Kamis, 16 Juli 2026

Perang salib 18


 an sampah Fusrar, yang dulunya ibukota Mesir sebelum

Kairo dibangun,r2o dan kemungkinan berasal dari kurun waktu

antara 1150 dan 1180 (foto warna 13). Lukisan warna ini

menunjukkan pada kita ilustrasi langsung renrang senjata-senjata

yang digunakan pada abad kedua belas (gambar 8.16). Secara

khusus, lukisan itu memperlihatkan perisai berbentuk layangJayang

yang telah dikenal di Mesir, setidaknya sejak didirikannya Blb

al-Nashr (Gerbang Kemenangan) di Kairo, dan gerbang itu di-

gambarkan dalam bentuk monumen. Lukisan itu juga meng-

gambarkan sebuah perisai bulat.

Sulit untuk menemukan peristiwa historis yang sebenarnya

yang diperingati dalam lukisan ini-bila itu memang ada. Seperti

yang telah disebutkan, kaum Frank berperang melawan Fatimiyah

di banyak tempat pada abad kedua belas, dan termasuk juga

pertempuran yang dilancarkan al-Afdhal di masa-masa awal ke-

datangan kaum Frank dan keterlibatan kaum Frank dalam masalah

Mesir sepanjang 1160-an. sebab  itu, lukisan ini kemungkinan

658 \ _______________

i

menggambarkan pertempuran militer sesungguhnya antara Fatimiyah

dan kaum Frank, bahkan termasuk pertempuran yang melibatkan

pasukan Suriah yang dikirimkan oleh Ntruddin. Thhun penting

yang harus diingat di sini yaitu  1168, yaitu saat  wazir Fatimiyah

ini  menghancurkan Fustat. Lukisan ini kemungkinan berasal

sebelum tahun ini , sebab  lukisan itu ditemukan di antara

reruntuhan di sana.

Lukisan ini  menggambarkan beberapa pertempuran militer

yang tengah berlangsung tepat di bawah dinding-dinding kota

atau tempat yang dibentengi. Tirj"h prajurit yang ada, dalam

lukisan semuanya membawa perisai dan paling tidak empat di

antaranya mengenakan baju besi. Tirtup kepala prajurit digambar-

kan dengan teliti: satu mengenakan helm Norman berbentuk

kerucut dengan bentuk hidung pendek, sementara prajurit lainnya

tampak seperti mengenakan surban di kepala mereka. Sedang

dua prajurit berkuda mengenakan baju besi panjang. Salah seorang

pasukan infantri mengenakan pantalon longgar sebatas selutut.

Baptistbre St. Louis

Baptistbre St. Louis diakui sebagai karya besar dalam hal keahlian

logam Islam. Karya ini menjadi bahan penelitian mengagumkan

oleh Storm Rice yang disertai dengan beberapa  gambar-gambar

dan foto-foto cantik (bandingkan gambar 8.17-8.18, 6.44, I.7,

9.24, 1.20, l.g, 9.2, 3.15, 1.8, 8.14, 3.16, 6.72, l.16 dan foto

warna 9).t2t Baskom perunggu ini, yang kini disimpan di Louvre,

dibubuhi tanda tangan seniman muslim, Muhammad lbn el-Zayn,

dan berbagai pendapat ilmiah bersepakat menyatakan bahwa karya

Gambar 8.20

suosono Pertempuron,

boskom kuningan hios yong

diken ol seb ogoi'Boptistdre

de St. [ouis', sekitor tohun

1300 otou lebih owol,

Suriah.

Jalannya Peperangrn I 659

Gambar 8.21

Suosono pertempuran,

boskom kuningon hias yong

dikenal sebogoi'Eoptistdre

de St. Louis', sektor tahun

1300 otau lebih owo!,

Surioh.

itu berasal dari periode r29o-r3r0, meskipun juga dinyatakan

kemungkinan bahwa karya ini berasal dari tahun-,"h,rn yang lain.

Seluruh permukaan baskom iru ditutupi dengan desain_desain

ukiran berlapis perak dan emas, dan sebab  sebagian besar desain-

desain itu berisi suasana figural, desain-desain itu menjadi dokumen

sejarah visual yang mengagumkan. LukisanJukisan itu meng-

gambarkan pengadilan Mamluk, pertempuran-pertempuran dan

ekspedisi-ekspedisi perburuan. Gambar-gambar tentang pakaian

yang dikenakan juga sangat menarik. Seorang amir bersenjata

lengkap,r22 membawa sebilah pedang, tombak, dan busur. Dua

lainnya bersenjatakan kapak.r23

Suasana pertempuran yang digambarkan pada BaptistEre sangat

menarik (gambar 8.21). Pada satu kejadian, rokoh yang di tengah

mengenakan pelindung belat yang dikenakan pada baju kulit.r2a

Dia digambarkan baru saja menembakkan anak panah dari busur-

nIa, dan anak panah itu bersarang di leher musuhnya.r25 Adegan

pertempuran kedua (gambar 8.20) menggambarkan tiga penung_

gang kuda yang dilengkapi dengan tombak, busur dan pedang.r26

Potongan-potongan tubuh para serdadu musuh berserakan di kaki

kuda-kuda mereka. Seniman rersebut dengan sangar kuar meng-

gambarkan bahaya dan keganasan medan rempur tersebur. Baskom,

yang diperkirakan menjadi bagian dari jamuan makan bangsawan

tinggi Mamluk, menghidupkan instruksi-instruksi manual militer

yang kering dan kurang menarik.r2z Baskom itu memperkuat

informasi mereka dan banyak menambahkan keteran gan yang

hidup tentang baskom itu sendiri. Di sini, kita juga punya bukti-

bukti langsung tenrang obsesi Mamluk dengan penambahan simbol


(tanda jabatan) pada berbagai objek yang digunakan untuk pe-

layanan terhadap amir, seperti pakaian dan senjata. Baskom itu

menggambarkan berbagai jenis senjata-kapak, tombak, belati-

dengan lengkap. Baskom itu juga menjadi sumber yang sangat

bagus tentang kostum militer di zaman itu, dari tutup kepala

hingga sepatu boot, dan keterangan tentang pelana kuda dan

perlengkapan prajurit.

Manghuh Saljuh

Sebuah mangkuk Saljuk mini'i berwarna yang berasal dari awal

abad ketiga belas yang kini tersimpan di Freer Gallery di'Washington

merupakan bukti unik tentang jalannya perang pada periode

Perang Salib (foto warna l2).t" Meskipun mangkuk itu berasal

dari Iran dan bukan dari wilayah yang diserang kaum Frank,

mangkuk itu sangat berhubungan dengan Perang Salib sebab 

menggambarkan prajurit-prajurit Tirrki tengah menyerang sebuah

benteng. Seperti telah disebutkan, bahwa di dalam pasukan Zengi,

N0ruddin, Saladin, dan panglima-panglima berikutnya dipenuhi

oleh pasukan Marnluk Tirki dan para prajurit kaum Turki nomaden.

Kemungkinan tidak ada perbedaan yang besar dalam praktik

militer antara bangsa Tirrki yang berada di Iran dan yang berada

di Suriah. sebab  itu, mangkuk itu jelas sangat berkaitan dengan

lingkungan militer ini . Meskipun beberapa panglima yang

digambarkan di sini namanya tercantum di dalam mangkuk

ini -sebagian besar memakai  nama-nama Tirrki-pe-

ristiwa sebenarnya yang diabadikan di dalam mangkuk itu tidak

ada  di dalam bentuk tulisan. Gambar itu kemungkinan

menceritakan para prajurit Turki yang tengah menyerang sebuah

Benteng Hasyasyin di wilayah barat Iran. Para penyerang tengah

beraksi. Pertempuran itu belum dimenangkan. Gambar itu bukan

pengepungan yang lambat dan berhati-hati, namun sebuah se-

rangan kavaleri yang ganas terhadap benteng ini . Barangkali

gambar itu menceritakan puncak pertempuran ini , bila tokoh

yang jatuh dari menara benteng itu yaitu  pemimpin pasukan

yang mempertahankan benteng ini .

Penyerang-penyerang berkuda maju menyerang benteng itu

dalam barisan sejajar. Para pemimpin mereka mengenakan pakaian

warna ungu keabu-abuan, sementara pasukan yang berada di

belakangnya mengenakan pakaian warna hijau. Barangkali ini

menunjukkan bahwa hanya para pemimpin yang memakai 

baju baja, yang, seperti telah disebutkan, sangar mahal. yang

pasti, tokoh penyerang di pusat pertempuran iru, yang dikenali

berdasarkan tulisan di atas kepalanya sebagai Khudavand Muzaffar

al-Dawlah wal-Din, seperrinya memakai jaket baja dari jenis lain.

