Kamis, 16 Juli 2026

teologi sistematik 20

 ,


namun tidak ada seorang pun yang dapat 

memahami dengan tepat jabatan Kristus sebagai raja tanpa menga­

Eskatologi Pribadi dan Pentingnya Kedatangan... 527

kui kebenaran kedatangan-Nya yang kedua kali. Keselamatan di­

ajarkan sebagai sesuatu yang terjadi pada masa lampau, sedang ber­

langsung pada masa kini, dan akan terjadi pada masa depan, namun 

pandangan yang benar tentang unsur masa depan dari keselamatan 

tidak dapat diperoleh terlepas dari suatu keyakinan akan kedatangan 

Tuhan yang kedua kalinya. Ajaran Yohanes tentang dua kebang­

kitan (Wahyu 20:4-15) merupakan suatu teka-teki besar bila terlepas 

dari doktrin ini. Perjanjian Allah dengan Daud (II Samuel 7:12-16; 

Mazmur 89:4, 5) tetap merupakan pokok yang tidak dapat dite­

rangkan tanpa kebenaran kedatangan Kristus yang kedua kali. 

Nubuat tentang pemulihan alam dan dunia hewan juga tidak dapat 

dimengerti tanpa doktrin ini (Yesaya 11:6-9; 65:25; Roma 8:20-22). 

Nubuat tentang peremukan kepala Iblis (Kejadian 3:15) kehilangan 

makna bila tidak dihubungkan dengan kedatangan Kristus yang ke­

dua kali.

Banyak lambang dalam Alkitab akan kehilangan ciri-cirinya yang 

paling menarik bila tidak dipandang dari segi kedatangan kembali 

Kristus. Pelayanan Henokh serta keberangkatannya ke sorga me­

rupakan salah satu lambang ini (Kejadian 5:22-24; Ibrani 11:5; 

Yudas 14). Kisah Nuh menjadi sekadar kisah sejarah semata-mata 

jika tidak mempunyai makna sebagai lambang, seperti halnya berkat 

imam besar kepada umat Israel pada hari pendamaian bila tidak 

dipandang dari segi kedatangan Kristus yang kedua kali (Ibrani 

9:28).

Hal yang sama juga berlaku bagi banyak janji dalam Alkitab. 

Kedatangan Kristus merupakan kunci untuk memahami banyak 

Mazmur (2, 22, 45, 72, 89, 110). Petrus menyatakan bahwa semua 

nabi yang suci berbicara tentang masa pemugaran dan kedatangan 

Kristus (Kisah 3:19-24). Di samping itu, ada banyak janji yang pasti 

dalam Perjanjian Baru tentang kedatangan-Nya kembali (Matius 

16:27; Yohanes 14:3; I Tesalonika 4:13-18; Ibrani 10:37; Yakobus 

5:8; Wahyu 1:7; 22:12,20). Dalam ayat-ayat ini , orang Kristen 

ditantang untuk bersiap-siap menantikan kedatangan-Nya; ia dihibur 

oleh kenyataan bahwa Tuhan Yesus pasti akan kembali; ia dinasi­

hati untuk menghibur orang-orang yang kehilangan anggota keluar­

ganya dengan kebenaran tentang kedatangan-Nya kembali; ia di­

himbau untuk bersedia menanggung penderitaan sambil mengingat 

kedatangan-Nya kembali, didorong untuk mempertahankan 

528 Eskatologi

keyakinannya karena Tuhan akan datang sebentar lagi, serta 

diyakinkan bahwa kedatangan-Nya kembali akan membawa berkat 

dan pahala bagi orang-orang yang menantikan Dia. Sesungguhnya, 

beberapa pendorong yang paling baik untuk hidup kudus dan tak 

bercela akan kehilangan kekuatannya bila kita menolak kebenaran 

tentang kedatangan Tuhan kedua kalinya.

Hal yang sama dapat dikatakan tentang peraturan-peraturan yang 

ditetapkan dalam Alkitab; semua peraturan ini  tidak akan 

berarti apa-apa bagi mereka yang menolak kebenaran bahwa Kristus 

akan datang kembali. Baptisan menyiratkan kebangkitan dengari 

Kristus kepada hidup yang baru, dan hidup yang baru di dalam 

Kristus ini akan dinyatakan saat  Dia yang yaitu  hidup kita akan 

nampak di dalam kemuliaan (Kolose 3:1-4). Demikian juga, Per­

jamuan Kudus ada sangkut-paut dengan kedatangan yang kedua 

kali. Paulus mengatakan, "Setiap kali kamu makan roti ini dan 

minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia 

datang" (I Korintus 11:26). Dan Yesus mengatakan, "Akan namun , 

Aku berkata kepadamu: mulai dari sekarang Aku tidak akan minum 

lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari Aku meminumnya, 

yaitu yang baru, bersama-sama dengan kamu dalam kerajaan Bapa- 

Ku" (Matius 26:29).

C. DOKTRIN INI MERUPAKAN PENGHARAPAN GEREJA

Kedatangan Kristus yang kedua kalinya ditampilkan sebagai peng­

harapan yang mulia bagi gereja. Bukan kematian atau pertobatan 

dunia yang menjadi pengharapan orang percaya, namun  menurut 

Alkitab, kedatangan Kristus yang kedua kalinya. Paulus menga­

takan, "Aku dihadapkan ke Mahkamah ini, karena aku mengharap 

akan kebangkitan orang mati!" (Kisah 23:6; lihat 26:6-8; Roma 

8:23-25; I Korintus 15:19; Galatia 5:5) dan "Menantikan pengge­

napan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemu­

liaan Allah yang mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus" 

(Titus 2:13). Petrus menulis, 'Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita 

Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan 

kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, 

kepada suatu hidup yang penuh pengharapan" (I Petrus 1:3; band.

Eskatologi Pribadi dan Pentingnya Kedatangan... 529

II Petrus 3:9-13). Dan Yohanes mengatakan, "Saudara-saudaraku 

yang kekasih, sekarang kita yaitu  anak-anak Allah, namun  belum 

nyata apa keadaan kita kelak; akan namun  kita tahu, bahwa jika  

Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, 

sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. 

Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, me­

nyucikan diri sama seperti Dia yang yaitu  suci" (I 

Yohanes 3:2-3).

D. DOKTRIN INI MERUPAKAN PENDORONG UNTUK ME­

WUJUDKAN KEKRISTENAN ALKITABIAH

Kedatangan Kristus yang kedua kalinya merupakan suatu pen­

dorong yang besar untuk mewujudkan kekristenan yang alkitabiah. 

Suatu keyakinan yang tulus dan sungguh-sungguh terhadap doktrin 

ini berkaitan erat sekali dengan kepercayaan ortodoks, karena 

mereka yang secara sungguh-sungguh memiliki pengharapan akan 

kedatangan Kristus yang kedua kalinya itu tidak pernah menyangkal 

ketuhanan Kristus, tidak pernah mempersoalkan wibawa Alkitab, 

serta tidak mundur dari iman yang telah disampaikan kepada orang- 

orang Kudus. Namun itu belum semuanya. Menerima kebenaran ini 

juga mendorong kita untuk menyucikan diri (Matius 25:6, 7; II 

Petrus 3:11; I Yohanes 3:3), membangkitkan kewaspadaan dan ke­

tekunan (Matius 24:44; Markus 13:35, 36; I Tesalonika 5:6; I Yo­

hanes 2:28), menantang orang yang sudah mundur dari imannya 

untuk kembali kepada Tuhan (Roma 13:11, 12), menjadi peringatan 

kepada orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan (II Tesa­

lonika 1:7-10) serta menjadi penopang dalam kemalangan dan 

kesedihan (I Tesalonika 4:13-18; 5:11; II Timotius 2:12; Ibrani 

10:35-39; Yakobus 5:7). Jelaslah, pengharapan yang indah ini 

merupakan dorongan yang kuat untuk menjadi orang Kristen pada 

zaman para rasul. Orang-orang yang telah mendengar Yesus menga­

takan bahwa Ia akan datang kembali, tidak terbujuk oleh daya tarik 

dunia. Mereka mendambakan kedatangan-Nya, hidup untuk 

kedatangan ini , serta berusaha untuk membawa orang lain 

kepada Dia dan kepada pengharapan akan kedatangan-Nya 

kembali.

