dengan cara berbagi
kebahagiaan kepada orang lain.
31. Senang si latur rahim
Silaturrahim yaitu pekerjaan yang sulit sekali dilakukan, apalagi
bagi mereka yang tinggal di kota-kota besar, yang setiap hari disibukkan
oleh pekerjaan. Juga bagi mereka yang bekerja di kota besar tapi tinggal
di pinggiran kota. Keletihan fisik, lamanya jarak tempuh dari rumah ke
tempat bekerja dan sebaliknya, kemacetan yang menjadi “santapan”
sehari-hari, tekanan peker jaan yang terus menuntut produktivitas
sementara kemampuan semakin berkurang sebab faktor usia dan
sebagainya, membuat waktu sangat berharga. Sehingga kalau ada
sedikit waktu rasanya ingin dihabiskan bersama keluarga. Walaupun
sebagian orang ada juga yang menghabiskan waktu di tempat-tempat
hiburan untuk menghilangkan stres.
Sesungguhnya silaturrahim sekarang sudah sangat dimudahkan
oleh teknologi. Kalau kita tidak bisa saling mengunjungi keluarga atau
teman, kita bisa bicara melalui telepon, SMS atau bahkan saling kirim
surat elektronik. sebab esensi dari silaturrahim tidak melulu berar ti
per temuan. Tapi kalau ada kesempatan, alangkah lebih baik kalau kita
berkunjung.
Rasulullah Saw sangat senang silatur rahim. Beliau bahkan
mengancam, siapa saja yang memutuskan silaturrahim tidak akan
masuk surga. Di lain hadits beliau bersabda: “Barangsiapa yang ingin
dipanjangkan umurnya dan dimudahkan rezekinya, maka hendaknya
dia menyambung silaturrahim.”
Silaturrahim, terutama ber temu secara fisik, sebenarnya sangat
diperlukan justru oleh mereka yang sangat sibuk. Sebab bisa jadi
katarsis, saluran pelepasan dari kesuntukan aktivitas harian. Dengan
silaturrahim banyak hal bisa kita dapatkan, di samping bisa bernostalgia
dan bertukar informasi, jiwa kita bisa sehat.
32. Banyak menangis
Rasulullah Saw dalam kesendirian yaitu sosok yang banyak sekali
menangis. Bukan sebab beliau banyak berdosa, sesuatu yang mustahil
ada pada diri beliau. Sebab beliau bersifat ma’sum, terbebas dari berbuat
kesalahan dan dosa. Beliau sudah dijamin oleh Allah akan masuk surga.
Lalu mengapa beliau masih juga sering menangis? Beliau bersikap
seper ti itu sebab kerinduan yang mendalam pada Tuhannya. Beliau
ingin sekali bertemu Kekasihnya, Allah Azza wa Jalla. Sebab tidak ada
yang beliau cintai di jagad raya ini kecuali Allah Azza wa Jalla. Di samping
itu, banyak sekali rahasia langit yang beliau ketahui, sampai-sampai
beliau mengatakan, bahwa seandainya manusia tahu seperti yang beliau
ketahui, maka mereka akan berhenti ter tawa dan banyak menangis.
Mungkin juga beliau sangat mengkhawatirkan umat beliau yang datang
di kemudian hari. “Aku haramkan neraka kepada mata yang selalu
menangis sebab takut kepada Allah.” (HR. Ahmad dan An-Nasa’i).
Merujuk pada hadits Rasulullah Saw di atas, menangis bukanlah
sesuatu yang memalukan atau hina, bukan juga tanda kelemahan jiwa.
Justru orang yang banyak menangis menunjukkan kematangan
emosinya, di samping bisa menyehatkan fisik dan mentalnya. Air mata
diketahui mengandung berbagai hormon yang diproduksi oleh tubuh
yang mengalami ketegangan jiwa. saat kita menangis, hormon-hormon
ketegangan itu ikut hilang bersama air mata, sehingga jiwa kita akan
tenang kembali. Jadi, menangis bisa menjadi sarana relaksasi, juga
sebagai pelepas racun yang ada di dalam air mata.
Dr. William Frey melakukan penelitian tentang menangis di Pusat
Penelitian Mata dan Air Mata, di Sant Pholl Rams Medical Centre. Hasilnya
sangat mengejutkan. Menangis sangat berguna bagi kesehatan jiwa
dan emosi. Oleh sebab itu, kesalahan besar kalau kita menahan-nahan
tangis, padahal menangis bisa melepaskan seseorang dari ketegangan
jiwanya.
33. Banyak mengingat mati
Di samping banyak menangis, Rasulullah Saw juga banyak mengingat
mati. Mungkin kita bertanya: “Bukankah tanpa diingatpun kematian pasti
akan datang menghampiri? Jad,i buat apa diingat-ingat?” Mengingat
mati yaitu sarana introspeksi diri (muhasabah) dan bisa menjadi
pengendali nafsu mengejar dunia. Mengingat mati bukan dimaksudkan
untuk menghilangkan keinginan menjadi kaya raya. Tapi bagaimana
hidup itu tidak diorientasikan kepada mencari kesenangan duniawi
semata. Sesungguhnya apa yang Rasulullah Saw lakukan yaitu
pelajaran bagi kita, umat beliau yang datang jauh sesudah kematian
beliau. Kita hidup di jaman yang sangat memuja dunia, sehingga semua
keberhasilan parameternya yaitu materi. Bukan indahnya tingkah laku,
ketawadhu’an dan sebagainya yang memiliki nilai-nilai spiritual.
Rasulullah Saw bersabda: “Perbanyaklah mengingat penakluk
kenikmatan.” (HR. Baihaqi).
Pakar hadits menyatakan, bahwa sanad (jalur periwayatan) hadits
di atas lemah. Tapi bagi kita, isi hadits tersebut sangat baik bagi jiwa.
sebab dengan mengingat “penakluk kenikmatan” atau kematian, kita
disadarkan bahwa hidup di dunia ini hanya sebentar saja. Seperti musafir
yang singgah di sebuah desa, beristirahat sejenak, kemudian
melanjutkan per jalanan kembali. Dengan banyak mengingat mati,
diharapkan kita mempersiapkan bekal untuk dibawa ke kampung akhirat.
34. Ber senda gurau
Mungkin anda akan terheran-heran dan bertanya: “Bagaimana mungkin
Rasulullah Saw yang banyak menangis dan mengingat mati juga
bersenda gurau?” Bukankah ini menjadi ber tolak belakang dan
antiklimaks? Tidak. Justru kita menemukan kenyataan yang luar biasa
bahwasanya Rasulullah Saw benar-benar manusia paripurna, teladan
yang sempurna. Yang Allah persiapkan untuk menjadi panutan manusia
dari masa-masa yang jauh dari masa beliau. Mau dari sisi mana saja
kita melihat beliau, kita akan mendapati keindahan prilaku beliau.
Senda gurau yaitu sesuatu yang wajar dalam kehidupan manusia.
Kendati begitu, tetap harus ada tuntunannya agar tidak kebablasan
dan menyimpang dari kepatutan prilaku. Nah, orang yang paling pantas
menuntun itu yaitu Rasulullah Saw. Beliau juga senang bercanda. Tapi
bedanya dengan kita, dalam candapun beliau hanya mengatakan yang
benar saja. Tidak menyakiti hati, juga tidak mencela fisik. Sahabat
Abdullah Al-Harits ra. berkata: “Beliau (Rasulullah Saw) biasa melepaskan
beban dan kepenatan hidup dengan bercanda bersama keluarga.
Bahkan beliau pernah berkata: ‘Sesungguhnya aku senang bercanda,
tapi aku hanya mengatakan hal-hal yang benar saja’….”
Contoh canda Rasulullah Saw yaitu : Suatu hari seorang nenek
datang menemui Rasulullah Saw dan minta didoakan agar masuk surga
dan bisa bersama lagi dengan beliau. Rasulullah Saw sambil tersenyum
menjawab dengan maksud bercanda: “Nek, di surga itu tidak ada nenek-
nenek….”
Mendengar jawaban itu, si nenek langsung menangis. Dia merasa
sudah tidak memiliki harapan lagi. Segera Rasulullah Saw
menjelaskan kepada si nenek, bahwa nanti semua manusia akan dijadikan
muda kembali, seperti perjaka dan gadis perawan 17-18 tahun, termasuk
si nenek. Barulah si nenek tersenyum senang. Begitulah canda
Rasulullah Saw, menghibur, mencerdaskan jiwa, dan berdasarkan
kenyataan.