Tidak satu pun dari mereka memakai helm atau pelindung kepala

lainnya. Harus dikatakan bahwa keuntungan militer dari serangan

kavaleri yang cepat terhadap benteng dengan pertahanan yang

sangat kuat sama sekali tidak jelas, namun tidak ada alasan untuk

meragukan bila pelukis ini  telah menunjukkan suatu jenis

serangan yang dilakukan prajurit-prajurit kuda seperti itu terhadap

musuh di medan tempur.

Pasukan yang bertahan di dalam benreng, yang bagian bawah-

nya dilapisi ubin berhias, menembakkan anak-anak panah melalui

lubangJubang di benteng ini . Mereka juga memakai 

sebuah katapul yang diletakkan di tempat paling tinggi di benteng

ini  dan menembakkan batu-batu ke arah para penyerang.

Sementara di bagian paling depan, beberapa pasukan yang mem-

pertahankan benteng keluar dari benreng dengan berjalan kaki,

sambil membawa pedang mereka, tombak arau panah untuk

menyerang balik. Thpi upaya pasukan ini kelihatannya mengalami

kegagalan, mengingat banyak mayat yang bergelimpangan, dengan

baju dan baju baja yang telah terlepas, di tanah. Beberapa aspek

penggambaran benteng ini  tetap agak membingungkan-

barangkali baju-baju baja kosong dan senjata-senjata yang ber-

serakan di sepanjang benteng itu dimaksudkan unruk membuat

para penyerang mengira pasukan yang bertahan di dalam benteng

itu lebih banyak dibandingkan dengan yang sebenarnya ada, atau

barangkali bagian ini menggambarkan sebuah gudang senjata.


sekalipun mangkuk itu menggabungkan banyak unsur simbolis

dan gaya, mangkuk itu menunjukkan suasana perrempuran yang

sebenarnya dan berusaha menggambarkan panasnya pertempuran,

kerusuhan berdarah, suasana panik, perasaan bingung dan teror.

Prajurit-prajurit penyerang ditampilkan hingga ke sisi mangkuk

dan menunjukkan masih banyaknya ancarnan tak terlihat yang

masih akan muncul.

ASPEK.ASPEK I.AINNYA DAI,{M PEPEMNGAN

Serangan dan Penyergapan

Pertempuran antara kaum muslim dan kaum Frank kebanyakan

terjadi tidak atas perencanaan tertentu dan biasa saja, bukannya

pertempuran reratur dan begitu hebat, dengan pertumpahan darah

dan korban yang berjatuhan. Sebuah serangan memiliki tujuan-

tujuan terbatas, seperti untuk merebut karavan dan isinya, atau

membantu merebut benteng. Serangan semacam itu merupakan

bagian dari serangan yang lebih besar. Kadang-kadang sebuah

serangan dilancarkan sebagai rindakan pembalasan dan untuk

menunjukkan kekuatan. Di dalam buku Marshall digambarkan

secara lengkap pentingnya serangan-serangan dalam pertempuran

militer antara Tentara salib dan kaum muslim.r2e rerkadang sulit

dibedakan di dalam sumber-sumber Islam anrara pertempuran

besar-besaran dan pertempuran berskala kecil, sekalipun kebanyak-

an pertempuran mungkin termasuk dalam kategori yang kedua.

Contoh penempuran skala kecil yaitu  seperti yang disebut

"pertempuran" al-Quhwana (al-Uqhuwana) di wilayah pantai

Danau Tiberias pada Muharam 507 H.{uni 1l13 M. Kelompok

pengembara Tirrki dari gabungan pasukan Mawd0d dari Mosul

dan Tirghtegin dari Damaskus yang bergerak maju berkemah di

al-Quhwana hanya untuk menemukan kaum Frank yang dipimpin

Baldwin dan Roger dari Antiokhia telah menancapkan tenda-

tenda mereka di sana:

pertempuran pecah di antara mereka ranpa persiapan untuk ber-

tempur, memasang kemah-kemah, menetap di kamp-kamp, atau

serangan-serangan awal. Kedua pihak terlibat dalam pertempuran

664 \ _______________

jarak dekat, dan Allah yang Mahakaya, terpujilah Dia, memberikan

kemenangan kepada kaum muslim, sesudah  tiga serangan.r30

Contoh khusus pertempuran kecil yaitu  serangan Saladin

terhadap kontingen kaum Frank di dekat Ramla pada 1192.

Untuk penyerangan ini, Saladin memakai  pasukan-pasukan

Badui Arabr3r yang bertempur dengan memakai  tombak dari

bambu. Mereka dipilih sebab  kecepatan dan ketangkasan mereka.

Banyak kavaleri kaum Frank dijatuhkan oleh prajurit Badui dalam

serangan itu. Kemudian, beberapa pasukan Tirrki bergabung dan

melemparkan lembing ke arah ksatria-ksatria kaum Frank sehingga

membuat mereka mengalami luka-luka serius. Hasil yang paling

menguntungkan dari pertempuran ini, bisa dipastikan, yaitu 

direbutnya kuda-kuda musuh.

Serangan-serangan memiliki banyak keuntungan lainnya, yaitu

bisa melemahkan musuh dan meruntuhkan moral mereka.r32

Serangan-seranBan itu diarahkan ke desa-desa, gereja-gereja, masjid-

masjid, dan kerapkali menghancurkan lahan pertanian. Manual

al-Aqsari'i berisi sebuah bagian menarik tentang serangan-serangan

dan penyergapan-penyergapan mengejutkan. Thntum menyim-

pulkan bahwa di sini pengarang menceritakan hal sebenarnya y^ng

terjadi saat  itu. Nilai penyergapan-penyergapan itu dengan jelas

ditegaskan: "Penyergapan yaitu  penting bagi pasukan dan per-

tahanannya ... orang-orang menilai serangan lewat efektivitasnya.

Penyergapan-penyergapan itu merupakan suatu prinsip yang di-

tetapkan bagi pasukan sebagai sumber kekuatan yang sangat

besar.'133

Al-Aqsari'i menjelaskan, meski tidak dengan panjang lebar,

cara melakukan suatu penyergapan:

Kini lebih baik bila pihak penyerang dibagi menjadi dua kelompok

sebab  bila musuh melihat jumlah penyerang sedikit, mereka

mungkin akan segera menyerangnya. saat  pasukan muslim ber-

gerak mundur, kelompok kedua akan menghancurkan mereka.'34

Al-Aqsari'i menegaskan pentingnya memilih tempat yang baik

di dekat air untuk melakukan penyergapan, bila kaum muslim

harus menunggu untuk melakukan serangan dan agar tidak me-

nimbulkan suara saat bersembunyi.


Selama berlangsungnya Perang Salib, cara paling sederhana unruk

mengirimkan pesan-pesan militer yang penting yaitu  dengan

mengirimkan kurir dengan mengendarai kuda arau unra yang

cepat. namun  api juga digunakan unruk menyampaikan kabar dari

satu tempat tinggi ke tempat lain yang jaraknya sangat jauh.tr:

Bahkan para perenang ditugaskan unruk mengirimkan pesan-pesan

penting. Seorang perenang memberi kabar kepada Saladin rentang

situasi di Acre pada 586 H./1190-1191 M.'36 Layanan pos Mesir

(yang memiliki cabang intelijen) memakai  bagal dan unta

yang cepat.r37 Baybars mengatur kembali jaringan posnya, yang

kemudian meluas hingga ke pantai Suriah dan benteng-benteng

Taurus, dan mendirikan pos-pos khusus di rute-rute ini 


sebagai tempat bagi para kurir itu untuk mengganti kuda mereka

sekaligus untuk temPat beristirahat bagi mereka.r3s

Burung merpati juga digunakan untuk mengirimkan Pesan

(gambar 8.27). Dalam manual militernya, al-Anshiri mengatakan:

,.Telah jelas bahwa burung merpati rermasuk alat komunikasi


paling cepat, sebab  mereka bisa menjangkau jarak yang bila

dilakukan dengan jalan kaki akan membutuhkan waktu d* prrl.rh

hari, maka dengan merpati hanya butuh waktu kurang dari

sehari."r3e Menurut al-Anshiri, Mesir punya jaringan menara merpati

yang luas.ra, sedangkan mengenai Suriah, Ibn al-Atsir memberikan

laporan lengkap rentang cara N0ruddin membangun suatu sistem

pos merpati di dalam wilayah-wilayahnya di sana:

Pada 567 (1171-1172) al-Malik al-.Aail Nrjruddin memerin_

tahkan agar memakai  merpati kurir. Mereka yaitu  burung-

burung pengirim pesan yang kembali ke sangkar mereka dari

tempar-rempat yang jauh. Merpad-merpati itu menjangkau semua

wilayahnya.