530 Eskatologi

E. DOKTRIN INI MEMPUNYAI DAMPAK YANG NYATA PADA 

PELAYANAN KRISTEN

Dalam janji-janji serta harapan akan kedatangan-Nya yang kedua 

kali Alkitab memberikan rangsangan yang terbesar untuk melibat­

kan diri dalam pelayanan Kristen (Matius 24:45-51; Lukas 19:13; 

I Korintus 3:11-15; II Korintus 5:10, 11). Janji dan harapan ini  

mengungkap maksud ilahi serta rencana pelayanan Kristen kepada 

kita (Kisah 1:8; 15:13-18; Roma 11:22-32). Kemudian, kebenaran 

ini sendiri merupakan landasan himbauan yang paling efektif untuk 

menerima Kristus serta menyucikan diri bagi Allah. Paulus pasti 

memahami pelayanannya dalam konteks kedatangan Kristus yang 

kedua (Roma 13:11,14; II Tesalonika 1:7-10). Jadi, kami berkesim­

pulan bahwa kedatangan Kristus yang kedua kali merupakan doktrin 

yang sangat penting.

XL 

Kedatangan Kristus yang Kedua 

Kali: Sifat Kedatangan-Nya dan 

Maksud Kedatangan-Nya di 

Angkasa

Beberapa pertanyaan muncul dalam kaitan dengan kedatangan Kris­

tus yang kedua kali. Pertama, bagaimana sifat kedatangan-Nya? 

Kemudian, apakah kedatangan-Nya terjadi secara bertahap? Bila 

memang bertahap, bagaimana wujudnya? Setelah yakin bahwa ke­

datangan Kristus akan terdiri atas beberapa tahap, timbullah per­

tanyaan-pertanyaan lain yang berkaitan dengan kedatangan-Nya di 

angkasa, penghakiman bangsa-bangsa, kedatangan Kristus untuk 

memerintah, kebangkitan-kebangkitan, serta banyak lagi pertanyaan 

lain seperti itu. Dalam pasal ini mula-mula kita akan meneliti sifat 

kedatangan-Nya, dan kemudian kita akan melanjutkan dengan me­

nelaah maksud kedatangan-Nya di angkasa.

L SIFAT KEDATANGAN KRISTUS YANG KEDUA 

KALI

Semua orang yang percaya bahwa Alkitab yaitu  Firman Allah per­

caya juga bahwa Kristus akan datang untuk kedua kalinya, namun 

ada  banyak perbedaan pendapat tentang apa yang dimaksudkan 

dengan kedatangan Kristus yang kedua kalinya. Oleh sebab itu, 

perlulah kita meneliti masalah ini dari segi Alkitab.

531

532 Eskatologi

A. AJARAN ALKITAB

Banyak sekali yang diajarkan Alkitab tentang kedatangan Kristus 

yang kedua kalinya. Yesus menyatakan bahwa Ia sendiri akan 

datang (Yohanes 14:3; 21:22, 23), kedatangan-Nya itu tidak terduga 

(Matius 24:32-51; 25:1-13; Markus 13:33-37), tiba-tiba (Matius 

24:26-28), dalam kemuliaan Bapa-Nya beserta dengan para malaikat 

(Matius 16:27; 19:28; 25:31), serta dengan penuh kemenangan 

(Lukas 19:11-27). Kedua orang yang berpakaian putih mengatakan 

pada saat kenaikan Kristus ke sorga bahwa Kristus sendiri akan 

datang, dalam tubuh-Nya, dapat dilihat, dan secara tiba-tiba (Kisah 

1:10, 11). Kesaksian para rasul sangat luas jangkauannya. Petrus 

bersaksi bahwa Ia sendiri akan datang (Kisah 3:19-21; II Petrus 3:3, 

4) dan secara tidak terduga (II Petrus 3:8-13). Paulus bersaksi 

bahwa Tuhan Yesus sendiri akan datang (Filipi 3:20, 21; I 

Tesalonika 4:16, 17), secara tiba-tiba (I Korintus 15:51, 52), dalam 

kemuliaan dan bersama-sama para malaikat (II Tesalonika 1:7-10; 

Titus 2:13). Surat Ibrani bersaksi bahwa Ia sendiri akan datang 

(9:28) dan dengan segera (10:37). Yakobus menyatakan bahwa Ia 

sendiri akan datang (5:7, 8). Yohanes menulis bahwa Yesus sendiri 

akan datang (I Yohanes 2:28; 3:2, 3) dan dengan tiba-tiba (Wahyu 

22:12. Rasul Yudas mengutip Henokh untuk menunjukkan bahwa 

Yesus akan datang disaksikan oleh umum (14, 15). Bukti Alkitab 

bahwa Kristus akan datang itu cukup jelas dan memadai.

B. BEBERAPA PENAFSIRAN YANG KELIRU

Sekalipun ayat-ayat yang menyebut kedatangan Kristus itu banyak 

dan jelas, ada banyak tafsiran yang keliru mengenai hal ini. Oleh 

karena itu perlulah kita membuktikan kesalahan tafsiran-tafsiran ter­

sebut sebelum kita melanjutkan penelaahan doktrin ini. Dengan 

singkat kami akan membahas lima tafsiran yang keliru.

1. Kedatangan Roh Kudus. Beberapa orang mengajarkan bahwa 

kedatangan Kristus untuk kedua kalinya berarti kedatangan Roh 

Kudus pada hari Pentakosta. Ada yang mengatakan bahwa Matius 

16:28, mengacu kepada peristiwa Pentakosta saat  Yesus berkata, 

"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir 

di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak 

Kedatangan Kristus yang Kedua Kali: Sifat... 533

Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya." Demikian pula, 

beberapa orang menafsirkan bahwa kedatangan Roh Kudus telah 

menggenapi apa yang dikatakan dalam Yohanes 16:16, 'Tinggal 

sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku lagi dan tinggal sesaat saja 

pula dan kamu akan melihat Aku." Janji dalam Matius 16:28 sudah 

jelas menunjuk kepada penampilan Kristus kembali setelah Ia 

bangkit dari antara orang mati. Yesus berjanji bahwa Ia akan 

mengutus sang Penghibur, namun  Ia tidak mengutus diri-Nya sendiri 

(Yohanes 14:16; 15:26). Memang, Yesus menyatakan bahwa da­

tangnya Roh Kudus itu harus didahului oleh kepergian-Nya 

(Yohanes 16:7). Dalam Kisah 2:33 Yesus digambarkan sebagai 

sedang mencurahkan Roh Kudus dari tempat-Nya di sebelah kanan 

Allah. Peristiwa ini terjadi pada hari Pentakosta. Dalam Kisah 

3:19-21, setelah hari Pentakosta, Petrus berkhotbah dan mengajak 

Israel untuk bertobat agar Allah mengutus Kristus "yang harus 

tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu." Banyak 

janji lain tentang kedatangan Kristus kembali diucapkan setelah hari 

Pentakosta; oleh sebab itu kedatangan Roh Kudus tidak dapat 

dianggap sebagai menunjuk kepada kedatangan kembali Kristus.

2. Pertobatan jiwa. Pandangan ini dianut oleh beberapa orang, 

namun tafsiran ini juga tidak alkitabiah. Yesus pernah mengatakan 

bahwa Ia dan Bapa akan datang dan tinggal di dalam orang percaya 

(Yohanes 14:23), dan segera sesudahnya Ia berjanji bahwa Peng­

hibur akan datang dan mengajarkan mereka segala sesuatu (Yo­

hanes 14:26). Roh Kudus yaitu  Roh Yesus (Kisah 16:7) dan Roh 

Kristus (Roma 8:9; I Petrus 1:11), namun  Kristus tidak pernah di­

anggap sebagai Roh Kudus dan Roh Kudus tidak pernah dianggap 

sebagai Kristus. Paulus pernah membuat suatu pernyataan yang 

mudah sekali menimbulkan salah paham. Ia mengatakan, 'Tuhan 

yaitu  Roh" (II Korintus 3:17). Kita mengakui adanya kesamaan 

hakikat dan kuasa, sama seperti saat  Kristus berkata tentang 

hubungan-Nya dengan Bapa, "Aku dan Bapa yaitu  satu" (Yohanes 

10:30). Akan namun , hal ini tidak berarti bahwa Kristus dan Bapa 

yaitu  oknum yang sama, melainkan Mereka yaitu  hakikat yang 

sama. Di samping itu, Kristus dan Roh itu pada hakikatnya sama 

dalam arti bahwa Kristus memperkenalkan diri pada saat pertobatan 

dan pada saat-saat yang lain dengan perantaraan Roh Kudus. Roh 

534 Eskatologi

Kudus yaitu  Roh Yesus Kristus. Dinamika yang menghidupkan 

dari pengaruh dan kediaman Tuhan di dalam hidup orang percaya 

ialah Roh Allah (Roma 8:9,10; Galatia 2:20; 4:6; Filipi 1:19; Kisah 

20:28; Efesus 4:7, 11). Menarik sekali bahwa Paulus memakai 

secara bertukar-tukar istilah "Roh", 'Roh Allah", 'Roh Kristus", 

"Kristus", "Roh Dia yang telah membangkitkan Kristus dari antara 

orang mati" dan "Roh-Nya" dalam Roma 8:9-11.

