Kamis, 16 Juli 2026

Allah sang tabib 7

 


dengan cara berbagi

kebahagiaan kepada orang lain.

31. Senang si latur rahim

Silaturrahim  yaitu   pekerjaan yang sulit sekali dilakukan, apalagi

bagi mereka yang tinggal di kota-kota besar, yang setiap hari disibukkan

oleh pekerjaan. Juga bagi mereka yang bekerja di kota besar tapi tinggal

di pinggiran kota. Keletihan fisik, lamanya jarak tempuh dari rumah ke

tempat bekerja dan sebaliknya, kemacetan yang menjadi “santapan”

sehari-hari, tekanan peker jaan yang terus menuntut produktivitas

sementara kemampuan semakin berkurang sebab  faktor usia dan

sebagainya, membuat waktu sangat berharga. Sehingga kalau ada

sedikit waktu rasanya ingin dihabiskan bersama keluarga. Walaupun

sebagian orang ada juga yang menghabiskan waktu di tempat-tempat

hiburan untuk menghilangkan stres.

Sesungguhnya silaturrahim sekarang sudah sangat dimudahkan

oleh teknologi. Kalau kita tidak bisa saling mengunjungi keluarga atau

teman, kita bisa bicara melalui telepon, SMS atau bahkan saling kirim

surat elektronik. sebab  esensi dari silaturrahim tidak melulu berar ti

per temuan. Tapi kalau ada kesempatan, alangkah lebih baik kalau kita

berkunjung.

Rasulullah Saw sangat senang silatur rahim. Beliau bahkan

mengancam, siapa saja yang memutuskan silaturrahim tidak akan


masuk surga. Di lain hadits beliau bersabda: “Barangsiapa yang ingin

dipanjangkan umurnya dan dimudahkan rezekinya, maka hendaknya

dia menyambung silaturrahim.”

Silaturrahim, terutama ber temu secara fisik, sebenarnya sangat

diperlukan justru oleh mereka yang sangat sibuk. Sebab bisa jadi

katarsis, saluran pelepasan dari kesuntukan aktivitas harian. Dengan

silaturrahim banyak hal bisa kita dapatkan, di samping bisa bernostalgia

dan bertukar informasi, jiwa kita bisa sehat.

32. Banyak menangis

Rasulullah Saw dalam kesendirian yaitu  sosok yang banyak sekali

menangis. Bukan sebab  beliau banyak berdosa,  sesuatu yang mustahil

ada pada diri beliau. Sebab beliau  bersifat ma’sum, terbebas dari berbuat

kesalahan dan dosa. Beliau sudah dijamin oleh Allah akan masuk surga.

Lalu mengapa beliau masih juga sering menangis? Beliau bersikap

seper ti itu sebab  kerinduan yang mendalam pada Tuhannya. Beliau

ingin sekali bertemu Kekasihnya, Allah Azza wa Jalla. Sebab tidak ada

yang beliau cintai di jagad raya ini kecuali Allah Azza wa Jalla. Di samping

itu, banyak sekali rahasia langit yang beliau ketahui, sampai-sampai

beliau mengatakan, bahwa seandainya manusia tahu seperti yang beliau

ketahui, maka mereka akan berhenti ter tawa dan banyak menangis.

Mungkin juga beliau sangat mengkhawatirkan umat beliau yang datang

di kemudian hari. “Aku haramkan neraka kepada mata yang selalu

menangis sebab  takut kepada Allah.” (HR. Ahmad dan An-Nasa’i).

Merujuk pada hadits Rasulullah Saw di atas, menangis bukanlah

sesuatu yang memalukan atau hina, bukan juga tanda kelemahan jiwa.

Justru orang yang banyak menangis menunjukkan kematangan

emosinya,  di samping bisa menyehatkan fisik dan mentalnya. Air mata

diketahui mengandung berbagai hormon yang diproduksi oleh tubuh

yang mengalami ketegangan jiwa. saat  kita menangis, hormon-hormon

ketegangan itu ikut hilang bersama air mata, sehingga jiwa kita akan


tenang kembali. Jadi, menangis bisa menjadi sarana relaksasi, juga

sebagai pelepas racun yang ada di dalam air mata.

Dr. William Frey melakukan penelitian tentang menangis di Pusat

Penelitian Mata dan Air Mata, di Sant Pholl Rams Medical Centre. Hasilnya

sangat mengejutkan. Menangis sangat berguna bagi kesehatan jiwa

dan emosi. Oleh sebab  itu, kesalahan besar kalau kita menahan-nahan

tangis, padahal menangis bisa melepaskan seseorang dari ketegangan

jiwanya.

33. Banyak mengingat mati

Di samping banyak menangis, Rasulullah Saw juga banyak mengingat

mati. Mungkin kita bertanya: “Bukankah tanpa diingatpun kematian pasti

akan datang menghampiri? Jad,i buat apa diingat-ingat?” Mengingat

mati yaitu  sarana introspeksi diri (muhasabah) dan bisa menjadi

pengendali nafsu mengejar dunia. Mengingat mati bukan dimaksudkan

untuk menghilangkan keinginan menjadi kaya raya. Tapi bagaimana

hidup itu tidak diorientasikan kepada mencari kesenangan duniawi

semata. Sesungguhnya apa yang Rasulullah Saw lakukan yaitu 

pelajaran bagi kita, umat beliau yang datang jauh sesudah  kematian

beliau. Kita hidup di jaman yang sangat memuja dunia, sehingga semua

keberhasilan parameternya yaitu  materi. Bukan indahnya tingkah laku,

ketawadhu’an dan sebagainya yang memiliki  nilai-nilai spiritual.

Rasulullah Saw bersabda: “Perbanyaklah mengingat penakluk

kenikmatan.” (HR. Baihaqi).

Pakar hadits menyatakan, bahwa sanad (jalur periwayatan) hadits

di atas lemah. Tapi bagi kita, isi hadits tersebut sangat baik bagi jiwa.

sebab  dengan mengingat “penakluk kenikmatan” atau kematian, kita

disadarkan bahwa hidup di dunia ini hanya sebentar saja. Seperti musafir

yang singgah di sebuah desa, beristirahat sejenak, kemudian

melanjutkan per jalanan kembali. Dengan banyak mengingat mati,

diharapkan kita mempersiapkan bekal untuk dibawa ke kampung akhirat.


34. Ber senda gurau

Mungkin anda akan terheran-heran dan bertanya: “Bagaimana mungkin

Rasulullah Saw yang banyak  menangis dan mengingat mati juga

bersenda gurau?” Bukankah ini menjadi ber tolak belakang dan

antiklimaks? Tidak. Justru kita menemukan kenyataan yang luar biasa

bahwasanya Rasulullah Saw benar-benar manusia paripurna, teladan

yang sempurna. Yang Allah persiapkan untuk menjadi panutan manusia

dari masa-masa yang jauh dari masa beliau. Mau dari sisi mana saja

kita melihat beliau, kita akan mendapati keindahan prilaku beliau.

Senda gurau yaitu  sesuatu yang wajar dalam kehidupan manusia.

Kendati begitu, tetap harus ada tuntunannya agar tidak kebablasan

dan menyimpang dari kepatutan prilaku. Nah, orang yang paling pantas

menuntun itu yaitu  Rasulullah Saw. Beliau juga senang bercanda. Tapi

bedanya dengan kita, dalam candapun beliau hanya mengatakan yang

benar saja. Tidak menyakiti hati, juga tidak mencela fisik. Sahabat

Abdullah Al-Harits ra. berkata: “Beliau (Rasulullah Saw) biasa melepaskan

beban dan kepenatan hidup dengan bercanda bersama keluarga.

Bahkan beliau pernah berkata: ‘Sesungguhnya aku senang bercanda,

tapi aku hanya mengatakan hal-hal yang benar saja’….”

Contoh canda Rasulullah Saw yaitu : Suatu hari seorang nenek

datang menemui Rasulullah Saw dan minta didoakan agar masuk surga

dan bisa bersama lagi dengan beliau. Rasulullah Saw sambil tersenyum

menjawab dengan maksud bercanda: “Nek, di surga itu tidak ada nenek-

nenek….”

Mendengar jawaban itu, si nenek langsung menangis. Dia merasa

sudah tidak memiliki  harapan lagi. Segera Rasulullah Saw

menjelaskan kepada si nenek, bahwa nanti semua manusia akan dijadikan

muda kembali, seperti perjaka dan gadis perawan 17-18 tahun, termasuk

si nenek. Barulah si nenek tersenyum senang. Begitulah canda

Rasulullah Saw, menghibur, mencerdaskan jiwa, dan berdasarkan

kenyataan.


