Kamis, 16 Juli 2026

Perang salib 20


 a sama untuk

menyerang kaum muslim. Pandangan ini telah memperkuat tekad

Mamluk untuk berdndak tegas terhadap mereka. Jatuhnya kaum

muslim Asia Gngah, Iran dan Irak, dengan cepat dan berturut-

turut, yang mencapai puncaknya dengan dihancurkannya Baghdad

pada 1258, telah menimbulkan rangkaian bencana tidak terduga

bagi dunia muslim secara keseluruhan di tangan bangsa Mongol-

memang, bila dilakukan bersama-sama, penghancuran ini me-

rupakan bencana paling buruk yang pernah dialami kaum muslim.

Penghancuran Baghdad, singgasana kuno khalifah, dengan segera

menempatkan kepemimpinan wilayah-wilayah Islam pusat di pundak

sultan-sultan Mamluk. Merekalah yang telah memukul mundur

gerombolan Mongol yang sebelumnya sangat kuat dalam per-

tempuran Sumur Daud (Ayn Jilfrt) pada 1260. Meningkatnya

moral kaum muslim sungguh luar biasa, dan dalam masa sekitar

satu generasi atau lebih tntara Salib telah memperoleh hasil

yang lebih pahit dari kemenangan ini .

Sumber-sumber muslim kelihatannya tidak terkejut saat men-

dapati kaum Frank terbukti sangat tangguh, sekalipun sejak

kejatuhan Edessa pada I 144 keum Frank terkurung antara Laut

Mediterania dan gurun di Suriah. Sumber-sumber muslim, tentu

saja, tidak memuji keberhasilan kaum Frank untuk bertahan dalam

jangka waktu yang sangat lama di seluruh wilayah di kawasan

Mediterania timur dengan segala cara, dengan sumber-sumber daya

yang semakin berkurang, meskipun keberhasilan mereka itu me-

rupakan bukti nyata keahlian militer yang sangat tinggi. Bagai-

manapun juga, sekalipun di setiap referensi di dalam sumber-

sumber muslim selalu disertai dengan kutukan-kutukan, kaum

Frank dianggap sebagai musuh yang sangat menakutkan yang

sangat cerdas dan ahli dalam berperang.[J

l

Epilog: \Tarisan Perang Salib

Dengan htar peradaban gemikng dan prestasi militer seperti itu, bangsa

Arab tidah bisa berbenti mengingat perbandingan masa hini dan masa

hlu mereha. Sejarah itu terus menerus digangu oleh honflih dengan Eropa,

yng membuat mereka seklu rneniki, memerihsa, dan membandinghan.l

(Kishtainy)

PENDAHULUAN

Buku ini menyoroti beberapa perspektif Islam tentang fenomena

yang di Barat dikenal sebagai Perang Salib dan berusaha me-

nunjukkan bagaimana kaum muslim Abad Pertengahan dipe-

ngaruhi oleh invasi tak terduga dari kaum Kristen Eropa ini.

Memang benar bahwa fenomena Perang Sdib tidak 1langsung

berhend dengan jatuhnya Acre pada 1291. Serangan-serangan yang

dilancarkan oleh kedua pihak, Eropa dan kaum muslim, rerus

menerus berlangsung silih berganti pada abad-abad berikutnya.

Serangan-serangan ini bisa, dan sering, disebut sebagai Perang

Salib atau jihad dan digelar dengan semangar yang sama seperti

serangan-serangan yang berlangsung pada abad kedua belas dan

ketiga belas. Jadi, tidak ada akhir yang tiba-tiba dan pasti dari

Perang Salib. Dampaknya tetap bergema lama sesudah  militer Eropa

ditarik dari kawasan Mediterania timur.

Kisah konfrontasi dunia muslim dengan Tentara Salib yang

berlangsung di Mediterania sesudah  tahun 1291 di luar pembahasan


buku ini.2 Buku ini juga tidak dimaksudkan unruk membahas

serangan-serangan Tirrki 'Utsmani di Eropa yang oleh banyak

orang dipandang sebagai pembalasan Islam atas Perang Salib.3

namun  buku ini akan membahas luka-luka psikologis yang di-

tinggalkan oleh Perang Salib di dunia Islam dan bagaimana

pengalaman Perang Salib ini  membentuk karakter bersama

kaum muslim. Faktor-faktor ini memiliki relevansi yang bersifat

langsung bagi pemahaman kita yang lebih jelas tentang pandangan

kaum muslim yang terus bertahan lama mengenai Perang Salib

dan juga menjelaskan hubungan antara dunia Islam dan Barat di

abad kedua puluh.

Topik yang sangat luas seperti pandangan Islam di zaman

modern tentang Perang Salib dibahas di buku-buku lainnya.

sebab  itu, bagian ini hanya akan menawarkan beberapa pemikiran

umum dan pandangan singkat tentang suatu fenomena yang luas

dan rumit. "Gagasan" tentang Perang Salib secara perlahan me-

masuki aspek-aspek kehidupan modern di dunia Arab dan dunia

Islam yang lebih luas. Bagi sebagian orang, konsep Perang Salib

dipandang sebagai manifestasi pertarungan abadi antara Islam dan

trGisten, yang di anrara reaksi berantainya dimulai dengan pe-

naklukan-penaklukan Islam, yang menghasilkan respons sikap anti-

IGisten dalam Perang Salib iru sendiri, pembalasan Dinasti 'LJtsmani

terutama pada abad kelima belas dan keenam belas, dan serangan

kolonialisasi Barat pada dua ratus tahun terakhir. Yang lainnya

memandang Perang Salib sebagai panggung utama kolonialisme

Eropa (istimtr mubakhar-"imperialisme prematur") atau sebagai

suatu kombinasi dari pengaruh semangat agama dan intervensi

politik. Apa pun interpretasi mereka renrang fenomena Perang

Salib, tidak diragukan lagi bahwa Perang Salib telah memengaruhi

718 \ _______________

retorika politik, literatur jihad dan, yang lebih menyebar namun

tak terlihat, cara pandang kebanyakan kaum muslim terhadap

Eropa barat, dan yang lebih luas lagi, Amerika Serikat. sebab nya,

tidak berlebihan bila dikatakan bahwa pemahaman yang lebih

baik mengenai masalah ini akan sangat bermanfaat bagi pe-

mahaman yang berwawasan internasional dan berperspektif per-

damaian dunia.

Sebagaimana dikatakan Akbar Ahmed, penulis muslim ter-

kemuka yang menetap di Barat:

Memori Perang Salib terus bertahan di Timur Tengah dan

mewarnai persepsi kaum muslim renrang Eropa. Memori ini 

yaitu  tentang Eropa yang agresifi, terbelakang, dan sangat fanatik

pada agama. Memori sejarah ini semakin menguar pada abad

kesembilan belas dan kedua puluh, saat  bangsa-bangsa Eropa

penjajah sekali lagi tiba untuk mengalahkan dan menjajah wilayah-

wilayah di Timur Tengah. Sayangnya, warisan kebencian ini diabai-

kan oleh sebagian besar bangsa Eropa saat  memandang Perang

Salib.a

PERKEMBANGAN KETERTARIKAN KAUM MUSLIM

DATAM FENOMENA PEMNG SATIB

Sulit untuk menilai keabsahan dari suatu pandangan yang melihat

adanya paralelitas antara masa lalu dan masa kini. Tentu saja,

masa lalu sering kali merupakan masalah yang tetap hidup. Pada

setiap 10 Muharam, kaum muslim Syiah dengan sangat emosional

memperingati pertempuran Karbala pada 680 dan gugurnya cucu

Nabi Muhammad saw., al-Husayn, di pertempuran itu. Masa lalu

bisa bertahan dengan cara-cara yang berbeda. Masa lalu bisa

menjadi sumber kebanggaan-rakyat Palestina mengulang-ulang

tiga kemenangan militer gemilang di Yarmuk, Qadisiyyah, dan

Hattin, dan mereka terus berharap bisa meraih kemenangan atas

Israel. Sebaliknya, masa lalu bisa juga memalukan. Sungguh suatu

ironi yang aneh bila kaum Eropa barat yang mengalami kekalahan

militer dalam Perang Salib kemudian "memenangkan dunia".

Sementara kaum muslim menang dalam Perang Salib, retapi terus

menerus memandang diri mereka terjebak di posisi inferior, seperri

ditulis oleh cendekiawan Tirnisia, al-Matwi: "Semua keunrungan

(ghunm) perang-perang ini  banyak jatuh ke Tentara Salib,

semua kerusakan (ghurm) menjadi bagian kaum muslim."5

Dunia Islam lambat dalam mengambil pelajaran dari Perang

Salib-intervensi kaum Eropa yang pertama kali mereka alami.

Kaum muslim juga terlambat dalam menghadang potensi propaganda

Perang Salib. Terkadang, dalam konteks kekalahan militer Tirrki

di tangan Rusia atau Ausrria, penulis sejarah kekaisaran 'lJrsmani,

Na'ima (w. 1716), menunjukkan adanya kesejajaran antara masa

lalu dan masa yang dihadapinya, antara Perang Salib dan masanya.

Seperti dikatakan oleh Bernard Lewis,6 Na'ima bukan sekadar

seorang penulis sejarah. Dia juga masuk ke wilayah filsafat sejarah.