Pastilah para penulis Surat-Surat Perjanjian Baru ini sudah ber­

tobat saat  mereka menulis; namun mereka berbicara tentang ke­

datangan Tuhan sebagai suatu peristiwa yang bakal terjadi. Oleh 

karena itu, kedatangan Kristus di dalam kehidupan seorang berdosa 

yang bertobat bukanlah kedatangan-Nya dalam arti eskatologis.

3. Kehancuran Yerusalem. Beberapa orang percaya bahwa ke­

datangan Kristus itu terjadi saat  Yerusalem dihancurkan pada ta­

hun 70 TM. Matius 16:28 ditafsirkan secara demikian. Kita dapat 

mengakui bahwa nubuat tentang penghancuran kota ini terkait se­

cara erat dengan nubuat-nubuat tentang kedatangan Tuhan kedua 

kali yang tercatat dalam Matius 24, Markus 13, dan Lukas 21. Kita 

boleh mengakui juga bahwa peristiwa penghancuran Yerusalem me­

rupakan kedatangan Tuhan dalam penghukuman, namun  pada saat 

yang sama kita harus mengenali nubuat-nubuat yang memberi tahu 

kedatangan Sang Juruselamat secara pribadi pada masa yang akan 

datang. Kitab Wahyu dan Surat I Yohanes ditulis beberapa tahun 

setelah kehancuran Yerusalem; namun dalam kitab-kitab ini  

ada  beberapa nubuat yang tegas mengenai kedatangan Tuhan 

yang kedua kali (I Yohanes 2:28; 3:2, 3; Wahyu 1:7; 3:11; 22:12, 

20). Kita boleh menambahkan bahwa saat  Yerusalem dihancurkan 

Israel tercerai-berai, namun pada saat Kristus datang kembali Israel 

akan dikumpulkan kembali di Palestina.

4. Datangnya kematian. Matius 24:42 berbunyi, "Karena itu ber- 

jaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu 

datang." Beberapa orang telah menafsirkan ayat ini sebagai menun­

juk kepada saat kematian seseorang dan saat kedatangan Kristus 

kembali. Kami mengakui bahwa saat  orang percaya meninggal 

dunia, Kristus membawa jiwa orang ini  untuk tinggal bersama- 

Nya, namun peristiwa ini jangan dikacaukan dengan kedatangan 

Kedatangan Kristus yang Kedua Kali: Sifat... 535

Kristus yang kedua kali. Kita tidak boleh mengambil ayat-ayat yang 

berbicara tentang kedatangan Kristus yang kedua kali lalu meng­

hubungkannya dengan kematian orang percaya. Kedua peristiwa  

ini  sangat berbeda. Alkitab menganggap kematian sebagai 

musuh (I Korintus 15:25, 26; Ibrani 2:14, 15), namun  kedatangan 

Tuhan yang kedua kali dianggap sebagai suatu pengharapan yang 

penuh bahagia (Titus 2:13). Pada saat kematian kubur ditempati; 

pada saat kedatangan Tuhan yang kedua kali kubur ditinggalkan 

(Yohanes 5:28, 29; I Tesalonika 4:16). saat  Tuhan mengacu 

kepada kedatangan-Nya kembali dalam Yohanes 21:21-23 para 

murid Tuhan menyimpulkan bahwa Tuhan bermaksud mengatakan 

Yohanes dibebaskan dari kematian. Bila kematian dan kedatangan 

Kristus yang kedua merupakan peristiwa yang sama, maka kita da­

pat mengganti istilah "kematian" dengan istilah "kedatangan" yang 

kedua. Setiap orang yang ingin melakukan percobaan semacam itu 

dengan Matius 16:27, 28; I Tesalonika 4:16, 17, dan Wahyu 1:7 

akan menyadari betapa janggalnya penafsiran semacam itu.

5. Pertobatan dunia. Ada orang yang mengira yang dimaksudkan 

yaitu  pertobatan dunia saat  mereka berdoa, "Datanglah 

Kerajaan-Mu" (Matius 6:10). Mereka beranggapan bahwa bila dunia 

menerima prinsip-prinsip Kristus, maka Kristus akan datang. Akan 

namun , Alkitab mengajarkan bahwa pada akhir zaman banyak orang 

yang mundur dari imannya (Lukas 18:8; II Tesalonika 2:3- 

12; I Timotius 4:1); bahwa akan datang masa yang sukar (II 

Timotius 3:1); bahwa ajaran yang benar tidak akan diterima dan 

bidat-bidat terkutuk akan bermunculan (II Timotius 4:1-4; II Petrus 

2:1, 2); dan bahwa keadaan-keadaan yang terjadi pada zaman Nuh 

dan Lot akan merajalela kembali (Lukas 17:26-30). Semua ini 

samasekali tidak memberikan kesan adanya dunia yang bertobat dan 

berbalik kepada Tuhan saat  Kristus datang. Di samping itu, Alki­

tab menggambarkan kedatangan Kristus sebagai suatu peristiwa 

yang terjadi dengan tiba-tiba, seperti kilat (Matius 24:27), dan tidak 

diduga-duga, seperti pencuri (Matius 24:43; I Tesalonika 5:2), dan 

kebangkitan saat  itu akan terjadi "dalam sekejap mata" (I Korintus 

15:52). Ayat-ayat ini juga samasekali tidak mendukung pandangan 

tentang dunia yang bertobat secara berangsur-angsur. Dan selanjut­

nya, Alkitab mengaitkan pertobatan dunia dengan kedatangan

536 Eskatologi

Kristus yang kedua, namun hal itu akan terjadi setelah kedatangan 

Kristus (Yesaya 2:2-4; Zakharia 8:21-23; Kisah 15:16-18; Roma 

11:12, 25). Pokok ini akan kita bahas lagi di bagian lain, namun  

jelaslah bahwa kedatangan Kristus yang kedua kali bukanlah per­

tobatan dunia.

C. TAHAP-TAHAP KEDATANGAN KRISTUS

Orang yang baru pertama kali mempelajari kebenaran tentang 

kedatangan Kristus yang kedua kali akan merasa bingung oleh gam­

baran-gambaran yang nampaknya bertentangan. Ia membaca bahwa 

Kristus akan datang hanya untuk orang-orang yang percaya kepada- 

Nya, dan kedatangan-Nya akan dilihat oleh seluruh dunia; bahwa 

Ia akan menghakimi manusia pada umumnya dan bahwa Ia akan 

menilai pekerjaan orang-orang percaya. Orang ini  membaca 

tentang kebangkitan orang-orang yang telah diselamatkan, sebuah 

pesta pernikahan, pertentangan antara Antikristus dengan pasukan- 

pasukannya, terbelenggunya Iblis, pendirian sebuah kerajaan di 

dunia, dan penghakiman di hadapan takhta putih yang besar. Bagai­

mana ia harus mencocokkan semua pernyataan ini; bagaimana urut­

an peristiwa-peristiwa dalam gambar yang membingungkan itu? Ba­

nyak orang sudah putus asa untuk menemukan suatu rencana yang 

jelas dalam nubuat-nubuat yang membingungkan, dan bahkan sudah 

banyak yang mencela orang-orang yang menyangka bahwa mereka 

dapat mencapai kesimpulan akhir. Kami percaya bahwa kunci ter­

hadap masalah ini ialah bahwa kedatangan Kristus akan terjadi da­

lam dua tahap. Jadi, kita mendapati bahwa Kristus akan datang di 

udara dan pada saat itu beberapa hal akan terjadi di udara, kemudian 

kita melihat bahwa Ia datang di bumi dan beberapa peristiwa akan 

terjadi di bumi. Kedua kedatangan ini harus dibeda-bedakan.