Alasan memakai  merpati ini yaitu  sebab  wilayah-wilayah

N0ruddin sangar luas dan kerajaannya sangat besar sehingga men-

cakup perbatasan Nubia hingga gerbang Hamadan, dan gangguan

satu-sarunya hanyalah wilayah kaum Frank. Mereka [kaum Frank],

semoga 

, Allah mengutuk mereka, kadang-kadang menyerang be-

berapa wilayah perbatasan. Namun saat  kabar serangan itu sampai

pada N0ruddin, dan dia telah siap unruk menyerang, mereka telah

mencapai sebagian dari tujuan mereka. sebab  itu, N0ruddin

mengeluarkan perintah berkaitan dengan masalah ini dan mengirim-

kan kabar secara tertulis ke seluruh wilayahnya. Dia memberi

ransum untuk merpati-merpati ini  dan untuk para pemelihara-

nya, yang telah membuarnya merasa sangar puas. Dengan cara ini,

berita sampai kepadanya dalam waktu singkat. Di setiap perbatasan

dia telah menyiagakan orang-orangnya bersama dengan merpati-

merpati dari kota rerangga. Kedka mereka mendengar atau melihat

sesuatu, mereka segera menuliskannya, mengikatkannya ke merpati

ini , dan segera mengirimkannya ke kota asal burung itu. Di

sana pesan itu dipindahkan ke burung lain, yang datang dari kota

tetangganya yang rerus menuju ke Nfiruddin, dan begitu sererusnya

sampai laporan itu diterima N0ruddin. Dengan cara inilah per-

batasan-perbatasan dilindungi. saat  kaum Frank menyerang salah

satu wilayah perbatasan ini , berita tentang itu sampai pada

Nfiruddin di hari itu juga. Kemudian dia menyurati pasukan yang

terdekat dengan perbatasan itu, dan memerintahkan mereka ber-

kumpul dan bergerak cepat dan menyerang musuh dengan tiba-

tiba. Mereka melakukannya, dan menang, semenrara kaum Frank

terlena sebab  yakin N0ruddin jauh dari mereka. Semoga Allah

668 \ _______________

,,'ffi

memberikan rahmat kepada N0ruddin dan mencintainya. Sungguh

besar perhatiannya kepada rakyat dan kerajaannyalral

Pada saat penyerangan Aleksandria pada 570 H.lll74-1175

M. berita itu sampai ke perkemahan kaum muslim lewat merpati

("di sayap burung ini ").ra2

Mata-Mata

Jaringan mata-mata bisa ada di kedua belah pihak. Mereka

memberikan informasi mengenai keadaan setempat. Jaringan se-

macarn itu di antaranya berasal dari para bekas tahanan, mereka

yang berpindah ke agama pihak lain, yang, sebab  dihadapkan

pada pilihan kejam mati atau pindah agama, lebih memilih

memeluk agama baru dan tetap hidup.

NizhAm al-Mulk menyebutkan pentingnya mara-mata dalam

karyanya Booh of Gauermmen.ra3 Mara-mata harus terus keluar

hingga ke perbatasan kerajaan dengan menyamar sebagai saudagar,

musafir, sufi, pedagang keliling, dan pengemis, dan melaporkan

kembali semua yang mereka dengar, sehingga tidak ada satu pun

masalah yang luput dari perhatian mereka. Nizhim al-Mulk

mencurigai para duta besar resmi dan menyatakan sering kali ada

tujuan rahasia di balik kunjungan mereka: "Sebenarnya mereka

ingin mengetahui keadaan jalan-jalan, jalur-jalur pegunungan dan

sungai-sungai, untuk mengetahui apakah pasukan bisa lewat atau

tidak." Dia kemudian menyebutkan berbagai jenis informasi lainya

yang ingin diperoleh seorang duta besar selain maksud kunjung-

annya itu.raa

Al-Anshiri juga membahas dengan panjang lebar di dalam

manual militernya tentang mata-mata, kurir, dan informan.la5

Mata-mata, menurut pandangannya, harus bisa dipercaya, punya

pandangan sangat baik dan penilaian tajam, cerdik dan ahli,

mengenal medan dan memahami bahasa musuh dengan baik.ta6

Contoh khusus orang yang mungkin merupakan mata-mata

yaitu  \Tilliam the Frank, seorang pedagang Genoa, yang muncul

di Kairo pada 607 H.ll2l0-1211 M., dengan membawa hadiah

untuk al-'Adil. Sultan memintanya untuk tinggal dalam rom-

bongannya, dan menyertainya ke Suriah. Dalam kenyataannya,

kata al-Maqrizi, dia yaitu  mata-mata kaum Frank. Sekalipun

Jalannya Peperangan I 669

begitu, saat  al-'Adil menerap di Kairo empat tahun kemudian,

Villiam diminta untuk tinggal bersamanya.raT

Perhkuan hepada Para Thhanan l{aum Muslim yang ditahan

I{aum Franh

Tak diragukan lagi, kaum muslim yang berada di penjara-penjara

kaum Frank sangat menderita. Jumlah mereka tidak bisa di-

perkirakan. Pernyataan Ibn Syaddid bahwa sebanyak 3.000 muslim

telah ditahan di Yerusalem pada 1187 kurang dapat dipertanggung-

jawabkan.ras Bahkan pandangan yang terlalu dibesar-besarkan

disampaikan oleh penulis biografi Saladin, 'ImAduddin, bahwa

Saladin telah membebaskan 20.000 muslim yang ditawan kaum

Frank saat dia melakukan operasi penaklukan.rae

Sekalipun mungkin tidak akurat, tampak jelas bahwa kaum

muslim yang ditahan Tentara Salib jumlahnya sangat besar, khusus-

nya saat  keberhasilan militer Tentara Salib dan wilayah-wilayah-

nya tengah memuncak. Kedar berpendapat bahwa tahanan-tahanan

muslim memberikan kontribusi penting bagi ekonomi kaum

Frank.r5o Menurut Ibn al-FurAt, ribuan tahanan muslim terlibat

dalam pembangunan Safad.tsr Program pembangunan benteng

yang dada henti dan menguras energi kaum Frank secara besar-

besaran sepanjang abad kedua belas itu membutuhkan tenaga

kerja yang sangat banyak-untuk menggali batu, mengirimkan

bahan-bahan, membangun jalan dan menggali parit. Thhanan-

tahanan muslim merupakan unsur penting dalam pekerjaan yang

ambisius dan tiada hentinya ini.

Pada 661 H.11263 M. Sultan Baybars menghukum Tentara

Salib yang telah melanggar ketentuan-ketentuan dalam perjanjian

dan terus mempekerjakan tahanan muslim sebagai pekerja paksa

daripada menukarnya dengan rekan mereka yang tengah ditahan

di dalam penjara kaum muslim:

Kami telah mengirimkan para tahanan ke Nablus dan ke-

mudian ke Damaskus; Anda tidak mengirimkan seorang pun ...

Anda tidak punya belas kasihan kepada rekan Anda yang seagama

(millah) dengan Anda dan yang telah mengetuk pintu rumah Anda.

Semua ini yaitu  agar pekerjaan Anda yang dilakukan oleh tahanan

muslim tidak terhenti.r'2


Usimah mengakui sering mengunjungi rap Frank (Fulk V)

pada masa gencatan senjata. Dia menulis bahwa ayah sang ratu,

Raja Baldwin, "punya kewajiban terhadap ayah saya". Selama

kunjungan ini  kaum Frank mengizinkan Usimah untuk

menebus kaum muslim yang ditahan kaum Frank.tr3 Usimah

juga membicarakan tentang "seorang kaum Frank jahat yang

bernama \Tilliam Jiba" yang telah menangkap sekitar 400 jamaah

haji dari Maghribi. Beberapa tahanan itu dibawa ke Usimah

oleh para pemiliknya dan dia membeli tahanan-tahanan yang

mampu dibelinya.tta Kemudian, Usimah melaporkan bahwa be-

berapa tahanan ini sebenarnya melarikan diri dan disembunyikan

oleh para penduduk Desa'Akka: "sebab  semuanya muslim, begitu

ada seorang tahanan datang kepada mereka, mereka akan me-

nyembunyikannya dan memastikan tahanan itu masuk ke wilayah

muslim."l5t

Referensi pengalaman yang terpisah, seperti kesaksian Ibn

Jubyar, harus dilihat dengan hati-hati. Keterangannya tidak bisa

dianggap sebagai generalisasi luas tentang cara-cara Tentara Salib

memperlakukan tahanan-tahanan muslim. Yang jelas, baik kaum

muslim maupun Tentara Salib memperlakukan tahanan mereka

dengan berbagai tingkat kekejaman, sesuai dengan keadaan-keadaan

tertentu. Ibn Jubyar menjadi sangat emosi saat  menceritakan

nasib buruk kaum muslim yang ditahan kaum Frank:

Di antara kemalangan-kemalangan yang akan dilihat oleh orang

yang mengunjungi wilayah mereka yaitu  tahanan muslim berjalan

dengan dibelenggu dan dipalsa bekerja sangar keras seperti budak.

