yang menerangkan tentang Lazaruz,  si

miskin dan orang kaya. Dengan jelas pula kita mengetahui bahwa orang itu sengsara di

alam maut (hades). Namun demikian sengsara di alam maut itu (Luk. 16:23) baru

merupakan suatu tempat transisi untuk masuk ke dalam sengsara yang kekal di lautan

api (Why. 20:14).

c. Gehena

Kata ini ditemukan 12 kali dalam PB, yaitu dalam Matius 5:22, 29, 30; 10:28; 18:19;

23:15, 33; Markus 9:43, 45, 47; Lukas  12:5 dan Yakobus 3;6. Enam kali kata ini

dihubungkan dengan api, yang memang merupakan ciri neraka.

Kata  ini  diambil  dari  kata  Ibrani;  ―ge-hinom‖  yang berarti lembah Hinnom.  Pada

masa PL, orang Israel pernah memakai  lembah ini untuk mempersembahkan anak-

anak mereka kepada berhala Molokh (2Taw. 33:1-6; Yer. 7:31). Belakangan cara orang

kafir itu  dihentikan dan orang Yahudi  memakai  tempat  itu  untuk membuangsampah,

bangkai binatang dan juga para penjahat yang tidak dikubur. Untuk membakar hal itu

mereka menyalakan api untuk memusnahkannya.  Di dalam Wahyu 20:15, gehena itu

dinyatakan sebagai  lautan  api  di  mana orang-orang berdosa akan mengalami  siksaan

yang kekal selama- lamanya, bersama-sama dengan Antikristus, nabi palsu (Why. 19:20)

dan para malaikat pengikut iblis (Mat. 25:41). Menurut Wahyu 20:14 Hades atau alam

maut itu akan dilemparkan ke dalam Gehena (laut api atau neraka yang kekal). Sesudah

penghakiman dan penghukuman yang dahsyat ini, terbukalah jalan bagi suatu

penciptaan baru yang sempurna yakni langit dan bumi baru.

28

6. Surga

Alkitab mengajarkan dengan jelas bahwa ada satu tempat kebahagiaan yang pasti bagi

setiap   orang   percaya   kepada   Kristus,   yakni   Surga,   ―tempat   kediaman   Allah‖.

Setelah Yesus selesai melakukan karya-Nya di bumi, ia terangkat naik ke Surga (Kis.

1:9-11). Yesus  menyebut  tempat  itu  sebagai  ―rumah  Bapa‖  (Yoh.  14:2).  Surga

yaitu   tanah yang lebih baik, yaitu suatu tempat yang pasti (Ibr. 11:10, 16). Di tempat

itu kelak kita akan melihat wajah Tuhan Yesus Kristus (Wahyu 22;4). Dalam Wahyu

21:10-27 Yohanes menulis tentang kemuliaan Surga. Tidak ada kesakitan, sengsara dan

air mata ataupun kematian di tempat itu (Why. 7:16; 21:4). namun  yang paling indah

dari semuanya itu, yaitu bahwa Yesus Kristus berada di sana dan Dialah yang menjadi

kesukaan yang paling besar bagi tiap orang beriman.

Surga yaitu  tempat yang sama sekali tidak terdapat di dalamnya sesuatu yang najis

atau orang yang melakukan kekejian atau dusta. Tempat itu semata-mata suci (Why.

21:27). Segala yang najis tinggal di luar (Why. 22:15). Iblis tidak lagi di situ, oleh

sebab itu semua orang di surga tidak dapat dicobai.  Tidak ada lagi kerinduan untuk

berbuat dosa. Ibarat kita akan sempurna, mulia dan penuh sukacita di Surga (Why. 4:8-

12; 6:9-13).

Di surga semua orang saleh akan saling mengenal. Jadi kita akan mengenal Abraham,

Ishak dan Yakub (Mat. 8:11). Kita akan mengenakan tubuh kebangkitan yang berbeda

dengan tubuh kita sekarang (1Kor. 15:41-42). Di surga kita akan melayani Allah dan

Tuhan Yesus sampai selama-lamanya (Why. 22:3; 7:15). Alangkah dahsyatnya

kemuliaan yang Allah sediakan bagi orang yang percaya kepada Yesus Kristus. Ibukota

Surga yaitu  Yerusalem Baru, ini berbeda dengan kota Yerusalem di Israel. Ciri-ciri

Yerusalem Baru antara lain:

a. Bentuk kota ini

Kota itu berbentuk empat persegi,panjangnya sama dengan lebarnya   panjangnya

dan lebarnya dan tingginya sama (Why. 21:16).

b. Ukuran kota ini

Maka malaikat itu mengukur kota itu dengan tongkat pengukurnya; ternyata

panjangnya 2400 kilometer (Why. 21:16).

c. Penduduk kota ini

1) Malaikat-malaikat yang kudus dan terpilih.

2) Dua puluh empat tua-tua (Why. 4:4).

3) Jemaat.

4) Israel yang diselamatkan.

5) Allah Tritunggal.

d. Fondasi kota ini terdiri dari duabelas lapisan batu fondasi dengan setiap lapisannya 

diberi bertatah yang mahal (Why. 21:14).

e. Tembok-tembok kota ini sekitar 72 meter dan terbuat dari permata yaspis (Why.

21:17-18).

f. Pintu gerbang kota ini ada 12, yaitu tiga pintu di setiap sisi. Setiap gerbang terbuat

dari mutiara putih yang kokoh dan indah (Why. 21:12:13).

g. Jalan utama kota ini terbuat dari emas transparan yang murni (Why. 21:21).

h. Tahta yang di dalam kota ini (Why. 22:2).

i. Sungai kehidupan dalam kota ini (Mzm. 46:5; Why. 22:1).

j. Pohon kehidupan dalam kota ini (Why. 22:2).

k. Kegiatan orang-orang yang sudah diselamatkan di kota ini.

1) Surga merupakan tempat sorak-sorai dan nyanyian (Why. 5:9; 14:3; 15:3).

2) Surga akan merupakan tempat persekutuan.

28

3) Surga akan merupakan tempat untuk saling memberikan kesaksian.

4) Surga akan merupakan tempat untuk beribadah dan melayani (Why. 22:3).

5) Surga akan merupakan tempat untuk belajar (1Kor. 13:9:10). Unsur-unsur yang

tidak ada di Surga:

   Tidak ada lagi laut (Why. 21:1).

   Tidak ada lagi air mata, tidak ada lagi maut, tidak ada lagi dukacita (Why.

21:4).

   Tidak ada lagi matahari atau bulan (Why. 21:23).

   Tidak ada lagi keadaan tidak aman, tidak ada lagi malam (Why. 21:25).

   Tidak ada lagi dosa (Why. 21:27).

   Tidak ada lagi penyakit, tidak ada lagi kutukan (Why. 22:2).

   Tidak ada lagi rasa haus, atau rasa lapar,  atau rasa kepanasan (Why. 7:16).

Unsur-unsur yang terdapat di Surga: Kemuliaan (Yoh. 17:24; Rm. 8:18; Why.

21:23), Kekudusan (Why. 21:27), Keindahan (Mzm. 50:2), Terang Ilahi (Yes.

60:1-3, 19-20), Persatuan (Ef. 1:16),  Kesempurnaan (1Kor. 13:10), Sukacita

(Mzm. 16:11) dan Kekekalan (Yoh. 3:15).

28