1. Kedatangan-Nya di udara. Paulus menulis, "Sebab pada waktu 

tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sang­

kakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga 

dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; 

sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat 

bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di 

angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama 

Kedatangan Kristus yang Kedua Kali: Sifat... 537

dengan Tuhan" (I Tesalonika 4:16, 17). Dalam II Tesalonika 2:1 

dikatakan bahwa kita akan terhimpun bersama-sama dengan Dia. 

Pikiran yang sama ini juga ada  dalam Yohanes 14:3, "Dan 

jika  Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat 

bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat- 

Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada." 

Dalam peristiwa kedatangan yang satu ini Kristus tidak akan sampai 

ke bumi, namun  Ia mengumpulkan umat-Nya di udara. Mereka yang 

mati di dalam Kristus akan dibangkitkan, dan mereka yang masih 

hidup akan diubah (I Korintus 15:51-54). Kedatangan ini harus 

dibedakan dari kedatangan-Nya ke bumi.

2. Kedatangan-Nya ke bumi. Dalam Zakharia 14:4 kita diberi 

tahu bahwa "kaki-Nya akan berjejak di Bukit Zaitun yang terletak 

di depan Yerusalem di sebelah timur." Dalam Kisah 1:11 kedua 

orang yang berpakaian putih mengatakan bahwa Yesus akan datang 

kembali "dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke 

sorga." Kristus meninggalkan Bukit Zaitun dengan cara yang dapat 

disaksikan oleh manusia dan Dia akan datang kembali dengan cara 

yang dapat disaksikan oleh manusia. Matius 19:28 berbicara soal 

Kristus yang duduk pada takhta kemuliaan dan para rasul yang 

dipilih-Nya akan duduk di dua belas takhta untuk menghakimi 

kedua belas suku Israel. Matius 24:29-31 dan 25:31-46 menunjuk­

kan bahwa Dia akan datang ke bumi. Zakharia 12:10-14 menggam­

barkan rumah Daud, para penghuni Yerusalem, dan semua keluarga 

Israel yang tertinggal, sedang meratap saat  mereka melihat Dia 

yang telah mereka tikam. Wahyu 1:7 mengatakan, "Lihatlah, Ia 

datang dengan awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka 

yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi 

Dia." jika  Ia kembali ke bumi, Ia akan datang bersama umat- 

Nya (Yoel 3:11; I Tesalonika 3:13; Yudas 14). Ayat-ayat ini sendiri 

menunjukkan ada dua aspek pada kedatangan Kristus: yang per­

tama, umat-Nya akan terangkat ke sorga; sedangkan yang kedua, 

umat-Nya kembali ke bumi bersama dengan Dia.

II. MAKSUD KEDATANGANNYA DI UDARA

Kini kita akan membahas tahap pertama dari kedatangan-Nya yang 

538 Eskatologi

kedua kali. Kita akan berusaha untuk menjawab pertanyaan apakah 

maksud kedatangan-Nya di udara. Beberapa jawaban dapat diberi­

kan.

A. UNTUK MENJEMPUT UMATNYA

Yesus akan datang untuk menjemput umat-Nya. Yesus mengatakan, 

"Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku" 

(Yohanes 14:3). Yesus mendambakan suatu persekutuan yang sa­

ngat erat, namun "selama kami mendiami tubuh ini, kami masih 

jauh dari Tuhan" (II Korintus 5:6). saat  seorang percaya me­

ninggal dunia di dalam Kristus, ia "beralih dari tubuh ini untuk 

menetap pada Tuhan" (II Korintus 5:8). Namun keadaan ini belum 

merupakan keadaan yang ideal, karena masih belum diberikan tubuh 

kebangkitan. saat  Yesus datang kembali, Ia akan menerima orang 

percaya itu dengan tubuh kebangkitan. Sejak saat itu orang percaya 

akan "selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan" (I Tesalonika 

4:17). Namun karena "darah dan daging tidak mendapat bagian 

dalam Kerajaan Allah” (I Korintus 15:50), jelas bahwa beberapa 

pembahan harus terjadi sebelum kita dapat diterima oleh-Nya untuk 

tinggal bersama-sama dengan Kristus. Hal itulah yang perlu kita 

bahas sekarang.

1. Prasyarat-prasyaratnya. "Umat-Nya" kini bersama-sama de­

ngan Dia dalam roh (II Korintus 5:8; Filipi 1:23; Ibrani 12:23; 

Wahyu 6:9), dalam keadaan sadar (Lukas 16:19-31; Wahyu 6:9), 

dan tubuh mereka berada dalam kubur, atau mereka masih "men­

diami tubuh ini" namun "jauh dari Tuhan" (II Korintus 5:6). Akan 

namun , tinggal bersama-sama dengan Kristus dalam roh bukanlah 

tujuan akhir penebusan; Kristus telah menebus baik tubuh maupun 

jiwa (Roma 8:23; Efesus 1:14; 4:30), dan suatu hari kelak Ia akan 

mengubah tubuh "kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh- 

Nya yang mulia" (Filipi 3:21). Dua hal yang diperlukan sebelum 

kita dapat diterima untuk tinggal bersama Dia. Pertama, orang yang 

mati di dalam Kristus harus dibangkitkan; kemudian yang kedua, 

orang-orang percaya yang masih hidup harus diubah. Marilah kita 

meneliti kedua syarat ini dengan lebih terinci.

(1) Orang-orang yang mati di dalam Kristus harus dibangkitkan. 

Kedatangan Kristus yang Kedua Kali: Sifat... 539

saat  Tuhan turun dari sorga, orang yang mati di dalam Kristus 

akan dibangkitkan (I Tesalonika 4:16). Karena Yesus yaitu  "ke­

bangkitan dan hidup" (Yohanes 11:25), maka orang yang percaya 

kepada-Nya, "akan hidup sekalipun ia sudah mati" (Yohanes 11:25). 

Barangsiapa yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus takkan per­

nah mati. Paulus menyurat, "Karena yang dapat binasa ini harus 

mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus 

mengenakan yang tidak dapat mati" (I Korintus 15:53). Ayat-ayat 

ini menunjukkan apa yang akan terjadi dalam diri orang-orang per­

caya saat  Ia datang; orang yang mati akan dibangkitkan dan orang 

yang hidup akan mengenakan yang tidak dapat mati.

Tidak ada kebangkitan umum saat  semua orang yang mati akan 

bangkit bersama-sama. Sekalipun Yohanes 5:28, 29 seakan-akan 

mendukung pandangan ini, ayat ini samasekali tidak menyatakan 

bahwa ada orang yang akan keluar dan bangkit untuk hidup dan 

yang lain akan dihakimi. Yang dikatakan ayat itu ialah bahwa se­

bagian orang akan keluar untuk hidup sedangkan yang lain akan 

bangkit untuk dihakimi. Bahwa kedua kelompok ini akan menga­

lami peristiwa ini  pada jam yang sama tidaklah merupakan 

masalah. Waktu (dalam terjemahan bahasa Inggris dipakai hour 

yaitu jam) yang terakhir dari I Yohanes 2:18 sudah berlangsung 

selama sekitar seribu sembilan ratus sembilan puluh tahun. Mudah 

untuk memahami adanya dua macam kebangkitan yang terjadi da­

lam satu jam. Daniel 12:2 nampaknya juga menunjuk kepada dua 

kebangkitan tubuh, "Orang-orang . . . akan bangun, sebagian untuk 

mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan 

dan kengerian yang kekal."155

Menurut Wahyu 20:4-7, ada  selang waktu selama seribu 

tahun di antara kebangkitan pertama dengan kebangkitan kedua. 