Kondisi serupa juga dialami wanita-wanita muslim yang ditahan.

Kaki mereka diikat dengan gelang-gelang besi. Hati mereka koyak.

Tak ada lagi rasa simpati dalam diri mereka.'56

Sebaliknya, Richard si Hati Singa yang dikenal dengan sikap-

nya yang ksatria, kadang-kadang bersikap sangat kejam kepada

para tahanan. Pada 587 H.lll9l M., menurut al-'LJmari, Richard

si Hati Singa membuat banyak tahanan muslim di Acre ter-

bunuh.r57 Ibn Syaddid bertutur dengan terus terang mengenai

peristiwa itu:r58

Mereka berada dalam tawanannya dan dia bersikap sangat

kejam terhadap mereka. Mereka kemudian memanggil di antara


para tahanan muslim 1s1sg[u1-rnereka yang hari syuhadanya telah

dituliskan Allah pada hari itu. Jumlah mereka sekitar 3.000 orang.

Semuanya masih dalam keadaan terikar. Mereka [kaum Frank]

menyerang mereka, ke seorang rahanan, dan dengan dingin mem-

bunuh mereka semua dengan memakai  pedang dan tombak.rte

Memang mungkin telah terjadi tindakan kekerasan yang

dilakukan kaum Frank terhadap kaum muslim yang mereka rawan.

Aksi itu terjadi pasti akibat sepucuk surar yang ditulis oleh Ibn

tymiyyah kepada seorang "raja" di Siprus sekitar tahun 703 H.t

1304 M. Ibn Taymiyyah meminta agar r{a rersebut memperlaku-

kan beberapa tahanan muslim dengan baik dan dia memintanya

agar membebaskan mereka. Mereka kemungkinan korban serangan

perompak-perompak kaum Frank di lepas pantai kawasan

Mediterania timur dan tipis harapannya akan mendapatkan uang

tebusan. Di akhir surat, Ibn Thymiyyah meminta raja Frank

ini  agar jangan menyuruh para rahanan itu untuk pindah

agama: "Saya akan mengakhiri surat ini dengan meminra (kepada

raja itu) agar memperlakukan orang-orang Islam ini  dengan

terhormat ... dan menahan diri agar tidak menyuruh pindah

aBama, satu pun dari mereka."l6o

Dokumen dari era iru yang cukup relevan yaitu  sebuah

inskripsi berbahasa Arab yang ada  di sebongkah batu basal

l

l

d

672 \ Ca.tole Hillenbrand

yang tersimpan di Masjid Dayr al-Muslimin (atau Dayr al-Muslim)

di Busra, wilayah selatan Suriah. Dokumen iru mencatat sum-

bangan sebuah tungku dan penggilingan dari atabeg Mu'inuddin

lJnur, dan menyatakan bahwa uang dari tungku dan penggilingan

itu akan digunakan untuk "membebaskan kaum muslim yang

ditahan di penjara-penjara orang-orang kafir", dan khususnya

"kaum muslim yang tidak punya keluarga dan tidak bisa mem-

bebaskan diri mereka sendiri. Mereka yang dibebaskan tersebur

harus Sunni, tidak menjauhkan diri mereka dari warga , dan

hafal Alquran'. Selain tentang sumbangan tersebur, inskripsi itu

juga menyebutkan seorang Surkhak rertenru yang menyisihkan

seperenam dari penghasilan sebuah desa kecil yang bernama Marj

Harasa untuk maksud yang sama. Inskripsi itu, yang berdasarkan

bukti-bukti historis dipastikan berasal dari tahun wafamya LJnur,

yaitu pada 544 H.lll49 M.,t6t dihiasi dengan kutipan-kutipan

dari Alquran (surah al-Baqarah ayat 177, 229, dan 231), dan

gelar-gelar yang menegaskan kesalehan lJnur.162 Inskripsi-inskripsi

itu menyajikan pandangan-pandangan berharga tentang tata cera

dan persyaratan-persyaratan untuk menebus para tahanan muslim.

Inskripsi lain (kini tidak ada lagi) dari Busra juga membahas

tentang penebusan tahanan.r53 Kebiasaan ini menyebar luas pada

masa itu,r64 dan terus berlanjut hingga ke periode Mamluk. Pada

masa kekuasaan Baybars, seorang gubernur Damaskus mendirikan

sebuah yayasan khusus untuk pembebasan tahanan,r6s dan pada

akhir abad keempat belas kaum muslim menebus para rekan-

rekannya yang ditahan kaum Frank Siprus.t66 Akhirnya, penring

untuk disebutkan bahwa, sebagaimana dijelaskan Usimah dalam

karyanya, Memoirs, Usimah dan rekannya, lJnur, berlombaJomba

untuk melakukan tugas suci, yakni membebaskan para jamaah

haji yang ditangkap oleh kaum Frank.r67

I{aum Franh lang Ditauan l(aum Muslim

Jumlah kaum Frank y*g ditawan kaum muslim kemungkinan

jauh lebih sedikit mengingat kaum Frank selalu merupakan ke-

lompok minoritas di kawasan Mediterania rimur. Terlebih lagi,

kaum muslim memerlukan lebih sedikit pekerja paksa dibanding

kaum Frank, yang membangun secara besar-besaran dan men-

desak-meski benteng di Kairo dibangun dengan memakai 

sangat banyak tahanan perang dari kaum Frank.

Sumber-sumber Islam sangat banyak memuat kisah tentang

nasib Tentara Salib terkenal yang ditawan kaum muslim. Kisah-

kisah ini terkadang menjadi bukti tentang kekejaman dan kadang-

kadang keksatriaan. Penguasa Damaskus abad kedua belas dari

Tirrki, Tirghtegin, yang terlibat dalam perlawanan militer Islam

pertama terhadap Tentara Salib, memperlakukan tahanan Tentara

Salib penting yang bernasib malang ditahan kaum muslim dengan

keras dan tanpa kompromi.

Pada 502 H./1108-1109 M., Tirghtegin menahan keponakan

Baldwin dari Yerusalem. Seperti diceritakan oleh Ibn al-Atsir:

Tughtegin menawarinya masuk Islam, tapi dia menolak. Se-

baliknya, dia malah menawarkan uang tebusan untuk dirinya

sebanyak tiga puluh ribu dinar dan pembebasan lima ratus tahanan

lainnya. Namun Tughtegin tidak puas dengan rawaran itu, bila

tidak dengan masuk Islam. sebab 'dia tidak menanggapi rawaran-

nya, Tughtegin membunuhnya dengan rangannya sendiri dan dia

mengirimkan para rahanan lainnya kepada khalifah dan sultan.168

Kisah itu dapat diartikan bahwa Baldwin menawarkan pem-

bebasan 500 tahanan muslim yang ditawan kaum Frank, namun 

yang lebih terlihat kemungkinan keponakan Baldwin meminta

kepada Tirghtegin bahwa bukan hanya dirinya sendiri yang harus

dibebaskan, namun  juga 500 tahanan kaum Frank, dengan imbalan

seluruhnya 30.000 dinar.

Kisah ini menimbulkan akibat yang lebih luas dari sekadar

soal perlakuan terhadap tawanan. Kisah ini menunjukkan bahwa,

demi alasan politik ataupun agama, Tirghtegin berusaha membuat

keponakan Raja Frank Yerusalem ini  keluar dari agamanya.

Dan untuk mencapai tujuan ini, Tirghtegin rela melupakan tebusan

senilai 30.000 koin emas. Tentu saja, mungkin demi alasan militer,

Tirghtegin tidak siap untuk membebaskan 500 tawanan kaum

Frank. namun  peristiwa itu bisa saja menunjukkan kuatnya aspek

kesalehan pada kedua pihak di masa ini .