Na'ima menggambarkan bagaimana Tentara Salib membentuk

koloni mereka di sepanjang pantai Suriah dan Palestina. Mereka

bertahan sampai Saladin menghentikan kekuasaan mereka dan

penerusnya kemudian mengusir mereka. Na'ima menyatakan bahwa

para pemimpin di masanya harus menampilkan diri mereka

dengan mengambil model sultan-sultan Aynrbiyah dan Mamluk.

saat  kalah, para penguasa muslim pada masa Perang Salib

melihat adanya manfaat jika mereka membuar perjanjian damai

dengan Tentara Salib-pada akhirya, salah satu suhan rersebut

bahkan menandatangani perjanjian penyerahan Yerusalem kepada

Tentara Salib. Maka, Na'ima berpendapat, sulran-sultan 'lJtsmani

yang telah kalah total harus siap untuk membuat perjan.iian damai

untuk membangun kekuatan mereka sampai akhirnya meraih

kemenangan.T

Kaum muslim menunjukkan sedikit rasa ketertarikan terhadap

Perang Salib sebagai suatu kenyataan yang berbeda, sebagai suatu

bagian dari sejarah dunia. Istilah-istilah Arab seperti al-hurtrb al-

shalibiyyah ala,r harb al-shalib, yang digunakan sekarang ini unruk

menunjukkan Perang Salib, diperkenalkan pada pertengahan abad

720 \ Ca-role Hillenbrand

kesembilan belas. Penting untuk ditegaskan bahwa istilah-istilah

ini meminjam dari Eropa, sekalipun telah diterima dengan baik

dalam budaya Arab dan kaum muslim modern dan sungguh

telah memperoleh kekuatan emosinya sendiri dalam bahasa Arab

di tahun-tahun belakangan ini. Timur Tengah belajar memakai 

istilah-istilah ini serelah pengarang-pengarang Arab lkisten mulai

menerjemahkan sejarah Perang Salib dari sumber-sumber Eropa.

Ironisnya, ini kemudian menjadi jalan memutar bagi kaum muslim

untuk mempelajari masa lalu mereka sendiri.

Sejarah Perang Salib hadir dalam bahasa fuab di yerusalem

pada 1865, dengan judul History of the Holy lVars in the East,

Called tlte Wars of the Crasr (Sejarah Perang Suci di Timur yang

Disebut Perang Salib). Karya ini yaitu  karya terjemahan oleh

Muhammad Mazlum dari karya ilmuwan Prancis, Monrond, namun 

karya itu telah mendapat persetujuan dari Keuskupan Yerusalem

sendiri.s Karya perrama kaum muslim tentang fenomena perang

Salib, yang disusun pada 1899, yaitu  al-Ahbar al-Saniyyah fi'l-

Hurub al-Shaltbiyyah (Catatan Menarik tentang Perang Salib) karya

ilmuwan Mesir, Sayyid Ali al-Hariri.e Karya ini merupakan karya

pelopor dalam penulisan sejarah Islam sebab  banyak meng-

gunakan sumber-sumber Islam Abad Pertengahan yang cukup

lengkap dikutip. Bahkan, pada bagian-bagian awal, al-llariri sangat

memahami relevansi Perang Salib dengan zamannya sendiri. Pada

bagian pendahuluan karya ini, al-llariri menulis: "sultan kami

yang paling jaya, Abdulhamid II telah menyatakan dengan tegas

bahwa Eropa kini melancarkan Perang Salib terhadap kita dalam

bentuk kampanye politik."ro Sayangnya, buku al-Hariri tidak

banyak diikuti oleh buku-buku lain yang sejenis.'r

EVOLUSI MITOS SAIADIN

Kelihatannya memang mengherankan, Saladin, yang dipuji-puji

di Eropa Abad Pertengahan beberapa abad usai Perang Salib dan

kemudian digambarkan sebagai seorang pahlawan era Pencerahan

Eropa-seperti digambarkan oleh G.E. Lessing arau Sir \7'alter

Scottr2-diabaikan di Timur Tengah selama berabad-abad. Thk

lama sesudah  Perang Salib, ada dua penguasa muslim lainnya yang

secara lebih terang-terangan menyatakan diri kepada rakyatnya

sebagai musuh Tentara Salib. N0ruddin mendapat penghargaan

di kalangan kelompok keagamaan muslim sebagai model muiahid,

yang memadukan kesalehan dengan pengabdian kepada rakyat

demi Islam. Sementara Baybars menjadi pahlawan yang gagah

berani dalam cerira ralryat Arab.

Biografi pertama Saladin yang ditulis pada masa relatif modern

oleh seorang muslim yaitu  biografi karya Namik Kemal, yang

diterbitkan pada L872. Kemal yaitu  salah seorang intelektual

dari gerakan 'LJtsmani Muda.r3 Kemal terdorong menulis sebuah

karya yang dengan tegas bersumber pada sumber-sumber muslim

yang sezaman dengan Saladin sebagai respons atas hadirnya sebuah

karya tentang Perang Salib di Eropa yang menururnya sangar

salah kaprah dan ssndsn5ius- Histoire des Croisadel yang disusun

oleh Michaud dan diterbitkan di Paris antara l8l2 dan L822.

Karya ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Turki. Pada

dasarnya Kemal menempatkan karyanya tentang Saladin itu dalam

jilid yang sama seperti biografi dua pahlawan besar dalam sejarah

'LJtsmani, Mehmet si Penakluk dan Selim si Pemberani.ra

Secara bertahap, pandangan tentang adanya persamaan ke-

bijakan-kebijakan Eropa masa lalu dan kini telah menglaistal di

dalam pemahaman kaum muslim. Persamaan ini muncul dengan

sangat cepat, seiring berlalunya abad kesembilan belas dan gelom-

bang imperialisme Eropa melanda Timur Tengah. Seruan utama

datang dari Sultan 'LJtsmani, Abdulhamid II (yang memerintah

prda 1876-1909). Berulangkali beliau menyatakan bahwa Eropa

722 \ Ca,role Hillenbrand

tengah melancarkan "Perang Salib" terhadap kekaisaran '(Jtsmani.

Gagasannya itu diterima dan disebarkan oleh pers pan-Islam. 'Ali

al-Hariri mengacu pada kata-kata Abdulhamid II, seperti relah

disebutkan, pada kata penganrar bukunya mengenai Perang Salib.r5

Kemasyhuran Saladin semakin meluas sesudah  berita-berita

tentangnya yang gemilang di Eropa sampai ke Timur Tengah.

Kaisar \filhelm II, yang bersusah payah mengunjungi makam

Saladin di Damaskus pada 1898, dengan rerang-terangan meng-

umumkan stasus kepahlawanan Saladin di Eropa. \Tilhelm II

memujinya sebagai "seorang ksatria ranpa rasa takut atau salah,

yang sering harus mengajarkan musuh-musuhnya renrang cara

yang benar untuk bertindak ksatria".r6 Pada tahun berikutnya,

penyair terkemuka Mesir, Ahmad Syawqi, merespons dengan

sebuah ode (qasidah) yang memuji keberhasilan-keberhasilan Saladin. tT

Dalam sebuah artikel di jurnal pan-Islam yang ditulis pada saat

bersamaan, Syawqi menyarakan bahwa dari semua tokoh muslim

dari masa lalu, tidak satu pun, sesudah  empar khalifah pertama

yang dikenal dengan Khulzfh'al-Rlqidin, yang lebih mulia dibanding

Saladin dan Mehmet si Penakluk. Syawqi kemudian mengajukan

sebuah pertanyaan retorik: bagaimana mungkin para penulis

muslim sangat ketinggalan untuk membangkirkan memori tentang

dua pahlawan besar Islam ini?r8

Seperti telah disebutkan, Saladin berasal dari etnik Kurdi

dan dibesarkan di lingkungan militer Tirrki, dan dia memerintah

wilayah-wilayah tradisional Arab, seperri Suriah, Palestina, dan

Mesir. Sebagai seorang pemimpin dari kelompok elite militer

muslim non-Arab, Saladin juga menjadi sosok yang terdepan

dalam gerakan pembaharuan jihad yang mempersatukan dunia

muslim Sunni di Timur Dekat di bawah kekuasaannya. sebab 

itu, Saladin ditempatkan sebagai seorang pahlawan oleh berbagai

kelompok yang berbeda di Timur Tengah pada zaman modern.

Saladin mungkin pura Kurdi yang paling terkenal sepanjang

masa. Sekalipun mereka tidak memiliki ranah air, kini suku Kurdi

menempati wilayah-wilayah yang luas di Iran, Irak, dan Tirrki,

dan memelihara ambisi nasionalis yang sangat kuat. Mereka sangat

paham prestasi Saladin dan sangat bangga sebab  dia berasal dari

suku mereka. Penyair Kurdi Syeikh Ridha Thalabini (w. 1910)

mengenang masa-masa kemerdekaan Kurdi pada masa lalu yang

berlangsung singkat, dan khususnya dinasti Kurdi Baban yang

berkembang di lereng barat pegunungan Zagros pada akhir abad

kedelapan belas. Syeikh Ridha Thalabini menulis: "Bangsa Arab!

Saya tidak membantah keunggulan Anda. Andalah yang paling

unggul. namun  Saladin yang merebut dunia yaitu  kerurunan

Kurdi Baban."re

namun , anggapan bahwa Saladin melancarkan perjuangan

monumental melawan Tentara Salib Eropa bukan hanya berlaku

bagi "rakyatnya" sendiri, bangsa Kurdi. Saladin juga dengan

antusias diterima sebagai sebuah model utama oleh bangsa fuab,

dan juga bangsa Tirrki, dalam perjuangan kebangsaan mereka dan

dalam pembebasan diri mereka dari penjajahan Eropa. Sekalipun

berasal dari suku Kurdi, Saladin dipandang sebagai pelopor jihad

bangsa Arab dan contoh yang harus diikuti oleh semua muslim.

Sekalipun Saladin berasal dari suku Kurdi, banyak dikatakan

bahwa Saladin larut dalam budaya Arab dan merupakan per-

wujudan dari keksatriaan fuab.2o

Bahkan, sebelum Perang Dunia Pertama, seorang pengarang

Arab memakai  nama samaran Shalihuddin (Saladin) dan

memperingatkan tentang ancaman kaum Zionis di Palestina.2t

Sebuah universitas baru yang diberi nama Shalihuddin al-AyyCrbi

dibuka di Yerusalem pada 1915. Selama masa koloni Inggris usai

Perang Dunia Pertama, kemenangan Sdadin aras Tentara Salib di

Hattin menjadi tema utama dalam periuangan politik rakyat

Palestina melawan kaum Zionis.22

Sepanjang abad kedua puluh, nilai yang membawa pesan

dari pengalaman Perang Salib sepenuhnya diakui di dunia Arab,

khususnya sesudah  pembentukan negara Israel. Secara umum,

Saladinlah yang menerima perhatian paling banyak sebagai sosok

pahlawan, pejuang politik dan agama yang sesungguhnya dalam

melawan penindasan bangsa asing, dan bukan Nirruddin atau

Baybars, yang seperti Salahuddin, sama-sama punya kontribusi

besar dalam diraihnya kemenangan kaum muslim atas Tentara

Salib. Kekaguman dan kecintaan khusus kaum muslim terhadap

Saladin sebab  Saladin-lah yang merebut Yerusalem pada 1187.