Beberapa orang telah menafsirkan bahwa kebangkitan yang pertama 

dalam Wahyu 20 merupakan keselamatan rohani (bandingkan de­

ngan Yohanes 5:24-26), yang kemudian diikuti oleh kebangkitan 

umum. Bila seseorang telah menerima kebangkitan yang pertama 

(yaitu kebangkitan rohani), ia tidak perlu takut kepada kematian 

kedua. Namun bahasa Yunani tidaklah mengizinkan penafsiran se­

macam itu. Perhatikan pendapat Alford, seorang sarjana Yunani 

yang kondang, berikut ini:

155 Young, The Prophecy of Daniel, hal. 256.

540 Eskatologi

Bila suatu bagian Alkitab menyebutkan adanya dua kebangkitan, di mana 

beberapa psuchai exesan muncul dalulu, serta nekros exesan yang lain baru 

muncul pada akhir suatu periode tertentu sesudah yang pertama itu . . . bila 

dalam bagian Alkitab semacam itu kebangkitan pertama dipahami sebagai 

kebangkitan rohani dengan Kristus, sedangkan kebangkitan yang kedua 

sebagai kebangkitan dari kubur yang harfiah . . . maka sudah berakhirlah 

segala makna dalam bahasa, dan terhapuslah Alkitab sebagai suatu kesaksian 

yang pasti akan suatu kebenaran. Bila kebangkitan pertama yaitu  ke­

bangkitan rohani, maka demikian pula kebangkitan yang kedua yaitu  

kebangkitan rohani, padahal menurut hemat saya tidak ada sarjana yang 

begitu keras kepala sehingga mau tetap mempertahankan bahwa kebangkitan 

yang kedua itu bersifat kebangkitan rohani; akan namun , bila kebangkitan 

yang kedua yaitu  kebangkitan harfiah, maka demikian pulalah kebangkitan 

yang pertama. Bersama dengan seluruh Gereja mula-mula dan sebagian 

besar penafsir modem yang terbaik, maka saya menerima pendapat ini se­

bagai suatu pasal iman dan pengharapan.156

Kita boleh menambahkan bahwa kebangkitan inilah (ten exanas- 

tasin ten ek nekron) yang didambakan oleh Paulus (Filipi 3:11); 

tidak perlu kita berusaha mencapai kebangkitan umum, karena 

Alkitab dengan jelas sekali mengatakan bahwa pada akhirnya semua 

orang akan dibangkitkan, mau atau tidak mau.

Akan namun , dalam kebangkitan pertama pun ada berbagai tahap. 

Kebangkitan Tuhan kita (I Korintus 15:23), Keangkatan Gereja 

saat  Kristus datang untuk menjemput umat-Nya (Yohanes 14:3; 

I Korintus 15:51-54; I Tesalonika 4:14-17; II Tesalonika 2:1), 

kebangkitan kedua saksi dalam masa kesengsaraan (Wahyu 11:11, 

12), serta kebangkitan semua orang saleh Perjanjian Lama dan 

orang-orang percaya dari masa kesengsaraan (Daniel 12:2; Wahyu 

20:4, 5) semuanya merupakan tahapan yang berlainan dari kebang­

kitan yang pertama. Bahkan kebangkitan beberapa orang saleh ke­

tika terjadi kebangkitan Kristus dapat dianggap sebagai termasuk 

golongan yang lebih besar ini (Matius 27:52, 53).

(2) Orang-orang yang hidup di dalam dan percaya kepada Kristus 

harus diubah. Setelah menyatakan bahwa orang yang mati di dalam 

Kristus akan bangkit dahulu saat  Tuhan datang di udara, Paulus 

menambahkan, "Sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, 

akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyong­

song Tuhan di angkasa" (I Tesalonika 4:17). Namun karena "daging 

156 Alford, The Greek Testament, IV, hal. 732-733.

Kedatangan Kristus yang Kedua Kali: Sifat... 541

dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah" (I Korintus 

15:50), tubuh orang-orang yang masih hidup akan diubah. Paulus 

menjelaskan sebagai berikut, "Sesungguhnya aku menyatakan ke­

padamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, namun  kita 

semuanya akan diubah dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri 

yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati 

akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita 

semua akan diubah" (I Korintus 15:51, 52). Nampaknya Paulus 

sedang berpikir tentang orang-orang yang masih hidup saat  ia 

menulis dalam Filipi 3:20, 21, "Karena kewargaan kita yaitu  di 

dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kris­

tus sebagai Juruselamat, yang akan mengubah tubuh kita yang hina 

ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa- 

Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya." Sifat 

perubahan ini  tidak dijelaskan di bagian mana pun dari 

Alkitab, namun kemungkinan untuk diangkat ke sorga tanpa meng­

alami kematian jasmaniah diterangkan dalam peristiwa Henokh 

diangkat ke sorga (Kejadian 5:24; Ibrani 11:5) dan Elia (II Raja- 

Raja 2:11-18).

Segera timbullah pertanyaan, apakah semua orang yang telah di­

selamatkan akan ikut ke sorga saat  Gereja diangkat? Nampaknya 

sifat gereja menghendaki agar setiap orang yang menjadi anggota­

nya akan ikut terangkat. Gereja merupakan bait Allah (I Korintus 

3:16; II Korintus 6:16; Efesus 2:20, 21; I Petrus 2:5). Mungkinkah 

bagian tertentu dari suatu bangunan yang didiami Roh Kudus di­

tinggalkan begitu saja? Selanjutnya, Gereja yaitu  pengantin 

perempuan Kristus (II Korintus 11:2; Efesus 5:24, 32; Wahyu 19:6- 

9). Adakah suatu bagian dari pengantin perempuan ini akan di­

tinggalkan? Gereja juga merupakan tubuh Kristus (I Korintus 

12:12-27; Efesus 1:22, 23; 4:12; 5:29, 30; Kolose 1:18, 24; 2:19). 

Pastilah Dia tidak akan meninggalkan sebagian tubuh-Nya. Bahwa 

semua orang percaya yang masih hidup akan ikut terangkat saat  

terjadi Keangkatan Gereja tidaklah lebih mustahil daripada kenya­

taan bahwa semua orang yang mati di dalam Kristus akan dibangkit­

kan saat  itu. Berdasarkan Filipi 3:11, "Supaya aku akhirnya ber­

oleh kebangkitan dari antara orang mati," beberapa pihak akan me­

nuntut bahwa Paulus mengajarkan sebuah kebangkitan yang seba­

gian saja; sekalipun demikian, ini bukanlah ungkapan kesangsian, 

542 Eskatologi

melainkan ungkapan kerendahan hati dan pengharapan. saat  me­

nyebutkan urutan kebangkitan, Paulus mengatakan, 'namun  tiap- 

tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah 

itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya. 

Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan 

Kerajaan kepada Allah Bapa" (I Korintus 15:23, 24). Perhatikanlah 

bahwa semua yang menjadi milik Kristus dikelompokkan bersama- 

sama sebagai orang-orang yang dibangkitkan pada waktu yang 

sama, tidak ada pembagian di antara orang-orang percaya.

2. Cara Kristus datang. Bila kita membaca Alkitab dengan teliti 

akan jelaslah bahwa perpindahan orang-orang percaya ke hadapan 

Kristus bukanlah merupakan keseluruhan peristiwa membawa 

orang-orang percaya kepada-Nya. Memang perpindahan itu ter­

masuk dalam peristiwa ini , namun pada hakikatnya itu me­

rupakan penerimaan Gereja ke dalam hubungan pernikahan dengan 

Kristus. Gereja yaitu  mempelai perempuan. Sekarang Gereja da­

lam posisi bertunangan (II Korintus 11:2); akhirnya, Kristus akan 

"menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa 

cacat atau kerut atau yang serupa itu" (Efesus 5:27). Yohanes me­

nulis, "Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang 

banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, 

katanya, ’Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, 

telah menjadi raja. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan 

memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, 

dan pengantin-Nya telah siap sedia. Dan kepadanya dikaruniakan 

supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang 

putih bersih!’ [Lenan halus itu yaitu  perbuatan-perbuatan yang 

benar dari orang-orang kudus]" (Wahyu 19:6-8). Yesus Kristus akan 

datang sebagai mempelai laki-laki untuk mengambil Gereja sebagai 

pengantin-Nya. Yohanes Pembaptis yaitu  sahabat mempelai laki- 

laki (Yohanes 3:29) dan sebagai sahabat itulah ia membuka jalan 

untuk kedatangan Kristus.

B. UNTUK MENGHAKIMI DAN MEMBERI PAHALA

Kedua hal ini dikaitkan dengan kedatangan Kristus yang kedua kali.

Kedatangan Kristus yang Kedua Kali: Sifat... 543

1. Penghakiman orang-orang percaya. Kristus akan datang untuk 

menghakimi perbuatan orang-orang percaya serta membagikan 

pahala yang sesuai. Orang percaya tidak lagi akan dihakimi dosa- 

dosanya (Yohanes 5:24), karena dosa orang percaya telah dihakimi 

dalam pribadi dan salib Kristus (Yesaya 53:5, 6; II Korintus 5:21), 

dan ia tidak lagi harus mempertanggungjawabkan perbuatan 

dosanya saat  Kristus datang kembali. Namun, sepanjang hidup di 

dunia ini, orang percaya menerima ganjaran untuk dosa-dosa yang 

telah diperbuatnya sehingga ia tidak ikut dihakimi bersama dengan 

dunia (I Korintus 5:5; 11:32; Ibrani 12:7; band. II Samuel 7:14, 15; 

12:13, 14). Namun, saat  Kristus kembali, orang percaya akan 

dihakimi mengenai penggunaan talenta-talenta yang dimilikinya 

(Matius 25:14-30), uang mina (Lukas 19:11-27), dan kesempatan- 

kesempatan (Matius 20: 1-16) yang telah dipercayakan kepadanya. 