Robert, putra Fulk, penguasa Sahyun, yaitu  seorang ksatria

pemberani dan mengikat perjanjian kepada Tirghtegin. Sekalipun

demikian, meski jalinan hubungan baik ini ataupun meski Robert

674 \ _______________

yaitu  seorang penderita lepra (abra), ini tidak membuar Tirghtegin

memperlakukannya dengan baik. Robert terjatuh dari kudanya

dalam pertempuran pada 1ll9 dan ditahan oleh Ti-rghtegin. Dan

Tirghtegin mengeksekusinya sendiri. t6e

Tirghtegin menangkap Count Gervase dari Basoches, Penguasa

Tiberias, pada Syawal 501 H.ll4 Mei-ll Juni ll08 M.: "Dia

melobangi tengkoraknya hidup-hidup dan minum anggur dari

tengkorak itu dengan disalsikan sanB pangeran. Dia hidup selama

sejam dan kemudian tewas.'r7o

Kejadian mengerikan semacam itu, dan yang secara medis

cukup tidak masuk akal, sering kali dituduh dilakukan oleh para

panglima Tirrki pada abad kedua belas dan ketiga belas. Para

bangsawan Tirrki ini sering kali diceritakan suka mabuk-mabukan

dan kelakuan mereka dianggap tidak bisa diterima di mata para

sejarawan muslim, khususnya yang berasal dari kalangan Arab.

Para penulis ini  menceritakan kisah-kisah para penguasa Tirrki

yang memenggal sebagian para tahanan dan menjatuhkan hukum-

an kejam kepada para tahanan. Tokoh yang sangat kejam salah

satunya yaitu  Shalahuddin al-Yaghi-Si/ani. fuistokrat fuab, Usimah,

menggambarkan amir Tirrki ini yang tidak takut kepada Allah

maupun ZengS sebagai orang yang sangat kejam dan bengis.rTr

Ibn al-Azraq, penulis sejarah kota Mayyafariqin, mencatat bahwa

pada 528 H.lll33-1l34 M. al-Yaghi-Siyini menghukum seorang

pesuruhnya dengan mengikamya ke seekor anjing dan kemudian

memasukkan keduanya ke dalam karung. Pesuruh yang cerdik

itu kemudian berusaha menjepit leher anjing itu dengan kedua

pahanya di dalam karung, mencekik anjing itu, dan kabur.r72

Kisah seperti ini, yang sebagian besar kebenarannya diragukan,

merupakan cerminan kebencian mendalam bangsa Arab sebab 

diperintah oleh bangsa Tirrki. Usimah berdoa agar Allah me-

maafkan perbuatan al-Yaghi-Siyini yang berlebihan ini. Usimah

juga mengatakan bahwa menceritakan kisah-kisah ini bisa "mem-

buat rambut bayi yang baru lahir langsung memutih".r73

Baybars kelihatannya telah menjatuhkan hukuman yang sangat

kejam, bahkan menurut standar saat itu. Dari seluruh penjaga

Benteng Safad, hanya dua yang tersisa, pada 564 H.ll266 M.,

dan sekitar 1.500 prajurit dipenggal di sebuah bukit di dekatnya.rTa

Para petinggi kaum Frank yang ditawan biasanya terus ditahan

sampai mereka bisa menebus kebebasan mereka. Usimah menulis:

"Allah memutuskan bahwa rahanan kaum Frank yang ditangkap

di Kafartab agar dibebaskan, karen a para amir membagi tahanan

ini  di antara mereka sendiri, dan terus menahan mereka

sampai mereka mampu membeli kebebasan mereka sendiri."r75

Butuh waktu bertahun-tahun sebelum tebusan bisa dibayar.

Sepanjang masa itu, tahanan akan menderita dan kemungkinan

tewas di dalam penjara bawah tanah. Atau bisa juga, tahanan

yang posisinya tinggi dan-khususnya-tahanan dari kalangan

istana mendapat perlakuan khusus, sesuai dengan statusnya. Demi-

kianlah, pada 648 H.ll25O-1251 M., St. Louis, raja Prancis,

dibawa ke al-Mansura. Kakinya dibelenggu dan dikurung di rumah

bekas seorang pejabat tinggi pengadilan. Untuknya, disediakan

khusus seorang pelayan untuk menjaga dan membawakan makan

baginya. Namun, tahanan-tahanan kaum Frank biasa dibunuh

secara berkelompok setiap malam, dan mayat mereka dibuang ke

Sungai Nil.t76

Perundingan yang berlarut-larut dan rumir yang bisa berubah

menjadi tawar-menawar dapat terjadi di antara pihak penahan

dan tahanan. Contohnya yaitu  peristiwa yang mengisahkan pengu-

asa muslim Mosul, Jawali, dan kaum Frank yang menjadi tahan-

annya, yang oleh Ibn al-Atsir disebut sebagai "pangeran Frank"

(Baldwin). Pada502 H./1108-1109 M., Ibn al-Atsir menulis:

saat  dia [Jawali] mendatangi Maskin, dia membebaskan

pangeran kaum Frank rersebut, yang menjadi tahanan di Mosul.

Dia membawa pangeran kaum Frank itu. Namanya Baldwin, dan

dia penguasa Edessa, Saruj, dan rempat-tempat lain. Dia terus

ditahan. Dia juga telah mengeluarkan banyak uang, terapi belum

juga dibebaskan. Pada saat yang tepat, Jawali membebaskannya

dan mengenakannya pakaian upacara. Dia tinggal di penjara selama

hampir lima tahun. Jawali telah menetapkan bahwa dia harus

menebus dirinya dengan uang, harus membebaskan kaum muslim

yang dipenjarakannya, dan harus mendukung Jawali secara pribadi

beserta pasukannya, dan juga memberikan bantuan uang tiap kali

Jawali menginginkannya. r77

576 \ _______________

namun , ini bukan akhir kisah, sebab  Baldwin kemudian

dikirimkan ke Qal'at Ja'bar dan tidak dibebaskan sampai Joscelin,

penguasa Tell Bashir, menggantikan Baldwin. Jawali kemudian

membebaskan Joscelin, dan menggantikannya dengan kakak ipar-

nya dan kakak ipar Baldwin.'78

Sandera merupakan brgr* dari kehidupan sehari-sehari. Mereka

ditawarkan sebagai suatu bentuk perjanjian yang serius dalam

suatu kesepakatan antara kaum Frank dan kaum muslim. Usamah

memberikan beberapa contoh tentang praktik ini. Di Syayzar,

pada satu kesempatan, Baldwin II telah mengirim para sandera-

ksatria kaum Frank dan Armenia-sebagai jaminan hutangnya

kepada penguasa muslim Artuqid dari Mardin, Timurtasy. Kedka

utangnya telah dibayar, sandera ini  diperbolehkan pulang.rTe

Penting untuk disebutkan bahwa hal demikian ini berkait dengan

rasa kehormatan keluarga, sehingga ayah Usimah bersikeras me-

nyelamatkan tahanan kaum Frank yang sama saat  mereka

ditangkap oleh kaum muslim dari Hama dalam perjalanan pulang.rso

Sumber-sumber Islam tidak menjelaskan penampilan aneh para

IGatria Kuil (yang memakai jubah hitam dan salib putih). Namun

kelompok-kelompok asing semacam itu muncul dengan mencolok

dan menyerang kaum muslim yang melihat mereka. Saladin, yang

menjadi legenda di Trmur dan Barat sebab  keksatriaannya, memilih

kelompok militer ini untuk diperlakukan secara kasar, dengan

membunuh mereka yang ddak mau masuk Islam, sesudah  per-

tempuran Hattin pada 1 187. Semangat yang melatari pembunuhan

ini yaitu  sdah satu ungkapan kemenangan agama yang tinggi.

Para sukarelawan dari kelompok ksatria, ulama, kaum sufi, dan

pertapa, yang berada dalam rombongan Saladin, masing-masing

diminta untuk membunuh seorang tahanan: "Sultan duduk dengan

wajah gembira dan orang-orang kafir menatapnya dengan tajam."rsr

Tidak ada dasan yang diberikan bagi tindak kejam ini. Namun,

diduga kuat bahwa ksatria-ksatria yang sangat mudah dikenali ini

secara khusus melambangkan fanatisme Barat lftisten serta mem-

bangkitkan kebencian Islam terhadap trGisten. Demikianlah, ke-

bencian dan kemarahan mendalam yang disampaikan cerita itu.