35. Menjaga penampilan
Siapa pun yang melihat penampilan Rasulullah Saw pasti akan senang.
Wajah beliau selalu berseri-seri, dan penampilan beliau selalu rapi.
Rambut beliau yang berombak kadang dibiarkan tergerai sampai sebahu,
kadang dipotong pendek sampai bawah telinga. Beliau sangat
memperhatikan keindahan dan kebersihan rambutnya. Sabda beliau:
“Barangsiapa memiliki rambut, maka hendaklah dia memuliakannya.”
(Abu Daud).
“Memuliakannya” bermakna mengurus, merawat atau menjaga
keindahannya. Tidak heran saat Rasulullah Saw wafat, hanya didapati
20 helai uban! Begitu juga dalam hal berpakaian. Memang beliau sering
menjahit pakaian beliau yang koyak, tapi itu tidak berarti bahwa pakaian
beliau compang-camping. Beliau kadang memakai gamis berlengan
panjang, kadang memakai semacam sarung. Kadang beliau memakai
penutup kepala seper ti sorban, tapi kadang-kadang tidak memakai
penutup kepala. Beliau senang menyisir jenggotnya yang lebat, memakai
celak mata dan memakai parfum, sehingga tubuh beliau selalu harum.
Beliau juga memakai cincin perak berukir tulisan “Muhammad
Rasulullah”. Beliau juga senang memakai khuf (sepatu dari kulit tebal).
Seluruh penampilan beliau enak dipandang mata, sehingga para
Sahabat ra. yang bertemu beliau tidak mau berpisah. Berada di dekat
beliau pikiran menjadi jernih, hati damai, jiwa tenang, dan ruh seperti
mendapatkan energi spiritualitasnya. Tapi konon para Sahabat ra tidak
mampu melihat sosok beliau secara utuh. Cahaya atau aura kenabian
yang memancar dari tubuh beliau membuat mata para Sahabat ra.
tidak sanggup berlama-lama menatap beliau. Makanya tidak heran,
dalam buku-buku sejarah Rasulullah Saw, seorang Sahabat hanya
melukiskan satu bagian dari tubuh beliau saja, tidak seluruhnya.
Apalagi yang bisa kita katakan bagi sosok agung ini kecuali pujian?
Shalawat dan salam semoga tercurah bagimu, ya Rasulullah…. Juga
kepada keluarga, para sahabat ser ta orang-orang yang mengikuti
engkau sampai akhir kehidupan. Salam bagimu, wahai Nabi, kuntum
yang ingin kukecup, cawan yang ingin kureguk isinya. Meskipun dosa
dan kedegilan melumuriku, aku tetap berharap bisa menyentuh tangan
sucimu dan menciumnya dengan penuh takzim, wahai Nabi, kecintaan
penduduk langit dan bumi. Aku tetap berharap bisa menyaksikan
keindahan wajahmu yang semburat penuh cahaya.
Shalawat dan salam semoga tercurah bagimu, ya Rasulullah….
Pemilik Telaga Kautsar yang diberkati. Ijinkan aku menjadi salah seorang
yang mereguk airnya, menikmati keindahan panoramanya. Wahai
engkau, penghulu para Nabi, kekasih orang-orang mulia, pembela para
dhuafa, bukalah tabir yang menghalangi engkau dan aku. Aku ingin
ber temu, walaupun hanya dalam mimpi..
Ya Allah, jadikanlah per temuan hamba dengan-Mu juga menjadi
pertemuan hamba dengan Baginda Nabi Saw, sebaik-baik makhluk yang
Kau cipta, Kekasih orang-orang saleh, Kecintaan para Malaikat. Biarkan
hamba mereguk beningnya dan sejuknya air Telaga Kautsar dari
genggam tangan suci beliau...
Kisah Hikmah
Jazirah Arab dilanda musim paceklik. Musim panas yang berkepanjangan
membuat tanaman-tanaman mati, sehingga harga bahan pangan
menjadi mahal. Madinah, yang biasanya subur, juga mengalami hal yang
sama. Panen para petani kurma hanya sedikit, harga gandum untuk
bahan roti juga melambung tinggi. Rakyat terancam kelaparan.
Suatu hari, para pengusaha Madinah mendengar kalau ekspedisi
niaga Utsman bin Affan ra. sedang menuju Madinah sesudah berniaga
ke beberapa negara. Utsman ra. membawa bahan-bahan makanan yang
sangat banyak, yang bisa menghidupi seluruh warga Madinah selama
beberapa bulan. Bahan makanan itu diangkut dengan ratusan unta.
Maka para pemilik modal segera mencegat rombongan Utsman ra di
luar kota Madinah.
saat Utsman ra. beristirahat beberapa mil dari luar kota Madinah,
para pemilik modal mendekati Utsman ra. Mereka ingin membeli bahan
pangan dari Utsman ra. dengan harga 2 atau 3 kali lipat. Mendengar
keinginan itu Utsman ra. hanya tersenyum. Beliau berkata: “Aku hanya
akan menjual semua bahan makanan ini kepada siapa yang berani
membeli dengan harga 700 kali lipat!”
Mendengar penuturan Utsman ra., para pemilik modal itu
tercengang. Mereka melobi lagi, menaikkan harga menjadi 5 kali lipat.
Tapi Utsman bin Affan ra. tidak tergiur. Dia tetap minta dibayar 700 kali
lipat. Akhirnya para pemilik modal pulang dengan kecewa. Dan esoknya
rombongan Utsman ra. bergerak ke Madinah.
Sesampainya di Madinah, Utsman ra. segera menemui Rasulullah
Saw dan menyerahkan semua bahan-bahan makanan yang dibawanya
untuk seluruh kaum Muslimin tanpa ada yang dibawa pulang ke
rumahnya! Ternyata yang dimaksud “Pembeli” oleh Utsman ra. yaitu
Allah Azza wa Jalla. Ya, memang Allah akan melipatgandakan amal
kebajikan seseorang sampai 700 kali, bahkan lebih. Dan Utsman ra.,
merasa puas melakukan transaksi bisnis dengan Allah…. “Hai orang-
orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan
yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (Yaitu) kamu
beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan berjihad di jalan Allah dengan
har ta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu
mengetahuinya.” (QS. Ash-Shaff {61}: 10-11).
Beberapa tahun terakhir ini, istilah “Thibbun Nabawi” atau “Thibb An-
Nabi” tiba-tiba menyemarakkan kosa kata kita. Secara sederhana
“Thibbun Nabawi” diartikan sebagai pengobatan –cara— Nabi Saw.
Yakni pengobatan yang sangat diyakini bersumber dari Nabi Muhammad
Saw, dengan dalil hadits-hadits beliau. Walaupun Rasulullah Saw sendiri
tidak pernah mengatakan metode pengobatan yang beliau praktikkan
sebagai Thibbun Nabawi.
Sesungguhnya Thibbun Nabawi sudah dikenal sejak dahulu. Para
Sahabat ra. dan tabi’in (orang-orang yang bertemu dengan para Sahabat
Nabi Saw), juga orang-orang sesudah mereka telah mempraktikkan
anjuran Nabi Saw dalam mencegah penyakit, mengobati rasa sakit dan
menjaga kesehatan secara umum. Kemudian para ilmuwan dan dokter-
dokter Muslim juga menjadikan hadits-hadits Rasulullah Saw tentang
pengobatan dan kesehatan sebagai rujukan dan bandingan dalam
praktik pengobatan sesudah mereka mengadakan penelitian terhadap
hadits-hadits tersebut. Ibnu Khaldun dalam Muqoddimah-nya yang
monumental mengatakan, bahwa kedokteran Islam (kedokteran Nabi)
muncul sebagai hasil integrasi ilmu pengobatan atau kedokteran Yunani,
Persia, India, China, dan Mesir, yang dibimbing oleh wahyu Allah melalui
sabda-sabda Rasulullah Saw. Dengan demikian, Thibbun Nabawi terjaga
dari segala khurafat yang menjurus pada kemusyrikan sebab telah
diluruskan oleh Rasulullah Saw melalui sabda-sabda beliau.
Para ilmuwan yang peduli dengan masalah kesehatan juga banyak
yang menulis buku tentang “Thibbun Nabawi” ini. Misalnya karya Abu
Nu’aim, yang berasal dari Persia (wafat 430 H/1038 M), Ibnu Qayyim Al-
Jawziyyah, yang berasal dari Afrika Utara (wafat 751 H/1350 M) dan
karya Jalaluddin Abdurrahman As-Suyuthi, yang berasal dari Mesir (wafat
911 H/1505 M). Juga Adz-Dzahabi menulis buku Ath-Thib An-Nabawi. Ini
menunjukkan bahwa para ilmuwan itu ter tarik dan mengapresiasi
metode pengobatan cara-cara hidup sehat yang dipraktikkan Rasulullah
Saw.