35. Menjaga penampilan

Siapa pun yang melihat penampilan Rasulullah Saw pasti akan senang.

Wajah beliau selalu berseri-seri, dan penampilan beliau selalu rapi.

Rambut beliau yang berombak kadang dibiarkan tergerai sampai sebahu,

kadang dipotong pendek sampai bawah telinga. Beliau sangat

memperhatikan keindahan dan kebersihan rambutnya. Sabda beliau:

“Barangsiapa memiliki rambut, maka hendaklah dia memuliakannya.”

(Abu Daud).

“Memuliakannya” bermakna mengurus, merawat atau menjaga

keindahannya. Tidak heran saat  Rasulullah Saw wafat, hanya didapati

20 helai uban! Begitu juga dalam hal berpakaian. Memang beliau sering

menjahit pakaian beliau yang koyak, tapi itu tidak berarti bahwa pakaian

beliau compang-camping. Beliau kadang memakai gamis berlengan

panjang, kadang memakai semacam sarung. Kadang beliau memakai

penutup kepala seper ti sorban, tapi kadang-kadang tidak memakai

penutup kepala. Beliau senang menyisir jenggotnya yang lebat, memakai

celak mata dan memakai parfum, sehingga tubuh beliau selalu harum.

Beliau juga memakai cincin perak berukir tulisan “Muhammad

Rasulullah”. Beliau juga senang memakai khuf (sepatu dari kulit tebal).

Seluruh penampilan beliau enak dipandang mata, sehingga para

Sahabat ra. yang bertemu beliau tidak mau berpisah. Berada di dekat

beliau pikiran menjadi jernih, hati damai, jiwa tenang, dan ruh seperti

mendapatkan energi spiritualitasnya. Tapi konon para Sahabat ra tidak

mampu melihat sosok beliau secara utuh. Cahaya atau aura kenabian

yang memancar dari tubuh beliau membuat mata para Sahabat ra.

tidak sanggup berlama-lama menatap beliau. Makanya tidak heran,

dalam buku-buku sejarah Rasulullah Saw, seorang Sahabat hanya

melukiskan satu bagian dari tubuh beliau saja, tidak seluruhnya.

Apalagi yang bisa kita katakan bagi sosok agung ini kecuali pujian?

Shalawat dan salam semoga tercurah bagimu, ya Rasulullah…. Juga

kepada keluarga, para sahabat  ser ta orang-orang yang mengikuti


engkau sampai akhir kehidupan. Salam bagimu, wahai Nabi, kuntum

yang ingin kukecup, cawan yang ingin kureguk isinya. Meskipun dosa

dan kedegilan melumuriku, aku tetap berharap bisa menyentuh tangan

sucimu dan menciumnya dengan penuh takzim, wahai Nabi, kecintaan

penduduk langit dan bumi. Aku tetap berharap bisa menyaksikan

keindahan wajahmu yang semburat penuh cahaya.

Shalawat dan salam semoga tercurah bagimu, ya Rasulullah….

Pemilik Telaga Kautsar yang diberkati. Ijinkan aku menjadi salah seorang

yang mereguk airnya, menikmati keindahan panoramanya. Wahai

engkau, penghulu para Nabi, kekasih orang-orang mulia, pembela para

dhuafa, bukalah tabir yang menghalangi engkau dan aku. Aku ingin

ber temu, walaupun hanya dalam mimpi..

Ya Allah, jadikanlah per temuan hamba dengan-Mu juga menjadi

pertemuan hamba dengan Baginda Nabi Saw, sebaik-baik makhluk yang

Kau cipta, Kekasih orang-orang saleh, Kecintaan para Malaikat. Biarkan

hamba mereguk beningnya dan sejuknya air  Telaga Kautsar dari

genggam tangan suci beliau...

Kisah Hikmah

Jazirah Arab dilanda musim paceklik. Musim panas yang berkepanjangan

membuat tanaman-tanaman mati, sehingga harga bahan pangan

menjadi mahal. Madinah, yang biasanya subur, juga mengalami hal yang

sama. Panen para petani kurma hanya sedikit, harga gandum untuk

bahan roti juga melambung tinggi. Rakyat terancam kelaparan.

Suatu hari, para pengusaha Madinah mendengar kalau ekspedisi

niaga Utsman bin Affan ra. sedang menuju Madinah sesudah  berniaga

ke beberapa negara. Utsman ra. membawa bahan-bahan makanan yang

sangat banyak, yang bisa menghidupi seluruh warga Madinah selama

beberapa bulan. Bahan makanan itu diangkut dengan ratusan unta.

Maka para pemilik modal segera mencegat rombongan Utsman ra di

luar kota Madinah.


saat  Utsman ra. beristirahat beberapa mil dari luar kota Madinah,

para pemilik modal mendekati Utsman ra. Mereka ingin membeli bahan

pangan dari Utsman ra. dengan harga 2 atau 3 kali lipat. Mendengar

keinginan itu Utsman ra. hanya tersenyum. Beliau berkata: “Aku hanya

akan menjual semua bahan makanan ini kepada siapa yang berani

membeli dengan harga 700 kali lipat!”

Mendengar penuturan Utsman ra., para pemilik modal itu

tercengang. Mereka melobi lagi, menaikkan harga menjadi 5 kali lipat.

Tapi Utsman bin Affan ra. tidak tergiur. Dia tetap minta dibayar 700 kali

lipat. Akhirnya para pemilik modal pulang dengan kecewa. Dan esoknya

rombongan Utsman ra. bergerak ke Madinah.

Sesampainya di Madinah, Utsman ra. segera menemui Rasulullah

Saw dan menyerahkan semua bahan-bahan makanan yang dibawanya

untuk seluruh kaum Muslimin tanpa ada yang dibawa pulang ke

rumahnya! Ternyata yang dimaksud “Pembeli” oleh  Utsman ra. yaitu 

Allah Azza wa Jalla. Ya, memang Allah akan melipatgandakan amal

kebajikan  seseorang sampai 700 kali, bahkan lebih. Dan Utsman ra.,

merasa puas melakukan transaksi bisnis dengan Allah…. “Hai orang-

orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan

yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (Yaitu) kamu

beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan berjihad di jalan Allah dengan

har ta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu

mengetahuinya.” (QS. Ash-Shaff {61}: 10-11).


Beberapa tahun terakhir ini, istilah “Thibbun Nabawi” atau “Thibb An-

Nabi”  tiba-tiba menyemarakkan kosa kata kita. Secara sederhana

“Thibbun Nabawi” diartikan sebagai pengobatan –cara— Nabi Saw.

Yakni pengobatan yang sangat diyakini bersumber dari Nabi Muhammad

Saw, dengan dalil hadits-hadits beliau. Walaupun Rasulullah Saw sendiri

tidak pernah mengatakan metode pengobatan yang beliau praktikkan

sebagai Thibbun Nabawi.

Sesungguhnya Thibbun Nabawi sudah dikenal sejak dahulu. Para

Sahabat ra. dan tabi’in (orang-orang yang bertemu dengan para Sahabat

Nabi Saw), juga orang-orang sesudah mereka telah mempraktikkan

anjuran Nabi Saw dalam mencegah penyakit, mengobati rasa sakit dan

menjaga kesehatan secara umum. Kemudian para ilmuwan  dan dokter-

dokter Muslim juga menjadikan hadits-hadits Rasulullah Saw tentang

pengobatan dan kesehatan sebagai rujukan dan bandingan dalam

praktik pengobatan sesudah  mereka mengadakan penelitian terhadap

hadits-hadits tersebut. Ibnu Khaldun dalam Muqoddimah-nya yang

monumental mengatakan, bahwa kedokteran Islam (kedokteran Nabi)

muncul sebagai hasil integrasi ilmu pengobatan atau kedokteran Yunani,

Persia, India, China, dan Mesir, yang dibimbing oleh wahyu Allah melalui

sabda-sabda Rasulullah Saw. Dengan demikian, Thibbun Nabawi terjaga

dari segala khurafat yang menjurus pada kemusyrikan sebab  telah

diluruskan oleh Rasulullah Saw melalui sabda-sabda beliau.

Para ilmuwan yang peduli dengan masalah kesehatan juga banyak

yang menulis buku tentang “Thibbun Nabawi” ini. Misalnya karya Abu

Nu’aim, yang berasal dari Persia (wafat 430 H/1038 M), Ibnu Qayyim Al-

Jawziyyah, yang berasal dari Afrika Utara (wafat 751 H/1350 M) dan

karya Jalaluddin Abdurrahman As-Suyuthi, yang berasal dari Mesir (wafat

911 H/1505 M). Juga Adz-Dzahabi menulis buku Ath-Thib An-Nabawi. Ini

menunjukkan bahwa para ilmuwan itu ter tarik dan mengapresiasi

metode  pengobatan cara-cara hidup sehat yang dipraktikkan Rasulullah

Saw.