Kemaqyhurannya di Eropa pada Abad Pertengahan sebagai lambang

keksatriaan dan kemudian sebagai model bagi nilai pencerahan

juga membanru.

Di dunia Arab, pandangan umum tenrang Saladin sekarang

ini yaitu  bahwa ia seorang pejuang besar Islam dalam melawan

agresi luar yang datang dari Barar, dan para pemimpin polidk

Arab berlomba-lomba untuk menjadi "saladin Kedua". Contoh

yang paling jelas yaitu  pemimpin terguling Irak, Saddam Hussein,

yang, seperti juga Saladin, berasal dari Tikrit (foto 9.1). saat 

kisah tentang Saladin dan Perang Salib diceritakan di sekolah-

sekolah Arab, kisah itu ditekankan pada kepahlawanan dan ke-

beranian, tanpa ragu-raga.23 Ada sedikit penuturan tentang realitas

pragmatis sejarah Tentara Salib seperti aliansi-aliansi anrara kaum

muslim dan para Tentara Salib yang terbentuk pada periode 1099-

1291, tentang masa-masa perdamaian dan gencatan senjata yang

berlangsung lama, rentang jalur perdagangan antara Timur dan

Barat, dan tentang ambisi pribadi dan keluarga Saladin. Tidaklah

mengejutkan, Perang Salib dilihat lewat sudut pandang anri-

imperialis dan respons Islam pada abad kedua belas dan ketiga

belas dipandang sebagai cetak biru bagi perjuangan Arab dan

Islam modern untuk melepaskan diri dari agresi kaum kolonial

Barat, terutama sekali dari Israel dan Amerika Serikat.


Memori abadi Perang Salib pada masa kini menemukan

ungkapan visual yang mencolok dalam sekumpulan patung yang

ukurannya sangat besar dan ambisius yang didirikan di Damaskus

dengan biaya pemerintah pada 1992 (foto 9.2). Memori itu juga

tampil mencolok dalam rancangan uang kertas senilai 200 dirham

di suriah. Semenrara parung-parung para pemimpin politik modern

banyak ada  di negara-negara Islam-dan rerutama di Suriah,

yang penuh dengan patung-parung Presiden HafezAsad-tak ada


tradisi yang membumi dalam hal pembuaran patung-parung yang

berkaitan dengan peristiwa sejarah. sebab  alasan inilah, parung

yang ada  di Damaskus itu layak untuk dicatat.

namun  yang sangat luar biasa di sini yaitu  pilihan dan

perlakuan dalam hal pembuatan patung ini . Fokus utama

sekumpulan patung itu yaitu  sosok Saladin yang tengah me-

nunggang kuda. Dengan diiringi oleh seorang sufi berpakaian

sederhana (foto 9.3) di satu sisi dan seorang prajurit infantri

yang membawa tombak di sisi lainnya, Saladin menghela kudanya

agar berlari. Di belakang kuda itu, dua Tentara Salib jatuh tak

berdaya di sebuah batu (foto 9.4). Prajurit, yang memegang

kantung uang yang berisi ransumnya, yaitu  Raja Guy dari

Yerusalem. Yang satunye l:€i., dengan mara menatap ke tanah,

dan tubuh membungkuk, mungkin untuk meyakinkan diri bahwa

dia tidak akan ditombak, yaitu  Reynald dari Chatillon. Kaum

muslim semuanya menarap ke depan. Umar }Gisten berpaling ke

arah berlawanan. Yang cukup penring, paung-patung ini 

didirikan tepat di depan Benteng Damaskus, suatu lingkungan

militer yang menyuarakan pesannya untuk melindungi Islam dari

orang kafir. Pembuat patung rersebur, hbdallah al-Sayed (foto

9.5), menjelaskan bahwa gugus patung iru menunjukkan bahwa

Saladin bukan hanya seorang panglima perang, namun  juga seorang

pemimpin yang mewujudkan gelombang kehendak ralcyat untuk

melawan kaum Frank.2a Dihadirkannya seorang sufi dan prajurit

pejalan kaki dalam gugus patung ini juga menggambarkan bentuk

keberagamaan yang membumi seperti yang dianut kebanyakan

orang. Dalam jarak tidak lebih dari serarus merer, di gerbang

benteng Abad Pertengahan ini  digantungkan sebuah posrer

raksasa Presiden Suriah, Hafez Asad (foto warna l5). Kesamaan

antara pembela Islam kuno dan modern dan wilayah-wilayahnya

untuk melawan serangan orang-orang kafir tampak jelas terlihat.

Takluknya kaum Frank di tangan Saladin yang digambarkan di

sini merupakan simbol yang sangat kuat, yang mudah dipahami

oleh orang yang ada di jalan-Israel yaitu  negara baru Tentara

Salib di Timur Tengah, yang akan ditundukkan dengan cara yang

sama seperti kerajaan kaum Frank Abad Pertengahan di Yerusalem.


MANIFESTASI PEMNG SALIB DI ZAMAN MODERN:

BEBEMPA STUDI KASUS

Pembahasan berikut ini dengan sengaja memakai  terminologi

pinjaman-perlawanan dalam Perang Salih-sebab  pembahasan

ini berusaha membatasi diri pada retorika politik, ideologi, dan

gerakan modern, dengan sasaran Barat, dan yang di dunia muslim

dipandang sebagai perluasan langsung dari fenomena Perang Salib

itu sendiri. Sekalipun banyak dari upaya yang disebut jihad

memang benar-benar ditujukan untuk melawan Barat, dan tentu

saja bisa dipandang sebagai kelanjutan dari reaksi Islam terhadap

Perang Salib, harus ditegaskan bahwa istilah jihad bagi kaum

muslim punya kaitan yang lebih mendalam dan tajam daripada

sekadar gerakan militer atau propaganda yang ditujukan terhadap

Eropa dan Amerika.

Ayatullah Khomeini menulis secara panjang lebar tentang

jihad, dengan menegaskan bahwa seseorang harus melaksanakan

"jihad yang lebih besar" di dalam dirinya sebelum berperang

melawan ketidakadilan, korupsi, dan tirani di dunia ini.2t

Dalam pernyataan-pernyataan ini, Khomeini menggambarkan

tradisi interpretasi jihad di kalangan ahli hukum Islam yang telah

berumur ratusan tahun. Namun pandangannya diterjemahkan oleh

para penga6xl $21x1-bukan tanpa pembsnilxn-56$agai jihad

melawan peradaban Barat.

Konsep Perang Salib menyebar dan berakar mendalam di

dalam ideologi politik Islam modern.

Tulisan-Tulisan Sayid Quthb

Sayyid Quthb, penulis "fundamentalis" Mesir, juru bicara utama

gerakan Ikhwanul Muslimin di Mesir sesudah  pemberangusan

kelompok itu pada 1954, pada akhirnya dieksekusi pada 1966

sebab  dianggap telah melakukan pemberontakan. Dalam sebuah

karyanya yang terkenal berjudul Fi ZhilAl al-Qur'ln (Dalam

Bayang-Bayang Alquran), beliau membahas tentang konfrontasi

antara kaum muslim dan kaum musyrik yang telah berlangsung

selama empat belas abad. Di dalam pergulatan ini dia me-

nyebu*an secara khusus dua periode penting, yaitu awal penakluk-


Dalam tulisan-tulisannya Sayyid Quthb mengatakan bahwa

Perang Salib harus diterjemahkan sebagai semua serangan kaum

Kristen terhadap Islam dari periode paling awal. Bahkan perang

Salib termasuk perlawanan militer kaum lGisten terhadap penakluk-

penakluk Islam pertama di Suriah dan Palestina pada abad ke-

tujuh. Perang Salib termasuk juga serangan-serangan umat Krisren

terhadap kaum muslim di Spanyol pada Abad Pertengahan. Dia

juga memasukkan penyiksaan terhadap kaum muslim pada abad

kedua puluh di sebagian wilayah Afrika-Zanzibar, Ethiopia,

Kenya dan Sudan selaran-yang terjadi belakangan ini sebagai

Perang Salib. Peperangan Kristen melawan Islam bisa rerjadi atas

nama "wilayah, ekonomi, politik, pangkalan militer ... apa saja"

namun  tujuan rahasianya yaitu  berkait dengan soal doktrin-

"zionisme internasional, Perang Salib internasional-di samping

Komunisme internasional".2T

Bagi Ikhwanul Muslimin, sesudah  tahun 1947, aktivitas PBB

di Palestina dipandang sebagai "deklarasi baru kaum Zionis yang

melancarkan Perang Salib melawan bangsa Arab dan Islam".

Zionisme sepenuhnya diidentifikasikan dengan imperialime Barat

yang melakukan Perang Salib dan istilah-istilah "Perang Salib

Eropa" (al-shalibiyyah al-U,rtblyah) dan "Perang Salib Yahudi"

digunakan secara bergantian.28 Sayyid Quthb menggambarkan

Perang Salib sebagai serangan terhadap "semangat Islam". perang

Salib berkaitan dengan kemunduran peradaban muslim dalam

menghadapi peradaban Barat. Sayyid Quthb semakin meningkat-

kan serangan anti-Baratnya, dengan menyatakan:

Perang Salib tidak terbatas pada gemerincing senjata, terapi

yaitu -dan ini yang paling penting dari semuanya-permusuhan

intelektual. Kepentingan-kepentingan kerajaan Eropa tidak pernah

lupa bahwa semangar Islam sangat bertentangan dengan semangar

imperialisme ...

Ada juga orang-orang yang mengatakan bahwa yang mengatur

kebijakan Barat yaitu  pengaruh kepentingan finansial kaum yahudi

Amerika Serikat dan kaum Yahudi lainnya di wilayah mana saja.

