n pada penghakiman
dalam Wahyu hanya ada satu kelompok. (7) Tidak ada kitab-kitab
yang disebutkan pada penghakiman bangsa-bangsa; pada pengha
kiman dalam kitab Wahyu semua kitab dibuka. (8) Hasil keputusan
pada penghakiman bangsa-bangsa yaitu dua macam: bagi golong
an domba ada hidup kekal dan kerajaan Allah, sedangkan bagi
golongan kambing tersedia hukuman kekal; hasil keputusan peng
hakiman dalam Wahyu, hanya ada hukuman dicampakkan dalam
api. (9) Suatu masalah penting yang diadili pada penghakiman
bangsa-bangsa ialah sikap dan perlakuan terhadap saudara-saudara
Kristus (bangsa Israel); sedangkan satu-satunya masalah yang
dihakimi di Wahyu yaitu kelakuan manusia pada umumnya. Se
kalipun beberapa pernyataan di atas didasarkan pada kesimpulan
yang diambil dari apa yang tersirat, adanya begitu banyak perbedaan
hanya dapat terjadi bila ada dua penghakiman yang berlainan. Oleh
karena itu, nampak jelas sekali bahwa bangsa-bangsa akan dihakimi
untuk menentukan apakah mereka berhak memasuki kerajaan seribu
tahun apa tidak.
F. MEMBEBASKAN DAN MEMBERKATI CIPTAAN
Yesus berbicara tentang suatu penciptaan kembali di masa depan
saat para rasul akan duduk di atas takhta dan menghakimi kedua
Kedatangan Kristus yang Kedua Kali:... 555
belas suku Israel (Matius 19:28). Penguasa utama kerajaan ini di
sebut sebagai "hamba-Ku Daud" (Yehezkiel 34:23; 37:24; band.
Yesaya 55:3, 4). Feinberg mengatakan, "Rujukan kepada hamba
Allah, Daud, dalam ayat-ayat ini hendaknya dipahami sebagai Anak
Daud yang agung, Tuhan Yesus Kristus."160 Yesaya berbicara ten
tang masa ini sebagai suatu masa saat serigala hidup berdamai
dengan anak domba, dan macan tutul bersahabat dengan anak
kambing (Yesaya 11:1-9), saat padang gurun akan berbunga lebat
dan tanah pasir yang panas akan berubah menjadi kolam air (35:1-
10). Paulus membicarakannya sebagai pembebasan ciptaan dari
semua keluhan dan perbudakannya (Roma 8:19-22). Berbagai
perubahan fisik akan terjadi di bumi (Yesaya 2:2; Yehezkiel 47:1-
12; Zakharia 14:4-8), dan bumi akan memberikan hasilnya kembali
(Yehezkiel 34:25, 26). Perlu diperhatikan bahwa penciptaan kem
bali ini baru akan terjadi saat "Anak Manusia bersemayam di
takhta kemuliaan-Nya" (Matius 19:28). Seluruh pasal 11 dari kitab
Nabi Yesaya juga mengatakan bahwa masa depan yang indah ini
akan terjadi saat Anak Isai ada di tengah umat manusia. Hal yang
sama dapat juga tercakup dalam janji bahwa Kristus "akan me
nyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk meng
anugerahkan keselamatan kepada mereka yang menantikan Dia"
(Ibrani 9:28). Tanah ini terkutuk karena manusia, rumput duri dan
onak muncul sebagai akibat dosa manusia (Kejadian 3:17-19; band.
Ibrani 6:8), namun saat Kristus datang kembali, Ia akan melenyap
kan kutukan itu dan memulihkan ciptaan Allah yang bisu sekalipun
kepada kesempurnaan dan kemuliaannya yang semula.
G. MENDIRIKAN KERAJAANNYA
Pokok ini akan kita bahas secara lebih mendalam dalam kesempatan
berikutnya, namun beberapa patah kata pada kesempatan ini rasanya
perlu juga. Seorang bangsawan "berangkat ke sebuah negeri yang
jauh untuk dinobatkan menjadi raja di situ dan setelah itu baru kem
bali" (Lukas 19:12). saat ia kembali, ia akan mendirikan kera-
jaannya sendiri (15-19). Allah menjanjikan bahwa Daud akan men
dirikan kerajaan untuk selama-lamanya (II Samuel 7:8-16), dan
160 Feinberg, The Prophecy of Ezekiel, hal. 198.
556 Eskatologi
kemudian memperkuat janji-Nya dengan suatu sumpah (Mazmur
89:4, 5, 21-38). Pada saat Babilonia merebut Yerusalem, Allah
memperbaharui janji-Nya kepada umat Israel (Yeremia 33:19-22).
Malaikat Gabriel mengatakan bahwa Yesus yaitu pewaris takhta
Daud (Lukas 1:31-33). Dia yaitu batu yang terungkit lepas dari
gunung tanpa perbuatan tangan, yang akan memenuhi seluruh bumi,
sesudah Ia menghancurkan semua kerajaan di bumi (Daniel 2:44,
45). Ia akan menerima kerajaan itu dari tangan Bapa dan akhirnya
mendirikannya (Daniel 7:13, 14). Maka pada saat itulah kerajaan
dunia ini akan menjadi kerajaan Allah kita bersama Kristus-Nya
(Wahyu 11:15). Kota Yerusalem akan menjadi ibukota bumi yang
telah diperbaharui (Yesaya 2:2-4; Mikha 4:1-3). Semua bangsa di
bumi ini akan berkewajiban untuk beribadah di Yerusalem pada
hari raya Pondok Daun (Zakharia 14:16-19). Damai sejahtera dan
kebenaran akan merupakan ciri utama pemerintahan Kristus di bumi
ini (Yesaya 9:5, 6).
II. SELANG WAKTU ANTARA PENGANGKATAN
GEREJA DENGAN PENYATAAN
DIRI KRISTUS
Setelah mempelajari peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan ke
datangan Kristus di angkasa dan kedatangan-Nya ke bumi, maka
berikutnya kita perlu membahas dengan singkat periode yang ter
dapat antara kedua peristiwa ini. Peristiwa ini dikenal dengan
masa kesengsaraan. Tentu saja, kita tahu bahwa orang-orang per
caya harus mengalami banyak sengsara "untuk masuk dalam
Kerajaan Allah" (Kisah 14:22); akan namun , di samping pengalaman
ini yang dialami semua orang Kristen pada umumnya, ada suatu
masa kesengsaraan yang masih akan datang. Dalam Daniel 12:1
masa itu disebut sebagai "suatu waktu kesesakan yang besar, seperti
yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada
waktu itu"; Matius 24:21 memerikannya sebagai "siksaan yang dah
syat"; Lukas 21:34 menyebutnya sebagai "hari Tuhan"; Wahyu 3:10
menyebutnya sebagai "hari pencobaan yang akan datang atas
seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi";
sedangkan dalam Wahyu 7:14 kita membaca tentang orang-orang
Kedatangan Kristus yang Kedua Kali:... 557
percaya yang telah "keluar dari kesusahan yang besar". Dalam Per
janjian Lama peristiwa ini dikenal dengan nama "waktu kesu
sahan bagi Yakub" (Yeremia 30:7) dan sebagai masa kemurkaan
Allah terhadap penduduk bumi (Yesaya 24:17-21; 26:20, 21; 34:1-
3). Bahwa masa kesengsaraan ini akan datang di antara kedua tahap
kedatangan Kristus kali yang kedua nampak dari suatu penyelidikan
yang teliti terhadap program masa depan yang ada dalam
Alkitab. Masa kesengsaraan ini akan berakhir saat Kristus
kembali dengan kemuliaan (Matius 24:29, 30).
A. LAMANYA MASA KESENGSARAAN
Alkitab samasekali tidak memberitahukan berapa lama masa ke
sengsaraan ini, sekalipun kita diberi tahu bahwa demi orang-orang
pilihan masa kesengsaraan ini akan dipersingkat (Matius
24:22). Namun, ada beberapa petunjuk yang menyatakan
bahwa masa kesengsaraan itu akan berlangsung selama tujuh tahun.
Apa pun metode yang dipakai untuk menghitung waktu tujuh puluh
minggu dalam Daniel 9:24-27, jelaslah bahwa masa tujuh puluh
minggu itu dimulai saat Nehemia kembali dan membangun kem
bali tembok dan kota Yerusalem (Nehemia 2:1-8; Daniel 9:25).