Boleh dibilang pengobatan cara Nabi yaitu sebuah keajaiban di
dalam dunia medis. Berbagai penelitian telah dilakukan oleh para dokter
dari berbagai negara seputar pengobatan cara Nabi ini, terutama
pengobatan bekam. Banyak orang yang meyakini, penyakitnya bisa
sembuh kalau memakai metode pengobatan Nabi. Atau mereka
haqqul yaqin akan selalu sehat kalau mengikuti pola hidup sehat yang
dipraktikkan Nabi. Sesungguhnya keyakinan itu merupakan separuh
modal kesembuhan. Pengobatan cara Nabi juga banyak menolong orang-
orang dari kalangan dhuafa, yang tidak memiliki biaya untuk
mendapatkan pelayanan medis. Mereka memilih “Thibb An-Nabi” sebagai
alternatif pengobatan (bukan pengobatan alternatif), sebab lebih murah
dan lebih kecil efek sampingnya.
Tapi kita tidak boleh gegabah dan mengambil kesimpulan yang
terlalu berani, bahwa “Thibb An-Nabi” lebih aman daripada pengobatan
modern, dan lebih syar’i. Ini bukan saja menjadikan “Thibb An-Nabi”
dan pengobatan modern berjalan saling berlawanan, tapi juga menafikan
sunnatullah. Yang saya maksud dengan sunnatullah yaitu bahwa zaman
tidaklah diam di tempat. Jaman berubah begitu pesat seiring berlalunya
waktu, membuat seluruh aspek kehidupan kita juga berubah, termasuk
cara pandang. Metode pengobatan Nabi pada jamannya boleh dibilang
sangat modern dan memiliki sejarah sendiri. Sekarang kita hidup di
jaman yang lebih modern dan kompleks dari masa Nabi, penyakit yang
muncul juga lebih kompleks. Tentu saja tindakan medis yang harus
diambil juga menjadi lebih rumit dan tidak sederhana. Tapi cara-cara
pengobatan Nabi sering lebih berhasil mengatasi problem penyakit yang
tidak bisa diatasi oleh kedokteran modern. Inilah salah satu keajaiban
Thibbun Nabawi yang sudah diuji dan dibuktikan oleh dokter-dokter dari
banyak negara.
Kalau dulu dokter-dokter Muslim memaknai “Thibb An-Nabi”
sebagai anjuran untuk hidup sehat secara umum. sebab itu mereka
mengeksplorasi kemampuan berpikir dalam mencari cara-cara
penanganan penyakit dengan metode yang lebih baik, mengobati orang
sakit dengan pengetahuan dan keahlian. Mereka mengambil spirit “Thibb
An-Nabi” untuk bergerak ke dunia pengobatan yang lebih maju. Sehingga
tidak terjadi benturan (dan memang tidak ada yang membenturkan!),
antara “Thibb An-Nabi” dengan pengobatan yang lebih maju yang
mereka kembangkan. sebab landasannya yaitu anjuran untuk hidup
sehat dan berobat saat sakit.
Praktik pengobatan cara Nabi yang belakangan marak di Indonesia
memang merupakan fenomena menarik. Mungkin ini disebabkan oleh
mahalnya harga obat dan biaya berobat, terutama di rumah sakit. Biaya
yang mahal ini membuat orang sakit dari kalangan tidak mampu mencari
alternatif pengobatan, salah satunya yaitu pengobatan cara Nabi.
Mencari alternatif pengobatan lebih baik daripada mencari pengobatan
alternatif. sebab pengobatan alternatif cenderung bersifat klenik. Dasar
pijaknya bukan pengetahuan tentang penyakit, cara penanganan dan
cara mengobati yang benar, tapi sesuatu yang di luar medis, bersifat
ghaib dan mistis. Sehingga menanganinya juga dengan cara-cara ghaib
dan mistis. Misalnya dengan mentransfer penyakit ke tubuh hewan dan
sebagainya.
Alangkah lebih arif kalau kita mendudukan pengobatan cara Nabi
dalam satu kotak dengan pengobatan modern. Sehingga keduanya bisa
saling melengkapi. Semangatnya yaitu bagaimana kedua cara
pengobatan itu menjadi upaya merealisasikan perintah Nabi agar kita
berobat kepada ahlinya saat sakit. Bukan saling mengklaim yang paling
syar’i atau paling benar. Sebenarnya, kalau kita mau jujur, pengobatan
cara Nabi tidak terlalu beda dengan pengobatan ala sinse China. Hanya
saja pengobatan China “tidak ada haditsnya”. Ini bisa dibuktikan dengan
banyaknya dokter yang mengombinasikan pengobatan cara Nabi atau
pengobatan China dengan pengobatan modern. Satu bukti kalau cara-
cara pengobatan itu bisa saling melengkapi satu sama lain.
Berikut yaitu pengobatan yang direkomendasikan oleh Rasulullah
Saw. Dalam kesempatan ini, saya hanya memilih beberapa poin saja -
sebab kekhususannya - dari begitu banyak pilihan pengobatan ala
Rasulullah Saw.
Hijamah atau Bekam
sebuah keajaiban pengobatan Ilahiah
Al-Hijamah secara etimologis terambil dari kata hajama, ar tinya
menyedot. Bisa dipahami kalau hijamah diar tikan sebagai menyedot
dan melepaskan darah kotor yang ada di dalam tubuh. Tapi bisa
juga berasal dari kata hajjama, yang ar tinya mengembalikan sesuatu
pada keadaannya semula dan mencegahnya berkembang. Dari arti ini
kita memahami bahwa praktik hijamah yaitu untuk mengembalikan
keadaan tubuh seseorang agar kembali sehat dan penyakitnya tidak
berkembang semakin parah.
Hijamah atau kita mengenalnya dengan istilah “bekam”, telah lama
dikenal oleh masyarakat sebagai salah satu cara pengobatan. Sejarah
pengobatan dengan bekam ini sudah berumur ribuan tahun, jauh
sebelum direkomendasikan oleh Nabi Saw. Negeri Tiongkok (China)
disebut-sebut sebagai tempat “kelahiran” pengobatan ini, dan orang
pertama yang melakukan bekam yaitu dokter Xi Hung (341-281 SM).
Dia membekam pasien dengan tanduk sapi atau banteng, kemudian
menusuk dan kembali membekam sehingga darah kotor keluar dari
tubuh pasiennya. Sebab itulah orang China menyebut cara pengobatan
ini dengan istilah Jiaofa, artinya metode tanduk. Sedang Dokter Zhao Xi
Men memakai bambu dan tembikar untuk membekam. Dia juga
menetapkan titik bekam yang sama dengan titik akupunktur. Bekam
juga dilakukan oleh orang-orang primitif untuk mengeluarkan “roh jahat”
yang merasuki jiwa atau tubuh seseorang. Para tabib masa itu melubangi
sedikit batok kepala orang yang sakit kemudian menyedot darahnya
(ada yang langsung dengan mulut) untuk mengusir roh jahat agar keluar
bersama darah. Begitu juga di Yunani, terapi bekam sudah dikenal luas.
Para dokter waktu itu menyandarkan praktik bekam berdasarkan teori
Hippocrates yang menyatakan, bahwa kesehatan manusia tergantung
pada keseimbangan empat cairan yang ada dalam tubuh. Yaitu, darah,
air liur, cairan empedu kuning, dan cairan empedu hitam.
Di Romawi, Dokter Galen (131-200 M), yang menulis 500 buku
pengobatan, juga memakai terapi bekam (blood letting) untuk
mengobati pasiennya. Tapi, konon, Galen ter lalu berani dalam
mengeluarkan darah pasien, yaitu dengan memotong salah satu
pembuluh darah pasiennya. Akibatnya tentu saja sangat fatal. Sebagian
pasien mengalami pendarahan luar biasa, dan sebagian lagi menderita
infeksi di bekas luka sayatan. Waktu itu tidak ada rakyat yang berani
menuntut Galen telah melakukan malpraktik, sebab dia yaitu dokter
kerajaan.