Boleh dibilang pengobatan cara Nabi yaitu  sebuah keajaiban di

dalam dunia medis. Berbagai penelitian telah dilakukan oleh para dokter

dari berbagai negara seputar pengobatan cara Nabi ini, terutama

pengobatan bekam.  Banyak orang yang meyakini, penyakitnya bisa

sembuh kalau memakai  metode pengobatan Nabi. Atau mereka

haqqul yaqin akan selalu sehat kalau mengikuti pola hidup sehat yang

dipraktikkan Nabi. Sesungguhnya keyakinan itu merupakan separuh

modal kesembuhan. Pengobatan cara Nabi juga banyak menolong orang-

orang dari kalangan dhuafa, yang tidak memiliki  biaya untuk

mendapatkan pelayanan medis. Mereka memilih “Thibb An-Nabi” sebagai

alternatif  pengobatan (bukan pengobatan alternatif), sebab   lebih murah

dan lebih kecil efek sampingnya.

Tapi kita tidak boleh gegabah dan mengambil kesimpulan yang

terlalu berani, bahwa “Thibb An-Nabi” lebih aman daripada pengobatan

modern, dan lebih syar’i. Ini bukan saja menjadikan “Thibb An-Nabi”

dan pengobatan modern berjalan saling berlawanan, tapi juga menafikan

sunnatullah. Yang saya maksud dengan sunnatullah yaitu  bahwa zaman

tidaklah diam di tempat. Jaman berubah begitu pesat seiring berlalunya

waktu, membuat seluruh aspek kehidupan kita juga berubah, termasuk

cara pandang. Metode pengobatan Nabi pada jamannya boleh dibilang

sangat modern dan memiliki  sejarah sendiri. Sekarang kita hidup di

jaman yang lebih modern dan kompleks dari masa Nabi, penyakit yang

muncul  juga lebih kompleks. Tentu saja tindakan medis yang harus

diambil juga menjadi lebih rumit dan tidak sederhana. Tapi cara-cara

pengobatan Nabi sering lebih berhasil mengatasi problem penyakit yang

tidak bisa diatasi oleh kedokteran modern. Inilah salah satu keajaiban

Thibbun Nabawi yang sudah diuji dan dibuktikan oleh dokter-dokter dari

banyak negara.

Kalau dulu dokter-dokter Muslim memaknai “Thibb An-Nabi”

sebagai anjuran untuk hidup sehat secara umum.  sebab  itu mereka

mengeksplorasi kemampuan berpikir dalam mencari cara-cara

penanganan penyakit dengan metode yang lebih baik, mengobati orang

sakit dengan pengetahuan dan keahlian. Mereka mengambil spirit “Thibb


An-Nabi” untuk bergerak ke dunia pengobatan yang lebih maju. Sehingga

tidak terjadi benturan (dan memang tidak ada yang membenturkan!),

antara “Thibb An-Nabi” dengan pengobatan yang lebih maju yang

mereka kembangkan. sebab  landasannya yaitu  anjuran untuk hidup

sehat dan berobat saat  sakit.

Praktik pengobatan cara Nabi yang belakangan marak di Indonesia

memang merupakan fenomena menarik. Mungkin ini disebabkan oleh

mahalnya harga obat dan biaya berobat, terutama di rumah sakit. Biaya

yang mahal ini membuat orang sakit dari kalangan tidak mampu mencari

alternatif  pengobatan, salah satunya yaitu  pengobatan cara Nabi.

Mencari alternatif  pengobatan lebih baik daripada mencari pengobatan

alternatif.  sebab  pengobatan alternatif  cenderung bersifat klenik. Dasar

pijaknya bukan pengetahuan tentang penyakit, cara penanganan dan

cara mengobati yang benar, tapi sesuatu yang di luar medis, bersifat

ghaib dan mistis. Sehingga menanganinya juga dengan cara-cara ghaib

dan mistis. Misalnya dengan mentransfer penyakit ke tubuh hewan dan

sebagainya.

Alangkah lebih arif kalau kita mendudukan pengobatan cara Nabi

dalam satu kotak dengan pengobatan modern. Sehingga keduanya bisa

saling melengkapi. Semangatnya yaitu  bagaimana kedua cara

pengobatan itu menjadi upaya merealisasikan perintah Nabi agar kita

berobat kepada ahlinya saat  sakit. Bukan saling mengklaim yang paling

syar’i atau paling benar. Sebenarnya, kalau kita mau jujur, pengobatan

cara Nabi tidak terlalu beda dengan pengobatan ala sinse China. Hanya

saja pengobatan China “tidak ada haditsnya”. Ini bisa dibuktikan dengan

banyaknya dokter yang mengombinasikan pengobatan cara Nabi atau

pengobatan China dengan pengobatan modern. Satu bukti kalau cara-

cara pengobatan itu bisa saling melengkapi satu sama lain.

Berikut yaitu  pengobatan yang direkomendasikan oleh Rasulullah

Saw. Dalam kesempatan ini, saya hanya memilih beberapa poin saja -

sebab  kekhususannya - dari begitu banyak pilihan pengobatan ala

Rasulullah Saw.


Hijamah atau Bekam

sebuah keajaiban pengobatan Ilahiah

Al-Hijamah secara etimologis terambil dari kata hajama, ar tinya

menyedot. Bisa dipahami kalau hijamah diar tikan sebagai menyedot

dan melepaskan darah kotor yang ada  di dalam tubuh. Tapi bisa

juga berasal dari kata hajjama, yang ar tinya mengembalikan sesuatu

pada keadaannya semula dan mencegahnya berkembang. Dari arti ini

kita memahami bahwa praktik hijamah yaitu  untuk mengembalikan

keadaan tubuh seseorang agar kembali sehat dan penyakitnya tidak

berkembang semakin parah.

Hijamah atau kita mengenalnya dengan istilah “bekam”, telah lama

dikenal oleh masyarakat sebagai salah satu cara pengobatan. Sejarah

pengobatan dengan bekam ini sudah berumur ribuan tahun, jauh

sebelum direkomendasikan oleh Nabi Saw. Negeri Tiongkok (China)

disebut-sebut sebagai tempat “kelahiran” pengobatan ini, dan orang

pertama yang melakukan bekam yaitu  dokter Xi Hung (341-281 SM).

Dia membekam pasien dengan tanduk sapi atau banteng, kemudian

menusuk dan kembali membekam sehingga darah kotor keluar dari

tubuh pasiennya. Sebab itulah orang China menyebut cara pengobatan

ini dengan istilah Jiaofa, artinya metode tanduk. Sedang Dokter Zhao Xi

Men memakai  bambu dan tembikar untuk membekam. Dia juga

menetapkan titik bekam yang sama dengan titik akupunktur. Bekam

juga dilakukan oleh orang-orang primitif  untuk mengeluarkan “roh jahat”

yang merasuki jiwa atau tubuh seseorang. Para tabib masa itu melubangi

sedikit batok kepala orang yang sakit kemudian menyedot darahnya

(ada yang langsung dengan mulut) untuk mengusir roh jahat agar keluar

bersama darah. Begitu juga di Yunani, terapi bekam sudah dikenal luas.

Para dokter  waktu itu menyandarkan praktik bekam berdasarkan teori

Hippocrates yang menyatakan, bahwa kesehatan manusia tergantung

pada keseimbangan empat cairan yang ada dalam tubuh. Yaitu, darah,

air liur, cairan empedu kuning, dan cairan empedu hitam.


Di Romawi, Dokter Galen (131-200 M), yang menulis 500 buku

pengobatan, juga memakai  terapi bekam (blood letting) untuk

mengobati pasiennya. Tapi, konon, Galen ter lalu berani dalam

mengeluarkan darah pasien, yaitu dengan memotong salah satu

pembuluh darah pasiennya.  Akibatnya tentu saja sangat fatal. Sebagian

pasien mengalami pendarahan luar biasa, dan sebagian lagi menderita

infeksi di bekas luka sayatan. Waktu itu tidak ada rakyat yang berani

menuntut Galen telah melakukan malpraktik, sebab  dia yaitu  dokter

kerajaan.