Ada juga orang-orang yang mengarakan bahwa ambisi orang Inggris-

lah dan kelicikan Anglo-Saxon yang bertanggung jawab ... Dan

ada juga orang-orang yang percaya bahwa yang berperan yaitu 

antipari antara Timur dan Barat... Semua pendapat ini mengabaikan

satu unsur penting dalam pertanyaan ini  ... yaitu semangat

Tentara Salib yang mengalir di dalam darah semua orang Barat.2e

Hizbulhh dan Kehmpoh-hehmpoh Radihal Lainnya

Bagi kelompok yang lebih dikenal di Timur Tengah modern

dengan sebutan Hizbulkh, Perang Salib tidak pernah berakhir.

Khomeini menyatakan pentingnya rerjun dalam perang yang

merupakan 'panggung terakhir dari sejarah Perang Salib".3oLebih

jauh lagi, beberapa kelompok muslim radikal yakin bahwa Perang

Salib juga belum berakhir bagi kaum IGisten. Menurut mereka,

"kekuatan Kristen" Barat tetap bertekad untuk menghancurkan

Islam. Mehmet Ali Agha, orang Tirrki yang mencoba mengakhiri

hidup Paus pada 1981, menulis dalam sepucuk surat: "Saya telah

memutuskan unuk membunuh Paus Yohanes Paulus II, pemimpin

tertinggi Perang Salib."3t Delapan belas tahun kemudian, pada 9

Juni 1997, dua orang membajak pesawat Air Maba Boeing yang

tengah dalam perjalanan menuju ke Istambul dan membelokkan-

nya ke bandar udara Cologne/Bonn. Mereka menunrut agar

Mehmet Agha dibebaskan.

Thhun 1998, muncul organisasi bayangan yang terkenal yang

dipimpin oleh Usimah bin Laden yang di media dunia disebut

sebagai "Orang yang Paling Diburu Amerika"32-organisasi itu


disebut Front Islam Dunia untuk Perang Salib melawan Yahudi

dan Tentara Salib.33

Hamas

Hamas, yang yaitu  kependekan dari Harahat al-Muqhraamah al-

Isltmiyyah ("Gerakan Perlawanan Islam") didirikan di wilayah-

wilayah pendudukan Israel pada 1967. Sejak itu, nama gerakan

ini selalu muncul di media. Tujuan pendirian Hamas yaitu 

membebaskan Palestina dari pendudukan "kaum Zionis" dan

untuk mendirikan kembali sebuah negara Islam.3a

Menurut ideologi Hamas, Palestina punya rempat khusus

dalam Islam sebab  Yerusalem yaitu  kiblat (arah salat) pertama

bagi kaum muslim dan Masjid Aqshi dipandang sebagai rempat

paling suci ketiga dalam Islam.35 Mengingat arri penring Palestina

dan Yerusalem bagi Islam, tidaklah mengejutkan bila sepanjang

sejarah musuh selalu berusaha merebut Palestina dari kaum muslim.36

Tentara Salib yang berperang selama dua ratus tahun untuk

merebut Palestina lewat Perang Salib, dan upaya Barat untuk

merebutnya pada Perang Dunia Pertama yaitu  contoh lain dari

sejarah panjang serbuan Barat ke Palestina.3T Pertempuran mem-

perebutkan Palestina hanya bisa dimenangkan di bawah bendera

Allah-ini telah dibuktikan sejarah dengan kemenangan kaum

muslim atas Tentara Salib dan Tartar (bangsa Mongol).38

Partai Pembebasan Islam @izb al-Thhrir al-Islimi)

Gagasan dan aktivitas Hizb al-thrir telah dipelajari secara me-

nyeluruh belakangan ini oleh Suha tji-Farouki. Temuan ilmiahnya

sekali lagi mengungkap adanya memori Perang Salib dalam pe-

mikiran politik Islam modern.3e Hizb al-lahrir didirikan di Yerusalem

pada 1952 oleh Syeikh Thqiyuddin al-Nabhani, yang keluar dari

Ikhwanul Muslimin. Kelompok itu menampilkan dirinya sebagai

sebuah partai politik dengan Islam sebagai ideologinya. Tirjuannya

yaitu  kebangkitan ummah (ummat) Islam, yang bersih dari

pencemaran kolonialisme.ao Karakter Islam ddam partai ini ditegas-

kan dengan mendirikan markas mereka di Yerusalem.

Partai ini mengklaim aktif di berbagai negara Timur Tengah

serta di wilayah negara-negara Eropa.arMasalah Palestina bukanlah

sesuatu yang pokok bagi gerakan dan upaya-upaya Hizb al-Thhrir,


namun  partai ini yang pasti punya pandangan yang kuat mengenai

masalah ini .42Israel dipandang sebagai jembatan kolonial yang

digunakan oleh Amerika Serikat dan Eropa untuk melanjutkan

kontrol dan eksploitasi ekonomi mereka atas dunia Islam. Israel

yaitu  "belati beracun yang ditikamkan dalam-dalam ke dadanyi'.a3

Didirikannya negara Israel, menurut pemikiran Hizb al-fhhrir,

diinspirasi oleh Perang Salib. Mereka memandang penaklukan

Yerusalem unruk kaum muslim yang dilakukan oleh Saladin sebagai

pukulan psikologis yang sangat kuat bagi dunia orang-orang kafir.

Bahkan sejak saat itu, Barat terus terobsesi untuk melakukan balas

dendam. Sejarah delapan abad terakhir terdiri dari realai terhadap

pertempuran Hattin dan akibat-akibat langsungnya:

Niat .iahat Tentara Salib terus terrurup rapat di dalam hati

mereka, sampai mereka membukanya pada saat mereka berhasil

mengusir negara Khalifah 'Utsmani dan kemudian mendirikan

negara Yahudi di Palestina. Mereka menganggap berdirinya negara

Yahudi itu sebagai pembalasan dua kali lipat atas kekalahan mereka

di tangan pemimpin Islam yang gagah berani, Saladin.aa

Hubungan antara Perang Salib dan kolonialisme Eropa juga

mendapat sorotan. Kolonialisme dipandang sebagai suatu strategi

untuk mengeksploitasi dunia muslim sebagai pembalasan atas

kegagalan Perang Salib. Menurut perspektif Hizb al-Thhrir, ada

bukti bahwa mentalitas Tentara Salib masih terus tertanam di


kalangan orang-orang Barat. Satu buktinya yaitu  pernyataan yang

diduga pertama kali dikeluarkan pada Perang Dunia Pertama oleh

Jenderal Allenby saat dia menduduki Yerusalem pada Desember

1917: "hanya sekarang saatnya Perang Salib berakhir".as

Dalam konteks perang propaganda, tidak penring apakah

Allenby tidak benar-benar mengeluarkan pernyataannya "yang

terkenal" itu. Terlihat jelas bahwa pemerintah Inggris ingin meng-

hormati Islam. Allenby sebenarnya ingin memasuki Yerusalem

dengan cara yang lebih sensitif secara budaya dibandingkan kaisar

Jerman \Tilhelm II, yang dua puluh tahun sebelumnya dba dengan

menunggang kuda dan berpakaian seperti seorang Tentara Salib

Abad Pertengahan.a6 Sekalipun demikian, pernyataan Allenby itu

disebarkan oleh Sayyid Quthb dan penulis-penulis muslim lainnya

dan hal itu menunjukkan bagaimana dunia Islam modern me-

mandang Perang Salib.


Respons terhadap para Tentara Salib baru yaitu  jihad sebagai

solusi Islam. Kaum muslim harus berjuang sampai penjajah

terakhir terusir, berapa pun banyaknya syuhada yang gugur, dan

berapa pun lamanya waktu yang dibutuhkan. Sekali lagi, model

Tentara Salib digun2k2n-kxurn muslim diingatkan bahwa para

pendahulu mereka berperang selama hampir dua abad sebelum

kemudian Tentara Salib diusir dan wilayah muslim bisa disatukan

kembali.aT Penghancuran Israel dan pembangunan kembali Palestina

harus dicapai lewat jihad, sebagaimana kaum muslim merebut

kembali Palestina lewat jihad pada masa Perang Salib. Kemenangan

akan datang, bila bukan sekarang, maka di masa yang akan datang:

"Ummah yang berperang melawan Tentara Salib dan Tartar [Mongol]

selama lebih dari dua ratus tahun ... sampai ummah meng-

hancurkan dan mengusir mereka, mampu memerangi dan me-

ngalahkan musuhnya ... bila bukan sekarang, maka nanri."a8

Kesamaan antard Kerajaan Tbntara Salib Yerusalem

dan Negara Israel Modern

Dalam nrlisan-tulisan sejarah kaum muslim ada  sebuah karakter

yang mendarah daging, berupa kecenderungan untuk menarik


:

pelajaran moral dari kejadian masa lalu. Nilai pesan peristiwa

Perang Salib telah benar-benar diakui dalam dunia Arab sejak

Perang Dunia Kedua dan pembentukan negara Israel. Pada Oktober

1948, Abd al-Lathif Hamzah menulis: "Perjuangan melawan kaum

Zionis telah membangkitkan kembali memori Perang Salib di

dalam hati kami."ae

Kesamaan antara kebangkitan dan kejatuhan Kerajaan Yerusalem

dan situasi kini di negara Israel banyak ditunjukkan di dalam

media berbahasa fuab, karya-karya sastra, dan buku-buku akademis.5o

Beberapa orang Arab menyatakan pentingnya bersikap sabar.

Tidakkah benar, kata mereka, bahwa Kerajaan Tentara Salib

Yerusalem berlangsung selama 88 tahun (1099-1187) sementara

negara Israel baru muncul se.iak 1948? Fakta bahwa perjuangan

kebangsaan Palestina sangat terfokus pada status Yerusalem dan

bahwa gerakan-gerakan Islam modern juga menegaskan sisi ke-

sucian kota itu sebagai tempat paling suci ketiga Islam, sesudah 

Mekah dan Madinah, hanya memperbesar potensi kesamaan

ini .