Jelas juga bahwa minggu yang keenam puluh sembilan berakhir
saat Mesias disalibkan (Daniel 9:26) dan bahwa terjadi selang
waktu dalam urutan minggu-minggu itu. Penghancuran seluruh kota
Yerusalem dan bait suci pada tahun 70 TM, serta berbagai peristiwa
perang dan penghancuran yang terjadi hingga akhirnya, terletak di
antara minggu ke-69 dan minggu yang ke-70. Nampaknya sangat
jelas bagi banyak orang bahwa minggu ke-70 masih berada di masa
depan dan bahwa minggu ini yaitu masa kesengsaraan. Nam
paknya jelas pula bahwa "satu minggu” dalam kronologi kitab
Daniel berarti tujuh tahun. Jadi, bila minggu ke-70 itu yaitu masa
kesengsaraan, maka kita dapat menganggap masa itu akan berlang
sung selama tujuh tahun. Selaras dengan anggapan ini, paruhan
kedua dari masa ini disebut di bagian lain sebagai "satu masa dan
dua masa dan setengah masa" (Daniel 7:25; 12:7; Wahyu 12:14),
sebagai "empat puluh dua bulan" (Wahyu 11:2; 13:5), dan sebagai
seribu dua ratus enam puluh hari (Wahyu 11:3; 12:6; band. Daniel
12:11, 12). Nampaknya hanya itulah yang dapat dikatakan tentang
lamanya masa kesengsaraan ini.
558 Eskatologi
B. SIFAT MASA KESENGSARAAN
Alkitab banyak sekali berbicara tentang sifat masa kesengsaraan ini.
Marilah kita secara singkat membahas beberapa aspek dari masa
ini
1. Aspek politik. Berbagai aspek politiknya secara khusus di
sebut dalam kitab Daniel dan kitab Wahyu. Daniel 2:31-43
menggambarkan "zaman bangsa-bangsa" (Lukas 21:24), dan dua
ayat selanjutnya (2:44-45) menggambarkan kerajaan seribu tahun.
Setelah periode kerajaan Babilonia, Media-Persia, Yunani, dan
Romawi, bentuk terakhir dari Kerajaan Romawi tampil dengan
sepuluh rajanya yang bekerja sama. Di Daniel 7:1-28 nubuat yang
sama muncul dengan gambaran empat binatang. Binatang terakhir,
yang bertanduk sepuluh, menunjuk kepada bentuk terakhir dari
Kerajaan Romawi dengan sepuluh rajanya. Wahyu 13:1-10 mem
berikan nubuat yang sama, kecuali dengan tambahan bahwa ke
sepuluh tanduk itu sekarang bermahkota, yang menunjukkan bahwa
masa kekuasaan mereka telah tiba. Dalam Wahyu 17:1-18 binatang
yang sama ini dikuasai oleh seorang perempuan pelacur, jelaslah
menunjuk kepada suatu sistem agama tertentu. Wahyu 19:17-21
menggambarkan akhir kerajaan ini. Dari semua keterangan ini,
dapat disimpulkan bahwa selama masa kesengsaraan ini dunia akan
diperintah oleh suatu federasi politik, yang terutama berkembang
dari Kerajaan Romawi kuno, yang di dalamnya ada sepuluh
kerajaan yang bekerja sama. Sifat pemerintahan ini otokratis dan
menghina Allah. Pada mulanya sistem keagamaan pada masa itu
akan menguasai pemerintahan, namun setelah jangka waktu tertentu
kesepuluh raja itu akan menghancurkannya, dan pada saat itulah
penganiayaan besar akan dimulai terhadap orang-orang percaya
pada masa itu. Namun, raja beserta dengan antek-anteknya akan
dihancurkan pada saat Kristus datang kembali, dan kerajaan mereka
akan tunduk kepada kerajaan yang akan didirikan oleh Kristus.
2. Aspek keagamaan. Aspek keagamaan masa kesengsaraan ini
dapat dipastikan dari ayat-ayat Alkitab seperti Daniel 11:36-39;
Yohanes 5:43; II Tesalonika 2:6-12; Wahyu 13:11-18, dan 17:1-17.
Yesus bernubuat bahwa akan datang seorang atas namanya sendiri
dan ia akan diterima oleh orang Yahudi. Inilah salah satu dari
binatang-binatang dalam Wahyu 13:1-18. Istilah "antikristus" mun
Kedatangan Kristus yang Kedua Kali:... 559
cul sekitar lima kali saja dalam Perjanjian Baru (I Yohanes 2:18,
22; 4:3; II Yohanes 7), dan karena istilah ini hanya dipakai satu
atau dua kali untuk pribadi Antikristus, maka lebih baik untuk
memakai istilah-istilah yang lebih sering dipakai untuk menunjuk
kepada tokoh-tokoh yang berperan pada akhir zaman. Kita telah
menunjukkan bahwa dalam Wahyu 17:1-6 binatang bertanduk
sepuluh itu ditunggangi oleh suatu sistem keagamaan yang palsu.
Mungkin ini merupakan federasi dari semua orang murtad yang
akan memasuki masa kesengsaraan. Sebagaimana sudah dikatakan
sebelumnya, pada awal periode ini, sistem keagamaan palsu ini,
yaitu si pelacur, akan menguasai pemerintahan. saat di tengah-
tengah periode ini raja memutuskan hubungannya dengan
orang-orang Yahudi serta melarang persembahan korban sembelih
an dan korban santapan (Daniel 9:27), kesepuluh raja yang dilam
bangkan oleh kesepuluh tanduk itu akan membenci si pelacur, tidak
mengakuinya lagi, dan menghancurkannya (Wahyu 17:16, 17).
Sejak saat itu, semua akan dituntut untuk menyembah binatang itu
(Wahyu 13:4-8), dan binatang yang kedua akan memaksa seluruh
dunia untuk melakukannya (Wahyu 13:11-17). Ia akan memakai
tipu daya serta mukjizat-mukjizat palsu (II Tesalonika 2:9-12;
Wahyu 13:13) dan kekerasan (Wahyu 13:7, 15; band. 6:9-11; 20:4),
serta menganiaya orang-orang yang tidak mau menyembah binatang
itu atau tidak mau menerima namanya (Wahyu 13:16, 17). Ia akan
menuntut agar semua orang menerima tanda binatang itu dan tidak
mengizinkan siapa pun untuk membeli atau menjual kecuali mereka
menerima tanda ini . Jelaslah bahwa pada hari-hari itu akan
ada banyak sekali orang yang akan dibantai karena Firman Allah
dan kesaksian yang mereka pertahankan. Namun dengan kedatang
an Kristus serta pembinasaan para pemimpin dan bala tentara me
reka, seluruh sistem keagamaan akhir zaman akan dimusnahkan.
3. Aspek Israel. Allah tidak melupakan umat-Nya; dan bahkan
sampai saat ini masih ada suatu sisa menurut pilihan kasih karunia
(Roma 11:1-5). Namun yang lebih dari itu ialah bahwa Allah akan
menjadikan Israel umat-Nya kembali, "Sebab Allah tidak menyesali
kasih karunia dan panggilan-Nya" (Roma 11:29). Mustahil untuk
membahas pokok yang sangat menarik dan penting ini secara men
dalam; kita hanya dapat memperhatikan fakta-faktanya secara garis
besar.
560 Eskatologi
Israel akan kembali ke Palestina, namun jelas bahwa mereka akan
kembali masih dalam keadaan tidak percaya. Baru setelah kembali
mereka akan bertobat (Yehezkiel 37:1-14). Pada tahun-tahun ter
akhir ini banyak orang Yahudi berusaha dengan gigih untuk kembali
ke Palestina. Hal ini akan terus berlangsung sampai raja dari
kerajaan Roma yang telah bangkit kembali mengadakan suatu per
janjian dengan mereka untuk waktu tujuh tahun, serta memberi
kesempatan bagi mereka untuk mempersembahkan kembali korban-
korban dalam bait suci yang dibangun kembali di Yerusalem. Akan
namun , raja ini akan mengingkari perjanjiannya pada pertengahan
minggu itu serta menghentikan semua korban sembelihan dan kor
ban santapan (Daniel 9:27). Entah pada saat apa dalam periode ini,
mungkin tepat sebelum paruhan kedua dari minggu ketujuh puluh
ini, Allah akan memeteraikan seratus empat puluh empat ribu orang
Israel pada dahi mereka (Wahyu 7:1-8). Hal ini pastilah menunjuk
kan bahwa mereka telah menerima Kristus sebagai Mesias mereka.