Bekam dengan cara mengeluarkan darah juga dikenal di Mesir,

India, Jepang, dan lain-lain. Istimewa di Arab, terapi bekam mendapatkan

pembenaran secara teologis melalui sabda Rasulullah Saw. Dia bukan

lagi sekedar pengobatan tapi sudah menjadi bagian dari upaya mengikuti

sunnah (perilaku) Rasulullah Saw, yang memunculkan efek lain, yakni

keyakinan dan harapan. Keyakinan mendapatkan kesembuhan, sebab 

rekomendasi dari Rasulullah Saw. Dan harapan mendapatkan

keberkahan dan pahala sebab  telah ittiba’ pada Rasulullah Saw,

mengikuti dengan rasa hormat apa yang dilakukan beliau.

Seorang juru bekam sedang membekam pasien.            Contoh alat-alat bekam

Ada banyak hadits Rasulullah Saw yang membicarakan keistimewaan

hijamah atau bekam, mungkin lebih dari 30 hadits. Misalnya hadits berikut


“(Malaikat)Jibril telah memberitahuku, bahwa hijamah (bekam)

yaitu  obat yang paling bermanfaat bagi manusia.”

“Tidak ada obat yang bisa disetarakan dengan berbekam dan

mengeluarkan darah.”

“Dalam hijamah mengandung obat penyembuh.”

“Sesungguhnya sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan yaitu 

berbekam.”

“Pada malam aku di-isra’-kan, aku tidak melewati sekelompok

malaikat kecuali mereka mengatakan ‘Hai Muhammad, suruhlah umatmu

untuk melakukan bekam!’…”.

“Berbekam mengandung obat dan keberkahan, serta menambah

kuat hafalan dan pemahaman.”

Dan masih banyak hadits lain yang senada dengan itu. Beberapa

hadits menjelaskan kapan sebaiknya bekam dilakukan, misalnya pada

saat perut dalam keadaan kosong. Hari yang baik untuk bekam yaitu 

Kamis, Senin dan Selasa. Hari Jumat, Sabtu, Ahad dan Rabu --terutama

Rabu-- tidak dianjurkan melakukan bekam. Sedang tanggal yang

mendapat rekomendasi dari Nabi Saw yaitu  tanggal 17, 19 dan 21

bulan Hijriyah. Dan waktu terbaik petang atau menjelang petang.

“Barangsiapa yang melakukan bekam dari suatu bulan tepat pada

tanggal 17, 19 dan 21,  maka baginya obat dari segala penyakit.”

Tapi bukan berarti di luar tanggal dan hari itu tidak boleh melakukan

bekam. Boleh saja, terutama saat  keadaan mendesak harus dilakukan

bekam. Imam Ahmad bin Hanbal ra. biasa berbekam saat  tekanan

darahnya sedang tinggi, pada waktu kapan saja. Jadi, tidak perlu

menunggu tanggal 17, 19 dan 21 atau hari Senin, Selasa dan Kamis,

baru berbekam. Bekam tidak direkomendasikan kepada orang tua renta,

wanita hamil, atau wanita yang sedang haid atau nifas. Bekam boleh

dilakukan kepada orang yang sedang berpuasa.

Rasulullah Saw pernah meminta tabib Abu Ibnu Ka’b untuk menusuk

kulit beliau agar mengeluarkan darah. Beliau juga pernah dibekam di

kepala, leher, pangkal paha, bagian atas telapak kaki, dan antara dua


bahu di bagian atas. Ini membuktikan bahwa beliau memang

mempraktikkan metode pengobatan ini, tidak sekadar menganjurkan

atau memerintahkan umatnya berbekam. Beliau sendiri ikut menjadi

pengguna cara pengobatan ini. Sejauh yang kita baca dalam sejarah,

pengobatan ini aman bagi beliau.

Konsep pengobatan dengan bekam sesungguhnya sangat

sederhana. Yakni meyakini bahwa sumber penyakit berasal dari darah

yang rusak atau mati. Dengan mengeluarkan darah rusak ini melalui

bekam maka kesehatan bisa lagi didapatkan, sebab  tubuh terbebas

dari ampas-ampas yang tidak dibutuhkan. Memang di dalam tubuh

ada  sel-sel darah merah yang sudah tua, yang berusia di atas 120

hari. Juga endapan dari unsur-unsur negatif,  sisa obat dan polusi kimiawi

yang berbagai macam. Darah yang telah rusak ini ikut dalam proses

sirkulasi ke seluruh tubuh, dan sering mengendap di bagian-bagian

ter tentu tubuh. Mengendapnya darah rusak di bagian ter tentu tubuh

mengakibatkan terjadinya sumbatan dan aliran darah menjadi tidak

lancar.

Tubuh manusia sebenarnya memiliki  mekanisme  alamiah untuk

membersihkan diri dari sel-sel darah yang rusak. Misalnya melalui liver,

yang berfungsi menghancurkan sel-sel darah merah yang sudah habis

masa “tugasnya” dan membersihkan tubuh dari racun. Lalu limpa, yang

ber tugas mengkarantina sel-sel darah merah yang rusak dan

menghancurkannya. Sumsum tulang ber tugas memproduksi sel-sel

darah merah yang baru.

Bekam diyakini bisa mengeluarkan sel-sel darah merah yang rusak,

yang berhasil melarikan diri dari karantina limpa. Dalam salah satu

hadits, Rasulullah Saw menyatakan, bahwa bekam itu bisa menghilangkan

penyakit yang disebabkan oleh ghalabah addam. Para Sahabat ra. yang

mulia, sebagaimana biasa, selalu sami’na wa atha’na, dengar dan patuh.

Tidak bertanya apa yang dimaksud Nabi Saw dengan ghalabah addam.

Ternyata seiring dengan kemajuan dunia medis, ghalabah addam

dipahami sebagai endapan sel darah yang telah tua dan abnormal


(wallahu a’lam). Kondisi ini yang membuat aliran darah tidak lancar,

beku, pekat, kental, dan berat. Dalam dunia medis biasa disebut

hyperemia. Darah seper ti ini sangat membebani kerja liver, jantung,

limpa, dan sebagainya.

Kajian-kajian tentang bekam banyak dilakukan oleh para dokter

yang mengapresiasi pengobatan masa lalu, dari berbagai negara. Dr.

Kawa Kurwawa dari Jepang, yang lama meneliti efektivitas bekam,

akhirnya berkesimpulan, bahwa endapan darah rusak dan mati yaitu 

sumber penyakit dan bekam dapat menyembuhkannya dan

membersihkannya! Subhanallah…. Benar lah apa yang dikatakan

Rasulullah Saw, bahwa bekam bisa menyembuhkan ghalabah addam.

Pantas juga beliau memuji juru bekam: “Sebaik-baik hamba –Allah—

yaitu  juru bekam. Dia mengeluarkan darah, meringankan daging

pinggang dan menajamkan penglihatan.” (HR. Ibnu Majah).

Hanya saja ada yang perlu diperhatikan dalam praktik bekam. Yaitu,

juru bekam harus juga mengetahui susunan anatomi tubuh manusia

dan selalu menjaga alat-alat bekam, terutama jarum atau pisau untuk

menyayat kulit, dalam kondisi steril. Jadi, tidak asal sayat dan

mengeluarkan darah, lalu selesailah tugas membekam.

Yang juga harus diperhatikan yaitu  niat kita berbekam dalam

rangka mencari kesembuhan dari Allah, mengikuti sunnah Rasulullah

Saw. Begitu juga bagi juru bekam,  membekam harus sebab  Allah,

bukan sebab  yang lain. Kalau kemudian dari profesinya itu dia

mendapatkan apresiasi, itu yaitu  rezeki dari Allah. Usahakan yang

membekam dan dibekam sama-sama dalam keadaan berwudhu. Lebih

baik lagi kalau sempat melakukan shalat sunnah (shalat Hajat) dua

rakaat.

Adapun penyakit yang bisa diobati dengan bekam antara lain:

Kanker tulang dan kanker darah (leukemia).

Gangguan jantung.

Gangguan liver, hepatitis (penyakit kuning).


Kencing manis, batu ginjal, infeksi ginjal.

Darah tinggi (hipertensi).

Rambut rontok, eksim.

Polip hidung dan sinusitis.

Rematik dan bengkak persendian.

Gangguan pada tulang rawan.

Nyeri tulang belakang dan punggung.

Nyeri pada rongga dada dan perut.

Nyeri kepala, vertigo, migren.

Melancarkan sirkulasi darah.

Pembesaran kelenjar tiroid (gondok).

Peradangan saraf.

Tegang otot (kram) dan asam urat.

Depresi, stres, insomnia, dan penyakit psikis lainnya.

Demam typhoid (tipes), maag.

Sumbatan trombos (darah beku) di pembuluh darah otak.

