T idak saling
bertentangan.
Hasil dari Konsili Internasional Inerensi Alkitab menyatakan demikian,
―Sebagai yang diberikan Allah secara utuh dan menyeluruh, Kitab Suci yaitu
tanpa salah atau kekeliruan dalam seluruh pengajarannya, baik yang
menyatakan tentang tindakan Allah dalam penciptaan, tentang berbagai
peristiwa sejarah dunia, dan tentang nilai sastranya sendiri, maupun dalam
kesaksiannya tentang anugerah Allah yang menyelamatkan dalam kehidupan
setiap pribadi. Jadi inerensi berarti, ―saat semua fakta diketahui, Alkitab
dalam naskah aslinya dan yang kemudian ditafsirkan dengan benar dinyatakan
seluruhnya benar dalam apapun yang diajarkan, baik menyangkut doktrin,
sejarah, ilmu pengetahuan, geografi, geologi, atau disiplin ilmu lainnya.‖
b. Pentingnya Inerensi. Sangat penting bagi orang Kristen memegang kepercayaan
bahwa Alkitab seluruhnya yaitu tidak keliru sebab Alkitab yaitu Firman
yang datang dari Allah sendiri, yang yaitu sempurna dan tidak berdusta. Kalau
tidak mempercayai ketidakkeliruan Alkitab maka kewibawaan Alkitab pun sulit
dipertahankan, sebab berarti kita tidak dapat mempercayai Allah sepenuhnya.
c. Dasar penerimaan ineransi. Penerimaan inerensi bukan berdasar akan
kemampuan manusia dalam menilai Alkitab, namun berdasar keyakinan
bahwa:
1) Allah yaitu kebenaran. Oleh sebab itu segala sesuatu yang difirmankan
Allah yaitu benar.
2) Allah tidak pernah berdusta, jadi apa yang dikatakanNya pasti benar. Ibr
6:18; 2 Tim 2:13
3) Alkitab sendiri menyebut diriNya sempurna (Maz 19:8) murni (Maz 19:9):
tepat (Maz 19:9); benar (Maz 119:43), kekal (Maz 119:89; Mat 24:34).
4) Percaya bahwa Roh Kudus memberikan pengawasan penuh kepada penulis
penulisnya, sehingga penulis-penulis menuliskannya dengan benar, tanpa
salah.
5) Ukuran kebenaran Alkitab yaitu "a-rasional", akal manusia bukanlah
standard ukuran yang dipakai.
d. Bagaimana kalau tidak ada naskah aslinya? Memang diakui bahwa kita tidak
lagi memiliki naskah aslinya yang ada hanyalah salinan aslinya. Ada 3
macam/kategori dalam hal penyataan tertulis yang asli:
1) Penyataan asli (bukan salinan) yang telah selesai ditulis seluruhnya.
2) Penyataan salinan yang ditulis kembali sesuai dengan aslinya (disebut salinan
asli).
3) Alkitab, secara kanon, merupakan kesatuan organisasi yang tidak dapat
diambil dari konteks keseluruhan isi buku.
e. Teori Inerensi. Ada beberapa macam teori inerensi yang diajukan:
1) Full Inerancy (Ineransi penuh). Alkitab bukanlah kitab ilmiah ataupun
sejarah, oleh sebab itu tidak dituntut ketepatan yang empiris. Dengan
mengerti konteks dan latar belakang budaya kemungkinan besar ketidak
tepatan belum tentu suatu kesalahan.
2) Absulute Inerancy (Ineransi mutlak). Semua data dalam Alkitab yaitu
benar, termasuk hal-hal yang menyangkut kebenaran ilmiah dan sejarah.
Kebenaran Alkitab juga seharusnya dapat dibuktikan dari semua sudut
termasuk ilmiah dan sejarah.
3) Limited Inerancy (Ineransi terbatas). Kebenaran Alkitab dapat dibuktikan
hanya dari segi ajaran doktrinnya yang berhubungan dengan keselamatan.
Kalau ada kesalahan data yang lain, tidak apa-apa sebab itu tidak menjadi
kepentingan Alkitab.
4) Pandangan Reformator. Pandangan inerensi Alkitab tidak dapat dipisahkan
dengan inspirasi. Kalau Firman Allah diberikan oleh Allah maka tidak
mungkin tunduk pada kekeliruan manusia. Memang diakui ada masalah-
masalah dalam Alkitab yang sampai sekarang belum dapat dipecahkan, tapi
hal itu belum cukup membuktikan bahwa Alkitab bersalah. Kebenaran ini
mencakup ajaran (doktrin), pola hidup (etika), ataupun peristiwa- peristiwa
yang terjadi (sejarah).
3. Kejelasan (Perspicuity)
a. Pengertian/Definisi. Kejelasan (perspicuity)69 Alkitab diartikan bahwa Alkitab
ditulis sedemikian rupa sehingga jelas maksud pemberitaan dan pengajaranNya,
sehingga dapat dimengerti oleh setiap orang yang sungguh-sungguh membaca
dan mencari pertolongan Tuhan serta bersedia melakukan Firman Tuhan itu.
Namun demikian kejelasan tidak berarti bahwa semua bagian Alkitab akan
dapat dimengerti dengan mudah. Tidak juga berarti bahwa setiap orang akan
mengertinya dengan benar. Tapi memang betul bahwa untuk mengerti isi
Alkitab dengan benar seseorang harus memiliki persyaratan moral dan rohani
tertentu (1Kor 2:14). Juga dapat terjadi seseorang mengerti lebih jelas dari yang
lain (2Pet 3:16). Jadi yang dimaksud dengan kejelasan yaitu bahwa kepintaran
yang biasa saja, setiap orang tanpa intervensi seorang hamba Tuhan, bisa
mendapatkan poin utama dari hal-hal yang perlu dia ketahui. Kesulitan manusia
untuk mengerti/menafsir isi Alkitab sering kali disebab kan pikiran manusia
yang dibutakan oleh dosa, bukan sebab kemampuan intelektual. (1Kor 1:18-
3:4; Ibr 5:14; 2Pet 3:5).
b. Bagaimana kita bisa mengerti atau menafsirkan isi Alkitab secara jelas, benar
dan tepat?
1) Hanya dengan penerangan Roh Kuduslah manusia dapat mengerti Firman
Tuhan dengan benar dan tepat Efe 3:4, 5; 1Kor 2:12, 13; Yoh 14:26; 16:13-
15; 2 Pet 1:21.
2) memiliki motivasi yang benar, tidak untuk kesombongan, keserakahan,
kepentingan diri sendiri dan tidak sebab kurang iman (tidak percaya). Luk
24:25; 2Kor 4:3-4.
3) memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang cukup untuk menafsir.
Dengan menerapkan prinsip-prinsip menafsir yang sehat dan
mengembangkannya sebagai ketrampilan maka kita akan dapat menafsir
dengan baik. Alat-alat menafsir juga sangat mempengaruhi dalam
mendapatkan data yang lengkap.
4. Keperluan mutlak (Necessity)
1) Pengertian/Definisi. Keperluan mutlak Alkitab artinya Alkitab diperlukan secara
mutlak untuk mengenal Kristus, agar kita bisa diselamatkan. sebab hanya
Alkitablah yang memberitakan kebenaran "kabar baik" tentang Kristus (Rom
1:16). Penekanan di sini bukanlah keperluan untuk mengenal Allah dalam arti
keberadaan dan sifat-sifat umum Allah, dan hal-hal tentang moralitas (sebab itu
sudah diberikan Allah dalam Penyataan Umum), namun secara khusus keperluan
untuk keselamatan, untuk memelihara kehidupan rohani dan untuk mengetahui
kehendak Allah.
2) Bukti-bukti keperluan mutlak Alkitab. Roma 10:13-17: Untuk manusia bisa
diselamatkan, maka ia harus mendengar Firman Injil Yesus Kristus. Kis 4:12:
Tidak ada keselamatan di luar Kristus. 1Tim 2:5-6: Tidak ada Pengantara yang
lain selain Yesus Kristus, untuk menjadi Pendamai antara manusia dengan
Allah.
5. Kecukupan (Sufficiency)
a. Pengertian/Definisi. Kecukupan Alkitab diartikan bahwa Alkitab berisi semua
Firman Allah yang dibutuhkan oleh orang percaya untuk keselamatannya dan
untuk hidup di dalam keselamatannya, sehingga tidak diperlukan lagi tambahan
"penyataan" lain di luar Alkitab. Dengan demikian kita percaya bahwa Alkitab
yaitu cukup sebagai satu- satunya sumber Firman Allah yang diperlukan oleh
manusia untuk selamat dan hidup dalam keselamatannya.
b. Bukti-bukti kecukupan Alkitab dalam Alkitab 2 Tim 3:15-17 Yak 1:18 1 Pet
1:23 Wah 22:18,19
6. Tidak pernah gagal dalam maksudnya (Efficacy)
a. Pengertian/Definisi. Maksud dan tujuan Alkitab yaitu memberikan berita
tentang Allah dan rencana keselamatanNya kepada manusia. Dalam
menyampaikan beritanya ini Alkitab tidak pernah gagal mencapai maksudnya,
baik untuk orang yang menerima keselamatan atau pun untuk mereka yang
menolak. Untuk orang yang diselamatkan Firman Allah memberikan damai
sejahtera dan hidup yang kekal, untuk orang yang menolak FirmanNya, Allah
menyatakan keadilanNya dengan menghukum mereka ke dalam nyala api
selama-lamanya.
b. Bukti-bukti dalam Alkitab Yes 55:11 Firman Allah tidak pernah kembali dengan
sia-sia.