Jumlah ini hanya merupakan suatu sisa dari seluruh Israel, dan
pemeteraian mereka bertujuan untuk melindungi mereka selama
hukuman masa kesengsaraan yang masih akan datang. saat itu
Iblis akan diusir dari sorga dan ia akan menganiaya Israel. Akan
namun , bumi akan membantu Israel dengan cara menelan bala tentara
yang dikirim oleh Iblis untuk mengejar mereka (Yeremia 30:7;
Daniel 12:1; Wahyu 12). Setelah penghentian persembahan korban,
binatang itu akan mendirikan sebuah patung di bait suci, yang dalam
Alkitab disebut sebagai "kekejian yang membinasakan" (Daniel
12:11; Matius 24:15; Wahyu 13:14, 15; band. II Tesalonika 2:4).
Kemudian akan terjadi penganiayaan selanjutnya terhadap orang-
orang Yahudi. Mungkin yang dimaksudkan ialah penganiayaan ter
hadap orang-orang yang bertobat di bawah pelayanan dua orang
saksi Allah (Wahyu 11:1-7; 12:17). Dan akhirnya, terjadilah peng
aniayaan terhadap semua orang Israel di Palestina (Zakharia 12:1-9;
13:8, 9; 14:1-5). Sungguh menarik untuk memperhatikan bahwa
penyelamatan Israel akan terjadi pada saat-saat yang paling gelap
dalam sejarahnya. Kristus akan datang dan orang-orang Yahudi
akan melihat Dia. saat itu mereka akan meratapi Dia, mencebur
kan diri dalam pancaran air untuk membasuh dosa dan kecemaran
mereka, serta menjadi bangsa yang baru (Zakharia 12:10-13:2).
Allah akan menyelamatkan semua orang Israel yang selamat dari
Kedatangan Kristus yang Kedua Kali:... 561
berbagai hukuman ini (Roma 11:25-27).
4. Aspek ekonomi. Aspek ekonomi dari periode ini ada dalam
Wahyu 13:16-18 dan 18:1-24. Menjual dan membeli akan diatur
berdasarkan pemujaan kepada raja. Perdagangan akan dimuliakan
di atas segala sesuatu, dan sebuah kota pusat perdagangan yang
besar akan didirikan untuk menunjang maksud itu. Nama yang
diberikan kepada kota ini ialah Babel, dan ia akan menjadi
kota perdagangan terbesar di dunia. Akan namun , Allah akan mem
perhatikan segenap penderitaan umat-Nya dan Ia akan menghakimi
kota perdagangan yang besar itu dalam satu jam. Sorga akan ber-
sukaria saat Allah menghukum wanita pelacur dan kota
yang jahat itu (Wahyu 19:1-5).
C. TOKOH UTAMA PERIODE INI
Pribadi dan karya Iblis secara umum sudah kita pelajari; kini tiba
saatnya untuk memperhatikan secara khusus bagiannya dalam ren
cana akhir zaman. Iblis ikut berperan dalam pembangkitan kembali
Kerajaan Roma. Dalam Daniel 7:2, 3 dikatakan bahwa keempat
angin dari langit akan menggoncangkan laut besar dan sebagai
akibatnya muncullah empat ekor binatang besar. Wahyu 13:1 me
nyatakan bahwa naga sedang berdiri di pantai saat seekor
binatang keluar dari dalam laut. Naga itulah yang berada di balik
gerakan untuk suatu federasi dunia, yang mempunyai tujuan yang
terselubung yaitu melenyapkan iman dari atas muka bumi. Dialah
yang memberikan kuasa, takhta, dan wibawa yang besar kepada
binatang itu (Wahyu 13:2-4). Jadi, penguasa ini akan diberi tenaga
dan diberi kuasa oleh Iblis sendiri, sehingga tidak ada yang mampu
berperang melawannya. Kembali, pada mulanya Iblis akan meng
urus segala sesuatu dari langit, namun pada waktunya ia akan dicam
pakkan ke bumi (Wahyu 12:7-13; band. Lukas 10:18). Karena me
ngetahui bahwa waktunya terbatas, ia akan membenci dan meng
aniaya Israel dengan sangat ganas (Wahyu 12:13-17). Cara-cara
kerjanya mencakup penipuan, kebohongan, tanda-tanda mukjizat,
dan api dari langit (II Tesalonika 2:9-11; Wahyu 13:13-15). Ia pun
akan menetapkan penyembahan kepada Iblis dan roh-roh jahat
(Wahyu 9:20; 13:4). Bisa jadi penyembahan ini akan berupa se
562 Eskatologi
macam pemujaan berhala. Dan akhirnya, Iblis akan menghasut raja-
raja di seluruh muka bumi ini untuk berkumpul guna berperang di
Harmagedon (Wahyu 16:12-16; 19:11-21). Jadi, kita melihat
bahwa masa kesengsaraan ini betul-betul merupakan saat pameran
kuasa kegelapan.
PASAL XLII
Saat Kedatangan-Nya: Pra-Milenial
Yesus mengatakan, "namun tentang hari atau saat itu tidak seorang
pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun
tidak, hanya Bapa saja" (Markus 13:32) dan "Engkau tidak perlu
mengetahui masa dan waktu yang ditetapkan Bapa sendiri menurut
kuasa-Nya" (Kisah 1:7). Sekalipun demikian Yesus mengritik orang
Farisi dan orang Saduki karena mereka tahu bagaimana melihat
keadaan langit namun tidak dapat membedakan tanda-tanda zaman
(Matius 16:3). la mendorong mereka untuk belajar dari pohon ara
yang bila mulai bertunas menandakan bahwa musim panas sudah
dekat (Matius 24:32, 33). Orang-orang suku Isakhar dipuji karena
mereka "mempunyai pengertian tentang saat-saat yang baik" (I Ta
warikh 12:32). Jadi, secara umum orang percaya harus mengetahui
waktu kedatangan Kristus yang kedua kali, walaupun tidak secara
khusus. Secara umum kedatangan Tuhan yang kedua kali sudah
dekat; Ia dapat datang setiap saat (Matius 24:36; 25:13; Markus
13:32; I Tesalonika 4:16, 17; Titus 2:13). Bila dari semula waktu
yang tepat dari kedatangan Kristus telah diumumkan, pastilah gereja
sudah kehilangan semangat untuk terus berjaga-jaga karena tidak
pasti tentang waktunya kedatangan itu.
Kita tidak akan membahas tanda-tanda kedatangan-Nya, karena
tanda-tanda ini lebih berkaitan dengan kedatangan-Nya ke
bumi dan bukan dengan kedatangan-Nya di angkasa. Namun kita
akan membahas dua pertanyaan yang sangat penting: apakah Ia
akan datang sebelum kerajaan seribu tahun? dan apakah Ia akan
datang sebelum masa kesengsaraan? Sampai pada taraf tertentu
kedua pertanyaan itu telah terjawab sebelumnya, namun dalam
kesempatan ini perlu kita menelitinya secara lebih terinci. Dalam
563
564 Eskatologi
bab ini kita akan membahas pertanyaan yang pertama serta menun
jukkan bahwa kedatangan-Nya yaitu pra-milenial atau sebelum
kerajaan seribu tahun.
I. ARTI ISTILAH PRA-MILENIAL
Istilah "milenium" berasal dari bahasa Latin dan berarti seribu
tahun. Istilah ini memang tidak ada dalam Alkitab, namun istilah
"seribu tahun" muncul enam kali dalam Wahyu 20:2-7. Istilah Yu
nani chiliasm sering kali muncul dalam buku-buku teologi dan
menunjuk kepada ajaran bahwa Kristus akan datang dan mendirikan
kerajaan di bumi untuk seribu tahun. Kenyataan akan adanya kera
jaan semacam itu dengan jelas diajarkan dalam Perjanjian Lama,
namun kitab Wahyu memberi tahu kita tentang lamanya kerajaan
itu.
Orang-orang yang percaya bahwa kedatangan Kristus yang kedua
kali akan terjadi sebelum kerajaan seribu tahun disebut golongan
"pra-milenarian" atau "pra-milenialis". Golongan "pasca-milenial"
atau "pasca-milenialis" mengajarkan bahwa Kristus akan datang
kembali secara kelihatan dan secara pribadi setelah kerajaan seribu
tahun. Golongan ketiga, golongan "amilenialis" tidak menerima
adanya kerajaan seribu tahun yang nyata: sebaliknya, mereka meng
anggap kerajaan seribu tahun ini sebagai keadaan orang percaya
yang tanpa tubuh kebangkitan ada bersama-sama dengan Tuhan
sambil menantikan hari kebangkitan, atau sebagai pemerintahan
Kristus yang bersifat rohani sekarang ini di dalam hati orang-orang
percaya.