Kesuburan pria dan wanita, keputihan.

Asma, TBC, kolesterol

Wasir atau ambeien.

HIV (AIDS).

Dan lain-lain.

Jibril memberitahuku bahwa bekam merupakan

 pengobatan paling bermanfaat yang digunakan oleh manusia.

(Al-Hadits).

Kisah Hikmah

Ibu Maya akhirnya pasrah. Kanker payudara stadium 4 tampaknya benar-

benar akan membunuhnya. Memisahkannya dari Suami dan anak-anak

tercinta. Sudah beberapa tahun penyakit ganas itu bersarang di

tubuhnya. Entah sudah berapa dokter dan “orang pinter” didatangi,

berharap kesembuhan dari keahlian tangan dingin mereka. Tapi hasilnya


tetap nihil. Satunya-satunya jalan, yaitu  pasrah. Pasrah kepada Allah

dan menerima penyakit ini sebagai bagian dari takdir-Nya.

 Suatu hari, saudara Ibu Maya datang menjenguknya. Saat itu

payudaranya sudah membusuk dan mengeluarkan bau tidak sedap.

Oleh saudaranya, Ibu Maya disarankan agar mencoba alternatif

pengobatan cara Nabi, yaitu dibekam. Tanpa pikir panjang, Ibu Maya

langsung setuju. “Di samping berobat, kita juga mengikuti sunnah

Kanjeng Rasul. Kalau Allah tidak berkenan menyembuhkan, minimal

kita dapat pahala dan berkah.”

Kata saudara Ibu Maya cuek. Akhirnya Ibu Maya mendatangi seorang

ahli bekam yang tinggal di Bogor, dengan diantar oleh saudaranya.

Oleh  si juru bekam, payudara Ibu Maya diperiksa, lalu dia mohon ijin

untuk membekamnya. Sebelum membekam, juru bekam ini berdoa lebih

dahulu. Baru kemudian membekam. Ibu Maya bisa melihat, betapa darah

yang keluar dari tubuhnya hitam pekat dan kental. Lalu juru bekam ini

memberikan taushiyah, nasihat-nasihat agama. Mengingatkan Ibu Maya

agar hanya berharap kepada Allah, meningkatkan ibadah, berbaik

sangka, serta banyak bersedekah. Kemudian Ibu Maya diberikan obat-

obatan herbal, dan diingatkan agar datang kembali sekian hari berselang.

Subhanallah… Ibu Maya merasakan ada perubahan yang sangat

signifikan. Tubuhnya terasa ringan, kepalanya jarang pusing, dan luka

busuk di payudaranya mulai mengering. sesudah  beberapa kali terapi,

akhirnya Ibu Maya dinyatakan sembuh, atas ijin dan perkenan Allah.

Itulah salah satu keajaiban metode pengobatan Nabawi.

jika dalam metode pengobatan kalian ada kebaikan,

maka itu ada dalam bekam.

(HR. Abu Daud).


Lebah “Nabinya” Para Hewan

Di samping bekam, Rasulullah Saw juga merekomendasikan madu

sebagai salah satu obat untuk penyembuhan. Dalam salah satu hadits,

Rasulullah Saw bersabda: “Kesembuhan ada pada tiga hal : meminum

madu, goresan pembekam, dan terapi bakar (pemanasan). Namun,

aku melarang umatku melakukan terapi bakar.” (HR. Bukhari & Ibnu

Majah).

Mungkin sebagian dari kita terheran-heran saat  mendapati dalam

Al-Qur’an ada satu surat yang bernama Surat An-Nahl. An-Nahl artinya

lebah. Mengapa harus lebah? Apakah tidak ada hewan lain yang lebih

gagah daripada lebah? Singa atau harimau misalnya? Ternyata, seiring

dengan kemajuan teknologi, sekarang kita baru tahu betapa makhluk

kecil bernama lebah itu sangat luar biasa. Lebah madu (Apis mallifers)

yaitu  hewan yang sangat selektif dalam memilih makanan. Mereka

hanya memakan makanan yang bersih dan hanya satu jenis saja, yaitu

nectar tanaman (bunga). Di samping itu lebah juga hewan yang produktif,

terus bekerja.

Seorang filosof, John Chrysostom, mengatakan bahwa lebah lebih

dihormati daripada hewan lain, bukan sebab  mereka yaitu  hewan

pekerja, tapi sebab  mereka bekerja untuk “makhluk” lain. Ya, lebah

memang bekerja hampir-hampir tidak untuk dirinya sendiri, tapi untuk

makhluk lain, terutama manusia dan tetumbuhan. Lebih 80 persen

tumbuhan dibuahi oleh lebah. Diperkirakan sekitar 100.000 spesies

tumbuhan akan punah dari muka bumi seandainya lebah tidak melakukan

pembuahan. Lebah diperkirakan telah hidup lebih lama dari manusia.

Museum Sejarah Amerika di New York menyimpan lebah yang disimpan

dalam potongan fosil alat pembuat keramik. Fosil itu diperkirakan berusia

80.000.000 tahun. Mungkin lebah yang ada di fosil itu berumur lebih tua

lagi.

Sejak dahulu kala, manusia telah memakai  produk lebah,

terutama madu, untuk konsumsi dan kesehatan. Bukti historis ditemukan

di sebuah gua dekat  Valencia, Spanyol, berupa gambar purba dari


jaman Mesolitikum. Gambar itu menceritakan dua orang laki-laki sedang

mengambil madu dari sarang lebah dengan memakai  tali-temali

yang dijadikan tangga dan bertahan dari sengatan-sengatan lebah. Situs

ini dikenal dengan nama Cueva de la Arana atau Gua Laba-Laba. Orang

Mesir kuno juga memanfaatkan madu sebagai bahan makanan dan

obat. Mereka juga menjadikan lebah dalam ornament-ornamen dinding

dan sebagainya.  Begitu juga orang-orang Yunani kuno, memakai 

produk lebah sebagai suplemen dan obat. Hippocrates, Democritus,

Phythagoras, dan pemikir-pemikir hebat lainnya juga pengkonsumsi

madu.

Pliny, seorang pemikir Romawi, menulis tentang manfaat madu,

serbuk sari dan propolis sebagai bahan pengobatan. Raja-raja Romawi

yaitu  pengkonsumsi madu, yang dianggap makanan para dewa. Dalam

mitologi Romawi, dikisahkan Dewa Jupiter mengubah kekasihnya, Melisa,

menjadi lebah agar bisa menolong manusia. Di China, produk lebah

sudah dikenal luas oleh masyarakat sejak sebelum Masehi. Mereka sudah

memakai  madu sebagai penyembuh luka di samping sebagai

makanan. Konon, dalam Rig Veda, salah satu kitab suci umat Hindu

yang ditulis dalam bahasa Sanseker ta sekitar tahun 2000-3000  SM,

lebah seringkali digambarkan bersama Dewa Wisnu dan pendeta dalam

bentuk lebah biru di atas bunga teratai (lotus). Begitulah, lebah telah

menjadi hewan yang paling banyak dijadikan lambang kebajikan.

Lebah memang makhluk ajaib. Mungkin lebah bisa dianggap sebagai

“Nabi” komunitas hewan. Walapun anggapan ini memang agak

berlebihan. Tapi dari tata cara hidup lebah yang begitu bersih, teratur

dan bermanfaat bagi makhluk lain, kita dapat menyimpulkan bahwa

lebah memang ditakdirkan untuk menjadi makhluk ajaib. Semua produk

yang dihasilkan oleh lebah banyak mengandung nutrisi, seperti asam

amino, mineral, vitamin, karbohidrat, hormon, enzim, dan lain-lain.

Semua zat-zat itu sangat dibutuhkan bagi kesehatan tubuh. Madu dahulu

kala memang hanya dipergunakan sebagai pemanis saja, sebab 

manusia belum mengetahui manfaat madu yang begitu banyak. sesudah 

jaman semakin maju, manusia sudah mulai pandai berpikir, mereka


akhirnya mengetahui manfaat madu selain untuk pemanis, tapi juga

sebagai obat dan bahan kecantikan.

  

Dari makhluk kecil ini ada  nutrisi lengkap yang luar biasa

Ada kurang lebih 20.000 spesies lebah. Organisasi lebah yaitu 

organisasi hewan paling rapi di dunia. Mereka memiliki  jobdisc yang

jelas dan dengan disiplin dilaksanakan. Dalam satu sarang terkumpul

ribuan lebah, ada yang menyebutkan antara 20.000 sampai 100.000

lebah. Mereka terdiri dari ratu lebah atau lebah ratu (queen, yang hanya

satu-satunya), lebah betina (lebah pekerja, worker bees), dan lebah

jantan (drones, lebih sedikit daripada lebah betina). Ratu lebah tugasnya

hanya bertelur, lebih kurang 2000 butir sehari. Ratu lebah dibuahi oleh

lebah jantan, yang langsung mati sesudah  menyelesaikan “tugasnya”.

