,
namun tidak ada seorang pun yang dapat
memahami dengan tepat jabatan Kristus sebagai raja tanpa menga
Eskatologi Pribadi dan Pentingnya Kedatangan... 527
kui kebenaran kedatangan-Nya yang kedua kali. Keselamatan di
ajarkan sebagai sesuatu yang terjadi pada masa lampau, sedang ber
langsung pada masa kini, dan akan terjadi pada masa depan, namun
pandangan yang benar tentang unsur masa depan dari keselamatan
tidak dapat diperoleh terlepas dari suatu keyakinan akan kedatangan
Tuhan yang kedua kalinya. Ajaran Yohanes tentang dua kebang
kitan (Wahyu 20:4-15) merupakan suatu teka-teki besar bila terlepas
dari doktrin ini. Perjanjian Allah dengan Daud (II Samuel 7:12-16;
Mazmur 89:4, 5) tetap merupakan pokok yang tidak dapat dite
rangkan tanpa kebenaran kedatangan Kristus yang kedua kali.
Nubuat tentang pemulihan alam dan dunia hewan juga tidak dapat
dimengerti tanpa doktrin ini (Yesaya 11:6-9; 65:25; Roma 8:20-22).
Nubuat tentang peremukan kepala Iblis (Kejadian 3:15) kehilangan
makna bila tidak dihubungkan dengan kedatangan Kristus yang ke
dua kali.
Banyak lambang dalam Alkitab akan kehilangan ciri-cirinya yang
paling menarik bila tidak dipandang dari segi kedatangan kembali
Kristus. Pelayanan Henokh serta keberangkatannya ke sorga me
rupakan salah satu lambang ini (Kejadian 5:22-24; Ibrani 11:5;
Yudas 14). Kisah Nuh menjadi sekadar kisah sejarah semata-mata
jika tidak mempunyai makna sebagai lambang, seperti halnya berkat
imam besar kepada umat Israel pada hari pendamaian bila tidak
dipandang dari segi kedatangan Kristus yang kedua kali (Ibrani
9:28).
Hal yang sama juga berlaku bagi banyak janji dalam Alkitab.
Kedatangan Kristus merupakan kunci untuk memahami banyak
Mazmur (2, 22, 45, 72, 89, 110). Petrus menyatakan bahwa semua
nabi yang suci berbicara tentang masa pemugaran dan kedatangan
Kristus (Kisah 3:19-24). Di samping itu, ada banyak janji yang pasti
dalam Perjanjian Baru tentang kedatangan-Nya kembali (Matius
16:27; Yohanes 14:3; I Tesalonika 4:13-18; Ibrani 10:37; Yakobus
5:8; Wahyu 1:7; 22:12,20). Dalam ayat-ayat ini , orang Kristen
ditantang untuk bersiap-siap menantikan kedatangan-Nya; ia dihibur
oleh kenyataan bahwa Tuhan Yesus pasti akan kembali; ia dinasi
hati untuk menghibur orang-orang yang kehilangan anggota keluar
ganya dengan kebenaran tentang kedatangan-Nya kembali; ia di
himbau untuk bersedia menanggung penderitaan sambil mengingat
kedatangan-Nya kembali, didorong untuk mempertahankan
528 Eskatologi
keyakinannya karena Tuhan akan datang sebentar lagi, serta
diyakinkan bahwa kedatangan-Nya kembali akan membawa berkat
dan pahala bagi orang-orang yang menantikan Dia. Sesungguhnya,
beberapa pendorong yang paling baik untuk hidup kudus dan tak
bercela akan kehilangan kekuatannya bila kita menolak kebenaran
tentang kedatangan Tuhan kedua kalinya.
Hal yang sama dapat dikatakan tentang peraturan-peraturan yang
ditetapkan dalam Alkitab; semua peraturan ini tidak akan
berarti apa-apa bagi mereka yang menolak kebenaran bahwa Kristus
akan datang kembali. Baptisan menyiratkan kebangkitan dengari
Kristus kepada hidup yang baru, dan hidup yang baru di dalam
Kristus ini akan dinyatakan saat Dia yang yaitu hidup kita akan
nampak di dalam kemuliaan (Kolose 3:1-4). Demikian juga, Per
jamuan Kudus ada sangkut-paut dengan kedatangan yang kedua
kali. Paulus mengatakan, "Setiap kali kamu makan roti ini dan
minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia
datang" (I Korintus 11:26). Dan Yesus mengatakan, "Akan namun ,
Aku berkata kepadamu: mulai dari sekarang Aku tidak akan minum
lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari Aku meminumnya,
yaitu yang baru, bersama-sama dengan kamu dalam kerajaan Bapa-
Ku" (Matius 26:29).
C. DOKTRIN INI MERUPAKAN PENGHARAPAN GEREJA
Kedatangan Kristus yang kedua kalinya ditampilkan sebagai peng
harapan yang mulia bagi gereja. Bukan kematian atau pertobatan
dunia yang menjadi pengharapan orang percaya, namun menurut
Alkitab, kedatangan Kristus yang kedua kalinya. Paulus menga
takan, "Aku dihadapkan ke Mahkamah ini, karena aku mengharap
akan kebangkitan orang mati!" (Kisah 23:6; lihat 26:6-8; Roma
8:23-25; I Korintus 15:19; Galatia 5:5) dan "Menantikan pengge
napan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemu
liaan Allah yang mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus"
(Titus 2:13). Petrus menulis, 'Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita
Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan
kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati,
kepada suatu hidup yang penuh pengharapan" (I Petrus 1:3; band.
Eskatologi Pribadi dan Pentingnya Kedatangan... 529
II Petrus 3:9-13). Dan Yohanes mengatakan, "Saudara-saudaraku
yang kekasih, sekarang kita yaitu anak-anak Allah, namun belum
nyata apa keadaan kita kelak; akan namun kita tahu, bahwa jika
Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia,
sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.
Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, me
nyucikan diri sama seperti Dia yang yaitu suci" (I
Yohanes 3:2-3).
D. DOKTRIN INI MERUPAKAN PENDORONG UNTUK ME
WUJUDKAN KEKRISTENAN ALKITABIAH
Kedatangan Kristus yang kedua kalinya merupakan suatu pen
dorong yang besar untuk mewujudkan kekristenan yang alkitabiah.
Suatu keyakinan yang tulus dan sungguh-sungguh terhadap doktrin
ini berkaitan erat sekali dengan kepercayaan ortodoks, karena
mereka yang secara sungguh-sungguh memiliki pengharapan akan
kedatangan Kristus yang kedua kalinya itu tidak pernah menyangkal
ketuhanan Kristus, tidak pernah mempersoalkan wibawa Alkitab,
serta tidak mundur dari iman yang telah disampaikan kepada orang-
orang Kudus. Namun itu belum semuanya. Menerima kebenaran ini
juga mendorong kita untuk menyucikan diri (Matius 25:6, 7; II
Petrus 3:11; I Yohanes 3:3), membangkitkan kewaspadaan dan ke
tekunan (Matius 24:44; Markus 13:35, 36; I Tesalonika 5:6; I Yo
hanes 2:28), menantang orang yang sudah mundur dari imannya
untuk kembali kepada Tuhan (Roma 13:11, 12), menjadi peringatan
kepada orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan (II Tesa
lonika 1:7-10) serta menjadi penopang dalam kemalangan dan
kesedihan (I Tesalonika 4:13-18; 5:11; II Timotius 2:12; Ibrani
10:35-39; Yakobus 5:7). Jelaslah, pengharapan yang indah ini
merupakan dorongan yang kuat untuk menjadi orang Kristen pada
zaman para rasul. Orang-orang yang telah mendengar Yesus menga
takan bahwa Ia akan datang kembali, tidak terbujuk oleh daya tarik
dunia. Mereka mendambakan kedatangan-Nya, hidup untuk
kedatangan ini , serta berusaha untuk membawa orang lain
kepada Dia dan kepada pengharapan akan kedatangan-Nya
kembali.