7. Kesatuan (Unity)
a. Pengertian/Definisi. Alkitab memiliki satu kesatuan isi dan berita, yaitu Allah
yg menyatakan diri kepada manusia umat pilihanNya dalam diri Tuhan Yesus
Kristus.
b. Alkitab yaitu "unik". Kesatuan Alkitab itu menunjukkan bahwa Alkitab yaitu
lain dari pada kitab-kitab yang lain; sangat unik. Mengapa? Berikut ini yaitu
daftar yang membuktikan bahwa Alkitab yaitu sangat unik.
1) Satu-satunya kitab yang ditulis dalam jangka waktu 1600 tahun dan
melibatkan kisah dari 60 generasi.
2) Ditulis oleh kurang lebih 40 penulis dari berbagai kalangan (raja, nabi,
nelayan, penulis puisi, orang kaya, petani, ahli filsafat, negarawan, ahli
politik, gembala, militer, dokter etc.).
3) Ditulis di tempat-tempat yang berbeda (dipenjara, dipandang belantara,
dibukit, diistana, dipulau terpencil etc.).
4) Ditulis dalam jaman dan waktu, tempat (3 benua) dan keadaan yang
berbeda-beda.
5) Ditulis dalam 3 macam bahasa (Ibrani, Aramaic, Yunani).
6) Buku yang paling jujur menceritakan semua kebaikan dan kejelekan sifat
manusia.
7) Buku yang berisi nubuatan dan yang kebenaran nubuatannya sudah
terbukti.
8) Alkitab juga yaitu buku yang dapat bertahan melalui waktu,
penganiayaan, kritikan, pengerusakan dll.
9) Alkitab yaitu buku pertama yang diterjemahkan berulang-ulang, dalam
jumlah bahasa yang terbanyak, dan sudah disebarkan ke seluruh penjuru
dunia.
10) memiliki pengaruh luar biasa, sebab orang berdosa besarpun dapat
diubahkan menjadi orang yang baik dan berbudi.
I. Iluminasi
sebab Alkitab dihembusi nafas Allah, maka ia memiliki dimensi yang berbeda
dibandingkan karya tulis lain. Dengan demikian orang yang membacanya membutuhkan
bantuan Allah dalam memahaminya (1 Kor. 2:11). Lagi pula, pikiran manusia yang
digelapkan dosa yang terus melekat takkan mampu memahami kebenaran-kebenaran
rohani (1 Kor. 2:14). Jadi karya iluminasi ini penting dalam memampukan manusia
memahami Firman Allah (bdk. Luk. 24:44-45).
1. Pengertian/Definisi
a. Arti etimologis. Kata "iluminasi" berasal dari bahasa Yunani photizo, artinya
"menerangi, memberi penerangan batin" Yoh 1:9; Luk 11:36; 1Kor 4:5; Efe 1:18
b. Definisi. Pekerjaan Roh Kudus yang membantu membukakan pikiran orang percaya
supaya mereka dapat mengerti dan mengaplikasikan Firman Allah itu (Alkitab)
dalam kehidupan mereka. 1Kor 2:14
2. Pentingnya Iluminasi
a. sebab pikiran dan hati manusia masih ada dalam kegelapan. 1Kor 2:14; Efe
4:17,18
b. Sifat hati manusia yang bebal Yes 6:9-10; Kis 28:26
c. Melawan pekerjaan Setan 2 Kor 4:3-4
d. Pengaruh kuasa kedagingan 1 Kor 3:1-2; Ibr 5:12-14
3. Tujuan iluminasi yaitu supaya manusia mengenal Allah dengan benar melalui
PenyataanNya, sehingga manusia mengerti akan kehendak Tuhan bagi manusia dan
melakukan apa yang berkenan bagi Allah supaya hanya Allah saja yang ditinggikan dan
dimuliakan.
Bisa terjadi munculnya kebingungan antara iluminasi dengan penyataan dan
pengilhaman. Penjelasannya yaitu demikian, mengacu pada Alkitab, penyataan
berhubungan dengan isinya, pengilhaman berkaitan dengan metode bagaimana isi itu
direkam, dan iluminasi berkaitan dengan makna rekaman ini . Pada saat diselamatkan,
orang percaya didiami Roh Kudus yang kemudian mengambil kebenaran Allah dan
menyatakannya kepada orang percaya (iluminasi - I Kor. 2:9-13). sebab hanya Allah yang
mengenal hal-hal yang dari Allah, penting bagi Roh Kudus untuk menginstruksikan
manusia. Pekerjaan Roh Kudus ini telah disampaikan oleh Yesus Kristus di kamar loteng
Yerusalem. Yesus menyatakan bahwa Roh Kudus akan mengajar mereka (Yoh. 14:26),
memimpin mereka kepada seluruh kebenaran (Yoh. 16:13), dan mengungkapkan kebenaran
Allah kepada mereka (Yoh. 16:14, 15). Selanjutnya, Roh Kudus menjamah pikiran (Roma
12:2; Efs. 4:23; Kol. 1:9-10) dan hati atau kemauan (Kisah. 16:14; Efs 1:18).
VII. TEOLOGI PROPER : Pengajaran Tentang Allah
A. Pengertian
Definisi. Teologi Proper yaitu usaha ilmiah untuk menyelidiki hal-hal yang dapat
diketahui mengenai Allah, keberadaan-keberadaanNya, kepribadianNya, sifat-sifatNya,
serta perbuatan-perbuatanNya
B. Problem pengetahuan manusia akan Allah
1. Allah tidak dapat diketahui dan dipahami sepenuhnya, sebab pikiran manusia tidak
dapat menjangkau kedalam pengertian sepenuhnya tentang Allah (Ayub 11:7-11;
Yes 48:18; Yes 55:8-9).
2. Allah dapat dikenal oleh manusia (Yoh. 14:7; 17:3; 1 Yoh 5:20)
C. Ciri-ciri Pengenalan Akan Allah
Pengetahuan akan Allah dapat digolongkan dalam hubungan dengan sumbernya, isinya,
dan maksudnya.
1. Sumbernya: Allah yaitu sumber pengenalan kita tentang Dia. Semua kebenaran
yaitu kebenaran Allah. Jika Allah memperkenalkan dan menyatakan diriNya maka
manusia dapat mengenalNya secara benar. Kebenaran Allah itu telah dinyatakan
melalui Kristus dan para rasul-rasulNya (Yoh.1:18; 14:7). Juga janji Kristus tentang
datangnya Roh Kudus untuk mengungkapkan kebenaran. Agar orang percaya dapat
memahami dan mengenal Allah dengan benar. (Yoh 16:13-15; Kis. 1:8).
2. Isinya: pengenalan akan Allah didasarkan pada fakta-fakta dan hubungan pribadi
dengan-Nya. Mengetahui fakta-fakta tentang sesorang tanpa mengenalnya secara
pribadi yaitu terbatas; sebaliknya mengenal seseorang tanpa mengetahu fakta-
faktanya yaitu dangkal. sebab itu pengetahuan teologia harus memperdalam
hubungan kita dengan Dia yang pada giliranya menambah kerinduan kita untuk
lebih mengenal Dia.
3. Maksudnya: (i) menuntun orang untuk memiliki hidup yang kekal (Yoh 17:3; 1 Tim
2:4). (ii) membantu perkembangan pertumbuhan Kristen (2 Ptr. 3:18) dengan
pengetahuan yang bersifat pengajaran (Yoh 7:17; Rm 6:9,16; Ef. 1:18). Dan dengan
pola hidup yang berbeda (Filp. 1:9-10; 2 Ptr 1:5). (iii) memperingatkan tentang
hukuman yang akan datang (Hos 4:6; Ibr. 10:26-27). (iv) menimbulkan
penyembahan yang benar akan Allah (Rm 11:33-36).
D. Prasyarat Pengetahuan Tentang Allah
1. Allahlah yang mengambil inisiatif untuk menyatakan diriNya sehingga manusia
dapat mengenalNya, tanpa itu tidak ada jalan manusia dapat mengenal Allah.
2. Allah memberikan bahasa untuk berkomunikasi. Allah merencanakan dan
memberikan bahasa kepada manusia pertama (Kej. 1:28-30) supaya manusia dapat
berkomunikasi dengan Dia (Kej. 3:8-13).
3. Allah menciptakan manusia menurut gambarNya, sebab itu manusia memiliki
akal/ intelegensia sehingga dapat mengerti arti dari kata-kata, logika dari kalimat-
kalimat dan ungkapan-ungkapan.
4. Allah memberikan Roh Kudus, kepada orang-orang percaya guna menyatakan
perkara-perkara dari Allah (Yoh 16:13-15; 1 Kor 2:10).