Pada kesempatan sebelumnya, pada 575 H.lll79 M., Saladin

memeriksa satu kelompok besar tahanan, "yang semuanya di-

rantai".r82 Di antara para tahanan itu ada  Baldwin II dari

Jalannya Peperangan I 677

Ibelin yang ditebus sesudah  setahun. Al-Maqrizi juga mencarat

bahwa Odo, Penguasa Tertinggi para tGatria Kuil, menjadi salah

satu tahanan. Thpi dia menemui ajal di dalam tahanan.r83

trkadang tahanan bisa kabur dari penjara, dengan cara

menyuap, akal bulus, atau tipu muslihat. 'Wazir al-Afdhal Ridhwin

al-\Talakhsyi dipenjara di sebuah bangunan di salah saru sisi istana

di Kairo. Dia berhasil melarikan diri dengan menggali lubang

sepanjang empat belas cubit dengan memakai  paku besi.rsa

Penulis sejarah al-'Azhimi mencatar bahwa pangeran Artuqid Balak

menahan Raja Baldwin dari Antiokhia pada 517 H.fi123-1124

M. dan melemparkannya ke lubang bawah anah (jubb) di Kharpert

bersama Joscelin. Joscelin berusaha kabur dari sana dengan me-

nyamar.rs5 sebab  Khartpert (kini Harput) berada di wilayah timur

Tirrki, tidak jauh dari Hishn Kryfi, dia jauh dari wilayah Tentara

Salib. sebab  itu, cukup sulit baginya untuk pulang kembali.

Bagaimana para tahanan diperlakukan? Seperti disebutkan di

atas, para tahanan muslim yang menggugah belas kasihan Ibn

Jubayr dirantai, dan untuk para wanita memakai  gelang kaki.

Menurut Usamah, pada suatu peristiwa-pada penaklukan Kafartab

pada 509 H./1115 M.-dua orang tahanan Tentara Salib dirantai

ke satu orang penahannya:

Kami mengeluarkan para tahanan, setiap dua orang dirantai

ke seorang pria dari Syayzar. Beberapa di antara tahanan itu separuh

tubuhnya terbakar dan kaki mereka masih tersisa. yang lainnya

tewas rerbakar. Saya melihat bahan pelajaran yang sangat bagus

dari apa yang menimpa mereka.rs6

Orang-orang y^ng berada di dalam penjara-penjara muslim,

baik Tentara Salib tahanan perang araupun kaum muslim---rcrang-

orang murtad, atau amir dan pejabat-pejabat tinggi yang di-

putuskan bersalah oleh masing-masing penguasa-sering kali men-

dapat siksaan yang kejam. Ibn \Tishil menceritakan tentang orang

yang bernasib buruk seperti itu, yaitu seorang panglima militer

muslim yang dilemparkan ke dalam lubang bawah :anah (jubb)

di Ba'lbakk: "Di situ gelap-tak ada bedanya siang dengan malam.

Setiap hari para tahanan diberi sedikit roti dan salad.'r87

Pemikir besar dan reformis muslim, Ibn Taymiyyah, yang

sering menjadi duri bagi elite penguasa Mamluk, bersama dua

orang adiknya dimasukkan ke ddam penjara terburuk di benteng

Kairo, jubb (bak air raksasa atau lubang di bawah tanah), penjara

bawah tanah yang bau dan penuh dengan kelelawar. Ibn tymiyyah

menuliskan perasaannya dalam salah satu suratnya yang bertanggal

706 H.11307 M. Dia membandingkan nasibnya dengan nasib

tahanan FGisten: "Kaum lGisten berada dalam penjara yang bagus

... Seandainya sqa penjara kami sama bagusnya dengan penjara

untuk orang-orang Kri51gn."t88

Orang-orang lftisten ini mungkin Tentara Salib, sebab  sangar

ddak mungkin kalau orang-orang Koptik biasa atau Kristen Timur

lainnya diperlakukan sangat baik di dalam penjara Kairo. Banyak

orang IGisten yang dipenjarakan di Kairo sesudah  kejatuhan Acre

pada 1291. Dan agar mereka ditebus, bisa dipahami bila kaum

muslim harus memperlakukan mereka lebih baik daripada orang-

orang yang disebut pemberontak dan "pembuat onar" seperti Ibn

Thymiyyah yang dipersalahkan sendiri oleh rezim Mamluk.

Ada bukti menarik renrang perlakuan terhadap tahanan Frank

pada periode Mamluk. Bukti itu dimuat di dalam dokumen

hukum yang disusun pada 679 H.11280 M. oleh Ibn al-Mukarrarn

selama pemerintahan Sultan Qaliwfrn. Dokumen itu memberikan

petunjuk praktis mengenai berbagai masalah hukum dan me-

nyeftakan bagian tenrang penjara berikut ini: "Tahanan harus

dijaga dan dilindungi sepanjang siang dan malam. Janggut semua

tahanan perang-kaum Frank dan Antiokhia, arau yang lainnya-

harus dicukur. Pastikan mereka melakukannya seriap kali janggut

itu tumbuh kembali.Drse Di balik tindakan ini kemungkinan

tersembunyi keinginan untuk bisa membedakan dengan jelas antara

tahanan muslim yang berjanggur dan tahanan nonmuslim yang

tidak berjanggut.

Dalam nasihat-nasihat Ibn al-Mukarram yang bernada agak

keras, ada anggapan bahwa perlakuan kaum muslim terhadap

tahanan Frank sebelumnya longgar. Memang, al-Mukarram me-

nyatakan bahwa beberapa tahanan dulunya mendapat keistimewaan

tertentu, yang kini tidak berlaku lagi: "thanan-rahanan perang

yang dipekerjakan (dalam pekerjaan umum) tidak boleh berada

di luar penjara pada malam hari. Mereka tidak boleh pergi ke

rumah pemandian, ke gereja atau perrunjukan."tqo

Jalannya Peperangan I 679

Gambar 8.33

Kopol meloyori louton, ol-

Horiri, al-Maqimit, sekitor

tohun 1230, kemungkinon

Bog|tdod, lrok.

Selanjutnya Ibn al-Mukarrarn menekankan agar belenggu para

tahanan selalu diperiksa dan dikencangkan. Dia juga menegaskan

agar petugas keamanan di sekeliling dan di dalam penjara rempat

kaum Frank ditahan harus digandakan pada malam hari. Secara

khusus, al-Mukarram menyebutkan tentang sebuah penjara yang

dikenal sebagai hhizanat al-bunud yang digunakan untuk menahan

pangeran-pangeran Frank dan keluarga mereka.rer

Seperti telah disebutkan, dari sumber-sumber itu jelas terlihat

bahwa tahanan-tahanan kaum Frank dijadikan pekerja paksa,

khususnya dalam proyek-proyek pembangunan. Pekerjaan raksasa

pembangunan benteng Kairo tidak mungkin dilakukan tanpa

tenaga kerja yang terdiri dari tahanan-tahanan kaum Frank yang

sangat besar jumlahnya. Menurut al-Maqrizi, dengan mengutip

pernyataan Ibn Abd al-Zh?hir, sebanyak 50.000 tahanan kaum

Frank dipekerjakan untuk membangun benteng Kairo.re2 Jumlah

ini, tentu saja, hitungan kasar. Sekalipun demikian, angka itu

menunjukkan bahwa tahanan kaum Frank yang digunakan sangat-

lah banyak. Informasi itu diperkuat oleh Ibn Jubayr yang me-

nyaksikan benteng itu tengah dibangun pada 1163.tr

Saladin kembali memakai  tahanan saat  membangun

kembali Benteng Acre pada 1187, "dengan membawa serta per-

alatan, hewan, dan tahanannyi'.te4 Najmuddin Ayyirb memper-

kerjakan tahanan-tahanan kaum Frank untuk membangun benteng-

nya yang baru di Pulau Rawda. Sultan Apnrbiyah al-Malik al-

Shalih, dalam wasiatnya kepada putranya menjelang wafat me-

nyatakan bahwa memperkuat pertahanan Damietta harus dilakukan

oleh tahanan-tahanan kaum Frank.re5

DIMENSI KEIAUTAN

Dimensi kelautan merupakan bidang yang nyaris terabaikan dalam

aspek militer konflik antara Tentara Salib dan kaum muslim.

Kebanyakan penelitian ilmiah jarang memerhatikan masalah ini,

sekalipun kelemahan kaum muslim kawasan Mediterania timur

di bidang kelautan pada masa Perang Salib jelas merupakan faktor

utarna yang membuat kekuasaan kaum Frank di kawasan itu

terus berlangsung. Memang benar, pada awal 1848 Reinaud

mengungkapkan bahwa kaum muslim lemah dalam masalah ke-

lautan. Namun pernyataannya yan1 penting itu tidak diperhatikan

680 \ _______________

para ilmuwan sampai pada tahun 1970-an, saat  penelitian-

penelitian oleh Ayalonre6 darl EhrenkreutzteT menegaskan kebenaran

pernyataan Reinaud ini .