Keselamatan merupakan pemberian Allah yang diberi dengan cuma- 

cuma (Yohanes 4:10; 10:28; Roma 6:23). saat  Yakobus me­

ngatakan bahwa kita diselamatkan oleh perbuatan (Yakobus 2:24), 

maka yang dimaksudkannya ialah oleh iman yang menghasilkan 

perbuatan (2:22, 26). Paulus menyatakan bahwa sekalipun kita di­

selamatkan karena kasih karunia, kita juga diselamatkan untuk 

melakukan perbuatan baik (Efesus 2:8-10). Dengan kata lain, Tuhan 

telah memberikan kesempatan kepada umat-Nya untuk mengum­

pulkan harta di sorga setelah mereka diselamatkan (Matius 6:20), 

supaya "akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan 

kekal, yaitu kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus" 

(II Petrus 1:11).

Orang percaya akan dihakimi mengenai perbuatan-perbuatan ini 

bila Kristus datang kembali. Paulus menulis, "Sebab kita semua 

hams menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang 

memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang 

dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat" (II Korintus 

5:10). Ia juga menulis, "namun  engkau, mengapakah engkau meng­

hakimi saudaramu? Atau mengapakah engkau menghina saudara­

mu? Sebab kita semua hams menghadap takhta pengadilan Allah" 

(Roma 14:10). Dan ia melanjutkan, "Demikianlah setiap orang di 

antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sen­

diri kepada Allah" (Roma 14:12). saat  Ia datang kembali, api 

akan menguji hasil pekerjaan kita; dan bila bahannya ialah kayu, 

544 Eskatologi

rumput kering atau jerami, maka hasil ini  akan terbakar, 

namun kita tetap selamat namun  seperti dari dalam api. Jikalau 

bahannya itu dari emas, perak, atau batu permata, kita akan men­

dapat upah (I Korintus 3:11-15). Sudah pasti ada banyak yang ter­

masuk kelompok yang akan selamat namun  pahalanya sedikit; yang 

lain akan memperoleh lebih banyak. Kita ditantang untuk tinggal 

di dalam Kristus sehingga saat  Ia datang kita tidak akan 

malu (I Yohanes 2:28). Paulus menulis, "Sebab siapakah pengha­

rapan kami atau sukacita kami atau mahkota kemegahan kami di 

hadapan Yesus, Tuhan kita, pada waktu kedatangan-Nya, kalau 

bukan kamu?" (I Tesalonika 2:19).

2. Pahala bagi orang percaya. Tuhan pasti akan menepati janji- 

Nya seperti yang dilakukan-Nya dalam hal keselamatan. Beberapa 

hal patut dicamkan dalam kaitannya dengan pahala atau upah.

(1) Pertama, apakah yang menjadi dasar penilaian pemberian 

pahala atau upah ini? Alkitab menyebut beberapa hal yang dianggap 

sebagai menuju kepada pahala. Sebagai pemelihara rahasia Allah 

(I Korintus 4:1-5), seseorang percaya harus mempertanggungjawab­

kan pekerjaannya sebagai pemelihara. Sebuah pahala yang pasti 

dijanjikan bagi mereka yang setia (I Korintus 4:2) dalam memakai 

kesempatan, talenta, serta uang mina yang dipercayakan kepada 

mereka (Matius 20:1-16; 25:14-30; Lukas 19:11-27). Sebagai 

pemelihara harta milik mereka, maka orang percaya akan diberi 

upah sesuai dengan cara mereka memakai harta milik mereka 

(Matius 6:20; Galatia 6:7). Orang yang menabur sedikit akan 

menuai sedikit juga (II Korintus 9:6). Selanjutnya, sebagai orang 

yang bertanggung jawab atas jiwa orang lain, orang percaya itu 

akan diberi pahala sesuai dengan jumlah jiwa yang telah dibawanya 

kepada Tuhan. Malaikat berkata kepada Daniel, "Dan orang-orang 

bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah 

menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang" 

(Daniel 12:3). Dengan cara yang serupa Paulus menulis, "Sebab 

siapakah pengharapan kami atau sukacita kami atau mahkota ke­

megahan kami di hadapan Yesus, Tuhan kita, pada waktu kedatang­

an-Nya, kalau bukan kamu?" (I Tesalonika 2:19). Sebagai orang- 

orang yang hidup di dunia yang serba kekurangan ini, kita dapat 

berbuat baik kepada semua orang lain serta memperoleh pahala 

Kedatangan Kristus yang Kedua Kali: Sifat... 545

yang setimpal (Galatia 6:10). Kesediaan untuk memberi tumpangan 

kepada orang akan mendapatkan pahala (Matius 10:40-42), dan 

demikian pula hal merawat orang sakit dan yang dianiaya (Matius 

25:35-40). Bahkan secangkir air sejuk saja akan diperhatikan pada 

hari itu (Matius 10:42). Hal ini terutama berlaku bagi semua 

kebaikan yang dilakukan kepada umat Yahudi. Dan akhirnya, 

sebagai penderita di dalam dunia yang jahat ini, orang-orang Kristen 

juga akan memperoleh pahala karena kesetiaan mereka. Demikian­

lah, kita membaca bahwa bila dunia mencemooh kita, menganiaya 

kita, dan memfitnahkan semua kejahatan kepada kita, maka upah 

kita akan besar di sorga (Matius 5:11, 12; Lukas 6:22, 23). Bila 

kita menderita, maka kita akan memerintah bersama dengan Dia 

kelak (II Timotius 2:12; band. Roma 8:17). Rasul Yakobus men­

janjikan, "Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, se­

bab jika  ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehi­

dupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi 

Dia" (Yakobus 1:12).

(2) Kapankah pahala itu kita terima? Kita akan menerima pahala 

saat  Ia datang kembali (Matius 16:27; Roma 2:5-10; II Timotius 

4:8; Wahyu 11:18; 22:12). Mengingat hal ini, kuranglah tepat kira­

nya untuk mengatakan saat  seorang saudara seiman meninggal 

bahwa ia kini sudah memperoleh pahalanya. Paulus menyatakan 

bahwa pada hari Kristus menyatakan diri-Nya barulah ia menerima 

pahalanya, dan bukan pada saat ia mati. Orang-orang yang mati di 

dalam Yesus kini berada bersama-sama Dia, namun mereka masih 

menantikan hari perhitungan dan penerimaan pahala.

(3) Bagaimanakah bentuk pahala itu? Alkitab menggambarkan 

pahala atau upah yang akan diterima berupa tanda kenang-kenangan 

atau mahkota. Dikatakan bahwa pahala itu akan terdiri atas 

rangkaian bunga yang tidak layu (I Korintus 9:25), dan kita di­

ingatkan untuk tidak kehilangan mahkota kita (Wahyu 3:11). Jiwa- 

jiwa yang dimenangkan bagi Tuhan akan merupakan mahkota ke­

megahan kita (I Tesalonika 2:19). Di samping itu semua, ada  

mahkota kebenaran (II Timotius 4:8), mahkota kehidupan (Yakobus 

1:12; Wahyu 2:10), serta mahkota kemuliaan (I Petrus 5:4). Apa 

pun yang dimaksudkan dengan lambang ini, kita dapat yakin bahwa 

itu menggambarkan suatu kehormatan yang mulia dan abadi yang 

diterima di hadapan Tuhan. Sebagai bagian dari pahala ini , 

546 Eskatologi

juga dijanjikan sebuah tempat dengan Kristus atas takhta-Nya 

(Lukas 19:11-27; II Timotius 2:11, 12; Wahyu 3:21).

C. MENYINGKIRKAN SANG PENAHAN

Tuhan akan datang untuk menyingkirkan penahan penyataan si pen- 

durhaka. Paulus menulis, "Dan sekarang kamu tahu apa yang me­

nahan dia, sehingga ia baru akan menyatakan diri pada waktu yang 

telah ditentukan baginya. Karena secara rahasia kedurhakaan telah 

mulai bekerja, namun  sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang 

menahannya itu sudah disingkirkan, pada waktu itulah si pendur- 

haka baru akan menyatakan dirinya, namun  Tuhan Yesus akan mem­

bunuhnya dengan napas mulut-Nya dan akan memusnahkan­

nya" (II Tesalonika 2:6-8). Dua orang terkait dengan kedatangan 

Kristus yang kedua, yaitu si penahan yang kelak disingkirkan, dan 

si pendurhaka, yang akan dibunuh dengan napas mulut Kristus. 