E. Teori-teori Sekuler Tentang Allah
1. Deisme Pandangan yang mengatakan bahwa dunia ini yaitu mekanisme yang bisa
mengatur dirinya sendiri dan Allah meninggalkannya segera setelah Ia
menciptakannya dan membiarkannya berkembang sendiri.
2. Atheisme Penyangkalan akan kenyataan adanya Allah.
3. Skeptisisme Keraguan kenyataan akan adanya Allah (tidak percaya).
4. Agnostisisme Paham yang menyangkal bahwa Allah itu bisa dikenal/dimengerti.
5. Pantheisme Kepercayaan bahwa "segala sesuatu yaitu allah", dalam imanensi allah
yaitu sedemikian rupa dalam ciptaannya sehingga ia tidak mungkin terpisahkan
dari segala ciptaannya itu.
6. Polytheisme Paham yang mengakui ada banyak allah.
7. Monotheisme Paham yang mengakui hanya pada satu Allah
F. Hakekat dan Keberadaan Allah
1. Hakekat.
Hakekat dan Zat praktis sinonim bila dikenakan kepada Allah. Kedua kata ini dapat
diartikan sebagai ‗yang melandasi semua perwujudan keluar‗. Dengan kata lain,
hakikat atau zat keduanya yaitu dasar bagi semua sifat-sifat Allah.
a. Allah itu Roh. Allah merupakan zat namun bukan zat bendawi melainkan rohani.
Tuhan Yesus mengatakan: ―Allah itu Roh‖ (Yoh 4:24). Artinya:
1) Allah itu tidak berbadan dan tidak berwujud (Luk 24:39). Kalau Allah yaitu
Roh, maka Ia pasti tidak berbadan dan tidak berwujud. sebab itu hukum
kedua dari sepuluh hukum melarang segala jenis patung atau gambaran,
dilandasi oleh keadaan atau hakekat Allah (Kel 20:4). Demikian juga
pelarangan penyembahan berhala (Im 28:1; Ul 16:24). Meskipun demikian,
di dalam Alkitab dijelaskan suatu penggambaran Allah seperti manusia (yang
memiliki alat-alat tubuh). Ini merupakan penggambaran antropmorpisme dan
gambaran-gambaran simbolis yang dipakai untuk membuat Allah nyata dan
juga mengungkapkan berbagai minat, kuasa dan kegiatanNya.
2) Allah itu tidak dapat dilihat. Orang-orang Israel tidak dapat melihat sesuatu
rupa saat Allah menampakkan diri di gunung Horeb (Kel. 33:20; Yoh 1:18;
1 Tim 1:17). Namun suatu hari nanti, orang-orang yang ditebus akan melihat
Allah (Maz 17:15; 5:8; Ibr. 12:13; Why 22:4). Memang Alkitab juga
menyatakan ada orang-orang tertentu dimana Allah menampakkan diri
kepada mereka, istilah ini disebut dengan theophani, yang merupakan
gambaran kemuliaan Allah biasanya melalui malaikat Tuhan.
b. Allah itu hidup (Yos 3:10; 1 Sam 17:26; Mzm 84:3; I Tim 3: 15; Why 7:2). Jika
Allah hidup itu berarti Allah memiliki perasaan, kuasa, dan kegiatan (Mzm
115:3). Allah juga merupakan sumber dan pemelihara segenap kehidupan yang
ada (Mzm 36:10; Yoh 5:26) dan kemauan (Kej 3:15; Yoh 5:38).
c. Allah itu Pribadi. Ada tiga tanda yang harus dimiliki oleh seorang pribadi:
kesadaran diri, kemampuan untuk membuat keputusan sendiri, dan kesadaran
moral.
2. Keberadaan Allah
a. Bukti Alkitab
Manusia sudah memiliki kesadaran di dalam dirinya tentang keberadaan
Allah (meskipun hanya samar-samar), namun menolak kesaksian ini. Tugas
orang Kristen yaitu menghadapkan orang bukan Kristen dengan Allah, bukan
untuk mempertimbangkan perkiraan bahwa mungkin Allah ada. Orang berdosa
hanya dapat memperoleh pengetahuan sesungguhnya tentang Allah melalui
dilahirkan kembali oleh Roh Kudus pada waktu mereka mendengar Injil. Rom
1:18-32
b. Bentuk penyangkalan akan keberadaan Allah
1) Penyangkalan mutlak (Atheis) Mereka yang menyangkal keberadaan Allah
digolongkan menjadi 2 kategori:
Atheis teoritis/sejati Orang-orang yang mendasarkan penyangkalannya
kepada Tuhan atas suatu proses pemikiran. 2Ko 4:4, 5, 1Ko 1:21
Atheis praktis Orang-orang yang tak bertuhan, yang dalam hidup
sehari-harinya tidak mengindahkan Tuhan. Maz 14:1, Maz 10:4b; Efe
2:12
2) Konsep-konsep kontemporer yang salah
Allah yang imanen saja
Allah yang transenden saja
Allah yang terbatas
Allah yang tidak berpribadi
Allah sebagai suatu ide abstrak semata (proyeksi pikiran manusia).
c. Argumentasi rasional tentang keberadaan Allah
1) Kosmologi (sebab-akibat). Pandangan ini yaitu pernyataan klasik yang
dibuat oleh Thomas Aguinas.
keberadaan dunia memerlukan oknum tertinggi (tidak terbatas) yang
memicu keberadaanNya itu.
Setiap kejadian selalu ada sebabnya, yang juga pada gilirannya
memiliki sebab dan seterusnya sampai pada sebab yang pertama
yaitu Allah.
2) Teleologi, perluasan dari argumen kosmologis, yang sebenarnya yaitu
pandangan purba yang masuk ke dunia barat melalui Plato. Digambarkan
dengan analogi jam yang ditemukan di atas tanah, tidak mungkin terjadi
secara kebetulan saja, pasti ada seorang ahli yang pintar yang membuat jam
itu. Begitu pula dengan semesta alam, diciptakan oleh seorang Perencana
Agung.
3) Moral/Antropologis. Imanuel Kant yang mempertahankan argumen ini.
Kesadaran manusia akan adanya kebaikan yang Tertinggi, Allah yaitu
"landasan" kehidupan moral, sebagai nilai transenden, yang hanya dimiliki
oleh Allah.
4) Ontologi. Pandangan klasik yang diberikan oleh Anselmus, bahwa manusia
memiliki ide tentang adanya suatu keberadaan yang sempurna secara
mutlak, maka yang mutlak itu harus ada.
5) Historis/Etnologis. Adanya perasaan tentang yang ilahi yang bersifat
universal dari sifat dasar manusia sehingga mengharuskan akan adanya
keberadaan yang Maha Tinggi.
Pendekatan yang dilakukan oleh kaum tradisionil => "teosentris".
Pengaruh schleiermacher => "antroposentris"
Ada pendekatan lain lagi yang dipakai oleh Ritchl => "kristologis".
Alasan mengapa manusia memakai pendekatan rasionil untuk
menemukan kebenaran tentang Allah Secara teologis. Manusia biarpun sudah
jatuh ke dalam dosa, tetap merupakan makhluk yang diciptakan menurut rupa
dan gambar Allah, yaitu dengan akal budi. Oleh sebab itu tidak sepenuhnya
Allah absen dari pikiran manusia sehingga penalaran manusia tentang dunia
29
boleh jadi merupakan jalan kepada Allah. Secara Alkitabiah, Paulus dan Tuhan
Yesus sering berdebat di depan umum yang memberikan pembelaan Injil
terhadap kritik rasional. Petrus dan Paulus sering menyebut suara hati orang
kafir sebagai tolok ukur sifat moral Kristen. (Kis 19, Kis 17, 1Tim 3:7, 1Pet
3:16). Secara penginjilan Ada jurang yang sangat lebar antara orang Kristen
dengan orang yang belum percaya. Oleh sebab itu sering harus ada jembatan
untuk membantu menghilangkan salah praduga bahwa untuk menjadi Kristen itu
harus membunuh akal budi seseorang. Secara historis, metode rasional sering
membantu banyak orang untuk menjadi Kristen.
G. Nama-Nama Allah
1. Nama Allah secara umum. Nama-nama Allah tidak diberikan oleh manusia sebab
manusia tidak mengenal Allah. Allah sendirilah yang telah rela menyatakan diri
kepada manusia supaya mereka mengenal Allah. Nama-nama Allah diberikan oleh
Allah sendiri sebagai penyataan Diri (nomen editum). Dengan demikian berarti
bahwa nama- nama Allah ini merupakan manifestasi dari Allah sendiri, baik itu
sebagai penyataan akan sifat-sifat Allah atau hubungannya dengan manusia. Nama-
nama Allah yang dikenal manusia ada dalam banyak kata/ungkapan sebab Pribadi
Allah tidak mungkin bisa diungkapkan hanya dengan satu nama/ungkapan sebutan
saja.