Bekam dengan cara mengeluarkan darah juga dikenal di Mesir,
India, Jepang, dan lain-lain. Istimewa di Arab, terapi bekam mendapatkan
pembenaran secara teologis melalui sabda Rasulullah Saw. Dia bukan
lagi sekedar pengobatan tapi sudah menjadi bagian dari upaya mengikuti
sunnah (perilaku) Rasulullah Saw, yang memunculkan efek lain, yakni
keyakinan dan harapan. Keyakinan mendapatkan kesembuhan, sebab
rekomendasi dari Rasulullah Saw. Dan harapan mendapatkan
keberkahan dan pahala sebab telah ittiba’ pada Rasulullah Saw,
mengikuti dengan rasa hormat apa yang dilakukan beliau.
Seorang juru bekam sedang membekam pasien. Contoh alat-alat bekam
Ada banyak hadits Rasulullah Saw yang membicarakan keistimewaan
hijamah atau bekam, mungkin lebih dari 30 hadits. Misalnya hadits berikut
“(Malaikat)Jibril telah memberitahuku, bahwa hijamah (bekam)
yaitu obat yang paling bermanfaat bagi manusia.”
“Tidak ada obat yang bisa disetarakan dengan berbekam dan
mengeluarkan darah.”
“Dalam hijamah mengandung obat penyembuh.”
“Sesungguhnya sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan yaitu
berbekam.”
“Pada malam aku di-isra’-kan, aku tidak melewati sekelompok
malaikat kecuali mereka mengatakan ‘Hai Muhammad, suruhlah umatmu
untuk melakukan bekam!’…”.
“Berbekam mengandung obat dan keberkahan, serta menambah
kuat hafalan dan pemahaman.”
Dan masih banyak hadits lain yang senada dengan itu. Beberapa
hadits menjelaskan kapan sebaiknya bekam dilakukan, misalnya pada
saat perut dalam keadaan kosong. Hari yang baik untuk bekam yaitu
Kamis, Senin dan Selasa. Hari Jumat, Sabtu, Ahad dan Rabu --terutama
Rabu-- tidak dianjurkan melakukan bekam. Sedang tanggal yang
mendapat rekomendasi dari Nabi Saw yaitu tanggal 17, 19 dan 21
bulan Hijriyah. Dan waktu terbaik petang atau menjelang petang.
“Barangsiapa yang melakukan bekam dari suatu bulan tepat pada
tanggal 17, 19 dan 21, maka baginya obat dari segala penyakit.”
Tapi bukan berarti di luar tanggal dan hari itu tidak boleh melakukan
bekam. Boleh saja, terutama saat keadaan mendesak harus dilakukan
bekam. Imam Ahmad bin Hanbal ra. biasa berbekam saat tekanan
darahnya sedang tinggi, pada waktu kapan saja. Jadi, tidak perlu
menunggu tanggal 17, 19 dan 21 atau hari Senin, Selasa dan Kamis,
baru berbekam. Bekam tidak direkomendasikan kepada orang tua renta,
wanita hamil, atau wanita yang sedang haid atau nifas. Bekam boleh
dilakukan kepada orang yang sedang berpuasa.
Rasulullah Saw pernah meminta tabib Abu Ibnu Ka’b untuk menusuk
kulit beliau agar mengeluarkan darah. Beliau juga pernah dibekam di
kepala, leher, pangkal paha, bagian atas telapak kaki, dan antara dua
bahu di bagian atas. Ini membuktikan bahwa beliau memang
mempraktikkan metode pengobatan ini, tidak sekadar menganjurkan
atau memerintahkan umatnya berbekam. Beliau sendiri ikut menjadi
pengguna cara pengobatan ini. Sejauh yang kita baca dalam sejarah,
pengobatan ini aman bagi beliau.
Konsep pengobatan dengan bekam sesungguhnya sangat
sederhana. Yakni meyakini bahwa sumber penyakit berasal dari darah
yang rusak atau mati. Dengan mengeluarkan darah rusak ini melalui
bekam maka kesehatan bisa lagi didapatkan, sebab tubuh terbebas
dari ampas-ampas yang tidak dibutuhkan. Memang di dalam tubuh
ada sel-sel darah merah yang sudah tua, yang berusia di atas 120
hari. Juga endapan dari unsur-unsur negatif, sisa obat dan polusi kimiawi
yang berbagai macam. Darah yang telah rusak ini ikut dalam proses
sirkulasi ke seluruh tubuh, dan sering mengendap di bagian-bagian
ter tentu tubuh. Mengendapnya darah rusak di bagian ter tentu tubuh
mengakibatkan terjadinya sumbatan dan aliran darah menjadi tidak
lancar.
Tubuh manusia sebenarnya memiliki mekanisme alamiah untuk
membersihkan diri dari sel-sel darah yang rusak. Misalnya melalui liver,
yang berfungsi menghancurkan sel-sel darah merah yang sudah habis
masa “tugasnya” dan membersihkan tubuh dari racun. Lalu limpa, yang
ber tugas mengkarantina sel-sel darah merah yang rusak dan
menghancurkannya. Sumsum tulang ber tugas memproduksi sel-sel
darah merah yang baru.
Bekam diyakini bisa mengeluarkan sel-sel darah merah yang rusak,
yang berhasil melarikan diri dari karantina limpa. Dalam salah satu
hadits, Rasulullah Saw menyatakan, bahwa bekam itu bisa menghilangkan
penyakit yang disebabkan oleh ghalabah addam. Para Sahabat ra. yang
mulia, sebagaimana biasa, selalu sami’na wa atha’na, dengar dan patuh.
Tidak bertanya apa yang dimaksud Nabi Saw dengan ghalabah addam.
Ternyata seiring dengan kemajuan dunia medis, ghalabah addam
dipahami sebagai endapan sel darah yang telah tua dan abnormal
(wallahu a’lam). Kondisi ini yang membuat aliran darah tidak lancar,
beku, pekat, kental, dan berat. Dalam dunia medis biasa disebut
hyperemia. Darah seper ti ini sangat membebani kerja liver, jantung,
limpa, dan sebagainya.
Kajian-kajian tentang bekam banyak dilakukan oleh para dokter
yang mengapresiasi pengobatan masa lalu, dari berbagai negara. Dr.
Kawa Kurwawa dari Jepang, yang lama meneliti efektivitas bekam,
akhirnya berkesimpulan, bahwa endapan darah rusak dan mati yaitu
sumber penyakit dan bekam dapat menyembuhkannya dan
membersihkannya! Subhanallah…. Benar lah apa yang dikatakan
Rasulullah Saw, bahwa bekam bisa menyembuhkan ghalabah addam.
Pantas juga beliau memuji juru bekam: “Sebaik-baik hamba –Allah—
yaitu juru bekam. Dia mengeluarkan darah, meringankan daging
pinggang dan menajamkan penglihatan.” (HR. Ibnu Majah).
Hanya saja ada yang perlu diperhatikan dalam praktik bekam. Yaitu,
juru bekam harus juga mengetahui susunan anatomi tubuh manusia
dan selalu menjaga alat-alat bekam, terutama jarum atau pisau untuk
menyayat kulit, dalam kondisi steril. Jadi, tidak asal sayat dan
mengeluarkan darah, lalu selesailah tugas membekam.
Yang juga harus diperhatikan yaitu niat kita berbekam dalam
rangka mencari kesembuhan dari Allah, mengikuti sunnah Rasulullah
Saw. Begitu juga bagi juru bekam, membekam harus sebab Allah,
bukan sebab yang lain. Kalau kemudian dari profesinya itu dia
mendapatkan apresiasi, itu yaitu rezeki dari Allah. Usahakan yang
membekam dan dibekam sama-sama dalam keadaan berwudhu. Lebih
baik lagi kalau sempat melakukan shalat sunnah (shalat Hajat) dua
rakaat.
Adapun penyakit yang bisa diobati dengan bekam antara lain:
Kanker tulang dan kanker darah (leukemia).
Gangguan jantung.
Gangguan liver, hepatitis (penyakit kuning).
Kencing manis, batu ginjal, infeksi ginjal.
Darah tinggi (hipertensi).
Rambut rontok, eksim.
Polip hidung dan sinusitis.
Rematik dan bengkak persendian.
Gangguan pada tulang rawan.
Nyeri tulang belakang dan punggung.
Nyeri pada rongga dada dan perut.
Nyeri kepala, vertigo, migren.
Melancarkan sirkulasi darah.
Pembesaran kelenjar tiroid (gondok).
Peradangan saraf.
Tegang otot (kram) dan asam urat.
Depresi, stres, insomnia, dan penyakit psikis lainnya.
Demam typhoid (tipes), maag.
Sumbatan trombos (darah beku) di pembuluh darah otak.