530 Eskatologi
E. DOKTRIN INI MEMPUNYAI DAMPAK YANG NYATA PADA
PELAYANAN KRISTEN
Dalam janji-janji serta harapan akan kedatangan-Nya yang kedua
kali Alkitab memberikan rangsangan yang terbesar untuk melibat
kan diri dalam pelayanan Kristen (Matius 24:45-51; Lukas 19:13;
I Korintus 3:11-15; II Korintus 5:10, 11). Janji dan harapan ini
mengungkap maksud ilahi serta rencana pelayanan Kristen kepada
kita (Kisah 1:8; 15:13-18; Roma 11:22-32). Kemudian, kebenaran
ini sendiri merupakan landasan himbauan yang paling efektif untuk
menerima Kristus serta menyucikan diri bagi Allah. Paulus pasti
memahami pelayanannya dalam konteks kedatangan Kristus yang
kedua (Roma 13:11,14; II Tesalonika 1:7-10). Jadi, kami berkesim
pulan bahwa kedatangan Kristus yang kedua kali merupakan doktrin
yang sangat penting.
XL
Kedatangan Kristus yang Kedua
Kali: Sifat Kedatangan-Nya dan
Maksud Kedatangan-Nya di
Angkasa
Beberapa pertanyaan muncul dalam kaitan dengan kedatangan Kris
tus yang kedua kali. Pertama, bagaimana sifat kedatangan-Nya?
Kemudian, apakah kedatangan-Nya terjadi secara bertahap? Bila
memang bertahap, bagaimana wujudnya? Setelah yakin bahwa ke
datangan Kristus akan terdiri atas beberapa tahap, timbullah per
tanyaan-pertanyaan lain yang berkaitan dengan kedatangan-Nya di
angkasa, penghakiman bangsa-bangsa, kedatangan Kristus untuk
memerintah, kebangkitan-kebangkitan, serta banyak lagi pertanyaan
lain seperti itu. Dalam pasal ini mula-mula kita akan meneliti sifat
kedatangan-Nya, dan kemudian kita akan melanjutkan dengan me
nelaah maksud kedatangan-Nya di angkasa.
L SIFAT KEDATANGAN KRISTUS YANG KEDUA
KALI
Semua orang yang percaya bahwa Alkitab yaitu Firman Allah per
caya juga bahwa Kristus akan datang untuk kedua kalinya, namun
ada banyak perbedaan pendapat tentang apa yang dimaksudkan
dengan kedatangan Kristus yang kedua kalinya. Oleh sebab itu,
perlulah kita meneliti masalah ini dari segi Alkitab.
531
532 Eskatologi
A. AJARAN ALKITAB
Banyak sekali yang diajarkan Alkitab tentang kedatangan Kristus
yang kedua kalinya. Yesus menyatakan bahwa Ia sendiri akan
datang (Yohanes 14:3; 21:22, 23), kedatangan-Nya itu tidak terduga
(Matius 24:32-51; 25:1-13; Markus 13:33-37), tiba-tiba (Matius
24:26-28), dalam kemuliaan Bapa-Nya beserta dengan para malaikat
(Matius 16:27; 19:28; 25:31), serta dengan penuh kemenangan
(Lukas 19:11-27). Kedua orang yang berpakaian putih mengatakan
pada saat kenaikan Kristus ke sorga bahwa Kristus sendiri akan
datang, dalam tubuh-Nya, dapat dilihat, dan secara tiba-tiba (Kisah
1:10, 11). Kesaksian para rasul sangat luas jangkauannya. Petrus
bersaksi bahwa Ia sendiri akan datang (Kisah 3:19-21; II Petrus 3:3,
4) dan secara tidak terduga (II Petrus 3:8-13). Paulus bersaksi
bahwa Tuhan Yesus sendiri akan datang (Filipi 3:20, 21; I
Tesalonika 4:16, 17), secara tiba-tiba (I Korintus 15:51, 52), dalam
kemuliaan dan bersama-sama para malaikat (II Tesalonika 1:7-10;
Titus 2:13). Surat Ibrani bersaksi bahwa Ia sendiri akan datang
(9:28) dan dengan segera (10:37). Yakobus menyatakan bahwa Ia
sendiri akan datang (5:7, 8). Yohanes menulis bahwa Yesus sendiri
akan datang (I Yohanes 2:28; 3:2, 3) dan dengan tiba-tiba (Wahyu
22:12. Rasul Yudas mengutip Henokh untuk menunjukkan bahwa
Yesus akan datang disaksikan oleh umum (14, 15). Bukti Alkitab
bahwa Kristus akan datang itu cukup jelas dan memadai.
B. BEBERAPA PENAFSIRAN YANG KELIRU
Sekalipun ayat-ayat yang menyebut kedatangan Kristus itu banyak
dan jelas, ada banyak tafsiran yang keliru mengenai hal ini. Oleh
karena itu perlulah kita membuktikan kesalahan tafsiran-tafsiran ter
sebut sebelum kita melanjutkan penelaahan doktrin ini. Dengan
singkat kami akan membahas lima tafsiran yang keliru.
1. Kedatangan Roh Kudus. Beberapa orang mengajarkan bahwa
kedatangan Kristus untuk kedua kalinya berarti kedatangan Roh
Kudus pada hari Pentakosta. Ada yang mengatakan bahwa Matius
16:28, mengacu kepada peristiwa Pentakosta saat Yesus berkata,
"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir
di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak
Kedatangan Kristus yang Kedua Kali: Sifat... 533
Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya." Demikian pula,
beberapa orang menafsirkan bahwa kedatangan Roh Kudus telah
menggenapi apa yang dikatakan dalam Yohanes 16:16, 'Tinggal
sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku lagi dan tinggal sesaat saja
pula dan kamu akan melihat Aku." Janji dalam Matius 16:28 sudah
jelas menunjuk kepada penampilan Kristus kembali setelah Ia
bangkit dari antara orang mati. Yesus berjanji bahwa Ia akan
mengutus sang Penghibur, namun Ia tidak mengutus diri-Nya sendiri
(Yohanes 14:16; 15:26). Memang, Yesus menyatakan bahwa da
tangnya Roh Kudus itu harus didahului oleh kepergian-Nya
(Yohanes 16:7). Dalam Kisah 2:33 Yesus digambarkan sebagai
sedang mencurahkan Roh Kudus dari tempat-Nya di sebelah kanan
Allah. Peristiwa ini terjadi pada hari Pentakosta. Dalam Kisah
3:19-21, setelah hari Pentakosta, Petrus berkhotbah dan mengajak
Israel untuk bertobat agar Allah mengutus Kristus "yang harus
tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu." Banyak
janji lain tentang kedatangan Kristus kembali diucapkan setelah hari
Pentakosta; oleh sebab itu kedatangan Roh Kudus tidak dapat
dianggap sebagai menunjuk kepada kedatangan kembali Kristus.
2. Pertobatan jiwa. Pandangan ini dianut oleh beberapa orang,
namun tafsiran ini juga tidak alkitabiah. Yesus pernah mengatakan
bahwa Ia dan Bapa akan datang dan tinggal di dalam orang percaya
(Yohanes 14:23), dan segera sesudahnya Ia berjanji bahwa Peng
hibur akan datang dan mengajarkan mereka segala sesuatu (Yo
hanes 14:26). Roh Kudus yaitu Roh Yesus (Kisah 16:7) dan Roh
Kristus (Roma 8:9; I Petrus 1:11), namun Kristus tidak pernah di
anggap sebagai Roh Kudus dan Roh Kudus tidak pernah dianggap
sebagai Kristus. Paulus pernah membuat suatu pernyataan yang
mudah sekali menimbulkan salah paham. Ia mengatakan, 'Tuhan
yaitu Roh" (II Korintus 3:17). Kita mengakui adanya kesamaan
hakikat dan kuasa, sama seperti saat Kristus berkata tentang
hubungan-Nya dengan Bapa, "Aku dan Bapa yaitu satu" (Yohanes
10:30). Akan namun , hal ini tidak berarti bahwa Kristus dan Bapa
yaitu oknum yang sama, melainkan Mereka yaitu hakikat yang
sama. Di samping itu, Kristus dan Roh itu pada hakikatnya sama
dalam arti bahwa Kristus memperkenalkan diri pada saat pertobatan
dan pada saat-saat yang lain dengan perantaraan Roh Kudus. Roh
534 Eskatologi
Kudus yaitu Roh Yesus Kristus. Dinamika yang menghidupkan
dari pengaruh dan kediaman Tuhan di dalam hidup orang percaya
ialah Roh Allah (Roma 8:9,10; Galatia 2:20; 4:6; Filipi 1:19; Kisah
20:28; Efesus 4:7, 11). Menarik sekali bahwa Paulus memakai
secara bertukar-tukar istilah "Roh", 'Roh Allah", 'Roh Kristus",
"Kristus", "Roh Dia yang telah membangkitkan Kristus dari antara
orang mati" dan "Roh-Nya" dalam Roma 8:9-11.