2. Arti Nama-Nama Allah dalam Alkitab Perjanjian Lama
a. YHWH = Yahweh. Musa yaitu manusia pertama yang dikaruniai hak istimewa
untuk mengenal nama pribadi Allah. Sebelumnya nama Allah yang dikenal
yaitu : Allah Abraham, Ishak, Yakub dan lain-lain; kepada Musa Tuhan
menyatakan diri sebagai YaHWeH = "Aku yaitu Aku" (Kel 3:15). Dalam
Bahasa Ibrani: Ehyeh Asher Ehyeh = "Aku akan ada yang Aku ada." atau "Aku
akan menjadi yang Aku akan menjadi." Nama ini menjadi nama yang
sakral/agung. Hukum dalam Im 24:26 menjadi sangat ditakuti. sebab begitu
takutnya orang Israel menyebut nama "YHWH" itu dengan salah maka mereka
mengganti dengan "Adonai/Elohim" saat membaca Alkitab orang Yahudi.
YaHWeH = Nama diri (par exellence) yang hanya dipakai untuk Allah, dalam
bentuk tunggal dan tak berartikel. Dipakai + 5321 kali dalam Perjanjian Lama.
Arti teologis:
1) Allah itu ada Yer 2:11; Yes 46:1-9; 1Ko 8:4-6.
2) Allah itu untuk kita. Kel 3:12
3) Allah itu tidak berubah Yes 43:10-11; 48:12; Ibr 13:8
4) Allah itu kekal Yes 40:28
5) Allah itu akan ada selamanya Yes 46:13; 56:6-7; 60:3; 2:1-4; Wah 22:3-5;
22:20
Nama-nama gabungan yang dipakai dalam bentuk majemuk
1) YHWH -- Yireh (Kej 22:14) Arti: Tuhan menyediakan
2) YHWH -- Nissi (Kel 17:15) Arti: Tuhan yaitu panji-panjiku
3) YHWH -- Shalom (Hak 6:24) Arti: Tuhan itu damai sejahtera
4) YHWH -- Sabbaoth (1Sa 1:3) Arti: Tuhan semesta alam
5) YHWH -- Makkaadeshkem (Kel 31:13) Arti: Tuhan yang menguduskan
6) YHWH -- Roi (Maz 23:1) Arti: Tuhan yaitu gembalaku
7) YHWH -- Tsidkenu (Yer 23:1) Arti: Tuhan yaitu keadilan kita
8) YHWH -- Shammah (Yeh 48:35) Arti: Tuhan hadir disitu
9) YHWH -- Elohim-Israel (Hak 5:3; Yes 17:6) Arti: Tuhan, Allah Israel.
30
b. Adonai. Adonai berarti "Tuan" dalam bentuk tunggal; seperti yang dipakai
sebagai tuan yang berhak terhadap budak-budak jaman dahulu. Dalam bentuk
jamak sama dengan Elohim. Kata ini menunjukkan suatu otoritas mutlak bahwa
Allahlah yang memiliki Israel/umat-Nya. (Kej. 19:2; 40:1; 1 Sam 1:15)
c. El, Elohim, dan Elyon Elohim yaitu nama jenis dan berarti Allah. Ula 6:4:
"YHWH yaitu Elohim, YHWH itu Esa." Elohim (Bentuk tunggal: "Eloah")
mungkin berasal dari "alah" artinya dilingkupi ketakutan. El dari kata "ul",
artinya kuat dan berkuasa. Elyon diturunkan dari kata "alah" juga, artinya ke
atas atau ditinggikan. Digunakan sebanyak 2570 x dalam PL, dan kira-kira
sebanyak 2310 x dari pemakaian itu untuk Allah yang benar.
1) Nama ini berhubungan dengan kedaulatan-Nya. Yes 54:5 menyebut
―Allah seluruh bumi
2) Nama ini berkaitan dengan karya-Nya dalam penciptaan (Kej.1:1; Yes
45:18; Yun 1:9).
3) Nama ini berkaitan dengan penghakimanNya (Maz 50:6; 58:11)
d. Nama-nama gabungan
1) El-Shaddai (Kej 17:1; 28:3; 35:11; Kel 6:3; Maz 91:1-2) Arti: Allah yang
maha kuasa yang sedang berdiri seperti gunung --> kuat, teguh, tidak
goyah.
2) El-Elyon (Kej 14:19) Arti: Allah yang maha tinggi; kedaulatanNya.
3) El-Olam (Kej 21:33, Maz 100:5; 103:17) Arti: Allah yang kekal -- Tidak
berubah
4) El-Roi (Kej 16:13) Arti: Allah yang melihat
3. Arti nama-nama Allah dalam Perjanjian Baru
a. Theos. Bentuk yang setara dengan Elohim dalam PL (dipakai juga untuk allah
orang kafir). Dalam pemakaian PB, Theos memiliki arti:
1) Ia satu-satunya Allah yang benar dan Esa. Mat 23:9; Rom 3:30; 1Kor 8:4,6;
Gal 3:20; 1Tim 2:5
2) Ia unik Yang benar, yang kudus, yang bijaksana. 1Tim 1:17; Yoh 17:3; Wah
15:4; Rom 16:27; Mat 6:24
3) Ia Transenden Pencipta, pemelihara alam semesta Kis 17:24; Ibr 3:4; Wah
10:6
4) Ia Juruselamat mengutus Anak-Nya menjadi Penebus. 1Tim 1:1; 2:3; 4:10;
Tit 1:3; 2:13; 3:4; Yoh 3:16
5) Kristus dalam beberapa nats PB disebut sebagai Allah (Yoh 1:1,18;Tit
2:13;Rom 9:5)
b. Kurios/Kyrios. Nama eksplisit Allah, seperti YHWH dalam Perjanjian Lama,
artinya: "Alfa & Omega"; "Yang dulu ada, Yang sekarang ada dan Yang akan
tetap ada"; "Yang awal dan Yang akhir" (Wah 1:4, 8, 17; 2:8; 21:6; 22:13) arti
kata ini menekankan supremasi (otoritas) sebagai Tuan (Yoh 4:11), Pemilik
(Luk 19:33), Majikan (Kol.3:22) dan juga Suami (1Pet 3:6) atau berhala-berhala
(1Kor 8:5). Dipakai dalam PB sebanyak 717 kali, kebanyakan terdapat dalam
surat-surat Paulus (275 kali) dan Injil Lukas (210 kali), mengingat keduanya
menulis kepada orang-orang Gerika. Pada waktu sebutan ini digunakan untuk
Allah sebagai Kurios, hal ini menekankan pada:
1) Karya-Nya sebagai pencipta
2) Kuasa-Nya yang dinyatakan dalam sejarah
3) Penguasaan-Nya terhadap alam semesta secara adil
31
Berhubungan dengan Allah, maka arti kata ini yaitu menyatakan kuasa- Nya
dalam sejarah, dalam alam semesta dan kekhalikkan-Nya. Kristus disebut
sebagai Kurios = Tuhan, juga Rabbi atau Tuan (Mat 8:6) Pernyataan Tomas,
"Tuhan dan Allahku" (Yoh 20:28). Yesus disebut dengan kesetaraan Allah
Perjanjian Lama oleh orang-orang Kristen mula-mula.
c. Bapa/Pater. Allah juga disebut dengan nama Bapa dalam PB. Terdapat sebanyak
245 kali dalam PB (dalam PL 15 kali). Hal ini dihubungkan dengan sifat
hubungan antara Allah dan Bangsa Israel. Secara teokratis ini memberikan
penyataan bagaimana Allah berdiri bagi Israel. Dalam PB terdapat dalam 1Kor
8:6, Efe 3:15; Ibr 12:9; Yak 1:18. Dalam pengertian Trinitarian, ungkapan ini
menunjukkan hubungan antara Allah Anak (Yesus) dan Allah Bapa. Dalam hal
ini memberikan pengertian bahwa Allah berdiri bagi orang-orang percaya
sebagai anak-anak rohani-Nya.
H. Atribut-Atribut Allah
1. Istilah "atribut" . Artinya yaitu "yang melekat" atau "dimiliki."
2. Cara menentukan atribut-atribut Allah
a. Cara causalitas (sebab-akibat) Mencari akibat-akibat yang ada di dunia ini
b. Cara negasi (penyangkalan) Menyingkirkan segala ketidak sempurnaan yang ada
pada ciptaanNya.
c. Cara eminen (meninggikan) Memberikan kesempurnaan pada Allah setinggi-
tingginya.
d. Cara penyataan (pewahyuan) Sesuai dengan Firman Allah; Hanya Allah yang
berhak memberi penjelasan akan sifat-sifatNya.
3. Pembagian Atribut-atribut Allah
a. Atribut/Sifat-sifat unik (incommunicable-sifat yang tidak dikomunikasikan)
Atribut Allah yang tidak dimiliki oleh mahluk ciptaanNya.
b. Ketidaktergantungan Allah, keberadaan Allah yang tidak tergantung pada
keberadaan lain
c. Ketidakberubahan Allah, Allah tidak berubah dan tetap sama selama-lamanya di
dalam keberadaan dan kesempurnaanNya. Demikian juga dalam maksud dan
janji-janjiNya.
d. Kekekalan Allah, Allah tidak memiliki awal dan akhir.
e. Kemahahadiran Allah, Allah tidak memiliki dimensi bentuk dan tempat
f. Kesatuan Allah. Allah tidak terbagi-bagi dalam bagian-bagian.