Kesuburan pria dan wanita, keputihan.
Asma, TBC, kolesterol
Wasir atau ambeien.
HIV (AIDS).
Dan lain-lain.
Jibril memberitahuku bahwa bekam merupakan
pengobatan paling bermanfaat yang digunakan oleh manusia.
(Al-Hadits).
Kisah Hikmah
Ibu Maya akhirnya pasrah. Kanker payudara stadium 4 tampaknya benar-
benar akan membunuhnya. Memisahkannya dari Suami dan anak-anak
tercinta. Sudah beberapa tahun penyakit ganas itu bersarang di
tubuhnya. Entah sudah berapa dokter dan “orang pinter” didatangi,
berharap kesembuhan dari keahlian tangan dingin mereka. Tapi hasilnya
tetap nihil. Satunya-satunya jalan, yaitu pasrah. Pasrah kepada Allah
dan menerima penyakit ini sebagai bagian dari takdir-Nya.
Suatu hari, saudara Ibu Maya datang menjenguknya. Saat itu
payudaranya sudah membusuk dan mengeluarkan bau tidak sedap.
Oleh saudaranya, Ibu Maya disarankan agar mencoba alternatif
pengobatan cara Nabi, yaitu dibekam. Tanpa pikir panjang, Ibu Maya
langsung setuju. “Di samping berobat, kita juga mengikuti sunnah
Kanjeng Rasul. Kalau Allah tidak berkenan menyembuhkan, minimal
kita dapat pahala dan berkah.”
Kata saudara Ibu Maya cuek. Akhirnya Ibu Maya mendatangi seorang
ahli bekam yang tinggal di Bogor, dengan diantar oleh saudaranya.
Oleh si juru bekam, payudara Ibu Maya diperiksa, lalu dia mohon ijin
untuk membekamnya. Sebelum membekam, juru bekam ini berdoa lebih
dahulu. Baru kemudian membekam. Ibu Maya bisa melihat, betapa darah
yang keluar dari tubuhnya hitam pekat dan kental. Lalu juru bekam ini
memberikan taushiyah, nasihat-nasihat agama. Mengingatkan Ibu Maya
agar hanya berharap kepada Allah, meningkatkan ibadah, berbaik
sangka, serta banyak bersedekah. Kemudian Ibu Maya diberikan obat-
obatan herbal, dan diingatkan agar datang kembali sekian hari berselang.
Subhanallah… Ibu Maya merasakan ada perubahan yang sangat
signifikan. Tubuhnya terasa ringan, kepalanya jarang pusing, dan luka
busuk di payudaranya mulai mengering. sesudah beberapa kali terapi,
akhirnya Ibu Maya dinyatakan sembuh, atas ijin dan perkenan Allah.
Itulah salah satu keajaiban metode pengobatan Nabawi.
jika dalam metode pengobatan kalian ada kebaikan,
maka itu ada dalam bekam.
(HR. Abu Daud).
Lebah “Nabinya” Para Hewan
Di samping bekam, Rasulullah Saw juga merekomendasikan madu
sebagai salah satu obat untuk penyembuhan. Dalam salah satu hadits,
Rasulullah Saw bersabda: “Kesembuhan ada pada tiga hal : meminum
madu, goresan pembekam, dan terapi bakar (pemanasan). Namun,
aku melarang umatku melakukan terapi bakar.” (HR. Bukhari & Ibnu
Majah).
Mungkin sebagian dari kita terheran-heran saat mendapati dalam
Al-Qur’an ada satu surat yang bernama Surat An-Nahl. An-Nahl artinya
lebah. Mengapa harus lebah? Apakah tidak ada hewan lain yang lebih
gagah daripada lebah? Singa atau harimau misalnya? Ternyata, seiring
dengan kemajuan teknologi, sekarang kita baru tahu betapa makhluk
kecil bernama lebah itu sangat luar biasa. Lebah madu (Apis mallifers)
yaitu hewan yang sangat selektif dalam memilih makanan. Mereka
hanya memakan makanan yang bersih dan hanya satu jenis saja, yaitu
nectar tanaman (bunga). Di samping itu lebah juga hewan yang produktif,
terus bekerja.
Seorang filosof, John Chrysostom, mengatakan bahwa lebah lebih
dihormati daripada hewan lain, bukan sebab mereka yaitu hewan
pekerja, tapi sebab mereka bekerja untuk “makhluk” lain. Ya, lebah
memang bekerja hampir-hampir tidak untuk dirinya sendiri, tapi untuk
makhluk lain, terutama manusia dan tetumbuhan. Lebih 80 persen
tumbuhan dibuahi oleh lebah. Diperkirakan sekitar 100.000 spesies
tumbuhan akan punah dari muka bumi seandainya lebah tidak melakukan
pembuahan. Lebah diperkirakan telah hidup lebih lama dari manusia.
Museum Sejarah Amerika di New York menyimpan lebah yang disimpan
dalam potongan fosil alat pembuat keramik. Fosil itu diperkirakan berusia
80.000.000 tahun. Mungkin lebah yang ada di fosil itu berumur lebih tua
lagi.
Sejak dahulu kala, manusia telah memakai produk lebah,
terutama madu, untuk konsumsi dan kesehatan. Bukti historis ditemukan
di sebuah gua dekat Valencia, Spanyol, berupa gambar purba dari
jaman Mesolitikum. Gambar itu menceritakan dua orang laki-laki sedang
mengambil madu dari sarang lebah dengan memakai tali-temali
yang dijadikan tangga dan bertahan dari sengatan-sengatan lebah. Situs
ini dikenal dengan nama Cueva de la Arana atau Gua Laba-Laba. Orang
Mesir kuno juga memanfaatkan madu sebagai bahan makanan dan
obat. Mereka juga menjadikan lebah dalam ornament-ornamen dinding
dan sebagainya. Begitu juga orang-orang Yunani kuno, memakai
produk lebah sebagai suplemen dan obat. Hippocrates, Democritus,
Phythagoras, dan pemikir-pemikir hebat lainnya juga pengkonsumsi
madu.
Pliny, seorang pemikir Romawi, menulis tentang manfaat madu,
serbuk sari dan propolis sebagai bahan pengobatan. Raja-raja Romawi
yaitu pengkonsumsi madu, yang dianggap makanan para dewa. Dalam
mitologi Romawi, dikisahkan Dewa Jupiter mengubah kekasihnya, Melisa,
menjadi lebah agar bisa menolong manusia. Di China, produk lebah
sudah dikenal luas oleh masyarakat sejak sebelum Masehi. Mereka sudah
memakai madu sebagai penyembuh luka di samping sebagai
makanan. Konon, dalam Rig Veda, salah satu kitab suci umat Hindu
yang ditulis dalam bahasa Sanseker ta sekitar tahun 2000-3000 SM,
lebah seringkali digambarkan bersama Dewa Wisnu dan pendeta dalam
bentuk lebah biru di atas bunga teratai (lotus). Begitulah, lebah telah
menjadi hewan yang paling banyak dijadikan lambang kebajikan.
Lebah memang makhluk ajaib. Mungkin lebah bisa dianggap sebagai
“Nabi” komunitas hewan. Walapun anggapan ini memang agak
berlebihan. Tapi dari tata cara hidup lebah yang begitu bersih, teratur
dan bermanfaat bagi makhluk lain, kita dapat menyimpulkan bahwa
lebah memang ditakdirkan untuk menjadi makhluk ajaib. Semua produk
yang dihasilkan oleh lebah banyak mengandung nutrisi, seperti asam
amino, mineral, vitamin, karbohidrat, hormon, enzim, dan lain-lain.
Semua zat-zat itu sangat dibutuhkan bagi kesehatan tubuh. Madu dahulu
kala memang hanya dipergunakan sebagai pemanis saja, sebab
manusia belum mengetahui manfaat madu yang begitu banyak. sesudah
jaman semakin maju, manusia sudah mulai pandai berpikir, mereka
akhirnya mengetahui manfaat madu selain untuk pemanis, tapi juga
sebagai obat dan bahan kecantikan.
Dari makhluk kecil ini ada nutrisi lengkap yang luar biasa
Ada kurang lebih 20.000 spesies lebah. Organisasi lebah yaitu
organisasi hewan paling rapi di dunia. Mereka memiliki jobdisc yang
jelas dan dengan disiplin dilaksanakan. Dalam satu sarang terkumpul
ribuan lebah, ada yang menyebutkan antara 20.000 sampai 100.000
lebah. Mereka terdiri dari ratu lebah atau lebah ratu (queen, yang hanya
satu-satunya), lebah betina (lebah pekerja, worker bees), dan lebah
jantan (drones, lebih sedikit daripada lebah betina). Ratu lebah tugasnya
hanya bertelur, lebih kurang 2000 butir sehari. Ratu lebah dibuahi oleh
lebah jantan, yang langsung mati sesudah menyelesaikan “tugasnya”.