Media yang sangat berpengaruh yang menunjukkan kerinduan

Arab dan kaum muslim pada Yerusalem yaitu  puisi. Seperti

ditulis oleh kritikus Palestina Jabra I. Jabra:

Puisi mungkin dipandang sebagai sebuah mainan yang sangat

lemah untuk melawan senapan, namun  sebenarnya puisi sama kuat-

nya dengan dinamit. Puisi memberikan kekuatan kepada seluruh

penderitaan dan kemarahan bangsa. Puisi mengendapkan sikap-

sikap politik dalam baris-baris penceritaan, yanB diingat oleh yang

tua dan muda, memperkokoh perlawanan rakyat dan memberikan

slogan-slogan yang dapat menggerakkan.tr

Contoh yang menarik yaitu  karya seorang penyair dan

penulis esai perempuan dari Irak, Nazik al-Malaika. Dalam tulisan-

nya yang dibuat pada tahun 1970-an, Nazik memberikan pan-

dangan religius yang berbeda terhadap perjuangan nasional Arab

dan memfokuskan pada Palestina, khususnya Yerusalem. Sekali

Iagi, simbol-simbol yang dikenal dari puisi dan prosa berbahasa

Arab tentang periode Perang Salib muncul kembali dan diberikan

peran penting dan intensitas baru dalam situasi politik kontemporer.

Kubah Batu (bandingkan foto 9.5) menduduki tempat sentral

sebagai citra politik dan spiritual yang sangat kuat:

[Kau] yaitu  sebuah masjid yang haus akan Alquran dan doa-doa

Kala kemenangan diraih, seruan untuk salat akan berkumandang,

Dengan menyerukan berdoa, seruan bagi Perang Suci dan

Dalam puisi yang lain, yang dengan penuh emosi diberi

judul "Hijrah ke Tirhad' (al-hijrah ilA AllAh), Nazik mengungkap-

kan kepiluannya tentang Yerusalem dan kemunduran yang dialami

oleh Mas;'id Aqshi saat  tidak lagi memiliki pembela-pembela

sekaliber khalifah Abbasiyah seperti al-Mu'tashim dan Saladin.s3

Demikianlah, sekali lagi, seperti pada periode Perang Salib, dua

monumen suci Islam di Yerusalem yang rengah dikuasai itu,

Kubah Batu dan Masjid AqshA, dipersonifikasikan, haus akan

Alquran dan doa-doa orang beriman, dan menderita (li bawah

belenggu opresi asing.

Kubah Batu secara khusus, dengan bagian luarnya yang rapar

dan segera bisa dikenali, telah menjadi simbol yang sangat ber-

pengaruh, nyaris menjadi sebuah logo, di banyak dunia fuab

(foto 9.7). Gambar-gambar Kubah Batu menghiasi dinding-dinding

luar rumah penduduk untuk mengingatkan bahwa para penjajah

telah datang ke sana. Gambar-gambar ini  digunakan di semua

konteks, mulai dari kop surat sampai nampan minum, dan

menjadi media hiasan seni poster dan seni reyolusioner di negara-

negara Islam seperti Iran, selalu dengan pesan identitas Palestina

dan kebangkitan Islam. sebab  itu, muncul reaksi keras dan

langsung terhadap setiap aksi, politik maupun yang lainnya, yang

mungkin dianggap mengancam monumen-monumen Haram al-

Syarif;, seperti pembukaan terowongan pada 1996 di sekitar Masjid

Aqshi. Bom berkekuatan besar yang diledakkan oleh seorang

Yahudi Australia di Masjid Aqshi pada 1969-yang menghancur-

kan mimbar kayu Nfrruddin dari abad kedua belas, yang dibuat

sebagai bagian dari rencananya untuk merebut Yerusalem-me-

nunjukkan bila ketakutan seperti itu bukan tanpa dasar.

Meski ada pengaruh agenda politik modern dan emosi yang

ditimbulkan oleh Kota Suci Yerusalem, bagaimanapun juga, yaitu 

tidak bijak untuk mempersamakan Kerajaan Salib Yerusalem

dengan negara modern Israel. Memang benar bahwa kepala-kepala

negara muslim modern melihat semua bahaya ini terlalu jelas.

namun , selama Israel, negara yang berorientasi Barat dan sebuah

warga  militer, terus menduduki wilayah geografis yang sama

seperti yang dilakukan Kerajaan Salib Yerusalem pada abad kedua

belas dan ketiga belas, semuanya akan sangat mudah untuk

membuat persarnaan-persamaan semacam itu.

Memang, bisa juga membuat persamaan yang agak berbeda

dari bukti-bukti sejarah. Orang misalnya, bisa membandingkan,

penguasa Aynrbiyah al-Kimil, yang tunduk pada desakan politik

dan menyerahkan kembali Yerusalem kepada tntara Salib, dengan

pemimpin-pemimpin fuab modern yang telah membuat perjanjian

dengan Israel. Negata-neger^ Salib, seperti telah ditunjukkan di

dalam buku ini maupun buku-buku lainnya, dapat bertahan lama

(selama hampir dua abad) sebab  keahlian militer mereka dalam

bertahan, bantuan-bantuan reguler dari Barat, dan kemampuan

mereka membuat aliansi dengan negara-negara muslim sekitarnya.

fungkasnya, seperti telah dibahas di dalam buku ini, untuk

sementara waktu-setidaknya pada abad ketiga belas-para Tentara

Salib hampir menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan

politik Timur Tengah, sebelum Mamluk memPersatukan Mesir

dan Suriah dan mengangkat bendera jihad, dan kaum muslim

sekali lagi merasakan adanya keharusan yang sangat kuat untuk

mengusir Tentara Salib dari wilayah Islam. Masih harus dilihat

skenario mana yang bertahan di dalam konteks saat ini' namun ,

yang tidak boleh dilupakan yaitu  bahwa akan selalu ada kesen-

jangan yang besar antara retorika dan kenyataan, antara tampilan

di depan publik dan perundingan-perundingan rahasia.

Propaganda Libya ldng Anti-Bdrat

Selain membuar persamaan politik dan militer antara perang salib

Abad Pertengahan dan situasi saat ini di Timur Tengah, para

pemikir dan pemimpin muslim kontemporer menggambarkan

pandangan-pandangan yang telah rerranam dalam tentang ke-

kotoran Tentara Salib/Barat dan pencemaran rempat suci Islam

oleh mereka.

Rezim Kolonel Qaddafi di Libya secara resmi dilantik pada

1 September 1969. saat  sikap permusuhan Barat terhadap

pemerintahannya tengah panas-panasnya pada awal 1980-an, pamflet-

pamflet pembelaan diproduksi secara besar-besaran di Libya. Isi

pamflet ini  dengan regas menunjukkan sikap anti-imperialis,

anti-Kristen dan anti-Barat. Gambaran dan retorika ini  sangar

mirip dengan respons kaum muslim pada masa Perang Salib.

Kuatnya emosi terlihat pada judul salah satu buku berwarna hijau

yang berjudul Nationalists Documents to Confont the Crusader

Anach on the Arab Homeland (Dokumen-Dokumen Kaum Nasionalis

untuk Menghadapi Serangan Tentara Salib terhadap Thnah Air

Arab).54 Musuh mereka berbeda dari Tentara Salib abad kedua

belas dan ketiga belas yang berasal dari Eropa barat. Amerika

Serikat kini dipandang sebagai mantel Tentara Salib (penulis

naskah itu membicarakan tentang "kotoran lftisten Amerika"),55

dan kaum Yahudi-lah yang menduduki Yerusalem. Namun, sekali-

pun begitu, nada dan isinya sangat dikenal:

Kemarin kami menyeru kaum muslim agar melakukan gerakan

suci besar-besaran guna membebaskan Yerusalem, kiblat perrama

dari dua kiblat. namun  sekarang kami terkejut, ternyara, sesudah 

Yahudi menduduki Yerusalem, kaum lGisten telah menduduki langit

[wilayah udara] Mekah, Madinah, dan Bukit Arafah.,6

Tirgas para penulis selebaran Qaddafi semakin mudah sebab 

mereka bisa mengipasi api kebencian yang telah mendalam di

kalangan kaum muslim: kaum lkisten yaitu  "najis" dan mereka

mengotori lingkungan kaum muslim.

Orang-orang kafir Barat dianggap telah mengotori tempat-

t€mpat Islam yang paling suci dan gambaran yang digunakan

tentang "babi-babi Amerika yang kotor ini" mengingatkan pada

salah satu kesan Ibn Jubayr tentang Tentara Salib Acre yang

dicatatnya pada tahun 1184.57 Selebaran itu menyatakan: "Di saat

ratusan ribu kaum muslim dari berbagai warna, bahasa, dan ras,

tengah berdiri di atas Bukit Arafah, kaum lGisten Tentara Salib

Amerika melemparkan sampah dan kotoran mereka dari pesawat-

pesawat mereka ke atas Bukit fuafah."58

Jalur pertempuran digambarkan antara "Islam dan Kristen,

antara Timur dan Barat", dan antara "bangsa Arab, bangsa Islam"


di satu pihak dan "orang-orang asing" (fir") di pihak lain.ie

Bangsa Amerika dianggap telah melancarkan "serangan salib

terhadap Islam". Mereka yaitu  "para pemimpin serangan Tentara

Salib modern".6o

Kolonel Qaddafi, pemimpin rakyat Libya, yang seorang tokoh

militer seperti pahlawan-pahlawan muslim pada perlaw".rr., d"l"-

Perang Salib, digambarkan dengan gelar-gelar yang tinggi seperti

berikut ini: "Dialah yang telah membuka kedok para konspirator,

menunjukkan para penguasa reaksionis fasis, dan yang benar-

benar menyeru untuk melakukan jihad suci."6r pesan selebaran

ini tidak mengenal kompromi dan sangat jelas, dan sangat meng_

ingatkan pada semangat Perang Salib dalam kesadaran Arab

modern.

Analogi dengan masa Tentara Salib yang dibuat di dalam

pamflet-pamflet ini sangar mengejutkan. para ahli propaganda di

sini memakai  tema yang sama seperri yang digunakan Ikhwanul

Muslimin, dan mereka menghubungkan "kaum }Gisten,, Amerika

di satu pihak dan Israel zionis di pihak lain. Retorika ini 

sangat penting sebab  konflik tersebur terpolarisasi sebagai konflik

politik dan militer antara Timur dan Barat, sebab  sekali lagi

Barat berusaha masuk dalam hubungan dan interaksi di rimur

Tengah-seperti pada masa Perang Salib.