Ada pernyataan pembenaran dari Nabi Muhammad sendiri:

"Sebuah operasi militer lewat laut sama dengan sepuluh operasi

militer lewat daratan.'re8 Dan yang pasti, orang-orang Arab yang

bukan pelaut-mereka yang tinggal di gurun pasir atau kota-kota

atau yang sangat jauh dari pantai-kelihatannya takut pada laut.

Menurut tradisi kaum muslim, ada dugaan kebencian bangsa Arab

pada laut yang terjadi sejak masa khalifah kedua Islam, 'lJmar

(w. 644), dan permintaannya kepada jenderal besarnya, 'Amr ibn

al-'Ash, penakluk Mesir, agar menggambarkan laut kepadanya.

'Amr menjawab demikian:

Laut yaitu  permukaan tanpa batas, yang di atasnya kapal-

kapal besar terlihat seperti bintik-bintik kecil. Tidak ada apa-apa

kecuali surga di arasnya dan air di bawahnya. Saat renang hati,

para pelaut berduka. saat  bergelombang, perasaan mereka ber-

gelora. Jangan terlalu percaya padanya, sangar takutlah padanya.

Seseorang di laut bagai seekor serangga di atas serpihan, yang kini

tenggelam, yang kini takut pada kematian.ree

sebab  itu tidak mengeju*an bila'Umar segera menganjurkan

kaum muslim agar menghindari berlayar. Bila mereka nekad

menuju ke laut, mereka pergi tanpa sepengetahuan 'lJmar, dan

mereka akan dihukum sebab  hal itu. Dari manakah dugaan

ketakutan pada laut ini berasal? Tentu saja, pada satu rahap,

ketakutan itu bisa dilihat sebagai cermin kebencian mendalam

orang-orang gurun yang lebih terbiasa bergaul dengan daratan

luas daripada bahaya di lautan yang ddak mereka kenal. Peribahasa

fuab yang menyatakan bahwa "lebih baik mendengar kentur unta

daripada doa ikan" menunjukkan prasangka ini.2m Terlebih lagi,

sebagian besar wilayah dunia Islam timur ddak punya akses

menuju jalur laut utama serta juga tidak terbiasa dengan pelayaran

dan pertempuran militer di laut. Maka, kisah 'Umar itu me-

nunjukkan betapa kaum muslim awal sangat kurang pengalaman

dalam bidang kelautan.

namun  hipotesis yang mengatakan bahwa navigasi yaitu  dunia

asing bagi dunia Islam jelas merupakan pandangan yang simplistik.


Orang-orang semenaniung Arab sendiri yang tinggal di pesisir

telah lama mengenal laut, bukan hanya dengan menangkap ikan

di wilayah setempat, namun  iuga perdagangan maritim ke tempat-

tempat yang sangat jauh. Sungguh mereka merupakan kekuatan

dagang yang mendominasi perairan antara India dan Teluk Persia

sejak milenium ketiga SM hingga seterusnya. Mereka juga sungguh

telah mengenal rahasia angin musim.2orPada awal abad kedelapan,

pemukiman-pemukiman pedagang Arab telah terbentuk di timur

jauh, seperti di Canton. Terlebih lagi, saat  para penakluk dari

Arab merebut Mesir, Suriah, dan Palestina, mereka mewarisi tradisi

maritim Mediterania yang telah berlangsung lama sejak zaman

Phoenicia, dan mereka mulai menantang Bizantium di lautan.2o2

Lebih jauh ke timur, para penguasa muslim juga mewarisi keahlian

negara-negara pesisir yang baru mereka taklukkan, dengan jalur

perdagangan laut mereka di sepanjang jalur laut tradisional di

Laut Merah, Teluk Persia dan, seperti disebutkan di atas, lebih

jauh lagi. Dengan demikian, Dinasti Abbasiyah membangun di

atas fondasi yang kokoh ini, dan Baghdad, sebuah pelabuhan

pedalaman yang cukup beruntung sebab  Tigris dan Eufrat dilewati

oleh banyak kapal, menghadap ke horison yang sangat luas-

Mediterania, Afrika, India, Indonesia, dan Cina.

Tladisi maritim Mediterania yang telah berlangsung lama tidak

tamat dengan kebangkitan kekuasaan kaum muslim. Banyak

galangan kapal di Aleksandria, al-Fustat, Damietta, dan pelabuhan-

pelabuhan Mesir lainnya, dan Pulau IGeta dan Sisilia, ditaklukkan

untuk Islam dengan memakai  kapal-kapal yang dibuat

Mesir. Kekuatan laut kaum muslim berkembang pesat di awal

Dinasti Fatimiyah, dan Aleksandria, Damietra, dan Fustat, rrl€-

rupakan pusat-pusat pembangunan kapal sesudah  Dinasti Fatimiyah

pindah ke Mesir dari Afrika Utara pada 969. Alelaandria merupa-

kan pangkalan laur ideal, dengan pelabuhannya yang bagus,

galangan kapal yang besar, dan tukang-tukang bangunan dari

Koptik.2o3 Kapal-kapal sungai dan laut dibuat. Satu-satunya bahan

yang tidak ada di Mesir yaitu  kayu yang baik, sehingga harus

diimpor. Luasnya perdagangan kayu pada periode awal Islam bisa

diketahui dari mimbar yang ada  di Masjid Agung di eayrawan

di Tunisia, yang dibangun pada 862. Mimbar ini dibuat dari

kayu jati Burma.

Ibn Khald0n yang meski terpengaruh oleh retorikanya sendiri

dalam menilai supremasi kaum muslim di lauran pada masa

kegemilangan Dinasti Fatimiyah Mesir dan Umayah Spanyol, tetap

menunjuk tradisi laut kaum muslim yang kuat di wilayah-wilayah

Mediterania dan pada kemampuan kaum muslim bertarung di

laut dan menggelar operasi militer penaklukan lewat laut ke pulau-

pulau yang ada di Mediterania:

Pada masa dinasti muslim, umat Islam menguasai seluruh

Mediterania. Kekuatan dan dominasi mereka di kawasan itu sangar

luas. Negeri-negeri lGisten tidak bisa berbuat ep^-apa melawan

armada-armada kaum muslim, di seluruh rempar di Mediterania

... Mereka [kaum muslim] menguasai sebagian besar permukaan

Mediterania dengan peralatan dan jumlah mereka dan melalui jalur

ini  untuk misi damai maupun perang. Thk satu pun kapal-

kapal Kristen yang berlayar di sana.2oa

Pandzngan l{num Muslim tentang Laut pada Periodz Perang Salib

Kaum muslim banyak yang takut kepada laut. Perjalanan di laut

yaitu  peristiwa yang berbahaya dan menakutkan semua orang,

kecuali yang paling berani-apalagi melangsungkan perrempuran.

Pengiriman pasukan dan kuda-kuda juga berbahaya dan cukup

mahal. Kesaksian yang jarang dikenal ihwal melakukan perjalanan

lewat laut yaitu  laporan Ibn al-'Arabi pada 1090-an. Dia dan

ayahnya bernasib sial sebab  kapd mereka kandas di lepas pantai

Afrika utara. Ibn al-'Arabi mencatatnya sebagai berikut: "Kami

Jalannya Peperangan / 683

muncul dari laut seperti mayat yang bangkit dari kubur ... Kami

kelaparan akibat kecelakaan itu dan dalam keadaan telanjang.

Laut ini  (bahkan) menghancurkan wadah-wadah yang berisi

minyak."zor

Selain masalah cuaca, kapal-kapal yang penuh sesak ini sering

mengalami kerusakan, seperti dikatakan oleh Ibn Jubayr: "Kadang-

kadang lambung kapal menghantam batu karang saar lewat di

antara batu-batu tersebur, dan kami mendengar suara benda

hancur yang membuat kami purus asa. Terkadang kami tidak

tahu apakah kami akan hidup atau mari."206

Pengalaman perjalanan Ibn Jubayr ke timur mengungkap

ketakutan yang biasa dialami para pelancong abad kedua belas.