Telur hasil “kerja” lebah jantan yaitu  larva lebah betina, si lebah

pekerja yang hanya hidup dalam satu musim. Kalau ratu lebah tidak

dibuahi, dia tetap bertelur tapi telur itu akan menjadi larva lebah jantan.

Ini sungguh keajaiban dari hewan unik ini.

Yang menarik yaitu  tanggungjawab lebah betina begitu besar.

Mereka harus membangun sarang dan memper tahankannya dari

serangan musuh (menjadi serdadu), menjaga suhu dan kelembaban

sarang, mencari nektar (cairan dari bunga yang manis rasanya) untuk

bahan baku madu, mencari serbuk bunga, memberi asupan larva (calon

lebah), juga memberi makan dan menjaga ratu lebah. Untuk mencari


nektar, kadang lebah pekerja terbang sampai sejauh 14 km, dengan

kecepatan terbang 24 km/jam. Diketahui bahwa otak lebah pekerja lebih

besar daripada otak ratu lebah, dan kakinya memiliki  sisir untuk

menyisir serbuk bunga. Mulutnya juga rada unik, membuatnya mampu

mengisap nektar. Umumnya lebah betina terbentuk tanpa melalui

perkawinan alias parthenogenesis dan mandul sebab  hanya memiliki 

satu set kromosom (haploid).

Sebaliknya, ratu lebah hanya memiliki alat reproduksi dan

menetaskan telur saja, tubuhnya lebih besar 2-4 kali dari lebah jantan,

dan usianya bisa mencapai 3 tahun. Dia memiliki  kantung di dalam

perutnya untuk menyimpan sperma lebah jantan. Sel-sel yang nanti

akan menjadi lebah pekerja diletakkan dalam sel tersendiri. Sedangkan

sel untuk calon ratu lebah lebih luas dan memiliki bentuk yang berbeda.

Larva yang disimpan di dalam sel yang luas ini sudah bisa dipastikan

akan menjadi ratu lebah. Ratu lebah mendapat pelayanan istimewa

dari lebah pekerja, sampai makan dan membersihkan tubuhnya juga

dilakukan oleh lebah pekerja. Bahkan ratu lebah mendapatkan porsi

makan paling banyak dan jenis makanannya pun paling  spesial.

Jadi, tugas ratu lebah benar-benar hanya makan, kawin, dan

bertelur. Semua telur, larva, dan pupa (kepompong) sudah diurus oleh

lebah pekerja. Dan hanya ratu lebah yang mengasilkan feromon, yaitu

senyawa kimia yang berisi informasi, perintah atau petunjuk pelaksanaan

kerja (juklak) yang harus dilaksanakan oleh anggota komunitas. Feromon

juga berfungsi sebagai petunjuk arah agar lebah yang meninggalkan

sarang tidak salah arah saat  kembali ke sarang. Di samping juga

digunakan sebagai kompas bila mereka mau pindah sarang.

Yang lebih unik yaitu  peran yang “dimainkan” oleh lebah jantan.

Lebah ini peran utamanya yaitu  mengawini ratu lebah. Sedang untuk

urusan makan sudah diatur oleh lebah pekerja. Aktivitas harian lebah

jantan hanya makan dan tidur dan sesekali keluar sarang. Bukan untuk

mencari nektar bunga, tapi sekedar plesiran saja. Nah, sesudah  tiba

musim kawin, maka lebah jantan ini masuk waiting list, menunggu giliran

mengawini sang ratu. sesudah  mengawini sang ratu, maka selesailah


sudah peran dan tugasnya. Dia jadi lebah anumerta alias mati. Yang

kasihan kalau sedang terjadi resesi atau krisis ekonomi di sarang lebah.

Untuk mempertahankan keberlangsungan hidup sang ratu lebah, larva,

pupa dan komunitas, maka lebah pekerja melakukan gerakan clean up.

Dan korbannya yaitu  para lebah jantan. Mereka hanya diberi dua opsi;

dihukum mati atau diusir dari sarang. Bagi lebah jantan yang lemah,

dengan tanpa ampun dibinasakan oleh lebah pekerja. Lebah jantan

terbentuk sebab  perkawinan, jadi memiliki  dua set kromosom, tapi

dia tidak memiliki  sengat sebagaimana lebah betina.

Para profesor pemerhati lebah madu masih terus menyelidiki

keanehan lebah madu yang selama lebih kurang 20 juta tahun tidak

mengalami mutasi genetis. Dan lebah membutuhkan 4 juta bunga untuk

mendapatkan 1 kilogram madu. Profesor Karl von Frisch dianugerahi

Hadiah Nobel pada tahun 1973 sebab  berhasil menemukan “tarian

lebah”, yaitu cara lebah berkomunikasi dengan sesama komunitasnya.

Begitulah keunikan lebah. Siapakah yang mengatur mekanisme

kerja seper ti ini? Pastilah Allah Azza wa Jalla, Tuhan alam semesta.

“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: ‘Buatlah sarang-sarang di

bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin

manusia.’” (QS. An-Nahl {16}: 68).

Allah memberi instruksi kepada lebah untuk membangun sebuah

koloni di bukit, pohon dan lain-lain. Tentu bukan hanya itu instruksi dari

Allah kepada lebah. Wallahu a’lam.

Berikut ini beberapa produk lebah, yang banyak dicari orang:

a. Madu

Madu sudah dikenal dan dimanfaatkan oleh manusia sejak ribuan tahun

yang lalu. Bangsa Mesir kuno telah memanfaatkan madu sebagai

penyembuh luka, yakni dengan menjadikan madu sebagai salep. Ternyata

secara ilmiah penemuan bangsa Mesir kuno itu terbukti benar.  Mereka

juga menjadikan madu sebagai bahan ramuan dalam 500 resep obat,

dari 900 resep pengobatan. Bahkan Ratu Kecantikan paling legendaris


di dunia, Cleopatra, dikabarkan selalu berendam dengan susu yang

dicampur madu untuk menjaga kehalusan kulitnya. Bukan itu saja, madu

pernah juga dijadikan alat pembayar pajak pengganti emas di jaman

kekaisaran Romawi.

Berbagai universitas besar di dunia meneliti khasiat madu, dan

hasilnya sangat luar biasa. Penelitian di Universitas Purdue

menyimpulkan bahwa madu mampu meningkatkan penyerapan kalsium

oleh tubuh.

Professor Nikolai Vasilievich Tsitsin, peneliti ahli dari Longevity

Institute of Russia, mendapati kenyataan mengapa orang-orang Georgia

berumur panjang, sampai 100 tahun lebih. Ternyata kebanyakan dari

mereka yaitu  petani lebah. Setiap saat mereka minum madu murni

yang masih “kotor”.

Madu produk lebah yang kaya nutrisi

Madu murni yaitu  suplemen yang sempurna, sebab  mengandung

zat-zat yang sangat bermanfaat dan dibutuhkan tubuh, seper ti:

karbohidrat (fruktosa, maltosa, glukosa, sukrosa, dan gula lainnya),

berbagai    vitamin (B1, B2, B6, C, niasin, asam pantotenant, riboflavin,

dan lain-lain), mineral (potassium, kalium, kalsisum, mangan, fosfor,

magnesium, sodium, zink, natrium, ferum (zat besi), enzim (proteolitik,

katalase), dan masih banyak lagi zat-zat penting lainnya.

Sayangnya masyarakat Indonesia sebagian kecil saja yang

mengkonsumsi madu, hanya 15 gram/kapita per tahun. Bandingkan

dengan Inggris, Jepang, Jerman, Prancis, dan negara-negara maju


lainnya, konsumsi madu mereka rata-rata di atas 1000-1600 gram/

kapita pertahun. Rendahnya konsumsi madu di Indonesia disebabkan

oleh banyak faktor. Misalnya, pendapatan yang minim,  produksi madu

nasional juga rendah, dan masyarakat  tidak tahu manfaat madu selain

sebagai pemanis, sulit mencari madu asli (artinya yang tidak dicampur

dengan bahan lain) kalaupun ada harganya mahal. Dan yang

mengejutkan yaitu  hasil penelitian Laboratorium FMIPA Universitas

Brawijaya Malang, beberapa tahun lalu, yang menyimpulkan bahwa

kualitas madu petani lebah alami lebih baik daripada madu bermerk

yang dijual di toko-toko. Rasulullah Saw bersabda: “Gunakanlah selalu

dua macam obat, yaitu Al-Qur’an dan madu.” (HR. Bukhari).