4. Atribut-atribut/Sifat-sifat yang tidak unik (communicable-sifat yang
dikomunikasikan) Atribut/sifat-sifat Allah yang juga dimiliki oleh mahluk
ciptaanNya; dalam batas-batas tertentu.
a. Keberadaan Allah - Spiritualitas Allah. Yoh 4:24: Allah yaitu Roh dan Allah
juga tidak kelihatan. (artinya: esensi total Allah; dan semua hakekat spiritual
Allah;) tidak akan pernah dilihat oleh manusia; namun demikian Allah masih
memperlihatkan DiriNya kepada kita melalui hal-hal yang kelihatan dan yang
diciptakan.
b. Atribut-atribut Mental/Intelektual
1) Kemahatahuan Allah Allah mengetahui segala sesuatu tentang diriNya dan
juga segala sesuatu apapun dalam tindakan kekekalan. Allah mengetahui
segala sesuatu dan mengenalnya secara sempurna, mencakup masa waktu
lampau ataupun yang akan datang
32
2) Kebijaksanaan Allah Allah selalu memilih tujuan yang terbaik dan cara yang
terbaik untuk mencapai tujuan itu. Rom 16:27; 8:28; Ayub 9:4; 12:13 Maz
104:24; 1Kor 1:18-30.
3) Kebenaran dan kesetiaan Allah Allah yaitu Yang Benar dan semua
pengetahuan kebenaranNya dan janji-janjiNya yaitu benar dan menjadi
standard akhir dari kebenaran. Yer 10:10-11; Yoh 17:3 1Yo 5:20; Ayub
37:16
c. Atribut-atribut Moral
1) Kebaikan Allah Allah yaitu standard akhir/utama dari kebaikan, bahwa
semua hal tentang Dia dan perbuatannya yaitu baik. Maz 100:5; 106:1-dst;
Maz 107:1-dst. Maz 34:8
2) Kasih Allah Allah dalam kekekalanNya memberikan DiriNya kepada orang
lain. 1Yo 4:8; 4:11; Rom 5:8 Yoh 3:16; 14:31; 17:24
3) Belas kasihan, Kemurahan, Kesabaran Allah Kebaikan Allah terhadap orang-
orang yang menanggung derita, yang terhukum namun Allah sabar dengan
menahan penghukuman yang seharusnya dijatuhkan sampai waktu yang
ditentukanNya. Kel 34:6; Maz 103:8 2Ko 1:3; Ibr 4:16; 2:17 Mat 5:7; 1Pe
5:10 Rom 2:4; 11:6
4) Kesucian Allah Allah terpisah dari dosa dan hanya Dia yang patut untuk
disembah. Maz 24:3; Kel 20:11 Ibr 12:10-14; Zak 14:20-21
5) Kedamaian Allah Dalam hakekat DiriNya dan tindakan-tindakanNya Allah
sangat tertib, teratur dan terkontrol. 1Ko 14:33; Rom 8:6; 14:17; Yoh 14:27
6) Keadilan, Kebenaran Allah Allah selalu bertindak sesuai dengan apa yang
benar dan Ia sendiri menjadi standard kebenaran itu. Ula 32:4; Ayu 40:2, 8;
Rom 9:20-21
7) Kecemburuan Allah Allah senantiasa melindungi kemuliaanNya. 2Ko 11:2;
1Ko 4:7 Yes 48:11; Wah 4:11 h) Kemurkaan Allah Allah membenci dosa.
Kel 32:9-10; Rom 1:18; 2; 5; 9 Efe 2:3; 1Te 1:10
d. Atribut-atribut Tujuan
1) Kebebasan Allah Allah bertindak sesuai dengan kehendakNya yang bebas.
Maz 115:3; Ams 21:1; Dan 4:35
2) Kemahakuasaan Allah Allah dapat melakukan segala sesuatu sesuai dengan
kehendakNya yang suci. Maz 24:8; Yer 32:27; 2Ko 6:18; Wah 1:8
e. Atribut-atribut lain
1) Kesempurnaan Allah Allah secara mutlak memiliki semua kualitas
kesempurnaan dan tidak ada yang kekurangan dalam semua aspek kualitas
yang baik. Mat 5:48; Maz 18:30; Ula 32:4
2) Kemuliaan Allah Semua refleksi penyataan Allah tentang DiriNya yang
dipancarkan oleh semua mahluk ciptaanNya. Maz 24:10; Yes 43:7; Yoh
17:5; Ibr 1:3; Wah 21:23
I. Tritunggal
1. Pengertian/definisi Salah satu doktrin yang paling penting dalam iman Kristen kita.
Definisi: Allah yang esa, yang ada secara kekal sebagai 3 Pribadi yaitu Allah Bapa
dan Putra dan Roh Kudus, yang masing-masing pribadi itu penuh sempurna ke
Allahannya.
2. Bukti-bukti Alkitab Memang istilah Tritunggal tidak muncul dalam Alkitab, namun
demikian, ide dan prinsipnya ada di banyak tempat di Alkitab.
33
a. Perjanjian Lama memberikan penyataan yang tidak lengkap. Kej 1:26; 3:22;
11:7 Maz 45:6-7; 110:1 Yes 63:10; 48:16; 6:8 Mal 3:1-2 Hab 1:7
b. Perjanjian Baru memberikan konsep yang lengkap tentang Tritunggal. Mat 3:16-
17; 28:19 1Ko 12:4-6 2Ko 13:14 1Pe 1:2 Yud 20:21
3. Doktrin Tritunggal Dalam Sejarah
a. Sejak jaman Perjanjian Lama bangsa Yahudi selalu menekankan tentang Ke Esa-
an Allah dan konsep ini dibawa sampai abad-abad pertama masehi.
b. Pada abad 2, Tertulianus memformulasikan doktrin ini; tapi masih banyak
kekurangannya. (belum sempurna). Tertulianus (165M-220M) yaitu orang
pertama yang menemukan istilah "Trinity" (Tritunggal). Tertulianus berusaha
untuk memberikan penjelasan yang alkitabiah tentang ajaran Tritunggal, sebab
pada saat itu di gereja banyak tersebar pengajaran Monarkianisme. Ajaran sesat
Monarkianisme digolongkan menjadi 2:
1) Monarkianisme Dinamis (adoptionisme). Ajarannya: Yesus yaitu manusia
biasa yang diadopsi oleh Allah dan diberikan kekuatan khusus pada saat Ia
dibaptis.
2) Monarkianisme Modalistis. Ajarannya: Allah yaitu satu, namun muncul
(tampil) kepada manusia dalam 3 mode (bentuk), yaitu Allah Bapa, Allah
Anak dan Allah Roh Kudus.
c. Arius (250M-336M) dari Aleksandria menentang ajaran Tritunggal. Ia tidak
setuju akan keAllahan Anak dan Roh Kudus, berdasar Kol 1:15; Yoh 1:14;
Yoh 3:16. Di Konsili Nicea (325M) ajaran Arian ini ditentang habis-habisan
oleh Athanasius, demikian juga di Konsili Konstantinopel (381M). Perdebatan
yang paling utama yaitu mengenai dua istilah yang dipakai untuk menjelaskan
tentang keAllahan Yesus dan Roh Kudus.
d. Subordinationisme yaitu ajaran yang juga menyimpang dari Alkitab. Mereka
mengakui keAllahan Anak dan Roh Kudus, namun tetap lebih rendah keAllahan
Bapa.
e. Athanasius berjuang hampir 17 tahun untuk mengembalikan doktrin ini kepada
kebenaran Alkitab. Akhirnya dalam Konsili Konstantinopel (381M) Kaisar
Konstantin memihak kepada Athanasius. Athanasius memberikan pandangan
yang sehat. Kristus dilahirkan dari Bapa dan memiliki kesetaraan dengan
Bapa, tidak bersubordinasi. Namun demikian, Athanasius belum cukup puas
sebab kemenangannya hanyalah sebab kekuatan kekuasaan Konstantin.
Setelah kaisar Konstantin digantikan oleh penggantinya, ternyata penggantinya
lebih memihak kepada kaum Arian.
f. Pada pertengahan abad 4, seorang teolog dari Kapadokia (Asia Kecil Timur)
memberikan doktrin Tritunggal yang definitif dan mengalahkan ajaran aliran
Arianisme dan mempertahankan istilah homoousios.
g. Doktrin Tritunggal yang paling tuntas diformulasikan pada masa Agustinus
(354M-430M). Ia menulis dalam bukunya "De Trinitate". Allah Bapa, Allah
Anak dan Allah Roh Kudus tidak memiliki subordinasi, namun kesetaraan. Satu
esensi Allah dengan 3 pribadi seperti apa yang diajarkan dalam Akitab.
h. Konsili Toledo (589M) menyelesaikan perdebatan tentang "filioque" (Latin),
yang artinya "dan Anak" berdasar Yoh 14:26; Yoh 16:7; Yoh 15:26. Istilah
"filioque" ini tidak dicantumkan baik dalam Konsili 325M ataupun Konsili
381M. Baru ditambahkan dalam Sinode Toledo (589M).
i. Sesudah masa Reformasi, Tokoh-tokoh Reformator, seperti Martin Luther dan
John Calvin tidak menolak doktrin Tritunggal versi Athanasius. Martin Luther
34
berkata bahwa doktrin Tritunggal harus diterima dengan iman, walaupun tidak
bisa dijelaskan dengan tuntas, sebab ada dalam Alkitab. Sedangkan Calvin
menulis penjelasan tentang Tritunggal dalam bukunya Institutio.
j. Pandangan modern tentang Tritunggal bervariasi. namun tidak ada hal yang baru
lagi. Semua kesalahan yang dilakukan oleh teolog-teolog modern sudah pernah
terjadi sebelumnya.