Pastilah para penulis Surat-Surat Perjanjian Baru ini sudah ber
tobat saat mereka menulis; namun mereka berbicara tentang ke
datangan Tuhan sebagai suatu peristiwa yang bakal terjadi. Oleh
karena itu, kedatangan Kristus di dalam kehidupan seorang berdosa
yang bertobat bukanlah kedatangan-Nya dalam arti eskatologis.
3. Kehancuran Yerusalem. Beberapa orang percaya bahwa ke
datangan Kristus itu terjadi saat Yerusalem dihancurkan pada ta
hun 70 TM. Matius 16:28 ditafsirkan secara demikian. Kita dapat
mengakui bahwa nubuat tentang penghancuran kota ini terkait se
cara erat dengan nubuat-nubuat tentang kedatangan Tuhan kedua
kali yang tercatat dalam Matius 24, Markus 13, dan Lukas 21. Kita
boleh mengakui juga bahwa peristiwa penghancuran Yerusalem me
rupakan kedatangan Tuhan dalam penghukuman, namun pada saat
yang sama kita harus mengenali nubuat-nubuat yang memberi tahu
kedatangan Sang Juruselamat secara pribadi pada masa yang akan
datang. Kitab Wahyu dan Surat I Yohanes ditulis beberapa tahun
setelah kehancuran Yerusalem; namun dalam kitab-kitab ini
ada beberapa nubuat yang tegas mengenai kedatangan Tuhan
yang kedua kali (I Yohanes 2:28; 3:2, 3; Wahyu 1:7; 3:11; 22:12,
20). Kita boleh menambahkan bahwa saat Yerusalem dihancurkan
Israel tercerai-berai, namun pada saat Kristus datang kembali Israel
akan dikumpulkan kembali di Palestina.
4. Datangnya kematian. Matius 24:42 berbunyi, "Karena itu ber-
jaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu
datang." Beberapa orang telah menafsirkan ayat ini sebagai menun
juk kepada saat kematian seseorang dan saat kedatangan Kristus
kembali. Kami mengakui bahwa saat orang percaya meninggal
dunia, Kristus membawa jiwa orang ini untuk tinggal bersama-
Nya, namun peristiwa ini jangan dikacaukan dengan kedatangan
Kedatangan Kristus yang Kedua Kali: Sifat... 535
Kristus yang kedua kali. Kita tidak boleh mengambil ayat-ayat yang
berbicara tentang kedatangan Kristus yang kedua kali lalu meng
hubungkannya dengan kematian orang percaya. Kedua peristiwa
ini sangat berbeda. Alkitab menganggap kematian sebagai
musuh (I Korintus 15:25, 26; Ibrani 2:14, 15), namun kedatangan
Tuhan yang kedua kali dianggap sebagai suatu pengharapan yang
penuh bahagia (Titus 2:13). Pada saat kematian kubur ditempati;
pada saat kedatangan Tuhan yang kedua kali kubur ditinggalkan
(Yohanes 5:28, 29; I Tesalonika 4:16). saat Tuhan mengacu
kepada kedatangan-Nya kembali dalam Yohanes 21:21-23 para
murid Tuhan menyimpulkan bahwa Tuhan bermaksud mengatakan
Yohanes dibebaskan dari kematian. Bila kematian dan kedatangan
Kristus yang kedua merupakan peristiwa yang sama, maka kita da
pat mengganti istilah "kematian" dengan istilah "kedatangan" yang
kedua. Setiap orang yang ingin melakukan percobaan semacam itu
dengan Matius 16:27, 28; I Tesalonika 4:16, 17, dan Wahyu 1:7
akan menyadari betapa janggalnya penafsiran semacam itu.
5. Pertobatan dunia. Ada orang yang mengira yang dimaksudkan
yaitu pertobatan dunia saat mereka berdoa, "Datanglah
Kerajaan-Mu" (Matius 6:10). Mereka beranggapan bahwa bila dunia
menerima prinsip-prinsip Kristus, maka Kristus akan datang. Akan
namun , Alkitab mengajarkan bahwa pada akhir zaman banyak orang
yang mundur dari imannya (Lukas 18:8; II Tesalonika 2:3-
12; I Timotius 4:1); bahwa akan datang masa yang sukar (II
Timotius 3:1); bahwa ajaran yang benar tidak akan diterima dan
bidat-bidat terkutuk akan bermunculan (II Timotius 4:1-4; II Petrus
2:1, 2); dan bahwa keadaan-keadaan yang terjadi pada zaman Nuh
dan Lot akan merajalela kembali (Lukas 17:26-30). Semua ini
samasekali tidak memberikan kesan adanya dunia yang bertobat dan
berbalik kepada Tuhan saat Kristus datang. Di samping itu, Alki
tab menggambarkan kedatangan Kristus sebagai suatu peristiwa
yang terjadi dengan tiba-tiba, seperti kilat (Matius 24:27), dan tidak
diduga-duga, seperti pencuri (Matius 24:43; I Tesalonika 5:2), dan
kebangkitan saat itu akan terjadi "dalam sekejap mata" (I Korintus
15:52). Ayat-ayat ini juga samasekali tidak mendukung pandangan
tentang dunia yang bertobat secara berangsur-angsur. Dan selanjut
nya, Alkitab mengaitkan pertobatan dunia dengan kedatangan
536 Eskatologi
Kristus yang kedua, namun hal itu akan terjadi setelah kedatangan
Kristus (Yesaya 2:2-4; Zakharia 8:21-23; Kisah 15:16-18; Roma
11:12, 25). Pokok ini akan kita bahas lagi di bagian lain, namun
jelaslah bahwa kedatangan Kristus yang kedua kali bukanlah per
tobatan dunia.
C. TAHAP-TAHAP KEDATANGAN KRISTUS
Orang yang baru pertama kali mempelajari kebenaran tentang
kedatangan Kristus yang kedua kali akan merasa bingung oleh gam
baran-gambaran yang nampaknya bertentangan. Ia membaca bahwa
Kristus akan datang hanya untuk orang-orang yang percaya kepada-
Nya, dan kedatangan-Nya akan dilihat oleh seluruh dunia; bahwa
Ia akan menghakimi manusia pada umumnya dan bahwa Ia akan
menilai pekerjaan orang-orang percaya. Orang ini membaca
tentang kebangkitan orang-orang yang telah diselamatkan, sebuah
pesta pernikahan, pertentangan antara Antikristus dengan pasukan-
pasukannya, terbelenggunya Iblis, pendirian sebuah kerajaan di
dunia, dan penghakiman di hadapan takhta putih yang besar. Bagai
mana ia harus mencocokkan semua pernyataan ini; bagaimana urut
an peristiwa-peristiwa dalam gambar yang membingungkan itu? Ba
nyak orang sudah putus asa untuk menemukan suatu rencana yang
jelas dalam nubuat-nubuat yang membingungkan, dan bahkan sudah
banyak yang mencela orang-orang yang menyangka bahwa mereka
dapat mencapai kesimpulan akhir. Kami percaya bahwa kunci ter
hadap masalah ini ialah bahwa kedatangan Kristus akan terjadi da
lam dua tahap. Jadi, kita mendapati bahwa Kristus akan datang di
udara dan pada saat itu beberapa hal akan terjadi di udara, kemudian
kita melihat bahwa Ia datang di bumi dan beberapa peristiwa akan
terjadi di bumi. Kedua kedatangan ini harus dibeda-bedakan.
1. Kedatangan-Nya di udara. Paulus menulis, "Sebab pada waktu
tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sang
kakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga
dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit;
sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat
bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di
angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama
Kedatangan Kristus yang Kedua Kali: Sifat... 537
dengan Tuhan" (I Tesalonika 4:16, 17). Dalam II Tesalonika 2:1
dikatakan bahwa kita akan terhimpun bersama-sama dengan Dia.