Telur hasil “kerja” lebah jantan yaitu larva lebah betina, si lebah
pekerja yang hanya hidup dalam satu musim. Kalau ratu lebah tidak
dibuahi, dia tetap bertelur tapi telur itu akan menjadi larva lebah jantan.
Ini sungguh keajaiban dari hewan unik ini.
Yang menarik yaitu tanggungjawab lebah betina begitu besar.
Mereka harus membangun sarang dan memper tahankannya dari
serangan musuh (menjadi serdadu), menjaga suhu dan kelembaban
sarang, mencari nektar (cairan dari bunga yang manis rasanya) untuk
bahan baku madu, mencari serbuk bunga, memberi asupan larva (calon
lebah), juga memberi makan dan menjaga ratu lebah. Untuk mencari
nektar, kadang lebah pekerja terbang sampai sejauh 14 km, dengan
kecepatan terbang 24 km/jam. Diketahui bahwa otak lebah pekerja lebih
besar daripada otak ratu lebah, dan kakinya memiliki sisir untuk
menyisir serbuk bunga. Mulutnya juga rada unik, membuatnya mampu
mengisap nektar. Umumnya lebah betina terbentuk tanpa melalui
perkawinan alias parthenogenesis dan mandul sebab hanya memiliki
satu set kromosom (haploid).
Sebaliknya, ratu lebah hanya memiliki alat reproduksi dan
menetaskan telur saja, tubuhnya lebih besar 2-4 kali dari lebah jantan,
dan usianya bisa mencapai 3 tahun. Dia memiliki kantung di dalam
perutnya untuk menyimpan sperma lebah jantan. Sel-sel yang nanti
akan menjadi lebah pekerja diletakkan dalam sel tersendiri. Sedangkan
sel untuk calon ratu lebah lebih luas dan memiliki bentuk yang berbeda.
Larva yang disimpan di dalam sel yang luas ini sudah bisa dipastikan
akan menjadi ratu lebah. Ratu lebah mendapat pelayanan istimewa
dari lebah pekerja, sampai makan dan membersihkan tubuhnya juga
dilakukan oleh lebah pekerja. Bahkan ratu lebah mendapatkan porsi
makan paling banyak dan jenis makanannya pun paling spesial.
Jadi, tugas ratu lebah benar-benar hanya makan, kawin, dan
bertelur. Semua telur, larva, dan pupa (kepompong) sudah diurus oleh
lebah pekerja. Dan hanya ratu lebah yang mengasilkan feromon, yaitu
senyawa kimia yang berisi informasi, perintah atau petunjuk pelaksanaan
kerja (juklak) yang harus dilaksanakan oleh anggota komunitas. Feromon
juga berfungsi sebagai petunjuk arah agar lebah yang meninggalkan
sarang tidak salah arah saat kembali ke sarang. Di samping juga
digunakan sebagai kompas bila mereka mau pindah sarang.
Yang lebih unik yaitu peran yang “dimainkan” oleh lebah jantan.
Lebah ini peran utamanya yaitu mengawini ratu lebah. Sedang untuk
urusan makan sudah diatur oleh lebah pekerja. Aktivitas harian lebah
jantan hanya makan dan tidur dan sesekali keluar sarang. Bukan untuk
mencari nektar bunga, tapi sekedar plesiran saja. Nah, sesudah tiba
musim kawin, maka lebah jantan ini masuk waiting list, menunggu giliran
mengawini sang ratu. sesudah mengawini sang ratu, maka selesailah
sudah peran dan tugasnya. Dia jadi lebah anumerta alias mati. Yang
kasihan kalau sedang terjadi resesi atau krisis ekonomi di sarang lebah.
Untuk mempertahankan keberlangsungan hidup sang ratu lebah, larva,
pupa dan komunitas, maka lebah pekerja melakukan gerakan clean up.
Dan korbannya yaitu para lebah jantan. Mereka hanya diberi dua opsi;
dihukum mati atau diusir dari sarang. Bagi lebah jantan yang lemah,
dengan tanpa ampun dibinasakan oleh lebah pekerja. Lebah jantan
terbentuk sebab perkawinan, jadi memiliki dua set kromosom, tapi
dia tidak memiliki sengat sebagaimana lebah betina.
Para profesor pemerhati lebah madu masih terus menyelidiki
keanehan lebah madu yang selama lebih kurang 20 juta tahun tidak
mengalami mutasi genetis. Dan lebah membutuhkan 4 juta bunga untuk
mendapatkan 1 kilogram madu. Profesor Karl von Frisch dianugerahi
Hadiah Nobel pada tahun 1973 sebab berhasil menemukan “tarian
lebah”, yaitu cara lebah berkomunikasi dengan sesama komunitasnya.
Begitulah keunikan lebah. Siapakah yang mengatur mekanisme
kerja seper ti ini? Pastilah Allah Azza wa Jalla, Tuhan alam semesta.
“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: ‘Buatlah sarang-sarang di
bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin
manusia.’” (QS. An-Nahl {16}: 68).
Allah memberi instruksi kepada lebah untuk membangun sebuah
koloni di bukit, pohon dan lain-lain. Tentu bukan hanya itu instruksi dari
Allah kepada lebah. Wallahu a’lam.
Berikut ini beberapa produk lebah, yang banyak dicari orang:
a. Madu
Madu sudah dikenal dan dimanfaatkan oleh manusia sejak ribuan tahun
yang lalu. Bangsa Mesir kuno telah memanfaatkan madu sebagai
penyembuh luka, yakni dengan menjadikan madu sebagai salep. Ternyata
secara ilmiah penemuan bangsa Mesir kuno itu terbukti benar. Mereka
juga menjadikan madu sebagai bahan ramuan dalam 500 resep obat,
dari 900 resep pengobatan. Bahkan Ratu Kecantikan paling legendaris
di dunia, Cleopatra, dikabarkan selalu berendam dengan susu yang
dicampur madu untuk menjaga kehalusan kulitnya. Bukan itu saja, madu
pernah juga dijadikan alat pembayar pajak pengganti emas di jaman
kekaisaran Romawi.
Berbagai universitas besar di dunia meneliti khasiat madu, dan
hasilnya sangat luar biasa. Penelitian di Universitas Purdue
menyimpulkan bahwa madu mampu meningkatkan penyerapan kalsium
oleh tubuh.
Professor Nikolai Vasilievich Tsitsin, peneliti ahli dari Longevity
Institute of Russia, mendapati kenyataan mengapa orang-orang Georgia
berumur panjang, sampai 100 tahun lebih. Ternyata kebanyakan dari
mereka yaitu petani lebah. Setiap saat mereka minum madu murni
yang masih “kotor”.
Madu produk lebah yang kaya nutrisi
Madu murni yaitu suplemen yang sempurna, sebab mengandung
zat-zat yang sangat bermanfaat dan dibutuhkan tubuh, seper ti:
karbohidrat (fruktosa, maltosa, glukosa, sukrosa, dan gula lainnya),
berbagai vitamin (B1, B2, B6, C, niasin, asam pantotenant, riboflavin,
dan lain-lain), mineral (potassium, kalium, kalsisum, mangan, fosfor,
magnesium, sodium, zink, natrium, ferum (zat besi), enzim (proteolitik,
katalase), dan masih banyak lagi zat-zat penting lainnya.
Sayangnya masyarakat Indonesia sebagian kecil saja yang
mengkonsumsi madu, hanya 15 gram/kapita per tahun. Bandingkan
dengan Inggris, Jepang, Jerman, Prancis, dan negara-negara maju
lainnya, konsumsi madu mereka rata-rata di atas 1000-1600 gram/
kapita pertahun. Rendahnya konsumsi madu di Indonesia disebabkan
oleh banyak faktor. Misalnya, pendapatan yang minim, produksi madu
nasional juga rendah, dan masyarakat tidak tahu manfaat madu selain
sebagai pemanis, sulit mencari madu asli (artinya yang tidak dicampur
dengan bahan lain) kalaupun ada harganya mahal. Dan yang
mengejutkan yaitu hasil penelitian Laboratorium FMIPA Universitas
Brawijaya Malang, beberapa tahun lalu, yang menyimpulkan bahwa
kualitas madu petani lebah alami lebih baik daripada madu bermerk
yang dijual di toko-toko. Rasulullah Saw bersabda: “Gunakanlah selalu
dua macam obat, yaitu Al-Qur’an dan madu.” (HR. Bukhari).