Yang bahkan lebih penting yaitu  perjalanan-perjalanan yang

dilakukan untuk operasi militer denpn kapal-kapal yang membawa

senjata-senjata berharga, mesin-mesin perang dan prajurit. Pada

1189 Saladin menuju ke Acre dengan menyisir pantai. Ibn Syaddid

mencatat ketakutan terpendam yang dirasakan dirinya terhadap

laut:

Saat itu musim dingin yang paling buruk, dan laut sangar

bergelora "dengan gelombang-gelombang seperti gunung" seperti

yang dikatakan Allah di dalam Alquran. Saya tidak punya banyak

pengalaman di laut sehingga peristiwa itu sangat berkesan bagi

saya. Sebenarnya, saya kira, kalau saja ada yang memberitahu saya

bahwa bila saya berlayar seharian di laut maka dia akan menjadikan

saya sebagai pimpinan seluruh dunia, saya tidak akan bisa me-

lakukannya. Saya kira orang-orang yang mencari nafkah di laut

pasti sudah gila ... Semua pikiran ini muncul sebab  saya melihat

laut yang menggelora.2oT

Pandangan yang serupa tentang laut seperti hal di atas ter-

ungkap seabad kemudian dalam sebuah percakapan, yang di-

laporkan Ibn \7ishil, diperkirakan antara raja kaum Frank yang

tengah ditawan, St. Louis, dan pemimpin kaum muslim,

Husimuddin, ymg ditugaskan menjaganya. Husim berkata kepada

tahanannya yang seorang raja itu:208

Bagaimana bisa orang secerdas dan bijaksana seperti raja punya

pikiran untuk memercayakan dirinya pada laut di atas sepotong

kayu rapuh, untuk mengantarkan (dirinya sendiri) menuju negeri

684 \ _______________

muslim yang dijaga oleh pasukan yang sanBar banyak dan membawa

dirinya dan pasukannya ke gerbang kematian? Sang raja hanya

tersenyum dan tidak menyahut sedikit pun. Kemudian pemimpin

kaum muslim itu melanjutkan sebagai berikut:

"Salah seorang pemuka agama kami menyatakan bahwa sedap

orang yang membawa dirinya serta barang-barangnya ke laur dua

kali harus dianggap telah gila dan kesalaiannya tidak bisa lagi

diterima dalam hukum." Kemudian Raja itu tersenyum kembali

dan berkata: "Mereka yang berkata seperri itu benar."20e

Sekalipun mungkin klise dan diragukan kebenarannya, per-

cakapan itu sekali lagi menjadi bukti kebencian kaum muslim

terhadap laut.


Pengetahuan kita tentang jenis-jenis kapal kaum muslim Abad

Pertengahan sebagian berasal dari karya-karya seni (foto 8.7),

terutama lukisan buku abad ketiga belas. Selain itu juga dari

berbagai referensi berbeda dalam literatur perjalanan dan geografi

Islam serta tulisan-tulisan sejarah. Teks-teks sastra ini merupakan

sumber informasi utama perihal kapal-kapal sebelum abad ketiga

belas. Namun, masalah utamanya yaitu  banyak penulis yang

sering menganggap para pembaca mereka paham arti istilah-istilah

tertentu dan tidak menjelaskan kepada mereka tentang bagaimana

membedakan kapal-kapal perang dengan kapal-kapal dagang, atau

kapal-kapal laut dengan kapal-kapal sungai.

Ahli geografi muslim abad kesepuluh, al-Muqaddasi (w. 378

H./988-989 M.) mencatat ada 36 jenis kapal yang menurut

kesaksiannya ada di sepanjang hidupnya.2to Dari 36 jenis ini, 10

di antaranya disebutkan di dalam konteks Mediterania.

Seperti ditunjukkan oleh Agius,'r' pada masa al-Muqaddasi,

ada dua golongan besar kapal: jenis dijahit (hhaythiyyah), yang

"disatukan dengan tali sabut kelapa dengan metode kerangka yang

dibuat terlebih dahulu (yaitu, lambung dahulu, baru kemudian

gading-gading kapal dimasukkan)", dan jenis paku, di mana kapal

"dipaku lebih dulu bagian gading-gadingnya dan kemudian papan-

papan dipasang ke kapal ini " (yang disebut metode rangka).

Kapal-kapal kecil dayung dibuat dengan metode kedua, yang jauh

lebih mahal. Lambung yang dijahit, menurut Ibn Jubayr dan Ibn

Battuta, fleksibel dan lebih tahan terhadap gelombang tinggi dan

bahaya pecah.2r2 Goitein menemukan bukd di dalam dokumen-

dokumen Geniza bahwa kapal-kapal kaum muslim yang membawa

sampai 500 penumpang tidak biasa di Kairo pada akhir abad

kesebelas. Para pelancong dan barang dagangan dibawa dalam

kapal-kapal Qhurab) yang dijalankan dengan dayung. Dalam

tulisannya pada 1190, Ibn Mammati menyebutkan bahwa sebuah

ghurab memiliki 140 dayung.2'3

Peranan Penting Armada-Armada l{aum Frank

pada Periode Aual Perang Salib dan Diabaihannya Aspeh

Kelautan oleh l{aum Muslim

Seperti telah disebutkan, perpecahan dan kelemahan kaum muslim

membuat mereka tidak berdaya unruk mencegah Tentara Salib

merebut pelabuhan-pelabuhan kawasan Mediterania timur pada

dekade awal abad kedua belas. Keberhasilan Tentara Salib yaitu 

sebab  dukungan armada-armada Italia dalam jumlah yang besar.2ra

Negara-negara kota seperti Venesia, Genoa, dan pisa, sejak awal

turut serra dalam serangan laut yang dilancarkan dari Eropa.

Para awak kapal Genoa membanru mengepung Antiokhia dan

Yerusalem, dan pada 1099 sebuah armada besar dari pisa tiba di

laut lepas pantai Suriah, dan di tahun berikutnya didukung oleh

armada dari venesia. Kapal-kapal dari kota-kota maritim Italia

digunakan uncuk memasok pasukan, menyelamatkan pasukan yang

terperangkap, dan menjaga komunikasi dengan Eropa barat. pe-

ngerahan armada-armada Italia ini setidaknya sebagian didorong

sebab  ingin mendapatkan keuntungan dagang. namun , pada

akhirnya, mereka sangat berguna dalam pembentukan negara-

negara kaum Frank di kawasan Mediterania timur sejak tahun

1100. Mereka juga sangat membanru selama periode tersebur

dalam merebut pelabuhan-pelabuhan lainnya.2rs Al-Sulami telah

memperingatkan rekan-rekannya sesarna muslim tentang bahaya

nyata ini dalam buku ramalannya, Kiilb al-Jihnl. Sebenarnya,

sekalipun ada peringaran serius dari al-Sulami tentang akibat

mengerikan bila kaum muslim sampai kehilangan pelabuhan-

pelabuhan Suriah, Tentara Salib merebut hampir seluruh pelabuhan

ini  dalam waktu singkat.

kbih jauh lagi, bahkan gelombang pendatang-pendatang baru

yang terus berdatangan dari Eropa barat lewat laut tidak memicu


reaksi kaum muslim di daratan atau di lautan. Dan Tentara Salib,

sesudah  merebut pelabuhan-pelabuhan kawasan Mediterania timur,

mereka kemudian membentenginya, sekaligus melindungi mereka

dari kaum muslim dan menyediakan pangkalan untuk mereka

sebagai tempat kedatangan bantuan pasukan, seniata, dan per-

bekalan dari Eropa tanpa halangan. Tentara Salib belajar dari

pengalaman Perang Salib Pertame y^ng pahit dan menakutkan

bahwa rute darat ke kawasan Mediterania timur bukanlah cara

terbaik untuk ditempuh. Sesudah itu mereka sebagian besar datang

lewat laut. saat  mereka melancarkan Perang Salib berikutnya,

pasukan dari Eropa memakai  jalur laut ke Suriah dan Palestina.

Arus kedatangan kaum Frank, baik prajurit yang akan berjuang

demi agama maupun peziarah,'yang terus berdatangan ke kawasan

Mediterania timur pada periode Perang Salib juga tiba lewat jalur

laut. Akses ke pantai sangat penting bagi kelangsungan keberadaan

Tentara Salib berikutnya. Dengan bentuk pantai Suriah yang luar

biasa-salah satu yang paling lurus di dunia, dan memiliki

beberapa pelabuhan alami-maka menguasai pelabuhan yang ada,

seperti Tirus, Sidon, Beirut, dan lainJainnya, yaitu  jauh lebih

bernilai (foto warna 5).

Dengan melihat fungsi strategis aspek kelautan dari berbagai

kejadian sebelumnya, sungguh mengherankan bahwa kemudian

tidak satu pun pemimpin muslim sebelum Saladin melihat nilai

penting mendahulukan pelabuhan-pelabuhan ini  sebagai target

operasi daripada kota-kota di pedalaman seperti Damaskus, Aleppo,

dan Yerusalem. Akhirnya, balabantuan pasukan, senjata, dan

perbekalan terus berdatangan lewat pelabuhan-pelabuhan ini .

Kaum muslim tidak mampu berbuat 

^pa-ape 

terhadap aksi itu

sejak masa-masa awal. Semestinya, serangan bersama-sama lewat

laut dan daratan merupakan cara yang paling baik. Seandainya

saja mereka memprioritask