4. Isi doktrin Tritunggal. Memang untuk mengerti secara penuh doktrin ini yaitu tidak
mungkin. Namun demikian, semua fakta-fakta dalam Alkitab dan kita dapat
menyimpulkan (mengerti kebenarannya) Pengajaran ini. Ada 3 pernyataan penting
dalam definisi Allah Tritunggal:
a. Allah yaitu 3 Pribadi (Bapa, Anak dan Roh Kudus).
Menyatakan bahwa Allah Bapa bukan Allah Anak Allah Anak bukan Allah Roh
Kudus, dan Allah Roh Kudus bukan Allah Bapa. Hal ini dinyatakan jelas dalam
Alkitab (Yoh 1:1-2; 1Yo 2:1; Ibr 7:25; Rom 8:27; Mat 28:19; Yoh 16:7).
Masing-masing pribadi Allah ini memiliki kepribadian, kehendak, perasaan,
termasuk juga Roh Kudus. Secara jelas dikatakan Roh Kudus bukan hanya
kuasa dan kekuatan namun juga seorang Pribadi. Jelas kelihatan dalam bahasa
Yunani, kata ganti orang Roh Kudus tidak diberikan gender netral, kata ganti
orang. Demikian juga kata "Para kletos" hanya dipakai untuk pribadiiorang
(Yoh 14:26; 15:26).
b. Masing-masing Pribadi Allah itu yaitu Allah yang sempurna.
1) Ke Allahan Bapa tidak terlalu sulit untuk diterima sebab Alkitab jelas sekali
menyebutnya.
2) Ke Allahan Anak kadang diragukan, tapi bukti-bukti Alkitab jelas
menyebutnya. (Yoh 1:1, 6, 13, 18; Yoh 20:28; Ibr 1, 8; Kol 2:9; Yes 40:3).
Ada atribut-atribut personal tertentu yang dengannya 3 pribadi itu dibedakan:
Bapa - Pencipta Anak - Penebus Roh Kudus - Yang memberi kelahiran baru
3) Ke Allahan Roh Kudus juga disebutkan jelas dalam Alkitab (Mat. 28:19; Kis
5:3-4; 1Ko 3:6; Maz 139:7-8; 1Ko 2:10-1 l; Yoh 3:5- 7).
c. Mereka 3 Pribadi namun Allah yang Esa; satu esensi
Ketiga Pribadi Allah ini tidak hanya satu dalam tujuan, tapi Mereka juga yaitu
satu esensi dan satu hakekat. (Kel 6:4-5; 1Ra 8:60; Yes 45:4-6; 1Ti 2:5; Rom
3:30; Zak 2:9).
Kesimpulan: Seluruh esensi yang tidak terbagi dari Allah, secara setara dan
penuh dimiliki oleh ketiga Pribadi, namun Ketiganya memiliki kesatuan
mereka dalam satu esensi.
Subsistensi dan tindakan dari ke 3 Pribadi ditandai oleh satu tingkatan
yang jelas dan tertentu dan tidak saling mendahului. Allah Putra secara kekal
diperanakkan oleh Bapa, Allah Roh Kudus keluar dari Allah Bapa dan Anak dari
kekekalan. Analogi Tritunggal :
1) Matematik: 1+1+1 = 3 1 x 1 x 1 = 1 ~ x ~ x ~ = ~
2) Alam: air - es – uap; matahari -- sinar – energi; akar - ranting – bantang;
awan -hujan - salju/es ; bunga - bau - warna
3) Psikologis: Intelektual - perasaan - kehendak
4) Jabatan : Bapa - sopir - anak
5) Jiwa - badan - roh.
5. Hubungan antara ketiga Pribadi Tritunggal
Ketiga Pribadi Allah Tritunggal memiliki perbedaan dalam fungsi utamanya.
Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memiliki kesetaraan di dalam keAllahannya
namun tidak didalam menjalankan fungsinya, sebab Allah Bapa memegang
pimpinan tertinggi (sesuai dengan nama yang diberikan "Bapa"). Allah Bapa
memberikan ketetapan Allah Allah Anak menjalankan ketetapan Allah Allah Roh
Kudus menjaga dan memelihara akan pelaksanaan ketetapan Allah Dalam hal
keselamatan
a. Allah Bapa merencanakan dan mengirim Allah Anak ke dunia. Yoh 3:16; Gal
4:4; Efe 1:9-10
b. Allah Anak taat kepada Bapa dan melaksanakan penebusan.Yoh 6:38;Ibr 10:5-7
c. Allah Roh Kudus dikirim oleh Allah Bapa dan Anak untuk mengefektifkan
penebusan. Yoh 14:26; Yoh 16:7; Yoh 15:26. Ilustrasi hubungan antara ke tiga
Allah Tritunggal:
6. Pentingnya doktrin Tritunggal dalam iman Kristen
a. Doktrin Keselamatan akan mengalami kesulitan besar, kalau kita menolak ke
Allahan Anak dan Roh Kudus
b. Doktrin pembenaran hanya melalui iman akan sulit diterima, kalau kita menolak
keAllahan Yesus dan Roh Kudus.
c. Kalau Yesus bukan Allah yang sejati, maka kita tidak bisa lagi menyembah Dia
seperti apa yang diperintahkan Alkitab.
d. Ketidaktergantungan Allah sulit dipercaya kalau ke tiga Pribadi Tritunggal
bukan Allah yang setara. Allah yang berpribadi membutuhkan pihak yang lain
untuk berhubungan.
7. Pernyataan Doktrinal
Pengakuan Iman Westminster (2.3) berkata: ―Di dalam Allah yang esa, terdapat
tiga Pribadi, yang yaitu tiga substansi, kuasa dan kekekalan; Allah Bapa, Allah
Anak, dan Allah Roh Kudus. Bapa bukan dari apa pun, juga bukan diperanakkan
oleh siapa pun, juga bukan keluar dari apa pun; Anak diperanakkan dari Bapa sejak
kekekalan; Roh Kudus keluar dari Bapa ndan Anak sejak kekekalan.
Di dalam menjelaskan bagian ini, A.A Hodge berkata, ―setelah ditunjukkan
sebelumnya bahwa hanya ada satu Allah yang hidup dan sejati, dan bahwa properti-
propertiNya yang esensial mencakup segala kesempurnaan, bagian ini menyatakan
sebagai penambahan:
a. ―Pertama, bahwa Bapa, Anak, dan Roh Kududs sama-sama Allah yang
tunggal itu, dan bahwa esensi ilahi yang tidak bisa dibagi-bagi dan segala
kesempurnaan
dan prerogatif ilahi, yaitu kepunyaan masing-masing Pribadi di dalam
pengertian dan derajat yang sama.‖
b. ―Kedua, bahwa nama-nama ini, Bapa, Anak, dan Roh Kudus, bukanlah
nama- nama yang berbeda dari Pribadi yang sama di dalam hubungan-hubungan
yang berbeda, melainkan dari pribadi-pribadi yang berbeda.‖
c. ―Ketiga, bahwa ketiga pribadi ilahi ini dibedakan antara yang satu dengan
yang lainnya dengan properti-properti pribadi yang tertentu dan dinyatakan di
dalam tatanan tertentu dari subtansi dan dari operasi.‖
J. Karya-Karya Allah
1. Ketetapan Allah
a. Pengertian/Definisi. Rencana kekal Allah bahwa dari sebelum dunia dijadikan Ia
telah menetapkan segala sesuatu yang akan terjadi.
b. Sifat Ketetapan Allah
1) Ketetapan Allah itu kekal sifatnya, mencakup masa lampau dan yang akan
datang. Kol 1:5, 18; Efe 1:4; 2Ti 1:9; Efe 3:11; 1Pe 1:20; Tit 1:2
2) Ketetapan Allah itu tunggal Efe 1:11; Rom 8:28
3) Ketetapan itu berdasar akan Hikmat Allah dan Pengetahuan Allah Efe
3:10-11; Maz 104:24; Ams 3:19; Yer 10:12; Yer 51:15
4) Ketetapan Allah itu pasti akan terjadi/terpenuhi Yes 46:10
5) Ketetapan Allah itu tidak berubah Ayu 23:13-14; Maz 33:11; Yes 46:10;
Yak 1:17; Luk 22:22; Kis 2:23
6) Ketetapan itu tanpa syarat/mutlak Kis 2:23; Efe 2:8; 1Pe 1:2
7) Ketetapan Allah itu bersifat universal untuk semua mahluk Efe 2:10; Kis
2:23; Kej 50:20, Ayu 14:5; Maz 39:4
8) Ketetapan Allah itu kudus Yes 48:11
9) Ketetapan Allah itu bebas Maz 135:6; Efe 1:11; Dan 4:35
10) Ketetapan Allah itu memiliki tujuan akhir untuk kemuliaan Allah. Bil
14:21; Yes 6:3; Mat 18:7; Kis 2:23
11) Semua ketetapan Allah yang sehubungan dengan dosa yaitu bersifat
diijinkan (permisif). Rom 8:28
c. Hubungan ketetapan dan kehendak Allah Allah menetapkan segala sesuatu
sesuai dengan kehendak kedaulatanNya. Kehendak Allah sering dibagi dalam
dua kategori:
1) Kehendak yang dinyatakan (yang tidak tersembunyi) Semua perintah-
perintah Allah yang ada dan diberikan Allah dalam Alkitab.