Pikiran yang sama ini juga ada dalam Yohanes 14:3, "Dan
jika Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat
bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-
Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada."
Dalam peristiwa kedatangan yang satu ini Kristus tidak akan sampai
ke bumi, namun Ia mengumpulkan umat-Nya di udara. Mereka yang
mati di dalam Kristus akan dibangkitkan, dan mereka yang masih
hidup akan diubah (I Korintus 15:51-54). Kedatangan ini harus
dibedakan dari kedatangan-Nya ke bumi.
2. Kedatangan-Nya ke bumi. Dalam Zakharia 14:4 kita diberi
tahu bahwa "kaki-Nya akan berjejak di Bukit Zaitun yang terletak
di depan Yerusalem di sebelah timur." Dalam Kisah 1:11 kedua
orang yang berpakaian putih mengatakan bahwa Yesus akan datang
kembali "dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke
sorga." Kristus meninggalkan Bukit Zaitun dengan cara yang dapat
disaksikan oleh manusia dan Dia akan datang kembali dengan cara
yang dapat disaksikan oleh manusia. Matius 19:28 berbicara soal
Kristus yang duduk pada takhta kemuliaan dan para rasul yang
dipilih-Nya akan duduk di dua belas takhta untuk menghakimi
kedua belas suku Israel. Matius 24:29-31 dan 25:31-46 menunjuk
kan bahwa Dia akan datang ke bumi. Zakharia 12:10-14 menggam
barkan rumah Daud, para penghuni Yerusalem, dan semua keluarga
Israel yang tertinggal, sedang meratap saat mereka melihat Dia
yang telah mereka tikam. Wahyu 1:7 mengatakan, "Lihatlah, Ia
datang dengan awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka
yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi
Dia." jika Ia kembali ke bumi, Ia akan datang bersama umat-
Nya (Yoel 3:11; I Tesalonika 3:13; Yudas 14). Ayat-ayat ini sendiri
menunjukkan ada dua aspek pada kedatangan Kristus: yang per
tama, umat-Nya akan terangkat ke sorga; sedangkan yang kedua,
umat-Nya kembali ke bumi bersama dengan Dia.
II. MAKSUD KEDATANGANNYA DI UDARA
Kini kita akan membahas tahap pertama dari kedatangan-Nya yang
538 Eskatologi
kedua kali. Kita akan berusaha untuk menjawab pertanyaan apakah
maksud kedatangan-Nya di udara. Beberapa jawaban dapat diberi
kan.
A. UNTUK MENJEMPUT UMATNYA
Yesus akan datang untuk menjemput umat-Nya. Yesus mengatakan,
"Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku"
(Yohanes 14:3). Yesus mendambakan suatu persekutuan yang sa
ngat erat, namun "selama kami mendiami tubuh ini, kami masih
jauh dari Tuhan" (II Korintus 5:6). saat seorang percaya me
ninggal dunia di dalam Kristus, ia "beralih dari tubuh ini untuk
menetap pada Tuhan" (II Korintus 5:8). Namun keadaan ini belum
merupakan keadaan yang ideal, karena masih belum diberikan tubuh
kebangkitan. saat Yesus datang kembali, Ia akan menerima orang
percaya itu dengan tubuh kebangkitan. Sejak saat itu orang percaya
akan "selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan" (I Tesalonika
4:17). Namun karena "darah dan daging tidak mendapat bagian
dalam Kerajaan Allah” (I Korintus 15:50), jelas bahwa beberapa
pembahan harus terjadi sebelum kita dapat diterima oleh-Nya untuk
tinggal bersama-sama dengan Kristus. Hal itulah yang perlu kita
bahas sekarang.
1. Prasyarat-prasyaratnya. "Umat-Nya" kini bersama-sama de
ngan Dia dalam roh (II Korintus 5:8; Filipi 1:23; Ibrani 12:23;
Wahyu 6:9), dalam keadaan sadar (Lukas 16:19-31; Wahyu 6:9),
dan tubuh mereka berada dalam kubur, atau mereka masih "men
diami tubuh ini" namun "jauh dari Tuhan" (II Korintus 5:6). Akan
namun , tinggal bersama-sama dengan Kristus dalam roh bukanlah
tujuan akhir penebusan; Kristus telah menebus baik tubuh maupun
jiwa (Roma 8:23; Efesus 1:14; 4:30), dan suatu hari kelak Ia akan
mengubah tubuh "kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-
Nya yang mulia" (Filipi 3:21). Dua hal yang diperlukan sebelum
kita dapat diterima untuk tinggal bersama Dia. Pertama, orang yang
mati di dalam Kristus harus dibangkitkan; kemudian yang kedua,
orang-orang percaya yang masih hidup harus diubah. Marilah kita
meneliti kedua syarat ini dengan lebih terinci.
(1) Orang-orang yang mati di dalam Kristus harus dibangkitkan.
Kedatangan Kristus yang Kedua Kali: Sifat... 539
saat Tuhan turun dari sorga, orang yang mati di dalam Kristus
akan dibangkitkan (I Tesalonika 4:16). Karena Yesus yaitu "ke
bangkitan dan hidup" (Yohanes 11:25), maka orang yang percaya
kepada-Nya, "akan hidup sekalipun ia sudah mati" (Yohanes 11:25).
Barangsiapa yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus takkan per
nah mati. Paulus menyurat, "Karena yang dapat binasa ini harus
mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus
mengenakan yang tidak dapat mati" (I Korintus 15:53). Ayat-ayat
ini menunjukkan apa yang akan terjadi dalam diri orang-orang per
caya saat Ia datang; orang yang mati akan dibangkitkan dan orang
yang hidup akan mengenakan yang tidak dapat mati.
Tidak ada kebangkitan umum saat semua orang yang mati akan
bangkit bersama-sama. Sekalipun Yohanes 5:28, 29 seakan-akan
mendukung pandangan ini, ayat ini samasekali tidak menyatakan
bahwa ada orang yang akan keluar dan bangkit untuk hidup dan
yang lain akan dihakimi. Yang dikatakan ayat itu ialah bahwa se
bagian orang akan keluar untuk hidup sedangkan yang lain akan
bangkit untuk dihakimi. Bahwa kedua kelompok ini akan menga
lami peristiwa ini pada jam yang sama tidaklah merupakan
masalah. Waktu (dalam terjemahan bahasa Inggris dipakai hour
yaitu jam) yang terakhir dari I Yohanes 2:18 sudah berlangsung
selama sekitar seribu sembilan ratus sembilan puluh tahun. Mudah
untuk memahami adanya dua macam kebangkitan yang terjadi da
lam satu jam. Daniel 12:2 nampaknya juga menunjuk kepada dua
kebangkitan tubuh, "Orang-orang . . . akan bangun, sebagian untuk
mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan
dan kengerian yang kekal."155
Menurut Wahyu 20:4-7, ada selang waktu selama seribu
tahun di antara kebangkitan pertama dengan kebangkitan kedua.