II. PANDANGAN GEREJA MULA-MULA
Gereja mula-mula pada umumnya berpandangan pra-milenial. Es
katologi belum disusun secara bersistem pada mulanya, namun
beberapa naskah kuno yang masih ada dapat dipergunakan untuk
mendukung kenyataan bahwa selama tiga abad pertama dari gereja,
pandangan pra-milenialisme dianut di mana-mana. Papias, yang
meninggal sekitar tahun 155 TM, menulis bahwa "akan ada kerajaan
seribu tahun setelah kebangkitan dari antara orang mati, saat
Saat Kedatangan-Nya: Pra-Milenial 565
pemerintahan pribadi Kristus akan didirikan di bumi ini."161 Ia juga
menulis, "Akan datang hari-hari saat pohon-pohon anggur akan
tumbuh dengan subur, masing-masing dengan sepuluh ribu carang,
dan setiap carang akan memiliki sepuluh ribu ranting, dan dalam
tiap ranting ada sepuluh ribu tunas, dan di dalam setiap tunas ter
dapat sepuluh ribu tandan dan pada setiap tandan akan ada sepuluh
ribu buah anggur, dan bila setiap buah anggur diperas akan meng
hasilkan sekitar 851 liter air anggur."162 Sekalipun pernyataan ini
terlalu dilebih-lebihkan, jelas sekali itu menunjukkan kepercayaan
akan kerajaan seribu tahun. Barnabas, yang menulis sekitar tahun
100 TM, menyamakan sejarah dunia dengan enam hari penciptaan
dan satu hari istirahat. Setelah enam hari, yang ditafsirkannya
sebagai enam ribu tahun, Kristus akan datang kembali dan "meng
hancurkan masa orang fasik, menghakimi orang yang tidak beriman,
mengubah matahari, bulan, dan bintang-bintang, dan setelah itu Ia
akan betul-betul beristirahat pada hari yang ketujuh."163 Barnabas
selanjutnya mengatakan bahwa hari kedelapan yaitu permulaan
suatu dunia yang baru. Yustinus Martir (sekitar 110-165 TM)
menulis, "Saya dan orang-orang lain, yang merupakan orang Kristen
berpikiran sehat dalam segala hal, sangat yakin bahwa akan ada
kebangkitan orang mati, masa seribu tahun di Yerusalem, yang pada
saat itu akan dibangun, dihiasi, dan diperluas."164 Seorang penga
rang yang lebih kemudian lagi bernama Tertulianus (sekitar 150-
225 TM), menyatakan, "Kita mengakui bahwa suatu kerajaan di
bumi telah dijanjikan kepada kita, sekalipun sebelum kita ke sorga,
hanya dalam eksistensi yang lain; karena kerajaan ini akan ada
setelah kebangkitan selama seribu tahun di kota Yerusalem yang
dibangun oleh Allah sendiri." Selanjutnya ia menulis bahwa setelah
seribu tahun berlalu "akan terjadi penghancuran dunia dan segala
sesuatu akan dibakar pada saat penghukuman."165 Sejarawan ter
kenal, Philip Schaff, mengatakan, "Pokok yang paling menonjol dari
eskatologi zaman pra-Nicea ialah pandangan chiliasme, atau
milenarianisme. . . . Paham ini memang bukan merupakan doktrin
gereja yang masuk dalam pengakuan iman atau bentuk ibadat yang
161 Papias, Fragment VI.
162 Papias, Fragment TV.
163 Barnabas, The Epistle of Barnabas, Pasal XV.
164 Yustinus Martir, Dialogue with Trypho, Pasal LXXX.
165 Tertulianus, Against Marcion, Kitab III, Pasal XXV.
566 Eskatologi
resmi, namun merupakan pendapat yang dianut secara luas oleh guru-
guru Alkitab yang terkenal."1
Sejak abad keempat dan seterusnya, kepercayaan akan kerajaan
seribu tahun ini makin berkurang. Ada beberapa alasan yang
menyebabkan kemerosotan kepercayaan ini. (1) Penganiayaan ter
hadap gereja berakhir saat Raja Konstantinus bertobat, dan gereja
mulai melihat masa damai. (2) Ada perubahan dalam penafsiran
Alkitab, dari cara penafsiran yang harfiah kepada cara penafsiran
yang alegoris. Nubuat-nubuat tentang kerajaan seribu tahun kini
diberi arti rohani. (3) Banyak orang kemudian berpendapat bahwa
terbelenggunya Iblis dan kebangkitan serta pemerintahan orang
saleh (Wahyu 20:1-4) yaitu kemenangan pribadi orang-orang per
caya atas Iblis. Dalam arti itulah, demikian ditafsirkan, orang-orang
percaya memerintah bersama Kristus dalam kehidupan sekarang ini.
Akan namun , sekalipun ajaran ini makin merosot, di sana sini
selama berabad-abad terdengar suara-suara yang mendukung pra-
milenialisme. Doktrin-doktrin eskatologi diabaikan sepanjang abad
pertengahan (tahun 400 sampai tahun 1000), namun doktrin-doktrin
ini diperhatikan kembali setelah terjadi Reformasi. Kaum
Reformasi, pada umumnya, mengajarkan bahwa gereja dalam arti
tertentu yaitu kerajaan yang dinubuatkan, namun mereka meng
hidupkan kembali doktrin kedatangan Tuhan yang kedua kalinya
serta kebangkitan. Sekitar abad 17 dan 18, suara pra-milenialisme
kembali terdengar dengan nyaring.
ada gerakan untuk kembali kepada pandangan Gereja mula-
mula. Charles Wesley, Isaac Watts, Bengel, Lange, Godet, Ellicot,
Trench, Alford, dan banyak tokoh golongan Injili lainnya dari
generasi yang lalu dan yang sekarang ini telah mendukung pan
dangan pra-milenial ini. Sepanjang abad yang terakhir pengharapan
yang penuh bahagia ini diutamakan lagi.
III. BUKTI KEBENARAN DOKTRIN INI
A. CARA DAN SAAT KERAJAAN SERIBU TAHUN DIDIRIKAN
Dengan mengingat sepenuhnya bahwa istilah "kerajaan" sering kali
dipakai untuk menunjuk kepada pemerintahan rohani Allah dalam
166 Schaff, History of the Christian Church, II, hal. 614.
Saat Kedatangan-Nya: Pra-Milenial 567
hati manusia, kita juga dapat menemukan banyak ayat yang berbicara mengenai suatu kerajaan di bumi yang bakal datang. Dalam
arti yang pertama, kerajaan Allah yaitu kerajaan yang "datang
tanpa tanda-tanda lahiriah" (Lukas 17:20); namun kerajaan yang ke
mudian akan datang dengan tanda-tanda lahiriah. Dalam Daniel
2:44 diberitahukan bahwa "Allah semesta langit akan mendirikan
suatu kerajaan yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya".
Maksudnya, Allah akan mendirikan kerajaan-Nya di atas bumi se
telah kesepuluh raja itu menerima kuasa sebagai raja bersama-sama
dengan binatang itu "satu jam lamanya" (Wahyu 17:12-18). Daniel
7:15-27 menunjukkan bahwa kesepuluh raja ini akan diikuti oleh
kerajaan yang diberikan "kepada orang-orang kudus umat Yang
Mahatinggi; pemerintahan mereka yaitu pemerintahan yang kekal,
dan segala kekuasaan akan mengabdi dan patuh kepada mereka."
Dengan kata lain, secara tiba-tiba, pada masa kekuasaan kesepuluh
raja itu, batu ini, yaitu Kristus, akan meremukkan kaki patung besar
itu dan menghancurkan semua kerajaan ini (Daniel 2:34, 44).
Kristus akan menghukum dan memusnahkan semua kerajaan di
bumi. Pemusnahan tidak berarti merembes ke dalamnya. Yang di
maksud bukanlah Injil yang membawa dunia kepada pertobatan.
Logam patung besar itu tidak diubah menjadi logam yang lebih
mulia, namun dihancurkan sampai menjadi debu dan dibawa oleh
angin seperti sekam di tempat pengirikan pada musim panas, se
hingga betul-betul musnah tanpa bekas. Batu ini tidak merembes
ke dalam mereka, namun akan menggantikan mereka.