Paulus memberi tahu kita bahwa rahasia kedurhakaan itu sudah 

mulai bekerja pada zamannya, namun "apa yang menahan" dan 

"yang menahan" menghalangi pengembangan kejahatan sepenuh­

nya.

Apa atau siapakah penahan itu? Beberapa orang menganggapnya 

sebagai kekuatan penahan dari hukum dan tata tertib. Orang lainnya 

lagi melihatnya sebagai pemerintahan manusia; ada pula yang me­

ngatakan bahwa itulah Iblis sendiri. Memang benar bahwa pemerin­

tah dapat menahan kejahatan, namun adakah hal itu dapat 

dikatakan mengenai pemerintah yang jahat? Dan, pastilah Iblis sen­

diri tidak akan menahan kejahatan.

Dalam Kejadian 6:3 Roh Kudus digambarkan sebagai sedang 

berjuang melawan orang-orang jahat pada zaman Nuh. Ayat itu 

mengatakan bahwa "Roh-Ku tidak akan berbantah-bantah selama- 

lamanya dengan manusia" (Terj. Lama). saat  Roh berhenti me­

lawan kejahatan manusia, maka hukuman Allah akan dicurahkan 

ke atas dunia. Nampaknya Roh Kudus juga merupakan penahan 

pada akhir zaman saat  zaman Nuh terulang kembali. Roh Kudus 

yang menahan kejahatan, sering kali melalui gereja; karena keha­

diran-Nya di dalam orang percaya itu yang menjadikan mereka 

garam dan terang dunia (Matius 5:13-16). saat  gereja akan di­

angkat, garam dan terang akan diambil. Selama waktu yang singkat 

Kedatangan Kristus yang Kedua Kali: Sifat... 547

sesudah Keangkatan Gereja, sebelum orang-orang berbalik kepada 

Tuhan, maka tidak ada orang yang selamat di muka bumi ini. Jelas­

lah, Roh Kudus akan menarik kembali pelayanan-Nya yang khusus 

untuk menahan kejahatan. Karena itu kebejatan dan kegelapan 

akan tumbuh dengan pesat; kejahatan akan merajalela, dan si pen- 

durhaka akan menyatakan dirinya. Roh Kudus akan hadir terus di 

bumi seperti pada zaman Perjanjian Lama, namun  tidak dalam pela­

yanan yang khusus seperti pada zaman gereja. Iblis dengan anak 

buahnya akan berkuasa di bumi sebelum penghukuman akhir tiba. 

Kedatangan Kristus yang kedua kali akan menyingkirkan si penahan 

sehingga kedurhakaan akan berkembang dan rencana untuk hari- 

hari terakhir akan dijalankan.


PASAL XLI 

Kedatangan Kristus yang Kedua 

Kali: Maksud Kedatangan-Nya ke 

Bumi dan Periode Antara 

Keangkatan Gereja dan Penyataan 

Diri Kristus

Sebagaimana telah kita pelajari, tahap pertama dari kedatangan 

Kristus yang kedua kali ialah kedatangan-Nya di udara, namun 

jelaslah bahwa Ia juga akan datang ke bumi. Marilah kita pelajari 

sekarang maksud kedatangan-Nya ke bumi dan waktu yang berada 

di antara kedua tahap kedatangan ini .

I. MAKSUD KEDATANGANNYA KE BUMI

Maksud kedatangan Kristus ke bumi sangat berbeda dari maksud 

kedatangan-Nya di udara. Perbedaan itu sendiri merupakan bukti 

bahwa ada dua tahap kedatangan. Kedua tahap ini  harus di­

pisahkan satu sama yang lain dari sudut saat kejadiannya. Apakah 

maksud-maksud ini ?

A. MENYATAKAN DIRINYA DAN UMATNYA

Kristus tidak dapat dilihat oleh mata jasmaniah selama sembilan 

belas abad lebih. Dahulu Ia pernah hidup di antara manusia, dan 

para pengikut-Nya telah melihat Dia (Yohanes 1:14; I Yohanes 1:1-

549

550 Eskatologi

4), namun kini Ia berada di tempat kudus di sorga, sambil melayani 

sebagai Imam Besar di tempat Yang Mahakudus. Ia akan datang 

kembali (Ibrani 9:24-28), disertai pasukan-pasukan malaikat serta 

rombongan orang-orang yang telah ditebus (Yoel 3:11; Zakharia 

14:5; I Tesalonika 3:13; Yudas 14). "Lihatlah, Ia datang dengan 

awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang 

telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. 

Ya, amin" (Wahyu 1:7; band. Zakharia 12:10). Alkitab menyatakan 

bahwa semua suku bangsa di bumi ini "akan melihat Anak Manusia 

itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan 

kemuliaan-Nya" (Matius 24:30). Kaki-Nya akan berpijak di Bukit 

Zaitun (Zakharia 14:4). Para malaikat telah memberi tahu para 

rasul, "Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan 

datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia 

naik ke sorga" (Kisah 1:11). Orang-orang yang telah diselamatkan 

oleh Kristus akan menyatakan diri juga saat  itu (Kolose 3:4). Saat 

itu akan merupakan suatu penyataan diri yang mulia dari Kristus 

bersama umat-Nya.

B. MENGHUKUM SI BINATANG, NABI PALSU, SERTA PA­

SUKAN MEREKA

saat  tahun-tahun kesengsaraan yang tak ada taranya (Yesaya 

24:16-21; 26:20, 21; Yeremia 30:4-7; Yehezkiel 20:30-38; Matius 

24:21, 29; Lukas 21:34-36) yang terjadi antara kedua tahap keda­

tangan Kristus hampir berakhir, roh-roh yang muncul dari mulut 

naga, mulut si binatang, dan mulut nabi palsu itu pergi untuk me­

ngumpulkan raja-raja di seluruh dunia untuk berperang (Wahyu 

16:12-16). Nampaknya, mereka berkumpul untuk merebut kota Ye­

rusalem dan menangkap orang-orang Yahudi yang ada di Palestina 

(Zakharia 12:1-9; 13:8-4:2), namun justru pada saat kelihatannya 

kemenangan telah dicapai, Kristus akan turun dari sorga dengan 

semua pasukan-Nya (Wahyu 19:11-16). Maka pasukan-pasukan 

yang memerangi orang Yahudi ini akan berbalik untuk memerangi 

Putra Allah, namun pertempuran itu tidak akan berlangsung lama 

dan hasilnya sudah dapat dipastikan sebelumnya. Para pemimpin 

bala tentara musuh akan ditangkap dan dicampakkan ke dalam laut­

an api (Mazmur 2:3-9; II Tesalonika 2:8; Wahyu 19:19, 20), dan 

Kedatangan Kristus yang Kedua Kali:... 551

bala tentara mereka akan dihancurkan oleh pedang yang keluar dari 

mulut Kristus (II Tesalonika 1:7-10; Wahyu 19:21). Demikianlah, 

perlawanan politik terhadap Kristus dan kerajaan-Nya kini telah 

dihancurkan dan jalan terbuka lebar bagi pelantikan tata pemerin­

tahan yang baru.

C. MEMBELENGGU IBLIS

saat  si binatang dan nabi palsu telah dicampakkan ke dalam 

lautan api, Iblis dibelenggu selama seribu tahun (Wahyu 20:1-3). 

Aliran amilenialisme dan pasca-milenialisme menafsirkan pembe­

lengguan Iblis serta masa kerajaan seribu tahun itu sebagai suatu 

kiasan. Bahkan ada yang mengajar bahwa Iblis dibelenggu saat  

penyaliban Tuhan Yesus pada waktu Ia mengalahkannya. 

Kegiatan-kegiatan Iblis kini sangat terbatas (Ibrani 2:14), dan dalam 

arti itulah ia dibelenggu. Boettner, seorang penganut aliran pasca- 

milenialisme, menulis, "Penafsiran yang umum di kalangan ami­

lenialisme tentang Wahyu 20:2 ialah bahwa Iblis dibelenggu pada 

kedatangan Kristus yang pertama kali, dan pembelengguan itu di­

selesaikan saat  Kristus menang atas dia di kayu salib."157 Pada 

pihak lain, ada yang lain yang menafsirkan pembelengguan Iblis 

sebagai suatu proses yang berkelanjutan selama zaman gereja. 

saat  gereja bertambah maju, makin terbataslah kekuasaan Iblis. 