Beberapa orang telah menafsirkan bahwa kebangkitan yang pertama
dalam Wahyu 20 merupakan keselamatan rohani (bandingkan de
ngan Yohanes 5:24-26), yang kemudian diikuti oleh kebangkitan
umum. Bila seseorang telah menerima kebangkitan yang pertama
(yaitu kebangkitan rohani), ia tidak perlu takut kepada kematian
kedua. Namun bahasa Yunani tidaklah mengizinkan penafsiran se
macam itu. Perhatikan pendapat Alford, seorang sarjana Yunani
yang kondang, berikut ini:
155 Young, The Prophecy of Daniel, hal. 256.
540 Eskatologi
Bila suatu bagian Alkitab menyebutkan adanya dua kebangkitan, di mana
beberapa psuchai exesan muncul dalulu, serta nekros exesan yang lain baru
muncul pada akhir suatu periode tertentu sesudah yang pertama itu . . . bila
dalam bagian Alkitab semacam itu kebangkitan pertama dipahami sebagai
kebangkitan rohani dengan Kristus, sedangkan kebangkitan yang kedua
sebagai kebangkitan dari kubur yang harfiah . . . maka sudah berakhirlah
segala makna dalam bahasa, dan terhapuslah Alkitab sebagai suatu kesaksian
yang pasti akan suatu kebenaran. Bila kebangkitan pertama yaitu ke
bangkitan rohani, maka demikian pula kebangkitan yang kedua yaitu
kebangkitan rohani, padahal menurut hemat saya tidak ada sarjana yang
begitu keras kepala sehingga mau tetap mempertahankan bahwa kebangkitan
yang kedua itu bersifat kebangkitan rohani; akan namun , bila kebangkitan
yang kedua yaitu kebangkitan harfiah, maka demikian pulalah kebangkitan
yang pertama. Bersama dengan seluruh Gereja mula-mula dan sebagian
besar penafsir modem yang terbaik, maka saya menerima pendapat ini se
bagai suatu pasal iman dan pengharapan.156
Kita boleh menambahkan bahwa kebangkitan inilah (ten exanas-
tasin ten ek nekron) yang didambakan oleh Paulus (Filipi 3:11);
tidak perlu kita berusaha mencapai kebangkitan umum, karena
Alkitab dengan jelas sekali mengatakan bahwa pada akhirnya semua
orang akan dibangkitkan, mau atau tidak mau.
Akan namun , dalam kebangkitan pertama pun ada berbagai tahap.
Kebangkitan Tuhan kita (I Korintus 15:23), Keangkatan Gereja
saat Kristus datang untuk menjemput umat-Nya (Yohanes 14:3;
I Korintus 15:51-54; I Tesalonika 4:14-17; II Tesalonika 2:1),
kebangkitan kedua saksi dalam masa kesengsaraan (Wahyu 11:11,
12), serta kebangkitan semua orang saleh Perjanjian Lama dan
orang-orang percaya dari masa kesengsaraan (Daniel 12:2; Wahyu
20:4, 5) semuanya merupakan tahapan yang berlainan dari kebang
kitan yang pertama. Bahkan kebangkitan beberapa orang saleh ke
tika terjadi kebangkitan Kristus dapat dianggap sebagai termasuk
golongan yang lebih besar ini (Matius 27:52, 53).
(2) Orang-orang yang hidup di dalam dan percaya kepada Kristus
harus diubah. Setelah menyatakan bahwa orang yang mati di dalam
Kristus akan bangkit dahulu saat Tuhan datang di udara, Paulus
menambahkan, "Sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal,
akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyong
song Tuhan di angkasa" (I Tesalonika 4:17). Namun karena "daging
156 Alford, The Greek Testament, IV, hal. 732-733.
Kedatangan Kristus yang Kedua Kali: Sifat... 541
dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah" (I Korintus
15:50), tubuh orang-orang yang masih hidup akan diubah. Paulus
menjelaskan sebagai berikut, "Sesungguhnya aku menyatakan ke
padamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, namun kita
semuanya akan diubah dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri
yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati
akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita
semua akan diubah" (I Korintus 15:51, 52). Nampaknya Paulus
sedang berpikir tentang orang-orang yang masih hidup saat ia
menulis dalam Filipi 3:20, 21, "Karena kewargaan kita yaitu di
dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kris
tus sebagai Juruselamat, yang akan mengubah tubuh kita yang hina
ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-
Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya." Sifat
perubahan ini tidak dijelaskan di bagian mana pun dari
Alkitab, namun kemungkinan untuk diangkat ke sorga tanpa meng
alami kematian jasmaniah diterangkan dalam peristiwa Henokh
diangkat ke sorga (Kejadian 5:24; Ibrani 11:5) dan Elia (II Raja-
Raja 2:11-18).
Segera timbullah pertanyaan, apakah semua orang yang telah di
selamatkan akan ikut ke sorga saat Gereja diangkat? Nampaknya
sifat gereja menghendaki agar setiap orang yang menjadi anggota
nya akan ikut terangkat. Gereja merupakan bait Allah (I Korintus
3:16; II Korintus 6:16; Efesus 2:20, 21; I Petrus 2:5). Mungkinkah
bagian tertentu dari suatu bangunan yang didiami Roh Kudus di
tinggalkan begitu saja? Selanjutnya, Gereja yaitu pengantin
perempuan Kristus (II Korintus 11:2; Efesus 5:24, 32; Wahyu 19:6-
9). Adakah suatu bagian dari pengantin perempuan ini akan di
tinggalkan? Gereja juga merupakan tubuh Kristus (I Korintus
12:12-27; Efesus 1:22, 23; 4:12; 5:29, 30; Kolose 1:18, 24; 2:19).
Pastilah Dia tidak akan meninggalkan sebagian tubuh-Nya. Bahwa
semua orang percaya yang masih hidup akan ikut terangkat saat
terjadi Keangkatan Gereja tidaklah lebih mustahil daripada kenya
taan bahwa semua orang yang mati di dalam Kristus akan dibangkit
kan saat itu. Berdasarkan Filipi 3:11, "Supaya aku akhirnya ber
oleh kebangkitan dari antara orang mati," beberapa pihak akan me
nuntut bahwa Paulus mengajarkan sebuah kebangkitan yang seba
gian saja; sekalipun demikian, ini bukanlah ungkapan kesangsian,
542 Eskatologi
melainkan ungkapan kerendahan hati dan pengharapan. saat me
nyebutkan urutan kebangkitan, Paulus mengatakan, 'namun tiap-
tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah
itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya.
Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan
Kerajaan kepada Allah Bapa" (I Korintus 15:23, 24). Perhatikanlah
bahwa semua yang menjadi milik Kristus dikelompokkan bersama-
sama sebagai orang-orang yang dibangkitkan pada waktu yang
sama, tidak ada pembagian di antara orang-orang percaya.
2. Cara Kristus datang. Bila kita membaca Alkitab dengan teliti
akan jelaslah bahwa perpindahan orang-orang percaya ke hadapan
Kristus bukanlah merupakan keseluruhan peristiwa membawa
orang-orang percaya kepada-Nya. Memang perpindahan itu ter
masuk dalam peristiwa ini , namun pada hakikatnya itu me
rupakan penerimaan Gereja ke dalam hubungan pernikahan dengan
Kristus. Gereja yaitu mempelai perempuan. Sekarang Gereja da
lam posisi bertunangan (II Korintus 11:2); akhirnya, Kristus akan
"menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa
cacat atau kerut atau yang serupa itu" (Efesus 5:27). Yohanes me
nulis, "Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang
banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat,
katanya, ’Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa,
telah menjadi raja. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan
memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba,
dan pengantin-Nya telah siap sedia. Dan kepadanya dikaruniakan
supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang
putih bersih!’ [Lenan halus itu yaitu perbuatan-perbuatan yang
benar dari orang-orang kudus]" (Wahyu 19:6-8). Yesus Kristus akan
datang sebagai mempelai laki-laki untuk mengambil Gereja sebagai
pengantin-Nya. Yohanes Pembaptis yaitu sahabat mempelai laki-
laki (Yohanes 3:29) dan sebagai sahabat itulah ia membuka jalan
untuk kedatangan Kristus.
B. UNTUK MENGHAKIMI DAN MEMBERI PAHALA
Kedua hal ini dikaitkan dengan kedatangan Kristus yang kedua kali.
Kedatangan Kristus yang Kedua Kali: Sifat... 543
1. Penghakiman orang-orang percaya. Kristus akan datang untuk
menghakimi perbuatan orang-orang percaya serta membagikan
pahala yang sesuai. Orang percaya tidak lagi akan dihakimi dosa-
dosanya (Yohanes 5:24), karena dosa orang percaya telah dihakimi
dalam pribadi dan salib Kristus (Yesaya 53:5, 6; II Korintus 5:21),
dan ia tidak lagi harus mempertanggungjawabkan perbuatan
dosanya saat Kristus datang kembali. Namun, sepanjang hidup di
dunia ini, orang percaya menerima ganjaran untuk dosa-dosa yang
telah diperbuatnya sehingga ia tidak ikut dihakimi bersama dengan
dunia (I Korintus 5:5; 11:32; Ibrani 12:7; band. II Samuel 7:14, 15;
12:13, 14). Namun, saat Kristus kembali, orang percaya akan
dihakimi mengenai penggunaan talenta-talenta yang dimilikinya
(Matius 25:14-30), uang mina (Lukas 19:11-27), dan kesempatan-
kesempatan (Matius 20: 1-16) yang telah dipercayakan kepadanya.