Sabda Rasulullah Saw di atas yaitu  keterangan yang shahih, bahwa

madu memang bisa menjadi obat di samping manfaat yang lainnya.

Ada 1001 khasiat madu, antara lain:

Memperkuat sel darah putih dalam melawan virus.

Mengobati luka bakar atau borok.

Sebagai antibiotik, antioksidan dan pembunuh bakteri.

Mengobati luka jahitan pasca operasi.

Menguatkan janin dan memudahkan proses persalinan.

Memberi tenaga wanita yang baru melahirkan dan memperlancar

ASI.

Menyehatkan lambung dan mengobati infeksi lambung.

Mencegah infeksi kulit dan menghilangkan ketombe.

Mengobati masuk angin dan pusing-pusing.

Sebagai sumber tenaga atau energi instan.

Mencegah kolera dan diare.

Mengobati infeksi saluran kencing.

Mengendurkan urat saraf  yang tegang.

Menjaga kesehatan mulut, pembersih gigi, dan gusi.

Menambah kesuburan pria dan wanita ser ta menambah gairah

seksual.

Mengatasi gangguan jantung.

Mencegah radang usus besar.


Menyembuhkan radang tenggorokan.

Menurunkan kadar gula dalam darah (di bawah pengawasan dokter).

Mengatasi gangguan pernapasan dan meringankan gejala asma.

Mengatasi pilek dan mengobati batuk.

Mencegah osteoporosis dan mengobati anemia.

Mengatasi sembelit dan baik juga bagi penderita maag.

Dan masih banyak lagi manfaat dan khasiat madu. Semakin diteliti,

semakin terbukti kebenaran firman Allah Azza wa Jalla dan sabda

Rasulullah Saw tentang kehebatan madu.

b. Propolis (Lem Lebah).

Di samping madu, lebah juga menghasilkan produk ikutan yang luar

biasa, yaitu propolis. Propolis biasanya ditemukan mengalir dari ranting

dan batang pepohonan,  berupa getah manis. Dia berfungsi sebagai

pengusir hewan-hewan yang mengancam batang pepohonan. Jadi,

propolis seperti sistem pertahanan alami pepohonan. Oleh lebah, getah

manis ini diambil dengan cara memotong ranting bergetah dan

mengunyahnya sampai halus, baru sesudah  itu disimpan di dalam

keranjang yang ada  pada kaki belakangnya. Lebah tidak sepanjang

waktu mengumpulkan propolis, hanya waktu-waktu ter tentu saja,

biasanya saat matahari sedang bersinar terik. sebab  ranting dan batang

pepohonan mudah dipotong oleh lebah, saking keringnya.

Propolis memiliki fungsi yang sangat luar biasa.  Yaitu bisa sebagai

obat,  juga membantu koloni lebah dari bakteri dan infeksi virus. Para

lebah peker ja membersihkan sel-sel tempat telur dan melapisinya

dengan propolis, sebelum ratu lebah meneteskan telurnya di sana. Ini

yaitu  upaya preventif  agar larva bisa dierami di dalam lingkungan

yang steril. Propolis diketahui mengandung zat yang membuat

mikroorganisme seper ti bakteri dan virus tidak bisa hidup. Kemudian

fungsi kedua propolis yaitu  bisa menjadi perekat bagian-bagian sarang

yang rusak sebab  cuaca, misalnya hujan, hawa dingin atau sebab 

sebab-sebab lainnya dan juga untuk menyelimuti permukaan sarang.


Sarang lebah juga sangat luar biasa. Di dalamnya ada  koridor

yang dibangun oleh lebah peker ja sedemikian rumitnya, sehingga

menyerupai labirin. Makhluk asing yang berhasil masuk ke dalam sarang

lebah akan  langsung diserbu oleh lebah serdadu sampai mati. Kemudian

jasad makhluk naas ini dibebat dengan propolis lalu dibungkus dengan

getah. Hal ini dapat mencegah infeksi yang kemungkinan timbul dari

jasad makhluk asing itu.

Hasil penelitian terhadap propolis ditemukan bahwa propolis

mengandung 50 sampai 55 persen getah dan balsam, 30 persen getah

lebah (beeswax), 10 sampai 15 persen minyak alami dan 5 persen

serbuk lebah (bee pollen). Propolis diyakini bisa membantu

meningkatkan kekebalan tubuh.

c. Bee Pollen (Serbuk Lebah)

Bee Pollen yaitu  serbuk bunga yang dikumpulkan lebah untuk memberi

makan lebah-lebah muda. Tapi sebenarnya serbuk tersebut juga

merupakan bagian dari proses reproduksi tumbuhan. sebab  ternyata

serbuk lebah yaitu  benih  jantan yang seharusnya bertugas membuahi

benih betina pada tumbuhan yang dihinggapi lebah. saat  lebah

hinggap pada satu tumbuhan, dia mengambil serbuk bunga. Lalu benih

serbuk itu dicampur dengan cairan liurnya (saliva) dan nektar, yang

kemudian dikemas dan dimasukkan ke dalam keranjang di kaki

belakangnya.

       

Serbuk lebah dan lebah si penyelamat kehidupan


Lebah bisa mengumpulkan 4 juta gram serbuk tiap jam, dan mampu

hinggap pada kurang lebih 1.000 jenis tanaman yang berbeda. saat 

lebah hinggap di tumbuhan lain, benih serbuk yang telah diolah itu

sebagian jatuh dan membuahi tumbuhan itu. Begitu seterusnya, sehingga

hinggapnya lebah pada tumbuhan menjadi berkah bagi tumbuhan itu.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 80 persen tumbuhan

dibuahi dengan cara seperti itu oleh lebah. Dan telah dikalkulasi, jika

lebah tidak melakukan hal itu (membuahi tumbuhan) maka diperkirakan

ada lebih kurang 100.000 spesies akan punah.

Serbuk lebah bentuknya sangat kecil, yaitu 50/1000 mm. Butuh

14.000 serbuk berukuran besar untuk mencapai 1 g (kurang dari ½

ons). Tahun 1963, Lee Foundation for Nutritional Research di Milwaukee,

Amerika Serikat, melapor kan bahwa serbuk lebah memiliki

keseimbangan yang sempurna sehingga bisa berdiri sendiri sebagai

sebuah makanan yang lengkap. Serbuk lebah memiliki kelebihan mudah

dicerna dan diserap oleh tubuh. Tidak perlu melalui proses normal

pencernaan dan bisa segera diserap langsung dari perut menuju aliran

darah. Dan hanya perlu waktu sekitar 30 menit, strukturnya mengalami

perubahan yang drastis dalam darah. Uniknya, kandungan nutrisi serbuk

yang dikumpulkan lebah lebih baik daripada serbuk yang dikumpulkan

oleh tangan manusia. Para ahli gizi menyatakan bahwa serbuk lebah

yaitu  makanan terbaik dan hampir sempurna.

Komposisi rata-rata serbuk lebah: 60 % karbohidrat, 20 % protein,

7 % lemak, 7 % air, dan 6 % mineral. Serbuk lebah mengandung vitamin,

mineral, asam amino (bahan pembangun protein), enzim, dan asam

lemak. Dahulu orang memanfaatkan  madu dan serbuk lebah untuk

mengobati beberapa jenis penyakit, seperti susah bernapas atau sesak,

susah buang air besar, iritasi kulit, luka bakar, ginjal,  juga sering

digunakan sebagai obat  penenang. Sekarang, serbuk lebah juga

dimanfaatkan untuk mengatasi kondisi-kondisi seper ti alergi, sulit

mencerna makanan, sakit prostat, mengurangi efek akibat kemoterapi,

serta meningkatkan kemampuan atlet. Sebagian bahan kosmetik juga

memakai  serbuk lebah.


c. Royal Jel ly

Royal Jelly dikenal sebagai ‘susu lebah’. Proses pembuatannya dari

campuran serbuk yang ada dalam perut lebah pekerja. Royal Jelly

mampu mengubah larva betina dari seekor lebah pekerja yang potensial

menjadi ratu lebah. Berfungsi sebagai makanan Ratu lebah melalui

jilatan-jilatan lebah pekerja yang kemudian diserap oleh tubuh ratu

lebah sehingga ratu lebah dapat bertahan hidup lebih lama dan memiliki

ukuran yang lebih besar dari lebah yang lain.