BEBEMPA REFLEKSI UMUM

Membahas pendapat kaum muslim modern rentang perang Salib

yaitu  mgas yang sulit. Sekilas akan terlihat alasan bahwa kaum

muslim modern punya dasar untuk merasa bangga dan menang.

Pada akhirnya, Islamlah yang menang, baik secara politik maupun

budaya. Tentara Salib angkar kaki sesudah  selama dua abad mereka

menjajah dan melancarkan kolonialisme awal. Namun, kontak

dengan Tentara Salib dengan sangat jelas menunjukkan bahwa

budaya dunia Islam pada saat itu telah unggul dari Eropa barat.

Seluruh peristiwa menyangkut hubungan panjang antara Islam

dan l(risten ini tertanam dalam-dalam di pengetahuan Islam

modern, dan Perang Salib lebih sering dipandang oleh kaum

muslim telah menyebarkan pengaruh negadf dan merusak di dunia

Islam. Perang Salib dipandang sebagai suatu gerakan imperialisme,

gerakan pertama dalam rangkaian perampasan wilayah negara-

negara muslim yang berlangsung lama.

Yang pasti, tidak diragukan lagi bahwa sejak Perang Salib,

hegemoni politik dan budaya dan presrise dunia muslim telah

pudar, seiring dengan meningkatnya kekuatan dan imperialisme

politik dan budaya Barat. Saat membahas tentang merosotnya

citra kaum muslim sendiri, ilmuwan Amerika, Hodgson, menulis

dengan tepat:

Bukan kaum muslim, namun  kaum Kristen yang dibenci-

yang berasal dari timur laut yang jauh, yang sejak lama tidak

dianggap sebab  terlalu dingin dan terhalang kabut untuk meng-

hasilkan sesuatu yang lebih cerdas dibandingkan Tentara Salib yang

tak berbudaya yang telah datang dari sana-yang kini tiba-tiba

punya kekuatan dalam persoalan-persoalan di dunia.62

sesudah  Tentara Salib terusir, dunia muslim berpaling kepada

diri sendiri, dengan meneruskan sikap bertahan, merasa tersisihkan

dan memandang perkemb*gr teknologi modern sebagai manifestasi

"pihak lain".63 Modernisme sinonim dengan Barat, tempat perang

Salib berasal. Kemudian, sesudah  perang Salib, dunia muslim yang

telah berhasil mengalahkan Eropa barat menghadapi kebenaran

yang tak terbantahkan dan sulit, bahwa musuh yang mereka

kalahkan itu menikmati pertumbuhan ekonomi, teknologi, dan

budaya yang sebenarnya dan telah menguasai dunia.

Tentu saja, kemunduran besar-besaran peradaban Islam Abad

Pertengahan tidak bisa ditimpakan seluruhnya pada perang Salib.

Namun, Islam tidak bisa dan tidak akan melupakan perang salib,

khususnya sebab  wilayah mereka rerus menerus menjadi sasaran

serangan Barat, dan bangsa Arab, terutama palestina, wajib berealsi

terhadap keberadaan negara Israel. Kaum muslim kini berusaha

memeluk ideologi yang benar bagi citra mereka sendiri dan tidak

terkontaminasi oleh imperidisme dan sekulerisme Barat. yaitu 

fakta yang tak terbantahkan bahwa, sebagaimana banyak prasangka

Barat yang telah tertanam dalam rentang kaum muslim dapat

ditelusuri kembali lewat sikap yang terbentuk pada periode perang

Salib, begitu juga pendapat kaum muslim tentang Barat sangat

dipengaruhi oleh peperangan Islam dengan Eropa barat pada abad

kedua belas dan ketiga belas itu. Di tahun-tahun akhir abad

kedua puluh, para pemimpin politik dunia muslim terbiasa ber-

bicara tentang saladin, dan memandang Israel sebagai negara Salib

masa kini. Kenyataan bahwa referensi persamaan yang mengacu

ke dunia Barat tidaklah paralel, dengan budaya tradisional Barat

yang bersumber pada Kristen dan bukan Yudaisme, menjadi tidak

penting.

MAHMUD DARMSH: MEMORY FOR FORGETFULNESS

salah satu karya besar .erbaru dalam kesusastraan Arab yaitu 

sebuah karya yang hidup dan membangkitkan kenangan masa

lalu, ditulis oleh Mahmud Darwish, rentang serangan Israel ke

Lebanon. Karya berjudul Memory for Forge{ulness (Kenanean bagi

Yang Terlupakan)64 itu merupakan elegi yang panjang tenrang

kejadian yang sangat tragis ini. Dalam karya ini  penulis

menceritakan dengan sangat lancar bencana masa kini dan masa

lalu, kota Beirut yang dibom dan pendudukan Tentara Salib atas

Thnah Suci. Dalam renungan yang puitis rentang air, Darwish

menyatakan: "Persediaan air kami telah diputus oleh orang-orang

yang bertindak atas nama sisa-sisa Tentara Salib, namun Saladin

biasa mengirimkan es dan buah-buahan kepada musuh dengan

harapan agar 'hati mereka akan mencair', seperti yang biasa

dikatakannya."65

Yerusalem dulu dan kini yaitu  pusat perharian semua mata,

objek kecintaan semua hati: "Saya mencintai Yerusalem. Israel

mencintai Yerusalem dan bernyanyi untuknya. Anda mencintai

Yerusalem. Feiruz bernyanyi unruk Yerusalem. Dan Richard si

Hati Singa mencintai Yerusalem."66 Seraya menghiasi refleksinya

sendiri mengenai tragedi saar ini dengan kutipan-kutipan langsung

dari catatan sejarah Usimah dan tulisan sejarah Ibn Katsir (w.

1373), Darwish menulis dengan tidak memberi penjelasan men-

detail sambil menyampaikan pesan tertenru. Hanya dengan men-

jajarkan kutipan-kutipan dari Abad Pertengahan dengan suara

zamannya sendiri, itu sudah bermakna cukup penring dan ber-

pengaruh. Seluruh karya ini dijejali dengan memori rentang Perang

Salib. Istilah "kaum Frank" bisa dilihat sebagai perluasan metafora

bagi pendudukan wilayah-wilayah Arab oleh bangsa-bangsa asing.

'W'arisan sejarah Islam terus menyediakan lambang-lambang yang

sangat kuat bagi situasi kontemporer.

KATA PENUTUP

Buku ini dengan hati-hati telah menghadirkan pandangan rentang

Perang Salib dari satu pihak, pandangan yang hanya berasal dari

kaum muslim. Yang jelas, pandangan seperti itu sama bias dan

sama tidak lengkapnya dengan pendekatan yang mempelajari

Perang Salib hanya dari sudut pandang Eropa. Namun, harus

dikatakan bahwa tulisan-tulisan sejarah Perang Salib dan ke-

susastraan sekunder sepanjang abad terakhir yang pengaruhnya

sangat kuat cenderung memakai  pendekatan terakhir, dengan

rujukan sekadarnya pada sumber-sumber muslim. tmpaknya,

sudah wakrunya untuk membuat sedikit perimbangan. Ttrgas para

sejarawan Perang Salib modern, tentu saja, yaitu  menyeimbangkan

buki-bulai dari semua pihak-kaum Eropa barat, Bizantium, Yahudi,

IGisten Timur dan Islam-sehingga bisa diperoleh pandangan yang

lebih menyeluruh tentang Perang Salib, yaitu saat kaum muslim

dan kaum Kristen Eropa terlibat konflik dan juga hidup ber-

dampingan pada abad kedua belas dan ketiga belas, yang meski

berlangsung singkat namun bermakna penting. Mungkin bila

dilihat dari sisi kronologis yang seben arlya, periode itu berlang-

sung singkat. Namun, dampaknya, sebaliknya, terus berlangsung

dan telah menimbulkan beberapa  kesalahpahaman dan permusuhan

yang terus berlangsung anrara Timur dan Barat. Pelajaran-pelajaran

yang berasal dari analisis mengenai Perang Salib dari perspektif

Islam akan membanm untuk memberikan pemahaman yang lebih

baik antara Barat dan wilayah-wilayah yang masih menjadikan

Islam sebagai suatu seruan politik dan ideologi agama yang

dominan. Pada 1999, pada peringatan 900 tahun direbutnya

Yerusalem oleh Tentara Salib dan mendekatnya milenium lGisten

baru, upaya-upaya menuju perdamaian abadi, yang dipusatkan di

Kota Suci, harus dilanjutkan. Sebagaimana dituliskan dengan

sangat tegas oleh \falid Khalidi: "solusi yang mungkin bagi

Yerusalem yaitu  harus lebih dulu melakukan sesuatu seperti apa

yang dilakukan oleh orang-orang yang menyeru untuk kembali

ke tanah air yang kini dikuasai orang lain--dari Perang Salib

dan penguasa Perang Salib, dari jihad dan perang dalam me-

negakkan jihad."et

Meski ada banyak interpretasi tentang fenomena Perang Salib,

yang mencerminkan sikap Kristen Abad Pertengahan maupun

Barat modern, buku ini berusaha menunjukkan bagaimana pan-

dangan haum muslim mengenai Perang Salib. Keliharannya ddak

bisa dibantah lagi bahwa Perang Salib membawa sedikit manfaat

bagi dunia Islam. Sebaliknya, di lingkungan religius dan semua

yang berkaitan dengannya, Perang Salib menimbulkan kemarahan

besar kaum muslim dan menimbulkan luka psikologis yang sangat

dalam dan kronis. Menurut pandangan saya, pandangan Barat

modern tentang Perang Salib sangat sedikit mempertimbangkan

hal ini. Orang-orangyeng saat ini mendukung untuk memandang

Islam sebagai "setan" di media-media Barat dengan demikian akan

benar-benar mengingat sejarah luka psikologis dan penghinaan

agama ini. Banyak kaum muslim saat ini yang masih mengingat

dengan perasaan pilu-meskipun telah berjalan berabad-abad

kemudian-apa yang telah terjadi atas nama Salib. Sebagaimana

yang sangat sering terjadi di dunia Islam, peristiwa-peristiwa yang

jauh di masa silam memiliki relevansi yang sangat erat dengan

saat ini. 