Keselamatan merupakan pemberian Allah yang diberi dengan cuma-
cuma (Yohanes 4:10; 10:28; Roma 6:23). saat Yakobus me
ngatakan bahwa kita diselamatkan oleh perbuatan (Yakobus 2:24),
maka yang dimaksudkannya ialah oleh iman yang menghasilkan
perbuatan (2:22, 26). Paulus menyatakan bahwa sekalipun kita di
selamatkan karena kasih karunia, kita juga diselamatkan untuk
melakukan perbuatan baik (Efesus 2:8-10). Dengan kata lain, Tuhan
telah memberikan kesempatan kepada umat-Nya untuk mengum
pulkan harta di sorga setelah mereka diselamatkan (Matius 6:20),
supaya "akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan
kekal, yaitu kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus"
(II Petrus 1:11).
Orang percaya akan dihakimi mengenai perbuatan-perbuatan ini
bila Kristus datang kembali. Paulus menulis, "Sebab kita semua
hams menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang
memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang
dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat" (II Korintus
5:10). Ia juga menulis, "namun engkau, mengapakah engkau meng
hakimi saudaramu? Atau mengapakah engkau menghina saudara
mu? Sebab kita semua hams menghadap takhta pengadilan Allah"
(Roma 14:10). Dan ia melanjutkan, "Demikianlah setiap orang di
antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sen
diri kepada Allah" (Roma 14:12). saat Ia datang kembali, api
akan menguji hasil pekerjaan kita; dan bila bahannya ialah kayu,
544 Eskatologi
rumput kering atau jerami, maka hasil ini akan terbakar,
namun kita tetap selamat namun seperti dari dalam api. Jikalau
bahannya itu dari emas, perak, atau batu permata, kita akan men
dapat upah (I Korintus 3:11-15). Sudah pasti ada banyak yang ter
masuk kelompok yang akan selamat namun pahalanya sedikit; yang
lain akan memperoleh lebih banyak. Kita ditantang untuk tinggal
di dalam Kristus sehingga saat Ia datang kita tidak akan
malu (I Yohanes 2:28). Paulus menulis, "Sebab siapakah pengha
rapan kami atau sukacita kami atau mahkota kemegahan kami di
hadapan Yesus, Tuhan kita, pada waktu kedatangan-Nya, kalau
bukan kamu?" (I Tesalonika 2:19).
2. Pahala bagi orang percaya. Tuhan pasti akan menepati janji-
Nya seperti yang dilakukan-Nya dalam hal keselamatan. Beberapa
hal patut dicamkan dalam kaitannya dengan pahala atau upah.
(1) Pertama, apakah yang menjadi dasar penilaian pemberian
pahala atau upah ini? Alkitab menyebut beberapa hal yang dianggap
sebagai menuju kepada pahala. Sebagai pemelihara rahasia Allah
(I Korintus 4:1-5), seseorang percaya harus mempertanggungjawab
kan pekerjaannya sebagai pemelihara. Sebuah pahala yang pasti
dijanjikan bagi mereka yang setia (I Korintus 4:2) dalam memakai
kesempatan, talenta, serta uang mina yang dipercayakan kepada
mereka (Matius 20:1-16; 25:14-30; Lukas 19:11-27). Sebagai
pemelihara harta milik mereka, maka orang percaya akan diberi
upah sesuai dengan cara mereka memakai harta milik mereka
(Matius 6:20; Galatia 6:7). Orang yang menabur sedikit akan
menuai sedikit juga (II Korintus 9:6). Selanjutnya, sebagai orang
yang bertanggung jawab atas jiwa orang lain, orang percaya itu
akan diberi pahala sesuai dengan jumlah jiwa yang telah dibawanya
kepada Tuhan. Malaikat berkata kepada Daniel, "Dan orang-orang
bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah
menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang"
(Daniel 12:3). Dengan cara yang serupa Paulus menulis, "Sebab
siapakah pengharapan kami atau sukacita kami atau mahkota ke
megahan kami di hadapan Yesus, Tuhan kita, pada waktu kedatang
an-Nya, kalau bukan kamu?" (I Tesalonika 2:19). Sebagai orang-
orang yang hidup di dunia yang serba kekurangan ini, kita dapat
berbuat baik kepada semua orang lain serta memperoleh pahala
Kedatangan Kristus yang Kedua Kali: Sifat... 545
yang setimpal (Galatia 6:10). Kesediaan untuk memberi tumpangan
kepada orang akan mendapatkan pahala (Matius 10:40-42), dan
demikian pula hal merawat orang sakit dan yang dianiaya (Matius
25:35-40). Bahkan secangkir air sejuk saja akan diperhatikan pada
hari itu (Matius 10:42). Hal ini terutama berlaku bagi semua
kebaikan yang dilakukan kepada umat Yahudi. Dan akhirnya,
sebagai penderita di dalam dunia yang jahat ini, orang-orang Kristen
juga akan memperoleh pahala karena kesetiaan mereka. Demikian
lah, kita membaca bahwa bila dunia mencemooh kita, menganiaya
kita, dan memfitnahkan semua kejahatan kepada kita, maka upah
kita akan besar di sorga (Matius 5:11, 12; Lukas 6:22, 23). Bila
kita menderita, maka kita akan memerintah bersama dengan Dia
kelak (II Timotius 2:12; band. Roma 8:17). Rasul Yakobus men
janjikan, "Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, se
bab jika ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehi
dupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi
Dia" (Yakobus 1:12).
(2) Kapankah pahala itu kita terima? Kita akan menerima pahala
saat Ia datang kembali (Matius 16:27; Roma 2:5-10; II Timotius
4:8; Wahyu 11:18; 22:12). Mengingat hal ini, kuranglah tepat kira
nya untuk mengatakan saat seorang saudara seiman meninggal
bahwa ia kini sudah memperoleh pahalanya. Paulus menyatakan
bahwa pada hari Kristus menyatakan diri-Nya barulah ia menerima
pahalanya, dan bukan pada saat ia mati. Orang-orang yang mati di
dalam Yesus kini berada bersama-sama Dia, namun mereka masih
menantikan hari perhitungan dan penerimaan pahala.
(3) Bagaimanakah bentuk pahala itu? Alkitab menggambarkan
pahala atau upah yang akan diterima berupa tanda kenang-kenangan
atau mahkota. Dikatakan bahwa pahala itu akan terdiri atas
rangkaian bunga yang tidak layu (I Korintus 9:25), dan kita di
ingatkan untuk tidak kehilangan mahkota kita (Wahyu 3:11). Jiwa-
jiwa yang dimenangkan bagi Tuhan akan merupakan mahkota ke
megahan kita (I Tesalonika 2:19). Di samping itu semua, ada
mahkota kebenaran (II Timotius 4:8), mahkota kehidupan (Yakobus
1:12; Wahyu 2:10), serta mahkota kemuliaan (I Petrus 5:4). Apa
pun yang dimaksudkan dengan lambang ini, kita dapat yakin bahwa
itu menggambarkan suatu kehormatan yang mulia dan abadi yang
diterima di hadapan Tuhan. Sebagai bagian dari pahala ini ,
546 Eskatologi
juga dijanjikan sebuah tempat dengan Kristus atas takhta-Nya
(Lukas 19:11-27; II Timotius 2:11, 12; Wahyu 3:21).
C. MENYINGKIRKAN SANG PENAHAN
Tuhan akan datang untuk menyingkirkan penahan penyataan si pen-
durhaka. Paulus menulis, "Dan sekarang kamu tahu apa yang me
nahan dia, sehingga ia baru akan menyatakan diri pada waktu yang
telah ditentukan baginya. Karena secara rahasia kedurhakaan telah
mulai bekerja, namun sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang
menahannya itu sudah disingkirkan, pada waktu itulah si pendur-
haka baru akan menyatakan dirinya, namun Tuhan Yesus akan mem
bunuhnya dengan napas mulut-Nya dan akan memusnahkan
nya" (II Tesalonika 2:6-8). Dua orang terkait dengan kedatangan
Kristus yang kedua, yaitu si penahan yang kelak disingkirkan, dan
si pendurhaka, yang akan dibunuh dengan napas mulut Kristus.