B. BERKAT-BERKAT YANG BERKAITAN DENGAN KERAJAAN
YANG AKAN DATANG INI
Kerajaan ini akan membentang dari laut ke laut, mulai dari Sungai
Efrat hingga ke ujung bumi, dari daerah padang gurun sampai ke
pulau-pulau (Mazmur 72:6-11). Bangsa-bangsa di atas bumi akan
mendaki gunung bait Allah yaitu Yerusalem, untuk beribadah
(Yesaya 2:2-4; Mikha 4:1-3). Bangsa-bangsa yang tidak datang
untuk berbakti di Yerusalem akan dihukum (Zakharia 14:16-19).
Kristus akan memerintah, duduk di atas takhta Daud; Ia memerintah
dengan keadilan dan kebenaran (Yesaya 9:5, 6). Yeremia 23:5, 6
berbunyi, "Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah fir-
568 Eskatologi
man Tuhan, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud.
Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan
melakukan keadilan dan kebenaran di negeri. Dalam zamannya Ye
huda akan dibebaskan, dan Israel akan hidup dengan tenteram; dan
inilah nama yang diberikan orang kepadanya: Tuhan-keadilan kita."
Allah tidak hanya mengulang janji ini , namun menambahkan
jaminan ini, "Jika kamu dapat mengingkari perjanjian-Ku dengan
siang, dan perjanjian-Ku dengan malam, sehingga siang dan malam
tidak datang lagi pada waktunya, maka juga perjanjian-Ku dengan
hamba-Ku Daud dapat diingkari, sehingga ia tidak mempunyai anak
lagi yang memerintah di atas takhtanya; begitu juga perjanjian-Ku
dengan orang-orang Lewi, yakni imam-imam yang menjadi
pelayan-Ku" (Yeremia 33:20, 21). Janji ini menunjuk kembali
kepada perjanjian yang diadakan Allah dengan Daud (II Samuel
7:8-17), yang dikuatkan dengan sebuah sumpah (Mazmur 89:4, 5,
20-38). Baik Yehuda maupun Israel akan dipulihkan (Yeremia 23:6,
7), karena Allah "akan menjanjikan mereka satu bangsa di tanah
mereka, di atas gunung-gunung Israel, dan satu raja memerintah
mereka seluruhnya" (Yehezkiel 37:22; band. ayat 24-28). Yesaya
35 menggambarkan dengan hidup pemugaran alam pada periode
ini . Berkat-berkat luar biasa ini akan terjadi sesudah kedatang
an Kristus, dan merupakan berkat kerajaan di bumi. Pada masa itu
'Tuhan akan menjadi Raja atas seluruh bumi" (Zakharia 14:9).
C. PERBEDAAN ANTARA MENERIMA KERAJAAN ITU DAN
MERESMIKANNYA
Dengan mengambil peran seorang bangsawan, Kristus dikatakan
sedang "berangkat ke sebuah negeri yang jauh untuk dinobatkan
menjadi raja di situ" (Lukas 19:12). Sebagaimana Arkhelaus, pada
saat Herodes, ayahnya, wafat, harus pergi ke Roma agar kerajaan-
nya ditetapkan baginya sebelum ia betul-betul memerintah sebagai
raja, demikianlah Kristus harus kembali ke sorga dulu untuk
menerima kerajaan itu dari Bapa-Nya (Daniel 7:13, 14). Kerajaan
ini telah dijanjikan kepada-Nya oleh malaikat Gabriel (Lukas 1:32,
33), namun tidak boleh dilupakan bahwa Alkitab mengatakan,
'Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa
leluhur-Nya." Untuk maksud itulah Ia kembali ke sorga. Akan
Saat Kedatangan-Nya: Pra-Milenial 569
namun , juga seperti Arkhelaus, Yesus tidak mendirikan takhta-Nya
di negeri yang jauh itu, namun Ia kembali ke tempat asal-Nya yang
telah ditinggalkan tadi dan mendirikan kerajaan-Nya di situ.
Sekarang Yesus duduk di takhta Bapa-Nya di sorga, bukan di takhta
Daud (Wahyu 3:21). Saatnya akan tiba Yesus akan duduk di atas
takhta-Nya sendiri (Matius 19:28; 25:31). Setelah Ia datang dalam
kemuliaan, Ia akan mengatakan kepada mereka yang berada di
sebelah kanan-Nya, "Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku,
terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia
dijadikan" (Matius 25:34).
D. JANJI BAHWA PARA RASUL AKAN MEMERINTAH DUA
BELAS SUKU ISRAEL
Yesus berkata, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu
penciptaan kembali, jika Anak Manusia bersemayam di takhta
kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga
di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel"
(Matius 19:28). Janji ini jelas berkaitan dengan perihal Tuhan ber
semayam di atas takhta-Nya sendiri, dan Matius 25:31 menunjukkan
bahwa hal ini akan terjadi pada saat Ia datang kembali dalam
kemuliaan. Nampaknya inilah yang dimaksudkan dalam Yesaya
1:26, "Aku akan mengembalikan para hakimmu seperti dahulu, dan
para penasihatmu seperti semula. Sesudah itu engkau akan disebut
kan kota keadilan, kota yang setia." Nampaknya janji akan dua belas
takhta ini melandasi pertanyaan para murid sebelum Tuhan Yesus
naik ke sorga, 'Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan
kerajaan bagi Israel?" (Kisah 1:6).
E. JANJI BAHWA ORANG PERCAYA AKAN MEMERINTAH
BERSAMA KRISTUS
Bukan saja dua belas rasul akan memerintah bersama Kristus saat
Ia datang kembali, namun kepada semua orang percaya telah
dikatakan, "Jika kita bertekun, kita pun akan ikut memerintah de
ngan Dia" (II Timotius 2:12). Dalam I Korintus 6:2, 3, Paulus de
ngan terang-terangan bertanya, "Atau tidak tahukah kamu bahwa
orang-orang kudus akan menghakimi dunia? Dan jika penghakiman
570 Eskatologi
dunia berada dalam tangan kamu, tidakkah kamu sanggup untuk
mengurus perkara-perkara yang tidak berarti? Tidak tahukah kamu
bahwa kita akan menghakimi malaikat-malaikat?" Kita membaca
dalam Wahyu 5:10, "Dan Engkau telah membuat mereka menjadi
suatu kerajaan dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka
akan memerintah sebagai raja di bumi." Wahyu 20:4-6 menjelaskan
bahwa pemerintahan ini akan berlangsung selama seribu tahun.
F. NUBUAT MENGENAI BERBAGAI KEADAAN YANG ADA
MENJELANG KEDATANGANNYA KEMBALI
Alkitab samasekali tidak menyatakan bahwa dunia akan bertobat
sebelum Ia kembali, malah menunjukkan yang sebaliknya. saat
Anak Manusia kembali, keadaan dunia akan seperti pada zaman
Nuh dan Lot (Lukas 17:26-30). Yesus bertanya, "Akan namun , jika
Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"
(Lukas 18:8). Paulus menulis bahwa pada akhir zaman banyak
orang akan meninggalkan imannya lalu "mengikuti roh-roh penyesat
dan ajaran setan-setan" (I Timotius 4:1), dan bahwa "pada hari-hari
terakhir akan datang masa yang sukar" (II Timotius 3:1). Paulus
menyatakan bahwa kedatangan Kristus akan tidak terduga
samasekali (I Tesalonika 5:2, 3) dan bahwa saat itu akan merupakan
saat penghukuman orang-orang yang tidak beriman (II Tesalonika
1:7-10; 2:1-12). Petrus menggambarkan orang-orang pada masa itu
sedang mencemoohkan gagasan kedatangan Kristus kembali (II Pe
trus 3:3, 4). Alkitab selanjutnya mengajar bahwa pertobatan Israel
(Zakharia 12:10-13:2; Kisah 15:16) dan pertobatan bangsa yang
tidak mengenal Allah (Kisah 15:17) akan terjadi pada saat Kristus
datang. Selama zaman sekarang, yang baik dan yang jahat akan
tumbuh bersama-sama (Matius 13:24-30, 36-43), namun pada saat
kedatangan-Nya pemisahan akan dilaksanakan. Yang jahat akan
dibinasakan sedangkan yang baik akan masuk ke dalam kerajaan.