Sabda Rasulullah Saw di atas yaitu keterangan yang shahih, bahwa
madu memang bisa menjadi obat di samping manfaat yang lainnya.
Ada 1001 khasiat madu, antara lain:
Memperkuat sel darah putih dalam melawan virus.
Mengobati luka bakar atau borok.
Sebagai antibiotik, antioksidan dan pembunuh bakteri.
Mengobati luka jahitan pasca operasi.
Menguatkan janin dan memudahkan proses persalinan.
Memberi tenaga wanita yang baru melahirkan dan memperlancar
ASI.
Menyehatkan lambung dan mengobati infeksi lambung.
Mencegah infeksi kulit dan menghilangkan ketombe.
Mengobati masuk angin dan pusing-pusing.
Sebagai sumber tenaga atau energi instan.
Mencegah kolera dan diare.
Mengobati infeksi saluran kencing.
Mengendurkan urat saraf yang tegang.
Menjaga kesehatan mulut, pembersih gigi, dan gusi.
Menambah kesuburan pria dan wanita ser ta menambah gairah
seksual.
Mengatasi gangguan jantung.
Mencegah radang usus besar.
Menyembuhkan radang tenggorokan.
Menurunkan kadar gula dalam darah (di bawah pengawasan dokter).
Mengatasi gangguan pernapasan dan meringankan gejala asma.
Mengatasi pilek dan mengobati batuk.
Mencegah osteoporosis dan mengobati anemia.
Mengatasi sembelit dan baik juga bagi penderita maag.
Dan masih banyak lagi manfaat dan khasiat madu. Semakin diteliti,
semakin terbukti kebenaran firman Allah Azza wa Jalla dan sabda
Rasulullah Saw tentang kehebatan madu.
b. Propolis (Lem Lebah).
Di samping madu, lebah juga menghasilkan produk ikutan yang luar
biasa, yaitu propolis. Propolis biasanya ditemukan mengalir dari ranting
dan batang pepohonan, berupa getah manis. Dia berfungsi sebagai
pengusir hewan-hewan yang mengancam batang pepohonan. Jadi,
propolis seperti sistem pertahanan alami pepohonan. Oleh lebah, getah
manis ini diambil dengan cara memotong ranting bergetah dan
mengunyahnya sampai halus, baru sesudah itu disimpan di dalam
keranjang yang ada pada kaki belakangnya. Lebah tidak sepanjang
waktu mengumpulkan propolis, hanya waktu-waktu ter tentu saja,
biasanya saat matahari sedang bersinar terik. sebab ranting dan batang
pepohonan mudah dipotong oleh lebah, saking keringnya.
Propolis memiliki fungsi yang sangat luar biasa. Yaitu bisa sebagai
obat, juga membantu koloni lebah dari bakteri dan infeksi virus. Para
lebah peker ja membersihkan sel-sel tempat telur dan melapisinya
dengan propolis, sebelum ratu lebah meneteskan telurnya di sana. Ini
yaitu upaya preventif agar larva bisa dierami di dalam lingkungan
yang steril. Propolis diketahui mengandung zat yang membuat
mikroorganisme seper ti bakteri dan virus tidak bisa hidup. Kemudian
fungsi kedua propolis yaitu bisa menjadi perekat bagian-bagian sarang
yang rusak sebab cuaca, misalnya hujan, hawa dingin atau sebab
sebab-sebab lainnya dan juga untuk menyelimuti permukaan sarang.
Sarang lebah juga sangat luar biasa. Di dalamnya ada koridor
yang dibangun oleh lebah peker ja sedemikian rumitnya, sehingga
menyerupai labirin. Makhluk asing yang berhasil masuk ke dalam sarang
lebah akan langsung diserbu oleh lebah serdadu sampai mati. Kemudian
jasad makhluk naas ini dibebat dengan propolis lalu dibungkus dengan
getah. Hal ini dapat mencegah infeksi yang kemungkinan timbul dari
jasad makhluk asing itu.
Hasil penelitian terhadap propolis ditemukan bahwa propolis
mengandung 50 sampai 55 persen getah dan balsam, 30 persen getah
lebah (beeswax), 10 sampai 15 persen minyak alami dan 5 persen
serbuk lebah (bee pollen). Propolis diyakini bisa membantu
meningkatkan kekebalan tubuh.
c. Bee Pollen (Serbuk Lebah)
Bee Pollen yaitu serbuk bunga yang dikumpulkan lebah untuk memberi
makan lebah-lebah muda. Tapi sebenarnya serbuk tersebut juga
merupakan bagian dari proses reproduksi tumbuhan. sebab ternyata
serbuk lebah yaitu benih jantan yang seharusnya bertugas membuahi
benih betina pada tumbuhan yang dihinggapi lebah. saat lebah
hinggap pada satu tumbuhan, dia mengambil serbuk bunga. Lalu benih
serbuk itu dicampur dengan cairan liurnya (saliva) dan nektar, yang
kemudian dikemas dan dimasukkan ke dalam keranjang di kaki
belakangnya.
Serbuk lebah dan lebah si penyelamat kehidupan
Lebah bisa mengumpulkan 4 juta gram serbuk tiap jam, dan mampu
hinggap pada kurang lebih 1.000 jenis tanaman yang berbeda. saat
lebah hinggap di tumbuhan lain, benih serbuk yang telah diolah itu
sebagian jatuh dan membuahi tumbuhan itu. Begitu seterusnya, sehingga
hinggapnya lebah pada tumbuhan menjadi berkah bagi tumbuhan itu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 80 persen tumbuhan
dibuahi dengan cara seperti itu oleh lebah. Dan telah dikalkulasi, jika
lebah tidak melakukan hal itu (membuahi tumbuhan) maka diperkirakan
ada lebih kurang 100.000 spesies akan punah.
Serbuk lebah bentuknya sangat kecil, yaitu 50/1000 mm. Butuh
14.000 serbuk berukuran besar untuk mencapai 1 g (kurang dari ½
ons). Tahun 1963, Lee Foundation for Nutritional Research di Milwaukee,
Amerika Serikat, melapor kan bahwa serbuk lebah memiliki
keseimbangan yang sempurna sehingga bisa berdiri sendiri sebagai
sebuah makanan yang lengkap. Serbuk lebah memiliki kelebihan mudah
dicerna dan diserap oleh tubuh. Tidak perlu melalui proses normal
pencernaan dan bisa segera diserap langsung dari perut menuju aliran
darah. Dan hanya perlu waktu sekitar 30 menit, strukturnya mengalami
perubahan yang drastis dalam darah. Uniknya, kandungan nutrisi serbuk
yang dikumpulkan lebah lebih baik daripada serbuk yang dikumpulkan
oleh tangan manusia. Para ahli gizi menyatakan bahwa serbuk lebah
yaitu makanan terbaik dan hampir sempurna.
Komposisi rata-rata serbuk lebah: 60 % karbohidrat, 20 % protein,
7 % lemak, 7 % air, dan 6 % mineral. Serbuk lebah mengandung vitamin,
mineral, asam amino (bahan pembangun protein), enzim, dan asam
lemak. Dahulu orang memanfaatkan madu dan serbuk lebah untuk
mengobati beberapa jenis penyakit, seperti susah bernapas atau sesak,
susah buang air besar, iritasi kulit, luka bakar, ginjal, juga sering
digunakan sebagai obat penenang. Sekarang, serbuk lebah juga
dimanfaatkan untuk mengatasi kondisi-kondisi seper ti alergi, sulit
mencerna makanan, sakit prostat, mengurangi efek akibat kemoterapi,
serta meningkatkan kemampuan atlet. Sebagian bahan kosmetik juga
memakai serbuk lebah.
c. Royal Jel ly
Royal Jelly dikenal sebagai ‘susu lebah’. Proses pembuatannya dari
campuran serbuk yang ada dalam perut lebah pekerja. Royal Jelly
mampu mengubah larva betina dari seekor lebah pekerja yang potensial
menjadi ratu lebah. Berfungsi sebagai makanan Ratu lebah melalui
jilatan-jilatan lebah pekerja yang kemudian diserap oleh tubuh ratu
lebah sehingga ratu lebah dapat bertahan hidup lebih lama dan memiliki
ukuran yang lebih besar dari lebah yang lain.