Royal jelly mengandung 30 jenis asam amino, termasuk 8 asam

amino utama yang tidak bisa diolah oleh tubuh. Komposisi royal jelly

mirip dengan serbuk lebah, hanya saja kandungan karbohidratnya lebih

banyak, memiliki konsentrasi protein lebih tinggi, dan kaya akan hormon

alami.

Secara umum, khasiat propolis, serbuk lebah dan royal jelly tidak

jauh beda dengan madu.

d. Bee Venom (Racun Lebah)

Bee Venom merupakan sengatan racun yang digunakan lebah untuk

menyerang serangga lain. Be Venom selain dapat menyebabkan reaksi

buruk terhadap beberapa orang, tapi juga memiliki keuntungan penting

bagi perawatan arthritis (luka bakar). Komponen sengatan lebah yang

berfungsi bagi perawatan tersebut ialah mellitin dan apamin, dan juga

enzim yang mampu mengenali molekul rheumatoid dalam saluran nadi

pada bekas luka.  Penelitian lain juga menyebutkan bahwa Bee Venom

dapat merangsang pembentukan cor tisone, yaitu bahan kimia anti

pembakaran alamiah.

f. Beeswax (Getah Lebah)

Lebah memang bebar-benar hewan ajaib. Apa saja yang keluar darinya

selalu bermanfaat dan tidak terbuang. Salah satunya yaitu  getah lebah

(beeswax). Konstruksi sarang lebah terbuat dari getah lebah, yang juga


berfungsi untuk menyatukan sel-sel madu. Lebah akan mengeluarkan

getah ini sesuai dengan keinginannya, sesudah  dibuat dalam bentuk-

bentuk kecil. Bahan-bahan kosmetik, pil, permen karet, lilin,  bahan

pengobatan untuk kulit berbentuk pasta, dan lain lain bisa dibuat dari

getah lebah.

Benarlah apa yang Allah firmankan dalam Al-Qur’an, lebah memang

makhluk ajaib. Produk-produk yang dihasilkannya sangat bermanfaat

bagi manusia. Bahkan sekarang lebahnya sendiri dijadikan alat terapi,

yakni terapi dengan sengatan lebah. Walaupun sesudah  menyengat, si

lebah akhirnya mati. Dia mati dalam keadaan menolong makhluk Allah

yang lain, yakni manusia. Makhluk Allah yang paling pintar dan sempurna,

dan oleh sebab nya berani bersikap sombong dan angkuh, lalai dan

membangkang di hadapan Allah Azza wa Jalla.  Na’dzubillahi min dzalik….

Jika di sebagian obat-obatan yang kalian gunakan ada 

kebaikan, maka itu ada  dalam minuman madu, sayatan alat

bekam, atau sundutan dengan api tetapi aku tidak suka berobat

dengan sundutan api.

(HR. Bukhari).

Kisah Hikmah

Berikut ini anekdot yang saya kutip dari Majalah Al-Kisah, di rubrik Humor

Sufi. Judulnya “saat  Kyai Jadi Dokter”.

Akhir-akhir ini Mbah Dullah, sapaan K.H. Abdullah Salam, Kajen,

Pati, Jawa Tengah, mengeluh sebab  banyak orang yang sowan dengan

maksud-maksud aneh. Suatu saat , datang seseorang kepada beliau.

“Mbah, saya datang mohon agar disembuhkan penyakit saya. Saya ini

kena kecing manis dan kencing batu sekaligus.” Kata sang tamu. Mbah

Dullah pun spontan menjawab: “Sampeyan ini bagaimana, sakit begitu

kok ke saya, nggak ke dokter?” “Saya sudah ke dokter, Kiai. Tapi sudah

tiga bulan nggak ada perkembangan. Jadi, saya sowan ke mari.” Ujar


sang tamu mendesak.  “Sampean ini aneh. Dokter saja tidak bisa

menyembuhkan, apalagi saya. Saya bukan dokter, bukan dukun.” Kata

Mbah Dullah. “Tapi, pokoknya saya minta tolonglah, Mbah, bagaimana

caranya supaya penyakit saya sembuh.” Kata tamunya sambil terus

menghiba. Mbah Dullah pun berkata: “Baiklah, kalau sampean ngawur,

saya juga ngawur. Kalau mau, saya ini punya madu, minum pagi dan

sore satu sendok.” Saran Mbah Dullah kepada tamunya itu. “Tapi, penyakit

saya ini kencing manis, Kiai. Apa tidak malah bahaya kalau pake madu.”

Kilahnya. “Lho, saya tadi bilang, saya ini bukan dokter, bukan dukun.

Sampean ngawur datang ke sini, lha saya ngawur juga memberi tahu

sampean. Tapi, meskipun saya ngawur, khasiat madu ini ada di Al-Qur’an.

Terserah sampean, percaya apa tidak.” kata Mbah Dullah membela

diri. Demikianlah. Selang tidak terlalu lama, orang ini sembuh. Sebagai

tanda syukur atas rahmat Allah SWT, orang itu sowan lagi kepada Mbah

Dullah dengan membawa setumpuk uang. Mbah Dullah langsung berkata:

“Di tempat sampean apa sudah tidak ada orang miskin? Kalau sampean

menganggap saya miskin, ya saya terima. Sampeyan menganggap saya

miskin?”  “Tidak.” Jawab orang itu. “Kalau begitu, uang ini bawa pulang

saja, berikan kepada yang memerlukan.” Kata Mbah Dullah. Maka, tamu

itu membawa kembali uangnya.

Habbatussauda atau jinten hitam

Habbatussauda atau Nigella sativa, kita menyebutnya jinten hitam,

tumbuh di berbagai belahan dunia, termasuk Saudi, Afrika Utara, dan

sebagian Asia. Juga  banyak didapati di kawasan Mediteranian dan di

kawasan yang beriklim gurun dan biasa tumbuh liar.  Habbatussauda

yaitu  bunga fennel dari keluarga Ranunculaceae, biji-bijinya berbentuk

trigonal, berwarna hitam dengan ukuran antara 1-2 mm, rasanya kuat

dan pedas seperti lada.

Bunga habbatussauda ada dua macam, satu berwarna ungu

kebirubiruan dan satu lagi putih. Bunga-bunga ini tumbuh pada bagian

cabang, dan daunnya  tumbuh saling berseberangan secara


berpasangan-pasangan. Daun di bagian bawah bentuknya kecil dan

pendek,  sedangkan bagian atasnya lebih panjang, lebih kurang 6 sampai

10 cm. Batang bunganya bisa mencapai 12 hingga 18 inchi.

Habbatussauda yaitu  tumbuhan biseksual, ar tinya dapat

mengembangbiakkan dirinya sendiri. Caranya dengan membentuk

sebuah kapsul buah yang mengandung biji. Saat kapsul buah matang,

dia akan terbuka dan biji yang ada di dalamnya akan mengudara serta

berubah menjadi hitam. Itulah sebabnya habbatussauda sering  disebut

Biji Hitam (Black Seed).

Habatussauda per tama kali ditemukan di daerah Tutankhamen,

Mesir, dan memiliki peranan penting dalam praktek pengobatan

masyarakat Mesir kuno. Dioscoredes, ahli fisika Yunani abad pertama

Masehi, melaporkan bahwa habbatussauda dipakai untuk mengobati

sakit kepala, hidung tersumbat, sakit gigi, dan penyakit internis. Selain

itu juga digunakan untuk membantu masa menstruasi dan meningkatkan

produksi Air Susu Ibu. Bahkan jauh sebelum itu Hippocrates juga sudah

mengetahui khasiat habbatussauda, dan dia memakai nya untuk

mengobati disfungsi pencernaan dan hepatitis. Galen juga menganggap

habbatussauda sebagai obat berbagai penyakit.

Dokter Muslim, Al-Biruni (973-1048), yang berhasil menggabungkan

obat-obatan dari India dan Cina, mengatakan bahwa habbatussauda

yaitu  biji-bijian yang digunakan sebagai bahan nutrisi. Dan Ibnu Sina

(980-1037), dalam karya terbesarnya “The Canon of  Medicine”,

menyatakan habbatussauda sangat bermanfaat untuk menstimulasi

energi di tubuh dan membantu penyembuhan dari kelelahan atau kurang

semangat.

Dr. Ahmad Al-Qadhy dan tim-nya, pada tahun 1986,  melakukan

penelitian di Amerika tentang pengaruh  habatussauda –orang Persia

menyebutnya syuniz— terhadap  sistem kekebalan tubuh manusia.

Hasilnya sungguh menggembirakan. Habatussauda ternyata mampu

memperbaiki, menjaga, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh

manusia terhadap be