Namun kami ingin mengatakan bahwa pada masa ini Iblis tidak 

terbelenggu. Hal ini dapat dilihat dari beberapa ayat Alkitab: ia 

yaitu  penguasa dunia ini (Yohanes 16:11), penguasa kerajaan 

angkasa (Efesus 2:2), serta ilah zaman ini (II Korintus 4:4). Petrus 

mengatakan kepada para pembacanya, "Lawanmu, si Iblis, berjalan 

keliling seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang 

yang dapat ditelannya" (I Petrus 5:8). Sudah pasti ia tidak ter­

belenggu pada waktu ini.

Beberapa orang menafsirkan bahwa kebangkitan serta masa kera­

jaan seribu tahun yang terjadi kemudian yaitu  kehidupan dalam 

keadaan di antara kematian dan kebangkitan, yaitu saat  orang per­

caya tinggal bersama Kristus namun belum memiliki tubuh kebang­

kitan. Sekali lagi kami mengutip Boettner, "Bagi orang-orang ku­

dus Perjanjian Lama dan bagi mereka yang telah mati pada awal 

157 Boettner, The Millennium, hal. 125.

552 Eskatologi

zaman Gereja maka pemerintahan milenial ini sudah berlangsung 

lebih lama dari seribu tahun."158 159 Sedangkan pihak yang lain lagi 

menafsirkannya sebagai suatu kebangkitan yang bersifat rohani 

yang terjadi pada waktu seseorang diselamatkan. Feinberg, seorang 

sarjana pra-milenialis, menulis, "Biasanya kalangan amilenialis me­

nafsirkan bahwa kebangkitan yang pertama yaitu  kebangkitan se­

cara rohani yang terjadi pada saat seorang berdosa dilahirkan kem­

bali; sedangkan kebangkitan yang kedua yaitu  kebangkitan jas­

mani yang umum dari semua orang mati sepanjang zaman."159 Na­

mun, penafsiran harfiah tentang bagian Alkitab ini menandaskan 

bahwa Iblis benar-benar dibelenggu dan orang percaya yang mati 

benar-benar dibangkitkan.

158 Boettner, The Millennium, hal. 66.

159 Feinberg, Premillennialism or Amillennialism?, hal. 188.

Bila angka-angka yang ada  dalam Wahyu 20:1-3 memiliki 

arti tertentu, maka angka-angka ini  pasti berarti bahwa Iblis 

disingkirkan dari tempat beroperasinya yang semula serta kesem­

patan dan kemampuannya ditiadakan untuk melanjutkan kegiatan­

nya yang biasa. Tidak dapat diragukan lagi bahwa setan-setan ikut 

terbelenggu. Dalam Matius 8:29 setan-setan menunjukkan bahwa 

mereka mengetahui tentang kehancuran yang bakal menimpa 

mereka. Sedangkan Yesaya 11:1-10 dan 65:19-25 menguraikan ter­

jadinya perubahan-perubahan dalam alam, manusia, dan hewan, dan 

sebagai akibat dari kedatangan Kristus yang kedua kalinya. Pem­

belengguan Iblis tidak berarti bahwa sifat jasmaniah dari orang- 

orang yang masih berada dalam tubuh fana mereka. Kebejatan yang 

merupakan pembawaan sejak lahir akan terus mengikuti manusia 

saat  memasuki masa kerajaan seribu tahun serta menjadi sumber 

dosa pada waktu itu. Perhatikan bahwa Iblis dibelenggu selama 

jangka waktu tertentu yaitu seribu tahun. Beberapa orang memang 

menafsirkan seribu tahun ini sebagai suatu jangka waktu lama yang 

tidak tertentu, namun tidak ada alasan mengapa Roh Kudus tidak 

memakai istilah yang tak tertentu juga untuk menunjuk kepada 

waktu yang tidak terbatas.

D. MENYELAMATKAN ISRAEL

Paulus menyatakan bahwa Allah tidak menolak umat-Nya (Roma 

Kedatangan Kristus yang Kedua Kali:... 553

11:1); dewasa ini pun ada  "suatu sisa menurut pilihan kasih 

karunia" (ayat 5); dan bila "jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa 

lain telah masuk . . . seluruh Israel akan diselamatkan" (ayat 25, 

26). saat  Kristus datang kembali, pertama-tama Ia akan mem­

bebaskan Israel dari lawan-lawan mereka di dunia ini (Yeremia 

30:7; Zakharia 14:1-3). Namun, Ia tidak akan berhenti dengan pem­

bebasan ini saja; Ia akan mengumpulkan Israel kembali, memper­

satukan kembali keturunan Israel dan keturunan Yehuda (Yesaya 

11:11-14; 62:4; Yeremia 31:35-37; 33:14-22; Yehezkiel 37:18-25); 

dan selanjutnya, Ia akan menyelamatkan mereka serta mengikat per­

janjian baru dengan mereka (Yesaya 66:8; Yeremia 31:31-34; Za­

kharia 12:10-13:1; Ibrani 8:8-12). Orang saleh Perjanjian Lama juga 

akan dibangkitkan pada saat ini untuk ikut masuk ke dalam kerajaan 

seribu tahun (Daniel 12:2). Janji-janji ini tidak mungkin berarti 

bahwa seluruh Israel akan secara bertahap dikumpulkan dalam 

gereja, karena pertobatan Israel secara khusus dihubungkan dengan 

saat ia melihat Kristus (Zakharia 12:10; Wahyu 1:7). Hal ini juga 

selaras dengan pernyataan bahwa Israel akan terus mengeraskan hati 

sampai "jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk" 

(Roma 11:25), maksudnya, sampai semua urusan Allah yang se­

karang dengan bangsa-bangsa lain itu sudah selesai. Janji-janji ini 

juga tidak mungkin berarti bahwa semua orang Israel yang pernah 

hidup akan selamat, karena orang Yahudi yang mati tanpa iman 

yang menyelamatkan juga akan binasa sebagaimana halnya orang 

bukan Yahudi. Janji-janji ini hanya berlaku bagi orang Israel yang 

masih ada setelah para pemberontak disingkirkan dari tengah-tengah 

mereka (Yehezkiel 20:37, 38). Pada hari itu Israel akan bertobat 

dan berbalik kembali kepada Allah (Zakharia 12:10-13:1).

E. MENGHAKIMI BANGSA-BANGSA

Kita telah lihat bahwa Kristus akan menghukum si binatang, nabi 

palsu, beserta dengan pasukan-pasukan mereka, namun raja, 

panglima perang, beserta bala tentara belumlah merupakan suatu 

bangsa yang utuh. Setelah Kristus mengalahkan semua pihak ter­

sebut dalam perang di Harmagedon, Ia akan mengumpulkan semua 

bangsa untuk menghadap Dia sebagai hakim. Penghakiman ini ja­

ngan dikacaukan dengan penghakiman dalam Wahyu 20:11-15 ka­

554 Eskatologi

rena beberapa alasan: (1) pada saat penghakiman bangsa-bangsa 

(Yoel 3:11-17; Matius 25:31-46; band. Kisah 17:31; II Tesalonika 

1:7-10), Kristus digambarkan sedang duduk di atas takhta-Nya yang 

mulia, sedangkan dalam penghakiman di Wahyu 20:11-15 tadi, ia 

sedang duduk di atas takhta putih yang besar. (2) Penghakiman 

bangsa-bangsa terjadi di bumi (Yoel 3:17); sedangkan penghakiman 

dalam Wahyu terjadi di udara karena langit dan bumi sudah tidak 

ada. (3) Penghakiman bangsa-bangsa terjadi sebelum kerajaan 

seribu tahun, yaitu saat  Ia datang ke bumi; sedangkan peng­

hakiman dalam Wahyu terjadi setelah kerajaan seribu tahun. (4) 

Sebelum penghakiman bangsa-bangsa, semua bangsa dikumpulkan 

dahulu; sebelum penghakiman dalam Wahyu hanya orang mati yang 

berkumpul. (5) Penghakiman bangsa-bangsa tidak disertai unsur 

kebangkitan; sedangkan kebangkitan merupakan unsur dari peng­

hakiman dalam Wahyu. (6) Pada penghakiman bangsa-bangsa di­

sebutkan adanya dua kelompok; sedangka