G. URUTAN PERISTIWA-PERISTIWA
Urutan peristiwa-peristiwa seperti disampaikan dalam Wahyu
19:11-20:15 selaras dengan Mazmur 2:3-8, dan yaitu sebagai beri
kut: kedatangan Kristus dengan orang saleh-Nya (Wahyu 19:11-16),
Saat Kedatangan-Nya: Pra-Milenial 571
perang di Harmagedon (17-21), Iblis dibelenggu (20:1-3),
penobatan orang-orang saleh dari kebangkitan pertama (4-6), Iblis
dilepaskan setelah seribu tahun (7-9), penghukuman Iblis (10), ke
bangkitan kedua dan penghakiman di hadapan takhta putih yang
besar (11-15). Jadi, bila kita mengikuti urutan peristiwa-peristiwa
yang tercatat dalam bagian ini, kita mau tidak mau berkesimpulan
bahwa Tuhan datang ke bumi sebelum kerajaan seribu tahun agar
Ia dapat mendirikannya. Urutan peristiwa-peristiwa yang normal ini
masuk akal dan memberi dukungan yang jelas terhadap pandangan
pra-milenialisme.
PASAL XLIII
Saat Kedatangan-Nya: Sebelum
Masa Kesengsaraan
Kami telah menunjukkan bahwa Alkitab bernubuat tentang suatu
masa kesengsaraan, dan sampai sejauh ini telah dianggap bahwa
masa itu terjadi di antara masa Keangkatan Gereja dan saat keda
tangan Kristus ke bumi. Kini kita harus membuktikan bahwa ang
gapan ini benar. Rabi-rabi Yahudi berpendapat bahwa pe
riode ini akan terjadi di antara zaman ini dan zaman yang akan
datang. Westcott mengatakan bahwa para rabi Yahudi ini "pada
umumnya setuju bahwa peralihan dari satu zaman ke zaman lain
akan melewati suatu periode penderitaan dan kesedihan yang amat
sangat, semacam ’sakit saat akan melahirkan.’"167 Telah ditun
jukkan bahwa periode penderitaan dan kesedihan yang amat sangat
ini akan berakhir dengan datangnya Kristus ke bumi. Akan namun ,
apakah periode ini akan dimulai pada saat Ia datang di udara
dan orang-orang percaya diangkat ke sorga, atau apakah periode itu
akan mulai sebelum Ia datang di udara, dan apakah Gereja akan
mengalami masa kesengsaraan itu?
167 Westcott, Epistle to the Hebrews, hal. 6.
Berbagai jawaban telah diberikan untuk menjawab pertanyaan
ini. Ada yang mengatakan bahwa Gereja akan mengalami masa
kesengsaraan ini dan bahwa terangkatnya orang-orang yang telah
ditebus itu akan langsung diikuti oleh kembalinya mereka bersama
Kristus. Pandangan ini disebut pandangan pasca-masa kesengsaraan
atau posttribulationism. Pihak yang lain mengatakan bahwa gereja
akan mengalami separuh bagian pertama dari masa kesengsaraan
573
574 Eskatologi
dan bahwa pengangkatan orang-orang percaya akan terjadi di te
ngah-tengah masa itu. Pandangan ini disebut pandangan tengah
masa kesengsaraan atau midtribulationism. Para penganut pan
dangan Keangkatan Gereja sebagian mengajarkan bahwa anggota-
anggota gereja yang tidak rohani akan mengalami masa keseng
saraan, sedangkan orang percaya yang dewasa secara rohani dan
yang dipenuhi Roh akan diangkat sebelum terjadi masa
kesengsaraan. Selain itu, ada beberapa pihak yang lain lagi berpen
dapat bahwa Yesus akan datang untuk mengangkat Gereja sebelum
masa kesengsaraan. Dengan kata lain, kedatangan-Nya untuk men
jemput Gereja akan terjadi sebelum masa kesengsaraan sehingga
samasekali Gereja tidak akan mengalami masa kesengsaraan. Yang
mana Yang benar? Tidak perlu kita meneliti tiap-tiap paham salah
yang disebut di atas. Menyelidiki ajaran yang positif dari Firman
Allah akan membantu menetapkan mana yang benar. Nampaknya
bukti-bukti yang ada cenderung mendukung pendapat bahwa Gereja
tidak akan mengalami masa kesengsaraan. Marilah kita memper
hatikan sejenak sebagian ajaran Kristen yang mula-mula serta
kemudian meneliti apa yang diajarkan oleh Alkitab.
I. AJARAN KRISTEN YANG MULA-MULA
Mengingat adanya berbagai ajaran dewasa ini, kegentingan zaman
kita, dan yang paling penting, karena soal ini berhubungan dengan
kepercayaan akan kesengsaraan kedatangan Tuhan, maka perlulah
kita meneliti pokok ini, sekalipun hanya dapat diuraikan dengan
ringkas.
Sebagaimana sudah disebut tadi, Gereja mula-mula mengharap
kan kedatangan Kristus terjadi sebelum kerajaan seribu tahun.
Adakah mereka juga mengajarkan bahwa Kristus akan datang
sebelum masa kesengsaraan? Kesaksian para Bapa Gereja yang
mula-mula hampir tidak mengatakan apa-apa tentang masa
kesengsaraan. Mereka sering berbicara tentang mengalami pen
deritaan dan siksaan, namun jarang sekali berbicara mengenai suatu
masa yang akan datang yang disebut masa kesengsaraan. Mungkin
sekali hal ini disebabkan karena selama abad-abad yang pertama,
Gereja mengalami banyak penganiayaan sehingga kurang menaruh
Saat Kedatangan-Nya: Sebelum Masa Kesengsaraan 575
perhatian pada kesengsaraan yang bakal terjadi. Akan namun , ada
beberapa petunjuk mengenai kepercayaan bahwa mereka menan
tikan Kristus kembali sebelum masa kesengsaraan. Pertama, suatu
paragraf yang menarik ada dalam kitab Gembala Hermas
(Shepherd of Hermas) yang memberikan beberapa keterangan ten
tang pokok ini. Hermas menulis bahwa ia melewati seekor binatang
buas dalam perjalanannya, dan setelah itu bertemu dengan seorang
gadis yang menyalaminya sambil berkata, "Salam, hai Manusia!"