Thbel Kronologi Peristiwa Penting sampai

Penaklukan Acre pada 590 H.ll29l M.

1092 \Wafatnya Maliksyah, Nizhim al-Mulk

1094 'Wafatnya Kha[Ah Fatimiyah al-Mustanshir dan Khaliah Abbasiyah

al-Muqtadhi.

1095 (Maret) Konsili Piacenza.

1096 (27 November) Pengumuman Perang Salib Pertama oleh Paus

Urbanus II di Konsili Clermont.

1096-1102 Perang Salib Pertama.

1096-1097 Para Tentara Salib tiba di Konstantinopel.

1097 (1 Juli) Pertempuran Dorylaeum.

(21 Oktober-3 Juni 1098) Pengepungan Antiokhia.

1098 (10 Maret) Baldwin dari Boulogne merebut Edessa.

(28 Juni) Pertempuran Antiokhia.

1099 (15 Juli) Yerusalem jatuh ke tangan Tentara Salib.

(22 Juli) Godfrey dari Bouillon terpilih sebagai raja pertama kaum

Frank di Yerusalem.

1101 (Agustus-September) Gelombang akhir para Tentara Salib Pertama

ditaklukkan oleh bangsa Tirrki di Asia Kecil.

1109 (12 Juli) Tlipoli direbut oleh pasukan kaum Frank.

1119 (27 Jwl) Pertempuran Ladang Darah.

1124 (7 luli) Tirus direbut pasukan kaum Frank.

ll29 

(November) Tentara Salib menyerang Damaskus.

ll44 (24 Desember) Zengi merebut Edessa.

1146 Zengi'Wafat.

1147-1149 Perang Salib Kedua.

1148 (24-28 Juli) Pasukan kaum Frank mundur dari pengepungan

Damaskus.

ll54 (25 April) N0ruddin menduduki Damaskus.

1163-1169 Raja Almaric dari Yerusalem melakukan ekspedisi ke Mesir.

1169 (23 Maret) Saladin, atas nama N0ruddin, berkuasa di Mesir.

ll72 (10 September) Saladin menghancurkan Khalifah Fatimiyah dan

mengembalikan Mesir kepada Islam Sunni.

ll74 

(15 Mei) N0ruddin wafat.

(28 Oktober) Saladin merebut Damaskus.

1183 (11 Juni) Saladin merebut Aleppo.

1186 (3 Mare$ Saladin merebur Mosul.

1187 (4 Juli) Perrempuran Hattin.

(2 Oktober) Saladin merebur kembali yerusalem.

(29 oktober) Paus Gregorius vlII mengumandangkan perang salib

Ketiga.

1189-1192 Perang Salib Ketiga

1190 (10 Juni) Kaisar Frederick I di Cilicia tenggelam.

i19l 

(12 Juli) Richard dari Inggris dan Philip II dari Prancis menerima

penyerahan Acre.

(7 Sept.) Pemempuran fus0f.

1192 (2 Sept.) Perjanjian Jaffa.

1193 Saladin wafat.

1198 (Agustus) Paus Innocentius III memaklumatkan perang Salib

Keempat.

1202-1204 Perang Salib Keempat.

1204 (12-15 April) Konstantinopel dijarah oleh kaum Frank.

1213 (April) Paus Innocentius III memaklumatkan Perang Salib Kelima.

1217-1229 Perang Salib Kelima.

1218 (27 Mei-5 November l2l9) Penyerangan Damietta.

l22l (30 Agustus) Kaum Frank di Mesir dikalahkan di al-Manshurah.

1228-1229 Perang Salib Kaisar Frederick II dari Sisilia (bagian terakhir Perang

Salib Kelima).

1229 (18 Februari) Yerusalem dikembalikan kepada kaum Frank lewat

perjanjian dengan Ayyubiyah.

1244 (11 Juli-23 Agustus) Kaum Khawi.razmi merebut yerusalem.

(17 Oktober) Pertempuran La Forbie.

1250 (8 Februari) Kaum Frank di Mesir dikalahkan di al-Manshurah.

1250-1254 St. Louis di Thnah Suci.

1258 (19 Februari) Mongol menyerbu Baghdad dan menghancurkan

khalifah Abbasiyah.

1260 (3 September) Pertempuran Ayn Jilcrt-Mamluk mengalahkan pasukan

Mongol yang telah kepayahan.

(23 Oktober) Baybars menjadi sultan Mesir.

1268 (18 Mei) Baybars merebut Jaffa, Belfort, dan Antiokhia.

1270 St. Louis wafat.l27I 

1277 Baybars wafat.

1289 

l29l 

Baybars merebut BGak des Chevaliers dan Montfort.

(26 April) QaliwCrn merebut Thipoli.

(18 Mei) Mamluk di bawah al-fuyraf Khalil merebut Acre.

fluli) Sidon dan Beirut jatuh ke rangan Mamluk.





Thbel Dinasti

Saljuh Agung 431-590 H./104A-1194 M. (Irak dan Persia)

431 H.lr040 M. TLghril

455 H.lr063 M. 

465 H.ll072 M. 

485 H.ll092 M. 

487 H.ll094 M. 

Barlcyiruq

498 H.lllO5 M. Muhammad

5ll-522 H./1118-1157M. Sanjar (penguasa di wilayah timur Persia)

sesudah  511 H./1118 M. Sultan tertinggi keluarga Saljuk

Saljuk (harya) di lrah dan hawasan barat Persia

511 H./1118 M. Mahm0d

525 H.ll131 M. 

526 H.lrt32 M. 

529 H.lll34 M. 

547 H.lrt5z M. 

548 H.ll153 M. 

555 H.ll160 M. 

556 H.ll161 M. 

Dinasti Fatimiyah (Mesir dan Suriah)

N:Aziz

365 H.t975 M.

386 H.t996 M.

411 H./1021 M.

427 H.tr036 M.

487 H.tr094 M.

495 H.lt101 M.

525 H.lr131 M.

544 H.ltt49 M.

549 H.l1154 M.

555-567 H.lrt60-r171

Dinasti Saljuk

Al-!!ikim

N-Zahir

Al-Mustanshir

Al-Musta'li

Al-Amir

Al-IIifizh

N-Zafir

Al-Fi',iz

M. At-hdid

Alp tuslin

Maliksyah

Mahm0d

DawM

Tirghril II

Mas'td

Malik-Syah III

Muhammad II

SulaymAn Syah

ArslAn

571-590 H.llr76-rr94 M. Tirghril III

Saljuh di Suiah

471 H.lL078 M. Tirtusy

488-507 H./1095-1113 M. Ridhwin (di Aleppo)

488497 H./1095-1104 M. Duqaq (di Damaskus)

Dinasti Zengi $azirah dan Suriah)

521 H.lll27 M. 

Zengi

541 H.lll46 M. N0ruddin

(beberapa penerus dari dinasti ini bertahan hingga pertengahan abad ketiga

belas)

Dinasti Aynrbiyah (Mesir, Suriah, Diyirbakr, Yaman)

Ayubiyah di Mesir

564 H.ll169 M. 

al-Malik al-Nishir I Shalahuddin (Saladin)

589 H.lll93 M. 

al-Malik al-'Aziz'Imiduddin

595 H.ll198 M. 

al-Malik al-Mansh0r Nashiruddin

596 H./1200 M. 

al-Malik al-'Adil I Sayfuddin

615 H./1218 M. 

al-Malik al-Kamil I Nashiruddin

635 H.tl238 M. 

al-Malik al-'Adil II Sayfuddtn

637 H.lr24O M. 

al-Malik al-Shalih Najmuddin Ayy0b

647 H.ll249 M. al-Malik al-Mu'azhzham Tirran-Syah

648-650 H.ll25O-1252 M. al-Malik al-Asyraf II Muzhaffar al-Din

Ayyubiyah di Damashus

582 H.ll186 M. 

al-Malik al-Afdhal N0ruddin 'Ali

592 H.t1196 M. 

al-Malik al-'Adil I Sayfuddin

615 H./1218 M. 

al-Malik al-Mu'azhzham Syarafuddin

624 H.ll227 M. 

al-Malik al-Nishir Shalihuddin Da'ud

626 H.tl229 M. 

al-Malik al-tuyraf I Muzhaffar al-Din

634 H.ll237 M. 

al-Malik al-Shilih 'Imiduddin (masa

pemerintahan pertama)

al-Malik al-Kimil I Nashiruddin

al-Malik al-Shilih Najmuddin Ayyirb (masa

pemerintahan pertama)

al-Mali

k al-Shilih 'Imiduddin (masa
pemerintahan kedua)
635 H.tl238 M. 
536 H.lt239 M. 
637 H.t1239 M. 

al-Malik al-Shilih Najmuddin Ap,irb (masa
pemerintahan kedua)
647 H.ll249 M. al-Malik al-Mu'azhzham Tirran-Syah (dengan
Mesir)
648-658 H.ll250-1260 M. al-Malik al-NAshir II Shalihuddin
Dinasti Mamlub, 648-922 H./125A-1517 M. (Mesir dan Suriah)-hingga
jatuhnya Acre
648 H.ll250 M. Syajarat al-Durr
648 H.ll250 M. 
655 H.ll257 M. al-ManshCrr NCrruddin 'Ali
657 H.ll259 M. 
al-Muzhaffar Sayfuddin Qutuz
658 H.ll260 M. 
al-Zhil.ir Ruknuddin Baybars I al-Bunduqdari
676 H.ll277 M. 
al-Sdid Nishiruddin Baraka Khan
678 H.ll279 M. 
al-'Adil Badruddin Salamisy
678 H.ll279 M. 
al-ManshCrr Sayfuddin QalXwCrn al-Alft
689 H.ll290 M. 
593 H.l1294 M. 
al-Nishir Nishiruddin Muhammad (masa
pemerintahan pertama)
Catatan: Thbel ini telah disederhanakan, tidak termasuk para penguasa yang memerintah
dalam waktu yang singkat dalam periode yang dicakup oleh buku ini. Untuk yang lebih
detail, bandingkan, C.E. Bosworrh, The New Iskmic Dynasties, Edinburgh, 1996.u
al-Miizz'Izzuddin Aybak
al-Asyraf Shalihuddin Khalil