2) Kehendak Allah yang tidak dinyatakan (tersembunyi) Semua kejadian-
kejadian detail yang akan terjadi dan hal-hal lain yang tidak Tuhan
nyatakan kepada manusia. Ula 29:29
d. Kesulitan-kesulitan menerima Doktrin Ketetapan Allah
1) Bagaimana dengan kehendak bebas manusia? Apa arti kata "bebas"? Allah
tidak pernah membicarakan tentang kebebasan manusia dalam arti di luar
Allah. namun manusia memiliki kebebasan dalam memutuskan akan
pilihan dan pilihan itu memberikan konsekuensi tanggung jawab atas apa
yang dilakukannya. Kej 50:19, 20; Kis 2:23; 4:27-29.
2) Apakah usaha manusia untuk mendapatkan keselamatan tidak
diperhitungkan? Tuhan bekerja melalui tindakan manusia, jadi
bagaimanapun juga manusia harus bertindak, dan tindakan manusia itu
yaitu tindakan yang berasal dari kehendak manusia sendiri. Dalam hal
keselamatan, manusia tidak tahu akan keputusan keselamatan bagi dirinya.
Fil 2:13; Efe 2:10.
3) Apakah Allah yang menciptakan dosa? Allah mengijinkan dosa terjadi, namun
Allah tidak melakukan dosa. Namun demikian keberadaan dosa itupun ada
dibawah kuasa kedaulatan Allah. Maz 92:15; Pengk 7:29; Yak 1:13; 1Yo
1:10.
2. Predestinasi
a. Pengertian/Definisi. Ketetapan Allah sebelum dunia diciptakan yang mana Ia
memilih beberapa orang untuk diselamatkan dan yang lain dibiarkan untuk
binasa.
b. Bukti Alkitab. Alkitab membahas 3 macam "pemilihan":
1) Pemilihan terhadap Israel dalam Perjanjian Lama
2) Pemilihan terhadap orang-orang yang melayani dalam PL
3) Pemilihan terhadap orang-orang secara pribadi untuk diselamatkan.
Pemilihan yang akan dibicarakan dalam predestinasi yaitu no. 3). Ayat-ayat
Alkitab yang berbicara tentang "pilihan" Kis 13:48 Rom 8:28-30 Rom 9:11-13
Rom 11:7 Efe 1:12 1Te 1:4-5 2Te 2:13 2Ti 1:9 1Pe 2:9
c. Kesalah pengertian yang sering terjadi
1) Pilihan bukan nasib.
2) Pilihan bukan sebab perbuatan baik manusia (berkondisi).
3) Pilihan tidak berdasar akan pengetahuan Allah akan iman kita yang akan
datang.
d. Bagaimana Alkitab menerima doktrin Predistinasi
1) Sebagai penghiburan untuk orang percaya. Rom 8:28
2) Sebagai alasan untuk memuji Tuhan. Efe 1:5-6; 1Tes 1:2,4; 2Tes 2:13
3) Sebagai alasan untuk menginjili. 2Tim 2:10; Kis 18:9-10
4) Kesalah pengertian dari Doktrin Predestinasi (Pilihan)
Doktrin Pilihan tidak memberikan kesempatan manusia untuk menerima
atau menolak Kristus. Doktrin pilihan menjamin bahwa manusia dengan
kehendak bebasnya dapat memilih, namun bukan berarti bahwa pilihan itu
betul- betul bebas, sebab manusia tidak mungkin bebas di luar Allah.
Doktrin Pilihan itu bukan betul-betul pilihan. Untuk pilihan itu betul-
betul bebas dari Allah maka tidak mungkin sebab untuk hidup saja
manusia harus tergantung pada Tuhan.
Doktrin pilihan itu membuat manusia seperti robot. Tuhan yang mencipta
manusia dan menentukan apakah manusia dan kemampuannya. -->
tanyakan kepada orang atheis. Mat 23:37; Yoh 8:43-44; Yoh 5:40; Rom
9:20-24.
Doktrin pilihan itu tidak adil. 2Pe 2:4
Bagaimana dengan Ayat Alkitab yang mengatakan bahwa Allah ingin
menyelamatkan semua orang. 1Ti 2:4, 2Pe 3:9.
e. Doktrin Reprobasi. Definisi: Ketetapan kedaulatan Allah sejak sebelum dunia
dijadikan untuk membiarkan beberapa orang, tidak diselamatkan dan
menghakimi dosa-dosa yang dilakukannya sebagai konsekuensi keadilan Allah.
Yudas 4; Rom 9:17-22; 1Pet 2:8; Mat 11:25, 26; Yeh 33:25,26 ;Yeh 33:11;
Rom 9:1-4
3. Penciptaan
a. Pengertian/Definisi. Orang Kristen percaya akan Doktrin Penciptaan (Teori
Kreasi) berdasar pada kesaksian Alkitab (Kej 1). Pengetahuan tentang
39
penciptaan tidak mungkin diperoleh dari pemikiran manusia, sebab manusia
sendiri yaitu hasil ciptaan itu. Oleh sebab itu kalau bukan Allah sendiri yang
menyatakannya (sebagai Pencipta) maka tidak mungkin manusia dapat
mengetahuinya. Definisi: Tindakan bebas Allah dimana Allah menghasilkan
dunia dan semua yang ada di dalamnya (baik materi maupun spiritual), sebagian
tanpa bahan dan sebagian dengan bahan yang natur dasarnya tidak cocok
dengan hasil ciptaan. Ia menciptakan untuk tujuan yang baik yaitu sebagai
pernyataan akan kemuliaan, kekuasaan, kebijaksanaan dan kebaikanNya.
b. Doktrin Penciptaan dalam Sejarah
1) Gereja Mula-mula percaya akan penciptaan sebagai tindakan bebas Allah
dan juga ex-nihilo (diciptakan tanpa bahan). Ajaran ini sangat penting pada
masa itu, sebab untuk melawan ajaran Gnostik yang percaya bahwa materi
yaitu sesuatu yang jahat. Namun demikian ada perbedaan pendapat
tentang sekitar istilah 'hari'; apakah sebagai arti literal atau suatu periode
tertentu atau satu waktu tunggal yang tidak terbagi.
2) Augustinus: Dari kekekalan penciptaan ada dalam kehendak Allah. tidak
ada waktu sebelum penciptaan, sebab dunia dijadikan dengan waktu
(bukan dalam waktu). Penciptaan yaitu tanpa bahan (ex-nihilo). Hari- hari
dalam penciptaan yaitu sebuah momen waktu untuk memberikan
kelengkapan pada keterbatasan intelegensi manusia.
3) Pada masa Reformasi Konsep ex-nihilo dipertahankan dengan kuat, sebab
suatu tindakan bebas Allah
diciptakan dalam waktu 6 hari dalam arti harafiah
4) Sesudah Reformasi Pengaruh ilmu pengetahuan dan konsep modern
melahirkan kompromi teologi dengan menganggap bahwa cerita Kej 1
hanyalah cerita mitos/alegoris. Ada jangka waktu putus sesudah Kej 1:1-2
dengan ayat- ayat selanjutnya. Dan satu hari yaitu waktu yang lama sekali
yaitu jutaan tahun.
c. Bukti Alkitab dan Dasar Teologis Penciptaan
1) Tindakan Allah Tritunggal Keluar dari Bapa, melalui Putra, di dalam Roh
Kudus keberadaan pemikiran hidup 1Ko 8:6 Yoh 1:30 Kej 1:2; Yes 40:12-
13
2) Tindakan bebas Allah yang menunjukkan akan kedaulatanNya. Bukan
merupakan suatu kebutuhan, sebab Allah sempurna adanya dan tidak
tergantung pada apapun. Dan juga Allah tidak menciptakan alam semesta
dari diriNya sendiri. Keberadaan alam semesta bukanlah perluasan dari
keberadaan Allah, sebab alam semesta yaitu bebas, di luar Allah. Efe
1:11; Wah 4:11; Ayu 22:2-3; Kis 17:25
3) Tindakan temporal Allah Kej 1:1 "Pada mulanya...." Waktu diciptakan,
sebelum itu tidak ada waktu. Dunia diciptakan dengan waktu, dan memang
memiliki permulaan. Maz 90:2; 102:26. Ada beberapa penafsiran yang
berbeda sehubungan dengan arti hari dalam penciptaan:
1 hari sama dengan waktu 24 jam Kel 20:11
Periode waktu tertentu (waktu geologis yang sangat panjang) Istilah
lain yang dipakai: - Hari jaman oleh evolusi theistik Allah menciptakan
alam fisik dan kehidupan di atasnya lalu menuntun proses evolusi yang
panjang. - Evolusi Ambang Allah memasuki proses evolusi pada saat-
saat penting tertentu untuk menciptakan sesuatu yang baru - bertahap.