Ia membalas salam gadis itu dan berkata, "Salam Nona!" Lalu gadis
itu bertanya kepadanya, "Adakah sesuatu yang melintas di jalan
yang kaulalui?" Hermas menjawab, "Saya bertemu dengan seekor
binatang buas yang begitu besar sehingga ia dapat melahap banyak
orang, namun karena kuasa Tuhan dan kemurahan-Nya yang besar,
saya selamat." Kemudian gadis itu menyatakan, "Nah, apakah kau
selamat, karena engkau telah menyerahkan kekuatiranmu kepada
Allah, dan membuka hatimu untuk Tuhan, sambil percaya bahwa
engkau hanya dapat diselamatkan oleh nama-Nya yang mulia dan
agung ... engkau telah lolos dari kesengsaraan besar karena imanmu,
dan karena kau tidak ragu-ragu meskipun di hadapan binatang buas
seperti itu. Karena itu, pergilah dan ceritakanlah kepada orang-orang
pilihan Allah segala perbuatan-Nya yang luar biasa, dan katakanlah
kepada mereka bahwa binatang buas ini melambangkan
kesengsaraan besar yang akan datang. jika engkau mempersiap
kan dirimu, dan bertobat dengan segenap hati, serta berbalik kepada
Tuhan, maka kalian akan selamat dari kesengsaraan ini , bila
hatimu bebas dan tak bercela, dan seluruh sisa hidupmu kaupakai
untuk melayani Tuhan sungguh-sungguh."168 169 Nampaknya kutipan
itu menunjukkan bahwa ada ajaran yang mengatakan bahwa
Gereja akan lolos dari masa kesengsaraan besar. Namun pandang
an ini agak membingungkan karena di tempat lain ia mengatakan,
"Berbahagialah kamu yang bertahan selama kesengsaraan besar
yang akan datang."169
168 Shepherd of Hermas, Kitab I, Wahyu IV, Pasal ii.
169 Shepherd of Hennas, Kitab I, Wahyu II, Pasal ii.
Ireneus (sekitar 140-202 TM), nampaknya juga berpendapat
bahwa Gereja akan diangkat selama masa kesengsaraan, karena ia
mengatakan,
576 Eskatologi
Oleh karena itu, saat pada akhirnya Gereja akan diangkat dari keadaan
ini, dikatakan, "Akan terjadi masa kesusahan seperti yang belum pernah
terjadi sebelumnya, dan juga tidak akan terjadi lagi." Karena ini merupakan
ujian terakhir bagi orang-orang yang benar, dan setelah itu, bila mereka
menang, mereka akan dimahkotai dengan ketidakbinasaan.170
170 Ireneus, Against Heresies, Kitab V, Pasal xxix.
171 Ireneus, Against Heresies, Kitab V, Pasal xxvi, xxx.
Namun, di bagian yang lain, ia iuga mengajarkan bahwa Gereja
hadir pada hari-hari Antikristus.171 Jadi, sekalipun keyakinan para
Bapa Gereja tentang masa kesengsaraan ini tidak jelas, dan nam
paknya ada sedikit kebingungan, setidak-tidaknya hal ini disebut
juga oleh mereka. Jelaslah bahwa para Bapa Gereja menganggap
bahwa Tuhan hampir datang. Tuhan telah mengajarkan bahwa
gereja harus mengharapkan kedatangan-Nya pada setiap saat, dan
Gereja menantikan kedatangan-Nya akan terjadi pada zaman
mereka sehingga mengajarkan bahwa kedatangan Kristus secara
pribadi akan segera terjadi. Hanya para Bapa Gereja dari Alek-
sandria yang tidak setuju dengan pendapat ini, namun mereka juga
menolak doktrin-doktrin fundamental lainnya. Dapat disimpulkan
bahwa Gereja yang mula-mula hidup dalam suasana menantikan
kedatangan Tuhan mereka, dan oleh karena itu tidak terlalu me-
nguatirkan kemungkinan terjadinya kesengsaraan di masa yang akan
datang. Nampaknya, inilah yang menjadi sebab para Bapa Gereja
tidak berbicara apa-apa tentang masa kesengsaraan ini.
Selanjutnya, tidaklah aneh bahwa para pemimpin pada Abad-
abad Pertengahan juga bungkam tentang terjadinya Keangkatan
Gereja sebelum masa kesengsaraan. Dengan munculnya Konstan-
tinus dan agama negaranya, gereja mulai mengartikan ayat-ayat
Alkitab tentang kedatangan kembali Tuhan sebagai suatu alegori
atau kias. Dan dengan tidak mengakui kerajaan seribu tahun yang
harfiah, maka masa kesengsaraan itu juga dianggap sebagai kias
dan tidak dihiraukan samasekali.
Golongan Reformasi kembali kepada doktrin kedatangan Tuhan
yang kedua kali, namun mereka bukan menekankan perkembangan
seluk-beluk eskatologi melainkan lebih mengutamakan doktrin
keselamatan. Akibatnya, hampir tidak ada perkembangan tentang
doktrin ini dalam sejarah gereja. Bagaimanapun juga, doktrin Kris
ten dilandaskan pada Alkitab, bukan pada ada atau tidak adanya
Saat Kedatangan-Nya: Sebelum Masa Kesengsaraan 577
perkembangan doktrin dalam generasi-generasi di masa lalu.
Alkitab haruslah menjadi satu-satunya otoritas dalam soal-soal
doktrin, dan kita hams kembali kepada Alkitab untuk menentukan
kebenaran alkitabiah.
II. AJARAN ALKITABIAH
Berbagai penjelasan dari Alkitab dapat diketengahkan sebagai pen
dukung doktrin kedatangan Tuhan untuk Gereja-Nya sebelum masa
kesengsaraan besar.
A. SIFAT MINGGU KE-70 DANIEL
Minggu ke-70 Daniel disebut dalam Daniel 9:27. Kita sudah men
jelaskan bahwa setelah minggu ke-69, Mesias akan disingkirkan.
"Minggu-minggu" (tujuh puluh kali tujuh masa) ini dimulai dengan
kembalinya Nehemia (Nehemia 2:4-6; Daniel 9:25, 26) dan
bagaimanapun kita menghitung waktunya, kita harus memahami
bahwa saat kehidupan Yesus di bumi telah dilewatkan selama
empat atau lima minggu yang terakhir dari ke-69 minggu. Pada
waktu itu gereja belum ada, namun Yesus menyatakan bahwa Ia akan
mendirikan gereja (Matius 16:18). Karena gereja dibentuk oleh bap
tisan Roh Kudus (Kisah 1:4, 5; 11:16, 17; I Korintus 12:13), kita
menetapkan tanggal permulaan gereja mulai dari hari Pentakosta.
Jadi, gereja tidak merupakan bagian dari 69 minggu Daniel. Gereja
juga tidak termasuk minggu yang ke-70. Daniel diberi tahu bahwa
seluruh masa 70 minggu itu ditetapkan atas bangsanya dan kota
sucinya (Daniel 9:24), dan bukan hanya 69 minggu. jika minggu
terakhir itu masih akan terjadi, dan sesungguhnya yaitu masa
kesengsaraan yang akan datang, maka tidaklah mungkin gereja ada
di bumi selama minggu terakhir itu, sama seperti tidak ada bukti
bahwa gereja sudah ada pada bagian terakhir dari ke-69 minggu
itu. Dengan kata lain, gereja mengisi masa sisipan di antara minggu
ke-69 dan minggu ke-70, dan tidak merupakan bagian dari periode-
periode ini . Pendapat ini membantah pandangan pasca-masa
kesengsaraan dan pandangan tengah masa kesengsaraan. Kedua
pandangan ini dengan sendirinya memerlukan sedikit tumpang-tin
dih antara Israel dengan gereja pada minggu yang terakhir.
578 Eskatologi
B. SIFAT SERTA TUJUAN MASA KESENGSARAAN
Sering dikatakan bahwa karena gereja tidak dibebaskan dari peng
aniayaan sepanjang sejarah gereja, maka tidak ada alasan untuk
beranggapan bahwa gereja akan luput dari penganiayaan pada masa
kesengsaraan itu. Namun pendapat semacam ini samasekali salah
mengerti sifat serta tujuan masa kesengsaraan ini. "Hari pencobaan
yang akan datang atas seluruh dunia" yaitu untuk "mencobai
mereka yang diam di bumi" (Wahyu 3:10). Istilah "mereka yang
diam di bumi" dipakai lebih dari dua belas kali dalam kitab Wahyu
dan menunjuk kepada orang-orang yang diam di bumi. Mounce
menulis bahwa "saat istilah ini dipergunakan . . . maka yang di
maksudkan selalu musuh-musuh gereja."172 Inilah orang-orang
yang telah menyatu dengan dunia ini, yaitu orang-orang yang tidak
diselamatkan. Periode ini juga merupakan "waktu kesusahan bagi
Yakub" (Yeremia 30:7). Dalam Yesaya 26:20, 21, Tuhan berbicara
tentang periode yang sama sambil menyingkapkan sifatnya yang
benar, "Mari bangsaku, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu
sesudah engkau masuk, bersembunyilah barang sesaat lamanya,
sampai amarah itu berlalu. Sebab sesungguhnya, Tuhan mau keluar
dari tempat-Nya untuk menghukum penduduk bumi karena
kesalahannya, dan bumi tidak lagi menyembunyikan darah yang ter
tumpah di atasnya, tidak lagi menutupi orang-orang yang mati ter
bunuh di sana." Maksudnya, masa kesengsaraan merupakan masa
saat Allah akan keluar untuk menghukum dunia yang menolak
Allah dan menolak Kristus. Penganiayaan-penganiayaan selama
periode ini hanya merupakan peristiwa-peristiwa tambahan. Para
penafsir yang beranggapan bahwa kitab Wahyu pada umumnya
akan digenapi pada masa yang akan datang, berpendapat bahwa
Wahyu 6-19 berhubungan dengan masa kesengsaraan ini. Ciri-ciri
utama pasal-pasal ini yaitu meterai-meterai, sangkakala-
sangkakala, serta bokor-bokor yang kesemuanya merupakan hu
kuman yang berasal dari sorga. Semuanya merupakan pencurahan
murka Allah ke atas bumi yang terkutuk akibat dosa.
172 Mounce, The Book of Revelation, hal. 120.
saat Allah siap untuk menghukum Sodom dan Gomora, Ia
mengeluarkan Lot dan keluarganya dari kota itu terlebih dahulu,
Abraham berusaha membujuk Allah untuk menyelamatkan kota ter
Saat Kedatangan-Nya: Sebelum Masa Kesengsaraan 579
sebut bila Ia menemukan sepuluh orang yang benar di dalamnya;
rupanya Abraham tidak menganggap perlu untuk meminta Allah
menyingkirkan Lot dari kota itu seandainya Ia tidak menemukan
sepuluh orang benar. Namun Allah tidak akan "melenyapkan orang
benar bersama-sama dengan orang fasik" (Kejadian 18:23), karena
itu Ia membawa Lot keluar sebelum Ia menurunkan hujan belerang
dan api ke atas kota-kota Lembah Yordan itu (Kejadian 19:12-25).