Singkatan yang Digunakan dalam Teks
Abfr Syimah = Abt SyAmah, Kittb al-Rawdhatayn, editor: M.H.M. Ahmad,
Kairo, 1954.
Abfi Syimah, RHC = Abt Syimah, Kitilb al-Rawdhatayn, RHC,IY.
Al-Anshiri, penerjemah: Scanlon = Al-Anshiri, Tafrij al-Kurub f Tadbir al-
Harrtb, terjemahan G.T Scanlon yang diberi judul ,4 Muslim Marual of 'Var,
Kairo, 1961.
Al-'Azhimi = Al-'Azhimi, 'La chronique abr€gde d'al-'Azimi', editor: C.
Cahen, lA, 230 (1939), 353448.
Al-Harawi, editor: Sourdel-Thomine = Al-flarawi , al-Thdzhirah al-Harawiyah
fi'l-Hiyal al-Harbfiyab, penerjemah: J. Sourdel-Thomine, BEO, 17 (lg62), lO5-
268.
Al-Harawi, penerjemah: Sourdel-Thomine, Gaide = Al-IIarawi, Kitib al-
Ziylrfu, penerjemah: J. Sourdel-Thomine, dengan judul Guide des lieux de
pelerinage, Damaskus, 1957.
Al-Maqrizi, htiaz = Al-Maqrizi, Ixilz al-Hunaf?', II, editor: M. H. M.
Ahmad, Kairo, 1971.
Al-Maqrizt, penerjemah: Broadhurst = Al-Maqrizi, Kithb al-Suluh,
penerjemah: R J. C. Broadhurst, dengan judul History of Ayyubids and Mamluhs,
Boston, 1980.
Al-Nuwayri = Al-Nuwayri, Nihdyat alArab f Fun,irn al-Adab, )O(\ II, editor:
S. A. al-Nuri, Kairo, 1992.
Al-'[Jmari, Lundquist = Al-'lJmari, Masllih al-Abshilr, terjemahan terpisah
E. R Lundquist, dengan judul Sakdin and Richard. the Lionhearted, Lund,
1996.
Al-Yfrnini = Al-Y0nini, Dzaltl Mir'at al-Zamln, 4 jilid, Hyderabad, 1954-
196r.
Atabegs = Ibn al-Atsir, al-Ttrthh al-Bahir fi'l-Dawkt al-Atabaqiyyah, editor:
A. A. Tirlaymat, Kairo, 1963.
BEO = Bulletin drs Etuda Orientalis.
BIFAO = Bulletin de I'Institut Frangais dArchiologie Orientale du Caire.
BSOAS = Bulletin of the School of Oriental and Afican Studies.Bughyah = Ibn al-hdim, Buglryat al-Thahb, edisi terpisah A. Sevim, Ankara,
Bughyah, ZaWA, = Ibn al-Adim, Bughyat al-Thalab, editor: S. Zakkir,
Damaskus, 1988.
Elt = Encyclo?aedia of Islam, edisi pertama.
EI2 = Enrrloraedia of Islam, edisi kedua.
Gabrieli = F. Gabrieli, Arab Historians of the Crusades, London, 1969.
Ibn hbd al-zhahir, Rawd = Ibn Abd al-Zhihir, al-Rawd al-Zhahir, editor:
A. A. al-Khuwayrir, Riyadh, 1976.
Ibn Abd al-Zhihir, Toyif = Ibn Abd al-Zhahir, Thsyrtf al-Ayfim wa'l-
'Uhfrt editor: M. Kamil dan M. A. al-Najjar, Kairo, 1961.
Ibn al-Adim, Zubdah = Ibn al-Adlm, Zubdat al-Hahb min Tlrihh Halab,
editor: S. Zakkir, Damaskus, 1997.
Ibn al-Adim, Zubdah, Dahan = Ibn al-Adlm, Zubdat al-Hahb, editor: S.
Dahan, Damaskus, 1954.
Ibn al-Adim, Zubdah, RHC, III = Ibn al-Adim, Zubdat al-Hakb min
Ttrihh Halab, RHC,III.
Ibn al-Atsir, Atabegs, RHC = Ibn al-Atsir, al-Ttrihh al-Bahir fi'l-Dawkt al-
Atabaqlryah, RHC, Iil.
Ibn al-Atsir, IQmil = Ibn al-Atsir, al-I(lmil fi'l-TAihh, editor: C. J. Tornberg,
Leiden dan Uppsala, 1851-1876.
Ibn al-Atsir, RHC, Klrnil = lbn al-Atsir, Ktmil dalam Recueil des historiens
dts Croisades,l.
Ibn al-Diwadiri = Ibn al-Diwaddri, Kanz al-Durar, M, editor: S. al-
Munajjid, Cairo, 1961.
Ibn al-Furit, Lyons = Ibn al-Fur1t, Tnrihh al-Duwal wa'l-Muluh, editor dan
penerjemah: M. C. Lyons dengan judul Ayyubids. Mamluhes and Crusad.ers,
Cambridge, 1971.
Ibn al-Furit, Shayyal = Ibn al-Furit, Ttrihh al-Duwal uta'l-Muluh, edisi
terpisah M. F. El-Shayyal, tesis Ph.D. yang tak diterbitkan, Universiry of
Edinburgh, 1985.
Ibn al-Jawzt = Ibn al-Jaurzi, al-Muntazham fi Tnrihh al-Muluh wa'l-(Jmam,
X, Hyderabad, 1940.
Ibn al-Qalinisi, Gibb = Ibn al-Qalinist, Dayl Tdrihh Dimisyq, penerjemah:
H. A. R. Gibb, dengan judul the Damascus Chronicle of the Crusades, London,
1932.
1976.Ibn al-Qalinisi, Le Tourneau = Ibn al-Qalanisi, Dayl Tdrikh Dimisyq,
penerjemah: R Le Tourneau, dengan judul Damas det075 A 1154, Damaskus,
1952.
Ibn Jubayr, Broadhurst = Ibn Jubayr, The Tiauels of lbn Jubayr, penerjemah:
R.J. C. Broadhurst, London, 1952.
Ibn Khallikan, de Slane = Ibn Khallikin, wafayht al-A'yan, 4 jilid,
penerjemah: \( M. de slane, dengan ju&i lbn Khallihinls Biographical Dictionary,
Paris, 1843-1871.
Ibn Muyassar = Ibn Muyassar, Ahhbar Mishr, editor: H. Massae, Kairo,
r9r9.
Ibn Syaddid, RHC = Ibn Syaddid, al-Nawhdir al-Sulthilniyyah, RHC, l\.
Ibn SyaddAd, Eddd = Ibn Syaddid, 'lzz al-Din, al-A'laq al-Khatirah,
penerjemah: A.-M. Eddd, dengan judul Description de la Syrie du Nord,
Damaskus, 1984.
Ibn SyaddAd, Nauldir = Ibn Syaddid, al-Nawhdir al-Suhhtniyyah, editor:
J. El-Shayyal, Kairo, 1964.
Ibn Thghribirdi, Nuj,irm = Ibn Taghribirdi, Nujilm al-Zhahtrah, Kairo, 1939.
Ibn \(ishil = Ibn 'S7'ishil, Mufanij al-Kurub, editor: J. al-Shayyal, Kairo,
1953-1957.
lbn ZhA,fir = Ibn Zhdfir, Ahhbar al-Duwal al-Munqathi'ah, editor A. Ferre,
Kairo, 7972.
IJMES = Internatonal Journal of Middle Eastern Studies.
'ImXduddin, Kharidah = 'Imiduddin, Kharidat al-Qasha Kairo, 1951;
Baghdad, 1955; Tirnis, 1966.
'Imiduddin, Sana = 'ImAduddin al-Ishfahini, Sana al-Barq al-Shami, editor:
F. al-Nabarawi, Kairo, 1979.
IOS = Israel Oriental Studies.
IQ = Islamic Quarterly.
JA = Journal fuiatique.
JAOS = Journal of the American Oriental Sociery.
JESHO = Journal of the Economic and Social History of the Orient.
JRAS = Journal of the Royal Asiatic Sociery.
JSS = Journal of Semitic Studies.
Kohler = M. A. Kcihler, Allianzen und Wrtriige ntischen fankischen und
iskmischen Herrschern im Vorderen Orient, Berlin dan New York, 1991.
Lewis, Islam = B. Lewis, Iskm fom the Prophet Muhammad to the Capture
of Constantinople, New York, 1974.Mimoires = C. Cahen, 'Les Memoires de Sad al-Din Ibn Hamawiya
Djuwayni', dalam Les peuples musulmans dans I'histoire medieua/e, Damaskus,
1977,457482.
M\f = Muslim'Word.
Nishir-i Khusraw, Schefer = NAshir-i Khusraw, Safarnama, penerjemah: C.
Schefer, Paris, 1881.
REI = Revue des Etudes Islamiques.
RHC = Recueil des Historiens des Croisades: Historiens Orientaux, I-V Paris,
1872-1906.
Runciman = S. Runciman, A History of the Cnaadzg Cambridge, 7951-1954.
Sibth = Sibth ibn al-Javn), Mir'at al-Zamhn, Hyderabad, 1951.
Sibth, Jewett = Sibth ibn al-Jawzi, Mir'at al-Zamhn, edisi faksimili oleh J.
R. Jewett, Chicago, 1907.
Sivan, L'Islam = E. Sivan, L'Islam et la Croisade, Paris, 1968.
Sivan, 'Modern fuab historiography' = E. Sivan, 'The Crusaders described
by modern Arab historiography', Asian and Afican Studies, 8 (1972), 104-149.
Usimah, Hitti = Usimah ibn Munqidz, Kitilb al-I'tibfir penerjemah: P. K.
Hitti, dengan judul Memoirs of an Arab- Syrian Gentlemen, Beirut, 1964.
\XTZKM ='S?'iener Zeitscluift ftir die Kunde des Morgenlandes.
Quatremere = Al-Maqrizi, Kitlb al-Suluh, penerjemah: E. Quatremere,
RCEA = Rd?ertoire Chronologique d'Epigraphie Arabe, Kairo, l93l dan
dengan judul Histoire dts Suhans Mamlouhs de I'Egtpte, Paris, 1837-1845.
seterusnya.