Paulus memberi tahu kita bahwa rahasia kedurhakaan itu sudah
mulai bekerja pada zamannya, namun "apa yang menahan" dan
"yang menahan" menghalangi pengembangan kejahatan sepenuh
nya.
Apa atau siapakah penahan itu? Beberapa orang menganggapnya
sebagai kekuatan penahan dari hukum dan tata tertib. Orang lainnya
lagi melihatnya sebagai pemerintahan manusia; ada pula yang me
ngatakan bahwa itulah Iblis sendiri. Memang benar bahwa pemerin
tah dapat menahan kejahatan, namun adakah hal itu dapat
dikatakan mengenai pemerintah yang jahat? Dan, pastilah Iblis sen
diri tidak akan menahan kejahatan.
Dalam Kejadian 6:3 Roh Kudus digambarkan sebagai sedang
berjuang melawan orang-orang jahat pada zaman Nuh. Ayat itu
mengatakan bahwa "Roh-Ku tidak akan berbantah-bantah selama-
lamanya dengan manusia" (Terj. Lama). saat Roh berhenti me
lawan kejahatan manusia, maka hukuman Allah akan dicurahkan
ke atas dunia. Nampaknya Roh Kudus juga merupakan penahan
pada akhir zaman saat zaman Nuh terulang kembali. Roh Kudus
yang menahan kejahatan, sering kali melalui gereja; karena keha
diran-Nya di dalam orang percaya itu yang menjadikan mereka
garam dan terang dunia (Matius 5:13-16). saat gereja akan di
angkat, garam dan terang akan diambil. Selama waktu yang singkat
Kedatangan Kristus yang Kedua Kali: Sifat... 547
sesudah Keangkatan Gereja, sebelum orang-orang berbalik kepada
Tuhan, maka tidak ada orang yang selamat di muka bumi ini. Jelas
lah, Roh Kudus akan menarik kembali pelayanan-Nya yang khusus
untuk menahan kejahatan. Karena itu kebejatan dan kegelapan
akan tumbuh dengan pesat; kejahatan akan merajalela, dan si pen-
durhaka akan menyatakan dirinya. Roh Kudus akan hadir terus di
bumi seperti pada zaman Perjanjian Lama, namun tidak dalam pela
yanan yang khusus seperti pada zaman gereja. Iblis dengan anak
buahnya akan berkuasa di bumi sebelum penghukuman akhir tiba.
Kedatangan Kristus yang kedua kali akan menyingkirkan si penahan
sehingga kedurhakaan akan berkembang dan rencana untuk hari-
hari terakhir akan dijalankan.
PASAL XLI
Kedatangan Kristus yang Kedua
Kali: Maksud Kedatangan-Nya ke
Bumi dan Periode Antara
Keangkatan Gereja dan Penyataan
Diri Kristus
Sebagaimana telah kita pelajari, tahap pertama dari kedatangan
Kristus yang kedua kali ialah kedatangan-Nya di udara, namun
jelaslah bahwa Ia juga akan datang ke bumi. Marilah kita pelajari
sekarang maksud kedatangan-Nya ke bumi dan waktu yang berada
di antara kedua tahap kedatangan ini .
I. MAKSUD KEDATANGANNYA KE BUMI
Maksud kedatangan Kristus ke bumi sangat berbeda dari maksud
kedatangan-Nya di udara. Perbedaan itu sendiri merupakan bukti
bahwa ada dua tahap kedatangan. Kedua tahap ini harus di
pisahkan satu sama yang lain dari sudut saat kejadiannya. Apakah
maksud-maksud ini ?
A. MENYATAKAN DIRINYA DAN UMATNYA
Kristus tidak dapat dilihat oleh mata jasmaniah selama sembilan
belas abad lebih. Dahulu Ia pernah hidup di antara manusia, dan
para pengikut-Nya telah melihat Dia (Yohanes 1:14; I Yohanes 1:1-
549
550 Eskatologi
4), namun kini Ia berada di tempat kudus di sorga, sambil melayani
sebagai Imam Besar di tempat Yang Mahakudus. Ia akan datang
kembali (Ibrani 9:24-28), disertai pasukan-pasukan malaikat serta
rombongan orang-orang yang telah ditebus (Yoel 3:11; Zakharia
14:5; I Tesalonika 3:13; Yudas 14). "Lihatlah, Ia datang dengan
awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang
telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia.
Ya, amin" (Wahyu 1:7; band. Zakharia 12:10). Alkitab menyatakan
bahwa semua suku bangsa di bumi ini "akan melihat Anak Manusia
itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan
kemuliaan-Nya" (Matius 24:30). Kaki-Nya akan berpijak di Bukit
Zaitun (Zakharia 14:4). Para malaikat telah memberi tahu para
rasul, "Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan
datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia
naik ke sorga" (Kisah 1:11). Orang-orang yang telah diselamatkan
oleh Kristus akan menyatakan diri juga saat itu (Kolose 3:4). Saat
itu akan merupakan suatu penyataan diri yang mulia dari Kristus
bersama umat-Nya.
B. MENGHUKUM SI BINATANG, NABI PALSU, SERTA PA
SUKAN MEREKA
saat tahun-tahun kesengsaraan yang tak ada taranya (Yesaya
24:16-21; 26:20, 21; Yeremia 30:4-7; Yehezkiel 20:30-38; Matius
24:21, 29; Lukas 21:34-36) yang terjadi antara kedua tahap keda
tangan Kristus hampir berakhir, roh-roh yang muncul dari mulut
naga, mulut si binatang, dan mulut nabi palsu itu pergi untuk me
ngumpulkan raja-raja di seluruh dunia untuk berperang (Wahyu
16:12-16). Nampaknya, mereka berkumpul untuk merebut kota Ye
rusalem dan menangkap orang-orang Yahudi yang ada di Palestina
(Zakharia 12:1-9; 13:8-4:2), namun justru pada saat kelihatannya
kemenangan telah dicapai, Kristus akan turun dari sorga dengan
semua pasukan-Nya (Wahyu 19:11-16). Maka pasukan-pasukan
yang memerangi orang Yahudi ini akan berbalik untuk memerangi
Putra Allah, namun pertempuran itu tidak akan berlangsung lama
dan hasilnya sudah dapat dipastikan sebelumnya. Para pemimpin
bala tentara musuh akan ditangkap dan dicampakkan ke dalam laut
an api (Mazmur 2:3-9; II Tesalonika 2:8; Wahyu 19:19, 20), dan
Kedatangan Kristus yang Kedua Kali:... 551
bala tentara mereka akan dihancurkan oleh pedang yang keluar dari
mulut Kristus (II Tesalonika 1:7-10; Wahyu 19:21). Demikianlah,
perlawanan politik terhadap Kristus dan kerajaan-Nya kini telah
dihancurkan dan jalan terbuka lebar bagi pelantikan tata pemerin
tahan yang baru.
C. MEMBELENGGU IBLIS
saat si binatang dan nabi palsu telah dicampakkan ke dalam
lautan api, Iblis dibelenggu selama seribu tahun (Wahyu 20:1-3).
Aliran amilenialisme dan pasca-milenialisme menafsirkan pembe
lengguan Iblis serta masa kerajaan seribu tahun itu sebagai suatu
kiasan. Bahkan ada yang mengajar bahwa Iblis dibelenggu saat
penyaliban Tuhan Yesus pada waktu Ia mengalahkannya.
Kegiatan-kegiatan Iblis kini sangat terbatas (Ibrani 2:14), dan dalam
arti itulah ia dibelenggu. Boettner, seorang penganut aliran pasca-
milenialisme, menulis, "Penafsiran yang umum di kalangan ami
lenialisme tentang Wahyu 20:2 ialah bahwa Iblis dibelenggu pada
kedatangan Kristus yang pertama kali, dan pembelengguan itu di
selesaikan saat Kristus menang atas dia di kayu salib."157 Pada
pihak lain, ada yang lain yang menafsirkan pembelengguan Iblis
sebagai suatu proses yang berkelanjutan selama zaman gereja.
saat gereja bertambah maju, makin terbataslah kekuasaan Iblis.