Petrus memakai peristiwa ini untuk membuktikan bahwa 'Tuhan
tahu menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan [istilah
"pencobaan" yang dipakai sama dengan yang ada di Wahyu 3:10]
dan tahu menyimpan orang-orang jahat untuk disiksa pada hari
penghakiman" (II Petrus 2:9). Demikian pula halnya dengan Nuh:
saat Allah siap untuk membinasakan bumi dengan air bah, Ia
membebaskan Nuh dan keluarganya dari musibah ini .
C. PERBEDAAN ANTARA ISRAEL DENGAN GEREJA
Tanpa pembahasan yang panjang lebar tentang aspek ini dalam
wahyu alkitabiah, kita melihat bahwa gereja dan Israel merupakan
dua wujud yang berbeda. Kenyataan ini dapat dilihat dari beberapa
hal. (1) Pada masa lalu Allah terutama berurusan dengan Israel;
sekarang Ia berurusan dengan gereja. Pada masa yang akan datang
sekali lagi Ia berhubungan dengan Israel. Roma 11 mengajarkan
bahwa Israel sebagai suatu bangsa telah dipatahkan supaya bangsa-
bangsa bukan Yahudi dapat dicangkokkan ke dalam pohon zaitun
sejati. Pada masa yang akan datang Israel akan dicangkokkan kem
bali ke dalamnya (lihat Kisah 15:16-18; Roma 15:8-12). (2) Israel
yaitu suatu bangsa; gereja yaitu sekelompok orang yang
dipanggil keluar dari antara berbagai bangsa. (3) Ketujuh puluh
minggu Daniel hanya berhubungan dengan Israel (Daniel 9:24),
sedangkan gereja termasuk dalam jangka waktu antara minggu
keenam puluh sembilan dengan minggu ketujuh puluh. (4) Kristus
akan kembali ke Israel untuk mendirikan kerajaan; sedangkan Ia
akan kembali untuk gereja agar dapat mengangkat gereja untuk
tinggal bersama-sama dengan Dia. Dan (5) Perjanjian-perjanjian
yang agung dari Perjanjian Lama dibuat dengan Abraham dan
keturunannya, Israel (Kejadian 12:1-3; II Samuel 7:11-16; Yeremia
31:31-34); gereja hanya ikut menikmati berkat-berkat rohaninya dan
580 Eskatologi
belum menikmati berkat-berkat jasmaninya (Roma 4:11; I Korintus
11:25; II Korintus 3:6; Ibrani 10:16, 17). Penggenapan fisik yang
harfiah dari perjanjian-perjanjian ini baru akan terjadi pada
zaman kerajaan seribu tahun. Perbedaan-perbedaan di atas dan per
bedaan-perbedaan lainnya lagi di antara gereja dengan Israel
menunjukkan bahwa Allah mempunyai program yang berbeda
untuk masing-masing. Program Allah di bumi untuk gereja akan
berakhir saat kita diangkat ke udara bersama-sama dengan Dia.
Peristiwa ini akan menandakan permulaan hubungan baru Allah
dengan Israel, sebagaimana halnya penolakan Israel pada zaman
Perjanjian Baru menandakan permulaan umat Allah yang baru yang
dinamakan Gereja, yaitu tubuh Kristus.
D. TUGAS PELAYANAN ROH KUDUS SEBAGAI PENAHAN
Paulus menulis bahwa rahasia kedurhakaan sudah mulai bekerja
pada zamannya, namun karena "apa yang menahan dia" dan "yang
menahannya" itu masih ada maka si pendurhaka itu belum lagi
menyatakan dirinya (II Tesalonika 2:3-7). Akan namun , Paulus
menambahkan bahwa yang menahannya itu akan disingkirkan dan
pada waktu itulah si pendurhaka akan menyatakan dirinya (ayat 7,
8). Sebagaimana Roh Kudus pada zaman sebelum air bah "berban
tah-bantah" dengan manusia (Kejadian 6:3, Terj. Lama), demikian
pula sekarang ini Ia berjuang menahan perkembangan penuh kedur
hakaan. Akan namun , sebagaimana pada zaman dahulu Roh Kudus
berhenti berbantah-bantah dengan manusia, maka sekali lagi Ia akan
berhenti menahan mereka. Hal ini akan dilakukan-Nya saat Ia
disingkirkan. Roh Kudus memiliki tugas khusus untuk membentuk
dan mendiami gereja Kristus. Ia datang untuk tujuan ini pada
hari Pentakosta dan Ia akan melaksanakan pekerjaan itu sampai
gereja telah selesai dibentuk. Setelah itu, dalam arti kata terbatas,
Roh Kudus akan ditarik bersama dengan gereja. Karena Roh Kudus
itu mahahadir, maka penarikan diri itu lebih banyak menyangkut
penarikan pelayanan-Nya dan bukan pribadi-Nya. Tidaklah sulit
untuk mengerti bahwa bila campur tangan Roh Kudus ditarik,
kefasikan akan berkembang dengan pesat dan si pendurhaka akan
muncul di tengah-tengah manusia. Gereja merupakan alat yang
dipakai oleh Roh Kudus untuk menahan berkembangnya kejahatan.
Saat Kedatangan-Nya: Sebelum Masa Kesengsaraan 581
saat terjadi Keangkatan Gereja, tidak ada satu orang percaya pun
yang tinggal, dan pelayanan Roh Kudus untuk menahan perkem
bangan kejahatan akan berhenti.
E. PERLU JARAK WAKTU ANTARA KEANGKATAN GEREJA
DAN PENYATAAN DIRI KRISTUS
Golongan pasca-masa kesengsaraan pada umumnya berpandangan
bahwa orang-orang yang telah diselamatkan akan diangkat untuk
bertemu dengan Kristus saat Ia turun dari sorga, namun mereka
akan segera kembali ke bumi bersama-sama Tuhan. Mereka me
nolak adanya jarak waktu tertentu di antara kedatangan Kristus di
udara dan kedatangan-Nya ke bumi.173 Namun, penelitian yang cer
mat akan Alkitab menunjukkan bahwa di antara kedua peristiwa
kedatangan ini ada paling sedikit dua hal yang harus terjadi:
penghakiman orang-orang percaya dan Perjamuan Kawin Anak
Domba. Paulus menulis, "Sebab kita semua hams menghadap takhta
pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut
diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini,
baik ataupun jahat" (II Korintus 5:10; band. Yohanes 5:22; Roma
14:10). Orang percaya akan dihakimi untuk mengetahui dengan
pasti apakah ia layak atau tidak untuk menerima pahala, dan bila
ia layak menerima pahala, berapa besarnya pahala ini (I Korin
tus 3:12-15). Jelas bahwa Tuhan akan memanggil para hamba-Nya
agar di bawah empat mata Ia dapat menilai pekerjaan mereka
(Lukas 19:15; II Korintus 5:10). Hal ini memang perlu karena saat
orang-orang percaya kembali ke bumi bersama-sama dengan Kris
tus, mereka dengan segera mengambil bagian dalam memerintah
bumi (Wahyu 2:26; 19:14, 19; 20:4). Semua ini jelas. Selain dari
takhta penghakiman Kristus juga ada Perjamuan Kawin Anak
Domba Allah. Wahyu 19:1-10 menyatakan bahwa peristiwa itu ter
jadi di sorga; dalam ayat 11 sorga terbuka dan nampaklah Kristus
dan orang-orang saleh-Nya turun ke bumi. Perjamuan Kawin di
sebut dalam ayat 7-9, karena itu terjadi di sorga. saat Tuhan
Yesus kembali ke bumi bersama dengan pengantin-Nya, pasti ada
173 Suatu penelitian yang bagus sekali tentang paham pasca-masa kesengsaraan dapat
ditemukan dalam The Church and the Tribulation oleh Robert Gundry, seorang
yang terkemuka dalam aliran pasca-masa kesengsaraan.
582 Eskatologi
perayaan di bumi dan juga dengan semua orang tebusan dari segala
abad. Kedua peristiwa ini, penghakiman orang percaya dan Per
jamuan Kawin Anak Domba Allah, hams terjadi sebelum Kristus
datang untuk mendirikan kerajaan-Nya. Jelas sekali, peristiwa-peris
tiwa ini tidak membutuhkan tujuh tahun penuh, namun membutuh
kan jangka waktu tertentu.
Di samping kegiatan-kegiatan yang terjadi di sorga, di atas bumi
pun terjadi berbagai perkembangan sebagai persiapan untuk
kerajaan seribu tahun. Allah akan mempersiapkan sekelompok
o