40
Allah menyatakan tentang penciptaan kepada Musa dalam waktu 6
hari.
Allah telah menjadikan Adam dewasa pada waktu diciptakan, jadi
mungkin bumi juga sudah berumur pada waktu diciptakan.
Tindakan Penciptaan yang dijadikan tanpa bahan Istilah yang dipakai ex-
nihilo (Latin), artinya "dari yang tidak ada", memang tidak ada dalam
Alkitab, namun prinsip dan gagasannya jelas diajarkan oleh Alkitab. Kej
1:1; Maz 33:6, 9; Yoh 1:3; Ibr 11:3; Kis 17:24, 25; Kol 1:16 Wah 4:11; Kis
4:24; 14:15; Rom 4:17; Wah 10:6. Ada 3 perbedaan arti kata kerja
"mencipta" dalam bahasa Ibrani "bara" mencipta, dipakai hanya oleh Allah
"asah" membuat "yatsar" membentuk. Tindakan yang membuat ciptaan
dan Allah (Pencipta) memiliki hubungan yang istimewa. Efe 4:6; Ibr
11:3 Tujuan akhir penciptaan yaitu untuk menyaksikan kebesaran dan
kemuliaan Allah. Tercakup di dalamnya yaitu kebahagiaan manusia. Yes
43:7; Wah 4:11; Yer 10:12; Maz 19:1-2
4. Providensi
a. Arti Etimologi (asal kata)
1) "Pronoia" (Yun), artinya pengetahuan awal.
2) "Providentia" (Latin), artinya tindakan kemurahan Allah menyediakan segala
sesuatu yang diperlukan ciptaanNya.
b. Sejarah Doktrin Providensia Allah
1) Bapak-bapak Gereja. Mereka melawan ajaran-ajaran Stoa dan Epikuros
dengan menegakkan pengertian akan kedaulatan Allah dan kasih Allah
2) Bapak Gereja Agustinus: Menekankan pengajaran bahwa Allah memelihara
dan memerintahkan segala sesuatu dalam alam semesta berdasar
kehendakNya yang berdaulat, bijaksana dan maksud baik.
3) Thomas Aquinas: mengikuti tradisi Augustinus.
c. Para Reformator:
1) Martin Luther percaya akan aspek umum providensia tapi membatasi hanya
pada hal keselamatan saja.
2) Yohanes Calvin: mengikuti Agustinus.
d. Pengertian/Definisi
1) Aktivitas Allah (Pencipta) yang terus menerus oleh rahmatNya dan
kebaikanNya yang melimpah menegakkan ciptaanNya dalam keadaan
teratur, memimpin dan memerintahkan segala sesuatu kepada tujuan yang
telah ditetapkan demi kemuliaanNya.
2) Keterlibatan Allah secara terus menerus dengan semua ciptaanNya
sedemikian rupa sehingga Allah selalu menjaga keberadaan ciptaan dan
memelihara semua sifat-sifat yang dimiliki mereka sebagaimana Allah
menciptakan mereka dan juga bekerja sama dengan semua ciptaanNya dalam
setiap tindakkan dan menuntun serta mengarahkan semua sifat-sifat yang
dimiliki mereka itu sebagaimana seharusnya, dan mengarahkan mereka untuk
memenuhi semua kehendakNya.
e. Unsur-unsur Providensia Allah
1) Preservasi Allah. Allah terus menerus memelihara dan menopang keberadaan
dan kelanjutan semua sifat-sifat yang dimiliki ciptaanNya sebagaimana
mereka diciptakan Ibr 1:3; Kol 1:17; Kis 17:28; Neh 9:6; Maz 104:29
2) Konkurensi. Allah bekerjasama dengan semua ciptaanNya dalam setiap
tindakkannya dan mengarahkan semua sifat-sifat yang dimiliki mereka
sehingga mereka bertindak sebagaimana seharusnya Pemerintahan. Allah
memerintah atas segala sesuatu yang terjadi di dunia supaya segala sesuatu
yang terjadi itu sesuai dengan maksud dan tujuan kehendak Allah. Maz
103:19; Dan 4:34, 35; Ams 16:33
f. Kesalahan konsep tentang providensia Allah
1) Providensia Allah terbatas hanya pada pengetahuan awal.
2) Konsep deistik. Perlindungan Allah sepenuhnya segatif
3) Konsep panteistik. Perlindungan itu yaitu penciptaan terus-menerus
4) Konsep kerjasama antara Allah dan manusia.
VIII. KRISTOLOGI : Pengajaran Tentang Kristus
A. Siapakah Yesus Kristus
Sepintas Yesus tampak seperti manusia biasa sebagaimana halnya kita. Ia dilahirkan
oleh seorang perempuan, dibesarkan di desa, dan berkata-kata dalam bahasa manusia. Ia
tidak memiliki hal yang begitu hebat sehingga kita harus memikirkan Dia sedalam-
dalamnya. namun mengapa Ia sanggup melakukan perkara-perkara ajaib yang tak dapat
dilakukan manusia biasa? Ia sanggup menyembuhkan penyakit, mengusir Setan,
membangkitkan orang mati, dan banyak hal supranatural. Selain menjadi batu sandungan
bagi banyak orang, kemanusiaan Yesus ini juga menimbulkan daya tarik dan tanda tanya
yang mengagumkan sekaligus memusingkan banyak orang. Siapakah Dia Sebenarnya?
Siapakah Yesus Kristus? Apakah Dia sungguh-sungguh Allah, atau nabi atau manusia
yang bermoral tinggi? Pertanyaan tentang siapa Yesus, bukan lagi merupakan hal yang
baru. Pertanyaan ini merupakan sebuah pertanyaan yang paling kontraversial dalam
sepanjang sejarah manusia. Sejak Yesus lahir ke dunia, hidup dan berkarya serta mati di
kayu salib, bangkit, dan naik ke sorga, sudah banyak pandangan diberikan kepada Yesus.
Banyak diskusi dan seminar yang dilakukan; ribuan bahkan jutaan jilid buku telah
diterbitkan. Banyak manusia yang tidak peduli bahkan merendahkan Dia, namun banyak
juga manusia yang begitu memuliakan, menyembah, dan menyerahkan hidup mereka
kepada Yesus, bahkan rela mati untuk memuliakan Dia. Mengapa demikian?
Kalau diperhatikan dalam seluruh Alkitab, mulai dari Kitab Kejadian 1 sampai dengan
Kitab Wahyu, maka nampak dengan jelas bahwa kehadiran Yesus (Perjanjian Baru) atau
Mesias (Perjanjian Lama) telah memicu manusia terpecah ke dalam dua kutub yang
tidak mungkin bersatu secara sungguh- sungguh, kecuali dengan kompromi. saat Yesus
hidup di dunia ini, manusia pada zaman itu, tidak bisa tidak, ditantang untuk menentukan
sikap terhadap diri dan FirmanNya. Ada orang yang percaya dan menerimaNya, sebab itu
memperoleh hidup yang kekal (Yoh.3:16). Ada juga yang tetap tidak percaya dan
menolakNya, sebab itu mengalami kebinasaan kekal.
Sesungguhnya, manusia pada zaman ini pun mau tidak mau harus mengambil sikap
terhadap Yesus. Mereka tidak boleh bersikap netral dan acuh tak acuh. Mengapa? sebab
gereja Tuhan, serta orang -orang percaya yang setia dan berani senantiasa menentang
mereka dengan firmanNya. sebab itu mereka harus menentukan pilihan! Mereka harus
percaya dan menerima, atau ragu-ragu dan menolak. Tentu, masing- masing pilihan
memicu konsekuensi yang bersifat kekal.
Nama Yesus merupakan nama diri dalam bahasa Yunani yang berasal dari kata Ibrani :
Jehoshua atau Joshua (Yos 1:1), nama ini berasal dari akar kata Yasha (hoshia) yang
artinya menyelamatkan. Kristus yaitu sebuah nama jabatan yang merupakan terjemahan
Yunani Kristos dari akar kata Ibrani Masyiakh atau Mesias (Al-Masih), yang artinya
―The Anointed (Yang Diurapi)‖. Yesus disebut Kristus sebab Dialah yang dipilih Allah
menjadi penyelamat (Juruselamat) dan Tuhan. Akhirnya Kristus juga menjadi nama diri
untuk Yesus.
Kristus merupakan pusat pemberitaan Alkitab dan dasar iman Kristiani. Tanpa Kristus,
Kekristenan tidak memiliki makna apapun! No Christian without Christ!
B. Permasalahan Kristologi