Namun kami ingin mengatakan bahwa pada masa ini Iblis tidak
terbelenggu. Hal ini dapat dilihat dari beberapa ayat Alkitab: ia
yaitu penguasa dunia ini (Yohanes 16:11), penguasa kerajaan
angkasa (Efesus 2:2), serta ilah zaman ini (II Korintus 4:4). Petrus
mengatakan kepada para pembacanya, "Lawanmu, si Iblis, berjalan
keliling seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang
yang dapat ditelannya" (I Petrus 5:8). Sudah pasti ia tidak ter
belenggu pada waktu ini.
Beberapa orang menafsirkan bahwa kebangkitan serta masa kera
jaan seribu tahun yang terjadi kemudian yaitu kehidupan dalam
keadaan di antara kematian dan kebangkitan, yaitu saat orang per
caya tinggal bersama Kristus namun belum memiliki tubuh kebang
kitan. Sekali lagi kami mengutip Boettner, "Bagi orang-orang ku
dus Perjanjian Lama dan bagi mereka yang telah mati pada awal
157 Boettner, The Millennium, hal. 125.
552 Eskatologi
zaman Gereja maka pemerintahan milenial ini sudah berlangsung
lebih lama dari seribu tahun."158 159 Sedangkan pihak yang lain lagi
menafsirkannya sebagai suatu kebangkitan yang bersifat rohani
yang terjadi pada waktu seseorang diselamatkan. Feinberg, seorang
sarjana pra-milenialis, menulis, "Biasanya kalangan amilenialis me
nafsirkan bahwa kebangkitan yang pertama yaitu kebangkitan se
cara rohani yang terjadi pada saat seorang berdosa dilahirkan kem
bali; sedangkan kebangkitan yang kedua yaitu kebangkitan jas
mani yang umum dari semua orang mati sepanjang zaman."159 Na
mun, penafsiran harfiah tentang bagian Alkitab ini menandaskan
bahwa Iblis benar-benar dibelenggu dan orang percaya yang mati
benar-benar dibangkitkan.
158 Boettner, The Millennium, hal. 66.
159 Feinberg, Premillennialism or Amillennialism?, hal. 188.
Bila angka-angka yang ada dalam Wahyu 20:1-3 memiliki
arti tertentu, maka angka-angka ini pasti berarti bahwa Iblis
disingkirkan dari tempat beroperasinya yang semula serta kesem
patan dan kemampuannya ditiadakan untuk melanjutkan kegiatan
nya yang biasa. Tidak dapat diragukan lagi bahwa setan-setan ikut
terbelenggu. Dalam Matius 8:29 setan-setan menunjukkan bahwa
mereka mengetahui tentang kehancuran yang bakal menimpa
mereka. Sedangkan Yesaya 11:1-10 dan 65:19-25 menguraikan ter
jadinya perubahan-perubahan dalam alam, manusia, dan hewan, dan
sebagai akibat dari kedatangan Kristus yang kedua kalinya. Pem
belengguan Iblis tidak berarti bahwa sifat jasmaniah dari orang-
orang yang masih berada dalam tubuh fana mereka. Kebejatan yang
merupakan pembawaan sejak lahir akan terus mengikuti manusia
saat memasuki masa kerajaan seribu tahun serta menjadi sumber
dosa pada waktu itu. Perhatikan bahwa Iblis dibelenggu selama
jangka waktu tertentu yaitu seribu tahun. Beberapa orang memang
menafsirkan seribu tahun ini sebagai suatu jangka waktu lama yang
tidak tertentu, namun tidak ada alasan mengapa Roh Kudus tidak
memakai istilah yang tak tertentu juga untuk menunjuk kepada
waktu yang tidak terbatas.
D. MENYELAMATKAN ISRAEL
Paulus menyatakan bahwa Allah tidak menolak umat-Nya (Roma
Kedatangan Kristus yang Kedua Kali:... 553
11:1); dewasa ini pun ada "suatu sisa menurut pilihan kasih
karunia" (ayat 5); dan bila "jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa
lain telah masuk . . . seluruh Israel akan diselamatkan" (ayat 25,
26). saat Kristus datang kembali, pertama-tama Ia akan mem
bebaskan Israel dari lawan-lawan mereka di dunia ini (Yeremia
30:7; Zakharia 14:1-3). Namun, Ia tidak akan berhenti dengan pem
bebasan ini saja; Ia akan mengumpulkan Israel kembali, memper
satukan kembali keturunan Israel dan keturunan Yehuda (Yesaya
11:11-14; 62:4; Yeremia 31:35-37; 33:14-22; Yehezkiel 37:18-25);
dan selanjutnya, Ia akan menyelamatkan mereka serta mengikat per
janjian baru dengan mereka (Yesaya 66:8; Yeremia 31:31-34; Za
kharia 12:10-13:1; Ibrani 8:8-12). Orang saleh Perjanjian Lama juga
akan dibangkitkan pada saat ini untuk ikut masuk ke dalam kerajaan
seribu tahun (Daniel 12:2). Janji-janji ini tidak mungkin berarti
bahwa seluruh Israel akan secara bertahap dikumpulkan dalam
gereja, karena pertobatan Israel secara khusus dihubungkan dengan
saat ia melihat Kristus (Zakharia 12:10; Wahyu 1:7). Hal ini juga
selaras dengan pernyataan bahwa Israel akan terus mengeraskan hati
sampai "jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk"
(Roma 11:25), maksudnya, sampai semua urusan Allah yang se
karang dengan bangsa-bangsa lain itu sudah selesai. Janji-janji ini
juga tidak mungkin berarti bahwa semua orang Israel yang pernah
hidup akan selamat, karena orang Yahudi yang mati tanpa iman
yang menyelamatkan juga akan binasa sebagaimana halnya orang
bukan Yahudi. Janji-janji ini hanya berlaku bagi orang Israel yang
masih ada setelah para pemberontak disingkirkan dari tengah-tengah
mereka (Yehezkiel 20:37, 38). Pada hari itu Israel akan bertobat
dan berbalik kembali kepada Allah (Zakharia 12:10-13:1).
E. MENGHAKIMI BANGSA-BANGSA
Kita telah lihat bahwa Kristus akan menghukum si binatang, nabi
palsu, beserta dengan pasukan-pasukan mereka, namun raja,
panglima perang, beserta bala tentara belumlah merupakan suatu
bangsa yang utuh. Setelah Kristus mengalahkan semua pihak ter
sebut dalam perang di Harmagedon, Ia akan mengumpulkan semua
bangsa untuk menghadap Dia sebagai hakim. Penghakiman ini ja
ngan dikacaukan dengan penghakiman dalam Wahyu 20:11-15 ka
554 Eskatologi
rena beberapa alasan: (1) pada saat penghakiman bangsa-bangsa
(Yoel 3:11-17; Matius 25:31-46; band. Kisah 17:31; II Tesalonika
1:7-10), Kristus digambarkan sedang duduk di atas takhta-Nya yang
mulia, sedangkan dalam penghakiman di Wahyu 20:11-15 tadi, ia
sedang duduk di atas takhta putih yang besar. (2) Penghakiman
bangsa-bangsa terjadi di bumi (Yoel 3:17); sedangkan penghakiman
dalam Wahyu terjadi di udara karena langit dan bumi sudah tidak
ada. (3) Penghakiman bangsa-bangsa terjadi sebelum kerajaan
seribu tahun, yaitu saat Ia datang ke bumi; sedangkan peng
hakiman dalam Wahyu terjadi setelah kerajaan seribu tahun. (4)
Sebelum penghakiman bangsa-bangsa, semua bangsa dikumpulkan
dahulu; sebelum penghakiman dalam Wahyu hanya orang mati yang
berkumpul. (5) Penghakiman bangsa-bangsa tidak disertai unsur
kebangkitan; sedangkan kebangkitan merupakan unsur dari peng
hakiman dalam Wahyu. (6) Pada penghakiman bangsa-bangsa di
sebutkan adanya dua kelompok; sedangka