Royal jelly mengandung 30 jenis asam amino, termasuk 8 asam
amino utama yang tidak bisa diolah oleh tubuh. Komposisi royal jelly
mirip dengan serbuk lebah, hanya saja kandungan karbohidratnya lebih
banyak, memiliki konsentrasi protein lebih tinggi, dan kaya akan hormon
alami.
Secara umum, khasiat propolis, serbuk lebah dan royal jelly tidak
jauh beda dengan madu.
d. Bee Venom (Racun Lebah)
Bee Venom merupakan sengatan racun yang digunakan lebah untuk
menyerang serangga lain. Be Venom selain dapat menyebabkan reaksi
buruk terhadap beberapa orang, tapi juga memiliki keuntungan penting
bagi perawatan arthritis (luka bakar). Komponen sengatan lebah yang
berfungsi bagi perawatan tersebut ialah mellitin dan apamin, dan juga
enzim yang mampu mengenali molekul rheumatoid dalam saluran nadi
pada bekas luka. Penelitian lain juga menyebutkan bahwa Bee Venom
dapat merangsang pembentukan cor tisone, yaitu bahan kimia anti
pembakaran alamiah.
f. Beeswax (Getah Lebah)
Lebah memang bebar-benar hewan ajaib. Apa saja yang keluar darinya
selalu bermanfaat dan tidak terbuang. Salah satunya yaitu getah lebah
(beeswax). Konstruksi sarang lebah terbuat dari getah lebah, yang juga
berfungsi untuk menyatukan sel-sel madu. Lebah akan mengeluarkan
getah ini sesuai dengan keinginannya, sesudah dibuat dalam bentuk-
bentuk kecil. Bahan-bahan kosmetik, pil, permen karet, lilin, bahan
pengobatan untuk kulit berbentuk pasta, dan lain lain bisa dibuat dari
getah lebah.
Benarlah apa yang Allah firmankan dalam Al-Qur’an, lebah memang
makhluk ajaib. Produk-produk yang dihasilkannya sangat bermanfaat
bagi manusia. Bahkan sekarang lebahnya sendiri dijadikan alat terapi,
yakni terapi dengan sengatan lebah. Walaupun sesudah menyengat, si
lebah akhirnya mati. Dia mati dalam keadaan menolong makhluk Allah
yang lain, yakni manusia. Makhluk Allah yang paling pintar dan sempurna,
dan oleh sebab nya berani bersikap sombong dan angkuh, lalai dan
membangkang di hadapan Allah Azza wa Jalla. Na’dzubillahi min dzalik….
Jika di sebagian obat-obatan yang kalian gunakan ada
kebaikan, maka itu ada dalam minuman madu, sayatan alat
bekam, atau sundutan dengan api tetapi aku tidak suka berobat
dengan sundutan api.
(HR. Bukhari).
Kisah Hikmah
Berikut ini anekdot yang saya kutip dari Majalah Al-Kisah, di rubrik Humor
Sufi. Judulnya “saat Kyai Jadi Dokter”.
Akhir-akhir ini Mbah Dullah, sapaan K.H. Abdullah Salam, Kajen,
Pati, Jawa Tengah, mengeluh sebab banyak orang yang sowan dengan
maksud-maksud aneh. Suatu saat , datang seseorang kepada beliau.
“Mbah, saya datang mohon agar disembuhkan penyakit saya. Saya ini
kena kecing manis dan kencing batu sekaligus.” Kata sang tamu. Mbah
Dullah pun spontan menjawab: “Sampeyan ini bagaimana, sakit begitu
kok ke saya, nggak ke dokter?” “Saya sudah ke dokter, Kiai. Tapi sudah
tiga bulan nggak ada perkembangan. Jadi, saya sowan ke mari.” Ujar
sang tamu mendesak. “Sampean ini aneh. Dokter saja tidak bisa
menyembuhkan, apalagi saya. Saya bukan dokter, bukan dukun.” Kata
Mbah Dullah. “Tapi, pokoknya saya minta tolonglah, Mbah, bagaimana
caranya supaya penyakit saya sembuh.” Kata tamunya sambil terus
menghiba. Mbah Dullah pun berkata: “Baiklah, kalau sampean ngawur,
saya juga ngawur. Kalau mau, saya ini punya madu, minum pagi dan
sore satu sendok.” Saran Mbah Dullah kepada tamunya itu. “Tapi, penyakit
saya ini kencing manis, Kiai. Apa tidak malah bahaya kalau pake madu.”
Kilahnya. “Lho, saya tadi bilang, saya ini bukan dokter, bukan dukun.
Sampean ngawur datang ke sini, lha saya ngawur juga memberi tahu
sampean. Tapi, meskipun saya ngawur, khasiat madu ini ada di Al-Qur’an.
Terserah sampean, percaya apa tidak.” kata Mbah Dullah membela
diri. Demikianlah. Selang tidak terlalu lama, orang ini sembuh. Sebagai
tanda syukur atas rahmat Allah SWT, orang itu sowan lagi kepada Mbah
Dullah dengan membawa setumpuk uang. Mbah Dullah langsung berkata:
“Di tempat sampean apa sudah tidak ada orang miskin? Kalau sampean
menganggap saya miskin, ya saya terima. Sampeyan menganggap saya
miskin?” “Tidak.” Jawab orang itu. “Kalau begitu, uang ini bawa pulang
saja, berikan kepada yang memerlukan.” Kata Mbah Dullah. Maka, tamu
itu membawa kembali uangnya.
Habbatussauda atau jinten hitam
Habbatussauda atau Nigella sativa, kita menyebutnya jinten hitam,
tumbuh di berbagai belahan dunia, termasuk Saudi, Afrika Utara, dan
sebagian Asia. Juga banyak didapati di kawasan Mediteranian dan di
kawasan yang beriklim gurun dan biasa tumbuh liar. Habbatussauda
yaitu bunga fennel dari keluarga Ranunculaceae, biji-bijinya berbentuk
trigonal, berwarna hitam dengan ukuran antara 1-2 mm, rasanya kuat
dan pedas seperti lada.
Bunga habbatussauda ada dua macam, satu berwarna ungu
kebirubiruan dan satu lagi putih. Bunga-bunga ini tumbuh pada bagian
cabang, dan daunnya tumbuh saling berseberangan secara
berpasangan-pasangan. Daun di bagian bawah bentuknya kecil dan
pendek, sedangkan bagian atasnya lebih panjang, lebih kurang 6 sampai
10 cm. Batang bunganya bisa mencapai 12 hingga 18 inchi.
Habbatussauda yaitu tumbuhan biseksual, ar tinya dapat
mengembangbiakkan dirinya sendiri. Caranya dengan membentuk
sebuah kapsul buah yang mengandung biji. Saat kapsul buah matang,
dia akan terbuka dan biji yang ada di dalamnya akan mengudara serta
berubah menjadi hitam. Itulah sebabnya habbatussauda sering disebut
Biji Hitam (Black Seed).
Habatussauda per tama kali ditemukan di daerah Tutankhamen,
Mesir, dan memiliki peranan penting dalam praktek pengobatan
masyarakat Mesir kuno. Dioscoredes, ahli fisika Yunani abad pertama
Masehi, melaporkan bahwa habbatussauda dipakai untuk mengobati
sakit kepala, hidung tersumbat, sakit gigi, dan penyakit internis. Selain
itu juga digunakan untuk membantu masa menstruasi dan meningkatkan
produksi Air Susu Ibu. Bahkan jauh sebelum itu Hippocrates juga sudah
mengetahui khasiat habbatussauda, dan dia memakai nya untuk
mengobati disfungsi pencernaan dan hepatitis. Galen juga menganggap
habbatussauda sebagai obat berbagai penyakit.
Dokter Muslim, Al-Biruni (973-1048), yang berhasil menggabungkan
obat-obatan dari India dan Cina, mengatakan bahwa habbatussauda
yaitu biji-bijian yang digunakan sebagai bahan nutrisi. Dan Ibnu Sina
(980-1037), dalam karya terbesarnya “The Canon of Medicine”,
menyatakan habbatussauda sangat bermanfaat untuk menstimulasi
energi di tubuh dan membantu penyembuhan dari kelelahan atau kurang
semangat.
Dr. Ahmad Al-Qadhy dan tim-nya, pada tahun 1986, melakukan
penelitian di Amerika tentang pengaruh habatussauda –orang Persia
menyebutnya syuniz— terhadap sistem kekebalan tubuh manusia.
Hasilnya sungguh menggembirakan. Habatussauda ternyata mampu
memperbaiki, menjaga, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh
manusia terhadap be







